Protect The Panda

Author: Lovara

Genre: Campur aduk cari sendiri aja -_-

Cast: Kris (24 tahun) Tao (17 tahun)

Suho (23 tahun) Yixing (18 tahun)

Chanyeol (22 tahun) Baekhyun (17 tahun)

Kai (20 tahun) Kyungsoo (17 tahun)

Sehun (20 tahun) Luhan (18 tahun)

Chen (22 tahun) Xiumin(18 tahun)

Jaehyo (Block B) (18 Tahun)

Nana (After School) (24 Tahun)

Summary: Siapa yang tidak kenal Huang Zi Tao? Anak tunggal dari pasangan Huang Hangeng dan Huang Heechul yang menjabat sebagai menteri yang paling berpengaruh di Korea. Namun kehidupan Zi Tao tidak semulus yang kita bayangkan, berulang kali ia hampir menjadi korban penculikan oleh saingan kedua orang tuanya. Untuk menjamin keselamatan anaknya, Heechul akhirnya memutuskan untuk menyewa 6 orang bodyguard sekaligus untuk putra semata wayangnya.

Ps: Yixing disini nggak ada hemofilia.

...

INI KONTEN YAOI ALIAS BL ALIAS BOY X BOY

.

GAK SUKA YAOI JANGAN BACA

.

GAK SUKA PAIRNYA SILAHKAN KELUAR

.

TIDAK MENERIMA BERBAGAI KRITIKAN TAJAM YANG MENJATUHKAN MOOD ATAU BAHKAN MENJELEK-JELEKKAN PARA CAST

.

SANGAT MENERIMA KRITIKAN DAN SARAN DENGAN BAHASA YANG SOPAN DAN EYD YANG DISEMPURNAKAN

.

"TYPO MERUPAKAN SEBAGIAN DARI IMAN"

...

Tolong dibaca:

Sebelumnya mau jelasin sesuatu biar gak ada yang salah paham sama FF ini. FF ini emang inti ceritanya para seme jadi pengawal buat Tao, jadi otomatis mereka bakal ngelindungi Tao karna itu bagian dari pekerjaan mereka. Dan sebisa mungkin untuk para uke yang lain bakal dapet kesempatan buat ada moment sama seme masing-masing kok gak bakal semua nya ke Tao. Terus kalo ada yang ngerasa moment Kristao nya terlalu dipaksaain, maaf ya. Saya sudah berusaha sebaik mungkin buat moment mereka *Deep Bow*

...

Brak...

Tao membuka kasar pintu rumah sakit membuat dokter dan beberapa orang perawat didalamnya terkejut.

"Sayang? Bisakah kau tidak membuat keributan dirumah sakit?" ucap Heechul pelan.

"Umma tidak apa-apa? Bagaimana dengan appa?" tanya Tao tertubi-tubi.

Heechul yang sedang berbaring diranjang rumah sakit tersenyum. Ia melihat putra semata wayangnya itu terlihat sangat berantakan. Tao pergi kerumah sakit hanya menggunakan piyama biru muda dan memakai sandal rumah panda kesayangannya.

"Hanya lecet sedikit, appa mu baik-baik saja sayang" jawab Heechul tidak mau membuat Tao terlalu khawatir.

Tadinya Tao berniat ingin tidur lebih awal, tepat saat ia akan memejamkan matanya Kris mengetuk pintu kamarnya dan memberitahu kalau kedua orang tua nya mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju rumah.

Tanpa memperdulikan penampilannya lagi, Tao segera meminta Kris untuk mengantarnya ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan Tao tak hentinya menghubungi ponsel Heechul dan Hangeng, namun tak satu pun telepon dari Tao yang tersambung. Hal itu membuat Tao semakin panik.

"Tao? Kau kemari bersama siapa?

Hangeng muncul dari balik pintu. Namja tampan itu hanya mendapatkan perawatan luka pada tangannya. Tao hampir lupa, sesampainya dirumah sakit ia langsung berlari dan meninggalkan Kris di dalam mobil.

"Tao bersama saya, Tuan" sahut Kris muncul dibelakang Hangeng.

