Contract with the Devil's Son
Chapter 18:
Screenplay's fanfiction
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Heechul
Choi Siwon
Dll
Hi,
Bukan gue sengaja telat ngepost ya, cuma gue sedikit dilema. Chap ini bakal kalian terima atau tidak? Tapi tadi seseorang nge-PM gue dan nanya kapan update? Gue post aja kalau gitu.
Soal kaliam suka atau tidak chap ini, itu terserah kalian. Kalau ada tilisan salah, pura-pura aja tidak lihat. Kalau tidak suka salah satu paragraf disini, skip ke paragraf berikutnya juga boleh. Moga chap ini tidak semengecewakaan dugaanku!
Selamat membaca!
Doble Rewards untuk Kibum
Semalam Kibum, Yoochun dan Yunho menjagai Kyuhyun. Kyuhyun yang pingsan mereka bawa ke cotage tempat Yoochun, itu tempat terdekat dari hotel diadakannya pesta. Kibum mengambil alih Kyuhyun setelahnya, dia melucuti bajunya kemudian membiarkan Kyuhyun telanjang dibawah selimut tebal di kamar Yoochun itu. Seorang dokter didatangkan untuk mengecek keadaan Kyuhyun. Dokter menyuntikkan anti biotik, tapi tak memberi obat, pasalnya Kyuhyun sendiri masih punya banyak obat yang harus dikonsumsi karena sakit sebelumnya. Dokter memerintah ketiganya agar menjaga Kyuhyun baik-baik dan menyarankan agar Kyuhyun dijaga ketat biar tak terjadi sakit berulang lagi, atau kejadiannya akan fatal.
Seperginya dokter, Yoochun meminjamkan bajunya pada Kyuhyun. Kibum memasangkannya dan Kyuhyun kembali dibiarkan tertidur. Yoochun mengerti keadaan seperti ini, Kibum memang tak mengatakan apapun tapi sebagai teman dia tahu kalau Kibum merasa bersalah. Yoochun sendiri memprediksi kalau besoknya saat Kyuhyun tersadar, Kyuhyun pasti akan takut pada Kibum. Tinggal bagaimana usaha Kibum untuk mengambil hati Kyuhyun kembali. Kalau Yoochun mau dia bisa menyerobot Kyuhyun dari Kibum, tapi dia bukan tipe orang yang suka menusuk dari belakang. Apapun yang dilakukannya harus bersih, termasuk soal pasangan.
Yoochun dan Yunho menemani Kibum menjagai Kyuhyun. Tapi saat malam lebih larut, demam Kyuhyun juga mulai lebih tinggi. Ini memang siklusnya, demam tinggi, obat bekerja dan besok pagi demam akan menurun. Tapi di puncak demam seperti ini Kyuhyun mengerang ngerang sakit, kemudian mengingau kesana kemari. Kyuhyun menyebut Kibum jahat, Kyuhyun bilang benci Kibum dan tak mau melihat Kibum lagi. Kyuhyun mau kembali pada temannya juga, sampai Yoochun dan Yunho ikut kasihan melihat Kyuhyun sebegitu benci dengan Kibum.
Disaat malam hampir digantikan pagi, Kyuhyun sudah mulai tenang. Dia bisa tidur lebih baik dari sebelumnya. Kibum duduk ditepian ranjang, dia menggenggam tangan Kyuhyun seperti tempo hari. Dari situ juga dia menyalurkan permintaan maaf yang tak bisa keluar langsung dari mulutnya. Kibum menyesal setelah mengetahui akhirannya seperti ini. Kibum belum berfikir bagaimana cara berbaikan dengan Kyuhyun, yang terpenting Kyuhyun kembali sehat setelah ini.
Saat Yoochun dan Yunho hampir terlelap di sofa, Kyuhyun mengigau kembali. Pertama mereka khawatir kalau demam Kyuhyun naik lagi, tapi setelah mendengar racauan Kyuhyun mereka bisa bernafas lega. Kyuhyun bilang dia ingin makan es krim, kemudian menyuruh ahjumma membuat susu coklat panas lebih sering biar badannya bisa lebih besar dari Kibum. Yang paling melegakan, Kyuhyun masih menyebut Kibum, meminta namja es itu bercerita agar dia bisa tidur. Yah rasanya Kibum akan mudah mendapatkan Kyuhyun kembali besoknya.
Yunho kembali ke hotel tempat dia menginap setelah mendengar igauan terakhir Kyuhyun. Yoochun juga memutuskan tidur di sofa luar kamar setelah terkekeh mendapati igauan Kyuhyun yang menurutnya lucu itu. Dia menyerahkan Kyuhyun sepenuhnya pada Kibum, karena bagaimanapun Kyuhyun masih memilih Kibum dilihat dari caranya mengigau.
Pagi-pagi sekali Kibum ke hotelnya. Dia mandi dan bertukar baju, Kibum juga membawa baju ganti untuk Kyuhyun.
"Kyuhyun mana?", tanya Yoochun yang baru keluar dari kamar mandi.
"Aku baru datang. Harusnya aku yang tanya"
Tadi ketika Yoochun mau mandi, Kyuhyun terbangun. Dia minta pulang, tapi Yoochun melarang. Yoochun minta Kyuhyun bertahan sehari lagi baru dia boleh pulang. Keadaannya sekarang belum memungkinkan untuk perjalanan Busan-Seol. Dan Kyuhyun setuju saja. Dia kembali merebah dan beristirahat. Saat Yoochun masuk kamar mandi dan mulai mandi, Kyuhyun teringat Kibum lalu kejadian semalam juga diingatnya. Lantas dia memutuskan pergi dari situ, karena Kibum jelas akan menemui Yoochun nantinya.
