Contract with the Devil's Son
Chapter 4:
Screenplay's fanfiction
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Heechul
Choi Siwon
Dll
Hallo readers, terima kasih buat yang kemarin. Reader baru, selamat datang. Maaf ya, kalau kemarin ada typo. Kalau typos sedikit harap maklum, kalau banyak juga harus dimaklumi. Janji untuk yang berikutnya lebih teliti lagi. Kalau perlu gue diet jempol, biar pas ngetik sama ngedit nggak kepencet kanan kiri atas bawah.
Kihyun momment, emmm mereka ketemu besok aja ya. Abis chap ini.
Chap 3, ngeksis. Selamat membaca!
King of Gossip
"Kyuhyun-ah!", panggil seseorang yang masuk dan duduk menggeser posisi siempunya ranjang yang sedang rebahan. "Berita bagus. Keberangkatan Heechul hyung ketempat kerjanya ditunda minggu depan", tambahnya diikuti tawa membahana.
"Jangan tertawa keras-keras, kutu. Ini sudah malam!". Kyuhyun mau tidak mau harus menunda jadwal tidurnya. Demi apa, kalau temannya yang dijuluki king of gossip, king of agyo, king of kutu telah memasuki kamar trainee otomatis tak akan ada hari damai sebelum si king of the kings menyelesaikan gosipannya.
"Aku senang sekali", katanya menepukkan kedua tangan sambil tertawa riang.
"Kau senang diatas penderitaan orang lain? Kemana perginya perasaanmu? Atau jangan-jangan kau tak dibekali perasaan saat dilahirkan kedunia". Kyuhyun mendengus sesaat. Dia merasakan berita yang dibawa Sungmin akan menjadi ajang olah pikir.
"Sadis sekali! Harusnya kau juga senang partnermu masih tinggal disini seminggu lagi". Sungmin memelas mencoba beragyo tapi dihadapan Kyuhyun jelas gagal.
Namanya Lee Sungmin. Dulunya dijuluki White Rabbit. Dia manis, imut, pintar dan ramah. Dia inilah salah satu trainee yang kehilangan pekerjaan, kemudian memutuskan masuk TC ini demi pekerjaan lain.
Pernah menjadi asisten pelatih matrial art di salah satu sanggar di China, tapi dia diberhentikan. Padahal dia punya bakat luar biasa dibidang itu. Sungmin juga pernah menjadi manager hotel bitang tiga di Jeju, lalu dia dipecat. Dia tak pernah melanggar aturan hotel apalagi KKN, tapi dia dipecat juga. Dan masih banyak lagi pekerjaan yang dilakoninya berujung pada pemecatan. Yang paling parah saat dia membantu eomma-nya berdagang, Sungmin diusir eomma-nya dari toko. Lantaran eomma Sungmin bilang, image tokonya sedikit buruk dengan adanya Sungmin disitu. Eomma memintanya duduk diam dirumah kalau Sungmin tak ada pekerjaan lain. Apa sih kekurangan Sungmin? Dia tidak kurang apapun, hanya saja Sungmin suka gosip.
Hidup di TC dalam beberapa bulan ini sangat membosankan, dia mulai mnggosip hingga suatu saat julukan white rabbit-nya digantikan dengan king of gossip. Kadang berita yang disampaikan Sungmin ada benarnya. Bisa ditandai mana yang cuma gosip buatannya atau berita benar yang sengaja dia korek dari mana-mana pihak. Kalau moodnya dalam keadaan buruk, Sungmin suka membuat berita-berita tak bermutu. Alasannya agar moodnya kembali baik walau itu merugikan orang lain. Kalau hatinya sedang gembira, dia suka melakukan banyak hal demi mendapat info dari orang lain. Apapun yang datang darinya, baik atau buruk bisa dilihat dari moodnya. Akhir-akhir ini si namja agyo terlihat gembira, bisa jadi ceritanya ada benarnya.
"Partner kejahatan maksudmu? Semua orang menganggapku dan Heechul hyung kriminal, apa bagusnya coba? Dan kalau dia cepat meninggalkan TC, julukan setan, iblis, siluman dan hal-hal buruk lain akan terhapuskan dariku. Lalu yang harus aku senangi apa?"
