Contract with the Devil's Son
Chapter 23:
Screenplay's fanfiction
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Heechul
Choi Siwon
Dll
Gue tadinya bingung, kok masih dapet banyak PM padahal sudah gue kasih tahu kalau gue bisa update Minggu. Tapi gue baru ingat kalau yang gue kasih tahu cuma satu orang. Ya sudahlah, waktunya gue minta maaf dan berterima kasih bersamaan karena kaliam masih setia menanti ff-ku.
Kali ini bahas gimana kalau Kibum cemburu kan? Gue gak ngerti cemburunya manusia es itu kaya gimana. So cuma ini yang bisa gue tulis hari ini.
O ya, karena gue lagi libur hari ini, so gue nulis ngebut. Gue buru-buru mau shopping, kalau ada salah tulis or apapun abaikan saja. You must know if i love all of my readers. And my reader is you. So, Happy reading!
Kibum rindu Kyuhyun
Kyuhyun memandangi Kibum saat duduk di meja makan pagi ini. Mereka tidak sarapan, Kyuhyun minum susu dan Kibum minum kopi. Masih seperti hari biasanya, Kyuhyun bangun lebih dulu tapi tak bergerak kemanapun. Dia selalu suka dipelukan Kibum saat dia terbangun. Sampai Kibum bangun dan baru dia menyerobot mandi. Kyuhyun datang ke dapur lebih dulu, dan saat Kibum menyusul, dia menghidangkan secangkir kopi untuk Kibum. Kyuhyun bilang dia sedang belajar jadi istri yang baik, dimulai dari belajar membuat kopi untuk suaminya.
"Kibum!"
"Hn"
"Kapan kau mengganti PS4 dan PSP-ku?"
Kibum menurunkan kembali gelas kopi yang tadi ingin disesapnya. Dia diminta mengganti barang yang sama sekali tak pernah disentuhnya, yang benar saja. PSP Kyuhyun rusak karena iblis itu sendiri menumpahinya dengan susu. Soal PS4, Kibum benar-benar tak pernah merasa dititipi barang itu oleh Yesung. Kyuhyun selalu seperti ini, bukan karena Kibum suaminya lalu dia harus menuruti semua kemauannya.
"Kau pernah melihatku memegang dua benda yang barusan kau sebut?" Kyuhyun menggeleng. "Lalu?"
"Kibum!', panggilnya sambil menggeser kursi lebih dekat dengan Kibum. Kyuhyun memeganggi lengan Kibum, melingkarkan kedua tangannya sendiri pada lengan itu. "Kan tak sengaja PSP-nya terkena susu. Aku mau beli sendiri, mana punya uang". Tak sengaja apanya, bukankah dia sendiri yang melemparnya lalu ketumpahan susu? "Ya sudah, PS4-nya tidak usah diganti sekarang, belikan aku PSP dulu. Aku mau main game!"
"Kenapa harus aku yang mengganti kerusakan yang kau buat sendiri?"
"Sudah kubilang aku tak punya uang", kata Kyuhyun sambil memurukkan kepala di bahu Kibum. "Kau kan suamiku, jadi aku minta padamu"
Kibum berusaha menarik tangannya dari Kyuhyun, tapi iblis itu tak mau melepasnya. Kyuhyun semakin erat merangkul lengan Kibum, bahkan dia memaksa menyusupkan jemarinya ke sela jemari Kibum. Kyuhyun menggenggam tangan Kibum, lalu menepuk-nepuk tautan tangan mereka dengan tangan satunya. Kyuhyun berusaha jadi manis hari ini, dia sedang mencoba meminta dengan gaya baru. Dipikir-pikir marah dan berteriak cuma membuang energinya, kalau seperti ini selain menghemat energi juga bukti kalau dia istri yang baik untuk Kibum.
"Kalau harus minta Yesung hyung, dia belum pulang", katanya lagi sambil memanis maniskan diri. "Kalau minta Jung Yunho atau Chunnie baby, pasti langsung dibelikan. Tapi mereka temanmu, bukan temanku"
"Kau kenapa?", tanya Kibum yang risih dan jijik mendapati tingkah baru Kyuhyun.
"Aku mau PSP!", pintanya memelas. Cemberut sebentar kemudian lekas-lekas memeluk Kibum. "Aku mau PSP!", pintanya lagi.
"Kau merayuku? Menjijikkan sekali!", celetuk Kibum membuyarkan mood manis Kyuhyun. "Menyingkir, aku mau minum kopi!"
"Belikan aku PSP ya ya?" Kyuhyun masih berharap kelembutannya bisa menahklukkan Kibum. "Kibummmm!", rengeknya seperti anak kecil.
"Menyingkirlah!"
"Bilang iya dulu!"
"Menyingkir!", tegas Kibum sambil memberdirikan kepala Kyuhyun dari pundaknya. "Kau menjijikan!"
"PSP saja, Kibum!", pintanya masih tak menyerah.
Kibum mencoba melepas tangan Kyuhyun yang melingkar-lingkar ditubuhnya. Kyuhyun tak mau lepas kalau Kibum belum bilang iya untuk membelikannya PSP. Kyuhyun semakin kuat menempel pada Kibum. Dia harus bisa dapat PSP hari ini.
"Cho, menyingkir kubilang. Aku mau minum kopi!"
"Belikan PSP"
"Jangan kekanakan. Menyingkir!"
"Bilang iya dulu!'
"Menyingkir!"
"Kibummmm, PSP!"
"Menyingkir!", bentak Kibum tak keras tapi tegas.
Kibum meraih tangan Kyuhyun, menyentakkannya kuat sampai menabrak kursi. Kyuhyun kaget. Tangannya sakit, tapi dia bahkan tak berani meringis. Kibum terlihat menakutkan, terlihat jahat sekali. Kyuhyun cuma minta PSP, kenapa Kibum harus memperlakukannya sedemikian?
Selanjutnya Kyuhyun terdiam, dia menggeser kursinya balik ke tempat awal. Kyuhyun mengindahkan nyeri di tangannya, dia memilih meladeni susunya. Meniup niupnya kemudian menyeruput. Meniupnya lagi kemudian menyeruput. Beberapa kali dia melakukan kegiatan meniup dan menyeruput susu, Kyuhyun berakhir melingkarkan telapak tangannya pada tangan sebelahnya. Dia menggosok bagian yang tadi menabrak kursi, di situ sakit. Diabaikanpun sakitnya tak hilang, mungkin dengan digosok dan dipijat sedikit seperti yang ahjumma lakukan dulu, sakitnya akan berkurang.
Tiga kali ini Kyuhyun merasa takut dari Kibum. Dulu saat dia minta uang belanja, kemarin itu saat di Busan dia ditampar Kibum, lalu hari ini. Apa Kyuhyun semenjijikan itu sehingga harus mendapatkan perlakuan kasar dari Kibum? Kyuhyun memang tahu perangainya berubah sejak ada Kibum, tapi semata-mata karena dia ingin diperhatikan manusia es itu. Kyuhyun ingin mendominasi Kibum. Kyuhyun ingin menjadi spesial untuk Kibum. Kyuhyun mau perhatian Kibum. Itu apa sulit? Apa bentakan, tamparan dan sentakan wujud pedulinya Kibum padanya?
