Contract with the Devil's Son

Chapter 6:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Hai, thank you lagi untuk yang kemarin. Reader baru, halloo selamat datang! Huffff nggak tahu mau ngomong apa lagi, gue agak boring hari ini. Moga apa yang gue tulis kali ini nggak bikin kalian boring juga. Gitu aja ya, selamat membaca!

Mr. Kim dan Duo Setan

Angin berhembus sejuk dan dingin. Hawa panas yang tadi membakar kulit sedikit demi sedikit terkikis, tergantikan dingin yang nyaman. Jikala mereka ingin tidur, akan pulas sekali. Suasana yang nyaman dan selimut yang tebal membawa ketiganya pada mimpi indah. Tapi kenyataannya mereka tidak sedang berada di kamar saat ini.

Ketiganya, Kyuhyun, Heechul dan Kibum sedang duduk melingkari meja bundar. Meja bundar diteras sebuah restoran. Mereka sedang melihat menu makanan disebuah kertas. Lebih tepatnya Kyuhyun dan Heechul yang melihat-lihat menu makanan. Sedangkan Kibum hanya duduk diam didepan duo setan.

Awalnya Sungmin bilang kalau dia dan Heechul mencemaskan Kyuhyun yang sedikit tidak enak badan saat Kibum menanyakan keberadaan mereka di kamar Kyuhyun. Mulanya dia tidak percaya apalagi Kyuhyun terlihat baik-baik saja kecuali ekspresi terkejutnya melihat Kibum untuk pertama kali. Heechul-pun tidak jauh beda, dia tidak meyangka Kibum mengecek asrama yang semua penghuninya adalah namja. Bukannya Kibum tak pernah melakukannya, tapi ini malam hari. Sesudi itu kah dia?

Kemudian Sungmin mengatakan kalau keadaan Kyuhyun sudah membaik, tapi masih lemah. Saat Kibum masih tidak percaya dan menanyakan langsung pada Kyuhyun, Kyuhyun menjawab kalau dari siang hingga malam dia tidak makan. Jatah makan habis atau mungkin sudah diangkut kembali ke dapur. Dan peraturannya kalau sampai beberapa saat tak ada yang menyentuh makanan lagi, semua makanan tersisa diangkut dan tak boleh diambil.

"Lalu kenapa kau tak segera makan?", tanya Kibum yang masih belum terima alasan ketiganya. Kibum sudah tahu siapa tiga orang ini. Dia tak boleh bersabar-sabar lagi.

"Kau tahu siapa yang menyuruh mengerjakan tumpukan berkas dengan isi yang tak jelas disebelah ruanganmu?". Heechul menunggu sejenak tapi tak terlihat Kibum akan mengeluarkan kata-kata. "Orang itu melarang berhenti bekerja sebelum semua beres. Mana ada trainee yang berani membantah?", lanjutnya.

Kibum memandang ketiganya. Menyelidik tak percaya pada duo setan dan si tukang gosip. Paduan biang onar itu sudah jelas mau menipunya. Orang intelek sepertinya tak akan tertipu, apalagi cuma sekenario murahan yang mudah sekali dibaca oleh otak jeniusnya. Duo setan tak akan menimbulkan efek apapun padanya walau ditambah si biang gosip dipihak mereka.

"Kalian tahu peraturannya? Sesama trainee dilarang mengunjungi kamar lain saat jam istirahat malam, apalagi berniat menginap", katanya sedikit gamang. Masih terpikirkan dalam otaknya tentang perkataan Heechul, soal seseorang yang menyuruh mengerjakan tumpukan berkas disebelah rungannya. Itu dirinya. Dia mengutus Siwon untuk memilih salah satu trainee mengerjakan tumpukan berkas berserakan itu sekaligus menambahkan kalimat yang tadi diucapkan Heechul. Tapi sebodoh itukah seorang trainee benar-benar tak meningalkan tempat sebelum pekerjaan selesai? Terlebih orangnya adalah Kyuhyun, salah satu duo setan. Anak iblis yang tersesat di TC-nya.