"Tadi dia ngotot mau pulang, tapi setelah ku bujuk dia mau bertahan sehari lagi disini. Entahlah kemana dia sekarang?". Kibum paham soal itu, Kyuhyun mana bisa dibujuk. Iblis itu kalau punya kemauan tak bisa dicegah.
"Aku akan mencarinya!" Yoochun sebenarnya mau ikut, tapi dia belum berpakaian. Dia mengurungkan niatnya sebentar.
"Baiklah, kususul nanti", katanya sebelum Kibum berjalan jauh.
Kibum membawa mobilnya dijalanan terdekat, berharap Kyuhyun ditemukannya didekat situ. Kalaupun Kyuhyun berjalan pulang setidaknya belum terlalu jauh. Arah pertama dia tak menemukan Kyuhyun, dia berbelok ke jalanan lain. Arah kedua juga sama, tapi saat dia berbelok ingin ke jalan lain lagi dia melihat sekelebat namja iblis itu berjalan kearahnya. Makin dekat hingga kemudian melewati mobil Kibum. Kibum memutar balik mobilnya untuk mengikuti Kyuhyun dari belakang. Kemudian dia menyejajarkan mobilnya dengan Kyuhyun.
"Cho!"
Kyuhyun menoleh, saat dilihatnya Kibum dengan mobilnya dia terkejut. Kyuhyun kembali ketakutan, dia berjalan cepat meninggalakan Kibum. Tapi sayangnya Kibum mempercepat mobilnya juga dan tentu berhasil menyusul Kyuhyun.
"Kau mau kemana?". Kyuhyun tak menjawab. Dia masih berusaha menjauh dari Kibum. "Ayo naik!", ajaknya yang tak ditanggapi Kyuhyun. "Cho!". Kyuhyun masih terus berjalan cepat, membawa badannya yang terasa berat untuk terus melangkah. Kyuhyun mengabaikan kepalanya yang terasa berputar. Dia mencoba bertahan untuk bisa jauh dari Kibum walau keadaan tubuhnya tak bisa diajak kompromi.
Kibum menepikan mobilnya, kemudian dia turun dan menyusul Kyuhyun. Kibum menemani Kyuhyun melangkah. Kyuhyun yang masih melangkah cepat-cepat mudah diimbangi Kibum, apa lagi Kyuhyun dalam keadaan tak sehat. Seberapa jauh orang sakit bisa bertahan berjalan cepat terus terusan? Akhirnya Kyuhyun lelah. Tenaganya sudah terkuras banyak dan tubuhnya tak mau lagi diajak menghindar dari Kibum. Dia memang masih berjalan tapi sangat lambat. Terseok seok hingga hampir jatuh dan terenggah enggah kehabisan nafas.
Kibum mencekali tangan Kyuhyun bermaksud menopang iblis itu agar tidak jatuh, tapi Kyuhyun menepisnya kasar. Kibum mencoba lagi tapi masih mendapat tanggapan yang sama.
"Jangan sentuh aku!"
"Nanti kau jatuh. Kau mau kemana?"
"Tidak apa-apa aku jatuh. Aku bisa berdiri sendiri"
"Kau mau kemana?"
"Mau pulang. Aku benci disini, aku mau pulang!".
Hal apapun yang terjadi di luar, rumah adalah tempat yang tepat untuk berlindung, makanya dalam keadaan rapuh Kyuhyun selalu minta pulang. Kalau menghadapi pertanyaan, sekarang ini mau pulang kemana? Kyuhyun cuma tahu dua tempat, TC dan rumah Kibum. Kenapa tak rumahnya sendiri? Karena Kyuhyun memang tak mau kembali kesana sebelum dia sukses.
"Jalan pulang bukan kearah sini, tapi kesana", tunjuk Kibum berlawanan arah dengam arah jalan mereka sekarang. Kyuhyun langsung berbalik arah dan terus berjalan, Kibum juga mengikuti.
"Jangan ikuti aku!"
"Mobilku ada disitu", jawab Kibum yang memang mobilnya ada ditempat yang akan mereka lewati. "Cho!" Kyuhyun masih terus melangkah, mengabaikan Kibum yang juga masih mengikutinya. "Berhenti dulu, kau sakit dan lelah!", pinta Kibum lagi.
Kyuhyun tak mau mendengarkan Kibum lagi. Ia memang lelah, dia memang sakit, tapi ada Kibum menurutnya lebih menakutkan dari sakit yang dia derita. Kyuhyun masih berjalan, hampir dekat dengan mobil Kibum dan namja es itu mencekali tangannya. Tak melepaskan Kyuhyun walau iblis itu meronta. Tangan Kyuhyun sakit, tapi Kibum mengabaikan kesakitan Kyuhyun. Ini juga demi kebaikan iblis itu.
"Aku tak akan menamparmu lagi", kata Kibum yang sadar penolakan Kyuhyun. Iblis itu takut padanya. "Aku janji!", tambahnya dibuat semeyakinkan mungkin. Kibum menarik Kyuhyun, membawa tubuh kurus iblis itu mendekat padanya kemudian dia melingkarkan sebelah tanganya keperut Kyuhyun dan sebelah lagi kelehernya. Kibum membawa tubuh belakang Kyuhyun menempel padanya bermaksud menopang atau memeluk. Tak tahu apa maksud Kibum itu, yang pasti dia ingin sekali melakukannya dan Kyuhyun tak menolak.
"Aku mau pulang!", kata Kyuhyun yang sudah mulai luluh.
"Besok kita pulang"
"Aku mau pulang!"
"Besok, Cho! Kau masih sakit"
"Aku mau pulang sekarang!"
"Cho!"
"Kibum, aku mau pulang sekarang!", pintanya yang kali sambil memberontak dipelukan Kibum.