"Umma, bagaimana bisa?" tanya Tao pada Heechul.

Namja cantik itu kini menggunakan perban disekitar kepalanya. Berbeda dengan Hangeng, luka Heechul bisa dibilang cukup parah.

"Biarkan polisi yang mengurusnya sayang. Oya, bagaimana sekolah mu?"

"Baik-baik saja, umma"

"Maafkan appa dan umma Tao, kami sebagai orang tua seharusnya lebih sering berada bersama mu" ucap Heechul lirih.

"Aku tidak pernah menyalahkan kalian berdua. Selama ini kalian selalu memberikan apa yang kubutuhkan, itu sudah cukup"

Tao memeluk Heechul erat.

"Apa aku boleh menyela?" ujar dokter Choi, dokter yang merawat Heechul.

"Kapan aku boleh pulang?" tanya Heechul langsung.

"Kami sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut, kurasa kau boleh pulang 5 hari lagi" jawab dokter Choi.

"Apa umma ku baik-baik saja?" tanya Tao cemas.

"Sejauh ini tidak ada luka yang serius, tapi untuk berjaga-jaga kami akan melakukan pemeriksaan lebih dalam"

"Hannie~ aku ingin pulang" rengek Heechul setelah dokter Choi dan perawat keluar dari kamar Heechul.

"Untuk kali ini dengarkan kata dokter Chullie" sahut Hangeng.

"Apa appa membutuhkan sesuatu? Appa akan menemani umma disini?"

"Bisakah kau membawakan baju ganti untuk kami berdua? Dan sepertinya appa akan menemani umma mu selama dirumah sakit"

Tao kembali kerumah bersama Kris. Sepanjang perjalanan mereka berdua terdiam, sebenarnya Kris merasa akhir-akhir ini Tao terlihat menghindarinya. Bahkan beberapa hari ini Tao berangkat sekolah bersama Baekhyun yang datang menjemputnya.

Sedangkan Tao, ia hanya menikmati pemandangan malam lewat jendela. Semenjak kedatangan Nana beberapa waktu yang lalu, ia memang terkesan menghindari Kris. Tao teringat perkataan Nana saat mereka bertemu diruang kepala sekolah.

"Tao~ aku akan menyerah untuk mendapatkan cinta Kris. Dan kurasa aku juga akan pergi ke London selama 3 tahun untuk melanjutkan studi ku."

Tidak dapat Tao pungkiri bahwa kepergian Nana membuatnya sedikit bernapas lega. Tapi kemudian ia kembali teringat perkataan Kris beberapa waktu yang lalu. Kris hanya menganggap Tao sebagai kewajiban dari tugas yang diberikan padanya.

Oleh karena itu Tao perlahan menghindari Kris, ia harap dengan menghindari Kris rasa sukanya menghilang.

"Tidurlah jika kau lelah, besok kau masih harus pergi sekolah"

Tao tidak menjawab perkataan Kris. Ia menyamankan posisinya dan mencoba untuk menutup mata.

...

"Bagaimana keadaan paman dan bibi? Apakah mereka baik-baik saja?" tanya Luhan.

Semalam ia mendapat kabar tentang kecelakaan yang menimpa Heechul dan Hangeng melalui Sehun.

"Appa dan umma baik-baik saja, tapi umma harus menginap dirumah sakit selama beberapa hari" jawab Tao.

"Apa kau mau ikut menjenguk paman dan bibi nanti sepulang sekolah?"

Luhan bertanya pada Yixing yang duduk disebelahnya. Tapi sepertinya Yixing sedang melamun sehingga tidak mendengarkan perkataan Luhan.

"-Xing...Yixing...!"

Suara teriakan Luhan membuyarkan lamunan Yixing. Namja berdimple itu tersadar dari dunia nya sendiri.

"Nde...? kau memanggil ku?" tanya Yixing.

"Sebenarnya apa yang kau pikirkan akhir-akhir ini? Kau sering sekali melamun?"

"Ti-tidak ada..." elak Yixing.

"Sepulang sekolah aku akan menjenguk paman dan bibi Huang, apa kau mau ikut?"

