Contract with the Devil's Son
Chapter 21:
Screenplay's fanfiction
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Heechul
Choi Siwon
Dll
Em, hallo!
Gue berterima kasih lagi dan lagi buat semuanya, semua readers pokoknya.
Nah kemarin ada yang nanya, apa Kyuhyun hamil kok ada Mr. Kim kecil disebutkan? Kyuhyun g hamil kok, atau belum. Mr. Kim kecil ya? Coba tanya ke tetangga sebelah.
Ya lah, gue lupa apa aja yang lo semua bilang di review. Ntar gue baca lagi review kalian, kukirimkan jawabannya lewat semilir angin sepoi.
Than, happy reading!
Failed Doble date
"Bisa kau berjalan lebih normal sedikit!", pinta Kibum.
Sebenarnya karena siapa Kyuhyun berjalan menyamai bebek begini? Kyuhyun bukan sengaja mau pamer bokong seksi, memang sakitnya ada disekitaran situ. Kalau saja waktu itu Kyuhyun bisa menolak, tak perlu dia membawa bawa jalan gaya bebek saat bertemu Kangin dan Leeteuk. Kalau saja Kibum bisa menahan diri saat itu, kan dia juga tidak perlu malu membawa Kyuhyun menemui koleganya.
Kibum menggandeng Kyuhyun, mereka berjalan memasuki Super Mall Seoul tempat janjian mereka dengan Kangin dan Leeteuk. Lebih tepatnya tempat janjian Kyuhyun dan Leeteuk. Kibum amat menyayangkan kenapa Kyuhyun menbuat janji di Mall, disalah satu restoran yang ada di sini. Kenapa tidak di restoran formal atau tempat mana saja? Bukan karena Kibum benci Mall, buka juga karena dia benci keramain tapi karena sudah pasti Kibum akan diajak Kyuhyun belanja nantinya. Kibum sempat membaca list belanjaan di otak Kyuhyun, iblis itu semacam sudah merencanakan membeli banyak barang. Kibum tak peduli berapa uang yang akan Kyuhyun habiskan, selama dia bisa mencari uang, berapapun pengeluarannya tak ada masalah. Hanya saja, Kibum tak mau diajak Kyuhyun belanja kesana kemari, lalu membeli barang-barang kembar dan Kibum harus memakainya. Hell, itu musibah. Kibum tak akan sudi memakai barang kembar.
"Cho!"
"Ha?"
"Dimana kau buat janji dengan Leeteuk hyung?", tanyanya yang tangannya masih terus digandeng dan sedikit diseret Kyuhyun.
"Restoran"
"Restoran mana? Disini banyak restoran"
"Lantai tiga. Leeteuk hyung menunggu kita di depan restoran itu. Restoran dekat toko 'Shape and Shop'. Leeteuk hyung bilang akan mengajakku belanja baju disitu". Nah benar kan, kalau Kyuhyun mau belanja. Membuat janji di restoran cuma modus saja, pada akhirnya juga belanja di toko sebelah restorannya.
"Belanja?"
"Leeteuk hyung yang mengajak, jadi dia yang belikan. Kau tak perlu khawatir aku akan memakai uangmu", kata Kyuhyun sambil terus menyeret Kibum
"Terserah, tapi tidak perlu menyeretku juga"
"Aku ingin bertemu Kangin ahjussi!"
Kyuhyun masih menyeret Kibum, mengajak namja es itu berjalan cepat-cepat. Tadinya Kyuhyun membawa Kibum mengantri lift, tapi terlalu banyak orang. Ini kan hari Minggu, pantas saja ramai. Lalu Kyuhyun menyeret Kibum lagi, ke lantai tiga lewat eskalator. Sampai dilantai tiga Kyuhyun mengajak Kibum mondar mandir mencari toko yang di maksudkan, tapi tidak ketemu. Dan Kyuhyun putus asa sendiri.
"Kibum, tokonya tidak ketemu", rengeknya sambil menarik-narik lengan Kibum. "Aku kan sudah janji dengan Leeteuk hyung. Nanti dia marah". Tepatnya, dia sudah janji belanja dengan Leeteuk, kalau tokonya tak ketemu berarti dia tak jadi belanja.
Kibum gantian menyeret Kyuhyun kali ini. Dibawanya iblis itu duduk dibangku kosong didekat situ. Kyuhyun duduk pelan-pelan, dia bersandar pada Kibum. Merintih, mengaduh dan segala macam ungkapan kesakitan dkeluarkan lewat mulutnya. Padahal kejadian si Busan sudah lewat beberapa hari, tapi sampai sekarang sakitnya masih ada. Memang berkurang, tapi cuma sedikit.
"Kibum, pinggangku sakit!", adunya.
