Contract with the Devil's Son

Chapter 9:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Salam telat Readers, ada yang mikir gue nggak update? Iya sebenarnya waktu nggak memungkinkan, tapi demi janjiku menghadirkan kihyun momment walau nulis ngebut sampek hampir benjut gue jabanin.

Pertama gue mau bilang makasih untuk semuanya, yang kedua gue mau ketawa hahahahahahaha. Masa yang tidur dekat Kibum itu Kyuhyun, ehh kalian yang teriak. Trus ada yang minta Kyuhyun hamil. Aihhh.. kyuhyun hamil, Kibum tanggung jawab. Mereka menikah, punya anak dan hidup bahagia selamanya. End story. Kan nggak seru..

Apakah Kyu akan teriak seperti kalian? Ini jawabannya, Happy reading!

Kyu on his bed

Kyuhyun terbangun, entah pukul berapa tapi sepertinya hampir pagi. Kepalanya sangat sakit, kala dia membuka mata lebar kepalanya berdenyut. Kyuhyun menutup matanya lagi, kemudian membukanya pelan-pelan. Dia hanya mampu memicing, yang penting dia bisa melihat. Kyuhyun bangun karena ingin ke kamar mandi. Ada sesuatu yang bergejolak dalam perutnya ingin dikeluarkan. Kyuhyun ingin muntah, dan isi perutnya sudah mulai naik ke tenggorokan.

Dia mencoba bangkit, tapi gagal. Seluruh tubuhnya sakit sampai sudut sudut terdalam. Sendi sendinya nyeri dan dia hampir tak bisa merasakan tubuhnya sendiri saking sakitnya. Kyuhyun mengumpulkan tenaganya kemudian mencoba lagi. Dia mampu duduk, walau pinggangnya sakit mesti ditopang dengan tangannya. Kyuhyun bangun dan beranjak dari pembaringanya. Di mengedarkan pandangan pada sekitar, masih gelap berarti masih sangat pagi.

Kyuhyun tak tahu dia berada dimana. Terakhir dia ingat dibawa ke dokter oleh Siwon dan Heechul. Dan kamar sebesar ini jelas bukan asramanya. Mungkin dia di rumah Siwon. Kyuhyun mencari letak kamar mandi, ada tiga pintu di ruangan ini. Dia berjalan pada pintu pertama, pintu yang berada paling jauh dari ranjang. Saat dia membuka, ada sinar temaran dari luar, ruang tamu dengan sofa-sofa besar disana. Itu ternyata pintu menuju luar kamar. Kyuhyun kembali menutupnya kemudian berjalan ke pintu lain. Pintu berikutnya sama, ada ruang tapi tak begitu luas. Kyuhyun tak bisa melihat apa-apa disitu karena cahayanya datang dari pancaran ruang lain. Ya ampun, Kyuhyun sudah tak tahan dan dia terhambat oleh pintu-pintu menuju dimensi aneh. Kyuhyun cuma butuh kamar mandi sekarang ini. Dan menuju pintu ke tiga harusnya kamar mandi. Banar, Kyuhyun merasakan hawa dingin saat membuka pintu ketiga, itu kamar mandinya.

Kyuhyun masuk dan merabai tembok, dia memencet saklar baru dia dapat penerangan. Bergegas ke wastafel, Kyuhyun memulurkan kepalanya kebawah dan memuntahkan isi perutnya.

"Hoooekkk!"

Cuma sedikit yang keluar, selebihnya tak ada lagi. Perutnya mual, tapi Kyuhyun tak banyak makan kemarin, jadi cuma itu. Ini siklus menyembuhan, obat dari dokter masih bekerja dan dia butuh lebih banyak istirahat. Kyuhyun membuka tab air, menyiram muntahannya sampai bersih. Kemudian dia membasuh mulutnya, dia juga membasahi mukanya agar pandangannya sedikit lebih baik. Sejenak Kyuhyun mengusap wajahnya, tanganya merasakan panas disana. Ya, Kyuhyun masih deman. Dia harus tidur lagi setelah ini.

Kyuhyun selesai dengan dengan wajahnya, matanya mengarah ke kaca melihat pantulan dirinya sendiri disana. Dia mendapati tubuhnya lebih kurus dari yang dulu. Ternyata tinggal di asrama membuatnya sedikit kurang gizi, tapi dia masih punya pesona. Tubuhnya putih hampir tak ada cela, walau pucat tubuh telanjangnya masih sangat menggoda. Telanjang? Kyuhyun mengernyit sebentar. Sejak kapan dia telanjang? ini keterlaluan, tahu Kyuhyun sakit, tapi ditelanjangi. Pasti Siwon yang melakukannya dan Heechul kenapa tak mencegah. Kyuhyun sadar hal lain, badannya tidak sepanas kemarin tapi tulang-tulangnya sakit. Ada yang tidak beres dengannya.

