Contract with the Devil's Son
Chapter 20:
Screenplay's fanfiction
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Heechul
Choi Siwon
Dll
Hello,, perasaan belum dua hari gue post chap kemarin, hari ini sudah dapat PM lagi suruh ngepost. Emmm so ok, gue mou say thanks buat kalian semua juga buat yang kemarin baca dari awal sampai akhir satu per satu direview. Gue heran sebegitu ada waktunya dia, tapi gue seneng ... ok-nya buat semua reader, kalian sudah baca aja gue berterima kasih apalagi mau review sampai rela ngecek bolak balik ff gue. Gue jadi pengen datengin rumah lo dan nyalamin satu satu.
Tapi g usah banyak omong juga kali gue ini, next.. happy reading!
Kibum in Mood
Kibum duduk di sofa mini bar-nya. Ditangannya ada segelas wisky Jepang dengan satu es batu bundar besar didalamnya. Kibum menyesap sekali, kemudian dia merebahkan kepalanya disandaran sofa. Sepertinya lama sekali dia tak masuk mini bar-nya ini dan meminum koleksi minumannya. Terakhir kali saat kejadian Kyuhyun tempo hari, dan itu kapan ya? Ah Kibum lupa. Mungkin setahun lalu, atau sebulan yang lalu. Kibum tak pernah ingat kapan tepatnya kejadian itu, yang dia ingat adalah paha putih Kyuhyun yang memar keunguan. Kibum jadi tak yakin kalau waktu itu dia meniduri Kyuhyun, karena kemarin saat di Busan reaksi iblis itu kelewatan. Kyuhyun berteriak-teriak seperti orang gila, seperti dia diperkosa saja. Kan ceritanya bulan madu setelah mereka resmi jadi "suami-istri"
Kibum tak bisa ingat kenapa bisa sampai sejauh itu. Tiba-tiba sekali ada aroma memabukkan keluar dari tubuh Kyuhyun lalu masuk indra penciumannya. Aromanya sama kuatnya dengan wisky kesayangannya. Makanya Kibum tertarik, Kibum tergoda dan rasanya memang seperti perkataan Yoochun, tak sama dengan milik yeoja.
Kibum menegakkan kepalanya, menyesap wisky-nya lagi lalu kembali merebahkan kepalanya.
Di Busan, di hotel itu, diranjang itu, dia menemukan kenikmatan lain. Sepertinya dia mulai jatuh cinta pada namja, lebih tepatnya tubuh namja. Bukan jatuh cinta pada Kyuhyun, tapi pada tubuh berbentuk sama. Dia akan mencoba namja lain kapan-kapan, kalau Lee Hyukjae mau, Kibum akan sangat senang. Tempo hari saja, tubuh Kyuhyun terasa seperti itu, apa lagi Lee Hyukjae. Membayangkan miliknya diremat kuat oleh Kyuhyun membuatnya tak mau berhenti. Seperti roda yang berputar kuat pada porosnya bertemu dengan rem cakram. Kibum mau lagi, lagi dan lagi, tapi sayangnya dia harus berhenti ketika mendapat pukulan kecil tapi amat keras di rahangnya.
Kibum menegakkan kepalanya lagi, meneguk wisky-nya lagi lalu mengarahkan pandangannya pada pintu terbuka ke arah kamarnya. Kyuhyun dilihatnya sedang mondar-mandir di dalam sana, tentu dengan gaya bebek-nya. Bokongnya terlihat lebih mundur dari anggota badannya yang lain, dan sebelah tangannya masih ditopangkan ke pinggang. Lucu sekali, apa memang sesakit itu rasanya? Bukankah itu nikmat? Tak tahu lah, untung saja bukan Kibum yang berada di posisi itu.
"Kibuuummm!", teriak Kyuhyun dari kamarnya. "Kenapa aku tidak menemukan kaos yang sama seperti yang kau pakai?" Kibum tak menanggapi teriakan Kyuhyun. Dia memang beli satu setiap baju, kalau beli sama nanti dikira tak tukar baju.
Agenda Kyuhyun malam ini adalah mengcopy semua dari Kibum. Kibum memakai kaos biru dan celana panjang. Kyuhyun juga mau yang sama, tapi tidak ketemu. Ada yang mirip tapi dia mau yang persis sama. Pokoknya dia harus bisa menyaingi Kibum dalam hal apapun. Dimulai dari pakaian sama dan Kyuhyun harus lebih keren. Ahjumma dan ahjussi harus mendukungnya, tidak boleh seperti tempo hari yang bilang Kyuhyun sama kerennya dengan Kibum.
"Kibuuuumm!", teriaknya lagi. "Mana kaosnya?"
"Aku cuma punya satu"
"Kenapa kau cuma punya satu?"
"Kenapa kau mau aku punya lebih dari satu?", tanya Kibum balik.
"Kibuuuummmm!', jerit Kyuhyun geram dengan namja es itu. Dia membanting pintu lemari Kibum dan menjatuhkan dirinya sendiri ke ranjang. "Aduuh aduuh!", rintihnya sampai terdengar Kibum. Kibum cuma menghela nafas menanggapi Kyuhyun. Iblis itu sudah tahu bokongnya sakit, bertingkah saja kerjaannya.
