Contract with the Devil's Son

Chapter 19:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Berkat PM masuk email gue, gue nulis ini ngebut. Salah kata atau apapun anggap g lihat, ok. Gue benar-benar lagi sedih, gara-gara emak gue liburan bawa koper gede dan gue ditinggalin dirumah sendirian. Tapi gue masih berharap entar dibawain oleh-oleh.

Eh, reader baru selamat datang. Semua yang ngebaca sekalian ngereview, makasih.

Happy reading!

Real Rival

Ryeowook, Sungmin dan Kwang sudah stand by di depan gerbang TC. Ryeowook menunggu Siwon datang, dia akan mengucapkan selamat pagi lalu menanyakan kabar Siwon pagi ini. Kalau Sungmin dan Kwang sedang menunggu Kyuhyun. Harusnya Kyuhyun pulang bersamaan Ryeowook, tapi mereka mendapat kabar kalau Kyuhyun sakit dan baru bisa kembali ke TC hari ini. Mereka mau mengadakan penyambutan, sekalian mau membantu Kyuhyun membawakan barang. Biasanya kalau Kyuhyun datang dengan Kibum walau keadaannya selalu buruk, tapi dia selalu bawa banyak barang yang akan dibagikan ke teman-temannya. Sungmin dan Kwang berharap itu, jadi mereka siap membantu.

Sungmin dan Kwang sumringah saat mobil Kibum memasuki pelataran TC. Mobil itu diparkir dekat sekali dengan keberadaan ketiganya. Kibum turun dari sana, kemudian melirik ketiga trainee itu. Menemukan keganjilan dari senyum ketiganya, Kibum tak mau berlama-lama disitu. Bisa jadi akan ada hal buruk padanya kalau terlalu dekat dengan ketiganya. Mereka kan teman Kyuhyun, Kyuhyun itu iblis, jadi teman-temannya pasti sebangsa itu juga.

"Kibumie, selamat pagi!", sapa Ryeowook menumpahkan keimutannya lewat senyuman

"Pagi, Mr. Kim!", yang kali ini Sungmin dan Kwang menyapa hampir berbarengan.

"Hn!", jawab Kibum yang kemudian berlalu mengindar dari iblis dan kawan-kawannya.

"Kalian lihat tidak, rahangnya Mr. Kim memar?", Ryeowook dan Sungmin tidak sampai sedetail itu, Kwang saja yang matanya suka begerilya kemana-mana. "Dia pasti habis bertengkar dengan Kyuhyun. Ckckckck!", ucap Kwang sambil geleng-geleng.

"Kyunie habis bertengkar dengan Kibumie? Kyunie pasti kalah, badannya kan kecil!", gumam Ryeowook yang langsung disetujui Kwang.

Sungmin yang paling cerdas disini. Dia tak mau ikut jadi orang konyol membayangkan Kyuhyun dan Kibum berkelahi. Dilihat dari manapun Kyuhyun tak akan bisa mengalahkan Kibum, tapi dalam konteks berkelahi adu otot. Kalau adu otak, Sungmin masih bisa percaya Kyuhyun bisa mengalahkan manager TC ini. Kibum boleh jenius, tapi Kyuhyun lebih dari jenius, Kyuhyun itu licik. Dia kan anak setan.

"Jangan bergosip saja, cepat bantu aku!", teriak Kyuhyun yang membuka pintu samping tapi dia masih duduk didalamnya.

Sungmin menebar senyum, menyapa Kyuhyun. Dia mengkodekan Kwang untuk siap tenaga mengangkat barang belanjaan Kyuhyun. Kwang hormat sedia kepada Kyuhyun, diikuti Ryeowook yang juga mengangkat tangannya hormat. Ryeowook ikut saja sih, bahasa pertemanannya terlalu tinggi, makanya dia ikutan hormat. Sungmin dengan cekatan membuka dan mengambil seluruh barang yang ada di jok belakang, diikuti Kwang yang mengambil sebagaian lagi. Ah, masih ada banyak dan tak bisa dihandle Sungmin dan Kwang saja.

"Aku bilang tolong aku, siapa suruh kalian mengangkat barang-barang itu!", teriak Kyuhyun kesal.

Sungmin dan Kwang berpandangan dulu sebelum meletakkan barang-barangnya. Mereka menuruti semua perkataan Kyuhyun. Membantu iblis itu berdiri dan keluar dari mobil kemudian melepaskannya diluar. Kyuhyun bisa tagak tapi sebelah tangannya menopang pinggangnya. Dengan model mandor itu dia memerintah ketiganya. Sungmin diperintahkannya menganggkat tas-tas yang sudah dilabeli dari rumah oleh Kyuhyun dan ahjumma. Setiap tasnya punya nama teman-teman, nantinya pemilik nama itu yang dapat tas beserta isinya. Kwang mengangkat cooler box es krim dari Yoochun kemarin. Sebagian tas lain diangkat Ryeowook.

"Kyu, kau habis bertengkar dengan Kibumie?", soalnya selain membawa tas Ryeowook juga memapah Kyuhyun. Kyuhyun terlihat menyedihkan lebih dari sakit yang kemarin-kemarin.

