Contract with the Devil's Son
Chapter 22:
Screenplay's fanfiction
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Heechul
Choi Siwon
Dll
Hiii, gue bener bener sibuk di akhir pekan. Sabtu and Minggu itu hari tersibuk gue. So, ni gue post sekarang. Makasih PM kalian yang terlalu banyak itu. Dan makasih juga sudah menunggu. Pokoknya terima kasih buat segala macem.
Gue g tahu mesti nulis apa lagi, soalnya waktu gue tawari kerja Kyuhyun g mau, na gimana cara gue pisahin mereka coba? Gini aja deh, bacaan dibawah.. Happy reading!
Berasa Madu Tiga
"Pagi, Kibumie!"
"Selamat pagi, Mr. Kim!"
"Selamat pagi, Mr. Kim!"
"Selamat pagi, Mr. Kim!"
"Selamat pagi, Mr. Kim!"
Banyak sekali sapaan untuk Kibum pagi ini. Pertama ada Ryeowook, lalu Sungmin, Kwang, namja muka ceria calon menantu Ceryl yang ke tiga dan Lee Hyukjae. Anteknya Kyuhyun bertambah dua orang. Sebelum berjajar di depan TC untuk menunggui Kyuhyun dan oleh-olehnya, Sungmin punya firasat kalau Kyuhyun akan membawa lebih banyak barang lagi dari yang kemarin. Duo Haehyuk-lah yang mendapat kehormatan dari Sungmin untuk ikut grup penyambutan Kyuhyun dan barang bawaannya.
"Hn!", jawab Kibum sama dengan semua pertanyaan yang dilontarkan padanya.
Biasanya Kibum akan langsung pergi setelah menjawab salam dari trainee, tapi kali ini dia tahan sebentar. Dia sebagai Manager yang mengepalai TC, sekali kali harus ramah dengan trainee. Ya memang tidak harus bercengkrama akrab lalu tertawa-tawa bersamaan, yang penting ada interaksi. Atau mungkin karena ada Lee Hyukjae, Kibum bertahan dengan Kumpulan mahkluk sebangsa Kyuhyun itu?
Kibum mengamati kelimanya, mulai dari Ryeowook yang tersenyum imut seimut imutnya, tapi menurut Kibum namja imut tak baik untuk kesehatan. Mungkin cuma Yesung yang tahu gunanya namja imut, eh, maksudnya cuma Yesung yang menyukai namja imut. Kemudian Kibum mendapati wajah Sungmin. Namja intelek, terlalu intelek sehingga apapun yang diketahuinya sebagai rahasia orang bisa tersebar kemana-mana dengan bumbu ajaibnya, disebut gosip. Kwang, siapa namja ini? Bahkan Kibum tak ingat pernah melihatnya sebelumnya. Mungkin dia trainee baru.
"Kalian..."
"Membantu Kyuhyun!", terang Donghae dengan muka cerianya.
Donghae, si namja muka ceria, namja yang diklaim Ceryl sebagai calon menantu ketiganya itu, boleh juga. Tubuhnya bagus, maksud tubuh bagus bukan berarti Kibum berminat dengannya. Tubuh Donghae memang bagus, siapa tahu Ceryl mau membimbingnya sebagai salah satu model. Ngomong-ngomong, muka Donghae berkali-kali lipat terlihat ceria dari waktu itu, apa dia sudah menyatakan cintanya pada Eunhyuk?
Setelah berdehem sejenak, Kibum mengalihkan pandang pada seorang terakhir disitu. Lee Hyukjae, satu satunya manusia manis dari kumpulan iblis dan sebangsanya. Kibum memandang sedikit lama kemuka itu, mukanya masih sama tapi senyumnya lebih manis. Kalau saja disini cuma ada Kibum dam Hyukjae, mereka berdua saja tanpa ada lima setan pengganggu berwujud trainee-nya itu, dia mau menjawab sapaan Hyukjae lebih intim lagi. Menjabat tangannya dan meninggalkan kecupan kecil dipunggung tangan itu, sayangnya saat melirik ke mobilnya, Kibum mendapati anak iblis yang barusan dibawanya sudah berdiri diluar. Kalau semua hayalannya terealisasi, Kyuhyun akan mengatainya selingkuh, lalu marah-marah dan melaksanakan semua ancamannya tadi pagi. Cih, Kibum masih sayang sweeter dan koleksi wisky-nya.
"Yaaakkk, kalian tak menyapaku? Tak mau oleh-oleh ha?", teriak Kyuhyun yang merasa diabaikan. Pasalnya kelima temannya masih senyum kearah Kibum.
"Mr. Kim kan pemilik TC, harus disapa dulu, Kyu", bela Kwang. "Nanti dikira tidak hormat!"
"Aku kan istrinya, berarti kalian juga harus hormat padaku juga!"
"Pagi, Kyunie!", sapa Ryeowook sesuai permintaan Kyuhyun.
"Selamat pagi, Kyu!", lalu Sungmin.
"Selamat pagi, Kyu!", disusul Kwang.
"Selamat pagi, Kyu!", kali ini Donghae.
"Selamat pagi, Kyu!", terakhir Eunhyuk.
"Telat, telat!", bentak Kyuhyun sambil mengeram. "Aisshh, kalian ini!"
"Katanya harus menyapamu juga, kau jangan plin plan, Kyu!"
"Aaaa, sudah sudah", cegah Sungmin pada perkelahian cara aneh dipagi hari. Kalau berdebat terus, maksud berjajarnya lima orang di depan TC tak akan segera tersampaikan. Kalau maksud tak tersampaikan, jatah satu set oleh-oleh dari Kyuhyun juga tak segera mereka dapat. Itulah kenapa Sungmin paling intelek diantara kelima antek Kyuhyun saat ini. "Ayo ku bantu bawa belanjaanmu saja, Kyu!"
"Lain kali kalian harus lebih hormat padaku!", tutur Kyuhyun yang diangguki kelima pengikut barunya.
