Contract with the Devil's Son

Chapter 7:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Yuhuuuu, mau ucapin makasih buat semuanya untuk yang kemarin. Reader baru selamat datang. Yang suka Eunhyuk ayo Tosh sama gue. Yang nunggu kihyun momment lebih banyak, sabar ya! They are on the way!

This is chap 7, happy reading!

Semalam itu...

Kibum tergesa memasuki kantor. Melewati ruangan besar dengan banyak meja kursi karyawan dikanan kirinya tanpa ambil pusing. Dia membiarkan hampir seluruh bawahannya memandang heran. Dia juga cuma mengeluarkan deheman saja kalau disapa.

Jam dinding memperlihatkan dua jarum, pendek diangka 11 dan jarum panjang diangka 1. Lima menit lepas pukul sebelas, sedangkan kantornya buka jam 8 pagi. Kibum terlambat lebih dari 3 jam dan itu rekor paling buruk selama hidupnya. Terakhir kali dan satu-satunya keterlambatan adalah ketika dia masih duduk dibangku SMP. Saat itu terjadi macet mendadak karena kecelakaan lalu lintas. Dia tak bisa masuk sekolahnya setelah gerbang ditutup oleh satpam setelah 15 menit bel masuk. Semenjak itu Kibum selalu ada dibangku kelasnya 30 menit sebelum pelajaran pertama mulai.

Hari ini rekor keterlambatan tunggalnya tergulirkan. Dulu dirinya hanya terlambat 20 menit dengan alasan masuk akal, sekarang dia terlambat 3 jam 5 menit. Harusnya dia bersyukur karena posisinya sebagai anak pemilik TC tak memungkinkan orang lain menegurnya tapi Kibum tetaplah Kibum. Segala bentuk kesalahan sendiri sulit dia tolerir. Dia ingin selalu terlihat sempurna dihadapan orang lain.

"Pagi, Kibum ah!", sapa Siwon yang akan memasuki ruangannya. Siwon

yang entah dari mana dengan membawa kantung plastik besar, sedikit heran dengan sahabat sekaligus atasannya yang baru datang tengah hari begini. Dia sempat melirik jam tangannya sebelum menyapa Kibum.

"Ini sudah siang, Hyung", jawabnya tanpa repot berhenti melangkah dan terus melewati Siwon.

"Baguslah kalau kau tahu". Siwon memindahkan kantung belanjaan ke tangan kanannya sebelum melanjutkan. "Jangan katakan kau baru saja ada urusan serius, mendadak dan sangat penting hingga harus datang ke kantor satu jam sebelum istirahat siang"

"Memang ada alasan lain?", balik tanya Kibum yang hampir berbelok ke lorong berikutnya, tapi Siwon menghentikannya tanpa sengaja. Dengan kata-katnya tentu.

"Kulihat kau tidak berganti dasi". Kibum yang berhenti, berbalik saat itu juga. "Tidak memoles sepatu dan melupakan tas kerja yang setiap pagi selalu tersampir dibahumu", tambahnya sambil mengamati Kibum dari bawah ke atas.

"Akan kujelaskan". Kibum mendekat pada Siwon. Dia mengabaikan keterlambatannya dan keinginan duduk dikursi dalam rungannya tertunda. "Dasi ini matching dengan kemeja yang kukenakan. Tidakkah kau lihat itu?". Dia diam sejenak memberi waktu Siwon untuk melihat kemeja dan dasinya. "Pembantuku juga terlupa menggosok sepatu pagi ini. Bukankah aku bos baik hati dengan tidak mempermasalahkan hal sesepele ini?"

Kibum terlihat percaya diri mengucapkan kalimatnya. Dia harap siwon mengangkat bahu kemudian melupakan pembicaraan kali ini.

"Semua hal yang kuperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan sudah ada disini, jadi untuk apa membawa tas yang isinya tak terlalu penting. Dompet, handphone dan kunci mobil saja sudah cukup", terangnya sambil menunjukkan kunci mobil dan menepuk saku bagian belakang celananya.

