Protect The Panda
Author: Lovara
Genre: Campur aduk cari sendiri aja -_-
Cast: Kris (24 tahun) Tao (17 tahun)
Suho (23 tahun) Yixing (18 tahun)
Chanyeol (22 tahun) Baekhyun (17 tahun)
Kai (20 tahun) Kyungsoo (17 tahun)
Sehun (20 tahun) Luhan (18 tahun)
Chen (22 tahun) Xiumin(18 tahun)
Jaehyo (Block B)
Nana (After School)
Summary: Siapa yang tidak kenal Huang Zi Tao? Anak tunggal dari pasangan Huang Hangeng dan Huang Heechul yang menjabat sebagai menteri yang paling berpengaruh di Korea. Namun kehidupan Zi Tao tidak semulus yang kita bayangkan, berulang kali ia hampir menjadi korban penculikan oleh saingan kedua orang tuanya. Untuk menjamin keselamatan anaknya, Heechul akhirnya memutuskan untuk menyewa 6 orang bodyguard sekaligus untuk putra semata wayangnya.
Ps: Yixing disini nggak ada hemofilia.
...
INI KONTEN YAOI ALIAS BL ALIAS BOY X BOY
.
GAK SUKA YAOI JANGAN BACA
.
GAK SUKA PAIRNYA SILAHKAN KELUAR
.
TIDAK MENERIMA BERBAGAI KRITIKAN TAJAM YANG MENJATUHKAN MOOD ATAU BAHKAN MENJELEK-JELEKKAN PARA CAST
.
SANGAT MENERIMA KRITIKAN DAN SARAN DENGAN BAHASA YANG SOPAN DAN EYD YANG DISEMPURNAKAN
.
"TYPO MERUPAKAN SEBAGIAN DARI IMAN"
...
"Sudahlah Tao~ itu kan tidak sengaja" bujuk Suho karena sedari tadi Tao terus menekuk wajahnya.
"Suho hyung benar, anggap saja kau tadi mencium cumi-cumi" ujar Kai lalu ia bersembunyi dibalik punggung Chen karena Kris mendeathglarenya.
"Bagaimana aku bisa tenang?! Dia sudah mencium ku 2 kali dengan kejadian tadi" seru Tao kemudian ia menutup mulutnya.
"2x? Apa terjadi sesuatu tanpa sepengetahuan kami?" selidik Chanyeol menatap Kris dan Tao bergantian.
"Ti-tidak hyung, kau salah dengar" bantah Tao.
"Kapan kau mencium nya hyung?" tanya Chen pada Kris.
"Aku hanya menyelamatkannya dari kejaran orang-orang bodoh itu" jawab Kris enteng.
"Gunakan cara lain selain mencium ku, Kris! " teriak Tao lagi.
"Waow~ kalian berciuman kemarin? Tunggu, jangan-jangan luka dibibir mu itu karena ciuman Kris hyung? Bukan karena terkena pukulan?" tebak Kai asal.
"Yah! Luka ini benar-benar karena pukulan" bela Tao.
"Sudahlah jangan berdebat lagi, sekarang nikmati makanan kalian. Setelah ini kita akan pulang, hari sudah hampir malam" ujar Suho menengahi.
"Kris...?"
Nana, yeoja cantik itu tiba-tiba muncul ditempat Kris dan yang lain makan.
"Nana noona?" ucap Chanyeol terkejut dengan kehadiran Nana.
"Hay, Yeol~ kau masih mengingat ku rupanya" sapa Nana.
"Tentu saja noona~ Apa yang sedang noona lakukan disini?" tanya Chanyeol.
"Kebetulan aku ada proyek yang harus di kerjakan disini. Kalian sendiri?"
"Kami hanya sedang menyegarkan pikiran kami~" jawab Chanyeol.
"Oh~ Tao, kita bertemu lagi" Nana tersenyum ramah pada Tao.
Dengan sedikit kesusahan, Tao menelan makanan dimulutnya lalu tersenyum membalas Nana.
"Bisakah aku meminjam Kris sebentar, Tao?" tanya Nana pada Tao.
Tao hampir tersedak mendengarnya. Chen dengan sigap memberikan air minum pada Tao.
"Bo-boleh saja~" jawab Tao.
"Kris, bisa kita bicara sebentar?"
Kris bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar, Nana pun segera mengikutinya.
"Dia masih mengejar Kris hyung sampai sekarang?" ujar Kai setelah keduanya keluar.