Kelimanya patuh setiap ucapan Kyuhyun. Iya kalau Ryeowook patuh karena rasa kesetiakawannya terlampau tinggi. Sungmin dan Kwang memang modus, kalau Kyuhyun bilang lain kali berarti memang masih ada rencana Kyuhyun membawa barang lagi ke TC. Hah, jadi babu sementara untuk Kyuhyun tak apa, asal mereka berdua dapat barang gratis. Lain Ryeowook, Sungmin dan Kwang, duo Haehyuk tak punya alasan apapun. Setelah lepas dari asuhan Heechul, mereka berdua kan diambil alih oleh Kyuhyun, cuma akhir-akhir ini saja mereka jarang buat ulah dibawah komando Kyuhyun. Kan Kyuhyun-nya sudah punya sarang baru. Lagi pula tanpa Kyuhyun, duo Haehyuk masih sering buat ulah. Bisa dikatakan, guru pergi tapi sudah meninggalkan ilmu.
Kibum melirik Kyuhyun, mencari jawaban dari kata lain kali yang Kyuhyun ucapkan tadi. Maksudnya akan ada pengurangan saldo tabungan Kibum dalam jumlah besar lagi? Ini kode bangkrut dari Khuyun.
"Kibum, kenapa kau masih disini?". Kibum menjawab 'memperhatikan Lee Hyukjae lah, apa lagi?', tapi cuma dalam angan-angannya. "Pergi!", usir Kyuhyun tanpa perasaan.
"Kenapa diusir, Kyu?", tanya Hyukjae. "Mr. Kim bisa membantu juga kalau barang yang kau bawa memang terlampau banyak". Kibum benar-benar ingin mengangguk. Tampaknya Hyukjae memang satu-satunya yang mengerti Kibum. Tak salah Kibum menyukainya dari dulu.
"Aku sangat tidak yakin!", cibir Kyuhyun. "Ayo, angkat barang-barang!", komandonya.
Ryeowook yang pertama, dia mengambil beberapa kantong saja setelah Kyuhyun membuka pintu belakang mobil Kibum. Lalu Sungmin mengambil semampunya, diikuti Kwang dan Donghae. Eunhyuk paling belakang membawa sisa kantong yang tak seberapa banyak. Ya memang firasat Sungmin ada benarnya, Kyuhyun membawa banyak hampir dua kali lipat banyaknya dari belanjaan yang waktu itu. Maklum, kemarin Kyuhyun dalam mode saingan dengan Leeteuk. Maunya belanja sedikit karena Leeteuk yang bayar, tapi melihat Kibum sering melirik Leeteuk, Kyuhyun sudah tak tanggung tanggung. Kyuhyun tak mau dibayari Leeteuk dan dia belanja sebanyak yang dia mampu, dengan kartu kredit unlimited milik Kibum.
Kyuhyun berjalan lebih dulu, tapi Ryeowook segera berjalan cepat menyamai langkahnya. Namja imut berlebihan itu mengandeng tangan sebelah Kyuhyun cepat-cepat, takut si iblis jatuh dan bisa-bisa pinggangnya sakit lebih parah.
"Aku bisa jalan sendiri, Wookie!'
"Pinggangmu kan sakit, Kyu"
"Tidak!"
"Sudah sembuh ya?"
"Tidak sakit!"
"Pinggangmu tak sakit lagi, Kyu?", tanya Kwang yang menguntit Kyuhyun dan Ryeowook mendahului Sungmin.
"Tidak!", sebenarnya masih ada sakit sedekit, tapi sudah bisa jalan tegak.
"Tapi bokongmu masih mundur!", semua memandangi bokong Kyuhyun, Kibum tak ikutan memandang, tapi melirik sedikit. "Iya kan?", semuanya mengangguk terkecuali Kibum. "Kau sudah mulai terbiasa, Kyu. Kalau begitu kau tak perlu menginap di TC. Kau bisa datang pagi dan pulang petang"
"Aku akan menginap!", tutur Kyuhyun yang sebenarnya asal bicara saja.
"Jangan!", tolak Kwang yang diangguki Sungmin. Kwang mendekat dan berbicara pelan-pelan pada Kyuhyun "Kalau Mr. Kim membutuhkanmu saat malam bagaimana? Kalau kau tak ada, nanti dia bisa selingkuh", tutur Kwang.
Kwang membuat Kyuhyun sedikit takut. Kalau benar Kyuhyun tinggal di asrama lalu Kibum selingkuh bagaimana? Nanti Kyuhyun ditinggalkan Kibum. Kibum akan membawa orang lain kerumahnya, duduk disofa yang dibeli Kyuhyun, meminum susu buatan ahjumma lalu dibela terus-terusan oleh ahjussi. Terus kamar Kibum akan jadi kamar orang itu juga. Nanti mereka akan tidur disana, dia dipeluk Kibum. Dan Kyuhyun ditinggalkan. Kyuhyun takut diusir dari rumah, dia mau tetap tinggal disana.
Kyuhyun menoleh ke belakang, ke Kibum yang berjalan hampir bersamaan dengan Lee Hyukjae. Kyuhyun memasang muka muramnya, memelas sekali, seakan mengutarakan permintaan kembali agar Kibum tak selingkuh. Dan Kibum balas melihatnya, tadinya namja es itu mengernyit tapi melotot kemudian setelah tahu arti pandangan Kyuhyun. Kibum mengisyaratkan kalau dia tak akan selingkuh. Demi sweeter, wisky dan mobilnya dia berjanji tak akan selingkuh. Kyuhyun baru lega setelah mendapati pernyataan itu dari pelototan Kibum.
"Tidak akan. Kalian boleh membantuku membunuhnya kalau dia selingkuh!", jawabnya enteng.
"Tapi..."
"Ck!", Kyuhyun tahu apa yang ditakutkan Kwang. Mahkluk satu itu sudah pasti mengkawatirkan oleh-oleh yang bakal absent kalau Kyuhyun tinggal diasrama. "Kan kubilang masih ada lain waktu. Selama aku masih disini, masih banyak oleh-oleh digudangku!"