Kyuhyun merebah saja di ranjangnya, diam disitu tak tidur tapi tak bergerak. Menyamai Kibum saja sulit, bagaimana dia bisa lebih keren? Kibum tidak punya baju sama persis, ya kalaupun ada atau mirip, semua ukuran Kibum, jelas Kibum akan lebih keren. Kalau seumpama Kibum memakai bajunya Kyuhyun, sama persis, apakah Kyuhyun akan lebih keren? Kyuhyun menyeringai, dia ingat membeli piama sama persis seukurannya minggu lalu. Tadinya dia mau berikan pada Eunhyuk dan Donghae, tapi tertinggal di rumah lalu Kyuhyun memberikan baju lain yang dibawanya. Kalau tak ada yang memakainya, berarti piama itu masih ada.
Iblis Cho itu bangkit, tertatih lagi menghampiri lemari tempat dimana ahjumma menyimpan baju-baju baru Kibum. Ya tepat di tumpukan paling atas Kyuhyun menemukan piama kembarnya. Kyuhyun mengangkat sebelah sudut bibirnya lagi, karena kali ini dialah yang akan lebih keren.
"Kibum!"
"Hn!" Kibum mendapati Kyuhyun berdiri didekatnya membawa sepasang piama ungu polos. Kyuhyun menyodorkan dua-duanya menyuruh Kibum memilih. "Apa ini?"
"Ini piama"
"Aku tahu"
"Lalu? Pilih satu dan pakai!", perintahnya.
"Dua-duanya sama, aku tak mau memilih apa lagi memakainya!"
"Kau harus mau"
"Pakai saja sendiri!"
"Kau pakai atau kubakar sweetermu!", ancam Kyuhyun.
Kibum mendengus saja tapi masih tak merespon. Bukannya Kibum tak takut benda kesayangannya dibakar, tapi Kibum sudah menyembunyikan rapat sweeternya dan dijamin Kyuhyun tak akan menemukannya. Apa dia harus takut ancaman Kyuhyun sekarang?
"Kubakar sweetermu, Kibum. Cepat pakai piama ini!", Kyuhyun melempar satu set piama ke pangkuan Kibum. Sejak bersama Kibum, entah kenapa dia suka melempar-lempar, suka membanting pintu dan dia mau semua keinginannya dituruti. Ini bukan Kyuhyun yang dulu-dulu, tapi bawaannya ingin marah terus kalau Kibum mengabaikannya. "Kibuuum!", teriknya lagi ketika Kibum tak segera beranjak.
"Kau tak akan menemukan sweeter-ku!". Kibum benar, Kyuhyun tak menjumpai sweeter itu. "Ambil piamamu kembali dan pergi tidur. Kau mengganggu saja!"
"Kau gila, ini masih sore dan kau menyuruhku tidur. Aku tak akan pergi dari sini kalau kau tak pakai piama yang sama denganku!"
"Terserah!"
"Ahjummmaaaaa!", teriaknya memulai cari bantuan.
"Sudah kubilang berkali-kali, jangan berteriak-teriak!", bentak Kibum.
"Ahjusssiiiiiiii!", teriaknya lagi mengabaikan bentakan Kibum.
"Ya, ada apa? Ada apa?", tanya ahjumma yang biasa gugup kalau dipanggil Kyuhyun dengan teriakan.
"Suruh Kibum pakai piama yang sama denganku!". Ahjumma bingung, dia tidak mungkin menyuruh Kibum. "Aku tidak mau tahu, kau pakai atau...", Kyuhyun berfikir secepat kilat. Apa yang bisa membuat Kibum menurutinya selain sweeter itu? Kyuhyun melirik ke sekeliling. Ada ahjumma yang masih menunggu, lalu ada perabot yang tidak penting, meja bar dan segala koleksi minuman Kibum di rak-rak.
"Atau apa? Kau mau pergi dari rumah? Silakan kalau kau tak takut luntang lantung diluar malam-malam begini!"
Salah terka, tadinya Kibum kira iblis itu akan mengancam pergi dari rumah. Karena mustahil keluar malam begini, jadi Kibum sekalian mengancam saja, ternyata tidak. Kyuhyun berjalan secepat dia bisa menghampiri meja barnya. Iblis itu menarik kursi bartender kemudian naik. Dia buka rak kaca penyimpanan seluruh wisky Kibum, mengambil salah satu yang paling atas, wisky termahal yang Kibum punya. Kyuhyun memegang leher botol dengan sebelah tangannya saja, sebelahnya berpegangan pada rak.
"Atau kujatuhkan wisky tercintamu mulai dari yang ini!", ancamnya memulai senyum kemenangan. Kyuhyun bukan tak tahu kalau wisky yang dipegangnya golongan minuman mahal, tapi sebodoh, itu bukan miliknya.
