Contract with the Devil's Son
Chapter 13:
Screenplay's fanfiction
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Heechul
Choi Siwon
Dll
Hola, gue ngeksis lagi bawa jawaban atas semua pertanyaan kalian kemarin itu. Nulisnya ngebut dan ini agak panjang, typos anggap aja debu terbang lewat depan mata.
Reader baru selamat datang. Untuk kalian semua terima kasih!
Ini chap 13 datang!
The Beginning of Derita Hati Kibum
Malam ini dua pembantu Kibum berkumpul di depan pintu kamar majikannya. Pintunya terbuka tapi mereka tak masuk. Sepasang pembantu itu cuma menunggu, menunggu hasil akhir pertengkaran dua namja yang ada di dalam kamarnya. Kyuhyun dan Kibum sekarang sedang bertengkar sebelah pihak, Kyuhyun berteriak teriak ditengah malam dan Kibum cuma duduk diam sambil memijit pelipisnya. Dampak dari keberadaan Kyuhyun di dekatnya membuat Kibum terserang migrain mendadak.
"Kalau kau tak suka aku disini tinggal bilang, jangan memukulku!", bentak Kyuhyun geram. "Pinggangku sakit lagi gara-gara kau. Baru tadi sore aku tak merasakan sakit, sekarang sakit lagi".
Baru tadi sore juga Kibum merasa bebas dari setan ini, sekarang terasa di neraka lagi. Ini baru beberapa hari, coba kalau seumur hidup dihabiskan bersama, Kibum bisa tua lebih cepat.
"Aku tak memukulmu", sangkalnya dengan nada biasa saja.
"Kau memukul pinggangku!"
"Aku tak memukulmu. Ini tempatku dan apapun yang kulakukan terserah padaku. Dan kau sendiri bagaimana bisa disini?"
"Jangan mengalihkan pembicaraan, manusia es. Kau memukulku, kau harus minta maaf!", tegas Kyuhyun.
Hal yang paling susah diucapkan oleh Kibum adalah terima kasih, minta maaf dan cinta. Tiga hal itu lebih sulit dilakukan dari pada berbisnis dengan mafia. Kibum memang tak pernah berbisnis dengan mafia, tapi dia mengibaratkan seperti itu. Seorang Cho iblis, apa ada yang spesial darinya hingga Kibum harus bersusah susah minta maaf padanya? Lagi pula Kibum tak sengaja menggenai pinggang Kyuhyun yang sedang tidur tengkurap disitu. Itu salahnya si iblis yang tiba-tiba berada di ranjang Kibum.
"Ahjumma, Ahjussi, suruh dia minta maaf padaku!", perintah Kyuhyun pada dua pembantu Kibum.
Dosa apa kedua pembantu Kibum sampai harus diperintah-perintah oleh Kyuhyun? Mereka pembantu Kibum, mereka sudah bekerja disini jauh lebih lama sebelum Kyuhyun muncul dan Kibum yang menggaji mereka. Lalu mana berani mereka menyuruh Kibum minta maaf pada Kyuhyun.
Dua pembantu Kibum diam saja, mereka tak tahu harus apa. Menuruti Kyuhyun jelas salah, tapi kalau tak menurutinya nanti Kyuhyun sedih. Mereka terlalu sayang pada Kyuhyun, padahal siapa Kyuhyun disini? Kalaupun mereka mengganggap Kyuhyun seperti anak mereka-pun juga tak mungkin. Mereka punya anak sendiri yang jauh lebih bisa bertingkah manis dari Kyuhyun. Cuma bermodal sayang dan kasihan tak akan membawa mereka membela Kyuhyun, bisa jadi pekerjaan mereka jadi taruhan.
"Ahjummaaaaa!". Pembantu Kibum bergeming. "Ahjussiiiiii!"
"Cho, ini tengah malam. Bisa kau tidak buat onar si rumahku?". Kibum memotong aksi Kyuhyun, menyelamatkan dua pembantunya dari paksaan iblis ini.
"Iya, ini rumahmu. Aku tak berhak berbuat apa-apa. Tapi bisakah kau tidak jahat padaku?", teriak Kyuhyun kembali membahana di dalam kamar itu. "Apa? Kau mau mengusirku? Tidak perlu, aku akan pergi sendiri!". Katanya menggebu gebu marah.
Kyuhyun bangkit tergesa tapi pinggangnya sakit, lalu dia putuskan duduk sebentar.
"Tak jadi pergi, Cho?", tanya Kibum mengejek.
"Pinggangku sakit, tunggu sebentar", pinta Kyuhyun sambil sedikit merengek. Dan hilanglah nada marah yang tadi.
Ahjumma dan ahjussi tadinya sudah sangat sedih kalau-kalau Kyuhyun benar keluar malam-malam begini. Namun setelah mendengar Kyuhyun mengeluhkan sakit pinggangnya kambuh dan menunda perginya, kedua pembantu Kibum tersenyum lega. Kalau pertengkaran sudah menjadi konyol berarti Kyuhyun akan tinggal untuk malam ini.
"Ahjumma, bisa bantu pijat punggungku lagi!", pinta Kyuhyun memelas. Apa sih yang tidak untuk Kyuhyun? Dan ahjumma mengangguk.
"Ahjumma, dia cuma mengada-ada. Biarkan dia. Kalian pergi tidur sekarang!", perintah Kibum. Pasalnya Kibum kasihan pembantunya terus direpotkan oleh Kyuhyun.
