Protect The Panda

Author: Lovara

Genre: Campur aduk cari sendiri aja -_-

Cast: Kris (24 tahun) Tao (17 tahun)

Suho (23 tahun) Yixing (18 tahun)

Chanyeol (22 tahun) Baekhyun (17 tahun)

Kai (20 tahun) Kyungsoo (17 tahun)

Sehun (20 tahun) Luhan (18 tahun)

Chen (22 tahun) Xiumin(18 tahun)

Jaehyo (Block B) (18 Tahun)

Nana (After School) (24 Tahun)

Summary: Siapa yang tidak kenal Huang Zi Tao? Anak tunggal dari pasangan Huang Hangeng dan Huang Heechul yang menjabat sebagai menteri yang paling berpengaruh di Korea. Namun kehidupan Zi Tao tidak semulus yang kita bayangkan, berulang kali ia hampir menjadi korban penculikan oleh saingan kedua orang tuanya. Untuk menjamin keselamatan anaknya, Heechul akhirnya memutuskan untuk menyewa 6 orang bodyguard sekaligus untuk putra semata wayangnya.

Ps: Yixing disini nggak ada hemofilia.

...

INI KONTEN YAOI ALIAS BL ALIAS BOY X BOY

.

GAK SUKA YAOI JANGAN BACA

.

GAK SUKA PAIRNYA SILAHKAN KELUAR

.

TIDAK MENERIMA BERBAGAI KRITIKAN TAJAM YANG MENJATUHKAN MOOD ATAU BAHKAN MENJELEK-JELEKKAN PARA CAST

.

SANGAT MENERIMA KRITIKAN DAN SARAN DENGAN BAHASA YANG SOPAN DAN EYD YANG DISEMPURNAKAN

.

"TYPO MERUPAKAN SEBAGIAN DARI IMAN"

...

Tao bersikeras untuk keluar dari kamarnya. Ia sungguh merasakan bosan karena seharian hanya berada didalam kamar.

"Aku hanya ingin keluar kamar hyung, bukan pergi ke luar kota" bujuk Tao pada Suho yang tetap tidak mengijinkan Tao keluar dari kamarnya.

"Demam mu baru saja turun Tao~ sebaiknya kau tetap dikamar dan beristirahat" ucap Suho tegas.

"Aku bosan hyung~ aku janji jika merasa pusing lagi, aku akan segera tidur. Jadi bolehkah aku keluar kamar? Hanya menonton Tv saja, aku janji"

Tao menatap Suho seperti anak kucing yang minta dipungut. Suho mendengus pelan, sepertinya Tao berhasil membujuk Suho agar mengijinkannya keluar.

"Baiklah, tapi sebelum pukul 10 kau sudah harus tidur. Kami tidak mau melihat mu pingsan seperti tadi" ucap Suho akhirnya.

"Yey~ terima kasih hyung" Tao langsung memeluk Suho.

...

"Tao? Kau sudah sembuh?" tanya Chen melihat Tao baru saja turun dari lantai 2.

"Sudah lebih baik hyung, aku bosan sekali di kamar" jawab Tao.

Chen memeriksa suhu badan Tao.

"Sudah lumayan, mereka semua berkumpul di ruang tengah. Aku akan bawakan makanan untuk mu"

"Gomawo hyung"

Tao melihat Sehun dan Kai yang sedang heboh memainkan PSP ditangan mereka. Chanyeol sedang membaca buku, seolah tidak terganggu dengan teriakan Sehun dan Kai. Hanya Kris yang tidak bersama mereka.

"Tao?" Chanyeol menyadari keberadaan Tao.

"Aku sudah lebih baik, jika itu yang ingin kalian dengar" ujar Tao sebelum mereka menanyakan hal sama yang ditanyakan Chen tadi.

"Syukurlah. Kami sempat panik karena kau tiba-tiba pingsan" sahut Kai.

"Maaf aku merepotkan kalian" jawab Tao pelan.

"Jangan merasa sungkan, saat orang tua mu tidak disini maka kau adalah tanggung jawab kami sepenuhnya" tambah Sehun.

"Tao, umma mu menelpon" ujar Suho sambil menyerahkan ponsel milik Tao.