"Tidak!"

"Sudah kubilang kalau Mr. Kim selalu berlaku kasar padamu, tinggal saja di asrama!". Sebenarnya Kwang mengatakan ini antara iklas dan tidak. Sebagai teman dia tak tega melihat Kyuhyun dikerjai Kibum terus, tapi itu memang tugasnya Kyuhyun sebagai istri, toh walau keadaanya seperti ini Kyuhyun selalu membawa barang-barang bagus saat kembali ke asrama.

Ryeowook berfikir Kibum dan Kyuhyun bertengkar dengan arti adu otot. Kwang berfikir lain lagi. Dua orang itu bertengkar adu semua hal diatas ranjang. Kalau Sungmin dengan otak cerdasnya punya pemikiran positif, Kyuhyun pasti terpeleset di kamar mandi lagi. Tapi walau pemikirannya positif, perkataannya tak pernah positif juga. Baginya hal positif tak bisa jadi gosip hebat.

"Aku akan menginap!"

"Kenapa kau menginap?", tanya Kwang yang terkejut pernyataan Kyuhyun. Pasalnya kalau Kyuhyun menginap, nanti tak ada barang-barang dibawanya lagi.

"Ck, kau menyuruhnya menginap sekarang kau tanya kenapa", protes Sungmin mewakili yang lain.

"Kalau Mr. Kim merindukanmu bagaimana? Aku kan bilang kalau Mr. Kim akan kasar padamu kau boleh menginap di asrama, tapi kalau tidak ya kau tetap harus pulang ke rumah Mr. Kim!"

"Apa Kyuhyun harus tanya dulu, nanti malam Mr. Kim akan main kasar atau tidak?" Kyuhyun melirik Sungmin. Mulut pengosip Sungmin itu terlalu tajam. "Lagi pula Kyuhyun sudah terbiasa, ya kan Kyu?", tanyanya sambil cengengesan.

"Mulutmu, Min. Mulutmu!", tegur Kyuhyun.

"Hehe, maaf, maaf!", kata Sungmin tidak tulus. "Kau tahu, Kyu...". Biasanya kalimat seperti ini akan mengawali gosip. "Hawa seram di TC ini sudah berkurang"

"Iya Kyu, Heechul hyung benar-benar sudah berangkat. Dia tak meninggalkan jejak!". Kwang dilirik Kyuhyun dan Sungmin, mereka protes sedikit karena Kwang menganggap Heechul siluman betulan. Heechul itu bukan siluman betulan, dia siluman cantik mempesona.

"Aku punya barang yang akan kuberikan padanya. Bagaimana caraku memberikannya ya?". Sungmin berfikir, Kwang ikut berfikir dan Ryeowook juga.

"Mr. Kim bisa antar, Kyu!", usul Kwang

"No!" Kyuhyun tak mau berdebat dulu dengan Kibum

"Mr. Choi saja, dia pasti mau", usul Sungmin

"Dia dalam mode sedih, Min".

Siwon sekarang memang sedang sedih, hidupnya sedikit hampa. Kyuhyun iblis pujaan hatinya, dinikahi Kibum. Walaupun dia belum menyerah, mendapatkan Kyuhyun akan sedikit sulit. Menunggu Kyuhyun diceraikan Kibum, kapan waktu itu akan tiba? Kalau ternyata Kibum tak menceraikannya, Siwon tua dalam penantian itu mengenaskan. Sedangkan siluman idamannya sudah berangkat kerja Rabu kemarin. Siwon memang tahu dimana tempat kerja Heechul, tapi masa iya dia harus menyambangi Heechul ke kantornya setiap hari? Dia takut disangka penguntit.

Ngomong-ngomong soal penguntit, Ryeowook masih setia menguntitnya. Menungguinya dari gerbang sampai masuk ruangannya seperti biasa. Bahkan sekarang Ryeowook berani menyapa dan menanyakan kabar. Kemajuan dari Ryeowook tapi ancaman bagi Siwon, pasalnya dibelakang Ryeowook yang menguntitnya ada Yesung yang menguntit Ryeowook. Yesung selalu menebar hawa yang tidak enak kalau Siwon membalas sapa dari Ryeowook, bukannya Siwon takut, hanya risih. Sekarang Siwon berasa punya penguntit ganda.

"Naaa, bagaimana kalau Yesung hyung!", usul Ryeowook. Tadi dia memergoki Yesung berjongkok dibelakang mobilnya, memgintip Ryeowook tentunya. Tapi sayangnya Ryeowook keburu tahu dan mengusir Yesung dengan halus. "Tapi aku sudah menyuruhnya pulang tadi. Oh iya, tadi dia pamit padaku akan keluar negeri nanti sore. Dia bilang ada pekerjaan yang harus dia selesaikan. Aku rasa dia tidak bisa dimintai bantuan, Kyu!"

"Wookie, kau tidak lupa meminta oleh-oleh saat dia kembali nanti?", tanya Sungmin antusias.

"Tidak, tapi dia bilang sendiri akan membawakanku oleh-oleh nanti"

"Waaah, aku temanmu Wookie!", ujar Sungmin.