"Ok, ok. Apapun maumu, kita pulang sekarang!". Kyuhyun berhenti berontak. "Kita ke hotel dulu, kemasi barang lalu pulang". Kyuhyun menurut saja kali ini, kalau Kyuhyun bertingkah bisa jadi Kibum marah seperti kemarin. Jadi Kyuhyun harus menurut. Toh kalaupun dia pulang jalan kaki, kapan dia akan sampai Seol? Dia juga tak punya uang kalau harus naik kereta.
Kibum dan Kyuhyun masih terdiam disitu, menjadikan acara pelukan mereka sebagai tontonan orang yang lewat disekitarnya. Kibum mau berlama-lama, dia anggap itu permintaan maaf selain menjagai dan menggenggam tangan Kyuhyun semalaman. Tapi Kyuhyun mau pulang, dia tak mau berada di sini, di sini dia jadi ingat peristiwa semalam. Sejujurnya dia masih takut Kibum, tapi kalau dia ngotot nanti janji Kibum untuk tak menamparnya lagi dicabut lalu dia harus bagaimana?
"Kibum, ayo pulang!", pintanya yang seketika menyadarkan Kibum.
Manager TC's Kim itu melepaskan Kyuhyun dari pelukannya. Dia mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan Kyuhyun seperti kemarin malam. Anggap saja dia sudah berbaikan dengan Kyuhyun, lalu memperlakukan Kyuhyun dengan baik adalah bentuk permintaan maafnya. Kibum membawa Kyuhyun ke mobilya, membukakan pintu sebelah kursi kemudi lalu menutupnya ketika Kyuhyun sudah duduk didalamnya. Dia sendiri memasuki sisi bersebelahan, melajukan mobilnya ke hotel dan mungkin pulang setelah mereka selesai berkemas.
julie khoyul
"Kibum!"
Kyuhyun baru bangun tidur, matanya masih sayu, wajahnya malas dan rambutnya acak-acakan. Tapi lumayan demamnya turun drastis setelah tidur siang sampai sore.
Kibum dan Kyuhyun, masih ada di hotel yang sama. Pagi tadi setelah acara berbaikan di pinggir jalan, Kibum membawa Kyuhyun ke hotel untuk berkemas dan pulang. Saat itu Yoochun menelepon, menanyakan kabar Kyuhyun, sudahkah Kibum menemukannya? Kibum bilang ke Yoochun kalau dia akan mengajak Kyuhyun pulang saat itu juga. Yoochun khawatir keadaan Kyuhyun yang belum siap bepergian jauh bisa sakit di perjalanan. Kata dokter sakit berulang harus dihindari agar tak terjadi hal fatal pada Kyuhyun.
Yoochun mengajak Yunho menjenguk Kyuhyun sebentar sebelum mereka kembali ke Seol. Kedatangan Yoochun ke hotel tempat Kibum dan Kyuhyun menginap memang sangat berguna. Dia berhasil membujuk Kyuhyun untuk istirahat sebentar. Kyuhyun disuruhnya mandi, kemudiam makan sekedarnya, minum susu, lalu makan obat. Yoochun juga menyarankan Kyuhyun tidur sebentar biar nanti diperjalanan pulang Kyuhyun tidak makin parah sakitnya. Kyuhyun setuju saja, memang semua yang dikatakan Yoochun ada benarnya.
Yoochun memang ahli dalam hal seperti ini. Dia yang tahu cara memperlakukan orang dengan baik, tentu saja mudah membujuk Kyuhyun. Kibum dan Yunho berteman dengannya sekian lama, masih saja takjub melihat kepiawaian Yoochun menghadapi orang satu dan satunya yang selalu berakhir baik. Dari ketiganya, Yunho-lah yang sering ditinggalkan orang lain karena dia terlalu kaku. Kibum sendiri bahkan jarang berinteraksi, sedikit sekali yang mau bicara dengannya diluar pembicaraan bisnis, beda dengan Yoochun yang hampir tak punya masalah dengan orang lain. Kibum boleh menjadi paling pintar berbisnis, Yunho paling tampan diantara ketiganya, tapi Yoochun familiar dimata orang. Dia disukai hampir semua orang yang bertemu dengannya.
Setelah memastikan Kyuhyun tidur, Yoochun dan Yunho kembali ke Seol lebih dulu. Mereka punya pekerjaan setelahnya, jadi tak bisa menemani Kyuhyun. Lagi pula sudah ada Kibum. Kalau butuh saran atau apapun Kibum bisa menelepon Yoochun. Walaupun Yunho merasa tak punya kelebihan apapun soal ini, dia juga siap membantu kalau dibutuhkan.
"Kau mau makan?", tanya Kibum yang sebenarnya aneh. Kyuhyun baru bangun lalu ditawarinya makan.
Kibum yang duduk disofa dekat ranjang, bangkit dan meninggalkan laptop yang dilihatinya sedari tadi. Kibum menuju ke sisi kosong diranjangnya, duduk disana dan membantu Kyuhyun mendapatkan kenyamanan. Kibum bersandar ke headbed lalu menarik tubuh Kyuhyun untuk menyandar kepadanya. Kibum mengcopy adegan ini dari Yoochun. Dulu sekali si playboy itu melakukan scene ini yang membuat kekasihnya nyaman lalu Kibum mencontohnya. Tidak buruk, dia bisa menjadi saingan Yoochun kalau berusaha lebih.
"Kau mau makan?". Perlakuan Kibum sudah manis, tapi kalimat yang keluar dari mulutnya tetap saja buruk. Nadanya masih datar, tidak terkesan khawatir sama sekali.
"Kapan kita pulang"
"Besok". Yoochun sudah membuatkan scenario kecil untuk menunda kepulangan Kibum dan Kyuhyun hari ini. Kibum tinggal praktik agar bisa mengulur waktu sampai besok. "Setelah ini akan gelap, tidak bagus berkendara jarak jauh di malam hari". Sebenarnya Kibum sudah menolak untuk mempraktekkan pembicaraan bernada lembut, itu bukan gayanya. Tapi lagi-lagi ajaran Yoochun itu bermanfaat. Tadi juga Yunho menuntut Kibum segera menceraikan Kyuhyun kalau dia tak mampu menghandle istrinya, dan Kibum jadi terpaksa berguru kilat pada Yoochun.