"Yeoboseyo, umma?"

"Panda, kau sakit? bagaimana keadaan mu? Sudah lebih baik? Kenapa kau sampai sakit? mianhe, appa dan umma tidak bisa bersama mu" cerocos Heechul.

"Umma~ aku hanya demam bukan hamil, jadi jangan terlalu khawatir. Dan sekarang sudah lebih baik, dokter Choi sudah memberiku obat. Kalian dimana sekarang?"

"Syukurlah~ kau harus meminum obatnya tepat waktu dan cepat tidur, kami tidak ingin mendengar kabar kau sakit sampai pingsan. Kami berdua sedang berada di China. Ah~ ini appa mu ingin bicara"

"Baby bagaimana keadaan mu?" suara Hangeng terdengar sangat khawatir.

"Aku baik-baik saja appa, hanya demam kecil." Jawab Tao tidak mau membuat kedua orang tua nya terlalu khawatir.

"Kami sempat panik saat Kris menghubungi kami dan mengatakan kau pingsan karena demam"

"Maaf appa~ sudah membuat kalian khawatir" ucap Tao pelan.

"Appa senang kalau kau sudah lebih baik, mungkin beberapa hari lagi kami akan pulang. Kau ingin minta apa sebagai oleh-oleh?"

Sebelum Tao menjawab pertanyaan Hangeng, dikejauhan Heechul sudah berteriak kencang.

"Kami tidak akan membawakan mu anak panda yang asli !"

"Kau dengar itu?" kekeh Hangeng.

"Aku mendengarnya dengan sangat jelas appa~"

"Jadi...?"

"Terserah appa saja akan membawakan ku apa, yang jelas aku tidak mau adik sebagai oleh-oleh" sahut Tao.

Di China Hangeng tertawa keras mendengar jawaban Tao.

"Baiklah akan appa carikan oleh-oleh yang pasti kau suka nanti. Sekarang istirahatlah, jangan tidur terlalu malam. Kami menyayangi mu, baby~"

"Aku menyayangi kalian juga~"

Tao lalu meletakkan ponselnya diatas meja. Rupanya Chen sudah datang dengan semangkuk salad buah dan beberapa cemilan untuk mereka semua.

"Apa kau mau ikut menonton film bersama kami, Tao?" tanya Suho.

"Film? Kalian ingin menonton film apa?"

"Sehun meminjam film horor dan kami berencana menontonnya malam ini" jawab Suho.

Tao menelan ludahnya kasar. Dari semua genre film, ia paling benci film horor atau lebih tepatnya ia takut menonton film horor.

"Bagaimana? Apa kau ingin tidur lebih awal?" tanya Suho lagi.

"A-aku ikut menonton film saja"

Tao sudah siap dengan boneka pandanya, jaga-jaga jika hantu nya muncul ia hanya perlu menutup matanya dan memeluk boneka panda besarnya.

Semua sudah siap ditempat duduk masing-masing, Tao lebih memilih duduk diantara Chen dan Chanyeol ia tidak mau mengambil resiko duduk dipinggir. Sepanjang pemutaran film Tao terus saja menutup wajahnya dengan boneka, sesekali ia mengintip memastikan apakah hantu nya sudah tidak nampak lagi.

2 jam yang paling menyeramkan dalam hidup Tao. Sudah hampir pukul 10 malam dan itu artinya ia harus tidur sesuai janjinya pada Suho. Menonton dengan suasana tegang seperti tadi, rupanya membuat Tao kehausan sebelum pergi tidur ia berniat meminum segelas susu. Untung saja dapur rumahnya lumayan dekat dengan ruangan ia menonton film bersama semuanya.

Tao membuka kulkas dan mengambil kotak susu yang selalu tersedia disana. Ia mencari gelas untuk menuangkan susu.

JDER

Pats...

Bersamaan dengan kilat yang menyambar semuanya menjadi gelap. Rupanya listrik padam. Tao gemetaran di tempatnya berdiri, semuanya gelap dan sepertinya hujan mulai turun.

"Hy-hyung~" cicit Tao pelan karena ketakutan.

