Contract with the Devil's Son

Chapter 3:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Big thanks for readers, sudah ngebaca, ngereview, ngefollow, ngefavorite dan nge-nge yang lain. Memang chap kemarin ada bagian yang nggak tepat fungsi, tapi nggak perlu dihapus kan. Biar tahu salah dimana dan kedepannya bisa bikin lebih baik.

Chap 3, here we go! Selamat membaca!

Silumam Show

Jumat, pukul 5 sore. Detik terakhir yang selalu ditunggu karyawan Training Center termasuk Siwon. Waktu berakhirnya kerja dan memulai libur akhir pekan. Karyawan rendah sebagian besar sudah pulang dan sebagiannya lagi tengah berkemas. Menyusun berkas-berkas, merapikan meja dan kemudian pulang. Bagi staff pemegang jabatan lebih tinggi, mereka diberi jadwal untuk mengecek kelas-kelas serta asrama trainee. Memastikan semua dalam keadaan baik baru kemudian boleh pulang.

Hari ini tak ada nama Siwon dalam daftar pengecekan, tapi demi sesuatu yang kadang membuatnya tersenyum sendiri selama seminggu ini, dia rela memenuhi permintaan Amber. Menggantikan yeoja itu yang katanya benar-benar harus pulang karena suatu urusan mendesak. Walaupun semua orang tahu Amber hanya ingin lihat konser Super Junior di TV, baginya itu sangat mendesak.

Siwon menunggu di depan ruangan yang telah dikuncinya beberapa saat lalu. Rencananya setelah pengecekan dia akan langsung pulang tanpa masuk ruangannya lagi. Sekarang dia sedang menunggu Kibum menghampirinya, seperti yang diperintahkan oleh manager keuangan sekaligus anak pemilik TC ini. Minggu lalu setelah Kyuhyun keluar dan Siwon tersadar dari bengongnya, dia mendapati Kibum berdiri di hadapannya. Teman sekaligus atasannya itu cuma memandangnya tanpa ekspresi, menandakan itu benar Kibum yang menghilang hampir tiga bulan ini. Kata namja pecahan es kutub itu, dia pergi sebentar untuk mengurus perusahaan baru. Saat itu dia muncul tiba-tiba di hadapan Siwon. Beruntung Kibum tak melihat kejadian antara Siwon dan Kyuhyun disitu.

Mengetahui Amber tak bisa piket hari ini, Kibum berinisiatif melakukan pengecekan di TC. Hitung-hitung dia mencari tahu perubahan buruk macam apa yang dikabarkan staffnya setiap minggu. Siapa juga yang disebut duo setan pembuat ulah? Lalu dia mengajak-memaksa Siwon ikut. Siwon tak keberatan, tapi bukan karena Kibum anak pemilik TC lalu Siwon rela mengundurkan jadwal pulangnya demi menemani Kibum melakukan pengecekan rutin, itu lebih kepada seseorang yang hari jumat lalu menyampaikan harapan masa depannya. Kyuhyun. Siwon ingin melihat Kyuhyun sebelum meninggalkan TC ini dihari sabtu-minggu, lalu kembali bekerja hari senin. Dua hari dihitung dua tahun oleh Siwon, dan sebelum dia menahan rindu selama dua tahun dia ingin melihat wajah Kyuhyun. Membingkai dalam pikirannya, kemudian dibawa pulang untuk menemani dua tahunnya.

"Hyung!". Siwon terkaget mendapati Kibum memandanginya. "Kenapa tersenyum ditempat sepi begini? Ada yang menggembirakan?". Kibum memperjelas arti pandangan datarnya.

Siwon nyengir tidak jelas. Dia tidak sadar telah tersenyum sendiri tadi. Ah teryata Kyuhyun telah menyita sebagian besar pemikirannya. Siwon kemudian menormalkan senyumannya dan sesegera mungkin menepis pertanyaan Kibum.

"Jangan bilang kalau ada yoeja yang telah mengambil sebagian besar perhatianmu!". Pemikiran Siwon terbaca jelas dari wajahnya atau Kibum memang bisa membaca pikiran orang? Eh, Kibum sedikit meleset. Bukan yeoja tapi namja "Sudahlah, kita periksa kelas dan asrama supaya kau bisa cepat pulang dan lebih leluasa memikirkan si dia". Kibum menegaskan dengan menambah tanda kutip pada kata 'si dia'.

