Contract with the Devil's Son

Chapter 24:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Hallo,

Datang lagi. Terima kasih untuk yang kemarin. Tanggapannya bagus sekali, gue jadi tahu kalau otak readers tu mesum semua. Hahahaha. Tapi gue mau tos sama kalian soal itu. Gue lupa kalau mereka belum nikah sah, eh, gue bikin mereka having seks. Gue dosa, tapi karena kalian ikut baca dosanya dibagi-bagi sama kalian.

Buat yang ultah, entah kemarin, hari ini atau besok. Met ultah. Jangan lupa traktirin teman biar nggak dikira pelit.

Terima kasih sekali untuk readers yang ngisi review ke 500 gue. Seneng banget lo ingatin kalau jumlah review yang masuk sampai segitu banyak.

Kalau buat yang bilang ff gue kurang panjang, mana orangnya? Sini. Gue jedotin kepala lo ke balok es! Perasaan sudah nulis ampek lebih 6 ribu kata masih aja kurang panjang.

Hah, yang ini gue berusaha ngurangi kesalahan nulis. Kalau masih ada, harap maklum lagi. Hehe... Happy reading!

Aku Menyayangimu

Kyuhyun tertidur lebih dulu semalam. Saat Kibum masih bergerak entah untuk ronde yang ke berapa, Kyuhyun mulai mengatupkan matanya. Kibum sudah melarangnya tidur sebelum mereka selesai, namja es itu melakukan banyak cara agar Kyuhyun tak menutup mata, tapi tak ada hasil. Kyuhyun benar-benar mengantuk. Campuran antara lelah dan kurang tidur membuat Kyuhyun tak bisa tahan kantuk lagi. Berakhir dia tertidur dan membiarkan Kibum jungkir balik sendirian menyelesaikan misi.

Sekarang Kyuhyun membuka mata, yang didapatinya pertama adalah dada Kibum tepat di wajahnya. Kyuhyun ternyata berada di pelukan Kibum lagi. Dia suka itu, dan selamanya akan suka. Tapi bersamaan dengan rasa suka dipeluk Kibum, bau setelah seks juga menyapa paginya. Sangat-sangat bau, hingga Kyuhyun memutuskan mengerat di pelukan Kibum. Anggap saja kalau memeluk Kibum lebih erat baunya tak akan tercium lagi.

Semalam itu, apa ya? Sakit, iya. Enak juga iya. Waktu di Busan, Kyuhyun salah mengartikan kenikmatan tiada tara yang didengarnya. Bukan rasa nikmat kesebuah bentuk benda, tapi nikmat lain yang lebih tak bisa diterangkan dengan kata-kata. Saat kulit mereka saling bergesek, saat bibir mereka saling melumat, saat mata mereka saling memandang, saat tangan Kibum terus mengelus, semuanya. Scene yang paling Kyuhyun suka adalah saat Kibum mendesis terpejam bagai ular di depan Kyuhyun. Seperti Kyuhyun tuannya dan Kibum budaknya. Itu sangat menyenangkan.

Kyuhyun tersenyum sedikit, menyeringai tepatnya. Setelah ini Kyuhyun akan mengajak Kibum belanja. PSP, PS4 dan barang lain. Satu lagi, dia mau minta dibelikan handphone, biar bisa mengecek keberadaan Kibum dimanapun namja es itu berada. Siapa tahu Kibum berniat menyelingkuhinya. Terserah apa gunanya yang penting Kyuhyun mau dibelikan handphone juga.

Kibum menggeliat sebentar, menyamankan posisi kemudian melanjutkan tidur. Sesaat tadi dada Kibum menabrak hidung Kyuhyun, dan Kyuhyun baru sadar kalau Kibum juga bau. Dia sendiri juga bau. Dia perlu mandi, tapi nanti saja kalau Kibum sudah bangun.

Masih yang semalam, yang hampir pagi. Soal Kyuhyun yang berteriak dan Kibum mendesis, pelepasan bersamaan. Kibum mengelus rambutnya setelah itu, lalu mengecup keningnya dan berterima kasih. Itu hal terlangka yang keluar dari Kibum. Ok, Kibum sering berterima kasih pada ahjumma dan ahjussi, tapi tidak pernah sekalipun bilang terima kasih, maaf atau apapun pada Kyuhyun, jadi itu langka buat Kyuhyun. Kemudian Kibum menjatuhkan kepalanya di leher Kyuhyun, membiarkan nafas panasnya menerpa dan menggerayang kulit lehernya. Geli, tapi hangat nafas Kibum masuk ke kulitnya, tulang-tulangnya dan berakhir dengan seluruh badan Kyuhyun yang merinding. Dan ketika Kibum mengetahui perubahan itu, namja es itu mengkode untuk memulai ronde baru.