"Kibum!"
"Hn"
"Kerjasama dengan Kangin ahjussi gagal ya?"
"Tidak usah dibahas"
"Nanti Yesung hyung marah"
"Tidak akan!". Kibum mengelus tangan Kyuhyun. Dia ketepikan gaya stoic-nya terlebih dahulu, dia mau berbaikan betul-betul sekarang ini. "Berhasil atau tidak proposal itu ke tangan Mr. Kangin, belum tentu juga dia membaca dan menyetujuinya. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya kurasa"
Kibum dan Kyuhyun lama berada disitu. Saling menyandar satu sama lain sampai hampir malam. Tapi kemudian Kyuhyun merasa sangat lapar. Dia mau makan, tapi tak mau bubur atau sup seperti tadi siang. Karena tadi ada Yoochun saja dia mau memakannya, sekarang dia mau menu yang lain. Menurutnya bukan jamannya lagi orang sakit harus makan bubur. Makanan Korea, dia bosan. Makanan western, dia tak begitu suka. Pizza atau spagetti, ah Kyuhyun tak mau makan itu sekarang. Dan akhirnya dia minta Kibum untuk memesankan Mie Kuah.
Kibum sudah memesan makanannya sendiri, lalu memesan ramyeon untuk Kyuhyun. Ketika Kibum tanya ramyeon apa yang Kyuhyun minta, iblis itu menolak. Kyuhyun minta mie kuah, bukan ramyeon ala Korea. Terserah Kibum mau pesankan mie kuah yang seperti apa, asal mie kuah yang tidak disebut ramyeon. Kyuhyun memang kebanyakan gaya, perasaan ramyeon itu berbentuk mie dan kebanyakan dihidangkan berkuah. Ketika Kibum berusaha menjelaskan soal ramyeon dan mie kuah tak jauh beda, Kyuhyun tetap ngotot mau makan mie kuah. Maunya Kyuhyun apapun asal berbentuk mie dan ada kuah, tapi Kibum tidak boleh menyebutnya ramyeon.
Mereka bertengkar lagi, masih sebelah pihak. Kyuhyun berteriak-teriak ngotot soal mie kuah dan Kibum yang tak mau menanggapinya baik-baik. Kibum hampir merasa menyesal telah berbaikan dengan Kyuhyun. Dia membuang waktu istirahatnya untuk menjagai Kyuhyun dan mengetepikan gaya cueknya demi kesembuhan Kyuhyun, tapi sekarang Kyuhyun baru turun panasnya saja sudah kembali jadi iblis, coba kalau dia sembuh benar? Bertingkah lagi pastinya. Kibum mengabaikam semua teriakan yang keluar dari mulut Kyuhyun, hingga didapatinya Kyuhyun tak mau makan lagi dan memaksa pulang sekarang juga.
Walau bagaimanapun Kyuhyun tanggung jawab Kibum saat ini. Dan kalau terjadi apa-apa dengan iblis itu, Kibum sudah pasti menghadapi tuntutan untuk perceraian dirinya dan Kyuhyun dari Yunho. Sebenarnya tuntutan dari Yunho itu tak berpengaruh sama sekali, tapi seorang Kim Kibum yang hampir tak pernah gagal berbisnis harus gagal dalam berumah tangga, kedengarannya sangat buruk. Dia tak ingin menceraikan Kyuhyun. Eh, maksudnya dia tidak menikahi Kyuhyun jadi dia juga tidak memceraikannya.
Kibum menelepon Yoochun meminta pencerahan soal maunya Kyuhyun. Lalu Yoochun bicara panjang lebar dengan Kyuhyun. Dia tak membahas ramyeon, tapi dia membahas mie kuah yang diinginkan Kyuhyun. Yoochun bilang asia tenggara punya banyak jenis mie kuah, Indonesia punya mie ayam. Mie kuah dengan toping ayam cincang. Malaysia punya laksa. Mie putih besar dengan kuah terbuat dari ikan dan santan. Dia juga bilang Malaysia punya mie rebus, bukan mienya direbus. Tapi mie kuning yang disiram dengan kuah pekat dari ubi jalar. Dari Thailand ada mie Tom Yum. Mie kuning dengan kuah Tom Yum. Ada Tom Yum seafood dan Tom Yum sayur yang terakhir ada Po. Makanan khas Vietnam. Mie kuah juga, dihidangkan dengan daun salad dan sayur mentah. Kyuhyun langsung menepis mie kuah yang terakhir sebelum Yoochun menyuruhnya memilih. Dan melalu pertimbangan yang sebenarnya sangat tidak perlu, Kyuhyun memilih mie ayam.
Yoochun berbicara dengan Kibum kemudian, menyuruh namja es itu untuk memesan ramyeon dan dengan tambahan daging ayam cincang berbumbu. Tidak sulit, cuma butuh masak satu ramyeon instans. Lalu ambil ayam dan cacah dagingnya kemudian taruh diatas mie. Kyuhyun tak akan tahu itu mie ayam fersi Indonesia atau bukan, dia kan belum pernah memakannya. Yoochun juga mengaharuskan Kibum memesan segelas susu coklat panas kalau-kalau Kyuhyun kecewa dengan mie kuahnya lalu tak mau makan. Yang terpenting perut Kyuhyun terisi dan dia bisa minum obatnya.
Kibum melakukan apapun yang diintruksikan Yoochun padanya dan hasinya tepat. Kyuhyun memakan mie ayamnya sampai habis, kelihatannya dia kelaparan setelah berdebat. Dia juga menghabiskan susunya, meminum obatnya dengan teratur dan sekarang beristirahat. Kyuhyun dan Kibum masih duduk ditempat yang sama setelah makan malam selesai, Kibum kembali ke laptopnya dan Kyuhyun main game di handphone Kibum.