"Iya ya!", Kwang tersenyum amat bahagia, Sungmin juga.
"Ayo jalan!", aba Kyuhyun lagi.
Ryewook masih mencekali Kyuhyun. Dia bilang sebelum Kyuhyun bisa berjalan normal, dia akan membantu Kyuhyun terus. Kwang mengekor sambil meringis terus. Sungmin sebenarnya mau memukul Kwang, pasalnya namja itu jelek sekali saat meringis, tapi tak bisa. Tangannya penuh belanjaan. Donghae Kibum dan Eunhyuk dibelakang sedikit jauh, mereka berjalan sedikit pelan dari grup Kyuhyun. Mereka bercengkrama sebentar.
"Mr. Kim, kenapa Kyuhyun sering sekali sakit saat datang bersamamu?", tanya Eunhyuk.
"Iya benar, kenapa bokongnya mundur begitu?",tambah Donghae.
"Apa kau yang melakukannya?"
"Jadi kau benar menikahi Kyuhyun?"
Tadinya Kibum cuma mau jalan berdua dibelakang dengan Hyukjae, tapi tak tahu kenapa Donghae ikut-ikutan berjalan pelan dengan mereka. Atau mungkin karena partner? Hah, tapi kenapa Kibum harus diintrogasi begini? Dia tak melakukan apa-apa pada Kyuhyun, iblis itu saja kebanyakan tingkah sampai sering sakit. Mungkin kalau Kyuhyun tak meronta-ronta dan berteriak-teriak saat mereka melakukannya di Busan kemarin itu, dia juga tak akan punya bokong bebek. Jatuhnya di Kibum saja terasa nikmat, kenapa Kyuhyun harus kesakitan? Ya itu karena si iblis kebanyakan tingkah.
"Jatuh di kamar mandi", jawab Kibum mewakili semuanya. Dia tak mau membahas ini lagi. Dia sedang berjalan dengan Hyukjae, jadi lupakan Kyuhyun untuk sementara. Kibum tidak selingkuh, dia hanya melakukan interaksi dengan trainee.
Hyukjae membawa 4 kantung belanja, 2 ditangan kanan dan 2 ditangan kiri. Donghae bawa 6, masing-masing 3 kantung ditangannya. Tidak banyak seperti Sungmin dan Kwang yang mewakili gantungan tas. Tapi Kibum ingin membantu Hyukjae.
"Kau membawa terlalu banyak", Kibum meraih dua tas dari tangan Hyukjae. Donghae sedih melihatnya, harusnya dia yang membantu Eunhyuk, tapi dia membawa tas juga. Dimata Kibum yang tak sengaja melihat perubahan muka Donghae, merasa tak enak juga. Dia akhirnya menarik 3 tas dari tangan Donghae. "Kau juga membawa terlalu banyak!". Kibum pikir memang dia harus adil kepada dua calon menantu Ceryl ini, walaupun sebenaenya dia salah sangka.
"Terima kasih!", ucap keduanya berbarengan.
Jadi begini rasanya punya pasangan lebih dari satu!
julie khoyul
Istirahat siang setelah habis pembelajaran, Kyuhyun merebah di kasurnya. Beristirahat sebentar setelah kembali sibuk dengan suasana TC. Kamar ini sudah tak ditempatinya lama sekali. Sejak Kyuhyun berpindah di rumah Kibum, dia melupakan kamar asramanya. Kyuhyun tak rindu sama sekali dengan ruangan kecil yang kalau malam panasnya minta ampun ini, tapi Kyuhyun merasa dengan meninggalkan kamar ini dia meninggalkan keinginannya yang dulu. Dulu Kyuhyun sangat berambisi keluar dari zona nyamannya. Dia ingin keluar, dia ingin bekerja dan membayar pengeluarannya sendiri. Kyuhyun ingin buktikan kalau dia mampu berdiri dengan kakinya sendiri. Dia bukan anak kecil lagi yang masih harus disuapi eomma-nya saat mau makan. Dia Cho Kyuhyun, namja dewasa yang tak butuh semua itu.
Detik itu, saat dia ikrarkan sebuah kalimat 'demi kepuasaan tiada tara' dihadapan Heechul dan Sungmin, detik itu juga niatannya menjadi pekerja terkikis sedikit demi sedikit. Sekarang separuh niatannya telah hilang dan tergantikan ketergantungan terhapat Kibum dan semua yang berkaitan dengan namja es itu. Hidup seperti ini jelas bukan kemauan Kyuhyun, tapi mau diapa? Semua sudah terlanjur. Kyuhyun sudah terlanjur begini. Tak ada yang bisa melengkapi hidupnya lagi selain berkebiasaan hidup disekitar Kibum.
Mengingat perangai tak wajar Kyuhyun akhir-akhir ini, harus minum susu, harus berteriak-teriak, melempar, membanting hingga berdebat dengan Kibum, membuat Kyuhyun mempertanyakan dirinya sendiri. Kenapa bisa begini? Itu bukan dirinya selama ini, atau sebenarnya itu adalah yang ingin dilakukan Kyuhyun tapi hanya terealisasi saat bersama Kibum? Tak minum susu buatan ahjumma saat mau tidur, dia kesulitan terpejam. Susu buatan ahjumma memang enak sih, eh, semua susu enak, tapi karena ahjumma tahu waktu-waktu mana Kyuhyun menginginkan minum susu, itulah yang membuat Kyuhyun memberikan nilai plus untuk susu buatan ahjumma. Kalau soal berteriak-teriakk, melepar, membanting dan berdebat dengan Kibum, itu bukan maunya Kyuhyun. Salah Kibum saja yang selalu membuat mood Kyuhyun jadi buruk. Salah Kibum juga yang tak segera memenuhi perintah Kyuhyun. Sepertinya memang Tuhan menciptakan Kyuhyun untuk merecoki hidupnya Kibum, so Kyuhyun merasa tak masalah, tak perlu memikirkan lagi.