"Kalian berdua kembali kekamar masing-masing. Akan kuantar kau ke dapur untuk mengambil makanan!", perintahnya kepada Heechul dan Sungmin kemudian menunjuk Kyuhyun dengan dagunya. Contoh atasan yang tidak sopan.

"Apa kata ahjumma penjaga dapur kalau Kyuhyun mengambil makanan disana? Apalagi atas nama Mr. Kim? Bisa-bisa gosip yang beredar waktu itu merebak kembali. Aku sebagai teman tak setuju kalau Kyuhyun kena imbasnya", kata Sungmin pura-pura lupa kalau gosip itu dia yang membuatnya.

Kibum memicingkan matanya. Mencium aroma kelicikan yang mulai timbul. Dia mencoba memahami dan berusaha mematahkan ketiganya. Sementara itu Heechul dan Kyuhyun saling pandang, melemparkan pertanyaan dan jawaban lewat mata mereka.

'Apa ini dimulai sekarang?', tanya Kyuhyun. 'Mungkin. Kita ikuti saja jalannya', dan begitu jawaban Heechul.

"Seperti yang kau bilang, itu cuma gosip. Walaupun akan terjadi gosip ulang, tak akan berpengaruh padaku. TC ini milik keluargaku, kalau kalian lupa". Kibum mencoba membuat dirinya berwibawa dengan menunjukkan kuasanya. "Dan jangan kau kira aku tak tahu kalau gosip tak bermutu itu berasal darimu!". Sungmin mengkerut seketika. Lagi mentalnya down oleh ketakutan.

Kyuhyun menghela nafas maklum. Namja agyo disampingnya sedikit labil, atau memang labil.

"Baru kau bilang TC ini milik keluargamu, jadi kau tak perlu kawatir soal posisimu disini. Lalu bagaimana denganku? Aku cuma trainee, kalau kau juga lupa". Kyuhyun membalikkan kalimat Kibum. Sedikit nada kurang ajar meniru Heechul memanggil seorang manager tanpa penghormatan, tapi Kyuhyun acuh. "Derajatku yang rendah memudahkanku terlempar walau cuma karena gosip tak bermutu", tambahnya sedikit dinaikkan nadanya agar Sungmin kembali keposisi awal. "Begini saja, aku memang tidak tahu tugas itu datang dari siapa tapi karena kau baru mengakui kalau TC ini milik keluargamu, bisakah kau mengambilkan makanan tanpa aku harus ikut kedapur. Itupun kalau kau punya belas kasihan".

Kibum mengeram dalam hati. Kekuasaanya tak diakui kyuhyun. Si bodoh yang tak meninggalkan pekerjaannya untuk makan sejenak dan sekarang si bodoh itu kurang ajar padanya. Detik itu Kibum sekalian ingin menertawakan Kyuhyun, namja itu bodoh tapi kurang ajar. Detik berikutnya diurungkan mengingat karakternya tak cocok menanggapi trainee kurang ajar. Dia cuma menganggap tiga orang didepannya itu kumpulan bodoh yang sok pintar dan berani. Fine. Heechul memang sedikit pintar, sedikit sekali. Jauh dari otaknya yang jenius dengan pemikiran tiada batas.

"Dan kami akan keluar dari sini setelah memastikan Kyuhyun makan dan bisa tidur dengan nyenyak", tambah Heechul diikuti anggukan Sungmin.

Seorang Kibum, anak pemilik TC mengambil makanan di dapur umum? Benar-benar tidak elite dipandang dari segi manapun. Rupanya ketiga namja ini menantangnya, dan Kibum siap meladeni. Memberi sedikit pelajaran bagi ketiganya tidak ada salahnya, bukan?

"Demi apapun aku tak akan pergi kesana. Kalau kau mau, ikut aku dan kubelikan makanan diluar!", tawarnya sekaligus tantangan.

