Contract with the Devil's Son

Chapter 8:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Reader masih setia nungguin Kihyun momment, besok gue janji Kihyun momment dimulai. Setelah baca chap ini kalian bakal tahu awalnya Kihyun itu dari mana. N gue hari ini agak sibuk trus besok lebih sibuk lagi. So ini ngetik ngebut, moga berkenan aja. Kalau typos, maklumin ya! Selamat membaca!

Kesempatan dalam Kesempitan

Istirahat siang tadi Kibum keluar TC. Dia ada keperluan sedikit di luar sana, bertemu dengan kolega. Membicarakan acara pertemuan antar pembisnis yang akan diadakan oleh seorang pengusaha sukses asal Korea Utara. Training Center' Kim dapat undangan, perusahaan kolega Kibum juga. Sekalian makan siang mereka membicarakannya, siapa tahu pengusaha kaya raya itu berminat bekerja sama dengan mereka.

Kibum kembali ke TC tiga jam setelahnya. Sudah sore, dia tinggal melewatkam satu dua jam di TC untuk mengurus ini itu lalu pulang. So easy jadi seorang bos.

Siwon tergesa menyamakan langkah dengan Kibum, saat bos-nya itu menuju belakang kantor. Tadi saat Kibum akan ke ruangannya, dia dengar kegaduhan dibelakang. Jam segitu seharusnya trainee sedang dalam kelas mereka. Ada ataupun tidak guru pengajar dalam kelas, seharusnya mereka tak segaduh itu. Ini Training Center yang mengajarkan mereka jadi pekerja, bukan sekolahan yang diisi anak-anak labil. Kalau ingat umur mereka yang semuanya diatas 20 tahun, gaduh itu memalukan. Kibum berniat mengeceknya dan menegur tentunya.

"Kibum ah!", sapa Siwon setelah berjajar langkah dengan Kibum.

"Hyung, kenapa dibelakang ramai sekali?"

"O, Mr. Shin mengajak mereka lomba renang". Kibum berhenti sebentar kemudian berjalan lagi. Siwon mulai tertular anak didiknya, pikir Kibum. "Kolam renangnya sudah bisa dipakai hari ini"

"Mr. Shin untuk apa disini? Dia tak ada pekerjaan?"

Shin Donghae itu menager pemasaran. Kerjaannya bepergian terus. Pergi ke perusahaan satu ke perusahaan lain, ke kota satu lalu ke kota lain dan ke negara-negara tetangga juga. Dia memasarkan trainee-nya, memberi gambaran bahwa image anak didik TC's Kim itu baik dan pantas diterima sebagai karyawan di perusahaan manapun. Kerjaannya yang tak pernah menetap di meja membuatnya merindukan suasana TC. Contohnya saat dia off, bukannya istirahat dirumah tapi dia malah pergi ke asrama TC. Bertemu dengan trainee dan mengajak mereka melakukan hal-hal tak masuk akal. Seperti tempo hari, Shindong mengajak sebagian trainee mengecek tembok asrama. Siapa tahu berkarat, siapa tahu ada lubang. Demi apa tembok dari semen bisa berkarat? Apalagi tembok yang tebalnya hampir 30 senti bisa berlubang?

"Dia off beberapa hari", jawab Siwon sesantai pertanyaan Kibum. "Kau mau melihat mereka lomba renang?"

"Renang dimana? Ini masih sore dan kau sudah mulai bermimpi, Hyung"

Siwon tersenyum sejenak. Kibum tetaplah Kibum, dia jenius, kaya dan tampan tapi masih saja pelupa. Siwon sudah minta ijin Kibum untuk membut kolam renang, dan bos-nya itu juga sudah mengiyakan. Sekarang Kibum lupa, jangan bilang setelah ini dia menyuruh Siwon menimbun kembali kolam renangnya.

"Aku sudah minta ijin padamu waktu itu. Kau juga sudah mengijinkan". Kibum tak menggubris karena memang tak ada bagian permintaan ijin dari Siwon di otaknya. "Kau masih saja pelupa"

"Aku bukan pelupa!"

"Ya ya ya, aku yang pelupa", balas Siwon.

"Memang aku bukan pelupa. Aku tak pernah menanda tangani proposal apapun yang berkaitan dengan pembuatan kolam renang. Kalaupun ada, aku tak akan tanda tangan".

"Aku tak membuat proposal memang, kan waktu itu kuminta secara lisan. Dan kau mengiyakan"

"Jangan mengada ada, Hyung. Aku tak mungkin mengiyakan hal konyol seperti itu. Ini Training Center, buka hotel".

"Aku tahu. Tapi trainee sudah mulai bosan, Kibum ah". Trainee disini memang sengaja dibuat bosan, mereka diajarkan bertahan dalam kebosanan agar bisa sukses, tidakkah Siwon ingat itu?

Kibum kali ini benar-benar berhenti. Menatap Siwon dan mencari apa yang membuat namja itu keukeuh dengan kolam renangnya. Adalah hal bodoh membuat kolam renang. Lagi pula dimana Siwon membuatnya? Tidak mungkin Siwon menyuruh kontraktor menggali lubang di pekarangan belakang ataupun di tamannya. Apa dia mau membuat kolam renang sebesar kolam ikan?

"Kenapa kau bersikeras dengan kolam itu? Jangan-jangan ada yang menghasudmu ya?"

Menghasud? Tentu tidak. Itu inisiatif Siwon sendiri. Siwon sering mendengar trainee mengeluh bosan, bosan dan bosan. Terakhir yang membuat Siwon memutar otak adalah duo setan. Tingkah mereka hingga pengakuan mereka yang merasa kebosanan tinggal di TC memaksa Siwon bertindak. Sebagai manager, pengurusan sarana prasarana adalah tugasnya, jadi kalau Siwon ingin membuat sarana baru pengalih rasa bosan, sarana apa yang cocok?

