Contract with the Devil's Son

Chapter 25:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Hi,

Thank you so much buat dua chap kemarin karena tanggapan kalian motifasiin gue untuk bikin poling readers mesum. 99,9% readers ffn ternyata mesum. Gue suka itu. Hahaha

Ada yang tanya, apa ff ini M-preg? Trus nanyain perasaan Kibum ke Eunhyuk gimana? Gue jawab di chap ini.

Untuk yang minta buat ff selingan dan tanya ff ini bakal sampai chap berapa? Ff ini sampai chap tak terhingga.. hehe... ff selingan ya? Gimana gue habisin ini dulu, ntar buat ff baru. Gue g bisa mendua, tapi g tahu kalau mentiga.

Gitu aja, happy reading!

Kibum Menggila

Beberapa hari ini berjalan lancar. Menjadi pawang iblis ternyata tak sulit seperti perkataan Kibum dulu. Kibum menyahuti semua perkataan Kyuhyun, dan Kyuhyun suka rela patuh padanya. Iblis itu bertingkah manis tepatnya setelah kejadian Kyuhyun menginap dirumah Yoochun, Kibum kalang kabut mencarinya, ketemu lalu menginap di hotel. Sekarang Kyuhyun sudah punya berbagai game draver, makanya tingkahnya manis, lebih kepada sedikit acuh ke Kibum.

Kibum tak mempermasalahkan hari-harinya Kyuhyun lebih mementingkan game dari padanya. Toh malam hari saat hendak tidur, Kibum juga yang akan dicarinya, dipeluknya. Kyuhyun cuma bisa mendusal-dusal ke tubuh Kibum saat malam dan dia baru bisa tidur. Itulah kelebihan Kibum dari pada semua game milik Kyuhyun. Seperti malam ini, berulang dari malam-malam yang sebelumnya.

"Katanya kau mau ke Busan"

"Nanti"

Kali ini Kibum sedang tengkurap diranjangnya. Kyuhyun duduk di atasnya sambil memijat punggung Kibum. Ajaran siapa yang di praktekkan iblis itu, yang penting Kibum harus mau dipijatnya. Kyuhyun memaksa tadi, dia bilang istri yang baik mengerti suaminya yang capek butuh dipijat. Dan sebagai suami, Kibum harusnya menghargai niatan baik istri. Tapi Kibum tak mau melakukan adegan pijit-pijitan aneh seperti penggambaran Kyuhyun. Lalu berakhir Kyuhyun mengomel seharian, menyindir Kibum terus-terusan di depan ahjumma dan ahjussi. Terakhir Kyuhyun mengancam Kibum lagi, hingga malam ini keinginan memijat punggung Kibum baru kesampaian.

"Kau bertemu Kangin ahjussi berarti bertemu Leeteuk hyung juga?"

"Kenapa?"

"Kalau kau berani melirik Leeteuk hyung, Kangin ahjussi akan memancungmu!"

"Aku tidak sebodoh itu, Cho!" Kyuhyun menoyor kepala Kibum. Dia sebal sekali manusia es itu selalu pura-pura tak peka. "Istri yang baik tidak menoyor suami"

"Aku istri yang jahat, lalu kenapa?", tanyanya sewot.

"Aku tidak akan melirik istri orang, tidak akan selingkuh"

Kyuhyun memurukkan badannya di punggung Kibum. Dia menempelkan pipinya ke permukaan punggung itu. Bergelung sesaat kemudian melingkarkan tangannya ke tubuh Kibum. Sepertinya dia akan rindu Kibum setelah ini. Kyuhyun mau melakoni adegan romantis dulu dengan Kibum sebelum nanti namja es itu ke Busan.

Kibum ada pertemuaan dengan Kangin dan pembisnis lain. Acaranya besok pagi harusnya Kibum sudah berangkat kalau tak mau telat, tapi dia putusnya untuk menina bobokan Kyuhyun dulu setelah iblis itu tidur dia akan pergi. Dia akan kembali besok sebelum gelap. Tidak apa-apa Kibum menyetir malam-malam, dia tak mau meninggalkan Kyuhyun dalam keadaan terjaga yang nantinya akan tak tega ditinggalkannya lalu berakhir membawa iblis itu. Kibum lebih suka interaksinya bersama kolega dijalaninya sendiri, kalau Kyuhyun ikut mungkin konsentrasinya bisa terbagi. Itu tak bagus untuk bisnis.

"Kibum!"

"Hn"

"Jangan melirik Leeteuk hyung!", pintanya

"Kau bilang Mr. Kangin akan memancungku kalau aku melirik istrinya, aku tak mau dipancung!"

"Bawakan aku oleh-oleh ya!"

"Aku kesana untuk berbisnis, bukan untuk liburan"

"Kalau begitu ajak aku. Kau berbisnis dan aku liburan". Kyuhyun kali ini cuma bercanda. Dia tak benar-benar ingin ikut, ada hal lain yang akan dilakukannya besok. "Mana lagi yang perlu dipijat?", tanyanya stelah kembali duduk tegak.

"Cukup!"

"Aku mau memijatmu!"

"Cukup, Cho!", tolak Kibum. "Dari tadi kau bilang memijat, mana? Tidak terasa apapun?"

Jari-jarinya Kyuhyun itu cuma terdiri dari tulang dan kulit. Memijat mana bisa terasa, apa lagi punggungnya Kibum tebal. Kyuhyun kembali memuruk di punggung Kibum, mencari kenyamanan disitu. Kyuhyun benar-benar rindu Kibum, padahal mereka selalu bersama, mereka tak terpisahkan di beberapa hari ini. Lebih seperti Kyuhyun yang mengekor kemanapun Kibum berjalan. Kibum ke TC di ruangnya, Kyuhyun ikut. Kibum makan siang diluar, Kyuhyun ikut. Kibum merebah di sofa mini bar, Kyuhyun juga menyusulnya. Semuanya, cuma saat Kibum ke kamar mandi saja dia tidak ikut.

"Menyingkir dari punggungku!", perintah Kibum.

"Kibum!"

"Apa? Menyingkirlah, aku mau merebah!"

"Kibum!"

"Ck!", Kibum tak sabar lagi dan dia menggulingkan Kyuhyun disampingnya. Dia sendiri kemudian merubah posisi tidur. "Kau sudah mengantuk atau belum?"

"Kibum!" Kyuhyun menggeser-geser tubuhnya menempel Kibum. "Kibum!", panggilnya lagi.

"Apa?"

"Tidak apa-apa?", katanya sambil menarik lengan Kibum lebar untuk meletakkan kepalanya sendiri disitu. Kyuhyun mau mengatakan kalau dia sayang Kibum, tapi dia bimbang. Apa harus menunggu besok lagi?

"Cho!"

"Hn?"

Kibum mau minta bekal dari Kyuhyun. Satu dua kali cukup, tapi nanti Kibum kebablasan lalu tak mau berhenti bagaimana? Bisnisnya besok bisa terbengkalai. Tapi, bekal dari Kyuhyun bisa jadi penambah semangat untuk Kibum. Minta atau tidak?

"Bokongmu masih sakit?", tanya Kibum to the point. "Bisa aku minta dua kali saja sebelum aku berangkat?" Kibum mesumnya kambuh. "Anggap saja doa darimu agar bisnisku lancar!", kata Kibum dengan tenang. Tapi dalam hatinya, dia berharap Kyuhyun mengangguk.

"Aku mau tidur!"

Kyuhyun mendekat lagi. Menempel lagi. Memeluk Kibum lagi. Mengerat dan bersembungi hampir di ketiak Kibum. Dia tak mau disentuh Kibum, tidak malam ini. Bokongnya masih nyeri-nyeri sedikit. Bisa sih, kalaupun cuma dua kali, tapi omongan Kibum yang cuma satu kali, dua kali itu tak bisa dipegang. Lebih baik Kyuhyun menolak dari pada tiap hari harus jalan gaya nenek-nenek. Kyuhyun juga punya malu.