"Kibum!', selalu begini gayanga kalau Kyuhyun memulai permbicaraan dengan Kibum.
"Hn!"
"Bosan. Ayo tukar! Main game dihandphone tidak seru, layarnya kecil. Kibum, ayo tukar!", pintanya yang kembali ke mode Kyuhyun diawal awal.
"Kau boleh mengotak atik handphoneku tapi tidak dengan laptopku"
"Cuma main game"
"Tidak!",jawab Kibum tegas. "Kau berisik, tidur sana!", perintahnya pula.
"Aku tidak mengantuk!". Kyuhyun kebanyakan tidur. Dari kemarin sampai detik ini, dia habiskan waktunya untuk tidur. Maklum, dia kan sakit. Berbeda dengan Kibum yang dari kemarin sampai detik ini belum memejamkan mata barang sejenak, karena Kyuhyun sakit tentunya.
Kibum tak menanggapinya hingga beberapa menit kemudian dia mematikan dan menutup laptopnya. Dia meletakkan laptopnya dalam tas kerjanya lalu menjauhkannya dari ranjang.
"Aku mau tidur!"
"Kibum,"
"Kau diam sebentar, aku belum tidur dari kemarin"
Kyuhyun kasihan juga, walau tak tahu kalau Kibum tak tidur itu karena dirinya, dia diam saja seperti perintah Kibum. Dibiarkannya Kibum memejamkan mata, tidur miring kearah lain. Kyuhyun sendiri tak bisa tidur, dia memilih kembali bermain game di handphone Kibum. Sejam kemudian Kibum merubah posisi, dia tidur menghadap Kyuhyun saat ini. Kyuhyun jadi teringat saat dia tidur sambil dipeluk Kibum. Dia meletakkan handphone-nya kemudian merebah dekat Kibum. Kyuhyun memulai pelukannya dengan Kibum, dia memejamkan matanya erat sekali biar bisa tidur, tapi gagal. Dia sama sekali tidak mengantuk.
"Kibum, aku tak bisa tidur!", tuturnya ke hadapan Kibum yang terpejam. Entah sadar atau sekedar gerak refleks, Kibum balas memeluk Kyuhyun. Kelihatannya memang begitulah posisi tidur nyaman fersi mereka.
Kyuhyun diam saja, matanya melirik kesana kemari masih melihat sekitar dan kembali menilai barang-barang dalam ruangan. Perabot bagus, jendela dan korden bagus, hingga dia tertidur sekejap dan dia terbangun lagi sambil geragaban. Saat matanya sudah fokus, ada sepasamg mata lain melihatnya. Tepat didepannya. Kibum sudah bangun.
"Kenapa sudah bangun?"
"Kau kenapa tidur?".
Kibum merenggangkan tautan mereka, membiarkan Kyuhyun berbaring terlentang kemudian dia bergerak naik diatasnya. Kibum memandangi wajah Kyuhyun, dia meletakkan tangan besarnya ke wajah itu. Kibum mencoba mengusap mulai dahi, mata, hitung, pipi hingga bibir dan dagu Kyuhyun. Sepertinya tidak ada yang sepesial dari wajah itu, tapi kenapa Yoochun dan Yunho memperebutkannya?
"Kau tak bisa tidur kan?". Kyuhyun mengangguk tapi ragu. Kenapa tiba-tiba sekali Kibum seperti ini?
Kibum mulai mendekatkan mukanya kearah muka Kyuhyun. Dia menjatuhkan Bibirnya ke dagu Kyuhyun kemudian merambat keatas ke bibirnya. Setelah timbul pertanyaan 'ada apa dengan Kibum?' di benak Kyuhyun, lalu dia mulai membalas. Tidak ada acara tutup mata saat ini. Ada momment yang tak boleh luput dari pandangan mereka. Momment saat mereka menciptakan rengekan kemudian desahan.
Manager TC, yang berjuluk manusia es itu menyebarkan hawa dingin disekitarnya. Dia merusakkan fungsi penghangat ruangan dan membekukan ranjang itu kemudian. Bermaksud agar penghuninya mau berbagi kehangatan disela udara dingin yang terlalu menusuk.
Kibum menarik kaos Kyuhyun, naik dan keluar, kemudian melakukan pada miliknya sendiri. Dia memulai kembali menggesekkan bibir mereka bergeser turun ke leher Kyuhyun bermaksud menciptakan erangan dari Kyuhyun. Kyuhyun menghalau Kibum, menghadang pergerakan manusia es itu dengan tangannya. Kibum terdiam sesaat, cuma memandang jauh ke mata Kyuhyun lalu berbicara dari sana. 'Aku lakukan secara halus atau aku lakukan secara kasar?' Toh Kyuhyun tak punya pilihan. Kibum sudah menyingkirkan tangannya, sekarangpun mulutnya sudah menjelajah dan berhenti di pusar Kyuhyun. Bersamaan itu, tangan-tangan Kibum menjadi lebih cekatan. Dia membuka kancing celana Kyuhyun, menurunkan zipper-nya dan menarik lambat dan halus seluruh benang yang ada di tubuh Kyuhyun, lalu menjatuhkan celana itu ke lantai. Dia juga melakukannya pada dirinya sendiri.
Dan inti honeymoon mereka dimulai. Seperti kata Yoochun, sebuah hubungan tak akan lengkap tanpa seks.
julie khoyul
Pagi tadi Kyuhyun dan Kibum berangkat dan siang ini sudah sampai rumah. Kyuhyun berbaring disofa ruang tamu sambil bermain PSP saat ahjussi menurunkan sebuah box besar di dekatnya. Ahjumma menyusul datang dengan box lain, kemudian menyerahkan kertas pesan ke Kyuhyun.
