Protect The Panda
Author: Lovara
Genre: Campur aduk cari sendiri aja -_-
Cast: Kris (24 tahun) Tao (17 tahun)
Suho (23 tahun) Yixing (18 tahun)
Chanyeol (22 tahun) Baekhyun (17 tahun)
Kai (20 tahun) Kyungsoo (17 tahun)
Sehun (20 tahun) Luhan (18 tahun)
Chen (22 tahun) Xiumin(18 tahun)
Jaehyo (Block B) (18 Tahun)
Summary: Siapa yang tidak kenal Huang Zi Tao? Anak tunggal dari pasangan Huang Hangeng dan Huang Heechul yang menjabat sebagai menteri yang paling berpengaruh di Korea. Namun kehidupan Zi Tao tidak semulus yang kita bayangkan, berulang kali ia hampir menjadi korban penculikan oleh saingan kedua orang tuanya. Untuk menjamin keselamatan anaknya, Heechul akhirnya memutuskan untuk menyewa 6 orang bodyguard sekaligus untuk putra semata wayangnya.
Ps: Yixing disini nggak ada hemofilia.
...
INI KONTEN YAOI ALIAS BL ALIAS BOY X BOY
.
GAK SUKA YAOI JANGAN BACA
.
GAK SUKA PAIRNYA SILAHKAN KELUAR
.
TIDAK MENERIMA BERBAGAI KRITIKAN TAJAM YANG MENJATUHKAN MOOD ATAU BAHKAN MENJELEK-JELEKKAN PARA CAST
.
SANGAT MENERIMA KRITIKAN DAN SARAN DENGAN BAHASA YANG SOPAN DAN EYD YANG DISEMPURNAKAN
.
"TYPO MERUPAKAN SEBAGIAN DARI IMAN"
...
LAST PRESENT
...
Tao sudah menutup matanya saat menyadari besi panjang yang tergantung diatas nya turun dengan cepat.
Brak...
Jleb...
Yang Tao rasakan hanya rasa ngilu karena tubunya terhempas ke samping, ikatan pada kaki nya pun sudah terlepas. Tao membuka mata nya pelan, saat menyadari besi itu tidak mengenai dirinya. Sesaat kemudian Tao terkejut melihat Jaehyo ada didekatnya dengan besi panjang yang menancap dipunggungnya.
"Hyung !" teriak Tao lalu menghampiri Jaehyo.
"Ta-Tao..." ucap Jaehyo lemah.
Darah segar keluar dari punggung dan mulutnya. Namja itu tersenyum kecil melihat Tao baik-baik saja.
"Hy-hyung, bertahanlah..."
"Ma-maafkan aku Tao..."
Tao merasakan darah mengalir deras dari punggung Jaehyo.
"Ja-jangan banyak bergerak Hyung, nanti luka mu semakin lebar" ucap Tao ketakutan melihat darah yang semakin banyak.
"Ta-tao... maaf, a-ku tidak bermaksud menjebak mu..."
"Hiks... kau tidak salah Hyung, Jangan berkata seperti itu"
Jaehyo mengulurkan tangannya dan membelai wajah Tao.
"Aku... menyukai mu Tao. A-aku ingin suatu hari ki-kita bisa pergi bersama"
"Hiks... Hyung, aku janji setelah ini kita akan pergi bersama Hyung. Kau harus bertahan"
Jaehyo tersenyum kecil.
"Tidak Tao... Ini kesempatan terakhir ku, untuk menebus se-semua kesalahan ku... Uhuk-"
"Hyung bertahanlah..." seru Tao saat Jaehyo kembali memuntahkan darah segar.
Namja itu sempat melirik Kris yang masih terdiam tak jauh dari mereka.
"Dia bisa menjaga mu Tao... Ak-aku tahu kau juga menyukai nya"
Jaehyo tersenyum sebelum akhirnya menutup mata nya.
"Hyung !" teriak Tao sedih.