"Satu kali?", tawar Kibum.

"Kibum, aku mau tidur"

"Set...", Kibum mau menawar lagi. Setengah. Tapi memangnya ada setengah ronde?. "Besok kalau begitu"

"Aku tidak mau sekarang, kau minta besok. Dasar mesum!"

"Aku tidak mesum. Itu kewajibanmu melayani suami"

"Huaaahhh, aku mengantuk!", kata Kyuhyun sambil pura-pura menguap. "Tutup mulutmu dan biarkan aku tidur!". Itu harusnya kalimat yang diucapkan Kibum kalau Kyuhyun hendak tidur tapi terus mengigau. Kelihatannya Kyuhyun balas dendam.

"Aku mau ke Busan, Cho. Kau tak ingin memberikan apapun padaku?"

"Ku doakan bisnismu lancar. Jangan lupa bawa oleh-oleh. Kalau kau mau bekal, bawa PSP-ku saja", jawabnya dari tempat persembunyiannya. "Kau terlalu banyak bicara, Kibum. Aku mengantuk!", omelnya.

"Tidurlah!"

Kibum meraih kepala Kyuhyun lalu mengecupnya sebentar. Kemudian dia membungkus tubuh Kyuhyun dengan lengannya. Mengelus pelan punggung Kyuhyun naik turun, naik turun, kemudian turun, turun lagi lalu menepuk-nepuk hampir di bokong Kyuhyun. 'Seandainya Kyuhyun mau', pikir Kibum sambil mengelus pinggang dan bokong Kyuhyun.

"Tanganmu!". Ya ya, Kibum memang punya nabsu tinggi. "Singkirkan tanganmu!", perintah Kyuhyun sambil pasang nada marah.

julie khoyul

Kibum pulang belum terlalu malam, seperti yang dijanjikannya kemarin. Kibum capek, perjalanan jauh, berkendara dan sendirian. Diluar itu, pertemuannya tadi lancar, meski tidak bertemu dengan Kangin dan Leeteuk, orang suruhan mereka sangat profesional. Ternyata Kangin di Korea Utara beberapa hari ini, dan baru kembali ke Korea Selatan besok. Leeteuk tak begitu mahir berbisnis, dia tak pernah mengambil bagian bisnis suaminya, takutnya nanti bisnisnya jadi berantakan. Ya, anak buah Kangin lebih hebat dari Leeteuk, lebih bisa berbisnis dari padanya. Maka dari itu pertemuan bisnis tadi di wakilkan salah seorang anak buah Kangin.

Seperti doa Kyuhyun kemarin, bisnis lancar lalu Kibum pulang membawa oleh-oleh. Kibum membawa beberapa barang dari Busan, dia tak tahu kesukaan Kyuhyun, ahjumma atau ahjussi, jadi asal ada orang menawarkan barang Kibum membelinya.

Kibum melangkah menuju pintu rumahnya sambil menggeretakkan jari-jari tangannya. Kemudian dia menekuk kepalanya ke kiri, ke kanan, mengurangkan sedikit penat di sekitaran lehernya. Malam ini Kibum terlihat bersemangat, letih memang iya, tapi di rumah dia akan bertemu istrinya tercinta, eh belum, istrinya tersayang, bagaimana dia tidak bersemangat. Malam kemarin Kyuhyun menolaknya, siapa tahu dengan oleh-oleh yang dibawanya iblis itu akan mengiyakan untuk malam ini. Kalau dihitung lagi, dari kejadian di hotel kemarin belum ada satu minggu, tapi Kibum sudah merasa tak betah kalau keinginan yang satu itu tak dituruti. Dulu Kibum tak seperti ini, dia memang bernafsu tinggi, tapi mudah saja menutupinya. Semenjak Kyuhyun terus ada di sekitarnya, Kibum tak lagi bisa menahan hasratnya terlalu lama. Mungkin karena dulu dia punya nafsu besar tapi tak ada orang disekitarnya, dan sekarang ada Kyuhyun. Sekali, dua kali dituruti dan Kibum makin menjadi.

"Selamat malam, Tuan!", sapa ahjussi yang kebetulan juga akan masuk rumah.

"Malam!", balas Kibum sambil merogoh handphone di saku celananya. Ada pesan masuk dari Ceryl.

Ceryl mengundang Kibum untuk datang ke studionya. Dua hari yang lalu yeoja bule itu merekrut calon menantu kedua dan ketiganya sebagai dancer dan model. Hyukjae diakui Ceryl punya bakat besar dibidang tari, dari pada dia bekerja di kantor tapi hatinya tak rela, lebih baik Ceryl melatihnya jadi dancer peofesional. Begitu juga dengan Donghae, namja ikan itu mengiyai semua yang ditawarkan Ceryl padanya pasalnya Hyukjae juga ikut dengan Ceryl jadi Donghae harus ikut juga.

Besok Ceryl menginginkan Kibum datang ke studionya. Kepada Kibum, Ceryl akan menunjukkan hasil permaknya pada kedua calon menantunya itu. Wah ini kesempatan, Kibum bisa berjumpa Lee Hyukjae lagi lebih leluasa asal tidak mengajak Kyuhyun. Beberapa hari Kyuhyun terus mengekornya sampai Kibum ingin berinteraksi dengan Lee Hyukjae saja tidak bisa. Takut di bilang selingkuh oleh Kyuhyun. Iblis itu kalau sudah mengomel, berteriak dan memaki-maki tidak peduli tempat lagi. Kibum sudah seperti tahanan Kyuhyun, itu juga terjadi akhir-akhir ini saja.

"O, selamat malam, Tuan!", sapa ahjumma yang menjumpai Kibum dan suaminya setelah membuka pintu.

"Hm! Aku bawa sedikit barang untuk kalian. Ambil di mobil!", perintahnya sambil terus berlalu. Dia mau menemui Kyuhyun saat ini.

Kalau Kyuhyun tak ada di depan tv sambil main game, iblis itu pasti ada di kamar. Walau tak mengidamkan penyambutan dari Kyuhyun, Kibum akan senang bila memang Kyuhyun terlihat menungguinya. Seperti beberapa hari ini mereka jalani seperti pasangan normal lainnya. Tidak ada teriakan, tidak ada marah-marah, tidak ada acara kabur dari rumah. Yah, istri bertingkah manis, suamipun juga.

Kibum masuk kamar tapi, tak menjumpai Kyuhyun dimanapun. Dia putuskan mandi lalu memakai piamanya. Kibum duduk di kamarnya membaca buku sambil menunggu Kyuhyun masuk kamar. Waktu terlewat satu jam, tapi tak ada tanda-tanda kedatangan iblis itu ke kamar. Kibum mengingat kembali, iblis itu tak ada di ruang tamu dan depan tv, tidak mungkin juga dia berkutat didapur atau ruangan lain. Kalau di mini bar-nya? Atau jangan-jangan Kyuhyun menghabiskan wine lagi? Mabuk di mini bar lalu tertidur disitu? Kibum beranjak mengecek ke mini bar, tapi tak dijumpainya siapapun disitu.

"Ahjumma!", panggil Kibum pada ahjumma yang lewat depan mini bar. "Dimana dia?"

Ahjumma tahu siapa yang dimaksud Kibum. Kyuhyun. Kyuhyun tadi pagi dijemput oleh Siwon, lalu dia berpamitan pergi ke Thailand dengan temannya, Ryeowook. Ahjumma dan ahjussi sudah sangat khawatir, bukan soal Kyuhyun bakal kenapa-kenapa toh di Thailand ada Yesung, tapi mereka cuma takut Kibum marah. Sudah tahu Kyuhyun dilarang pergi, tapi iblis itu nekad juga. Dia bilang cuma seminggu dan soal Kibum, dia akan menanganinya sendiri. Sekarang ahjumma dihadapkan pada Kibum, dia harus bagaimana?

