Contract with the Devil's Son
Chapter 2:
Screenplay's fanfiction
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Heechul
Choi Siwon
Dll
Reader, maaf buat yang kemarin. Nggak ada kalimat 'selamat membaca' di awal dan 'to be continue' di akhir, kesannya jadi nggak sopan. Tapi kalian tahu ini ff multichaps kan?
Eh, makasih juga buat review-nya.
Entar sore Kibum pulang dan besok baru nongol di TC. Untuk Kihyun momment, harus sabar. Kata tetanggaku, cinta yang terburu-buru kebanyakan berakhir cepat. Slow down, ok!
Ini chap 2, selamat membaca!
Anak Setan Beraksi
Siwon berjalan tegap, seakan memamerkan tubuh proporsionalnya pada karyawan TC yang lain. Tapi dia tidak sedang pamer tubuh yang kata beberapa teman body-nya mirip model. Ini memang dirinya. Ini juga gaya kesehariannya. Kalau dia dibekali wajah, tubuh dan otak bagus itu artinya Tuhan sayang padanya. Pemberian Tuhan bukan untuk dipamer pamerkan seperti pemahamannya pada agama yang sedikit berlebih itu.
Manager tampan ini dari cafetaria. Dia baru saja menjemput makan siangnya. Tadi dia juga makan sedikit salad dan minum jus jeruk. Itu baik untuk mendapingi menu makan siangnya yang berlemak. Siwon suka hidup sehat. Dia tak begitu suka minum kopi dan lebih memilih British Breakfast Tea dipagi hari. Dalam pandangam hidupnya badan yang sehat dimulai dari keseharian yang sehat pula.
Masih berjalam diantara meja-meja karyawan, Siwon memamerkan senyum sekedarnya pada staff yang kebetulan beradu pandang dan menyapanya. Terus terulang seperti ini. Dia jadi teringat tahun- tahun yang dilewatinya di TC ini. Diberi kepercayaan oleh anak pemilik TC untuk mendampinginya membesarkan TC. Membawa nama Training Center's Kim diakui oleh perusahaan-perusahaan besar. Tidak mudah melakukan itu, tapi sejauh ini mereka berhasil. Kuncinya satu, disiplin tinggi.
TC's Kim membuat peraturan kelas tinggi. Mereka memberi sedikit hak dan banyak kewajiban. Ada tiga kata yang diterapkam di TC ini. Seorang pekerja hanya perlu bilang 'iya, maaf dan terima kasih'. Tiga kata itulah yang banyak mensukseskan pekerja dari TC ini. Mereka menerima pelamar sebanyak tempat yang disediakan. Trainee diasramakan. Dididik. Diberi pembelajaran yang hampir mirip militer. Bukan masalah fisik, tapi otak dan batin mereka dipenjara. Trainee dipisahkan dari dunia luar setelah itu pihak TC menggemblengnya. Dimaksudkan agar dalam keadaan tertekan, sakit dan bosan, mereka masih tetap bertahan. Lalu sukses akan datang kemudian.
Siwon berhenti sebentar di depan pintu ruangannya. Dia berbalik, memandang semua tempat di kejauhan hingga sekitarnya. Ini masih TC yang dulu tapi ada yang mulai berubah. Dia mengela nafas berat setelah menyadari letak perubahannya. Hampir tiga bulan.
"Hi, Mr. Choi. Ada yang bisa kubantu?"
Siwon hampir melonjak. Belum juga dia memijakkan kaki dalam rungannya, salah satu mahkluk yang disebutnya membawa perubahan buruk itu mengagetkannya. Cho Kyuhyun. Si iblis yang akhir akhir ini keluar masuk ruangannya. Seperti katanya waktu itu, namja Cho ini ingin mengamati Siwon lebih jauh dengan membuat berbagai ulah dan berakhir duduk di depan mejanya.
"Sedang apa disini, Cho?"
"Menemuimu tentunya". Kyuhyun menyeringai, tapi dimata Siwon itu sebuah senyuman.