Ia memeluk Jaehyo yang kini sudah tidak bernapas lagi. Tao tidak memperdulikan ceceran darah yang kini mengotori seluruh tubuhnya.
"Anak bodoh, untuk apa membuang nyawa nya sia-sia" gerutu menteri Ahn melihat Jaehyo sudah tidak bernapas.
Kris segera tersadar. Merasa tidak ada lagi yang perlu ia khawatirkan, ia langsung menghajar ketiga anak buah menteri Ahn yang tadi sempat membuat nya babak belur.
Menyadari posisi nya kini terancam, menteri Ahn mengeluarkan sepucuk pistol dari balik jas hitam nya. Kris yang masih disibukkan dengan anak buah menteri Ahn tidak menyadari kalau menteri Ahn mendekati Tao dan menodongkan pistolnya.
"Jangan bergerak atau kepala nya akan meledak" ancam menteri Ahn sambil menodongkan pistolnya.
"Sial..."
Menteri Ahn menyeret Tao menuju pintu keluar gudang. Diluar gudang rupanya Chanyeol dan yang lain sudah menunggu, tapi mereka tidak bisa berbuat banyak karena menteri Ahn membawa Tao bersama nya.
"Hahaha... Kalian tidak semudah itu menangkap ku"
Menteri Ahn berjalan menjauhi gudang dan sampai pada tepi laut. Angin malam yang dingin tidak membuat nya gentar.
"Aku akan membunuh anak ini dan membuang nya ke laut, setelah itu aku bisa menghabisi kalian" ucapnya sambil mendekati dermaga.
"Tetap waspada, jangan biarkan dia melakukan hal itu" ucap Suho pelan.
Kris menatap mata Tao dan memberikan isyarat untuk menunduk. Saat Kris menganggukkan kepalanya pelan, saat itu juga Tao menyikut perut menteri Ahn dan langsung menundukkan kepalanya.
Jleb...
Doorr...
"Argh..."
Bersamaan dengan Kris yang melemparkan belati kearah menteri Ahn, rupanya menteri Ahn juga menarik pelatuknya dan mengenai lengan kanan Tao. Belati yang Kris lempar tepat mengenai bahu menteri Ahn.
Sehun dan Kai berlari untuk menolong Tao. Sisa nya meringkus menteri Ahn yang kesakitan akibat belati yang dilempar Kris.
...
Polisi datang 15 menit kemudian setelah Chen menghubungi Hangeng. Mereka segera meringkus menteri Ahn dan beberapa anak buah nya yang pingsan.
Dua buah ambulance berada disana untuk memberikan pertolongan. Tao dan Kris segera mendapatkan pertolongan akibat luka yang mereka dapatkan. Saat sedang diobati, Tao melihat petugas ambulance membawa mayat Jaehyo yang ditutupi dengan kain putih.
"Tu-tunggu sebentar"
Tao menghentikan petugas yang membawa mayat Jaehyo. Ia membuka kain penutup itu dan melihat Jaehyo yang menutup mata nya dengan damai.
"Hyung, terima kasih. Aku tidak akan melupakan mu sampai kapan pun. Kau penyelamat ku Hyung" ucap Tao lalu mencium pipi Jaehyo sekilas.
"Tao...!"
Hangeng dan Heechul muncul diantara kerumunan polisi.
"Appa, Umma" Tao menyambut kedua orang tua nya dan memeluknya.
"Kau baik-baik saja sayang?" tanya Heechul yang bahkan masih memakai pakaian rumah sakit.
"Aku baik-baik saja umma, hanya sedikit terluka" jawab Tao.
Hangeng dan Heechul membawa Tao masuk kedalam mobil mereka.
"Antarkan kami kembali ke rumah sakit" perintah Heechul pada sopir pribadinya.
Mobil yang ditumpangi mereka bertiga keluar dari area pelabuhan.
"Kau harus mengobati luka mu, Tao" ujar Heechul menyadari lengan putra nya itu terluka.
"Mereka sudah mengobati nya tadi umma~"
"Tao, maafkan kami" kata Hangeng tiba-tiba.