Kibum berdiri cepat-cepat menghampiri Kyuhyun. Dia benar-benar takut, wisky kesayangannya dijatuhkan iblis itu. Kibum sendiri lebih memilih minum merek lain dan membiarkan wisky mahalnya berjajar pada rak paling atas. Itu wisky limited edition, harga satu botol menyamai 10 botol merek mahal lainnya.
"Cho, pegang kuat-kuat. Jangan jatuhkan!"
"Kau jangan mendekat!" Kibum berhenti di dekat meja bar. "Cepat tukar piama!"
"Turunkan dulu wiskynya, nanti aku tukar piama", pinta Kibum.
"Tidak bisa. Tukar sekarang!", teriak Kyuhyun sambil mengayunkan botol ditangannya pertanda mau jatuh.
"Cho, pegang yang kuat!", teriak Kibum. "Aku tukar, aku tukar sekarang!"
Ahjussi yang sudah bergabung dengan istrinya jadi terdiam antusias. Mereka menonton saja, sambil menunggu waktu Kibum memenuhi perintah Kyuhyun. Kyuhyun ada saja tingkahnya, dia juga punya banyak cara agar permintaannya dipenuhi. Pertengkaran di hubungan suami-istri sudah biasa dimanapun, walau kasusnya di pertengkaran Kibum dan Kyuhyun lebih ke luar biasa tapi bisa disebut pemanis dalam rumah tangga. Ahjumma dan ahjussi tak pernah ambil pusing kan, toh tak ada yang main kasar diantara mereka. Dalam tanda kutip, main kasar diatas ranjang tidak dihitung.
Kibum terburu menyambar piama yang tadi dilempar Kyuhyun padanya. Sebelum bertukar dia kembali menghampiri Kyuhyun memastikan Kyuhyun tak menjatuhkan wisky-nya. Iblis itu bilang tak janji akan meletakkan kembali botol yang dia pegang kalau Kibum tak segera bertukar piama. Kibum jadi cepat-cepat bertukar juga. Kibum tak pindah tempat, dia melepas kaosnya di hadapan Kyuhyun lalu merobek plastik pembungkus piama. Kibum terlalu terburu hingga tangannya mengenai botol wine yang dipajang di meja bar.
Praaankkkk
Tiga botol jatuh pecah dan berserakan dilantai, tapi mana isinya? Seingat Kibum, botol yang ditaruhnya di meja bar itu adalah wine yang terakhir dia beli. Kibum tak merasa meminumnya, ahjumma dan ahjussi lebih tidak mungkin lagi. Lalu?
Ahjumma dan ahjussi terkejut melihat kejadian barusan, bukan karena kaget mendengar suara pecahan atau takut Kibum kesal, tapi takut Kyuhyun ketahuan. Bagaimanapun juga mereka tahu kalau Kyuhyun yang meminum wine milik Kibum. Setiap lewat situ, Kyuhyun mampir masuk mini bar, lalu meminum segelas. Kadang-kadang iblis itu sengaja mengendap-endap masuk hanya sekedar mencuri beberapa teguk kalau Kibum sedang ada disekitarnya. Kyuhyun meminumnya tapi meletakkan botol kosongnya ke tempat semula. Tentu Kibum tak tahu karena Kibum hampir tak pernah menyentuh koleksi wine-nya.
Kibum melirik Kyuhyun, iblis yang tadinya ngotot sampai mengancam-ancam itu kini tersenyum garing. Dia sudah pasti akan dituduh Kibum, dia juga pasti ketahuan. Kibum meletakkan piamanya di meja bar, membawa dada telanjangnya mendekati rak wine-nya. Dibukanya kaca rak lalu memeriksa satu per satu. Rak terbawah, botol pertama kosong, botol kedua ada isi tapi botol ke tiga dan keempat kosong. Kibum langsung pindah ke rak ketiga, tapi separuh jumlah botol disitu kosong.
"Ada yang memcuri wine-ku!", tutur Kibum dingin sambil melirik ke Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum lagi, dibuat semanis mungkin biar Kibum memaafkannya.
"Aku tidak mencuri, cuma mencicipi"
"Mencicipi hampir semua koleksi wine-ku?", tanya Kibum meninggikan suaranya.
"Itu kan wine murah, kau bisa beli lagi" Kyuhyun tak tahu berapa harga semua wine yang sudah diminumnya, anggap saja murah. "Kau jangan pelit begitu. Lagi pula tak pernah kau minum juga!", tuturnya agar Kibum bisa maklum.
"Cho!"
"Kibum", panggilnya memelas. "Berbagi sedikit denganku saja!"
"Cho!"
"Aku letakkan kembali wisky-mu", kata Kyuhyun cepat. Dia meletakkan botol yang dipegangnya pelan-pelan kemudian menutup pintu rak kaca itu kembali. "Kau juga tak perlu pakai piama yang sama denganku. Aku akan memakainya sendiri. Hahahahaha!", tawanya miris. "Ahjussi, ahjusssi bantu aku turun!", pintanya sambil takut-takut terhadap Kibum.
Ahjussi mendatangi Kyuhyun, membantunya turun dari kursi kemudian menuntunnya menjauh dari rak-rak koleksi Kibum. Kyuhyun tak mau dibantu lagi, dia berterima kasih sebentar kemudian berjalan berlenggokan bokong lagi. Memungut piamanya sebentar lalu kembali ke arah kamar.