Sejak terbongkarnya kejadian kejadian aneh di TC, ditemukan otak dari semua itu. Si iblis Kyuhyun dan siluman Heechul. Duo setan yang sebenarnya inilah yang suka membuat ulah. Bukan dengan tangan mereka sendiri, tapi mereka menghasut trainee lain. Memanipulasi keadaan baik menjadi buruk, dan keadaan buruk seolah menjadi biasa saja. Duo setan inilah yang sekarang langganan duduk di ruangan Siwon.
"Ini waktunya pembelajaran Cho"
"Aku tahu. Aku ijin ke toilet tadi"
"Lalu kenapa kau duduk disini? Ini ruanganku. Bukan toilet!", tegas Siwon dengan nada dingin.
"Aku ijin ke toilet, bukan benar-benar mau kesana", jawabnya santai. Kyuhyun mengikutkan matanya ke arah gerak Siwon. Mulai si manager masuk, menutup pintu kemudian berjalan dan duduk di kursinya. "Aku merindukan duduk di sini"
"Jangan bilang kau buat masalah lagi?"
Kyuhyun menggaruk perpotongan lehernya. Ada sedikit gatal disitu. Terlalu keras dia menggaruk hingga timbul bercak kemerahan disana. Dan Siwon yang sempat melihat kontan mengalihkan pandangannya. Bocah iblis itu benar- benar...
"Kali ini aku tidak berminat berulah. Aku datang untuk berkeluh kesah padamu", katanya entah jujur atau tidak. Dimata Siwon, Kyuhyun tak pernah jujur.
"Kau mau curhat? Demi apa seorang Cho Kyuhyun melakukan itu? Kau mau mengerjaiku, Cho?"
"Kau tak mau dengar curhatku?"
Ada hal yang tak bisa dipecahkan Siwon akhir-akhir ini. Bukan perubahan yang telah terjadi disini, tapi tentang keberadaan duo setan yang seakan wajib masuk rungannya. Dua hari kemarin Kyuhyun maupun Heechul tak tertangkap masalah sekecil apapun otomatis keduanya atau salah satu dari mereka tak datang kesini. Itu menjadikan ruanganya sedikit lenggang, juga ruang hatinya mengikuti. Dan kali ini secara tak diduga Kyuhyun duduk di kursinya, ruang kosong Siwon seakan terisi angin lembut dan sejuk. Bunga-bungapun seakan muncul juga disana. Dia tidak sedang jatuh cinta pada duo setan. Tidak. Itu bohong dan hanya kebetulan.
julie khoyul
Yoona dan Amber mendekati kerumunan trainee di sisi jauh aula. Ada apa mereka bergerombol seperti itu? Dua wanita pengajar itu buru-buru, tak ingin ada hal buruk apapun dengan trainee. Amber menyibak paksa kerumunan membuat jalan untuknya dan Yoona di belakang. Mereka segera menuju pusat kerumunan dan tak didapatinya keburukan disitu. Hanya ada anak anjing kecil meringkuk dengan mata besar yang diedarkan kesana kemari.
Dua wanita beda gaya itu berpandangan, sama-sama terlihat bodoh setelah cemas sedemikian rupa tadi.
"Ini punya siapa?", tanya Yoona sambil menunjuk nunjuk anak anjing itu. Yoona mendapati trainee trainee-nya sedikit menjauh. Memberi ruang atau... "Oh!". Yoona baru sadar, membawa barang masuk ke TC itu dilarang. Lagi pula mereka tak diijinkan keluar area. "Maaf. Maksudku ada yang tahu anjing ini milik siapa. Mungkin milik staff". Salah lagi, staff juga tak mungkin membawa anak anjing ke kantor kan?
"Ini jelas anak anjing tersesat, Yoon". Yoona cuma tertawa garing. "Dari mana dia bisa masuk kemari?"
