Contract with the Devil's Son
Chapter 12:
Screenplay's fanfiction
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Heechul
Choi Siwon
Dll
Readers, apa kabar? Loh kok gue sehari update 2x, jangan jangan... iya chap yang tadi itu bagian dari chap ini. Kan gue sudah bilang, i gotbproblem with my office word. Tapi makasih review-nya, masa gue nulis ff nggak ketawa, tapi baca review kalian jadi ketawa. Mana pas lagi di bis pula, dilihatin orang. Malu gue!, nggak apa-apa deh, demi kalian hehe. Than this is chap 12.. Happy reading!
The Power of Gossip
Hari jumat pembelajaran tak begitu ketat. Biasanya trainee dibiarkan diluar untuk berinteraksi dengan trainee yang lain. Bukan berarti ini diluar pembelajaran. Mereka dibiarkan berinteraksi tapi masih diawasi pengajar. Trainee diajarkan menjadi pemikir, bukan berarti tanpa sosialisasi. Sehebat apapun seorang pekerja kalau tak bisa bersosialisasi bagaimana mereka bisa mendapat rekan bisnis? Bagaimana mereka bisa dipercaya atasan dan sesama pekerja? Trainee di TC ini tidak dibiarkan menjadi anti sosial.
Kelas Sungmin sedang berkumpul di Hall dekat jalan masuk asrama. Satu sama lain berinteraksi mengasah kemampuan berbicara seolah mereka sedang berbisnis dengan orang. Sungmin juga sedang duduk berhadapan dengan seorang teman. Dia memegang kertas-kertas dan membacanya dengan serius, anggap saja itu proposal kerjasama Sungmin dengan temannya. Mereka sedang serius sekarang ini.
"Mr. Lee, saya sudah menambahkan perincian pengeluaran produk yang akan kita rilis di proposal itu. Sesuai permintaan anda, proposal itu saya buat rangkap tiga agar satu copy-annya bisa diserahkan pada bos anda", kata teman Sungmin ditengah-tengah bisnis pura-pura mereka.
Sungmin membuka lembar demi lembar proposal itu, meneliti sesuatu yang mungkin meleset dari bisnis mereka. Sungmin mengangguk kemudian, semuanya terlihat seperti maunya. Sungmin tinggal bilang setuju lalu tanda tangan dan mereka resmi bekerja sama. Namum Sungmin seakan berfikir seribu kali lagi saat melihat bagian akhir kertas itu. Mungkin dia menemukan kejanggalan.
"Kwang,", panggil sungmin melenceng dari sifat seorang pembisnis.
"Em?", dan responnyapun sama melencengnya. "Yaak, Min. Panggil aku Mister. Mister. Kita sedang berbisnis sekarang ini", protes teman Sungmin setelah sadar pembicaraan mereka tak seperti pembisnis lagi.
"Mr. Kwang, kau tahu? Mr. Shin dulu tak segemuk itu", kata Sungmin memulai menerangkan maksud.
"Hah, benarkah?", Si Kwang mendekatkan diri pada Sungmin, dia tertarik dengan acara baru mereka. Sudah ditinggalkan acara berbisnisnya, anggap mereka sudah deal. Sekarang waktunya untuk bergosip.
"Emmm, Mr. Kwang kau tak tahu ternyata", Sungmin masih menggunakan panggilan Mister seperti yang diminta partner bisnisnya tadi, sekarang sudah berubah jadi partner gossip. "Dulu, duluuu sekali Mr. Shin itu badannya sebagus Mr. Choi. Bahkan yeojachingunya cantiiikkkk sekali", terangnya membuat si Kwang melongo. "Tapi kasihan, saat dia melamar yeojachingu-nya, dia ditolak". Sungmin memasang ekspresi sedih. Si Kwang-pun juga. Mereka kasihan dengan nasib Shindong.
"Yeojachingu-nya bodoh sekali menolak Mr. Shin", Sungmin mengangguk. "Kalau ketemu yeoja itu, kita pukul saja!", Sungmin mengangguk lagi. "Kasihan sekali nasib Mr. Shin!", Sungmin mengangguk juga.
"Dan setelah itu Mr. Shin tak lagi semangat hidup. Dia depresi berat, makan saja tak berselera. Mr. Shin jadi sangaaaaat kurus dan penyakitan". Itu sih berbanding terbalik dari yang sekarang.
"Mr. Shin itu gemuk, Min. Bukan kurus!", protes si Kwang yang tak mendapati kebenaran di cerita Sungmin.
"Dengarkam dulu, aku belum selesai!", protes balik Sungmin.
Ditengah perdebatan Sungmin dan si Kwang, Ryeowook lewat. Dia berniat masuk asrama setelah kejadian bokongnya dihantam pintu mobil dengan keras tadi. Dia mau istirahat di kamarnya saja, tidak mau ikut belajar.
"Min, kenapa Wookie jalannya seperti pinguin ya?", Sungmin langsung menoleh ke arah pandang yang ditangkap si Kwang.