"Kau mau kemana, Cho? Urusan kita belum selesai!", ucap Kibum yang sedikit menakutkan. Mungkin.
"Aku akan tukar piama dan tidur. Tadi kau suruh aku tidur kan!" Kibum berjalan tergesa ke arah Kyuhyun, tapi Kyuhyun berjalan mundur-mundur takut Kibum. Berakhir dia berbalik badan dan lari terbirit masuk kamar. Kyuhyun membanting pintu kamar dan menguncinya, jelas Kibum tak akan bisa membukannya karena pintu kamar-bar hanya bisa dikunci dari kamar saja. "Ahjummaaaa tolong akuuuu!", teriak Kyuhyun dari dalam kamarnya. Kemudiam Kyuhyun berlari ke pintu satunya dan menguncinya juga. "Ahjussiii, Kibum mau membunuhku, tolooong!", teriaknya lagi.
"Cho, keluar!", teriak Kibum sambil mengetok pintu mini bar.
"Tidak mau. Kau jahat. Kau pelit. Aku benci kau!"
"Keluar!"
Kyuhyun sendirian sekarang, dia selamat tapi belum aman. Dia mengabaikan Kibum yang teriak-teriak sambil mengetoki pintu. Dia juga mengabaikan panggilan ahjumma dan ahjussi. Mereka bilang Kibum pasti memaafkannya kalau Kyuhyun mau keluar, ah bohong. Dua pembantu Kibum itu pasti membela Kibum, pasti mereka diancam Kibum. Kyuhyun tak akan pernah keluar kamar.
Kyuhyun menuju ranjangnya, dia merebah lagi. Memeluk piama kembarnya lalu bersenandung lagu galau. Dia tidak sedang berperan sebagai upik abu disini, tapi kenapa dijahati terus. Kibum tak sayang padanya, ahjumma dan ahjussi juga tak sayang. Eh, mereka sayang Kyuhyun, tapi sedikit. Kalau banyak kan jelas mereka akan membantunya, membantu memarahi Kibum, membantu menyuruh Kibum sesuai permintaannya dan kalau perlu membantu menghajar Kibum kalau bertindak jahat pada Kyuhyun. Entahlah kenapa Kyuhyun terlihat lebih konyol dari pada Ryeowook kalau ada Kibum di dekatnya. Dia jadi terkesan melow dan kekanakan. Kyuhyun sadar sikapnya itu menjijikan, tapi tak kuasa berhenti. Kyuhyun terus diam di ranjang sampai semua suara tak terdengar lagi. Tapi kenapa mereka diam? Kyuhyun kesepian di dalam kamar.
julie khoyul
Teeet teeeet
Seseorang memencet bel apartemen Siwon hampir tengah malam begini. Kebetulan Siwon baru selesai mengerjakan sedikit tugas dari Kibum. Dia sedang membuat coklat panas saat ini, dan bermaksud santai sejenak. Harusnya hari ini dia banyak istirahat karena hari Sabtu dan Minggu TC sedang libur. Tapi dia tak mau mengulur-ngulur waktu mengerjakan pekerjaan yang diberikan Kibum. Selesai lebih cepat lebih baik, lagi pula besok hari Minggu dia bisa bersantai seharian.
Siwon bergegas menuju pintunya, mengintip sebentar siapa tamunya malam-malam begini melalui lubang intip di pintu. Tidak kelihatan. Cuma seseorang dengan rambut sebahu menghadap belakang. Sepertinya dia kenal, tapi tak begitu jelas. Wanita mana yang datang padanya sebegini larut?
"Ya, ada apa?", tanyanya selesai membuka pintu. Seseorang itu membalik badannya dan tersenyum cerah ketika mendapati Siwon dihadapannya.
"Wonnie, ku kira kau sudah tidur?" Heechul menyeret koper kecilnya masuk, menerjang Siwon yang terpaku sejenak menemukan idaman hatinya datang tiba-tiba padanya. Tuhan sayang padanya kali ini. Tuhan masih menganggapnya hamba yang setia ternyata.
Siwon menyudahi acara bengongnya, segera menutup rapat pintunya dan mengunci dua kali putar. Berharap Heechul idaman hatinya tak keluar dari apartemen secepatnya, dia segera menyusul namja cantik mempesona itu ke ruang tidurnya.
"Chullie, bagaimana bisa kau sampai kemari?", tanyanya tanpa ekspresi tapi sebenarnya dia bahagia.
"Oh. Aku berniat menginap beberapa hari disini!", katanya santai sambil membongkar kopernya. Heechul membuka lemari Siwon, mencari celah untuk memasukkan barangnya. Sebenarnya Siwon patut heran karena Heechul repot mencari tempat meletakkan baju sedangkan dia bilang menginap cuma beberapa hari, tapi kalau bisa selamanya tak apalah, Siwon iklas. "Kemarin kemarin bosku memberiku tumpangan tidur selama aku belum punya tempat untuk tinggal. Kelamaan disana jadi tak enak, makanya aku kemari. Kau tak perlu khawatir, aku tak akan lama disini. Beberapa hari saja!"