Kibum diam saja. Dari pertama sejak menjumpai Kyuhyun seranjang dengannya sampai hari ini, yang keluar dari mulut Kyuhyun selalu eluhan tentang pinggangnya yang sakit. Kyuhyun badannya kerempeng, lemah dan mudah sekali sakit. Benar-benar tak ada yang bisa dibanggakan darinya. Seorang Kim Kibum menikahi Kyuhyun, cuma takdir Tuhan yang bisa membuatnya begitu. Apa yang didapat Kibum selama dia punya status suami dari Kyuhyun? Nothing, cuma keberuntungan saja berpihak padanya. Kadang Kibum menyesal, kenapa harus iblis ini? Kenapa tidak orang lain saja? Kibum butuh orang yang bisa mengimbanginya di berbagai hal. Yang enerjik, yang entah seberapapun besar badannya asal tidak terus mengeluh, mengeluh itu memalukan.
Manager TC itu menghirup dan menghembuskan nafasnya panjang-panjang tapi tidak terkesan memburu. Tenang dan tanpa orang tahu. Kibum sedang mengenyahkan pemikirannya barusan. Kriteria yang dilontarkan otaknya sudah melenceng dari normal. Sepertinya dia mau kriteria istri perkasa yang bisa mengimbanginya di atas ranjang saja. Kibum bukan seperti itu tadinya, atau kalau iyapun dia bisa menekan hasratnya dengan mudah. Mungkin berteman dengan Yoochun menjadikannya sedemikian mesum. Atau efek kejadian gagal semalam terbawa sampai sekarang.
Setelah kejadian itu, kejadian paha putih Kyuhyun yang memar di saat itu sampai detik ini selalu ada perasaan aneh kalau terus-terusan di dekat Kyuhyun. Rasanya bukan rasa cinta remaja yang menggebu-gebu, tapi perasaan ini sama seperti saat dia menghadapi yeoja cantik yang diperebutkannya dengan Yunho lalu larinya ke Yoochun. Ya perasaan seperti itu. Perasaan ingin menyentuh, meremat, mengadili atau apapun itu. Apa lagi kalau Kyuhyun sudah merengek saat hendak tidur, selalu mau berada dipelukannya, Kibum benar-benar ingin menyeret iblis itu. Menyeretnya ke kamar dan melemparkannya ke ranjang. Mengerjainya sampai habis, sampai dia puas kalau perlu sampai mati sekalian.
"Shit!"
"Kenapa kau mengumpat? Kau mengumpatiku?", tanya Kyuhyun mulai marah.
"Tidak"
"Bohong!"
"Cho, jangan memulai lagi!", pinta Kibum yang hampir kehabisan kata mengahadapi Kyuhyun. "Aku mengumpat karena kepalaku sakit, bukan karena kau"
"Kepalamu sakit karena aku kan?"
"Ada telpon, kau diam!", perintah Kibum yang merogoh sakunya. "Kau diam dulu, ini dari Mr. Kangin", perintahnya lagi yang melihat Kyuhyun siap melontarkan kalimat.
Kyuhyun merebut handphone Kibum, dia menjawab telepon dari Kangin. Tapi kemudian muka sumringah Kyuhyun kembali. Kyuhyun mendapati suara Leeteuk dibalik sana. Ternyata kemarin itu Leeteuk salah sebut lantai, toko yang dimaksudkannya ada di lantai 4, jadi Kyuhyun dan Kibum harus naik selantai lagi. Leeteuk sudah minta maaf dan meminta mereka segera naik ke lantai 4. Leeteuk bilang tak sabar mengajak Kyuhyun belanja. Dan anggapan Kibum soal Kyuhyun yang lemah hilang sudah. Setelah menutup telepon, seakan rasa sakit di tubuh Kyuhyun hilang, dengan riangnya iblis itu menarik Kibum kembali menuju lantai 4. Hah, Kibum lagi-lagi menyesal, yang kali ini menyesal telah menganggap Kyuhyun lemah.
Kangin melambaikan tangannya saat melihat Kyuhyun menoleh kesana kemari mencari keberadaanya. Sedangkan Kibum menurut saja kemana iblis itu menyeretnya, asal tidak ke neraka dia ikut. Karena sementara ini jasa Kyuhyun sangat diperlukannya. Dihadapan Kangin, Kyuhyun adalah senjata Kibum atau maksudnya Kibum dompleng popularitas lewat Kyuhyun. Bagaimanapun juga karena Kyuhyunlah proposalnya disetujui Kangin.
"Cho, jaga mulutmu kalau didepan Leeteuk hyung!". Kyuhyun tak peduli, dia berjalan lalu berlari kecil-kecil menghampiri Kangin dan membiarkan Kibum tertinggal jauh dibelakang.