"Aku juga temanmu, aku juga ya Wookie!", Kwang mengekor ujaran Sungmin. Mereka sama-sama mengharap oleh-oleh.

"Chunnie baby!", celetuk Kyuhyun yang sedari tadi terdiam.

"Chunnie baby, apa Kyu?"

"Dia bisa membantuku mengantar barang ke Heechul hyung". Oh, Chunnie baby itu nama orang. Ditelinga Wookie terdengar seperti boneka jerapah besar berwarna orange totol totol. Wookie ingin punya yang seperti itu. "Chunnie baby itu baik sekali padaku. Dia yang memberikan es krim ini. Aku akan minta bantuannya saja". Ryeowook dan Kwang angguk angguk, tapi Sungmin masih berfikir. "Aku harus ke ruangan Siwon hyung. Antar aku kesana!"

Ryewook dan Kwang bingung. Kalau butuh bantuan Chunnie baby, kenapa menemui Siwon? Apa Chunnie baby itu Siwon?

Sungmin yang tadi sempat berfikir sudah dapat jawaban. Chunnie baby dan Kyuhyun. Kyuhyun dan Chunnie baby.

"Kau mau selingkuh, Kyu!", ujar Sungmin yang membuat ketiganya terkejut.

julie khoyul

"Sudah ku bilang jangan meneleponku lagi, kau tuli atau apa?", teriak Ambar bicara ditelepon. "NI PENTAN!", bentak Ambar pula.

Kyuhyun dan grupnya bermasuk membagikan es krim untuk Amber dan Yoona. Pasalnya dua pengajar itu yang paling dekat dengan trainee. Amber yang sering mengatai ngatai trainee dan Yoona yang sering membela. Duo yeoja pengajar itu icon keburukan dan kebaikan di TC. Mereka sengaja tak dipisahkan agar kadar baik-buruk di TC seimbang dan tak merusak tatanan lain.

"Kenapa aku harus mengembalikan anak anjingmu kalau aku tidak mengambilnya?". Seseorang diujung sana bicara lagi. "Sudah ku katakan seribu kali, aku tidak suka anak anjing. Untuk apa aku harus mengambil anjingmu?", sangkal Amber lagi. "Ya ya ya, sama saja. Itu artinya kau menuduhku mengambil anjingmu!"

Sudah hampir seminggu ini Amber selalu di SMS dan ditelepon orang yang mengaku anak anjingnya ada padanya. Amber jelas risih, memelihara anjing saja dia tidak suka, kenapa harus dituduh mengambil anak anjing orang. Ok, orang itu tidak menuduh Amber mengambil tapi dia bilang anak anjingnya ada pada Amber. Amber memang tak benci anjing, tapi dia tak suka memelihara binatang. Bulu anjing bisa kemana-mana, tak baik untuk kesehatan. Tadinya dia pikir orang itu cuma iseng atau salah sangka, tapi sudah seminggu dia terus diteror soal anak anjing. Amber sudah menyangkal berkali kali tapi orang itu terus saja mengganggunya, dia kan jadi geram.

"Ini terakhir kali ku jelaskan padamu, aku tidak mengenalmu dan tidak pula mengambil anjingmu! Secinping!" Amber mematikan handphonenya kasar dan saat mengubah arah dilihatnya 4 traineenya berdiri gandeng-gandengan didepan mejanya. "Untuk apa kalian disini?", tanyanya kasar. Terbawa emosi yang tadi.

"Ms. Amber jangan marah begitu, kita cuma mau berbagi oleh-oleh dan es krim dari Kyuhyun!", terang Sungmin mewakili kawanannya. Kwang mengeluarkan satu cup es krim untuk Amber dan Sungmin mengecek nama Amber di tas-tas ditangannya. Dia memberikan satu yang berlaber nama yeoja itu.

"Terima kasih!", ucapnya yang sudah kembali normal. Kyuhyun cs akan berpindah ke meja Yoona tapi Amber menangkap sedikit ganjil pada Kyuhyun. "Kau kenapa, Kyu?", tanyanya sebelum mereka jauh.

"Ms. Amber, Kyunie baru saja bertengkar dengan Kibumie. Kupikir Kyunie kalah!", terang Ryeowook pelan. Tapi iblis kan punya pendengaran tajam.

"Wookie, aku dengar itu!"

"Eh, maaf Kyu. Lain kali kau harus menang lawan Kibumie, biar tidak malu", pinta Ryeowook memulai kekonyolan. "Ayo ayo ke tempat Ms. Yoona!",

Amber manggut manggut saja pada mereka. Dia lebih fokus pada es krim dan oleh-oleh Kyuhyun. Dia ingin makan es krimnya saja biar otaknya yang seminggu ini panas jadi mendingin. Baru dia membuka tutupnya handphonenya kembali berdering. Amber mengangkatnya sama kasarnya dengan waktu dia mematikannya.

