Contract with the Devil's Son

Chapter 17:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Hi, geu mau berterima kasih. Atas nama Kyuhyun gue terharu membaca review kalian, kalian mau Mr. Kangin baiik dengan Kyuhyun kan? Tapi atas nama Kibum... please deh... Kibum salah apa sama kalian sampai kalian minta Mr. Kangin jahat padanya?

Ada reader yang situs ffn-nya diblockir. Kalau reader lain ada yang tahu cara buka kembali situs ffn-nya, kasih tahu caranya ya! Kalau lo sudah pakai semua cara tapi belum berhasil, saran gue numpang baca ffn aja di teman atau tetangga. Atau cara lain, traveling ke negara tetangga, Singapor gitu beli gatged di sana. Kan settingnya getged setiap negara berbeda so jamin hampir g ada situs diblockir.

Yang minta Mr. Kangin jadi appa-nya Kyuhyun, emmm baca judulnya lagi yukk.. nanti lo bakal tahu keluarga Kyuhyun itu berda dimana dan siapa saja. Huahahahaha Kyuhyum is devil's son, remember?

Happy reading for this chap!

Because of Mr. Kangin's Wife

"Kibummmmmmmmm!", teriak Kyuhyun dari dalam kamar mandi. "Bathrobe-nya tertinggal di atas ranjang, ambilkan!"

"Disitu ada handuk, Cho!", sahut Kibum yang masih rebah diatas ranjang.

"Aku mau bathrobe!", teriaknya lagi sambil menggedor pintu kamar mandi.

Tadi Kyuhyun bangun lebih dulu tapi dia masih betah berbaring di samping Kibum. Bukan karena masih dipeluk Kibum lalu dia tak bergerak takut Kibum bangun, tapi memang dia malas bergerak. Matanya yang terbuka saja yang bergerak kesana-kemari. Dia mengamati isi ruangan, perabot bagus, jendela dan korden bagus, kasur cuma tahu bagus dan jelek, dia tidak tahu cara menilai dari sisi keindahan, dari sisi harga dan sisi lainya. Kalau dia bilang jelek ya jelek, bagus ya bagus. Lalu karena dia tak tertarik isi ruangannya lagi, dia mengamati Kibum. Kyuhyun dapat banyak pertanyaam saat melihat Kibum dalam tidurnya. Kenapa Kibum itu dingin, kan Ceryl dan Yesung tidak? Kenapa Kibum kadang-kadang jahat padanya, kan Ceryl dan Yesung baik? Kenapa Kibum... sampai terakhir mendapati pertanyaan kenapa pipinya Kibum besar? Lalu Kyuhyun menekan nekankan jari telunjuknya di pipi Kibum sampai Kibum risih lalu terbangun.

Kibum mau mandi lebih dulu, sudah jadi kebiasaannya bangun tidur dia harus mandi tapi Kyuhyun menyerobot. Kibum putuskan berbaring lagi sebentar sampai Kyuhyun selesai, sayangnya Kyuhyun lama sekali. Bukan mandinya yang lama, tapi proses menuju mandi. Kyuhyun mondar mandir ruang tidur-kamar mandi. Mengambil ini itu sampai Kibum menegurnya baru Kyuhyun benar-benar pergi mandi. Karena ulah mondar mandirnya bathrobe ketinggalan di atas ranjang.

Kibum bangkit lalu menyambar bathrobe di sebelahnya.

"Buka pintu!" Kyuhyun merenggangkan pintu kamar mandi, sedikit sekali cukup untuk melonggokkan kepalanya keluar.

"Jangan mengintip!"

"Kau dan aku sama-sama namja, punya properti yang sama. Untuk apa mengintipmu"

"Ya siapa tahu kau punya kelainan"

"Seperti?"

Kyuhyun berfikir sebentar, namja mempunyai kelainan menyukai tubuh namja lain, apa? Namja suka namja berarti itu gay.

"Bisa jadi kau gay mesum" Kyuhyun memulurkan tangannya untuk meraih bathrobe-nya tapi Kibum menahannya. "Berikan!"

"Aku bukan gay". Kalau soal Lee Hyukjae, Kibum jadikan pengecualian. "Kau sendiri?"

"Aku bukan gay juga", jawabnya enteng. Kyuhyun masih menggapai gampai bathrobe-nya tapi Kibum mundur beberapa langkah. "Berikan!", pekiknya!

"Aku bukan gay, kau-pun juga. Jadi keluar dengan handuk didalam atau ambil sendiri bathrobe-nya" Kibum melangkah mundur lagi lalu melempar bathrobe-nya ke atas ranjang.

"Kibummmm!", teriaknya. "Aku tidak mau handuk, aku mau bathrobe. Berikan!"

"Kau punya tangan, ambil sendiri!".

Kibum pura-pura sibuk. Dia membuka isi kopernya yang tadi juga sudah dipindahkan ke situ. Kibum mengeluarkan setelan jas yang masih terbungkus plastik laundry kemudian merentangkannya di atas sofa. Malam nanti dia akan bertemu pembisnis hebat, jadi dia harus terlihat se-perfect mungkin. Seperti yang diketahui banyak orang selama ini, Mr. Kangin adalah pembisnis yang tak mengenal arti persaudaraan. Bisnis ya bisnis tak ada unsur kekeluargaan didalamnya. Tak ada kata toleransi dalam kesalahan berbisnis. Mr. Kangin suka sesuatu yang terlihat sempurna dimatanya.

"Kibummmmmm!", pekik Kyuhyun lagi. Sebenarnya Kibum risih tiap hari harus mendengar Kyuhyun berteriak-teriak, tapi kali ini dia abaikan. Dia mau tahu seberapa lama Kyuhyun bertahan dengan sifat seperti itu. "Aku laporkan pada ahjumma dan ahjussi baru tahu rasa!"