Ryeowook tadi pamit menyapa Siwon di depan, tapi jam segini dia baru masuk lagi. Sudahkah Ryeowook bertemu Siwon? Lalu kenapa dengan namja imut itu? Jalannya terseok, bukan terseok sih. Jalannya tertatih, bukan juga. Pokoknya mirip pinguin.
"Wookie, kenapa kau berjalan seperti pinguin?", tanya Sungmin ikut mengalihkan pandangan sebagian trainee.
"Hyung, bokongku sakit sekali!", dan kali ini semua trainee yang ada disitu menoleh pada Ryeowook. "Kau tahu Hyung-nya Kibumie? Dia melakukannya keras sekali. Ini sakit, Hyung!". Semua orang melotot tak terkecuali pengajar yang ada disitu.
"Kenapa kau berjalan cepat sekali, bokongmu kan masih sakit", kata namja berkepala besar yang muncul dari belakang Ryeowook. "Oh, annyeonghaseo, Kim Yesung Imnida. Panggil Hyung saja, Ok!", katanya pula yang melihat segerombolan trainee memandang ke arahnya dan Ryeowook. "Aku hyungnya Kim Kibum. Pemilik TC ini itu adikku", jelasnya bermaksud biar dia dihargai dan disambut hangat oleh trainee. Tapi apa yang dia dapat, semua trainee melotot kemudian satu sama lain bersembunyi dan beringsut dibelakang satunya.
Yesung tak mengerti arti sembunyi sembunyian trainee itu apa? Mungkin itu sambutan hangat ala TC's Kim jadi Yesung senang saja. Senantiasa senyum terkembang di bibirnya sambil menatapi satu persatu trainee yang makin beringsut mundur. Ah, kemudian dia ingat si imut lagi. Ingin memegang bokongnya lagi. Tadi sewaktu di pelataran masih sebentar, disuruh ke ruang kesehatan Ryeowook malah pergi kesini, Yesung kan belum puas.
"Masih sakit kan?", tanyannya kembali pura-pura perhatian. "Jangan khawatir aku akan bertanggung jawab. Ayo kupijat!".
Eitss ini pertanda bahaya, tak boleh ada pelecehan dibiarkan diasrama. Dua trainee berhambur, satu mengamankan Ryeowook dan satunya mengahalangi Yesung menyentuh Ryeowook. Satu langsung menyeret Ryeowook pergi dan satu masih menghalangi Yesung yang mengikuti kemana Ryeowook dibawa. Dan kejar-kejaran terjadi sampai jauh dan menghilang dari pandangan trainee disitu.
Sungmin memandang Kwang, Kwang memandang Sungmin lalu mereka memandang yang lainnya hingga terjadi aksi pandang seolah mereka membuat kesepakatan terbentuknya list orang yang harus dijauhi di TC. Diposisi pertama diletakkan nama Kim Yesung, Hyung dari manager TC mereka.
Seseorang yang tadinya duduk bercengkrama dengan pengajarnya langsung berdiri. "Jangan khawatir, aku akan memberitahu yang lainnya!", kemudian dia berlari entah kemana menyebarkan isi liat pertama.
Pengajar mereka menggeleng, berfikir telah terjadi pelecehan terhadap trainee. Nanti dia akan laporkan pada atasannya. Lalu pengajar menenangkan trainee-nya, meminta mereka tak memikirkan hal barusan dan kembali ke pembelajaran
"Suatu hari Mr. Shin sakit parah", lanjut Sungmin bergossip dengan si Kwang.
"Min, lihat Heechul hyung tu!", perintah si Kwang kembali menginterupsi. "Kenapa Heechul hyung berjalan seperti kuda ya?"
Sungmin menangkap hal yang sama pula seperti si Kwang. Heechul memang berjalan mirip kuda. Namja cantik mempesona itu baru hilang sehari kemarin, dan sekarang muncul dengan gaya baru. Wajahnya lebih cantik, terlihat fresh tapi jalannya aneh.
"Hyung, jalanmu mirip kuda. Kenapa?", tanya Sungmin yang mengalihkan perhatian sebagian temannya seperti tadi.
"Tahulah Siwon itu. Sudah kubilang pakai cara yang biasa saja, eeehh entahlah apa yang dilakukannya padaku. Kakiku jadi sakit sekali", kali ini semua trainee mendengarnya termasuk pengajar. "Dasar kuda bodoh dia itu!", umpat Heechul membuat semua trainee merinding.
"Seseorang, bantu Heechul beristirahat dikamar!", perintah pengajar langsung diiyakan salah seorang trainee. Wah makin banyak saja model pelecehan terhadap trainee, si pengajar benar-benar akan melapor nanti.
Nama di list nomor dua para trainee adalah Mr. Choi, managar pengurusan sarana pra sarana TC's Kim.
"Aku akan beritahu yang lain!", teriak seseorang yang langsung berdiri dan berlari entah kemana pula.
Sungmin mengernyit memikirkan sesuatu. Kalau Heechul kembali dengan Siwon, harusnya Kyuhyun juga. Heechul menginap di rumah Siwon dan Kyuhyun tak ikut pulang, seperti tebakan Ryeowook kemarin jangan-jangan Kyuhyun menginap di rumah Kibum. Tapi demi apa setan itu menginap disana? Demi apa pula Kibum mau menerima Kyuhyun di rumahnya? Sungmin ingin menanyakannya pada Heechul, tapi Heechul sudah tidak ada. Diantar kekamarnya mungkin.