Jarang ada hal yang meleset dari perhitungan Kibum, karena dia terlanjur mengakui feelingnya selalu tepat. Dia bisa melakukan banyak dengan tampang, otak dan hartanya termasuk membohongi sahabatnya ini. Tapi kali ini Siwon hanya tersenyum janggal yang artinya ada sesuatu tertangkap oleh matanya.

"Bagaimana dengan rambut sarang tawonmu itu?", tanya Siwon datar. "Apa itu model baru yang matching juga dengan kemeja dan dasimu atau pembantumu lupa menyisirnya? Kau memang bos yang baik hati hingga tak mempermasalahkan hal sekecil itu", ejeknya.

Kibum sempat mengernyit sebelum kemudian memposisikan diri di depan kaca jendela ruangan Siwon. Dan sebenarnya dia amat terkejut tapi apa boleh buat image-nya tak cocok untuk reaksi terkejut seperti berteriak, melonjak atau hal-hal terkejut lainnya. Siwon paham hingga berakhir mendudukkan Kibum dirungannya.

"Jam berapa kau tidur?", tanya Siwon yang barusan meletakkan plastik belanjaannya dimeja dan duduk dikursi putarnya. "Yang kuingat dari sifatmu, kau begadang cuma untuk pekerjaan. Itupun tak ada yang namanya terlambat bangun". Jeda sejenak Siwon memperhatikan Kibum yang duduk nyaman didepan mejanya sambil menyisir rambutnya dengan jari. "Aku ragu kau mandi atau tidak hari ini?"

julie khoyul

Eunhyuk sedang menari slow motion, disampingnya ada Donghae mengikuti. Mereka sudah mulai kompak melakukan gerakan. Nanti kalau sudah hapal baru gerakannya dipercepat. Ryeowook ada dibelakang mereka, menirukan gerak keduanya tapi terus saja tertinggal hingga akhirnya dia berhenti dan memandangi mereka menari. Mungkin dia harus melihat semua gerakannya secara utuh baru mempraktikkannya sedikit-sedikit. Beberapa hari lagi Heechul sudah berangkat ke perusahaan barunya, dan kali ini tidak akan ditunda lagi. Jadi duo Mokan ditambah Ryeowook akan mempersembahkan tarian pelepasan untuk Heechul. Biar Heechul semangat kerja disana.

Semenjak ada anjing kecil dengan tiga nama, ketiga pemiliknya jadi kompakan. Kalau dulu kemana-mana ada Eunhyuk dan Donghae berdua, sekarang Ryeowok menempel mereka juga, bersama anjing kecil tentunya. Bada atau Spancer atau boleh juga disebut Heebum, didudukkan tak jauh dari mereka. Anjing kecil itu tak banyak tingkah memang, dia hanya diam tak melakukan apapun diatas selimut tebalnya. Disampingnya jelas ada keripik kentang dan susu strowberry, karena Eunhae masih berharap suatu saat nanti anjing itu mau mencicipi keripik dan susu strowberrynya.

"Wookie, kenapa berhenti lagi?"

"Aku belum bisa, Hyung. Aku lihat dulu, nanti aku belajar lagi"

"Kau sudah melihat lebih dari tiga kali dan berhenti lebih dari lima kali. Masih saja belum bisa. Yang semangat, Wookie!"

Ryeowook cemberut dari tadi ditegur terus terusan oleh Donghae. Dia jadi makin tidak bersemangat. Badan Ryeowook itu kecil, kaku dan dia mudah capek, kalau harus bergerak seaktif Eunhyuk jelas tidak mampu.

"Aku butuh penyemangat, Hyung"

"Siapa? Mr. Choi lagi?", Ryeowook mengangguk bikin Donghae makin kesal. "Kau menguntit Mr. Choi tanpa pernah menyapanya. Dia tak peduli padamu dan kau masih menganggapnya penyemangatmu?"

Iya memang. Itu bukannya Ryeowook tak mau menyapa Mr. Choi, dia hanya belum siap. Heechul juga belum pernah mengajarinya cara mendekati Mr. Choi, jadi diapun tak bisa apa-apa.