Keluar dari asrama, bukan, tepatnya keluar TC hampir tengah malam. Itu pelanggaran berat. Kemudian pergi dengan staff atau karyawan, ini anak pemilik TC lagi. Apakah ada pelanggaran lebih berat dari itu? Dikeluarkan, didenda, tak jadi bekerja dan dicap sebagai namja penggoda. Reputasi yang sangat buruk bagi calon pekerja seperti mereka. Tapi,

"Baiklah kalau kau maunya begitu"

Hapir saja Kibum lupa cara bernafas. Jawaban Kyuhyun menerima tantangannya. Apa namja kurus itu lupa kalau setiap sudut TC dipasang kamera pengawas dan 2 satpam berjaga di gerbang masuk? Kemudian dia ingat posisinya lagi. Bukankah dia anak pemilik TC? Apapun yang dilakukannya akan ditolerir, termasuk membawa keluar seorang trainee. Baiklah dia lupa mengkaji ulang kalimat tantangannya tadi. Lagipula belum tentu Kyuhyun berpikiran secerdik itu, pasti namja Cho itu sekedar mengiyakan demi makanan yang tak didapatkannya tadi.

Tu kan, Kibum pelupa. Masih saja dia menyangkal. Tapi Kibum memang bukan pelupa, he just having senior momment.

Untuk kali ini dia akan bertanggung jawab atas kebodohan trainee-nya. Salah arti dalam perintahnya hingga tak makan, dan dia akan mengganti jatah makan Kyuhyun. Sekali ini saja, tapi bukan berati dia menyerah dan kalah dari duo setan. Ini lebih kepada tanggung jawabnya sebagai calon penerus keluarga pemilik TC.

Kibum melihat arloji di tangan kirinya. Lima belas menit lagi tengah malam, dia sedikit tidak beruntung harus keluar ditengah malam seperti ini. Kalau saja yang diajaknya keluar itu Lee Hyukjae, dia tidak akan keberatan. Tapi ini duo setan.

"Ayo!", perintahnya angkuh.

Ketiganya sumringah dan segera berdiri bersamaan hingga menimbulkan kernyitan di dahi Kibum

"Kami tak akan membiarkan Kyuhyun keluar berduan denganmu. Selalu ada setan diantara dua orang yang sedang bersama"

"Dan kalian mau menggantikan peranan setan itu?". Sungmin mengkerut kembali. Sedikit menggeser tubuhnya dibelakang Heechul. Ya, dia masih takut dimaki-maki. "Memangnya ada setan menggoda setan", gumam Kibum tapi terdengar jelas oleh duo setan. Itu namanya mengejek.

"Kalau kau mengajak duo setan, tak akan ada setan lain mengganggu. Aku ikut dan dia akan tinggal", tunjuk Heechul pada Sungmin.

Kibum tak suka. Menghadapi satu setan sudah pasti dia gerah, bagaimana kalau dua? Dan kumpulan setan ini sukses memperburuk harinya. Niatan menggantikan berjaga malam dan sedikit mengintip Lee Hyukjae tidur, tapi nasib mempertemukannya dengan duo setan king of gossip. Buyar sudah impian tidur nyenyaknya malam ini.

"Kecuali kau mau berdua saja denganku...", Kyuhyun menggantung kalimatnya. "tidak masalah", lanjutnya secara mengejutkan.

"Baiklah, kalian ikut!"

"Akan lebih baik kalau ada yang tinggal. Aku akan berjaga disini", ujar Sungmin sambil menyembunyikan ketakutannya terhadap Kibum. Dan teryata Kibum tak sebaik yang dia kira. Benar Heechul bilang, kalau manager Kim ini suka mengejek sebagai lelucon.

"Terserahmu!"

Lalu Heechul dan Kyuhyun beranjak mendekati Kibum yang menunggu di dekat pintu. Sungmin menyamankan posisi. Mengambil bantal yang tadi dilempar-lepar dan selimut yang dilipat disampingnya. Dia menyelimuti hampir seluruh tubuhnya. Menyisakan kepala dan tangannya yang masih memegangi pinggiran selimut. Tampaknya Sungmin akan menyembunyikan seluruh tubuhnya dibalik selimut.

"Kau cepat tidur dan tak perlu menunggu kami. Kami akan cepat pulang setelah urusan selesai". Sungmin mengangguki titah Kyuhyun.

