Contract with the Devil's Son

Chapter 10:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Hello! Telat. Semalam nulis sudah hampir selesai tapi ketiduran pas mau ngepost. So gue post pagi ini. Eh, kemarin ada yang nggak ngerti ya? Sorry deh. Tapi bagus ada yang langsung ngerti ada juga yang ikut salah paham. Hahaha. Next gue bakal nulis dengan kalimat simple. Untuk typos, abaikan saja!

Happy reading!

One More Night

Mobil sedan memasuki pelatatan rumah, berjalan mulus sedikit lambat dan terparkir sempurna. Kibum keluar dari balik pintu kemudi, mengambil tas di jok belakang dan melenggang masuk rumah. Sore ini terlihat normal, seperti biasanya. Tadi Kibum memang benar-benar tak masuk kerja, dia lebih memilih menemui teman bisnisnya, makan siang, membahas kerja sama. Membahas sedikit tentang undangan acara seorang pengusaha dari korea utara yang kian dekat. Mereka membicarakan srategi mendekati pengusaha itu, apa yang bisa menarik si pengusaha agar mau jadi investor di perusahaan mereka?

Kibum berjalan lambat memasuki rumahnya, melewati satu demi satu barang diruang tamunya kemudian sampai di depan pintu kamarnya. Kibum memasuki kamarnya pun dengan lambat, menaruh tasnya di sofa dan melepas sepatunya disitu. Nanti pembantunya akan mengurus barang Kibum yang tergeletak sembarangan seperti itu.

Saat melepas dasinya, Kibum melihat Kyuhyun tidur diranjangnya. Dia lupa kalau namja itu disini. Sebenarnya Kibum tidak menyangkal kalau dia pelupa, dia pernah pergi ke dokter menanyakan hal itu. Dokter bilang mungkin penyakit pelupanya itu keturunan. Kibum sendiri tak tahu siapa yang memiliki penyakit pelupa dikeluargannya. Dokter juga mengatakan kalau pelupa yang dialami Kibum tak akan jadi masalah kedepannya. Hanya hal-hal kecil dan tak penting saja yang Kibum mudah lupakan. Itupun dia bisa mengingatnya kembali dengan cepat. Menjadi pelupa adalah hal biasa bagi orang jenius dan Kibum menyetujui bagian ini.

Kyuhyun terlelap ditempat sama dengan tadi siang. Bedanya namja Cho itu sudah lebih baik penampilannya. Tidak telanjang dan acak-acakan seperti tadi siang saat Kibum menemukannya. Kyuhyun menggenakan piama milik Kibum yang tak pernah dipakai. Warnanya biru tua dengan motif bintang-bintang. Itu bukan Kibum sekali, makanya dia tak pernah memakai piamanya. Lagi pula piama itu bukan Kibum yang membelinya, teman kencannya memberikannya pada Kibum sebagai hadiah valentain. Kibum terima saja, toh tak ada ruginya menerima pemberian orang.

Si iblis itu menghela nafas panjang dalam tidurnya. Dia menggeliat menyamankan posisi lalu mengerang kecil saat bergerak dan tenang kembali beberapa saat kemudian. Kibum sempat berhenti beraktifitas, sejenak untuk memandangi namja Cho itu. Sebenarnya kalau sedang tidur begini wajah Kyuhyun terlihat damai, tapi kenapa saat dia terjaga hanya perangai iblis didiri Kyuhyun? Kibum melihat ada bantal mengganjal pinggang dan punggung Kyuhyun. Apa sebegitu sakitnya? Kibum kasihan juga makanya dia berencana tak mengusik Kyuhyun sampai namja itu sembuh. Membiarkan Kyuhyun tinggal sementara waktu disini dan ahjumma akan merawatnya. Kibum bukan orang yang suka lari dari tanggung jawab, meski belum tentu benar dirinya meniduri Kyuhyun. Ya, asal Kyuhyun tak menuntut yang tidak-tidak, Kibum-pun juga akan berbaik-baik pada Kyuhyun.

Kibum melanjutkan aktifitasnya, melanjutkan melepas dasi dam ikat pinggangnya kemudian masuk kamar mandi. Sepuluh menit kemudian Kibum keluar dengan handuk kecil melingkar di pinggulnya, seperti tadi siang. Kibum berjalan menuju lemarinya, mengambil baju tentunya. Setelah membuka lemari dia berjongkok menarik drawer dibawah bagian lemari dan mengambil pakaian dalamnya disana.

"AAAAAAAAAAAAA!".

Kibum berjengit, kaget sedikit. Dia menunda aktifitasnya untuk mengecek si Cho itu. Ada apa lagi sampai dia berteriak histeris?

"Kenapa kau teriak lagi?", tanya Kibum datar saja.

"AAAAAAAAAAAAA! KAU MAU APA? MERPERKOSAKU?", tanya Kyuhyun yang kaget melihat Kibum hampir telanjang berdiri didekatnya. "AHJUMMAAAAAAA!."

"Jangan berlebihan, Cho. Aku baru mandi", terang Kibum. Kyuhyun percaya atau tidak memang Kibum baru selesai mandi. "Kenapa lagi?"

"Punggungku, punggungku sakit", katanya sambil merintih.

"Sekarang sakitnya pindah ke punggung?", tanya Kibum yang kemudian berlalu melanjutkan aktifitasnya.

"Ya ada apa? Ada apa?". Ahjumma datang dan langsung menyerbu Kyuhyun. Kyuhyun sudah seperti nyonya rumah saja, dilayani sana sini. Semua hal diiyakan pembantu, sedangkan Kibum terabaikan keberadaannya.