"Ahjussi, aku merindukanmu!", tuturnya setelah memeluk Kangin seenak jidatnya. "Leeteuk hyung mana?", tanyanya karena tak dilihatnya namja atau yeoja yang berbentuk waria seperti tempo hari.
"Aku!", tunjuk seseorang pada dirinya sendiri yang berada beberapa langkah dibelakang Kangin. "Aku Leeteuk, Kyu!"
Kyuhyun mengamati namja keren itu dari bawah keatas, kebawah lagi, keatas lagi. Ini benar-benar keren. Wajahnya keren, badannya keren, penampilannya keren, semuanya kenapa keren begitu? Kyuhyun jadi iri. Itu bukan Leeteuk si namja waria tempo hari. Baiklah, kalaupun itu memang Leeteuk, Kyuhyun tak mau terima. Leeteuk sudah berubah jadi keren, amat sangat keren dan Kyuhyun tersaingi. Kyuhyun rasa, harusnya dulu dia tak usah menyadarkan Leeteuk kembali ke wujud asalnya. Biar saja dia menjadi waria, toh dia istrinya Kangin bukan istrinya Kibum. Istrinya Kibum kan Kyuhyun, bukan si waria yang sudah sadar lalu berubah jadi amat keren begini. Kibum saja belum bisa disaingi Kyuhyun, sekarang tambah lagi daftar orang yang akan sangat sulit disainginnya. Kyuhyun benci Kibum, Kyuhyun benci Leeteuk yang sekarang.
"Kyu, aku Leeteuk!", kata namja itu mengeluarkan senyum memikatnya.
"Tidak mungkin, Leeteuk hyung itu waria!", tegas Kyuhyun.
"Hahahahahahaha!", tadinya Kangin takut kalau Leeteuk marah lagi, tapi ternyata kembalinya penampilan Leeteuk juga diikuti kembalinya sifat yang dulu. Kangin jadi makin cinta dengan istrinya itu. "Aku benar-benar Leeteuk. Kemari, peluk aku!"
"Tidak mau!"
"Kemari!"
"Tidak mau!"
"Yaakk, kemari kau. Jangan kurang ajar denganku!". Leeteuk bukannya marah sambil terus berusaha menangkap Kyuhyun, dia gemas dengan si iblis itu. Dia yang membuatnya kembali seperti ini, tapi Kyuhyun sendiri jadi tak percaya.
Leeteuk ingin memeluk Kyuhyun juga, tapi si iblis itu malah mengajaknya kejar tangkap. Mereka saling sembunyi dan memutari tubuh Kangin. Kyuhyun kekanakan dan sepertinya Leeteuk juga.
"Kyu, berhenti. Aku mau memelukmu!"
"Tidak mau!" Kyuhyun masih bersembunyi disekitaran badan besar Kangin, dia menghindar terus dari rengkuhan Leeteuk. "Ahjussi, suruh dia berhenti. Kenapa kau tak membawa Leeteuk hyung yang kemarin saja, jangan yang ini!"
"Hahahaha!", Kangin tergelak. "Dia ini Leeteuk yang dulu, bahkan lebih dulu dari pada yang dulu". Ah, tak tahulah apa yang dibicarakan Kangin, pokoknya Kyuhyun tak mau Leeteuk yang ini.
Kibum yang baru bergabung cuma diam saja. Satu satunya ekspresi yang dia punya dan menjadi ekspresi andalan yaitu diam. Kibum diam sambil mengawasi tingkah kekanakan dua orang kejar kejaran itu. Satu iblis dan satunya... sepertinya Kibum pernah melihatnya. Wajahnya mirip Leeteuk tapi yang ini fersi namja. Lebih fresh, lebih terlihat berisi dari pada Kyuhyun. Lebih manis, kelihatannya lebih enerjik dari iblis itu juga. Kalau Yoochun dan Yunho sedamg ada disini, mata mereka pasti tak akan berpindah dari namja ini. Kira-kira mereka menyebutnya apa ya? Malaikat. An Angel. Yunho, Yoochun dan Kibum sendiri punya selera yang sama, Yunho pasti akan berebut dengan Kibum lalu yang direbutkan larinya ke Yoochun. Tapi kali ini tak ada Yunho dan tak ada Yoochun, Kibum boleh berkuasa.
"Haaaahhhh!"
Kyuhyun berhenti karena pinggangnya makin sakit dan dia terpaksa duduk di salah satu kursi restoran yang ada di luar ruang. Kyuhyun duduk hati-hati juga, takutnya saat duduk bokongnya terkena kursi yang keras lalu dia mengaduh, kan ketahuan Kangin dan Leeteuk dia bisa malu. Pasti mereka mengira, Kyuhyun habis diapa apakan oleh Kibum semalam, padahah diapa-apakannya beberapa malam yang lalu.
