Protect The Panda
Author: Lovara
Genre: Campur aduk cari sendiri aja -_-
Cast: Kris (24 tahun) Tao (17 tahun)
Suho (23 tahun) Yixing (18 tahun)
Chanyeol (22 tahun) Baekhyun (17 tahun)
Kai (20 tahun) Kyungsoo (17 tahun)
Sehun (20 tahun) Luhan (18 tahun)
Chen (22 tahun) Xiumin(18 tahun)
Jaehyo (Block B) (18 Tahun)
Summary: Siapa yang tidak kenal Huang Zi Tao? Anak tunggal dari pasangan Huang Hangeng dan Huang Heechul yang menjabat sebagai menteri yang paling berpengaruh di Korea. Namun kehidupan Zi Tao tidak semulus yang kita bayangkan, berulang kali ia hampir menjadi korban penculikan oleh saingan kedua orang tuanya. Untuk menjamin keselamatan anaknya, Heechul akhirnya memutuskan untuk menyewa 6 orang bodyguard sekaligus untuk putra semata wayangnya.
Ps: Yixing disini nggak ada hemofilia.
...
INI KONTEN YAOI ALIAS BL ALIAS BOY X BOY
.
GAK SUKA YAOI JANGAN BACA
.
GAK SUKA PAIRNYA SILAHKAN KELUAR
.
TIDAK MENERIMA BERBAGAI KRITIKAN TAJAM YANG MENJATUHKAN MOOD ATAU BAHKAN MENJELEK-JELEKKAN PARA CAST
.
SANGAT MENERIMA KRITIKAN DAN SARAN DENGAN BAHASA YANG SOPAN DAN EYD YANG DISEMPURNAKAN
.
"TYPO MERUPAKAN SEBAGIAN DARI IMAN"
...
Tolong dibaca:
Sebelumnya mau jelasin sesuatu biar gak ada yang salah paham sama FF ini. FF ini emang inti ceritanya para seme jadi pengawal buat Tao, jadi otomatis mereka bakal ngelindungi Tao karna itu bagian dari pekerjaan mereka. Dan sebisa mungkin untuk para uke yang lain bakal dapet kesempatan buat ada moment sama seme masing-masing kok gak bakal semua nya ke Tao. Terus kalo ada yang ngerasa moment Kristao nya terlalu dipaksaain, maaf ya. Saya sudah berusaha sebaik mungkin buat moment mereka *Deep Bow*
A/N: Sejujurnya saya sedikit sakit hati dengan beberapa review (Bukan di FF ini). Seingat saya, saya selalu menyisipkan warning dibagian atas, apakah itu FF yaoi atau straight. Dan kenapa masih ada reader yang protes soal castnya namja suka sama namja? Dan menurut saya imajinasi itu bebas, gak harus selalu apa yang ditulis sesuai dengan kenyataan. Yang masih berpikir seperti itu, coba lah lihat anime. Apakah cerita mereka sesuai dengan kehidupan nyata? Bagaimana dengan anime genre fantasy? Apakah mereka benar-benar nyata? Jika ingin mengkritik mohon gunakan akun, jadi saya bisa konfirmasi secara pribadi tanpa mengganggu reader lainnya. Maaf saya terlalu banyak curhat.
Semoga suka dengan chapter ini *deep bow*
...
Suasana rumah sakit yang tadi tenang kini mendadak sedikit ramai dengan kehadiran beberapa orang polisi. Terutama dikamar rawat Heechul, semua orang berkumpul dengan wajah serius. Sudah 4 jam Tao menghilang dan mereka belum mendapatkan kabar sama sekali. Para pengawal Tao semua berada disana dengan wajah penuh penyesalan, mereka pikir mereka telah lalai menjaga Tao.
Brak...
Hangeng muncul dibalik pintu yang terbuka dengan kasar. Kemeja dan jas hitam masih melekat dibadannya. Wajahnya nampak sangat khawatir.
"Bagaimana? Apa ada kabar?" tanya Hangeng pada semua orang disana.
"Ka-kami belum menemukan keberadaan Tao sampai saat ini" jawab Suho pelan dan merasa bersalah.
Hangeng mendekati tempat tidur Heechul. Namja cantik itu nampak tertidur dengan tenang.