"Paket untukmu!"
Kyuhyun menerima lalu membacanya tanpa mau bergerak bangun. Paket dari Yoochun, isinya susu coklat dan es krim. Dalam suratnya Yoochun menanyakan kabar Kyuhyun, baikkah bidadari-nya itu? Kemudian dia menyuruh Kyuhyun minum susu lebih sering biar badannya lebih besar dari Kibum. Satunya lagi ada es krim, Kyuhyun boleh suka es krim tapi Yoochun melarangnya makan es krim terlalu banyak. Es krim bisa bikin Kyuhyun gemuk, karena definisi gemuk tak sama dengan badan besar milik Kibum. Kemudian dia menyarankan untuk berbagi es krim dengan orang lain. Tulisan terakhirnya Yoochun minta Kyuhyun banyak istirahat karena kesehatan Kyuhyun bisa jadi kebahagiaan orang lain. Entahlah Kyuhyun tak mau paham itu, yang penting sekarang susu dan es krim ada dihadapannya.
"Ahjumma, ahjussi ayo makan es krim!", ajaknya sesuai pesan Yoochun di suratnya. Kyuhyun mulai duduk, tapi tak sanggup lalu ahjumma membantunya. "Aduh, aduh!", eluhnya. "Badanku sakit sekali, serasa seluruh tulangku remuk!", kata Kyuhyun sesuai apa yang dirasakannya.
Ahjumma duduk disamping Kyuhyun, yeoja paruh baya itu mengelus punggung Kyuhyun. Berharap Kyuhyun bersabar menghadapai masalahnya, tepatnya menghadapi Kibum. Melihat dari interaksi Kibum dan Kyuhyun mulai dari pertama ahjumma dan ahjussi menyimpulkan kalau tuannya itu agresif, suka memaksa mungkin. Orang yang banyak diam memang banyak menyimpan misteri. Kibum sendiri seperti ini, walaupun tidak berakibat buruk, tapi tidak baik juga untuk Kyuhyun.
Tadi malam itu benar-benar diluar dugaan. Mungkin karena banyak setan jail di Busan, Kibum dan Kyuhyun termakan hasutan setan jadinya. Saat Kibum merabainya rasanya geli-geli aneh, Kyuhyun jadi makin tertarik. Dia tak mau mengingat adegan-adegan lain yang dilakukannya dengan Kibum. Cuma yang sulit dilupakannya adalah saat mereka mau ke inti, Kyuhyun mau menolak karena menurut yang dia dengar rasanya akan sangat sakit. Kemudian saat melihat Kibum frustasi, Kyuhyun jadi mengubah pendiriannya. Dia setuju saja, karena dia juga dengar setelah sakit akan ada kenikmatan tiada tara.
Semuanya berawal dengan baik, tapi saat itu tiba, itu diluar imajinasi yang didapat Kyuhyun dari setiap cerita yang didengarnya. Bukn nikmat tiada tara tapi rasanya sakit tiada tara, bukan seperti dirobek, bukan seperti dibelah bukan juga seperti dirajam. Pokoknya sakit sesakit sakitnya. Membayangkan lagi benda yang tak lebih besar dari botol wine itu dipaksakan, jadi terasa lebih besar dari gabungan dua botol. Kibum gila, Kibum psiko menurut Kyuhyun. Manusia es itu tetap memaksa, tetap mendorong, walau Kyuhyun sudah berteriak, menjerit sampai berbuat anarkis pada Kibum, Kibum tak mau berhenti. Kyuhyun menyesal mengangguki ajakan Kibum, tapi kenapa Kibum tak mau berhenti? Karena Kyuhyun tak minta Kibum berhenti. Lalu kenapa Kyuhyun tak meminta berhenti? Tanggung, soalnya sudah tengah jalan. Lagi pula Kyuhyun mau tahu, kenikmatan yang disebut-sebut itu seperti apa. Tapi nyatanya sampai hampir pagi mereka selesai, Kyuhyun cuma merasakan sakit. Atau memang dia tak tahu letak nikmatnya?
Mulai sekarang Kyuhyun janji tak akan mau lagi. Kyuhyun tidak sudi melakukannya lagi. Demi apapun tak akan ada yang bisa merubah pendiriannya kali ini, tidak sudi selamanya. Dia anggap tadi malam itu cuma mimpi yang harua dilipakam secepatnya.
Tapi Kyuhyun akan pertimbangkan ulang nanti kalau sudah sembuh.
Ahjussi membuka cooler box dari Yoochun, mengeluarkan isinya. Mengambilnya tiga, untuk Kyuhyun, dirinya sendiri dan istrinya.
"Chunnie baby bagaimana bisa tahu aku suka es krim merk ini?". Ya lah, pagi tadi Kibum mengabari Yoochun dan Yunho kalau dia akan pulang. Lalu Yoochun menelepone rumah Kibum, menanyakan pada pembantunya apa merek susu dan es krim kesukaan Kyuhyun. Dia bermaksud memotifasi Kyuhyun agar lekas sembuh. "Chunnie baby baik sekali!"
Bersamaa itu Kibum datang dari luar. Dia tadi pergi sebentar ada urusan, dan saat pulang Kibum membawa buket bunga yang amat cantik. Kibum mulai romantis ternyata.
"Kibum!"
"Hn"
"Ayo makan es krim, Chunnie baby mengirimkannya untukku". Kibum mengernyit, katanya Yoochun tidak suka main belakang, lalu ini apa? "Kau beli bunga untukku? Manis sekali, tapi aku tak suka bunga!".
"Tadi didepan ada Kurir mengatarkannya", ternyata, memang bukan dari Kibum. "Dari Yunho!", katanya sambil membaca note paper disitu.