"Kyuuuu!". Leeteuk juga capek tapi tak menyerah. Dia berakhir duduk disebelah Kyuhyun memeluk dan menciumi Kyuhyun seperti Ceryl kala itu. Kalau Ceryl kan yeoja, lalu untuk sekarang ini Kyuhyun bisa disebut menantunya Ceryl. Kalau Leeteuk, untuk sekarang ini bisa disebut musuhnya Kyuhyun.
"Hyung, jangan cium aku!", bentaknya marah tapi tak ditanggapi Leeteuk. "Kibum!" Kibum tak merespon juga. "Ahjussi, singkirkan istrimu dariku!"
"Aihh, kalian ini bukan anak kecil lagi. Jangan bertingkah kekanan seperti ini!", tegur Kangin sambil meraih istrinya, memindahkan malaikat cantik itu ke kursi lain dan Kangin menengahi mereka.
"Ahjussi aku capek!"
"Yeobo, aku juga capek!"
"Baiklah, baiklah, kalian mau apa?". Leeteuk tidak mau apa-apa, dia cuma ingin belanja. Kyuhyun juga tak ingin apapun, dia ingin belanja juga dengan Leeteuk. "Es krim?", tawar Kangin.
Dua-duanya menggeleng.
"Aku mau belanja!", ucap Leeteuk.
"Aku mau belanja!", ucap Kyuhyun.
"Ya, terserah kalian lah!", ucap Kangin pasrah.
Lalu leeteuk semangat lagi, Kyuhyun juga langsung hilang sakitnya. Leeteuk mengajak Kyuhyun ke toko sebelah, dia menarik tangan Kyuhyun dan mengamitnya walau Kyuhyun sendiri meronta ronta. Kyuhyun tak mau disentuh Leeteuk, dia takut tersaingi, tapi Leeteuk tak mau melepas Kyuhyun, takut Kyuhyun kabur. Setelah mereka masuk toko Kangin menyapa Kibum sebentar sebagai formalitas kemudian menyusul dua namja kekanakan itu masuk toko. Sepertinya Kangin bisa tak bertindak formal kalau ada Kyuhyun.
"Shit!", umpat Kibum entah untuk yang ke berapa kalinya
Bagaimana semua bisa jadi begini. Gara-gara Kyuhyun dia suka mengumpat, gara-gara Kyuhyun dia jadi mesum. Ok, ini tidak ada hubungannya, tapi gara-gara Kyuhyun juga dia terpesona sekalian patah hati dengan seorang namja. Bukan Kyuhyun namja itu, tapi Leeteuk. Bagaimana bisa Leeteuk yang waria itu berubah jadi sedemikian mempesona. Ya, Kibum setuju kalau waktu itu Leeteuk mirip waria dari pada yeoja, tapi sekarang Leeteuk is perfect. Kibum hampir saja menjadikan Leeteuk jadi targetnya, sebelum dia tahu itu benar-benar Leeteuk istri Kangin. Hah, dunia benar-benar tak adil. Kenapa Leeteuk semenarik itu harus sudah menikah, dengan Kangin pula. Mana bisa Kibum menyainginya. Lalu dia sendiri dapat Kyuhyun, apa menariknya iblis itu? Manja, kerempeng, lemah, gampang sakit, merepotkan dan suka memeras. Sudah, Kibum tak mau menghitung lagi berapa banyak kekurangan Kyuhyun.
Eh, tapi ngomong-ngomong Kibum merasakan bahwa dirinya memang mesum. Iya memang dia pria dewasa, punya kebutuhan biologis tinggi yang harus dipenuhi, tapi Kibum rasa ini keterlaluan. Hal ini cuma Yunho dan Yoochun yang tahu, soal berebut Yeoja dan kadang taruhan juga. Lalu saat dia melihat Lee Hyukjae, Kibum juga merasakan hasratnya menggebu. Kemudian Kyuhyun, walau awalnya tak tertarik dan sampai sekarangpun dia masih anggap dirinya tak tertarik, tapi kalau dihadapkan pada Kyuhyun yang bergelung dipelukannya, Kibum kesulitan menahan diri juga. Dan sekarang Leeteuk.
Apa mesum itu sebuah penyakit keturunan? Atau sebab pengaruh kebiasaan? Kalau mesum itu keturunan, siapa dikeluarga Kibum yang mesum? Tak ada. Yesung mesum ya? Ah, dia tidak dihitung keluarga oleh Kibum. Kalau begitu pasti karena pergaulannya dengan Yoochun dan Yunho. Kibum pasti tertular Yoochun. Berarti dia perlu mengabaikan Yoochun lebih sering biar tak makin ketularan.