Kibum melangkah lebih dulu meninggalkan Siwon yang kalah cepat dalam berfikir dan membuat jawaban. Kibum pintar, bisa dikatakan jenius. Dia selalu lompat kelas disetiap jenjang pendidikan dan menjadi sarjana S1 berbarengan dengan Siwon. Bahkan IP kelulusannyapun hampir mendekati sempurna. Maka dari itu diumurnya yang masih 25 tahun kemampuannya berbisnis sudah diakui banyak pihak.

"Kibum ah, itu bukan seperti apa yang kau pikirkan". Siwon berusaha membuat sangkalan bersamaan dirinya menyejajarkan langkah dengan Kibum. "Tadi aku membaca cerita humor, la

lu teringat kembali. Makanya aku tersenyum".

Siwon dan Kibum berteman, tepatnya satu tahun sebelum lulus kuliah hingga sekarang. Siwon bekerja di TC ini-pun karena permintaan Kibum yang katanya lebih percaya padanya dari pada saudara-saudara jauhnya yang mengajukan diri. Siwon memang bekerja dengan baik seperti yang Kibum duga. Dan mulai saat itu sedikit banyak Kibum mampu menebak pemikiran dan perilaku Siwon.

"Itu bukan gayamu, Hyung", tutup Kibum. Dan memang benar Siwon yang stoic tak akan serta merta membaca cerita humor. "Kalau sudah begini mengecek bersamapun tak ada gunanya. Kita berpencar biar selesai lebih cepat dan..."

"Kibum ah!", Siwon protes.

"Baiklah-baiklah, aku tak akan menyinggungnya. Aku akan mengecek asrama dan kau mengecek kelas!". Siwon bersiap protes lagi soal pembagian tugas. Dia menginginkan asrama, bukan kelas-kelas yang sangat kecil kemungkinan murid berdiam diri disana setelah kelas bubar. Dia ingin mengecek kamar-kamar dan menemukan Kyuhyun-nya disalah satu kamar itu. Dan akan sangat beruntung lagi kalau Kyuhyun sedang sendirian, Siwon butuh bicara berdua saja. "Jangan protes, aku bos-nya disini. Dan sebagai bawahan kerjakan tugasmu dengan baik. Pastikan tak ada murid atau apapun ada di kelas, termasuk duo setanmu itu. Akan sangat merepotkan kalau mereka membuat ulah diakhir pekan". Terkadang Kibum bicara banyak juga, walau dia introvert tidak berarti dia malas bicara. Kibum hanya perlu waktu dan kata yang tepat untuk diucapkan.

Kibum segera beranjak, tak ingin mendengar protes ataupun dikejar tiba-tiba oleh Siwon. Baginya menghadapi orang jatuh cinta sedikit merepotkan. Dan tepat tujuh langkah dia berbalik badan, beruntung Siwon masih ditempatnya.

"Apa seseorang itu berada di asrama?". Siwon melirik kesana kemari demi mencari penyangkalan yang tepat, tapi sayangnya tindakannya tak membuahkan hasil. Beruntung dia bertampang stoic, jadi walaupun dia gugup wajahnya masih datar. Tak percuma berteman dan belajar dari Kibum "Kau akan mengatakan tidak kalau tahu konsekuensinya", tambah Kibum santai.

"Seingatku, aku tidak bersuara apapun saat kau membagi tugas. Dan tidak ada seseorang atau si dia seperti yang kau maksudkan"

"Tadi kau mau protes?"

"Bukan protes, hanya saja akan sangat membosankan menyusuri lorong-lorong kelas yang sepi sendirian. Kita bisa lakukan berdua"

"Kau tidak sedang mencari alasan karena ketakutan? Akan kupanggilkan seseorang untuk menemanimu kalau begitu"

Susah menghadapi Kibum, Siwon harus segera menghindar kalau begitu.

"Jangan sebut lagi dirimu jenius mulai saat ini. Sendirian tidak selalu ketakutan, kau harus paham itu", katanya tegas seraya berlalu meninggalkan Kibum di persimpangan lorong kelas dan asrama.

julie khoyul

Ditinggalkan Siwon bukan berarti masalah bagi Kibum. Toh ini TC milik keluarganya. Daerah kekuasaannya. Dia bebas dan mampu melakukan apapun disini.