"Kenapa appa meminta maaf?" tanya Tao tidak mengerti.
"Ini semua karena pekerjaan kami. Kami yang membuat mu dalam bahaya seperti ini" lanjutnya.
Tao memeluk appa nya erat. "Aku tidak pernah menyalahkan kalian hanya karena membuat ku cedera seperti ini"
"Kami sudah berpikir matang. Mungkin kami akan mengundurkan diri dari jabatan pemerintahan. Kami tidak ingin melihat mu terluka lagi seperti ini" tambah Heechul.
"Kalian yakin? Bukan kah impian kalian bisa membantu banyak orang. Dan kalian bisa melakukannya lewat jabatan kalian sekarang ini?" ujar Tao tidak menyangka kedua orang tua nya akan mengundurkan diri dari jabatan mereka.
"Kami hanya tidak ingin melihat putra kami terluka lagi. Orang tua mana yang tega membiarkan anak nya terluka?" sahut Hangeng.
"Appa... Umma... Dulu kalian pernah mengatakan kalau bekerja dipemerintahan adalah cita-cita kalian. Aku tidak setuju jika kalian sampai berhenti dari jabatan kalian hanya karena masalah ini"
"Tapi sayang-"
Tao langsung memeluk Heechul. "Kejadian ini tidak akan terjadi lagi. Bukan kah appa dan umma sudah menyewa 6 bodyguard untuk ku?"
Hangeng tersenyum lalu memeluk Tao dan Heechul erat. "Aku bangga memiliki kalian"
"Jadi, kalian tidak akan mengundurkan diri bukan?" tanya Tao.
Hangeng dan Heechul saling berpandangan, lalu menganggukkan kepala mereka.
...
"Panda~" Baekhyun yang baru datang langsung saja memeluk Tao.
"Yah ! kau membuat luka ku terbuka lagi, Baek" teriak Tao karena Baekhyun tidak sengaja menekan luka dilengannya.
"Hehe... Mianhe. Kau tahu? Aku khawatir sekali saat Chanyeol bilang kau menghilang kemarin" cerocos Baekhyun.
"Tapi syukurlah sekarang kau sudah selamat" tambah Kyungsoo.
"Kalian hanya datang berdua?" tanya Tao heran karena Kai dan Sehun tidak bersama Baekhyun dan Kyungsoo.
"Tadi kami bersama Kai dan Sehun, tapi sepertinya mereka sedang membeli makanan" jawab Kyungsoo.
"Ceritakan pada kami, Tao" ujar Baekhyun antusias.
"Untuk apa aku menceritakan nya pada mu?" sahut Tao.
"Sungguh, jika bukan karena kau sedang sakit, kupastikan aku akan menendang mu"
"Oh, kalian rupa nya juga datang?" kata Luhan yang baru saja datang bersama Yixing dan Xiumin.
"Bagaimana keadaan mu, Tao?" tanya Yixing sambil meletakkan buah yang mereka bawa diatas meja.
"Aku baik-baik saja Ge~. Umma saja yang terlalu berlebihan menyuruh ku untuk istirahat dirumah sakit" jawab Tao.
"Kami sempat terkejut saat mendengar berita kau menghilang" ujar Xiumin.
"Maaf membuat kalian khawatir" ucap Tao pelan.
Yixing berada didekat Tao memeluknya. "Kau tidak perlu meminta maaf seperti itu, Tao"
Pintu kamar tempat Tao dirawat terbuka. Sehun dan Kai masuk dengan kantung belanjaan ditangan mereka. Kyungsoo dan Luhan secara refleks membantu kedua nya membawakan kantung belanjaan itu.
"Suho Hyung dan Chanyeol akan menyusul nanti. Mereka bilang ada rapat disekolah" kata Kai sebelum ada yang bertanya kemana Suho dan Chanyeol.
Sedangkan Kris, karena sempat mendapatkan luka. Ia terpaksa tidak masuk mengajar hari sama seperti Tao. Tapi namja itu tidak mau beristirahat dirumah sakit, Kris lebih memilih untuk istirahat dirumah.