Saat Siwon dalam mode galau, dia sempat mendengar duo Mokan membicarakan kebosanan mereka. Donghae ingin memanjakan diri di salon. Eunhyuk ingin pergi ke sanggar tari. Donghae ingin pergi ke pantai. Eunhyuk ingin naik gunung. Terakhir hal yang langsung dipatenkan Siwon dalam otaknya adalah keinginan Eunhyuk berenang. Langsung saja 'kolam renang' tercatat dalam memori Siwon. Dan jadilah kolam itu sekarang.

"Apa maksudmu? Tentu saja tidak ada. Itu murni dariku"

"Kau sedang mengincar trainee disini, Hyung, bisa jadi karena itu kau buat kolam renang. Kau ingin melihatnya berenang kesana kemari hanya dengam celana renang, kan?"

Sejujurnya tebakan Kibum benar. Sebelum Siwon benar-benar meminta ijin Kibum, dia sempat membayangkan Heechul dan Kyuhyun berenang. Tentu dengan celana renang saja. Punggung putih mulus keduanya, pinggang ramping mereka sampai dada datarnya juga. Yang paling membuat Siwon mempercepat permintaan ijinnya, mencari kontraktor hebat yang mampu menyelesaikan kolam renang dalam waktu singkat meski bayarannya mahal adalah saat Siwon membayangnya tubuh kedua namja pujaannya itu basah kuyup dengan air. Itu surga mata bagi Siwon.

"Haha, kau bercanda? Tentu tidak. Aku tahu dan paham konsekuensinya, bukan aku kalau sampai melakukan hal itu". Siwon masih menyangkal padahal kemarin itu dia tertangkap basah oleh Kibum soal jajanan yang dibelinya. Tapi menurutnya itu tak menunjukkan apapun. Tidak juga dengan Siwon mengincar salah satu trainee.

"Kibum ah, aku manager yang mengurusi hal seperti ini. Kalau trainee sudah sedemikian bosan, sudah jadi tugasku membuat sarana baru penghilang rasa bosan mereka". Siwon kali ini lebih percaya diri. Dia harus bisa menang debat. "Kau tau Lee Donghae dan Lee Hyukjae?". Kalau Lee Donghae, Kibum tak tahu dan tak mau tahu. Kalau Lee Hyukjae, jelas dia tahu. Namja termanis yang dikagumi Kibum tentunya. "Mereka pernah berkata amat sangat membosankkan disini, dan Hyukjae ingin berenang. Lalu terciptalah ide itu"

'Jadi itu permintaan Lee Hyukjae? Ya sudah tidak apa-apa'

Iner Kibum bilang seperti ini, tapi dalam dunia nyata Kibum tak pantas semelankolis itu. "Murid disini berjumlah ratusan, apa kau akan membatasi penggunanya dan memberi waktu saat berenang? Kau berpikir kurang jauh, Hyung. Timbun saja!". Dari kalimat ini Siwon sudah menang. Artinya Kibum akan segera setuju.

"Mereka bukan anak-anak yang berenangpun harus bebarengan. Kan bisa bergantian. Lagi pula aku buat tiga kolam renang ukuran sangat besar".

Tiga kolam renang ukuran sangat besar? Dimana Siwon meletakkan kolam renangnya kalau semua lahan sudah dibangun banyak hal? Tidak mungkin kolam renang disusun bertingkat seperti apartemen.

"Kau setuju atau tidak, kolamnya sudah jadi. Tidak mungkin ditimbun", kata Siwon merasa menang. "Kau mau lihat kesana?"

"Katakam dulu dimana kau buat kolamnya?"

"Aula", jawabnya sambil berjalan meninggalkan Kibum yang sedikit shock.

julie khoyul

Duo setan bersama Sungmin sedang berjalan di aula. Aula yang besarnya hampir separo asrama itu dalamnya disulap menjadi tiga kolam renang ukuran besar. Ketiganya sedang berjalan di pinggiran kolam, berbincang tentang ajaibnya kolam yang muncul tiba-tiba di aula.

"Sejak kapan ada aula disini?". Sungmin di-deatglare Heechul dan dia mengerut mundur. "Aku kan belum pernah masuk kemari, jadi aku tak tahu kalau ini aula, Hyung", protesnya untuk menyelamatkan diri.

"Aku masuk kemari satu bulan lalu dan ini semua belum ada. Bagaimana bisa ada tiga kolam renang sebesar ini dalam waktu singkat?". Heechul heran, tapi sebenarnya tak tertarik dengan kolamnya. Heechul cuma tak habis pikir.

"Kalian yang datang ke TC ini lebih dulu saja tak tahu, apa lagi aku. Paling-paling kerjaan kuda gilamu itu". Memang Siwon manager-nya. Pastilah dia yang membuat hal seperti ini. "Dia membuat sesuatu yang tak bermutu".

"Untuk apa kita datang kemari, membuang waktuku saja. Lebih baik bersantai di taman belakang", rutuk Heechul. "Si tambun itu juga apa-apaan mengadakan lomba renang segala".

"Sudahlah kalian ini, kita nikmati saja. Jarang-jarang kita bebas pelajaran seperti ini".

Priiittt

Byurrr

Dari kolam paling jauh Shindong melatih pemanasan sebelum berenang. Trainee-nya juga diperbolehkan mencoba sebelum lomba dimulai. Shindong membawa peluit seolah dia benar-benar wasit dan trainee berjajar rapi tiga sap kebelakang.