Bayangan film yang ia tonton tadi kembali menghantui. Saat hantu itu tiba-tiba muncul dari jendela dengan tubuh pucat dan basah karena hujan.

"Hyung !" teriak Tao ketakutan.

"Tunggu sebentar Tao, kami sedang mencari senter" suara teriakan Chanyeol terdengar membahana.

Srek...

Tao semakin ketakutan, ia berjalan mundur sampai punggungnya menempel dengan dinding. Tangannya gemetaran dan keringat dingin mulai keluar. Sama-samar ia melihat seseorang berjalan memasuki dapur tempatnya berdiri. Sosok itu semakin mendekati Tao yang tengah ketakutan.

"Tao..." panggilnya lembut.

"Kris..?"

Kris merasakan Tao memeluknya dengan tubuh gemetaran.

JDER..

Tao tersentak dalam pelukan Kris dan semakin erat memeluk namja tinggi itu.

"Jangan takut..." Kris mengelus rambut Tao dengan lembut.

"A-aku benci petir" ucap Tao gemetaran.

"Tao?" panggil Suho dengan senter ditangannya.

"Dia baik-baik saja" jawab Kris seolah mengerti arti tatapan Suho.

Suho memberikan satu senter pada Kris dan meninggalkan keduanya dengan posisi Tao masih memeluk Kris erat.

"Sudah malam, kau harus segera tidur" ucap Kris menenangkan Tao.

"Ka-kau harus menemani ku. A-aku tidak mau tidur sendirian" jawab Tao.

"Baiklah"

Kris menuntun Tao berjalan menuju kamar. Sepanjang jalan Tao tidak mau melepaskan pelukannya pada Kris. Rupanya dikamar Tao sudah terdapat lilin yang menyala, meskipun tidak membuat ruangan besar itu terlihat terang. Tapi ini lebih baik daripada gelap gulita.

"Tidurlah, aku akan tidur disofa" ujar Kris sambil menyelimuti Tao.

Paginya Tao terbangun dan mendapati Kris tengah tertidur disebelahnya. Wajahnya merona dengan sempurna saat mengingat semalam ia sendiri yang menyuruh Kris agar tidur diranjangnya. Bahkan Tao menggenggam lengan Kris dengan erat, seolah Kris akan pergi jika ia melepaskan tangannya.

"Tampan~" puji Tao saat memperhatikan wajah Kris yang tertidur.

Merasa ada pergerakan disampingnya, Kris membuka matanya. Tao otomatis mengalihkan pandangannya.

"Sudah bangun? Bagaimana tidur mu?" tanya Kris dengan suara serak khas orang bangun tidur.

"Te-terima kasih sudah menemani ku" gugup Tao.

Kris tersenyum mendengar jawaban Tao.

...

"Panda~" Teriak Baekhyun semangat saat melihat Tao keluar dari mobilnya bersama Kris.

Namja bereyeliner segera berlari dan menubruk Tao, untung saja Tao sudah mengantisipasi kedatangan Baekhyun yang memang selalu heboh itu.

"Apa kau tahu kalau aku merindukan mu, panda~?" Ucap Baekhyun tanpa melepaskan pelukannya.

"Jangan berlebihan Baek, aku hanya sakit satu hari bukan pergi wajib militer 2 tahun" Sahut Tao enggan.

"Kau sudah sembuh?" Tanya Kyungsoo yang lebih tenang daripada Baekhyun.

"Yah sebenarnya aku belum boleh masuk sekolah~ tapi sangat membosankan hanya ditempat tidur seharian" Jawab Tao.

"Karena kau sudah masuk sekolah, bagaimana kalau kita rayakan dikantin?" Seru Baekhyun setelah melepaskan pelukannya pada Tao.

"Maaf Baek, tapi sepertinya lebih baik kalian menemani Tao ke kelas" Ujar Kris tegas.

Baekhyun sudah siap jika Tao dan Kris akan berdebat lagi. Namun ajaib, Tao menarik tangan Baekhyun dan Kyungsoo.

"Ayo kita kelas" ucapnya.

Baekhyun dan Kyungsoo saling berpandangan heran.