"Mereka pembantuku, apa yang bisa mereka buat padaku?"

Iya juga, mereka pembantu Kibum. Kibum yang memperkerjakan dan mengaji mereka. Melapor ke mereka bisa, tapi mereka tak pernah memenangkan Kyuhyun, Kibum terus yang dinomor satukan. Kyuhyun harus cari orang lain yang lebih punya kuasa dari pada suami-istri itu.

"Aku laporkan pada Yesung hyung dan Ceryl kalau begitu!"

"Kenapa aku harus takut pada mereka?"

"Mereka kan orang tuamu. Kau harus takut pada mereka, kalau tidak kau anak durhaka, masuk neraka!". Kyuhyun mengebrakkan tangannya ke daun pintu lagi. "Berikan bathrobe-nya!"

"Aku tak mau masuk neraka. Disini bertemu denganmu sudah sangat merepotkan, apa lagi di neraka yang ada berjuta-juta mahkluk macam kau", sindir Kibum.

"Kau kira aku iblis, aku ini manusia. Manusia. Manusia biasa. Memangnya kau, manusia es!", sindir Kyuhyun balik. "Nanti Yesung hyung dan Ceryl akam membunuhmu. Dasar anak durhaka!", bentak Kyuhyun kembali menggedor pintu kamar mandi.

"Kau pernah dengar mereka mengaku sebagai orangtuaku?"

Benar lagi, dua orang ajaib itu selalu mengaku saudaranya Kibum. Kenapa dulu mereka membuat Kibum? Kenapa mereka tak membunuh Kibum saat kecil kalau tahu besarnya seperti ini? Atau kenapa maereka membuat Kibum saat usia muda? Kan jadinya mereka tak siap menikah sampai sekarang. Kalau semuanya sudah terlanjur, mereka harusnya menanamkan pada Kibum agar tak jahat pada orang lain. Termasuk jangan jahat pada Kyuhyun.

"Aku lapor polisi!", katanya lagi masih belum menyerah.

"Kau akan melaporkanku atas tuduhan apa? Karena aku tak mau mengambilkan bathrobe untukmu, kau mau ditendang polisi?"

"Ya ya ya, kamu menang. Menang saja terus! Kau ini mengalah sekali saja kenapa?", pinta Kyuhyun memelas. "Kibummmmmmm", rengeknya lagi. "Disini dingin. Aku kan masih sakit, nanti kalau aku pingsan kau yang repot", katanya menakut nakuti.

Kibum menghentikan kegiatannya. Dilepaskannya semua setelan jas yang dia bawa di atas sofa, dijajar disitu. Kibum bukannya masa bodoh dengan rengekan Kyuhyun, dia juga berfikir kearah situ. Kyuhyun masih sakit, tak mungkinlah dia akan membiarkan iblis itu telanjang berlama-lama di kamar mandi. Kalau sakitnya tampah parah, atau malah pingsan seperti yang Kuhyun bilang tadi, memang dia yang akan repot. Kibum cuma memberi waktu sebentar, menunggu Kyuhyun mengaku kalah. Kalau iblis itu terus dimenangkan, nantinya dia akan makin manja.

"Ya sudah, aku gay saja. Sekarang berikan bathrobe-nya!", pinta Kyuhyun yang sudah benar-benar menyerah. "Tapi kau jangan mengintip!"

Kibum mengambil bathrobe-nya kembali. Kali ini benar-benar akan diberikannya. Saat Kyuhyun memulurkan tangannya kembali untuk meraih bathrobe, Kibum kembali menahannya.

"Aku tak akan mengintip, tapi akan melihat!". Kibum metarik pintu kamar mandi membuka lebih lebar dan Kyuhyun mendorong agar pintu tertutup

"Kibummmmm"

"Buka, Cho"

"Tidak mau!"

"Buka saja. Aku kan bukan gay, kau tak perlu khawatir!"

"Kibummmm", pekit Kyuhyum masih sambil adu kekuatan tarik-dorong pintu. "Kibum, ampun. Kibum, sudah. Aku kalah. Aku kalah!".

Kibum sebenarnya tak tertarik sama sekali dengan tubuh Kyuhyun, toh dia juga pernah lihat. Mereka sama-sama namja, bentuk tubuh mereka juga sama, cuma ukuran saja yang beda. Tadi Kibum cuma memcoba bercanda, tapi sepertinya Kyuhyun benar-benar ketakutan, eh bukan, malu mungkin. Kan badannya kerempeng sedangkan Kibum badannya besar begitu. Padahal Kyuhyun sering minum susu, tapi kenapa tak besar juga. Mungkin dia minum susu kurang banyak lagi. Nanti dia akan minta ahjumma buat susu lebih sering.

Kibum melepaskan pintunya dan Kyuhyun-pun demikian. Kyuhyun memulurkan tanganya meminta bathrobe-nya kembali. Wajahnya memelas sekali dan bibirnya sedikit membiru, Kyuhyun kedinginan. Kibum menghela nafas sedikit panjang, rasa teganya hilang melihat Kyuhyun makin pucat. Kibum akhirnya menyerahkan bathrobe-nya, menyampirkannya ke tangan Kyuhyun. Sejujurnya kalau Kyuhyun minta baik-baik sedari tadi, Kibum-pun juga akan memberikannya baik-baik.

Kyuhyun tersenyum semanis mungkin setelah menerima bathrobe-nya. Lama, lama lagi tersenyum dihadapan Kibum hingga berakhir seringaian.

"Kibum jahat!", pekiknya.

