Contract with the Devil's Son

Chapter 14:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Hallo readers, balik lagi. Luamaaa ya.. but i'll try to update on time. Oiya, terima kasih buat semuanya. Kalian buat gue semangat nulis, walau agak lama. Reader baru, selamat datang. And chap 14 is showing...

Pelukan Kecil dari Mr. Kim

Sedari sore, setelah Yesung meninggalkan rumah Kibum, hingga hampir tengah malam ini tak ada ribut seperti sebelumnya. Kibum dan Kyuhyun sudah berada si kamar mereka, iya Kyuhyun mengklaim kamar itu miliknya juga, jadi Kibum tak berhak mengusirnya lagi. Kibum duduk bersandar pada headbed dan membaca buku, Kyuhyun juga. Si iblis itu duduk dan memainkan PSP baru-nya. Kyuhyun fokus memenceti PSP, dia mengatur PSP dan mulut-nya ke mode silent hingga tak ada suara apapun yang keluar. Tapi walau mulut sudah di silent, bibirnya terus komat kamit. Entah baca mantra, mengumpat atau menyemangati tokoh dalam game-nya. Kyuhyun memiring miringnya PSP-nya, kemudian menurunkan dan menaikkan lagi. Lalu dia memutarnya, memutarnya bersamaan dengan gerakan tangannya, seolah kalau dia menjungkir balikkan PSP, karakter dalam game-nya ikut jungkir balik.

Kyuhyun malam ini tak lagi mengenakan piama biru-nya. Tadi setelah mandi dia bersikeras menyuruh ahjumma mencari baju yang persis seperti yang Kibum kenakan. Kibum memakai T-shirt putih dan short hitam, dia tak lupa memakai celana dalam tentunya. Takut kalau Kyuhyun bilang jorok lagi padanya. Kyuhyun juga menirukan gaya Kibum, memakai short hitam dan T-shirt putih. Dia cuma ingin membuktikan kalau Kibum dan dirinya memakai barang serupa, dialah yang lebih keren. Ahjumma dan ahjussi memang bilang Kyuhyun keren, tapi mereka menambahkan kalimat seperti, 'short-nya pendek sedikit lebih baik, T-shirtnya kecil sedikit lebih keren' itu kan sama saja bilang kalau Kyuhyun tak lebih keren dari Kibum, tapi bilangnya secara halus. Bahkan Kyuhyun membarengi Kibum duduk dan menghabiskan waktu terjaga sebelum tidurnya untuk berkesibukan, tapi ahjumma dan ahjussi cuma bilang Kyuhyun sama kerennya dengan Kibum. Kyuhyun kecewa dengan mereka sampai dia mengurungkan niat untuk minta susu coklat panas sehabis makan malam tadi.

Kibum berhenti membaca pada halaman 144, membiarkan bukunya terbuka didepan mukanya tapi pikirannya kearah lain. Soal semalam, bagaimana bisa dirinya melakukan itu? Kibum mencium seorang iblis? Oh tidak, dia hanya khilaf. Salah iblis itu sendiri mengganggu tidur Kibum dengan mengigau minta didongengi. Semalah tidur Kibum terusik karena Kyuhyun meringkuk sampai mendesak posisi tidurnya, menjadikan Kibum terbangun. Dan saat Kibum memandangi wajah tidur iblis itu sedikit lebih lama, ada setan lain yang datang membisikkan sebuah kalimat 'cicipi selagi ada kesempatan'. Seketika otak Kibum berperang antara iya dicicipi semua atau iya dicicipi sedikit saja. Pilihan kedua diambil Kibum, pasalnya dia tak mau Kyuhyun nanti terbangun dan berteriak sakit pinggang lagi. Teriakan Kyuhyun benar-benar menganggu kesehatan telinganya. Dan terjadilah hal semalam, tapi Kibum tak menyangka kalau Kyuhyun memimpikan dua namja berciuman di tepi danau.

Kibum kembali membaca satu paragraf di halaman 144 itu lalu berhenti lagi. Kibum memikirkan soal rasanya. Dia pernah merasakan bibir Hyukjae dan sampai sekarang belum ada yang menandingi rasa nikmat dari bibir itu. Kyuhyun? Kibum menyebutnya seperti es krim. Walau terakhir kali Kibum makan es krim sekitaran kelas 6 SD, dia masih ingat rasanya. Es krim, perpaduan antara manis, lembut dan dingin, lumayanlah bagi Kibum. Kibum menolehkan muka kearah Kyuhyun, didapatinya iblis itu fokus kearah layar PSP sambil memonyong monyongkan bibir. Kibum tidak merasa mesum, dia mampu menutupi hasratnya sedemikian rupa, hanya saja dia merindukan makan es krim saat melihat Kyuhyun.

"Cho!"

"Sssssstttt! Jangan berisik, aku sedang konsentrasi"

"Sejak kapan ahjumma dan ahjussi menganggapmu sebagai istriku?", tanya Kibum mengabaikan peringatan Kyuhyun.

"Ssssstttttt!"

Kibum menghela nafas menanggapi mahkluk satu itu. Dia memilih kembali pada bukunya, dari pada mengurus iblis yang sok sibuk. Kibum selesai membaca halaman 144 dengan cepat, kemudian beralih ke halaman selanjutnya. Pintu kamarnya diketuk saat dia mulai membaca sebaris kalimat.

"Ya!", sahutnya.