Soal keinginan Kyuhyun yang dulu? Emmmm, Kyuhyun kan sudah keluar dari rumah, mencoba hidup tanpa bantuan keluarga, dia juga sudah membayar pengeluarannnya sendiri walau dengan uang Kibum. Kyuhyun cuma butuh pekerjaan dan gaji, nanti dia bisa membantu Kibun kerja dan minta gaji juga dari manusia es itu, gampang kan. Cho Kyuhyun tak harus repot berfikir sedemikian jauh kalau yang dekat saja bisa dimanfaatkannya. Dia istrinya Kibum, tak ada yang boleh menyangkal itu.
Lalu..., lalu Kyuhyun harus memikirkan apa lagi ya?
"Kyu, jangan melamun. Ada banyak mahkluk kasat mata disini, nanti kau kesambet setan!", tegur Ryeowook yang sudah duduk disebelah ranjang Kyuhyun.
Kyuhyun tadi terlalu kuat berfikir hingga tak sadar Ryeowook masuk lalu duduk diranjang sebelahnya. Kyuhyun mendapati Ryeowook sumringah, namja imut itu bahagian sekali. Semua hal dilakukannya dengan senyum, mulai dari bangun tidur senyum sampai mau tidur tetap senyum, yah memang itulah Ryeowook setiap hari. Tapi kali ini beda, senyumnya seperti orang idiot jatuh cinta.
"Kau mulai jadi idiot, Wookie!", Ryeowook semakin tersenyum lebar. "Sedang jatuh cinta?"
"Tidak!"
"Lalu?"
"Lalu aku tersenyum bahagia, Kyu. Sungmin hyung tanda tangan kontrak kerja hari ini. Yuhuuu, Sungmin hyung hebat!".
Yang hebat Sungmin, yang bahagia Ryeowook. Kalau diingat memang Ryeowook yang paling bersahabat antar semua trainee, kalau teman senang, dia ikut senang. Teman sedih, dia ikut sedih tapi sayangnya kalau dia sedih tak ada yang ikut sedih bersamaanya. Bukannya teman temannya tak mau ikut sedih, hanya saja sedihnya Ryeowook itu berbeda dengan sedih yang dipahami semua orang. Heebum dibawa Donghae atau Eunhyuk, dia sedih. Heebum tak mau masuk dalam selimut tebalnya, dia sedih. Heebum mau memakan makanan yang disodorkan trainee lain, dia sedih juga karena makanan yang disodorkannya tak ditanggapi si anak anjing. Apa sedih seperti ini juga harus diikuti oleh teman-temannya?
"Dia diterima kerja dimana?" Sebetulnya Kyuhyun heran, orang berbakat seperti Sungmin kenapa harus suka bergosip, jadinya dia harus terus kehilangan pekerjaan karena kebiasaannya itu.
"Di Korea", jawab Ryeowook yang masih belum kehilangan senyumnya.
"Tidak adakah jawaban lain? Kau konyol, Wookie!"
"Kau tak tanya pekerjaan Sungmin hyung, Kyu?" Itu maksud pertanyaan Kyuhyun tadi. Iya juga, bicara dengan Ryeowook tak boleh dengan kalimat ambigu. Harus tepat pada inti permasalahan. "Sungmin hyung bilang, dia diterima jadi editor majalah"
"Majalah gosip kan?", tebak Kyuhyun.
"Aku kira juga begitu, Sungmin hyung kan suka bergosip" Ryeowook terlihat sedang berfikir. Sesuatu mengganggunya pikirannya stelah tadi dia mengantar Sungmin ke kantor. Soal pekerjaan juga. "Kapan giliran kita dapat pekerjaan ya Kyu?"
Iya, itu juga tadi yang dipikirkan Kyuhyun. Kyuhyun sudah dapat solusi. Dia mau bekerja untuk Kibum, dia mau minta pekerjaan yang mudah saja lalu minta gaji yang tinggi. Atau mungkin dia minta menggantikan posisi Kibum jadi manager keuangan disini saja, biar Kibum mengurus pekerjaan lain. Kibum juga bisa bekerja dengan Kangin. Kalau dia harus membantu Ryeowook, pekerjaan apa yang pas untuk mahkluk konyol sepertinya? Kalau Kyuhyun seorang bos, jelas tak mau punya pekerja seperti Ryeowook, jadi harus orang lain yang memperkerjakannya. Mungkin Yoochun atau Yunho bisa memberi pekerjaan, atau Yesung.
"Kau minta pekerjaan pada Yesung hyung saja. Dia pasti mau memperkerjakanmu"
"Iya juga. Tapi kan aku malu, Kyu"
"Nanti kalau dia sudah kembali, kumintakan kau pekerjaan padanya"
"Benarkah? Kau baik sekali!"
"Aku memang baik"
"Ngomong-ngomong soal Yesung hyung, tadi aku kekantor selain menemani Sungmin hyung tanda tangan kontrak kerja aku juga dapat telpon dari Yesung hyung"
"Kau seperti istrinya saja harus ditelpon segala"
"Kau benar, dia selalu memintaku jadi istrinya, Kyu. Aku kan tak suka padanya", ucapnya jujur. "Aku kan suka Mr. Choi"
Semenjak bertemu dengan Ryeowook, Yesung jatuh cinta denganya. Dia bertekat menjadikan Ryeowook kekasihnya, tapi Ryeowook selalu menolak. Dan Yesung selalu mendapati namja imut itu terus-terusan membuntuti Siwon. Setiap bersama teman-temannya, cuma nama Siwon yang dibahasnya. Tak sekalipun Yesung disebutkannya walau hampir setiap hari dia singgah di TC demi menemui Ryeowook. Untung saja Yesung namja yang tak mudah menyerah, toh dia tahu Siwon tak menyukai Ryeowook. Semenjak suka tapi selalu ditolak oleh Ryeowook, Yesung selalu bilang pada dirinya sendiri, cinta itu bisa datang dari banyak hal. Siapa tahu dengan kegigihannya mendekati dan membujuknya, suatu saat Ryeowook mau melihatnya.
