Contract with the Devil's Son

Chapter 16:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Say hiiiii,

Kemarin itu ada yang bingung, Yesung itu siapanya Kibum? Ceryl-Yesung itu emak-bapak biologisnya Kibum, cuma mereka nggak pernah nyebut diri jadi orang tua. Masa Ceryl yang cantik, Yesung yang ganteng gitu sudah punya anak segede Kibum, roboh martabat mereka sebagai orang keren. Makanya mereka selalu ngaku jadi saudara. Tanya ahjumma noh kalau nggak percaya!

Trus kemarin karin juga kalian minta, Kibum nggak usah ke pesta bareng Kyuhyun. Giliran gue bikin Kyuhyun sakit and nggak bisa ikut, kalian malah ngancem ngancem gue.. hieee.. hieee. Jawabannya ada di chap ini. Haapy reading!

Dia Istriku!

Kyuhyun terbangun saat mendengar berisik disekitarnya. Badannya terasa kaku, tangannya kebas tak bisa digerakkan. Matanya yang sayu mencoba melihat sekeliling, bukan kamarnya, maksudnya bukan kamar Kibum. Dadanya sedikit sesak saat menghirup udara dan lipatan tanganya sakit. Ah, dia di rumah sakit.

"Kyu, kau sudah bangun? Bagaimana perasaanmu? Masih merasa sakit? Yang mana? Yang mana?", tanya Yesung sambil memeriksa badan Kyuhyun. Dibolak balik kesana kemari mencari sesuatu dibadan Kyuhyun.

"Hyung, sakit!", erang Kyuhyun lemah.

"Oh maaf, maaf. Bagaimana? Bagaimana keadaanmu?", tanyanya diulang ulang. Dia senang sekali mendapati Kyuhyun siuman. Entah kenapa Yesung merasa perlu menyayangi Kyuhyun, seperti 25 tahun waktunya terbuang percuma tanpa melihat Kibum sebagai anak. Mungkin menyayangi Kyuhyun bentuk ganti sayang pada Kibum.

"Hyung, aku mau pulang!", pintanya memelas. Kyuhyun tak suka dokter apa lagi rumah sakit. Akhir-akhir ini dia sering sakit diharuskan ke dokter dan sekarang malah menginap si rumah sakit.

"Ssttttt, tak boleh begitu. Kau baru bangun, nanti kalau keadaanmu sudah lebih baik baru boleh pulang!", bujuk Yesung.

Seorang dokter masuk ke ruangan Kyuhyun, dibelakangnya ada ahjumma dan ahjussi. Mereka dari tadi menjagai Kyuhyun, begitu Kyuhyun bangun dua pembantu Kibum itu segera memanggil dokter. Dokter memeriksa Kyuhyun sekedarnya, mengecek matanya, denyut nadinya dan hal-hal kecil lain. Dokter bilang Kyuhyun sudah lebih baik, satu dua hari lagi boleh pulang. Kemudian dokter pamit undur diri setelah kerjanya selesai.

"Hyung aku mau pulang!"

"Kyu, dokter bilang satu dua hari lagi. Menurut kata dokter dan kau bisa cepat sembuh"

"Kau kan lihat sendiri, Hyung, dokternya jelek", Kyuhyun beralasan tak masuk akal. "Aku rasa disini tak ada susu coklat panas, tak boleh makan es krim dan mana PSP-ku?", tambahnya.

Ahjumma dan ahjussi maklum, memang begitu tingkah Kyuhyun. Mereka tersenyum kecil mendapati tingkah manja Kyuhyun. Yesung sendiri sebenarnya setuju dengan Kyuhyun, dokter yang tadi jelek dan selama dia duduk sedari pagi sampai siang menunggui Kyuhyun tak ada satu suster cantikpun yang datang ke situ. Yesung kan jadi bosan. Dia sebenarnya sudah ingin pergi sedari tadi, ingin ke TC lalu membujuk Ryeowook agar mau berkencan dengannya. Tapi dia harus menjaga Kyuhyun seperti pesan Kibum tadi pagi.

"Kalau aku sudah siuman, berarti sudah sehat. Ayo pulang saja!", paksa Kyuhyun.

Ahjumma mengelus tangan Kyuhyun bermaksud meredakan permintaan Kyuhyun yang serba memaksa itu.

"Sebenarnya aku setuju denganmu, di rumah sakit ini tidak menyenangkan. Tapi dokter itu lebih pintar dari pada aku, turuti dia sajalah!", kata Yesung kehilangan wibawanya.

"Ahjumma, ayo pulang!", pintanya lagi. "Ahjussi...", rengeknya lagi.

"Jangan sekarang, besok saja, Kyu"

"Aku mau pulang sekarang!"

"Besok!"

"Sekarang, Hyung!"

"Besok, Kyu!". Yesung dan Kyuhyun sudah mirip anak-anak saat berantem. Sedangkan ahjumma dan ahjussi cuma melihat interaksi mereka, ikut campurpun juga tak akan dianggap. "Tunggu, tunggu ada SMS", potong Yesung yang mendapati handphone-nya bergetar.

"Aku akan ikut Kibum sore ini ke Busan. Ayo pulang saja!"

