Disclaimer : Naruto does not belong to me.
Warning : Skip the typos you'll find. AU, OOC.
Merry Christmas and Happy New Year, FFn! And let Neji go :')
Yoo. Happy reading, Minna! :D
Disorder Heaven
Chapter 2 : Cute Juvenile
"Tempat ini nggak banyak berubah, ya," ujar Gaara ketika ia dan kawan-kawannya telah sampai di depan sebuah bengkel mobil yang bisa dibilang besar itu.
"Iya, lah. Buat apa diubah? Bengkel ini kan udah bagus. Hehehe," canda si pemuda berwajah ceria, Naruto.
"Ya iya lah kamu bilang bagus. Orang kamu yang punya ini bengkel," timpal Gaara pada temannya yang berambut kuning itu.
"Gaar, waktu SMP kan kita selalu ke sini tiap pulang sekolah." Sasuke kini mulai ikut bicara.
"Hn. Inget kok," jawab Gaara. "Dulu kan kita nyebut tempat ini markas. Ya, kan?" katanya lagi.
Tawa Sasuke dan Naruto pun pecah seketika, mendengar apa yang teman mereka ucapkan tadi.
"Hahaha! Waktu itu kita masih konyol, Gaar!" seru Naruto.
"Ehm.." Sasuke berdehem. Sepertinya, candaan Naruto barusan sedikit menyinggung dirinya.
"E-eh.. Kamu nggak konyol, kok. Hihihi," ujar Naruto akhirnya, meralat pernyataannya barusan.
"Gaara!"
Di tengah percakapan ketiga pemuda tadi, tiba-tiba ada suara nyaring seorang perempuan memanggil nama si pemuda berambut merah. Siapa?
"Hai, Matsuri!" sapa Naruto pada gadis yang baru tiba ini.
"Hai, Naruto! Sasuke!" sapa balik sang gadis.
"Matsuri, ngapain kamu di sini?" tanya Gaara.
"Huuh! Emangnya nggak boleh, ya?" kesal gadis bernama Matsuri itu sambil mengerucutkan bibirnya.
"Bukan gitu.. Aku kan cuman nanya," kata Gaara lembut sambil merangkul bahu si gadis, lalu mengecup keningnya sekilas. "Kita duduk di sana aja, ya!" ajak pemuda yang memiliki tattoo di dahinya itu, diikuti oleh Naruto dan Sasuke. Mereka berempat lalu berkumpul dan duduk di sebuah kursi panjang yang ada di dalam bengkel tersebut.
"Bentar, ya. Aku ngambil makanan dulu," kata Naruto.
"Iya, cepetan," perintah Gaara.
"Biasa aja dong nyuruhnya," kesal Naruto sambil berlalu. Yah, yah. Gaara sebenarnya hanya bercanda dan Naruto tahu itu.
"Astagaaa! Kita udah lama banget ya nggak kumpul kayak gini!" Matsuri berucap senang.
"Tapi sekarang kan kita bisa kumpul tiap hari lagi," balas Gaara.
Matsuri tersenyum makin lebar. "Tentu!"
"Eh, Gaar! Itu mobil Neji bukan, sih?" tanya Sasuke tiba-tiba, membuat Gaara dan Matsuri yang tengah berbincang menengok ke arah luar bengkel. Terlihat sebuah Kia Forte Koup warna hitam terparkir dengan elegan di sana.
"Ya nggak tau lah. Kayak gimana mobilnya si Neji itu, aku mana tahu," sahut Sabaku muda itu sedikit kesal.
"Tuh kan. Coba liat siapa yang keluar," kata Sasuke meyakinkan temannya bahwa itu memang mobil milik Neji.
"Oh. Mau ngapain dia ke sini?
"Ya nggak tau," balas pemuda berambut raven itu.
Gaara mengeram, mendengar Sasuke yang membalas perkataannya barusan. Namun, amarahnya tidak keluar karena pandangannya menangkap sesosok gadis manis yang juga ikut keluar dari mobil hitam itu. Sepertinya gadis itu adalah...
"Si Pink tadi," gumam Gaara.
"Apa?" tanya Matsuri yang tidak mendengar jelas ucapan Gaara tadi.
"Bukan apa-apa. Kamu bakalan tau ntar," jawab pemuda beriris jade itu, disertai seringai misteriusnya.
