Contract with the Devil's Son
Chapter 11:
Screenplay's fanfiction
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Heechul
Choi Siwon
Dll
Terima kasih untuk semua atas yang kemarin.
Tapi ada yang baca ff gue di skip, mana orangnya? Sini lo, gue ikat ditiang jemuran!
Juga untuk reader baru selamat datang!
Ada sedikit masalah sama office word gue, jadi update agak lambat. Maklum ya, aplikasi gratisan. Hehe.. musti sabar.
Fine, happy reading!
Sweeter Abu Abu
"Pagi", sapa Kyuhyun sambil menarik kursi dan duduk disebrang meja.
Kibum melihat arlojinya, 35 menit setelah ahjumma meninggalkan dapur untuk memanggil Kyuhyun. Sekarang si iblis itu datang dihadapan Kibum dengan piyama semalam. Selama 35 menit dan dia belum mandi? Jangan-jangan Kyuhyun tidak tidur, tapi pingsan, sampai butuh waktu selama itu untuk membangunkannya.
"Maaf Tuan, sedikit lama", kata permbantunya yang datang setelah Kyuhyun.
"Kau belum mandi, Cho?", tanya Kibum memastikan.
"Aku sudah cuci muka dan gosok gigi", jawabnya santai tanpa memandang Kibum. "Ahjumma, aku tak mau sarapan. Buatkan aku susu panas saja!", perintahnya seenak jidat. Ahjumma mengangguk saja. Beruntung di rumah Kibum punya segala hal. Walau Kibum tak minum coklat atau susu, ahjumma selalu beli. Kadang kadang secara tak terduga saudara Kibum datang, orangnya aneh dan permintaannyapun juga aneh-aneh. Menurut pembantu Kibum semua orang yang mengaku saudara majikannya, aneh. "Apa?", tanya Kyuhyun yang tahu dirinya dipandangi oleh Kibum.
"Setelah minum susu, cepat mandi dan ikut aku ke TC!", perintahnya.
Memang omongan Kibum selalu kasar dan terkesan tak mau tahu, tapi sebenarnya dia tidak serta merta melakukan kekasaran. Kalau Kibum memang jahat, Kyuhyun sudah pasti ditendangnya dari kemarin. Kibum cuma tak mau memgotori image-nya dengan hal-hal semacam itu. Dia memang dingin dan tak pedulian, bukan berarti tak tahu tanggung jawab. Anggap saja kejadian kemarin adalah kesalahan Kibum, dan kebaikan kali ini wujud permintaan maafnya yang tak bisa diucapkan Kibum lewat kata-kata.
"Pinggangku masih sakit, iya kan ahjumma?". Kyuhyun yang sakit kenapa harus tanya pembantu Kibum? Tampaknya Kyuhyun juga memanfaatkan ahjumma sebagai pelindungnya.
Pembantu Kibum akan mengiyakan, tapi dia melirik majikannya dulu. Dia melihat situasi di meja makan, kalau buruk dia akan diam saja. Mata ahjumma bertemu Kibum, namja itu tetap bermuka datar tapi sedikit menakutkan. Langsung saja ahjumma menunduk. Dia tak akan membela Kyuhyun kali ini. Kibum serius mengajak Kyuhyun, jadi mau tak mau Kyuhyun harus ikut.
"Ahjumma!", ahjumma merespon cepat panggilan Kibum. "Kau tak perlu membelanya lagi. Akan kukembalikan dia ke asramanya".
Kyuhyun tak mau kembali ke TC. Memang disana ada banyak teman yang dirindukannya, tapi tinggal di rumah Kibum jauh lebih nyaman dari pada di asrama. Disini apa-apa ada, segala macam yang dimintanya dituruti pembantu Kibum. Kibum-pun walau terlihat jahat sebenarnya dia baik, tinggal bagaimana mengakali namja muka datar itu saja. Kyuhyun masih ingin tinggal, setidaknya sampai dia dapat pekerjaan dan tanda tangan kontrak.
"Aku tidak mau", jawabnya spontan agar Kibum marah dan memaksanya. Dia punya rencana agar diperbolehkan tinggal.