"Ya, gerakkan tanganmu. Gerakkan tanganmu!", teriak Shindong dari ujung sana. "Kau sedang berenang, tidak sedang bergoyang pinggul!", dia masih berteriak. "Lebih cepat! lebih cepat!"

Priiit priit priit

Priit priit priit

"Aku tidak bisa berenang", aku Kyuhyun

"Aku juga",

Sungmin menghentikan langkah keduanya. Memeganggi pundak Kyuhyun dan Heechul dan memandangi mereka rendah. Dari mata Sungmin seakan bilang 'Kalian dua namja yang dijuluki duo setan tak bisa berenang, apa kata dunia?' Tapi kemudian tersenyum.

"Kalian sama denganku. Aku tak bisa berenang!", katanya sambil cengengesan.

Hampir saja. Hampir Sungmin menerima jitakan dari duo setan. Untungnya dia sigap, mundur beberapa langkah ketika tangan Heechul dan Kyuhyun terulur.

"Kita tak bisa berenang tapi bisa jadi penonton". Sungmin sok pintar, tapi memang dia benar. "Kau tahu Kyu, Ms. Yoona baru saja punya pacar. Oh tidak, padahal aku berencana memperistrinya kalau aku sudah sukses nanti". Sungmin mulai. Dia memeluk dirinya sendiri, mengekspresikan kesedihan ditinggal Yoona pacaran.

Bukankah baru kemarin malam Sungmin mengklaim Siwon, walau tak jadi, sekarang ganti Yoona. Apakah Amber juga akan diklaimnya kalau yeoja itu dekat dengan orang lain?

"Kau tahu, Hyung?", tanyanya yang kali ini Heechul tujuannya. "Ms. Amber kita yang suka datang dan pergi seenaknya itu aku dengar juga sedang dekat dengan seseorang. Aku heran, namja mana yang sedang sial itu?", ucapnya sambil menggaruk pelipis kemudian menggeleng-gelem pura-pura takjub.

"Ms. Amber kita? Ms. Amber-mu, Min. Aku tak sudi mengakui yoeja aneh sepertinya". Amber juga kerap bilang kalau Heechul aneh. Ternyata punya kepribadian sama belum tentu bisa akur. Contohnya Heechul dam Amber ini, sama-sama aneh tapi tak bisa akur.

"Hyung, Ms. Amber itu...". Sayangnya Heechul dan Kyuhyun mempercepat langkahnya. "Ya, kalian meninggalkanku!"

julie khoyul

Dari arah lain, duo Mokan dan Ryeowook juga berjalan di tepi kolam. Tentunya dengan Spancer yang sekarang berada dalam dekapan Eunhyuk. Ketiganya siap mengikuti lomba renang Shindong. Mereka sudah pakai celana pendek dan kaos oblong yang siap dilepas sewaktu lomba nanti. Sebenarnya tiga orang ini juga heran, kenapa ada tiga kolam sebesar ini di aula tertutup dan mereka tidak tahu. Coba tahu dari dulu, mereka sudah berenang disini.

Eunhyuk, Donghae dan Ryeowook tak tahu saja kalau kolam renang ini baru jadi.

"Doa kita terkabul, Hyuk!", celetuknya sambil merangkul Eunhyuk yang ada di kanannya. "Wookie, nanti kalau berenang jangan sampai tenggelam ya!", tuturnya dengan nada mengejek. Donghae juga merangkulkan tangan kirinya ke leher Ryeowook.

"Waktu jaman SD dulu, aku juara renang di sekolah. Nanti akan ku buktikan, aku masih juaranya", kata Eunhyuk PD.

"Aku juga juara renang saat disekolah dulu. Itu waku SMP. Kalau kau, Wookie?"

Ryeowook berfikir dulu.

Kalau Ryeowook bilang dia tak pernah juara renang, pasti duo Mokan akan mengoloknya lagi. Kalau Ryeowook bilang dia juga pernah juara renang, itu kapan? Eunhyuk waktu SD, Donghae waktu SMP. Lalu dia harusnya...

"SMA"

"Wah, kau pernah juara renang waktu SMA?", kor duo Mokan tak percaya. Ryeowook mengangguk semangat.

Ryeowook memang pernah juara renang waktu dia duduk di bangku SMA. Ceritanya Ryeowook baru masuk SMA, nilai kelulusan SMP-nya lumayan bagus hingga dia mampu masuk sekolah favorit. Sebagai hadiah kelulusan dan berhasil masuk sekolah favorit, appa dan eomma mengajaknya liburan ke Jeju. Dan ternyata itu bukan liburan keluarga saja, ada Haraboji-halmoni-nya, saudara-saudara ayahnya, juga Heechul serta keponakan-keponakan yang lain. Itu liburan keluarga besar. Di Jeju mereka tinggal di cotage keluaga, rumahnya indah dan asri. Ada kolam renangnya juga di belakang. Cucu-cucu keluarga Kim mengajaknya berenang bahkan berlomba, dan Ryeowook yang menang.

"Kau tak ingin jadi atlit renang?", tanya Eunhyuk tak paham penampakan tubuh Ryeowook.

Ryeowook itu kurus, dia kecil, dia lemah dan gampang capek. Bisa berenang saja sudah untung, bagaimana dia bisa jadi atlit renang? Ryeowook adalah cucu kedua terbesar di keluarga Kim. Heechul sebagai cucu pertama tak bisa berenang, kalau Ryeowook memenangkan lomba renang waktu itu jelas wajar karena semua musuhnya dibawah 8 tahun.

"Tidak bisa, Hyung", katanya lemah. Donghae langsung mengeratkan rangkulannya pada Ryeowook tanda persahabatan.