"Habiskan susumu, kita segera berangkat!", komando Kibum.
Kibum meninggalkan kopinya tanpa disentuh. Dia berjalan ke luar dapur lebih dulu, meninggalkan Kyuhyun dengan susunya. Kyuhyun meneguk kasar susunya sampai habis kemudian segera menyusul Kibum. Dia tak mau Kibum menunggunya terlalu lama, lalu marah lagi. Kyuhyun bergerak cepat menyusul langkah Kibum dan mengekor namja es itu. Kyuhyun tak mau ditinggal, biar hari ini dia diam dulu yang penting bisa bersama Kibum.
Kibum duduk dikursi kemudi, kemudian Kyuhyun menyusul masuk di kursi sebelahnya. Kibum diam duduk dikursinya, memberi waktu sebentar untuk menetralkan suasana. Tadi Kibum tak bermaksud melemparkan tangan Kyuhyun hingga terantuk kursi dapur, dia hanya tak biasa dengan tingkah Kyuhyun yang barusan. Yang tadi itu berlebihan. Kibum terbiasa dengan Kyuhyun yang meledak-ledak saat meminta sesuatu bukan yang tadi. Iblis itu menggelendot manja seperti... ah, Kibum bukannya tak suka, dia cuma agak kaget. Dia selalu minta Kyuhyun bersikap baik atau manis, tapi yang barusan itu kelewatan.
Kibum merogoh kantung celananya, mengeluarkan handphone dan mengacak contact didalamnya. Dia menelephone seseorang. Kibum menelephone rumahnya sendiri. Dia berbicara sebentar dengan ahjumma didalam rumah kemudian memutus sambungan setelah permintaannya diiyakan ahjumma. Kibum menurunkan kaca mobilnya, menunggu ahjumma menghampirinya.
"Mana? Mana yang sakit, Tuan?", tanya ahjumma gugup seperti biasanya.
"Obati dan urut sedikit tangannya!", pinta Kibum sambil menunjuk Kyuhyun.
Ahjumma berpindah dari hadapan Kibum ke samping, ke hadapan Kyuhyun. Yeoja paruh baya itu meminta Kyuhyun mengulurkan tangannya, menunjukkan bagian yang perlu diberi minyak gosok dan diurutnya sedikit. Kyuhyun ikut saja, menuruti apa kata ahjumma dan Kibum. Semua hal pasti akan kembali baik kalau dia patuh. Dia mau Kibum tak marah lagi padanya, dia mau Kibum tak menakutkan lagi, jadi harus diam dulu sampai emosi Kibum mereda.
"Tidak apa-apa, akan segera sembuh. Kalau sudah diurut nanti tak akan bengkak", tutur ahjumma sambil mengurut tangan Kyuhyun. "Lain kali hati-hati!"
Kyuhyun mengangguk. Kyuhyun tak pernah mengaku dia pernah salah, kali inipun juga bukan salahnya dia rasa. Kibum yang selalu salah, tapi Kyuhyun yang terus-terusan sakit. Untuk kali ini Kyuhyun mengiyakan dulu. Kalau dibilang salah Kibum, nanti Kibum marah lagi, nanti mereka akan berdebat, nanti Kyuhyun akan ditampar. Dia tak mau ditampar lagi. Kyuhyun takut Kibum yang seperti itu.
"Aku tidak sengaja", kata Kibum mengakui. Dia mengakui salah, bukan berarti minta maaf. Kibum sulit untuk mengucapkan kata maaf dam ahjumma tahu itu.
"Tuan tidak sengaja", tutur ahjumma meniru perkataan Kibum. Seakan lewat ahjummalah Kibum minta maaf. Memanggil yeoja itu dan menyuruhnya mengurut tangan Kyuhyun. "Sudah selesai, kalian bisa berangkat sekarang!"
Kibum tak bergegas, membiarkan pembantunya menunggu disamping mobil dan membiarkan Kyuhyun terdiam. Kibum mengulurkan handphonenya pada Kyuhyun. Dia mengayunkan handphone ditangannya itu, mengisyaratkan Kyuhyun mengambilnya. Selang beberapa lama tak ditanggapi, Kibum menarik tangan Kyuhyun, meletakkan handphone itu ditelapak tangannya.
"Aku akan sibuk hari ini, kita beli PSP lain waktu"
Ahjumma tersenyum melihat interaksi kedua tuannya. Dia tahu, baru saja ada pertengkaran kecil dari keduanya. Walau ahjumma tak yakin detail permasalahannya, dia yakin hasil akhirnya. Kibum dan Kyuhyun tak akan pernah benar-benar bertengkar. Semenyebalkan apapun Kyuhyun, tak akan pernah tak dituruti Kibum. Tuannya itu tak jahat seperti yang Kyuhyun bilang selama ini, bahkan ahjumma menyebut Kibum orang baik. Hanya perlu sebuah alasan masuk akal dan Kibum akan menunjukkan kebaikannya. Ahjumma rasa, Kyuhyun adalah alasan termasuk akal yang dijumpai ahjumma selama bekerja dengan Kibum.
julie khoyul
Kelas Kyuhyun dibubarkan sejam lebih cepat. Tadi Shindong datang, lalu meminta dengan sedikit mengiba pada Amber membubarkan kelasnya sejam sebelum istirahat siang. Shindong sedang libur hari ini, dia sempatkan ke TC untuk mengajak trainee berenang. Dia sangat merindukan berkegiatan dengan trainee. Tadi Shindong sudah mendatangi kelas Yoona, tapi Yoona tak memperbolehkan muridnya keluar sebelum habis jam pengajaran. Dia kekelas lainpun juga mendapati jawaban sama. Beruntung dikelas setelahnya di menjumpai Amber, yeoja tomboy itu agak tak pedulian soal waktu. Mau Shindong meminta sejam sebelum atau tak diadakan pengajaranpun Amber akan senang hati memberikan waktu luang untuk trainee. Dan kelaspun dibubarkan sesuai permintaan Shindong.
Kyuhyun rebahan di ranjang asramnya, dia tak bisa berenang, menonton juga membosankan. Lebih baik bermalas-malasan di kamar dari pada harus mengeluarkan energi demi hal tak penting seperti berteriak-teriak dipinggir lapangan demi menyemangati teman-temannya renang. Kyuhyun mendapati getaran dari saku celananya saat hendak memejamkan mata. Tadi dia membawa handphone Kibum, dia cuma mengantonginya tanpa mengotak atik mencari dan mendownload game. Dia merogoh sakunya, mengeluarkan handphone dan mengecek sebentar. Ada pesan dari nomor tak dikenal.
'Sudah selesai kegiatanmu? Jangan bermain-main terus!
Terlalu lama kau membiarkanku sendiri.
Kesepian, kedinginan dan kesendirian ini membuatku kehilangan kesabaran.
Waktumu kunyatakan belum habis, kuberikan satu kesempatan ulang untuk meraihku.
Pukuk 3 ditempat teramai dan kau bisa menemukanku disana.