"Kyu, kalian berdua telah menghidupkan suasana TC ini. Kami tak begitu bosan disini itu berkat kalian. Pikirkan pahalanya!"
Kyuhyun lelah. Dia kembali merebahkan badan dan memejamkan mata. Mencoba untuk mengindahkan Sungmin, namun gagal. Sungmin ikutan merebah disampingnya, menggeser posisi Kyuhyun lagi lebih ketepi.
"Lagi pula, mana ada orang yang keberangkatan kerjanya ditunda dia jadi senang. Dan kau tertawa akan hal itu", celetuk Kyuhyun masih dengan mata terpejam. "Kita sesama trainee yang nantinya juga menghadapi dilema sama, jadi bisakah kau bertingkah lebih wajar!"
Sambil membuka matanya Kyuhyun menanti tanggapan namja disampingnya. Belum ada jawaban, hampir dua menit mereka terdiam. Mereka hanya rebahan sambil sama-sama memandang atap.
Jangan kira diamnya Sungmin sama artian dengan mengiyakan dan menyesal. Dia pernah bilang kalau tak ada kata diam dalam kamusnya kecuali saat tidur dan berpikir keras, sama seperti pepatah Eunhyuk hanya milik Eunhyuk tak ada kata berpikir. Eunhyuk kan namja dong dong, maksudnya tidak begitu pintar, ya sebangsa itu lah. Diam bagi Sungmin masa bodoh dengan keadaan. Dan dia adalah tipe orang yang selalu ingin ikut campur dalam segala hal, walaupun cuma andil suara.
Kalau diam, mungkin dia sedang menyusun kata-kata.
"Sebenarnya ini bukan masalah tertawa diatas penderitaan orang lain, tapi justru dengan begini Heechul hyung tak merasa dikasihani. Siapa orang yang mau dikasihani? Kita bukan orang lemah, kan?"
Kyuhyun kembali memejamkan mata. Menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya keras, mengekspresikan reaksi terhadap perkataan king of gossip-nya TC. Dia menyeringai samar, tapi tak luput dari pandangan Sungmin yang kebetulan menoleh padanya.
"Sebenarnya kau boleh tertawa kalau mau". Kyuhyun menyeringai kembali. "Sudah kuduga, mana ada orang yang tak senang kalau partner in crime-nya tak jadi pergi. Aku tertipu iblis rupanya".
Kyuhyun dan Sungmin tertawa nista bersamaan.
julie khoyul
Semenjak diperkenalkan kembali beberapa hari yang lalu Kibum masih betah berkeliling TC. Dia seperti belum puas sebelum semua hal di TC diketahuinya secara mendetail. Malam ini-pun Kibum berpatroli, mengecek kalau-kalau ada trainee kelayapan.
Berbekal kertas-kertas penuh dengan daftar nama trainee dan letak kamar masing-masing, Kibum melangkahkan kakinya di lorong menuju asrama. Dia bukan ingin mengecek satu persatu kamar, mengabsen satu per satu murid, tapi memastikan keadaan seperti yang dia mau itu saja cukup. Lagi pula feelingnya selalu benar, so tak perlu cemas tebakannya salah. Sepi dan dingin, Kibum sangat bersahabat dengan suasana macam ini membuat seolah fisik dan psikis-nya sempurna. Ini membuatnya siap berpatroli.
"Kibummie?", seseorang mengendap dan melirik takut-takut pada Kibum. Dia takut yang dilihatnya itu mahkluk kasat mata. Pasalnya saat diperkenalkan kembali, dia tak hadir. Dia dan Kyuhyun dapat tugas dari Amber yang sifatnya memaksa. Makanya mereka tak bisa menolak.
Si konyol Ryeowook ternyata. Namja yang kadar manisnya kelewat batas ini entah muncul dari mana, tiba-tiba ada dibelakang Kibum. Menyamai rekor Kibum yang suka muncul tiba-tiba saja. Kim Ryeowook menebar senyum konyolnya saat didapati memang Kibum yang barusan dia panggil.