Eunhyuk mendekati Ryeowook bersamaan dengan Donghae. Keduanya merangkul Ryeowook serta memberi semangat.

"Kau tahu siapa penyemangatku?". Ryeowook menggeleng, Donghae juga. "Spancer". Ketiganya memandang Spancer. "Dia yang membuatku menjadi seenergik ini". Ryeowook manggut-manggut, tapi dia tak sadar kalau Eunyuk dari sananya memang sudah energik.

"Benarkah, Heebum?", tanya Ryeowook memastikannya sendiri pada si anjing.

Auk

Ternyata benar.

"Bada juga menyetujui kalau aku tampan, aku jadi lebih percaya diri. Dia hebat kan?". Wah hebat sekali Heebum bisa menjadi penyemangat dua orang sekaligus.

"Heebum, suka bilang Donghae Hyung tampan?"

Auk auk.

Iya. Heebum memang hebat. Tapi bisa atau tidak Ryeowook menjadikan Heebum semangatnya?

Auk auk auk. Auk auk auk

"Dia bilang kau pasti bisa, wookie", kata Donghae menterjemahkan gonggongan Bada.

"Dia ingin melihatmu menari", tambah Eunhyuk.

Ryeowook harus bisa menari. Harus. Demi Heebum, demi Heechul dan demi Mr. Choi. "Ayo kita mulai lagi. Ajari aku lebih banyak, Hyung!"

Dan mereka latihan lagi.

julie khoyul

Cting

Ada SMS masuk ke handphone Yoona. Yeoja itu segera meletakkan bolpoin-nya di meja. Dia menarik tasnya lalu mengacak dalamnya. Mengambil handphone flip-nya lalu mengecek.

"Oppa?", gumamnya kemudian tersenyum dan segera membuka handphone-nya.

'Yoona baby, sedang apa?'

Yoona segera mengetik jawaban dengan cepat.

'Sedang kerja, Oppa. Oppa sendiri?'

Cting, dibalas dengan cepat juga dari arah sana.

'Aku sedang bercengkrama dengan angin'. Namjachingunya Yoona susah ditebak, dia suka menggombal. 'Aku menitipkan salam rinduku lewat angin. Aku ingin membelai wajahmu lewat angin. Aku ingin membisikkam kata cinta lewat angin'

Yoona tersenyum lagi. Di genggam handphone-nya dan dipeluknya erat seraya menghoyangkan badannya kekiri kekanan. Yoona terbengong sebentar lalu kembali menghoyangkan badan kekiri kekanan.

'Ah, Oppa'. Balas Yoona setelah dua puluh detik setelah puas bergoyang-goyang badan.

Cting,

'Yoona baby, aku sedang sakit'

Yoona panik setelah membaca SMS barusan. Oppa sakit apa? Bagaimana bisa? Sudahkah dia ke dokter? Siapa yang akan mengurusnya?

'Oppa sakit apa?'. Yoona memberi emotikon menagis. 'Cepat ke dokter!'

Done, Yoona masuk perangkap.

Cting, balasan lagi.

'Dokter tak bisa menyembuhkanku, Yoon. Kau tahu ini parah sekali'. Dan Yoona benar-benar khawatir. Dia labgaung memikirkan cara menemui namjachingu-nya. Ijin Mr. Choi, ijin Mr. Kim. 'Otakku sakit saat tak mendengar suaramu. Hatiku sakit saat tak melihat senyummu. Badanku juga sakit saat jauh darimu'

'Oppa, aku sudah sangat takut kalau terjadi apa-apa denganmu, ternyata kau menggombal'. Yoona mendengus saat menulis kalimat ini, tapi kemudian tersenyum. Yoona menyebut ini romantis se

kali.

Cting,

'Yoon, aku akan sembuh kalau sudah bertemu denganmu. Biarkan ragaku menghampirimu nanti malam. Katakan iya kalau kau kasihan pada namja penyakitan sepertiku ini'. Intinya nanti malam si namja mau apel.

'Ya Oppa, kau boleh datang'. Yoona terkikik kemudian. Benar-benar namjachingunya itu bikin Yoona gemas.