"Sepertinya masih~ Ku kira dia akan menyerah setelah Kris hyung menolaknya" sahut Chen.
Tao hanya terdiam dan mendengarkan pembicaraan mengenai Nana dan Kris. Satu yang bisa Tao tangkap adalah, yeoja itu sudah lama menyukai Kris bahkan ia tidak menyerah setelah Kris menolaknya.
Jam menunjukkan pukul 9 malam. Kali ini giliran Chen yang mengemudikan mobil, suasana didalam mobil menjadi sangat hening. Suho, Sehun dan Kai yang duduk dikursi tengah sudah tertidur pulas. Didepan Chanyeol tengah berbincang dengan Chen. Tao melirik Kris yang terdiam sambil menatap keluar jendela. Ia menguap untuk kesekian kalinya.
"Tidurlah jika kau mengantuk~" ucap Kris pelan.
Tao hanya bergumam pelan, ia lalu memposisikan kepalanya pada samping jendela.
"Kemarilah, leher mu akan sakit jika tidur seperti itu"
Kris menarik Tao agar tidur bersender pada bahunya. Tao bahkan tidak protes sama sekali, Kris menyelimuti Tao dengan jaket miliknya dan sedikit merangkulnya agar posisi Tao nyaman. Kris menatap luar jendela dan teringat perkataan Nana tadi.
"Beri aku alasan lain, selain kau menolak ku karena aku hanya adik bagi mu Kris"
"Aku menyukai orang lain" jawab Kris mantap.
"Kau menyukai Tao?" tebak Nana.
"..."
"Tapi Kris, Kau baru bertemu dengan Tao. Bagaimana bisa kau menyukainya secepat itu?"
"Bukan waktu yang menentukan kapan cinta itu akan datang" Jawab Kris pelan.
"Hiks... aku mohon Kris, lihat aku sebagai seorang wanita. Aku tidak mau hanya menjadi sekedar adik bagi mu" Isak Nana.
Kris menatap yeoja yang berdiri disebelahnya itu. Ia mengelus pelan rambut Nana yang terurai.
"Kau yeoja yang baik. Kau pasti menemukan seseorang yang lebih baik dari ku"
"Tidak Kris... Aku tidak akan menemukan orang lain selain kau..."
"Dia lebih mencintai mu daripada aku~ seharusnya kau melihatnya"
"Aku tidak menyukai nya Kris... Aku hanya menyukai mu" seru Nana membuat beberapa orang disana menatap mereka.
"Kurasa kau harus mendinginkan pikiran mu. Mereka pasti sudah menunggu ku, aku akan kembali"
Kris beranjak dari sana tanpa memperdulikan Nana yang terus memanggilnya.
...
Kris menatap Tao yang tertidur disebelahnya, ia tersenyum kecil melihat wajah tidur Tao yang begitu damai. Selama perjalanan, Kris sama sekali tidak memejamkan matanya. Ia hanya menatap keluar jendela memperhatikan jalanan yang masih cukup ramai.
"Hyung kita sudah sampai, apa perlu kita bangunkan Tao?" tanya Chen membuyarkan lamunan Kris.
Tao masih tertidur pulas disebelahnya.
"Tidak usah, aku akan membawanya ke kamar. Kalian bawakan saja barang-barangnya" sahut Kris.
Dengan hati-hati Kris menggendong Tao, merasa ada yang mengganggu tidurnya Tao menggeliat dalam pelukan Kris dan membenamkan wajahnya pada dada Kris.
"Baru kali ini ku lihat wajah Kris hyung seperti itu" ujar Sehun setelah Kris dan Tao masuk kedalam.
"Kau benar Hun~ kurasa Kris hyung menyukai Tao" tebak Kai.
"Kalau dengan Kris hyung menyukai Tao, kita bisa melihat wajah Kris hyung sering tersenyum aku akan dengan senang hati menjodohkan mereka" sahut Sehun.
"Tapi ku lihat sepertinya Jaehyo juga menyukai Tao~" Kai memasang pose berpikirnya membuat Sehun ingin sekali memukul namja yang menjadi partner crime nya itu.
Bruk...
Chanyeol dengan sengaja menyerahkan barang-barang mereka pada Sehun dan Kai.
"Daripada kalian bergosip seperti ahjuma, lebih baik bawa barang-barang ini kedalam" ujar Chanyeol lalu meninggalkan keduanya.
"Yah hyung, kenapa harus kami yang membawa semua ini" protes Sehun namun tidak didengar oleh Chanyeol.