"Yaaakkkk, kenapa meneleponku lagi?". Sudah tahu orang yang sama menelepon kenapa dia juga mengangkatnya lagi? "Siapa? Manager Super Junior? Aku tidak kenal!", sangkalnya lagi. "Mau kau adiknya, kakaknya, appa-nya atau harabiji-nya sekalian aku tidak peduli!". Amber sudah memutuskan kekasihnya yang seorang manager Super Junior itu, jadi dia tak mau peduli lagi apapun tentangnya. "Sekali lagi menggangguku, ku laporkan kau ke polisi!", ancamnya sekaligus mengakhiri pembicaraan.

julie khoyul

'Kala mentari muncul, embun berguguran dan udara menghangat, mata ini terbuka berharap melihat sosokmu didepanku!

Kala mata ini terbuka, hidung ini bernafas dan jantung ini berdetak, badan ini bergerak berharap menyanding sosokmu didekatku!

Kala badan ini bergerak, kaki ini berpijak dan mulut ini berdecak, tangan ini menyentak ingin merenggutmu di pelukanku!

Maafkan diriku yang tak pandai merangkai sapaan dalam kalimat. Kukirimkan salam pagi hangatku lewat 4 element, tanah, air, udara dan api. Mereka akan ada dihadapanmu membawakan kata cintaku untukmu, Yoonaku sayang. Saranghae!'

Yoona tersenyum sepanjang bacaan isi pesan. Manis teramat manis. Masih kekasihnya yang dulu, yang pandai menggombal tapi tak pernah menyakiti hatinya. Yoona dan kekasihnya memiliki kisah cinta yang hampir sempurna. Kekasihnya suka merayu dan Yoona suka dirayu.

"Oppa, kuterima salam pagi hangatmu lewat empat element itu!", katanya tertuju pada udara kosong disekitarnya. Tapi saat itu juga empat trainee-nya yang berdiri bergandengan ada didepan mejanya. Masa iya kekasihnya mengirim empat element saat sampai disini berubah jadi empat trainee-nya? "Untuk apa kalian disini?", tanyanya sama persis seperti pertanyaan dari Amber. Bedanya Amber bertanya kasar tapi Yoona bertanya halus.

"Kyunie bawa oleh-oleh dari Busan, Ms. Yoona. Kau dapat satu!", terang Ryeowook sambil menyodorkan sebuah tas.

"Kau juga dapat es krim", kali ini Kwang mengeluarkan satu cup untuk Yoona.

"Terima kasih. Kalian memang murid-muridku yang baik!". Apapun perbuatan trainee, Yoona selalu bilang muridnya yang baik.

"Kita harus ketempat lain lagi. Ayo!", perintah Kyuhyun mengaba teman-temannya.

"Eh, tunggu! Ada apa denganmu, Kyu? Kau terlihat tak sehat". Yoona menangkap Kyuhyun yang berjalan harus dipeganggi Ryeowook, diapun juga sedikit meringis ringis.

"Oh", Kwang menyerobot sebelum Kyuhyun menjelaskan. "Itu Ms. Yoona. Kyuhyun berkelahi dengan Mr. Kim. Hahahaha!" Yoona mengernyit. "Tapi Kyuhyun sudah terbiasa. Tidak usah kawatir!", tambahnya persis seperti yang Sungmin katakan.

"Banyak olah raga, Kyu. Biar tak terjadi seperti itu lagi!", tuturnya sambil tersenyum. Dia juga mempersilakan mereka pergi dengan kode lambaian tangan.

julie khoyul

Kyuhyun se-grup tadinya mau ke ruangan Siwon dulu, tapi siempunya ruang belum datang jadi mereka meyambangi yang lain. Sekarang Siwon sudah pasti di tempatnya, merekapun menuju kesana. Saat sampai di depan ruang Siwon, Ryeowook menghadang mereka untuk berhenti sejenak, kemudian dia memgambil nafas sedalam dalamnya lalu lepaskan. Mengambil nafas lagi lalu lepaskan lagi. Tiga kali berturut turut dia melakukan prosesi itu, baru dia siap bertemu Siwon.

"Selamat pagi Mr. Choi!", sapa Ryeowook mendahului teman-temannya.

"Selamat pagi Mr. Choi!", ini Kwang.

"Selamat pagi Mr. Choi!", ini Sungmin.

"Pagi hyung!", kalau ini Kyuhyun.

"Pagi!", balas Siwon seadanya.

Siwon ingin bersorak saat didengarnya kemudian dilihatnya Kyuhyun, sang pujaan hatinya yang sekarang telah dinikahi sahabatnya yang jarang dilihatnya lagi yang barusan pergi ke Busan yang... dan yang lainnya, berdiri diruangnya lagi. Sudah berapa lama semenjak hari itu? Hampir seminggu. Hampir seminggu setelah terakhir kali Ceryl datang dan mengklaim 3 trainee-nya jadi calon menantu. Akhirnya Kyuhyun kembali, tapi kenapa dia harus membawa antek-anteknya?

"Untuk apa kalian disini?", pertanyaannya sama juga dengan dua pengajarnya tadi.

"Kyuhyun membawa oleh-oleh untumu, Mr. Choi!", terang Kwang membangkitkan kebahagiaan Siwon. Ternyata Kyuhyun tak pernah melupakannya. Walaupun dia sudah dinikahi Kibum, walaupun dia pergi ke Busan dengan Kibum, tapi dia tetap membawa oleh-oleh untuknya. Siwon cuma tak tahu kalau buka cuma dia staff kantor yang dapat oleh-oleh.