...
Tao menutup buku nya bosan. Jam baru menunjukkan pukul 8 malam, tapi teman-temannya sudah pulang sejak tadi. Kedua orang tua nya kini sibuk mengurus insiden kemarin yang sempat membuat Tao celaka. Ia mendengus kesal karena tidak seorangpun yang menemani nya disini. Didepan kamar Tao hanya ada dua orang bodyguard milik Heechul yang setia menjaga 24 jam.
Cklek...
Pintu tempat Tao dirawat terbuka, Tao tidak bisa melihat siapa yang datang karena terhalang tembok. Tapi ia berharap yang datang adalah orang tua nya atau teman-temannya.
"Tao?"
Itu suara Kris. Refleks, Tao menarik selimutnya dan memejamkan mata. Tao merasakan Kris berjalan mendekati tempat tidurnya.
"Kau sudah tidur?" ucap Kris melihat Tao menutup matanya.
Kris mendudukan dirinya ditepi ranjang Tao. Ia menatap Tao yang terlihat tidur dengan tenang, seolah tidak terganggu dengan kedatangannya.
"Maaf... Aku membuat mu terluka. Seharusnya aku datang lebih cepat waktu itu" ucap Kris tanpa tahu bahwa Tao mendengar semua ucapannya.
"Aku tidak menepati janji ku pada umma mu. Kurasa aku tidak berhak melindungi mu mulai sekarang"
"..."
"Rasanya menyakitkan saat orang yang kita cintai terluka didepan mata sendiri"
Tao mencoba tetap tenang meskipun mendengar semua ucapan Kris. Tao rasa ada yang Kris dan umma nya sembunyikan selama ini. Karena mereka berdua terlihat seperti sudah mengenal satu sama lain.
"Aku sudah gagal sebagai bodyguard mu, membiarkan mu terluka seperti ini" ujar Kris sambil menatap lengan Tao yang masih terbalut luka.
"Maafkan aku Tao..."
Setelahnya tidak ada lagi suara Kris. Perlahan Tao membuka matanya dan menyadari Kris sudah tidak disana lagi.
"Rasanya menyakitkan saat orang yang kita cintai terluka didepan mata sendiri"
Tao teringat ucapan Kris tadi.
"Orang yang ia cintai? Kris menyukai ku?" ucap Tao sendiri.
Tao rasa ia perlu menanyakan hal ini langsung pada Kris. Secepat kilat Tao turun dari ranjangnya dan berusaha mengejar Kris.
"Anda mau kemana?" tanya seorang pengawal yang berjaga diluar.
"Aku ingin menyusul Kris, kearah mana dia pergi?" jawab Tao.
Tao langsung berlari menuju arah yang ditunjuk salah seorang pengawalnya itu. Dibelakangnya, para pengawal yang bertugas menjaga Tao mengikutinya. Rupanya dewi fortuna tidak berpihak pada Tao, saat ia sampai dibasement rumah sakit, Ia melihat mobil milik Kris sudah melaju keluar.
...
Setelah berhasil merengek pada Heechul dan dokter yang bertugas memeriksanya, Tao akhirnya diperbolehkan untuk pulang kerumah. Dengan catatan, ia masih harus beristirahat total.
Beberapa orang maid dari rumah membantu Tao membereskan barang-barangnya. Salah seorang maid muncul dengan membawa kursi roda.
"Untuk apa kursi roda itu?" tanya Tao yang masih duduk diatas ranjangnya.
"Kata Nyonya besar, tuan muda harus memakai kursi roda ini" jawab nya sopan.
"Lengan ku yang terluka, bukan kaki ku. Aku masih bisa berjalan dengan baik" gerutu Tao.
Tao akhirnya sampai dirumah setelah perjalanan selama kurang lebih 1 jam. Pada akhirnya Tao memakai kursi roda itu, salah seorang maid membantu mendorong kursi roda Tao.