Leeteuk sudah mengepas beberapa baju, dia masih terus memilih dan terus mengepas. Kyuhyun tadi juga, maunya dia ambil sebanyaknya mumpung gratis, tapi kegiatannya terhenti. Dia memandangi Kangin dan Kibum yang berdiri sedikit jauh dari ruang pas, mereka berdua menunggui Leeteuk bertukar lalu menunjukkan pada mereka, setelah mereka bilang ok, lalu Leeteuk tukar baju yang lain. Begitu terus yang dilihat Kyuhyun saat ini. Kenapa Kibum harus ikut melihat Leeteuk juga? Kenapa tidak Kyuhyun yang dilihat? Iya memang Kibum diam saja, tapi manusia es itu terus saja mengamati Leeteuk, kenapa begitu?
Kyuhyun menyudahi acara memilih baju, toh semua yang diperlukannya sudah lengkap. Tidak perlu lagi membeli banyak, tidak perlu aji pumpung kalau dibelikan orang lain. Yang penting semua teman-temannya kebagian, dia sudah senang. Kyuhyun mendatangi dua namja itu didekat kasir. Dia mencoba tersenyum sebaik mungkin, tapi rasanya pahit sekali. Kyuhyun menggandeng tangan Kibum setelahnya menjadikan Kibum heran, tumben sekali.
Iblis itu menarik Kibum, mengajaknya membayar di kasir. Setelah belanjaan Kyuhyun selesai dihitung dan di pack, Kyuhyun membayarnya sendiri memakai kartu kredit Kibum. Dia tak mau pakai uang Leeteuk atau Kangin. Dia tak mau disaingi Leeteuk. Kyuhyun bisa bayar sendiri walau pakai uang Kibum, anggap saja pinjam, nanti kalau Kyuhyun punya uang dan tak lupa, dia akan kembalikan uang Kibum.
Setelahnya semua berjalan baik-baik saja. Hanya Kyuhyun tak melepas sama sekali genggamannya ditangan Kibum. Mereka pergi ke game center seperti permintaan Kyuhyun, lalu ke restoran untuk makan dan sekedar ngobrol. Kyuhyun mengajak mereka ke toko buku juga walaupun akhirnya dia tak beli buku. Terakhir mereka makan es krim di kedai pingir jalan. Berawal baik dan berakhirpun baik, hanya saat berpamitan Kyuhyun merangkul dan menciup pipi Kangin tanpa melepas tangan Kibum. Dia berangkulan dan diciumi Leeteuk tapi tangannya masih kuat menggenggam tangan Kibum. Sedangkan Kibum yang sedari tadi tangannya dimonopoli Kyuhyun cuma sempat salaman dengan Kangin dan Leeteuk. Setelah itu pulang.
julie khoyul
Kyuhyun membuka paksa pintu mobil yang mesinnya belum Kibum matikan. Jelas tidak bisa, pintu mobil dan semua tentang mobil hanya bisa dihandle dari kursi kemudi. Dan Kyuhyun terlihat terburu-buru. Kibum sudah mematikan mesin, kemudian membuka kunci otomatis pintu membiarkan Kyuhyun keluar tergesa. Tapi tumbennya lagi sekaligus buat Kibum heran, Kyuhyun mengusung baramg belanjaannya sendiri. Ya ahjumma langsung datang dan membantu sih, tapi Kyuhyun juga ikut andil. Bukannya itu langka?
Iblis itu bergerak cepat, bahkam sebelum Kibum masuk kamarnya untuk mandi semua belanjaan Kyuhyun sudah berada di ruang tengah. Kyuhyun mengeluarkan semua isinya, menata satu per satu kemudian memisahkankan dan memasukkan ke kantung kantung kertas. Semuanya dilabeli nama teman-temannya seperti tempo hari. Kyuhyun tak memyisakan selembarpun untuk dirinya sendiri. Dia tak lupa teman-temannya dan pengajar-pengajarnya, dia juga tak lupa ahjumma dan ahjussi. Sepasang pembantu itu tentu dapat bagian juga dari Kyuhyun.
"Mau minum susu?", tawar ahjumma yang melihat Kyuhyun terlalu serius.
"Aku sudah makan es krim!", jawabnya bermaksud menolak dengam lembut.
"Nanti kalau mau tidur akan kuatar susunya ke kamar"
"Tidak usah, ahjumma. Aku sudah makan es krim tak boleh minum susu lagi, nanti gemuk!"
Ahjumma cuma bisa mengangguk. Nanti kalau Kyuhyun mau, pasti akan datang sendiri minta dibuatkan susu. Ahjumma tak pernah cemaskan itu kan? Bersamaan Kyuhyun dan ahjumma yang sibuk dengan bagi-bagi oleh-oleh, Kibum datang dari arah kamar. Dia duduk disofa dekat Kyuhyun, Kibum sudah mandi dan bertukar baju, siap istirahat saja.