"Mau atau tidak, kau harus ikut".
"Kau tak kasihan padaku ya? Kau kan namja, tak akan ditanya macam-macam. Kalau aku,.."
"Kau juga namja, Cho. Kau mulai lupa gender?".
Kyuhyun salah memakai kalimat.
Maksud Kyuhyun, dalam hubungan ranjang Kibum di pihak namja. Kyuhyun juga dipihak namja, tapi dia yang dimasuki. Kalau Kyuhyun menjelaskannya seperti itu, jatuhlah martabat Kyuhyun. Dia, seorang Cho Kyuhyun, masak Cho Kyuhyun jadi uke, kedengarannya saja tidak enak.
"Pinggangku sakit, Tuan Kim". Kyuhyun memulai dialog. "Tidak bisa berjalan normal. Kalau mereka tanya, aku harus jawab apa?". Kyuhyun melirik kearah pembantu, ahjumma sedang menuang air panas dalam gelas berisi susu coklat. Yeoja itu tak segera mengambil sendok dan mengaduk susu, dia sedang mencuri dengar penjelasan Kyuhyun. "'Terjatuh di kamar mandinya Kibum'. Lalu mereka akan percaya? Tentu tidak. 'Terjatuh dikamar mandi' itu alasan pasaran"
"Cari alasan lain"
"Apa? Atau aku perlu jujur saja. Kemarin malam aku tidur dengan Kibum, lalu mau ditaruh dimana mukaku?". Kyuhyun kembali melirik pembantu Kibum, yeoja paruh baya itu memalingkan mukanya kearah lain, tapi pundaknya bergetar naik turun. Ahjumma sedang tertawa rupanya. "Kalau kau sudah punya muka datar, jadi sudah kebal". Ahjumma makin terkikik tanpa suara.
Kibum mengikuti arah lirikan Kyuhyun. Oh, pembantunya menertawakannya. Iblis ini benar-benar cari perkara saja. Senang sekali dia mempermalukan Kibum didepan pembantunya.
"Ini rumahku, itu kamarku. Kalau kau paham kau yang datang sendiri, jadi itu bukan salahku". Kibum mengakuinya sekarang, karena menyangkalpun sudah tidak mungkin. Dia memang seranjang dengan Kyuhyun kemarin, dalam keadaan seperti itu tidak akan ada yang percaya kalau dia mau berbohong. Apa lagi ada dua saksi disini. "Oya, itu yang mau kutanyakan kemarin. Bagaimana kau bisa ada disini?"
"Ah, itu Tuan, "
"Ahjumma!" Kyuhyun harus memotong penjelasan ahjumma. Kalau pembantu Kibum memberitahu, Heechul dan Siwon-lah yang membawanya kemari sudah jelas Kibum tak akan percaya perkataan Kyuhyun. Bisa jadi Kibum menyangka Kyuhyun sengaja menjebaknya. "Kali ini kau tak perlu membelaku. Aku hadapi sendiri manusia es ini!". Ahjumma menutup mulutnya. Sebenarnya dia juga ingin tertawa, karena kedengarannya bagus sekali kalau sampai ada yang berani menentang Kibum. Tapi mengingat kembali Kibum itu majikannya, ahjumma jadi mengurungkan niatan tertawa.
Ahjumma menyerahkan susu coklat panas dihadapan Kyuhyun. Kyuhyun terlihat girang sekali, dia menggosokkan dua belah tangannya lalu mulai meniup isi gelasnya. Sedangkan ahjumma kembali berkutat dengan dapurnya.
"Cepat sedikit, aku tunggu kau didepan!", Kibum mendorong kursinya dan mulai berdiri.
"Kau mau kemana, kita belum selesai bicara", tapi Kibum tak mau dengar. Dia tetap bergerak. "Aku tidak mau ikut kalau kau tak menungguiku disini!", ancam Kyuhyun. Dia tahu Kibum tak akan menggubrisnya, tapi Kyuhyun salah Kibum berbalik dan kembali duduk ditempat semula. "Kau mau menungguiku?", tanyanya tak percaya.
"5 menit". Tu kan, apa-apa kibum selalu mengaitkannya dengan waktu.