Namja Cho itu tergesa keluar, ini sudah kelewatan, dia harus pastikan apa yang dipikirkannya tak benar-benar terjadi. Kyuhyun membalik tubuhnya spontan tapi keseimbangannya tak begitu baik. Tangan Kyuhyun terantuk wastafel membuatnya oleng. Dia tak sempat berpegangan lagi lalu jatuh menabrak barang-barang kecil yang ada disitu dan berakhir tersungkur di lantai.

"Aeee!", Kyuhyun mengerang lirih. Suaranya tak mau keluar.

Sekarang keadaannya jadi makin buruk. Dia tak bisa bergerak sama sekali. Tenaganya hilang dan badannya makin sakit. Nafas Kyuhyun terengah, matanya mulai berat dan kepalanya kian berdenyut. Dinginnya lantai kamar mandi menyentuh kulit punggung Kyuhyun, menyadarkan namja itu agar segera pergi. Kalau dia tertidur disitu, dia akan semakin sulit sembuh. Dan akan sangat percuma semalam dia dibawa ke dokter. Kyuhyun mencoba membuat energi baru, mencoba bangkit tapi tak sanggup. Dia hanya mampu duduk, kemudian merangkak menuju pintu dan keluar kamar mandi. Kyuhyun berdiri berpegangan pada apapun disekitarnya, berjalan pelan dan berakhir di ranjang. Dia merebah dan ingin tidur. Tadinya ingin marah, tapi keadaannya belum memungkinnkan, besok saja kalau dia sudah sembuh.

julie khoyul

Hari ini sedikit melelahkan, bukan karena terlalu padatnya aktivitas tapi lebih kepada terlalu banyaknya hal tak penting yang sengaja dipikirkan oleh Kibum. Tentang tiga hal, Hyukjae, Hyukjae dan Lee Hyukjae Ya, intinya tetap Lee Hyukjae yang dianggapnya manis itu telah menyita sebagian besar pemikirannya. Kibum selalu mencoba fokus tapi nihil, pikirannya selalu dihinggapi nama namja manis itu.

Kibum melangkah gontai menuju kamarnya. Membuka pintu, masuk, menutupnya kembali dan tak lupa menguncinya. Rencananya dia ingin mandi air hangat, mengguyur kepalanya agar denyutan aneh itu berkurang. Kemudian istirahat sejenak untuk melenyapkan sisa-sisa kepenatan yang menempeli tubuhnya. Tapi rencana tinggal rencana ketika sebuah suara seseorang yang dikenalnya menyapa gendang telinganya.

"Kibum kau telat, sebegitu cintakah kau dengan pekerjaanmu?", suara itu memaksa Kibum mengedarkan pandangan mencari titik asalnya. Seseorang yang sedang tertelungkup diatas ranjangnya seketika membuat mata Kibum hampir membulat. Heechul "Apa?", tanya Heechul saat bertemu pandang dengannya.

"Sedang apa kau disini?", tanya Kibum kasar.

"Menunggumu dan aku hampir mati bosan. Tak ada orang dirumah sebesar ini, hampir saja aku mengira kau tinggal dengan jin dan setan". Dan bukannya itu sebangsa dengannya? Mungkin begitu pemikiran Kibum. "Kenapa kau masih berdiri disitu? Kemari!", ajaknya setelah dia terduduk, memberi ruang untuk Kibum dan menepuk sisi tempat tidur yang kosong.

"Bagaimana bisa kau berada di kamarku?", tanya Kibum lagi sambil mengindahkan permintaan Heechul.

Heechul mengalah, dia lebih memilih bangkit dan menghampiri Kibum didekat pintu. Astaga, Heechul terlihat cantik mempesona. Tak ada orang bisa menolaknya dalam keadaan seperti ini. Heechul mengenakam bathrobe biru yang biasa Kibum kenakan. Saat berjalan mendekat belahan bawah bathrobe-nya tersingkap dan memperlihatkan paha putih mulusnya. Heechul benar-benar mempesona, tapi sayangnya Kibum terlanjur menanamkan nama, wajah dan body Lee Hyukjae di dirinya, jadi Heechul secantik apapun tak akan bisa menarik perhatian Kibum.