"Mwo? Memangnya paman dan bibi kenapa?" seru Yixing.

Tao dan Luhan menutup kedua telinga mereka, menyelamatkan dari suara teriakan Yixing yang mungkin bisa menyamai suara lengkingan lumba-lumba.

Luhan mengelus dadanya sabar. Berbicara dengan Yixing memang tidak cukup hanya sekali dan Luhan sudah hapal sifat sepupunya itu.

"Paman dan bibi kecelakaan, dan sekarang bibi dirawat dirumah sakit" jelas Luhan.

"Kenapa bisa kecelakaan? Apa mereka baik-baik saja? Kapan mereka kecelakaan? Kenapa tidak ada yang memberitahu ku?" cerocos Yixing.

"Ada apa dengan mu? Seharian ini ku lihat kau sering melamun, apa terjadi sesuatu?" tanya Luhan curiga.

Yixing terlihat ragu untuk menceritakan sesuatu yang menimpanya akhir-akhir ini.

"Xing~ kita sudah bersama sejak kecil, kau tidak bisa membohongi ku. Katakan, apa kau ada masalah?" desak Luhan.

"Sebenarnya..."

Yixing akhirnya menceritakan kalau beberapa hari ini ada yang mengirimkan paket ke rumahnya. Isi paket itu yang membuat Yixing terus menerus memikirkannya.

"Apa isi paket itu Ge?" tanya Tao penasaran.

"I-isinya... bangkai binatang..." jawab Yixing pelan.

"Pertama bangkai tikus, lalu beberapa hari kemudian berisi bangkai burung. Dan ke-kemarin berisi bangkai kucing"

Luhan langsung memeluk Yixing yang terlihat menangis.

"Kau sudah memberitahu orang tua mu?" tanya Luhan.

Yixing menggeleng dalam pelukan Luhan.

"Aku tidak mau membuat mereka khawatir. Aku hanya menceritakannya pada kalian" jawab Yixing.

"Menceritakan apa...?"

Suho tiba-tiba muncul dibelakang Luhan. Rupanya Suho tidak sengaja melewati perpustakaan dan melihat Yixing menangis.

"Yixing?"

Suho menatap Yixing meminta penjelasan. Mau tak mau Yixing pun menceritakan semua nya pada Suho. Suho yang mendengar cerita Yixing terlihat sangat emosi.

"Sejak kapan paket itu datang?" tanya Suho yang terlihat sangat emosi.

"Se-seminggu yang lalu"

"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?!" bentak Suho.

Beberapa siswa yang berada diperpustakaan menatap mereka heran. Mungkin banyak yang berpikir kenapa Suho, guru yang terlihat sangat pendiam berteriak diperpustakaan seperti ini.

"Maaf..." ucap Suho menyesal telah membentak Yixing.

"Apa hanya paket itu saja yang datang? Bagaimana dengan alamat pengirimnya?" tanya nya.

"Hanya paket itu yang kuterima selama beberapa hari ini. Aku tidak pernah menemukan siapa pengirim paket itu karena paket itu selalu ada didepan pintu saat pagi"

"Apa tidak CCTV di rumah mu?" tanya Suho.

Yixing menggeleng. "Selama ini kami tidak pernah mendapatkan teror jadi kami tidak memasang CCTV"

"Sepertinya Sehun masih memiliki CCTV yang tidak dipakai. Sepulang sekolah nanti aku akan kerumah mu dan memasang CCTV di dekat pintu" ucap Suho.

"Yixing Ge~"

"Jangan meminta maaf Tao, ini bukan salah mu" ucap Yixing seolah mengetahui apa yang akan Tao katakan padanya.

"Ta-tapi... kedua orang tua mu sedang tidak dirumah dan kau mendapatkan teror seperti itu, kau pasti sangat ketakutan" ucap Tao sambil menangis.

Kali ini giliran Yixing yang memeluk Tao. Ia mengusap punggung Tao agar Tao merasa tenang.

...

"Kau terlihat lesu sekali" tanya Sehun sambil meminum bubble tea miliknya.

"Apa terlihat jelas?"

"Kau ada masalah?"