"Kenapa punggungku juga sakit?"

Ahjumma membantu Kyuhyun tengkurap lalu wanita itu memijit punggungnya.

"Tidak apa-apa, ini terlalu lama diganjal bantal jadi kaku. Sebentar juga baikkan!", tutur ahjumma lembut. Dan benar, sebentar kemudian sakitnya hilang. Ahjumma kembali membantu Kyuhyun bangun, mendudukkan namja Cho itu dan meletakkan satu bantal besar di bedhead-nya untuk bersandar. "Untuk makan malam, mau dimasakkan apa?". Kibum yang majikannya saja tak pernah ditanyai macam itu, kenapa Kyuhyun yang baru datang bisa diperlakukan spesial?

Kenapa dengan pembantu Kibum? Iblis itu menyihirnya sampai ahjumma menjadi sangat sayang padanya. Ah iya, iblis bukan penyihir, tapi iblis itu penghasut.

"Tidak usah memasak, pesan saja dari luar", sahut Kibum disela-sela memakai kaosnya. Kibum tahu pembantunya repot hari ini. Dan Kyuhyun penyebabnya. Dirinya yang membuat Kyuhyun seperti itu, jadi secara tak langsung Kibum yang bertanggung jawab atas kerepotan pembantunya.

"Begitu lebih baik. Sering sering kau tidak merepotkan ahjumma kan bagus. Ahjumma itu repot sekali, harus mengurusi ini itu semua kebutuhanmu, kalau kau sering memesan makanan dari luar kan ahjumma tak perlu memasak. Menghemat waktu kerjanya dan dia bisa istirahat lebih banyak", tutur Kyuhyun sok jadi majikan. "Jangan terlalu menyusahkannya"

Kibum berdiri dan bersedekap disamping ranjang. Dia memandang tajam kedua orang yang sekarang duduk diranjangnya. Pembantu Kibum nyengir saja, dan sedikit takut tentunya. Jelas jelas selama ini pembantunya bekerja tak pengalami kendala apapun. Jangankan direpotkan Kibum, interaksi antara Kibum dan pembantu saja sangat jarang. Ahjumma takut, takut sekali kalau sampai dia dipecat cuma gara-gara omongan Kyuhyun yang asal ceplos, pasalnya bekerja di rumah Kibum sangat nyaman sekali baginya. Dia terlanjur menyukai pekerjaannya itu. Kibum itu menurut pembantunya sangat baik, tidak seperti yang Kyuhyun gambarkan.

"Jangan memandangiku seperti itu!" Kyuhyun merasa risih dipandangi Kibum. Saat Kibum bersedekap dan menatapnya tajam seolah tubuhnya bilang 'koreksi tingkahmu sendiri!' Dan memang iya, dialah yang merepotkan ahjumma. Mulai dari tadi siang sampai detik ini pembantu Kibum masih terus diperintah oleh Kyuhyun.

Kyuhyun ingat tadi siang dia memesan es krim pada Kibum, dia mau menagihnya. Itung-itung mengalihkan bahan pembicaraan.

"Mana es krimku?", pintanya sambil memulurkan tangan. "Tadi siang kan aku minta es krim, jangan bilang kau tak membelikannya". Kyuhyun memelengkungkan bibirnya kebawah. Dia pura-pura merajuk.

"Demi apa harus membelikanmu es krim?"

"Ya...", iya ya, demi apa Kibum harus membelikan Kyuhyun es krim? Siapa Kyuhyun dikehidupan Kibum? "Ya demi aku", jawabnya percaya diri.

Kibum kehilangan moodnya untuk marah, dia lebih baik berkutat dengan pekerjaannya dari pada mengurusi iblis tidak penting itu. Kibum mengambil tas kerjanya. Mengambil beberapa berkas juga di bufet kerjanya. Kemudian dia berjalan ke pintu mini bar.

"Kau mau kemana?"

"Kerja"

"Mana es krim-ku?"

"Demi kau atau demi apapun aku tak akan pernah beli es krim", katanya sambil lewat ke ruang bar-nya.

"Oe, es krim-ku!"

"Sudah, nanti aku belikan!"

"Ahjumma, dia jahat sekali!", adunya dibuat-buat sesedih mungkin.

"Tuan tidak jahat, mungkin sedang capek saja. Sabar, sabar!"

"Aku mau es krim!", rengeknya manja. Kyuhyun sepertinya memanfaatkan ahjumma baik hati ini untuk kebutuhannya.

"Aku belikan"

"Aku tidak punya uang", melasnya lagi.

"Pake uangku. Tidak perlu diganti"

"Benarkah?", pembantu Kibum mengangguk. "Aku mau dua cup besar ya?", ahjumma mengangguk lagi. "Kau baik sekali!". Lalu Kyuhyun memeluk ahjumma baik hati mengapresiasikan rasa terima kasihnya.

julie khoyul

Ryeowook bersiap dibelokan dekat ruang Siwon. Hari ini dia bertekad akan menyapa Siwon. Dia harus maju, masa dari pertama suka dengan Siwon dia cuma berani menguntit tanpa bicara apapun. Lalu kapam dia akan bisa dekat dengan manager Choi itu?

Ryeowook mengatur posisinya. Dia usahakan sebaik mungkin agar dirinya terlihat mempesona saat menyapa nanti. Ditemani Heebum didekapannya dia mulai tersenyum. Siwon mulai keluar, dia akan pulang ke kediamananya. Berjalan kearah luar berbelok dan menemukan Ryeowook didekat belokan. Setelah itu Ryeowook akan menyapannya.