Sungmin mencari tas atas nama Siwon, tapi tidak ketemu ditangannya. Ryeowook mencari dibagian yang dia bawa, jadi Kyuhyun harus dilepaskannya dulu. Ryeowook membantu Kyuhyun duduk di kursi empuk depan meja Siwon. Kyuhyun masih mendesis-desis menahan ngilu entah dibagian sebelah mana dari badannya, padahal Ryeowook sudah berusaha sepelan mungkin membantunya duduk. Siwon sangat mengkhawatirkan itu, ada apa dengan pujaan hatinya itu?

"Kau kenapa?", tanya Siwon to the point. Terdengar biasa saja, tapi sebenarnya sangat khawatir.

"Terpeleset!", sahut Sungmin yang menurunkan tas dan mengecek satu persatu nama di situ. Masih terlalu banyak tas yang dipegangnya.

"Terpeleset?". Kyuhyun mengangguk, Ryeowook tak ditanya ikutan menangguk. Kwang menyodorkan es krim juga sambil mengangguk. Sungmin..

"Nah, ketemu. Ini untukmu Mr. Choi!" Sungmin mengambil kesempatan di celah sempit itu. Dia menarik tangan Siwon, meletakkan tasnya langsung ditangan itu. Skinship kecil, tapi lumayan.

"Ayo-ayo, kita ke asrama!", paksa Ryeowook yang merinding melihat skinship Sungmin dan Siwon. Kapan dia bisa bersentuhan tangan Siwon seperti Sungmin tadi?

Ryeowook memberdirikan paksa Kyuhyun dari tempat duduk. Diaembiarkan Kyuhyun mengaduh aduh keras, menuntunnya cepat-cepat keluar ruangan Siwon. Kwang mengikuti dengan cooler box ditangannya dan Sungmin tertinggal. Sungmin sibuk meraih tas-tasnya sampai sakit terburunya tas lain tak bisa diraihnya.

"Kenapa kalian buru-buru?", tanya Siwon yang mulai kesal. Dia belum selesai melepas rindu dengan pujaan hatinya, tapu seenaknya kawanan Kyuhyun membawanya pergi.

"Nanti kita ketemu lagi. Eh, lain waktu lah", kata Sungmin menjelaskan yang tak pasti. "Mr. Choi tolong ambilkan tas itu!", pinta Sungmin yang mau tak mau dilakukan Siwon juga. Membantu Sungmin kan sama dengan membantu Kyuhyun. Sungmin membawakan barang Kyuhyun kan? "Sampai jumpa lain waktu!", pamit Sungmin ketika semua tas sudah ada ditangannya, tapi dia berhenti sebelum benar-benad keluar ruang. "Kau tahu Mr. Choi, semenjak Kyuhyun bersama Mr. Kim keadaannya terus seperti itu. Itu buruk kan?" Sungmin menggeleng-geleng seakan menyayangkan tindakan Kibum. "Kuharap dia bisa terbiasa dengan perlakuan Mr. Kim!", tambahnya sambil sedikit demi sedikit melangkah jauh.

Siwon murung mendengar penuturan Sungmin. Sebegitu kejamnya kah Kibum memperlakukan Kyuhyun? Apa manusia es yang merangkap atasannya itu tak memberikan jeda istirahat untuk Kyuhyun? Dia harus memperingatkan Kibum, lain kali Kibum harus bertindak lebih lembut. Hah, ya ampun Siwon frustasi berlebihan.

julie khoyul

Hari ini sedikit membuat Kibum pusing. Yesung menelepon dan mengatakan akan ke Thailand mengurus resort-nya yang baru di buka. Pelancong Korea makin banyak berdatangan ke Thailand, makanya dia membuka resort hotel dan spa di sana. Yang membuat Kibum pusing, saat Yesung berterima kasih karena proposalnya disetujui Kangin, tapi kemudian menyerahkan urusan bisnis ajuan itu pada Kibum.

Ceryl juga menelepon, dia butuh saran dari Kibum secepatnya. Ceryl punya agensi model dan dancer, dia akan membuka cabang di Korea. Selama ini yang dikenal dunia, Korea Selatan banyak menyuguhkan tarian dalam lagu. Berarti banyak orang Korea punya bakat dalam bidang tari. Makanya dia buka cabang disini. Dan modeling adalah dunia Ceryl sedari dulu, dia punya agensi model ternama di Amerika. Model besutan nya sebagian besar masuk majalah-majalah kelas dunia. Desaigner terkenalpun banyak yang memakai jasa model dark agensinya. Ceryl butuh model dan dancer baru untuk dibeautnya di Korea, dia tanya Kibum soal itu. Memangnya Kibum paham dunia modeling apa, makanya dia pusing sekali sekarang ini.