"Cepatlah masuk, sebelum kalian sakit karena terlalu lama diluar" ujar Suho sambil menepuk bahu keduanya.
"Hyung~ bantu kami" rengek Kai pada Chen.
"Maafkan aku Kai, tapi badan ku pegal sekali karena menyetir tadi" elak Chen lalu menyusul Suho.
"Cih, mereka seenaknya saja" desis Sehun.
Kris membuka pintu kamar Tao dengan pelan. Ia merebahkan Tao diatas tempat tidur dan menyelimutinya agar tetap hangat. Sekali lagi Kris memperhatikan Tao yang tengah terlelap, sepertinya ia tidak pernah bosan untuk memperhatikan wajah Tao.
"Selamat tidur Tao~"
Kris mengecup kening Tao sekilas.
"Uhmm... selamat malam Kris ge~" igau Tao yang membuat Kris tersenyum.
...
Tao terbangun saat sinar matahari menembus jendela kamarnya. Ia mengerjapkan matanya untuk membiasakan dengan cahaya.
"Ugh~ kapan aku berjalan ke kamar? Seingat ku aku tertidur di..."
Pipi Tao mendadak merona saat mengingat posisi ia tidur dalam mobil.
"Kenapa aku tidak menolaknya? Aish~ ini memalukan sekali" gerutunya.
"Sepertinya aku bermimpi Kris menggendong ku dan mencium kening ku~" monolog Tao.
Ia segera menepuk pipinya kasar berharap ingatan itu segera hilang.
"Appo~" ucapnya sambil memegangi pipinya yang memerah.
"Tao...? kau sudah bangun?" panggil Sehun dari luar kamar.
"Nde~ aku sudah bangun" jawab Tao.
"Cepatlah mandi lalu sarapan, kita bisa terlambat sekolah" pesan Sehun.
Dengan malas Tao berjalan menuju kamar mandi.
...
"Kau sakit Tao?" tanya Chen melihat Tao sedikit pucat pagi ini.
"Hanya sedikit pusing hyung~" jawab Tao pelan.
Diujung meja, Kris melirik Tao yang sedang menyantap sarapannya. Apa yang dikatakan Chen memang benar, Tao sedikit pucat pagi ini. Ia merasa aneh saat melihat Tao semakin menundukkan kepalanya. Kris berlari dan menangkap Tao sebelum Tao membentur lantai. Tao pingsan.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Suho pada dokter keluarga yang memeriksa Tao.
"Dia hanya demam biasa, aku akan memberinya obat untuk menurunkan panasnya" sahut dokter Choi.
Sehun dan yang lain sudah berangkat sejak tadi, kini hanya ada Suho dan Kris yang menemani Tao.
"Aku harus kembali ke sekolah, apa kau baik-baik saja jika ku tinggal?" tanya Suho setelah dokter Choi keluar dari kamar Tao.
"Pergilah~ aku yang akan menjaga Tao" sahut Kris.
"Jangan paksakan tubuhmu jika kau merasa lelah." Pesan Suho.
Kris mengangguk sekilas.
Sepeninggal Suho, Kris mengecek suhu Tao yang masih sama.
"Ugh~ Umma~" Igau Tao gelisah.
Cklek...
Seorang yeoja paruh baya masuk dengan membawa ember berisi air.
"Kim ahjuma~" ucap Kris pelan.
"Bagaimana keadaan tuan muda?" tanya yeoja yang dipanggil Kris itu.
"Demamnya belum turun. Aku akan menjaga nya disini" sahut Kris.
Yeoja itu dengan telaten mengompres dahi Tao dengan air dingin.
"Baiklah~ kau harus membasahi kainnya setiap satu jam sekali" pesan yeoja itu pada Kris.
Kris membetulkan letak kain kompres yang hampir terjatuh karena Tao sering menggeliat gelisah.
"Umma~ sakit~"
Kris menggenggam tangan Tao yang terasa sangat panas berharap suhu dingin dalam tubuhnya mampu membuat Tao nyaman. Tak perlu menunggu lama, Kris merasakan Tao sudah tertidur dengan lelap.
...
"Ck kenapa panda itu harus sakit hari ini? Kenapa bukan besok?" gerutu Baekhyun dengan tumpukan buku ditangannya.
Hari ini Baekhyun dan Tao piket bersama untuk membereskan buku yang ada diperpustakaan. Dengan tinggi Baekhyun yang agak sedikit *ehem* pendek *coret* mungil, tentu saja ia kesusahan jika harus meletakkan buku dirak yang tinggi.