"Tidak... bukan aku yang sedang ada masalah" ujar Luhan hanya memandangi gelas bubble tea nya.

"Lalu...?"

"Yixing. Dia mendapatkan teror selama beberapa hari ini. Aku kasihan melihatnya, dia namja yang sangat sensitif"

"Teror?" ulang Sehun.

"Dia mendapat paket berisi bangkai binatang..."

Sehun terkejut mendengar cerita Luhan. Apa mungkin sekarang mereka akan mengirimkan ancaman ke orang terdekat keluarga Huang. Yixing merupakan sepupu Tao, jadi itu mungkin jadi alasan kenapa Yixing mendapatkan teror.

"Bagaimana dengan mu? Apa mereka juga mengirimkan paket serupa pada mu?" tanya Sehun cemas.

Luhan menggeleng sebagai jawabannya.

"Selama ini Yixing tinggal sendiri karena orang tua nya sibuk mengurus bisnis mereka di China, mungkin itu yang membuat mereka berani mengirimkan paket itu ketempat Yixing. Sedangkan aku, meski appa ku hanya seorang pengusaha tapi kami memiliki beberapa security dirumah"

Sehun sedikit bernapas lega. Setidaknya Luhan tidak mendapatkan teror serupa dengan Yixing. Tapi Sehun tidak mau cepat merasa lega, bisa saja mereka akan melakukan sesuatu pada Luhan karena Luhan juga kerabat keluarga Huang.

"Lu~ maukah kau berjanji satu hal pada ku?"

Sehun menatap Luhan dalam-dalam. Luhan sedikit merona karena jarak wajah mereka yang cukup dekat. Ia mengerjapkan matanya, tidak mengerti dengan maksud perkataan Sehun.

"Berjanjilah pada ku, aku harus jadi orang pertama yang kau hubungi jika terjadi sesuatu pada mu" ucap Sehun serius.

"Nd-nde..." jawab Luhan gugup.

...

Kali ini Baekhyun tidak mengeluh karena Tao tidak membantu nya membereskan perpustakaan seperti biasa. Setelah bel pulang sekolah berbunyi setengah jam yang lalu Tao segera pulang bersama Kris. Ia pergi kerumah sakit untuk mengunjungi umma nya.

"Apa aku harus menjenguk bibi Huang? Lalu apa yang harus ku bawa?" ucap Baekhyun sambil membereskan beberapa tumpuk buku di meja.

"Bagaimana kalau membawa buah?"

Sebuah suara membuat Baekhyun berteriak nyaring karena terkejut.

"Gyaaaa...!"

Chanyeol bahkan sampai menutup kedua telinga nya saat mendengar suara lengkingan Baekhyun. Untung saja saat ini jam sekolah berakhir, jadi tidak ada siswa yang diperpustakaan.

"Waow... Suara lengkingan mu menakjubkan, Baek" ucap Chanyeol.

Baekhyun mendongakkan kepalanya dan menatap Chanyeol dengan tatatpan tajam. Chanyeol yang ditatap Baekhyun seperti itu mau tak mau merasakan wajahnya menghangat.

"Bisakah kau tidak membuat ku terkejut seperti tadi, Saem?" hardik Baekhyun namun terlihat lucu dimata Chanyeol.

"Haha... Mianhe kalau kau terkejut, tapi jujur Baek suara teriakan mu seperti lumba-lumba" sahut Chanyeol sambil tersenyum.

Baekhyun memalingkan wajahnya karena melihat senyuman Chanyeol yang membuat Chanyeol semakin terlihat sangat tampan.

"Kau butuh bantuan?" ujar Chanyeol menawarkan bantuannya.

"Kalau kau tidak keberatan, Saem"

Chanyeol dengan senang hati membantu Baekhyun menata tumpukan buku itu. Baekhyun tersenyum senang saat melihat tumpukan buku itu sudah tertata rapi diatas rak buku.

"Saem-"

"Bukan kah sudah kukatakan panggil aku hyung jika kita hanya berdua?"

"Oh~ Hyung, bagaimana keadaan orang tua Tao?" tanya Baekhyun.