"Dia tersesat", jawab seorang trainee. "Pasti ada lubang ditembok belakang. Dia lewat situ", ralatnya setelah mendapati Amber melotot padanya.
"Ibunya yang membuangnya kemari. Aku sangat yakin", tambah trainee lain
"Atau jangan-jangan dia anak anjing siluman".
Tiga bulan lalu semua ini dimulai. Saat itu berdatangan orang-orang baru untung ditraining. Tidak ada yang berbeda dari sebelumnya. Mereka sama-sama datang dari seluruh penjuru Korea Selatan, hanya saja kali itu dari kalangan menengah keatas. Awal perkenalan semuanya terlihat normal, lama kelamaan berubah menjadi bermacam gaya. Mereka tidak bodoh, tapi emm aneh. Sangat aneh.
Amber mengeram. Ada yang salah dengan trainee barunya? Eh, sebenarnya tidak hanya trainee baru, yang lamapun juga ikutan aneh.
"Sabar, sabar!". Yoona menenangkan Amber yang jarang marah itu. Dia cuma tak mau mendengar ocehan berbasa mandarin menyumbat telinga penghuni TC. Kalau diajarkan dengan baik, tapi ini berupa umpatan dan makian. Tak boleh ada trainee mengetahui artinya dan mencontoh kalimat-kalimat itu.
"Panggil seseorang untuk membuangnya, Yoon!", perintah Amber yang tak disetujui semua trainee yang ada di situ.
"Aku pernah mengikuti Mr. Shin mengecek sekeliling tembok. Tidak ada lubang sekecil apapun. Benar".
"Tidak ada ibu yang jahat. Iya kan? Iya kan?". Sebagaian trainee mengangguk angguk. "Dia tidak dibuang ibunya. Dia hanya tersesat!", ralatnya yang kali ini dengan senyuman lebar.
"Anak anjing ini manis sekali, tidak mungkin dia siluman. Kasihan sekali kalau dia harus dibuang, Ms Amber". Nah begini baru benar.
Amber mengangguk angguk. Sebenarnya dia juga tak berniat membuang anak anjing itu. Anak anjing itu imut seperti yang trainee-nya bilang. Amber cuma ingin tahu dari mana datangnya anak anjing itu. Dan tadi hanya meluruskan otak aneh trainee-nya. Selebihnya dia tak tertarik.
julie khoyul
"Aku bosan"
"Biasanya kau mengacau di asrama bersama partner kriminalmu itu. Omong-omong dimana dia?" Kyuhyun mendesah lelah saat tak dapat tanggapan serius dari Siwon. "Kau datang kemari pura-pura curhat lalu Heechul menjalankan aksi di luar sana. Aku tak tertipu, Cho"
"Kami bukan kriminal. Kami berulah memang, tapi pernahkah mencelakai orang? Tidak, Choi", Siwon mengernyit mendengar penuturan tak sopan Kyuhyun. "Di sini hanya terlalu membosankan. Kau paham itu?".
"Sopanlah Cho. Kemana pelajaran yang Yoona ajarkan padamu. Jangan-jangan kau tertidur saat dia mengajar!". Siwon tak tega saat melihat muka manis Kyuhyun muram. Namja itu sepertinya sudah benar-benar bosan, tapi Kyuhyun terlalu tak sopan padanya. Dan demi kebaikan Siwon terpaksa keras.
"Kau benar-benar tak tahu. Disini seperti..."
"Seperti dipenjara?". Kyuhyun tidak menampik itu. "Kalau kau tak tahan segeralah keluar dari sini. Kau hanya perlu memilih, keluar dari sini saat mendapat pekerjaan atau keluar dari sini karena tak tahan aturan kami!"
Siwon terlalu kejam. Sangat kejam. Demi apapun tak bisakan dia memberi semangat? Kyuhyun sedang down sekarang ini. Dia hilang mood untuk melakukan apapun. Datang kemari niatannya mencari solusi tapi celaan yang didapatnya. Salahnya juga yang selama ini tak pernah akur dengan Siwon. Mereka bertemu hanya untuk bimbingan dan mungkin selamanya dirinya tak akan dipercaya Siwon.