Siwon berjalan kearah luar seperti prediksi Ryeowook, namja kuda itu berbelok dan menemukan Ryeowook didekat situ. Ryeowook langsung menyambutnya dengan senyum. Manis sekali. Imut sekali.

"Selamat sore Mr. Choi!", sapaannya juga sangat ramah.

"Sore!", dan Siwon berlalu tanpa menoleh, melirik ataupun berhenti sejenak. Siwon terus berjalan hingga hilang dari pandangan Ryeowook.

"Kau dengar tadi, dia membalas salamku!", katanya entah pada siapa. Mungkin pada Heebum.

Ryeowook tersenyum lagi. Kelihatannya memang namja ini tak pernah kehabisan senyum, dalam keadaan apapun dia cuma senyum. Kalau sedang bahagia seperti saat ini, bibirnya tak akan berhenti mengembang sampai bosan.

"Kau kenapa tersenyum disini?"

"Eh, Sungmin hyung", sapa Ryeowook tersenyum lagi. "Hyung, Mr. Choi baru saja menjawab sapaanku"

"Benarkah?", Sungmin tak percaya. Dia turut senang kalau Ryeowook ada kemajuan menghadapi Siwon.

"Iya Hyung. Saat aku menyapanya 'selamat sore, Mr. Choi' dia mennyapa balik. Wah aku senang, Hyung", ungkapnya sambil memeluk Heebum lebih erat.

Sungmin jadi tertarik mendengar cerita Ryeowook. Siapa tahu Siwon sebenarnya punya rasa terpendam terhadap Ryeowook, tapi sungka untuk mengatakannya. Kan nanti bisa jadi gosip hebat.

"Lalu dia bilang apa saja?", tanyanya sambil memikirkan kalimat apa yang harus disebarkannya kalau Siwon ternyata membalas perasaan Ryeowook.

"'Sore', dan dia pergi!". Sungmin muram seketika, tapi Ryeowook masih tersenyum lebar.

"Yang benar saja kau ini, begitu saja sudah senang setengah mati". Ryeowook tersenyum lagi. Senyumnya benar-benar tak pernah habis. "Mana Mr. Choi sekarang?"

"Kan sudah kubilang dia pergi. Memangnya kenapa kau mencarinya?"

"Aku mau menanyakan Heechul hyung dan Kyuhyun. Kemarin mereka mengantar Kyuhyun ke dokter, sampai sekarang belum kembali"

"Heechul hyung tidak kembali? Kenapa aku tidak tahu". Ini nih manusia yang paling susah dihadapi orang pinter. "Apa mereka menginap dirumah dokter ya, Hyung?". Aihh, makin sebal saja Sungmin dibuatnya.

"Tidak mungkin! Mereka pergi ke dokter, bukan rumah sakit". Ryeowook manggut-manggut dijelaskan Sungmin.

"Tidur dirumah Mr. Choi, mungkin?"

"Itu lebih tidak mungkin lagi, Mr. Choi tidak boleh membawa trainee ke rumahnya. Apalagi diijinkan menginap". Ryeowook manggut-manggut lagi.

"Mungkin menginap di rumah Kibummie!". Di rumah Kibum? Itu lebih tidak mungkin lagi, pikir Sungmin.

"Sudahlah, Wookie. Kau temani aku menemui Mr. Choi". Dia diajak menemui Mr. Choi? Mana berani Ryeowook berhadapan langsung denganr. Choi. Nanti harus bicara apa? Ryeowook bergeming lama sekali. "Kau tak perlu bicara, aku yang akan bertanya!", tambah Sungmin yang tahu penyakit Ryeowok yang sulit bicara di depan Siwon.

julie khoyul

Kibum tak punya ruang kerja, ruang pribadinya hanya kamar dan mini bar-nya. Biasanya Kibum mengerjakan apapun di kamarnya dan mabuk di mini bar. Sekarang kamarnya dikuasai Kyuhyun, jadi dia terpaksa menyelesaikan pekerjaan di mini bar-nya. Saat ini Kibum duduk di sofa. Kakinya dinaikkan ke meja dan punggungnya disandarkan pada sofa. Dia sedang membaca proposal sebuah perusahaan. Perusahaan itu sedang membuat cabang dan banyak karyawannya yang dipindah tugaskan kesana, jadi butuh banyak karyawan baru untuk mengisi kekosongan jabatan. Kibum harus menyeleksi dulu, kerja sama dengan perusahaan ini nantinya merugikan trainee atau tidak, kalau bagus Kibum tinggal tanda tangan dan carikan trainee-nya. Kalau ada kekurangan, dia akan meminta tambahan atau langsung tolak saja tawaran itu. Ini salah satu pekerjaan Kibum sebagai anak pemilik TC.

"Tuan Kim!", pembantu Kibum berdiri di jalan terbuka yang menghubungkan mini bar dengan ruang depan. Tidak ada pintu disitu, cuma ada jalan terbuka sebesar dua kali pintu kamar. Celah besar itu sebagai akses keluar masuk dari ruang luar. "Makan malam sudah datang. Mau dibawakan kemari atau di meja makan saja?"

"Aku akan kesana!", Kibum segera bangkit dan mengikuti pembantunya ke dapur. Dia lapar dan ingin makan secepatnya. Menu yang dia pesan tadi bake dish, maccaroni dengan daging cincang dan banyak keju. Kibum ingin segera menyantapnya.