"Apa maksudmu?", Kyuhyun melotot marah ke arah Kibum, sayangnya sama sekali tidak menakutkan. "Aku tidak berbohong, punggungku memang sakit. Kau yang memukulku, tidak minta maaf, tidak tanggung jawab. Jahat!", tambahnya lebih ditekan diakhir kata.
"Mereka butuh istirahat, Cho", Kibum menghela nafas lelah menghadapi tingkah manja Kyuhyun. "Kalau kau mau pergi, pergi saja. Jangan minta bantuan mereka".
"Aku pasti akan pergi, sebentar lagi setelah punggungku dipijat". Kibum mulai maklum, iblis ini selalu punya cara untuk mengusik hidupnya. "Baiklah kalau itu maumu, aku pergi. Sekarang juga!"
Kyuhyun bangkit lagi. Dia sok kuat, berdiri dari ranjang tapi sambil mengaduh aduh kecil. Sampai pembantu Kibum dua-duanya terkikik di dekat pintu dan baru terdiam saat Kyuhyun memelototi mereka. Kyuhyun sudah berdiri tegak satu tangannya seperti biasa menopang pinggangnya. Sebelum beranjak dia sempatkan tersenyum sinis pada Kibum, biar Kibum tahu kalau Cho Kyuhyun tak selemah yang dia kira.
"Kau tidak suka tidur denganku, aku juga tidak sudi tidur denganmu. Cih!", ejek Kyuhyun. "Aku akan tidur di kamar kalian saja. Disini aku bisa mati membeku", tambahnya sambil mencoba berjalan ke arah pembantu Kibum.
"Katanya kau mau keluar, kenapa kau malah merepotkan mereka?", Kibum benar-benar khawatir pembantunya direpotkam terus oleh Kyuhyun. Dia tak mau pembantunya kerja melebihi tanggung jawab mereka. Bisa saja mereka kecapekan dan sakit.
"Aku bilang mau keluar, keluar dari kamar ini bukan dari rumah ini. Kau kira aku akan keluar rumah tengah malam begini. Luntang lantung kesana kemari. Kalau ada setan mengangguku kau mau tanggung jawab?", jawab Kyuhyun sambil marah. Kibum sudah keterlaluan bagi Kyuhyun. Masa Kyuhyun harus keluar rumah ditengah malam begini?
"Mana ada setan mengganggu setan!", gumam Kibum lirih, tapi pendengaran iblis memang sangat tajam. Kyuhyun kembali, menunduk sejenak mengambil bantalnya dan melemparkan ke muka Kibum.
"Makan itu manusia es muka datar jahat. Awas kau, aku akan balas dendam!", ancamnya disambut cekikikan kembali oleh dua pembantu Kibum.
Kyuhyun menjauh dari Kibum, berjalan cepat dan melangkah besar-besar. Dan setelah lima langkah dia menahan, punggungnya sakit lagi.
"Aduuh aduuh, punggungku!", eluhnya sambil merengek. "Ahjumma!"
Ahjumma dan suaminya yang tak habis habisnya terkikik segera menghampiri Kyuhyun. Ahjumma memapah Kyuhyun keluar kamar dan membawa kemana Kyuhyun mau. Ahjussi akan menutup kamar, membiarkan majikannya beristirahat sendiri. Ahjussi paham benar kalau Kibum lelah. Bekerja sampai larut dan Kyuhyun lagi-lagi mengusik majikannya itu.
"Ahjussi!", panggil Kibum. Ahjussi berhenti, melihat Kibum yang masih di ranjangnya. "Bawa dia ke kamar tamu, jangan biarkan dia menganggu kalian. Merepotkan saja!".
"Eeeemmm, ya Tuan. Tapi...", ahjussi ragu pasalnya Kyuhyun kalau punya kemauan tak bisa dicegah.
"Jangan terus memanjakannya!"
"Iya baik, Tuan!", kata ahjussi mantap, tapi hatinya masih ragu. "Selamat malam, Tuan!". Kibum cuma menjawab dengan deheman kecil dan membiarkan pembantunya keluar.
Ahjussi menutup pintunya pelan, kemudian menyusul istrinya. Niatannya mau menyampaikan perintah Kibum untuk membawa Kyuhyun ke kamar tamu. Memang kalau dipikir-pikir merepotkan juga kalau Kyuhyun tidur di kamarnya. Bukan masalah ahjussi keberatan, kamar mereka berada dekat dapur tidak sebagus dan semewah kamar Kibum, bisa tidak Kyuhyun tidur disana? Kyuhyun dimata ahjumma dan ahjussi itu tipikal namja manja. Kalau di kamar tamu kan fasilitasnya sama dengan kamar Kibum.
Kyuhyun berbalik, berjalan tergesa berpapasan dengan ahjussi yang baru saja beranjak dari depan pintu kamar Kibum. Dibelakangnya ada ahjumma yang mengekor Kyuhyun. Ahjumma juga tidak mengerti apa alasan Kyuhyun kembali ke kamar Kibum. Masih dengan gaya nenek-neneknya, Kyuhyun menghampiri pintu, membukannya kasar.
"KIBUM!", teriaknya.
Kibum yang hendak rebahan mengurungkan niat. Dia kembali duduk dan tentu kembali mendesah. Tak ada habisnya si iblis itu mengganggu harinya. Ada apa lagi dia berbalik ke kamarnya?
"Kau harus ingat. Nanti kalau pingganggku sembuh, aku akan balas dendam!", ancamnya sambil menuding ke arah Kibum.
"Sudah kau katakan tadi", balas Kibum santai.