"Apa appa dan umma akan pulang terlambat hari ini?" tanya Tao.
"Tidak, mereka berdua akan pulang sebelum jam makan siang" jawab maid yang berada dibelakang Tao.
"Tinggalkan saja aku disini, aku akan ke kamar ku sendiri"
Maid itu menuruti perintah Tao. Tao berjalan menuju kamarnya yang berada dilantai 2. Ia melewati kamar Kris yang terletak tak jauh dari kamarnya.
"Apa mungkin Kris sudah mulai mengajar?"batin Tao.
Tak mau ada yang melihatnya berdiri didepan kamar Kris, Tao segera masuk ke dalam kamarnya. Tao merebahkan tubuhnya diatas kasur dan memeluk boneka panda miliknya. Kata-kata Kris kemarin selalu terngiang ditelinga Tao.
"Kris menyukai ku? Dia menyukai ku? Tapi waktu itu ucapannya?"
Tao teringat kembali akan perkataan beberapa waktu yang lalu, Kris melindungi Tao karena itu memang tugasnya sebagai bodyguard.
Tok...Tok...
Pintu kamar Tao diketuk pelan.
"Masuk..."
Heechul muncul dari balik pintu. Namja cantik itu tersenyum melihat putra kesayangannya berada didalam kamar.
"Umma~"
Heechul masuk kedalam dan memeluk Tao.
"Ku kira umma pulang nanti?" ujar Tao heran melihat umma nya pulang lebih cepat.
"Apa kau tidak ingin melihat umma, hmm?"
"Bukan seperti itu~"
"Bagaimana luka mu? Apa masih sakit?"
Tao menggeleng. "Sudah lebih baik. Aku tidak mengira rumah akan sesepi ini jika semua penghuni nya pergi.
...
Tao tengah bersantai di ruang keluarga saat Sehun dan Kai kembali dari sekolah. Mereka berdua terkejut mendapati Tao berada dirumah, bukannya dirumah sakit.
"Tao? Kami kira kau masih berada dirumah sakit?" ujar Sehun terkejut.
"Kami bahkan sudah berencana akan menjenguk mu dirumah sakit nanti" tambah Kai.
"Aku bosan disana, tidak yang menemani ku" sahut Tao.
"Apa lengan mu sudah sembuh?" tanya Kai.
Tao hanya menganggukkan kepala sebagai jawabannya. Bersamaan dengan itu, Chanyeol dan Suho juga kembali. Mereka sama terkejutnya dengan Sehun dan Kai saat melihat Tao dirumah.
"Aku bosan dirumah sakit" kata Tao sebelum Chanyeol atau Suho menanyakan pertanyaan yang pada nya.
"Dan lengan ku baik-baik saja" tambahnya.
"Oh, kalian sudah pulang? Para maid sudah menyiapkan makan siang untuk kita" ujar Heechul yang tiba-tiba muncul dari arah dapur.
Tao menyadari Kris tidak ada diantara mereka. Biasanya Kris akan pulang bersama Chanyeol dan Suho, tapi kali ini ia tidak melihatnya.
"Atau mungkin bersama Chen Hyung?" pikir Tao.
Tapi nyata nya Chen kembali kerumah seorang diri.
"Kemana Kris?"
"Apa kemarin Kris Hyung tidak memberitahu mu, Tao?" kata Sehun.
"Memberitahu apa?" tanya Tao tidak mengerti.
"Ku kira kemarin Kris Hyung mengunjungi mu dirumah sakit?" ucap Kai.
"Mu-mungkin aku sudah tidur saat dia datang. Memangnya apa yang akan Kris katakan?"
"Kris tidak memberitahukan secara jelas pada kami, tapi dia meminta libur selama satu Minggu" jawab Suho.
"Satu Minggu? Memangnya ada apa?"
"Kami juga tidak tahu, ku kira kemarin Kris Hyung berniat mengatakannya pada mu" sahut Chanyeol.
Bahkan sampai saat makan malam tiba pun, Tao tidak berhasil menghubungi ponsel Kris. Heechul menyadari Tao hanya mengaduk makanannya tanpa berniat memakannya sama sekali.