Kibum duduk di salah satu kursi si meja makan. Dia menunggui pembantunya yang tengah berkutat memindahkan makanan ke piring dan menyiapkan untuknya. Sesaat berikutnya makanannya siap santap. Kibum memakan makanannya dengan kidmat, ciri khas orang parlente makannya tenang dan teratur.

Pembantunya yang tadi keluar, kembali ke dapur saat Kibum selesai makan. Kibum sudah menghabiskan sepiring maccaroni dan segelas air. Dia masih haus, kemudian mengambil gelasnya sendiri dan mengisi dengan air dalam kulkas. Sekilas Kibum melihat pembantunya sibuk memisahkan spaggeti dengan salad-nya. Kenapa dipisahkan? Bukannya bagus spaggeti dan salad.

"Dia tak suka salad?"

"Tak suka sayur", jawab ahjumma mengerti siapa yang dimaksud Kibum.

"Pantas". Pantas badan Kyuhyun kurus. Itu maksud Kibum. "Ahjumma, kau sudah makan?", pembantunya menggeleng. "Jangan mengurusinya terus, makanlah dulu!".

"Iya setelah ini, Tuan"

Kibum mengambil alih piring berisi spaggeti milik Kyuhyun. Menaruhnya dalam nampan dan mengangkatnya.

"Makan dulu dan ajak suamimu. Nanti dikira aku tak perhatian dengan kalian", katanya sambil melenggang pergi. Kibum menjadi sedikit sensitif dengan apa yang selalu Kyuhyun ucapkan padanya.

Kibum masuk kamarnya dari pintu depan. Dia membawa nampan dan makanan Kyuhyun. Kalau tidak dalam keadaan seperti ini, tak akan sudi Kibum melakukannya. Dia sudah seperti butler mengatar makanan pada tuannya. Kyuhyun benar-benar merepotkan. Kibum janji setelah Kyuhyun enyah dari rumahnya, tak akan sudi dia berurusan dengan iblis satu itu.

"Ahjumma, apa Kibum tak punya buku yang lain? Haaahh ini apa?", eluh Kyuhyun yang melempari buku Kibum kesana kemari. Buku-buku Kibum berserakan diatas ranjang, ada beberapa yang jatuh ke lantai juga. "Pantas saja mukanya itu datar, bacaannya saja cuma buku-buku seperti ini. Ahjumma, peringatkan dia lain kali beli buku humor juga. Biar dia punya sejuta ekspresi"

Kyuhyun meneliti satu persatu buku yang masih menumpuk didekatnya. Itu pasti pembantunya yang mengambilkan, dan sekarang seenaknya Kyuhyun melempar lemparnya.

"Sedang apa si muka datar itu disebelah? Bekerja atau pacaran dengan map-map tebalnya?". Entahlah ini sekedar pertanyaan atau Kyuhyun mengungkapkan rasa rindu atau hal lain. Tumben sekali dia bertanya tentang keadaan Kibum. "The Ultimate Book of Cooktails". Kyuhyun mengernyit. "Dia belajar meracik Cooktail juga? Kenapa tidak sekalian ada buku masakan disini? Ok, lain kali akan kusuruh Kibum membuat cooktail untukku"

Kyuhyun berhenti pada buku panduan meracik cooktails itu. Dia membukanya secara acak dan mendecak ketika mendapati gambar dibuku itu menarik.

"Kelihatannya ini enak!", gumamnya sambil membuka lembar berikutnya. "Ahjumma, aku tidak mau makan. Aku tak lapar lagi".

Kibum meletakkan nampan berisi sepiring spaggeti diatas buku yang dilihat Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum garing saat mendongak dan didapati Kibum disampingnya.

"Bisa kau tak mengoceh sekali saja, Cho!". Kyuhyun menutup rapat mulutnya, takut Kibum benar-benar marah lalu membunuhnya. Ah itu bahaya. Seperti isi buku yang tadi sempat dibaca Kyuhyun, kalau orang pendiam lebih menakutkan saat marah. Dia bisa berbuat nekad. Kalau Kibum marah lalu nekad membunuhnya? Berakhir sudah masa depannya ditangan Kibum. "Makan!", perintahnya.

"Aku tak lapar lagi"

"Makan, Cho! Kau pikir makanan ini gratis, ini dibeli dengan uang. Hargailah makanan yang sudah terbeli"

"Ini sudah mulai dingin!", protesnya Kyuhyun lagi, tapi tak segencar tadi saat dia mengomel.

"Makan atau perlu kusuapi?".

Lalu Kyuhyun membayangkan Kibum menyuapinya dengan brutal sekalian menacapkan garpu ketenggorokannya. Dia mati dan Kibum hidup damai. Tidak boleh, Kibum tidak boleh hidup damai. Kyuhyun harus balas dendam dulu. Misinya sekarang, menghalangi kedamaian mendatangi Kibum.

"Baiklah, baiklah aku makan sendiri". Kyuhyun mengambil garpu-nya slow motion. Dia sekalian menunggu Kibum meninggalkannya makan sendiri. Kalau Kibum sudah pergi, dia akan buang makanannya. Kibum memang berjalan sedikit menjauh, tapi kemudian duduk di single sofa yang biasa digunakannya memasang kaos kaki. "Kenapa kau duduk disitu? Sana pergi ke ruang sebelah. Selesaikan pekerjaanmu!", usir Kyuhyun.