"Susuku panas, mana bisa habis dalam 5 menit?"
"Aku tak menyuruhmu mengahabiskan susu dalam 5 menit, aku menunggumu disini 5 menit, Cho"
"Ya sudah kalau tak iklas menungguku, pergi saja sana!". Kyuhyun plin plan atau sengaja merajuk.
"Setelah 5 menit kau harus pergi mandi!", paksa Kibum lagi.
"Mwo, aku tak akan ikut!".
Kibum bergeming, dia cuma duduk tak melakukan apapun. Kibum ternyata benar-benar menunggui Kyuhyun bahkan lebih dari 5 menit seperti yang dijanjikannya. Apa yang Kyuhyun buat? Iblis itu masih belum menyentuh susunya, dia masih meniupi isi gelasnya.
"Waktumu habis, Cho. Pergi mandi sekarang!". Kyuhyun baru menempelkan bibirya pada gelas, belum juga meneguk susu, Kibum dengan sangat tidak berperasaan menitahkannya untuk mandi.
"Tunggu, aku habiskan susuku!", belanya santai lalu kembali pada gelasnya.
Kibum merebut gelas Kyuhyun, meletakkannya dimeja lalu menarik namja Cho itu berdiri. Tentu Kyuhyun protes, tapi Kibum mana pernah dengar protesan orang. Ahjumma-pun juga langsung bergeming setelah dipelototi Kibum.
"Mandi sekarang juga. Atau perlu aku yang memandikanmu?", ancam Kibum.
"Tidak, terima kasih. Aku tak mau berakhir seperti kemarin. Pinggangku masih belum sembuh benar, jadi kau tak usah macam-macam denganku". Masih sempat-sempatnya Kyuhyun mencari perkara disaat Kibum sedang kesal. "Aku bisa mandi sendiri. Masalahnya aku tak punya baju, dan aku tak sudi pakai bajumu"
"Baju yang...",
"Ahjumma, sudah kubilang jangan membelaku lagi. Si manusia kutub ini akan mengejekku terus kalau kau membelaku". Kyuhyun tahu ahjumma mau bilang kalau baju Kyuhyun sudah dicuci. Ah yeoja itu bisa mengakhiri niatan Kyuhyun mempermalukan Kibum kalau sampai terus terang.
"Kau tak punya baju, tak mau memakai bajuku, telanjangpun tetap akan kubawa kau ke TC". Kibum kejam, tapi ini demi dirinya tak mau berlama-lama ada Kyuhyun dirumahnya. "Ahjumma, paksa dia!"
"Ya, ya, ya. Aku pergi mandi", Kyuhyun beranjak sambil menggerutu. Dia juga menarik pembantu Kibum agar mengikutinya. "Ahjumma, kau tak merana tinggal serumah dengannya? Dia jahat sekali", kata Kyuhyun sambil berjalan menjauh dan tentunya Kibum dengar.
julie khoyul
Namja berkepada besar memarkir mobilnya asal dipelataran TC. Sebelum keluar mobil, dia mengambil map di jok sebelahnya. Dia membuka-bukakanya dulu, memastikan dalamnya tak ada kesalahan sedikitpun. Dia membuka lembar pertama, kedua dan sampai yang terakhir kemudian manggut-manggut setelah isinya sesuai yang dia mau. Si kepala besar menata kertas-kertasnya lalu menutup mapnya kembali. Sentuhan terakhir sebelum dia keluar mobil, dia mengecek penampilannya. Keren seperti biasanaya, modis seperti biasanya. Kemudian dia mendongak ke spion atas, tampan seperti biasanya juga.
"Hah Kibum, ku harap dia mau bertukar posisi sejenak denganku", katanya sambil tersenyum kearah map-nya kemudian terkekeh aneh dihadapan map itu juga. "Kalau tak mau, bagaimana ya?", dia mulai mengerutkan dahi masih dengan memandang map-nya seolah dia bertanya dan mencari jawaban pada map itu. "Dia harus mau!". Lalu dia terkekeh kembali melengkapi keanehannya. Dia tampan tapi aneh.