"Dokter sempat memberinya obat tidur karena histeris saat mendengar Tao menghilang" jelas Kai.
"Apa polisi belum memberikan penjelasan?" tanyanya kemudian.
"Mereka masih menyelidiki CCTV yang terpasang disekitar rumah sakit dan beberapa disudut jalan" jawab Sehun.
"Maafkan kami. Kami lalai menjaga Tao" ucap Chanyeol merasa sangat bersalah. Bagaimana mungkin 6 orang namja dengan kemampuan yang tidak diragukan lagi, bisa lalai menjaga seorang bocah berumur 17 tahun.
"Ini bukan salah kalian. Kami lah yang bersalah, pekerjaan kami yang membuatnya mengalami kejadian ini" sahut Hangeng.
Heechul membuka matanya perlahan. Yang pertama ia lihat adalah Hangeng yang menggenggam tangannya.
"Ha-hannie..." ucap Heechul lemah.
"Jangan khawatir, mereka akan segera menemukan Tao" Hangeng langsung memeluk Heechul yang mulai menangis.
"Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? Seandainya aku tidak berada disini, Tao pasti tidak akan menghilang" ucap Heechul disela tangisnya.
"Sstt... Jangan berkata seperti itu. Tidak ada yang salah disini" Hangeng coba menenangkan Heechul.
"Oya, dimana Kris? Aku tidak melihatnya diluar?" tanya Hangeng menyadari sedari tadi ia belum bertemu Kris.
"Kris ikut dengan pihak kepolisian menyelidiki kamera CCTV yang terpasang" jelas Chen yang sempat menghubungi Kris tadi.
"Semoga saja para wartawan belum mengetahui soal hilang nya Tao, mereka pasti akan membuat berita yang berlebihan" ucap Hangeng.
Tapi rupanya para wartawan sudah berkumpul di depan rumah sakit. Mereka sudah mendengar kabar hilang nya Tao. Semua orang menduga hilang nya Tao berkaitan dengan pemilu yang akan diadakan sebentar lagi. Bodyguard Hangeng dan Heechul yang berjaga diluar rumah sakit segera menghadang para wartawan itu agar tidak masuk kedalam rumah sakit.
"Sepertinya para wartawan meminta penjelasan atas kejadian ini" ujar Chanyeol melihat kerumunan wartawan dari jendela kamar Heechul.
"Sepertinya kita tidak bisa diam saja seperti ini dan menunggu kabar dari kepolisian" Suho mulai jengah karena sampai sekarang polisi belum memberikan kabar yang berarti.
"Apa kami boleh bergerak sendiri?" tanya Sehun.
Hangeng dan Heechul saling bertatapan sebelum akhirnya menganggukkan kepala mereka.
"Kami percayakan pada kalian" sahut Heechul kemudian.
Ke 5 namja itu berpamitan pada Hangeng dan Heechul. Diluar mereka disambut dengan berbagai macam pertanyaan dari wartawan. Namun para wartawan harus menelan kekecewaan mereka tidak mendapatkan jawaban dari ke lima nya.
Chanyeol sudah siap dibalik kemudi mobilnya. Sementara Sehun yang duduk dikursi sebelahnya sibuk mengotak-atik laptop miliknya.
"Kau sedang apa?" tanya Chen yang duduk dibelakang.
"Sedang membobol sistem keamanan di kepolisian" jawab Sehun yang masih sibuk.
"Kau gila Hun? Itu tindakan kriminal" seru Chanyeol terkejut.
"Kriminal atau bukan tapi sepertinya pihak kepolisian menyembunyikan bukti-bukti yang mereka dapatkan"
"Aku sudah menghubungi Kris Hyung, dia bilang akan menyusul setelah mendapatkan sesuatu" tambah Chen.
Mobil yang kemudikan Chanyeol memasuki sebuah gang yang cukup lebar namun sepi. Dibelakangnya ada mobil yang dikemudikan oleh Suho dan Kai. Mereka berhenti tepat disebuah rumah yang terkesan tua dan ditinggalkan. Tembok rumah itu dipenuhi oleh tanaman merambat yang semakin menambah kesan menyeramkan.
"Aku tidak menyangka kita akan kembali ke rumah ini lagi" kata Chen sambil menatap rumah didepannya ini.
"Karena disinilah satu-satunya tempat yang aman untuk kita bergerak" sahut Sehun.