"Min,", panggil si Kwang lagi. Kali ini Sungmin langsung melihat kearah Ryeowook dan Heechul datang tadi, dan benar Kyuhyun ada disana. "Kyuhyun jalannya biasa saja, Min"
"Memangnya kau mau dia berjalan seperti apa?", Sungmin memelototi si Kwang. Kyuhyun kan temannya, jadi dia wajib membela.
"Tapi dia seperti jadi gantungan tas berjalan", memang Kyuhyun membawa banyak sekali tas belanjaan. Kyuhyun terlihat kesulitan membawa tas-tasnya. "Dia habis belanja, Min"
"Kyu, kau dari mana?"
"Belanja!", jawab Kyuhyun seperti biasa. Memang tak ada perubahan apapun dalam diri iblis itu. "Yaaakk biang gossip bantu aku!".
"Ck!", Sungmin berdecak sebal pasalnya semua yang ada disitu jadi melirik ke Sungmin. Sungmin teman yang baik hati, walaupun dengan sangat terpaksa, dia mau membantu Kyuhyun. "Saem, aku bantu dia dulu nanti aku kembali"
"Hm, cepat sedikit!", jawab pengajar tanpa menoleh ke Sungmin. Dia masih sibuk berdialog dengan seorang trainee.
Kyuhyun memindahkan semua barangnya ke tangan Sungmin hingga sekarang Sungmin-lah yang jadi gantungan tas berjalan. Sungmin mau protes tapi Kyuhyun bilang dia membelikan sesuatu untuknya jadi Sungmin tak bisa menolak.
Saat perjalanan ke TC Kyuhyun terus mengeluh lapar, dia sudah tak menahan malunya lagi pada Kibum. Lapar ya lapar jadi Kyuhyun terus mendesak Kibum untuk belok jalan. Kyuhyun menyuruh Kibum ke restoran fast food, biar bisa diorder untuk dibawa Dan mereka berhenti di kedai Mc. Donald. Kyuhyun kontan keluar mobil dan melenggang pergi, sampai didepan pintu kedai Kyuhyun baru sadar kalau Kibum tak mengikutinya dan Kyuhyun dengan dongkolnya berlajan kembali ke mobil. Ya iya, kalau Kibum tak ikut, siapa yang akan membayar?
Kyuhyun mengetok kaca pintu mobil Kibum sekeras-kerasnya hingga Kibum jengah dan menurunkan kaca mobilnya. Kyuhyun menarik tangan Kibum dari situ, tapi Kibum bergeming. Dia cuma mengulurkan beberapa lembar uang pada Kyuhyun kemudian kembali menutup kaca pintu mobilnya. Kyuhyun sebal, tapi tak apa yang penting Kibum memberinya uang untuk beli makan. Nah disinilah masalah dimulai. Sepanjang Kyuhyun mengantri hampir semua orang melihat padanya. Kyuhyun sampai heran, apa yang salah dengannya? Hingga didapati gambar dirinya dari pantulan kaca di kedai itu. Astaga Kyuhyun lupa dia menggunakan sweeter Kibum tanpa celana. Mark ungu kehitaman dipahanya juga terlihat, malu sekali. Kyuhyun-pun langsung berlari keluar saat pesanannya siap, dia juga tak mengambil kembalian uangnnya. Dan saat itu dia merasa dendamnya pada Kibum kembali membara.
Perjalanan selanjutnya, Kibum yang berinisiatif menghentikan mobilnya di sebuah butik. Butik langganan Kibum, karena saat Kibum masuk sales-nya langsung menyapa Kibum dengan akrab. Kibum bicara sejenak pada salesnya kemudian menunjuk Kyuhyun dari kejauhan. Sales yeoja itu menghampiri Kyuhyun yang ditinggalkan Kibum di dekat kasir. Kyuhyun rasa yeoja itu akan menertawakannya, ternyata tidak. Yeoja sales itu tersenyum ramah kemudian membawanya berkeliling. Setengah jam kemudian Kyuhyun sudah kembali kemeja kasir. Ya membawa Kyuhyun belanja memang tidak lama seperti yeoja tapi barang yang dibelinya sama banyaknya. Kyuhyun membawa lebih dari 5 pasang baju, dan sales yeoja juga membawa bagian lain. Kyuhyun anggap itu balas dendam pada Kibum tahap pertama
Kyuhyun terbebas dari tas belanjaannya, dia bisa berjalan ringan sambil memeganggi pinggangnya, sedangkan Sungmin mengekor sambil terus tersenyum senang mendapat satu jatah baju dari Kyuhyun.
"Kyu!", panggil si Kwang yang menangkap keganjilan lagi.
"Ha, apa?"
"Tadi Ryeowook datang sambil berjalan seperti pinguin". Kyuhyun mengernyit. Lalu apa masalahnya dengannya?. "Kemudian Heechul hyung datang dan berjalan dengan gaya kuda". Wah si Kwang berniat melucu. Apa Kyuhyun akan peduli kalau mereka berjalan seperti pinguin ataupun kuda? "Dan kau berjalan seperti nenek-nenek, Kyu".