"Wookie!"
"Ya?"
"Yesung hyung itu tampan lo"
"Masih tampan Mr. Choi"
"Dia itu kaya, perusahaannya besar, rumahnya bagus dan dia tak akan mengabaikanmu seperti Siwon hyung", bujuk Kyuhyun, padahal dia sendiri tak tahu seberapa kaya dan seberapa besar rumah Yesung.
Sebagai menantu yang baik Kyuhyun punya kewajiban membantu Yesung. Yesung juga sangat baik padanya, anggap timbal balik lah. Siapa tahu Kyuhyun dapat jasa terima kasih lagi dari namja kepala besar itu. PSP miliknya kan sudah rusak. Gara-gara Kibum mau selingkuh, PSP-nya jadi ketumpahan susu. Kibum jahat kan, beda dengan Yesung yang baik. Bicara soal Yesung yang suka memberi imbalan jasa, waktu itu si kepala besar janji membelikan PS4 kalau Kyuhyun ikut ke pesta Kangin. Kyuhyun sudah ikut, bahkan proposalnya sudah disetujui lalu janjinya Yesung mana?
"Kata Heechul hyung, Yesung hyung itu mesum. Aku tidak boleh dekat-dekat dengannya lagi"
"Kenapa?", tumben sekali Heechul melarang Ryeowook mendekati orang.
"Kau ingat waktu aku diajak Kibumie ke Busan?" Kyuhyun mengernyit, dia ingat yang bagian bertemu Yunho, Yoochun, Kangin dan Leeteuk. Dan kejadian dia dipaksa Kibum itu. Mengingatnya saja serasa sakitnya pinggangnya kambuh. Ih, Kyuhyun kapok, dia tak sudi melakukannya lagi. "Waktu Kibumie menyuruhku masuk kamar, Kibumie masuk kamarnya, aku tertidur. Paginya ada Yesung hyung disitu. Aku kan kaget, Kyu!"
"Cuma itu saja Heechul hyung melarangmu dekat-dekat dengannya?"
"Dia suka memegang bokongku, Kyu. Dia bilang sebagai persiapan kalau kita melakukannya nanti, agar tidak sakit berlebihan". Ryeowook memggebu-gebu sekali bercerita, dia sampai harus bangun dan memeragakannya pada bantalnya. "Aku tidak tahu apa maksudnya, waktu aku tanyakan pada Heechul hyung, Heechul hyung bilang dia mesum. Aku tak boleh dekat-dekat denganya!". Kyuhyun setuju dengan Heechul sekarang.
Ryeowook menceritakan banyak hal. Pengalaman ke Busan yang harusnya pergi ke pesta bersama Kibum, ikut skenario Kibum tapi harus pergi ke tempat lain dengan Yesung. Si kepala besar itu membuat rencana perjalanan mereka sendiri, membawa Ryeowook ke tempat spa. Yesung menceritakan kalau dirinya punya resort hotel dan spa, jadi dia bisa memijat dan urut. Lalu dipraktekkannya pada Ryeowook. Sebenarnya sih modus ingin pegang-pegang badan Ryeowook, dan akhirnya sehari setelahnya Ryeowook badannya sakit karena Yesung salah pijat sana sini. Beruntung Yesung kenal ahli pijat yang ahli dan profesional disekitar situ, jadi Yesung memintanya untuk memijit ulang Ryeowook. Sehabis itu, Ryeowook kapok dan anti dipegang Yesung.
"Oiya, tadi Yesung hyung menanyakanmu, Kyu!"
"Ku kira dia lupa padaku"
"Dia tanya apa kau sudah menerima PS4 yang dititipkannya pada Kibumie?"
Jadi Yesung tak lupa janjinya membelika PS4 pada Kyuhyun? PS4-nya dititipkan pada Kibum? Kenapa tak diberikan pada Kyuhyun? Kibum jahat!
"Belum ya? Coba kau tanyakan pada Kibumie, mungkin dia lupa, Kyu!"
julie khoyul
Kibum melirik jam tangannya. Lebih dari sejam yang lalu kelas-kelas sudah bubar, kemana iblis itu sampai sekarang belum muncul? Sebenarnya dia ikut pulang atau tidak? Kibum menunggu diluar mobilnya. Dia siap pulang, sudah memasukkan tas kerjanya dalam mobil dan tinggal menunggu Kyuhyun lalu meluncur ke rumah.
"Kibum-ah!", sapa Siwon yang sebenarnya terburu-buru. "Menunggu Kyuhyun? Tadi kulihat dia berbicara dengan Amber, mungkin sebentar lagi keluar"
"Kau sangat terburu-buru, ada urusan?"
Ini hari aktif pertama Siwon setelah tinggal dengan Heechul. Tadi pagi dia mengantar Heechul ketempat kerjannya, dan sekarang dia juga berencana menjemput si cantik mempesona itu. Siwon ingin mengajaknya jalan-jalan sebentar, belanja sedikit dan dilanjutkan makan malam. Dia menyusun rencananya sedari pagi, jangan sampai karena dia telat menjemput Heechul lalu rencananya berantakan. Mulai detik kedatangan Heechul dirumahnya kan Siwon sudah janji praktik untuk jadi suami yang baik. Suami yang baik tak akan telat menjemput istrinya kan?
"Iya, aku ada acara malam ini". Siwon terburu mencari kunci mobilnya didalam tas, harusnya dipersiapkannya dari tadi. Sekarang harus mencari, mengurangi waktu jadinya. "Kibum-ah, aku pergi duluan!"
"Kabari aku kalau kau mau menikahinya, siapa tahu jasaku berguna!". Siwon mematikan mesin mobil yang tadi sudah distarter-nya. Dia mendecak sebal, lagi-lagi Kibum mampu menebaknya.