Kyuhyun mengernyit. Dia tak merasa mengatakan ancaman tadi. Masa iya dia sudah mengancam Kibum? Kibum yang pelupa itu, tidak mungkin seorang Cho Kyuhyun, iblis dari segala iblis lupa ancamannya sendiri. Kibum mengada ada. Merasa perlu dibuktikan Kyuhyun menoleh ke ahjussi didekatnya. Kyuhyun mengangkat dagunya meminta pendapat, tapi ahjussi mengangguk membenarkan Kibum. Kyuhyun belum percaya, bisa jadi ahjussi sekongkol dengan Kibum. Kibum kan yang mengajinya. Kemudian dia beralih pada ahjumma dibelakangnya dan ahjumma-pun mengangguk mengikuti suaminya. Kyuhyun mengernyit lagi, sudah pasti ahjumma dan ahjussi membela Kibum. Sekongkol tingkat tinggi ini namanya.
"Masa iya aku sudah mengancamnya?", tanya Kyuhyun ke siapapun yang mau menjawab. Ahjumma dan ahjussi diam saja berarti mengiyakan. Kemudian Kyuhyun manyun merasa dijahati seisi rumah ini. "Kenapa kalian tidak bilang kalau aku sudah mengatakannya, kan aku jadi malu!", bentaknya pada sepasang pembantu itu.
Ahjumma dan ahjussi saling pandang. Apa maunya Kyuhyun saja mereka tidak tahu, Kyuhyun juga tidak tanya, lalu bagaimana mereka bilang? Mereka cuma pembantu, tak merangkap sebagai mentalist yang bisa baca pikiran orang.
Kyuhyun berfikir sejenak, mungkin ada hal lain yang bisa dia katakan pada Kibum. Setidaknya kalimat penutup agar malunya berkurang, tapi dia tak menemukan apapun. Kyuhyun pasrah, kemudian meninggalkan kamar Kibum lagi dengan gontai. Habislah dia, Kibum pasti tertawa terbahak bahak dalam imajinasinya. Dia benar-benar tak ingat tadi sudah mengancam Kibum, kenapa dia bisa lupa? Pasti ada orang yang menularkan pelupa itu padanya.
Ahjumma dan ahjussi mengikuti Kyuhyun lagi. Mengekor dan menjaga kalau kalau Kyuhyun melakukan hal tak terduga lagi. Dan benar, si iblis itu berhenti bahkan sebelum dia genap melangkah 10 kali. Kyuhyun berbalik lagi, kembali membuka kasar pintu kamar tidur Kibum. Kali ini dia yakin memiliki kalimat yang belum diucapkannya sebelumnya.
"KIBUM!", panggilnya lagi.
Kibum sudah rebahan ketika namanya dipanggil ulang. Manager TC itu kembali duduk, kembali mendesah malas dan kembali mengurut pelipisnya. Si iblis lagi, bawa masalah lagi. Kali ini apa?
"Biasakan pakai celana dalam kalau tidur. Kau jorok!". Pembantu Kibum melotot bersamaan saking kagetnya, kemudian segera menormalkan matanya sambil menahan tawa.
Itu tadi tidak ada hubungannya dengan pertengkaran yang dibuat Kyuhyun. Kalimat Kyuhyun terlalu menyimpang, tapi itu satu satunya kalimat yang melintas di benak iblis Cho dan belum di ucapkannya pada Kibum. Biar saja, dari pada Kyuhyun malu tak ada kalimat pengganti untuk yang tadi.
Kyuhyun akan melangkah, tapi dia kembali memandang Kibum yang sedikit kesal atau sedikit malu. Entahlah, wajahnya datar tapi matanya melirik sana sini seperti orang kelimpungan.
"KIBUM!", panggil Kyuhyun lagi. "Aku membencimu!".
Braaaakkkk
Pintu dibanting dari luar oleh Kyuhyun. Sudah pasti itu kalimat finalnya Kyuhyun. Kibum masih dengar gerutuan dari balik pintunya, mengecil, semakin kecil kemudian hilang pertanda kalau Kyuhyun dan pembantunya benar-benar pergi. Kibum mendesah lagi, kali ini desahan lega karena iblis itu benar-benar enyah dari kamarnya.
Tadi Kibum ingin tertawa mengingat dua kalimat terakhir Kyuhyun, karena tumpulnya otak iblis itu masalah celana dalam dibawa-bawa. Lagi pula ini kamarnya, Kibum mau tidur pakai celana dalam atau tidak itu terserah dia. Kibum tadi pakai handuk sebelum berangkag tidur, tapi... Tiba-tiba Kibum ragu, dia mengintip dibalik selimutnya yang berserakan. Kibum memejam sejenak kemudian mengumpat pelan,
"Damn!",
Kibum tak menemukan handuknya dibawah sana. Dia ingat betul memakai handuk itu tadi, sekarang handuknya terlepas entah kemana. Memang biasanya tak masalah, tapi kali ini ada Kyuhyun disini. Jangan-jangan Kyuhyun sudah melihat properti milik Kibum? Ok, Kibum tak mau memikirkan hal itu terlalu jauh. Dia segera membangkitkan tubuh polosnya, berjalan menuju lemari mencari celana dalam, short dan T-shirt-nya. Begitu lebih bagus dari pada peringatan dari Kyuhyun tadi terus menganggu tidurnya.
julie khoyul
Sekitar tiga puluh menit Kibum bangkit. Dia tidak tidur sedari Kyuhyun keluar dari kamarnya tadi. Kibum berjalan keluar kamar, mengecek sesuatu, tentang Kyuhyun tentunya. Benarkah ahjussi menuruti perintahnya membawa Kyuhyun di kamar tamu atau si iblis itu menolak lalu memaksa tidur di kamar mereka? Kibum membuka pelan kamar tamu, dia cuma memastikan Kyuhyun ada ditempat itu dan tidur dengan aman. Dengan Kyuhyun yang tidur dengan nyaman tentunya pembantu Kibum bisa beristirahat tanpa diganggu iblis licik itu.
