Contract with the Devil's Son

Chapter 5:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Hi lagi, chap 5 disini.

Terimakasih buat semuanya, terutama yang setuju kalau Eunhyuk saat tidur itu maniss banget. Ya walau ditambahi semanis lemon, pake ngorok dsb-nya. Eunhyuk tetep manis.

Eh, iya ini tetep ff kihyun, walau satu sama lain belum ada interaksi, the last batle tetep Kibum vs Kyuhyun. Eits dah, kalian kalau ngomongin 'batle' bawaannya kearah sana mulu. Batle nggak selalu berarti bertarung yang begituan. Yadong ah kalian!

By the way, happy reading!

Masih King Of Gossip

Kyuhyun terdiam sesaat setelah pengakuan Sungmin. Apa benar tubuh Siwon seksi? Dia sendiri pernah dipeluk Siwon, tapi tak tahu model badan namja Choi itu. Mungkin karena dia lebih mementingkan misinya dari pada memahami hal-hal berbau mesum. Kalaupun iya Siwon memiliki abs seksi, berarti dia pernah menyentuh badan itu walau tak secara langsung. Bagaimana reaksi Sungmin kalau dia tahu bukan hanya dirinya yang pernah berpelukan dengan Siwon?

Kyuhyun menyeringai sejenak tapi kemudian mengerutkan dahi setelah mengingat soal gosip. Gosip waktu itu apa ya? Soal Mr. Kim berbuat mesum dengan trainee, dia tak pernah mendengarnya. Lagi pula siapa itu Mr. Kim? Karyawan baru kah? Atau memang sudah kerja di TC ini tapi dia tak pernah lihat mukanya. Telalu banyak karyawan di TC ini, dan tak perlu mengenal semuanya kalau tujuan masuknya untuk training dan mendapat pekerjaan. Ah, sebodo dengan orang yang tak pernah dia lihat.

"Apa ada kemungkinan kalau orang yang dicintai Mr. Choi itu aku? Secara aku pernah memeluknya", tanya Sungmin membuyarkan pemikiran Kyuhyun. "Aku akan merana dicintai namja stoic", keluhnya sambil menangkupkan kedua telapak tangan dibelahan pipinya. "Tapi kalau memang aku, aku siap untuk merana. Masak tega menolak namja sekeren dia", imbuhnya dengan senyum sok manis. Sungmin lupa kalau dia baru saja menyangkal soal Siwon yang gay atau dia sendiri lupa gender?

"Aku juga pernah dipeluk Siwon. Dipeluk, bukan memeluk seperti yang kau lakukan", timpal Heechul sebelum celotehan Sungmin merembet kemana mana. Barusan Heechul menimpali, lalu kemana dia beberapa saat yang lalu? Diam-diam dia juga memikirkan tubuh Siwon kah? Lalu membayangkan rasa pelukannya.

"Aku juga", Kyuhyun tak mau kalah.

Sungmin manyun seketika. Khayalannya tentang Siwon dan dirinya musnah sudah. Wajahnya yang cerah ceria menjadi suram mendengar penuturan Heechul dan Kyuhyun.

"Ah, kalian modus juga. Kalian kan licik, bisa saja semua karena trik mengelabui Mr. Choi sampai dia mau-maunya memeluk kalian. Atau kalian main dukun", protes Sungmin. "Kalian kan biang onar, mana mau Mr. Choi jatuh cinta dengan salah satu diantara kalian".

Heechul dan Kyuhyun menampakkan reaksi yang berbeda-beda mendengar penuturan namja penggosip itu. Intinya mereka bosan dengan tingkah aneh Sungmin. Sebentar-bentar berubah. Tadi mengelu-elukan duo setan, memuji mereka dan sekarang mengata-ngatai. Memang bukan sengaja memancing pertengkaran, tapi mendengarnya membuat keduanya jengah.

"Sudah kuputuskan, Mr. Choi jatuh cinta padaku!".

"Jadi kau bersedia merana demi dia?"