"Susu coklat panas, Tuan!", jawab ahjumma dari luar kamar

"Haaahh!", sorak Kyuhyun dengan gembira. Dia memang mengidamkan susu panas, tapi karena kejadian marahnya pada pembantu Kibum dia tak jadi minta. Beruntung ahjumma baik sekali, dan selalu tahu apa yang Kyuhyun inginkan tanpa meminta. Kyuhyun mem-pause game-nya, merebut paksa buku yang Kibum baca dan menukarnya dengan PSP-nya. "Masuk, ahjumma!", teriaknya setelah memasang posisi pura-pura membaca.

Ahjumma muncul dari balik pintu, yeoja paruh baya itu tersenyum kecil melihat dua tuannya duduk manis tanpa bertengkar. Tapi kemudian dia tersenyum lebar mendapati Kibum mengernyit dengan PSP Kyuhyun lalu meletakkannya diatas nakas. Tidak mungkin sekali kalau Tuan-nya itu menghabiskan waktunya untuk main game, berarti Kyuhyun yang pura-pura membaca. Kyuhyun menyudahi membaca, dia menurunkan buku dari depan mukanya dan tersenyum semanis mungkin.

"Ahjumma ini sudah lewat jam tidurmu dan kau masih mengantarkan susu padaku? Aku jadi tidak enak merepotkanmu terus". Kyuhyun akting biar terlihat lebih berwibawa dari pada Kibum.

"Tidak apa-apa", jawab ahjumma sambil menahan tawa.

"Kau sakit, Cho? Biasanya lebih dari tengah malam kau berteriak-teriak memanggil ahjumma", ejek Kibum.

"Kenapa? Sirik saja. Urusi urusanmu sendiri".

Kyuhyun melempar buku ke arah Kibum dan untungnya tidak mengenai kepala. Kyuhyun menyambut susu coklat panas yang diulurkan ahjumma. Seperti biasa dia meniup-niupnya lama sekali membiarkan ahjumma menunggu sambil berdiri disamping ranjangnya. Kyuhyun melirik kearah ahjumma, wanita itu pasti menunggui gelasnya. Kalau gelas bekas susu dibiarkan disini, nanti ada semut. Kibum bisa memarahi ahjumma.

"Kau boleh pergi tidur, nanti kuletakkan gelasnya didapur!" Ahjumma bergeming, dia tak yakin Kyuhyun mau melakukan itu. "Ahjumma, kubilang boleh pergi".

"Biar dia kembalikan sendiri gelasnya. Istirahatlah", kata Kibum meluruskan kalimat pengusiran Kyuhyun.

"Baik, Tuan!". Ahjumma menurut, kemudian yeoja itu meninggalkan kamar. Ya, dilihat dari segi manapun sekarang ini Kibum jauh lebih bijak dari pada Kyuhyun.

Kyuhyun meniup susunya sekali dua kali kemudian menyesapnya. Dia melakukannya berulang-ulang hingga tinggal separu susu dalam gelasnya. Kyuhyun ingat kalau besok dia mengajak ahjussi dan ahjumma jalan-jalan. Dia sudah terlanjur berjanji, walau sempat marah karena dua pembantu itu tak mengatakan bahwa dia lebih keren dari kibum tapi janjinya harus ditepati. Kyuhyun melirik Kibum ditengah aksinya meminum susu. Manager TC itu kembali membaca bukunya. Kyuhyun rasa Kibum cuma berlagak sok keren didepannya. Suatu saat Kyuhyun bisa lebih keren dari Kibum.

"Kibum!"

"Jangan mengganggu, aku sibuk", Kibum balas dendam.

"Aku yang punya dendam padamu kenapa kau yang membalas!", kata Kyuhyun memulai perdebatan. Kibum melirik saja, kemudian kembali membaca. "Besok aku akan jalan-jalan dengan ahjumma dan ahjussi". Kibum tak mau menanggapi, tapi Kyuhyun yakin manusia es itu mendengar apa yang dikatakannya. "Kita mau belanja!"

"Kau mau mengajakku? Tidak perlu, aku punya banyak hal yang lebih berguna dari pada belanja dengamu"

"Aku tidak mengajakmu, berikan aku uang untuk belanja besok!", pintanya lebih tepat paksanya.

"Kau yang mau pergi, kau yang mau belanja lalu kenapa minta uang padaku?"

"Aku tak punya uang, manusia es!", katanya sambil meremat gelasnya saking geram dengan Kibum.

"Kalau tak punya uang, jangan mengajak orang belanja".

"Kau tak pernah mengajak mereka belanja. Aku dengan baik hati mengajak mereka biar mereka tak suntuk dirumah terus", terang Kyuhyun. "Majikan macam apa kau ini, tak ada perhatian sama sekali dengan pembantu. Kau kira mereka bekerja lalu kau bayar, itu cukup? Mereka juga butuh diperhatikan", tambahnya lebih didramatisir.

Kibuk masih tak merespon Kyuhyun. Baginya terlalu banyak meladeni iblis itu bisa merusak otaknya. Kyuhyun itu banyak maunya, kalau dituruti tak akan ada habisnya. Lagi pula untuk apa juga Kibum menurutinya?

Kyuhyun mendesah kecewa karena tak ditanggapi. Ok, dia memang sering tak menanggapi kata orang, tapi orang lain harus menanggapi apa yang dia katakan. Egois? Memang Cho Kyuhyun egois. Semua orang harus menanggapinya bagaimanapun caranya, termasuk Kibum. Kyuhyun meletakkan gelasnya yang masih berisi setengah, dia memulurkan tangan secepatnya ke buku Kibum. Dia ingin mengambil buku itu, melemparnya seperti malam lalu. Kibum menjauhkan bukunya sebelum tangan Kyuhyun sampai, manager TC itu sudah bisa menebak kalau bukunya akan jadi sasaran lempar lagi. Kibum meraih PSP dan meletakkannya ke tangan Kyuhyun, dan ketika Kyuhyun akan melemparkannya tapi urung karena itu PSP barunya.