"Bagaimana? Apa kau mendapatkan sesuatu?" tanya Chanyeol mengintip laptop yang Sehun bawa.
"Jangan panggil aku Sehun jika aku tidak berhasil mendapatkan apa yang ku mau" sahut Sehun bangga.
"Bagaimana dengan Luhan? Apa kau sudah mendapatkannya?" kata Kai yang baru saja tiba bersama Suho.
"Bukan urusan mu, Jong" sungut Sehun dengan wajah datar.
...
Sementara itu disebuah gudang tua yang sudah tak terpakai lagi, terlihat Tao yang terkulai lemas diatas kursi sementara kaki dan tangannya terikat. Perlahan Tao membuka matanya. Yang pertama ia rasakan adalah gelap dan sedikit bau amis dari besi yang berkarat. Menyadari kaki dan tangannya terikat, Tao coba melepaskan ikatannya tapi nihil.
Hanya ada sebuah lampu kecil yang berada tepat diatas Tao. Selebihnya hanyalah kegelapan. Tao hanya bisa menduga kalau ia berada ditengah-tengah sebuah gudang yang sudah tak terpakai. Dan mungkin ia berada didekat laut karena sayup-sayup ia mendengar seperti suara ombak.
"Rupanya kau sudah bangun"
Sebuah suara terdengar dari kegelapan yang ada di depan Tao.
"Si-siapa?" ucap Tao takut.
"Untuk ukuran anak kecil seperti kau, kau cukup menyusahkan. Ditambah para pengawal mu semakin membuat ku susah untuk melenyapkan kalian satu-persatu" ucap suara itu lagi.
Jika didengar dari suaranya, Tao menduga itu suara namja yang sudah berumur. Ia lantas teringat akan menteri Ahn.
"Me-mentri Ahn?" kata Tao pelan.
Sosok namja muncul dibalik kegelapan. Meski sudah menduga kalau itu adalah menteri Ahn, tapi tetap saja Tao terkejut melihat menteri Ahn adalah otak dari penculikan ini.
"Kau merasa takut huh?!"
Mentri Ahn mendekati Tao yang masih terikat disebuah kursi.
"Ke-kenapa anda melakukan ini?" tanya Tao berusaha tenang.
"Kenapa? Kau tanya kenapa?"
Namja paruh baya itu tertawa kencang sebelum akhirnya menarik rambut belakang Tao, membuat Tao mendongakkan kepalanya.
"Tanyakan saja pada kedua orang tua mu itu ! Mereka munafik !" teriak nya penuh amarah.
"Proyek yang sudah ku rencanakan sejak beberapa tahun yang lalu hancur berantakan karena ulah orang tua mu ! dan kau tahu apa yang terjadi? Seharusnya aku mendapatkan keuntungan dari proyek itu, tapi kemalangan yang ku dapat !" tambahnya.
Tao teringat, beberapa tahun yang lalu kedua orang tua nya tidak sengaja membongkar proyek gelap yang dilakukan oleh beberapa pejabat. Ia tidak menyangka kalau menteri Ahn juga salah satu yang terlibat dalam proyek itu.
"Tapi sekarang aku tidak perlu khawatir, setelah menghabisi mu aku akan menghabisi kedua orang tua mu. Sangat mudah untuk membuatnya terlihat seperti kecelakaan" kata menteri Ahn sambil mengeluarkan sebilah pisau lipat dari saku baju nya.
Suara pintu gudang yang terbuka dengan cukup kencang sedikit membuat Tao terkejut. Dan Tao lebih terkejut lagi saat melihat siapa yang datang.
"Jaehyo Hyung?"
Beberapa hari ini Tao tidak bertemu dengan Jaehyo disekolah. Namja tampan itu terlihat lebih kurus, dan ada beberapa luka memar pada wajah dan tangannya yang terbalut perban.
"Hyung, aku mohon lepaskan aku" ronta Tao.
Jaehyo yang melihat Tao terikat seperti itu, sebenarnya ia tidak tega. Namun ancaman dari menteri Ahn membuatnya tak bisa berbuat apa-apa.