"Nyonya.."

"Kemana dia? Belum pulang dari TC?". Agaknya tidak mungkin karena ini sudah malam.

"Tadi pagi nyonya di jemput Tuan Siwon, lalu.."

Kibum mendapati telponnya bergetar, kali ini seseorang meneleponnya. Kibum menghentikan penjelasan ahjumma, dan ahjumma selamat sementara. Yeoja paruh baya itu berdoa, semoga benar-benar Kyuhyun yang menelepon dan menjelaskan kepergiannya sendiri. Kibum memeriksa, membaca nama kontak penelepon. Istriku, lalu Kibum mengernyit sejenak. Apa Kyuhyun yang memasukkan nama dan nomor itu?

"Kibum!", jerit Kyuhyun sesaat Kibum menempelkan handphone di telingannya.

"Hn"

"Aku senang sekali"

"Kau dimana, berisik sekali disitu?". Kibum mengkode ahjumma untuk pergi lalu dia sendiri duduk di sofa mini barnya.

"Aku baru saja jalan-jala dengan Ryeowook dan Yesung hyung. Sekarang mau kembali ke hotel", katanya bersemangat.

"Kepala besar?", Kibum perasaannya tak enak. "Dimana kau sekarang?", tanyanya meninggikan nada sedikit.

"Thailand", jawabnya lalu tertawa sepuas puasnya.

"Siapa yang mengijinkanmu kesitu?", tanya Kibum lagi lebih tegas.

"Kau kenapa? Aku cuma mengantar Ryeowook, tidak benar-benar bekerja", jawab Kyuhyun sedikit takut nadanya Kibum akan akan segera marah.

"Ku tanya, siapa yang mengijinkanmu pergi?", bentak Kibum. "Kau tak paham laranganku beberapa hari yang lalu!"

"Kibummm", rengek Kyuhyun memelas dari ujung sana.

"Jangan merengek!", bentaknya lagi. "Pulang sekarang juga!"

"Mana bisa, sudah tak ada penerbangan lagi"

"Pulang!", masih bentak Kibum.

"Cuma seminggu, Kibum!"

"Bicara denganmu susah. Tak ada gunanya"

"Kibum!"

"Tak usah kembali sekalian!". Kibum mematikan handphonenya. Dia dengar suara Kyuhyun menjerit-jerit tadi sebelum dia memutus telepon, tapi sebodoh. Iblis itu merusak harinya saja.

Jadi begitu, pantas Kyuhyun bertingkah baik akhir-akhir ini. Pantas iblis itu tak mempermasalahkan dia pergi ke Busan tanpa mengajaknya. Dia pergi ke Thailand, mengindahkan larangan Kibum. Mencuri curi pergi tanpa sepengetahuannya. Kibun bisa memberinya liburan kemanapun Kyuhyun mau, tapi tidak sekarang, Kibum sedang sibuk dengan bisnis. Tidak juga Kyuhyun pergi sendirian, maksudnya harus ada Kibum turut serta.

Handphone Kibum begertar lagi. Menyala-nyala menunjukkan contact name sama dengan yang tadi. Kyuhyun menelepon lagi, lama hingga getaran handphone berhenti. Kibum mengacuhkannya. Kemudian telepon dari Kyuhyun lagi, Kibum masih tak mau mengangkatnya. Setelah itu handphone Kibum tak berhenti bergetar karena Kyuhyun terus menelepon-nya. Mati lalu menelepon lagi, begitu terus tapi Kibum tak ada niat mengangkatnya.

Kibum meninggalkan handphone-nya di meja lalu dia beranjak ke kamarnya. Dia cuma mau mengambil tasnya, mengeluarkan laptop dari dalamnya dan membawanya kembali ke sofa mini bar. Disitu, Kibum masih mendapati handphone-nya yang terus menyala dan mati, panggilan dari Kyuhyun. Kibum mengabaikan itu, dia memilih berkutat dengan laptopnya. Menyalakan laptop dan memulai berselancar ke dunia maya.

Sambil menunggu loading pembukaan laptop, Kibum melirik pada handphone-nya. Masih bergetar, masih menyala-nyala, masih dari penelepon yang sama. Dia bukan tak ingin bicara dengan Kyuhyun, dia cuma memberi jeda agar emosinya menurun, agar tak berkata kasar lagi pada iblis itu. Walau bagaimanapun Kibum tak mungkin rela kalau Kyuhyun benar-benar tak pulang. Dia seorang suami sekarang ini, berbicara seperti itu pada istri bukanlah hal yang baik.

Kibum meraih handphone-nya, mengaktifkan tombol angkat lalu mendekatkan handphone ke telinganya.

"Kibummm!", jerit Kyuhyun dari ujung sana. "Kenapa kau matikan telponnya? Kenapa kau tak angkat panggilan dariku? Kenapa?", bentak iblis itu pula.

Kibum khilaf tadi. Dia tidak bermaksud melarang Kyuhyun pulang. Kibum cuma kesal Kyuhyun pergi tanpa sepengetahuannya. Hari ini dia terlanjur bahagia, bisnis lancar, dia membawa oleh-oleh pulang dan berharap menemukan Kyuhyun menungguinya, tapi kepergian Kyuhyun ke Thailand menghancurkan semuanya. Kibum jadi marah, dia naik darah, tapi tidak benar-benar ingin mengenyahkan Kyuhyun dari rumahnya.

"Suami macam apa kau, cuma karena aku pergi tak bilang lalu kau melarangku pulang?" Kibum diam saja, tak mau menanggapi teriakan Kyuhyun. Dia hanya perlu menunggu gilirannya bicara. "Kau tak mau aku ada dirumahmu lagi? Kau tak mau kubebani kan? Kau mau cari istri lain? Kau jahat, Kibum. Jahat!", pekik Kyuhyun yang terus mengomel, berteriak.

Dari arah sana terdengar Yesung dan Ryeowook mempertanyaakan keadaan Kyuhyun. Mereka berdua juga berusaha menenangkan iblis itu. Kyuhyun tak pantas berteriak di tempat ramai, di telpon pula.

"Wookie, Kibum tak menginginkanku lagi. Dia melarangku pulang", rengeknya tak tahu tempat. Ya semuanya karena Kibum. Kyuhyun jadi galak, lalu manja, suka merengek, suka berteriak itu gara-gara Kibum. Sekarang Kyuhyun tak pilih-pilih tempat lagi, kalau dia mau teriak ya teriak, kalau dia mau merengek ya merengek. Peduli apa orang terhadapnya. "Bagaimana ini, Hyung?"

Yesung berbicara lagi pada Kyuhyun. Menjanjikan banyak hal agar Kyuhyun tenang. Kemudian Ryeowook menyarankan untuk minta maaf, sepertinya itu sangat diperlukan sekarang ini.

"Kibum, jangan usir aku!", mohonnya. "Katamu aku boleh menggantungkan hidup padamu. Jangan usir aku!", pintanya lagi. "Kibum!"

"Hn", jawab Kibum yang luluh setelah beberapa saat terdiam.

"Maaf, ampun. Aku akan pulang, biarkan aku pulang ke rumahmu!"

"Kau ada dimana sekarang? Sudah sampai hotel?", tanya Kibum sudah kembali ke nada datar, tapi itu wajar.

"Di depan hotel", jawab Kyuhyun lirih.

"Tutup telponnya, masuk kamarmu dan telpon lagi kalau kau sudah di dalam kamar!" Kyuhyun diam, tapi belum mematikan handphone-nya. "Cho?"

"Kibum, jangan marah!"