Kibum melirik Ryeowook dari atas ke bawah lalu sebaliknya. Ryeowook mengenakan piyama kebesaran bergambar jerapah. Dulu waktu pergi ke kebun binatang dia melihat jerapah dengan segala daya tariknya, dia jatuh cinta dengan hewan berleher panjang itu. Hingga kini apa-apa harus berhubungan dengan jerapah, kalau tak ketemu bentuk atau gambar jerapah paling tidak warna harus sama. Nah waktu dia membeli piyama itu yang bergambar jerapah size-nya 2 nomor diatas ukuran tubuhnya. Size M menggunakan XL. Hasilnya sekarang dia seperti anak-anak memakai baju appa-nya. Belum selimut tebal, panjang dan besar yang dibawanya semakin menghilangkan tububnya ditimbunan kain.
"Ryeowook, Kim Ryeowook. Ingat?", tanya Ryeowook yang mendapati Kibum sibuk berpikir. "Bummie, kau lupa padaku?".
"Tidak", jawabnya membuat Ryeowook tersenyum gembira.
Kibum namja jenius, tak ada hal yang dia lupakan walau sekecil apapun. Bukankah orang jenius identik dengan ingatan tingkah tinggi? Tapi walau menjawab tidak, Kibum belum menemukan sesuatu tentang Ryeowook dalam ingatannya. Atau jangan-jangan Ryeowook yang salah orang? Setaunya tak ada siapapun di TC ini yang memanggilnya sedemikian aneh.
"Dari mana kau?", tanya Kibum dingin, tapi Ryeowok malah tersenyum seakan sudah terbiasa dengan perangai Kibum.
Ryeowook menunjukkan selimutnya. Kibum kira Ryeowook juga akan memberikan selimut itu padanya seperti yang dilakukan namja bermuka masam tempo hari, makanya dia bergeming. Ryeowook lebih mendekatkan selimut itu hingga Kibum mampu melihat isinya. Anjing kecil berbulu lebat. Kibum merasa dejavu dengan anak anjing yang sedang terlelap itu. Iya anjing yang sama dengan yang dibawa namja manis disore itu. Kibum tak ingin mengingat nama anjingnya tapi dia ingat betul nama pemiliknya. Lee Hyukjae. Ngomong-ngomong di kamar mana dia tidur?
"Aku menjemput Heebum di kamar Eunhyuk hyung. Hari ini giliran Heebum tidur denganku. Tadi hampir saja Eunhyuk hyung tak memperbolehkanku membawanya". Kibum tak mempedulikan Ryeowook yang asyik dengan anjingnya, dia tengah sibuk membuka-buka lembaran kertas. Kibum sedang mencari nama Lee Hyukjae dan kamar yang dihuninya, tapi tak segera ketemu. Ah padahal trainee-nya tak berjumlah ribuan, sulitnya mencari satu nama saja. Eh, namja yang namanya Eunhyuk itu, dicari namja bermuka masam, tempo hari.
"Hn", jawab Kibum singkat. Dia lebih baik menjawab singkat dari pada dikira tak ada respek dengan trainee. Masih namja tempo hari, dia masih menyimpan keripik kentang itu di rungannya. "Kau tahu ruanganku?". Walau tak melihat Ryeowook, Kibum tahu namja itu mengangguk. "Mau keripik kentang?". Ryeowook juga mengangguk. "Datang keruanganku besok, dan ambil keripiknya di lemari kaca sebelah kanan mejaku. Rak nomer dua dari bawah". Ryeowook sudah tahu persis dalamnya ruangan Kibum. Dia pernah dihukum membersihkan ruangan itu seminggu lebih, jadi tak perlu dijelaskan sedetail itu, dia paham. "Ah!", seru Kibum saat menemukan yang dicarinya. Pantas tidak ketemu, nama Lee Hyukjae ada di lembar pertama atas sendiri. Kibum melupakan fakta bahwa mencari harus dimulai dari depan. Berarti namja manis itu ada di kamar paling ujung.
"Ada apa, Bummie?"
"Tidak. Sudah malam, masuk kamarmu dan tidurlah". Ryeowook mengangguk lagi sambil tersenyum. "Jangan begadang, nanti sakit". Mengangguk lagi tapi kali sedikit berpikir. Tumben Kibum perhatian. Sebelumnya namja itu acuh dengan semua orang.
Kibum akan meninggalkan Ryeowook, tapi tak jadi.