"Ish~ kenapa jam istirahat seperti ini perpustakaan sepi?" Baekhyun sedikit merinding karena perpustakaan besar itu terlihat sepi, hanya ada petugas perpustakaan dan dirinya.
Baekhyun membawa 3 buah buku yang sangat tebal ditangannya. Ia sedikit kesusahan membawa buku itu karena berat dan ia tidak bisa melihat kedepan dengan baik.
Bruk...
"Appo~" rintih Baekhyun merasakan pantatnya beradu dengan lantai yang keras.
"Astaga, kau tidak apa-apa Baek?" suara bas itu terdengar ditelinga Baekhyun dengan sangat merdu.
"Chanyeol saem~" ucap Baekhyun sambil menatap namja tinggi yang sedang mengulurkan tangannya itu.
"Kau tidak apa-apa Baek? Apa kau terluka?" tanya Chanyeol khawatir.
Baekhyun segera berdiri dan menepuk celananya yang sedikit kotor.
"A-aku tidak apa-apa saem~" jawabnya gugup.
"Kau tidak ke kantin?" tanya Chanyeol sambil membawakan tumpukan buku milik Baekhyun.
"Hari ini aku piket diperpustakaan" jawab Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya.
Chanyeol yang berjalan disebelah Baekhyun tertawa melihat tingkah Baekhyun yang menurutnya sangat lucu.
"Kenapa saem tertawa?" Baekhyun menatap Chanyeol yang sibuk tertawa.
"Kau sangat lucu sekali Baek~" ujar Chanyeol dengan gemas mengacak rambut Baekhyun.
"Ish~ saem jangan membuat rambut ku berantakan, nanti aku tidak tampan lagi~" protes Baekhyun.
"Mwo? Siapa yang mengatakan kau tampan Baekkie~? Kau itu manis bukan tampan"
Baekhyun menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan rona merah yang menjalar pada pipinya.
"Panggil aku hyung jika tidak ada orang lain, aku merasa sangat tua saat kau memanggil ku saem" ucap Chanyeol tiba-tiba.
"Apa tidak apa-apa sae- hyung?"
"Tentu saja Baek~ Oya, setelah ini apa kau mau makan dikantin bersama ku?" tanya Chanyeol.
Baekhyun tentu saja menganggukkan kepalanya semangat.
...
"Kau tidak bersama Baekhyun?" tanya Kai pada Kyungsoo yang duduk sendiri dibangku kantin.
"Dia sedang piket diperpustakaan dan aku tidak mau membantu nya menata buku-buku tebal itu" jawab Kyungsoo sambil mengaduk minumannya.
"Kau sendiri tidak bersama Sehun?" Kali ini giliran Kyungsoo yang bertanya.
"Sehun sepertinya sedang bersama Luhan" jawab Kai.
Kyungsoo mengeluarkan ekspresi (O_O) setelah mendengar jawaban dari Kai.
"Se-sehun bersama Luhan hyung?" (O_O)
Kai terkikik melihat ekspresi Kyungsoo.
"Sepertinya Sehun menyukai Luhan?"
"Benarkah~?" seru Kyungsoo membuat beberapa siswa menatap kearah mereka.
"Astaga Soo~ aku tidak tahu kalau kau selucu ini" Kai mencubit kedua pipi Kyungsoo dengan gemas.
"Bagian mana dari diri ku yang kau anggap lucu, tuan Kim?" tanya Kyungsoo sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Kai kembali tertawa, ekspresi marah Kyungsoo pun bahkan terlihat sangat lucu dimatanya.
"Kau terlihat seperti pororo jika berekspresi seperti itu" jawab Kai sambil memperhatikan Kyungsoo.
Kyungsoo yang ditatap intens oleh Kai merasa pipinya sedikit menghangat.
"Kau membandingkan ku dengan tokoh anak-anak itu hmm?!" ujar Kyungsoo pura-pura marah.
"Wae? Bukan kah dia sangat lucu sama seperti mu?" sahut Kai.
"Tapi tetap saja pororo itu tokoh anak-anak" protes Kyungsoo.
"Kau juga terlihat seperti anak-anak~"
Kai menatap Kyungsoo dengan sangat dekat, membuat Kyungsoo memalingkan wajahnya kearah lain agar Kai tidak melihat perubahan warna wajahnya.
"Kyung~" panggil Kai masih tetap menatap Kyungsoo.