Sungmin mengangguk sambil tersenyum polos. Agaknya dia meminta persetujuan dengan kedua temannya.

"Oh, ambil saja kalau begitu. Aku tidak bersedia merana cuma demi seorang namja. Masih banyak laki-laki lain yang bisa membuatku bahagia". Sungmin mengerjap kaget atas penuturan Kyuhyun. Ditatapnya namja iblis itu lekat, dia tak percaya ada yang menolak pesona Siwon. Kemudian dia menoleh pada Heechul, melihat reaksi partner iblis itu.

"Aku?", Heechul menunjuk pada dirinya sendiri ketika mendapati Sungmin memandanginya penuh tanya. "Lelaki stoic bukan tipeku. Aku lebih suka yang humoris dan romantis", terangnya.

"Yah, kenapa kalian tidak merebutkan Mr. Choi? Apa kurangnya dia?", protes Sungmin tak terima karena tak ada yang mau bersaing dengannya.

"Dia stoic, "

"dan orang akan merana dicintai olehnya".

Sungmin manyun lagi. Ini bumerang namanya, karena kalimat yang dibuatnya kembali pada dirinya sendiri. Dia paham situasi bersama duo setan tak pernah akan seperti yang dia bayangkan. Apa yang mereka lakukan tak bisa ditebak, dia mengklaim dirinya sendiri mampu menahklukkan duo setan itu tapi nyatanya sulit. Walau dia kadang keterlaluan, menggosip yang tidak-tidak tapi dia tak pernah seberani keduanya. Dia cuma memasuki celah beresiko kecil, tidak seperti duo setan yang terang terangan lewat pintu terbuka. Si biang gosip ini tipe pembuat ulah tapi takut konsekuensi.

"Baiklah, kita kesampingkan Mr. Choi. Walau sekeren apapun dia, aku tak akan menyukainya kalau tak ada saingan". Itu menandakan Sungmin suka bersaing tanpa melihat hadiahnya. Dia mau mengoleksi musuh kelihatannya. "Kita cari ide untuk kejutan perpisahan kalian saja kalau begitu", usulnya sambil merubah mimik mukanya, ceria lagi.

Kyuhyun memejamkan matanya. Melenakan pikirannya agar bisa tidur dan terhindar dari kalimat-kalimat yang diutarakan Sungmin. Dia bukannya lelah dan mengantuk, lebih tepatnya dia ingin tidur dari pada mendengar Sungmin menyodorkan usul-usul aneh padanya.

Heechul membenahi tidurnya. Menggeser tubuhnya menyamping menghadap Sungmin disebrang ranjang. Dia mendapat balasan dari king of gossip itu. Dan keduanya sama-sama terdiam seperti sedang berfikir.

"Kau sedang memikirkan sesuatu, Hyung?", tanya Sungmin dengan muka polosnya. "Waktu itu aku menggosipkan Mr. Kim, masih ingat gosip itu?".

"Itu yang sedang kupikirkan. Tentang Kibum yang berbuat mesum di ruangannya. Kau bisa buat cerita dalam garis besarnya?"

"Kau mau meneruskan gosip itu? Membuatnya nyata?", tanya Sungmin berbinar. Lalu tanpa dijawab Heechul, Sungmin menirukan kebiasaan duo setan. Dia menyeringai pertanda setuju dengan permintaan Heechul. "Tentu. Aku adalah king of gossip, jadi mengarang cerita sudah jadi keahlianku. Tinggal bilang cerita macam apa yang kau inginkan!"

"Jadikan trainee berinisial K kandidat partner mesum Kibum dalam ruangannya"

julie khoyul

Seorang petugas keamanan mendatangi Amber yang masih berdiri diarea terbuka. Suasana sudah semakin sepi dan Amber masih betah disitu. Konser Super Junior berakhir dari dua jam yang lalu. Semua penonton sudah pulang, cuma ada kru dan petugas mengurus ini itu berseliweran, bolak balik melaksanakan tugasnya. Saat mendapati seorang yeoja berpakaian namja berdiri disitu, seorang petugas akhirnya menghampirinya.