Cting, balasan datang. Belum ada sedetik Yoona memgirim SMS, balaaan sudah datang. Namjachingu Yoona paling-paling sudah memprediksi kalau Yoona tak akan menolak.

'Gomawo Yoona baby. Saranghae!'

Setelah dibalas Yoona dengan kata cinta juga, handphone yeoja itu tak berbunyi lagi. Tapi Yoona masih memandangi handphonenya, membaca kembali setiap SMS yang barusan dikirimkan kekasihnya. Kekasih Yoona itu sangat perhatian.

"Ms. Yoona, kau tahu Mr. Kim dimana?", tanya Shindong yang kebetulan lewat depan meja Yoona.

"Iya Oppa". Shindong terkaget. "Eh, Mr... Mr. Shin. Maaf!". Yoona kaget juga ketika menyadari di depannya ada Shindong. "Mr. Kim ada di ruangannya". Jawabnya sedikit kikuk. Dia malu kelepasa ngomong tadi.

"Aku baru dari ruangnnya"

"Oh, tidak ada ya?", tanyanya sedikit menyesal. "Mungkin dia ke cafetaria. Ini kan jam makan siang"

"Ms. Yoona, aku sudah menunggu di ruangannya lebih dari dua jam. Dia tidak ada"

"Mr. Kim tidak ada, kemana dia?", balik tanya Yoona. Agaknya Yoona ketularan penyakit namja yang ada di sebrang sana.

Amber akan ke cafetaria, dia sangat lapar dan ingin makan sebanyak-banyaknya. Tenaganya terkuras saat mengajar trainee-nya tadi. Dia sudah mengakui kalau trainee yang masuk TC di beberapa bulan ini lebih tak bisa diatur dari yang dulu. Dia terpaksa sabar, karena pimpinan yang memintanya secara langsung. Keras tapi sabar, akan membentuk pribadi yang tangguh pada trainee.

Amber melewati meja Yoona dengan Shindong berdiri disitu. Dia mencuri dengar sedikit dan mengeryit sesaat mendapati temannya out of character.

"Kau kenapa, Yoon?"

"Tidak Oppa!", jawab Yoona mantap tanpa mengedit kalimatnya." Eh", dia terkejut kemudian menyadari kesalahannya sedari tadi. Ada Amber dan Shindong berdiri seakan minta penjelasan di depan mejanya.

"Kau panggil aku Oppa tidak masalah, tapi kau panggil dia Oppa, itu terdengar lucu Ms. Yoona", Shindong memulai.

"Aku..."

"Walau aku tomboy, aku masih seorang yeoja, Yoon", protes Amber.

"Maaf"

"Jangan-jangan kau sedang jatuh cinta". Yoona menggeleng kuat menanggapi Shindong.

"Kau punya pacar, Yoon. Siapa?"

"Mr. Shin, Amber, aku tidak sedang jatuh cinta. Aku tidak punya pacar. Sumpah. Sumpah!". Yoona menyangkal sambil menunjukkan wajah ketakutannya. Dia tidak mau ketahuan. Dia tidak mau hubungannya terancam gagal karena diketahui teman-teman kerjanya.

Kenapa Yoona begitu takut? Pacaran kan wajar. Dia sendiri juga sudah dewasa. Dia memang karyawan di TC's Kim, tidak memacari trainee, pacarnya juga orang luar. Lalu takutnya bagian mana? Shindong dan Amber juga cuma tanya, bahkan sebenarnya mereka tidak tertarik membahas kekasinya Yoona. Yoona cuma terlalu naif.

julie khoyul

Seulas kejadian semalam, Kibum yang membawa duo setan makan diluar meninggalkan restoram tepat jam 2 pagi. Bukan karena acara makan yang terlalu lama, tapi banyak acara duo setan yang dirasa buang-buang waktu bagi Kibum. Pergi ke toilet bergantian, berbincang dengan pelayan, bercanda dengan kasir dan terakhir beramah tamah dengan pemilik restoran yang kebetulan sedang berada ditempat. Pemiliknya sedang terkantuk-kantuk hingga duo setan datang dan menghapuskan wajah penat si pemilik restoran. Mungkin modus, tapi mereka berhasil pulang bukan hanya dengan pesanan makanan tadi. Ada beberapa kotak kue dan entah apalagi, disodorkan oleh pemilik restoran. Kata pemiliknya mereka berdua orang-orang baik.