Sampai jumpa, dari seseorang yang tak sabar melihat gerak cepatmu.
Isa'
Isa siapa?
Kyuhyun membaca isi pesan itu lagi. Isinya bukan sebuah teka teki, tapi jelas orang bernama Isa itu menginginkan Kibum sore ini. Tapi aneh, kenapa Isa menulis pesan dengan bahasa seperti itu? Apa dia tak tahu kalau Kibum sudah punya istri? Atau dia tahu kalau Kyuhyun istri bohongannya Kibum hingga dia meminta Kibum untuk mengakhiri permainan. Jadi Isa itu siapanya Kibum? Kekasih yang sebenarnya kah?
Kyuhyun menghapus pesan itu. Dia tak ingin isi pesannya dibaca Kibum, dia tak mau Kibum keluar sore ini hanya untuk bertemu Isa. Kibum suami Kyuhyun, sah atau tidak mereka tetap punya ikatan. Tak boleh ada orang yang mengacaukan itu, termasuk Isa.
Tapi,
Kyuhyun berfikir kembali, bagaimana kalau cuma dirinya yang menganggap Kibum suami? Bagaimana kalau hanya dia yang menginginkan status suami istri itu? Hah, Kyuhyun mulai sakit kepala. Semenjak bertemu Kibum, mengenalnya dan tinggal bersama, Kyuhyun tak bisa lepas dari Kibum. Tak ada Kibum, hidupnya jadi rumpang. Seperti ada tempat kosong yang hanya Kibum bisa mengisinya. Kyuhyun suka Kibum. Bukan suka seperti dia suka susu atau es krim, bukan juga seperti yang dia rasakan pada Yoochun dan Yunho. Kyuhyun suka Kibum, dia mau Kibum, pokoknya Kyuhyun sayang Kibum.
Sekarang apa yang tidak bisa didapatkan Cho Kyuhyun? Belum ada. Jadi dia tak boleh mengisi daftar hal yang tak bisa didapatkannya itu. Kyuhyun bisa melakukan apapun demi kemauannya. Kemauannya sekarang adalah Kibum. Kibum itu suaminya, manusia es itu tak boleh selingkuh. Meski cuma keinginanpun akan digagalkan oleh Kyuhyun.
Kyuhyun bergegeas menemui Kibum ke ruangannya. Sebelum Kibum keluar untuk makan, dia harus menemuinya dulu. Memastikan Kibum tak beranjak kemanapun sekarang, nanti sore atau sampai kapanpun. Kibum harus menuruti Kyuhyun, atau Kyuhyun akan mengganggu hidupnya selamanya.
"Kibum!", panggil Kyuhyun yang masuk tergesa lalu duduk di pinggiran meja kerja Kibum.
"Jaga tingkahmu!", tegur Kibum yang masih sibuk dengan laptopnya seperti saat Kyuhyun belum datang tadi. "Duduk di kursi!", perintahnya pula.
"Kibum", katanya lagi setelah mematuhi perintah Kibum.
"Hn"
"Nanti sore setelah pulang, kita beli PSP ya!"
"Sudah ku bilang aku sibuk, lain kali saja!"
"Kau bilangnya tadi pagi. Aku mintanya kan nanti sore setelah pulang dari sini"
"Lain kali saja"
"Aku mau nanti sore"
"Lain kali atau tak jadi beli?"
Kyuhyun diam dulu, kemudian dia mengembalikan handphone Kibum. .sedikit meleparnya diatas meja, dan beruntung handphone Kibum dilapisi karet pelindung benturan.
"Main game di handphone tak asik, Kibum", rengeknya.
"Jangan merengek, kau kira ini dimana?"
"Aku mau PSP"
"Aku bilang nanti" Kibum mengalihkan padangannya ke Kyuhyun. "Jangan buat aku marah!", tegurnya lebih tegas.
Ternyata Kibum belun lupa kemarahannya tadi pagi. Kyuhyun kira, Kibum benar-benar sudah reda marahnya. Tadi pagi manusia es itu sudah memanggil ahjumma untuk perwakilan minta maaf lalu menyerahkan handphonenya untuk main game, tapi Kibum masih belum selesai marah.
"Saat di TC, kau adalah trainee. Tidak ada perlakuan spesial untukmu"
"Aku istrimu", kata Kyuhyun sedikit lirih. Dia berusaha meyakinkan diri kalau dia berhak mendapat perlakuan baik sebagai istri Kibum.
"Apapun statusmu kalau kau berada disini, kau tetap trainee"
"Kalau begitu aku akan bekerja secepatnya" Kyuhyun mendengus sedikit. "Siwon hyung bilang banyak tawaran kerja untukku. Aku tinggal setuju yang mana, interview, kalau diterima tinggal tanda tangan kontrak dan aku akan keluar dari sini"
"Baguslah. Setelah punya gaji kau bisa beli PSP sendiri"
Kyuhyun mendengus lagi. Menjadi istri Kibum ternyata tak cukup untuk bisa memiliki Kibum seutuhnya.
"Ya sudah. Tidak usah membelikanku PSP, PS4 atau apapun. Aku akan beli sendiri nanti kalau sudah punya gaji" Kibum sedikit menegang mendengar penuturan itu. Sepertinya akan ada hal yang tak enak didengar setelahnya. "Aku akan bekerja dulu. Masalah uang yang sudah kupakain, aku pinjam. Nanti kalau sudah punya uang akan kuganti", katanya sambil meringis kecut.
"Cho!"
"Tapi kau jangan selingkuh ya?", pintanya dengan nada biasa saja, tapi terdengar sangat menyakitkan.
Kibum menghentikan kegiatannya. Dia tak mau melakukan apapun, tapi dia juga tak mau membahas soal perselingkuhan. Kibum tak selingkuh, itu benar. Tapi kelihatannya Kyuhyun terlalu takut diselingkuhi. Apa iblis itu lupa perkataan ahjumma tempo hari, soal hubungan berlandaskan kepercayaan satu sama lain? Kibum tak sedang selingkuh, bukankah dia sudah berjanji pada Kyuhyun.
"Kibun jangan selingkuh!"
Kibum hendak menggapai Kyuhyun, tapi handphone dihadapannya bergetar. Nomor tak dikenal. Kyuhyun berharap itu bukan dari Isa, kalaupun memang pemilik nama itu yang menelepon semoga Kibum tak mau datang mememuinya.
"Isa!", kata Kibum melenyapkan harapan pertama Kyuhyun. "Sore ini?", tanya Kibum masih berbicara di telepon. Kibum melirik Kyuhyun sejenak. Raut muka iblis itu keruh, sepertinya dia cemas. "Aku akan datang!", kata Kibum mengenyahkan semua pengharapan Kyuhyun. Ya, sekarang Kyuhyun baru tahu, Isa memang lebih penting darinya. Makanya status istri saja tak cukup untuk memiliki Kibum
"Aku akan keluar, nanti sore ku jemput!" Kibum mengemas barang-barangnya. Dia akan keluar sekarang juga. Pertemuan ini dia harus hadir. "Mungkin agak terlambat"
"Jangan pergi!"