"Berkhianatlah kalau kau berani, maka tulang belulang ibu mu akan kuberikan pada anjing peliharaan ku"
Jaehyo terpaksa menuruti semua perkataan mentri Ahn. Semasa hidupnya umma nya sudah sangat menderita, ia tidak mau bahkan saat umma nya sudah tiada pun masih merasakan penderitaan.
"Hyung, lepaskan aku" pinta Tao lagi.
"Ma-maafkan aku Tao" sahut Jaehyo pelan.
"Kau memang anak ku" ucap menteri Ahn bangga pada Jaehyo.
...
"Kau menemukan sesuatu?" tanya Kai yang duduk disebelah Sehun.
"Tunggu sebentar, aku hampir berhasil masuk kedalam sistem keamanan kepolisian" sahut Sehun masih fokus pada laptopnya.
"Sudah hampir satu tahun kita tidak menggunakan semua peralatan ini" kata Chen tiba-tiba.
"Dan kita juga sudah lama tidak menempati rumah ini" tambah Suho.
"Yah mungkin karena selama ini kita hanya mendapatkan tugas yang masih tergolong enteng" ucap Chanyeol.
Rumah tua itu penuh dengan peralatan yang bisa dibilang sangat canggih. Dan tak seorangpun kecuali mereka berenam yang mengetahu perihal rumah tua ini. Rumah ini dulunya mereka gunakan untuk mencari informasi yang berhubungan dengan pekerjaan mereka sebagai bodyguard. Mereka bisa mencari tahu profil orang yang akan mereka lindungi dan siapa saja yang nantinya akan menjadi musuh orang yang mereka lindungi itu.
"Berhasil !" teriak Sehun kegirangan.
Keempat namja sisa nya langsung mengerubuti Sehun.
"Apa yang kau dapat?" tanya Chen penasaran.
"Bukti suap yang dilakukan mentri Ahn atas kasus penggelapan proyek beberapa tahun lalu dan rekaman CCTV disudut jalan dan rumah sakit" jelas Sehun.
"Sudah kuduga pasti menteri Ahn memiliki orang dalam di kepolisian" ujar Chanyeol setelah melihat rekaman CCTV yang berhasil didapatkan Sehun.
"Lihatlah ada mobil polisi tak jauh dari lokasi hilangnya Tao dan mereka hanya diam saja" tunjuk Suho pada layar laptop.
"Aku akan memperbesar plat nomor mobil yang mencurigakan ini" ucap Sehun setelah melihat sebuah mobil yang mencurigakan keluar dari dalam gang yang cukup sempit.
Brak...
Pintu terbuka dengan bantingan keras.
"Apa kau yang melakukannya?" tanya Kris langsung.
"Hyung ! bisakah kau tidak membuat kami jantungan?" protes Kai yang sempat terlonjak kaget karena suara bantingan pintu.
"Keamanan kepolisian, apa kau yang melakukan nya Hun?" tanya Kris lagi.
"Nde~ Bagaimana reaksi mereka Hyung?" Sehun balik bertanya.
"Mereka panik. Bagaimana? Apa kau mendapatkan sesuatu yang bagus?"
Sehun kembali mengotak-atik laptop miliknya.
"Aku sudah mendapatkan plat nomor mobil van hitam ini" kata Sehun.
Chen yang berada didekat Sehun segera mengambil ponsel miliknya dan mengetikkan nomor plat mobil pada ponselnya.
"Apa yang sedang kau lakukan Hyung?" tanya Kai melihat Chen sibuk dengan ponselnya.
"Mencari tahu mobil itu terdaftar atas nama siapa" jawab Chen tanpa mengalihkan pandangannya.
...
Rumah sakit tempat Heechul dirawat masih penuh dengan wartawan dan beberapa polisi yang berjaga diluar rumah sakita dan disekitar kamar Heechul. Hangeng masih setia menemani Heechul. Mereka sudah mendapatkan kabar dari Kris tentang rekaman CCTV. Sekretaris Hangeng masuk kedalam kamar rawat Heechul dengan wajah panik.
"Mereka meminta anda segera mengadakan konfrensi pers soal kasus hilang nya Tao" ucap sekretaris Hangeng.
Hangeng menghela napasnya berat. Sudah beberapa jam Tao menghilang dan sampai saat ini belum ada kejelasan dari polisi, bagaimana Hangeng akan memberikan statmentnya pada media nanti.
Drrttt...Drrrtt...