"Tak akan kalau kau masuk kamarmu sekarang!", perintah Kibum yang langsung diiyai Kyuhyun.

Kibum kembali berkutat dengan laptopnya sesaat setelah Kyuhyun mematikan telepon. Dia membuka data trainee di TC-nya, mencari nama Cho Kyuhyun di sana. Mengecek sekian menit, kemudian ketemu. Kibum membuka jendela baru di laptop lalu mencari jadwal penerbangan Thailand-Korea Selatan untuk besok. Apapun nama pesawatnya, berapapun harga tiketnya dia akan bayar. Yang dia mau Kyuhyun kembali ke Korea besok. Setelah menemukan jadwal penerbangan untuk besok, booking tiket untuk Kyuhyun kemudian Kibum menunggu telepon dari Kyuhyun lagi.

"Kenapa lama?", tanya Kibum yang barusan mengangkat telpon. "Kau bilang sudah di hotel, tinggal masuk kamar saja selama ini. Kau mencoba berbohong padaku?"

"Tidak. Tadi aku mandi dulu"

"Ku suruh masuk kamar lalu meneleponku, kenapa kau malah mandi?"

"Kibummm". Kyuhyun heran, kenapa sebegitunya Kibum memperlakukannya. "Tadi Ryeowook dan Yesung hyung mengantarku kesini, mereka menyuruhku mandi dulu sebelum tidur"

"Hm", sahut Kibum yang intinya percaya. "Dengar Cho, aku sudah pesan tiket untukmu besok. Sudah ku kirimkan kode bookingnya pada si kepala besar itu. Dia akan mengurus semuanya"

"Kalau aku kembali, boleh pulang kerumahmu lagi kan?"

"Sudah kubilang rumahku, rumahmu juga"

"Nanti kau mengusirku"

"Kalau kau mau kuusir, tak perlu pulang besok dan selamanya"

"Kibum!"

"Hn"

"Kau tak akan membuangku dan mencari istri lain kan?"

"Aku akan lakukan kalau kau tak pulang besok", kata Kibum santai. Dia sudah sedikit tenang sekarang, Kyuhyun masih miliknya dan akan kembali padanya. "Cho, tidurlah. Kau capek hari ini!"

"Aku tidak mengantuk"

"Ya terserah kau, tapi jangan keluar kamar sebelum si kepala besar itu menjemputmu besok. Paham!"

"Tapi aku mau minum susu"

"Kau bisa minum susu dirumah, sampai perutmu kembungpun tidak masalah"

"Kibum!"

"Apa lagi?", tanya Kibum sedikit kasar.

"Jangan kasar!', pinta Kyuhyun memelas disana. "Aku tak bisa tidur"

"Kau mau cerita?" Kyuhyun mengiyakan. "Aku akan mendengarkanmu sampai kau tidur"

"Jangan tutup telponya sampai aku bangun besok!"

"Kau kira bayar tagihan telepon murah?" Kibum memang harus protes, Kyuhyun menelepon jarak jauh dengan nomer Korea, apa dia tidak paham roaming internasional itu mahal? Yang bayar tagihan teleponnya Kibum juga, jadi Kibum pantas protes.

"Kibummmm!"

"Terserah kau!"

Kyuhyun bercerita panjang lebar pengalaman jalan-jalannya dengan Ryeowook dan Yesung di Thailand. Bisa melihat dunia lain selain Korea itu menyenangkan. Sebenarnya besok Yesung mau mengajaknya ke Phi Phi island, tapi gara-gara ini semuanya gagal. Nanti kalau Kibum audah tidak marah, Kyuhyun akan minta ganti liburanke luar negri.

"Kibum, kenapa kau diam saja?"

"Aku mendengarkan, Cho!"

"Kibum aku mengantuk. Aku mau tidur!"

"Hm"

Jeda beberapa saat Kyuhyun tak lagi bicara. Apa iblis itu benar-benar tidur? Kibum ingin tidur juga. Dia tidak mengantuk, tapi dia ingin tidur seranjang dengan Kyuhyun. Memeluknya dan mengecup kepalanya. Mendengarkan iblis itu mengigau kemudian tertidur. Sudah kebiasaan, jadi sehari saja tak dilakukan, Kibum rindu. Persetan kalau image-nya tak pantas galau, Kibum memang rindu Kyuhyun.

"Cho, kau sudah tidur?"

"Hn?", ternyata belum. Atau itu fase igauannya. "Kibum, ayo peluk aku!". Hati Kibum menghangat mendengarnya. Jadi Kibum juga dirindukan Kyuhyun. "Aku sayang padamu. Sangat sayang. Jangan tinggalkan aku!", pinta Kyuhyun sambil menguap beberapa kali. "Kibum, jangan selingkuh!" Lalu benar-benar tak terdengar suara apapun dari seberang telepon.

"Hm", jawab Kibum mewakili semuanya.

julie khoyul

"Ceryl, stop it!", bentak Kibum memberhentikan yeoja bule itu dari tindakan kejar-kejaran ingin memeluk dan mencium Kibum

"I just want to hug you, Dear", Ceryl memelas. "Brey, let me kiss you one time only!", pintanya pula.

"No!", tegasnya. "Apa yang akan kau tunjukkan padaku, tunjukkan sekarang atau aku pulang!"

Ceryl menyerah juga, dia meraih tangan Kibum tapi Kibum menolak. Kemudian setelah yeoja bule itu mengkode untuk tak mengambil kesempatan, Kibum baru bersedia. Ceryl menarik Kibum ke ruang pelatihan model. Membawanya melihat beberapa model baru yang direkrutnya untuk menjadi model runaway. Salah satunya ada Donghae disitu. Kibum tak begitu tertarik untuk melihat Donghae dan teman-temannya di ajar modeling oleh anak buah Ceryl, dia ingin melihat Lee Hyukjae menari.

Donghae belajar pemotretan saat Ceryl dan Kibum ke studio photo. Awalnya semua berjalan lancar, Donghae berpose gaya permodelan yang dipelajarinya dan sesi pertama percobaan pemotretan berjalan bagus untuk Donghae. Donghae mendapat tepuk tangan dari Ceryl, yang kemudian menjadi gugup karena ada Kibum juga disitu.

"Brey, can you help me something?"

"Apa?"

"Ada dua product yang sudah melirik calon istri ketigamu itu. Parfume and jeans, bisa kau ikut ambil photo dengannya! Cuma untuk latihan sebelum dia benar-benar siap terjun di dunia modeling"

"Aku bukan model!"

"Brey, you just stand beside him"

Kibum dibawa Ceryl mendekati Donghae. Disitu Donghae di rias sedikit, agar wajahnya terlihat tegas. Donghae di instruksikan untuk melepas kaosnya menyisakan celana jeans yang dipakainya sekarang. Ini memang cuma percobaan, tapi latihan harus dimulai dari dini mengingat Donghae sudah ada yang membutuhkan jasanya. Seorang anak buah Ceryl mengoleskan body butter ke tubuh Donghae, diratakan ke bagian tubuh namja ikan itu yang butuh ditonjolkan. Biar otot-ototnya nampak menonjol, biar terlihat coklat dan berkilau di kamera. Entahlah apa saja guna krim itu, seperti body lotions biasa tapi lebih serba guna. Kibum tak mau juga diolesi properti model itu, dia bukan model dan dia tak sudi jadi model.

Ceryl menghadap Kibum, meletakkan kedua telapak tangannya dipundak Kibum dan meyakinkan namja es itu kalau ini cuma pelatihan. Membatu calon istri tidak ada salahnya, begitu penjekasan dari Ceryl. Lalu yeoja bule itu menarik keluar sebagian kemeja Kibum, melepas dasinya dan mengacak sedikit rambutnya. Tema pemotretannya adalah, pulang kerja dan mendapati pasangannya sebegitu menggoda. Tidak sulit, Kibum cukup berdiri dibelakang Donghae dan meletakkan dagunya di pundak namja ikan itu.