"Tunggu dulu, ini Kibum mengirim SMS. Emmm dia sudah berangkat!", kata Yesung sambil membaca isi pesan dari Kibum. "Dia ada beach party dengan teman-temannya malam ini, makanya dia berangkat cepat"

"Yah si manusia es itu, kenapa aku ditinggalkan di rumah sakit begini. Kejam sekali dia!". Kyuhyun sudah lama tidak jalan-jalan ke luar kota, kalau dia ikut ke Busan kan bisa jadi sekalian liburan. Tapi ini, Kibum meninggalkannya, di rumah sakit pula. "Aku janji ikut dia untuk membantumu, Hyung. Bisnismu itu penting atau tidak?"

"Oh, iya juga. Harusnya kau ikut Kyu, kalau tak ikut proposalku bisa ditolak sebelum dibaca Mr. Kangin"

"Lagi pula kau juga janji membelikanku PS4 kalau aku ikut, sekarang Kibum meninggalkanku bagaimana ini, Hyung?". Kyuhyun pura-pura memelas, pasalnya dia sudah mengidamkan PS4 dari pertama rilis sampai sekarang belum kesampaian untuk membelinya.

"Akan kubelikan nanti, yang penting kau sembuh dulu. Tidak masalah kau ikut atau tidak", kata Yesung yang terpancing jurus memelasnya Kyuhyun.

"Yang benar, Hyung?", tanya Kyuhyun sumringah. Wajah pucatnya dipaksa tersenyum lebar, tidak pantas tapi lumayan menandakan kalau Kyuhyun akan pulih lebih cepat.

"Iya, pasti. E e e Kau diam dulu aku hubungi Kibum"

Yesung mendial smartphone-nya, dia bermaksud menanyakan perihal proposal yang akan diserahkan pada pengusaha asal Korea Utara itu. Paling tidak dia harus tahu kalau Kibum punya rencana cadangan agar proposalnya sampai di tangan Kangin.

"Kibum ah, kau sampai dimana?", tanya Yesung antusias. Jeda sedikit lama Yesung terdiam, nampaknya Kibum sedang berbicara panjang lebar dari arah seberang telepon. "Oh, baguslah kalau begitu. Tapi kau mengajak siapa?". Yesung melotot saat mendengar nama disebut Kibum. "Apa? Tidak bisa begitu. Kau mau apakan dia? Tidak boleh! Jangan macam-macam kau manusia es!", ancam Yesung meniru panggilan Kyuhyun. Entah apa yang membuat Yesung jadi kalang kabut begitu? Sepertinya Kibum mengucapkan kata yang dibenci Yesung. "Jangan sentuh dia ya, aku tidak jadi berangkat besok. Sore ini aku akan menyusulmu. Yaah, yaah kau jangan begitu, istrimu terbaring di rumah sakit dan kau mau main gila di luar sana. Yang benar saja. Kibum...", dan telepon diputus sepihak dari seberang. "Kibum, Kibum, Kibum!", panggil Yesung dari telponnya yang sudah mati sedari tadi. "Kurang ajar sekali anak ini!"

"Ayo pulang sekarang, Hyung!" Kyuhyun masih ngotot.

"Kau benar akan baik-baik saja kan?". Kyuhyun mengangguk, dia mau segera pulang. Di rumah sakit itu mengerikan baginya. "Baiklah kita pulang. Pack barang secukupnya, kita susul Kibum sore ini!".

Kyuhyun, ahjumma dan ahjussi terbengong. Kyuhyun belum sehat, dia mau pulang bukan berarti dia bisa pergi ke Busan hari ini juga. Lagi pula ikut atau tidak Yesung sudah janji membelikannya PS4, Kyuhyun sudah tak tertarik untuk liburan ke Busan lagi. Tapi kenapa tiba-tiba Yesung memaksanya ikut? Yesung mau mengetes Kyuhyun mungkin.

"Kenapa aku harus pergi? Aku dirumah masih perlu istirahat lagi"

"Kibum disana bisa selingkuh dengan orang lain. Kau harus ikut aku biar dia tak bisa macam-macam", kata Yesung memprofokasi.

"Biar saja", jawab Kyuhyun santai. Untuk saat ini dia tak tertarik Busan, Kibum atau pestanya. Dia mau PS4.

"Kalau begitu, aku tak jadi belikan PS4 kalau kau tak ikut"

"Huaahh!", protes Kyuhyun. "Janji harus ditepati, Hyung. Dosa. Dosa!"

"Terserah, kau mau ikut dan kubelikan PS4 atau tidak sama sekali".

"Hyunggggg"

"Iya sajalah. Tunggu disini, aku urus atministrasinya dulu!"

Kyuhyun memelas lagi. Niatanya kan PS4 tanpa harus susah payah, ini dia sedang sakit harus ikut ke Busan demi PS4 yang akan ditarik Yesung kalau Kyuhyun tak ikut.

"Ahjummaaaaaa. Ahjussiiiiiiii". Kyuhyun merengek yang ditanggapi kedua pembantu kibum dengam senyum miris.

julie khoyul

"Siapa yang kalian bawa bertemu Mr. Kangin besok malam?", tanya Yoochun ditengah acara minumnya.