Sesampainya dikelas, Baekhyun segera memberondong Tao dengan pertanyaan-pertanyaan aneh.

"Kau tidak bertengkar dengan Kris? Apa sakit sehari membuat otak mu sedikit bergeser?"

"Jadi kau ingin melihat ku bertengkar dengan nya?"

"Tidak juga~ hanya saja kau terlihat lain saat menuruti perintah Kris. Apa terjadi sesuatu diantara kalian?"

Baekhyun menaik-turunkan alisnya membuat Tao ingin sekali memukul namja cerewet itu dengan kamus.

"Tidak ada. Dia sudah menjaga ku saat sakit, anggap saja itu balas budi ku" jawab Tao.

Baekhyun terlihat kecewa dengan jawaban Tao.

"Ada apa? Kenapa wajahmu mengatakan seolah kau tidak puas dengan jawaban ku?" tanya Tao.

"Ku kira terjadi sesuatu pada kalian. Mungkin Kris akan mencium mu agar kau cepat sembuh, atau kalian tidur bersama berbagi ranjang" ucap Baekhyun dengan nada kecewa.

Mata Tao membulat mendengar ucapan sahabatnya itu.

"Tapi ternyata itu semua tidak terjadi. Haah... " Baekhyun menghela napasnya.

"Apa dia bisa meramal?" batin Tao sambil memperhatikan Baekhyun.

"Selamat pagi~" sapa Sehun yang baru datang bersama Kai.

"Pagi Hun" balas Baekhyun.

"Selamat pagi Soo~" sapa Kai pada Kyungsoo.

"Pa-pagi Kai" Kyungsoo menundukkan wajahnya.

Baekhyun menatap curiga kedua orang didepannya.

"Kyung..? kau menyukai Kai?" tanya Baekhyun tanpa basa-basi.

Kyungsoo membulatkan mata besarnya.

"Kalau Kyungsoo menyukai ku, apa yang akan kau lakukan Baek?" tantang Kai.

"Tidak ada. Itu artinya aku harus cepat-cepat mendapatkan Chanyeol saem" ucap Baekhyun semangat.

Tao dan Sehun memutar bola mata mereka malas. Sedangkan Kyungsoo masih dalam ekspresi kagetnya.

...

"Kau sudah baikan?" tanya Jaehyo saat mereka sedang makan dikantin.

Tao menepati janjinya untuk makan bersama Jaehyo dikantin.

"Sudah lebih baik hyung" jawab Tao sambil tersenyum.

"Syukurlah. Aku sempat khawatir saat mendengar mu tidak masuk sekolah, ku kira appa ku melakukan sesuatu terhadap mu" ujar Jaehyo sambil memperhatikan Tao.

"Kau terlalu khawatir pada ku hyung, lagipula ada mereka yang selalu menjaga ku" ujar Tao.

"Tapi tetap saja aku sangat khawatir pada mu Tao~ Terlebih saat appa ku mengatakan akan melakukan apa pun untuk membuat kedua orang tua mu turun dari jabatan mereka"

"Appa dan umma ku orang yang sangat berpendirian keras, mereka tidak akan menyerah jika mereka sama sekali tidak melakukan kesalahan dalam pekerjaan mereka"

"Aku tahu itu, aku sangat menghormati kedua orang tua mu. Tapi appa ku juga keras kepala, apa yang ia inginkan harus ia dapatkan sekalipun menggunakan cara kotor"

"Aku yakin suatu saat appa mu akan berubah hyung, semua manusia memiliki sisi buruk dan baik. Hanya tinggal menunggu waktu saja sisi baik appa mu keluar untuk menggantikan sisi buruknya" ucap Tao terdengar dewasa.

"Tak kusangka aku mendapatkan ceramah dari namja manis seperti mu, Tao" puji Jaehyo.

Tao tertawa. "Jangan berlebihan hyung~"

"Kau semakin menggemaskan saat tertawa seperti itu, Tao"

Tao mempoutkan bibirnya. "Ish~ aku tidak manis hyung. Aku itu tampan"

Kali ini giliran Jaehyo yang tertawa.

"Kau lebih banyak manis nya daripada tampan nya, Tao~"

"Kau menyebalkan hyung~" ujar Tao kesal.