Kibum ikut permainan Ceryl, setelah menyebut Donghae sebagai calon istri Kibum, Kibum suka rela menuruti yeoja bule itu. Donghae sudah bersiap di tempatnya, sentuhan akhir seseorang menyemprotkan yang mungkin itu parfum percobaan ke tubuh Donghae. Kibum menghampiri namja ikan itu, ada bau-bau yang Kibum kenal keluar dari tubuhnya. Mungkin parfum tadi. Seperti permintaan Ceryl, dia berdiri dibelakang Donghae dan meletakkan dagunya dipundak namja ikan itu. Kemudian percobaan pemotretan dimulai.

Awalnya biasa saja, tapi lama-kelamaan Kibum serasa mabuk. Aroma leher Donghae, pundak dan seluruh tubuh namja itu membuat Kibum mabuk. Baunya seperti Champagne. Kibum pernah meminun salah satunya, Remy Martin. Fine Champagne Cognag. Inilah Kibum, selalu tergoda dengan yang namanya minuman beralkohol. Dimatanya sekarang, Donghae terlihat seperti eskrim karamel rasa Champagne yang akan meleleh. Harus segera dimakan sebelum habis jadi cair.

Donghae terlalu fokus dan semua intruksi photografer dilajukannya secara kaku. Semuanya buyar cuma karena Donghae yang baru beberapa hari dilatih di studio Ceryl langsung mendapat tawaran pemotretan. Dia belum siap. Photografer berteriak-teriak menyuruhnya fokus, Ceryl-pun juga mengaba demian, tapi tak bisa, Donghae belum siap. Kemudian Kibum melingkarkan tangannya ke pinggang Donghae, menempelkan tubuhnya sendiri ke badan setengah telanjang milik namja ikan itu. Kibum menggeser letak kepalanya lebih dekat pada telinga Donghae. Menyesap aroma Champange dari leher itu sekilas, lalu memulai memberi motivasi.

"Siapa nama kekasihmu itu?"

"Yang mana?"

"Yang dulu ingin kau dapatkan". Kibum memindahkan dagunya dari pundak Donghae, menggantikan dengan bibirnya. Mengecup sedikit, samar dan tak terasa. "Yang kau bilang sangat kau sukai?"

"Eunhyuk?"

"Iya, itu"

"Dia belum menjadi kekasihku"

"O. Sekarang mulailah mengejarnya. Kalau kau bisa jadi model hebat, apa dia akan menolakmu? Kalau kau jadi terkenal, apa dia tak akan melihatmu lebih?"

"Tapi Mr. Kim, aku belum siap"

"Mulailah siap dari sekarang. Ini cuma pelatihan, yang sungguh-sungguh biar kau bisa cepat mencapai level model hebat". Donghae mengangguk.

Kibum sepertinya mendapat lampu hijau dari usaha memotivasi Donghae. Dia melebarkan jarak peluknya, menyeret sebelah lengannya lebih keatas untuk menguasai perut, dada dan semua permukaan tubuh depan Donghae. Kibum lupa ingatan sejenak, seakan tak ada orang di sekitarnya, dia menyesap-nyesap sekitaran leher, pundak dan tulang belakang pundak Donghae. Mengecup kemudian membuat kejut listrik dengan lidahnya. Donghae memeganggi lengan Kibum, awalnya berusaha mencegah manager TC itu merabai tubuhnya, tapi Kibum berniat membantu tidak sedang berbuat mesum padanya.

"Coba kau bayangkan kalau aku adalah Eunhyuk!" Donghae bimbang, kalau dia membayangkan Eunhyuk, harusnya posisinya dia yang berada di tempat Kibum sekarang. Tapi kan dia modelnya, harus yang ada di depan. Ah tidak apa-apa, yang penting dia dengan Eunhyuk.

Seperti yang Kibum katakan, Donghae menurut, fokus pada intruksi photografer dan semuanya lancar. Donghae terlihat rileks dengan perannya. Dia dan Eunhyuk, gabungan yang hebat.

"Aauuu!", teriak Donghae mengagetkan semua orang yang ada disitu. "Mr. Kim, kenapa mengigit pundakku?"

"Tidak sengaja!", ucap Kibum santai sambil menjauhkan mukanya dari pundak Donghae. Tadi Kibum khilaf.

Pemotretan berhasil, tapi akhiran buruk bagi Donghae. Pundaknya luka, bekas gigitan. Sesi percobaan pemotretan untuk Donghae diakhiri dan giliran calon model lainnya. Ceryl langsung mendatangi Donghae dan Kibum, merebut paksa Namja ikan itu, memeluknya dan menciuminya.

"Brey..."

"Aku tidak sengaja", belanya.

"It's ok, Darling. Bryan tidak sengaja. Mungkin karena tadi kau memakai body butter terlalu banyak, tubuhmu jadi licin". Iya, tubuh Donghae licin sampai bibir Kibum terpeleset dari leher dan pundaknya lalu giginya tersangkut di situ. "Maafkan dia, Darling. Bryan akan mentraktirmu makan siang sebagai permintaan maaf".

Sebenarnya Donghae juga tidak apa-apa. Cuma ada ruam disepanjang leher, pundak sampai belakang pundak yang sebentar lagi akan memerah. Juga ada bekas gigi di situ. Tidak sakit, cuma nyeri sedikit bagian yang tadi tergigit. Tidak juga akan infeksi, itu cuma sedikit, dan gigitan seperti itu harusnya wajar diberikan pada calon istri. Hanya saja salahnya Kibum, memberikan gigitan pada calon model. Badan adalah aset terbesar seorang model.

"Brey, kau akan mengajaknya makan?"

"Hm", jawab Kibum mengiyakan.

julie khoyul

"Haaaaaaaahh!", Kyuhyun mendesah sepanjang-panjangnya.

Ini sudah sejam dan Kibum belum datang. Kyuhyun tidak suka menunggu. Menunggu itu membosankan. Menunggu itu menyebalkan. Menunggu itu seperti saat Kyuhyun hendak tidur, tapi tak ada Kibum disampingnya, tak ada manusia es itu untuk dipeluknya. Sangat menyebalkan. Kyuhyun sudah menghubungi Kibum berkali-kali, tapi tidak diangkat. Apa Kibum sibuk? Atau dia masih marah dengan Kyuhyun sampai tak mau menjemputnya di bandara? Atau Kibum punya acara dengan orang lain? Aih, Kyuhyun jadi menyesal berfikir terlalu jauh, ujung-ujungnya dia akan cemburu kalau memikirkan Kibum akan menyelingkuhinya.

Kyuhyun duduk diatas tasnya. Tapi dia merasa aneh, ada yang mengawasinya sedari tadi. Wanita yang duduk tak jauh darinya itu mengawasinya sedari dia keluar tadi. Wanita itu cantik, tapi wajahnya terlihat tegas seperti lelaki. Tubuhnya bagus dengan gaun lengan panjang yang sangat elegan, tapi satu yang menghalangi keelokan itu, perutnya buncit. Mungkin dia hamil. Wanita itu datang ke hadapan Kyuhyun, mengamati Kyuhyun dan Kyuhyun mengamati balik. Apa mereka saling kenal? Sepertinya Kyuhyun pernah lihat. Tidak bersama Kibum saja, sifat pelupa namja es itu ikut pada Kyuhyun.

"Kyu?", ih, suaranya laki-laki.

"Kau siapa?"

"Leeteuk. Aku Leeteuk!", tunjuknya pada diri sendiri.

"Leeteuk? Leeteuk hyung? Istrinya Kangin ahjussi?", Leeteuk mengangguk sambil tersenyum lebar. Wah dia senang namanya masih diingat Kyuhyun. "Yah, Hyung. Kenapa kau jadi waria lagi?"