Reaksi Kibum? Dia sudah menolak pemberian itu, tapi pemilik sekali lagi bilang pemberian itu bukan untuknya melainkan untuk dua orang baik yang tadi disebutnya. Kibum kemudian hanya sanggup menggerutu dalam hati.

Dalam perjalanan yang harusnya cuma 15 menit menjadi 30 menit dengan alasan Heechul takut ngebut. Bahkan saat mereka berangkat cuma butuh 10 menit sampai di pelataran restoran. Dan tanggapan Heechul, dia menahan ketakutannya demi Kyuhyun agar bisa cepat mengisi perutnya. Setelah itu dia berpesan untuk dibangunkan ketika sampai di TC nantinya. Menjengkelkan, tapi Kibum menurutinya.

Sepanjang perjalanan, Kyuhyun yang katanya iblis bermuslihat dengan kalimat-kalimat irit tapi penuh pemikiran malah terdengar sebaliknya ditelinga Kibum. Namja itu mengoceh kesegala arah dan bertanya sampai kepala Kibum tak mampu menampung semua kalimat. Dia juga berdehem berulang-ulang untuk menyahuti. Bukan dia tak ada kata lain, tapi terlalu tak penting apa yang dibicarakan Kyuhyun. Bahkan tak satupun pertanyaan yang dilontarkan Kyuhyun dijawabnya.

Jam setengah 3 pagi mereka tiba di asrama. Ada jeda sekitar 15 menit untuk membangunkan Heechul dan menyadarkan si cantik mempesona itu dari mimpinya. Berakhir dengan Heechul yang beranjak masuk asrama meninggalkan Kibum dan Kyuhyun yang sama-sama melonggo melihatnya.

"Kupikir Heechul hyung melupakan kita", kata Kyuhyun masih dalam mode terpakunya. "Ah, terima kasih untuk makanannya. Semoga umurmu panjang dan bisa mentraktirku lagi". Kibum cuma mendengus mendapati ucapan terima kasih yang tak wajar itu.

Kyuhyun mulai melangkah dan Kibum kembali pada mobilnya. Dia akan pulang dan segera tidur.

"Oh ya", Kyuhyun menginterupsi Kibum dan ketika manager TC itu menoleh balik Kyuhyun sudah dihadapannya. "Ini pertama kalinya aku melihatmu. Kau tidak buruk juga. Kau tampan dan baik". Kyuhyun bilang apa? "Aku tidak sedang menyanjungmu ataupun menyatakan cinta. Itu karena kau memang baik. Pertahankan!", katanya sambil menepuk lengan atas Kibum.

Siapa Kyuhyun hingga berani menepuk lengan Kibum? Tak sopan sekali dia melakukan itu pada anak pemilik TC.

"Cepat masuk, kau sudah sangat terlambat tidur!", usir Kibum yang tak nyaman dengan perlakuan Kyuhyun.

"Aku tahu, tapi makananku ketinggalan tu!", tunjuknya pada jok belakang mobil. Kyuhyun bergegas mengambil dua plastik bag besarnya dan melenggang tanpa berkata apapun.

Kibum frustasi sejenak dengan sikap duo setan itu. Seenaknya berlaku tak sopan kepada orang yang jabatannya jauh diatas mereka. Tapi, sudahlah, dia tak mau gila cuma memikirkan dua namja menyimpang itu. Segera setelah ini mereka akan lenyap dari TC dan digantikan orang lain yang mungkin lebih penurut.

julie khoyul

"Wuahh, capek ya Hyuk?"

"Iya Hae. Aku jadi haus"

"Aku juga lapar"

"Aku ingin minum susu. Susu strowberry pasti enak ya Hae?"