Si kepala besar menyudahi prosesi anehnya, dia bersiap secepatnya. Disempatkannya sekali lagi mendongak pada spion atas lalu menata rambutnya. Semua siap dan dia mulai keluar. Si kepala besar menonaktifkan kunci otomatis pada mobilnya, dia menarik gagang pintu mobil dan menjorokkan pintunya agak kerah.
Duaakkk
"Aduuuuhhhh!"
"Hoeehhh!", si kepala besar kaget dan buru-buru keluar. Di luar, disebelah pintu mobilnya dilihatnya namja mungil tengah menungging sambil memegangi bokongnya. "Yah, kenapa kau menungging disitu?", dejavu dengan pertanyaan seperti itu? Kibum pernah menanyakan dengan nada yang sama, tak peka dan tak pedulian.
Ryeowook jatuh tertelungkup disamping mobil. Dia menungging sambil mengelus bokongnya yang terhantam pintu mobil dengan keras. Niatannya dia pergi ke depan TC untuk menunggui Siwon. Dia ingin menyapa 'selamat pagi' lalu menemani aka menguntit sang manager berjalan ke ruangannya. Saat disebelah mobil warna hijau lumut itu, Ryeowook menunduk membenahi tali sepatunya yang lepas, naas pintu dibuka dengan keras dan menghantam bokongnya.
Bokong Ryeowook sakit. Sakit sekali. Dia pantas mengeluh dan berteriak, dia seharusnya juga boleh menangis, tapi kata Heechul namja tak boleh menangis. Ryewook masih saja bingung harus berekspresi seperti apa, alhasil dia cuma bisa teriak.
"Bokongku!"
Si kepala besar terhenyak. Dia berusaha mengamati namja kecil itu lebih teliti. Adakah salahnya pada namja itu? Dan saat didapati wajah Ryeowook, si kepala besar melongo. Dia terpesona. Ada namja imut sekali di TC-nya Kibum. Kriteria si kepala besar kan sesuatu yang imut. Dia menemukan satu disini. Tau begini kenapa tak dari dulu-dulu dia pergi kesini.
"Bokongku!", rintih Ryeowook.
"Ada apa dengan bokongmu? Apa terhantam pintu?", tanyanya sok perhatian. Si kepala besar pura-pura sibuk, tapi dia memang sibuk. Dia sibuk mencari celah memandangi Ryeowook lebih dekat.
"Bokongku!"
"Mana? Mana yang sakit?" Si kepala besar menyingkirkan tangan Ryeowook dari bokongnya kemudian menggantikan dengan tangannya. "Dasar pintu kurang ajar. Bisa-bisanya mengenai bokong orang!", marahnya sambil mengelus bokong Ryeowook. Padahal dalam hati dia berterima kasih. Dia berjanji akan segera membawa mobilnya ketempat pencucian mobil lalu menyuruh petugasnya menyabun pintu mobilnya lebih lama. Biar bersih, kalau perlu pakai pewangi sekalian.
"Bokongku!", rintih Ryeowook lagi sambil tetap menungging ditempat.
"Jangan khawatir aku akan tanggung jawab", katanya masih terus mengelus bokong Ryeowook.
Si kepala besar kemudian sadar posisi mereka di pelataran, kalau ada orang lihat nanti dikira dia melakukan pelecehan pada namja imut itu, berarti dia harus pindah. Si kepala besar menyingkirkan tangannya sejenak kemudian menolong Ryeowook bangkit.
"Dimana ruang kesehatan? Tunjukkan padaku jalannya dan aku akan mengantarmu". Ryeowook mengangguk, dia menurut saja apa yang dilakukan namja itu. Menurut Ryeowook, namja kepala besar itu baik, mau menolongnya dan mengantarnya ke ruang kesehatan. "Nanti kupijit bokongmu biar cepat sembuh", dan Ryeowook mengangguk lagi.
julie khoyul
Tiga puluh menit yang lalu Kyuhyun pamit mandi, sepuluh menit kemudian ahjumma kembali ke dapur tanpa Kyuhyun.
"Ahjummaaaaa!", teriak Kyuhyun dari jauh, sampai si iblis itu tiba di dapur. Kalau niatannya menghampiri pembantu Kibum, kenapa dia harus teriak?