"Cho, bisa kau tak mencari gara-gara di tengah malam?", pinta Kibum lebih tegas.

"Kalau kau memberiku uang untuk belanja besok!", balas Kyuhyun sama tegasnya.

"Habiskan susumu dan pergi tidur. Aku tak mau dengar kau berteriak-teriak lagi!", perintah Kibum.

"Kalau kau memberiku uang untuk belanja besok!"

"Minum dan pergi tidur, Cho!"

"Tidak mau, aku mau uang untuk besok!"

"Cho...!". Kibum sudah geram, selalu Kyuhyun mencari masalah dengannya. "Kalau kau tak bisa diam, keluar dari sini!", perintah Kibum dingin. Dia mulai lelah dengan Cho Kyuhyun yang kekanakan.

"Apa? Kau mengusirku? Tidak bisa. Kalau kau yang tak mau dengar aku ribut kenapa tidak kau sendiri yang keluar?"

"Masih ingat ini rumahku, kamarku jadi kau yang pantas pergi!", kata Kibum lagi lebih dingin.

Kibum kenapa jadi menakutkan begitu? Kyuhyun kan cuma minta uang untuk belanja. Kibum punya banyak uang, kenapa harus pelit? Kyuhyun sedikit takut kalau Kibum tak hanya mengusirnya dari kamar. Kalau Kibum sampai menendangnya dari rumah, Kyuhyun harus kemana malam-malam begini? Kyuhyun memutuskan menyerah dulu kali ini. Mungkin mencoba lagi besok pagi setelah amarah Kibum mereda akan berhasil.

"Aku akan tidur!", katanya yang langsung memasang pose tidur. Kyuhyun masuk selimut, mendekap PSP-nya lalu memejamkan mata.

"Habiskan susumu dulu!", perintah Kibum yang kali ini nadanya sudah kembali normal. "Cho!", panggil Kibum setelah merasa diabaikan.

Kyuhyun langsung bangkit meraih gelas susunya dan menegak habis isinya. Kyuhyun keluar dari dalam selimut, dia membawa gelasnya berjalan menjauh dari ranjang lalu keluar kamar. Kibum heran jadinya, mau maunya Kyuhyun mengembalikan gelas kedapur. Beberapa menit kemudian Kyuhyun kembali, tapi dia tak langsung ke ranjang. Kyuhyun masuk kamar mandi, mungkin gosok gigi dan mencuci tangan. Setelah dia kembali, langsung menempati tempat semula dan memejamkan mata sambil memeluk PSP-nya. Kibum kembali heran, Kyuhyun bahkan tak berkata apapun sampai dia terpejam. Kalau Kibum yang melakukannya, itu sudah biasa, tapi ini Kyuhyun, agaknya mustahil kalau Kyuhyun diam saja ketika ada Kibum disampingnya. Apa Kyuhyun sedang merajuk?

"Pakai selimutmu!", perintah Kibum yang tak ditanggapi Kyuhyun. Kyuhyun tidur atau pura-pura tidur, yang jelas dia marah dengan Kibum. "Akan ku berikan uangnya besok!". Tiba-tiba Kyuhyun bangkit, mengangkat tubuhnya memasuki selimut tebal kemudian dia kembali tidur ke posisi semula.

Kibum menghapal halaman terakhir yang dia baca, kemudian dia meletakkan bukunya di atas nakas. Kibum mematikan lampu kemudian berbaring dan memulai tidur juga. Kedengarannya memang tidak pas kalau dia menyuruh orang tidur sedangkan dirinya masih terjaga, jadi dia mengikuti jejak Kyuhyun, toh malam sudah terlalu larut.

"Jangan bohong, awas saja kalau kau sampai bohong!", ancam Kyuhyun kemudian kembali diam dan tidur.

julie khoyul

Minggu pagi yang cerah, secerah hati Cho Iblis Kyuhyun yang sedang berpatut didepan cermin besar. Dia bukan sedang menggunakan make up dengan gaun, dia cuma ingin mengacai dirinya, melihat penampilannya pas untuk jalan-jalan hari ini. Kyuhyun tidak terlambat bangun hari ini, dia sudah memasang alarm dalam otaknya kalau hari ini tak boleh telat. Dan sekarang dia sudah siap jalan-jalan.

"Pagi!", sapanya pada Kibum yang duduk di sofa ruang tamu.

Kibum membaca buku yang sama dengan yang semalam saat Kyuhyun lewat. Disampingnya ada map dari Yesung yang kemarin itu. Tadi Kibum mengoreksinya sedikit. Walau Kibum tak bilang menyetujui permintaan Yesung, dia juga tak membiarkan proposal dari Yesung banyak kesalahan. Dia melirik sejenak ke Kyuhyun, sudah rapi dan wangi. Kyuhyun memakai parfum Kibum ternyata. Tapi untungnya Kibum tak punya parfum aroma bunga atau buah, iblis itu bisa menertawakannya nanti. Kibum memutuskan mengamati Kyuhyun ketika melirik saja tidak cukup baginya. Dia melihat Kyuhyun dari atas ke bawah, kaosnya, mantel tebalnya, celananya lalu sendal jepitnya. Yang benar saja, memadukan pakaian bermerk dengan sendal jepit?

"Kau mau jual diri, Cho!".

Kyuhyun mengernyit mendengar penuturan Kibum. Sebegitu jahatnya dia? Wajah berbinar yang sudah terpasang sedari bangun, hilang sudah dari Kyuhyun. Dia kecewa, Kibum dengan tak berperasaan mengatakan hal tabu seperti itu. Kibum yang melihat perubahan dimuka Kyuhyun, mengoreksi kembali kalimatnya. Dia tak bermaksud kearah sana. Dia tak bermaksud melukai hati Kyuhyun dengan kalimat tadi.