Kyuhyun mengusap kasar separuh wajahnya. Dia lelah sepertinya.
"Tidak bisakah kalian sedikit berbaik hati pada kami? Tidakkah kau lihat banyak trainee tertekan hidup disini?", melasnya.
"TC ini dan peraturannya sudah ada sejak dulu. Tak akan ada perubahan disini". Siwon tahu keadaan Kyuhyun sangat mengkhawatirkan. Badannya kurus dan kering, dia tak terlalu yakin sejak kapan namja Cho ini kurus tapi itu yang dilihatnya sekarang. Kyuhyun juga sangat berantakan. Mukanya sedikit pucat dan pipi tembamnya telah berkurang. Mata yang biasanya menyorot tajam itu juga sayu. Siwon tak tega, sangat tak tega. Apa lagi melihat mata sayu itu berkaca-kaca, hatinya tiba tiba sakit dan mulutnya mengering. "Pilih saja, Keluar menjadi pecundang atau pemenang!".
Siwon melihat perubahan wajah Kyuhyun lagi. Namja itu sedih dan Siwon merasa bersalah. Apa kata-katanya terlalu menyakiti Kyuhyun, bukannya Kyuhyun salah satu trainee yang tak mudah terpengaruh? Dia harus mengubah cara bicaranya jadi lebih lembut kalau begitu.
Kyuhyun menegakkan tubuh kemudian mencondongkan kearah Siwon. Kembali dia tersenyum lebih manis dari sebelumnya untuk melenyapkan raut sedih yang tadi tertangkap mata Siwon. Walau tak menunjukkan reaksi badan, dari gerakan mata Siwon terlihat sesuatu dicemaskannya. Setelah memastikan hal janggal itu, Kyuhyun kembali ke posisi duduk semula. Dia mengetukkan telunjuk di pelipis kanannya memasang pose berfikir namja innocent.
"Haruskah? Kalau harus memilih jadi pecundang atau pemenang tentu semua orang akan memilih jadi pemenang. Aku juga. Kurasa Heechul hyung memilih hal yang sama". Sekarang Kyuhyun mengubah posenya. Ditangkupkan kedua tangan didada kemudian menggembungkan pipinya, menjadikan pipi itu membesar lucu. Memang tak pantas, tapi dia sedang menjelma menjadi iblis penggoda.
Siwon mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun. Berpura-pura melihat isi berkas di atas mejanya. Membolak balik kertas dengan sesekali mengerutkan dahi agar terlihat benar-benar fokus. Dari kepura-puraan itu matanya tak kuasa sekali, dua kali melirik Kyuhyun. Sekarang pikiran dan hatinya berperang, tak sejalan.
"Masalahnya kita menjadi pecundang atau pemenang intinya pergi meninggalkan TC ini, kan? Lalu apa kau tidak merindukanku nantinya?"
Kalau saja pertanyaan Kyuhyun 'merindukan kita' yang berarti banyak, dengan mudah Siwon akan mengiyakan. Masalahnya Kyuhyun bertanya tentang 'merindukanku' tentunya itu bersifat pribadi. Merindukannya, merindukan Kyuhyun. Ya, dia pasti rindu, tapi apa itu pantas?
Siwon memilih untuk kembali membohongi diri sendiri. Memasang wajah jengah saat memandang Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun sendiri yang mengerti arti tatapan itu menghela nafas kecewa.
"Kenapa sedih? Berharap aku akan merindukanmu?". Siwon gagal untuk berbicara lebih sabar karena gengsi menunjukkan sisi lembutnya. Dia hanya bisa berharap-harap cemas akan tanggapan Kyuhyun.
"Kukira kau akan merindukanku, Mr. Choi"
"Lalu apa masalahnya aku merindukanmu atau tidak?