"Sudah selesai"

"Kalau begitu pergilah ke dapur, minum kopi"

"Aku minum kopi cuma dipagi hari"

"Minum air yang banyak"

"Aku baru menghabiskan 2 gelas air, Cho"

Kyuhyun berfikir sejenak, apa lagi ya? Dia kan belum tahu keseharian Kibum, jadi susah menang kalau berdebat dengan namja es itu.

"Ya keluar saja sana. Aku tidak bisa makan kalau ditunggui", katanya kemudian.

"Kau mengusirku dari kamarku sendiri?"

Benar, ini kamar Kibum. Mana mau namja itu diusir seenaknya, dari kamarnya sendiri pula. Dan pada akhirnya Kyuhyun menyantap spaggeti dinginnya ogah-ogahan. Dia memaksakan makanan dingin itu masuk perutnya, tapi masih ditenggorokan saja sudah ditolak. Kyuhyun ingin membuang makanan dingin itu, tapi apa boleh buat Kibum mengawasinya. Kibum mengambil buku yang tergeletak dekat kakinya ketika Kyuhyun memasukkan paksa sesuap spaggeti dalam mulutnya. Garpunya sedikit tergaruk gigi Kyuhyun hingga menimbulkan suara kemeletak pertanda Kyuhyun amat tersiksa saat memakannya. Kibum bangkit, mendekat kembali pada Kyuhyun. Kibum menarik garpu ditangan Kyuhyun, menjatuhkannya di piring kemudian mengangkat nampan itu menjauh.

Pembantu Kibum masuk saat Kibum akan meletakkan nampan itu kelain tempat, dia tak jadi meletakkannya dan memberikannya langsung pada pembantunya.

"Buang!", perintah Kibum yang langsung diangguki pembantunya walau tak mengerti kenapa harus dibuang. "Buat coklat panas untunya!", perintah Kibum lagi yang masih ditanggapi anggukan oleh pembantunya.

Kyuhyun tersenyum lebar saat caranya kali ini berhasil. Menghadapi Kibum itu sulit, tapi sulit bukan berarti tidak bisa.

"Kau baik sekali. Aku jadi ingin memelukmu", kalimat ini betulan keluar dari mulut Kyuhyun, tapi sayangnya Kibum tidak menanggapinya. Namja es itu memilih masuk kembali ke mini bar-nya.

julie khoyul

"Wonnie!"

"Ada apa, eoh?"

Sekarang ini Siwon dan Heechul berduaan di sofa, sama seperti mimpi Siwon waktu itu. Heechul juga duduk disela kaki Siwon. Bedanya, Siwon tidak memeluk Heechul dari belakang dan menciumi namja cantik mempesona itu, Siwon sedang memijat pundak Heechul.

Kemarin malam tetangga apartemen Siwon, namanya Hyorin, melihat Siwon dan Heechul datang berdua. Hyorin kira Heechul saudara Siwon, dan pagi tadi kebetulan Hyorin melihat Heechul keluar apartemen sendirian. Nah Hyorin langsung PDKT dengan Heechul, bukan mau apa-apa sih. Yeoja itu kan modus saja, siapa tahu dengan mendekati Heechul bisa dekat juga dengan Siwon. Kebetulan Heechul mengaku sebagai sepupu Siwon. Hyorin si guru senam dan Heechul si gila dandan, klop deh. Mereka belanja bareng, ke salon bareng dan makan bareng, dibayarin Hyorin tentunya. Terus berakhir senam bareng di apartemen Hyorin. Dasarnya Heechul lama tak gerak badan, sekarang badannya sakit, pegal-pegal dan giliran Siwon dapat jatah mijitin Heechul. Tapi Siwon iklas.

"Tetanggamu menyukaimu tu!"

"Siapa, Hyorin?", Heechul manggut-manggut. "Sudah dari dulu"

"Kenapa tidak diterima?"

"Chulie, aku tidak menyukainya", 'yang aku sukai itu kamu' lanjutnya dalam hati.

"Dia cantik, seksi, baik lagi. Sayang kalau sampai nanti diambil namja lain"

'Cantikkan kamu, seksi kamu dan kamu yang terbaik, Chulie. Biarkan dia diambil orang dan kamu untukku saja!'. Siwon tersenyum dibelakang Heechul. Otaknya ngegombal tapi mulutnya diam saja.

"Sudah lah, aku haus"

"Biar ku ambilkan minum!"

"Tidak perlu. Aku ambil sendiri. Kau mau, kuambilkan sekalian untukmu?", Siwon mengangguk kemudian duduk manis menunggu Heechul-nya datang memberikan minum. Siwon pikir ini yang disebut romantis, padahal ini keadaan terlalu biasa saja.

Heechul beranjak ke dapur. Dia menuju rak gelas dan ingin mengambil gelas terbesar paling atas. Heechul berjinjit, tidak sampai. Sekali lagi masih belum sampai hingga Heechul memutuskan meloncat untuk mengambil gelasnya. Yang terjadi masih belum sampai tapi tangan Heechul menabrak jajaran cangkir antik di baris bawah lalu satu set jatuh semua.

Prannnnggggg!

Siwon berlari menuju dapur, mendapati Heechul memegangi kakinya dia terkejut. Kemudian mendapati satu set cangkir antiknya pecah berantakan, Siwon lebih terkejut lagi.

"Wonnie, cangkir antikmu pecah semua!", adu Heechul takut-takut walau sebenarnya pura-pura.

Siwon melemas, harus apa?