"Kibum"

Kibun jelas tak menjawab, dia capek bergerak terus dari malam sampai pagi. Mengais kenikmatannya sendiri dan juga memberikannya pada Kyuhyun. Kibum menuntut sekaligus menurut. Dia menuntut dahaga wiskynya terpenuhi dari Kyuhyun, terus, terus dan terus. Tapi sayangnya makin lama Kibum menuntut, makin dia tak mau berhenti. Ronde terakhirnya saat Kyuhyun tertidur ditengah permainan. Kibum harus memaki maki Kyuhyun, tapi iblis itu tak merespon. Kibum geram tadinya, masa dia harus bergerak sendiri melawan orang tidur, kan tidak asyik.

Kalau tidak ingat perkataan Yoochun, Kibum harus jadi pawang Kyuhyun, baik pada Kyuhyun dan bersikap lembut juga, tak sudi Kibum menuruti iblis itu. Kibum menurut saat iblis itu menyuruhnya pelan. Kibum menurut lagi ketika Kyuhyun bilang break sejenak. Sebenarnya kalau dibilang siapa yang kejam, iblis Cho itu yang kejam. Kibum sudah tak bisa tahan dan Kyuhyun menyuruhnya pelan. Dan yang paling membuat amat frustasi ketika dia hampir mencapai puncak dan Kyuhyun mengaba untuk istirahat. Aba-aba pertama Kibum masih bisa menuruti, tapi aba-aba berhenti yang berikutnya sudah tak bisa. Kibum kalap, dia mengamuk, anggap saja begitu. Bergerak secepat-cepatnya, melesak sedalam-dalamnya, dan semuanya sudah tak bisa dikotrol lagi. Sulit dijelaskan bagaimana bahagianya perasaan Kibum saat itu, hingga dia mengucapkan kalimat tabu 'terima kasih' pada Kyuhyun. Ya, iblis itu pantas menerimannya.

Kyuhyun mengamati sekitar. Semuanya bagus, apa semua hotel didesaign bagus supaya yang menginap betah ya? Kalau semua bagus pemandangan jadi membosankan. Lalu Kyuhyun mengamati Kibum. Mereka berada di dalam selimut, tapi Kyuhyun bisa merasakan kakinya bertumpuk dengan milik Kibum. Ada bulu-bulu halus di kaki Kibum, mengenai kakinya dan Kyuhyun jadi geli. Setelah itu Kyuhyun memundurkan bokongnya sedikit. Agak nyeri tapi tidak apa-apa, Kyuhyun bisa tahan. Mungkin kalau lebih sering dia bisa terbiasa, seperti kata Sungmin dan Kwang. Kyuhyun memundurkan bokongnya sedikit lagi soalnya yang didepan bertabrakan. Kyuhyun mengamati muka Kibum, ternyata mamusia es ini tampan. Kyuhyun juga tampan, Kibum atau siapapun tak akan bisa memgalahkan ketampanannya.

Iblis itu tertarik dengan benjol ungu di dahi Kibum. Ada apa dengan jidatnya? Seingat Kyuhyun, dia tak melakukan tindakan kasar kali ini. Kyuhyun menempelkan telunjuknya kesitu, menekan keras sampai Kibum meringis dalam tidurnya. Kibum menampik tangan Kyuhyun, bisa-bisanya dia memencet luka yang sudah tahu pasti sakit kalau di tekan.

"Jangan sentuh!", larang Kibum yang kembali merasakan telunjuk Kyuhyun di lukannya. Kibum menarik pinggang Kyuhyun yang dirasanya sedikit menjauh, menjadikan milik mereka bertabrakan lagi. "Jangan jauh-jauh!", katanya masih sambil terpejam.

"Jidatmu kenapa?", tanya Kyuhyun sambil ikut terpejam kuat. Dia sedang menahan sesuatu, sesuatu yang dingin dibawah sana sepertinya akan memanas.