Kibum melangkah mendekati seorang trainee yang duduk di pelataran asrama. Pagi tadi dia diperkenalkan kembali pada trainee-trainee baru, namja yang di depannya ini salah satunya. Kibum ingat pada perawakan ramping namja ini, karena tadi pagi dia disambut dengan tarian robot lalu tarian ular. Mengenaskan, tapi dia cukup terhibur. Walau itu dikategorikan sebuah perubahan, asal tidak mengganggu pembelajaran Kibum mengabaikannya.

"Spancer, kau harus banyak minum susu", turturnya sambil mengelus sesuatu kecil di hadapannya. "Biar cepat besar dan kau bisa mencari eomma-mu. Aku tidak tega melihatmu yang masih kecil ini sudah berpisah dengan orang tua"

Kibum datang, mendekat tanpa suara tapi Eunhyuk menyadari kehadirannya. Bibirnya melebar menunjukkan gummy smile kearah Kibum. Manis. Kibum sempat berpikir, bagaimana bisa namja tersenyum semanis itu. Detik berikutnya Kibum melihat mahkluk yang tadi diajak bicara, seekor anak anjing. Rupanya namja ini tipe penyayang binatang.

"Mr. Kim, selamat sore!", sapanya ramah. "Aku Lee Hyukjae yang tadi pagi menari untukmu, ingat?". Kibum mengangguk. "Oh, Spancer beri salam padar Mr. Kim". Eunhyuk meraih Spancer menjauhkan anjing kecil itu dari piring berisi susu strawberrynya. Dia memainkan kaki depan Spancer dan melambai-lambaikannya ke arah Kibum. "Ini Spancer!"

"Hn"

"Kau melakukan pengecekan rutin, bukannya hari ini giliran Ms. Amber? Kemana dia? Pasti nonton super junior lagi. Ah, apa hebatnya boyband itu? Cuma sekumpulan namja berwajah porselin menyanyi sambil menari. Bahkan kita lebih tampan dari mereka. Iya kan?". Kibum tidak menjawab karena dia tak tau menahu soal Super Junior. Dunianya terlalu padat dengan pekerjaan. "Aku bisa menari jauh lebih baik dari pada dancing machine mereka. Yang tadi pagi, kau suka dance robot atau ular?" Kibum masih tidak menjawab. Dia hanya memperhatikan gaya bicara Eunhyuk. Namja ini jauh lebih menarik dari yeoja-yeoja yang pernah dikencaninya. "Spancer suka dance ularnya. Haha!", tawanya sambil mengelus Spancer.

Kibum menaikkan alisnya sedikit mewakili seluruh ekspresi yang harusnya dikeluarkannya tadi. Dia mengaggumi namja bermarga Lee itu, tapi sayangnya dia bukan gay.

"Aku pergi!", katanya mengakhiri pembicaraan yang terkesan sepihak. Dia tak mau terhanyut lebih lama.

"Mau kutemani, Mr. Kim?" Kibum menggeleng kemudian pergi serta merta. Eunhyuk cuma mengangkat bahu kemudian kembali bercengkrama dengan Spancer.

julie khoyul

Karena rencananya gagal Siwon menyerah untuk hari ini. Biar dua hari besok dilaluinya dengan memimpikan Kyuhyun saja. Tak

melihatnya sekarang, senin depanpun masih bisa. Masih ada banyak waktu sebelum Kyuhyun lulus training dan menjalani tugas baru diluar sana. Sementara itu Siwon mempercepat langkahnya, sesegera mungkin melaksanakan tugas dan kembali ke rumah.

Siwon mengecek kelas pertama memastikan semua aman. Kemudian berpindah ke kelas berikutnya dan mendapati keadaan yang sama amannya dengan kelas pertama. Menuju kelas pada deretan ketiga perasaan Siwon sedikit tidak enak, ada yang mengganjal dihatinya. Dia pikir itu hasil pembicaraannya dengan Kibum tadi. Soal perasaannya yang hampir ketahuan, itu sangat mengganggu. Siwon memang senang bisa berteman dan bekerja untuk Kibum, tapi sifat sok tahu dan suka menebak pemikirannya itu yang membuat Siwon malas untuk berlama-lama dengan Kibum. Dan tiap kalinya terjadi Siwon hanya mampu menghela nafas untuk menghiraukannya.

Detik pertama Siwon melangkahkan kaki dikelas yang terbuka itu, dia kaget. Sebuah punggung menyapa penglihatannya. Berada dideret belakang dan tertunduk membuat Siwon tak bisa menebak siapa pemilik punggung itu. Dia kemudian mendekat bermaksud menegur dan menyuruh si trainee kembali ke asrama.