Braaaakkk

Dan Kyuhyun membanting pintu kamar mandi di depan muka Kibum.

julie khoyul

Kibum berjalan dihiruk pikuk jalan menuju hotel tempat diadakannya pesta. Kyuhyun mengekor dibelakangnya. Maunya dia berjalan lambat-lambat biar tertinggal, dia mau balas dendam dengan yang kemarin malam. Biar Kibum tahu rasanya bicara sendiri dan dilihati orang sepanjang dia berjalan. Tapi prediksi Kyuhyun salah, Kibum bahkan tak bicara apapun. Berjalanpun sangat cepat sampai Kyuhyun tertinggal lebih jauh. Saat tahu Kyuhyun tertinggal, Kibum cuma meneriaki Kyuhyun supaya cepat atau dia akan ditinggalkan. Hah, Kyuhyun benci harus kalah terus dari Kibum.

"Ingat, jangan jauh-jauh dariku. Bertingkah yang sopan ke semua orang dan kalau ada Mr. Kangin nanti jangan seperti anak kecil!", perintah Kibum setelah Kyuhyun menyamakan langkah dengannya.

Kibum dan Kyuhyun sekarang memakai setelan jas yang sama persis. Tadinya Kibum sudah menyiapkan suit khusus untuknya sendiri dan beberapa setel jas lain untuk pasangannya nanti. Kibum sudah menjajarkan semua setelan yang dia bawa agar Kyuhyun memilihnya sendiri, tapi dari Kibum berangkat mandi sampai selesai, Kyuhyun belum menentukan pilihan. Kibum menunggu lagi dengan memakai setelanya sendiri, bersiap sejenak sampai siap berangkat, Kyuhyun masih belum memilih. Dan terjadi lagi pertengkaran sebelah pihak dengan Kyuhyun yang berteriak-teriak. Kyuhyun mau setelan seperti milik Kibum, dan dia mengancam tak mau ikut kalau baju mereka tak sama. Kibum geram, ingin rasanya melempar Kyuhyun sejauh jauhnya tapi mengingat kehadiran Kyuhyun masih dibutuhkannya saat ini, dia mengalah. Kibum memutuskan keluar mencari setelan sama persis seperti miliknya, tapi tak ada satu butik-pun yang punya. Kibum saja yang lupa kalau jas-nya dia pesan khusus di butik langganannya. Alhasil dia membeli suits baru, 2 setel sama persis tapi beda ukuran.

Kibum mengulurkan lengannya menggandeng tangan Kyuhyun. Dia membawa iblis itu melangkah sejajar. Bukankah hubungan suami-istri terlihat mesra kalau berjalan bergandengan? Kalau mereka berjalan sendiri sendiri depan belakang, bisa dikira tidak harmonis lalu akan mempengaruhi pandangan Mr. Kangin terhadap Kibum nantinya. Kyuhyun pertamanya menggelayut manja di lengan Kibum, tapi sampai depan hotel dia sudah menormalkan tingkahnya. Kyuhyun pintar berakting, dia berubah menjadi pasangan yang sempurna untuk Kibum. Sampai dipikiran Kibum terbesit kata mempertimbangkan Kyuhyun sebagai istri ke dua setelah Lee Hyukjae kalau sifat Kyuhyun bisa seperti ini selamanya. Tapi kemudiam Kibum melupakan besitan aneh itu. Dia boleh menjadi player saat lajang, tapi dia tak boleh mendua kalau sudah beristri.

Kibum dan Kyuhyun masuk ballroom hotel, berbaur dengan tamu yang lain. Beramah tamah dengan sesama pembisnis. Di mata Kyuhyun, semua orang yang ada disini palsu. Mereka memakai topeng berkedok baik, berakting seperti pembisnis hebat, tapi mereka semua penjilat. Demi mendapat relasi kerja, untung yang banyak dan nama perusahaan mereka melejit, mereka bertingkah menjijikkan. Kibum-pun juga sama menjijikannya saat ini, tapi mau diapa dunia bisnis memang seperti ini. Begitu cara bertahan didunia bisnis, begitu cara mereka memandang baik pembisnis lain. Sampai akhirnya Kyuhyun bosan melihat tampang-tampang itu, lebih baik dia berada di pesta liar Kibum kemarin malam dari pada disini. Kyuhyun pamit pergi ke toilet setelahnya, dan Kibum mengiyakam asal tidak lama karena Kibum belum membawa Kyuhyun kehadapan Mr. Kangin.

Kyuhyun tak benar-benar pergi ke toilet. Dia cuma bosan didekat orang-orang itu. Dia tak bosan di dekat Kibum, tapi Kibum terus membawanya ke pembisnis lain lainya terus. Kyuhyun benci melihat tampang-tampang seperti itu. Kyuhyun berjalan di meja-meja penuh makanan. Dia mencari apa saja yang bisa dimakannya, tapi tak ada. Maksudnya semua bisa dia makan, tapi tak ada yang sesuai seleranya. Kyuhyun tak mau bertanya ke pelayan, takutnya tampang perfect yang dia bangun sedari tadi musnah dihadapan pelayan. Masa ada pembisnis mekan es krim? Ada sih, tapi tidak dalam acara pesta besar begini.

Seseorang menepuk pundak Kyuhyun diujung kegalauannya mencari es krim. Kyuhyun menoleh dan saat itu dilihatnya namja entah muda atau tua, namja itu belum tua seperti ahjussi di rumah tapi dilihat dari perawakannya dia lebih tua darinya, lebih tua dari Kibum dan lebih tua juga dari Siwon. Perawakannya besar, dia tampan dan terlihat lebih keren dari Kibum, tapi dia bukan selera Kyuhyun. Pasti salah satu pembisnis seperti yang tadi di temuinya.