"Makan keripik kentang juga nikmat Hyuk"

Latihan menarinya disudahi sampai disini. Mereka sudah terlalu capek. Dari tadi nge-dance belum berhenti. Tenaga mereka terkuras dan butuh asupan energi baru. Mereka sedang sama-sama terkapar di lantai marmer yang dingin. Lumayan sejuk di badan mereka yang panas, tapi Eunhyuk haus, Donghae lapar.

Auk

Eh, duo Mokan seketika ingat anjing mereka. Keduanya memperhatikan kearah anak anjing. Sepertinya Bada atau Spancer itu tahu pemiliknya sedang butuh makan dan minum.

"Kau mau memberikan keripiknya padaku?", tanya Donghae sambil menunjuk diri sendiri.

Auk.

Donghae tersenyum.

"Susunya untukku ya, Spancer?", pinta Eunhyuk sambil memelas.

Auk.

"Wah kau benar-benar anjingku", sorak keduanya lalu buru-buru mengambil keripik dan susunya.

Ryeowook? Dia masih menari. Ada gerakan yang dia belum bisa, ada gerakan yang menurutnya belum tepat dan ada gerakan yang sering dia lupa. Ryeowook kan sudah berikrar, dia harus bisa. Demi Heebum, demi Heechul dan demi Mr. Choi.

julie khoyul

"Aku baru merasa mengantuk jam 6 pagi. Itupun kutahan untuk membaca proposal yang kau berikan kemarin". Kibum melirik kantong plastik Siwon. Ada banyak makanan ringan didalamnya. Juga beberapa batang coklat. "Tak perlu tanya kenapa aku tak bisa tidur semalaman kalau kau tahu diriku. Dan aku selalu mandi sebelum bepergian, apalagi untuk kerja". Siwon mengedikkan bahu tapi terlambat, itu harapan Kibum tadi sebelum dia duduk dirungan ini.

Setelah mengantar Heechul dan Kyuhyun kembali keasrama, Kibum pulang kekediamannya. Berakhir setengah 4 pagi dia merebah dikasurnya. Dia sangat mengantuk saat menyetir, jadi harus sering berhenti menghilangkan kantuk sejenak lalu kembali menyetir. Berakhir diranjang kantuknya hilang entah kemana. Dia tak sedang kepikiran apapun tapi matanya enggan terpejam. Eh, bayangan Lee Hyukjae datang sekelebat padanya. Kibum memutuskan membayangkan Lee Hyukjae, tapi cuma sebentar.

Ketika Kibum mulai lelah dan ingin tidur, dia teringat proposal Siwon dan dia lupa setelahnya. Berakhir disini sekarang ini.

"Jangan diambil!", bentak Siwon ketika tangan Kibum akan meraih keripik kentang dalam kantong plastik. "Makanan seperti ini tidak cocok dengan image-mu". Siwon melihat jam tangannya lagi. Bersahabat dengan Kibum membuat Siwon mempunyai kebiasaan hampir sama, mereka sama sama peduli waktu. "Sebentar lagi istirahat, makanlah yang banyak. Aku tahu kau belum makan pagi ini. Junk food tak baik untuk kesehatanmu", tegurnya.

"Kalau tak baik, kenapa kau beli?"

"Seseorang memberikannya padaku. Aku tak akan memakannya dan kau juga. Nanti kuberikan pada siapa-siapa yang mau".

Kibum menurut, kemudian dia teringat ruangan penuh berkasnya.

"Kau sudah memeriksa hasil kerja anak buahmu disamping ruanganku? Aku harap ruangan itu benar-benar serapi yang kuinginkan"

"Nanti kutambahkan orang biar besok kau sudah bisa masuk dengan leluasa ke sana"

"Belum selesai?". Kibum heran. "Berapa orang yang kau suruh? Ruangan itu kecil dan kurasa tak ada sejuta map dalam situ!"

"Ck, kalau kau protes kerjakan sendiri", Siwon sedikit kesal. Hanya sedikit, dia mana berani kesal berlebihan kepada anak pemilik TC. "Kau minta membersihkannya, menyusunnya sesuai ini itu mana bisa sehari selesai. Mereka harus mengikuti pelajaran dan butuh istirahat. Setelah istirahat mereka akan kerjakan lagi"

"Ck!", Kibum gantian mendecak. Teryata Kyuhyun tak sepintar yang dia kira. Mengurutkan map-map saja butuh waktu lebih dari sehari. Tak mengambil jam istirahatnya juga karen terlalu bodohnya dia.