"Tidak apa-apa!" Karena tidak mungkin Kibum menjawab jatuh dari ranjang gara-gara memikirkan Kyuhyun. Ini soal martabat Kibum dan bisa besar kepala si iblis ini.

"Kibum!"

"Hn"

"Nanti beli PSP ya?"

"Hm"

"Kibum!"

"Apa?"

"Tidak apa-apa"

"Aku mau tidur sebentar lagi"

"Kau sudah tidur dari tadi. Jangan tidur!"

"Sebenarnya kau mau minta apa? PSP? Bukankah aku sudah mengiyakan. Nanti, Cho. Nanti!"

"Hari ini kan?"

Kyuhyun mendapatkan ciuman kecil dipelipisnya tanda Kibum mengiyakannya. Mungkin hari ini memang waktunya Kibum menuruti semua permintaan Kyuhyun tanpa harus berdebat dulu. Kyuhyun memberikan hadiah indah pada Kibum, dan sudah seharusnya Kibum membalas. Ya walau sebenarnya Kibum belum merasa cukup, tapi lumayan lah, toh masih ada hari esok. Atau mungkin satu dua ronde lagi akan menyenangkan. Seks di pagi hari itu, suplement untuk kebugaran tubuh.

Kibum menarik Kyuhyun, menyejajarkan kepala mereka lalu mulai memandanginya. Membangun suasana romantis dulu sebelum memulai ke inti. Kibum menepuk nepuk pelan punggung Kyuhyun, mengajak iblis itu tenang sesaat.

"Cho!"

"Hn?"

"Morning seks", Kyuhyun mengernyit. Dia mengalihkan pandangnya ke sekitar, menabrakkan arah pandangnya pada jam di dinding kamar dan mendapati angka 12 dijarum pendeknya. Ini bukan pagi lagi. "Sudah siang ya? Baiklah, sebut saja afternoon seks. Tak usah banyak. Satu kali, cukup!" Kyuhyun ingat semalam Kibum juga mengucap kata barusan. Satu kali, cukup. Tapi nyatanya berkali-kali juga. Kyuhyun tak bisa menolak, eh, tak sanggup menolak, eh, Kyuhyun tidak menolak sama sekali.

Manusia es itu memanas, mencairkan suhu beku disekitan tubuh mereka. Orang selalu mengartikan diam adalah iya, Kibum ikut aturan itu. Dia pelan-pelan melekatkan bibirnya pada bibir Kyuhyun sekali kemudian berhenti. Mengecup sekali kemudian berhenti lagi. Kibum menurunkan tangannya, dari punggung ke pinggang lalu kebawah lagi. Dia menarik bagian situ, merapatkan padanya. Bersentuhan saja, sensasinya tak bisa disamakan dengan yeoja. Ternyata Yoochun selalu benar. Kibum menggulingkan Kyuhyun, menindihkan badannya ke situ dan memulai ritual afternoon-nya dengan ciuman dari pucuk kepala. Rencana Kibum mencium dari atas dan akan terus ke bawah, mungkin akan berhenti sedikit lama di pusat sana.

"Cuma sekali?" Walapun tahu tak mungkin cuma sekali, Kyuhyun patut bertanya. Memastikankan saja kalau Kibum memang butuh.

"Hn"

julie khoyul

Kyuhyun membuka-buka katalog di toko furnitures yang dulu pernah didatanginya dengan Yoochun. Dia duduk di single sofa depan meja penjaga toko. Kibum duduk di kursi lain dan membiarkan Kyuhyun bertindak seperti apa maunya. Tadi Kibum berikrar akan menuruti permintaan Kyuhyun tanpa berdebat dan sekarang dia menyesal. Kyuhyun minta PSP, tapi sebelum sampai toko elektronik dia minta belok ke toko furnitures. Barang apa yang akan dibeli iblis itu di sini?

"Mana yang lebih bagus menurutmu yang ini atau yang ini?", tunjuk Kyuhyun pada dua gambar rak kaca.

"Untuk apa kau beli rak?"

"Untuk menaruh koleksi kaset game ku". Gamenya saja belum punya dan dia sudah membeli rak-nya. "Kibum, yang mana?"

"Terserah kau saja!"