"Wa-wae?" gugup Kyungsoo karena jarak Kai dengan nya sangat dekat, ia bahkan bisa mencium aroma Kai yang sangat menyegarkan.
"Kalau aku menyukai mu bagaimana?" tanya Kai tanpa basa-basi.
...
Yixing berjalan menuju kelasnya setelah ia keluar dari kamar mandi. Ia baru ingat jika harus mengumpulkan tugas milik teman-temannya di meja Jung saem. Yixing terkadang merutuki sifat pelupanya yang semakin hari semakin parah, untung saja sampai saat ini ia belum melupakan siapa keluarga aslinya.
"Apa yang akan ku bawakan untuk Tao nanti?" pikir Yixing. Ia berencana menjenguk sepupunya itu yang sakit hari ini.
"Mana mungkin aku membawakannya es krim~ Bibi bisa mencincang ku nanti. Coklat? Apa orang sakit boleh makan coklat? Ah sebaiknya aku tanyakan pada Luhan nanti"
"Sunbae awas ! " teriak seorang anak kelas 1 dari lantai atas. Rupanya ia tidak sengaja menyenggol ember berisi air untuk membersihkan jendela dan Yixing berjalan tepat dibawahnya.
Yixing sudah siap jika baju nya menjadi kotor dan bau karena ia tidak sempat menghindar.
Byurrr...
"Kok kering?" batin Yixing karena tidak merasakan air itu mengguyur tubuhnya.
"Kau tidak apa-apa Xing?"
"Suho saem...?!" teriak Yixing terkejut.
Guru itu terlihat basah dan bau.
"Apa kau terluka?" tanya Suho lagi.
Yixing yang masih terkejut hanya menggelengkan kepalanya.
"Omo, Suho saem aku minta maaf. Aku tidak sengaja" ucap siswa itu menyesal.
"Tidak apa-apa, lain kali kau harus hati-hati" sahut Suho sambil tersenyum.
"Saem baju nya~" Yixing menunjuk kemeja Suho yang basah dan bau.
"Sepertinya aku harus mengganti kemeja ku"
"Mungkin diruang kesehatan ada kemeja yang pas"
Yixing segera menarik tangan Suho menuju ruang kesehatan.
"Kim saem~ apa kau punya kemeja yang besar...?" seru Yixing begitu memasuki ruang kesehatan.
Tapi didalam tidak ada siapa-siapa. Yixing mencari ke ranjang yang tertutup tirai pun tidak ada guru Kim yang bertugas menjaga ruang kesehatan.
"Apa Kim saem sedang keluar?" batin Yixing.
"Aku akan mencarikan kemeja untuk mu hyung, kau bisa sakit jika terus memakai kemeja basah itu" ujar Yixing sambil membuka satu persatu lemari yang ada disana.
Suho tersenyum saat Yixing memanggilnya 'Hyung' saat mereka hanya berdua saja seperti ini.
"Mungkin ini pas untuk mu hyu-"
Ucapan Yixing terhenti saat melihat Suho yang sudah bertelanjang dada. Kulit putihnya terlihat sangat mempesona, perut rata yang seakan mengundang Yixing untuk menyentuhnya serta dada bidang yang membuat siapa saja akan nyaman jika bersandar padanya.
"-ng"
Yixing otomatis membalikkan tubuhnya. Ia tidak mau tiba-tiba pingsan karena melihat tubuh Suho yang ternyata sangat sexy itu.
"I-ini hyung, pakailah" gugup Yixing sambil menyerahkan sebuah kemeja putih pada Suho.
Suho bisa melihat wajah Yixing yang memerah saat ini.
"Terima kasih Xing~" sahut Suho.
Yixing masih setia memunggungi Suho, namja berdimple itu masih takut untuk membalikkan tubuhnya.
"Berbaliklah, aku sudah selesai memakai kemejanya" ujar Suho.
"Ka-kau tidak membohongi ku hyung?" tanya Yixing curiga.
Suho tertawa. "Untuk apa aku membohongi mu? Lagipula bukankah kita sama-sama namja, kenapa kau malu melihat ku hanya bertelanjang dada seperti itu?"
Yixing merutuki dirinya. Benar juga, ia dan Suho sama-sama namja untuk apa ia sampai merona hanya karena melihat tubuh bagian atas Suho yang terekspos.
"Aku iri pada mu hyung~" gumam Yixing.
"Mwo? Apa kau mengatakan sesuatu?" ujar Suho merasa Yixing mengucapkan sesuatu.