"Mereka baik-baik saja. Hanya saja sepertinya umma Tao harus menjalani perawatan dirumah sakit selama beberapa hari"

"Kira-kira apa yang harus kubawa saat menjenguk umma Tao?"

"Setahu ku umma Tao sangat menyukai buah-buahan dan kue, bagaimana kalau membawakan salah satunya" usul Chanyeol.

"Baiklah~ aku akan membawakan buah dan kue untuk umma Tao" ujar Baekhyun sambil beranjak dari tempat duduknya.

Chanyeol segera menarik tangan Baekhyun, mencegahnya untuk pergi.

"Kau mau kemana?" tanya nya.

"Mem-membeli kue dan buah untuk umma Tao" jawab Baekhyun.

"Kita akan membeli nya bersama" ajak Chanyeol sambil menggandeng tangan Baekhyun.

...

"Jadi, kita akan membeli kue ini?"

Kai sibuk memperhatikan Kyungsoo yang tengah memilih kue untuk dibawa menjenguk umma Tao.

Sudah hampir satu jam mereka ditoko kue namun Kyungsoo masih saja sibuk memilih kue yang pas.

"Sebentar, tapi sepertinya kue ini tidak cocok untuk orang sakit" jawab Kyungsoo untuk kesekian kalinya.

Kai memperhatikan ekspresi wajah Kyungsoo yang terlihat menggemaskan saat memilih kue. Beberapa pengunjung disana memperhatikan mereka, mungkin mereka pikir Kai dan Kyungsoo adalah sepasang kekasih yang sedang memilih kue untuk hari jadi mereka.

"Kai~ bagaimana dengan kue ini?" Tunjuk Kyungsoo pada kue dengan hiasan buah diatasnya.

"Kurasa ini yang terbaik karena setahu ku umma Tao juga menyukai buah-buahan" jawab Kai.

"Benarkah?"

Kyungsoo mengerjapkan mata nya lucu. Sebagian pengunjung disana bahkan memekik tertahan melihat ekpresi lucu Kyungsoo.

Kai mengusap rambut Kyungsoo dengan gemas.

"Kajja kita membayar kue ini lalu kerumah sakit" ucap Kai.

"Eh? Tunggu, biar aku yang membayar kue nya" ucap Kyungsoo menahan tangan Kai.

"Biarkan aku yang membayar nya Kyung~"

Melihat Kyungsoo akan melayangkan protes nya lagi, Kai segera mengecup pipi mulus Kyungsoo agar namja bermata bulat itu diam. Dan Kai berhasil, Kyungsoo terdiam dengan wajah merah.

...

"Bibi, bagaimana keadaan mu?" tanya Xiumin yang datang menjenguk Heechul dirumah sakit.

"Aku baik-baik saja, tapi para dokter disini bersikap berlebihan" jawab Heechul masih kesal karena tidak di ijinkan pulang.

Xiumin tersenyum mendengar jawaban Heechul. Sama seperti yang Luhan dan Tao ceritakan pada nya kalau Heechul merupakan orang yang sangat ramah. Xiumin tak habis pikir mengenai orang-orang yang berniat mencelakai keluarga Tao, bagaimana mungkin mereka tega menyakiti orang sebaik Heechul.

"Kau kesini bersama Tao?" tanya Heechul.

"Ani~ aku kemari bersama Chen" jawab Xiumin pelan.

Heechul melirik Chen yang berdiri di Xiumin, namja cantik itu lalu tersenyum atau mungkin lebih tepatnya mengeluarkan smirknya.

"Apa kalian berpacaran?" tanya Heechul langsung.

Xiumin dan Chen yang mendapat pertanyaan tak terduga dari Heechul membelalakkan mata mereka.

"Umma~ jangan bertanya yang aneh-aneh" ucap Tao yang sibuk mengupaskan buah untuk Heechul.

"Umma tidak bertanya yang aneh-aneh, umma hanya memastikan saja" jawab Heechul.

"Jadi, apa kalian berpacaran?" tanya Heechul lagi.

"Tidak/belum" jawab Xiumin dan Chen bersamaan.