"Ck, kau benar-benar tak asyik. Aku beli dua-duanya saja kalau begitu"

"Satu, Cho"

"Kau bilang terserah, ya aku ambil dua-duanya. Lagi pula kau banyak uang, untuk beli seluruh isi toko ini kau sanggup kenapa aku ambil dua dan kau protes. Pelit!"

"Ambil satu saja atau aku tak akan bayar"

"Aku bayar sendiri!". Kibum melirik Kyuhyun, mengkodekan agar iblis itu tak macam-macam. Membayar dengan uang sendiri tak apa-apa, kalau pakai kartu kreditnya, Kibum juga yang akan membayar tagihannya. "Ya, ya, ya. Jadi yang biru atau yang hitam?"

"Ambil yang biru!", kata Kibum asal ceplos.

Kyuhyun berdiskusi sebentar dengan sales toko kemudian dia memilih rak kaca hitam lain dari yang disarankan Kibum. Ih, tahu begitu kenapa minta saran darinya. Benar-benar iblis itu buat Kibum darah tinggi saja.

Kibum melirik jam tangannya. Hampir jam 4 sore. Kegiatan siangnya tadi terlalu lama, cuma sekali tapi butuh lebih dari dua jam? Tentu tidak. Mana cukup sekali untuk Kibum, seorang Kim Kibum tak akan puas hanya dengan sekali main. Ucapan hanya sekali itu cuma pembukaan dan intinya harus berkali-kali. Masalahnya sudah dua hari Kibum melewatkan hari kerjanya. Itu bukan contoh atasan yang baik bagi karyawannya. Bukan karena dia seorang bos lalu seenaknya tidak masuk kerja dan melimpahkan semua pekerjaan pada karyawannya. Itu bukan Kibum sekali. Lagi pula dia juga punya bisnis baru dengan Kangin yang harus segera digarap. Ini namanya penyitaan waktu, dan gara-garanya iblis Cho itu.

Kyuhyun bangkit dari sofa, menghampiri Kibum dan berpegangan erat pada lengan namja es itu. Yah, Kyuhyun cuma pura-pura kuat. Dia anggap tak terjadi apa-apa padanya. Tak ada seauatu yang ganjil darinya. padahal tadi sebelum keluar hotel, tepatnya saat pergi mandi dan saat keluar kamar mandi, iblis itu terlihat memprihatinkan. Punggungnya membungkuk sedikit, bokongnya mundur beberapa inchi, kakinya mengangkang tidak lebar, tapi masih terlihat. Sampai Kibum harus menuntunnya kesana kemari.

Kyuhyun tidak protes, tidak menggerutu atau merengek seperti sebelumnya. Mengaduh, iya tapi tidak banyak seperti dulu. Padahal kalau dibandingkan, kali ini lebih buruk dari yang di Busan. Mungkin Kyuhyun menganggap rasa sakitnya setara dengan nikmatnya, jadi dia tak perlu mengeluh lagi. Kibum memijat pinggangnya sebelum keluar hotel, lumayan bisa membuatnya berjalan tegak. Terlihat normal walau sebenarnya dia menahan sakit.

"Kita ke toko elektronik setelah ini"

"Terserah kau"

"Jangan terserah aku terus. Gunakan kalimat lain kenapa?"

"Ya ya, apapun maumu"

"Kibum!", bentak Kyuhyun yang merasa Kibum tak pernah bersikap kalem padanya.

"Cho, jangan memulai. Ini di tempat umum"

"Kau tak pernah beekata lembut padaku"

Kibum mengawasi sekitar. Ada banyak orang disitu, semua sedang melihat-lihat pajangan si toko. Sebagian lain melakukan proses jual beli. Kalau sampai dilihati orang Kibum bertengkar dengan Kyuhyun cuma masalah Kibum yang tak pernah berkata lembut pada Kyuhyun, apa kata orang? Kibum suami tak pekaan? Kibum suami tak sayang istri? Memalukan sekali julukan macam itu.

"Tutup mulutmu dulu. Aku akan membayar bon-nya dan kita segera ke toko elektronik"

"Begitu kan enak didengar", celetuk Kyuhyun mengangkat sebelah bibirnya. Selanjutnya PSP, PS4, seluruh kaset game yang ada akan diborongnya. Smartphone baru juga. Kibum akan bangkrut, tapi demi istri masa Kibum akan mempermasalahkannya juga. Uang habis bisa dicari, tapi kalau Kyuhyun lari ke orang lain memangnya Kibum bisa cari yang sama? Tak mungkin bisa. Rencananya kalau Kibum menolak membayari, Kyuhyun akan mengancam lari ke rumah Yoochun dan tinggal disana.