Jarak satu bangku dengan si pemilik punggung, otak Siwon memerintahkan berhenti. Seketika itulah dia berhenti melangkah. Ada bau harum mawar menyeruak indra penciumannya. Punggung dengan rambut sebahu lurusnya. Kulit putih pucat yang terlihat dari lengannya dan bau mawar keluar dari tubuh itu. Saat ini otaknya menampilkan pembicaraannya dengan Kibum yang lain. Tentang suasana sepi, ketakutan dan Kibum menawarkan seseorang menemaninya. Yang ada didepannya ini manusia kan? Pikirannya bercabang antara hantu atau trainee, Siwon menepis kata hantu dan mempercayai soalan bahwa hantu tak akan keluar sebelum malam. Walaupun begitu badannya tak bergerak maju ataupun mundur. Dia tidak sedang takut kan? Kemudian bulu kuduknya berdiri.

"Siwon!" sapa seseorang yang entah sejak kapan membalik badan dan memandang Siwon heran. Siwon terbangun dari kegalauannya dan hampir saja melarikan diri. Dia terselamatkan dari tindakan pengecutnya itu setelah tahu pasti siapa yang ada didepannya sekarang. Seeorang yang tak kenal sopan kesemua orang, Heechul. Dia memasang tampang stoicnya setelah berhasil mengatur detak jantungnya.

"Sedang apa kau disini?", tanyanya sinis. Heechul murung seketika, seperti bukan Heechul yang biasanya. Sedangkan dibalik tampang kejamnya, iner Siwon gelagapan melihat perubahan wajah itu. Lagi-lagi dia tak tega kepada duo setan. "Kembali ke asrama atau perlu ku antar!". Sebenarnya ini sebuah permintaan, tapi lebih terdengar perintah. Mulut Siwon memang sulit untuk menyamai hatinya.

Heechul, partner iblis yang seminggu lalu mendatangi ruangan Siwon dan mengoyak pertahanannya. Heechul yang dijuluki duo setan. Heechul si siluman TC.

Heechul meletakkan kepalanya dimeja, menumpuk kedua tangannya sebagai bantal. Matanya memandang jauh tak terarah dan wajahnya murung. Dia menghela nafas panjang pertanda dalam keadaan tak baik.

"Biarkan aku disini sebentar, Wonnie",pintanya setelah beberapa saat mengabaikan Siwon. Siwon mendapat panggilan baru kali ini. Menjijikan, tapi dia bisa apa? Ini Heechul, setan yang sulit sekali diatur. "Cuma ingin duduk disini lebih lama sebelum aku pergi dari TC ini".

"Bisa kau lakukan saat ada pelajaran, kau bertingkah seperti mau berangkat secepatnya saja. Bersikaplah yang baik dulu, selesaikan training baru pergi". Siwon mencoba kasar. "Keluar dari sini sekarang juga!", tegasnya seraya berbalik ingin meninggalkan kelas.

"Aku akan meninggalkan TC ini secepatnya. Tepatnya minggu depan", jawab Heechul sebelum Siwon sempat melangkah. "Hari Rabu", lanjutnya lirih.

Siwon mengurungkan niatannya melangkah. Dia lebih memilih berbalik dan mendapati Heechul dalam mode sedih. Heechul akan segera pergi kenapa dia bisa tak tahu? Namja cantik itu pergi memang akan sedikit lebih sepi, tapi itu bagus untuk Heechul sendiri nantinya. Dan kalaupun ada yang pergi pasti akan datang lagi orang lain.

"Berapa lama kau akan duduk disini?"

"15 menit cukup"

Siwon melihat jam yang melingkar ditangannya. 15 menit lagi setengah 6. Belum terlalu sore.

"Baiklah, kuijinkan kau disini 15 menit. Aku akan menunggu"

Heechul menegakkan tubuhnya. Dia berniat menolak ditunggui, tapi Siwon telah menarik kursi didepannya dan duduk disitu. "Aku akan sangat senang kalau dibiarkan sendirian"

"Terlambat, aku sudah duduk. Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, aku tidak akan mengganggu. Lagipula kalau kubiarkan sendirian siapa bisa menjamin kau tidak melebihkan 15 menit yang kuberikan". Ya sedikit keluar karakter, tapi Siwon tak mungkin membiarkan murid yang sedang galau duduk sendirian.