Siwon belum memberi ijinpun Heechul sudah yakin kalau dia bisa tinggal disini. Selamanyapun Siwon tak keberatan. Heechul tahu isi otak Siwon ada namanya dan Kyuhyun, sedangkan sekarang Kyuhyun sudah bersama Kibum harapan satu-satunya hanya Heechul. Heechul tak keberatan jadi sesuatu spesial dihati Siwon, dia juga bisa menjadikan Siwon spesial untuknya. Walau dia selalu berkata harus menguasai seperempat kekayaan dunia, bukan berarti dia harus berhubungan dengan orang-orang kaya. Bukan dia harus menikah dengan duda tua kaya raya yang mendekati ajal, atau janda berwarisan melimpah dari suaminya yang baru mati. Heechul cuma butuh orang tampan yang bisa mengimbangi kecantikannya. Pintar juga untuk sekedar punya pekerjaan mapan dan cukup bisa mencari uang untuk menghidupinya. Heechul punya kriteria tinggi tapi bukan berarti kriterianya tak bisa ditawar. Siwon, boleh jadi.
"Wonnie!" Siwon mengerjap terus untuk menghilangkan ketakpercayaannya. "Berikan space untukku meletakkan pakaian!", perintahnya yang segera dilakukan Siwon.
Siwon membuka pintu lemari lain. Menyisihkan sebagian baju-bajunya dan mempersilakan Heechul meletakkan bajunya disitu. Selesai dengan baju, Heechul berpindah pada peralatan make up-nya. Bukan dia membawa bedak dan segala macam berbentuk palet make up besar, tapi cuma beberapa benda yang dibutuhkannya sehari-hari. Sudah itu saja, sedikit sekali, kan Heechul bilang akan menginap untuk beberapa hari saja. Heechul kemudian duduk sebentar di ranjang Siwon, lalu merabah. Dia menepuk sisi kosong tempat tidur mengkodekan Siwon agar merebah di sampingnya.
"Aku capek sekali!", ujarnya setelah Siwon merebah juga di sampingnya. "Wonnie, kau tak keberatan kan aku menginap disini?". Sebenarnya dia tahu jawabannya, tapi pura-pura dipastikan dulu.
"Tidak"
"Baguslah" Heechul menggeser tubuhnya lebih mendekat dengan Siwon. "Malam ini dingin sekali!", katanya sambil meletakkan tangannya ke sela tubuh Siwon. Melingkar di badan kekar berjuluk kuda itu. "Aku capek, tidur saja ya!"
"Ya"
Siwon kikuk? Iya sedari Heechul datang sampai dia dipeluk diatas ranjangnya, Siwon tak banyak berkata-kata. Bukan takut salah ucap, tapi memang dia tak tahu apa yang harus diucapkan. Pembendaharaan katanya hilang sementara, tertutup keterkejutan, bahagia dan apapun hal yang yang memenuhi dirinya. Heechul idaman hatinya, Heechul si cantik mempesona, Heechul iblis TC-nya, eh mantan iblis TC-nya. Heechul orang yang diklaimnya sebagai calon istri telah berada di apartementnya. Mereka tidur seranjang, berpelukan. Berpelukan harus keduanya, ini Heechul saja yang memeluk Siwon, dan Siwon harus balas memeluk Heechul biar bisa disebut berpelukan.
Siwon merambatkan pelan-pelan tangannya hampir kesekujur tubuh Heechul. Aishhh, dia terbawa suasana. Itu namanya merabai, bukan balas memeluk. Lalu Siwon menyudahi aksinya dan memutuskan memeluk Heechul dengan benar. Tangannya yang besar dan panjang dilingkarkannya ke tubuh Heechul, Siwon bilang tubuh Heechul pas dipelukannya. Namanya juga orang jatuh cinta, kalau yang ada di posisi Heechul sekarang ditukar orang lain, mustahil Siwon bilang badannya pas untuk dipeluknya.
Sekarang mereka sudah resmi berpelukan, ini seperti scene suami-istri berangkat tidur. Anggap saja Siwon belajar jadi suami Heechul mulai dari adegan ini.
"Jaljayo, Woonie!", ucap Heechul sebelum dia menyembunyikan mukanya di dada Siwon.
"Jaljayo, Chulie!", balasnya sesantai suami mengucapkan salam tidur untuk istrinya.
Coklat panas Siwon, mendingin sedikit demi sedikit didapur.
julie khoyul
Lewat tengah malam dan Kyuhyun masih bergelimpungan diranjang. Tidak ada suara apa-apa dari luar. Sepi sekali. Apa Kibum sudah tidur? Apa ahjumma dan ahjussi juga sudah tidur? Tapi Kyuhyun belum tidur, belum bisa tidur. Dia merindukan susu coklat panas. Kyuhyun perlu minum susu dulu sebelum tidur, padahal saat diasrama dia tidak se manja ini. Memang sejak kapan dia mulai suka susu coklat panas? Oh iya sejak dulu, hanya saja dia tak minum lagi saat diasrama. Tinggal disini membuatnya ketergantungan dengan susu coklat panas lagi. Kyuhyun butuh itu sekarang.