"Ya sudah tidak apa-apa, nanti kita berenang bersama Spancer", kata Eunhyuk menunjukkan rasa setia kawannya. "Ngomong-ngomong Spancer, kau mau berenang denganku kan?", tanya Eunhyuk dengan bodonya. Dia menimang Spancer supaya anjing kecil itu menjawab dengan gonggongannya.

"Kau tidak boleh egois, Hyuk. Aku belum menyentuh Bada sama sekali, harusnya sekarang gilirannku. Bada akan berenang denganku. Ayo Bada!" Donghae melepas rangkulannya pada Eunhyuk dan berusaha mengambil alih Bada. Eunhyuk tak mau, dia harus berenang dengan Spancer hari ini, dan dia menjauhkan Spancer dari Donghae.

"Jangan kasar, Hyung. Nanti Heebum jatuh. Berikan Heebum padaku!"

"Tidak boleh", Eunhyuk menyentak keduanya, tapi Ryeowook dan Donghae juga ingin berenang dengan si anak anjing.

"Boleh, berikan Hyung!"

"Hyuk, sekarang giliranku"

"Tidak, Spancer denganku"

"No no no, Bada harus ikut aku"

"Hyung, berikan Heebum!", Ryeowook memelas. Dia tidak menangis, hampir menangis.

Eunhae ditambah Ryeowook berebut anjing kecil mereka. Sementara Eunhyuk merangkul kuat si anjing, Donghae dan Ryeowook berusaha meraihnya. Anak anjing yang tadinya diam saja di gendongan Eunhyuk langsung menggonggong, dia kesakitan di dekapan tuannya yang semakin mengetat.

"Tidak boleh!".

Eunhyuk berhasil lepas dari dua temannya, dia membawa kabur Spancer. Rencananya Eunhyuk akan lari keliling kolam untuk menghindari kejaran Ryeowook dan Donghae. Eunhyuk sudah berlari sekencang yang dia bisa, tapi disitu banyak orang, tepian kolam juga licin terkena air. Untuk saat ini, Eunhyuk mengutip pepatah Donghae, orang ganteng tidak boleh menyerah. Dia tak merasa ganteng, tapi dia juga tak boleh menyerah. Tak akan sudi Eunhyuk menyerahkan Spancer-nya pada ikan dan jerapah di belakangnya. Dia masih berlari hingga lebih mendekat pada Heechul cs.

"Minggir!", teriak Eunhyuk yang merasa jalannya akan terhambat. Dia tak mau Spancer-nya tertangkap.

Sungmin yang sadar arah datangnya Eunhyuk segera menghindar sebisanya. Sedangkan Heechul dan Kyuhyun tak sempat menepi, setelahnya tabrakan Eunhyuk dan duo setan serta Spancer-pun terjadi. Heechul oleng dan sebelum bokongnya menyentuh keramik Sungmin menangkapnya. Beruntung punya teman seperti Sungmin yang gerak refleks-nya bagus. Tapi naas, Kyuhyun limbung ke arah lain.

Byuuuurrrrr

julie khoyul

"Heebummmmm!", teriak Ryeowook membahana di aula.

"Eunhyukkkkkk!", diikuti sura Donghae.

Eunhyuk membawa Spancer berlari di tepi kolam renang dan dia menabrak Heechul dan Kyuhyun. Heechul terselamatkan oleh Sungmin, sedangkan Eunhyuk, Spancer dan Kyuhyun terjatuh di kolam.

"Kyuhyunnnnnnnn". Kali ini Suara Sungmin menyaingi. Sungmin tahu Kyuhyun tak bisa berenang, tapi dia salah berteriak di dekat telinga Heechul. Si cantik mempesona itu langsung membekapnya kemudian menjitak kepalanya.

"Jangan berteriak di telingaku!"

Sungmin mengangguk takut, kemudian mengalihkan mulutnya ke arah lain.

"KYUHYUN TAK BISA BERENANG!", lanjutnya berteriak.

Siwon yang sudah berada di depan pintu aula seketika terkaget. Mendengar nama Kyuhyun diteriakkan membuat jantung Siwon berdegup kencang. Dia masih berharap melihat Kyuhyun berenang hanya dengan celana renangnya saja, tapi teriakan yang menyebutkan bahwa Kyuhyun tak bisa berenang barusan langsung menyalakan alarm waspada-nya. Akan atau sedang terjadi masalah pada Kyuhyun.

Kibum sudah di samping Siwon. Dia sedikit heran melihat Siwon kelabakan, ketakutan atau apalah itu reaksi Siwon. Namja Choi itu mengkhawatirkan sesuatu dan berikutnya Kibum ditinggalkan Siwon lagi. Siwon berlari kearah kolam dan Kibum mengikutinya dengan berjalan cepat karena dia tak mau membuang tenaganya percuma hanya untuk mengejar Siwon.

Di kolam, Kyuhyun melingkarkan kedua tangannya pada leher Eunhyuk. Kakinya menendang-nendang tak teratur pertanda Kyuhyun takut tenggelam. Eunhyuk bisa berenang, tapi dia tak bisa bergerak. Lehernya sakit sekali, serasa dicekik. Dia berusaha menggayuh dengan kakinya, dan bergerak dengan sebelah tangannya yang bebas sedangkan sebelah tanganya memeganggi Spancer. Dia berusaha bergerak ke tepi sebisanya, tapi bebannya terlalu berat. Kyuhyun memeluknya terlalu erat, kakinya menendang-nendang sampai mengenai Eunhyuk, Eunhyuk bergerakpun menjadi percuma. Mereka bukannya menepi malah makin jauh dari tepian kolam. Eunhyuk benar-benar sudah tak tahan, dia lelah dan sakit. Lebih lama lagi mereka pasti akan tenggelam. Eunhyuk tak mau tenggelam. Dia tak mau Spancer tenggelam. Spancer tak boleh mati.