"Aku ingin mengingat sudut-sudut ruangan ini, biar saat rindu TC aku bisa menggali ingatanku lagi. Masak aku harus mengingat wajahmu juga. Lalu kalau aku rindu, apa aku juga harus menggali ingatanku tentangmu?", tanyanya sewot. Entah kemana larinya kesedihan tadi, digantikan oleh wajah kesal. Moody sekali siluman cantik ini.

"Anggap saja aku tidak ada". Siwon mendengus mendapati sifat Heechul yang cepat berubah.

"Wonnie, kau bukan mahkluk kasat mata dan aku tak rabun. Jadi bisakan aku duduk disini sendiri!", pintanya tak sopan. Heechul juga mengutip sedikit dialog Ryeowook.

"Tidak bisa!", jawab Siwon santai.

"Aisshhh". Heechul geram dengan Siwon. Ingin sekali dia memukul namja didepannya ini, tapi apa dayanya sebagai trainee. Dia bisa mengatai orang seenaknya tapi tisak dengan kekerasan fisik. Memukul Siwon sama dengan kelulusan tertunda atau lebih parah dikeluarkan dari TC. "Setidaknya tunggulah diluar, Wonnie!", Heechul memelas.

"Aku hanya akan menunggu disini. Dan waktumu tersisa 12 menit". Heechul membuka mulutnya untuk protes tapi belum sempat keluar kalimat, Siwon menghadang dengan pernyataan final-nya. "Gunakan 12 menitmu sebaik-baiknya atau keluar dari sini sekarang juga!"

"Yaaakkk,,"

"Jangan protes!"

Heechul langsung mengatupkan mulutnya. Dia tidak pasrah, tapi dipaksa pasrah. Bibirnya bergerak-gerak aneh. Sudah pasti dia mengumpat-ngumpat Siwon, tapi umpatannya tersangkut dalam tenggorokan hingga hanya bibirnya yang komat kamit. Heechul mengerutkan dahinya, menyatukan kedua alisnya untuk membuat wajahnya geram. Dan saat Siwon tak memberi respon dia hanya mampu mengerucutkan bibirnya. Dia kesal, kesal sekali.

Kebetulan Siwon memperhatikan Heechul dari tadi. Dari permintaan 15 menit hingga Heechul mengerucutkan bibirnya. Dalam dunia imajinasinya, Siwon mendesah, lelah karena otaknya menemukan pemikiran baru. Pikiranya terus berteriak-teriak. Cantik, manis, lucu, imut dan kata-kata lain sejenis itu. Siwon berusaha menepis hasil pemikiran bodohnya. Dia memalingkan wajahnya kearah lain, tapi saat pandangannya sudah teralihkan paru-parunya mengembang memaksanya menghembuskan nafas dan menghirup udara yang lebih segar. Kemudian dia tersenyum samar. Dasar siluman, umpat Siwon dalam hati.

julie khoyul

Tok tok tok

"Kyu!". Donghae mengetok pintu kamar Kyuhyun pelan. Dia sedang tak bersemangat dari tadi mondar mandir seluruh asrama, kelas, kantor, taman dan semua tempat di TC ini dikunjunginya tapi partner dan anjingnya tak ketemu. Dia bingung harus kemana lagi mencari dua mahkluk itu?

"Apa, Hyung?", tanya Kyuhyun yang muncul dari celah pintu sambil membawa bantalnya.

"Eunhyuk ada disini?". Kyuhyun melebarkan pintu kamarnya memberi akses Donghae untuk melihat sendiri ke dalam. Donghae mengedarkan pandangannya ke sana tapi kosong, tak ada Eunhyuk disitu. "Kau lihat Bada?". Kyuhyun menggeleng entah tak melihat atau malah tak tahu siapa itu Bada.

"Kau cari ditempat lain saja, aku harus mengganti seprei dan sarung bantalku". Setelah Donghae mengangguk Kyuhyun kembali menutup pintu kamarnya.

Donghae terdiam sejenak di depan kamar Kyuhyun. Dia ingin bertemu Bada saat ini, memberikan keripik kentang yang baru didapatkan lagi dari penjaga dapur. Saat dia berbalik ingin melanjutkan pencariaannya dia terkejut mendapati Kibum berdiri di depannya. Sebentar setelah mengelus dada, Donghae kembali muram.