"Apa kau sudah selesai?" ujar Heechul membuyarkan lamunan Tao.
"Eh... Su-sudah. Aku akan langsung masuk ke kamar" pamit Tao.
Hangeng menatap heran Tao yang terlihat lesu hari ini.
"Ada apa dengannya? Apa dia sakit lagi?"
Heechul tersenyum. "Putra mu itu sedang mengkhawatirkan orang yang ia suka"
Mata Hangeng terbelalak lebar. "Tao? Tao menyukai seseorang? Siapa?"
"Kau akan tahu nanti, Hannie" ucap Heechul lalu berniat menyusul Tao.
Dikamar, Tao kembali coba menghubungi ponsel Kris dan tetap gagal. Sepertinya Kris sengaja mematikan ponsel miliknya.
"Dia tidak mengangkat nya?" ujar Heechul tiba-tiba muncul.
"Umma?! Kau mengagetkan ku" seru Tao terkejut.
Heechul lalu duduk ditepi ranjang Tao. "Mianhe. Apa Kris tidak mengangkat panggilan mu?"
"Me-memangnya siapa yang menghubungi Kris?" Elak Tao.
"Kau mungkin bisa membohongi yang lain, tapi tidak dengan umma mu, sayang."
"Apa umma pikir, Kris tidak akan kembali lagi?"
Heechul mengelus kepala Tao penuh sayang. "Dia sudah berjanji pada umma akan menjaga mu sampai kapan pun, sayang"
"Maksud umma?"
Flashback beberapa tahun yang lalu.
Heechul saat itu baru saja diangkat menjadi anggota pemerintahan. Sebagai anggota baru, ia menerima banyak tugas. Seperti malam ini, ia mendapat tugas untuk menghadiri jamuan makan malam bersama seorang tamu penting disebuah hotel ternama.
Heechul berniat pulang saat tamu itu sudah kembali ke hotel tempat ia menginap. Sebelum kembali, Heechul menyempatkan diri untuk membeli beberapa perlengkapan untuk putra tunggalnya, Tao.
Saat keluar dari toko, Heechul mendengar suar orang bertengkar dari sudut jalan. Karena penasaran Heechul pun mendekati sumber suara. Betapa terkejutnya Heechul saat melihat seorang anak laki-laki tengah berusaha melawan beberapa namja yang terlihat mabuk. Jumlah dan kekuatan yang tidak seimbang itu membuat sang anak beberapa kali mendapatkan pukulan.
"Yah ! apa yang kalian lakukan" teriak Heechul.
Menyadari ada orang dewasa, para namja itu langsung melarikan diri.
"Hey, kau baik-baik saja?" Heechul menghampiri bocah laki-laki yang terkapar.
Merasa tidak ada pergerakan, Heechul yang sangat cemas langsung membawa anak itu ke rumah sakit terdekat.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Heechul pada dokter yang memeriksa anak itu.
"Dia baik-baik saja. Tidak ada luka yang serius, tapi untuk sementara biarkan dia istirahat selama beberapa hari"
Heechul memasuki kamar tempat anak itu dirawat.
"Kau sudah bangun?" ucap Heechul melihat anak itu membuka matanya.
"Aku dimana?"
"Kau dirumah sakit. Aku yang membawa mu kemari karena kau pingsan tadi" jelas Heechul.
"Kenapa anda menyelamatkan ku?"
"Kurasa aku akan merasa bersalah seumur hidup ku jika tidak menolong mu tadi. Siapa nama mu?"
"Wu-Wu Yi Fan" jawab anak itu pelan.
"Kau dari China?"
Anak itu mengangguk.
"Kemana kedua orang tua mu? Kenapa kau bisa berurusan dengan para berandalan itu?"