Hangeng segera menyambar ponselnya, berharap seseorang yang menghubunginya memberikan kabar soal Tao.
"..."
"Benarkah? Baiklah, aku percayakan semua pada kalian"
"..."
Hangeng menutup sambungan teleponnya.
"Siapkan tempat untuk mengadakan konfrensi pers sekarang" ucapnya kemudian.
Sekretaris Hangeng langsung keluar kamar setelah mendengar perintah dari atasannya itu.
"Ada apa? Apa mereka berhasil menyelamatkan Tao?" tanya Heechul cemas.
"Mereka pasti membawa Tao pulang" kata Hangeng.
Karena mendadak, konfrensi pers diadakan di aula rumah sakit. para wartawan yang berada diluar rumah sakit sejak tadi langsung saja menyerbu kedalam. Setelah menunggu selama 10 menit, akhirnya Hangeng muncul.
"Maaf membuat kalian menunggu lama" ucap Hangeng sambil membungkukkan badannya.
"Kalian pasti ingin mengetahui kabar tentang Tao anak ku, yang menjadi korban penculikan"
"Apa anda sudah tahu siapa dalang penculikannya?" tanya seorang wartawan.
"Saat ini aku belum mengetahui siapa dalang penculikan Tao. Tapi beberapa orang bawahan ku sudah mengetahui tempat dimana Tao disekap."
"Apa kami boleh mengetahui tempatnya?"
"Sayang sekali, ini masih rahasia. Biarkan para bawahan ku bekerja dengan tenang saat ini. Dan aku mohon doa nya semoga anak ku bisa kembali dengan selamat" tutup Hangeng mengakhiri konfrensi persnya.
...
Sebuah mobil van hitam melaju di tengah jalanan kota Seoul. Hujan yang baru saja mengguyur kota Seoul tidak menghambat laju mobil itu. van hitam itu terlihat lincah melaju di jalanan yang basah. Jika diperhatikan, van itu berisi 6 namja tampan yang terlihat memakai hoodie hitam.
"Arah jam 7 ada belokan, kita masuk ke dalam" instruksi Sehun dengan menggunakan ponselnya.
"Bukan kah ini jalur menuju pelabuhan?" ucap Kai merasa mengenali jalur yang akan melewati ini.
"Pelabuhan?" ulang Chanyeol.
"Beberapa kilo dari sini ada sebuah pelabuhan tua yang tidak terpakai, disana terdapat banyak gudang kosong tua yang ditinggalkan begitu saja" jelas Kai.
"Dan kurasa itu tempat yang cocok untuk menyekap orang" sahut Chen.
Kris yang memegang kemudi mobil hanya diam. Ia hanya mendengarkan instruksi Sehun yang duduk di kursi penumpang disebelahnya.
"Ingat, jangan bertindak sembarangan" pesan Suho.
"Kau sudah mengatakan itu sebanyak 20 kali dalam dua jam ini Hyung" ucap Kai merasa bosan.
"Sepertinya kita harus memberikan sambutan lebih awal" ujar Kris.
Didepan mereka terdapat sebuah pintu masuk besar yang dijaga oleh beberapa orang dan sepertinya mereka bukan orang biasa. Dengan sigap mereka memakai sarung tangan masing-masing.
"Mari kita beri mereka sambutan yang meriah" ucap Chanyeol yang sudah siap dengan kepalan tangannya.
"Hey ! apa yang kalian lakukan disini? Disini bukan tempat untuk orang asing seperti kalian" hardik seorang namja bertubuh cukup besar.
Chanyeol yang sudah terlebih dahulu keluar dari mobil langsung melayangkan tinju nya. namja yang terkena pukulan Chanyeol hampir saja jatuh tersungkur, sudut bibirnya mengeluarkan darah akibat pukulan dari Chanyeol.
"Wow, rupanya kau lawan yang cukup kuat" ucap Chanyeol merasa tertantang karena namja itu masih sanggup berdiri setelah menerima pukulannya.
Rupanya ada beberapa orang yang melihat Chanyeol memukul teman mereka. Sekitar 10 orang berbadan besar keluar dari tempat mereka.
"Saatnya kita menghabisi mereka" ujar Kai yang sudah siap memukul.