Kibum merenggangkan daun pintu kamar tamu. Cuma gelap disitu, dan Kibum tak melihat ada seorangpun diranjang. Dia mencari saklar dekat pintu dan membuka lampu, setelah kamar tamu dapat penerangan Kibum tak menemukan Kyuhyun, malahan kamar tamu masih rapi seperti sebelum-sebelumnya. Kibum mematikan lampu kemudian keluar dan menutup pintu itu. Ah berarti benar Kyuhyun mengungsi di kamar pembantunya.
Niatan Kibum mengecek sudah hilang, toh Kyuhyun sudah pasti ada di kamar pembantunya. Entah pembantunya harus tidur dengan cara apa kalau Kyuhyun menguasai ranjang mereka, dia sudah tak mau tahu. Dia bisa mengurus masalah ini besok, ini sudah terlalu larut dan Kibum ingin tidur kembali. Kibum sudah berjalan kekamarnya ketika lampu dapur tiba-tiba menyala. Ada gerakan seseorang di dapur yang membuat Kibum kembali berniat mengeceknya.
"Ahjumma, sedang apa malam-malam begini?". Ahjumma kaget sejenak, tapi kemudian lega karena yang muncul adalah Kibum. Dia takut hantu yang muncul mungkin.
"Membuat susu", jawabnya singkat.
"Dia tidur di kamar kalian?", tanya Kibum lagi sambil berjalan ke rak. Dia mengambil gelas lalu menuang air di kedalamnya. Kibum pura-pura haus, tapi dia meminum air itu beberapa teguk.
"Tidak apa-apa, Tuan. Kalau dia marah lalu keluar rumah malam-malam begini malah tidak baik"
"Iya, tapi dia merepotkan". Ahjumma tersenyum saja. Dia pikir walau bagaimanapun dinginnya Kibum, majikannya itu tetap tak tega melihat mereka susah.
Kibum meneguk lagi airnya kemudian meletakkan gelasnya di tempat cuci. Dia menunggui ahjumma membuat susu. Mulai memasukkan bubuk susu coklat, menuang air panas dan mengaduknya. Pembantunya terlihat terbiasa sekali dengan pekerjaannya. Berkerja cepat dan tak banyak mengeluh, bahkan lebih tengah malam begini dia belum tidur demi segelas susu coklat panas, dia terlihat senang hati membuatnya.
"Ayo kekamar kalian!", ajak Kibum yang ditanggapi tanda tanya oleh ahjumma, tapi sayangnya Kibum tak menjelaskan dan terus berlalu mendahului pembantunya. Ahjumma-pun mengikuti dengan membawa susu pesanan Kyuhyun.
Saat Kibum membuka kamar yang besarnya cuma separuh kamarnya, Kyuhyun sudah tidur. Iblis itu terpejam tapi masih berpolah. Tidurnya terlihat tak nyenyak. Atau mungkin itu alasan dia minta susu panas tadi? Kibum melihat ahjussi duduk dikursi sambil mengerjakan sesuatu. Pembantu laki-laki itu tentu tak bisa tidur apa lagi ranjangnya benar-benar dikuasai Kyuhyun seperti pemikiran Kibum tadi. Ahjussi menyapa sebentar kemudian tersenyum kaku saat ikut memperhatikan Kyuhyun menguasai ranjangnya.
"Cho!"
"Hm!", sahutnya tanpa repot membuka mata. "Mana susuku?". Kyuhyun terbangun dan kemudian duduk. Ahjumma langsung menyerahkan susu padanya. Bak ratu saja, dia dilayani sesempurna mungkin oleh pembantu Kibum. "Kenapa kau ada disini?", tanya Kyuhyun ditengah sadar dan tidak. Dia sangat mengantuk tapi dia juga ingin minum susu, jadi dia berada antara sadar dan tidak.
Kibum tak menjawab apapun. Dia menunggui Kyuhyun meniup-niup susu lalu meneguknya sedikit. Meniup-niup lagi dan meneguknya lagi. Kibum berdiri sedikit lama disamping ranjang pembantunya, tanpa berbuat apapun tanpa berkata apapun. Dia cuma mau menunggui Kyuhyun menyelesaikan susunya. Setelah lama dia menunggu, Kyuhyun selesai dengan susunya. Si iblis itu hendak merebah tapi Kibum segera menarik tangannya.
"Pindah dari sini!"
"Tidak mau!"
"Pindah. Kau merepotkan mereka"
"Tidak mau ya tidak mau. Aku tak sudi tidur denganmu!", rengek Kyuhyun sambil memasang wajah mengantuknya.
"Tidur dikamar tamu, Cho!"
"Tidak mau. Aku mau disini", tolaknya lagi.
Kibum tak boleh membiarkan Kyuhyun terus terusan mengganggu pembantunya. Ini sudah lewat tengah malam. Sebentar lagi pagi dan pembantunya butuh banyak istirahat. Kibum menarik Kyuhyun berdiri walau iblis itu meronta. Dia menggendong Kyuhyun bak karung beras di pundaknya. Kyuhyun meronta-ronta tak mau pergi, tapi Kibum bilang akan menjatuhkannya kalau dia tak diam. Kyuhyun terdiam, tak berani berontak lagi. Dia takut Kibum benar-benar menjatuhkannya. Dia pasrah digendong Kibum keluar kamar pembantunya.