Ini sudah malam hari, Kibum bersama dua teman pembisnisnya, Yoochun dan Yunho berada di counter minuman. Mereka ada di beach party malam ini. Itu alasan Kibum datang sehari lebih cepat, dia menghadiri Sherry Seva acara yang bertajuk minum bebas sampai kembung yang dihelat setahun sekali. Acara yang selalu diadakan di pantai ini hanya diperuntukkan bagi pemuda umur 20 tahun keatas. Kibum salah satu membernya. Kibum suka minum, itu alasan dia datang kemari.

"Aku sudah menyewa seorang yeoja. Sewa untuk berpura-pura semalam saja mahal sekali bayarannya!", rutuk Yunho pada partnernya besok malam.

"Kenapa kau tak bawa sekertaris cantikmu itu saja!", usul Yooochun.

"Dia memang cantik, seksi, dan pintar, tapi kau tahu kan kalau dia itu cinta setengah mati dengan posisi sekertaris. Bisa jadi saat kuperkenalkan sebagai istri dia malah bertingkah seperti sekertaris. Bisa ketahuanlah!"

"Tapi kau mengajaknya kesini kan?" Yoochun berharap-harap, siapa tahu sekertaris Yunho bisa diajaknya kencan lain waktu.

Yunho melirik Yoochun, dia tidak habis pikir sebegitu banyak teman kencan tapi Yoochun tak lelah mencari yang baru. Yoochun kan playboy, dia mengencani siapapun yang dianggapnya menarik. Yunho dan Kibum pasti bingung mencari siapa yang mau diakui sebagai istri mereka, tapi Yoochun bisa langsung comot. Mungkin dia malah bingung mau pilih siapa, saking banyaknya kandidat.

"Kibum, kau ajak siapa?", tanya Yoochun yang kali ini kearah Kibum.

Kibum diam sejenak, dia mencoba mengingat sesuatu. Tadi pagi dia ke TC, ingin bernegosiasi dengan Hyukjae. Mengajak namja manis itu ke Busan akan sangat menyenangkan, kalau perlu sekalian bulan madu pra nikah. Tapi Kibum tak menemukannya meski dia sudah keliling kelas dan asrama. Di kamar Hyukjae, Kibum bertemu Jin, Jan dan Jun yang tempo hari tidur disitu. Di Hall ada Heechul dan Taesub sedang berkemas. Di lorong dekat kamar Kyuhyun, Kibum bertemu dengan namja muka masam tempo hari. Kibum tak ingat namanya, dia yang disebut Ceryl sebagai calon menantu ketiganya. Namja itu membawa anjing yang disebutnya Bada, mukanya juga tak masam lagi, sudah ceria. Bahkan namja muka ceria itu sempat curhat pada Kibum kalau dia sedang jatuh cinta dengan Eunhyuk, lalu dia akan berjuang mendapatkan Eunhyuk itu. Memangnya Kibum akan peduli, dia cuma peduli Lee Hyukjae.

Kibum mencari di kantor setelah tak menemukan Hyukjae di asrama. Saat lewat jajaran meja kursi karyawan, dua pengajar sedang sibuk dengan handphone-nya. Yoona sedang tersenyum senyum sambil menggeleng geleng sedangkan Amber sedang mengeram kesal sambil meremat remat tangannya. Kibum ke ruangan Siwon setelah melewatkan dua yeoja beda perangai itu. Siapa tahu Lee Hyukjae ada disitu, walau kemungkinannya kecil tapi patut dicoba. Di rungan Siwon juga tak ditemukannya Lee Hyukjae. Dia tak mungkin bertanya, bisa jadi gosip baru kalau semua orang tahu dia menikahi Kyuhyun tapi masih mencari Lee Hyukjae. Takutnya Kibum dibilang berselingkuh, itu gosip yang sangat tidak elite.

Kibum memutuskan pergi setelah menyuruh Siwon membuang anjing-anjing yang ada di asrama. Kibum rasa terlalu banyak anjing di TC ini. TC harus bersih dari hewan-hewan seperti itu, tapi Kibum memperbolehkan satu anjing saja tinggal. Spancer. Setelah diiyakan Siwon, Kibum beranjak. Tak jauh melangkah dari ruangan Siwon, dia dihadang Ryeowook. Namja imut berlebihan itu memohon agar anjingnya tak dibuang, tadi dia yang bermaksud mengamati Siwon dari jauh tak sengaja mendengar perintah Kibum yang itu. Lalu dia menghadang Kibum, berjanji akan melakukan apapun asal anjingnya tidak dibuang. Kibum tak ada waktu untuk berlama-lama, dan Ryeowook-lah yang dibawanya ke Busan.

"Ada, dia di hotel sekarang", katanya santai.

Sebenarnya Kibum tadi juga lupa kalau dia mengajak Ryeowook. Sore setelah sampai Kibum check in hotel yang dia pesan sebelumnya. Dia menunjukkan Ryeowook kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Kibum. Ryeowook masuk kamarnya, demikian juga Kibum. Kibum mandi bersiap pergi ke pestanya. Setelah selesai berbenah dia keluar ke tempat pesta diselenggarakan, lalu bertemu teman-temannya sampai malam ini. Ryeowook? Kalau Yoochun tak tanya dia juga tak ingat. Paling paling namja incaran Yesung itu sudah tidur.