"Keluarkan semua tag dari bajumu!", perintah Kibum sambil menunjuk juntaian tag yang ada dibelakang baju Kyuhyun. Dia harap Kyuhyun mau mengerti kalau Kibum bercanda.

Kyuhyun menolehkan wajahnya kebelakang dan dia mendapati tag baju menggantung dibelakang lehernya. Kyuhyun tersenyum lebar, dia lupa mengeluarkannya tadi. Untung Kibum mengingatkan, kalau tidak orang lain diluar sana juga akan bilang hal yang sama dengan Kibum tadi.

"Kibum, kau tak punya sepatu yang bagus ya? Masa aku harus keluar dengan sendal jepit begini?"

Kibum kembali pada bukunya, dia tak mau ambil pusing dengan tingkah Kyuhyun. Minggu yang dikatakan hari damai sedunia bagi Kibum, akan dihabiskannya dirumah. Membaca buku sebanyak dia bisa. Bersantai sampai bosan. Lalu Kyuhyun mau kemana?

"Kau mau kemana?", tanyanya tanpa merubah posisi.

"Jalan-jalan. Kau lupa? Jangan-jangan kau juga lupa kalau mau memberiku uang untuk belanja".

"Kapan aku bilang?", tanya Kibum santai. Aih, penyakitnya Kibum kembali.

"Semalam sebelum tidur"

"Aku tidak ingat pernah mengatakannya"

"Apa maksudmu?", teriak Kyuhyun. "Aku turuti kemauanmu semalam dan kau bohong padaku!".

Ahjumma melongok dari dapur ketika mendengar teriakan Kyuhyun. Yeoja itu menggelengkan kepala. Lagi ini terjadi, kalau biasanya tengah malam ini berganti dipagi hari. Kibum itu pelupa dan Kyuhyun itu manja, kalau mengharapkan ketenangan dari mereka jelas tak akan mungkin. Lagi pula pertengakaran sepihak dari Kyuhyun yang selalu berteriak-teriak dan Kibum yang menanggapi sepatah dua patah kata, boleh dianggap pemeriah suasana. Ahjumma dan suaminya terlalu bosan dengan ketenangan.

"Kau selalu jahat padaku, kau menyebalkan. Kau tak suka aku disini, kan?" Ahjumma yang tadinya kembali ke pekerjaannya berhenti seketika. Buru-buru dia menghampiri Kyuhyun karena sebentar lagi Kyuhyun pasti membahas soal pergi dari rumah. Kalau malam, ada alasan untuk menetap tapi ini pagi, bisa jadi Kyuhyun benar-benar pergi. "Semalam kau tak perlu membujukku agar aku juga tak perlu menurutimu kalau akhirnya kau ingin aku pergi dari sini!"

"Cho!"

"Apa?", Kyuhyun sudah sangat marah walau ahjumma disampingnya berusaha menenangkan. "Aku sakit hati, Kibum. Aku benci kau!", teriak Kyuhyun lagi.

Ahjumma memeganggi lengan Kyuhyun, bermaksud mendinginkan amarahnya. Kyuhyun sudah manja dan mudah meledak, hobinya adalah berteriak. Ahjumma paham soal sifat macam itu, cuma perlakuan manis yang bisa menahklukkannya, tapi Kibum terlihat sama sekali tak peduli dengan Kyuhyun. Ahjumma jadi berfikir, apa modal Kibum dan Kuhyun menikah dulu? Itu sebatas pengetahuan ahjumma beberapa hari ini, nyatanya dia tak tahu kalau Kyuhyun yang disini berbeda dengan Kyuhyun yang diluar sana.

"Sabar, sabar!", kata ahjumma sambil mengelus lengan Kyuhyun.

"Ahjumma", rengeknya lain ke Kibum lain ke ahjumma. "Kibum bohong padaku, dia bilang akan memberiku uang untuk kita belanja hari ini. Padahal aku sudah menuruti kemauannya semalam", adunya sambil memasang muka memelas.

Ahjumma berfikir, pasti Kibum memaksa Kyuhyun lagi. Untung saja Kyuhyun tidak mengeluh sakit pinggang, atau Kyuhyun menahan sakit pinggangnya demi janjinya jalan-jalan hari ini? Ahjumma menatap miris pada Kyuhyun. Dia merasa sangat kasihan, sebegitunya Kibum memperlakukan istrinya. Jangan-jangan Kibum menikahi Kyuhyun karena dia hanya menginginkan tubuh Kyuhyun saja? Ah tidak mungkin tuannya sebegitu jahat.

"Bertingkahlah sesuai umurmu, kau bukan anak anak lagi!"

"Tu kan, ahjumma. Dia tak suka padaku!", adunya lagi-lagi dengan muka memelas.

"Cho!"

"Ya ya ya ya, kau menang. Ini rumahmu, kau berhak melakukan apapun. Kau tidak suka padaku, kau benci padaku dan kau akan mengusirku kan? Sekarang bukan malam hari, aku akan benar-benar pergi dari sini", teriaknya lagi.

"Jangan begitu, tidak baik marah-marah lalu pergi dari rumah"

"Aku memang bukan majikanmu, aku tak menggajimu jadi tak pantas dibela". Ahjumma mendesah karena belum bisa menahklukkan amarah Kyuhyun. "Aku pergi saja dari sini, kalian semua jahat padaku!".