"Doakan saja!", katanya kemudian. Kibum sudah terlanjur tahu, berbohongpun juga percuma. "Kibum-ah, sebenarnya aku masih tidak percaya kau menikahi Kyuhyun. Kenapa aku tidak tahu kapan..."
"Bilang saja kalau butuh saran agar bisa menikahi kekasihmu!" Memang itulah inti pertanyaan Siwon, kalau dia pikir lagi Kibum bisa merealisasikan apapun kemauannya kapanpun dia mau termasuk untuk menikahi Kyuhyun. Siwon tak perlu tahu itu, dia perlu tahu bagaimana bisa mereka menikah, siapa tahu dia bisa mempraktikkannya pada Heechul. "Kau pasti tak lupa gosip waktu itu"
Gosip waktu itu? Gosip Kibum dengan Kyuhyun itu... soal Kyuhyun ditiduri Kibum? Gila saja kalau Siwon mempraktikkannya pada Heechul. Kekuatan manapun tak mungkin bisa membawa Siwon ke perbuatan dosa semacam itu. Kalau Kibum kan sudah kebal dosa, dia tak apa-apa. Siwon itu lain, dia dibesarkan dikalangan keluarga beragama kuat. Kepercayaannya terhadap Tuhan sangat tinggi, tidak boleh dia melakukan hal sebodoh itu. Siwon percaya ada hal lain yang bisa mempersatukannya dengan Heechul nantinya.
"Ya, aku sudah tahu jawabannya. Ku rasa aku cari cara lain saja!"
"Kibummmm!", teriak Kyuhyun dari arah jauh. Iblis itu jalan tergopoh dengan posisi siap berteriak-teriak. Wajahnya tampak kesal sekali, dia sedang marah dan ingin melampiaskannya pada Kibum.
Kyuhyun sudah dihadapan keduanya, Kibum dan Siwon. Dia ingin meneriaki Kibum dan memukulnya tadi, tapi ada Siwon jadi ditahannya sebentar.
"Hyung, cepat pulang. Heechul hyung pasti sudah menunggumu sedari tadi. Dia tidak suka menunggu lama, bisa jadi dia akan pergi dari apartemenmu kalau kau tak cepat menjemputnya!".
Kyuhyun benar, Siwon harus cepat menjemput Heechul. Siwon kembali menstarter mobilnya. Dia berpamitan sekedarnya ke Kibum dan Kyuhyun tapi kemudian dia mematikan lagi mesin mobilnya. Dari mana Kyuhyun tahu dia akan menjemput Heechul? Dari mana Kyuhyun tahu Heechul tinggal dengannya? Masa karena Kyuhyun iblis, Heechul siluman lalu mereka berkomunikasi lewat telepati. Siwon melihat ke arah Kyuhyun kemudian melirik ke Kibum.
"Kemarin lusa aku bertemu dengannya, aku yang menyuruhnya tinggal di apartementmu. Kau patut berterima kasih padaku, tapi besok saja. Sekarang cepat pulang sana!", usir Kyuhyun tak sabaran. Dia benar benar akan marah ke Kibum, tapi keberadaan Siwon membuat niatannya tak segera terlaksana.
"Kibum-ah"
"Cepat pergi, Hyung. Kau benar-benar tak menginginkan Heechul hyung ya?"
"Ya, ya, aku pergi sekarang!" Siwon menghidupkan mobilnya kemudian pergi secepatnya. Biar dulu Kibum dan Kyuhyun tahu dia tinggal dengan Heechul, masalah ini bisa besok dibahas lagi. Sekarang yang terpenting adalah Heechul. Kalau Siwon terlambat menjemputnya dan Heechul akan pergi dari apartementnya seperti kata Kyuhyun tadi, hati Siwon bisa hampa untuk yang kesekian kalinya.
"Kibum!", teriak Kyuhyun memulai aksi. "Kenapa tak memberikan PS4-ku dari Yesung hyung. Kau kemanakan PS4-nya?"
"PS4 apa?" Kibum berdiri di parkiran lebih dari sejam untuk menunggui Kyuhyun dan begini hasilnya?
"Jangan pura-pura lupa, mana PS4-ku?"
Kibum tak pernah ingat dititipi barang yang dimaksudkan Kyuhyun barusan. Seingatnya Yesung pamit ke Thailand mengurus resort barunya. Tak ada bagian pernyataan Yesung yang menyebutkan PS4. Lagi pula Kyuhyun tahu dari mana Yesung menitipkan benda itu padanya? Makin hari, ada saja tingkah iblis satu itu.
"Cho, jangan bercanda denganku. Aku tak pernah dititpi PS4 oleh si kepala besar itu"
"Kau bohong!"
"Untuk apa membohongimu, tak ada untungnya bagiku"
"Aku tak mau pulang kalau belum ada PS4 di rumah"
"Terserah kau!"
"Kibum!", teriaknya kesal karena Kibum tak mempedulikannya. "Aku mau PS4 atau kubakar sweetermu!"
"Apa kau tak bisa hidup tanpa mengancam!"
"Kau bilang terserah, jadi terserah aku juga mau hidup seperti apa", teriaknya lagi. "Ku bakar sweetermu, Kibum!", jeritnya kemudian.
"Jangan berteriak-teriak disini!"
"Terserah aku!"
"Kau tak malu kalau ada orang tahu?"
"Terserah aku!"
"Tidak ada iblis teriak-teriak seperti kau"
"Terserah, terserah, terserah!", katanya semakin marah. "Aku tak mau tahu, besok aku harus melihat PS4 di rumah atau aku bakar sweetermu!", ancamnya lagi dibuat semenakutkan mungkin. Tapi semakin Kyuhyun mengancam semakin Kibum acuh. Kalau dipikir-pikir, sweeter itu bukan satu-satunya didunia. Masih ada barang yang sama persis ditokonya sana. Kibum menyayangi sweeter itu bukan karena hal khusus, dia cuma suka, tak lebih. Kalau sweeter itu dibakar Kyuhyun, Kibum bisa beli lagi kalau ada waktu.