"Benarkah, berapa kau sewa dia? Aku mau lihat seberapa cantik yeoja yang kau bawa?"

"Aku bawa namja?", jawabnya yang kontan diikuti pandangan Yoochun dan Yunho.

"Kemanjuan!", ucap Yoochun meringis sambil menepuk bahu Kibum. "Sudah ku katakan dari dulu, yeoja dan namja itu sama. Kalian saja sok tak mau berkencan dengan namja. Berkencan dengan namja itu sensasinya... sensainya tak bisa disamakan dengan milik yoeja". Sekarang Yoochun yang balik dipandangi dua lainnya. Arah pembiraan ini bukan lagi soal kencan, tapi ke hubungan ranjang. Yoochun memang maniak kencan dan ranjang. "Jangan memandangiku seperti itu? Aku kan jadi malu!", katanya sambil tertawa tawa. "Kapan giliranmu, Yun?"

"Aku bukan gay!", jawabnya. "Kibum-ah, dulu kau bukan gay kenapa sekarang kau membawa namja. Diakui istri pula", protes Yunho. Dia takut ketularan Yoochun, Yoochun itu tidak yeoja, namja juga diembatnya. Asal senang dia jalani. Yunho tak mau seperti Yoochun.

"Sudahlah, Yun. Itu artinya Kibum telah melebarkan jala asmaranya", Yoochun mulai memprovokasi Yunho. "Kita hapuskan saja kata gay di dari kamus dunia. Berkencan dengan namja prosedurnya sama dengan yeoja, yang penting kan cinta", tutur Yoochun. "Cinta satu malam juga termasuk!", tambahnya sambil terkekeh. "Sebenarnya untuk besok aku... bi da da ri!", kata Yoochun seraya memandamg dan tersenyum pada ke arah seseorang.

Yunho dan Kibum kembali ke kegiatan mereka. Kalau sudah begitu, Yoochun mememukan mangsa baru. Malam ini dia sudah pasti tidur dengan bidadarinya itu. Yunho maupun Kibum tahu betul kebiasaan Yoochun yang satu itu, dia tak akan berhenti sebelum mendapatkan mangsanya. Kibum dan Yunho sejenak ikut melihat kearah Yoochun memandang. Ada segerombolan yeoja di ujung jauh dekat pantai, seseorang diantaranya terlihat mencolok. Menggenakan setelan merah menyala pada badannya yang seksi, dia cantik dan menggoda. Yeoja seperti itu dianggap biasa oleh Yoochun, paling sekali pakai buang. Tapi kenapa kali ini Yoochun berlebihan sampai menganggapnya bidadari?

"Bi da da ri ku!", gumam Yunho yang ikut-ikutan melongo memandang kearah yang dituju Yoochun.

Kibum memandang kedua temannya lalu menelusuri arah kedua orang itu mengarahkan matanya. Kibum masih menangkap segerombolan yeoja tadi, tak ada menariknya sama sekali. Yunho tertular Yoochun rupanya.

"Yun, dia milikku!"

"Tidak bisa, dia milikku!"

"Aku yang melihatnya duluan, dia milikku!"

"Kau sudah banyak punya kekasih, mencari lain lagi juga mudah. Mengalahlah demi nama persahabatan!", pintanya seperti bukan Yunho yang biasanya. Biasanya yeoja yang mengejarnya, bukan dia yang mengejar yeoja.

"Maaf Yun, untuk kali ini tidak bisa. Kalau kau mau, mari bersaing secara adil!"

"Terserah, tapi aku yang akan menang" ucap Yunho dengan percaya dirinya. "Bidadariku kesini!"

"Dia menangkap sinyal cinta dariku ternyata!", ucap Yoochun over confident.

Kibum menegak habis martini dalam gelasnya. Dia menyodorkan gelas itu pada bartender agar diisi ulang. Kibum memandang arah yang tadi. Yeoja-yeoja tadi masih terdiam ditempat, sibuk dengan acara gosip mereka. Mana yang katanya bidadari datang kesini? Kibum melihat kesekeliling kalau kalau dia salah arah. Tak ada siapapun berjalan kearah mereka, kecuali seorang namja pucat bersurai ikal, menggenakan sweeter abu-abu kesayangan Kibum. Kibum seketika melotot, bagaimana bisa iblis yang terbaring di rumah sakit sekarang sudah ada di sini?

"Itu bukan bidadari, itu iblis!", tutur Kibum yang menyayangkan sweeternya dipakai Kyuhyun lagi. Lain kali dia akan membawa sweeternya kemanapun dia pergi

"Ah, kau sirik saja. Ini memang cantik, manis, putih..", puji Yoochun tak ada habis.

"Manis apanya? Dia itu pucat, tidak cantik, tidak manis"

"Senyumnya menggoda", yang kali ini datang dari Yunho.

"Dia itu iblis, tidak sedang tersenyum. Dia menyeringai", sangkal Kibum pasalnya dia jengah kenapa Kyuhyun harus dapat perhatian dua temannya. Apa lebihnya iblis manja itu?

Kyuhyun mendekat, berhenti dan berdiri didepan ketiganya. Dia menyeringai ke arah Kibum tapi tersenyum lebar ke Yoochun dan Yunho.