Kyuhyun memutar pelan anak kunci kemudian menarik lebih pelan gagang pintunya. Dia melonggok keluar setelah menciptakan celah di pintu. Di luar sangat gelap. Ahjumma sudah mematikan semua lampu ruang tamu berarti semua sudah tidur. Kibum sudah tidur juga? Kyuhyun memutuskan keluar, berjalan pelan-pelan agar tak timbul suara. Dia menuju mini bar, mengintip dari jalan masuk dari luar. Eh, Kibum sudah tidur, Kibum tidur di sofa mini bar-nya. Kasihan sekali, badannya pasti sakit, tapi biar saja. Biar dia rasakan penderitaan juga kalau macam-macam dengan Cho Kyuhyun.
Si iblis berjalan kearah lain. Ke dapur, berharap ahjumma masih terjaga dan bisa dimintainya membuat susu untuknya. Kyuhyun mendapati lampu dapur masih menyala dan ahjumma juga masih disana sedang berkutat dengan sesuatu yang memperlihatkan kepulan asap. Ah doa Kyuhyun terkabul. Ahjumma sedang membuatkan kopi untuk suaminya, dan mungkin juga segelas susu untuk nyonya-nya yang manja itu.
"Ahjummaa", rengek Kyuhyun di sela pintu dapur.
Sudah ahjumma duga kalau Kyuhyun pasti belum tidur. Dua hal yang ahjumma tahu selalu dilakukan Kyuhyun saat berangkat tidur, minum susu coklat panas dan Kibum. Ini waktunya minum susu. Ahjumma tersenyum sambil meletakkan susu dan kopinya di meja dapur. Dia mempersilakan Kyuhyun duduk dan dia sendiri duduk disampingnya.
"Tak bisa tidur?", tanya ahjussi yang baru datang. Dia harus terjaga lebih sering untuk mengecek keadaan sekitaran rumah. Tapi dia bisa menggantikan sedikit waktu tidurnya yang berkurang di siang atau sore hari.
"Harus minum susu!", jawab Kyuhyun disela meniupi gelasnya. "Kenapa hari ini dingin sekali ya?". Setiap hari di Korea juga dingin.
Kyuhyun menyelesaikan susunya, kemudian berpamitan tidur. Dia juga menyarankan ahjumma dan ahjussi cepat tidur. Mereka terlalu capek bekerja seharian dan tengah malam begini mereka belum tidur. Walau dia tahu dia yang membuat pembantunya terjaga lebih sering, dia tak mau menyebutkan itu. Itu salah Kibum, kalau Kibum tak pernah jahat dengan Kyuhyun, kan tak perlu juga dia melibatkan sepasang pembantunya itu.
Setelah masuk kamar kembali, Kyuhyun masih tak bisa tidur. Pikirannya berjalan kemana-mana. Memikirkan ini itu tak jelas hingga dia merasa ada sesuatu yang kurang. Cuma untuk malam ini. Apa ya?
Iblis Cho itu mengangkat selimutnya, menyeretnya keluar kamar lewat pintu tadi. Diluar dia kembali bertemu ahjumma dan ahjussi yang selesai dengan prosesi dapur lalu mengecek beberapa hal di dalam rumah. Kyuhyun diam saja, tak menyapa tak apa, dia mengabaikan keduanya dan terus berjalan ke samping masih dengan menyeret selimut tebalnya.
"Untuk tuan Kim?" Kyuhyun menggeleng saat ahjussi tanya guna selimutnya. "Mau dibantu?" Kyuhyun menggeleng lagi.
"Aku mau tidur disitu!", jawabnya seperti dugaan ahjumma sebelumnya. Di proses tidurnya Nyonya Kyuhyun selalu tak lengkap kalau tak ada Tuan Kibum disampingnya. "Kalian tidur saja!", usir Kyuhyun yang sebenarnya sudah mulai mengantuk tapi tak bisa tidur.
Kyuhyun berjalan terus kemudian berbelok pada mini bar. Dia membiarkan dua pembantunya mengekor tapi selebihnya mereka berhenti di jalan masuk bar. Mereka cuma melihat Kyuhyun saja, memastikan nyonya kesayangan mereka berada di tempat yang seharusnya. Kyuhyun naik ke sofa, menyerobot tempat disebelah Kibum menjadikan siempunya terusik lalu terbangun.
"Kibum!"
"Hn!"
"Aku mengantuk!", katanya sambil melingkarkan tangan ke sekitaran pinggang Kibum. "Aku mau tidur!", katanya pula.
"Mengganggu saja!", celetuk Kibum tapi dia balas mendekap Kyuhyun. Dia masih ingat, yang harus dilakukannya adalah menjadi pawang iblis. Kalimat Yoochun itu sebenarnya bantuan atau ujian? Kenapa rasanya terkadang sulit terkadang mudah. Dan sepertinya Kibum cuma diperlukan Kyuhyun pada saat mau tidur saja.