"Teruslah tersenyum seperti ini Tao~" batin Jaehyo.

...

"Apa kau bisa rekomendasikan pada ku kegiatan klub yang tidak membosankan?"

"Sehun..?!" teriak Luhan karena Sehun tiba-tiba muncul dibelakangnya.

"Bisakah kau tidak membuat ku terkejut?" gerutu Luhan kesal.

"Haha... Maafkan aku, tapi kau terlihat serius sekali membaca pengumuman" ujar Sehun.

"Kau ingin ikut kegiatan klub?" tanya Luhan yang kembali membaca beberapa pengumuman yang terpasang.

"Bukan kah siswa kelas 1 memang diharuskan ikut kegiatan?"

"Ah, kau benar. Lalu apa kau sudah melihat klub apa saja yang ada disekolah ini?"

"Baru beberapa, kau sendiri masuk klub mana?"

Luhan menatap Sehun yang berdiri disebelahnya.

"Aku masuk klub paduan suara dan klub dance" jawab Luhan.

"Waow~ pasti kau memiliki suara yang indah dan tubuh yang lentur?" puji Sehun kagum.

Luhan tersenyum mendengar pujian Sehun untuknya.

"Jadi, apa kau sudah memastikan akan masuk klub mana?" tanya Luhan.

"Aku akan mendaftar klub dance. Dimana aku bisa mendaftar?"

"Apa kau sengaja masuk klub dance, setelah mengetahui ada aku disana?" Luhan melirik Sehun.

Sehun menyeringai. "Mungkin itu salah satunya"

Luhan memukul pelan lengan Sehun. "Kau bisa mendaftarkan diri mu pada Yixing, dia ketua klub dance"

"Apa kau mau mengantar ku ke tempatnya?"

"Karena aku sunbae yang baik, maka aku akan mengantar mu ke kelas Yixing" ujar Luhan.

"Oh terima kasih sunbae yang baik, sebagai balasannya aku akan mentraktir mu bubble tea sepulang sekolah dan tidak ada penolakan"

"Apa kau sedang berusaha untuk menggoda ku, Oh Sehun?"

"Jika kau merasa tergoda itu artinya aku berhasil" jawab Sehun.

"Akan ku adukan pada Tao nanti kalau salah seorang bodyguard nya senang menggoda sepupunya sendiri" ujar Luhan sambil mempoutkan bibirnya.

Sehun merangkul pundak Luhan dan mengajaknya berjalan bersama.

"Kau pendek sekali Lu~ mungkin kau harus banyak minum susu"

"Yah! Kau saja terlalu tinggi" protes Luhan tidak terima.

...

"Kurasa kau memang memiliki maksud lain terhadap Tao" ucap Kris saat berpapasan dengan Jaehyo dilorong sekolah.

"Waow~ aku tidak menduga kau mengetahuinya secepat ini" sahut Jaehyo enteng.

Kris berusaha mengendalikan emosi nya.

"Jika kau berniat main-main dengan kami, maka kau salah orang" ancam Kris pelan.

"Tenang saja sonsaengnim, aku tidak akan main-main dengan kalian. Aku hanya ada urusan dengan Tao"

Kris menarik kerah kemeja Jaehyo.

"Katakan apa mau mu sebenarnya" ujar Kris penuh emosi.

Jaehyo melepaskan tangan Kris yang mencengkram kerahnya.

"Jangan gunakan kekerasan disini saem~ Urusan ku dengan Tao, tidak ada hubungannya dengan kalian"

"Tao sudah menjadi tanggung jawab kami itu artinya semua yang berurusan dengan Tao maka akan menjadi urusan kami"

"Jadi begitu? Apa termasuk urusan cinta?" tantang Jaehyo.

Kris mengernyitkan dahinya.

"Aku menyukai Tao. Tidak akan ku biarkan seseorang menyakitinya termasuk appa ku, aku akan melindungi Tao dengan cara ku sendiri" jawab Jaehyo.

Kris mengepalkan tangannya kencang. Ia sedang berusaha untuk tidak memukul namja yang berada didepannya ini.