Sebelum mandi tadi, Kyuhyun minta ahjumma menunjukkan baju-baju Kibum yang baru. Belum pernah dipakai Kibum sekalipun. Dan ahjumma menunjukkan lemari yang penuh dengan tumpukan baju-baju baru Kibum. Semua masih ada tag, dalam plastiknya juga, tentunya barang bermerk. Setelah menunjukkannya, Kyuhyun menyuruh ahjumma tak perlu menungguinya karena dia akan berendam sedikit lama. Katanya biar wangi saat bertemu teman-temannya nanti. Kyuhyun tak jadi berendam lama karena walau sudah pakai air panas dia tetap merasa dingin.
Selesai dengan acara mandinya, Kyuhyun mengeluarkan baju-baju Kibum yang baru, tapi semua tak sesuai seleranya. Dia membuka lemari berikutnya, isinya kemeja celana dan jas. Perlengkapan kerja Kibum disitu, kalau Kyuhyun pakai dia akan terlihat seperti mafia yang baru direkrut bosnya dari pada pekerja kantoran. Dan Kyuhyun menutup kembali pintu lemari itu. Kyuhyun sempat berdiam sejenak, bingung mau memakai apa soalnya ini semua milik Kibum bukan miliknya. Sempat duduk di ranjang sejenak, Kyuhyun menemukan Kibum mengenakan sweeter rajut dalam foto yang dipajang di bufet. Menurut Kyuhyun sweeter-nya keren, tapi orangnya tidak. Dan dia memutuskan memakai sweeter itu.
Kyuhyun sudah mengacak seluruh isi lemari Kibum, tapi sweeternya tidak ketemu. Alhasil disinilah dia sekarang, di dapur menghampiri ahjumma agar membantunya mencari sweeter itu. Tadi ahjumma sedang memasukkan susu coklat dalam botol, biar Kyuhyun bisa membawanya dan diminum di perjalanan. Kyuhyun datang main tarik saja, susu coklat yang dibuat baru oleh ahjumma harus ditinggalkan lagi.
"Kibum!". Kibum melirik Kyuhyun kemudian mendengus. Kyuhyun memang terlihat sudah mandi, tapi dia masih menggunakan bathrobe. Bathrobe biru yang sering dipakai Kibum pula. Kibum melihat jam tangannya. "10 menit lagi tak akan lebih", ujarnya lalu pergi sambil menarik ahjumma.
Kibum melihat jam tangannya lagi. Pagi ini saja Kibum sudah berkali-kali melihat jam tangannya, karena Kyuhyun tentunya. Sekarang sudah 30 menit, mana janji Kyuhyun yang 10 menit tidak lebih tadi? Kalau Kibum bukan orang yang sabar, sudah karatan dia menunggu duduk disofa yang sama tanpa melakukan apapun.
"Aku siap!" Kyuhyun muncul dari arah kamarnya. Dia berhenti tak jauh dari Kibum sambil tersenyum lebar.
Kibum melirik lagi, namun kemudian melotot horror. Kyuhyun tengah menggunakan sweeternya. Sweeter abu abu tua berlengan panjang sampai menutupi jari-jari tangan, sweeter yang panjangnya sebatas paha itu milik Kibum. Dan sekarang Kyuhyun menggunakannya? Tanpa celana? Bukan berarti Kibum tertarik dengan paha mulus bertato ungu kehitaman Kyuhyun, Kibum masih ingat kalau paha Lee Hyukjae jauh lebih mulus dari paha iblis ini, tapi sweeter itu adalah barang kesayangan Kibum. Lebih parahnya, pembantu Kibum salah paham arti pelototan Kibum.
Ahjumma berusaha sekuat mungkin menutupi tawanya. Yeoja itu terus terusan mengambil nafas lalu membuangnya, tapi sayangnya gagal. Setelah prosesi ambil nafas dan buang, dia terkikik kembali tapi tak bersuara. Melihat reaksi Kibum yang diluar kesehariannya kontan mengembangkan urat tawa yeoja paruh baya itu. Kyuhyun sih ada-ada saja, sudah dilarangnya untuk menggunakannya, sweeter itu barang kesayangan Kibum, tapi melarang Cho Kyuhyun sama dengan mendukung. Kyuhyun memakai sweeter kesayangan Kibum, dan lucunya tanpa celana.