"Aaa~"

Heechul tersenyum jahil mendengar jawaban dari mereka.

"Sejujurnya aku tidak keberatan jika pengawal Tao berpacaran atau sedang menjalin hubungan dengan siapa pun. Yang penting mereka harus siap di samping Tao apa pun yang terjadi" ucap Heechul bijak.

"Dan untuk Xiumin, kurasa Chen adalah pria yang baik. Ku lihat dia sangat bertanggung jawab dan berpikiran luas. Sepertinya kau akan merasa nyaman saat bersama nya" tambah Heechul.

"Jadi, kapan kalian akan berpacaran?"

"Umma~" rajuk Tao agar Heechul berhenti menggoda Xiumin dan Chen.

Hangeng yang berada diluar kamar bersama Kris, tersenyum mendengar suara gelak tawa dari dalam kamar Heechul.

"Jadi, kau sudah menemukan bukti yang kuat" ujar Hangeng.

Kris mengangguk. "Kami sudah mendapatkan beberapa bukti salinan penjualan beberapa pulau kepada negara lain dan beberapa korupsi yang dilakukan menteri Ahn selama masa jabatannya"

"Sejujurnya aku merasa tidak tega untuk menjebloskan menteri Ahn ke dalam penjara, tapi mengingat keluarga ku lah yang jadi ancaman, mau tak mau aku harus bersikap tegas pada nya"

"Aku mendapat info dari Suho kalau mereka sempat mengirimkan ancaman pada keluarga Zhang" ucap Kris.

Hangeng terkejut mendengar perkataan Kris.

"Ancaman? Ancaman seperti apa?" tanya Hangeng tidak menyangka kalau menteri Ahn akan melibatkan kerabatnya.

"Sepertinya Yixing menerima beberapa paket berisi bangkai binatang selama satu minggu. Saat ini Suho sedang memasang kamera CCTV untuk menangkap pelaku yang meletakkan paket itu" jelas Kris.

...

Suasana kamar Heechul jadi semakin ramai berkat kedatangan Yixing dan Kyungsoo. Heechul tersenyum lebar saat Kyungsoo membawakan tart buah kesukaannya.

"Aigo~ Kyung-ie rupanya kau mengerti apa yang kusukai" ucap Heechul saat membuka kotak kue milik Kyungsoo.

"Kai yang memberitahu ku kalau bibi menyukai kue dan buah-buahan" jawab Kyungsoo.

Heechul memperhatikan para namja yang merupakan teman sekolah Tao. Kalau Xiumin datang bersama Chen, kali ini Yixing datang bersama Suho disusul Kyungsoo yang datang bersama Kai. Meski Heechul dibuat kaget oleh cerita Suho kalau Yixing sempat mendapatkan teror. Ia menatap Tao yang justru sibuk dengan ponselnya.

"Tao sayang, kenapa kau tidak mencari kekasih?" tanya Heechul tiba-tiba.

Semua namja disana terdiam dan menatap Tao serta Heechul bergantian.

"Apa maksud umma?" tanya Tao tidak mengerti.

"Umma perhatikan yang disini ada disini sepertinya akan menjadi pasangan nantinya, bagaimana dengan mu? Apa kau tidak mau mengenalkan kekasihmu pada umma?"

Kali ini giliran Tao yang menatap teman-temannya. Mereka memang datang berpasangan tadi. Tapi tunggu bukan kah tadi Tao datang bersama Kris? Namja tampan itu hanya diam disudut ruangan.

"A-aku tidak memiliki kekasih, umma~" jawab Tao.

"Lalu kenapa kau tidak mencari nya? mungkin saja ia berada didekat mu" ujar Heechul diam-diam melirik Kris.

"Jangan melantur umma~ mereka semua teman ku, bagaimana mungkin mereka jadi kekasih ku nantinya" jawab Tao pelan.

"Oya Yixing, apa kau baik-baik saja tinggal sendiri? Bagaimana kalau selama kedua orang tua mu pergi ke China kau menginap dirumah kami?" usul Heechul terlihat seperti mengalihkan pembicaraan.