"Ada apa?", tanya Ryeowook saat melihat Kibum memicingkan matanya kearah Heebum-nya. Surat pengesahan trainee diterima TC, lembar ke 3 pasal 10 ayat 2. Trainee dilarang membawa apapun ke TC dan asrama selain barang yang ditentukan diawal. "Hah!". Ryeowook terkejut kemudian mendekap erat Heebum beserta selimutnya. "Heebum bukan milikku. Besok akan kukembalikan pada ahjumma penjaga dapur", terangnya sambil terpaksa tersenyum. "Sumpah, hanya malam ini!", lanjutnya dengan cengiran lebar. "Baiklah aku akan tidur. Sampai jumpa besok, Kibummie!"
Ryeowook berbalik berlari terbirit meninggalkan Kibum. Hampir saja dia terjatuh saat menginjak juntaian selimutnya, tapi dia sigap menyeimbangkan diri. Ryeowook berhenti pada sebuah pintu yang masih bisa dilihat Kibum, membuka pintunya dan masuk. Meninggalkan lambaian tangan kepada Kibum sebelum benar-benar menutup pintunya.
Padahal tadi Kibum belum berpikir kearah sana. Dia cuma mau bilang agar Ryeowook berhati-hati membawa selimut agar tidak tersandung. Bukannya dia sok perhatian, dia hanya mau sedikit basa basi sebagai atasan di TC ini. Kejadian tadi jadi mengingatkan soal peraturan itu, ternyata memang banyak perubahan disini tapi dia tak begitu peduli. Kibum kembali ketujuan semula, kamar diujung lorong. Rencananya dia akan mengintip sedikit, bukan mengintip tapi memastikan penghuni kamar itu ada ditempatnya dan tak kelayapan seperti Ryeowook. Kan tidak mungkin seorang atasan mengintip trainnee namja tidur, dia sendiri juga namja. Dia bukan gay. Alasan lebih masuk akal kalau dia mengatakan itu sebuah pengecekan asrama.
julie khoyul
Tiga macam trainee terbentuk di TC ini
Trainee yang kurang informasi dan pergaulan. Trainee yang merasa dikekang dan dipenjara. Saat mereka keluar TC, rasa ingin tahu tumbuh dalam diri mereka, memaksa mencoba hal-hal baru dan susah membedakan baik dan buruk. Terkadang walau tahu hal buruk, mereka memaksa, melampiaskan perasaan terkekang ketika di TC dan menamainya kebebasan. Sebagaian besar golongan ini banyak yang tak berhasil. Golongan ini sepertinya tidak ada, kalaupun ada pasti tidak dicatat sebagai lulusan TC's Kim.
Tidak semua berakhir buruk setelah keluar dan menjadi pekerja. Sebagian sukses diluaran. Mereka itu berotak cemerlang yang memilih menepikan kesenangan dunia saat kesuksesan belum ditangan. Bekerja mengunakan tenaga diimbangi dengan pikiran menjadikannya tangguh menghadapi kejamnya dunia luar. Kyuhyun dan teman-tamannya kelihatannya masuk bagian ini.
Golongan dengan sukses tergantung adalah sebagiannya lagi. Sukses yang diraih melalui kerja keras otot, menjadi robot dengan tiga kata. Sukses tanpa peduli dirinya terinjak orang lain, tanpa peduli raga mereka meneriakkan kepenatan yang amat sangat. Seakan mengabaikan kebutuhan istirahat, memaksa bekerja demi uang sampai kontrak kerja habis. TclC mengajarkan mereka patuh, kan? Dan sukses macam inilah yang diakui TC sebagai sukses yang sebenarnya. Mereka yang lulus jaman dulu yang masuk golongan ini.
julie khoyul
"Wah wah, ada gosip baru rupanya", celetuk Heechul yang saat itu bersandar dibibir pintu. "Jangan bilang kalian tertawa karena jadwal pengunduran keberangkatanku. Malang sekali nasibku", tambahnya. Heechul menarik daun pintu, menyisakan celah sempit hingga pintu tak tertutup sempurna. Dia mendekat dan duduk di ranjang sebelah.
Sungmin ikut duduk meninggalkan Kyuhyun yang tak ambil pusing dengan keberadaan Heechul. Mereka tak lagi tertawa, tapi masih mengumbar senyum dibibir masing-masing. Kyuhyun yang rebahan menyamankan posisi, menggeser kepalanya lebih ke tengah. Dia melirik Heechul sekilas kemudian tersenyum kembali. Bermaksud mengejek, mungkin.