Detik ini sudah memasuki jam istirahat siang. Sudah ada beberapa siswa yang mulai berkeliaran dengan alasan-alasan mereka. Kibum masih bergeming dikursinya, mungkin menunggu jam aktif lagi baru dia akan keluar. Makan dan kembali keruangannya sendiri. Toh dia tinggal melewatkan setengah hari untuk kerja. Dia juga perlu santai kan.

Siwon beranjak tergesa dari kursinya. Menghampiri pintu dan memanggil seseorang yang kebetulan lewat.

"Ne, Hyung. Ada yang bisa kubantu?", tanya sesorang itu. Suaranya familiar ditelinga Kibum.

"Kau sudah makan?", Siwon balik bertanya. Seseorang itu menggeleng. "Nanti sehabis makan panggilkan Sungjin. Suruh dia menghadapku!", pinta Siwon lembut melenceng dari sifat biasanya. Seseorang itu mengangguk kemudian.

"Ada yang lain lagi, Hyung?"

"Jadi yang mengerjakan ruang sebelah itu Sungjin", tanya Kibum yang tiba-tiba berada diambang pintu.

"Iya, nanti kutambahkan orang untuk membantunya!", jawab Siwon sedikit kesal pembicaraannya diselai. Dia sedang berbicara dengan pujaan hatinya ini.

"Kau tak ikut, Cho?". Kyuhyun seseorang yang tadi diajak bicara Siwon cuma nyengir kuda.

"Kyuhyun belum mendapat tawaran kerja. Dia perlu belajar lebih banyak". Siwon membela Kyuhyun. "Jangan khawatir, Kyu. Kita sudah mempromosikan dirimu lebih gencar, banyak yang kagum dengan prestasimu. Tinggal tunggu tawaran saja". Kyuhyun mengangguki penjelasan Siwon.

Sebenarnya bukan Kyuhyun, Heechul atau Sungmin bermaksud membohongi Kibum. Mereka memang tak bilang kalau Kyuhyun yang mengerjakan tugas dari Kibum itu. Mereka cuma mengutip kata-kata dari Sungjin, salah sendiri Kibum yang menanggapi lain. Sekarang siapa yang nodoh?

"O begitu!". Kibum melipat kedua tanganya didada. Segera marah apalagi melihat Kyuhyun cuma tersenyum.

"Aku perlu makan, jadi aku harus pergi. Aku panggilkan Sungjin, nanti", pamitnya berharap tak terjadi apapun padanya.

"Ah, tunggu!". Siwon masuk sebentar dalam ruangannya dan kembali dengan bungkusan yang segera diserahkan pada Kyuhyun. "Snack. Seseorang memberikannya padaku, tapi aku tidak makan snack. Untukmu saja, bagi dengan teman-temanmu"

"Gomawo, Hyung. Aku permisi dulu". Kibum segera membuka mulut, tapi Kyuhyun mendahului pamit. "Mr. Kim, ketemu lagi nanti. ". Dan dia berlalu begitu saja.

Siwon tersenyum memandangi kepergian Kyuhyun berbanding terbalik dengan Kibum yang bersungut-sungut merasa dibodohi. Lalu Kibum menyerahkan kertas kecil ke telapak tangan Siwon.

"Kau bilang seseorang menyerahkan snack itu padamu, kenapa ada nota dibayar dengan kartu kredit atas namamu!", ucapnya sebari berlalu, meninggalkan Siwon yang nyengir seperti Kyuhyun tadi. Hehe, Siwon ketahuan.

To be continue

Tumben Heekyu akur? Iya ya, gue baru mikir ke situ. Salah apa otak gue bikin Heechul sama Kyuhyun makan sepiring berdua? Udah terlanjur. Entar Heechul makan sepiring berdua sama reader, terus Kyuhyun sama temannya reader. Ok? See you tommorow!