"Kau pembisnis juga?", tanya orang itu tak ada ramah ramahnya.

"Bukan!", jawab Kyuhyun sama tak ramahnya. "Aku calon pembisnis. Kalau mau menawarkan kerjasama padaku nanti saja setelah aku jadi pembisnis hebat", tambahnya tanpa takut kehilangan nama baik, toh dia memang bukan pembisnis.

"Kau tak ingin mencari relasi kerja disini?", tanya namja besar itu sedikit memudar kekakuannya. Kyuhyun cuma menggeleng, lalu mengedarkan kepalanya ke stand-stand makanan, mengindahkan keberadaan namja besar itu. "Kau cari apa?", tanya namja besar itu lebih ke ingin tahu melihat kejanggalan Kyuhyun sebagai calon pembisnis.

"Aku mau makan es krim!", kata Kyuhyun kembali ke mode Kyuhyun yang biasanya. Yah rasanya es krim dan susu coklat panas adalah dua barang yang mampu merubah Kyuhyun jadi apapun.

"Es krim?", tanya namja besar itu lagi terkejut. Calon pembisnis makan es krim? "Emmm, kau..."

"Kyuhyun", katanya sambil mengulurkan tangannya.

"Oh, Kyuhyun?", namja besar itu antara percaya dan tidak segera menjabat tangan Kyuhyun. "Aku..."

"Ahjusssi, kau pembisnis seperti mereka juga ya?"

"Memangnya kenapa?"

"Aduuhhh, mereka menyedihkan. Kenapa Mr. Kangin itu mengharuskan mereka bersikap seperti itu", curhat Kyuhyun sambil berdecak dan menggeleng-geleng.

"Aku bukan bagian dari mereka. Mr. Kangin juga akan bosan melihat mereka seperti itu"

"Benarkah?", namja besar itu mengangguk. "Ahjussi, nanti kalau aku sudah menjadi pembisnis hebat kau berkerjasama denganku saja ya. Aku janji tidak akan seperti mereka" Namja besar mengangguk angguk.

"Tentu saja. Akan ku tunggu saat itu tiba. Ngomong-ngomong mana istrimu?"

Kyuhyun ditanya istri? Dia tadi datang dengan Kibum dan yang berkepentingan disini kan namja es itu. Masa dia mau jawab Kibum istrinya, sepertinya tidak cocok kalau melihat perawakan Kibum yang seperti itu jadi seorang istri. Kalau Kyuhyun mengaku dia seorang istri, pasti memalukan. Masa orang se-keren Cho Kyuhyun jadi istri, istrinya Kibum, si pecahan es dari kutub itu pula? Malu ah. Tapi... dia kan memang tidak punya istri, perannya di sini juga istri. Kyuhyun manyun setelah bingung tak tahu mau jawab apa.

"Kau ikut suamimu?", tebak namja besar itu. Kyuhyun tambah manyun peranannya tertebak. "Tidak apa-apa, istriku juga namja", katanya sambil kembali menepuk pundak Kyuhyun. Namja besar itu tersenyum lebar mendapati Kyuhyun manyun terus terusan. "Kau ini lucu sekali, mengingatkanku pada istriku waktu muda dulu".

"Istrimu sudah tua ya?"

"Hahahahaha. Bukan begitu, istriku tetap muda sampai sekarang, cuma dia sudah berubah lebih dewasa"

"Ooo, jadi maksudmu aku kekanakan? Ah, kau tidak asyik, ahjussi"

Namja besar itu tertawa lagi. Kyuhyun menurutnya sangat lucu, padahal Kyuhyun sendiri tidak pernah merasa melucu. Dia itu sedang sebal karena kedewasaannya tidak diakui, malah dikira lucu dan ditertawakan. Ngomong ngomong dari semua pembisnis disini, kenapa cuma namja besar ini yang berbeda. Kyuhyun lebih suka ahjussi ini dari pada pembisnis lain. Eh, tidak jadi. Kyuhyun mencabut lagi kata sukanya, kalau ahjussi itu tidak minta maaf karena telah menertawakannya, dia juga tak akan menyukai ahjussi ini.

"Bukan juga, cuma terkadang aku merindukan istriku yang kekanakan sepertimu"

"Yah, jangan bilang ahjussi mau menikahiku juga. Ahjussi sudah punya istri, tidak boleh selingkuh. Dosa. Dosa!". Ahjussi badan besar itu makin tertawa ditegur Kyuhyun. "Aku sudah punya suami, ahjussi. Merebut istri orang itu tidak baik", tuturnya lagi.

"Aku tidak berniat berselingkuh. Ini soal istriku saja, tidak ada hubungannya denganmu. Ah kau ini...". Kyuhyun manggut manggut sekarang. "Beruntung sekali suamimu,", Kyuhyun mengernyit. "punya istri selucu kau"

"Haaaah, aku tidak lucu", ahjussi badan besar menyengir mendapati Kyuhyun terus menyangkalnya. "Tapi aku yang tidak untung jadi istrinya. Dia itu dingin", Kyuhyun berfikir sejenak, kalau dia katakan Kibum sebenarnya hangat, nanti ahjussi akan membocorkannya pada orang lain atau tidak? "Orangnya dingin, tapi badannya hangat. Jangan bilang pada yang lain ya", ahjussi mengangguk walau sebenarnya ingin tertawa sekeras kerasnya. "Tapi dia sering jahat padaku!"

"Jahat kenapa?", Kyuhyun dan ahjussi jadi mirip Sungmin dan Kwang, jadi kumpulan duo gosip.