Donghae segera menceburkan diri ke kolam. Pertanda buruk kalau sampai tak ada yang turun menyelamatkan mereka. Tapi Donghae harus memilih Eunhyuk atau Kyuhyun? Partner-nya atau guru evil-nya? Donghae mempercepat gerak renangnya, menggerakkan tangannya sejauh mungkin agar cepat sampai pada teman-temannya. Ketika Donghae dekat, sampai, lalu dia meraih tangan Eunhyuk. Eunhyuk sahabatnya kan? Dia meraih tangan Eunhyuk menarik lebar tangan itu dan mengambil Bada dari sana. Iya, nyawa Bada lebih penting. Dia harus menyelamatkam Bada-nya.

Siwon dan Kibum tiba disitu. Siwon terbengong ketika melihat Kyuhyun ada di dalam air. Kibum melihat kesana juga, tapi kemudiam matanya melebar sebentar setelah tahu itu Lee Hyukjae. Itu Lee Hyukjae hampir tenggelam. Namja manis yang dikagumi Kibum hampir tenggelam. Kibum bergerak cepat, melepas sepatunya lalu jas dan melemparnya. Membuka satu-dua kancing kemejanya, tapi kemudian dia merasa terlalu bertele-tele hingga dia menarik paksa kemejanya kedua arah berlawanan. Sisa kancing kemejanya berhamburan, membuat celah di kemeja itu yang menampakkan otot-otot perut Kibum yang kekar.

"Woooowww!", kor sebagian besar trainee.

"Itu Mr. Kim?", tanya seseorang dengan wajah tak percayanya.

"Amazing!"

"Daebak!"

Pertanyaannya sekarang, kemanakah semua orang yang ber-kor itu tadi? Mereka masih di tempatnya tadi dan sekarangpun masih ditempat yang sama. Mereka tak mau repot mengurusi Kyuhyun dan Eunhyuk yang tercebut di kolam. Satu sama lain hanya saling bertukar pertanyaan. 'Siapa ya yang mati duluan?' Lalu menonton Khyuhyun, Eunhyuk dan Spancer berjuang menghadapi maut.

Kali ini beda. Mereka berisik, mereka teriak, dan membuat yel-yel menyemangati Kibum.

Siwon mengikuti gerakan Kibum, tapi dia hanya melepas sepatunya. Kebetulan dia tak menggunakan jas, dan kalau harus membuka kemejanya Kyuhyun keburu tenggelam. Secepatnya Siwon menyusul Kibum, dia terjun dalam kolam dan berenang cepat menyusul Kibum. Kibum yang sampai duluan memegangi Kyuhyun dan Eunhyuk, menopang dua namja itu agar tak tenggelam. Sesampainya Siwon, mereka memisahkan Kyuhyun dan Eunhyuk. Kibum segera menarik Eunhyuk, merapatkam pada tubuhnya dan membawanya ke tepi.

julie khoyul

Seseorang membantu Kibum menaikkan Eunhyuk dari kolam, merebahkan namja manis itu di lantai keramik yang dingin. Lebih dingin lagi karena Lee Hyukjae sekarang sedang mengigil karena air kolam. Namja itu masih sadar, tapi tak bergerak sama sekali. Kibum berlutut disamping Eunhyuk, nafasnya memburu besar-besar dan tidak teratur. Kibum agak panik tapi tak kentara memang. Dia tidak capek harus berenang lalu menyelamatkan Lee Hyukjae, tapi ini Lee Hyukjae yang barusan akan tenggelam, sekarang tergeletak pasrah di hadapannya. Harus apa, harus bagaimana?

Kibum mencoba menetralkan nafasnya, menghadapi Lee Hyukjae dalam keadaan basah dan pasrah tak sama dengan maraton ribuan kilometer, dia harus tenang seperti biasanya. Kibum berhasil menguasai diri setelah sepersekian detik. Dia bersiap menolong Lee Hyukjae. Kibum menggerakkan kedua belah tangannya. Tangan kanannya terulur mencengkeram renggang rahang bawah Hyukjae, tangan kirinya menuju hidung namja itu. Kemudian Kibum menutup nafas Hyukjae, memencet hidunnya agar udara tak bisa masuk. Kibum membuka paksa mulut Hyukjae lalu menubrukkan mulutnya sendiri kesana.

Ini disebut nafas buatan.

Kibum masih ditempat, sebentar kemudian menarik diri. Membawa mulutnya menjauh dan merenggangkan hidung Hyukjae serta mengembalikan rahang Hyukjae keposisi semula. Kibum bernafas sebentar, menghirup oksigen sebanyaknya kemudian melakukannya kembali pada Lee Hyukjae. Kibum juga menggesekkan sedikit bibirnya disana, anggap saja improfisasi pemberian nafas buatan. Satu kali, lalu dua kali dan berhenti.

Lee Hyukjae benar-benar tidak apa-apa kali ini. Dia sudah sepenuhnya sadar, dia bernafas normal dan dia bisa bergerak. Memang sedari tadi Hyukjae baik-baik saja, dia cuma lelah, dia butuh waktu untuk kembali normal. Ini bukan Hyukjae tak bisa berenang, bukan dia akan tenggelam dan air masuk paru-parunya lalu dia tak bisa bernafas. Semua yang melihatnya juga tahu Hyukjae akan baik-baik saja dan hanya Kibum yang merasa Lee Hyukjae butuh nafas buatan.