"Aku iri pada mu~ kita sama-sama namja, tapi kenapa tubuh ku tidak sebagus milik mu?" Yixing mempoutkan bibirnya.
Suho tercengang melihat aksi Yixing yang baru pertama kali ia lihat. Ia segera membuang pikirannya yang terlalu jauh, terlebih mereka hanya berdua diruang kesehatan.
"Aku ingin punya tubuh bagus seperti mu hyung, apakah aku bisa mendapatkan perut rata dan dada bidang seperti mu?" tanya Yixing semangat.
Suho mendadak gugup karena Yixing mengerjapkan matanya dengan lucu tepat dihadapan wajahnya.
"Kau tidak cocok bertubuh seperti ku Xing~" sahut Suho setelah berhasil menetralkan detak jantung nya.
"Wae? Aku akan berlatih dengan keras supaya mendapatkan tubuh seperti mu hyung~"
"Wajah cantik mu itu tidak cocok dengan tubuh atletis Zhang Yixing~" ucap Suho.
Yixing terdiam. Sepertinya ia sedang mencerna perkataan Suho tadi.
Cantik? Suho bilang ia cantik? Entah ia harus kesal atau senang karena Suho menganggapnya cantik.
...
Tao mengerjapkan matanya dan menatap langit langit kamarnya. Sepertinya ia baru ingat kalau tadi pagi ia sempat pingsan saat sedang sarapan. Tao merasa ada seseorang yang menggenggam tangannya dengan erat.
"Kris...?" ucap Tao saat melihat Kris yang tertidur ditepi ranjangnya sambil menggenggam erat tangannya.
Kris membuka matanya saat ia mendengar Tao memanggil namanya.
"Ada apa? Apa kau membutuhkan sesuatu? Bagaimana demam mu?" tanya Kris bertubi-tubi.
"Se-sepertinya sudah lebih baik" jawab Tao.
Kris menempelkan keningnya dengan kening Tao untuk mengecek suhu tubuh namja itu. Tao yang tidak menyangka Kris akan melakukan skinship seperti tadi hanya terdiam.
"Masih sedikit panas, tapi jauh lebih baik dari tadi pagi. Ah~ kau harus meminum obat mu, tunggu disini akan ku ambilkan bubur"
Kris langsung keluar kamar, meninggalkan Tao yang kebingungan dengan tingkah Kris.
"Ada apa dengannya?" gumam Tao.
Tak lama kemudian Kris muncul dengan nampan ditangannya. Namja tampan itu membawa semangkuk bubur yang masih hangat dan segelas air putih.
"Kau harus mengisi perutmu sebelum kau makan obat" ujar Kris.
"Kau tidak menyuapi ku?" tanya Tao karena Kris menyodorkan mangkuk bubur itu.
"Apa aku harus menyuapi mu?" tanya Kris balik.
"Aku sedang sakit Kris, seharusnya kau menyuapi ku" protes Tao.
Kris mendengus kesal namun akhirnya ia menyuapi Tao.
"Bisakah kau dingin kan dulu buburnya sebelum memasukkannya ke mulut ku? Rasanya lidah ku seperti terbakar" protes Tao lagi.
Kali ini Kris meniup terlebih dulu bubur yang ada disendok, ia tak mau mendapat omelan dari Tao lagi. Tao hampir menghabiskan separuh buburnya.
"Aku kenyang~" tolak Tao saat Kris akan memberikannya sesendok bubur untuk kesekian kalinya.
"Kau harus menghabiskan bubur ini Tao~ perut mu kosong sejak tadi" bujuk Kris.
Tao menggeleng. "Mulut ku rasanya pahit sekali, aku tidak mau memakan nya"
"Ayolah jangan manja, ini hanya tinggal beberapa sendok lagi"
Kali ini Kris merasa ia seperti seorang ayah yang sedang membujuk anaknya untuk mengabiskan makanannya.
"Tidak mau! Kau saja yang habiskan bubur itu" seru Tao.
Kris menyeringai. Ia mengambil sesendok bubur lalu memasukkannya kedalam mulutnya sendiri. Namun ia tidak segera menelan bubur itu, Kris mencondongkan tubuhnya mendekati Tao.
"Ma-mau apa kau...?" Tao panik karena Kris semakin mendekatinya.
"Me-menjauh dari ku... Hmmphh..."
Ucapan Tao terpotong karena Kris menciumnya, tak hanya itu namja itu menggigit bibir bawah Tao. Saat mulut Tao terbuka, Kris segera mendorong bubur dalam mulutnya kedalam mulut Tao menggunakan lidahnya.