"Eh? Aku baik-baik saja bibi. Kurasa akan merepotkan jika kau harus tinggal dirumah bibi" tolak Yixing sopan.

"Siapa bilang merepotkan? Bukan kah kalian jarang menginap lagi seperti dulu?"

"A-akan ku pikirkan nanti" jawab Yixing.

...

Hari sudah hampir malam. Semua teman-teman Tao berpamitan untuk pulang. Kali ini mereka pulang hanya diantar Suho sementara Kai dan Chen kembali kerumah untuk membersihkan diri.

"Kau tidak pulang sayang?" tanya Heechul melihat Tao masih dikamarnya.

Ia bahkan masih memakai seragam sekolahnya, begitu juga dengan Kris yang baru saja kembali dari kantin rumah sakit untuk membeli makanan.

"Nanti saja umma, lagipula aku tidak ada tugas yang harus ku kerjakan" jawab Tao sambil membaringkan tubuhnya pada sofa.

"Oya dimana appa?" tanya Tao menyadari appa nya tidak bersama mereka sejak sore tadi.

"Appa mu sedang ada urusan dikantor, mungkin nanti malam ia akan kemari" jawab Heechul sambil mengotak-atik ponsel miliknya.

Ponsel milik Tao berdering nyaring.

"Yeoboseyo...?" ucap Tao menerima panggilan telepon dari seseorang.

"..."

"Nde~ hanya ada aku, umma dan Kris disini. Yixing ge, Xiumin Hyung dan Kyungsoo sudah pulang dari tadi"

"..."

"Kau datang bersama siapa?"

"..."

"Arraseo~ kurasa Chanyeol hyung tahu dimana letak kamar umma ku"

"..."

"Nde~"

Tao lalu meletakkan ponselnya diatas meja lalu sibuk membaca majalah milik Heechul.

"Telepon dari siapa?" tanya Heechul.

"Baekhyun. Dia bilang akan datang sebentar lagi bersama Chanyeol hyung" jawab Tao masih fokus pada majalahnya.

Heechul kembali fokus pada ponsel miliknya dan Kris yang sibuk pada laptop, entah apa yang ia kerjakan tapi sepertinya ia sedang mengerjakan sesuatu yang serius.

Tao memperhatikan Kris yang nampak serius didepan laptop. Namja pirang itu memakai kacamata berbingkai hitam yang semakin membuatnya terlihat tampan. Tao buru-buru membaca kembali majalahnya saat Kris tidak sengaja memergokinya tengah menatapnya.

"A-aku akan membeli minuman" ujar Tao lalu berdiri.

"Bukankah Kris sudah membelikan minuman untuk mu, sayang?" ujar Heechul melihat dua botol minuman yang Kris sempat beli.

"A-aku... aku ingin membeli susu sekalian menunggu Baekhyun datang" jawab Tao lalu segera keluar dari kamar Heechul.

"Apa terjadi sesuatu diantara kalian?" tanya Heechul setelah Tao pergi.

"Kurasa tidak ada, tapi sepertinya Tao menghindari ku" jawab Kris.

"Kau menyukai anak ku, Kris?"

"Aku menyangkal nya pun pasti anda tidak akan percaya"

Heechul tersenyum lembut.

"Aku sudah mengenal mu lama dan aku tahu latar belakang mu dan tidak kusangka suami ku memakai mu sebagai pengawal untuk anak ku sendiri"

"Kalau saja waktu itu anda tidak menyelamatkan ku, mungkin aku sudah mati sekarang ini"

"Anak itu sangat susah untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya. Mungkin karena ia tumbuh dan besar dilingkungan yang keras. Aku dan Hangeng sering meninggalkannya sendiri dirumah untuk tugas, tapi anak itu tidak pernah mengeluh sedikit pun"

"Mungkin itu yang membuat nya menjadi namja kuat seperti sekarang ini" ujar Kris dengan sedikit senyuman dibibirnya.

"Jadi Yifan, apa kau mau menjaga Tao untuk ku?" tanya Heechul.

"Aku akan menjaga nya seperti nyawa ku sendiri" jawab Kris penuh keyakinan.

Cklek...