Sisa trainee disitu menatap Kyuhyun, Sungmin-pun ikut-ikutan memperhatikan Kyuhyun dari atas kebawah. Kyuhyun tak tahu apa-apa dengan kejadian sebelumnya jadi dia hanya melirik sana sini.
"Kyu, coba kau jalan kearah sana". Kyuhyun ikut perkataan Sungmin. Dia berjalan ke arah si Kwang.
"Haaaahhhh!", kor semua trainee diikuti pengajar.
"Kyu, Kyu. Coba kau jalan kearah Sungmin lagi", kali ini Kwang yang menyuruhnya. Kyuhyun tak tahu maksudnya apa, tapi dia menurut saja.
"Haaaaahhhh!", kor semua trainee lagi, juga diikuti pengajar.
"Kau berjalan mirip nenek-nenek, Kyu", celetuk si Kwang.
"Aku bukan nenek-nenek!", protes Kyuhyun.
"Aku tak bilang kau nenek-nenek. Mirip saja, mirip", terang si Kwang lebih ditekan-tekan kalimatnya.
"Siapa yang membelikanmu semua barang ini?"
"Kibum"
"Haaaaahhh!", kor mereka lagi. Kyuhyun benar-benar heran, ada apa dengan mereka?
"Jangan bilang kau menginap di rumah Mr. Kim?"
"Iya"
"Haaaaahhhh!"
"Lalu kenapa kau pegangi pinggangmu begitu?", ini pertanyaan paling menegangkan. Semua trainee menunggu dengan antusias jawaban Kyuhyun. Mereka tak mau lagi ada kejadihan pelecehan untuk yang ke tiga kalinya.
"Oh!", seru Kyuhyun santai. "Tidak tahu", sebagian trainee mendesah tapi pengajar mereka masih tegang. "Pinggangku nyeri saja. Pahaku juga memar, sakit sekali. Tapi sekarang sudah mendingan"
"Haaaaaaahhhhh!"
"Bagaimana bisa?", tanya si Kwang mewakili semua.
"Tidak tahu. Waktu aku bangun di dekat Kibum, keadaanku sudah seperti ini. Bahkan kemarin aku tak bisa jalan, makanya aku tak datang"
Sebelum semua trainee ber-kor lagi. Pengajar langsung mengetuk ngetukkan penggarisnya menyuruh semua tenang.
"Tenang, tenang semuanya", perintahnya tapi dia sendiri tidak mencerminkan pengajar yang tenang. "Min, Min, bawa Kyuhyun ke kamarnya! Bawa! Cepat! Cepat!", perintahnya diulang-ulang. Sungmin tak perlu menunggu waktu langsung menggiring Kyuhyun ke asrama. "Hari ini kelas dibubarkan. Masuk kamar kalian masing masing. Jangan ada yang berkeliaran sebelum kuperbolehkan!", teriak pengajar langsung membuat trainee buyar dan berlarian ke asrama menuju kamar masing-masing.
Ini memang sudah tidak bisa dibiarkan lagi. Sudah tiga trainee mengalami pelecehan oleh atasannya, seperti Siwon dan Kibum. Kakaknya Kibum yang tak bekerja disinipun ikut ikutan. Pengajar itu harus melapor, dia harus melapor ke pimpinannya. Ah, pimpinannya kan Kibum. Ya pokoknya dia harus melapor terserah pada siapa.
julie khoyul
"Kibum ah!"
Kibum baru dari cafetaria, hendak keruangnya untuk mengambil barang. Dia sedang terburu-buru, ada meeting dengan koleganya sore ini. Saat dia melewati ruang kerja karyawannya, Kibum dihadang Siwon dan karyawan yang lain ikut andil walau tak meninggalkan mejanya.
"Ada apa, aku buru-buru?"
"Ya, terserah kau buru-buru atau tidak. Aku cuma mau tanya satu hal"
"Apa?"
"Kau apakan Cho Kyuhyun?". Kibum mengernyit. "Kau berbuat macam-macam dengannya?". Kibum belum merespon. "Kau melakukan pelecehan padanya?".
"Kau menidurinya?", sela seorang namja kepala besar yang tadi duduk di belkang Siwon. To the point, tapi memang itu inti pertanyaan Siwon. Yesung sih tak masalah dengan jawaban Kibum nantinya, dia kan cuma membantu Siwon bertanya.
"Sedang apa kau disini?", tanya Kibum balik. Kelihatan tak senang sekali Kibum melihat kehadiran Yesung di TC-nya.
"Hah, sedang mencarimu. Aku butuh sedikit bantuan?", katanya menyampaikan maksud yang terbengkalai sedari tadi. Itu artian tak senangnya Kibum kalau Yesung datang padanya. Namja kepala besar itu selalu minta bantuan.
"Hyung, masalahmu itu nanti saja. Ini penting demi masa depan TC ini". Peraturannya kan staff atau karyawan tak boleh ada hubungan dengan trainee, kalau Kibum sebagai atasan memberi contoh yang tak baik sudah pasti tercoreng nama TC-nya.