"Kibum, pindah!', perintah Kyuhyun. "Aku mau gunakan sofanya!". Kibum bergeming lalu Kyuhyun benar-benar menarik dan mendorong Kibum untuk pergi dari situ. "Jangan disini, kau mengganggu!", bentaknya tanpa ada nada manja sedikitpun.
Kenapa dengan Kyuhyun? Mulai dari dia menggenggam tangan Kibum di Mall sampai dirumah, iblis itu bersikap aneh. Sepertinya anehnya pada Kibum saja. Kibum salah apa pada Kyuhyun? Perasaan dari tadi dia tak menyinggung apapun tentang Kyuhyun, bahkan dia tak komentar saat Kyuhyun terus terusan menggesekkan kartu kreditnya untuk membayar segala macam yang dibeli Kyuhyun. Lalu kenapa lagi Kyuhyun harus merajuk dengannya?
Kibum kembali kekamar setelah pengusiran Kyuhyun. Kehadirannya diruangan tadi sepertinya mengganggu kegiatan Kyuhyun. Dia mengambil buku yang dia beli tadi, bersandar di bedhead kemudian mulai membaca. Dari halaman 1 sampai ke halaman ke dua ratus sekian dan Kibum baru sadar malam benar-benar sudah larut. Besok hari Senin, waktunya pergi ke TC untuk bekerja. Kibum juga sadar, Kyuhyun tak kembali ke kamar sedari tadi. Harusnya pekerjaan membagi-bagi barang sudah selesai, tapi kemana iblis itu?
Setelah menandai buku, meletakkannya di nakas lalu Kibum bangkit dari ranjang. Dia keluar kamar, menengok keberadaan Kyuhyun yang tumben tidak mengganggunya saat mau tidur begini. Kibum berkeliling sebentar lalu menemukan Kyuhyun yang rebahan di sofa baru ruang tamu sambil bermain PSP. Di meja sebelahnya ada segelas susu coklat, tapi kelihatannya sudah tidak panas lagi. Apa sekarang kekuatan susu coklat panas telah dikalahkan PSP?
"Cho, kau tak pergi tidur?"
"Nanti!"
"Jangan menyusahkan ahjumma dan ahjussi malam-malam begini"
"Mereka sudah tidur!"
"Cho!"
"Nanti kumatikan sendiri lampunya. Ku kembalikan gelas susunya kedapur!", ucapnya sekesal mungkin.
"Pergi tidur!", perintah Kibum.
"Nanti!
"Pergi tidur sekarang!"
"Nanti, ku bilang nanti!"
"Cho,"
Kyuhyun naik pintam, dia melempar PSP-nya ke meja mengenai gelasnya dan susu tumpah kemana-mana. PSP Kyuhyun basah, lalu susu merembet jatuh kelantai. Kibum mengernyit mendapati reaksi Kyuhyun. Sangat tidak biasa Kyuhyun marah sampai seperti ini. Kalaupun Kyuhyun suka melempar atau membanting, tidak ada tanda-tanda dia marah berlebihan. Kenapa dengan kali ini?
"Ada apa denganmu?".
Kyuhyun tak menanggapi, dia segera mengambil PSP dan gelasnya, membawa dua benda itu ke dapur. Kyuhyun melempar PSP-nya ke tonng sampah dan meletakkan gelasnya di tempat cuci. Dia kembali ke ruang tamu sambil membawa pel basah. Kyuhyun mengepel tumpahan susunya, mengelap meja juga dengan kain basah. Pokoknya semua dilakukannya sampai bersih. Dia yakin tak akan ada semut datang ke situ. Kemudian Kyuhyun mematikan lampu dan pergi ke kamar, meninggalkan Kibum tanpa jawaban di ruang tamu.
Saat Kibum menyusul ke kamar, Kyuhyun sedang di kamar mandi. Kibum merebah lebih dulu, dia bersiap membawa Kyuhyun tidur malam ini. Kyuhyun keluar dari kamar mandi sudah bertukar piama ungu polosnya. Kyuhyun ikut merebah disamping Kibum, dia masuk ke dalam selimut kemudian memejamkan mata. Kyuhyun tidur membelakangi Kibum dan berjarak cukup jauh. Kibum mengernyit, dia diabaikan Kyuhyun sedemikian mudah. Iblis ini bukannya membutuhkan Kibum saat mau tidur, kenapa sekarang tidak? Jangan-jangan Kibum sudah tak diperlukan lagi? Kibum memberi waktu sebentar, dia orang sabar siapa tahu memang belum saatnya Kyuhyun meminta pelukannya. Kibum menunggu dua jam, tapi Kyuhyun tak bergerak sama sekali. Cuma terdengar nafas keluar masuk dari Kyuhyun, selebihnya iblis itu seakan benar-benar tidur. Kibum tak tahan lagi, dialah yang kali ini butuh memeluk Kyuhyun. Kibum mendekat, meraup tubuh Kyuhyun dengan tangannya dan menariknya.