"Pelan-pelan!", pinta Kyuhyun yang akan diturunkan di ranjang kamar tamu. Dia takut pinggangnya lebih sakit kalau sampai Kibum menjatuhkannya. Tapi tidak, Kibum menurunkannya pelan diatas ranjang itu. "Ambilkan guling!", perintahnya.
Kibum jengkel diperintah oleh anak setan, tapi dia menurut. Kibum menarik guling dari sisi jauh ranjang lalu memberikannya pada Kyuhyun. Kyuhyun yang sudah mengantuk merebut kasar guling itu, dia bergelimpung membelakangi Kibum sambil memeluk gulingnya. Kyuhyun mengubah-ubah posisi sejenak kemudian tidur. Kibum menarik selimut tebal dibawah, mengenakannya pada Kyuhyun. Dia membungkus tubuh Kyuhyun agar tak kedinginan lalu terbangun dan mengganggu yang lain lagi. Kemudian Kibum berjaga sebentar, memastikan Kyuhyun benar-benar lelap. Dan sekian menit dia memutuskan kembali kekamarnya.
Saat keluar kamar, Kibum mendapati pembantunya berdiri di depan pintu. Mereka sedang memastikan Kyuhyun dapat perlakuan layak atau tidak dari Kibum. Kalau Kyuhyun kurang nyaman, mereka bisa membantu. Tapi dari yang mereka lihat tadi, Kibum tak melakukan apapun yang buruk pada Kyuhyun. Bahkan sekarang Kyuhyun sudah tidur nyenyak.
"Kalian untuk apa disini?". Pembantunya tak menjawab, mereka cuma menunduk. "Tidurlah, ini sudah sangat lambat!". Kibum meranjak tapi sedikit berpesan agar tak selalu menururi perintah Kyuhyun.
julie khoyul
"Sebenarnya Tuan Kim itu baik, tapi kenapa selalu dianggap jahat?"
"Anak muda", jawab ahjussi atas pertanyaan istrinya.
Ahjumma dan ahjussi meninggalkan kamar Kyuhyun seperti perintah Kibum tadi. Ini sudah lebih dari jam 2 pagi, tapi mereka tak mengantuk lagi setelah kejadian Kyuhyun berteriak ditengah malam tadi. Sudah kepalang tanggung untuk tidur lagi. Yah, diusia mereka sekarang ini sudah sulit untuk tidur lagi kalau terbangun lewat tengah malam. Maklum juga, mereka berdua pekerja keras.
"Yeobo!,
"Ne?",
"Nyonya Kyu itu manis sekali ya. Dari mana dulu Tuan dapatnya?"
"Dia itu manja"
"Iya, tapi manis", bela ahjumma. "Sebelum Nyonya datang, rumah ini seperti kuburan saja. Ada atau tak ada Tuan Kim, tetap saja sepi". Ahjussi menangguk kali ini. "Dan rasanya seperti makam gaji buta, kerja yang itu-itu saja, ringan dan tuan tak pernah cek sedikitpun".
"Kalau membicarakan Nyonya Kyu, jadi teringat Jonghoon. Bagaimana keadaannya? Apa sekolahnya lancar?".
Ahjussi dan ahjumma merindukankan anaknya yang sekarang sekolah di kota lain. Sebenarnya mereka kesepian tinggal dirumah Kibum. Memang apa-apa ada, pekerjaan mereka mudah, Kibum juga tak pernah merecoki pekerjaan mereka. Saking jarang interaksi dengan Kibum, kedua pembantunya merasa kerja tanpa majikan. Anak mereka sekolahnya jauh, kalau rindu mereka cuma bisa menelepon. Kalau untuk bertemu harus menunggu libur sekolah. Itulah kenapa kehadiran Kyuhyun disambut baik oleh keduannya. Mereka menyayangi Kyuhyun seperti anak sendiri.
"Yeobo!"
"Ne?"
"Penghangat ruangan di kamar tamu kan belum diperbaiki". Ahjussi berfikir sejenak. Iya, dia belum memanggil orang untuk memperbaikinya. "Kalau Nyonya tak bisa tidur..."
"Kita cek!"
Ahjussi dan ahjumma hendak kembali ke kamar Kyuhyun. Kalau Kyuhyun tak bisa tidur karena kedinginan atau lebih paranya sakit dan masuk angin gara-gara pemanas ruangannya rusak, mereka juga nanti yang repot. Sepasang pembantu itu berhenti saat melihat Kyuhyun keluar kamar membawa selimut tebalnya, bantal serta gulingnya juga. Dia lebih seperti tumpukan bantal dan guling berjalan bersama selimut. Ini lebih parah dari pada Ryeowook yang tempo hari membawa selimut tebal dan baju kebesaran dua angka. Kyuhyun berjalan sambil terus menggerutu. Dia tersandung dua kali tapi untungnya tak jatuh. Kyuhyun juga menabrak meja sampai mejanya bergeser. Dia tak peduli, kyuhyun mengantuk tapi tidur di kamar sangat dingin. Dia berinisiatif keluar, siapa tahu udara diluar sedikit lebih hangat.
Kyuhyun menjatuhkan semua barangnya di sofa panjang ruang tamu. Dia menata bantalnya ditepi, lalu merebah. Kyuhyun memakai selimutnya dan memeluk gulingnya lagi kemudian mencoba tidur. Ahjumma dan ahjussi tak berbuat apapun, mereka cuma memperhatikan tingkah Kyuhyun saja. Mereka sudah bisa menebak kalau Kyuhyun kedinginan dalam kamarnya. Dan sedikit lama memperhatikan Kyuhyun tak bergerak, berarti tidurnya sudah lebih baik.