"Dan jangan keluyuran tengah malam. Aku akan matikan lampunya dan menyalakan AC untukmu", tambah Heechul yang langsung diikuti tatapan ketiganya. Akan lebih bagus dimalam yang panas menyalakan AC, tapi bukankah kamarnya tak ada AC? Ini Korea yang dingin, tapi hawa panas di dalam asrama. "Hahaha, aku cuma bercanda", tawanya garing. "Aku tidak sedang mengejek, sumpah!", tambahnya diikuti dua jari tangannya terangkat membentuk simbol perdamaian kearah Kibum. Cuma ubur-ubur dilaut yang tak tahu itu ejekan sungguhan.

Kibum tak mau ambil pusing lagi. Bukankah memang seperti itu sifat duo setan, jadi diamkan mereka pasti nantinya berhenti sendiri.

Namja es berjabatan meneger keuangan itu memilih jalan lebih dulu, meninggalkan duo setan diambang pintu kamar Kyuhyun. Dan menyadari keduanya tak segera menyusul, Kibum membalikkan badan mencoba menginterupsi perbincangan gaib mereka.

"Kalian bisa cepat sedikit atau aku akan berubah pikiran dan membatalkan niat baikku?"

Kibum kembali melangkah setelah iblis dan siluman anak asuh Siwon telah mengekornya. Dia tak peduli lagi walau dua namja dibelakangnya masih mengobrol tanpa suara. Kibum tahu dialah yang sedang dibicarakan. Tanpa melihat tanpa mendengar, tapi feelingnya berkata begitu. Dia juga percaya kalau feelingnya tak pernah salah, kan. Jadi anggap saja dia memberi hak setan bicara dengan sesamanya.

julie khoyul

"Wonnie!". Heechul memanggil nama namja yang sekarang tengah memeluknya.

"Ada apa, em?", Siwon merespon sembari mendaratkan bibirnya ditengkuk Heechul.

Heechul dan Siwon sekarang ini sedang duduk santai di sofa besar di depan TV. Heechul duduk di sela kaki Siwon dan membiarkan namja sekekar kuda itu memeluknya dari belakang. Sedari tadi Siwon mendaratkan bibirnya disemua bagian tubuh atas Heechul yang bisa dijangkaunya. Pundaknya, lehernya, telinga, rambut, tengkuk sampai leher kanan heechul sedikit basah terkena saliva Siwon.

"Wonnie, kau mencintaiku?", tanya Heechul sebari menolehkan wajahnya.

Siwon menyambut wajah itu, memeganggi dagu Heechul dan mengecup bibirnya.

"Chulie, kalau ada apapun dariku yang lebih penting didunia ini, itu adalah dirimu. Cinderelaku yang cantik mempesona".

Heechul gembira, dia harusnya menghadiahi Siwon dengan sebuah ciuman, tapi...

"Begitu, Hyung?", suara seorang iblis menginterupsi hadiah yang sudah disiapkan Heechul. "Lalu bagaimana denganku? Kau bilang cuma aku yang kau cintai di dunia ini. Siwon Hyung, apa apaan ini?".

Siwon melepaskan diri dari Heechul, berdiri gegabah dan menghampiri Kyuhyun yang sedang merajuk hebat. Dia meraih kedua tangan Kyuhyun, menciumi punggung tangan itu dan memohon.

"Kyunnie aku bisa jelaskan, baby!"

"Jelaskan apa?", yang kali ini datang dari Heechul. "Wonnie, jangan bilang kau selingkuh dariku", tuding Heechul tak terima nasib.

Siwon ingin melepas Kyuhyun sebentar tapi Kyuhyun menghalanginya.

"Hyung!", Kyuhyun mengiba. Dari matanya terpancar kelemahan dan Siwon tak tega itu.

"Wonnie!", Heechul ikut ikutan. Bahkan sederet air mata telah jatuh dari sebelah matanya. "Kalau kau lebih memilihnya, aku akan pergi!". Heechul sudah tak tahan, air matanya tak bisa dibendung. Walau tak terisak kedua manik hitamnya terus mengalirkan air. Heechul-pun hendak melangkah menjauh tapi Siwon meraih tubuhnya dan mendekap erat Heechul dalam rengkuhannya.

"Aku mencintamu, Chulie!"

"Kalau begitu aku yang pergi. Hiks hiks!". Kali ini Kyuhyun yang mulai melangkah dan Siwon dengan cepat menghadang jalannya.