"Mr. Kim, sedang apa sore-sore ke asrama?"

"Pengecekan", jawabnya singkat, datar dan dingin.

Donghae mengangguk.

Aha, mungkin Mr. Kim melihat Eunhyuk atau Bada.

"Mr. Kim, kau lihat Eunhyuk?". Donghae berharap lebih, tapi kibum menggeleng. "Kalau Bada?". Kibum menggeleng lagi. Habis sudah harapan Donghae. Kibum tak tahu keberadaan 2 mahkluk beda jenis yang dicarinya itu. Dia harus berusaha sendiri kalau begitu.

Lagi pula Kibum mana tahu siapa Eunhyuk siapa Bada. Di asrama ini menampung ratusan trainee, mana mungkin Kibum sudi menghafal nama semuanya.

Donghae berpikir, kemana lagi dia harus mencari Eunhyuk dan Bada. Lalu dia teringat keripik kentangnya. Kali ini dia punya 3 bungkus besar keripik kentang. Kalau dia ketemu Eunhyuk nanti akan diberikannya satu. Satu lagi untuk dirinya. Sisanya dia tak yakin Bada mau mamakannya. Dongkae mengambil kantong plastik yang tadi diletakkan didekat kakinya. Mengambil sebungkus besar keripik kentang rasa madu dan menyodorkannya pada Kibum.

Kibum tak segera menyambut keripik itu. Dia tak tahu kenapa orang seterhormat dirinya disodori keripik? Rasa madu pula.

"Kau tak suka rasa madu?". Bukannya tak suka rasa madu, tapi tak suka keripik. "Ada rasa jeruk nipis dan keju. Kau mau yang mana?". Kibum jelas tak menjawab. Dia merasa Donghae sedikit... "Keju saja enak!" Donghae menukar rasa madu dengan keju lalu menyerahkan paksa pada Kibum.

Kibum? Terpaksa dia mengulurkan tangan menerima keripik itu.

"Ngomong ngomong, aku tampan kan?", tanya Donghae sambil memasang pose orang tampan. "Sudah lah, aku memang tampan. Orang tampan tak boleh menyerah. Aku akan cari Eunhyuk dan Bada lagi".

Donghae melenggang bersama keripiknya.

Kibum menggeleng pelan. Dia menemukan perubahan lagi, tapi kearah kebaikan. Bukannya bagus kalau trainee saling berbagi.

julie khoyul

"Sial!". Siwon mengumpat pelan. Bagaimama bisa hati dan pikirannya dipermainkan oleh duo setan. Ini cuma jebakan. Tidak. Cuma siluman ini yang menjebaknya. Dia sudah punya Kyuhyun dan siap menunggu. Siwon meyakinkan dirinya kalau Heechul adalah siluman berbahaya, hanya itu.

"Kenapa memakiku?". Dan ternyata Heechul mendengarnya.

Siwon yang melihat wajah Heechul berubah muram mengumpat untuk kesekian kalinya, tapi kali ini dalam hati. Bagaimana silumam ini mempermainkannya, mengubah mimik mukanya dalam hitungan menit. Persis silumam yang pandai merubah wujud. Siwon janji tak akan tertipu.

"Aku tidak memakimu. Kau saja yang salah dengar" Menghadapi Heechul membuatnya melenceng dari sifat sehari-harinya. "10 menit lagi!"

Heechul makin masam mendapati namja tampan didepannya tak punya belas kasian sama sekali.

"Kenapa tak mau mengingat wajahku? Memangnya kau tak akan merindukanku saat kau keluar nanti?", tanya Siwon frontal, sedikit berharap.

"Atas dasar apa aku harus merindukanmu?". Ini jelas penghinaan tapi Siwon tak mau terpancing emosinya. "Kau bukan pemilik TC ini, bukan Appaku, bukan sepupuku, bukan Heebum-ku dan juga bukan namjachingu-ku", tambahnya kasar.

"Aku guru pembimbingmu, ingat? Dan katamu kau tidak rabun, bagaimana mungkin kau tak bisa melihat orang tampan didepanmu ini!". Ck, dia kelepasan. Baru kali ini Siwon narsis, dan dia berjanji ini untuk yang terakhir kalinya.