"Hi, aku Yoochun. Park Yoochun", katanya sambil menjabat paksa tangan Kyuhyun. "Panggil Chunnie Baby juga boleh"

"Jung Yunho!", kata Yunho tegas setelah merebut tangan Kyuhyun dari Yoochun dan menjabatnya lama sekali.

"Kyuhyun", balasnya singkat. Kyuhyun menarik tangannya yang dijabat kuat oleh Yunho, bukan dia tak suka, tapi tanganya sakit. "Kibum, kau lihat Yesung hyung?", tanyanya sambil merubah muka stoic ke mode marah. Terlihat imut sekali dimata Yoochun dan Yunho.

"Sudah ku bilang, jangan pakai sweeter itu!"

"Aku juga sudah bilang kalau sweeter ini jadi milikku!", balas Kyuhyun kesal. "Mana Yesung hyung, aku disuruhnya membeli es krim tapi dia meninggalkanku?", tanya Kyuhyun ngotot.

"Tidak tahu. Cepat kembali ke hotel dan tukar bajumu!", perintah Kibum yang jelas tidak akan dituruti Kyuhyun.

"Bantu aku cari Yesung hyung dulu, baru kutukar sweeter-nya!", paksa Kyuhyum yang menghentak kaki sekali kemudian melenggang meninggalkam ketiganya.

Kibum masih ditempat. Hampir saja hari ini berjalan baik, tapi iblis itu datang lagi. Kekuatan dari mana yang membawanya dari rumah sakit Seol ke pantai di Busan? Yang benar saja kalau Kibum harus diperintah Cho iblis itu, dia tidak sudi.

"Kibum-ah, dia siapamu?", tanya Yoochun mewakili Yunho juga. Mereka tak suka saja, baru menemukan bidadari langsung diserobot Kibum.

"Tidak kenal!", jawabnya singkat.

"Yesung itu siapa?"

"Tidak kenal!"

"Tunggu, kalau kau tidak kenal kenapa dia bisa bicara seakrab itu denganmu. Kau jangan macam-macam, Kibum. Dia calon milikku!"

"Tidak bisa, Chun. Dia calon milikku!", protes Yunho.

"Dia istriku!", jawab Kibum akhirnya mendiamkan kedua temannya.

"Oh, dia yang kau bawa bertemu Mr. Kangin besok? Baiklah, tapi jangan sentuh dia. Dia akan jadi milikku setelah pesta itu selesai!", ucap Yunho.

"Yun, kau bukan gay, dia jadi milikku saja. Masih banyak yeoja cantik yang membutuhkannmu. Sana cari lain!"

"Mulai sekarang aku gay, dan Kyuhyun akan jadi milikku!", tegas Yunho mematahkan pendiriannya.

"Tadinya aku mau mengajaknya, tapi dia sakit dan harus menginap di rumah sakit jadi aku membawa trainee dari TC-ku", terang Kibum. "Tadi siang dia masih di rumah sakit bagaimana bisa dia ada disini?", tanya Kibum ke dirinya sendiri.

"Ceraikan dia setelah pulang dari sini!"

Kibum mendesah kemudian mengambil gelasnya yang sudah diisi ulang. Dia meneguk isinya, sedikit, sedikit kemudian habis. Kedua temannya terdengar tak masuk akal. Mereka gila, demi Kyuhyun mereka rela bersaing satu sama lain. Lebih parah menyuruh Kibum menceraikam Kyuhyun. Kibum tak menanggapi permintaan kedua temannya, dia lebih memilih memesan minuman lagi, tapi Kyuhyun kembali ke hadapannya dengan berpalang tangan serta memasang tampang bengis.

"Sudah kubilang bantu aku cari Yesung hyung!", bentaknya membuat sebagian orang disekitar menoleh.

Tadi Kyuhyun sudah berjalan cukup jauh, dia rasa Kibum sudah mengekornya. Dia terlanjur mengomel panjang lebar tapi ketika menoleh kebelakang Kibum tak mengikutinya. Kyuhyun kesal setengah mati, berarti sedari tadi dia bicara sendirian dan dilihati orang sepanjang dia melangkah. Kyuhyun merebut gelas ditangan Kibum lalu melemparnya kearah meja bar, tidak pecah tapi bartender, Yunho dan Yoochun terkaget karenanya. Kemudian Kyuhyun menarik paksa Kibum, mau tidak mau Kibum harus ikut dengannya.

"Kau ikut aku atau kubakar sweetermu!", dan Kibum-pun pasrah.

julie khoyul

Tadi Yesung mengirim pesan, kalau dia sudah mengambil alih Ryeowook. Dia juga menyerahkan Kyuhyun pada Kibum. Yesung menitahkan banyak hal pada Kibum, harus menjaga Kyuhyun dengan baik, memastikan Kyuhyun dapat makanan yang tepat, juga mengingatkan iblis itu untuk minum obat, dan segala macam perintah lainnya demi Kyuhyun. Pesan dibagian akhir yang ditulis Yesung, dia melarang Kibum juga untuk tidak menyentuh Kyuhyun dulu sebelum Kyuhyun benar-benar sehat. Memangnya siapa yang mau menyentuh iblis itu? Dan dari sini kesalah pahaman hubungan antara Kibum-Kyuhyun sudah makin jauh saja.