"Sudahlah ahjussi jangan dibahas, aku kan malu!" Dari kalimat itu ahjussi bisa menyimpulkan dimana letak jahatnya suami Kyuhyun.

"Baiklah, ayo kubantu cari stand es krim. Rasanya aku juga ingin makan es krim!". Kyuhyun akhirnya tersenyum juga. "Pelayan!", panggil ahjussi itu pada salah seorang pelayan yang tak jauh dari mereka. Pelayan itu datang lalu menunduk hormat. "Dimana letak stand es krim?". Si pelayan terdiam sejenak, mungkin sedang berfikir 'benar ya, tuan ini mau makan es krim?'

"Meja sebelah sana, Tuan!", katanya antara heran dan terpaksa.

"Ok, terima kasih!". Kemudian ahjussi badan besar itu menggiring Kyuhyun ke arah yang ditunjukkan pelayan tadi.

julie khoyul

Yoochun berjalan tergesa kearah dua temannya yang berkumpul hampir di tengah ruangan. Tadi Yoochun sedikit terlambat, pasalnya sampai detik akhir dia masih susah menentukan siapa yang akan dibawanya. Sebagian besar teman wanitanya mengajukan diri secara cuma-cuma. Ada beberapa namja mantan kekasihnya juga siap membantu kalau dibutuhkan. Yoochun jadi bingung harus memilih siapa, walau dia sering gonta ganti pacar bukan berarti dia menyakiti mantan-mantanya. Dia berpacaran secara baik dan putuspun secara baik pula. Kalau soal one night stand, pasangan Yoochun selalu menganggapnya hubungan timbal balik, untung dua belah pihak. So, tak ada arti kata patah hati disetiap hubungan pacaran lalu putus dengan Yoochun. Dan karena Yoochun orang yang tak mau menyakiti hati orang, dia putuskan tak membawa siapapun ke pesta. Persetan dengan kerja sama berbentuk apapun dari pembisnis kaya raya itu. Dia bisa cari relasi kerja lain, walau tak sehebat Mr. Kangin. Tak ada masalah siapapun partner kerjanya yang penting dia tidak mengalami kebangkrutan.

"Hi Yun, Kibum!", sapanya pada dua temannya itu. "Kibum-ah, Kyuhyun mana?". Kibum melirik Yoochun dari ekor matanya, Yunho juga. Harusnya mereka berdua yang ditanyakaan keadaannya, bukan malah mencari orang lain. Kyuhyun pula yang dicari. "Mana yeojamu, Yun?", tanyanya lagi yang tak sadar arah dua pasang mata menusuk kepadanya.

"Sebenarnya siapa temanmu, Chun? Aku dan Kibum atau Kyuhyun dan yeoja-ku?"

"Kalian sudah ada disini, hampir setiap waktu kita bertemu. Bahkan kalau boleh aku bilang, aku bosan melihat muka kalian", Yoochun terkekeh mendapati kedua temannya melirik tajam kearahnya. "Kalau Kyuhyun baru kemarin bertemu. Kalau yeoja-mu malah belum bertemu sama sekali, aku jadi penasaran"

"Dia ada disekitar sini. Tak tahulah, mungkin bergabung dengan para istri"

"Kenalkan padaku kalau pesta ini selesai nanti ya!", pinta Yoochun diikuti senyum playboy andalannya. "Kibum-ah, Kyuhyun mana?"

"Ke toilet", jawab Kibum. "Kenapa? Kau mau menyusulnya kesana?", tanya Kibum dengan nada dan muka sama datar, tapi siapapun juga tahu kalau kalimat itu bermaksud tidak suka.

"Hahaha", Yoochun tertawa maklum. "Kau tak perlu khawatir. Selama dia masih istrimu, aku tak akan merebutnya. Nah kalau kau mau menceraikannya, bilang padaku secepatnya. Akan kusediakan tempat untuknya di hati dan rumahku"

"Sudah kubilang dia calon milikku, Chun. Kau cari yang lain saja lah!"

"Kalau Kyuhyun maunya denganku bagaimana?"

"Yah, kau jangan macam-macam ya! Setelah Kibum sah menceraikan Kyuhyun, baru kita bersaing secara adil. Jangan mencuri start!"

"Sayangnya aku tak berniat menceraikannya!", potong Kibum datar lagi.

"Kibum-ah, jangan begitu. Ceraikan dia secepatnya ya!', pinta Yunho kelewatan. Menyuruh Kibum menceraikan Kyuhyun, apa untungnya bagi Kibum?

"Kenapa aku harus menceraikannya?"

"Dilihat dari segi manapun, kau tidak cocok untuknya"

"Maksudnya?", tanya Kibum merasa teraindir oleh Yunho.

"Tampangmu yang datar itu tidak cocok untuk Kyuhyun yang ekpresif", terang Yunho tanpa tedeng aling-aling. "Ceraikan dia dan cari orang lain yang pas untukmu. Kasihan sekali kalau Kyuhyun berlama-lama hidup denganmu, hidupnya bisa datar juga seperti mukamu"

"Kalau aku tak mau menceraikannya, kau mau apa?"

"Ya tidak apa-apa, tapi atas nama sahabat kuminta dengan sangat ceraikan dia sebelum hidup Kyuhyun benar-benar merana karenamu"

"Maumu!"

Yoochun menyesapi minuman yang baru saja diambilnya saat dua sahabatnya berebut Kyuhyun. Yunho dan Kibum sering berebut yeoja sebelumnya, tapi lama-kelamaan keterlaluan juga arah pembicaraan mereka. Ok, bagi mereka bertiga itu biasa, tapi kalau kedengaran orang lain tidak bagus, nanti dikira mereka namja bejat yang suka menggilir yeoja walau terkadang memang iya. Ini beda, ini Kyuhyun, istri Kibum. Mereka berebut istri, itu sedikit keterlaluan.