Kyuhyun meronta dari pegangan ahjumma. Melepaskan tangannya sebisa mungkin dari pembantu Kibum itu. Bahkan dia menyentakkan tangan yeoja paruh baya itu agar bisa lepas. Kyuhyun tak bermaksud kasar, dia cuma ingin pergi. Berikutnya Kyuhyun berhasil lepas dari cengkraman ahjumma. Dia berjalan cepat-cepat menuju pintu depan sambil menopang pinggangnya dengan sebelah tangan, menjadikan ahjumma yakin kalau semalam Kibum memang memaksanya. Dia membuka pintu depan kemudian membantingnya dari luar. Dan Cho Kyuhyun benar-benar pergi.

"Tuan,", panggil ahjumma seolah menyadarkan Kibum, tidak baik membiarkan istri pergi seperti itu. Kejar!

Kibum terdiam sesaat. Dia benar-benar tak habis pikir, hanya perkara Kibum lupa janjinya memberi uang saja Kyuhyun sudah kabur dari rumah. Belum jadi istrinya saja sudah banyak menyusahkan, Coba kalau Kibum sudah menikahi Kyuhyun dan hidup seperti ini setiap harinya, Kibum bisa capek segalanya. Capek badan, capek hati dan capek otak. Eh iya, kelihatannya Kibum memang sudah menyusun rencana untuk memberi bantuan Yesung, sekarang saja dia sudah mulai menganggap Kyuhyun menjadi setengah istrinya. Kibum menutup bukunya dan bangkit dari sofa, tapi sebelum beranjak pintu depan terbuka memunculkan sosok Kyuhyun dengam cengiran lebar.

Kyuhyun kembali, dia masuk tanpa rasa malu atau apapun. Selalu dia yang bilang akan pergi tapi akhirnya dia menetap juga, dan sekarang dia melenggang santai kedalam rumah. Kyuhyun melewati ahjumma yang terbengong atas kehadirannya lagi. Dia mengipas mukanya dengan telapak tangannya sambil pura-pura kepanasan.

"Kenapa kembali lagi?", tanya Kibum yang berakhir duduk kembali setelah mendapati Kyuhyun di hadapannya.

"Diluar panas sekali. Aku pergi lain kali saja!", jawabnya mengarang bebas. Siapa yang akan percaya alasannya, ini musim dingin semua orang pakai mantel saat bepergian. "Ahjumma, aku tidak mau makam. Buatkan aku susu coklat panas", ahjumma menggangguk masih dalam keadaan terbengong. "Antar ke kamar ya!". Kyuhyun lagi-lagi melenggang yang kali ini menuju kamar biasanya setelah permintaannya disanggupi ahjumma. Kibum melanjutkan bacaannya walau sebenarnya dia ingin menggelengkan kepala mendapati tingkah Kyuhyun yang ajaib itu.

Jeda hampir dua jam dan Kibum masih duduk di sofa. Dia sudah menyelesaikan bukunya, sekarang dia kembali membuka map yang ditinggalkan Yesung. Isinya sebuah permohonan kerja sama, permohonannya tidak terlalu berbelit tapi peraturan yang mengharuskan memiliki istri saat pengajuan kerjasama itu yang sulit. Kibum bisa saja mengajak Kyuhyun, toh Yesung dan kedua pembantunya terlanjur menganggap Kyuhyun istrinya, tapi dengan sifat Kyuhyun seperti itu bisakah dia diajak? Atau Kibum harus mengajak Lee Hyukjae? Itu bisa jadi opsi kedua.

"Udara diluar tak panas lagi, aku akan pergi sakarang!", kata Kyuhyun yang tiba-tiba muncul didekatnya.

Kibum tidak lagi setertarik tadi. Kalau Kyuhyun mau pergi kenapa harus bilang-bilang, tinggal pergi saja apa susahnya. Kalau Kyuhyun mengatakan niatannya palingan cuma untuk menggertak atau... Kibum melirik Kyuhyun kemudiam melotot seperti tempo hari. Kyuhyun masih dengan dandanam sama, hanya saja iblis itu menukar kaosnya dengan sweeter abu-abu milik Kibum. Sweeter kesayangan Kibum itu sudah disembunyikannya serapat mungkin, bagaimana bisa Kyuhyun menemukannya? Apa mungkin dia mengacak seluruh isi lemari lagi?

"Tadi kau kira aku akan jual diri kan? Sekarang aku mau bakar diri, biar aku hangus bersama sweeter kesayanganmu ini", ancamnya tak masuk akal, tapi itu sweeter kesayangan Kibum tentu Kibum takut.

"Cho, kau boleh pergi dan mengambil apapun, tapi tinggalkan sweeter itu!", perintah Kibum.

"Tidak mau. Mulai sekarang sweeter ini milikku"

"Seenaknya sekali. Tukar bajumu!"

"Kalau aku tidak mau, kau mau apa?", tantang Kyuhyun. "Menelanjangiku? Ih, tidak bisa ya!"

"Cho, tukar baju!"

"No Way!"

"Tukar sekarang!", perintah Kibum.

"Kalau kau memberiku uang untuk belanja, baru aku tukar"

"Cho!", erang Kibum sambil melempar mapnya kesamping sofa.

"Apa? Apa? Kau mau menelangjangiku? Tidak bisa!", katanya tapi kemudian mundur beberapa langkah saat tahu Kibum berdiri dari sofa

"Yaaaak kau mau apa?", tanyanya saat Kibum mulai berjalan ke arahnya. "Aku cuma bercanda, aku bercanda. Ampun Kibum, jangan telanjangi aku!", katanya memohon mohon sambil melangkah mundur. "AHJUMMAAAAAAA, AHJUSSIIIIIIIIIII, KIBUM MAU MENELANJANGIKUUUII!", teriaknya saat kehabisan akal.