"Dan sepertinya kalian tidak berhak mencampuri urusan yang satu ini" bisik Jaehyo lalu meninggalkan Kris.

"Brengsek ! "

"Kau baik-baik saja, Kris?" tanya Suho yang kebetulan melihat Kris berdiri dikoridor.

"Tidak apa-apa" jawabnya dingin.

...

"Jae- hyung" teriak Tao lantang.

Jaehyo segera menghampiri Tao yang sedang berdiri di dekat pintu gerbang sekolah.

"Menunggu Kris saem?" ujar Jaehyo.

Tao mengangguk. "Para guru sedang mengadakan rapat dan Kris harus menghadiri nya"

"Kris? Kau selalu memanggil nama nya seperti itu?"

"Tentu saja. Dia orang yang sangat menyebalkan bagi ku" sahut Tao.

Dari kejauhan Kris menatap Tao dan Jaehyo yang sedang tertawa bersama. Mata tajam nya terlihat penuh kemarahan.

"Kuharap kau fokus pada rapat ini, Kris" bisik Suho mengetahui Kris tidak fokus pada rapat hari ini.

Kris tidak mengindahkan perkataan Suho, ia terus saja menatap Tao dan Jaehyo dari dalam ruangan rapat. Mata Kris menatap sesuatu yang janggal, sebuah mobil melaju dengan kencang dan ugal-ugalan. Ia melihat posisi Tao yang berada dibagian luar gerbang sekolah dan memprediksi arah datangnya mobil itu.

"Shit !" umpat Kris lalu pergi keluar ruangan rapat.

"Hey Kris ada apa?" teriak Suho.

Ckit...

Brak...

Pandangan Tao terasa kosong. Seingatnya tadi ia sedang berbincang dengan Jaehyo lalu tiba-tiba Jaehyo menarik tangannya dan kemudian sebuah mobil menabrak tembok tempat Tao berada tadi.

"Tao? Kau baik-baik saja?" tanya Jaehyo mengguncangkan tubuh Tao.

"Tao !" teriak Kris dari kejauhan.

Mobil yang hampir menabrak Tao segera pergi.

Kris datang dan menarik Tao dari Jaehyo.

"Apa kau terluka? Kau baik-baik saja?" tanya Kris panik.

"Kris..." ucap pelan dengan pandangan kosong.

Grep...

Kris segera memeluk Tao, ia tahu Tao sedang syok saat ini. Beberapa guru dan siswa yang masih disekolah segera berkumpul setelah mendengar suara hantaman tadi.

"Kita pulang"

Kris segera membawa Tao yang masih syok masuk kedalam mobil.

"Aku serahkan pada kalian" bisik Kris pada Chanyeol dan Suho.

...

Bugh...

Punggung Jaehyo membentur dinding dengan keras setelah salah seorang bodyguard menteri Ahn memukul wajahnya. Darah segar terlihat keluar dari sudut bibir namja itu.

"Apa sekarang kau akan berkhianat hah?!" teriak menteri Ahn emosi.

Jaehyo hanya terdiam dan menatap menteri Ahn.

Plak...

Sebuah tamparan mendarat di pipi Jaehyo.

"Katakan pada ku anak brengsek ! apa kau berniat mengkhianati appa mu ini hah?!"

"Ti-tidak" jawab Jaehyo terbata.

"Anak buah ku melihat kau sengaja menyelamatkan si Huang itu tadi siang, apa itu benar hm?"

"Me-mereka justru akan curiga jika aku tidak menyelamatkannya"

"Apa maksud mu?" tanya menteri Ahn.

"Jika Tao tertabrak mereka akan mencurigai ku yang sedang bersama nya namun tidak menolong nya sama sekali"

"Ha...Ha...Ha..."

Menteri Ahn tertawa sangat kencang, ia lalu mengusap pipi Jaehyo yang sedikit membiru akibat pukulan anak buah nya.

"Kau memang pintar Jae~ aku bangga pada mu. Tapi jika ternyata kau memang berniat untuk mengkhianati ku maka kau akan berakhir mengenaskan seperti perempuan murahan itu" ucap menteri Ahn sinis.