"Tunggu disini, aku akan bayar!'

"Aku ikut!"

"Ck!', Kibum mulai kesal tapi tetap digandengnya tangan Kyuhyun, jalan bersama menuju kasir.

julie khoyul

Waktu kebangkrutan Kibum tiba saat Kyuhyun menunjuk PSP, lalu ragu untuk membeli PS4 atau XBOX 360 hingga Kyuhyun mau dua-duanya. Kibum sudah menolak tapi keinginan Kyuhyun tak bisa dicegah. Iblis itu mulai merajuk, bersiap teriak tapi untung Kibum segera membekap mulutnya. Kyuhyun menyebut nama Yoochun diakhir kalimatnya yang langsung meluluhkan Kibum. Kibum masa bodoh sekarang ini. Apapun yang mau dibeli Kyuhyun, dia iyakan saja dari pada iblis itu marah lalu pergi ke rumah Yoochun dan tinggal disana. Lebih baik Kibum sakit kepala karena pengeluarannya membengkak atau sakit telinga karena mendengar Kyuhyun terus berteriak dari pada harus melihat iblis itu menginap di rumah Yoochun. Mendapati hal itu sekali lagi, dia bisa gila. Kyuhyun itu istrinya, hanya dirumahnyalah dia pantas tidur.

PSP, PS4, XBOX 360. Lima kaset game PS4 dan lima kaset game untuk XBOX 360. Yang terakhir Kyuhyun menyebutkan Iphone 6 yang baru saja rilis. Kibum benar-benar sakit kepala setelahnya.

"Kau mau mengajakku kemana lagi?"

"Makan lalu pulang!"

"Tidak ke butik langgananmu dulu?" Kibum menghela nafas sepanjangnya. "Ini bajunya Chunnie baby!", tunjuk Kyuhyun pada baju yang dikenakannya.

Kibum tahu itu, dia sendiri tidak ganti baju dari kemarin. Walau baju mereka tidak kotor karena ulah mereka semalam, Kibum jadi sedikit risih. Tidak masalah dia pakai baju yang kemarin, Kyuhyun-pun juga, tapi kalau disangkutkan dengan nama Yoochun, Kibum tidak rela. Lebih baik dia melihat Kyuhyun menggunakan sweeter kesayangannya dari pada memakai baju Yoochun. Entah kenapa mendengar perpaduan nama Kyuhyun dan Yoochun membuat telinga Kibum jadi panas.

"Kita pulang lalu makan di rumah!"

"Kau pelit!"

"Kau belanja terlalu banyak hari ini"

"Kau pelit!"

"Cho!"

"Terserah kau!", balas Kyuhyun sama seperti kalimat-kalimat Kibum sebelumnya.

Kyuhyun melepas pegangannya pada Kibum. Dia mulai berjalan sendiri, sesantainya, sebisanya dan terlihat senormal mungkin. Mengharapkan Kibum memenuhi semua kemauannya itu mustahil, paling-paling Kibum membayari semua yang tadi dibelinya itu cuma balas jasa. Apa sih artinya Kyuhyun di hidupnya Kibum? Istri bohongan. Hubungan saling menguntungkan. Kyuhyun tadinya tak berminat sama sekali dengan status istri, tapi kebersamaannya dengan Kibum lambat laun merubah pemikirannya. Kyuhyun sudah terlanjur sayang Kibum. Tapi apa yang didapatnya dari Kibum? Barang balas jasa? Huh, omong kosong. Kyuhyun sakit sendiri kalau harus memikirkan soal itu. Dia baru bahagia semalam, dan pemikiran seperti ini merusak harinya saja. Kyuhyun harus mengenyahkan hal itu.

Kibum berjalan terburu menyamakan langkah dengan Kyuhyun. Manusia es itu meraih tangan istrinya, di tautkan jemarinya dan digenggam erat. Ini bukan soal Kyuhyun akan pergi ke rumah Yoochun, bukan soal Kyuhyun akan berdalih bertemu Heechul lalu menginap di apartemen Siwon, tapi ini soal ketakutan Kibum dengan yang namanya ditinggalkan oleh Kyuhyun. Sejak satu malam kemarin dilewatinya tanpa Kyuhyun di sampingnya, sejak itu pula dia baru tahu kalau dia butuh iblis itu.