Ahjussi yang mengerjakam sesuatu didepan segera berlari masuk rumah. Ahjumma yang membenahi isi lemari Kibum yang berusan diacak-acak Kyuhyun-pun segera keluar kamar. Kedua pembantu Kibum kebingungan ada apa lagi Kyuhyun berteriak?

Kyuhyun sudah terpejam dan memeluk tubuhnya sendiri saat Kibum berdiri dihadapannya. Kibum tidak melakukan apa-apa, dia cuma mau ke kamar, tapi Kyuhyun terlalu heboh.

"Kenapa berhenti, kau tidak jadi menelanjangiku?", tanya Kyuhyun yang melihat Kibum berdiri sambil bersedekap.

"Kau mau kutelanjangi? Tidak sekarang, tapi nanti malam!", kata Kibum bercanda sambil bersiap pergi.

"Jangam begitu. Eh, kau mau kemana?", cegah Kyuhyun mendapati Kibum hendak pergi.

"Ganti baju. Ku antar kalian, aku tak mau kau semena mena dengam ahjumma dan ahjussi di luar sana", jawab Kibum sambil mulai berjalan.

"Benarkah?", Kyuhyun tersenyum lebar. "AHJUMMAA, AHJUSIIII, KIBUM TAK JADI MENELANJANGIKUUUU!"

"Tak perlu berteriak, mereka ada di belakangmu", bemtak Kibum dari kejauhan.

Kyuhyun tertawa garing saat melihat memang keduanya ada dibelakangnya. Kyuhyun jadi malu soal candaan Kibum yang akan menelanjanginya nanti malam.

"Kaliam cepat ganti baju, ayo kita jalan-jalan!", perihtahnya yang langsung dituruti keduanya.

julie khoyul

Minggu lewat tengah hari, semua restoran fastfood di mall ramai dengan anak-anak muda. Bergerombol atau berduaan saja. Memesan satu dua makanan lalu duduk berlama-lama disitu. Dua orang namja sedang duduk disalah satu meja resto. Namja besar dan Namja kecil, mereka duduk berhadapan. Namja besar mengusap pelan bibir namja kecil setelah menyuapkan es krim padanya. Namja besar tertegun, dia lama sekali mengusap bibir si namja kecil padahal tak ada apapun dibibir itu.

"Baek!". Si namja kecil mengangguk tahu apa maksud namja besar. "Tapi disini ramai, Baek"

"Tidak apa-apa, Yeol. Mereka tak akan peduli!"

Kemudian namja besar tak merasa sungkan lagi. Dia memajukan wajahnya, sedikit demi sedikit mengikis ruang antaranya. Melihat namja kecil terpejam menunggu datangnya bibirnya, namja besarpun ikut memejamkan mata. Berciuman saat terpejam, rasanya sampai kedalam-dalam, seakan hati mereka saling bersentuhan juga. Namja besar mulai dekat, bibirnya hampir menyentuh bibir namja kecil, sedikit lagi.

"Aduduh aduduh. So sweet!", ada suara iblis menginterupsi.

Seketika dua namja beda ukuran itu membuka mata, saling menjauh satu sama lain. Namja besar muram dan namja kecil manyun sedangkan iblis yang tak tahu tempat dan waktu itu tersenyum lebar.

"Hyung, ini kan tempat kami. Kenapa kau ikut duduk disini?", tanya namja besar.

"Mengganggu, padahal sedikit lagi", gumam namja kecil. Pendengaran iblis sangat tajam, Kyuhyun jelas bisa mendengar.

"Siapa namamu?", tanyanya pada namja kecil.

"Baekhyun"

"Kau?", kemudian giliran namja besar.

"Aku Chanyeol, Hyung. Park Chanyeol", terangnya sambil tersenyum lebar. Kemudian Chanyeol muram. "Bisakan kau pindah, Hyung. Kita belum selesai!", pintanya.

"Ck. Kaliam tahu, tadi didekat pintu masuk ada sepasang suami istri mencari anaknya. 'Baek Baek Baek', begitu teriak mereka. Bahkan mereka pergi ke pos satpam untuk minta bantuan".

Dua namja di depan Kyuhyun mulai kebingungan. Entah apa yang mereka hadapi, tapi sepertinya menakutkan bagi mereka.

"Baek, itu orang tuamu. Bagaimana mereka tahu kalau kita disini?", namja besar kalang kabut. "Aku tak mau ditampar appa-mu lagi, baek!"

"Aku juga takut, Yeol. Eomma pasti akan memarahiku lagi, lalu memotong uang jajanku".

"Hyung, mereka ada dimana sekarang?", tanya Chanyeol cemas.

"Seseorang menunjukan lantai dua pada mereka"

"Ini kan lantai dua, Yeol. Appa dam Eomma akan segera kemari"

"Kita harus segera pergi dari sini kalau begitu. Hyung, kalau mereka datang kesini dan bertanya soal kami, jangan beritahu ya!", pinta Chanyeol sambil menangkupkan kedua telapak tangannya memohon. Baekhyun-pun ikut-ikutan.

"Baiklah, cepat pergi dari sini. Jangan sampai ketahuan!", usir Kyuhyun.

"Gomawo, Hyung!", dan keduanya berlalu.