Heechul tiba dihadapannya. Siluman itu mengambil paksa tas kerjanya. Dia juga menarik jas Kibum dan kemudian menjatuhkan kedua benda itu sesuka hatinya. Detik sebelum Kibum protes, Heechul memulurkan tangan dan melonggarkan dasinya. Menarik kasar dasi itu sehingga sedikit mencekik belakang leher Kibum.

Kibum menangkap tangan Heechul, menghentikan namja itu dari tindakan brutalnya. Dia lalu melepas sendiri dasinya dan membiarkan Heechul berdecak sebal lalu meninggalkannya.

"Kau tidak suka aku disini?"

"Sangat!", jawabnya singkat. "Jadi bisakah kau keluar dari sini sekarang?"

"Lalu membiarkanku kedinginan diluar sana?". Heechul mendudukkan dirinya kembali ke ranjang. Dia membiarkan Kibum memandanginya jengah. "Aku memenuhi undanganmu kalau kau mau tahu, lalu begini sambutanmu setelah aku disini? Sopan sekali"

Setelah berhasil mendapat perannya, Kibum mendekat bermaksud menekan agar siluman itu segera enyah dari hidupnya. Atau lebih simple keluar dari kamarnya.

"Kau yang masuk ke rumahku, ke kamarku tanpa ijin, apa itu yang disebut sopan?", tanya Kibum tegas. "Cukup keluar dari sini sekarang juga, dan akan kututup masalah ini!", perintahnya.

"Kau mengundangku, aku datang dan sekarang kau usir. Dimana perasaanmu?". Kata Heechul datar. "Mr. Kim yang terhormat lebih memilih mempertahankan pamornya dan membiarkan namja cantik mempesona sepertiku luntang lantung diluar lalu mati kedinginan dan kelaparan", lanjutnya sedikit berlebihan. Heechul memang narsis dari dulu.

"Kalau demi pamor apapun akan kulakukan"

"Tega!", rutuknya pelan tapi masih terdengar ditelinga Kibum.

"Seingatku, tak pernah kubuat undangan untukmu. Jadi maksud kedatanganmu adalah..."

"Seorang temanku bisa mengartikan gerak tubuh dan menerjemahkan pikiran orang, dan dia bilang padaku soal undangan itu". Kibum langsung menebak seseorang itu adalah Kyuhyun, siapa lagi yang terlihat gila selain dia, sedangkan partnernya ada disini ."'Datanglah malam ini kerumahku dan kita adakan pijamas party'. Menurutnya tubuhmu bilang begitu padaku". Dan Kibum percaya? Tentu tidak.

"Keluar sekarang!", perintah Kibum tanpa repot menanggapi alasan Heechul. Heechul bergeming dan itu menguras kesabaran Kibum. "Kau keluar sendiri atau perlu kuseret!", ancamnya.

"Kau sadis!"

"Terserah! Jadi cepat keluar!", perintahnya lagi lebih dingin dan dibuat semenakutkan mungkin.

"Tidak mau".

"KELUAR!", bentaknya.

"Tidak mau", Heechul keukeuh

"KELUAR!"

"Tidak mau",

"KELUAR! KAU PAHAM ARTINYA KELUAR, TIDAK?", teriaknya lagi.

"TIDAK MAU, YA TIDAK MAU. KAU PAHAM ARTINYA, TIDAK?", balas Heechul sambil berteriak.

Sebenarnya Kibum cuma ingin menjaga jarak antara pemilik TC dan Trainee tetap baik. Apalagi setelah gosip yang dulu itu terkadang masih membuat Kibum jengah. Tidak mau hal seperti itu terulang, dia berusaha menjaga jarak. Sayangnya caranya kurang tepat. Ataupun kalau dia bertindak baik, tidak cocok dengan image dinginnya lantas dia melakukan pengusiran itu. Yah siapa yang tahu pemikiran Kibum.

"Kau memang perlu dikasari ya"

Heechul memberontak saat pergelangan tangannya dicekali Kibum. Dia mengerang kesakitan saat tangan besar itu mencengkeramnya. Dan Heechul menyerah.

"Ok, ok. Aku keluar sendiri", putusnya cepat, tapi tak secepat gerakannya yang masih terduduk diatas ranjang sambil memijit-mijit tangannya.

"Lamban!"

Kibum tak bisa menunggu lebih lama. Dia capek dan Heechul membuatnya makin capek dengan tingkahnya. Dia menarik paksa Heechul. Mencengkeram kuat lengan namja itu dan menyeretnya turun dari ranjang.