"Agassi, ini sudah malam. Kau tidak pulang? Atau kau butuh bantuan?", tanya si petugas sedikit khawatir.

"Aku sedang menunggu temanku", jawabnya mantap.

"Benarkah? Kalau kau butuh bantuan panggil kami, tak perlu sungkan". Amber mengangguk dan si petugas kembali pada pekerjaannya.

Satu jam kemudian Amber masih berdiri disitu. Belum merasa bosan juga dia. Entah siapa yang ditunggunya hingga membuatnya sedemikian sabar.

"Agassi", sapa petugas yang tadi. "Belum datang temanmu itu?"

"Mungkin sebentar lagi. Dia pasti sangat sibuk. Aku akan menelephonnya"

"Baiklah", kata petugas. Dia cuma khawatir ada yeoja sendirian disitu.

"Terima kasih". Amber membungkuk sambil tersenyum.

Si petugas pergi lagi. Hingga satu jam kemudian dia kembali dengan seorang petugas lainnya.

"Kau benar-benar sudah menelephonenya?", tanya petugas itu.

"Belum, aku cuma ingin memberinya waktu. Aku tahu dia sangat sibuk mengurus artisnya"

Si petugas memandangnya.

"Sebenarnya siapa yang kau tunggu?"

"Manager Super Junior. Dia kekasihku". Amber kelihatan bangga sekali menyebut sang manager Suju itu kekasihnya. "Dia pasti sedang sibuk dibelakang"

"Eh! Manager Super Junior?". Amber mengangguk sambil tersenyum ramah. "Mereka sudah pulang semenjak 3 jam yang lalu"

"Yang benar. Bukankah mereka masih dibelakang?"

"Mereka memang datang dan pulang lewat jalan belakang, Agassi!"

Amber ditinggal disini sendirian. Lebih dari 3 jam dia menunggu ternyata dia sudah pulang. Kenapa tak ada telpon atau sms ke nomornya? Namja macam apa kekasih Amber itu.

"Benarkah?". Amber menggeledah tasnya dan mengambil hanphonenya. Dia mendial nomor yang dihapalnya diluar kepala dalam beberapa minggu ini. Sekian lama menunggu, tak ada jawaban. Mencoba lagi, tak ada jawaban. Sampai ke sepuluh kalinya masih tak ada jawaban. Amber mulai kesal, coba saja kalau namja itu bukan manager Suju mana mau Amber pacaran dengannya. Namja kurang ajar.

julie khoyul

Dalam tidur ayamnya Kyuhyun sayup-sayup mendengar kata K dan Kibum. Seketika sebagian otaknya yang tertidur terpaksa bangkit kembali. Ditengah kesadarannya yang telah kembali sepenuhnya dalam hitungan detik, Kyuhyun menarik bantalnya menjatuhkan kepala Sungmin pada kasur dibawahnya. Kyuhyun melempar bantal itu kearah muka Heechul. Dan berikutnya kedua temannya itu mendesis, sakit.

"Seenaknya memakai inisial K. Inisial K di TC ini sangat sedikit, dan namaku ada di dalamnya. Aku tak mau terlibat urusan percintaan atau apapun dengan Mr. Kim, Kibum atau siapa itu!", tegas Kyuhyun diikuti senyum kedua temannya.

"Tandanya kau belum tahu siapa Mr. Kim iya kan? Namanya Kim Kibum, Kyu"

"Ya, lalu? Penting ya Mr. Kim itu? Kalau kalian tertarik padanya gunakan inisial doble S. Sungmin atau Siluman". Heechul menyeringai diikuti Sungmin. "Sejak kapan kalian jadi kompak menyeringai?"

"Kyu, Mr. Kim itu tampan. Bodynya keren, seksi, pembawaannya tenang, baik, tidak sombong. 11-12 dengan Mr. Choi. Mr. Choi 11, dia 12". Terang Sungmin sambil tertawa kecil. Heechul sebenarnya ingin ikut tertawa, tapi keterangan Sungmin terlalu melebihkan, jadi dia urungkan niatnya. "Dia anak pemilik TC ini. Hebat kan?"