"Aku akan menemui teman"
"Jangan pergi!"
"Aku tak akan selingkuh"
"Aku tidak bilang kau mau selingkuh, aku cuma mau kau jangan pergi"
"Cho!"
"Jangan pergi atau aku tak mau pulang!", ancamnya.
"Terserah kau" Kibum memasukkan barang terakhir ke tas-nya. "Akan kujemput nanti!"
"Aku mau menginap saja!"
"Tidak usah menginap. Nanti aku jemput!" Kibum mendatangi Kyuhyun mau memeluknya atau memberi ciuman kecil untuk meyakinkan iblis itu kalau dia akan memenuhi janjinya. "Aku tak akan terlambat, ku usahakan pulang cepat!", tapi Kyuhyun menolak dipeluk Kibum.
"Tidak usah repot repot menjemputku. Aku tak mau pulang!"
"Aku akan datang!", katanya sambil berjalan keluar ruang.
"Kibummm!". Kibum menoleh pada Kyuhyun sebentar lalu kemudian berjalan pergi.
julie khoyul
Kibum sudah berjanji tak akan terlambat pulang, tapi dia lupa. Kibum telat beberapa jam dari habis jam kerja di TC. Kibum benar-benar lupa, tadi Isa menawarkan minuman sedikit dan Kibum tak mungkin bisa menolak wisky gratis. Dan berakhir ingat janjinya dengan Kyuhyun setelah lewat jam 9 malam. Kibum sudah buru-buru, dia juga siap diteriaki Kyuhyun. Asal dia tetap memenuhi janjinya saja sudah cukup, lebih baik terlambat dari pada tidak datang.
Saat Kibum mengecek keberadaan Kyuhyun, iblis itu tak ada dimanapun. Trainee yang ditanyainya tak ada yang tahu dimana Kyuhyun berada. Kibum menunggu diparkiran sedikit lebih lama kalau-kalau iblis itu muncul dan minta pulang, tapi sekian lama tak muncul juga. Satpam TC menemuinya saat Kibum hendak kembali mengecek ke dalam asrama, satpamnya bilang Kyuhyun pergi dengan Siwon tadi sore.
Mengetahui keberadaan Kyuhyun, segera Kibum menelepon Siwon. Menanyakan Kyuhyun benar berada bersama namja kuda itu. Iya, Siwon membenarkan pertanyaan Kibum. Tadi Kyuhyun ingin bertemu Heechul dan berakhir ingin menginap di apartement Siwon. Kibum sudah mulai lega, karena Kyuhyun dalam keadaan baik disana, tapi sayangnya Kyuhyun tak mau bicara dengan Kibum. Iblis itu menjawab lantang saat Siwon masih berbicara ditelepon dengan Kibum. Kyuhyun bilang dirinya sibuk dan tak ingin diganggu. Ya, cuma kiasan kalau Kyuhyun marah dengan Kibum.
Di rumahnya, Kibum berjalan tak bersemangat ke mini bar-nya. Rencananya dia ingin minum sedikit sambil menungu telepon dari Kyuhyun. Kibum yakin malam ini Kyuhyun akan meneleponnya, minta dijemput lalu tidur dipelukannya. Memangnya iblis itu bisa tidur kalau tak dipeluk Kibum? Kibum akan menunggunya.
"Tuan, Nyonya mana?"
"Di rumah temannya"
"Tidak menginap kan?", tanya ahjumma yang sepertinya tak yakin Kyuhyun bisa pisah dengan Kibum.
"Dia bilang akan menginap. Tunggu saja dia telepon untuk dijemput"
Ahjumma tersenyum maklum. Semua penghuni rumah ini tahu kebiasaan Kyuhyun. Berteriak-teriak, suka membanting barang, suka memaksakan kehendak, manja, susu coklat panas dan Kibum. Kalau dipikir lucu sekali, melihat muka dan penampilan Kyuhyun, hal-hal seperti itu tak cocok untuknya. Mukanya terlihat masa bodoh, tapi ternyata dia suka merengek kalau sedang meminta sesuatu. Penampilannya saja hampir se-gantle Kibum, tapi kelakuannya lebih mirip anak kecil. Tak sinkron. Dari tak sinkron-nya model Kyuhyun dengan perangainnya, dia jadi mudah dirindukan ahjumma, ahjussi dan mungkin Kibum juga.
"Tuan, mau kopi?", usul ahjumma. Kibum sudah pasti akan menunggu Kyuhyun menelepon, dari pada Kibum minum alkohol kan lebih baik minum kopi.
"Tidak usah!", tolaknya sambil terus berjalan meninggalkan ahjumma. Kibum tadi sudah minum wisky, jadi tak bisa minum kopi. "Ahjumma, kau istirahat saja!", perintahnya yang ditanggapi anggukan oleh pembantunya.
Kibum meletakkan tas kerjanya sembarangan. Dia menarik dasinya, mengendurkan ikat pinggang lalu mengeluarkan kemejanya. Kibum juga melepas sepatu sesukanya sebelum menjatuhkan diri di sofa mini bar. Kibum merebahkan kepalanya disandaran sofa, merentangkan tangannya berharap penat yang didapatinya hari ini berkurang. Badan Kibum lelah, tapi pikirannya lebih lelah. Ini gara-gara Kyuhyun, iblis itu seenaknya pergi ke apartement Siwon tanpa memberitahunya. Walau disana ada Heechul sebagai alasan, mendapat ijinnya adalah mutlak. Kibum suami Kyuhyun, dia yang berhak menentukan boleh tidaknya iblis itu menginap dirumah orang.
Kepala Kibum menegak, matanya mengitari sekeliling mini barnya. Pandangan Kibum menangkap rak kaca bagian dia meletakkan koleksi wine. Sebagian besar isi rak telah hilang, dipindahkan oleh ahjumma atau dibuang. Buat apa juga botol kosong dipajang. Itu perbuatan Kyuhyun tempo hari, iblis itu suka wine ternyata. Kyuhyun peminum wine kelas berat. Kibum jadi berfikir, apa dia pernah over dosis wine hingga sekarang tubuhnya kurus semacam tak mampu menyerap nutrisi makanan? Si kurus itu hampir menghabiskan setengah dari koleksi wine, bagaimana bisa Kibum tak tahu itu.
Kibum berdiri, beranjak mengambil gelas wisky-nya. Dia mengisinya dengan es batu kemudian mengambil wisky yang biasa dia minum. Sebelum menuangkannya ke gelas, Kibum berbalik pada rak kacanya. Dia mengamati koleksi wisky-nya satu persatu, hingga didapatinya rak teratas. Botol wisky yang diletakkan ditengah itu pernah akan dihancurkan Kyuhyun. Kemarin atau minggu lalu? Ah, Kibun lupa lagi. Tapi dia tak lupa kalau wisky itu yang diacungkan Kyuhyun untuk mengancamnya. Mengancamnya demi piama kembar, tidak elite tapi itu lucu.