"Ssstttt!", Leeteuk mengintruksikan Kyuhyun mengecilkan suaranya. "Jangan keras-keras, Kyu!"

"Apa yang kau sumpalkan dalam perutmu?", tuding Kyuhyun pada perut buncit besar Leeteuk.

"Hahahahahahaha", Leeteuk tertawa selebarnya. Dia menggeser Kyuhyun, ikut duduk di atas tasnya. Leeteuk memeluk erat-erat kemudian menciumi Kyuhyun seperti waktu itu. "Beri selamat padaku, aku sedang hamil!"

"Mana ada waria hamil, Hyung?"

"Huss, kau ini! Kecilkan suaramu!", Kyuhyun beringsut menjauhi Leeteuk, tapi yeoja jelmaan namja itu keburu meraihnya lebih dekat. "Aku ini namja"

"Namja tidak ada yang hamil"

"Aku tahu", katanya sambil tersenyum lagi. "Kan aku beda"

"Beda apanya? Kau namja, tak punya kantung rahim, tak punya indung telur. Tak ada namja hamil, Hyung!"

"Ada"

"Ada? Mana? Tunjukkan padaku orangnya!", tantang Kyuhyun. Mau bagaimanapun tak ada namja hamil. Non sense. Impossible.

"Aku. Aku yang hamil!". Kyuhyun murah seketika. Dunia akhirat Kyuhyun tak mau bertemu dengan orang seperti Leeteuk lagi. Leeteuk sudah gila. "Aku pura-pura hamil!", katanya sambil meringis menunjukkan gigi-giginya.

"Yaaaakkk!"

"Jangan teriak!". Kyuhyun diam sebentar sambil mengamati benjolan besar di perut Leeteuk. "Banyak sekali anak-anak diluar sana yang tak memiliki orang tua. Itulah gunanya kita. Sebagai pasangan sesama jenis, kita punya kewajiban untuk mengadopsi mereka dan memberi penghidupan yang layak" Hubungannya dengan Leeteuk yang pura-pura hamil? "Aku mau mengadopsi anak, Kyu. Merawat dengan tanganku sendiri, melihatnya tumbuh dewasa dan bermain bersamanya. Aku rasa akan sangat menyenangkan"

Niatan Leeteuk memang baik. Mengadopsi anak, benar-benar tindakan mulia. Kalau bisa merawatnya, melindunginya, memberi penghidupan yang layak, alangkah indahnya. Kyuhyun senang mendengar niatan Leeteuk, tapi dia tak berminat. Kalau dia mengadopsi anak, siapa yang akan merawatnya? Kyuhyun kan tidak bisa. Ahjumma? Pasti repot. Nanti Kibum pasti marah kalau ahjumma terus direpotkan. Tidak usah mengadopai anak lah. Nanti saja dipikir lagi.

"Tapi kenapa kau harus pura-pura hamil? Perut besarmu menggelikan, Hyung!"

"Aku mengadopsi bayi. Kalau aku pura-pura hamil jadi seperti melahirkannya dari perutku sendiri" Kyuhyun mendengus mendengar penjelasan tak masuk akal Leeteuk. "Ngomong-ngomong, kau dari mana membawa tas besar-besar begini?"

Sebenarnya waktu ke Thailand Kyuhyun membawa satu tas saja, kecil pula. Tapi tadi sebelum berangkat, Yesung menyerahkan tas besar itu. Namja kepala besar itu bilang, itu oleh-oleh yang sengaja dibelikannya untuk Kyuhyun sekaligus ucapan terima kasih karena telah menemani Ryeowook ke Thailand lalu pulang cepat tanpa mengajak namja imut itu. Intinya Yesung senang Kyuhyun diminta pulang oleh Kibum, kan dia bisa berduaan dengan Ryeowook.

"Baru pulang dari Thailand"

"Waahh ini dalamnya oleh-oleh ya?", tanya Leeteuk yang menunjuk tas besar Kyuhyun. Sepertinya radar oleh-oleh yang dimiliki Sungmin dan Kwang dimiliki Leeteuk juga. "Boleh aku dapat satu, Kyu!"

"Tidak ku bagi pada siapapun!", tegasnya.

"Ih, kau pelit!", rutuk Leeteuk tapi dia tahu kalau Kyuhyun bercanda. "Kibum mana?" Kyuhyun muram lagi. Dan Leeteuk jadi tahu penyebab muramnya Kyuhyun itu. Pasti karena Kibum telat menjemputnya. "Dia pasti sibuk. Kalau kau tidak dijemput, kau pulang denganku saja. Nanti ku antar sampai rumahmu". Kyuhyun makin manyun mendengar ucapan Leeteuk soal Kibum yang tak bisa menjemputnya. "Jangan begitu. Kibum pasti sibuk. Jadilah istri yang pengertian!", tutur Leeteuk sambil merangkul dan mencium kening Kyuhyun. Dan itulah bukti bahwa dibalik suami sukses pasti ada istri hebat dibelakangnya. Walau tingkahnya aneh, Leeteuk orang yang sangat pengertian terhadap suaminya. "Kalau Kangin datang, kita langsung pulang!" Kyuhyun mengangguk saja, tidak ada pilihan lain.

"Gomawo, Hyung!", katanya sambil balas memeluk Leeteuk.

"Kyu!" Perasaan Kyuhyun tak enak mendengar Leeteuk memanggilnya barusan. "Aku kan sedang mengidam, bisa kau elus perutku!"

"Yaaaaa, tidak sudi!"

julie khoyul

Leeteuk pamit ke toilet setengah jam yang lalu dan sekarang belum muncul. Dia ditugaskan untuk menjagai kalau-kalau Kangin datang sebelum Leeteuk kembali dari toilet. Tapi mana Kangin? Mana Leeteuk? Sudah tahu semua orang tak suka menunggu tapi lagi-lagi Kyuhyun dibuat menunggu. Jadi makin bertumpuk saja kekesalan Kyuhyun. Kalau dipikir-pikir, Korea utara dan Korea selatan itu dekat, kenapa Kangin harus naik pesawat juga. Naik kendaraan darat malah lebih cepat. Ah, memang orang kaya maunya serba mewah saja.

Segerombolan orang keluar dari pintu kedatangan luar negri. Tidak tahu datang dari mana, Kyuhyun menengok saja, dari pada nanti Kangin terlewat dan yeoja jadi jadian yang sekarang berada ditoilet bertranformaai jadi mahkluk lain lagi, lalu mengamuk dan mencakar Kyuhyun. Itu tidak enak didengar. Kyuhyun melongok, mengawasi gerombolan orang-orang yang keluar dari pintu. Tak ada tanda-tanda namja badan besar muka tampan seperti yang diketahuinya dari Kangin. Sampai habis gerombolan itu, masih tak ada Kangin disitu. Kemudian datang lagi gerombolan dan Kyuhyun kembali melongok kesana. Masih tak ada, tapi salah satu orang dari grup itu tersenyum kearah Kyuhyun.

Seorang bermuka tampan, terlihat mempesona. Kyuhyun suka saat itu juga. Apa itu yang disebut cinta pada pandangan pertama? Kyuhyun melihat sekitaranya, tak ada orang lain selain dirinya. Berarti namja itu tersenyum padanya. Kemudian Kyuhyun makin salah tingkah saat namja tadi menghampirinya. Yang benar saja, ada namja tampan salah alamat pada Kyuhyun. Ini keberuntungan.

Namja itu menghampiri Kyuhyun, menyeret tas besarnya lalu meninggalkannya beberapa langkah dibelakangnya saat sampai di depan Kyuhyun. Namja itu merangkul Kyuhyun, memeluknya erat kemudian mencium pipinya. Astaga, Kyuhyun bahagia. Bahkan dia berdoa entah pada tuhan yang mana, kalau memang namja ini salah orang, biar dia salah orang selamanya. Kyuhyun mau dipeluk dan dicium lagi olehnya.