Kibum memasuki rumahnya sedikit lebih lambat. Tadi setelah istirahat siang, dia tak ksmbali ke TC. Dia bilang pada Siwon akan mengurus bisnis baru tinggalan Yesung itu, dan mengatakan akan sedikit sibuk akhir-akhir ini. Kibum juga meminta Siwon membantunya mengurus sebagian tugas Kibum di TC, pasalnya perhatian Kibum akan sedikit terbelah antara TC dan bisnis barunya dengan Kangin. Siwon sendiri dengan senang hati membantu. Siwon selalu suka dianggap penting oleh Kibum, dia bisa bekerja terlalu banyak kalau memang perlu. Sifat Siwon itulah yang disukai Kibum, tak pernah main-main dengan pekerjaan, tapi yang tak dia suka, kenapa Siwon harus menuturkan yang macam-macam padanya. Sebelum Kibum berlalu, Siwon menyarankan Kibum lebih lembut kepada Kyuhyun. Melarang Kibum memaksa Kyuhyun melakukannya sering sering. Memberikan waktubistirahat Kyuhyun barang sehari dua hari. Dan dia juga memberikan tips aneh soal hubungan badan. Entahlah Siwon dapat tips dari mana, Kibum sendiri tak yakin Siwon pernah mempraktikkan tips-nya sendiri.

Baru berjalan masuk rumah menuju kamarnya, Kibum mendapati ruang tamunya tak kosong lagi. Ada sofa bentuk baru dengan warna baru mengisi ruangan itu. Sofanya dibuang kemarin, dan Kibum belum sama sekali melihat katalok furniture, apa lagi memesan sofa. Yesung juga tidak mungkin, si kepala besar itu sibuk dengan urusan luar negerinya mulai kemarin.

"Tuan!", ahjumma menyerahkan tanda terima sofa baru itu. Atas nama Cho Kyuhyun tapi dibayar dengan kartu kredit atas nama Kim Kibum. Ahjumma tersenyum mendapati Kibum mengernyit. Tadinya dia pikir Kibum membeli sofa ini bersama Kyuhyun, tapi mendapati reaksi tuannya seperti ini, jelas Kyuhyun sendiri yang membelinya. "Nyonya Kyu, mana?"

"Dia tidur di asrama!". Kyuhyun pagi tadi bilang kalau dia mau tidur di asrama. Dia rindu teman-temannya. Tapi bagaimana bisa dia membeli sofa kalau sedang di asrama. Siwon juga sibuk kalau harus mengantarkan Kyuhyun.

Kibum berjalan ke kamarnya, tapi ahjumma menguntitnya. Rasanya tidak puas kalau belum mengetahui keadaan Kyuhyun. Kyuhyun masih seperti itu dan Kibum tega membiarkannya tidur ditempat lain.

"Nyonya baik-baik saja kan?"

"Baik!"

"Nyonya kapan pulang?"

"Tidak tahu!"

"Tuan, nyonya Kyu sudah minum susu kan?"

"Mungkin!"

"Tuan, nyonya itu..."

Kibum berhenti seketika memberhentikan pertanyaan ahjumma juga. Kibum menyerahkan kertas tanda terimanya ke ahjumma, dia merogoh sakunya. Ada terlepon masuk ke handphonenya. Nomornya Yunho. Tumben sekali Yunho meneleponnya, biasanya ada acara apapun Yoochun yang menelepon semua temannya. Apa penting?

"Ahjussi, aku menabarak temanmu!", tutur seseorang dibalik telepon. Nadanya cepat dan putus-putus, namja diujung sana itu sedang terenggah enggah. Itu bukan Yunho ternyata. "Ahjussi, bagaimana ini? Bagaimana ini? Kau datang kan? Bujuk dia agar mau diobati di rumah sakit. Aku sangat menyesal telah menabraknya. Alu bersumpah tak akan lari dari tanggung jawab!", pintanya memelas melas.

"Aku bukan ahjussi-mu dan aku tak akan datang!", tegas Kibum yang tak terima di panggil ahjussi. Enak saja, bahkan dia lebih muda dari Yunho, kenapa harua di panggil ahjussi.

"Nanti temanmu infeksi lalu mati, tolonglah!", pintanya lagi lebih memelas, mengiba sebisanya. "Baiklah ku SMS kan alamat rumah sakitnya, ahjussi!". Kibum mau memprotes lagi, tapi keburu telwpon ditutup. Dasar sial, kalau bukan Yunho dikabarkan kecelakaan, dia tak akan repot repot untuk datang.

Kibum mengabaikan ahjumma, dia buru-buru masuk ke kamarnya. Dia mandi, ganti baju dan siap menyambangi Yunho ke rumah sakit. Setelah mendapatkan alamat rumah sakitnya, dia mengcopy dan dikirimnya ke Yoochun. Dia harap Yunho baik-baik saja saat dia sampai nanti. Tapi apa yang didapatinya saat dia tiba dirumah sakit? Yunho bahkan tak cedera apapun? Cuma ada luka gores di tangan kanannya. Kibum menyesal telah mengkhawatirkan Yunho berlebihan.