Kibum mendekat pada tiga lainnya, dia meletakkan bunganya di atas meja kemudian duduk di single sofa dekat ahjussi. Kibum membongkar tasnya, mengeluarkan laptop dari dalamnya dan memulai menyalakannya. Sembari menunggu, Kibum menengadah meletakkan belakang kepalanya pada sandaran sofa. Dia memejam sejenak, menghilangkan penat yang barusan menghampirinya.
"Tuan, es krimnya!", tawar ahjussi. Ahjussi mendapati warna hijau keunguan samar di rahang kanan Kibum saat dia tak sengaja menatap tuannya. Ah, anak muda. Itu saja yang bisa mewakili pemikiran ahjussi. Memang tak sengaja semalam tangan Kyuhyun mampir secara kasar ke muka Kibum. Beruntung cuma pukulan kecil yang mengenai rahangnya, kalau sampai cakaran lalu mengenai pipi Kibum, hilang sudah ketampanan yang diam-diam dibanggakan Kibum.
"Aku tidak suka es krim!"
"Jung Yunho juga baik. Dia mendoakanku supaya lekas sembuh. Tapi aku tak suka bunga, lain kali kuminta dia memberikan barang lain saja", puji Kyuhyun yang barusan membaca note paper dari bunganya.
"Matre!", celetuk Kibum
"Mereka pasti tak keberatan"
"Matre!"
"Biar saja"
"Matre!"
"Kibum diam!", bentak Kyuhyun. "Kenapa kau jadi suka mengatai ngataiku. Itu bukan gayamu!". Iya Kibum lupa itu. Tapi, Kyuhyun terlalu memuji Yoochun dan Yunho, dia sendiri juga bisa kalau harus membeli susu dan es krim, atau bunga sekalipun. Bahkan pabliknya saja dia mampu membelinya. "Kau tak memberikan apa-apa padaku, jadi diamlah!", bentak Kyuhyun lagi.
Ahjumma dan ahjussi tak mau ikut campur, pertengkaran dua majikannya itu tak akan sampai kemana-mana. Paling-paling Kyuhyun akan berteriak-teriak, lalu mengadu setelah itu ngambek. Terakhir Kibum akan menuruti permintaan Kyuhyun, itu saja. Jadi ahjumma dan ahjussi tak pernah khawatir.
"Bunganya mau ditaruh di vas?"
"Boleh?"
"Tentu. Aku ambilkan vas-nya"
"Tidak usah, dia tidak suka bunga. Buang saja bunganya!", perintah Kibum diikuti senyuman maklum dari ahjumma. Perasaan dari mereka datang tadi sampai sekarang ini, Kibum nyolot terus kalau berbicara. Apalagi saat-saat Kyuhyun membahas Yoochun dan Yunho, Kibum seperti ingin menunjukkan kalau dia itu lebih dari dua temannya itu. Masa Kibum cemburu?
"Jangan dengarkan dia, manusia es ini tak tahu cara mengapresiasi pemberian orang". Ahjumma berlalu mengabaikan Kibum dan Kyuhyun yang masih adu argumen. Saat kembali dengan vas besar dan gunting, ahjumma mendapati suaminya mengangguk angguk kemudian tersenyum terpaksa.
Tadi Kibum bertanya kepada Kyuhyun, bunga apa yang dipegangnya sekarang. Bunganya putih dan besar. Berbentuk corong dengan daun yang lebar dan panjang. Satu-satunya bunga yang Kyuhyun tahu nama dan bentuknya kan cuma mawar, dan ini putih antara merpati untuk hewan dan melati untuk bunga. Lalu Kyuhyun menyebutnya melati dan meminta ahjussi menyetujuinya. Apapun nama asli bunga itu, Kyuhyun mau ahjussi mengiyakan kalau namanya melati. Makanya ahjussi cuma mengangguk-angguk saja.
Kyuhyun tak mau dibantu ahjumma, dia membuka ikat bunga itu sampai kotor kemana-mana. Dia mengambil setangkai kemudian memotongnya persis dipangkal bunga lalu membuang tangkai dan daunnya. Ahjumma mau tertawa tapi ditahan karena takutnya Kyuhyun akan tersinggung lagi. Kyuhyun memang tak mengerti tentang bunga sama sekali. Kyuhyun mengambil tangkai berikutnya, mengibaskan sejenak biar air dalam bunganya keluar. Bermaksud memotong bunga itu tapi kegiatannya terhenti, sesuatu kecil dan hijau jatuh dari dalam bunganya ke tangan kyuhyun. Sesuatu itu merambat ditangannya kemudian kembali ke tangkai bunga yang dipegang Kyuhyun. Sesuatu itu, binatang paling menakutnya seluruh dunianya Cho Kyuhyun. Ulat.
"AAAAAAAAAAAA!", Kyuhyun melempar bunganya ke sofa, melempar guntingnya dan berlari, meloncat ke sofa Kibum dan sembunyi di situ. "Ada ulat. Ada ulat!", adunya kesemua orang yang ada. "Ahjumma, ada ulat! Ahjussi, ada ulat! Kibum, ada ulat!"
"Menyingkir dariku!"
"Tidak mau. Buang dulu semuanya!", perintah Kyuhyun.
"Tolong buang semua bunganya, ahjumma!", pinta Kibum.
"Noooooo!", teriaknya "Aku bilang semuanya. Buang bunganya, guntingnya, vasnya, sofanya. Semuanya! Ulatnya nanti sembunyi disitu!"
"Kau berlebihan, Cho. Jangan dengarkan dia!"
"Tidak mau, buang semuanya!"
"Sofa ini milikku. Kalau ulatnya sembunyi disitu dan kau takut ya tak perlu duduk disitu. Duduk saja dilantai!"
"Kibum jahat ahjussi!", rengeknya. Padahal sekarang dia sedang mengalungkan kedua lengannya pada leher Kibum, lalu bersembunyi dipunggung Kibum, dia berani bilang Kibum jahat. "Ahjussi, tolong buang semuanya!"