Heechul memandang kearah Siwon. Mungkin dia berusaha membuktikan kebenaran kata-kata namja didepannya. Beberapa detik, kemudian dia menggeleng. Jadi dimata Heechul, Siwon tidak tampan? Atau Heechul menggeleng karena alasan lain, mengenyahkan kekeliruan yang dia buat misalnya. Dan ternyata Siwon memang benar-benar tampan.

Siwon terdiam balik memandang Kati. Dia penasaran apa yang dipikirkan wanita itu dengan gelengannya. Siwon sedikit berharap lagi Heechul mengiyakan kata-katanya, karena pembetulan dari Heechul membuat kalimat yang kelepasan tadi tidak sia-sia. Ok, itu bukan sedikit, tapi banyak. Siwon berharap banyak.

Pandangan Heechul bergeser, menuju sudut lain dari wajah Siwon. Hingga dua pasang kelereng hitam itu beradu pandang. Tak ada gerakan ataupun suara, hanya ada deru nafas tipis yang keluar dari hidung keduanya. Suasana jadi sepi, seakan membiarkan pasangan mata itu berbicara satu sama lain. Bercerita tentang kebenaran dalam diri masing-masing.

Selang beberapa saat, Siwon merasakan sesuatu merayap pada punggung tangannya. Sama halusnya dengan kulit tangan Kyuhyun. Dan berikutnya kedua belahan tangan Siwon dan Heechul saling menggenggam. Entah siapa yang memulai hingga genggaman itu sama-sama kuat. Seperti saling menyemangati dan melindungi antar kekasih, tapi ini beda status.

Ini salah, Siwon sadar akan hal itu. Heechul bukan Kyuhyun jadi tak seharusnya mereka berpegangan tangan erat. Tak seharusnya mereka berpandangan lekat. Mestinya cuma dengan Kyuhyun dia melakukan ini. Siwon harus segera mengakhirinya. Memalingkan muka dan melepaskan tangan Heechul, kemudian pergi dari jerat siluman ini. Begitu otaknya berfikir tapi badannya bergeming. Tetap menatap manik gelap Heechul, seakan didalam sana ada sebuah keindahan yang jika dia berpaling keindahan itu akan sirna. Dia masih menggenggam ringan tangan Heechul. Meremas pelan seraya menikmati halusnya tangan itu. Memang tangan Heechul lebih kecil dari Kyuhyun, lebih lentik dan hangat, tapi tangan keduanya nyaman untuk digenggam. Atau memang Siwon menyukai tangan keduanya. Keputusannya, kalau Siwon tak sanggup pergi dari situ setidaknya dia tak melakukan lebih dari ini dengan Heechul.

"Apa aku boleh merindukanmu?", tanya Heechul setelah sekian menit. Dia kehilangan atau sengaja menghilangkan tampang jengahnya. Sekarang wajahnya kembali sendu seperti pertama tadi Siwon melihatnya. "Kemarin-kemarin aku bosan disini, makanya aku dan Kyuhyun membuat kerusuhan. Tapi kita tidak bermaksud ingin dibenci. Kita tidak merubuhkan aturan disini. Kalian saja yang terlalu mengaggapnya begitu". Heechul mendengus kecil. "Tapi setelah kelulusanku semakin dekat, meninggalkan tempat ini menjadi berat. Aku butuh seseorang yang mau memotivasiku. Sesama trainee akan menghadapi masalah yang sama nantinya, jadi tak mungkin aku berkeluh pada mereka". Lagian Heechul mengeluh, itu hal tabu baginya.

"Yakinlah kau akan sukses", sela Siwon "Aku akan jadi motivatormu. Kau bisa datang keruanganku setiap saat selama hari penghabisanmu di TC ini"

"Kau berkata begitu seakan aku mau mati saja", protes Heechul sebal.

Siwon cuma tersenyum kali ini. Dia ingin sekali mengecup punggung tangan Heechul atas tingkah menggemaskannya dimata Siwon, tapi tadi dia sudah berjanji untuk tak melakukan lebih dari berpegangan. Alhasil untuk mengurangi keinginannya, dia mengelus pergelangan tangan Heechul, kemudian lebih keatas sebelum siku. "Kau boleh merindukanku. Dan aku juga akan merindukanmu"

Heechul mengerjapkan matanya beberapa kali. Permintaannya dibolehkan tanpa ada nada kasar dari Siwon. Tandanya Siwon tulus mengatakan itu. Heechul senang mendengarnya. Dia sempat tersenyum kecil sebelum kembali menormalkan wajahnya.