"Tidak ada. Ini cuma masalah hati dan pikiranku. Tadinya kalau kau merindukanku, aku akan bersemangat menghabiskan masa trainingku, lalu kujadikan motivasi meraih sukses. Dan suatu hari nanti saat kita bertemu kembali akan ada cerita lebih manis dari ini", terang Kyuhyun sedikit meragu diakhir kalimat.
Siwon meneguk ludahnya kasar. Kalimat itu menghantam kepalanya. Merobohkan dinding kaku yang dibangunnya demi menyamarkan diri. Dia telah jatuh pada pelantunan sederhana bermakna mendalam yang keluar dari bibir murid asramanya. Detik itu dia mengakui, dia suka Kyuhyun. Bukan suka antara staff dan murid, tapi antara pria dan wanita. Ralat, antara pria dengan pria. Maksudnya dari hati ke hati.
Dihati dan pikiran Kyuhyun terdapat sebuah impian tentang cerita manis antara mereka nantinya. Siwon suka kalimat itu dan membuahkan senyum imajiner di bibirnya.
"Aku akan merindukanmu!". Ini tulus, tapi suaranya terkesan dipaksakan.
"Kalau tidak ihklas, tidak perlu mengatakannya, Choi. Toh aku hanya trainee pembuat ulah, tidak ada yang bisa dirindukan dariku". Kyuhyun mencoba tak sopan lagi, dan Siwon tak sadar. Dia lebih memilih sedih mendengar nafas berat Kyuhyun. Siwon tak mau seperti itu, tapi... "Terima kasih telah mendengar keluh kesahku. Dan juga bimbingannya. Aku akan berusaha menjadi yang kalian minta".
Menjadi seperti yang mereka minta? Menjadi mesin dengan tiga kata? Berarti tak akan ada suara ribut setan membuat ulah. Berarti tak ada setan masuk ruangannya. Dan tak ada Kyuhyun menghadapkan wajahnya. Tidak. Siwon tak suka. Dia tak ingin ruangannya kosong lagi. Dia tak ingin Kyuhyun-nya menjauh.
Siwon mengetuk pelipisnya dengan pena. Dia berusaha mengenyahkan kalimat pengeklaimannya atas diri Kyuhyun. Kyuhyun bukan miliknya, atau belum. Otaknya berperang demi dua hal itu.
julie khoyul
Bunyi gedebukan beberapa pasang kaki berlari kearah kerumunan. Sontak semua trainee serta dua pengajar TC memperhatikan arah datangnya suara. Ada Donghae disusul Eunhyuk lalu Ryeowook paling belakang. Hah, duo Mokan lagi. Kenapa Ryeowook jadi ikut-ikutan mereka?
"Aku menemukannya". Donghae menunjukkan dua bungkus keripik kentang beda merk kepada teman temannya. "Ini kudapat dari Ahjumma penjaga dapur. Dia baik sekali memberikan keripiknya padaku. Aku bilang kalau Bada kelaparan lalu dia memberikan ini cuma-cuma". Siapa Bada? "Dia juga bilang aku tampan!"
Eunhyuk menggeser posisi Donghae, membiarkan ikan sok tampan itu terasingkan.
"Ini!", Eunhyuk menyerahkan sebotol besar susu strawberry pada Yoona. Yeoja cantik itu bingung saat menerimanya. Tidak tahu apa maksud Eunhyuk memberikan susu itu padanya. Apa juga yang harus dilakukannya dengan susu strawberry? "Spancer pasti haus", katanya sambil menunjuk si anak anjing.
Oh, jadi begitu. Susu strawberry ini untuk Spancer, si anak anjing. Keripik kentang Donghae untuk Bada yang tidak lain dan tidak bukan juga si anak anjing. Setelahnya Ryeowook akan memberi nama juga pada anak anjing itu.
"Namanya Bada atau Spancer?", tanya Amber yang sayangnya mengarah pada Ryeowook.