Pintu kamar Heechul terbuka. Baekhyun menjulurkan kepalanya dan tersenyum melihat Heechul dan Kris yang ada didalam.

"Bibi Huang, aku membawakan buah dan kue untuk mu. Semoga kau lekas sembuh" ucap Baekhyun semangat.

"Omo~ Gomawo Baekkie~ Mungkin setelah keluar dari rumah sakit berat badan ku akan naik karena terus memakan kue"

"Oya dimana Tao?" tanya Baekhyun karena tidak melihat Tao disana.

"Dia bilang akan membeli minuman dan menunggu mu di luar, apa kau tidak bertemu dengannya?" tanya Heechul.

Baekhyun menggelengkan kepalanya.

"Yeol, kau tidak bertemu Tao diluar?" tanya Kris merasakan sesuatu terjadi pada Tao.

"Tidak, kami tidak bertemu dengan Tao" jawab Chanyeol.

Kris mengumpat saat melihat ponsel Tao yang tertinggal diatas meja. Itu artinya ia tidak bisa melacak keberadaan Tao saat ini.

"Aku akan mencarinya" seru Kris lalu pergi.

"Baek, hubungi Kai atau Sehun suruh mereka kemari. Aku akan membantu Kris mencari Tao" seru Chanyeol pada Baekhyun.

...

"Sial... Aku sudah mencari ke seluruh rumah sakit tapi ia tidak ada" ujar Chanyeol sambil mengatur napasnya.

"Apa beberapa hari ini Jaehyo bertingkah mencurigakan" tanya Kris.

"Entahlah, menurut Chen dia akhir-akhir ini tidak masuk sekolah" jawab Chanyeol.

"Aku akan mencarinya diluar area rumah sakit" ujar Kris terlihat sangat cemas karena ia tidak bisa menemukan Tao dimana-mana.

Sementara itu beberapa waktu yang lalu.

Tao berjalan keluar rumah sakit, ia bermaksud membeli susu di minimarket seberang. Saat berjalan menuju minimarket, Tao merasa ada beberapa namja yang membuntutinya. Ia lalu membelokkan arahnya pada jalanan yang cukup sepi. Kalau Tao tidak salah hitung hanya ada 3 namja yang mengikutinya.

"Jadi, apa maksud kalian mengikuti ku?" tanya Tao pada orang-orang itu.

Tao sudah siap jika mereka akan menyerangnya. Tanpa Tao ketahui, rupanya salah seorang diantara mereka muncul dibelakang Tao dan membekap mulut Tao dengan sapu tangan. Setelahnya Tao merasakan pandangannya menggelap.

Tbc-

Untuk semua kekurangan FF ini saya selaku author meminta maaf *bow*

Maaf karena lama baru update.

Mungkin 1 atau 2 chapter lagi akan ditamatkan, gak janji bakal buat FF pengganti setelah FF ini tamat. Untuk sementara mungkin hanya akan membuat FF Oneshoot, lagi nyoba fokus buat skripsi biar bisa wisuda tahun ini TT_TT

Makasih banyak yang udah baca dan meninggalkan jejak ^^

Semoga suka Chapter ini ^^

Big Thanks To:

Krispandataozi | fallforhaehyuk | Kirei Thelittlethieves | Guest | Guest2 | junghyema | lanarava6223 | hyuieyunnie | PURPLE-KIMIee | AmeChan95 | Christal Alice | cho hyena | rossadilla17 | ang always | FanFan Panda | krisTaoPanda01 | ariviavina6 | Brigitta Bukan Brigittiw | Maple Fujoshi2309 | fanoy5 | meliarisky7 | Zairen oksismi | kt | AulChan12 | ismysha | Xyln | fitripratyy | Lvenge | bellakyu | me | peachpetals | 98 | Guest077 | Peach Prince | Xiao Lulu | diahmiftachulningtyas | Fify HZT Lover | Juniel Is A Vampir Hybrid | IfaIfaTaoTaoExo | Oktavian | lee. | Guest3 | chitatao | yeye uun | lolamoet | sycarp | unique fire | CokelaaHan |

Gak ada yang ketinggalan khan?