Kyuhyun mendengus. Dia tidak mau menggoda orang lagi. Setelah misinya dengan Heechul, menakhklukkan Siwon yang stoic berhasil, dia tak mau melakukan misi seperti itu lagi. Maksudnya hal yang berhubungan dengan hati, dia mencoba menjauhinya.

"Mereka bersahabat dan sama-sama stoic. Mr. Kim lebih parah, dia lempeng dan lebih suka mengeluarkan ejekan sebagai humor bagi dirinya sendiri. Yang paling penting dia pintar, jenius mungkin", terang Heechul. "Kau tidak tertarik dengan orang jenius, Cho?", tambahnya.

"Tidak", jawab Kyuhyun cepat.

"Tanpa berfikir? Ingat Kyu, mengalahkan orang jenius adalah kepuasan tiada tara", sokong Sungmin. Agaknya memang inisial K diperuntukkan nama Kyuhyun. "Pikirkan dulu. Kau ada waktu sampai besok pagi"

Kyuhyun mengeryit dan Heechul tergelak. Kyuhyun menoyor kepala biang gosip Sungmin itu tanpa perasaan, balasan untuk kata-kata yang diucapkan padanya juga tanpa perasaan.

"Kenapa harus aku, bukannya Heechul hyung yang harusnya menerima ide konyol itu?", protesnya ulang.

"Aku juga ikut, tapi keadaanku tak memungkinkan menempati posisi sebelumnya". Yang dimaksudkan mungkin peran utama. Dia akan menjadi partner Kyuhyun dan itu pasti ada alasannya. "Aku kenal Kibum, dan aku jelas bukan tipenya. Kau yang lebih tepat, dan aku yang akan membuka jalanmu".

"Sebenarnya kita tidak sedang mengatur strategi perang. Bisakah kita bahas dengan kalimat yang lebih sederhana?", Sungmin menengahi. "Begini Kyu, ini adalah bagian terakhir dari ulah yang harus kalian lakukan. Terakhir kali untuk memberi kejutan perpisahan pada trainee lain. Lakukan apapun yang kau mau pada Mr. Kim tapi jaga diri. Buat cerita betulan diantara kalian berdua yang orang lain cuma menganggapnya gosip".

Kyuhyun mengerti maksud Sungmin, tapi kenapa harus dia? Kyuhyun sedang tidak mood berulah saat ini. Mungkin dia perlu pikirkan lagi.

"Aku pernah bilang padamu kalau Heechul hyung pernah menjadi asisten manajer TC ini kan, walau sementara? Nah manajernya itu Mr. Kim, dan dia sudah tahu betul karakter Heechul hyung seperti apa. Apalagi gelar setan Heechul hyung sudah diketahui Mr. Kim saat itu. Jadi dia tahu bagaimana liciknya Heechul hyung". Heechul men-deathglare Sungmin yang seenaknya bilang dia licik walau kenyataannya benar, tapi tidak mempan. Sungmin cuma membalas dengan melengoskan muka ke arah lain. "Sebenarnya kalau Heechul hyung mau-pun bisa, tapi satu minggu aku rasa tak akan cukup"

"Bilang saja dia pernah mencoba tapi gagal", potong Kuhyun.

"Enak saja! Bukan gagal Cho, hanya saja aku tak mau meneruskannya", bela Heechul. Dan mungkin trainee yang diajak Mr. Kim berbuat mesum diruangannya itu Heechul. Kyuhyun tertawa tertahan membayangkan Heechul bermesraan dengan anak pemilik TC. "Jangan tertawa, bukan aku orangnya. Biang gosip kesayanganmu ini yang mengada-ada", tuding Heechul yang memahami tawa partner setannya.