"Percuma juga menungguimu disini" Kibum beranjak masuk mobilnya mengabaikan Kyuhyun yang masih dalam mode marah.
"Aku belum selesai marah" Kyuhyun menggebraki kaca pintu mobil Kibum yang membuat si empunya langsung menurunkan kacanya.
"Cho, bisa kau tidak berbuat anarkis pada barang-barangku!", bentak Kibum.
"Kau mau kemana?"
"Pulang!", jawab Kibum kasar. "Kau tak mau pulang kan? Ya sudah, tak perlu cari masalah denganku" Kibum menstarter mobilnya cepat-cepat mengindahkan Kyuhyun yang mulai menarik-narik lengannya. "Menyingkir!"
"Kau tak boleh pulang!"
"Menyingkir, Cho! Aku mau naikkan kacanya"
"Ku bilang kau tak boleh pulang!"
Kibum mencekali tangan Kyuhyun, melepaskan tangan itu dari lengannya dan melemparnya ke luar. Kibum lalu menutup kaca mobilnya. Iblis itu semakin dituruti akan semakin banyak maunya, dan selama Kibum bilang seperti itu dia sendiri belum pernah menolak permintaan Kyuhyun. Ok, awalnya dia memang menolak tapi kemudian diturutinya juga. Untuk kali ini Kibum harus tegas, tak ada ampun untuk Kyuhyun. Menjadi pawangnya bukan berarti harus menuruti semua kemauannya. Nanti Kibum akan mempercepat belajar ke Yoochun agar bisa menjinakkan iblis itu tanpa harus menghadapi hal-hal seperti ini.
"Kibum jangan pulang!", Kyuhyun menggebrak-gebrak kaca mobil lagi. Dia tak mau pulang, bukan berarti Kibum harus pulang sendiri. Setidaknya Kibum membujuknya, mengajaknya jalan-jalan lalu mengganti PS4 dan PSP-nya dan pulang larut bersama. Tapi Kibum tak tahu maksud Kyuhyun yang seperti itu. Kibum cuma anggap Kyuhyun pengganggu saja. "Jangan pulang!", teriaknya sekeras mungkin.
Kibum mulai menjalankan mobilnya. Kyuhyun sudah frustasi diabaikan terus terusan oleh Kibum. Kibum selalu jahat, tak pernah menyayangi Kyuhyun tulus tanpa ancaman sweeter atau baramg-barang kesayangan Kibum yang lain. Kyuhyun lantas menendang pintu mobil Kibum sebelum mobil berjalan. Cuma sekali, tapi Kyuhyun jatuh terduduk memegangi kakinya. Dia sedang tidak memakai sepatu lalu menendang pintu besi, kakinya sakit. Sakit sekali.
"Akibat orang banyak tingkah!", sindir Kibum yang sudah berdiri di samping Kyuhyun. Bagaimanapun usilnya Kyuhyun, Kibum peduli. Dia menghentikan mobilnya, kemudian disempatkan mengecek keadaan iblis itu. "Kita pulang saja!"
"Jangan pulang!"
"Sebenarnya apa maumu?"
"Jangan pulang!", pinta Kyuhyun sambil menarik lengam Kibum. Dia mulai berdiri bergelayut ke lengan Kibum. "Kau boleh pulang kalau aku sudah tidur!", perintahnya.
Kibum menuruti Kyuhyun, dari pada iblis itu nanti mengacaukan asrama. Kibum meluangkan waktunya hari ini. Menggantikan Amber untuk jaga malam yang absent lagi karena ada urusan mendadak. Dia mengantar Kyuhyun ke ruang kesehatan, menemani iblis itu mengompres kakinya dan berlama-lama disana. Menjelang malam, Kibum melakukan pengecekan ke segala penjuru asrama. Kyuhyun mengekor saja, bahkan dia terkesan memerintah Kibum kesana kemari. Lagaknya seperti istri Kibum betulan, memerintah sana-sini, menuturkan banyak hal pada penghuni asrama. Iblis itu memasang muka lain dihadapan trainee, sifat manjanya sepertinya cuma untuk Kibum
Tadinya Kibum ingin mengecek dan masuk kamar Lee Hyukjae, tapi Kyuhyun bilang semua penghuni lorong itu anak-anak baik, tak perlu dicek mereka pasti ada ditempat. Lalu Kyuhyun menarik Kibum kekamarnya, dia mau tidur dan Kibum harus menemaninya sampai terlelap. Kibum sedang mujur, tiba di kamar Kyuhyun Hyukjae dan Donghae ada disitu, mereka bilang ingin menemani Kyuhyun. Mereka rindu Kyuhyun karena beberapa hari, bahkan mungkin hampir sebulan tak mendapati Kyuhyun tidur di asrama. Duo Inyet itu mau bercengkrama dengan Kyuhyun sampai pagi, tapi tak jadi karena ternyata Kibum ikut ke situ.
Donghae dan Eunhyuk tidur di ranjang sebelah, mereka sudah mulai memejam karena keberadaan Kibum di ruangan itu membuat suasana jadi canggung. Kyuhyun bersiap tidur, disampingnya duduk Kibum yang cuma diam sambil memandang ke arah Hyukjae yang terpejam. Tangannya dicekali Kyuhyun, iblis itu takut kalau Kibum pulang sebelum dia tidur. Kyuhyun tak minta dipeluk atau didongengi Kibum, pasalnya ada duo Haehyuk disitu, sebagai gantinya dia mencekali tangan Kibum.
Lama lama genggaman tangan Kyuhyun melemah, Kibum bisa melepaskannya. Setelah memastikan Kyuhyun benar-benar tidur, dia berpindah. Kibum berjongkok disebelah ranjang Hyukjae, memperhatikan namja manis itu yang jelas pura-pura tidur.