"Jangan jauh-jauh!", katanya yang sudah tak sabar merengkuh Kyuhyun.
Kibum membalik tubuh Kyuhyun kearahnya, dan dilihatnya Kyuhyun terpejam amat kuat, ya iblis itu pura-pura tidur. Kibum mengela nafas lega, ternyata pelukannya masih dibutuhkan malam ini. Kibum meraih tangan Kyuhyun melebarkannya dan meletakkan melingkari tubuhnya. Kemudian dia menarik ketat tubuh Kyuhyun, memaksa iblis Cho itu memuruk didadanya.
"Kibum!" Kibum sudah tahu akan dapat panggilan macam ini.
"Hn!" Setelah ini Kyuhyun akan minta Kibum bercerita. Dia akan mengabaikannya, cuma mendengarkan Kyuhyjn terus meracau dan lama-kelamaan tidur dengan sendirinya.
"Jangam selingkuh!"
Kibum yang tadinya mulai tergiur untuk tidur telah membuka mata kembali. Dia dengar Kyuhyun memintanya untuk tak selingkuh, apa itu semacam igauan baru? Atau...
"Tak akan!", jawabnya sambil mengelus punggung Kyuhyun.
"Kibum, mataku sakit", adunya antara sadar dan tidak. "Aku mengantuk, tapi tak bisa tidur. Ayo cerita!". Kibum ingin tertawa, tapi tak sanggup. Dia mewakilinya dengan senyum.
Yang didapat Kibum dari Kyuhyun adalah saat Kyuhyun bertingkah gila dan Kibum tersenyum gila juga karenanya. Entah dalam otak, hati atau bibirnya, Kibum tersenyum karena Kyuhyun.
"Ayo tidur!", ajak Kibum sambil mengecup pucuk kepala Kyuhyun.
"Ayo cerita!"
"Tidur, Cho!"
"Aku belum minum susu". Baru semenit baikan, sekarang sudah bertingkah lagi.
"Tidur atau ku tendang kau keluar!", ancam Kibum kembali gagal jadi pawang untuk iblis.
julie khoyul
Pagi-pagi Kyuhyun sudah bangun. Dia masih marah dengan Kibum, kemarin Kibum memelototi Leeteuk terus sampai lupa dengannya, jadi Kyuhyun pantas marah. Kyuhyun rela beranjak dari ranjang walau pagi ini dia masih berada di pelukan Kibum seperti kemarin-kemarin. Kyuhyun sedang marah jadi tidak boleh berlama-lama dengan Kibum. Kyuhyun pergi mandi dan bersiap ke TC. Eh, dia mau menemui ahjumma dulu meminta doble susu karena yang semalam tumpah.
Kyuhyun meniupi gelas susunya saat Kibum menyusul kedapur. Dia duduk disebelah Kyuhyun tapi tak bicara apa-apa. Dari dua orang disitu tak ada yang menyapanya, padahal tiap pagi Kibum disapa ahjumma. Pasti kerjaan Kyuhyun, iblis itu yang menyuruh ahjumma tak menyapanya.
"Eh, Tuan. Selamat pagi!", sapa ahjussi yang baru masuk dari halaman belakang.
"Ck!" Kyuhyun berdecak pertanda dia benci ahjussi dan benci Kibum. Dia sudah melarang ahjumma menyapa Kibum, ah kenapa ahjussi menyapanya. Kalau Kyuhyun marah dengan Kibum, semua orang harus marah juga padanya.
"Pagi!", jawab Kibum pendek. Kibum juga berterima kasih setelah mendapat kopi paginya dari ahjumma. "Ahjumma, ahjussi. Sudah berapa lama kalian menikah?".
Ahjumma dan ahjussi saling pandang, sangat tidak biasa Kibum menanyakan hal pribadi. Tapi sesuatu dari Kibum yang tampak tidak biasa berarti memiliki maksud.
"Dua puluh tahunan!", jawab ahjumma.
"Eh, lama juga", sementara itu Kyuhyun menyeruput susunya. Meniup lagi, menyeruput lagi. "Semala itu ahjussi pernah selingkuh?"
"Uhuuukk uhuukkk uuuhuukkk!". Kibum mengulurkan tangannya bermaksud mengelus punggung Kyuhyun, tapi iblis itu menampiknya. Dia tersinggung atas pertanyaan tadi. Apa maksudnya coba? Kyuhyun kan tak pernah bilang kalau Kibum selingkuh. Kibum itu jahat sekali selalu memperlakukan Kyuhyun tidak manusiawi.