Ryeowook tampak berpikir sejenak. Akan ada jawaban konyol kalau namja kelewat manis itu terlalu lama berpikir. Ryeowook memperhatikam selimut tebal dan besar ditangannya. Selimut berwarna pink dengan gambar kucing besar berbulu abu-abu mengingatkannya pada sesuatu. Heebum. Iya, kucing itu mirip Heebum. Lagi pula selimut yang dibawanya sekarang milik Heechul, selimut itu biasa digunakan untuk menyelimuti kucing abu-abu milik hyung-nya itu.
"Hee Bum!", katanya tak yakin.
"Hah Heebum kedinginan", celetuk seorang trainee mengalihkan dua wanita yang terbengong akan polah tiga trainee-nya. "Ayo Wookie selimuti dia!".
Semuanya bekerja bantu membantu. Mengeroyok anjing kecil itu dengan segala jenis perhatian. Donghae memakan sendiri keripik kentannya dan membagikan sebagian ke yang lain. Dia sempat sebal karena Bada tak mau membuka mulutnya untuk mencicipi keripik alhasil dia makan sendiri. Susu strawberry tak jadi diberikan, Spancer kecil tak bisa minum dari botol yang lebih besar darinya. Cuma selimut Heebum yang berguna. Direntanhkan melebar, untuk meletakkan Heebum anjing disitu. Sebagian trainee ikut duduk mengelilinginya sambil menunggui anak anjing itu terlelap.
"Menurutku keadaan disini sedikit aneh"
"Bukan sedikit lagi, Yoon. Tapi sangat aneh". Jadi memang bukan hanya dirinya yang merasakan perubahan di TC. Amber menggeleng heran dengan tingkah trainee-nya. "Kita ada rapat!", katanya kemudian meninggalkan kerumunan.
"Tapi anjingnya?"
"Urus nanti selesai rapat".
Yoona pun pasrah, dia memilih mengekor Amber. Rapat dulu baru selesaikan masalah anak anjing.
julie khoyul
"Aku akan kembali ke kelas!"
Lelaki 29 tahun itu meraih tangan Kyuhyun, mencegahnya beranjak dari ruangan. Dia menariknya agar kembali duduk. Diusapnya punggung tangan Kyuhyun dan meremas jemarinya. Siwon menendang jauh aturan staff dan trainee, dia sudah tak tahan membohongi diri sendiri kali ini.
"Maaf!", ujar keduanya bersamaan menjadikan kikuk diantaranya. Tangan mereka masih bertaut, tepatnya Siwon yang menautkan jemarinya pada Kyuhyun.
"Tadi aku jujur!", putusnya. Selang beberapa detik mereka terdiam. "Akhir-akhir ini keadaanku tidak begitu baik. Ada banyak hal yang menggaggu otak dan badanku". Kyuhyun mengernyit mendengar penuturan Siwon yang bertele-tele. Agaknya namja yang menjabat sebagai kepala pengurusan sarana prasarana di TC ini kesulitan menemukan kalimat ringkas. "Bukan. Maksudku ada pekerjaan dan itu menguras isi otakku. Kemudian terlalu banyak berfikir hingga badanku lelah". Lalu apa hubungannya dengan kejadian saat ini?
Siwon merutuki dirinya sendiri. Dia merasa tak lagi pantas memberi bimbingan mengingat semua kata-kata yang diucapkan pada Kyuhyun meleset seluruhnya. Mungkin dia perlu menolak jika nantinya ada murid yang memerlukan bimbingan lagi. Mengurusi sarana prasarana saja cukup baginya. Karena sekarang ini otak, hati dan bibirnya menyimpang semakin jelas.
Lima menit setelahnya Kyuhyun masih menunggu. Mungkin karena kesabarannya menipis, dia menarik tangannya perlahan. Tautan mereka hampir terlepas kalau saja Siwon tak meremas lebih kuat hingga menimbulkan aksi tatap mentatap keduannya. Kemudian genggaman itu merenggang saat Kyuhyun mendesis karena sakit.