Masih ditepi pantai tapi ditempat lain dari yang tadi, Kibum dan Kyuhyun duduk dekat stan makanan. Kyuhyun tak mau makan apapun padahal sedari dia bangun sampai sekarang belum memasukkan apapun dalam perutnya, kecuali susu coklat panas dari ahjumma sebelum dia berangkat kesini. Itu sudah beberapa jam yang lalu. Tak jauh dari mereka ada kelompok lain, yeoja-yeoja seksi, dan sebagian namja. Seorang yeoja memegang botol tequila Resadu Patron, menuangkan ke gelas-gelas kosong. Seorang lagi memegang XO Cognac Otard yang sengaja ditunjukkan ke Kibum mereknya. Sedari tadi yeoja-yeoja itu memandangi Kibum, seolah berkata 'minuman dan tubuh ini milikmu'. Kibum juga ingin segera menghampiri mereka, tak begitu tertarik pada yeojanya, tapi dia ingin minuman itu. Apa yang menghalangi langkahnya, Kyuhyun sekarang sedang bersandar di bahunya. Iblis itu bilang ingin numpang tidur sebentar saja, karena dia merasa badannya sakit lagi. Bukannya dia memang masih sakit?

"Cho, ku antar ke hotel sekarang. Kau harus makan dan minum obat!", pinta Kibum. Bukan apa-apa, kalau Kyuhyun pingsan disini jauh dari rumah dan akan sangat merepotkan.

"Kibum, aku mau tidur!", rengeknya memulai lagi. "Ayo cerita!"

"Jangan tidur disini!", bentak Kibum menyadarkan Kyuhyun dari igauan pra tidurnya itu. Kibum mendudukkan Kyuhyun dengan benar lalu menyandarkannya pada Kursi dibelakangnya. "Kau tunggu disini, aku cari makanan yang boleh kau makan. Nanti ku antar kau ke hotel".

Kibum meninggalkan Kyuhyun walau iblis itu tak mengijinkan dan bahkan memaksa ikut. Tapi akhirnya dia tetap ditinggalkan Kibum juga. Kyuhyun tak jadi mengantuk, dia tak bisa tidur karena udara si pantai sangat dingin. Saat Kyuhyun mulai jengkel menunggui Kibum yang tak segera kembali, seorang yeoja datang padanya. Namanya Jessica. Dia datang pada Kyuhyun menyampaikan maksud untuk bisa tidur semalam saja dengan Kibum. Dia harap Kyuhyun bisa membantu, karena dilihat sedari tadi Kyuhyun akrab dengan Kibum.

"Apa untungku membantumu?", tanya Kyuhyun ogah-ogahan. Mana ada istri yang mau menyerahkan suaminya tidur dengan orang lain meski cuma semalam.

"Aku punya banyak teman yang cantik, mungkin..."

"Tidak tertarik!", potong Kyuhyun kasar.

Jessika membuka dompetnya memgeluarkan kartu kredit mastercard platinum dan menyerahkannya pada Kyuhyun. Kyuhyun bergeming, tapi Jessica menyumpalkan kartu itu ditangannya.

"Cuma semalam. Apa kau tak kasihan padaku, semua teman-temanku sudah pernah tidur dengannya cuma aku yang belum". Menjijikan, pikir Kyuhyun. Ada wanita yang rela melakukan apapun demi tidur semalam dengan orang lain. Kibum juga apa-apaan, sampai meniduri yeoja-yeoja genit itu bergiliran. Kyuhyun akhirnya setuju, sebagai bentuk pelampiasan kekesalannya saja karena Kibum ternyata namja bejat yang suka meniduri yeoja.

"Ikuti kami saat dia mengantarku ke hotel nanti!", titahnya dengan kasar. Jessica mengangguk, dia tersenyum sebentar kemudian menjauh sedikit dari situ.

Belum lima menit Jessica pergi datang seorang lagi. Kyuhyun-pun hampir terlena dalam tidur saat orang itu datang. Kyuhyun kira ada yeoja lain lagi yang butuh bantuannya untuk bisa tidur dengan Kibum, tapi ternyata bukan. Namja tampan sedang berdiri dihadapan Kyuhyun, tampan sekali sampai rasanya sakit ditubuh Kyuhyun menghilang melihat namja itu. Namja itu tersenyum kemudian mengulurkan tangannya berkenalan.

"Kim Jaejoong!"

"Kyuhyun", balas Kyuhyun ikut tersenyum sambil membalas jabat tangan Jaejoong.

Jaejoong duduk disamping Kyuhyun. Memgamati Kyuhyun sejenak kemudian dia mengulurkan tangannya kembali menyentuh dahi Kyuhyun. Dia terseyum kemudian.

"Kau sedang tidak enak badan?", Kyuhyun mengangguk. Demi apa namja ini perhatian padanya. Kyuhyun suka Jaejoong. "Kau sudah makan?", dan kali ini Kyuhyun menggeleng. "Kibum tadi kemana, mencati makanan untukmu?", kyuhyun mengangguk lagi. Sepertinya Kyuhyun cuma bisa melakukan itu sambil tersenyum. Kyuhyun memutuskan tak banyak bicara, dia mau diperhatikan terus oleh namja ini. Kyuhyun mungkin jatuh cinta, dia suka cara Jaejoong mempelakukannya dengan baik. "Kau temannya Kibum ya, Kyu?, Kyuhyun mengangguk juga. Tidak mungkin didepan Jaejoong dia bilang istrinya Kibum, nanti Jaejoong tiba-tiba pergi bagaimana?