Kronologi kejadiannya, Yunho membeli sesuatu sore ini. Dia keluar dari mobilnya dan terserempet seorang namja yang membawa sepeda melewati turunan jalan. Rem sepeda namja itu blong, diturunan jalan dia tak bisa memelankan laju sepedanya dan bergerak makin cepat lalu menyerempet yunho yang berdiri di sisi mobilnya. Stang sepeda itu menggores lengan Yunho, selebihnya dia baik-baik saja. Yang lebih parah sebenarnya namja bersepda itu. Setelah menyerempet Yunho sepedanya oleh, lalu dia jatuh bersamaan sepedanya. Siku-siku tangannya luka, pelipisnya bocor, tapi dia bilang tak apa-apa. Namja itu sigap berdiri menghampiri Yunho, menanyakan keadaan Yunho dan memaksanya ke rumah sakit untuk diobati. Dia memaksa Yunho harus diobati dulu sebelum dirinya, jelas Yunho menolak. Yang parah namja itu, kenapa harus dia duluan yang diobati?

"Ahjussi, kau tidak perlu khawatir. Aku akan tanggung jawab. Kalau karena luka itu tak ada yeoja yang mau menikah denganmu. Aku yang akan menikah denganmu!", tuturnya membuat Yunho dan Kibum merinding. "A A A, aduh aduh. Suster pelan pelan!", suster yang mengobati kepala namja itu sengaja. Habisnya dia gemas, dari tadi dia heboh sendiri. Ngotot kesana kemari tak mau diobati sebelum Yunho dulu.

"Kau ini, mana mau dia dengan namja berisik sepertimu?", tutur suster.

"Harus mau. Aku ini berusaha bertanggung jawab, Sus!"

"Dia tidak akan mau"

"Harus mau!"

"Percaya diri sekali kau. Namja tampan tidak pantas dengan namja berisik sepertimu!"

"Dia pasti mau. Suster aku ini juga tampan. Lihat aku!", katanya memperlihatkan senyum aneh pada suster. Suster bergidik jijik.

"Kau terlalu percaya diri!", tutur suster sambil menotol-notolkan kapas dengan obat luka sekerasnya.

"Aduh, Suster. Sakitttt! Ampun suster, ampun!", mohonnya yang membuat suster tertawa-tawa.

Kibum melihati interaksi itu. Namja seumuran Kyuhyun. Dia juga seatraktif iblis itu. Kibum jadi teringat saat saat Kyuhyun berinteraksi dengan ahjumma. Kyuhyun sedang berkumpul dengan teman-temannya? Apa dia sudah makan? Minum susu lalu minum obat?

"Kalau kau sudah menjadi istrinya, kurangi sifat hebohmu itu", kata suster sambil menepelkan perekat pada kasa yang membalut kepada namja itu.

"Bisakah, suster?", tanyanya sambil pasang senyum aneh lagi.

"Makanya berusaha!"

"Kau baik sekali, suster!", katanya sambil memeluk suster yeoja itu. Kejadian ini jadi makin mirip Kyuhyun dan ahjumma di mata Kibum.

"Kurasa kau baik-baik saja. Calon istrimu juga sudah ada disini. Jadi aku harus pergi!"

"Kibum-ah!", cegah Yunho. Dia risih sekali dengan namja berisik itu. Dia tak mau sendiri.

"Ahjussi, kenapa kau buru-buru?"

"Bukankah sudah ada calon istrinya disini, kehadiranku tak dibutuhkan lagi", jawab Kibum yang sudah masa bodoh dipanggil ahjussi. "Kalau butuh bantuan jangan meneleponku, telpon saja Yoochun. Kau baru boleh meneleponku kalau mau mengabarkan pernikahan kalian!"

"Tentu, akan ku ingat. Terima kasih ahjussi!", kata namja itu tersenyum bahagia mendapati restu dari banyak pihak.

"Ya, Kibum-ah!"

"Ahjussi, nanti aku kerumahmu ya?"

"Kibum-ah, tolong aku!", teriak Yunho yang tak ditanggapi Kibum.

Kibum berlalu saja. Tadi dia anggap mengkhawatirkan Yunho dan datang secepatnya sia-sia ketiga mendapati sahabatnya itu dalam keadaan baik, tapi ternyata tidak sesia-sia itu. Berkat namja tadi, dia tak perlu membahas ancaman gugatan perceraiannya dan Kyuhyun.

Manager TC itu berhenti melangkah, saat dilihatnya dua orang yang dikenalnya berjalan tergeamsa kearahnya. Si playboy dan si iblis. Bagaimana bisa mereka jalan bersama? Kibum teringat lagi kata Yoochun, kalau dia tak akan menusuk dari belakang, tapi...

"Kibum mana Yunho? Bagaimana keadaannya?", tanya Yoochun khawatir, tapi kemudian dia maklum karena bagaimanapun dia membawa istri Kibum kali ini. "Kyu, kau pulang saja dengan Kibum"

"Tidak mau. Aku mau menginap di asrama"

"Kau tidak ingin lihat sofa barumu? Siapa tahu perlu sentuhanmu biar letaknya tepat saat dipajang diruang tamu!"

Kyuhyun berfikir sejenak, tapi kemudian dia mengangguk. Dia selalu mendapati perkataan Yoochun benar, dan namja itu baik sekali pada Kyuhyun. Kyuhyun meneponnya dengan nomor Siwon tadi, dan disela kesibukannya dia bersedia menemani Kyuhyun membeli sofa. Menemani mengantar barang pada Heechul, makan dan terakhir membeli banyak chips game untuk PSP-nya. Semua Yoochun yang belikan, kecuali sofanya.