Apa yang harus dilakukan Kibum? Dia sedikit bimbang namun akhirnya dia menarik kursi bar, memanjat dan membuka rak kaca untuk mengambil wisky itu. Setelah turun, Kibum menimang botol itu sejenak, seakan dia bertanya diminum atau tidak? Tapi sebenarnya Kibum tidak sedang bimbang untuk meminumnya atau tidak, dia sedang membayangkan Kyuhyun memegang botol itu. Menggoyangnya seakan memberi isyarat untuk dijatuhkan. Waktu itu ancaman Kyuhyun benar-benar tak bermutu, tapi lebih tak bermutunya kala Kibum ketakutan dengan ancamannya.
Kibum membuka botolnya menuang kedalam gelas. Hampir melebihi tengah gelas. Kibum membiarkan botolnya diatas meja bar sedangkan dia membawa gelasnya kembali ke sofa. Dia duduk lagi disitu, menyesap wisky-nya sedikit kemudian merebahkan kepalanya. Kibum memejam sebentar kemudian membuka matanya dan menegakkan kepalanya lagi hampir seperti terkaget. Dia mengamati gelas yang dipegangnya, kemudian menyesapnya lagi. Wisky mahal, rasanyapun juga sangat nikmat. Sesuatu yang spesial rasanya juga sangat spesial.
Kibum melihat ke jam tanganya. Lebih tengah malam dan Kyuhyun belum menghubunginya. Apa iya iblis itu bisa tidur nyenyak tanpa dirinya? Mungkin karena ada Heechul. Dulu sebelum ada Kibum, Kyuhyun tetap bisa tidur nyenyak. Atau memang karena ada Heechul? Ah sial, harusnya tadi dia langaung ke apartement Siwon. Jemput paksa iblis itu dan membawanya pulang entah mau atau tidak. Sekarang sudah lebih tengah malam, apa tak terlambat menjemputnya? Bisa bisa iblis itu mengamuk karena dipaksa pulang.
"Ck!"
Kibum menyesap isi gelasnya lagi setelah berdecak sebal. Dan dia kembali mengamati wisky-nya. Wisky itu benar-benar enak. Kibum meneguknya berkali-kali sampai habis dan menyisakan es batu saja didalam gelasnya. Persetan dia akan mati keracuran alkohol, dia mau minum wisky itu lagi. Kibum mengambil botol wisky di meja bar untuk mengisi gelasnya. Dia meminum lagi, lagi dan lagi. Kibum menyukai wisky, dia menyukai aroma seperti ini, dia ingin menyentuh aroma seperti ini. Ih, aroma tak bisa disentuh tapi ada yang punya aroma wisky dan bisa disentuh. Cho Kyuhyun.
Iblis Cho itu yang punya aroma sama dengan Wisky. Dia juga yang ingin disentuh Kibum sekarang ini. Teriakannya, mana suara itu? Kibum ingin dengar. Kibum akan suka rela memakai piyama kembar itu kalau Kyuhyun mau meneriakinya malam ini. Dia juga akan keluar untuk membelikan PSP, PS4 dan PS-PS yang lain asal Kyuhyun merebah diaampingnya, mengigau kemana mana lalu berakhir dengan sembunyi didadanya. Kemana iblis itu? Apa dia sudah tidur? Tidur bersama Heechul atau tidur bersama Siwon? Atau bersama keduanya?
"Sialan kau, Cho!", umpat Kibum yang kesadarannya mulai hilang.
Kibum mengisi gelasnya lagi, meminumnya, mengisi lalu meminumnya. Lagi dan lagi hingga dia tak mampu walau hanya untuk mengangkat gelasnya sendiri.
Kibum mencari-cari disekitarnya. Apa? Dia mencari handphonenya. Disakunya, tak ada. Di meja, di sofa, di lantai di manapun Kibum tak melihat handphone-nya. Kibum ingin berdiri, berusaha berpegangan pada sofa dan menumpukan kakinya, namun gagal. Dia kembali terjatuh di sofa. Tadinya Kibum ingin mencari handphone-nya, tadi dia cuma memandamg kesan kemari, mungkin kalau dia bisa bergerak handphonennya akan ketemu. Lalu dia akan menelepon Siwon. Melarang namja itu untuk membuat susu coklat panas. Melarangnya tidur dengan Kyuhyun. Melarangnya memeluk Kyuhyun dan melarangnya bercerita untuk Kyuhyun. Kibum juga mau meminta Siwon mengantar Kyuhyun pulang detik ini juga. Dia tak bisa menjemput Kyuhyun, Kibum tak bisa bergerak jadi Siwon yang harus mengantarnya pulang.
Kibum meraba meja dekat sofanya mengambil gelas yang masih terisi beberapa teguk atau mungkin beberapa tetes wisky. Hampir jatuh gelas itu saat diraih pasalnya Kibum mendapati gelas itu beranan pinak. Seperti ada belasan gelas yang sama persis beejajar disitu, Kibum jadi salah raih. Dia meneguk alkohol ulyang tersiasa dalam gelas itu kemudian menjatuhkan kosongnya. Memandang, mencari ke sekitar tapi didapatinya semua barangnya menjadi kembar, terlalu banyak barang kembar memwnuhi ruangannya bagaimana dia bisa menemukan handphone-nya? Kibum tak menemukannya. Dia tak beranjak bagaimana handphone-nya akan ketemu. Pikirannya ingin dia berdiri lalu menelusuri tempat-tempat kemungkinan dia meletakkan handphone, tapi nyatanya mata Kibum terpejam, dan badannya tak berpindah sama sekali. Dia mabuk, mabuk berat. Ya kalau begitu besok saja, pagi-pagi sekali dia akan menyusul Kyuhyun di apatement Siwon. Sekarang Kibum butuh istirahat, dia mau tidur.
julie khoyul
Kibum menggeliat dipembaringannya. Kepalanya berdenyut hebat saat dia membuka mata, lalu dia memejam kembali. Membiasakan diri sebentar kemudian dia membuka mata perlahan. Hampir memicing saja, Kibum mendapati dirinya diatas ranjang. Pantas badannya tak begitu terasa sakit. Pasti dua pembantunya itu yang memindahkannya. Seperti hari-hari sebelumnya, kalau Kibum mabuk dan entah tertidur dimanapun dalam rumahnya, saat Kibum bangun dia selalu berakhir di ranjangnya. Begitu beruntungnya dia punya pembantu seperti ahjumma dan ahjussi.
Manager TC itu menggeliat kembali. Dia harus segera bangun lalu cepat-cepat menjemput Kyuhyun di apartement Siwon. Tapi Kibum masih harus membiasakan badannya selepas mabuk berat semalam. Beberapa saat kemudian Kibum menengok pada jam waker diatas nakas. Jam 1 siang lewat beberapa menit.
"Shit!", Kibum mengumpat untuk yang pertama di hari ini.
Ini sudah bukan pagi lagi, kelewat siang malahan. Kibum menyentak bangun, berdiri dan dan bergegas meninggalkan ranjangnya. Tak peduli rasa pening dikepalanya yang menjadi-jadi hingga matanya tak kuat terbuka sempurna lalu Kibum terjatuh dari ranjangnya. Kepalanya menubruk lantai, jidatnya lebih tepatnya. Kibum bangun kembali sambil mengumpat sepanjang panjangnya. Dia duduk bersandar pada ranjang. Kibum terlalu gegabah tadi, jadi semuanya berakhir buruk. Efek mabuk tak pernah bisa siremehkan, harus pelan-pelan dulu sampai tubuhnya kembali merespin sempurna permintaan tuannya.