"Kenapa melotot?", Kyuhyun sudah merasa menang saja. "Kau tidak ingin tanya, aku menggunakan celana dalam juga atau tidak?", kyuhyun menunggu reaksi Kibum, tapi namja es itu makin membeku setelah melotot beberapa saat yang lain. "Aku tidak menggunakannya, kau mau lihat?", tantang Kyuhyun sambil bersiap mengangkat bagian bawah sweeter-nya.
Kalau di tv-tv, sang yeoja akan mengangkat rok-nya dan si namja akan berpaling muka. Akan seru sekali kalau sampai Kibum berpaling saat Kyuhyun mengangkat bagian bawah sweeter-nya, makanya Kyuhyun berani menantang Kibum.
Kyuhyun bersiap,
"Haaah!", Kyuhyun mengangkat bawah sweeternya sambil menyengir lebar, tapi kemudian cengirannya musnah. Kibum tidak berpaling ternyata.
"Hahahahahahahahaha!"
"Jangan tertawakan aku, ahjumma!", bentak Kyuhyun sewot pada pembantu Kibum.
"Tidak, tidak!". Ahjumma memang tidak tertawa jadi dia membela diri. Ahjumma kan cuma tersenyum
"Yaak ahjussi, jangan tertawa!".
Ahjussi yang mau keluar rumah kebetulan melihat adegan itu. Kyuhyun berlebihan sampai menantang Kibum segala. Sudah tahu Kibum bermuka datar, mana takut dia dengan tantangan.
Ahjussi meminta maaf berkali-kali sambil menunduk nunduk. Dia bukannya takut Kyuhyun marah, ahjussi cuma tak tega saja kalau Kyuhyun sedih. Aih, ahjussi tak tahu kalau iblis tak bisa sedih.
"Sana, selesaikan pekerjaanmu!", usir Kyuhyun yang langsung diiyakan ahjussi dengan tindakan. "Kenapa kau tidak berpaling, Mr. Muka datar? Aku jadi ditertawakan".
Kyuhyun harusnya tahu mereka tidak sedang main drama romance seperti di tv-tv, dan Kyuhyun juga bukan yeoja. Yang lebih penting Kibum jarang sekali nonton tv, kalaupun iya acara yang dilihatnya penyiaran berita, ramalan cuaca, pasar saham dan olahraga saja. Kibum membaca novel saja pilih-pilih apalagi waktu nonton tv. Kibum tak suka sesuatu yang berbau drama dan romantisme. Beruntung tadi Kyuhyun menggunakan short pant milik Kibum, coba kalau dia benar-benar tak menggunakan celana dalam seperti katanya tadi, apa jadinya?
"Tukar bajumu!", perintah Kibum sedikit keras.
"Tidak mau, aku tidak suka bajumu"
"Kau kira sweeter itu milik siapa?"
"Cuma sweeter ini yang aku suka", kata Kyuhyun santai. Dia tahu Kibum akan meminta balik Sweeternya. Tadi ahjumma bilang sweeternya barang kesayangan Kibum, sudah pasti Kyuhyun akan buat kerusuhan dengan itu. "Berikan saja padaku, toh kau bisa beli yang baru"
"Tidak bisa, tukar sekarang!", perintah Kibum makin mengeras. "Kau boleh mengambil mana saja yang kau suka, sebanyak apapun tapi tidak dengan sweeter itu!"