Kyuhyun dan semua punggawanya pergi ke mall, ahjumma sebagai pembantunya, ahjussi sebagai bodyguard dan Kibum sopirnya. Kyuhyun tadi sudah menunjuk-nunjuk tempat yang harus mereka kunjungi, tapi Kibum tak mau memenuhinya. Kyuhyun juga bersikeras mengantar ahjumma dan ahjussi belanja, tapi mereka tak beli apapun. Mereka takut Kibum bosan menunggui. Kyuhyun juga bersikeras mengantar Kibum beli buku, tapi berakhir terkantuk-kantuk karena selain membeli Kibum juga membaca ditempat. Pada giliran Kyuhyun minta ditemani ke game center, Kibum menolak, ahjumma dan ahjussi beralasan ada keperluan lain. Kyuhyun dongkol karena dia sudah menemani mereka tadinya, tapi gilirannya tiba, dia diacuhkan semua orang. Hampir dia teriak-teriak lagi kalau Kibum tak segera menyodorkan uang padanya. Tapi Kyuhyun masih tak terima, berakhir dengan Kyuhyun mengambil semua uang cash dari dompet Kibum.

Ke game center sendirian membuatnya bosan, sedang uang yang diambilnya dari Kibum masih banyak. Kyuhyun memutuskan masuk restoran untuk beli es krim, tapi restoran fastfood yang didatanginya penuh. Dia tak mau ke tempat lain, kalau kata Kyuhyun itu pemborosan energi. Untuk ke restoran sebelah, berapa energi yang dikeluarkannya untuk berjalan? Lalu kalau restoran sebelah penuh juga, dia harus ketempat lain juga. Kyuhyun tak akan sudi. Berakhir dengan pengusiran halus pada dua remaja tadi.

Kyuhyun sudah menghabiskan dua cups es krim, setelah ini dia tak tahu harus apa. Tak ada ahjumma dan ahjussi jadi membosankan. Kibum juga kemana perginya, dia jadi sendirian sejak beberapa jam yang lalu. Coba kalau teman-temannya di asrama ikut jalan-jalan juga pasti asik. Ini sudah sore dan Kyuhyun belum menemukan apapun untuk dilakukan. Kyuhyun mengedarkan matanya kesekitar siapa tahu ada yang menarik perhatiannya. Dari jauh, Kyuhyun menangkap sosok Kibum turun lewat eskalator dan Kyuhyun memutuskan untuk mengikutinya.

Kyuhyun berjalan di belakang Kibum beberapa meter, biasa saja toh Kibum sama sekali tak melihat ke belakang. Hingga Kibum memasuki departemen store, Kyuhyun juga masuk. Kibum berjalan dideretan susu botol, dia memilih lalu mengambil satu, kemudian mengembalikannya lagi, lalu mengambil merk dan rasa yang lain satu, tapi dikembalikan lagi. Kibum menemui seorang pelayan setelahnya, berbicara sebentar kemudian dia berjalan ke arah kasir. Kyuhyun, meniru gerak Kibum, tapi dia dibagian es krim, berakhir juga meminta hal sama seperti Kibum ke pelayan yang tadi ditemui Kibum.

Pelayan menurunkan satu box besar berisi selusin susu botol. Kemudian datang seorang meletakkan satu cooler box berisi selusin es krim juga. Kibum tadinya diam saja, karena pelayan tak mengatakan apapun padanya, tapi setelah kasir memasukkan es krim itu dalam bill-nya Kibum baru bereaksi.

"Aku yang memesannya!", kata Kyuhyun yang muncul dari belakang pelayan. Dia membawa sekeranjang snack yang juga diserahkannya pada kasir. "Jadikan satu!", katanya ke kasir.

"Untuk apa membeli es krim sebanyak ini?"

"Kau juga membeli susu sebanyak itu untuk siapa? Kau tak suka susu, aku juga tak suka susu dingin. Ahjumma dan ahjussi lebih tidak mungkin. Yesung hyung, jelas bisa beli sendiri"

"Bukan urusanmu. Bayar belanjaanmu sendiri"

"Tidak bisa begitu. Kasir sudah menyatukannya dalam satu nota, kasihan dia kalau harus memisahkan lagi. Iya kan? Iya kan?", Kyuhyun memulai bertingkah didepan Kibim. "Lagi pula kau kaya. Tidak baik orang kaya jadi pelit, apa kata orang?", bujuknya diikuti senyuman pelayan disekitar situ.

Kibum mengeluarkan kartu kreditnya, membayar kemudian mengangkat barangnya sendiri. Dia keluar cepat-cepat tanpa peduli Kyuhyun teriak-teriak minta bantuan dibawakan. Kibum tak kembali, tapi Kyuhyun masih diam ditempat. Pelayan sudah memawarkan diri membawakan, tapi Kyuhyun menolak dengan dalih Kibum akan datang kembali. Sampai satu jam menunggu baru ahjussi berdiri dihadapannya.

"Mana yang harus ku bawakan?", tanya ahjussi menyadarkan Kyuhyun dari manyunnya.

"Ahjussi, Kibum meninggalkanku. Dia tak mau bantu"

"Iya, tuan menyuruhku untuk membantumu. Mana yang harus dibawa?"

"Ahjussi, punggungku kan sakit. Kibum tak mau membantu", adunya lagi dan lagi.

"Iya, iya. Mana yang harus diangkat?"

"Ahjussi..."

"Tuan sudah menunggu, nanti dia marah!", pangkas ahjussi, pasalnya Kyuhyun terlalu bertele-tele. Ahjussi datang membantu mengangkat barang, tapi Kyuhyun malah curhat soal Kibum. Kibum menyuruhnya cepat, kalau berlama-lama ahjussi takut Kibum marah, walaupun tak pernah sih. Yah siapa tahu dengan kejadian seperti ini Kibum jadi marah.