"Bagaimana kabarmu?"

"Baik!"

"Kau tak lupa padaku kan?". Kyuhyun menggeleng sambil tersenyum ceria. Kyuhyun bukan hanya tak ingat, dia sepertinya belum pernah bertemu namja ini. Tapi tak apa, pura-pura saja. "Jadi ini kau yang sebenarnya? Kau jauh lebih tampan kalau sedang tidak sakit. Lain kali jaga kesehatan!" Kyuhyun mengangguk. Jalani saja ini keberuntungan yang bisa saja tak terulang.

Namja itu kembali memeluk Kyuhyun gemas. Kemudian mencium pipi Kyuhyun lagi, kanan dan kiri. Kyuhyun masih mau lagi.

"Kau kenapa diam saja. Jangan-jangan kau lupa padaku?"

"Tidak. Aku ingat. Aku ingat!" Kyuhyun mengedarkan matanya kemana-mana. Dia harus jawab apa kalau diharuskan melafal nama namja itu. Lalu matanya terpaku pada tas besar namja itu. "Jae?", ejanya pada tag yang tergantung dihandlenya.

"Ternyata kau ingat". Namja itu merubah wajah cerita menjadi sangat biasa, persiapan untuk mengatakan sesuatu. Dan sepertinya perasaan Kyuhyun kembali tak enak. "Kyu!" Nah, bagaimana dia tahu namanya kalau namja ini salah orang. "Sebenarnya aku mau minta maaf. Aku benar-benar tak tahu kalau kau istri Kibum!", hancur sudah harapan Kyuhyun pada namja ini. Gara-gara Kibum lagi. Ah, Kyuhyun benci Kibum. "Aku tidak bermaksud ingin merebutnya darimu. Sumpah, aku tak tahu dia suamimu"

"Tak apa!", jawab Kyuhyun ketus. Kyuhyun bukan bermaksud marah pada namja ini, tapi marah pada Kibum. Kibum itu serakah. Semua orang kenapa suka dia, lalu siapa yang akan menyukai Kyuhyun?

"Baiklah, karena kau sudah memaafkanku aku harus segera pergi". Dia memang harus pergi, teman-temannya sudah melambai-lambaikan tangan menyuruhnya cepat. "Semoga kita bertemu lagi. Aku akan sangat senang kalau kita bisa berteman akrab!", katanya sambil kembali memeluk dan mencium Kyuhyun. Iya doa Kyuhyun untuk kembali dipeluk dan dicium kesampaian, tapi niatannya beda.

Kyuhyun tak mau bertemu dengan namja Jae itu lagi. Kyuhyun tak mau suka orang lalu orang itu suka Kibum. Ah, Kibum menyebalkan. Namja yang tak diingat Kyuhyun saja suka pada manusia es itu, lalu bagaimana kisah cinta Kyuhyun yang tak pernah maju itu? Masa harus suka Kibum? Harus sayang Kibum? Harus cinta Kibum juga? Kan sudah. Dia sudah suka, sudah sayang dan sudah cinta. Apalagi ya? Ah pokoknya Kyuhyun benci Kibum, tapi dia rindu juga.

"Kyu, kau kenapa?", tanya Leeteuk yang sudah kembali kehadapan Kyuhyun sekaligus kembali mejadi Leeteuk yang keren tempo hari. Tanpa dress dan tanpa sumpalan diperutnya. Kyuhyun mau protes lagi, tapi dia sedang sedih.

"Hyung, ayo pulang!", pintanya.

"Kau rindu Kibum?" Kyuhyun mengangguk dan Leeteuk langsung menariknya dalam pelukannya. "Sebentar lagi ya, kita tunggu Kangin sampai"

"Kangin ahjussi kapan sampainya?"

"Satu setengah jam lagi. Sabar sedikit ya!"

Lalu kenapa Leeteuk sudah berjaga di bandara dari beberapa jam yang lalu? Dasar orang aneh. Dan Kyuhyun bertambah kesal saja.

julie khoyul

Tadi siang Kibum membawa Donghae keluar untuk makan. Seperti yang diperintahkan Ceryl sebagai permintaan maaf karena telah mengigit pundak Donghae. Ceryl juga menuturkan agar Kibum lebih bisa menahan hasratnya, karena takutnya Kibum membelokkan Donghae ke hotel dan menghabisinya. Padahal Kibum tak ada niatan ke sana. Dia cuma khilaf sejenak tadi. Pengaruh parfum beraroma Champagne itu penyebabnya. Leher dan pundak Donghae juga sudah diobati. Diberikan salep anti memar biar warna merahnya segera hilang.

Acara makan siang dengan Donghae selesai, lalu Ceryl menggiring Kibum ke tempat latihan dance Hyukjae, berakhir juga dengan Ceryl yang menyarankan membawa Hyukjae dinner. Tadinya Kibum tidak menyahuti saran Ceryl, yeoja bule itu mengira Kibum tak mau, tapi dia salah. Kibum diam karena terlalu terpesona dengan Hyukjae. Gerakkan badan Lee Hyukjae juga menggerakkan detakan jantung Kibum semakin cepat. Kibun hampir kehabisan nafas melihat si cacing itu menggeliat-geliat dengan elok. Kibum suka, Kibum tertarik, Kibum masih menganggap Hyukjae sangat spesial. Kalau tadinya dia melihat Donghae seperti es krim vanila rasa Champagne yang hendak meleleh, melihat Hyukjae seperti roasted duck panas siap santap.

Kibum dan Hyukjae sudah selesai dinner, sekarang Kibum membawanya ke butik langganan Kibum untuk membeli beberapa potong baju. Saat mereka datang, sales menyapa mereka dengan ramah. Tapi setelahnya yeoja sales yang biasa melayani Kibum terus menatap Kibum dan Hyukjae. Ada sesuatu yang janggal mungkin dari pasangan Kim dan Lee itu.

"Maaf Tuan Kim, kalau boleh saya tahu. Dia siapa?", tunjuk sales itu pada Hyukjae yang memulai melihat-lihat baju.

"Calon istriku", yeoja itu melongo sejenak kemudian mengangguk angguk pura-pura paham. "Bisa kau bantu dia!"

"Aaaa, tentu saja!", jawabnya langsung bergegas menghampiri Hyukjae dan membawanya berkeliling toko.

Sedikit lama Kibum menunggu didepan kasir, kemudian yeoja sales tadi muncuk kembali dengan Hyukjae. Mereka cuma membawa dua potong baju saja.

"Aku tak tahu mana yang harus kuambil dari dua baju ini", kata Hyukjae sambil menunjukkan dua bajunya.

"Ambil keduanya"

"Satu saja cukup"

"Aku yang belikan, jadi ambil keduanya!" Kibum mengambil alih kedua baju itu dan meletakkannya di meja kasir. "Kau perlu baju lain. Beli sesikit banyak tidak masalah" Kemudian dia meraih tangan Hyukjae menggandeng dan membawanya kembali berkeliling.

Kibum menggambil banyak baju untuk di coba Hyukjae. Hyukjae tak bisa menolak karena apa yang dikatakan Kibum bersifat memaksa. Dia harus mengepas semua baju yang disodorkan Kibum padanya, tapi setiap yang dipakai Hyukjae, Kibum bilang 'ok' lalu 'ambil'. Saat mengepas Kibum terkadang tak sabar menunggu Hyukjae keluar dan menunjukkan hasilnya, Kibum beberapa kali ikut masuk dan menyerobot kerjaan yeoja sales itu untuk membantu mengepas baju. Hyukjae sebenarnya malu, tapi Kibum berdalih macam-macam sampai Hyukjae cuma bisa mengiyakan. Berakhir dengan membayar setumpuk baju di kasir dan mengangkutnya pulang. Hyukjae bilang itu pemborosan, tapi Kibum bilang itu cara membahagiakan calon istri.