"Tapi aku jenguk Jung Yunho dulu"

"Tidak usah lain kali saja", Yoochun menyerahkan kunci mobilnya pada Kyuhyun, menyuruh Kyuhyun memindahkan barangnya ke mobil Kibum. "Ambil barangmu, aku akan bicara sebentar dengan Kibum". Kyuhyun mengangguk, kemudian pergi tanpa protes. Beda sekali kalau berhadapan dengan Kibum. Kyuhyun terlihat manis didepan Yoochun, tapi berubah jadi iblis kalau didepan Kibum.

"Kau mau bicara apa?", tanya Kibum dengan gayanya sehari-hari.

"Bukankah kau yang butuh bicara denganmu?" Kibum mengernyit. "Baiklah, aku yang menebaknya atau kau mau menanyakannya sendiri?", Kibum tak menyahut, dia selalu bisa ditebak oleh Yoochun. "Tenang saja, dia masih istrimu. Jangan terlalu takut begitu, aku janji tak akan mengambilnya darimu" Kibum mendengus pelan atas penuturan Yoochun. "Ku beri tahu satu hal, kau selalu menganggapnya apa?"

"Iblis!"

"Aku pernah membaca sebuah buku. Aku lupa judul dan nama pengarangnya, tapi aku suka kata motivasi didalamnya". Kalau soal membaca buku, Kibum lebih banyak membaca dari pada Yoochun. "Kau belum pernah membaca buku ini, ini novel percintaan. Dia bilang 'kalau cewek itu macan, kau adalah pawangnya!'. Kita ubah ke kasusmu 'kalau Kyuhyun itu iblis, kau adalah pawangnya!'. Paham!"

"Caranya?"

"Kau suaminya, kau yang lebih tahu dia dari pada aku!", Yoochun terkekeh mendapati Kibum bertingkah lucu cuma soal menghadapi Kyuhyun. "Oh iya, lain kali lebih lembut sedikit. Bukan kau memperlakukan yeoja seperti itu, kau juga melakukan hal yang sama dengan Kyuhyun. Aku bilang yeoja dan namja itu sama, tapi dalam hubungan intim tetap ada cara yang beda". Yoochun menepuk pundak Kibum. "Cinta akan menunjukkan jalannya!", tutur Yoochun panjang lebar.

Kibum mendengus ulang. Dunia kiamat kalau Kibum sampai mengikuti aturan Yoochun. Yoochun itu manipulator kelas tinggi. Orang selempeng Kibum bisa dimanipulasinya, apa lagi orang lain.

"Sudah sana pergi!" Kibum mengernyit lagi. "Kau jadi out of character kalau begini terus. Sana pergi, aku sedang mengusirmu ini!", usir Yoochun tegas. Kibum tak segera beranjak sampai Kyuhyun datang membawa kunci mobil Yoochun dan Kibum-Kyuhyun pergi bersamaan.

Kibum dan Kyuhyun pulang. Kyuhyun jelas tak jadi menginap di TC. Tadinya Kyuhyun mau menginap hari jumat sampai minggu biar bisa main sepuasnya dengan teman-temannya. Tapi rasa kesalnya sudah hilang ketika melihat sofa yang dibelinya dengan Yoochun terlihat pas di ruang tamu. Kyuhyun heboh sendiri, mirip dengan namja calon istrinya Yunho tadi. Dia juga berlama-lama duduk di sofa itu, Kyuhyun bilang sofanya nyaman. Berakhir Kyuhyun yang capek sendiri bertingkah aneh dengan sofa, lalu dia beralih ke kamarnya. Tiduran disekat Kibum yang sedang membaca buku.

"Kibum!'

"Hn!"

"Ayo tidur!"

Harus jadi pawangnya ya? Kibum lalu menutup bukunya. Menyimpannya di atas nakas dan memulai merebah. Kyuhyun masuk dalam jangkauan Kibum, mendusal di dada Kibum kemudian berakhir dengan tangan besar Kibum yang melingkar ke badannya.

"Kibum, ayo cerita!"

"Tutup matamu dan tutup mulutmu!", katanya kasar. Mencoba jadi halus itu memang susah.

"Aku mau susu!", pintanya lagi makin membuat Kibum geram. Jadi pawangnya iblis susah sekali. Yoochun memberi petuah kenapa yang sulit-sulit? Sampai pintu di ketuk Kibum masih berperang dengan kalimat-kalimat dari Yoochun.

"Ya!", jawab Kyuhyun.

"Susu coklat panas!", teriak ahjumma menciptakan senyum dibibir Kyuhyun.

To be continue

Gue g bisa bahasa Korea, juga ga bisa bahasa Mandarin. Dulu pernah belajar kantonis, tapi ternyata orang cina nggak ngomong pake kantonis. Haha gue ketipu.. ni cuma ada sekedarnya kata-kata mandarin yang gue tahu. Itupun sama teman Cina gue sering disebutin ke gue. Kurang ajar dia!

Pentan: Bodoh

Secinping: Gila

Entar gue tambahin yang lebih panjang!