"Heh heh heh, kalian apa-apaan. Jangan terlalu ngotot begitu!", kata Yoochun menengahi. Yoochun meletakkan gelasnya, mengambil dua gelas baru berisi wine merah lalu menyodorkannya pada dua temannya itu. Dia memaksa, tapi kemudian diterima juga oleh keduanya. "Kalau kau tak mau menceraikannya, ya sudah tak usah diceraikan. Susah sekali jadi kau!", tegurnya ke Kibum.

"Chun, kau tak ingin dia menceraikan Kyuhyun? Kau tak mau Kyuhyun?"

"Ck!", Yoochun berdecak keras. "Tentu saja mau, kalau Kibum tak mau menceraikannya aku bisa apa? Kalian ini masih saja suka berebut. Kyuhyun itu istri Kibum, bukan yeoja bebas diluar sana yang suka direbutkan namja-namja seperti kalian. Aihhh, setres aku melihat tingkah kalian. Makanya kalau boleh terus terang aku bosan melihat muka kalian", katanya sambil kembali meraih gelasnya.

Sebelum ini Yunho dan Kibum memang suka berebut yeoja. Kalau ada seorang yeoja seksi yang Yunho suka, Kibum juga akan suka begitu juga sebaliknya. Tapi sayangnya seberapa sering mereka berebut lari yeojanya ke tangan Yoochun juga. Walau bagaimanapun Yoochun tahu cara memperlakukan pasangan dengan baik, tidak seperti Yunho yang kaku atau Kibum yang terlalu cuek. Yoochun meski berjuluk playboy, tetap tak ada yang bosan berkencan dengannya.

"Ngomong-ngomong, kalian sudah bertemu Mr. Kangin?"

"Sudah!", jawab Yunho dan Kibum bersamaan.

"Tadi kita bertemu denganya, bersalaman saja. Bertegur sapa belum lengkap Mr. Kangin sudah pergi ke pembisnis-pembisnia tua relasinya itu. Tersenyum pada kami saja tidak!", tutur Yunho yang ditanggapi tepukan pelan dipunggungnya oleh Yoochun. "Dia tak tertarik dengan pembisnis muda"

"Mr. Kangin sepertinya juga tak tertarik dengan pembisnis beristri. Proposal ajuan kerja sama cuma dikumpulkan bersamaan tanpa pandang siapa orangnya". Yoochun tertawa dihadapan keduanya, beruntung sekali dia tadi tidak membawa pasangan.

"Ngomong-ngomong, dimana tempat mengumpulkan proposalnya? Aku kumpulkan punyaku juga!"

Yoochun benar-benar untung hari ini, dia tak perlu repot memilih pasangan. Tak perlu berakting hebat didepan pembisnis lain dan sekarang proposal yang diyatakannya tak lagi berguna mendapat kesempatan dilihat oleh Mr. Kangin.

"Eh, bukankah itu Kyuhyun!", tunjuk Yoochun ke sebuah stand hampir di pojok ruangan.

Kibum dan Yunho melihat hal sama seperti yang Yoochun lihat. Di sudut itu ada Kyuhyun dengan seorang namja besar. Mata ketiganya melotot penuh melihat siapa namja besar yang bersama Kyuhyun. Bukan mereka berfikir Kyuhyun selingkuh atau mencoba berbisnis sendiri, tapi orang itu Kangin. Pembisnis yang mereka kenal keras dalam bercengkrama itu tertawa tawa bersama Kyuhyun, bahkan mereka makan es krim bersama. Keajaiban seorang Kyuhyun mampu menahklukkan pembisnis alot macam Kangin.

"Itu calon mantan istrimu, Kibum-ah!", celetuk Yunho yang kelihatannya belum mau mengalah soal perebutan tadi.

"Iblis itu melakukan apa pada Mr. Kangin?", tanya Kibum lirih ke dirinya sendiri. Yoochun dan Yunho dengar, kemudian melirik Kibum tak terima. Kyuhyun itu bidadari buka iblis.

Kyuhyun mengedarkan kepalanya, tanpa sengaja dia melihat ketiga sekawan itu memandang juga kearahnya. Dia terlihat berbicara sebentar dengan Kangin lalu menarik namja besar itu kearah ketiganya. Kyuhyun membawa Kangin kehadapan Kibum dan teman-temannya. Ketiganya langsung kehilangan ekpresi ketika Kangin dihadapan mereka.

"Ahjussi, kuperkenalkan. Ini Jung Yunho!", dan Kangin lebih dulu mengulurkan tangannya. Yunho menunduk dulu sebelum menjabat tangan Kangin. "Ini Chunnie baby!". Yoochun melirik ke Yunho lalu ke Kibum, kemudian dia tersenyum menjabat tangan Kangin. "Ini Kibum!". Kibum mengulurkan tangannya mendului Kangin. Ketika mereka berjabat tangan Kangin menepuk sebentar pundak Kibum lalu tersenyum paham. "Ini Kangin ahjussi, pasti kalian sudah tahu!"

Kyuhyun tadinya terkejut saat tahu kalau yang berbincang dengan ternyata Kangin yang dibicarakan Kibum. Tapi kemudian dia berbicang normal kembali setelah Kangin memintanya bersikap normal. Kangin tak pernah mempermasalahkan gaya orang didepannya, yang penting sopan dan tidak dibuat-buat dia akan lebih suka. Untuk itulah Kangin merasa nyaman berinterakai dengan Kyuhyun dari pada dengan orang lain disini. Dia lebih memilih menemani Kyuhyun makan es krim padahal keberadaannya masih ditunggu oleh pembisnis lainnya.