"Mpphh..."
Tao berusaha mengeluarkan lidah Kris yang terus saja masuk kedalam mulutnya, sedangkan Kris kembali menyeringai merasa Tao membalas ciumannya. Tao meremas bagian depan kaos Kris dan mulai terbawa ciuman Kris.
"Ngghh..." Lenguh Tao karena Kris semakin menghisap bibirnya.
Jika tidak melihat Tao yang kehabisan oksigen, mungkin Kris tidak akan sudi mengakhiri ciuman ini. Ia memperhatikan Tao yang tengah mengambil napas, bibirnya membengkak dan sedikit keringat keluar di keningnya.
"Baiklah, itu suapan terakhir mu. Sekarang kau minum obatnya lalu kembali tidur" perintah Kris.
Tao melotot pada Kris yang seenaknya kembali menciumnya.
"Ada apa? Apa perlu aku juga meminumkan obatnya dengan cara tadi?" goda Kris.
Dan Tao langsung melempari Kris dengan semua boneka yang ada di atas ranjangnya. Setelah memastikan Tao sudah meminum obatnya, Kris mengambil selimut yang lebih tebal untuk Tao.
"Kenapa aku harus memakai 2 selimut?" tanya Tao heran.
"Agar kau cepat berkeringat dan demam mu cepat sembuh" jelas Kris.
"Tapi ini sangat menyesakkan~" ucap Tao menatap 2 selimut tebal yang membungkus tubuhnya.
"Sebenarnya ada cara lain agar kau cepat berkeringat" sahut Kris sambil tersenyum misterius.
"Apa itu?!"
"Berciuman seperti tadi~" bisik Kris pelan.
Tao langsung menutup wajahnya dengan selimut.
"Pergi kau ahjushi mesum" usir Tao.
Kris tertawa. "Bukan kah kau juga membalas ciuman ku tadi?"
Tao menyibakkan selimutnya dengan kasar lalu menatap Kris tajam.
"A-aku hanya ingin mengeluarkan lidah mu..! aku tidak membalas ciuman mu Kris..!"
Kris membetulkan letak selimut Tao yang sempat berantakan.
"Baiklah...Baiklah... sekarang kau istirahat agar demam mu cepat turun. Sebentar lagi mungkin mereka akan pulang sekolah"
Tao memperhatikan Kris yang sibuk membereskan mangkuk bekas buburnya.
"Kris..." panggil Tao sebelum Kris keluar dari kamarnya.
"Ada apa? Kau membutuhkan sesuatu?" tanya Kris.
"Te-terima kasih sudah menemani ku" sahut Tao dengan wajah merah.
...
"Sepertinya kau pengawal kesayangan appa~" ucap seorang yeoja cantik pada Jaehyo.
"Sohee?"
Yeoja bernama Ahn Sohee itu mendudukan dirinya disebelah Jaehyo. Saat ini mereka berada dihalaman belakang kediaman Ahn.
"Akhir-akhir ini aku sering melihat mu masuk kedalam ruangan appa, itu berarti kau pengawal kesayangan appa. Apa aku benar?" tanya Sohee.
Jaehyo tersenyum sekilas. "Kau benar~ aku adalah pengawal kesayangan appa mu"
"Karena kau lebih tua dari ku, apa aku boleh memanggil mu oppa?" tanya Sohee sambil tersenyum.
"Tentu saja" jawab Jaehyo.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya seorang namja paruh baya yang tak lain adalah menteri Ahn.
"Appa~"
Sohee langsung menghambur kepelukan appanya.
"Aku hanya sedang berbincang dengan Jae- oppa~" jawab Sohee manja.
Sayang sekali yeoja manis itu tidak tahu kalau namja yang berstatus sebagai appa nya itu merupakan orang yang sangat picik. Namja itu bahkan mengenalkan Jaehyo sebagai pengawal nya bukan sebagai anak nya sendiri.
"Masuklah kedalam, kau bisa sakit jika berada diluar terus" ucap menteri Ahn sambil membelai lembut rambut putrinya.
"Baik appa~ sampai jumpa Jae- oppa" ucap Sohee sambil melambaikan tangannya.
"Bagaimana dengan tugas yang ku berikan pada mu?" tanya menteri Ahn setelah memastikan Sohee sudah menjauh.
"Ma-maafkan aku, hari ini Tao tidak masuk sekolah" jawab Jaehyo pelan.
Menteri Ahn hampir saja memukul wajah Jaehyo, ia sangat tidak suka dengan kegagalan.