Namja berjuluk siluman ini menarik tangan kanan Siwon. Membuka lebar telapak tangan itu dan meletakkan disisi kiri wajahnya. Menggesek gesekkan wajahnya pelan yang seketika menimbulkan hawa hangat dirongga dada Siwon. Heechul memejamkan matanya, sedangkan hidungnya mengembuskan nafas halus yang sebagian menerpa lengan Siwon. Namja cantik mempesona ini merasa nyawan disitu.

"Gomawo!"

Dari sisi Siwon dimana ada kehangatan dirongga dadanya, nafas halus menyisir pori-porinya, otak dan hatinya bergejolak. Baru untuk kali ini otak dan hati Siwon sejalan. Keduanya sama-sama bimbang, tentang perasaannya terhadap Kyuhyun juga perasaan yang muncul tiba-tiba terhadap Heechul. Dia sudah tak bisa menyangkal Heechul siluman dan Kyuhyun iblis yang keduanya cuma menipu. Kalimat seperti itu lenyap dari pemikirannya. Memang dari jauh-jauh hari Siwon merindukan keduanya dan sekarang menyukai keduanya juga, jadi dia tak bisa memilih. Dua-duanya dia suka.

Siwon tak bisa melihat keduanya lemah. Dia tak sanggup melihat keduanya tanpa senyum. Dia juga tak bisa tak menyentuh keduanya kalau dalam keadaan seperti ini. Jadi, persetan dengan janjinya untuk tak melakukan lebih dari pegangan tangan. Seketika Siwon menarik tangannya, berdiri dan berusaha meraih badan Heechul untuk dipeluknya, tapi keberuntungan belum berpihak padanya. Ada bangku diantara mereka, Siwon melupakan itu. Bangku itu menghalangi sampainya badan keduanya untuk berpelukan. Siwon mengurungkan niatanya dan mendengus hebat serta memaki-maki meja dihadapannya, masih dalam hati.

Heechul memandang heran dengan tingkah Siwon. Sedetik kemudian dia tersenyum hangat saat didapati namja pembimbingnya itu menepuk pundaknya beberapa kali. Dan tepatnya Siwon lelaki normal, senyuman Heechul telah membesitkan keinginan lain setelah gagal memeluknya. Dia ingin menempelkan bibirnya pada bibir namja didepannya ini. Siwon meraih kedua belah pipi Heechul, sama persis dengan kejadian Kyuhyun tempo hari. Dia juga memajukan kepalanya, pelan tapi teratur. Tepat 10 senti wajah itu saling berhadapan Heechul menutup mulut dan hidungnya dengan jari-jari renggang. Si cantik itu masih tersenyum, mungkin dia masih terharu oleh tepukan dipundak dari Siwon, tapi tak sadar kalau Siwon akan menciumnya.

"Kupikir kau akan terus galak padaku. Ternyata kau bisa baik juga"

Siwon sendiri memejamkan mata, benci pada setiap keadaan yang tak pernah mendukungnya. Dia hanya mampu mengangkat kepalanya, kemudian mengecup pucuk kepala Heechul.

"Hari sudah sore, ayo keluar. Tidak baik namja secantik dirimu duduk ditempat sepi. Lagipula ini sudah lebih dari 15 menit!". Kali ini benar-benar ajakan tulus dari Siwon, sedikit menggombal sih. Dia menarik Heechul dan menyejajarkan langkah mereka.

"Aku akan benar-benar merindukanmu. Aku janji akan datang keruanganmu juga", lagi-lagi senyuman hangat. "Gomawo, Wonnie!", tambahnya sebelum berjalan cepat meninggalkan Siwon yang sedang tersenyum sambil meraba dada kirinya.

To be continue

Note for doble...

Ka, sekarang gue jelasin kenapa gue ketawa kemarin. Pas gue nulis doble dick sekalian ngucapin itu kata, lidak gue kesleo. Gue jadi inget kata itu ada di kamus bahasa Inggris yang punya beberapa arti. Gue comot satu artinya yang bikin gue ketawa, but gue yakinin ke diri gue kalau itu cuma nama and nggak ada artian lain. Beruntung lo udah bilang lebih suka dipanggil 'ka' dari pada yang lain.

D(ick), ternyata Kibum datang ke rumah the real Dick, elo! Berharap moga dia datang lagi ya.

Ka n Dick, u 2 still the best motivator for me.

Udahan, see you tommorow!