"Jangan!"
"Kibum...", rengeknya
"Jangan turuti dia!"
"Kibum, kau tak sayang padaku?"
"Tidak!", jawabnha tegas.
"Terserah kau. Ini rumahmu, semuanya milikmu. Aku tak berguna berada disini. Aku pergi saja!", teriaknya marah, tapi tak beranjak dari posisinya. Kibum, ahjumma dan ahjussi bahkan tak menanggapi apapun. Kyuhyun bergerak saja susah, masa mau pergi dari rumah. Memang mau pergi ke mana?
Merasa tak ada tanggapan baik, Kyuhyun beranjak pelan-pelan. Turun dari sofa sambil mengaduh aduh, menggerutu sebanyak mulutnya bisa dan menopangkan sebelah tangannya ke pinggang. Dia berjalan pelan-pelan ke kamarnya, tapi lima menit kemudian keluar lagi. Kyuhyun tadinya mau menukar pakaiannya dengam sweeter abu-abu Kibum, tapi dia baru ingat mereka tadi mampir ke laundry sebelum sampai rumah. Kibum pasti mencucikam sweeternya bersama jas-jas mahalnya. Kyuhyun tak bisa apa-apa sekarang, dia cuma mengambil tas kertas kecil untuk memasukkan PSP-nya. Kemudian Kyuhyun berjalan pelan keluar rumah.
"Tuan..."
"Biarkan saja, sebentar lagi juga akan kembali"
15 menit sudah berlalu, tapi tak ada tanda tanda Kyuhyun kembali. Ahjumma jadi cemas, Kyuhyun masih sakit dan keluar rumah sendirian dalam keadaan sakit itu tak baik.
"Tuan..."
Kibum berdecak dulu sebelum akhirnya berdiri dan beranjak. Kibum mendapat telpon sebelum keluar rumah. Peneleponya tidak jelas tapi kelihatannya penting. Kibum mengaktifkan tombol angkat, tapi seseorang disana sudah nyerocos sebelum Kibum sempat bilang Hallo.
Seseorang tadi mengaku Leeteuk, dia minta maaf dan berterima kasih sudah diingatkan Kyuhyun. Cuma dia sedikit menyayangkan tempat Kyuhyun bicara saat itu tidak tepat, tapi Leeteuk meminta melupakan kejadian itu. Dia akan ke Seol minggu depan dan ingin bertemu dengan Kyuhyun saat itu.
"Kyu, kau mau kan?"
"Dia sedang mandi!", jawab Kibum.
"Yah, kau bukan Kyuhyun. Kenapa tak bilang dari tadi kau bukan dia!", bentak Leeteuk lain dari yang barusan. "Kau suaminya Kyuhyun? Berikan telpon padanya!", paksanya.
"Dia sedang mandi!:?", ulang Kibum kembali berbohong
"Ok, suruh dia cepat. 10 menit lagi aku telepon lagi. Awas kau berbohong, akan kularang suamiku menandatangani proposalmu!", ancam Leeteuk sambil memutuskan telepon.
Proposalnya Kibum akan disetujui kalau ada Kyuhyun. Berarti Kibum lagi-lagi membutuhkan Kyuhyun. Oh shit, Kibum langsung memberikan teleponnya pada ahjumma kemudian dia berlari keluar. Dia menyusul Kyuhyun. Kibum membuka gerbang besinya secara kasar kemudian berlari ke arah kanan, ke jalan besar. Semoga Kyuhyun belum jauh, semoga Kyuhyun belum naik taxi. Tapi sesampai dijalan besar, Kibum tak mendapati Kyuhyun di kedua arah jalan. Kibum berlari kembali ke arah rumahnya, dia berencana ambil mobil dan mengejar Kyuhyun bisa lebih cepat, tapi makin dekat dengan rumah dan tepat di depan pagarnya, Kibum mendapati Kyuhyun bercengkrama dengan ahjumma dan ahjussi di sisi kiri pagarnya.
"Sedang apa disini, masuk!", perintah Kibum sambil menormalkan nafasnya.
"Aku sedang menunggu taxi lewat. Aku mau pergi dari rumahmu!", jawabnya kasar. Sampai kapanpun juga tak akan ada taxi lewat gang rumah Kibum kecuali taxi diorder khusus.
"Rumahku, rumahmu juga. Cepat masuk!" Kyuhyun masih bergeming. "Ahjussi, suruh orang membuang sofa itu semuanya!", perintahnya yang langsung diangguki ahjussi. Kibum menarik tas beserta PSP Kyuhyun lalu memberikannya pada ahjumma. "Ahjumma, bawa dia masuk!"
"Tidak mau. Aku mau pergi dari sini!"
"Leeteuk hyung ingin minta maaf padamu, dia ingin bicara padamu". Kyuhyun masih diam, bahkan memandang Kibum-pun dia tak mau. "Baiklah, katakan apa maumu?"
Kyuhyun merespon setelahnya. Kyuhyun melirik ke Kibum, memastikan Kibum akan memberikan apa yang dimintanya. Lalu dia merogoh saku belakang celana Kibum, mengambil dompet Kibum dari sana. Kyuhyun membuka dompet itu, menyusuri deretan kartu kredit yang tersemat rapi lalu menarik sebuah yang berlogokan unlimited. Dia kembalikan dompet itu ke tangan Kibum setelahnya.
"Bantu aku masuk, ahjumma!". Kyuhyun dibantu ahjumma masuk lagi ke rumah, dan Kibum mengekor.
Sebenarnya memelihara Kyuhyun di rumah itu anugrah atau musibah bagi Kibum?
To be continue
Chap kemarin hampir semua review bilang Kibum jahat, chap ini Kibum jahat juga nggak?