Heechul mengaduh keras saat kakinya tak menapak sempurna selepas turun dari ranjang. Kakinya terkilir, menjadikannya jalan terpincang pincang sambil terus mengeluh sakit. Kibum mengabaikan itu. Dia terus menarik Heechul membawa namja itu segera keluar dari kamarnya. Karena tergesa dan kesakitan untuk kedua kalinya kaki Heechul terluka. Kali ini tulang keringnya menabrak tepian sofa membuatnya limbung dan jatuh. Menimbulkan bunyi gedebum keras yang seketika menghentikan aksi Kibum.

"Aku bilang akan keluar sendiri. Kau tak sabaran", kata Heechul melemah. Hampir saja dia menangis, tapi segerombolan mahkluk di TC sana akan tertawa bahagia kalau tahu dia menangis, lalu dia urungkan. "Ini sakit!"

Kibum mengulurkan tangannya, berusaha menolong Heechul sebisanya. Paling tidak Heechul dipindahkan dan diobati, baru mengembalikan ke habitatnya.

"JANGAN SENTUH AKU!", pekik Heechul. Kibum tak menyerah dan masih meraih tubuh Heechul. "AKU BILANG JANGAN SENTUH! Aku bisa sendiri dan segera pergi dari sini. KAU PUAS!". Bentaknya tepat dimuka Kibum.

Tindakan mengabaikan teriakan Heechul kali ini lebih tepat. Kibum membiarkan Heechul memberontak sementara dia menyusupkan tangannya di belakang lutut dan punggungnya. Mengangkat namja itu sekali sentak dan membawanya ke ranjangnya. Heechul tak bereaksi lagi setelah diturunkan di ranjang. Dia cuma memasang wajah sedih, sakit dan marah. Entahlah, dia menunduk dan mengurut kakinya tanpa memandang pemilik rumah.

Merasa tak mendapati Kibum, Heechul mengedarkan pandanganya ke sekitar ruang. Kibum masih disitu, manager TC itu modar mandir tak jelas. Membuka lemari dan mencari-cari sesuatu disana. Pindah ke lemari berikutnya saat sesuatu itu tak ketemu. Kemudian dia beranjak lagi. Kali ini kekamar mandi. Heechul tak mau tahu lagi apa yang diperbuat Kibum, tapi beberapa saat terdiam namja itu sudah berada disampingnya lagi.

Kibum meletakkan baskom kecil berisi air, dia juga membawa dua lembar handuk kecil di bahunya. Sebelum mencelupkan handuk ke baskom, dia melipat kemejanya sebatas siku baru memulai aksinya.

Heechul hanya terbengong melihat anak pemilik TC yang angkuh, dingin dan cuma memikirkan diri sendiri itu bekerja layaknya perawat. Mencelupkan handuk ke air, memerasnya kemudian menempelkannya di tulang kering Heechul. Dia cukup sabar, juga cukup menarik simpati Heechul. Jadi harus bersakit sakit dahulu untuk tersenyum menang saat menghadapi Kibum?

Kibum berpindah sejenak lalu kembali membawa minyak gosok. Dia balurkan minyak pada luka dikaki Heechul dan berharap itu manjur.

"Kau mau kemana?", tanya Heechul yang mendapati Kibum beranjak.

"Tidur di sofa. Atau kau yang mau tidur di sofa?"

"Kupikir kita akan tidur bersama, bukankah ini pijamas party"

"Ternyata kau ini siluman mesum"

"Kau saja yang tidak asyik", balas Heechul sebelum merebah membelakangi Kibum.

"Pakai selimutnya, aku akan buka AC". Mungkin Kibum teringat candaan duo setan dan king of gossip TC tempo hari.

Belum dua jam Kibum tidur, dia kembali terjaga. Punggungnya sakit, lehernya juga. Bahkan hampir seluruh tubuhnya kaku. Ternyata tidur di sofa benar-benar menyiksa. Dan seingatnya ini kali pertama dia tidur disitu.

Kibum melirik Heechul diujung sana. Masih tidur membelakanginya. Disisi namja itu ada ruang luas, cukup untuk tiga orang malah. Dia baru sadar kalau ranjangnya king size. Ya, tidak ada salahnya tidur seranjang, toh tak akan kejadian apapun kalau mereka sama-sama tidur.

"Ini baru namanya pijamas party", celetuk Heechul sesaat Kibum menyamankan tidurnya disebelah siluman itu.