Wu YI Fan atau Kris menceritakan kalau kedua orang tua nya meninggal saat ia masih kecil. Keluarga dari pihak umma nya yang tidak setuju dengan pernikahan kedua orang tua nya pun tidak mau merawat Kris dan memperlakukan Kris semena-mena. Jadilah Kris kabur dari rumah, sialnya ia bertemu dengan para berandalan itu.
Heechul menyeka air matanya setelah mendengar cerita dari Kris. Ia lalu mengeluarkan sebuah foto yang selalu ia simpan dalam tas nya.
"Lihat ini, ini anak ku. Dia baru berumur 1 tahun"
"Dia terlihat manis"
Heechul tersenyum. "Aku yakin kedua orang tua mu disurga akan sedih jika melihat mu seperti ini"
"Aku tahu sebuah tempat yang cocok untuk mu. Disana kau akan belajar banyak hal" ujar Heechul.
"A-anda tidak perlu melakukan hal seperti ini untuk ku. Aku tidak akan pernah membalas kebaikan anda"
"Jangan khawatir. Aku tidak akan meminta imbalan apa-apa dari mu. Kau akan ku masukan dalam sekolah bela diri milik kenalan ku"
"Sekolah bela diri?"
Heechul mengangguk. "Agar kau bisa melindungi diri mu sendiri suatu saat nanti. Dan melindungi orang yang kau cintai"
"Apa aku boleh mengetahui nama anak anda?"
"Zi Tao. Huang Zi Tao"
"Aku berjanji suatu hari nanti akan melindungi nya" batin Kris.
...
Ditemani Chen, Tao langsung mencari Kris malam itu juga. Tempat yang pertama Tao dan Chen cari adalah rumah tua milik mereka. Namun rupanya Kris juga tidak berada disana.
"Apa tidak ada tempat lain yang kemungkinan Kris datangi?" tanya Tao pada Chen.
Chen terlihat berpikir.
"Pantai? Sepertinya Kris Hyung, senang pergi ke pantai untuk menenangkan diri"
"Disini banyak pantai. Tidak mungkin kita mencarinya satu persatu" sahut Tao.
"Dimana pantai terdekat sekitar sini?"
"Gyengpo? Kurasa itu pantai terdekat dari sini" sahut Tao.
Chen langsung mengemudikan mobilnya menuju pantai yang Tao maksud. Tak perlu waktu lama untuk sampai ke pantai Gyengpo. Pantai itu nampak sepi dan hanya ada beberapa lampu jalan yang menerangi.
Tao memperhatikan dengan seksama setiap jalan yang ia lalui bersama Chen. Mata Tao tanpa senagaj menangkap siluet Kris yang berdiri di bibir pantai.
"Hyung, hentikan mobilnya" seru Tao.
Setelah Chen menghentikan mobilnya, Tao segera berlari menuju bibir pantai tanpa memperdulikan angin yang bertiup cukup kencang.
"Kris...?" seru Tao coba memastikan kalau yang ia lihat memang Kris.
"Ta-tao? bagaimana bisa kau disini?"
Kris tidak menyangka Tao akan menemukannya disini.
Grep...
Tao langsung memeluk Kris.
"Jangan pergi..." ucap Tao masih setia memeluk Kris.
"Kau pergi bersama siapa? Jangan bilang kalau kau pergi sejauh ini sendirian"
Tao melepaskan pelukannya dan menatap Kris.
"Kris, apa kau menyukai ku?" tanya Tao langsung.
Kris diam.
"Aku mendengar semua nya, semua yang kau katakan saat dirumah sakit. Aku tidak tidur saat itu"
Wajah tegang Kris berubah rileks. Ia pun membawa Tao dalam pelukannya.
"Bahkan jika kau membenci ku sekalipun, aku akan tetap menyukai mu" ujar Kris.
"Apa kau menyukai ku karena ingin membalas budi pada umma ku?"
Kris menangkup wajah Tao dengan kedua telapak tangannya. "Kau sudah mendengar ceritanya?"
Tao mengangguk sekilas.
"Kurasa aku benar-benar menyukai mu, Tao" balas Kris.
"Aku juga menyukai mu, Kris"
"Aku tahu itu" ucap Kris sambil tersenyum.