"Tidak apa-apa. Tidak apa-apa", katanya sangat terpaksa. Cangkir set itu memang bukan barang mahal walau terkesan antik, tapi itu cangkir peninggalan almarhum kakeknya. Harganya tak seberapa tapi nilai sejarahnya tinggi bagi keluarga dan Siwon bilang tidak apa-apa hanya demi Heechul. Kakek Siwon di alam sana pasti marah.

Siwon mendekati Heechul memeriksa kaki namja cantik itu dengan ekspresi kasihan. Ada beberapa luka kecil disana. Ini kesempatan Siwon untuk bisa menunjukkan pesonanya pada Heechul. Pembuktian bahwa Siwon itu layak untuk Heechul.

"Ini luka, harus diobati!" Heechul diam saja, karena memang kakinya sedikit sakit. Tidak parah sih, cukup dicuci dan ditempel plaster selesai. Entah ide dari mana, Siwon mengangkat Heechul dan membopongnya ke ranjang. Seperti pengantin baru, Siwon memperlakukan Heechul sespesial mungkin. Dielus-elus kakinya, dibasuh air selama mungkin, padahal hasil akhir cuma di tempel plaster luka juga.

Siwon menunggu Heechul yang siap tidur, dia bercerita panjang lebar niatannya agar Heechul tertarik padanya. Tapi Heechul malah mengantuk lebih cepat, Siwon bercerita seperti mendongeng untuk anak alhasil Heechul tertidur ditengah kalimat Siwon yang mengungkapkan perasaannya pada Heechul.

"Aku tak tahu rasa seperti ini disebut apa, aku rasa ini cinta, Chulie. Aku mencintaimu!". Heechul sudah tidur kira-kira setengah jam yang lalu. So Siwon cuma bisa mendesah. Kemudian berjalan ke sofa dan tidur disana.

julie khoyul

Hampir tengah malam Kibum memasuki kamarnya. Kamarnya sudah bersih, buku-buku sudah kembali tersusun rapi di rak. Pasti pembantunya lagi. Kibum heran, mau maunya pembantunya diperintah iblis Cho itu. Padahal Kibum sudah peringatkan jangan terlalu mengurusinya, masih saja Kyuhyun yang ambil kendali.

Kibum melihat Kyuhyun sekilas ketika hendak mengambil piyama dilemari. Namja Cho itu sedang berkutat dengan satu cup besar, isinya es krim. Sudah dua kali Kibum melihat Kyuhyun makan es krim tengah malam, apa enaknya makan es krim jam segini? Atau jangan-jangan iblis itu perlu es krim tengah malam untuk mendinginkan otaknya? Melupakan Kyuhyun dengan es krimnya, Kibum kembali menelusuri deretan baju dalam lemarinya. Dia tak menemukan piyamanya padahal Kibum sedang tidak dalam mode lupa. Dia mencari dari deret pertama paling atas sampai bawah, lalu deret berikutnya sampai semua lemari pakaian ditelusuri tetap tak ketemu. Seingatnya dulu dia punya banyak piyama. Apa mungkin piyamanya sudah dibuang pembantunya dan disisakan satu yang dipakai Kyuhyun sekarang? Mungkin juga, karena sejak beberapa tahun yang lalu Kibum tidur tak menggunakan piama. Kadang dia menggunakan pakaian dalamnya saja, kadang dia telanjang dan menggunakan bathrobe mandi-nya.

"Kau dapat es krim dari mana, Cho?" Kyuhyun cuma melirik Kibum walau tahu Kibum membuka tutup lemarinya sedari tadi.

"Kau tak membelikanku es krim, jadi kau tak perlu tahu dari mana aku mendapatkannya", jawabnya sewot. Kyuhyun kesal karena dia minta es krim tadi sore dan baru malam begini dia bisa makan es krimnya.

"Jangan jatuh ke kasur, aku tak mau ada semut di ranjangku"

"Kalaupun ada, semut tak akan mau dekat-dekat denganmu. Mereka tahu dagingmu pasti pait, tidak sepertiku yang manis ini", Kyuhyun tertular narsisinya Heechul. Dan dunia akan kiamat kalau Kibum menyetujui Kyuhyun.

Kibum menyerah dengan pencariannya, dia juga tak mungkin memanggil pembantunya jam segini. Ini waktu mereka istirahat, Kibum tak mau merepotkan pembantunya. Kibum menarik bathrobe tidurnya yang berwarna putih, kemudian segera masuk kamar mandi untuk tukar baju.

"Aku keluar kamar mandi, kau harus sudah selesai dengan es krimmu!", perintanya yang tak digubris Kyuhyun.

Kibum muncul kemudian, pakaiannya sudah berganti bathrobe. Kibum juga mencuci muka, tangan dan kaki serta gosok gigi. Dia siap tidur. Kibum meraih buku kecil di rak paling atas lalu membawanya ke ranjang. Saat hendak duduk dia mendapati Kyuhyun masih dengan es krimnya. Ini cup yang kedua, yang pertama tadi sudah habis dan wadahnya diletakkan tepat dihadapan namja itu.

"Buang, Cho!", perintah Kibum. "Kau tak mengerti arti kata selesai?"

"Kalau dibuang nanti tempat sampahmu ada semut, jadi harus kuhabiskan". Kibum segera mengambil posisi nyaman. Dia duduk bersandar ke bedhead lalu memulai membaca. "Kau membaca apa?", diabaikanpun Kyuhyun masih saja ikut campur. Apa maunya namja itu?

"Bukan urusanmu!"