Ternyata bukan Jaejoong yang tiba-tiba pergi, tapi Kibum yang tiba-tiba datang. Kibum datang membawa beberapa jenis makanan, karena dia tak tahu mana yang boleh dan mau dimakan Kyuhyun, dia membawa bermacam macam saja. Kibum menarik Kyuhyun berdiri dan menyeretnya, meninggalkan Jaejoong tanpa kata apa-apa, tapi untungnya Kyuhyun sempat mengucapkan maaf. Berjanji bertemu lagi lain waktu.

Kibum membawa Kyuhyun ke hotel, tapi Kyuhyun tak mau masuk kalau akhirnya ditinggalkan Kibum kembali ke pesta. Tapi kemudian Kyuhyun pura-pura pasrah, dia mau masuk sendiri ke kamar Kibum. Dia meminta kunci kamarnya dan menyuruh Kibum meninggalkannya di lobi. Sepeninggalnya Kibum, Kyuhyun bertemu Jessica lagi. Menyerahkan kunci itu pada Jessica dan dia sendiri belok jalan. Dia mau shopping dengan kartu kredit yeoja itu.

julie khoyul

"Kyu!", panggil suara lembut mengusik tidur Kyuhyun.

Kyuhyun pulang jalan-jalan sambil shopping hampir pagi, jadi dia butuh banyak istirahat. Dia masih sangat mengantuk. Kyuhyun membuka sedikit matanya, samar samar dia melihat Jaejoong tersenyum padanya. Kyuhyun segera bangkit, kantuknya hilang seketika digantikan wajah linglung bangun tidur plus cengiran lebarnya.

"Kenapa kau tidur disini?", tanya Jaejoong lembut.

Jelaslah, di kamar Kibum kan sekarang sedang ada Jessica one night stand dengan Kibum. Geram sekali Kyuhyun memgingatnya, tapi dia juga yang membantu yeoja itu kan. Lagi pula semalam dia pergi belanja. Dia membeli banyak barang yang sampai tak bisa dibawanya sendiri. Kyuhyun menyewa kurir juga untuk membantunya membawa belanjaan kesini. Karena tidak punya uang, dibayarnya kurir itu dengan barang juga. Lalu karena tak tahu dimana dia harus istirahat, berakhirlah dia tidur di sofa lobi hotel.

"Kau suka bunga?". Jaejoong menunjukkan setangkai bunga, satu-satunya yang kebetulan Kyuhyun tahu namanya, mawar. Kyuhyun mengangguk, padahal dia anti barang girly. "Tadi didepan ada anak kecil menjualnya, untukmu saja!". Wah bahagianya hati Kyuhyun. Apa itu juga berarti Jaejoong suka padanya. "Kyu!"

"Hn?"

"Kau temannya Kibum kan?". Kyuhyun mengangguk dan Jeajoong tersenyum manis. Kyuhyun sudah berharap dengan mengakui Kibum sebagai teman, Jaejoong bisa suka padanya. "Apa kau tahu Kibum sudah punya kekasih atau belum?". Kyuhyun mengernyiti pertanyaan itu. Harusnya kan Kyuhyun yang ditanya begitu, kenapa Kibum? Hati Kyuhyun jadi tidak enak. "Aku suka dengan Kibum sejak dulu, tapi tak punya keberanian untuk mengatakannya". Ya benar kan, hati tak enak Kyuhyun jadi mimpi buruk begini. Semua gara-gara Kibum. Kenapa semua orang suka Kibum? Kibum itu serakah, sudah meniduri bergilir yeoja-yeoja, semalam dapat Jessica dan sekarang Jaejoong-pun suka padanya. Kyuhyun sedih. Kyuhyun benci Kibum.

"Katakan cintamu secepatnya sebelum dia punya kekasih. Dia sedang ada di kamarnya sekarang. Sana pergi!", usir Kyuhyun ketus. Dia bermaksud biar Jaejoong tahu kalau Kibum sedang tidur dengan wanita di dalam sana. Tapi Jejoong malah menanggapi usiran Kyuhyun sebagai kata penyemangat.

Jaejoong berlalu ke kamar Kibum, tapi 15 menit berikutnya dia keluar dan berlari dengan muka sedihnya. Jaejoong tak mengindahkan panggilan Kyuhyun juga. Tapi tidak masalah bagi Kyuhyun, kalau dia gagal mendapatkan Jaejoong, Jaejoong juga harus gagal mendapatkan Kibum. Kyuhyun memang egois dari dulu kan.

Berikutnya Kyuhyun melihat Yoochun keluar terburu-buru dari kamar-kamar. Namja itu melihat Kyuhyun sebentar lalu menyengir antara senang tapi malu. Yoochun sangat berantakan saat ini seperti berkelahi dulu sebelum tidur semalam. Yoochun juga bau. Kyuhyun kenal bau bau seperti itu. Bau paska seks.

"Kau menginap disini, Chunnie Baby?", tanya Kyuhyun sembari memanggilnya seperti maunya Yoochun semalam.