"Tak bisa tidur?", tanya Kibum yang langsung ditanggapi anggukan oleh Hyukjae. Hyukjae lalu membuka matanya. "Mau kupegang tanganmu juga?" Ini bukan tawaran karena Kibum langsung menyusupkan tangannya, menggenggam jemari Lee Hyukjae. "Pejamkan matamu, aku tak akan pergi sebelum kau tidur!", katanya segentle mungkin.
Hyukjae mengangguk, lalu memejam kembali. Merasakan tangannya digenggam dan dielus lembut oleh Kibum, Hyukjae mulai terlena. Dia mulai mengantuk. Tapi seseorang disebelahnya jadi tak bisa tidur, tadi dia juga pura-pura tidur. Harusnya yang menggenggam tangannya Eunhyuk itu dirinya, kenapa Kibum? Dia jadi merasa tak berguna. Donghae membuka matanya kemudian melirik sebentar pada Kibum dan Eunhyuk. Donghae sedih, tapi Kibum kembali menangkap kesedihan dari mukanya. Ah iya, Kibum berasa benar-benar punya tiga istri.
"Mau kupegang juga tanganmu?" Donghae menggeleng. "Baiklah, pejamkan matamu juga. Aku tak akan pergi sebelum kau tidur!", tuturnya pada calon menantu Ceryl yang ketiga itu.
Memastikan ketiganya tidur, Kibum melepas gengamannya pada tangan Hyukjae. Sebenarnya tak rela, tapi dia juga belum siap kalau dituntut menikahi semuanya. Punya satu saja repot setengah mati, bagaimana kalau tiga. Kibum belum siap mental untuk punya tiga istri. Begini saja dulu, anggap saja latihan. Kalau dia sudah bisa menghandle iblis itu, dia akan pikirkan untuk yang lain. Dia pernah janji tak akan mendua, tapi dia tak janji untuk mentigakan istri. Itu bisa dipikir sambil jalan. Kibum merapikan rambut Hyukjae kemudia menyelimuti Donghae dengan benar. Lalu apa? Emmmm dia berpikir sejenak kemudian menjatuhkan ciuman kecil di dahi ketiganya. Setelahnya tega tak tega dia meninggalkan TC juga.
julie khoyul
"Cho, sudah sampai!"
Kibum baru saja memarkirkan mobilnya dipelataran rumah. Ini kepulangan Kibum yang kedua, yang tadi dia sudah sampai depan rumah tapi Kyuhyun meneleponnya. Kyuhyun meminjam paksa telepon satpam TC, dia menelepon Kibum untuk menjemputnya. Kyuhyun berteriak teriak bahkan mengancam merobohkan pos satpam dan membunuh satpamnya sekalian kalau Kibum tak datang saat itu juga. Dia juga melarang Kibum mematikan saluran telepon agar Kyuhyun percaya Kibum benar-benar datang menjemputnya. Beberapa saat Kibum meninggalkan kamarnya, Kyuhyun terbangun dan tak bisa tidur lagi. Dia mau pulang tapi tak menjumpai Kibum disekitar situ. Kibum sudah pulang saat Kyuhyun tak melihat mobilnya diparkiran. Dan dia akhirnya meminjam paksa handphone satpam TC dengan mengancam akan mengadukannya pada Kibum lalu memecatnya kalau tak memperbolehkan pinjam handphone.
"Cho!"
Kyuhyun terbangun, menggerutu lalu keluar mobil. Dia keluar mobil, berjalan sempoyongam sambil terus bergumam kesegala arah. Kyuhyun membuka paksa pintu rumah, tapi tak terbuka. Kyuhyun amat mengantuk dan pintu rumah tak bisa dibuka membuatnya kesal saja.
"Pintu itu dikunci, tunggu ahjumma membukanya!"
Ahjumma membukannya lalu Kyuhyun menerobos masuk. Dia sempat menabrak ahjumma tapi cuma bilang dia sangat mengantuk. Kyuhyun berjalan kekamarnya sambil terpejam. Sambil merengek. Dan dia langsung menjatuhkam diri ke kasur dan memulai proses tidur.
"Buka sepatumu!". Kyuhyun bangkit melepas sepatunya sambil menggerutu, melemparnya lalu tidur lagi.
Dan setelah Kibum selesai mandi
"Kau tak mandi? Setidaknya ganti bajumu". Kyuhyun bangkit lagi, melepas kaosnya lalu melepas celana panjangnya. Dia menyisakan boxer ketatnya lalu masuk selimut dan tidur lagi.
"Kibum!"
"Hn!", jawab Kibum yang telah menyusul diranjang mereka.
Kyuhyun memulurkan tangannya, menggapai gapai Kibum saat matanya terpejam. Berpegangan pada badan Kibum, dia menggeser tubuhnya. Kyuhyun berakhir merangsek ke tubuh Kibum, terpuruk di dada namja es itu lalu memulai igauan pra tidurnya.
"Kibum!"
"Hn"
Pasti Kyuhyun akan bilang dia mengantuk, ingin tidur, minta cerita atau ingin minum susu coklat panas. Kibum terlalu hapal soal itu.
"Jangan selingkuh!", tapi ternyata igauan model baru.
"Kalau kau tidak banyak bertingkah, aku tak akan selingkuh"
"Jangan selingkuh!"
"Iya, terserah kau"
"Jangan selingkuh!"
"Cho, ku plaster mulutmu kalau kau terus bilang begitu!", katanya sambil menarik pinggang Kyuhyun kemudian mengecup pucuk kepalanya.
"Jangan selingkuh!"
To be continue
Emmm, moga yang ini g ngecewain.. ada bagian yang gue g gitu fokus nulis, tapi semoga lo semua g kecewa. Adapun kesalah berupa apapun tolong diabaikan, terima kasih.
Oiya, gue selalu dapat review untuk buat Kibum cemburu. Cemburunya Kibum yang kaya gimana? Mahkluk satu itu kayanya g bisa cemburu deh.
Oh, see you soon!