"Terserah"

Kyuhyun menghabiskan es krim keduanya. Dia mengemasi bungkusnya dan tentu membuangnya. Kyuhyun juga tak mau ada semut di ranjang jadi dia harus bersihkan. Kyuhyun memasukkan bungkus es krim dalam kantung plastik kemudian mengikatnya ketat. Dia bangkit akan membuang sampahnya, kesulitan sedikit karena pinggangnya sakit tapi kemudian dia bisa berjalan normal dengan sebelah tangan menopang pinggangnya. Kyuhyun membuang sampahnya di tempat sampah kamar mandi, sekalian dia cuci tangan dan gosok gigi. Beberapa menit kemudian dia kembali masih dengan tangan menopang pinggangnya.

Kyuhyun merebah pelan-pelan lalu menarik selimutnya sebatas leher. Dia memejamkan matanya, tapi kemudian membukanya lagi. Kyuhyun belum mengantuk, mana bisa tidur. Pelan-pelan Kyuhyun kembali bangkit dan kembali bersandar. Dia tak tahu harus apa, es krimnya sudah habis dan dia tak suka membaca buku-buku milik Kibum. Kyuhyun hanya mengerjap-ngerjapkan mata untuk menghabiskan waktu. Dia juga melirik kesana kemari, tapi tak ada gunanya. Dia benar-benar tidak mengantuk. Kibum-pun sama sekali tak membantun, namja muka datar itu terlarut dalam dunianya sendiri. Berikutnya Kyuhyun memutuskan rebahan lagi, bisa tidak bisa dia akan mencoba tidur.

"Kau kenapa?", tanya Kibum tanpa mengalihkan pandangannya dari buku. Oh, Kibum memperhatikan Kyuhyun ternyata.

"Tak bisa tidur", rengeknya. "Ayo cerita denganku!"

"Aku sibuk, Cho"

"Membaca novel. Kau bisa membacanya lain waktu", dan Kyuhyun tak mendapatkan respon. "Ayo cerita!", pinta Kyuhyun memelas. "Ayolah, nanti aku mati bosan disini"

"Pejamkan saja matamu nanti juga tertidur sendiri"

"Ck! Dasar manusia muka datar!"

"Aku dengar itu, Cho!"

"Bagus kau dengar! Dari pada kau membaca sambil bicara, tinggalkan bukumu. Ayo bicara denganku!", pintanya lebih tegas. Kibum tak merespon hingga Kyuhyun dengan tingkah jailnya akan menoel lengan Kibum. Refleks Kibum amat bagus sebelum tangan Kyuhyun sampai ke lengannya, Kibum menepisnya. Tapi sayangnya sedikit kasar, menimbulkan suara ketepak yang rasanya sakit. Kibum benar tak sengaja, itu refleks saja. "Kau memukulku"

"Tak sengaja. Itu refleks"

"Minta maaf!"

"Kubilang tak sengaja"

"Apa salahnya minta maaf", Kyuhyun sudah mulai mengeras.

"Kubilang... yakkk. Kembalikan bukuku"

Hehe. Kyuhyun berhasil mengelabuhi Kibum dan sekarang buku Kibum ada padanya.

"Minta maaf dulu baru ku kembalikan!"

"Cho!"

"Emm apa? Minta maaf?"

"Tidak sudi, kembalikan!"

Kibum memulurkan tangannya untuk meraih buku dan Kyuhyun menjauhkannya melewati tubuhnya. Kibum beringsut mendekat, Kyuhyun lebih merentangkan tangannya jauh. Saat Kibum benar-benar dihadapannya, Kyuhyun menarik tangannya dan menyembunyikan buku dibawah tubuhnya

"Tak akan kuberikan sebelun kau minta maaf"

"Kembalikan saja atau kuambil sendiri secara paksa"

"Oya?", dan Kyuhyun menerima tantangan.

Kibum yang badannya hampir dua kali lebih besar dadi Kyuhyun mendorong namja itu hingga hampir jatuh. Tapi Kyuhyun terus menarik lengan Kibum sehingga dia bergeming walau didorong Kibum. Kibum menangkat tubuhnya dan menjatuhkan diri diatas Kyuhyun.

"Auhhh, kau berat"

"Berikan bukuku baru aku akan melepasmu"

"Tidak sebelum kau minta maaf. Kibum, enyah dari tubuhku. Kau berat, kau berat sekali". Dan Kibum tak bergerak. Namja itu memasukkan tangannya dibawah badan Kyuhyun, berusaha mengambil kembali bukunya. "Aduh pinggangku, aduh pinggangku"

"Jangan pura-pura, Cho. Kau baru berjalan kesana kemari, dan sekarang mengeluh lagi"

"Kau berat", rengeknya sambil mengiba. "Pinggangku sakit!"

"Berikan bukuku!"

"Tidak mau, minta maaf dulu!"

"Cho!"

"Apa? Tidak mau ya tidak mau"

Kibum sudah habis kesabaran. Dia menyusupkan tangannya dibalik pinggang Kyuhyun dan mengangkat bagian situ. Dia berusaha meraih bukunya, tapi...

"AAAAAAAAAAAAAAAA, PINGGANGKU!"

"Diam, Cho. Jangan pura-pura. Berikan bukuku!"

"PINGGANGKU, PINGGANGKU, PINGGANGKU"

"Jangan teriak, ini tengah malam"

"AHJUMMAAAAAAAA! AHJUSSIIIIII!"

Kibum langsung membekap mulut Kyuhyun. Namja Cho itu selalu saja merepotkan pembantunya, jangan sampai malam begini pembantunya juga bangun karena teriakan Kyuhyun.