"Kyunnie, aku juga mencintaimu, baby"

"Wonnie, kau jahat!"

"Chulie jangan pergi!", teriak Siwon menggelimpungkan badannya kesisi kiri dan memeluk erat gulingnya.

"Kyunnie baby, aku bersumpah mencintaimu sepenuh hatiku!", teriaknya juga setelah bergelimpung ke arah kanan ranjangnya. Dia juga memeluk erat bantal yang ada disitu.

"Chulie, Kyunnie, aku mencintai kalian!". Dan begitulah Siwon bergelimpungan ke kanan, ke kiri memeluk bantal dan gulingnya bergantian. Matanya saja terpejam, tapi bibirnya terus berteriak teriak.

julie khoyul

Gubraaak,

Tiga trainee yang memulai terpejam kembali melebarkan mata. Hampir bersamaan mereka melihat ke ranjang sebelah. Lee Hyukjae jatuh tertelungkup di lantai. Bersama selimut tebal dan bantalnya jatuh bersamaan menggulung tubuh Eunhyuk. Ah, padahal baru saja ketiga trainee itu membenahi posisi tidur Eunhyuk seperti yang diperintahkan Mr. Kim. Sekarang begini jadinya.

"Spancer, eomma bilang minum susumu. Kenapa kau nakal sekali!"

Ketiga trainee lainnya tak ada niatan menolong, mereka sibuk berpandangan satu sama lain.

"Eomma? Eomma-nya Spancer siapa, Jun?", seseorang yang bernama Jun menggedikkan bahu.

"Kau tahu, Jan?", tanya si Jun pada Jan, tapi Jan menggeleng.

"Bagaimana bisa cepat besar kalau tak mau minum susu?". Eunhyuk masih dengan mata terpejam menyamankan posisi di atas lantai itu. Dia menepuk pipi kirinya seakan ada nyamuk disitu, kemudian menggaruknya. Setelahnya kembali dia tidur dengan tenang.

"Spancer itu anjing kecil yang biasa dibawanya kan?", Jun dan Jan mengangguki pertanyaan Jin. "Wah, Eunhyuk penyagang binatang"

"Tapi hebat sekali dia bisa tahu eomma-nya Spancer. Apa karena..."

"Susu strawberry baik untuk pertumbuhanmu. Ayo minum, ini enak sekali!". Eunhyuk tersenyum dalam tidurnya. Dalam mimpi sepertinya dia sedang memperhatikan dan mengelus bulus halus Spancer. "Nah begitu, kau memang pintar. Eomma sayang padamu!".

Eunhyuk mulai tidak nyaman dengan tidurnya. Dia bergerak-gerak seakan merasakan keras dan dingin berbaring di situ. Kemudian dia bangkit, mengambil bantal dan selimutnya, menata bantalnya di ranjang dan tidur di kasurnya kembali. Eunhyuk juga memakai selimutnya dengan rapi, menutupi semua bagian tubuhnya kecuali kepala lalu dia tak bergerak lagi.

Apa itu tadi? Jadi Eunhyuk mengakui Spancer sebagai anaknya?

Jin melongo.

Jan melotot.

Jun menggeleng.

julie khoyul

Taesub sedari tadi duduk di meja belajarnya. Membaca dan mempelajari buku panduan akutansi yang dipinjamnya dari kantor TC. Dia mencari contoh soalan dalam buku itu lalu mengerjakannya dengan teliti.

Taesub datang ke TC's Kim sekitar dua bulan yang lalu. Dia namja yang pintar, indeks prestasinya bagus dan hasil trainingnya juga diatas rata-rata. Dia digadang-gadang sebagai calon akuntan sukses oleh para pengajar. Buktinya lima minggu tinggal disini, sebuah perusahaan di Korea Utara meminangnya sebagai karyawan. Setelah pengurusan dokumen-dokumen selesai, dia tanda tangan kontrak lalu beberapa hari lagi Taesub bisa terbang ke Korea utara

Sebenarnya Taesub bukan namja jenius, dia cuma pintar menggunakan waktu. Taesub mengidap insomnia akut. Dia baru bisa tidur menjelang pagi dan dari pada tak ada kerjaan dia memilih menggunakan waktu terjaganya untuk belajar. Pihak TC memaklumi keadaanya dan memperbolehkannya tidur saat istirahat siang. Seperti kali ini, dia menggunakan waktunya mempelajari rumusan akutansi. Taesub terlanjur serius dengan soalnya hingga terdengar ketukan dari pintu kamarnya.