"Aaaaaaaaarrrrggghhhh!", erang Kyuhyun sambil melempar gulingnya.
Dua pembantu Kibum kaget sejenak. Mereka bingung melihat tingkah Kyuhyun. Kyuhyun mengerang, melempar gulingnya kemudian bangkit dan menendang selimutnya.
"Kibum sialan, aku akan balas dendam!", rutuknya entah sengaja atau tidak.
Kyuhyun kembali menggerutu tak karuan. Dia bangkit lagi tapi kali ini tak membawa semua barangnya. Dia berjalan kekamar biasanya dia tidur, kamar Kibum. Disitu lebih nyaman, lebih hangat dan lebih disukai Kyuhyun. Kyuhyun membuka pintu kamar yang jarang dikunci itu kemudian masuk dan menutupnya, menghilangkan badannya dari pandangan pasangan pembantu yang mengamatinya sedari tadi.
"Katanya jahat, mau balas dendam, tapi kembalinya ke Tuan Kim juga", celetuk ahjussi tentang tingkah Kyuhyun barusan.
"Mungkin cinta anak muda jaman sekarang seperti itu, yeobo"
Ahjussi menggeleng lemah, dia tak menyangka kalau Kyuhyun sebegitu manisnya lebih terkesan aneh. Atau memang cinta anak muda jaman sekarang seperti itu, mengutip kata kata istrinya tadi. Yang penting Kyuhyun sekarang sudah berada di tempat yang seharusnya. Ahjussi menarik istrinya untuk kembali ke kamar mereka. Walau tak bisa tidur mereka bisa istirahat disana. Masalah Kyuhyun pastinya akan ditangani Kibum.
julie khoyul
Kyuhyun menjatuhkan dirinya disamping Kibum. Manager TC itu sudah terlelap saat Kyuhyun menggeser tubuh lebih dekat dengannya. Disinilah Kyuhyun mendapat kenyamanan tidur. Rasa kantuknya yang tadi tertunda sekarang datang lagi, seakan di ranjang inilah Kyuhyun diharuskan beristirahat. Kyuhyun menggeser lagi tubuhnya sampai menempel pada Kibum. Dipeluknya Kibum untuk mendapatkan kehangatan lebih banyak, Kibum memang dingin, tapi itu sifatnya saja, badannya hangat dan Kyuhyun suka.
"Kibum, aku mau tidur. Ayo cerita!", ajaknya sedikit mengigau. "Nanti aku tak bisa tidur, ayo, ayo cerita padaku", katanya lagi sambil menyembunyikan muka didekat leher Kibum
Kibum terbangun saat merasakan hembusan hangat dilehernya. Saat membuka mata didapatinya Kyuhyun meringkuk sambil memeluknya renggang. Kibum mengawasi Kyuhyun yang sedikit mengigau minta bercerita. Dia jadi terpikir, kalau Kyuhyun diasrama seperti ini, siapa yang dimintainya bercerita. Kasihan juga iblis ini. Kibum menarik badam Kyuhyun lebih mendekat, memasukkan namja itu dalam selimut bersamanya. Udara sangat dingin, walau pemanas sudah diaktifkan tetap tidak baik tidur tanpa selimut.
"Kibum!"
"Hn!"
"Ayo cerita. Aku tak bisa tidur!", rengeknya sambil menggosok gosokkan mukannya ke bagian dada Kibum.
"Kau bilang tak bisa tidur tapi kau sudah terpejam, Cho".
Kyuhyun tenang sejenak.
"Kibum!", panggilnya lagi setelah sekian detik terdiam.
"Hn!"
"Ayo cerita!", pintanya lebih memelas tapi mata Kyuhyun masih terpejam.
Kibum tersenyum kecil. Selama ini, satu hal yang seakan menjadi pantangan hidup Kibum telah runtuh detik ini juga. Kyuhyun didalam tidurnya telah membuat Kibun tersenyum, walau cuma senyum kecil. Dia tidak jatuh cinta pada Kyuhyun, dia cuma ingin tersenyum saja melihat Kyuhyun seperti ini. Lee Hyukjae adalah namja yang sangat dikagumi Kibum, tapi dia tak tahu ada hal yang lebih besar dari sebuah kekaguman.
"Aku tak bisa cerita, Cho. Tapi aku bisa lakukan hal lain selain bercerita".
Kibum bangkit dan menarik Kyuhyun juga untuk duduk. Kibum menyandarkan punggungnya pada headbed, dia kemudian membawa Kyuhyun duduk dipangkuannya. Kyuhyun menggelayut, bersandar sambil terpejam didada Kibum. Dia sangat mengantuk, matanya sudah tak bisa dibuka lagi, tapi mulutnya belum bisa tidur.
"Buka matamu!"
"Aku mengantuk. Ayo cerita!", Kibum tersenyum lagi. Biar saja, toh Kyuhyun juga tak melihat senyumnya.
"Buka matamu!", pinta Kibum lagi, tapi Kyuhyun masih terpejam sambil bergumam 'mengantuk', 'tak bisa tidur' dan 'ayo cerita'.
Kibum menarik kepala Kyuhyun mendekat, lebih dekat hingga sejajar dengan kepalanya. Dia sengaja menghembuskan nafas panasnya ke mata Kyuhyun, biar namja Cho itu mau membuka matanya. Sebelah kanan, sebelah kiri, kanan lagi, kiri lagi hingga Kyuhyun mulai mengangkat kelopak matanya. Mata Kyuhyun terbuka, tapi dia tak bisa melihat jelas. Kibum juga tak terlihat sempurna.