"Bisakah kau katakan juga padanya tentang menertawakan orang yang sedang bersedih itu semacam dokrin agar tak merasa lemah dan butuh dikasihani!", pinta Kyuhyun yang lebih mengarahkan kalimatnya sebagai ejekan. Dia tahu Heechul tak akan marah.
"Ya seperti itulah". Dan Sungmin-pun tak ingin mengulang.
"Terserah kalian saja", timpal Heechul seperti yang Kyuhyun duga. Namja itu kemudian merebahkan diri mengikuti jejak Kyuhyun. "By the way, seminggu lagi disini aku pasti bosan, terutama kalau harus melihat muka kalian"
"Itu yang aku tunggu!". Heechul mendengus menangkap artian kalimat itu. Akan ada ide aneh lain yang keluar dari otak penggosipnya. Dia menoleh pada Kyuhyun, namja Cho itu memejamkan mata tapi menyunggingkan senyum. Kyuhyun-pun menangkap hal yang sama rupanya. " Setelah minggu ini pasti akan sepi. Untuk kebahagian
penghuni lain, berikan kami sedikit hiburan!", pintanya lebih terdengar memaksa.
"Harusnya kau menyarankan tindakan baik, bukan meminta hal buruk. Apa kau mau melihat teman-temanmu keluar dari sini dengan predikat buruk?"
"Kalau itu membuat yang lain senang, kenapa tidak?". Heechul dan Kyuhyun sama-sama menghela nafas. Mereka sudah terlalu hafal dengan permintaan Sungmin yang bersifat memaksa itu. "Lagi pula buruk bagi staff dan karyawan itu baik bagi para trainee. Coba hitung berapa banyak pahala yang kalian dapat dari situ?". Lagi dia bicara soal pahala. "Sekitar 3 bulan kalian disini dengan image spesial, mana bisa dirubah dalam waktu seminggu?". Ya, Heechul dan Kyuhyun spesial, bukan buruk. Setidaknya begitu cara merayu Sungmin.
Kali ini giliran Heechul yang menyeringai, mewakili Kyuhyun dan dirinya sendiri menanggapi rayuan king of gossip TC.
"Menurut poling yang kubuat, 7 dari 10 seringanan kalian memiliki maksud licik. Aku tidak akan tertipu duo setan untuk kesekian kalinya", rutuk Sungmin. "Sekarang katakan padaku, apa yang sedang kalian rencanakan untuk seminggu ini?".
"Aku ingin tidur, ini sudah malam. Bisakah kalian menyingkir dari sini!", usir Kyuhyun pada dua lainnya. Dia tak mau menanggapi Sungmin.
"Aku tak akan pergi sebelum kalian menjawab"
"Aku baru datang, aku juga tak akan pergi"
"Ck!", Kyuhyun mendecak kecil. "Amber akan berpatroli, aku tidak mau dikira melakukan perencanaan kejahatan bersama kalian". Maksudnya mungkin dia bisa merencanakan sendiri.
"Ms. Amber tak bisa piket lagi hari ini, dan sepertinya tak ada yang menggantikan. Makanya aku berani kemari walau lewat jam 10 malam"
"Kalau begitu aku tidur disini malam ini".
"Aku juga", timpal Sungmin mengekor keputusan Heechul.
Kyuhyun pasrah saja dengan dua orang lainnya. Toh berdebat dengan dua namja itu sama dengan menguras tenaga. Biarkan mereka tinggal malam ini, seperti yang Sungmin katakan, Amber sibuk dengan konser super junior dan tak akan mungkin memergoki mereka bertiga tidur sekamar. Kalaupun nanti jadi masalah, bukannya mereka memang biangnya. Masihkah penting untuk khawatir?
"Jadi bagaimana?". Seketika Heechul dan Kyuhyun memusatkan pandangannya pada Sungmin "Rencana kalian?"
"Rencana apa? Aku tak akan melakukan apapun", tegas Heechul.
"Bilang saja kalian belum punya rencana, aku bisa membantu mencari ide", usulnya sambil nyengir. "Ngomong-ngomong, guru pembimbing kalian sedikit aneh akhir-akhir ini". Sungmin kembali berhadapan dengan pandangan tanya dari duo setan. "Mr. Choi maksudku. Dia mulai tersenyum sendiri hampir dua minggu ini. Aku saja belum tahu penyebabnya. Jelas aneh kan kalau namja stoic seperti dia tiba-tiba tersenyum senyum sendiri?".