"Hehehehe, tidak. Aku menginap sedikit jauh dari sini. Sudah ya Kyu aku harus kembali ke cotage-ku. Lain kali kita bicara lagi". Kata Yoochun langsung melenggang pergi.

Kyuhyun menggelengkan kepala. Apa mungkin Kibum juga seperti itu? Tadi pasti Yoochun meninggalkan partner seks-nya. Malang sekali orang itu. Kyuhyun tak mau ambil pusing, dia mau merebah dan meneruskan tidurnya. Sudah sekitaran satu jam dia tak bisa tidur lagi. Dia kepikiran Kibum, manusia es itu tega sekali tidur di ranjang empuk di dalam kamar hangat tapi membiarkan Kyuhyun tidur di sofa. Kyuhyun juga tak terima Kibum bisa enak-enakan dengan yeoja sedangkan dia kedinginan di lobi.

"Heh, mana kartu kreditku?", itu suara Jessica.

Jessica lumayan bersih, tapi masih sedikit acak-acakan. Kibum benar-benar tega ternyata. Kyuhyun itu istrinya, tapi Kibum tidur dengan orang lain. Entahlah kenapa pikiran Kyuhyun plin plan begini. Semenjak semalam sampai dia bertemu Jessica sekarang, dia terus terusan menggerutukan Kibum.

"Aku tak perlu berterima kasih padamu" Jessica memandangi tas belanjaan Kyuhyun yang melebihi belanjaan Jessica biasanya. "Kau sudah menerima bayarannya. Kita impas!"

"Aku juga tak butuh terima kasih darimu. Sana pergi!", usir Kyuhyun sama ketusnya seperti saat dia mengusir Jaejoong tadi. Jessica pergi juga tanpa mengucap apapun pada Kyuhyun.

Kyuhyun menggerutu lagi. Kibum lagi. Ada rasa tak rela kalau Kibum bersama orang lain. Tapi Kyuhyun yang membantu Jessica kan. Apa Kyuhyun yang salah? Tidak, Kibum yang salah bukan Kyuhyun. Kemudian dia memandangi belanjaannya yang super banyak itu. Kyuhyun jadi tak berminat lagi. Lalu Kyuhyun memadang jauh ke arah luar, dia menginginkan sesuatu. Saat seseorang melangkah masuk ke hotel mata Kyuhyun membola, baju itu, tubuh itu, wajah itu, semuanya Kyuhyun hafal.

"KIBUM!", jeritnya. Kibum mengarahkan pandangannya lalu menyipitkan mata melihat Kyuhyun. Kibum berjalan cepat kearahnya tapi Kyuhyun berlari kecil mendahului. Dia menubruk dan memeluk Kibum sambil tertawa-tawa senang, seperti bertahun-tahun tak ketemu saja. "Kibummmm. Kibummmm. Kibummmm", katanya kesenangan.

"Kau kenapa?" Kyuhyun menggeleng-geleng sambil terus mengucapkan nama Kibum. Dia juga makin erat memeluk Kibum. Sudah ketahuan kalau bukan Kibum yang tidur dengan Jessica tadi. Siapapun orang itu yang penting bukan Kibum.

"Kibum aku mengantuk. Aku mau tidur!"

"Kalau kau mengantuk, kenapa tak tidur di kamar!"

Kemudian Kyuhyun menunjukkan semua barang belanjaannya. Kibum juga mengantuk semalaman berpesta minum sampai tak sadar, baru dia bangun langsung kembali ke hotel. Dia tak mau urus dulu soal dari mana Kyuhyun mendapatkan barang sebanyak itu. Palingan juga Yesung yang membelikannya. Dia mau mandi lalu tidur, itu saja. Tapi Kyuhyun bersikeras memesan kamar yang baru. Dia mau yang lebih bagus katanya, lebih besar dan nyaman. Dan apa bisa keinginan Kyuhyun ditolak? Mereka memesan kamar baru sesuai permintaan Kyuhyun, barang Kyuhyun juga sudah dibawakan masuk kamar oleh bellboy hotel. Mereka sudah mandi dan sekarang sudah merebah di ranjang besarnya.

"Kibummmm", rengek Kyuhyun yang melihat Kibum terpejam mengindahkan keberadaannya.

"Hn!"

"Aku mengantuk"

"Tutup matamu!", perintah Kibum masih terpejam. Kyuhyun menggeser tubuhnya melekatkan diri pada Kibum. Dia mencoba menyusup ke dalam rengkuhan namja es yang ternyata badannya hangat itu. Pada akhirnya Kibum memulurkan tangannya juga, menarik Kyuhyun ke dadanya. "Nanti malam ikut aku ke pesta Mr. Kangin. Sekarang tidur, aku benar-benar lelah!"

"Kibum. Aku mau tidur. Ayo cerita!" Kyuhyun sudah nyaman di pelukan Kibum. Dia juga sudah mau tidur, matanya terpejam tapi mulutnya belum.

Kibum mengeratkan rengkuhannya ke badan Kyuhyun membawa namja iblis itu ke alam mimpi.

"Tutup mulutmu juga!"

To be continue

Wah, chap berikutnya ketemu Mr. Kangin berarti. Mr. Kangin dibuat seperti apa ya enaknya? Galak atau baik?