"Badanku sakit saat tidur di sofa, biarkan aku tidur disini". Demi kenyamanan dia mengiba sejenak. Dia tak mau besok pagi bangun dengan badan tak bisa digerakkan.

Heechul mengerjapkan mata, menampakkan sisi imut yang pernah dipelajari dari sepupunya, sayangnya tidak mempan. Kibum langsung tertidur setelah dia merebah tadi. Heechul mendecak sebal. Bahkan dia tak bisa membayangkan akan ada percakapan wajar dengan Kibum, susah sekali menggodanya. Kibum itu menyebalkan.

Heechul beringsut mendekati Kibum. Menarik tangan Kibum dan melebarkannya. Kemudian dia meletakkan kepalanya dilengan itu.

"Apa yang kau lakukan?"

"Tidur dilenganmu", katanya santai.

Nyatanya diamnya Kibum diartikan lampu hijau oleh Heechul. Dia bukan hanya tidur dilengan Kibum seperti yang dibilangnya, tapi juga melesakkan kepalanya disekitaran ketiak dan dada Kibum. Pada akhirnya dia menemukan kenyamanan di atas dada bidang namja itu.

"Pindah dari tubuhku!". Usaha Kibum menyingkirkan Heechul darinya tak ada hasil. Si cantik itu hanya menggeleng-geleng dan melingkarkan sebelah tangannya erat ke tubuhnya. "Sebenarnya apa maumu datang kemari? Mau menggodaku?", tanya Kibum to the point.

"Tidak". Heechul menyamankan posisi kepalanya. "Tidak. Aku cuma ingin tidur dikasur empuk dengan ruangan hangat dan nyaman", jawab Heechul sekenanya. "Kau tidak suka padaku ya?"

"Tidak", 'aku menyukai Lee Hyukjae'. Itu terusannya, tapi Kibum tak mungkin bilang. Soal Lee Hyukjae, Kibum jadi teringat dia lagi. Si manis itu kan juga namja. Kalau suatu saat Kibum bisa memilikinya, akan sangat memalukan bergulat dengannya dengan minim pengalaman. Kalau yeoja Kibum sudah terbiasa, kalau namja dia perlu belajar. Heechul mungkin bisa untuk praktek. "Tidak juga", ralatnya.

"Lalu kenapa kau selalu bersikap kasar?"

"Kalau kau manis aku juga bisa manis". Kibum meraih dagu Heechul, mendongakkannya dan mengecup singkat dibibirnya. Dia lalu menarik pinggang Heechul, memeluk tubuh kecil itu dan menyatukan dada mereka. Siapa yang mesum sekarang?

wah, semudah itu? Heechul membalas pelukan Kibum, menyamankan diri didada namja es itu. Mereka berpelukan agak lama. Lalu Kibum menyentakkan tubuh Heechul hingga telentang kemudian menaikinya. Kibum memandangi wajah Heechul, dan benar namja bermaga sama dengannya itu cantik, cantik mempesonan, tapi masih belum bisa mengalahkan Lee Hyukjae.

Kibum memulai dengan membelai tepian wajah Heechul. Membelainya kebelakang sampai rambutnya. Kibum mengecup dahi Heechul sebagai langkah berikutnya, lalu menarik wajahnya menjauh. Bigaimana caranya memulai dengan Heechul? Kibum masih berusaha perfikir keras. Anggap saja sama dengan yeoja, tapi dia masih ragu, kemudian dia mengikrarkan mantra 'demi Lee Hyukjae' lalu semangatnya kembali. Kibum menempelkan bibirnya didagu bawah Heechul, menyeret pelan ke bawah melewati lehernya. Tekstur kasar bibir Kibum membuat Heechul mengelinjang kegelian. Sumpah itu aneh, tapi Heechul suka.

"Kibum", interupsi Heechul yang seketika menghentikan Kibum dari gerakannya. "Kau bau, bisakah kau mandi dulu sebelum kita mulai!". Kibum mengamati dirinya sendiri. Dia masih memakai baju kerjanya dan jelas belum mandi.

"Sial!"

julie khoyul

Kibum membuka matanya lebar, dia terengah dan berkeringat. Ini baru sama dengan lari maraton ribuan kilo, kejadian kemaren sore bukan apa-apa dibanding ini. Baru kali ini Kibum mimpi tidur dengan sesama namja, Heechul pula. Hah, apa tidak bisa diulang dan obyeknya ditukar dengan Lee Hyukjae? Kalau tidak bisa diulang, mimpi sekali lagi juga boleh asalkan itu dengan Hyukjae. Lee Hyukjae yang dipikirkannya sampai sakit kepala, tapi Heechul yang muncul dimimpinya. Badan Kibum ngilu semua rasanya, pasti bukan karena efek mimpinya, tapi karena Kibum mabuk semalaman. Kibum merasakan lututnya nyeri sama seperti saat dia bermalam dengan yeoja lalu bermain berlebihan, padahal dia ingat dalam mimpinya tak melakukan sebanyak itu. Ini seperti nyata.