"Mungkin saja dia baru menang undian".
"Gajinya dinaikkan itu", susul Kyuhyun.
"Dugaan sementaraku, dia sedang jatuh cinta". Heechul mencibir Sungmin dan Kyuhyun ikut-ikutan. "Walau bagaimanapun sifatnya selama ini, Mr. Choi itu tetap laki-laki normal. Dia juga bisa jatuh cinta. Hanya saja, malang nian yeoja yang dicintai namja stoic sepertinya. Hidupnya akan suram". Sungmin mengkerut. Merebah kembali disamping Kyuhyun dan memeluk tubuhnya sendiri. Bukan dia yang dicintai kenapa dia yang repot.
"Kalau yang dicintainya bukan yeoja, bagaimana?", tanya Heechul yang seketika membinarkan kembali mata Sungmin.
"Janda maksudmu? Atau jangan-jangan wanita bersuami? Wah bakalan seru berita ini". Kyuhyun menempelengnya sebagai penghormatan martabat Siwon yang dilecehkan Sungmin. Dan si penggosip TC hanya manyun sambil mengelus belakang kepalanya.
"Kau kira serendah itu derajat Siwon? Bisa saja dia jatuh cinta dengan sesama namja", tegas Kyuhyun. Terdengar lebih merendahkan sehingga Sungmin membalas menempeleng namja Cho disampingnya itu. Mana ada Choi Siwon setampan itu, segagah itu menyukai sesama jenis. Itu gay namanya. Sungmin pikir Siwon bukan gay.
"Lalu kau kira dia gay? Mr. Choi yang ganteng, yang berwibawa dan berbadan tegap dengan abs seksinya itu bukan penyuka sesama jenis. Dia bukan gay!", protes Sungmin membuat Kyuhyun terkikik geli. Sungmin belum tahu ternyata. "Apa tertawa?"
"Siwon abs-nya seksi? Tahu dari mana, kutu?. Jangan bilang kau pernah mengintip saat dia sedang mandi atau bertukar pakaian". Kyuhyun masih terkikik apalagi saat Sungmin salah tingkah tak tahu harus menjawab apa.
"Aku bukan kutu", jawabnya yang membuat Kyuhyun menutupkan tangan pada mulutnya yang tak bisa menahan tawa. "Aku pernah memeluknya saat bimbinganku beberapa bulan yang lalu. Aku sedang depresi, lalu menggosipkan Mr. Kim yang menyukai salah satu trainee dan berbuat mesum di dalam ruangannya", terang Sungmin lebih lirih dari kalimat sebelum sebelumnya. "Walaupun tidak melihatnya, aku bisa merasakannya". Kali ini hanya gumaman, tapi dua lainnya bisa dengar.
"Kau memeluknya? Memeluk Siwon?", tanya Kyuhyun seakan tak percaya. "Memang dia tidak marah? Dan bagaimana aku tidak tahu gosip itu?"
"Kan aku sedang depresi. Maksudnya gosip yang kubuat membaikkan moodku, tapi aku dimaki-maki staff. Katanya aku melecehkan Mr. Kim dan TC ini", terangnya tapi mukanya tampak tak ada penyesalan. "Aku diberi pengarahan berkelakuan baik oleh Mr. Choi. Dan itu pertama kalinya aku bicara berdua saja dengannya. Aku peluk saja dia. Kubilang aku depresi dan butuh curhat. Mr. Choi tidak marah tu!", tuturnya lagi sambil tersenyum tidak jelas.
"Modus!", pekik Kyuhyun sekaligus memecahkan tawa Sungmin.
julie khoyul
Kibum telah berdiri di depan pintu kamar paling ujung. Dia masih menimang apa yang akan dilakukannya. Menengok ke dalam itu pasti, kalau penghuni kamar menanyakan alasannya dia cukup membalas 'pengecekan' seperti yang direncanakannya tadi. Tapi kalau tak ada yang tanya dan dia hanya mendapati Lee Hyukjae tidur di ranjangnya, dia harus apa? Ini seperti pemikiran pengantin baru di malam pertamanya. Dia akan masuk kamar dan pasti melakukannya, tapi kalau mendapati sang istri tertidur lebih dulu bagaimana caranya meminta dengan lembut?Aihh, dia namja, Hyukjae juga namja. Kibum bukan gay, dia harap Hyukjae juga.