Pasti pengajar yang sedang patroli malam. Sesekali memang pengajar yang berpatroli malam datang ke kamarnya, memastikan keadaan Taesub baik-baik saja lalu pergi setelahnya. Taesub beranjak membuka pintu dan siap menyapa, tapi... Donghae yang berdiri di depan kamarnya. Namja ikan itu tertunduk, kelihatan matanya terpejam. Hah, Donghae tidur sambil berjalan atau berjalan sambil tidur.

"Heechul hyung, kau lihat Bada?", tanyanya ke Taesub.

"Aku bukan Heechul dan aku tak melihat Bada. Ayo, kuantar kau kekamarmu!". Taesub membimbing Donghae kembali kekamarnya. Dia memang namja yang baik, tak mau melihat temannya dalam keadaan seperti itu.

Selesai mengantar Donghae, memastikan si ikan tidur tenang di pembaringannya, dia kembali ke kamarnya. Taesub siap mengerjakan soalnya lagi tapi saat dia akan duduk pintu kamarnya kembali diketuk. Siapa lagi yang datang? Taesub membuka pintu dan dia mendapati Donghae berdiri di situ lagi.

"Kyu, kau lihat Bada?". Tadi Heechul sekarang Kyuhyun.

"Hae, aku Taesub buka Kyuhyun", katanya sambil meraih tangan Donghae dan mengantar namja ikan itu lagi. "Kalau kau cari Bada harusnya datang ke kamar Eunhyuk atau Ryeowook, bukan ke kamarku"

Taesub menunggui Donghae sedikit lebih lama dari yang tadi. Takut-takut namja itu terbangun dan mendatangi kamarnya lagi. Bukan dia tak sudi didatangi Donghae, dia hanya kasihan kalau Donghae harus terus tidur berjalan. Selang beberapa menit tak ada perubahan dari posisi tidur Donghae. Si ikan benar- benar terlelap dan Taesub memutuskan kembali ke kamarnya.

Baru saja Taesub menutup pintu, belum juga menguncinya, pintu itu diketuk kembali. Taesub sudah duga kalau itu Donghae. Semoga Donghae tak memanggilnya dengan nama orang lain lalu menanyakan Bada padanya.

"Tae Tae!". Donghae menubruk Taesub sesaat pintu dibuka. Dia merangkulkan erat kedua tangannya di leher Taesub hingga namja itu kesulitan bernafas. Donghae menagis meraung-raung, tidak mengeluarkan air mata tapi meraung melebihi anak kecil. "Eunhyuk dan Ryeowook merebut Bada dariku!", adunya masih diikuti raungan keras.

Taesub orang sabar, amat sabar hingga menduduki peringkat kedua orang tersabar di TC ini setelah Yoona. Dia membawa masuk Donghae dan mendudukkan ikan narsis itu di ranjangnya. Taesub membiarkan Donghae masih menggelayut sambil meraung dilehernya. Diusapnya punggung Donghae sampai raungannya mereda dan kemudian hilang. Taesub membaringkan Donghae disitu. Menyelimutinya dan menungguinya. Kenapa dia jadi mirip ibu-ibu? Biarlah, yang penting dia ada saat dibutuhkan orang lain. Lagi pula Taesub tidur sendiri setelah teman sekamarnya berangkat minggu lalu. Kalau Donghae tidur disini, dia bisa tidur di ranjang sebelahnya.

julie khoyul

Meong

Auk

Meong Meong

Auk Auk

Meong Meong Meong

Auk Auk auk

Ryeowook tergopoh menghampiri dua mahkluk yang sedang beradu suara itu. Ada kucing dan anak anjing berhadapan sambil sama-sama memasang kuda kuda siap menerkam satu sama lain. Ryeowook segera meraih si anak anjing, menggendongnya dan menyembunyikan dalam tangannya.