Kibum mencuri kesempatan untuk mencium Hyukjae? Tidak. Seorang Kim Kibum tak akan melakukan hal sememalukan itu. Kibum tulus, tulus membantu Lee Hyukjae yang butuh pertolongan. Kibum hanya berusaha memberi nafas buatan, membantu namja manis itu mendapatkan nyawanya seutuhnya setelah hampir tenggelam. Kibum tidak mencuri kesempatan untuk mencium Hyukjae, dia hanya memberi kesempatan bibirnya untuk merasakan bibir Lee Hyukjae.

Rasanya... emmmm, Kibum mau lagi.

Dan menit berikutnya manager TC itu mengulang ciuman berkedok nafas buatan-nya. Satu kali sedikit agak lama, dua kali sengaja diperlama dan tak terjadi untuk yang ketiga kali. Ekor mata Kibum menangkap siluet seseorang berdiri mematung didekatnya. Itu namja yang tadi menolongnya mengangkat Hyukjae. Ah, namja itu tadi amat membantu sekarang amat mengganggu, tapi ya sudah lah Kibum bukan orang yang tamak. Kalau tak bisa menghabiskannya sekarang, bisa lain waktu.

Kibum mendudukkan Hyukjae, menatapi intens namja itu dan memastikannya dalam keadaan baik. Dia sudah tak mau menanamkan kata 'Hyukjae belum baik' dalam otaknya lalu dia mengulang lagi nafas buatannya. Itu cukup, untuk sekarang.

"Kau baik-baik saja?"

Eunhyuk mengangguk saja. Dia tak sanggup bicara, nafasnya putus-putus dan memburu, itu bukan karena hampir tenggelam tapi karena Kibum terlalu lama menyumbat pernafasannya. Tidak apa-apa, yang penting dia selamat. Nanti dia akan berterima kasih pada manager TC itu.

Mata Kibum mengeliling sebentar, mencari keberadaan jas yang tadi dilemparnya. Kemudian dia berdiri, meloncat beberapa langkah dan mengambilnya, membawanya pada Lee Hyukjae dan memakaikannya pada namja itu.

"Mandilah, berganti pakaian lalu istirahat", tuturnya yang juga diangguki Hyukjae.

"Ayo kubantu!", tawar seseorang yang tadi. Dia, Taesub berjongkok dihadapan Kibum dan Hyukjae. Taesub membantu Kibum memberdirikan Hyukjae, mengambil alih namja itu kerangkulannya dan siap membawanya.

"Jaga dia!", pesan Kibum yang diangguki Taesub. Entah kenapa melihat Taesub, Kibum percaya padanya. Penampilan Taesub mungkin terlihat sangat baik, makanya Kibum percaya Hyukjae aman dengan namja itu.

Lain sisi ada Siwon yang akan melakukan hal sama pada Kyuhyun. Kyuhyun lain soal dengan Eunhyuk. Dia tidak bisa berenang dan jatuh ke kolam jelas musibah bagi namja iblis itu. Keadaan Kyuhyun memprihatinkan, tubuhnya pucat sudah mendekati menjadi mayat. Tak ada naik turun teratur dari dadanya. Kyuhyun tak bergerak sama sekali jelas butuh nafas buatan. Siwon pantas membantu, memberikan nafasnya dan menekam dada Kyuhyun agar air di paru-paru namja itu keluar.

Kenyataannya, baru saja Siwon sampai di tepi kolam Yoona dan Amber langsung menyambutnya. Tampaknya mereka paham kondisi Kyuhyun memprihatinkan. Dua yeoja itu mengambil alih Kyuhyun naik ke permukaan. Dengan cekatan keduanya menangani Kyuhyun, menekan dadanya, memukul-mukul ringan dibelahan pipinya hingga Kyuhyun menyemburkan air dan tersadar kembali. Beberapa menit Kyuhyun terbatuk dan nafasnya tersengal, dia sudah mampu mengamati sekitar sebelum terjatuh kembali, pingsan.

Shindong mengangkat Kyuhyun, membawanya ke ruang kesehatan. Dibelkangnya ada Yoona dan Amber, lalu Heechul dan Sungmin mengekor ke ruang kesehatan. Siwon? Terpaku ditempatnya karena kehilangan kesempatan terbesarnya.

"Woooowww!", kor sebagian trainee lagi.

Dua atasan TC berdiri mematung di tepi kolam renang dengan badan basah kuyup. Kibum yang tubuh atasnya terekspos mengkilat sempurna terkena air, Siwon yang kemejanya basah menempel lekat pada abdominal kekarnya, ini surga kan? Tadi siapa yang menginginkan surga mata, lalu sekarang siapa yang mendapat surga itu. Dua orang pula, bisa disebut doble surga mata ini.

Dua manager beda peranan itu sudah tersadar dan meninggalkan tempat sedari 15 menit yang lalu. Ada sisa kerumunan ditepi kolam sepeninggal Kibum dam Siwon. Kerumunan itu Donghae dengan Bada, Ryeowook juga ada, serta trainee lain yang simpati dengan Bada-pun turut bergerumul. Satu persatu mereka membawa benda yang mungkin bisa dipakai untuk menyelamatkan Bada.

"Bada tidak apa-apa ka ?", ganya Donghae entab pada siapa.

"Tidak apa-apa, Hae. Tidak apa-apa", hibur seseorang yang mengusap Bada dengan handuk kecil bergambar anak anjing. Dia pikir Bada akan nyaman kalau memakai properti khusus untuk anjing.

Mata Donghae berkaca-kaca, dia sangat ingin menangisi Bada. Bada-nya terlihat memprihatinkan, bulunya yang halus bergerombol itu kini lepek terkena air. Bada jadi terlihat lebib kecil dari sebelumnya.