"Pastikan rencana yang datang kau berhasil, aku tidak mau mendengar kegagalan untuk kedua kalinya" ujar menteri Ahn lalu pergi meninggalkan Jaehyo.
Jaehyo meremas rambutnya kasar, ia bingung harus melakukan apa. Haruskah dia menuruti semua perkataan menteri Ahn yang selama ini membiayai semua kebutuhannya meskipun ia tidak mengakui Jaehyo sebagai darah dagingnya sendiri. Disisi lain Jaehyo mulai tertarik dengan Tao, namja yang langsung mencuri perhatiannya sejak ia pertama kali melihat foto Tao yang berikan menteri Ahn padanya.
"Kau akan satu sekolah dengan nya, awasi semua aktivitasnya dan laporkan padaku"
Ucap menteri Ahn waktu itu sambil memberikan foto Tao yang sedang bersama teman-temannya.
Jaehyo mengeluarkan ponselnya dan mengetik sebuah pesan dengan cepat.
...
Drrtt...Drrttt...
Ponsel Tao yang berada dimeja nakas bergetar pelan, Chen yang saat itu sedang mengganti kain kompres untuk Tao tanpa sengaja melihat sebuah pesan masuk.
From: Jaehyo hyung
Tao, maafkan aku. Untuk sementara ini bisakah kau tidak jauh-jauh dari para pengawal mu? Sepertinya appa ku sedang merencanakan sesuatu lagi. Ku dengar kau sakit hari ini, semoga kau cepat sembuh. Aku akan menagih janji mu untuk makan bersama dikantin.
Cepat sembuh panda~ Aku merindukan mu.
Chen segera berlari menuju ruang tamu tempat mereka semua berkumpul.
"Ada apa hyung? Apa terjadi sesuatu dengan Tao?" tanya Sehun.
"Tao baik-baik saja, tapi kalian harus membaca ini" ujar Chen sambil menyerahkan ponsel Tao.
Mereka semua membaca pesan dari Jaehyo dengan seksama.
"Benarkan apa yang ku simpulkan kemarin" seru Kai.
"Memangnya kau menyimpulkan apa?" tanya Chanyeol heran, karena tumben sekali Kai menyimpulkan sesuatu dengan benar.
"Kalau Jaehyo memang menyukai Tao" jawab Kai.
"Aku bersumpah akan mencincang daging mu dan memberikannya pada anjing penjaga, Kai" geram Chen kesal.
"Jadi kita bisa simpulkan kalau Jaehyo benar-benar membantu kita" ujar Suho yang tak mau Chen dan Kai berdebat lebih lama.
"Tapi tetap saja kita harus waspada terhadapnya" tambah Sehun yang diangguki Chanyeol.
"Ada apa?" tanya Kris yang baru muncul.
"Hyung baca ini" Sehun menyerahkan ponsel Tao.
Wajah Kris berubah menjadi tegang setelah membaca pesan dari Jaehyo. Ia langsung menghapus pesan dari Jaehyo.
"Tidak akan ku biarkan kau mendekatinya" ucap Kris dalam hati.
Tbc-
/glundungan/
Huwaaa~ maafkan saya~
Ternyata chapter kemaren ada yang aneh TT^TT
Thanks buat Couphie yang udah ngasih tau letak keanehan chapter kemaren /bow/ /kisseu/
Semoga chapter ini gak ada keanehan lagi ._.
Yang minta rate nya dinaikin tunggu aja yah #Uhuk tapi gak janji juga ._. kalo scene M maaf belom bisa buatnya TT^TT
Big thanks to:
Xyln | Maple fujoshi2309 | SimbaRella | mirarose86 | FanFan Panda | fanoy5 | fallforhaehyuk | Brigitta Bukan Brigittiw | rossadilla17 | HUANGYUE | LVenge | Haru3173 | junghyema | ayp | AmeChan95 | Re-Panda68 | sycarp | krispandataozi | HyuieYunnie | krisTaoPanda01 | marsya and panda | Guest | Zaireen oksismi | pembaca | olla bella | AulChan12 | Hyunnie KTHS | BaekyeolSekai | Peach Prince | BooJejung Kim | TaoziFanfan | Juniel Is A Vampire Hybrid | fitripratyy | SER | rannie wu | peachpetals | insoo | ariviavina6 | Couphie | Christal Alice | Oktavian | Salshabillasept |
Review lagi yah ^^ /ngilang bareng Jaehyo/