10 melawan 6 memang terlihat tidak seimbang. Hampir beberapa kali Suho dan Chen terkena pukulan, tapi untung saja refleks mereka cukup bagus.
Bugh...
Chen berhasil menendang seorang namja yang hampir saja memukul Sehun dari belakang.
"Terima kasih Hyung" ucap Sehun dengan keringat diwajahnya.
"Simpan terima kasih mu untuk nanti, aku sudah mulai lelah menghadapi mereka" sahut Chen.
"Sial ini akan menghabiskan banyak waktu" ucap Suho sambil mengatur napasnya.
"Kris Hyung, kau cari Tao. kami akan mengurus mereka" seru Chanyeol.
Kris memukul kencang namja yang berdiri dihadapannya dan segera masuk ke dalam area pelabuhan.
Pelabuhan itu cukup luas, ditambah banyaknya gudang kosong yang tidak terpakai. Akan sangat membuang waktu jika Kris mencari Tao didalam gudang satu persatu. Mata Kris menangkap sebuah gudang yang dijaga oleh 3 orang namja. Perlahan, Kris mendekati gudang itu. suasana yang gelap dan ditambah Kris memakai Hoodie hitam menguntungkannya untuk mendekati gudang tanpa ada yang menyadarinya.
"Hey apa kau tahu siapa namja yang di dalam gudang itu?" tanya salah seorang dari mereka.
Kris yang berada ditempat persembunyiannya mendengarkan dengan seksama percakapan tiga namja itu.
"Entahlah, aku tidak perduli siapa dia. Yang penting setelah ini kita mendapatkan uang banyak" sahut salah satu dari mereka.
"Ku dengar namja itu anak dari salah satu menteri yang terkenal"
Dua namja disana sepertinya cukup terkejut dengan perkataan teman mereka.
"Benarkah? Darimana kau tahu?"
"Aku tidak sengaja mendengar percakapan si tua itu dengan anak buahnya"
Kris menangkap percakapan mereka dengan jelas. Dan sepertinya namja yang berjaga disini bukanlah lawan yang berat untuk Kris. Ia keluar dari tempat persembunyiannya.
"Si-siapa kau?"
Mereka terkejut dengan kemunculan Kris. Tanpa banyak basa-basi, Kris langsung menghajar ketiga namja itu. Tak membutuhkan banyak waktu untuk membuat ketiganya tersungkur.
Grek...
Kris membuka pintu gudang itu. Mata Kris membulat saat melihat Tao terikat ditengah gudang.
"Tao !"
Kris berlari menghampiri Tao. Namun belum sempat Kris mendekati Tao, seseorang memukulnya dari belakang dengan balok kayu.
Bugh...
"Argh... !" Kris jatuh tersungkur.
Tao yang mendengar suara teriakan segera membuka matanya. Ia terkejut mendapati Kris tengah tersungkur sambil memegangi pundaknya.
"Kris?!" teriak Tao.
"Sudah ku duga, kalian pasti akan mengganggu rencana ku lagi" kata menteri Ahn yang tiba-tiba muncul.
"Cih, kenapa aku tidak terkejut melihat anda dibalik semua ini" umpat Kris sambil berusaha berdiri.
"Jika kau mau bekerja sama dengan ku, aku akan memberikan bayaran 3x lipat dari yang diberikan keluarga Huang pada mu"
"Sampai mati pun aku tidak akan bekerja pada orang picik seperti mu"
Menteri Ahn tertawa kencang.
"Kau memang hebat Kris, kesetiaan mu seperti seekor anjing pada majikannya"
Belum sempat Kris melangkah untuk menghajar menteri Ahn, seseorang kembali memukulnya dari belakang.
Duagh...
Brugh...
Kris rasa kali ini tulang pada bahu nya bergeser akibat pukulan itu.
"Kau tidak akan bisa menyentuh ku, Kris" ucap menteri Ahn sinis.
Kris mengutuk suasana gudang yang cukup gelap, hanya ada lampu kecil yang ada diatas tempat Tao diikat. Kris coba berkonsentrasi, ia merasakan beberapa orang yang berdiri didalam kegelapan. Dengan menggunakan instingnya, Kris coba melawan mereka satu persatu.
Kalah jumlah dan suasana yang tidak mendukung, membuat Kris sempat menerima beberapa pukulan pada wajah dan tubuhnya. Dari 7 orang, kini hanya 3 orang yang tersisa.