Tidur dengan namja, tidak buruk juga. Tehniknya sama dengan yeoja, mungkin cuma butuh intuisi dan ketepatan. Ditambah improfisasi juga boleh. Akan lebih mantap kalau... aihhh kenapa Kibum jadi semangat membahas mimpinya. Dia bukan gay, pengecualian untuk Lee Hyukjae. Sekali lagi, tidur dengan namja memang ada sensasi tersendiri. Kibum tidak bisa mungkir kalau dia ingin benar-benar mencobanya lain waktu. Beda yeoja dan namja ada di... emmm...

Kibum merenggangkan otot lengannya kemudian otot lehernya sebelum dia menemukan dirinya tanpa busana. Semalam dia ingat, selepas mandi dia memakai bathrobe birunya lalu mabuk di mini bar setelah itu tidur. Tak ada yang lain. Apa Heechul dalam mimpi benar-benar membawa bathrobe-nya? Kibum mulai sedeng sampai berfikir sejauh itu. Dia memutuskan merenggangkan seluruh otot tubuhnya. Memelintir tubuhnya kekanan kekiri. Ah dia merasakan selangkangannya sedikit basah, sepreinya lebih basah lagi. Merasakan basahnya seprei sebegitunya, seharusnya memang iya kalau dia melakukannya berlebihan, dalam mimpi maksudnya.

Sang manager itu beguling ke kiri, melihat jam diatas nakasnya. Jam 11 kurang. Ini keterlambatan terparah kedua setelah tempo hari. Dia malas hari ini, mungkin tak perlu bekerja sehari lebih baik. Kemudian dia berguling berlawanan arah, ke kanan. Kibum mengerjap tiga kali, matanya menangkap seseorang tidur disebelahnya. Bukan Lee Hyukjae, juga bukam Heechul. Iblis, iblis bugil berada disampingnya. Fatamorgana. Tidak mungkin iblis itu ada diranjangnya, bugil pula.

Orang bilang sesuatu yang dilakukan tiga kali masih mendapati hal yang sama, berarti itu nyata. Contohnya, seseorang bertemu tak sengaja sebanyak tiga kali, berarti jodoh. Nah Kibum akan mencoba memejamkan matanya tiga kali, kalau tetap didapatinya iblis itu berarti dia nyata. Kibum bukan pemercaya hal semacam itu, tapi tak ada salahnya dicoba. Kibum memejam sekali, saat dia buka mata ada Kyuhyun disampingnya. Kedua kali, masih ada Kyuhyun. Ketiga kali juga mendapati hal yang sama, sampai kelima kalinya wajah itu tak menghilang atau berubah jadi Lee Hyukjae.

"Shit!", Kibum mengumpat untuk yang kedua kalinya setelah dari mimpi tadi malam. Dia membayangkan Lee Hyukjae kemarin sore, memimpikan Heechul tidur dengannya dan Kyuhyun yang berakhir di ranjangnya. Salah apa Kibum, sampai Tuhan menganugerahinya cerita sedemikian sulit. Kibum mau ini cuma fatamorgana.

Kibum bangkit mendudukkan diri, eh, sedikit menggeser agar tak kena basahan seprei. Dia ini si jenius, tak percaya kalau tak ada bukti jelas. Kibum menyibak selimut yag menutupi sebagian besar tubuh Kyuhyun.

"Hufffff...", nafas lega keluar dari mulut Kibum. Kyuhyun masih menggunakan boxer ketatnya. Berarti memang tak terjadi apapun malam tadi. Badan si iblis itu juga masih bersih, tak ada noda merah sama sekali tapi, tapi saat Kibum menerawang ke paha dalam Kyuhyun, ada noda ungu kehitaman disana. Ah masak iya Kibum terpeleset saat mau masuk?

"Shit. Ini tidak benar!", rutuk Kibum lirih karena tak mau terdengar siapapun.

Kepala Kibum berdenyut. Denyutannya aneh, seperti orang akan menemukan ingatannya kembali. Dia berharap akan ingat apa yang dilakukannya dengan iblis itu semalam dan mendapati bahwa tak terjadi apapun pada mereka. Setelah menunggu sebentar yang muncul adalah sebuah quota yang pernah dibuat Kibum sendiri 'Kibum suka main bersih, karena meninggalkan jejak ditubuh lawan itu sangat tidak gentle'.