"Wajahmu buram", katanya yang kemudian mulai menyerah dengan kantuknya. "Aku mau tidur!"
"Jangan tidur dulu, katanya kau mau aku bercerita"
"Hn", sahut Kyuhyun yang entah didunia mana nyawanya tersangkut.
"Sepasang kekasih sedang berada ditepi danau. Mereka duduk dibawah pohon". Kyuhyun tak menyahut tapi ketika kepalanya mau terpuruk didada Kibum, Kibum segera menopangnya. "Sebut saja mereka namja besar dan namja kecil. Namja besar memangku namja kecil, kekasihnya itu. Karena udara bertiup semakin kencang, namja besar bertanya pada kekasihnya. 'Apa kau kedinginan?'". Kyuhyun berdehem lalu mengangguk. "Melihat namja kecil mengangguk, namja besar lalu mengeratkan pelukannya". Kibum mengeratkan sebelah tangannya dibelakang punggung Kyuhyun. Kyuhyun-pun ikut-ikutan bergeser merapat ke tubuh Kibum.
Kibum melanjutkan ceritanya.
"Walau udara sangat dingin, tapi cuaca sangat cerah. Namja besar senang sekali berada disitu. Bagaimana dengan namja kecil?"
"Aku senang!", jawab Kyuhyun tanpa sadar juga.
"Namja besar kemudian memandangi muka namja kecil". Kibum meraih dagu Kyuhyun dan menyejajarkan wajah mereka. "Ada sesuatu yang sangat menggiurkan di wajah namja kecil. Namja besar ingin sekali mendapatkannya, dan dia bertanya, bolehkan?"
"Boleh"
Kibum seakan menelan jarak antaranya dan Kyuhyun. Dia menempelkan bibirnya pada bibir Kyuhyun. Menggesekkan pelan kesana kemari, seakan menghaluskan permukaan yang kasar pada bibirnya. Kibum berhenti bergerak kesana kemari, memberi jeda sesaat walau mereka masih menempel. Kemudian dia mulai melumat, memeras dan menghisap inci demi inci permukaan merah itu. Beberapa detik, lalu dilepas.
"Namja kecil, kau suka?"
"Hn", Kyuhyun mengangguk.
"Mau lagi?"
"Hn", dia mengangguk.
Kibum mengulanginya lagi. Menempelkan, menggesek, melumat, mengisap lalu dilepas. Mengulang lagi, menempelkan, mengisap, melumat, sedikit mengigit dan dilepas. Kemudian dia melakukannya lagi, lagi dan lagi.
"Apakah namja kecil lelah?", tanya Kibum ke namja kecil atau namja iblis, siapapun itu.
"Sedikit!", jawabnya tak jujur. Jelas nafas Kyuhyun pendek-pendek dan terburu, dia lelah.
"Namja kecil tak boleh berbohong. Namja besar akan sedih sekali kalau sampai itu terjadi"
"Aku mengantuk!", katanya kemudian.
"Nah, itu baru benar. Namja besar berkata 'Ayo kita tidur sejenak dibawah pohon ini. Akan ku peluk kau erat sekali sampai udara dingin tak bisa menyentuhmu'". Kyuhyun mengangguk. Kemudian Kibum membawa Kyuhyun merebah kembali, menyelimuti diri bersama dan mendekap namja iblis itu seperti yang dikatakan namja besar dalam cerita.
julie khoyul
"Pagi ahjussi!", sapa Kyuhyun yang lewat ruang tamu. Dia mau ke dapur tapi berpapasan dengan ahjussi yang hendak keluar rumah. Ahjussi cuma tersenyum, pasalnya ini sudah lewat jam satu siang dan Kyuhyun menyapa selamat pagi.
Kyuhyun melenggang membiarkan ahjussi keluar rumah. Dia mau minta susu panas ke ahjumma. Ahjumma sudah pasti ada di dapur. Kyuhyun melewati sofa-sofa ruang tamu disitu ada Kibum yang fokus membaca buku dan namja kepala besar yang memegang map-nya. Yesung tengah gencar-gencarnya membujuk Kibum agar mau menolongnya.
"Hyung kenapa kau sudah ada disini? Aku kan baru bangun"
Yesung dan Kibum melihat arah datangnya Kyuhyun. Kibum melirik saja sih, kemudian kembali pada bukunya. Itu buku yang dibuang Kyuhyun malam itu, sudah ketemu ternyata. Yesung menggeleng melihat Kyuhyun, bukan karena bangun siang tapi karena Kyuhyun terlihat begitu aneh dengan piama biru bintang-bintang itu. Seperti... eh Yesung tiba-tiba membayangkan kalau Ryeowook memakai piama akan seperti apa ya? Bahkan perumpamaan untuk Kyuhyun tadi lupa dipikirkannya.
"Aku punya firasat kau akan bangun siang, Kyu. Jadi perjalan kesini tadi ku sempatkan ke toko elektronik. Ini PSP yang kau minta kemarin", tunjuk Yesung ke tas kertas hitam berlogo Sony. "Sekalian ku belikan juga chip game-nya"
"Wah kau baik sekali, Hyung", puji Kyuhyun sambil menghampiri Kibum dan Yesung, tepatnya menghampiri PSP-nya. Kyuhyun meraih bungkusan yang sekarang sah menjadi miliknya itu, kemudian duduk disamping Kibum.