Ahjumma tersenyum sedangkan ahjussi mengangguk angguk. Mereka paham arah lari pertanyaan Kibum tadi. Sudah pasti itulah yang membuat Kyuhyun mulai dari kemari sore terlihat membenci Kibum. Kyuhyun itu selalu terlihat menggemaskan dengan segala tingkahnya dimata mereka berdua.
"Tentu tidak!', jawab ahjussi seyakin yakinnya.
"Ahjumma percaya?". Ahjumma tersenyum kembali kemudian mengangguk.
"Sebuah hubungan bisa bertahan lama itu kuncinya adalah saling percaya!", tutur ahjumma ditanggapi tepukan lembut dipunggung tangannya oleh ahjussi. Memang harus saling percaya bukan?
Kibum mengangguk angguk seakan paham. Kyuhyun tak bisa lagi menghabiskan susunya. Dia sebagai istri tak percaya suaminya, istri macam apa dia itu? Kyuhyun malu pada ahjumma dan ahjussi, walau mereka berdua tak tahu duduk permasalahannya tapi Kyuhyun malu. Malu ya malu, tak bisa ditutupi.
"Kibum, ayo berangkat!"
"Aku belum meminum kopiku, kau juga belum habiskan susumu"
"Ayo berangkat!", paksanya berdiri lalu menarik tangan Kibum.
"Habiskan susumu dulu!"
"Aku sudah bawa dalam termos" Tadi Kyuhyun minta doble susu, segelas dia mau bawa ke TC. Dia mau meminumnya diperjalanan. "Ayo berangkat!", paksanya sambil merengek, sambil mengiba. Entahlah, Kyuhyun terlalu banyak memasang ekspresi di satu kalimat saja.
Ya apa boleh buat, kalau Kyuhyun berkata A, Kibum atau siapapun yang lain tak akan bisa merubahnya. Kecuali Yoochun mungkin, tapi untuk sekarang Yoochun tak dihitung. Sekarang mereka berada didalam mobil, perjalanan ke TC. Beberapa puluh meter sebelum masuk area TC, Kyuhyun minta berhenti. Dan Kibum menepikan mobilnya disekitaran situ.
"Kibum!"
"Hn!", jawabnya seperti biasa. "Kau mau memintaku tak selingkuh? Demi apa aku harus melakukan permintaanmu?"
Kibum benar, demi Kyuhyunpun tak ada gunanya Kibum memenuhi permintaan itu. Kyuhyun kan bukan siapa-siapanya. Mereka belum resmi menikah kah, tapi Kyuhyun tetap istri Kibum. Enak saja Kibum mau mengabaikannya!
"Ayo pulang!", Kibum mengernyit. "Ayo pulang!", paksanya sambil memukuli dashboard mobil.
"Mobilku rusak, Cho! Kita sudah sampai disini dan kau minta pulang. Apa-apaan kau ini?" Kibum dihimbau Yoochun untuk jadi pawangnya Kyuhyun, bukan jadi babunya. Kibum tidak sudi diperintah-perintah.
"Ayo pulang!", teriaknya sambil menggedor kaca mobil.
"Cho, kaca mobilku bisa pecah!", rutuk Kibum
"Kalau kau tak mau pulang, jangan selingkuh!", bentaknya tegas ke Kibum.
"Iya"
"Iya apa?",
"Kalau kau berhenti memukuli kaca, aku tak akan selingkuh!"
Kyuhyun sudah berhenti memukul. Dia kembali duduk manis di kursinya.
"Kalau kau selingkuh, ku bakar sweetermu. Akan kuhancurkan mini bar-mu dan seluruh isinya". Iya, tadi pagi Kibum tak menjumpai sweeternya ditempat dia menyimpannya. Pasti ahjumma yang menunjukkannya pada Kyuhyun. "Aku juga akan mengahamcurkan mobilmu ini. Cepat jalan!" Kibum mengernyit lagi. "Jalan ke TC!", perintah Kyuhyun seenak jidatnya lagi dan lagi.
Kibum tak jadi menjauhi Yoochun sekarang, dia perlu berguru dulu pada playboy itu, baru setelah dapat ilmu dan mampu menahklukkan iblis ini, nanti dia akan sedikit menjauhi Yoochun. Biar Kibum tak tertular mesum lebih parah.
To be continue
Kayaknya chap ini g keren banget. Mungkin chap berikutnya Kyuhyun dapat pekerjaan aja kali ya, trus dia pergi meninggalkan Kibum. Mereka berpisan yang lama. Dan suatu saat nanti ketemu lagi. Lalu mereka menjalin hubungan serius n bahagia selamanya. Gitu boleh ya?
Terlalu drama!?