"Heebum, jangan mengeong terlalu keras. Heebum jadi takut!", tuturnya.

"Heebum, jangan takut ya. Heebum tidak bermaksud buruk padamu"

Meong

"Heebum, ssssttt!". Ryeowook menempelkan telunjuknya dibibir, mengisyaratkan Heebum untuk diam.

Auk auk auk. Auk auk auk

"Heebum. Sudah sudah jangan menggonggoong lagi. Tidak apa-apa, kalian bisa berteman"

Bingung? Iya, Ryeowook sih menamakan anjingnya sama dengan nama kucing milik Heechul. Kalau dua mahkluk itu bertemu macam sekarang ini, kan ribet manggilnya. Ryeowook terlihat biasa saja memanggil dua hewan beda jenis itu dengan satu nama. Memang dia yang memberi nama sih.

Heebum kucing mulai mengeluarkan cakarnya dan mendesis-desis siap menerkam. Heebum anjing meronta dari dekapan Ryeowook. Heebum anjing harus siap membalas, kalaupun tak bisa dia harus siap menghindar. Heebum anjing berhasil lolos dari tangan Ryeowook kemudian berlari. Heebum kucing tertinggal dan diapun mulai mengejar.

"Yaaaa, kalian mau kemana? Heebum!", teriak Ryeowook mengagetkan anjing kecil yang bergelung disampingnya. Heebum keluar dari balutan selimut kemudian melonpat turun dari ranjang dan bersembunyi di bawah meja.

julie khoyul

"Aku mau tiga porsi nasi goreng seafood dan dua gelas es krim Ben n Jerry rasa coklat". Kyuhyun kemudian melihat menu kembali kalau-kalau ada yang ingin dipesannya lagi.

Kibum melirik kearah duo setan. Dia tak habis pikir, tepatnya Kyuhyun. Ada manusia makam es krim tengah malam begini? Harap maklum, mahkluk seperti mereka sudah pasti aneh. Eh, Kyuhyun memesan tiga porsi? Kibum tak ingin ikut makan. Dia perlu menginterupsi.

"Itu saja. Dan tolong yang dua porsi dibungkus!"

Hah? Kibum mengernyit sejenak. Mengamati pelayan yang berdiri membawa catatan didekat meja mereka mengangguk kemudian berpindah fokus pada Heechul.

"Aku mau dua bungkus mie goreng. Seafood juga ya!", pelayan kembali mengangguk. "Lalu aku mau minum milo panas dua gelas", lanjutnya sambil meneliti jajaran jenis minuman dibuku menu.

"Kau tidak makan?", tanya Kyuhyun yang melihat Kibum diam walau ditanyai si pelayan. "Kalau begitu kau minum saja. Satu kopi hitam untuknya, jangan taruh gula.", pesan Kyuhyun untuk Kibum.

Setelah pelayan meninggalkan tempat Kibum hendak protes, tapi Kyuhyun dan Heechul menangkalnya sebelum kalimat protes benar-benar keluar dari mulutnya.

"Sekali makan aku ambil dua porsi. Karena aku terlewat makan siang dan malan, jadi aku bisa ambil jatah 4 porsi. Dan seporsi aku berikan pada Heechul hyung", terangnya tanpa mau repot melihat muka Kibum. Gila saja, dua porsi sekali makan? Tapi kenapa badannya masih kurus begitu? Dan perasaannya atau apa, saat Kibum ingin bicara selalu diselai Kyuhyun?

"Kenapa aku pesan dua porsi? Anggap saja beramal seporsi untukku", imbuh Heechul yang memasang tampang sama dengan Kyuhyun.

Selanjutnya Kyuhyun dan Heechul menghiraukan keberadaan Kibum. Menikmati sepiring nasi goreng seafood berdua dengan masing-masing dua gelas, segelas es krim dan segelas milo panas. Dan Kibum? Dia memang harus beramal rupanya.

To be continue

Hoaem... Kihyun mommment belum mantep. Mereka belum lama ketemu, so belum boleh jalan berdua-an. Besok masih ada mereka. See you tommorow kalau begitu!