Kibum memperbaiki susunan kertas-kertasnya, menatanya kembali lalu mengamitnya di lengan kiri. Lengan kanannya terulur kegagang pintu. Dia memeganggi gagang pintu itu sedikit lebih lama. 'Tidak dikunci. Tidak dikunci!'. Sugestinya pada diri sendiri atau malah pada pintunya. Perlahan dia memutar kenop dan mendorongnya, terbuka.
"Fiiuhh". Gembira sekali hati Kibum. Dia ingin menjeblakkan pintu itu, segera melihat ke arah dalam. Segera melihat Lee Hyukjae tertidur. Segera meminta apa yang menjadi hak-nya malam ini. Segera.. Ok, ini kelewatan. Praktinya Kibum membuka pelan pintu itu, memberi celah sebesar dua kali tubuhnya untuk melihat ke dalam.
Saat mata Kibum mulai mengedar, sepi, sunyi dam gelap. Lee Hyukjae benar-benar tidur? Kibum melihat jam tangannya, tak tampak apapun. Ah, dalam kamar kan gelap, sejak kapan Kibum jadi bodoh begini? Dia menarik tangan kirinya keluar, masih sambil memegangi kertas dilihatnya jam yang melingkar dipernggelangan. Jam stengah 11. Belum terlalu larut dan Hyukjae sudah tidur. Walaupun tadi Kibum menyuruh Ryeowook cepat tidur, dia tidak berharap hal sama pada Hyukjae. Kalau Hyukjae tidur, Kibum tak tahu harus berbuat apa. Memandanginya tak cukup, berbicara padanya atau lebih tepatnya mendengarkannya bicara itu baru cukup. Kalau perlu mereka mempercepat permainan pada int...
"Sttttthhh". Kibum mendesis sambil menutup sebelah matanya dengan tangan.
Semenjak melihat Lee Hyukjae menari di pagi itu, dan bercengkrama disore harinya, otak Kibum agak sedikit konslet. Kibum itu jenius, Kibum itu dingin dan tak pedulian, Kibum itu penuh dengan ide-ide brilian, Kibum itu namja tampan yang sukanya dengan yeoja manis, cantik dan seksi, Kibum itu bukan penyuka sesama jenis. Titik!
Kembali Kibum melongok ke dalam ruang sambil menajamkan penglihatannya. Dia bisa melihat siluet tiga namja tidur tumpang tindih di satu ranjang. Lee Hyukjae. Lee Hyukjae. Lee Hyukjae yang manis itu tidur dengan dua namja lainnya? Lee Hyukjae yang saat menari terlihat seksi itu mungkin yang ditindih-tindih dua namja lainnya? Lee Hyukjae yang cantik saat memberi perhatian pada anjingnya itu satu diantara tiga namja itu? Ini tidak bisa dibiarkan.
Dan setelahnya otak Kibum kembali konslet karena Lee Hyukjae. Kibum baru saja menyebutkan 3 kriteria yeoja yang disukainya pada Hyukjae. Hanya gender saja yang beda, masihkah Kibum mempertahankan asumsinya bahwa dia bukan gay?
Satu kamar berisi dua ranjang dan hanya boleh ditempati satu trainee untuk masing-masing ranjangnya. Tidak boleh ada yang tidur di kamar lain selain yang ditetapkan TC. Tidak boleh masuk kamar lain setelah lewat waktu istirahat malam. Semua di TC ini sudah diatur sedemikian rupa agar trainee terbiasa dengan yang namanya peraturan.
Kibum meraba tembok dekat pintu lalu memetik saklar setelah menemukan benda itu. Mendapatkan penerangan Kibum segera memasang pose atasan gantleman. Ditangkupkan kedua tangannya didada sambil merubah mimik mukanya menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Dia bersiap memarahi siapa pun itu yang berani tidur dengan Lee Hyukjae.
Seseorang dari ketiga trainee terganggu tidurnya, dia memicing-micingkan matanya sambil mencari siapa gerangan yang menyalakan lampu diwaktu tidur.