"Masalahku lebih penting, Siwon. Lagi pula kalaupun dia meniduri si Kuyun itu apa masalahnya?"
"Cho Kyuhyun!". Siwon membenahi.
"Iya, si Kyuhyun itu apa masalahnya? Si Kyuhyun tidak menolak kan?"
"Cho Kyuhyun, Hyung!". Siwon masih tak terima saja nama Kyuhyun tak dipanggil sempurna oleh Yesung. "Hyung, peraturan di TC ini melarang staff atau karyawan punya hubungan dengan trainee"
"Salahnya dimana, Kibum bukan staff karyawan, dia kan pemilik TC tentu saja dia terbebas dari peraturan itu". Yesung bukan ingin membela Kibum, tapi memang menurutnya tak ada masalah soal siapa tidur dengan siapa. Kan mereka yang mau, bukan paksaan.
"Hyung...", Siwon keukeuh minta jawaban dari Kibum. Ini bukan cuma masalah staff dan trainee, ini masalah hati Siwon juga. Kyuhyun itu idaman hati Siwon selain Heechul, jadi dia harus tahu jelasnya.
"Baiklah-baiklah", Yesung menyerah. "Kibum, kau meniduri si Kyuhyun?"
"Cho Kyuhyun, Hyung. Kau ini kalau tak mau memanggil nama lengkapnya jangan taruh si-si di depan namanya. Panggil saja Kyuhyun!" Siwon ngotot sekali membela Kyuhyun.
"Tidak...",
"Nah kau dengar, kau dengar. Dia tidak meniduri Kyuhyun itu". Yesung tertawa terbahak-bahak menanggapi jawaban tidak lucu Kibum. Sebenarnya yang lucu itu Siwon dan seluruh karyawan yang sekarang sedang mengguping di meja masing-masing. Hal begini saja dipermasalahkan. Ini lucu menurut Yesung.
Siwon menghela nafas lega, Kyuhyun-nya masih aman ternyata. Karyawanpun juga ikutan lega. Mereka mulai kembali terlena dengan pekerjaan masing-masing.
"Tapi benar kau tidak menidurinya?", tanya Yesung yang kurang kerjaan.
"Tidak tahu. Aku mabuk dan dia sudah ada di ranjangku paginya!".
Siwon melebarkan matanya tak percaya, Yesung-pun demikian. Ada seorang karyawan yang tersedak kemudian terbatuk batuk, mungkin tadi dia dengar penjelasan Kibum sembari minum. Pasti banyak yang menguping lainnya, tapi pura-pura tak dengar.
"Tadi kau bilang tidak", protes Siwon.
"Tadi aku belum selesau bicara. Kau sedang mengincar seorang trainee, jangan-jangan Cho Kyuhyun itu namja kesukaanmu!", tebak Kyuhyun yang tanggapi gelengan kuat oleh Siwon.
"Tentu saja bukan. Aku suka yang lain!", Siwon tidak boleh tertangkap tapi sayangnya dia keceplosan.
"Huaahh, jadi kau juga menyukai seseorang? Hahahahahahaha", kali ini Yesung tertawa sekerasnya.. "Sudah, mulai sekarang hapus saja peraturan itu". Yesung mengalihkan fokus pada sekitar. "Kalian semua, sekarang peraturan yang melarang staff dan trainee ada hubungan itu sudah sudah dihapus mulai detik ini. Cuma, jangan berbuat mesum disini!".
Kalau semudah itu menghapus sebuah peraturan, Siwon harusnya menghapusnya dari dulu lalu memacari Heechul atau Kyuhyun. Kalau mereka mau, dua duanya sekalian dia pacari. Tapi Siwon tak tahu, Yesung malah yang melakukannya. Siwon sangat berterima kasih dengan namja kepala besar itu, dengan begini jalannya mendekati Kyuhyun dan Heechul semakin mudah. Masalah Kyuhyun, selama dia belum dimiliki orang lain, Siwon masih ada kesempatan.
Yesung sebenarnya bukan serta merta menghapus peraturan yang ada bahkan sebelum Kibum memimpin di TC's Kim. Ini karena dia menyukai namja imut yang tadi pagi. Dia berniat mengejar namja itu, kalau ada peraturan itu dan berlaku juga untuk anggota keluarga pemilik TC, akan sulit juga Yesung mendapatkan trainee imut tadi pagi. Bahkan tadi Yesung sempat sedikit frustasi saat mengejar si imut, sampai sekarang belum diketahuinya dimana namja itu disembunyikan oleh teman-temannya. Tidak masalah, selama masih ada hari esok, artinya masih ada harapan untuk Yesung.
"Aku buru-buru, kalian memotong waktuku saja!". Kibum mulai menjauh yang artinya dia taj peduli dengan peraturan itu lagi. Toh semua telah terjadi, sebodo dengan peraturan yang dibuat keluarganya.
"Eh, Kibum. Bagaimana denganku?"
"Lain kali saja, aku sibuk hari ini".