"Ada apa?" tanya menteri Ahn saat melihat Jaehyo menatap nya dengan pandangan heran.

"Ah~ kau pasti berpikir ibu mu mati karena sakit bukan? Apa kau tahu kalau aku yang membuat nya sakit? Aku menyuruhnya untuk meminum obat yang membuat kesehatannya semakin melemah setiap hari dan akhirnya dia...mati" bisik menteri Ahn.

Kilatan emosi terlihat pada mata Jaehyo. Ia tidak menyangka orang yang menjadi appa kandungnya ini tega membunuh umma nya. Ia bahkan mengatakannya seolah ia hanya membunuh seekor serangga.

"Jangan sekalipun membantah atau mengkhianati ku, jika kau tidak mau nyawa mu berakhir sia-sia" ucap menteri Ahn lalu pergi meninggalkan Jaehyo.

Bugh...

"Argh !"

Jaehyo memukuli dinding dengan emosi, ia tidak perduli dengan darah yang terus mengucur dari tangannya.

...

"Apa kalian sudah menyelidiki kejadian tadi?" tanya Kris saat berkumpul dengan yang lainnya dikamar Suho.

"Aku sudah mendapatkan rekaman CCTV dari gerbang sekolah, sepertinya itu hanya pengemudi yang sedang mabuk" jawab Sehun dengan sebuah laptop ditangannya.

"Tetap selidiki. Mungkin saja pengemudi itu suruhan menteri Ahn" perintah Kris tegas.

"Ku dengar tadi Jaehyo menyelamatkan Tao, apa itu benar hyung?" tanya Chen.

"Itu benar. Tepat sebelum mobil itu menabrak Tao, Jaehyo menarik tangan Tao untuk menyelamatkannya" jawab Suho yang melihat kejadian tadi siang.

"Apa itu artinya kita bisa menaruh harapan pada nya? Maksud mu kita bisa meminta bantuannya untuk menyelidiki semua kegiatan menteri Ahn?" ujar Kai.

"Tidak" sahut Kris tegas.

"Kita tidak boleh lengah hanya karena ia menyelamatkan Tao, mungkin saja ia sengaja melakukan itu agar kita tidak menaruh kecurigaan lagi terhadapnya" tambah Kris.

"Apa Tao baik-baik saja? Sejak pulang tadi ia belum keluar kamar" tanya Chanyeol.

"Ada Yixing dan Baekhyun yang bersama nya, kita tidak perlu khawatir" balas Suho.

...

"Ck... aku tidak mengerti apa yang ada dipikiran orang yang hampir menabrak mu tadi. Apa ia sudah gila? Mengemudi dengan kecepatan tinggi dikawasan sekolah seperti itu sangat berbahaya. Untung saja Jae- hyung sempat menolong mu, jika tidak mungkin aku akan menjenguk mu dirumah sakit" cerocos Baekhyun.

"Baek, kau ingin menghiburku atau ingin menambah beban pikiran ku?" ucap Tao sinis.

"Maafkan aku panda~ hanya saja aku kesal dengan orang itu" Baekhyun mempoutkan bibirnya.

"Kau yakin tidak ada yang terluka Tao?" tanya Yixing.

"Tida hyung. Aku baik-baik saja dan aku tidak terluka sama sekali"

Yixing sudah menanyakan pertanyaan yang sama selama beberapa kali. Sepupu Tao yang satu ini memang sangat overprotektif pada Tao.

"Aku khawatir jika kau sampai terluka, saat kau sakit pun aku takut jika kau sakit parah" ujar Yixing.

"Yixing hyung, kau terlihat mirip seorang umma yang mengkhawatirkan anak gadis nya" ucap Baekhyun enteng.

Bugh...

Yixing memukul Baekhyun dengan guling yang sedari tadi ia peluk.

"Hyung, kenapa memukul ku? " protes Baekhyun tidak terima.

"Aku namja kenapa kau menyebutku seperti seorang umma huh?!" sahut Yixing bersiap memukulkan guling pada Baekhyun.

"Tapi kau terlihat seperti seorang umma, hyung" bela Baekhyun.

Brak...

Pintu kamar Tao terbuka dengan kasar. Tao, Yixing dan Baekhyun sempat terlonjak kegat dibuatnya.