"Kata Heechul hyung, namja tidak boleh menangis, Hyung".

Donghae merasa namja, kan dia tampan jadi dia mengangguk saja. Dia mengusap kasar genangan air di matanya, dia tak boleh menangia dan membuat Bada sedih karenanya. "Heebum akan baik baik saja", tuturnya pula.

Padahal anak anjing itu memang baik-baik saja. Bada itu bisa berenang walaupun belum ada yang tahu. Dia merasa senang tadi bisa menyentuh air. Saat disana kakinya bergerak-gerak ingin berenang, tapi Eunhyuk memeganginya. Sekarang dia mau berenang juga tapi badannya dikeroyok begitu. Dipegangi sana-sini, bulunya diusap2 sampai mencuat. Bada tidak lagi seperti anak anjing, dia lebih mirip tikus yabg baru jatuh ke got.

julie khoyul

Pukul 8 malam, Kibum keluar dari kamar mandi. Keadaannya sangat baik, bahkan energinya seperti terisi penuh dan tak pernah berkurang. Kejadian tadi sore yang membuatnya seperti ini. Kibum amat gembira. Kalau dihitung, ini adalah pencapaian tertinggi selama dia hidup 25 tahun.

Kegembiraannya mencapai ubun-ubun hingga membuat sudut-sudut bibirnya terangkat dengan sendirinya.

Tadi sore, setelah kejadian terceburnya Lee Hyukjae, dia dan Siwon disarankan segera pulang oleh Shindong tapi Kibum tak tenang kalau belum melihat keadaan namja manis itu dalam keadaan boleh ditinggalkan. Kibum berdiam di TC sedikit lebih lama demi mendatangi kamar Hyukjae, mengecek keadaannya. Saat Kibum datang, ada tiga namja yang malam itu dilihatnya dikamar yang sama, ada Taesub juga duduk disebelah ranjang Hyukjae sambil membaca buku. Lee Hyukjae tampaknya sudah mandi, sudah berganti pakaian dan sekarang istirahat, terlelap di ranjangnya. Kibum benar, Taesub melakukan tugasnya dengan baik. Setelah berbincang sedikit Kibum memutuskan pulang. Dia tak mau disangka menyukai tranee, walau sebenarnya benar.

Kibum keluar kamar mandi menggunakan bathrobe birunya. Masih membiarkan rambutnya acak-acakan dia membuka pintu samping, menuju mini bar-nya. Kibum ingin minum setelah mengalami perhelatan pikiran yang melelahkan. Gabungan Lee Hyukjae dan kejadian tadi sore memaksa otaknya berfikir 'dapatkan Lee Hyukjae atau lupakan'. Dia anak pemilik TC, kalau dirinya melarang staff dan karyawannya berhubungan dengan trainee, berarti dia juga tak boleh.

Kibum meneliti koleksinya, membaca satu persatu koleksi minumannya. Dia memilih rak bagian kanan dimana diletakkannya wisky, vodca brandy dan minuman yang dianggapnya untuk lelaki. Kibum tak begitu suka wine karena menurutnya wine tak pantas dengan imagenya. Hanya kadang-kadang saja dia minum itupun kalau ada yang memintanya. Dia letakkan wine-nya disisi jauh untuk dapat dijangkau. Kalau bir, Kibum tak suka sama sekali. Dia meraih botol hitam sebelah kanannya. Hendric's Gin. Isinya tinggal sedikit, berarti Kibum suka merk ini. Kibum membawa botol itu ke counter. Memgambil gelas, mengisinya dengan tiga butir ice cube lalu mengambil Tonic Water. Kibum mengisi gelasnya hingga sepertiga tinggi, lalu memenuhinya dengan Tonic Water. Kibum meminumnya..

Lee Hyukjae, nama itu muncul lagi beserta bayangannya. Senyuman namja itu lewat didepan mata Kibum. Tadi sore ya? Kalau diibaratkan buah, Kibum akan bilang bibir Hyukjae itu seperti peach. Warnanya merah menggoda, tekstur-nya sedikit kasar diluar tapi soft dan smooth di dalam, rasanya manis asam dan sejuk. Agaknya Kibum kecanduan bibir Hyukjae sama seperti dirinya kecanduan Wisky. Kibum mau lagi. Kemudiam dia menegak habis sisa minuman dalam gelasnya. Kibum mengisinya lagi, kali ini setengah lebih tinggi dari yang tadi, tanpa Tonic Water juga. Kibum meminumnya lagi sampai habis kemudian berakhir dengan mengigit pinggiran gelasnya. Lee Hyukjae, Kibum mau Hyukjae.

Kibum menghabiskan Gin dalam botolnya, kemudian kembali ke rak dan mencari wisky lain. The Yamazaki, wisky jepang. Dia mengambil segelas saja lalu memasukkan ice cube lagi. Kibum meminumnya sedikit sedikit hingga habis. Lalu beralir ke merk lain, Glandfidic. Dan berakhir dengan Kibum menjelajah seluruh koleksi wiskynya.

julie khoyul

Siwon sedang menyetir malam ini, disebelahnya ada Heechul dan di jok belakang ada Kyuhyun yang sedang tertidur. Mereka baru pulang dari dokter, mengobatkan namja Cho itu agar tak lebih parah sakitnya. Di TC ada ruang kesehatan tapi tak ada dokter, kalau dibiarkan disana Kyuhyun tak akan sembuh. Yoona dan Amber menyarankan membawa Kyuhyun ke dokter dan Siwon menyanggupi untuk mengantar Kyuhyun. Karena tak mungkin Siwon menghandle Kyuhyun sendirian Heechul bersedia membantu. Bagaimanapun Kyuhyun adalah partnernya, sebagai teman Heechul harus siap menolong.