"Aku kan bilang itu gosip, jadi memang beritanya tidak benar. Lagian aku tidak pernah menyebutkan namamu"

"Tapi berkat gosipmu aku jadi tersangka. Dan dengan sangat terpaksa aku diberhentikan dari pekerjaan sementaraku". Heechul gusar. Dia mencintai pekerjaan yang berurusan dengan meja. Dia memang tipe pekerja kantoran. Saat ditawari jadi asisten sementara dia sangat senang, bekerja dengan baik dan tak membiarkan ada kesalahan dalam hasil kerjanya. Bagus memang, tapi karena gosip itu, dia terpaksa diberhentikan sebelum waktunya. Heechul kesal sekali tapi tak bisa melampiaskan kemarahannya.

"Itu sudah lewat, masih saja kau kesal, Hyung"

Heechul melempar balik bantal yang tadi bersarang diwajahnya. Dilemparnya tepat diwajah Sungmin. Boleh dibilang pembalasan.

"Aku menikmati pekerjaanku walau sementara, bukan hanya duduk tak jelas di asrama seperti sekarang ini. Ini membosankan!". Heechul meninggikan nada bicaranya. Dia memang bosan, sebosan bosannya. Sama seperti trainee lain, hanya saja Heechul berani menunjukkan dan trainee lain tidak.

Sekarang Kyuhyun dan Sungmin menertawakan Heechul. Teryata teman mereka seorang pendendam. Jadi itu alasan Heechul tak mau meneruskan usahanya menahklukkan manger keuangan di TC ini. Dan Kyuhyun alasan tepat untuk memenuhi dendam itu? Sekali lagi Kyuhyun tertawa.

"Jangan tertawa keras-keras, Kyu. Ini sudah malam!", Sungmin balas menegur Kyuhyun karena tawanya.

"Ini belum tentu akan terulang, jadi biarkan aku tertawa sepuasnya", kata Kyuhyun disela-sela tawa kecilnya.

julie khoyul

Amber mendudukkan diri di tepi jalan. Dari sekian banyak mobil yang lewat kenapa tak ada taxi. Apa taxi juga ada jam tidur? Amber jadi semakin lelah, dan dia sangat mengantuk. Mana besok dia harus kerja juga. Hah, dia benar-benar menyesal membolos berjaga malam di TC dan lebih mementingkan konser Super Junior serta berakhir seperti ini. Dia juga menyesal memacari manager grupband itu, harusnya dia pacari membernya saja, kan? Ide yang bagus, Amber akan coba lain waktu.

Amber mengambil handphonenya lagi lalu mendial nomor lain. Sekian detik baru ada balasan dari sebrang telpon.

"Ah, Yoon. Kau belum tidur?", tanyanya berharap.

"Aku ada tamu". Tamunya Yoona malam-malam seperti ini siapa ya?"Ada apa, Amber?"

"Yoon, Kau bisa jemput aku. Aku didekat tempat konser Super Junior. Di daerah..."

"Kau tak bawa mobil?", potong Yoona tahu arah pembicaraan Amber.

"Tidak"

"Amber, kau naik taxi saja. Aku benar-benar sangat sibuk sekarang. Ada tamu yang tak bisa kutinggalkan. Sudah dulu, ketemu besok di TC. Bye, Amber".

Detik berikutnya suara tut tut tut keluar dari Yoona yang memutuskan telepon sepihak. Amber kesal sekali, tapi dia juga penasaran siapa tamu malam-malam begini yang datang ke rumah Yoona? Tak pernah Yoona mengacuhkannya sebelum ini, bagi Yoona persahabatan lebih penting dari apapun. Dan sekarang apa?

Amber tak habis akal, dia mencari nomor baru yang akan dihubunginya. Mendial dan menunggu beberapa saat. Terangkat.

"Hai Chulie baby, kenapa menelphonku malam-malam. Kau merindukanku, eoh?".

Amber mematikan panggilannya. Aneh sekali seseorang tadi. Perasaan dia mendial nomor Siwon, kenapa namja bersuara mesum yang menjawab? Amber memeriksa handphonenya lagi. Kali ini dia mendial satu persatu angka yang dia hafal itu nomor Siwon. Beberapa saat menunggu lagi dan terangkat.