"Eheemm!" Kibum berdehem memberi kode yang membuat trainee itu membulatkan matanya.
"Eh, Mr.. Mr. Kim!", sapanya gugup. Dia segera menggoyang tubuh teman-temannya. Bahkan dia sempat menampar bokong seorang saat mengacuhkannya dengan menungging. "Mr. Kim disini!", bentaknya kemudian diikuti keduanya yang bangun geragaban.
"Selamat malam Mr. Kim". Sapa kedunya setelah berhasil duduk berhimpitan.
Tadinya Kibum benar-benar murka, apalagi saat seorang tadi menampar bokong temannya. Dia takut kalau itu bokong Lee Hyukjae. Kalau dia ditawari untuk menampar bokong si manusia manis itu mungkin dia akan mengiyakan, so tak boleh ada yang mendahuluinya. Kemudian pikiran mesum dan tak wajarnya seketika lenyap digantikan rasa lega yang berlebihan. Dari ketiga namja itu, tak ada Lee Hukjae di sana, jadi tak ada alasan lagi untuk marah.
"Mr. Kim, Anda sedang melakukan pengecekan?", mereka menebak benar rencana Kibum. "Maaf Mr. Kim, habisnya kami suka sekali tidur ramai ramai. Kami janji ini tak akan terulang". Kibum mengindahkan permintaan maaf itu, dia sibuk dengan masalah dimana Lee Hyukjae tidur?
"Hyuk", panggil seorang yang paling tepi memberi kode ke.."Hyuk bangun. Ada Mr. Kim disini". Kibum ikut arah kode ke ranjang sebelah. Berjarak setengah meter saja kenapa tak dari tadi Kibum melihat disitu? Itu Lee Hyukjae sedang tidur dengan posisi ganjilnya. Sebelah kakinya naik ke tembok, sebelah tangannya jatuh kelantai, bantalnya beralih fungsi sebagai selimut, menutupi bagian itunya saja. Lee Hyukjae tidur hanya dengan singlet dan short hitam, menampilkan paha putih mulusnya, memperlihatkan lengan ramping dengan sedikit ototnya membuat Kibum tak sadar telah menelan ludah pelan. "Hei, Monyet bangun!", monyet? Temannya itu sudah geram dan menjulurkan tangannya meraih Hyukjae tapi Kibum segera menghentikannya.
"Biarkan dia tidur" cegah Kibum sedikit marah Eunhyuk dipanggil monyet. "Apa dia selalu tidur seperti itu?" Ketiganya mengangguk serempak. Pantas tak ada yang tidur disampingnya. Syukurlah kalau begitu.
Lee Hyukjae manis sekali saat tidur. Dan baru Kibum yang berpendapat demikian. Sudah tahu Eunhyuk tidur dengan posisi tidak elite. Mulutnya membuka mengatup sesekali mengecap-ngecap tidak jelas. Dan kadang-kadang mengigau, seperti...
"Spancer!", gumamnya yang langsung diikuti cibiran teman-temannya. Ah kibum menyayangkan kenapa bukan namanya yang dipanggil Eunhyuk saat tidur?
Kali ini Kibum ingin membenahi posisi tidur Lee Hyukjae. Membenarkan posisi tubuhnya, memberikan bantal dan menyelimutinya, kalau perlu dia bersedia meminjamkan tangannya untuk bantal dan pelukannya untuk selimut, tapi itu belum saatnya. Kibum masih normal, eh yang benar Kibum normal dan tak berniat jadi gay. Lagi pula membantu orang bukanlah gayanya.
"Kalian boleh kembali tidur, tapi besok kalian harus kembali ke kamar masing-masing". Tiga trainee itu mengangguk kompak. "Perbaiki posisi tidur teman kalian itu, dan beri dia selimut!", titahnya yang tak tega melihat keadaan Eunhyuk. "Selamat malam!". Kibum mematikan lampu kemudian keluar dan menutup pintu kamar. Dia sedikit tak rela meninggalkan ruangan kecil itu, serta dia tak punya alasan untuk singgah lama dalam sana, alhasil dia harus pergi.
To be continue
Ada yang sependapat sama kaya Kibum, Eunhyuk manis saat tidur?
I'll be back tommorow. See you!