Beberapa saat terdiam bersandar di ranjang, Kibum memutuskan bergerak. Pelan-pelan agar tak terjatuh kembali. Amat memalukan kalau ada orang lihat seorang Kim Kibum terjatuh dari ranjang. Untung ini di kamarnya, tak ada orang akan masuk seenaknya selain dua pembantunya.
Kibum memulai aktifitasnya dari siang ini, mandi, berdandan sewajarnya dan siap ke TC. Kibum mengacak rambutnya sedikit kali ini, bukan untuk gaya-gayaan atau biar terlihat keren, tapi dia sengaja meratakan rambutnya kemana-mana. Menutupi dahi kirinya yang luka dan lebam kehijauan. Ahjumma menawarkan makan siang saat Kibum pamit. Tadinya Kibum menolak, pasalnya dia sudah sangat terlambat tapi saat ahjumma juga menyodorkan obat sakit kepala Kibum mengiyakan. Dia duduk dan makan sebentar kemudian meminum obat sakit kepalanya. Akan lebih baik dia minum obat karena dia akan berkendara setelah ini.
Sampai di TC, Kibum masih tak menjumpai Kyuhyun. Apa sebegitu marahnya iblis itu padanya? Kibum menanyakan keberadaan Kyuhyin pada Siwon, dia menyangkal kegiatannya bolak balik asrama-kelas-kantor dan semua ruangan dikunjunginya untuk mencari Kyuhyun itu karena dia menrimdukan iblis itu. Tidak, Kibum suaminya Kyuhyun, sebagai suami kewajibannya mengecek keadaan istrinya dalam keadaan baik. Sayangnya saat mendatangi Siwon, Siwon tak tahu keberadaan Kyuhyun. Malahan namja kuda itu bertanya balik soal Kyuhyun. Siwon bilang, beberapa saat setelah Kibum menelepon kemarin Kyuhyun meminjam telepon dan menghubungi seseorang. Kyuhyun ingin pulang saat itu, dan Siwon kira Kibum-lah yang ditelepon lalu menjemputnya malam kemarin.
Kibum menyerahkan sisa pekerjaan pada Siwon, dia sendiri bergegas keluar setelah baru sejam dia berada di TC. Kibum harus mencari Kyuhyun saat ini juga. Tapi kemana? Dia tak tahu apa-apa soal Kyuhyun. Kemana kebiasaannya dia pergi atau siapa saja teman-temannya. Kalau Kyuhyun kembali ke rumahnya rasanya tidak mungkin,l mengingat Siwon bilang ada yang menjemputnya semalam. Jangan-jangan Kyuhyun punya suami lain selain Kibum.
Sebagai manager TC, Kibum harusnya menjaga wibawa tapi sepanjang dia berkendara mulutnya terus mengumpat. Memaki semua hal yang terlintas dikepalanya. Dia harus menemukan Kyuhyun, membawa iblis itu kembali ke rumah. Kalau perlu membuat sel khusus agar iblis itu tak kabur dengan orang lain. Atau paling tidak, dia menuliskan namanya ditubuh Kyuhyun, pertanda saja kalau iblis itu miliknya. Cih, Kibum sudah melantur kemana-kamana, mencari saja dia tak tahu harus kemana dan sekarang dia sudah merencanakan pengekangan.
Kibum melajukan mobilnya tak tentu arah. Ke pertokoan, ke Mall, toko es krim dan semua tempat yang memiliki hal disukai Kyuhyun, tapi nihil. Kibum juga pergi ke pemakaman umum, siapa tahu Kyuhyun punya seseorang spesial yang sudah mati lalu iblis itu akan tertunduk di dekat makam itu saat dia sedih. Itu juga nihil, Kibum lupa Kyuhyun itu iblis, mana ada iblis sedih lalu lari ke makam? Bahkan Kibum kembali tak yakin iblis bisa sedih. Kyuhyun tak sedih, tapi dia sedang marah. Sesaat Kibum merasa butuh Kyuhyun tapi sesaat kemudian dia mengabaikannya, terus begitu hingga dia bosan berperang batin. Kyuhyun ditemukan dulu baru membahas perang batinnya itu.
Sekarang sudah kembali malam, Kibum harus mencari dimana?
"Kibum!", sapa seseorang yang kebetulan berjalan di dekat situ. Dia Yoochun. "Sedang apa kau disini?"
"Kau sendiri sedang apa disini?", balik tanya Kibum. Kibum keluar dari mobilnya, mengamati Yoochun yang menoleh kesana kemari mencari sesuatu.
"Calon istrinya Yunho", jawab Yoochun masih menoleh kesana kemari. "Tadi dia meneleponku, minta ditemui di sekitar sini"
Kibum tak mau berfikir apa-apa. Semua bisa terjadi kalau berhubungan dengan Yoochun. Yoochun bisa merubah seseorang menyukainya dengan mudah. Tapi Kibum tak berharap Kyuhyun ada ditangan Yoochun sekarang ini. Yoochun sudah berjanji tak akan mengambil Kyuhyun dari Kibum, tak mungkin dia ingkar.
"Chunnie baby!", namja yang mengklaim Yunho sebagai calon suaminya itu datang dari arah jauh menghampiri mereka. Dia membawa ransel sedikit besar, semacam orang traveling saja. "Hi, ahjussi!", sapanya dengan senyum cerah, tapi tidak seheboh waktu itu. "Chunni baby, maaf mengganggumu. Aku lapar sekali!", katanya masih sambil tersenyum. "Aku..."
"Sudah, jelaskan nanti saja. Ayo kita cari makan!". Namja itu bersorak kecil, tapi kemudian tersenyum netral kembali. "Kibum-ah, aku tahu kau juga belun makan. Ayo kita cari makan dulu". Kibum tak menolak ajakan Yoochun. Perutnya memang sudah melilit. Tadi dia menahannya demi mencari Kyuhyun, sekarang Kibum benar-benar perlu makan.
Direstoran sambil menunggu pesanan datang, Yoochun dan Kibum memperhatikan namja heboh itu bercerita. Dia tidak seheboh tempo hari, mukanya pucat, pucat sekali tapi dia masih sanggup tersenyum dan tertawa-tawa. Kibum jadi teringat Kyuhyun saat dia sakit dulu, iblis itu sakit, pucat dan tersenyum semacam zombie sariawan. Ya Kibum maaih salah arti soal zombie sariawan. Sekarang bagaimana keadaanya, apa dia baik-baik saja?
"Dia tak memperbolehkan aku masuk", katanya sesikit sedih. "Padahal ini sudah malam yang ketiga, tapi aku masih tak bisa membujuknya"
"Kenapa kau tak pulang saja?", tanya Kibum yang lain pemikiran daei Yoochun. Kibum tak tahu kalau hal seperti itu diaebut sebagai usaha.