Kibum tadi was was juga kalau sampai ada protes soal permasalahannya dengan Kyuhyun. Dia juga tak mau hal itu terjadi, tapi Kyuhyun memang ada di ranjangnya tanpa dia tahu kapan namja itu datang. Dan merekaelakukan apa, Kibum juga tak ingat sama sekali. Tahu-tahu sudah begitu keadaan mereka. Ya itu bukan salah Kibum sepenuhnya. Beruntung Yesung si aneh itu ada disini dan membuat solusi aneh pula, tapi setidaknya itu memberi keleluasaan untuk Kibum.
julie khoyul
"Harga dirimu ditukar dengan belanjaan ini, Kyu? Harusnya kau dendam dengan Mr. Kim", Sungmin masih mengekor dibelakang Kyuhyun. "Atau kau minta lebih banyak lagi dari ini. Ini belum impas", katanya lagi.
Sungmin mengantar Kyuhyun kekamarnya setelah kejadian di Hall tadi, lebih tepatnya Sungmin jadi jongos sementara-nya Kyuhyun dengan upah satu stel baju. Dia rela jadi gantungan tas berjalan dengan imbalan baju, toh itu juga bentuk pertolongannya untuk Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun sendiri berjalan biasa saja didepan Sungmin. Hanya sebslah tangan masih menopang pinggangnya, masih ada sedikit nyeri disitu.
Mereka sampai pada kamar yang dituju, Kyuhyun membuka pintu dan keduanya masuk. Sempat terkaget sebentar duo Kyumin itu melihat ranjangnya ada yang mengisi, tapi kemudian mendengus maklum. Heechul berbaring di ranjang Kyuhyun dengan kedua kakinya yang sitaruh diatas bantal. Ada beberapa plaster luka di situ, memerah dan sedikit bengkak. Tidak parah dan tidak bahaya sih. Di ranjang sebelah ada Ryeowook, tengkurap sambil mengeluh pelan memanggil bokongnya.
"Bokongku! Bokongku! Bokongku!"
"Sedang apa kalian disini?", keduanya menoleh pada duo Kyumin lalu kembali ke kegiatan masing-masing.
Ternyata mereka mengungsi disini. Ryeowook disembunyikan di kamar Kyuhyun sedangkan temannya mengecoh Yesung ke tempat lain. Mereka melakukannya biar tak terjadi pelecehan lebih lanjut pada Ryeowook. Sedangkan Heechul, memang di kamar Kyuhyun-lah dia biasa mangkal untuk sekedar numpang tidur. Sekarang saja kamar Kyuhyun jadi mirip markas biang onar.
Kyuhyun menggeser posisi Heechul kemudian dia merebah disamping namja cantik mempesona itu. Sungmin meletakkan semua tas belanjaan di lantai antara dua ranjang, dia lalu duduk disamping Ryeowook.
"Apa yang kau bawa, Min?", tanya Heechul tanpa melihat Sungmin.
"Nah itu Hyung, ini semua barang belanjaan Kyuhyun. Mr. Kim menyogok Kyuhyun dengan semua ini. Jahat sekali dia!", adu Sungmin. "Aku benar-benar tak tega melihat kalian bertiga punya nasib sesial ini. Apa kita perlu melapor polisi, kalau kalian diperkosa?, usul Sungmin antusias. Pasalnya Sungmin suka membahas hal-hal seperti ini, kalau atasan TC kena masalah kan gossipnya jadi lebih mantap.
"Siapa yang diperkosa?", tanya Ryeowook disela panggilan pada bokongnya. "Auhhh bokongku!"
"Kalian, kan?", jawab Sungmin mulai ragu. "Kau bilang bokongmu sakit, Wookie. Hyung-nya Mr. Kim melakukannya dengan keras". Entah apa yang dibayangkan Sungmin dengan kata 'melakukannya dengan keras'.
"Iya Hyung, bokongku sakit. Hyungnya Mr. Kim itu membuka pintu mobilnya terlalu keras sampai mengenaiku yang sedang menali sepatu disitu". Ternyata Sungmin dan semua trainee salah sangka. "Tadi dia mau tanggung jawab, tapi teman-teman menyuruhku diam disini. "Ah bokongku!"
"Jadi kau tak diperkosa Hyung-nya Mr. Kim?", tanya Sungmin sambil tak sengaja menepuk bokong Ryeowook.
"Bokongku!", teriak Ryeowook.
"Tak sengaja, Wookie. Maaf, maaf!"
Heechul dan Kyuhyun tersenyum di ranjang mereka. Otak Sungmin memang mudah sekali panik kalau mendengar masalah-maslah seperti itu. Inginnya begosip saja, sampai hal salah pahampun menyebar karenanya.
"Dan jangan bilang kau juga tidak diperkosa Mr. Choi, Hyung?"
"Siwon memperkosaku? Menyentuh kulitku sedikit saja, ku mutilasi kuda sialan itu". Ih Heechul sadis. Heechul menunjuk kakinya yang ditempeli beberapa plaster. "Gara-gara dia kakiku jadi bengkak dan merah begini. Dia itu bodoh dalam hal pengobatan, beruntung kau kutitipkan ke rumah Kibum. Bisa jadi kau mengalami hal yang sama denganku kalau di apartemen Siwon". Kyuhyun manggut-manggut atas penjelasan Heechul.