"Wonnie, rumah siapa yang paling dekat dari sini?", tanya Heechul tiba-tiba. Pasalnya dia ingat alamat rumah Kibum didaerah ini. Walau tak pernah datang ke rumah Kibum, Heechul pernah tak sengaja membaca alamat rumahnya.

"Rumah Kibum. Apartemenku juga tak jauh dari sini. Beberapa kilo lagi daerah apartemenku". Siwon menjelaskan, siapa tahu Heechul mau mampir.

"Kibum punya pembantu kan?"

"Seingatku punya. Memangnya kenapa?"

"Kita kesana!"

"Hah?"

"Kita kesana. Titipkan Kyuhyun disana biar ada yang mengurusnya. Kalau di asrama siapa yang bisa merawat? Siapa yang akan memasakkan bubur untuknya? Setidaknya dirumah Kibum ada pembantu yang bisa mengurusnya"

"Aku juga bisa mengurusnya. Aku rasa Kibum tak akan memperbolehkannya tinggal. Dibawa ke apartemenku saja, aku janji akan merawatnya dengan baik", paksa Siwon. Dia tak boleh kehilangan kesempatan untuk kali ini.

Heechul tahu Siwon suka padanya dan Kyuhyun, kalau keadaan Kyuhyun baik tak masalah namja itu bersama Siwon. Masalahnya si iblis itu sedang sakit, kalau bersama Siwon siapa bisa menjamin akan berakhir baik-baik saja? Heechul tak bisa percaya namja kuda itu sepenuhnya. Kalau di asrama, Kyuhyun akan makin lama sembuhnya. Tingkah trainee lain sudah pasti menghambat kesembuhan Kyuhyun. Dan bila dirumah Kibum, ada pembantu yang bisa mengurusnya. Suasana rumah Kibum pasti tenang mengingat pemiliknya manusia pecahan es dari kutub, dan itu akan menyamankan Kyuhyun saat istirahat. Masalah diterima atau tidaknya Kyuhyun disana, itu Heechul bisa atur.

"Aku berniat menginap di apartemenmu. Kau bisa ajarkan ilmu management padaku kan, itu kenapa kuusulkan Kyuhyun dibawa ke rumah Kibum". Siwon melirik pada Heechul. Maksudnya Heechul ingin berduaan denganya saja? "Jangan berpikiran aku ingin berduaan denganmu ya!". Siwon menggeleng cepat. Sial, pikirannya terbaca. "Aku tak bisa merawat orang sakit, dan aku tak percaya kau bisa. Jadi titipkan saja di rumah Kibum"

"Tapi...", Siwon pura-pura berfikir. Sebenarnya dia mau bilang boleh lalu tersenyum selebar-lebarnya. Bukankah tak ada rotan, akarpun jadi. So tak ada Kyuhyun, Heechul-pun jadi. Tapi dia harus terlihat elite saat memberi jawaban. "Baiklah, dengan syarat kau belajar betul-betul!"

"Sebentar lagi aku berangkat kerja, tentu aku akan sungguh-sungguh belajar padamu!", katanya sambil tersenyum.

Siwon dan Heechul mengantar Kyuhyun ke rumah Kibum. Kebetulan pembantunya Kibum yang membukakan pintu. Saat Heechul tanya keberadaan Kibum, pembantunya cuma bilang Kibum sedang minum di mini bar-nya, sudah tentu Kibum akan mabuk. Sedikit wejangan dari Heechul diangguki pembantu Kibum, dan Siwon serta Heechul pergi setelahnya.

julie khoyul

Kyuhyun dibaringkan di ranjang Kibum, seperti permintaan Heechul tadi. Kyuhyun demam tinggi, dan obat yang disuntikkan dokter mulai bekerja membuat badannya berkeringat. Orang demam tak bagus berada disuhu panas, jadi pembantu Kibum beserta suaminya melucuti baju Kyuhyun. Menyeka seluruh badan Kyuhyun agar namja itu bisa tidur dengan nyenyak. Kemudian pembantu Kibum mengompres dahi Kyuhyun dengan air dingin.

"Yeobo, Tuan sedang apa?"

Suaminya menengok ke mini bar sebentar lalu memdesah saat melihat Kibum diambang kesadarannya tapi masih sesekali menyesap minuman digelasnya.

"Tuan sedang mabuk. Sepertinya percuma menunggui Tuan Kim."

"Baiklah, kita keluar saja. Biarkan dia istirahat, semoga besok keadaannya jadi lebih baik"

Setelah berkutat sebentar pembantu Kibum dan suaminya keluar kamar. Kyuhyun sudah nyaman dengam tidurnya walau kadang mengerang ngerang kecil merasa kesakitan. Tapi itu lebih baik dari pada tadi.

Kibum masuk kamarnya tiga jam kemudian. Langkahnya terseok seok, pandangannya kabur, tapi dia mampu menuju ranjangnya. Dia menjatuhkan diri di kasur dengan kasar. Matanya berat untuk sekedar dibuka seberat tubuhnya yang susah digerakkan. Kibum masih mau Lee Hyukjae dan ketika melirik kesampinya, ada bayangan namja manis itu disana.

"Lee Hukjae!", gumamnya sebelum benar-benar hilang kesadaran.

To be continue

Nah, kalian tahu kan Kihyun momment dimulai dari kejadian apa? Sumua sudah bisa tebak kayaknya. Ok, liburanku berakhir hari ini, but I'll try to post next chap tommorow. See you!