"Maaf!". Lagi. "Aku belum selesai bicara, Kyu. Dengarkan penjelasanku sedikit sabar. Aku memang tak pandai menata kalimat, tapi tunggulah sebentar sampai aku selesai menjelaskan!", pintanya. Dia memelas tapi tak tahu cara memasang ekspresi yang cocok. Datar saja. "Mungkin setelah ini akulah yang akan menunggumu!". Kalimat ini terucap sangat pelan, hampir tak terdengar. Tapi Kyuhyun tahu, dia paham dan sangat senang. Kyuhyun menarik sebelah sudut bibirnya samar diikuti sebelah matanya yang menyipit. Entahlah apa artian dari itu.
"Bisa to the point, Hyung!". Siwon memandamg Kyuhyun tak percaya. Hyung? Sebutan yang manis sekali. Seperti dia bisa memanggil nama Kyuhyun, namja itupun tentu boleh memanggilnya hyung "Boleh, kan?".
"Tentu. Kau boleh memanggilku apapun yang kau mau".
"Lalu?"
Siwon lupa kalau sedang dimintai penjelasan. Dia terlalu bahagia saat ini. "Dua hari kemarin kau dan Heechul tak menghadapku, ruangan ini terasa sepi. Sebenarnya itu bagus kalau kalian tak membuat ulah, tapi entah apa yang terjadi padaku hingga aku mengharapkan kalian berulah lagi. Aku ingin kau dan Heechul duduk dirungan ini tiap harinya. Aku merindukan kalian. Selalu!"
"Aku dan Heechul?", pertanyaan yang lebih untuk dirinya sendiri. "Jadi bukan hanya aku!". Wajah Kyuhyun terlihat berat, kecewa yang luar biasa. Siwon buru-buru menarik tangan Kyuhyun lebih dekat padanya. Dimainkan jemari kecil itu seraya memberi pengertian.
"Kyu!", panggil Siwon ragu-ragu. Dia telah melunak sekarang ini. "Hampir setiap waktu kau dan Heechul bersama. Bahkan untuk keruangan ini selalu berdua. Hanya sesekali saja kalian jalan sendiri-sendiri. Itulah alasan aku merindukan kalian diruangan ini, tapi rindu yang ada dihati cuma ada seorang. Itu kau!"
Kyuhyun menunduk tersipu.
Siwon lega telah mengatakan itu. Dia juga bahagia melihat reaksi Kyuhyun. Lalu apa seperti ini sudah cukup?
Siwon melihat sekeliling ruangannya. Semua benda miliknya tak berubah tempat. File-file tebal dalam lemari kaca, buku-buku panduan TC di rak dan beberapa pernak pernik diatas buffet. Masih sama seperti sebelumnya. Tapi itu bukan tujuannya mengamati ruangan. Mata Siwon melirik tepat pada jendela. Jendela berjeruji itu tertutup korden, hampir tak pernah dibuka. Lalu pintu coklat yang hanya terbuka saat orang keluar dan masuk. Intinya ruangan ini tertutup.
Dia menarik tangan Kyuhyun untuk kesekian kalinya. Lebih keatas mendekati bibirnya, sambil berdoa dalam hati semoga tak ada orang yang tiba-tiba masuk. Dia mengecup punggung tangan kanan Kyuhyun. Kyuhyun tersentak sejenak setelahnya tak menunjukkan reaksi lebih. Siwon kembali mengecup yang kali ini jemarinya. Kemudian dia meletakkan ujung-ujung jemari itu pada permukaan bibirnya.
Bukan iblis namanya kalau Kyuhyun tak tahu apa yang harus diperbuat. Kyuhyun menyeret jemarinya, menimbulkan gesekan antar kulit. Entah apa yang dirasakan Siwon hingga lelaki itu menghembuskan nafas kuat, Kyuhyun tak ambil pusing. Masih menuntun jemari itu hingga telapak tangannya menutup hampir separuh wajah Siwon. Mata, hidung dan bibir itu melekat renggang dipermukaan tangannya. Kyuhyun memandang lekat ke wajah rupawan itu, seakan mengukir dalam ingatannya agar wajah yang sekarang dipandanginya tak akan pernah terlupakan.