Menepis quotanya sendiri, Kibum menajamkan penglihatannya kearah paha Kyuhyun. Bukan dia mesum atau suka paha mulus, baginya milik Lee Hyukjae lebih dari apapun, dia melihat memar keunguan dibagian paha dalam kanan namja iblis itu. Dan baru kali inilah Kibum bingung. Bagaimana cara terbentuknya disitu?

"Eummmm!", Kyuhyun melenguh pertanda akan bangun. Namja itu membuka pelan-pelan matanya sampai benar terbuka seluruhnya. Badannya sudah ringan kembali pertanda demamnya sudah hilang, lalu teringat ingin marah kalau sudah sembuh. Seketika dia berusaha bangkit. "Auuuuhhh", rintihnya pelan kemudian jatuh tengkurap ditempat semula. Ya demamnya kemarin telah hilang, tapi sakitnya berpindah pada tulang-tulangnya.

Kalau melihat orang yang kesakitann sewajarnya menanyakan sesuatu seperti, kau tidak apa-apa? Mana yang sakit? Aku bisa bantu apa? Tapi Kibum tidak wajar jadi,

"Kau kenapa?"

Kyuhyun menoleh pada arah datangnya suara. Bukan Heechul bukan juga Siwon, itu Kibum.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

"Kenapa kau teriak?", tanya Kibum pura-pura santai.

"PINGGANGKU, PINGGANGKU"

"Pinggangmu kenapa?", agak khawatir kali ini.

"PINGGANGKU SAKIT!"

"Maksudnya?", dan kali ini dia takut kejadiannya nyata.

"OH PINGGANGKU!"

"Sudah Cho jangan teriak!", perintahnya lirih, soalnya Kibum tau suaranya bergetar takut kalau iblis itu memergokinya.

"YA KENAPA PAHAKU JUGA SAKIT?!"

Kibum menoleh kesana kemari mencari bathrobe-nya. Ketemu dilantai, segera memakainya dan dia siap beranjak.

"Ok, Cho. Jangan bergerak!"

"MEMANGNYA AKU AKAN BERGERAK KEMANA HAH? AKU TAK BISA BERGERAK!", bentak Kyuhyun pada Kibum. "OH PINGGANGKU!", dan diteruskannya dengan teriakan melankolis pada pinggangnya.

Kibum secepatnya beranjak. Tergesa menuju pintu keluar untuk mencari bantuan.

"AHJUMMAAAAA!", dan siapa yang berteriak sekarang?

Seorang wanita tergopoh menghampiri Kibum. Sang suami juga datang tergesa dari pintu paling luar.

"Ya Tuan, ya ya. Ada apa? Ada apa?", tanya pembantunya ikutan gugup.

Sebenarnya Kibum ingin menunjuk Kyuhyun kemudian bertanya, kapan dia datang, siapa yang membawanya, bagaimana bisa dia ada di kamarnya? Lalu apa ahjumma melihat kami semalam melakulannya? Hapus untuk pertanyaan terakhir. Tapi Kibum menghapus seluruh pertanyaan itu dan menggantikan dengan permintaan tolong yang bernada perintah.

"Tolong dia!", perintanya setelah menemukan kembali image aslinya.

Ahjumma dan suaminya berkutat dengan Kyuhyun sedangkan Kibum masuk kekamar mandi. Kibum keluar dari kamar mandi dengan handuk kecilnya melingkar di pinggul menjuntai kebawah sebatas tengah pahanya. Saat itu bertepatan Ahjumma mengompres pinggang belakang Kyuhyun di atas sofa dan suaminya melucuti bedcover ranjangnya. Ih, sudah pasti bau, Kibum tak mau urus itu. Dia mengambil pakaiannya dan kembali ke kamar mandi. Saat kibum keluar lagi dengan dandanan rapi, ranjangnyapun juga sudah rapi. Tak ada bau sisa tadi malam disitu. Semua sudah bersih dan wangi, tampaknya pembatunya menyemprot pewangi berlebihan.

"Aku akan ke kantor". Karena rencana bolos kerjanya sudah buyar semenjak Kibum melihat muka Kyuhyun tadi. "Kau tak perlu ikut", katanya pada Kyuhyun. Disela-sela jemarinya yang sibuk menali dasi dilehernya, Kibum sempatkan melihat keadaan Kyuhyun. Khawatir itu jelas karena dilihat dari posisi manapun, dirinya yang berada di dekat Kyuhyun saat namja itu tertidur. Bisa jadi semalam dia memperkosa namja itu. Ih salah, bisa jadi iblis itu menawarkan dirinya pada Kibum.