"Kibum!"
"Apa?"
"Marahnya besok saja ya, aku mengantuk!". Hubungannya adalah, Kyuhyun mengantuk, dia ingin tidur dan hanya bisa kalau dia mendusal ke badan Kibum. Kalau Kibum marah, Kyuhyun tak diijinkan tidur dipelukannya, dia tak bisa tidur. Jadi Kyuhyun harus meminta Kibum menunda marahnya. "Ayo tidur!". Padahal dia sudah terpejam sedari tadi.
"Kebiasaanmu, Cho. Kalau kau menutup mata, tutup juga mulutmu!"
"Hn?", aihh Kibum diabaikan. "Kibum, ayo cerita!", pintanya tentu secara tak sadar.
Kibum meraih selimut yang ditinggalkan Kyuhyun. Menyelimuti tubuh mereka berdua dan kembali membawa iblis itu tidur. Kibum memeluk sedikit erat tubuh Kyuhyun. Menepuk-nepuk pelan punggung iblis itu, sampai tak terdengar lagi suara igauan pra tidurnya. Kyuhyun benar-benar bisa tidur. Ini terlalu mudah bagi Kibum, tapi kenapa jadi sangat sulit kalau Kyuhyun sedang terjaga. Ya sudahlah, bagaimanapun iblis memang susah dijinakkan.
Kibum merebahkan kepalanya ke sandaran sofa, memejam sejenak tak lama kemudian membuka matanya kembali. Kibum mendecak ketika dicobanya tidur berulang-ulang namun gagal. Sekarang gilirannya tak bisa tidur, tapi kenapa? Bau lain mirip wisky menyeruak indra penciumannya. Kibum sudah berhenti minum dari sejak tadi dia mulai mengantuk, ini bau wisky yang sangat dia suka. Baunya dari rak-rak sebelah sana, lebih dekat, dari meja bar tapi lebih dekat lagi. Tepatnya dari seorang iblis yang ada dipelukannya sekarang. Seperti saat di Busan kemarin itu, Kibum tergoda bau ini, sekarangpun juga.
Udara sepertinya sedikit memanas memaksa Kibum menghembus nafasnya panjang-panjang untuk mengusir hawa panas disekitarnya. Ada sepasang tangan kasat mata yang dirasakannya merambat di kepalanya, mencekali kedua belah pipinya lalu memaksa wajahnya menoleh pada Kyuhyun. Lalu pandangannya dibuat terpaku kesitu, keseorang iblis yang tidur direngkuhannya. Sugesti sugesti aneh muncul diotaknya saat Kibum memulai mengamati paras Kyuhyun. Rambutnya, dahinya, mata itu walau sekarang sedang tertutup. Pipi dan hidung dan kemudian bibirnya. Masih bibirnya lalu turun, tapi Kibum tak bisa mengajak matanya turun ke dagu, leher dan terus ke bawah. Masih dibibir Kyuhyun, terus bibir itu hingga dirasakannya lagi tangan kasat mata menjorokkan kepala dari belakang. Memaksa Kibum mempertemukan bibirnya dengan bibir Kyuhyun.
Hormon kelelakian Kibum naik beberapa persen, membuatnya geram, gemas dan entahlah, sebuah perasaan ingin dituruti sebuah perasaan ingin,emmmm, ingin bersenggama. Kibum meremat kuat pinggang Kyuhyun bersamaan bibirnya yang mengecupi bibir Kyuhyun. Mengecup sekali, tanganya meremat sekali, mengecup dua kali, tangannya ikut meremat dua kali. Setan jail di Busan mungkin ada yang mengikuti mereka kemari, buktinya ada suara lagi. Suara yang menyuruh Kibum membangunkan dan menidurkan benda miliknya lewat bantuan milik Kyuhyun.
Kibum melumat bibir diam Kyuhyun. Si empunya mengerang, terganggu dalam tidurnya tapi tak mau bangun atau sekedar membuka mata. Kibum sebenarnya memang berencana membangunkan Kyuhyun, tapi kalau Kyuhyun tak mau bangun, dalam tidurnyapun juga tak apa. Kibum mengigiti tepian bibir Kyuhyun yang terasa nyeri-nyeri nikmat di Kyuhyun. Kyuhyun menggerakkan tangannya menampik muka Kibum tapi tak berhasil. Tangannya dicekali Kibum dan dibawa jauh ke belakang tubuhnya. Kyuhyun masih terpejam sedang Kibum mulai menghisap, seakan aba-aba setan bilang 'bagus, teruskan!', tapi...
"Eheeemmmm!", suara malaikat datang membakar setan-setan disekeliling Kibum. Malaikat berwujud dua pembantunya yang berdiri di jalan masuk mini bar-nya.
"Shit!", umpat Kibum pelan sekali. Harusnya Kibum membawa Kyuhyun ke kamar, menguncinya lalu menghabisi iblis itu di sana. Walau ahjumma dan ahjussi mengedor kamarnya dia tak akan berhenti, tapi sekarang, sudah terlanjur. Kibum mengecup sekali lagi bibir Kyuhyun sebelum menegakkan kepala dan memandangi dua pembantunya.