"Siwon hyung!", seduktif. Siwon hanya mampu memejamkan mata, meresapi sentuhan Kyuhyun yang membawa tulang belulangnya lemah. Melumpuhkan syaraf otak kecuali dibagian ingatan tentang Kyuhyun. Siwon menikmatinya. Menikmati sentuhan tanggung dari telapak tangan Kyuhyun.
"Kyu!", balasnya dengan suara serak melemah.
Holly shit, Kyuhyun tersadar dari semuanya. Dia segera menarik tangannya walau Siwon akan kecewa. Dia trainee dan Siwon manager. Ada larangan berfonis tinggi tentang hubungan staff dan murid. Siwon-pun jelas tahu hal itu, tapi dia diam saja. Kalau sampai ada yang melihat mereka, impian untuk masa depan lebih indah akan selesai sampai disini.
"Kenapa?", tanya Siwon sangat kecewa. Dia mengharapkan lebih dari itu.
"Kita sedang berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat, Hyung!. Maaf aku langcang!". Kyuhyun bersiap menjauh. "Aku keluar, sekarang!", dan berjalan cepat menuju pintu.
"Kyu!" Siwon berhasil menyusul Kyuhyun sebelum namja itu mencapai pintu. Memeganggi pundaknya kemudian membalik badan Kyuhyun kearahnya. Siwon mengamati sejenak wajah itu sebelum detik berikutnya merengkuhnya. Dia mengungkung Kyuhyun kedalam dua tangan panjangnya. Menempelkan kepala Kyuhyun pada dada bidangnya.
Sebentar saja Siwon membawa Kyuhyun dalam pelukannya. Dia tak ingin membahayakan nasib mereka berdua kalau sampai ketahuan yang lain, tapi dia masih menginginkan sebuah penyelesaian manis. Tangan besar Siwon menangkup kedua belah pipi Kyuhyun, memastikan wajah namja idamannya itu tak akan bergerak. Dia mencondongkan wajahnya pelan, lagi, lagi dan lagi. Lebih kebawah kearah Kyuhyun yang notabene lebih pendek darinya. Dan ketika bibir mereka sejajar berjarak beberapa senti saja Siwon memejamkan matanya. Mereka akan berciuman.
"Aku terlalu lama disini. Ke toilet tidak membutuhkan waktu lebih dari 15 menit". Kyuhyun dengan paksa melepaskan diri dari si manager. Kemudian keluar ruangan setelah berterima kasih.
Siwon mematung didepan pintu. Apa yang dilakukannya tadi? Hampir saja, hampir dia merasakan bibir itu sekaligus menjerumuskan diri sendiri. Dia sedikit lega semua berlalu tanpa terjadi apapun, tapi dia juga sedikit kecewa usaha penyelesaiannya gagal. Kemudian Siwon hanya mampu mengerang frustasi..
To be continue..
Ehem, spesial thank buat 'doble dick' (ika zordick n lullaby dick) untuk review-nya. Bukan nggak terima kasih sama yang lain (kan udah disebutkan diatas), nama kalian nongol di kotak review bikin gue ketawa. Nama kalian aneh? Review kalian lucu? Enggak, itu karena gue tahu kalian Kihyun shipper, so review kalianlah yang gue nantikan.
Btw tadi Kibum telpon gue, dia tanya "Jul, besok gue mou kerumah Dick. Bawa oleh-oleh apa ya biar dia seneng?". "Nggak usah bawa apa-apa, cukup bawa hatimu padanya. Gue jamin dia lebih dari seneng". Gue jawab gitu. Tapi gue lupa nanya, dick mana yang bakal dia datengin. Lo berdua tunggu besok Kibum datang ke rumah lo apa nggak. Ok, gitu aja. See you tommorow!