Kyuhyun memang beruntung bisa tinggal di rumah Kibum kemarin. Pembantu Kibum sangat baik, bahkan menganggap Kyuhyun seperti nyonya rumah saja. Apa-apa kemauan Kyuhyun dituruti, tak pernah marah dan sayang juga pada Kyuhyun. Sayangnya dia cuma bertahan sehari di sana. Kibum pelit sekali tak memperbolehkan Kyuhyun tinggal lebih lama.
"Hyung, Mr. Choi itu kekuatanku, jangan dimutilasi!", pinta Ryeowook yang masih menaruh harapan besar pada Siwon.
"Kau tidak tidur dengan Mr. Kim, Kyu? Lalu beritanya akan sia-sia, aku pasti dimaki-maki lagi nantinya", ratap Sungmin teringat masa kemarin dia dimaki-maki staff karena membuat gosip soal Kibum.
"Aku tidur dengannya". Sungmin sumringah, Heechul melirik Kyuhyun sambil menyeringai dan Ryeowook ikut berpaling ke arah Kyuhyun walau tak tahu duduk permasalahannya. "Saat aku bangun dia ada di ranjang denganku"
"OMO!", Sungmin terkejut menutup mulutnya dengan tangan tapi sebenarnya senang sekali. "Kau diperkosa, Kyu!", ujarnya.
"Tidak!"
"Iya!"
"Tidak!"
"Iya. Buktinya kau sakit pinggang dan pahamu memar". Sebenarnya siapa yang tidur dengan Kibum, Sungmin atau Kyuhyun?
"Kalau kau diperkosa bokongmu pasti sakit", tutur Heechul menengahi perdebatan Kyumin.
"Apa bokongmu juga dihantam pintu mobil oleh Kibumie, Kyu?", tanya Ryeowook khawatir kalau Kyuhyun mengalami hal sama sepertinya. Dan untuk kedua kalinya dia tak ditanggapi.
"Tidak!"
"Berarti kau sudah biasa diperkosa kalau begitu", tambah Heechul membarakan semangat Sungmin bergosip.
"Berapa kali, Kyu? Mr. Kim hebat tidak?", tanya Sungmin sambil berkedip kedip genit.
"Apanya? Buang pikiran mesum kalian. Kalau kau bisa menguliti Siwon aku juga bisa patahkan leher Kibum kalau sampai dia menyentuhku"
"Aku tidak yakin"
"Tidak yakin apa?", Kyuhyun sewot.
"Tidak yakin kau bisa patahkan leher Mr. Kim", Sungmin menghina Kyuhyun ini.
"Aku juga tidak yakin", kali ini Heechul menyusul.
"Kibumie badannya besar. Badanmu kan sama denganku, mana bisa?"
Kyuhyun manyun, tiga temannya lebih memilih Kibum dari pada dirinya. Tahu begitu tak usah belikan baju untuk mereka tadi. Tapi kalau boleh jujur, Kyuhyun sendiri juga tak yakin bisa mematahkan leher Kibum. Ok, Kyuhyun bisa menyuruh orang untuk mematahkan leher Kibum.
"Lalu kenapa kau bisa sakit pinggang kalau kau tak diperkosanya?" Sungmin makin menjadi, king of gossip itu terlalu tinggi rasa ingin tahunya. "Jangan bilang kau yang perkosa Mr. Kim?"
"Kau gila, Min. Aku terjatuh di kamar mamdinya Kibum"
Ada jeda lama sekali. Heechul memejamkan mata, tapi tak tidur. Sungmin berkedip, berkedip lagi, berkedip lagi sambil memandang Kyuhyun. Kemudian dia mendesah kecewa. Ryeowook, dia diam sedari tadi.
Heechul kemudian bangkit, melangkahi tubuh Kyuhyun dan turun dari ranjang.
"Katakan mana baju untukku!"
"Ambil saja mana maumu. Kau mau kemana, Hyung?"
"Istirahat di kamarku sendiri. Disini ada hawa-hawa mengecewakan", kata Heechul sambil meraih satu tas kemudian keluar.
"Wookie, kau mau kembali ke kamarmu tidak? Aku antar, aku temani juga", kali ini Sungmin yang ingin beranjak.
"Haruskah, Hyung?"
"Harus. Ayo ayo!", paksa Sungmin sambil menarik Ryeowook berdiri. "Kyu aku ambil sesukaku juga ya?". Ryeowook mengangkat dua tas untuknya dan Ryeowook lalu menuntun namja imut itu keluar.
"Kyu, istirahat ya!", pesan Ryeowook sebelum keluar kamar.