"Ah, sekarang ke kenalkan kau pada istriku!", ajak Kangin ketiga dia melihat istrinya tak jauh dari mereka berdiri. Kangin membawa Kyhhyun, meninggalkan tiga namja yang terpaku melihat keakraban Kyuhyun dan Kangin. Kok bisa? Itulah pertanyaannya.

julie khoyul

Kyuhyun berkedip beberapa kali saat melihat seseorang yang terlihat muda dan cantik dihadapannya. Antara percaya dan tidak, Kangin memperkenalkan Leeteuk sebagai istrinya. Dari mata Kyuhyun terlihat ketidak sukaannya. Leeteuk berpenampilan layaknya yeoja, tapi dengan jakun dan otot-otot tipis di lengannya. Menjijikan lagi kalau Kyuhyun boleh bilang. Leeteuk lebih mirip waria dari pada yeoja. Semua orang disini tak ada yang berpenampilan seburuk Leeteuk. Namja berpakaian namja, yeoja berpakaian yeoja. Tidak ada crossdresing macam Leeteuk.

"Kau waria?", tanya Kyuhyun tak sopan.

Orang disekitar situ semua menatap takut ke arah Kyuhyun. Mereka takut pada pertanyaan Kyuhyun barusan. Mereka memang berpikiran sama, tapi tak ada yang berani bertanya begitu pada Leeteuk. Leeteuk itu istri pengusaha hebat, menyinggungnya sama dengan cari mati.

Kangin menatapi keduanya, dia mengatisipasi kalau terjadi apa-apa dengan mereka.

"Apa maksudmu? Kau tahu siapa aku, tapi kau berani berkata begitu padaku!", ancam Leeteuk kasar.

Pantas kalau Kangin merindukan istrinya yang dulu, sekarang ini Leeteuk sudah jadi orang lain. Dia kaku dan kasar. Semua yang ada didiri namja ini bohongan. Tidak seperti cerita Kangin tentang istrinya yang dulunya lucu sekarang berubah lebih dewasa. Ini bukan dewasa, tapi transformasi ke arah buruk.

"Kau tak tahu kehidupanku, jangan berkata macam-macam!"

"Aku memang tidak tahu bagaimana kau hidup, tapi aku melihatmu sekarang. Apapun yang kulihat sekarang, kau sangat menjijikan!"

"Anak muda kurang ajar. Jangan kau kira kau bisa akrab demgan suamiku lalu kau bisa berkata sembarangan terhadapku!", bentak Leeteuk. Kangin mencekali bahu istrinya agar tenang. Kibum, Yoochun dan Yunho mau tak mau ikut bergabung juga dengan gerombolan ini. Bagaimanapun Kyuhyun bagian dari mereka. "Keluar dari sini!", usir Leeteuk berteriak kasar lagi.

"Kangin ahjussi merindukanmu yang dulu, Hyung!"

"Keluar kataku!"

"Kau membohongi diri sendiri. Kau mengecewakan suamimu!", ejek Kyuhyun terus-terusan.

Leeteuk bergerak akan menampar Kyuhyun, tapi tangannya dicekali Kangin. Dia tak mau istrinya bertindak kasar dipesta besarnya. Leeteuk temperamen akhir-akhir ini, dan Kyuhyun keterlaluan berkata sedemikian menyinggung. Kangin tak bisa membela siapa-siapa, yang terpenting sekarang ini adalah menghentikan istrinya agar tidak bertindak anarkis pada Kyuhyun.

"Keluar dari pestaku atau ku panggil satpam untuk menyeretmu!"

Kibum berjalan cepat kearah mereka, dia mencekali lengan Kyuhyun kemudian menyeretnya keluar hotel. Kibum geram dengan sikap Kyuhyun. Tidak bisakah iblis ini mengabaikan hal semacam Leeteuk. Kyuhyun telah menghancurkan segalanya. Dia menghancurkan hidupnya sendiri, menghancurkan kesempatan Kibum dapat bekerja sama dengan Kangin dan kemungkinan pesta ini juga akan hancur karena istri penyelenggaranya dihina oleh Kyuhyun.

Kibum mencengkeram kasar penggelangan tangan Kyuhyun, menimbulkan rasa nyeri di tulang bagian lengannya. Kyuhyun kesakitan, dia meronta tapi Kibum tak melepasnya. Dia diseret keluar hotel lalu dilempar ke tempat kosong didekat jajaran kolam renang.

"Ada apa denganmu?", bentak Kibum memulai marah. "Tidak bisakan sekali saja kau tidak menyusahkanku?"

"Leeteuk hyung itu bertingkah menjijikan"

"Kau yang menjijikan!", bentak Kibum menutup pembelaan Kyuhyun. "Bertingkah baik saja kau tak bisa lalu kau berani menilai orang lain. Siapa kau? Kau bukan orang hebat, kau bukan istri Mr. Kangin jadi jangan sok tahu bagaimana cara terbaik untuk hidup!", bentak Kibum lagi dan lagi.

Kyuhyun terpojok sekarang. Dia memang bukan siapa-siapa, dia bukan istri Kangin yang tahu caranya hidup. Dia memang tak patut mengatai orang seenaknya, tapi dia Cho Kyuhyun. Seorang iblis yang cuma bisa menilai baik dan buruk saja, bagus dan jelek saja. Dia tak bisa berbohong soal itu.

"Minta maaf padanya!"

"Tidak mau"

"MINTA MAAF!", perintah Kibum berteriak. Jarang sekali dia begini, tapi dia terlalu marah saat ini.

"Tidak mau", tolak Kyuhyun.

"MINTA MAAF!"