Sasuke yang melihat perubahan ekspresi wajah Gaara, hanya tersenyum tak peduli. "Yang di kelas tadi masih kurang?"
Gaara hanya mengangkat bahunya sekali.
Sedangkan di depan bengkel, pemilik Kia hitam tadi menghampiri seorang pria yang sepertinya merupakan pekerja di bengkel itu.
"Selamat siang, Tuan," sapanya ramah. "Ada yang bisa saya bantu?"
"Steam car wash," jawab pemuda tampan yang masih berpakaian seragam Konoha High lengkap itu.
"Baik. Silakan tunggu di dalam," tawar si pegawai tadi.
"Terima kasih. Ayo, Hinata," ajak si pemuda kepada gadis yang ada di sebelahnya untuk mengikutinya ke dalam.
Neji dan Hinata. Ya, kedua orang tersebut adalah Neji dan sepupunya, Hinata. Coupé dengan cat warna hitam itu sepertinya perlu dicuci. Dan bengkel ini adalah salah satu fasilitas cuci mobil yang letaknya sangat dekat dengan sekolah mereka. Walaupun Neji belum pernah menggunakan jasa di bengkel ini sebelumnya, ia tidak ragu untuk mempercayakan mobilnya di sini karena bengkel ini adalah bengkel milik temannya, Naruto. Yah... Siapa yang tidak tahu kalau Narutolah yang mempunyai bengkel besar ini, kan?
Saat Neji tengah berjalan ke dalam untuk menunggu mobilnya dicuci, tiba-tiba langkah Hinata terhenti, membuat Neji pun ikut berhenti. Ternyata Hinata menangkap sesosok laki-laki berambut merah yang tak ingin ia temui.
"Kenapa, Hinata?" tanya Neji.
"Ngg, itu..." jawab Hinata sambil melirik ke arah kursi panjang yang ada di dalam bengkel.
"Oh, Sasuke. Kenapa emang? Bukannya kalian sekelas?"
"I-iya, sih. Tapi..."
"Malu?" tanya Neji memastikan yang dibalas anggukan dari Hinata. "Astaga Hinata, kalian itu satu kelas. Nggak usah malu gitu. Ayo," ajaknya lagi sambil menarik tangan Hinata. Yah, kalau ceritanya hanya ada Sasuke saja sih ... tidak jadi masalah bagi Hinata. Masalahnya, di sana juga ada Gaara. Benar, Gaara. Anak baru yang seenaknya saja menjahili Hinata di kelas tadi. Anak baru yang mengintip warna celana dalamnya dengan modus mengambil pulpen yang sengaja laki-laki itu jatuhkan ke bawah bangku Hinata. Gadis manis itu masih merasa jengkel dengannya. Apalagi sekarang mereka berdua kembali bertemu.
"Oi, Neji!" teriak Naruto sekembalinya ia mengambil beberapa bungkus makanan.
"Naruto," sapa Neji sambil menghampiri teman-temannya.
"Astaga, kenapa sih si Naruto itu harus manggil Neji segala?" bisik Gaara pada Sasuke.
"Biar aja lah, Gaar. Emang sampai kapan kamu mau benci terus sama dia?" jawab Sasuke. "Lagian, Neji juga keliatannya nggak ada masalah apa-apa tuh sama kamu," timpalnya lagi.
"Heh, siapa bilang?" balas Gaara lagi.
"Gaara. Lama ya nggak ketemu," sapa Neji setelah sampai di tempat mereka berkumpul.
"Hn." Gaara hanya menanggapi singkat sapaan Neji. "Hei, Nona Merah Muda. Ngapain kamu kesini?" tanya Gaara. Jade-nya menatap lavender pucat milik Hinata seakan berbicara bahwa si 'Nona Merah Muda' itu adalah dirinya. Yah, alih-alih mengakhiri interaksinya dengan si Hyuuga tampan, Gaara malah menyapa si gadis.
"..." Hinata tak menjawab, namun wajahnya sudah sangat memerah.
"Udah deh. Jangan ngegoda dia terus," kata Sasuke tiba-tiba.
"Kak, a-aku mau tunggu di dalem mobil aja," pinta Hinata pada sepupunya itu.
"Gila. Di dalem kan panas," protes Neji. "Kamu mau kehabisan oksigen apa?"
"T-tapi.."