"Kenapa dengan mereka? Sepertinya lebih senang kalau aku diperkosa Kibum. Teman macam apa mereka itu?", Kyuhyun mengipas muka dengan tangannya, kembali ke asrama sama dengan musim panas selamanya. Andai dia masih di rumah Kibum, ngomong ngomong... "Kenapa sampai sini pinggangku tak sakit lagi ya? Barusan sedikit nyeri, sekarang hilang nyerinya". Kyuhyun merindukan sakit pinggangnya.
julie khoyul
Kibum berlajan cepat menuju mobilnya, sore ini dia ada meeting dan kejadian di hadang Siwon membuatnya terlambat. Untung meeting kali ini bukan membahas sesuatu yang sangat penting. Cuma pertemuan yang biasa dilakukannya beberapa hari ini, membahas tentang pesta seorang pengusaha. Kibum dan temannya membuat strategi bersama agar bisa mendekati pengusaha itu. Syukur-syukur kalau mereka diajak bekerja sama. Untungnya saat Kibum menelepon, temannya bisa maklum. Dan sekarang Kibum terburu untuk menuju ke tempat pertemuan.
Kibum hampir mendekati parkiran saat seorang trainee berdiri membeku dihadapan Kibum. Sepertinya dia tak sengaja berdiri disitu.
"Sore Mr. Kim!", sapanya dengan muka takut, kemudian trainee itu berlari sekencang-kencangnya kedalam asrama.
Kibum cuma mengangkat bahu tak mau pusing soal itu. Dia lanjutkan jalannya, tapi saat ada segerombolan trainee akan lewat situ seketika mereka berbalik dan mencari jalan lain. Adakah yang aneh dengan Kibum? Dia cuma tak tahu saja, kalau berita tentang dirinya yang melecehkan Kyuhyun sudah diketahui seluruh penghuni TC.
Kibum masih mengacuhkan hal barusan. Dia terus berjalan ke mobilnya, tak mau temannya menunggu lebih lama lagi. Dia kan sangat peduli waktu, dia selalu mau on time. Baru dia akan membuka pintu mobilnya, Lee Hyuknae lewat dari arah Pos Satpam. Kibum menghentikan gerakannya sebentar, dia menunggu berpapasan dengan Hyukjae. Semoga saja Hyukjae tak bertingkah seperti trainee tadi.
"Selamat sore Mr. Kim!", sapanya masih ramah seperti pertama mereka bertemu. "Kau sudah mau pulang, aku rasa ini belum jam pulang kerja? Oh iya aku baru dari Pos Satpam. Aku minta security membelikanku susu. Jangan khawatir tidak kubawa masuk. Ku minum disana. Sekarang sudah habis, aku mau masuk", dan ternyata berhadapan dengan Lee Hyukjae masih sama, Kibum masih terkesan seperti pendengar saja.
"Aku ada meeting!", jawab Kibum selagi ada waktu.
"Ok, semoga sukses dengan meetingmu. Hati-hati dijalan!", katamya menyemangati. "Oh aku masuk dulu, Donghae dan Spanser menungguku di dalam. Bye Mr. Kim!", dan Lee Hyukjae melenggang meninggalkan Kibum yang terpaku di tempat. Lee Hyukjae masih mempesona ternyata.Kibum tak mau berlama-lama disitu, membayangkan Lee Hyukjae bisa sambil jalan. Menemui temannya sekarang ini lebih penting.
julie khoyul
Kibum memasuki rumahnya hampir tengah malam. Bertemu dan membahas bisnis dengan teman menyita banyak waktunya. Tenaganya-pun terkuras demi pertemuannya sampai tengah malam.
Kibum mendapati rumahnya gelap, berarti pembantunya sudah tidur. Kibum berjalan ke kamarnya. Penatnya hari ini membuatnya ingin mandi cepat kemudian tidur. Kibum meletakkan tasnya di sofa, melepas sepatunya asal dan melempar jasnya di sofa juga. Dia membuka lemarinya tapi tak menemukan bathrobe-nya satupun. Dia menyerah kemudiam masuk kamar mandi, tak masalah dia tidur dengan atau tanpa pakaian, bukankah dia sudah terbiasa.
Kibum keluar kamar mandi 10 menit setelahnya. Dengan berbalut handuk di bagian bawahnya dia menuju ranjang. Masuk dalam selimutnya hendak tidur. Kibum terpejam sejenak, kemudian mengubah posisi tidurnya kesamping. Berusaha merenggangkan lengannya, Kibum mengibaskan tangannya kuat kuat ke samping, tapi terkena sesuatu yang keras tapi lembut disampingnya.
"AAAAAAAAAAAAA!", Kibum terhenyak "PINGGANGKU!" Shit,Kibum kenal suara itu, teriakan itu dan dia segera bangun lalu menyalakan lampu nakasnya. Iya benar sekali itu Cho Kyuhyun. Baru saja dia merasa bebas dari iblis satu ini, sekarang Kyuhyun ada diranjangnya. Bagaimana bisa dia disini? Sebentar lagi dia pasti akan berteriak..."AHJUMMAAAAAAAAA!"
To be continue
Oh ya, barusan sebelum gue post ini chap ada yang nanya, kenapa Kyu tingkahnya uke banget? Gue berusaha bikin Kyuhyun tingkahnya kaya uke manja cuma didepan seme-nya. Ingetin gue kalau gue ntar lupa. Ok!
Kyuhyun say, he love all of you. Tapi dengan syarat, semua kasih jempol untuk Kyu. See you soon!