"Mau cari bantuan? Tidak akan pernah ada. Berikan bukuku!" Dan Kyuhyun masih menggeleng. Dia menggeliat liat tapi tetap tak bisa lepas. Kibum itu berat, Kyuhyun jadi tak bisa bergerak dibawahnya.

Ditengah usaha dua orang yang satu meraih bukunya dan yang satu mencoba melepaskan diri. Pintu terjeblak keras dan muncul dua orang tergesa dari luar.

"Ya, ya. Ada apa? Ada apa?"

"Tuan, ada apa?"

Pasangan pembantu itu membatu sejenak melihat Kibum dan Kyuhyun tumpang tindih. Dari arah pandang mereka Kibum seperti hendak memperkosa Kyuhyun. Ahjumma beringsut mundur dibelakang suaminya dan si suami mengarahkan pandangan ke arah lain. Kibum yang sadar posisi salah paham itu segera meloncat ke tempat semula. Kibum malu setengah mati.

"Ahjumma, Ahjussi, dia memaksaku. Kubilang pinggangku sakit dan dia tak percaya", adunya dengan suara mendayu serak ingin menangis. "Tolong aku, biarkan aku tidur dengan kalian!", pintanya memelas.

"Tuan, pinggangnya masih sakit. Mohon Tuan bersabar. Satu dua hari kalau sudah sembuh, tuan bisa memulai lagi", ahjussi mewakili istrinya untuk meminta pengertian Kibum.

Wah gawat, dua pembantu Kibum benar-benar salah paham. Mereka mengira Kibum mau memaksa meniduri Kyuhyun. Kyuhyun mengambil buku dari balik badannya, membukanya asal dan menutupi mukanya dengan buku. Si iblis itu terkekeh tak bersuara dibelakang buku. Cuma Kibum yang lihat, betapa liciknya iblis satu itu.

"Kalian salah paham. Jangan percaya padanya"

"Ahjussi... dia jahat padaku. Aku ingin tidur dengan kalian saja"

"Jangan ganggu istirahat mereka", tegurnya pada Kyuhyun. "Kalian boleh pergi!"

"Ahjummaaa, ahjussiii jangan tinggalkan aku disini",

"Apa maumu, Cho? Mereka butuh istirahat!"

"Ahjummaaaa"

"Berhenti merengek!"

"Ahjussiiiiii"

"Cho!"

"Tuan,...", pembantu Kibum bebarengan menginterupsi.

"Ok, apa maumu?", tanya Kibum final, tak mau pembantunya lebih salah paham padanya.

"Jangan sentuh aku!"

"Tidak akan!"

"Janji didepan mereka kau tidak akan menyentuhku!"

"Aku tak akan menyentuhmu, puas"

"Awas ya, kau ingkar kuadukan pada mereka". Memangnya siapa Kibum sampai diadukan pada pembantu?. "Ya sudah kalian boleh kembali, maaf mengganggu tidur kalian. Aku janji ini yang terakhir untuk hari ini", lanjutnya sambil tersenyum. Dia sudah menang dari Kibum sih. "Jangan lupa tutup pintunya, pelan-pelan saja".

Pembantu Kibum dua duanya tersenyum saja, bahkan mereka keluar sambil menggeleng-geleng. Ah anak muda, begitu mungkin pikir mereka. Setelah pintu ditutup, Kibum bersiap merebut bukunya lagi.

"Eitsss, kau sudah berjanji", kata Kyuhyun mengingatkan. "Kau juga tak boleh baca lagi". Kyuhyun melempar buku Kibum ke sudut paling jauh, kemudian menepukkan kedua tangannya. "Aku mau tidur saja, tolong matikan lampunya. Terima kasih!" Kyuhyun merebah, berselimut dan terpejam. Kibum walau mengumpat dalam hati, tapi dia menuruti perintah Kyuhyun. Dimatikan lampu nakasnya kemudian dia juga menyusul tidur.

julie khoyul

Pagi ini Kibum sudah duduk di meja makan, dia menunggu kopi paginya. Kibum sudah rapi mau berangkat kerja, rencananya dia mau membawa Kyuhyun kembali ke TC, toh si iblis itu juga sudah baikkan. Kyuhyun dimana? Dia masih berkutat dengan mimpinya.

"Ahjumma!", panggil Kibum setelah mendapat kopi dan sebelum pembantunya keluar dapur. Kibum menyodorkan beberapa lembar uang pada yeoja itu.

"Untuk apa?"

"Es krim semalam"

Ahjumma tersenyum tapi tak segera mengambil uangnya.

"Tidak perlu, Tuan. Aku sudah bilang tak perlu diganti"

"Bukan dia yang mengganti, ini dariku. Ambil!", perintah Kibum mutlak. "Ambil!", sekali lagi dan pembantunyapun bergerak mengambilnya juga. Ditolakpun percuma, Kibum tak akan berhenti sampai pembantunya mengambil uangnya.

"Terlalu banyak, Tuan"

"Ambil saja!"

"Gomawo, Tuan Kim". Kibum cuma mengangguk dan kembali pada kopinya. "Akan kubangunkan..."

"Ya, suruh dia cepat!", pembantunya kembali mengangguk dan segera beranjak menuju Kyuhyun.

To be continue

Kalian ingin jitak Kyuhyun nggak?

Ok, just this i can wrote for today n yesterday. I hope i can write more for next chap. U must know that i like all of your patient to me. Thank n see you soon!