Kyuhyun mengerang kecil-kecil saat dipijat pembantu Kibum. Namja ikal itu tak menanggapi apapun yang dikatakan Kibum padanya. Kyuhyun terhanyut dengan rasa sakitnya, rasanya sakit jiwa raga. Seumur-umur baru kali ini Kyuhyun merasakan dilecehkan sedemikian. Dia pasti akan balas dendam, tapi nanti saja kalau dia sudah sembuh. Sekarang yang terpenting dia harus,..

"Hiaaaaaa. Ya, Ahjumma. Pelan-pelan!"

"Ya, ya, ya. Maaf, maaf, maaf!"

"Sebelah situ!", perintah Kyuhyun sambil mengarahkan tangan Ahjumma kedaerah lain pinggangnya. "Ya situ, situ. Bagus!"

Kibum sudah selesai dengan dasinya, dia kemudian duduk di single sofa kecil bersebrangan dengan Kyuhyun dan pembantunya. Kibum memakai kaos kakinya disitu, kemudian berdiri lagi setelah selesai lalu memakai sepatunya.

"Ahjumma, pinggangku patah ya?"

Ahjumma cuma tersenyum ditanyai Kyuhyun. Pertanyaannya membingungkan sih, apa lagi tanyannya di depan Kibum, la pembantunya harus jawab apa?

"Ahjumma, pahaku kenapa jadi hijau begini. Saaaakiit lagi", katanya mendramatisir.

"Itu, itu ungu"

"Tadi aku bilang apa? Ya, ini ungu. Ahjumma kau salah dengar", Kyuhyun sudah salah pake ngeyel "Bagaimana cara menghilangkannya?"

"Nanti, nanti juga hilang sendiri. Iya hilang sendiri", jawabnya diikuti tawa konyol. Sumpah ini ahjumma gugup, ada Kibum disampingnya. Takut salah bicara lalu dipecat.

"Ahjumma,", aduh, Kyuhyun tak tau sikon. Ahjumma sedang ketakutan dipandangi Kibum sedari tadi, iblis Cho itu malah tanya aneh-aneh. "Kau tahu, aku suka es krim. Ben n Jerry rasa coklat atau Chocolate Sundae dari MC D. Itu enak sekali. Kau suka es krim juga?"

"Cho". Kyuhyun menghentikan celotehannya dan melirik Kibum malas. "Aku pergi sekarang". Berasa suami pamit pada istrinya saja.

"Aku dengar kau pamit tadi, dan kenapa kau masih disini. Sana pergi kerja!". Dan ini seperti istri galak saat datang bulan.

Kibum beranjak tergesa, tak mau berlama lama mendengarkan hal tak bermutu dari si iblis itu. Sekarang ini posisi tuan rumah sudah bergeser ternyata, dia yang diusir padahal dia masih pemilik sah rumah ini.

"Eh, eh, eh", panggil Kyuhyun pada Kibum. "Saat pulang nanti belikan aku es krim. Ben n Jerry rasa coklat". Agaknya Kibum siap menolak. "Sudah pergi sana!"

"Cho,..."

"Cepat pergi. Hus hus hus!". Kibum malah bersedekap didepan pintu "Yak, kubilang pergi ya pergi. Kau sudah terlambat setengah hari". Oh iya, Kibum baru ingat dia terlambat. "Jangan lupa es krimnya!", teriak Kyuhyun yang mendapatk Kibum menjauh. Kibum cuma mendecih dan berlalu.

"Masih mau dipijat lagi?", tanya si pembantu.

"Sudah, aku mau mandi saja. Badanku lengket, bau dan sakit. Ahjumma bantu aku mandi ya?", pinta Kyuhyun memelas. Si ahjumma mengangguk saja. Sudah pasti dirinya dan suami akan membantu Kyuhyun. Kyuhyun kan,... "Apa Kibum punya sampo bau melon?"

Aishh menghadapi Cho Kyuhyun tak akan ada habisnya. Sakit atau sehat, sama-sama menyusahkan.

To be continue

Fiuhhh, ngebut jadi cuma segini. Don't worry i'll try again tommorow but i'm not promise. I think kyuhyun will stay little longer in kibum's home. Just pray for them! Ok, see you soon! I love you, all!