"Grogi ya, Hin?" goda Gaara lagi. Hinata mengerutkan alisnya seraya membuang muka.
"Ya udah. Kamu duduk di sana aja bareng aku," tawar Matsuri, menyadari gestur Hinata yang memperlihatkan ketidaknyamanannya. Tak ada jawaban, akhirnya Matsuri memperkenalkan dirinya terlebih dahulu kepada Hinata. Sambil tersenyum ramah, ia berdiri lalu menjabat tangan Hinata. "Matsuri. Namaku Matsuri," katanya.
"Uhm.. Aku H-Hinata," balas si gadis berambut panjang itu dengan malu.
Akhirnya Hinata mengikuti Matsuri untuk duduk bersama di bangku yang lain dan para lelaki mulai berbincang tak tentu arah selagi menunggu mobil Neji selesai dibersihkan.
.
o(^_^)o
.
Dua hari kemudian
Hari ini, seluruh siswa dan siswi kelas 3-A Konoha High telah berkumpul di area kolam renang sekolah untuk melaksanakan tes praktek olah raga. Sebelum tes dimulai, setiap murid melakukan pemanasan terlebih dahulu untuk meregangkan otot-otot mereka agar tidak mengalami kram nantinya. Kolam renang dalam ruangan itu dibagi menjadi dua bagian; satu kolam untuk murid laki-laki setinggi 1.8 meter dan kolam lainnya untuk murid perempuan setinggi 1.5 meter. Di pinggir kolam sebelah timur–kolam renang untuk murid perempuan tepatnya–terlihat seluruh siswi sudah mulai melakukan gerakan awal pemanasan.
"Ino, pulang sekolah kamu ada waktu nggak?" tanya seorang gadis bersurai indigo pada teman di sebelahnya.
"Free kok, Hinata," jawab gadis bernama Ino itu di tengah pemanasannya. Satu kakinya ia angkat selagi pandangannya fokus ke arah sahabat cantiknya itu. "Kenapa emang?" tanyanya.
"Temenin aku ke salon, ya? Poniku udah panjang, sekalian aja potong rambut," ujar gadis yang dipanggil Hinata tadi.
"Potong rambut? Sayang lho... Emang mau dipotong kayak gimana?"
"Hmm... Dipotong sebatas leher, mungkin?"
"Tapi masih tetep mau pake poni?" tanya Ino khawatir.
"I-iya," jawab Hinata agak ragu.
"Yaah, ntar jadi aneh dong."
"A-aneh?"
"Potongan rambut gitu kayak anak kecil banget, tau!"
"Iya, ya? Kalau potong pendek aja sekalian, gimana?"
"Jangan!"
Kali ini, bukan Ino yang melarang Hinata. Namun perintah 'jangan' itu sepertinya dilontarkan oleh seorang laki-laki. Suara bariton itu, sepertinya...
"G-Gaara?" Hinata sedikit kaget akan kehadiran pemuda berambut merah itu yang tiba-tiba.
"Tunggu dulu sampai poni kamu panjangnya segini," ujar Gaara sambil menyentuh dagu Hinata dengan telunjuk kirinya. "Baru rambutnya kamu potong sebatas bahu," katanya lagi.
"E-eh?"
"Poni kamu kan udah nutupin mata, kenapa nggak pake hairpin aja?" sela pemuda Sabaku itu.
"Aku..."
"Masa kamu sekolah di sini, beli hairpin aja nggak bisa?" tuduh Gaara asal.
"I-itu.."
"Terus coba iket rambut kamu kayak Ino, deh," saran pemuda beriris jade itu sambil tersenyum. "Pasti cantik."
Blush!
Astaga! Apa yang barusan Gaara katakan? Ah, apapun itu, yang jelas, perkataan Gaara tadi sukses membuat wajah Hinata memerah seperti rambut Sabaku itu. Apalagi kini gadis itu sadar bahwa Gaara benar-benar dalam keadaan topless! Demi Dewa! Tidak, Hinata tidak boleh terlena dengan pemuda itu. Ingat apa yang Ino katakan kemarin? Ya, Gaara adalah pemuda yang menyebalkan. Ingat, me-nye-bal-kan!
"Oh iya, Hin. Kamu ini mau berenang atau mau diving, sih?" tanya Gaara dengan nada mengejek. Pudar sudah segala keromantisannya barusan.
"M-maksud kamu?"
"Liat dong apa yang kamu pake."