Prok...prok...prok...
Menteri Ahn memberikan tepuk tangannya saat melihat beberapa bawahannya tersungkur akibat pukulan Kris.
"Aku ingin tahu apa setelah melihat ini, kau masih akan tetap sanggup melawan para bawahan ku"
Lampu gudang tiba-tiba menyala terang. Baik Kris maupun Tao menyipitkan mata mereka karena silau.
"Lepaskan Tao dan bertarunglah secara jantan !" teriak Kris seusai menyadari jebakan dari menteri Ahn.
Tepat diatas kepala Tao, teringat sebuah besi panjang. Tali yang mengikat besi itu berada ditangan menteri Ahn. Besi itu akan langsung menghujam kearah Tao jika menteri Ahn melepaskan tali yang ia pegang. Menteri Ahn tersenyum licik.
"Kurasa sebelum membunuh bocah itu, lebih baik aku membunuh mu terlebih dulu"
Tiga namja yang tersisa langsung menyerbu Kris, mereka memukulinya dengan membabi buta.
"Lawan mereka dan kau akan melihat bocah itu mati dengan besi tertanam dikepalanya" ujar menteri Ahn penuh kemenangan.
"Appa..."
Jaehyo muncul dibelakang menteri Ahn.
"Ah~ anak ku, kemarilah. Terima kasih karena kau telah membantu appa mu ini" ucap menteri Ahn.
Mata Kris berkilat emosi melihat Jaehyo disana, berdiri disebelah mentari Ahn.
"Seharusnya aku segera menghabisi mu waktu itu" ucap Kris sambil menghindari pukulan dari 3 namja yang menyerangnya.
"Kris ! lawan mereka !" teriak Tao tidak tega melihat Kris terus menerus mendapat pukulan tanpa berani melawan.
"Jangan hiraukan aku ! dia hanya mengancam mu !" tambahnya.
Bugh...Bugh...
Kris masih tidak mau melawan.
Tao memberontak, ia berusaha melepaskan ikatan tangannya yang dirasa mulai mengendur.
"Argh sial..." Tao rasa tangannya lecet karena sejak tadi ia terus coba melepaskan ikatan ditangannya.
Perjuangan Tao tidak sia-sia, dengan pergelangan tangan yang mengeluarkan darah akhirnya ikatan pada tangannya terbuka.
"Kris !" teriak Tao membuat Kris menatap kearah Tao yang sudah tidak terikat lagi.
Melihat hal itu, Kris menghentikan pukulan yang dilayangkan padanya. Sementara Tao berusaha membuka ikatan pada kaki nya.
"Tidak semudah itu" ujar menteri Ahn.
Grit...Grit..
Besi panjang yang berada diatas Tao perlahan menurun, rupanya menteri Ahn melepaskan tali yang membuat besi itu tergantung diatas. Tao masih sibuk melepaskan ikatan pada kakinya.
"Tao !" teriak Kris melihat besi itu kini meluncur dengan cepat tepat ke arah Tao.
Brak...
Jleb...
Tbc-
Semoga chapter ini gak mengecewakan.
Maaf kalo chapter ini ambureguel ._.
Terima kasih banyak untuk reader yang mau baca FF ini *bow*
Big thanks to:
AulChan12 | PURPLE-KIMIee | diahmiftachulningtyas | Cho hyena | Maple fujoshi2309 | unique fire | krispandataozi | Christal Alice | Re-panda68 | lanarava6223 | rossadilla17 | fallforhaehyuk | Guest | kat | Amechan95 | Lvenge | shintaelf | YuRhachan | | Brigitta Bukan Brigittiw | lolamoet | Panpan894 | TaosiFanfan | junghyema | ang always | Juniel Is A Vampir Hybrid | fanoy5 | sycarp | Fanfan Panda | meliarisky7 | Yizi | Kiki PurnamaSari | peachpetals | BangMinki | Oktavian | Peach Prince | cici fu | Xyln | channie92 | jennjof | Jung Sang Kyung | panpan|
Sekali lagi, kalau ada yang gak suka sama FF ini dan juga berlaku untuk FF yang lain silahkan konfirmasi lewat inbox atau bisa lewat FB, twitter,bbm biar gak ganggu reader lain *bow*