Ahjussi mengangkat barang besar yang ditunjuk Kyuhyun, Kyuhyun sendiri membawa kantung plastik ringan yang dalamnya snack saja. Kyuhyun memang jago soal memanfaatkan orang, tapi pinggangnya memang sakit kan?

julie khoyul

Rombongan Kyuhyun cs sudah sampai rumah. Belum terlalu sore, sehingga mereka masih punya waktu istirahat lebih. Entah kenapa perjalanan pulang tadi terasa sedikit lama. Kyuhyun diam saja sedari tadi, beda dengan saat berangkat. Mungkin dia capek, Kyuhyun cuma bersandar dan tidur dikursi samping kemudi. Ahjumma dan ahjussi sudah keluar, mereka bahkan sudah mulai mengangkat barang-barang ke rumah. Kibum-pun demikian, dia sudah keluar tapi Kyuhyun tak beranjak barang sedikitpun padahal Kyuhyun tahu mereka sudah sampai.

"Cho, keluar. Jangan pura-pura tidur!", teriak Kibum yang ikut mengangkat barang yang dibelinya tadi. Tapi Kibum membiarkan susu-nya dalam mobil. "Cho!",

Kibum tak sabar lalu mendatangi dan membuka pintu bagian Kyuhyun duduk. Kyuhyun terpejam, tapi mulutnya terus mengeluarkan erangan. Kyuhyun pucat, wajahnya putih tak ber-rona sama sekali. Dia berkeringat banyak, hingga kerah dibajunya basah. Kyuhyun sakit. Kibum tak biasa menghadapi orang sakit, jadi dia hanya terbengong sambil berfikir keras, apa yang bisa dilakukannya pada Kyuhyun? Kyuhyun bernafas tersengal sengal, nafasnya panas saat menerpa Kibum. Kyuhyun sakit dan Kibum cuma diam memandanginya.

"Cho!", panggilnya tanpa mau menyentuh Kyuhyun. "Ahjumma, dia sakit", kata Kibum ketika ahjumma akan mengangkat satu barang.

Ahjumma bergegas mendatangi Kyuhyun, memegang dahinya lalu mendesah mendapati Kyuhyun demam lagi.

"Bawa masuk, Tuan!", pinta ahjumma yang kali ini mirip perintah. Sudah tak ada waktu untuk berlama-lama dengan keadaan Kyuhyun.

Kibum mau tidak mau mengangkat Kyuhyun juga. Kalau terjadi hal buruk dengn iblis itu dirumahnya, dia juga nanti yang disalahkan. Kibum mengangkat Kyuhyun, mengekor masuk ke rumah lalu kekamarnya. Dia menurunkan Kyuhyun di ranjang. Semua petunjuk ahjumma dilakukan Kibum, termasuk harus menelanjangi Kyuhyun. Tadinya Kibum akan mengambil alih bagian lain, tapi ahjumma sibuk mondar mandir mengambil barang-barang yang akan digunakan untuk mengurus Kyuhyun, dan Kibum-pun terpaksa melakukannya juga. Malam ini Kibum benar-benar menelanjanginya seperti katanya pagi tadi, tapi dengan tujuan berbeda. Lagi pula mereka sama-sama lelaki, ahjumma-pun sudah pasti menyangka Kibum sering menelanjangi Kyuhyun sebelum sebelumnya, jadi apa yang harus dicemaskan?

Ahjumma mengelap tubuh Kyuhyun dengan handuk basah, kemudian memakaikan piama birunya. Telaten sekali. Sedangkan Kibum cuma menonton saja. Beruntung sekali ahjussi memiliki istri seperhatian ahjumma. Joonghoon juga, anak itu pasti bahagia mendapat kasih sayang dari ahjumma, Kibum jadi sedikit iri. Kibum tak mau berlama-lama disitu, dia segera masuk kamar mandi dan membersihkan diri. Selesaianya dia mandi, ahjumma juga sudah selesai dengan Kyuhyun. Ahjumma pamit keluar setelah sebelumnya menyerahkan Kyuhyun pada Kibum. Kemudian hanya ada Kibum dan Kyuhyun di ranjang.

Kibum berbaring menghadap Kyuhyun, berjaga sebentar kalau-kalau iblis itu butuh sesuatu. Kibum tak sengaja mengamati wajah Kyuhyun, terakhir kali dia melakukannya dia tergoda lalu mencuri ciumam dari Kyuhyun. Sekarang dia janji tak akan tergoda lagi. Kyuhyun itu manis saat dalam keadaan diam, tapi kenapa dia selalu menjelma jadi iblis kalau sedang terjaga. Kibum mengenyahkan pemikirannya, ini sudah kesekian kalinya dia berpendapat begitu, dia hapuskan lagi semuanya seperti sebelumnya. Kibum tak tertarik dengan Cho Kyuhyun, titik.

"Kibum!"

"Hn!", Kibum mengawasi Kyuhyun, tapi iblis itu ternyata mengigau.

"Ayo cerita!", igaunya lagi.

Kyuhyun mengerang dan mendesis sakit disekujur tubuhnya. Tadi dia tak makam seharian, pagi dia cuma minum susu coklat panas. Siangnya saat semua pergi makan, Kyuhyun pergi ke game center lalu berakhir makam es krim, makanya dia sakit. Kyuhyun bergerak gelisah dalam tidurnya, dia menggelung tubuhnya sendiri kemudian bergeser kesana kemari dan berakhir di pelukan Kibum. Tidak apa-apa, cuma malam ini. Kyuhyun sedang tidak sadar, besok saat bangun dia tak akan ingat kalau Kibum memeluknya semalaman.

To be continue

Ada yang merasa sesuatunya nyangkut di atas? That's because u're mu inspirations, readers.

Ok, terima kasih saran-nya, pasti gue pertimbangkan. Lagian party-nya kan masih besok-besok. Masih ada waktu Kibum untuk milih, kyuhyun, hyukjae atau salah satu readers yang bakal diajak. Gitu aja, see you soon! Byeeee!