Ya, Hinata memang gadis satu-satunya di sana yang memakai wetsuit, yang umumnya dipakai oleh orang-orang untuk menyelam. Sangat tertutup. Lihat saja teman-temannya yang lain. Mereka memakai pakaian renang yang terbuka seperti one piece, malah ada yang memakai bikini. Bukannya Hinata tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya. Hanya saja.. masih terasa tabu baginya untuk membiarkan hampir seluruh tubuhnya terekspos di tempat umum seperti kolam renang ini.
"Apa mau aku beliin swimsuit yang sexy kayak mereka?" tawar Gaara dengan seringainya.
"Sabaku Gaara!"
"Ah, Iruka-sensei..."
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?"
Pertanyaan dari guru olah raga bernama Iruka Umino itu lantas membuat semua gadis yang ada di pinggir kolam itu melirik ke arah Gaara. Ada beberapa gadis yang hampir berteriak karena baru menyadari bahwa ada satu murid laki-laki yang 'tersesat' di area kolam renang ini. Kehadiran Gaara benar-benar membuat mereka malu.
"Aku..."
"Kolam renang untuk murid laki-laki ada di sebelah sana, Tuan Sabaku. Jadi, mengapa kau bisa ada di sini, hm?" tanya Iruka sarkastik.
"Tidak apa-apa. Maaf, aku salah tempat," kata Gaara sambil berbalik lalu berjalan dengan santai ke arah kolam yang ditunjukkan Iruka.
Hinata dan Ino yang melihat itu tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka dan langsung tertawa bersamaan.
"Pervert!" kata Hinata pelan.
"Hahaha! Kamu liat nggak wajah Gaara waktu ditegur tadi?" tanya Ino sambil tertawa.
"Iya, lihat..."
"Poor him! Hahaha! Eh eh tapi, Hin..." ujar Ino setelah tawanya terhenti.
"Hm?" Hinata yang kembali melanjutkan peregangannya menatap Ino sambil tersenyum.
"Aku baru liat Gaara merhatiin cewek kayak tadi deh."
"Maksudnya?"
"Ya gitu, sampai ngasih saran tentang potongan rambut segala..."
"Eh? Ya ma-mana aku tau, kan?"
"Mungkin dia..." Belum sempat Ino melanjutkan perkataannya, sebuah teriakan dari ujung kolam terdengar menginterupsi.
"Hinata! Ino! Berhenti mengobrol! Sekarang semuanya masuk ke kolam!" perintah Iruka tiba-tiba, mengagetkan dua gadis yang sedang asyik bercakap-cakap itu.
"B-baik!"
To be Continued
.
.
AN
Coupé = mobil berpintu 2
Astaga! Berapa lama aku nggak update? Mohon maaf, ya! T^T Gini, kemarin2 itu aku sibuk UAS dan pas selesai ujian, aku niat banget mau nerusin fic ini tapi ternyata... hardisk lepi-ku rusak! WOW! Semua data nggak ada yang selamat termasuk data sekolah, kumpulan anime, dan fic2ku, termasuk juga fic yang ini. Jadi, aku harus ngetik ulang ceritanya ;w; Dan gara2 hardisk rusak itu, aku sempet putus semangat nulis, soalnya pikiranku terlalu risau sama hartaku yang hilang :"(
Ok, aku tau curcol tadi nggak penting dan sekali lagi aku minta maaf buat semua yang minta aku update cepet, karena aku nggak bisa memenuhi permintaan kalian *harakiri* Terima kasih untuk mizu aleynn, hidetsu ruiki, finestabc, Bonbon 0330, Hanyou Dark, lighting (hehe, maaf ya ceritanya aneh), red zer0, kimusa (hihi, Gaara bikin aku jatuh cinta :p #plak), Nara Kazuki, Rosita kOrean, dan Silenta Naighto (maaf ya Gaara OOC, maaf juga updatenya lama ._.v) Tanpa kalian, mungkin fic ini nggak akan jalan *bungkuk2* Balasan review yang login sudah lewat PM (semoga masih inget, soalnya aku balesnya udah lamaaa sekali -_-v)
Terakhir, bolehkah aku minta review-nya lagi? Apapun bentuk dari review itu akan aku terima dengan senang hati.. Sankyuu! o(^_^)o
Salam hangaaattt~
Kazuko Nozomi :')