"Itu karena kau juga baik, Kyu!".
Alasan Yesung membelikan PSP untuk Kyuhyun, kemarin sore sebelum Yesung pulang disempatkannya mencari namja imut incarannya. Dan kebetulan Yesung masuk kamar Kyuhyun, mereka berkenalan lalu saling membantu tentunya. Kyuhyun memberikan informasi soal Ryeowook dan Yesung memberi PSP sebagai bentuk rasa terima kasihnya. Kemarin Yesung juga sempat menemui Ryeowook sebentar walau akhirnya Ryeowook kembali diamankan oleh trainee lain. Lalu mengingat gosip Kibum dan Kyuhyun, dengan inisiatif tak masuk akalnya dia membawa Kyuhyun ke rumah Kibum.
Kibum sudah tahu kalau Yesung yang membawa Kyuhyun kemari. Siapa lagi kalau bukan si kepala besar itu? Dia datang pagi-pagi sekali. Saat Kibum keluar kamar, Yesung sudah menunggunya di sofa sambil menyengir lebar. Yesung minta Kibum bertukar tempat dengannya. Pasalnya perusahaan yang Yesung pimpin juga dapat undangan dari pengusaha yang akan mengadakan pesta itu. Dia tahu kalau pengusaha itu lebih suka berbisnis dengan orang yang sudah menikah. Karena menurut si pengusaha komitmen dengan istri atau suami membawa seorang pembisnis terarah dalam bisnis kedepannya, pemikiran stabil dan luas. Dan Yesung sudah terlanjur mengirimkan pesan ke si pembisnis kalau pemimpin perusahaannya sudah menikah. Yesung sendiri baru ingat setelahnya kalau dia belum menikah. Mumpung si pembisnis juga tak tahu wajah pemimpin perusahaan Yesung, dia mau bertukar tempat dengan Kibum. Biar Kibum yang datang dengan pacarnya atau siapapun yang mau disewa untuk pura-pura jadi istri. Kalau Yesung sendiri, dia tak pandai berpura-pura.
"Kau belun mandi, Cho?", tanyanya lebih terkesan mengejek.
"Aku sudah cuci muka dan gosok gigi", jawabnya ogah-ogahan, Kyuhyun masih dendam dengan Kibum setelah semalam diusir dari kamar. "AHJUMMAAAAA!",teriak Kyuhyun disambut pelototan dari Kibum.
"Jangan berteriak, ini bukan hutan!", tegur Kibum yang diindahkan Kyuhyun.
"Ya, ya. Ada apa? Ada apa?", tanya ahjumma gugup. "Mau makan?"
"Aku tak mau makan. Buatkan..."
"Susu coklat panas?", tebak ahjumma yang diangguki Kyuhyun.
"Ahjumma, buat untukku juga", dan ahjumma juga mengangguk. Dia sudah hafal kalau Yesung akan meminta yang aneh-aneh lagi. "Aku tak mau panas. Taruh separuh air panas, seperempat air dingin dan seperempat es batu. Taruh juga satu sendok gula". Lah Yesung inilah saudara Kibum yang ahjumma bilang aneh kemarin.
Ahjumma bergerak cepat, beberapa menit kemudian dua gelas susu coklat berbeda suhu itu terhidang didepan Kyuhyun dan Yesung. Kyuhyun mendekap erat box PSP-nya, sambil meniup-niup susu. Sedangnkan Yesung menunggui es-nya mencair. Dua orang aneh sedang duduk dikanan kiri Kibum ini. Kyuhyun menempelkan bibirnya pada gelas kemudian menyeruput susunya.
"Auuuu!", eluhnya sambil memegangi bibirnya yang luka.
"Kenapa dengan bibirmu?"
"Tak tahu, Hyung. Bibirku sudah robek saat aku bangun tadi. Sakiiiitt sekali", adunya sambil memajukan bibirnya yang luka. "Mungkin terantuk saat aku tidur"
Yesung mengalihkan pandang pada Kibum.
"Mungkin bibirmu robek saat kalian berciuman. Mungkin terantuk giginya Kibum!". Kyuhyun melirik Kibum, Yesung juga. Sedangkan Kibum sendiri mengernyit. Kapan dia berciuman dengan Kyuhyun? Untuk apa juga? Kalau dia mau ciuman dengan namja, Lee Hyukjae satu-satunya orang yang Kibum mau. "Jangan menyangkal, aku tahu kalau kalian sudah menikah. Ahjumma memberitahuku tadi pagi". Kali ini Kyuhyun juga ikut mengernyit. Dia merasa tak pernah menikah dengan Kibum. Pantas saja ahjumma sayang sekali padanya, jadi karena mereka menganggap Kyuhyun istrinya Kibum? Tapi siapa yang bilang Kyuhyun istrinya Kibum? Kemudian terlintas nama Heechul dibenak Kyuhyun. Siluman kurang kerjaan itulah yang bilang.
"Oh iya, semalam aku bermimpi Kibum mendongeng sebelum aku tidur. Dongeng tentang namja besar dan namja kecil"
"Pasti cerita seram lalu saling membunuh satu sama lain", tebak Yesung.
"Bukan, Hyung. Tentang namja besar dan namja kecil yang berciuman ditepi danau"
"Mungkin..." Yesung menoleh lagi pada Kibum.
"Apa?", tanya Kibum kasar dam Yesung menggeleng.
Mungkin ciuman mereka sampai terbawa mimpi, itu yang mau Yesung bilang.
To be continue
Eee sudah habis, besok- besok lagi. Nggak tahu harus nulis apa. Just thank you n see u soon!