"Kita ke butik sekarang!", kata Kibum mantap.

Kyuhyun tersenyum lebar. Iya benar, dia harus bahagia. Kalau dia sayang pada Kibum, dia juga harua dapat kasih sayang dari namja es itu juga. Kalau Kibum berbaik hati padanya cuma karena balas jasa, Kyuhyun sendiri yang akan mengubah baik hatinya Kibum menjadi tulus. Dia adalah Cho Kyuhyun, tak ada yang tak bisa didapatkannya, termasuk Kibum.

"Kibum!"

"Hn"

"Kau baik sekali". Kibum cuma mendengus sedangkan Kyuhyun mulai menggelayut. "Kalau kau terus baik pada istrimu ini, pahalamu banyak. Nanti bisnismu bisa sukses terus" Tidak ada hubungannya, tapi kalau bisnis Kibum terus-terusan sukses, Kyuhyun juga yang untung.

"Terserah kau!"

"Aku sangat menyayangimu!", kata Kyuhyun tersenyum lebar. Dia benar mengatakan ini, tapi seperti percakapan umum saja.

"Hm", yang artinya 'aku juga menyayangimu'

julie khoyul

"Ahjumaaaaaaaa!"

"Cho, jangan teriak!"

"Ahjussiiiiiiiiii!"

Melarang Kyuhyun memang tak pernah ada gunanya.

Kyuhyun dan Kibum tiba di rumah belum terlalu malam. Disambut ahjumma dan ahjussi dengan senyum cerah membuat Kyuhyun benar-benar merindukan rumah. Padahal baru semalam dia tidak tidur di rumah, rasanya seperti setahun. Kyuhyun rindu ahjumma dan ahjussi. Kyuhyun rindu susu coklat panas. Dia rindu kamarnya. Sebenarnya Kyuhyun rindu wine di rak mini bar juga, tapi ada Kibum, mana bisa menyentuhnya.

"Aku merindukan kalian!", teriak Kyuhyun yang mencoba berjalan cepat. "Aduh aduh. Pinggangku!", rengeknya sebelum sampai pada dua pembantunya.

Ahjumma dan ahjussi tersenyum lagi. Kalau di rumah, mereka bisa menjaga Kyuhyun dari keagresifan Kibum, kalau di luar seperti ini jadinya. Ahjumma segera membantu Kyuhyun, memapahnya ke sofa baru ruang tamu. Mendudukkan Kyuhyun di situ, tapi Kyuhyun lebih suka merebah. Sedangkan Ahjussi membantu Kibum mengangkat barang belanjaan Kyuhyun.

"Ahjumma, pinggangku sakit!", adunya sambil meringis-ringis. Sakitnya dimana-mana, tanganya, badannya, kakinya, sampai ke tulang-tulang.

"Akan ku pijat!". Ahjumma kembali membantu Kyuhyun tengkurap kemudian memijat pinggangnya.

"Tadi aku beli banyak barang. Aku juga beli baju untukmu dan ahjussi" Kyuhyun mulai nyaman dengan pijatan ahjumma. "Jangan sentuh bokongku, itu sakit sekali!" Kyuhyun itu manusia paling tak punya malu di rumah ini. Dia beberapa kali mandi dibantu ahjumma. Menggelendot pada Kibum di depan pembantunya, merengek sana sini sampai mengumbar kesalahan kesalahan Kibum pada sepasang pembantunya itu. Untungnya ahjumma dan ahjussi sudah paham sifat Kyuhyun di luar dan di dalam rumah itu beda. Kyuhyun itu manja kalau ada Kibum.

"Terima kasih!"

"Aku yang harusnya berterima kasih. Minta maaf juga. Aku selalu merepotkanmu, ahjumma" Kyuhyun sadar soal itu, tapi Kyuhyun tak pernah mau salah. "Harusnya Kibum yang tanggung jawab, tapi kau yang selalu repot. Sebagai istri, aku minta maaf atas kesalahannya!"

"Apa lagi, kau menyalahkanku!", celetuk Kibum yang lewat sambil membawa barang.