"Tak bisa. Aku sudah bilang eomma akan menginap dirumah teman seminggu ini. Tak boleh pulang, nanti eomma cemas!"
"Kau tidur dimana dua malam sebelumnya?"
"Di pos satpam sebelah. Satpamnya baik mau menampungku disitu", katanya lagi sambil mengacungkan jempol. "Tapi aku tak punya uang untuk beli makan. Uangku habis dan aku belum gajian. Maaf aku merepotkanmu, Chunnie baby!"
"Tak apa, aku akan mentraktirmu sebanyak kau mau!", kata Yoochun tersenyum lalu menepuk pundak namja itu.
Yunho memang keterlaluan, tidak seperti itu harusnya memperlakukan orang. Tapi mengingat Yunho dan Kibum dua orang yang sama-sama susah bersikap ramah, jadi harap maklum soal itu. Sebelumnya namja itu sudah bercerita soal kehidupannya, keluarganya dan pekerjaannya. Dia hidup dengan ibu, nenek dam kakeknya. Dia sendiri pernah maauk universitas, tapi tak menamatkannya karena kesulitan biaya. Sekarang saja dia bekerja di toko barang bekas yang digaji perminggu. Yah, dia memang namja yang tak kaya, tapi tak pantas juga kalau harus tidur diluaran demi Yunho
Namja heboh itu menerima makanannya dengan tangan bergetar. Dia terlihat kedinginan dan kesakitan, mungkin juga lapar. Apa Kyuhyun kedinginan juga diluar sana, lalu sakit? Apa dia juga sudah makan? Hah, Kyuhyun diluar sana entah dengan siapa dan baigaimana keadaanya, taoi Kibum malah duduk disini, mengisi perut sesukannya. Selang beberapa saat calon istri Yunho itu ijin ke toilet sebelum menghabiskan makanannya. Tampaknya dia sangat buru-buru, hingga pergi sebelum Yoochun atau Kibum mengiyakan.
"Kau mencari Kyuhyun?", tebak Yoochun mwmulai sengan seeingaian. "Dia asa dirumahku!". Kibum merubah arri pandangnya pada Yoochun. Dia tak menganggap Yoochun penghiatan baginya, tapj memang pantas kalau Kyuhyun lari padanya mengingat calon istri Yunho melakukan hal yang sama. "Jangan melihatku seperti itu. Aku kan audah berjanji tak akan merebutnya darimu, masa kau tak percaya padaku?" Kibum percaya, tapi..
"Bagaimana keadaannya?", tapi Kibum cuma khawatir.
"Dia baik. Aku tak akan tanya apa yang kau perbuat sampai dia marah lalu kabur dari rumahmu, tapi sebagai pawangnya usahakan mengerti kemauannya"
"Iblis susah dijinakkan"
"Kau sudah menjinakkannya, kalau kau sadar itu. Kau sudah menikahinya, itu bukti kalau kau bisa menjadi pawangnya". Iya juga, Kibum tak berpikir ke aeah situ. Menikahi Kyuhyun, berarti dia sudah melangkah banyak sebagai pawang. "Kau tahu, ada hal yang lebih menyakitkan dari pada rasa cemburu"
"Apa?", tanya Kibum tak sabaran, membuktikan kalau tadi dia memang sempat cemburu pada Yoochun.
"Saat kau tak mendapatinya disampingmu, kau merasa sendirian. Kemanapun kau pergi, ke tempat teramaipun kau merasa kesepian. Itu yang lebih menyakitkan". Seperti yang dirasakan Kibum saat ini. "Kau cuma butuh dia. Kau paham?"
"Tidak!"
"Baguslah kalau kau paham. Aku harap setelah ini kau bisa menjadi pawang yang baik"
Begitu ya? Cuma butuh jadi baik untuk menahklukkan Cho Kyuhyun? Tapi iblis itu selalu melunjak kalau dibaik-baiki. Kibum tak suka kalau dia diperbudak iblis itu. Tapi apa kalimat terakhir Yoochun tadi artinya dia bisa membawa Kyuhyun pulang?
Namja tadi sudah kembali. Wajahnya makin pucat saja, ada bekas basuhan air dimukannya. Dia habis muntah dan dia sudah pasti akan sakit setelah ini.
"Maaf lama!", katanya masih berusaha dengan senyum.
"Kau memuntahkan makananmu?"
"Tadi aku bernar-benar lapar, tapi makanannya tak mau masuk. Perutku sakit sekali"
Yoochun melepas mantel tebalnya memaksakan dipakai namja itu. Dia mengancingkannya, memasangkan topinya dan mengeratkan dilehernya. Pastas saja semua orang sayang pada Yoochun. Sedemikian sabar dia meladeni orang lain, sebegitu perhatian dan mau berkorban untuk orang lain. Kibum makin iri dengan sikap Yoochun yang seperti itu, dia jelas tak mungkin bisa menyamainya, itu kan bukan style-nya. Atau Kibum akan coba pada Kyuhyun saja lain waktu.
"Kau ikut aku saja. Minum obat dan tidur di rumahku"
"Tapi.."
"Aku memaksa!", tegas Yoochun. "Kalau kau sakit, bagaimana bisa menahklukkan hati Yunho. Kau sehat dulu, nanti kubantu membujuknya" Namja itu mengangguk. Dan memang benar tak ada gunanya dia sakit tapu terus-terusan berdiri di depan rumah Yunho. "Kau mau menyemputnya kan? Ayo!", kodenyabpula pada Kibum.
Yoochun menuntun namja itu keluar restoran, membawanya ke mobilnya. Kibum diberi tugas membawa ransel dan membayar bill makanan mereka. Itung-itung balas jasa Yoochun menampung Kyuhyun dan mengajarinya jadi pawang yang benar. Kemudian Kibum mengekor leduanya ke mobil Yoochun. Kibum hendak masuk ke mobil Yoochun setelah membantu merebahkan calon istri Yunho itu di jok belakang, tapi Yoochun mencegahnya.
"Kau bahagia karena akan bertemu istrimu, bukan berarti jadi bodoh begini", olok Yoochun sambil mendorong Kibum pergi. "Bawa mobilmu sendiri, kau kira akan membawanya pulang jalan kaki apa?". Kibum lupa itu, dia sedikit senang sampai terlupa soal itu.
Kibum kembali kemobilnya, menyetir membuntuti Yoochun ke rumahnya. Sampai di rumah Yoochun, tugasnya masih sama, membawa ransel berat yang tak dia tahu apa isinya ke dalam rumah. Kibum mememcetkan bel agar ahjumma rumah Yoochun tahu kesatangan mereka. Yoochun sendiri menggendong namja itu dipunggungnya. Calon istri Yunho tertidur sebelum minum obat.
"Chunnie baby!", sapa seorang yang suaranya jelas Kibum kenal suaranya.
"Kau belum tidur?"
"Aku menemani ahjumma menunggumu. Kau bawa siapa?"
"Calon istri Yunho. Eh, Kibum mencarimu!", jawab Yoochun sambil menerobos masuk. Dia harus segera membaringkan namja yang tak ringan itu sebelum punggungnya patah.
"Kibum!"