"Ya?"
"Saya rasa, Tuan bisa tunda dulu beberapa hari. Biar nyonya sedikit lebih baik!", kata ahjussi kemudian menunduk sekali takut ucapannya salah.
Kibum malu, sangat malu. Tapi dia beruntung memelihara muka stoic dari dulu jadi sudah pasti tak ada ekspresi apapun tampak diwajahnya. Dia juga beruntung lagi tadi sempat menarik selimut menutupi tubuhnya dan Kyuhyun. Didalam selimut itu tangannya sudah masuk ke kaos Kyuhyun, menggerayang kemana-mana. Kalau saja ahjussi tidak berdehem tadi, tangan Kibum sudah masuk celana Kyuhyun. Tak tahu kali ini Kibum beruntung terbebas dari godaan setan atau menyesal karena ahjussi mengusir setan itu? Tapi Kibum perlu mendinginkan badan sekarang ini.
"Hm", katanya mengiyai usulan ahjussi. "Kalian tidur sekarang!", perintahnya dengan nada mengusir. Ahjumma dan ahjussi tak beranjak, mungkin karena ini kalimat pengusiran pertama yang dilontarkan Kibum pada mereka, jadi mereka masih belum percaya. "Aku tidak akan menyentuhnya!", katanya. Jelas-jelas Kibum bohong, dibalik selimutmya dia masih menggerayang. Tangannya masih menggelus perut Kyuhyun, dia sedang melakukan ritual pendinginan.
"Kibum!", panggil Kyuhyun dalam tidurnya. "Singkirkan tangamu, perutku geli!". Sialan si iblis ini, kenapa mulutnya tak bisa menutup berbarengan dengan matanya? Kan Kibum jadi ketahuan.
Kibum mengeluarkan tangannya dari kaos kyuhyun, menurunkan bermaksud membenahi kaos itu. Lalu dia membuka selimutnya dan mengangkat sedikit tangannya untuk menunjukkan kalau dia tidak melakukan apapun.
"Kibum!"
"Hn!"
"Ayo cerita!", igaunya membuahkan senyuman dibibir kedua pembantunya. Untuk hari ini Kyuhyun memang selamat tapi belum aman untuk hari berikutnya. "Ayo cerita!", pinta Kyuhyun sambil menyeruak masuk ke sela dada dan tangan Kibum.
julie khoyul
"Kibum!"
Kyuhyun sudah bangun. Tadi dia kira akan sakit badan karena semalam tidur disofa, ternyata tidak. Saat bangun dia menemukan dirinya sendiri di pelukan Kibum, seperti biasannya tapi berpindah dari sofa mini bar ke ranjang mereka. Kyuhyun sudah bangun tapi dia tetap malas bergerak. Matanya mengedar mengamati seisi kamarnya. Rumah Kibum, rumahnya juga, jadi kamar Kibum, kamarnya juga. Lemari Kibum, rak buku Kibum, bufet Kibum dan segala macam didalam kamar milik Kibum. Kalau kamar ini miliknya juga, Kyuhyun harus punya bendanya sendiri di kamar ini. Nanti dia akan beli. Oh iya, setelah Leeteuk bicara dengan Kyuhyun waktu itu, dia mempercepat datang ke Seol. Hari Minggu setelah tengah hari mereka jajian ketemu. Hari Minggu kan hari ini dam sekarang jam 11 siang saat Kyuhyun menengok jam waker di atas nakas.
"Kibum!", panggilnya lagi masih tak bergerak.
"Hn"
"Ini hari minggu!"
"Hn"
Setelah Kejadian terhenti semalam, Mr. Kim kecil susah dihandle Kibum. Dia butuh ibunya, tapi setelah lama memeluk Kyuhyun dan mengelus punggung Kyuhyun sampai hampir pagi baru Mr. Kim kecil tertidur bersamaan ayahnya. Nah makanya sekarang Kibum masih mengantuk di hampir tengah hari. Toh ini hari Minggu, kecuali...
"Hari ini janji ketemu Kangin ahjussi dan Leeteuk hyung setelah tengah hari"
"Hn", Kibum baru ingat itu.
"Sekarang jam 11!", ucap Kyuhyun santai dan tak bergerak.
Kibum terkaget. Terbangun tergesa dan membuat Kyuhyun terjatuh dari pelukannya. Dia segera bangkit dan meninggalkan Kyuhyun bermaksud pergi mandi.
"Kibum"
"Apa, Cho? Aku tidak mau telat. Kau sudah bangun dari tadi kenapa tidak pergi mandi!", omel Kibum. "Merepotkan saja!"
"Celanamu basah!", kata Kyuhyun sambil menunjuk celana Kibum.
"Shit!", umpat Kibum sambil segera ke kamar mandi. Dia ketahuan iblis yang jadi fantasi senggamanya semalam.
To be continue
Sorry, yang ini hampir gue tergoda setan. Tapi gue janji g akan merubah rating ff ini dari T ke more than T.