"AKU TIDAK MAU!", tolak Kyuhyun keukeuh. Dia merasa tak salah, tak sudi minta maaf pada Leeteuk yang memang menjijikan seperti katanya tadi.

"Minta maaf sekarang atau kutinggalkan kau disini!"

"TIDAK SUDI!"

plaaakkk

"KIBUM!", teriak Yoochun yang tadi mengekor bersama Yunho. Kibum keterlaluan. Bukan begitu cara mengatasi kekeras kepalaan seseorang. Kibum mengisyaratkan Yoochun untuk tak ikut campur urusannya, dan Yoochun-pun terdiam, bagaimanapun itu urusan rumah tangga Kibum, dia tak berhak ikut campur.

"Minta maaf pada istri Mr. Kangin sekarang!"

Kyuhyun sakit hati. Dia ditampar Kibum. Dan ini pertama kalinya dia mengalami hal sebegini buruk. Apa memang Kibum diciptakan untuk menjahatinya, menghukum atas segala keusilan yang selama ini dia perbuat? Kyuhyun tak siap dengan perlakuan seperti ini. Kyuhyun tak tahu bagaimana menyikapi kemarahan Kibum. Dia cuma bisa menurut, dia berjalan masuk kembali ke hotel, ke ballroom mengahadap Kangin dan istrinya. Leeteuk terlihat kacau sambil ditenangkan oleh Kangin. Saat Kyuhyun datang kemarahan Leeteuk kembali memuncak, tapi Kyuhyun cuma bilang maaf kemudian menunduk sekali dan berbalik keluar ruangan lagi sebelum sempat Leeteuk berkata apapun.

Kibum, Yoochun dan Yunho menunggu Kyuhyun keluar setelah minta maaf. Kibum sudah ditegur Yoochun, namja es itu sudah tahu salahnya. Dia tak pernah berbuat kasar juga sebelumnya. Kalau tidak suka dia akan tinggalkan atau acuhkan, tidak harus berbuat kasar seperti tadi. Tapi sikap Kyuhyun tadi memancing emosinya, dia khilaf sampai menampar Kyuhyun. Janji, dia tak akan berbuat hal sama lagi.

Ketiganya melihat Kyuhyun keluar, iblis itu berjalan cepat-cepat menghindar dari ketiganya, tepatnya menghindar dari Kibum. Dia tak mau melihat Kibum saat ini. Dia takut Kibum, dia takut ditampar lagi. Pipinya masih sakit, ada merah disitu pastinya, tapi itu tak seberapa dibanding rasa takut dan sakit dalam hatinya. Kyuhyun takut sekali dengan Kibum. Kyuhyun ingin pergi sendiri tanpa Kibum atau siapapun. Dia mau hidupnya yang dulu, yang ada Heechul dan Sungmin. Yang ada Ryeowook dan duo Haehyuk, pokoknya hidupnya sebelum ada Kibum.

"Kyu!", panggil Yoochun menyusul cepat Kyuhyun diikuti Yunho dan Kibum. "Kyu, berhenti dulu. Kita mau bicara denganmu!", katanya sedikit berteriak karena Kyuhyun lebih menjauh.

"Kau mau kemana?", tanya Yunho yang ikut mengkhawatirkan Kyuhyun.

Kyuhyun tak berhenti berjalan, tapi dia menoleh sebentar. Dilihatnya ketiga namja itu mengejarnya dan Kibum juga masih terlihat marah. Kyuhyun tak mau bertemu Kibum dulu. Akhirnya dia berlari lebih menjauh hingga di belokan kolam dia bertabrakan dengan seseorang yang kebetulan lewat. Kyuhyun kehilangan keseimbangan, oleng dan jatuh ke kolam. Seseorang yang tadi di tabrak Kyuhyun siap mengulurkan tangan kalau Kyuhyun butuh naik ketepian kolam, tapi semenjak Kyuhyun terjebur tak ada tanda-tanda akan kembali ke permukaan. Kyuhyun tak bisa berenang, Kibum kelihatannya lupa kalau Kyuhyun tak bisa berenang.

Yoochun yang tahu suasana segera melakukan hal yang dia bisa, mendahului yang lain melepas sepatu dan melempar jasnya. Dia menjatuhkan diri ke kolam, menyelam kedasar dan merenggut Kyuhyun dari bawah air. Yoochun berenang cepat membawa Kyuhyun kepermukaan lalu menariknya ketepi. Dibantu Yunho dia menaikkan Kyuhyun ke pelataran tepi kolam. Tadinya Yunho siap memberikan bantuan pernapasan, tapi Yoochun menghalanginya. Ada yang lebih berhak dari mereka berdua.

"Kibum!", Yoochun menyadarkan Kibum dari keterpakuannya. Dia lupa, dia tak tahu harus berbuat apa pada Kyuhyun. Kibum cuma merasa sedikit tak berguna dari pada teman-temannya.

Kibum mengambil alih keduanya, memberi nafas buatan untuk Kyuhyun dan menekan dadanya. Memberi nafas buatan lagi dan menekan dadanya. Kibum rasa setiap Kyuhyun sakit, dialah penyebabnya. Kyuhyun masih belum sembuh benar dan sekarang karena dia lagi, Kyuhyun makin parah. Kyuhyun menyemburkan air dari paru-parunya. Dia tersadar, melihat beberapa orang didekat situ, ada Kibum dihadapannya dan dia takut lagi. Kyuhyun merengek ketakutan sebentar kemudian pingsan. Dia akan sakit lebih parah setelah ini.

To be continue

Ih sorry, telat update sehari. Kemarin kan libur, so gue hang out dulu cari angin. I'll try to show you something in next chap... see you soon!