Mata tao terbelalak lebar. "Kau tahu?!"
Kris kembali tersenyum dan merapikan rambut Tao yang terkena angin.
"Aku tahu kalau menyukai ku. Ekspresi wajahmu terlihat jelas saat kau cemburu" kata Kris.
"Ka-kapan aku cemburu?" elak Tao.
"Saat siswi disekolah memberiku banyak hadiah waktu itu"
"Ak-aku tidak cemburu..."
"Kau cemburu sayang~"
"Pa-panggilan macam apa itu?" tiba-tiba saja Tao mendadak gugup saat Kris memanggilnya sayang.
"Bukan kah itu panggilan yang wajar untuk sepasang kekasih?" sahut Kris.
Tao tersipu malu, ia menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan rona merah pada pipinya.
"Ah, kau belum menjawab pertanyaan ku tadi"
Tao menatap Kris bingung.
"Kau kemari bersama siapa?" tanya Kris lagi.
"Astaga, aku melupakan Chen Hyung" pekik Tao.
...
"Apa kabar Hyung? Maaf aku baru sekarang menjenguk mu. Kuharap kau bahagia disana" ucap Tao didepan makam Jaehyo. Ia meletakkan sebuket bunga didepan makam Jaehyo.
Sebulan berlalu dan baru hari ini Tao sempat berkunjung ke makam Jaehyo. Ditemani Kris yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya, Tao memberikan penghormatan untuk Jaehyo.
"Hari ini aku datang bersama Kris Ge. Ku harap kau tidak marah, karena membawa Kris" ucap Tao sambil tersenyum.
"Jangan khawatir, aku akan menjaga Tao dengan baik. Kau cukup melindungi kami dari atas sana" tambah Kris sambil menggenggam tangan Tao.
Angin berhembus pelan, seolah memberitahu kedua nya kalau Jaehyo ikut senang dengan hubungan Kris dan Tao.
"Hyung, kau boleh menghantui Kris Ge jika dia berani bersselingkuh dibelakang ku" ujar Tao.
"Aku tidak akan melakukan hal itu, Baby" protes Kris.
"Tapi mereka selalu mendekati mu, bahkan meskipun Gege tidak menjadi guru lagi disekolah ku"
"Itu karena aku terlalu tampan, sayang"
Tao mendeathglare Kris.
"Hanya bercanda" Kris mengecup sekilas bibir Tao.
Memang sejak terbongkarnya status Kris dan yang lain sebagai pengawal Tao. mereka ber 6 mengundurkan diri dari sekolah, namun tetap menjadi bodyguard Tao atas permintaan Tao sendiri. Banyak yang terkejut setelah mendengar kalau mereka adalah bodyguard Tao.
"Sudah hampir malam, kita sebaik nya pulang sebelum umma mu menuduh Gege menculik mu" ajak Kris.
"Hyung aku pulang dulu. Aku akan kemari jika ada waktu" pamit Tao didepan makam Jaehyo.
End-
*bow* maaf kalau endingnya kurang memuaskan.
Maaf juga kalau kecewa sama endingnya.
Dengan sangat terpaksa harus hiatus sampai Desember TT^TT
Scene dirumah tua itu muncul pas abis nonton film horor, eh ternyata di scoby doo ada juga yah :3
Terima kasih banyak untuk reader yang sudah membaca FF ini dari awal sampe akhir.
Big thanks To:
diahmiftachulningtyas | cho hyena | | Guest | | Maple fujoshi2309 | lanarava6223 | HyuieYunnie | fallforhaehyuk | Guest | rossadilla17 | Jung Sang Kyung | Peach Prince | KrisTaoTao | LVenge | lolamoet | FanFan Panda | .35 | BangMinKi | ang always | IfaIfaTaoTaoExo | Brigitta Bukan Brigittiw | junghyema | krisTaoPanda01 | AulChan12 | Re-Panda68 | komomiki21 | 98 | Star | peachpetals | noname |