"Kyunnie", sapa suara serak bangun tidur ditelephone. "Sial sekali aku, aku kedinginan disini tapi kau sangat jauh disitu. Aku ingin memelukmu, Chagy!". Amber merinding mendengar suara yang menurutnya lebih seram dari hantu itu. Dia segera mematikan panggilan. Mungkin penjaga ruman Siwon yang menjawab teleponnya tadi, pikir Amber ngelantur. Menelephone Siwon tengah malam ternyata pilihan buruk.

Amber masih membuka-buka contact number di hanphonenya. Dia masih punya banyak teman yang bisa dimintai bantuan. Tapi semua berakhir dengan helaan nafas ketika tak satupun bisa membantunya. Masa iya Amber harus jalan kaki untuk pulang? Rumahnya kan berpuluh-puluh kilometer jauhnya dari sini. Bisa jadi kakinya patah ketika sampai dirumah nanti.

julie khoyul

Beberapa menit berlalu setelah tawa kyuhyun mereda semua kembali tenang. Hening sampai ketiganya mengira satu sama lain telah tertidur. Tampaknya saat ini sudah malam sekali. Saat diam mereka tak mendengar suara selain deru nafas ketiganya. Udara dalam ruangan itupun sudah naik sama seperti malam-malam sebelumnya. Ruangan kecil dua ranjang tanpa jendela. Panas dan pengap. Ini maih Korea yang notabenenya dingin, tapi lain sekali didalam sini. Satu-satunya sirkulasi udara selain pintu utama adalah melewati ventilasi kecil dibelakang tembok. Menyerupai penjara. Bedanya di sel penjara akan sangat dingin, dan ruangan ini panas.

"Kalau ada keuntungan yang lebih dari 'kepuaasan tiada tara' itu, akan kupikirkan secepatnya", kata Kyuhyun memecah suasana. "Apalagi menolong teman itu pahalanya besar. Betul, kutu?", tanya Kyuhyun pada Sungmin. Dan Sungmin yang sudah lelah protes soal nama spesial pemberian Kyuhyun, cuma mengangguk. "Sebenarnya aku bukan namja penggoda, tapi demi membalas sakit hatimu yang entah karena apa, pada siapa dan untuk apa, aku rela membantu".

"Iya, dari pada dendam Heechul hyung tak terbalaskan lalu dia jadi gila, kan kasihan?", tambah Sungmin.

"Apa maksudmu? Aku tak akan jadi gila cuma gara-gara hal sesepele ini", bela Heechul. "Ini tidak ada hubungannya dengan kejadian waktu itu". Protesnya gencar.

Kyuhyun nyengir mendengarnya. Dia semakin yakin Heechul butuh pelampiasan. Bermain sekali lagi sebelum keluar dari TC tidak buruk juga. Apalagi kalau yang namanya Mr. Kim Kibum itu orangnya persis seperti penggambaran Heechul dan Sungmin, akan sangat menyenangkan nantinya. Bukankah yang penuh tantangan itu bisa mamacu semangat?

"Aku bersedia, dengan syarat kalian ikut andil. Ada konsekuensi ditanggung bertiga".

Sungmin langsung terduduk, dia senang sekaligus gelisah.

"Aku mana berani ambil resiko, Kyu. Aku bisa ikut, tapi takut dimaki-maki lagi", katanya cemas.

Kyuhyun ikut duduk. Mendengus pasrah dan memandang king of gossip penakut dengan mata sayunya.

"Kalau begitu keluar dari sini sekarang!". Usir Heechul dari lain sisi. "Untuk apa bekerja sama dengan pecundang sepertimu. Omong besar tapi tak ada gunanya", lanjutnya.

"Kau harus mencoba sesuatu yang lebih nyata dan beresiko lebih besar. Aku jamin akan sangat menyenangkan", usul Kyuhyun sambil menepuk pundak Sungmin.