"Ayo pulang!", perintah Kibum.
Yoochun berhenti, menoleh ke Kibum kemudian mengisyaratkan agar merubah nada bicaranya. Pawang tak boleh berkata kasar dalam keadaan seperti ini. Kemudian Yoochun mulai berjalan lagi setelah Kibum merubah ekspresinya lebih kalem.
Kibum mengulurkan tangannya minta disambut Kyuhyun. Tapi Kyuhyun ragu, sampai Yoochun datang kembali dan meyakinkannya semua akan baik-baik saja. Yoochun bicara banyak hal siang tadi dengan Kyuhyun, dia mengorbannya hari kerjanya demi mendengar keluhan Kyuhyun yang takut Kibum selingkuh, meninggalkannya demi orang lain. Kyuhyun juga bercerita soal Kibum yang tak pernah peduli padanya. Kalau Yoochun bilang, Kibum itu beruntung, namja es cuma tak tahu letak keberuntungannya.
"Chunnie baby, aku pulang ya!", pamitnya setelah kembali luluh dwngan Kibum. "Nanti aku akan datang lagi!". Yoochun cuma tertawa aambil mengiyakan, apalagi saat melihat tanggapan Kibum yang langaung buang muka. Jadi seperti itu kalau manusia es sedang cemburu? Kasihan sekali!
"Kapanpun kau boleh datang kemari. Aku selalu punyabtempat di rumah dan di hatiku untuk orang sepertimu!"
Kibum langsung menyeret Kyuhyun setelah mendengar kalimat penutup dari Yoochun. Playboy itu sudah tahu kelemahan Kibum, malah menjailinya seperti itu. Teman macam apa dia itu? Tapi Kibum patut berterima kasih padanya, tanpanya Kyuhyun akan susah ditahklukkan Kibum.
jule khoyul
Kyuhyun sudah kembali ke pelukan Kibum. Tidur di ranjang mereka tetapi tidak di rumah mereka. Sebenarnya Kyuhyun belum mengantuk, Kibum apa lagi, mereka hanya tak ingin pulang dan sekarang seakan terdampar ditempat yang jauh lalu mereka memutuskan menginap di hotel. Hotelnya tak jauh dari rumah Yoochun, ya mau diapa, Kibum terlalu merindukan Kyuhyun dan ingin memeluk iblis itu secepatnya walau tak diakuinya secara gamblang. Kyuhyun sendiri niatan mendusal, mendesak dan menyeruak ke badan Kibum sudah tak bisa dibendung. Berakhir Kibum membelokkan mobilnya di hotel terdekat dari rumah Yoochun.
"Kibum!"
"Hn"
"Kau merindukanku kan?", tanyannya sambil menggambar lingkaran-lingkaran di dada Kibum dengan jarinya. "Makanya jangan selingkuh, nanti aku pergi lagi"
"Hm", jawab Kibum juga membalas dengan tepukan-tepukan kecil dipunggung Kyuhyun.
"Kibum!"
"Hn"
"Kau tak akan selingkuh lagi kan?"
"Aku tak pernah selingkuh, Cho!"
"Aku tahu, tapi kau jangan pernah berniat selingkuh"
Tadi siang Yoochun menjelaskan siapa Isa pada Kyuhyun. Isa, Isabel itu teman mereka. Yeoja itu pemilik party oganiser sekaligus ketua organisasi pesta pantai. Isa sering mengundang teman-temannya hanya untuk sekedar menemaninya minum. Isa juga mengirimkan undangan minum paralel, yang artinya tidak cuma Kibum diajaknya bertemu dan minum bersama. Yoochun, Yunho dan banyak orang lain lagi datang menghadiri undangan minum dari Isa.
"Cho!"
"Hn"
"Kalau kau marah padaku, jangan pergi ke rumah Yoochun lagi!"
"Kenapa? Chunnie baby baik!"
Kibum tahu Yoochun baik, tapi dari kebaikannya itulah yang membuat Kibum melarang Kyuhyun kesana. Mungkin Yoochun sudah berjanji tak akan merebut Kyuhyun, tapi dengan kebaikannya itu bisa jadi Kyuhyun yang akan lari padanya. Kibum iri, Kibum takut dan dia juga tak mau kalau sekarang atau suatu saat nanti Kyuhyun benar-bemar meninggalkannya. Kibum sudah akui kalau dia butuh iblis itu di hidupnya, dia cuma belum bisa mengatakannya.
"Jangan pernah menginap lagi di rumahnya!"
"Chunnie baby baik, Kibum", bela Kyuhyun.
"Kau istriku apa istrinya?" Ya jelas Kyuhyun istri Kibum, siapapun tahu itu. "Jangan menginap di rumah Yoochun lagi!". Kyuhyun cuma mengangguk.
Mereka terdiam sejenak, saling peluk, saling mengelus dan kemudian tak bergerak sama sekali. Mereka bukan tidur, khususnya Kibum butuh waktu untuk memulai. Sesaat kemudian, Kibum benar-benar tak menahannya lagi. Dia menyusupkan tangannya terang-terangan kedalam baju Kyuhyun. Meletakkan telapak tangannya dipermukaan perut Kyuhyun lalu berdiam disitu.
"Tanganmu"
"Sedikit saja", kata Kibum sambil mengelus perut itu.
Kibum menelentangkan Kyuhyun, kemudian dia sendiri merangkak keatasnya. Seperti di Busan dulu, tapi kali ini Kibum akan mencoba berbagi pada Kyuhyun. Berbagi kehangatan, berbagi kenikmatan dan berbagi emmm.. apapun untuk berdua.
"Kibum, aku tidak mau!", tolak Kyuhyun yang sudah mendapat banyak ciuman dari Kibum. "Kibum, nanti sakit lagi. Aku tidak mau!"
"Sekali saja"
"Tidak mau!"
"Cho, kali ini akan benar-benar pelan", bujuk Kibum sambil berusaha menarik celana Kyuhyun keluar tapi Kyuhyun menahannya. Setelah berdiam sejenak, Kibum menarik paksa celana Kyuhyun. Teraerah mau robek atau apapun yang penting Kibum mau menelanjangi Kyuhyun saat ini juga. "Jangan berontak!"
"Kibum, aku tidak mau!"
"Tidak akan sakit. Cuma sekali!". Kibum audah tak tahan dan Kyuhyun bemar-benar mendidihkan darah Kibum.
"Tidak mau. Tidak mau!", tolaknya. "Ahjummaaaaa!"
"Jangan teriak!'
"Ahjusssiiii, tolong aku!"
"Kita sedang di hotel, Cho!" Kyuhyun lupa itu, harusnya dia tak mau diajak kesini tadi. "Diamlah, ini akan enak", bujuk Kibum lagi.
Kemarin Kyuhyun aman tapi tak untuk lain kali, dan lain kali itu sepertinya malam ini.
"Tapi pelan-pelan ya!", pintanya sambil meyakinkan diri.
"Pasti!"
To be continue
Lanjutkan sendiri ceritanya ya, tapi jangan diprakterkin. Pokoknya mereka begituan deh..hahaha.
Love you all n see you soon!