"Tidak mau!", tolak Kyuhyun sambil bersedekap dan berpaling kearah lain. Kyuhyun melihat kearah ahjumma dan yeoja itu juga mengisyaratkannya untuk bertukar pakaian. Kyuhyun kembali ke Kibum mengabaikan ahjumma yang tak lagi tersenyum membelanya. "Kau bilang telanjangpun kau akan tetap membawaku ke TC. Kalau kau tak mau melihatku dengan pakaian ini, ya sudah aku tidak mau pergi"
Kibum masih orang yang sabar, dia punya sejuta cara lain agar Cho iblis itu tak mengambil sweeternya. Kibum tak suka kekerasan, dan menghadapi Kyuhyun juga tidak tepat kalau menggunakan kekerasan, so Kibum akan turuti kemauan Kyuhyun. Kibum bangkit dari sofa, berjalan kearah luar meninggalkan Kyuhyun yang berpandangan dengan ahjumma. Kalau dipikir, Kyuhyun yang berpenampilan seperti itu, kalau dijalan dilihat orang dia sendiri yang akan malu. Kibum sudah punya muka datar, malu atau tidak cuma itu ekspresi yang dia punya.
"Bagaimana?", tanya Kyuhyun ke ahjumma. Ahjumma cuma bisa mengangkat bahu. "Ck, kau sama sekali tidak membantu", celetuk Kyuhyun kemudian berjalan menyusul Kibum.
Kibum sudah menunggu dalam mobil ketika Kyuhyun berpamitan dengan ahjumma. Si Cho evil itu juga berpamitan dengan ahjussi, maunya mengulur waktu.
"Kau bisa cepat tidak?", teriak Kibum dari dalam mobil.
"Ahjumma, jangan terlalu merindukanku. Aku akan datang lagi secepatnya", ahjumma tersenyum dan mengangguk. "Ahjumma,", sejenak Kyuhyun ragu mengatakannya. Terdengar kasihan atau tidak kalau dikatakan? "Aku lapar?", kata Kyuhyun lirih takut didengar dan ditertawakan Kibum. Walau Kibum tak mungkin tertawa diluar, bisa jadi hatinya tertawa. Kyuhyun benar-benar lapar, semalam dia cuma minum susu, pagi ini dia tak jadi minum susunya gara-gara Kibum. Sibuk mencari cara memgerjai Kibum mebuatnya lupa kebutuhan makan. Kyuhyun lapar dan tidak mungkin meminta pada manusia es itu.
"Mau kubuatkan susu coklat untuk dibawa?". Ahjumma memang sayang pada Kyuhyun. Yeoja itu kasihan sekali melihat Kyuhyun mengangguk mengiba. "Tunggu sebentar!"
"Cho!"
"Ya, ya, ya"
"Kau tidak sedang ku ajak ke neraka, tak usah bertele-tele disitu!"
"Tunggu ahjumma sebentar"
"Tidak. Cepat naik!", teriak Kibum lagi.
Kyuhyun menurut. Dia sedang lapar dan tak ingin berdebat sekarang. Kyuhyun memang sudah berikrar tak akan membiarkan kedamaian mendatangi Kibum, tapi tidak saat dia lapar dan sakit. Nanti setelah dia makan, dia akan mulai mengacau lagi. Kyuhyun berjalan lesu membuat ahjumma yang ditinggalkan di pelataran menatap iba. Kemudian yeoja itu berjalan cepat menyusul ke dekat mobil Kibum.
"Tuan, bisa belikan sarapan untuknya!", pinta ahjumma ikut mengiba untuk Kyuhyun.
"Ahjumma...", Kyuhyun kan malu.
"Oh, ku kira iblis tak bisa lapar", celetuk Kibum yang membuat ahjumma tersenyum. Kyuhyun sudah pasti manyun.
Ahjumma tahu kalau Tuannya tak sejahat kelihatannya. Kyuhyun pasti dibelikan sarapan oleh Kibum, jadi dia melepas Kyuhyun bersama majikannya itu. Membiarkan mobil Kibum pergi dan dia kembali ke rumah untuk membereskan jejak keusilan Kyuhyun, iblis itu mengacaukan isi lemari Kibum kan tadi?
To be continue
Buat yang ngatain Kyuhyun blagu, ada yang gregetan dan segala macem bentuk judge kalian sama dia, Kyuhyun mau ngedata kalian. Dia bilang mau nampar kalian semua.
Tapi gue kasih bocoran, Kyuhyun nggak suka menggunakan tangan untuk kekerasan, jadi kalau dia mendata kalian tunjuk jari saja. Siapa tahu dia namparnya pake bibir.. ya nggak?