Sungmin yang tadinya mengernyit benci seketika menepukkan kedua tangannya. Dia tersenyum cerah seakan tak pernah terjadi masalah apapun.

"Kalian benar, aku harus mencoba sesuatu yang beresiko. Meningkatkan kadar bahan gosipanku biar layak didengar kalayak", katanya sambil cengengesan. Kyuhyun dan Heechul melongo kompak seperti sebelum sebelumnya, bukan karena perubahan mood Sungmin tapi lebih kepada pemahamannya yang aneh. Sudahlah, Sungmin memang aneh dari dulu. "Ini deal?", tanyanya kembali ke pokok masalah awal.

"Terserah kau saja!", jawab Kyuhyun sekenanya kemudian kembali merebah.

Berpindah pada Heechul yang menjadi sasaran selanjutnya pertanyaan deal or no deal dari Sungmin, Heechul cuma mengangguk.

"Aku ikut kalian saja", jawab Heechul yang kemudian menyamankan posisi untuk segera tidur.

"Yaaaii, jadi kita sudah deal", sorak Sungmin lebay.

"Apanya yang deal?". Suara bass yang tiba-tiba muncul dari pintu menghentikan sorakan Sungmin. Heechul membuka matanya tapi tak berniat melihat, dia kenal suara itu. Sedangkan Kyuhyun memilih pura-pura tidur.

"Eh, Mr. Kim! Selamat malam!", sapa Sungmin gugup tapi masih sempat cengengesan.

juli khoyul

"Kau tahu kenapa bulan bersinar redup malam ini?", tanya seorang namja pada seorang yeoja.

"Memangnya kenapa, Oppa?"

"Karena sinarmu telah mengalahkannya, Yoonaku sayang!". Oh ini dia tamu Yoona tadi. Seorang manja yang sekarang duduk berdua di balkon rumah Yoona.

"Aaah, Oppa bisa saja. Aku kan jadi malu"

Si namja menarik Yoona, mendudukkan yoeja itu dipangkuannya. Dia mendekap tubuh langsing Yoona dan membawanya bergerak kecil kekiri kekanan. Yoona tersenyum bahagia, kisah cintanya yang dimulai dua hari yang lalu itu manis seperti yang diimpikannya. Namjachingunya perhatian dan romantis, seromantis Jack di film Titanic yang pernah ditontonnya dulu.

"Yoona sayang". Yoona menoleh kebelakang menjadikan pipinya membentur bibir si namja. Yoona malu sekali, tapi dia suka. Wajahnya memerah sempurna dan senyum terus terkembang dibibirnya. Seketika dia kembali menghadap depan, tak mau rona merahnya dilihat sang kekasih. "Kau sangat cantik. Aku bertung punya kekasih seperti dirimu". Yoona lagi-lagi hanya mampu tersenyum.

Tuhan jangan akhiri malam ini. Begitu doa Yoona dalam hati.

"Yoon!"

"Hn!", sahut Yoona malu-malu.

Namja itu tersenyum, meluluh lantahkan hati Yoona. Membuat hati pengajar di TC's Kim itu berdegub gak karuan. Ini pertama kalinya guru cantik dan baik hati itu merasakan jatub cinta yang sebesar-besarnya. Dan ketika perasaannya terbalas macam ini, alangkah sempurna hidupnya.

Namjachingu Yoona memonyongkan bibirnya saat si yoeja menoleh padanya. Bukan sedang merajuk, bukan sedang pamer bibir juga, ini seperti...

"Popo!", pinta si namja sambil menunjuk bibirnya sendiri.

Yoona kontan memukulkan kepalan tangannya pelan ke dada namjanya. Ah, Yoona benar-benar malu, tapi dia juga ingin ciuman. Jadi Yoona tak mungkin menolak. Kemudian keduanya saling mendekatkan wajah lebih dekat, lebih dekat dan...

To be continue

Tu kan, Kibum dam Kyuhyun sudah ketemu. Ketemu doang! Interaksinya besok ya.

Last words, I love all of you.

This fic will be update tommorow. See you!