"Kalau kau tak main paksa, aku tak akan sakit begini"

"Kau tak menolak"

"Kau mengancam, makanya aku tak menolak"

"Aku tak ingat"

"Kau jahat!", teriak Kyuhyun masih tengkurap.

"Terserah kau!", kata Kibum sambil berlalu.

"KIBUM!", pekik Kyuhyun sambil menoleh paksa. "Aduh aduh. Ahjumma, sakit sekali!", rengeknya. "Kau lihat, Kibum jahat sekali padaku? Aku benci padanya!"

"Sudah, sudah!". Ahjumma menenangkan Kyuhyun, tentu menenangkan dirinya sendiri juga dari keinginannya untuk tertawa. "Tuan itu baik"

"Baik apanya?"

"Kemarin saat kau tak pulang, tuan sangat khawatir"

"Dia bohong!", sangkal Kyuhyun.

"Tuan menunggu telepon darimu untuk dijemput pulang"

"Itu alasannya saja"

"Dia tak bisa tidur sampai pagi"

"Hah, ahjumma. Dia cuma pura-pura!"

"Tuan benar-benar merindukanmu waktu itu. Dia sayang padamu"

"Kenapa kau terus membelanya? Dia itu jahat padaku. Aku membencinya dan kau serta ahjussi juga harus membencinya!"

Jadi manusia es itu mengkhawatirkannya, menunggunya sampai pagi dan merindukannya? Walau mulut Kyuhyun menyangkal, tapi hatinya sangat senang. Ahjumma bilang Kibum sayang padanya? Kyuhyun juga sayang Kibum. Kan Kibum suaminya, kan dia istrinya Kibum, sudah sewajarnya kalau harus saling menyayangi.

"Tadi Tuan Siwon datang kemari. Menanyakan kabarmu sekalian menitipkan sesuatu untukmu"

"Siwon hyung kemari? Dia memberiku apa?"

Ahjumma beranjank sebentar ke meja samping. Mengambil amplop coklat besar dan diserahkannya pada Kyuhyun. Kyuhyun dibantu merubah posisi telentang, lalu membuka amplopnya dan membaca isinya. Paspornya dengan cap visa turis ke Thailand. Lalu ada e-ticket atas namanya dan Ryeowook yang jadwal pemberangkatannya beberapa hari lagi. Kyuhyun membaca note di kertas kecil didalamnya. Itu permintaan Yesung untuk menemani Ryeowook ke Thailand. Hah, Kyuhyun diminta ke Thailand? Dia akan berlibur di sana? Kyuhyun mengecek lagi jadwal kepulangannya. Seminggu di Thailand.

"Ahjumma, aku akan ke Thailand!", soraknya sambil bangkit dan memeluk ahjumma. "Wooow, Yesung hyung keren!"

"Siapa yang mau ke Thailand?", tanya Kibum waspada.

"Aku. Aku. Yesung hyung memintaku ke sana"

"Untuk apa?"

Tentu saja untuk mengantar Ryeowook sekalian liburan.

"Aku akan membantu Yesung hyung. Dia punya resort baru di sana, jadi aku akan bekerja untuknya"

"Tidak usah!", tolak Kibum.

"Aku harus bekerja, Kibum. Aku tak mau bergantung hidup padamu terus"

"Kalau kau tak menggantungkan hidup padaku, lalu pada siapa? Orang tuamu? Kau sudah dewasa, paham!". Kyuhyun juga tahu dia sudah dewasa, merasa dewasa kan harusnya mencari kerja. "Jangan pergi!"

"Setidaknya biarkan aku bekerja!", pinta Kyuhyun memelas.

"Iya, tapi tidak di Thailand. Di Korea saja masih banyak lowongan pekerjaan, tak perlu jauh-jauh ke negeri orang"

Eh, tumben sekali Kibum berkata sedemikian panjang. Cuma untuk melarang Kyuhyun kerja di Thailand. Kyuhyun ke Thailand kan bukan untuk kerja, tapi untuk berlibur. Kibum takut sekali kalau iblis-nya itu jauh-jauh darinya.

"Aku kan membantu Yesung hyung!"

"Kepala besar itu punya banyak karyawan, kau tak dibutuhkan di sana". Ih Kibum menghina Kyuhyun. "Kucarikan pekerjaan disini!"

"Kerja di tempat Chunnie baby?"