"Tao~ Kau baik-baik saja? Ku dengar mereka sampai hampir menabrak mu?"

Luhan langsung menerjang Tao dan memeluknya erat.

"Lu- kau menyakiti Tao" ucap Yixing melihat Tao sedikit kesusahan bernapas akibat pelukan Luhan.

"Oh maaf" Luhan melepaskan pelukannya.

"Sehun memberitahu ku semua kejadian tadi siang. Kau yakin kau tidak terluka? Bagaimana dengan mobil yang hampir menabrak mu? Apa mereka berhasil menangkapnya?" tanya Luhan bertubi-tubi.

"Bisakah kalian tidak berlebihan seperti ini? Aku masih utuh sampai sekarang" sahut Tao kesal.

"Bagaimana tidak khwatir? Kau sepupu kesayangan kami, kalau ada apa-apa dengan mu kami akan merasa bersalah karena tidak menjaga mu dengan baik" kata Luhan yang diangguki oleh Yixing.

"Aku bersyukur semua sepupu ku lebih normal" ucap Baekhyun pelan.

"Sudahlah jangan terlalu khawatir, ada mereka yang menjaga ku" ucap Tao coba meyakinkan Luhan dan Yixing.

"Nah, karena kau sudah tidak terlalu syok lagi bisakah kau ambilkan cemilan untuk kami? Kami sangat lapar" ucap Baekhyun sambil memegangi perutnya.

"Kau saja yang lapar, bukan kami" sindir Luhan.

Baekhyun tersenyum bodoh.

"Tunggu disini akan ku ambilkan beberapa snack" ujar Tao.

Tao mendengar suara orang bercakap-cakap dari dalam kamar Suho. Tadi nya ia tidak ingin menguping pembicaraan itu, namum karena ia mendengar seseorang menyebut nama nya, mau tak mau Tao penasaran.

"Kalian harus mengawasi Tao selama disekolah, jangan biarkan ia berjalan sendiri tanpa salah satu dari kalian" Ini suara Kris.

"Mungkin aku bisa mengawasi Jaehyo untuk kalian" kali ini giliran Chen yang bersuara.

"Aku tidak mau ada kejadian penyerangan disekolah terjadi lagi. Chanyeol dan aku bisa mengawasi semua keadaan disekolah dengan leluasa. Sehun dan Kai menjaga Tao karena mereka satu kelas. Dan kau Kris, kau sebagai sepupu nya kau lebih bebas mengawasi Tao"

"Kris hyung, boleh aku bertanya sesuatu?" suara Chanyeol terdengar.

"Katakan..."

"Apa kau menyukai Tao?"

Tidak ada jawaban dari Kris.

"Aku paham jika kau menyukai nya hyung, tapi dengan pekerjaan kita sebagai bodyguard apa itu tidak akan membahayakan Tao sendiri?" ujar Kai.

"Aku hanya ingin melindungi nya saja..." jawab Kris.

Entah kenapa jawaban dari Kris membuat dada Tao menjadi sesak. Tao segera berlari menjauh dari kamar Suho.

"Karena aku menyukai nya, maka aku akan melindungi nya..."

Tbc-

*bow* maaf ya kalo telat update TT^TT

Chapter ini kayaknya gak ada feel buat ngetiknya, jadi mungkin mengecewakan TT_TT

Big thanks to:

fallforhaehyuk | alianablack13 | AulChan12 | HyuieYunnie | SimbaRella | meliarisky7 | BaekyeolSekai | krispandataozi | Christal Alice | Maple fujoshi2309 | FanFan Panda | LVenge | | BooJejung Kim | rossadilla17 | Brigitta Bukan Brigittiw | Juniel Is A Vampire Hybrid | fanoy5 | ayp | AmeChan95 | Re-Panda68 | peachpetals | Zaireen oksismi | Guest | Peach Prince | Guest | Oktavian | mirarose86 | TaoziFanfan | krisTaoPanda01 | fitripratyy | junghyema | Couphie | Guest | rannie wu | HuangSooMi bojone taoo | taoris shipperr | Xyln | sycarp | 98 |