Kibum benci Yoochun sekarang, kenapa selalu namanya yang keluar pertama kali dari bibir Kyuhyun. Tapi dari pada Kyuhyun pergi ke luar negeri, lebih baik dipekerjakan di tempat Yoochun.

"Di tempatnya Ceryl atau Kangin ahjussi?"

"Kau bisa bekerja di tempat Ceryl, tapi tidak menjadi model atau dancer!" Kyuhyun mengangguk. "Kerja dengan Mr. Kangin juga boleh, tapi jangan mau dimutasi ke Korea Utara. Paham!" Kyuhyun mengangguk lagi.

"Kerja di tempat Chunnie baby saja kalau begitu"

"Kalau kutemukan pekerjaan lain, kau tak perlu bekerja pada Yoochun!"

"O"

"Paham, Cho! Jangan pergi ke Thailand!"

"Paham!", sahut Kyuhyun sambil kembali merangkul ahjumma.

Kibun kembali ke pekerjaannya. Ke luar rumah menganggkut belanjaan Kyuhyun yang lain di dalam mobil. Sedangkan Kyuhyun tertawa bersama ahjumma. Kibum kena tipu. Iblis itu kan cuma mengetes Kibum. Benar atau tidak kalau manusia es itu sayang padanya. Ternyata selain mesum, Kibum juga posesif.

"Tu kan, Tuan itu sayang padamu"

"Aku belum yakin!", sangkal Kyuhyun tapi bibirnya terus tersenyum. "Ahjumma, aku sayang padanya!", katanya sambil bermanja di bahu ahjumma.

"Aku tahu!", balas ahjumma sambil mengelus kepala Kyuhyun, menyayanginya seperti putranya sendiri.

julie khoyul

"Kibum!"

"Hn"

"Berhentilah membaca, aku mengantuk!"

Kibum menandai bukunya, kemudian meletakkan di meja. Dia merebah di samping Kyuhyun, melebarkan dadanya untuk diisi iblis itu. Kibum menangkupkan kedua lengannya mengitari tubuh Kyuhyun. Berpelukan lagi di atas ranjang sebelum tidur.

"Kau sudah minun susu?" Pokoknya hari ini Kibum sangat baik, mungkin efek kaburnya Kyuhyun kemarin itu.

"Sudah" Kyuhyun menggosokkan pipinya pada tubuh Kibum. Seperti kucing, tapi Kyuhyun suka. "Kibum, apa saat aku tak dirumah kau merindukanku?"

"Tidak!"

"O"

"Kenapa? Kau masih mau ke Thailand? Kalau kau pergi, tak usah kembali sekalian"

"Berarti kau merindukanku"

"Terserah!", selalu kata itu yang keluar dari mulut Kibum. Bilang 'iya' saja apa susahnya. "Tutup matamu, ini sudah malam!". Ishh, Kibum benar-benar tak bisa romantis, tapi Kyuhyun menurut. Dia menutup mata, sambil memulai mengigau tentunya.

"Kibum!"

"Hn"

"Kau jangan selingkuh!"

Kibum tak suka igauan Kyuhyun yang satu ini, dia tak selingkuh. Kalau terdengar orang bisa salah arti. Bisa saja Kibum dianggap namja tukang selingkuh.

"Kau sudah mengantuk atau belum?" Kyuhyun menggeleng. "Bagaimana kalau..."

"Ya ya, aku tidur. Aku akan diam!" Kyuhyun tahu arah pembicaraan Kibum akan kemana. Pasti permintaan sekali tapi dilakukan berkali kali seperti malam kemarin dan siang harinya. "Kibum!"

"Apa lagi?"

"Tidak apa-apa", lalu Kyuhyun bersembunyi di dada Kibum dan memulai proses tidur. Kyuhyun sebenarnya mau bilang kalau dia sayang Kibum. Lain kali saja.

Kibum mengecup kepala Kyuhyun. Mengeratkan tubuh Kyuhyun di rengkuhannya lalu menepuk-nepuk pelan di punggungnya.

"Kibum!"

"Hn"

"Ayo cerita!", tandanya Kyuhyun benar-benar akan tidur. "Aku mengantuk!"

"Aku juga menyayangimu!" Sekali-kali tidak apa-apa diucapakan, dari pada jadi beban di pikiran. Toh Kyuhyun tak akan tahu.

To be continue

Chap depan kalian mau gimana? Kyuhyun ke Thailand aja boleh?