"Tuan Kim, kau terlihat sangat mencintainya", tanya seorang sales disela kegiatan bayar angkut oleh Kibum dan Hyukjae

"Tentu!"

"Beda sekali dengan yang kemarin itu"

"Ya!" Kibum asal jawab, padahal dia tak ingat kemarin itu siapa yang diajaknya kesini.

Kibum tak mau berlama-lama. Dia menyudahi pembicaraan tak bermutu itu. Mengangkut semua belanjaannya dan pergi menyusul Hyukjae yang mengangkat sebagian belanjaannya lebih dulu. Kibum dan Hyukjae duduk semobil, mereka siap pulang saat ini. Sudah terlalu malam untuk berkeliaran lagi. Hyukjae butuh istirahat untuk memulai hari esok dengan lebih fresh. Kibum tak boleh terlalu memaksa, itu yang dituturkan Ceryl juga tadi. Kibum menurut saja, toh keinginannya jalan berdua dengan Lee Hyukjae sudah kesampaian.

"Kau tinggal dimana sekarang?"

"Asrama. Ceryl menempatkan model dan dancer barunya diasrama. Setelah kami sudah terjun didunia kerja, baru boleh pindah"

"Hm"

"Mr. Kim, terima kasih untuk hari ini. Aku dapat dinner gratis dan baju banyak sekali"

"Tidak masalah"

"Asramamu dekat sini?"

"Iya, setelah belokan itu!", tunjuk Hyukjae pada jalan di depannya.

Mereka sampai dan keduanya keluar mobil. Prosesi perpisahan memang sangat tidak mengenakkan, begitu yang dirasakan Kibum. Tapi beda dengan Hyukjae, dia senang sekali. Hari ini dia bahagia dapat dinner gratis dan baju banyak. Hyukjae dua kali keluar masuk asrama untuk meletakkan belanjaannya yang super banyak. Yang terakhir dia berdiam sebentar di depan Kibum.

"Terima kasih!", ucapnya lagi sambil menunjukkan senyum lebih manis dari pada yang paling manis.

"Jangan berterima kasih lagi. Kalau ada waktu, tidak keberatan keluar lagi denganku?" Hyukjae menggeleng. "Baiklah!" Kibum menarik muka Hyukjae dengan kedua tangannya, mengecup sudut bibir namja monyet itu hingga si empunnya terkaget sejenak. "Ucapan selamat tidur!', dalih Kibum. "Masuklah!"

Kibum juga melakukannya pada Donghae tadi. Saat Ceryl lengah, Kibum mencuri ciuman kecil juga dari Donghae. Donghae aangat shock, tapi saat Kibum bilang, dia biasa melakukannya sebagai motivasi kepada orang lain, Donghae mulai lega. Tapi masih aneh, masa Donghae dicium Kibum, di bibir pula. Kan Donghae maunya ciuman dengan Eunhyuk.

Hyukjae sebenarnya masih bingung kenapa Kibum memperlakukannya begitu. Apa benar ciuman kecil itu ucapan selamat tidur darinya tanpa maksud lain? Apa semua orang juga dapat ciuman seperti itu dari Kibum? Hyukjae tidak apa-apa kalau itu memang kebiasaan Kibum, tapi dia juga merasa tak enak pada Kyuhyun. Bagaimanapun Kibum itu suami Kyuhyun, ciumam bibir itu sedikit tak wajar kalau dilakukan bukan dengan pasangan. Sebari berjalan ke asramanya, Hyukjae berbalik melihat Kibum yang masih di tempatnya.

"Mr. Kim, hari ini aku benar-benar senang. Terima kasih!", ucapnya lagi. "Oya, sampaikan salamku pada Kyuhyun!"

"Akan ku sampaikan!", jawab Kibum sambil tersenyum menyakitkan. Jadi itu yang dilupakannya? Kyuhyun. "Masuklah, diluar dingin! Selamat tidur!"

Hyukjae benar-benar pergi masuk keasramanya setelah melambaikan tangan pada Kibum. Kibum? Mengumpat-umpat sebelum bergegas kemobilnya. Dia lupa Kyuhyun pulang hari ini, dia lupa iblis itu perlu dijemput di bandara. Dia lupa segalanya. Aishhh, penyakitnya kenapa harus muncul saat seperti ini. Kalau Kyuhyun pergi lagi bagaimana nasibnya? Kyuhyun marah, menghabiskan uangnya, membanting seluruh koleksi alkoholnya, membakar sweeternya, tidak masalah asal tidak pergi lagi.

julie khoyul

Kibum sudah menelepon rumahnya, kebetulan ahjumma yang angkat. Yeoja paruh baya itu mengatakan Kyuhyun sudah dirumah sedari sore. Tadi Kyuhyun diantar Kangin dan Leeteuk, dua orang itu mampir sejenak, tapi ketika tak mendapati Kibum pulang secepatnya, mereka memutuskan pulang juga. Kibum memerintahkan ahjumma untuk menjaga Kyuhyun, mengawasi iblis itu agar tak pergi kemanapun. Kibum mau saat sampai rumah, Kyuhyun juga ada di rumah apapun reaksi iblis itu nantinya.

Sesampainya di depan rumah, Kibum bisa melihat siluet iblis mondar mandir di depan pintu rumahnya. Saat Kibum masuk dan parkir di halaman, iblis itu langsung berdiam, berdiri sambil melotot selebar-lebarnya.

"Kibum!", terikanya sambil tergopoh menghampiri Kibum. "Kau dari mana?"

Kibum mencoba meraih tangan Kyuhyun, tapi disentakkan kasar oleh iblis itu.

"Aku sibuk sekali hari ini"

"Sibuk apanya? Kau balas dendam padaku kan? Kau menelantarkanku di bandara. Kau jahat!", pekiknya. "Aku benci kau!"

"Cho!"

"Kau tak ingin aku disini kan? Kau tak suka aku di rumahmu?" Kibum mendecak, kemudian mendengus. Kalau memang Kibum tak inginkan itu, buat apa dia menyuruh Kyuhyun pulang secara paksa? "Aku pergi saja!", teriaknya lagi.

"Cho!", tangan Kibum disentakkan Kyuhyun lagi ketika berusaha mencegah iblis itu pergi. Kyuhyun berjalan cepat keluar dari area rumahnya, dan Kibum terpaksa menyusul. "Kau mau pergi kemana? Ayo kembali!", tanya Kibum sambil menyamai langkah cepat Kyuhyun.

"Rumah Chunnie baby!"

"Kau janji tak akan kesana lagi!"

"Rumah Jung Yunho!"

"Memang kau tau rumahnya?"

"Terserah aku mau kemana, aku mau pergi!", teriaknya sekencang kencangnya kemudian berjalan lebih cepat lagi.

Kibum berlari kecil kembali ke rumahnya. Mengambil mobilnya kemudian menyusul Kyuhyun yang berjalan makin jauh. Kibum memaksa Kyuhyun naik, tapi iblis itu terus menolak hingga Kibum menghadangkan mobilnya di depan Kyuhyun. Kibum turun, kemudian memaksa Kyuhyun masuk dan duduk di samping kursi kemudi. Setelah Kibum menyusul masuk, dia menjalankan mobilnya. Untuk sementara Kibum ajak Kyuhyun berputar-putar saja, biar tenang dulu iblis itu.

Ya, selama perjalanan tanpa tujuan itu, Kyuhyun mengomeli Kibum sepanjang panjangnya. Meneriaki Kibum dan mengucapkan kata benci serta jahat berulang-ulang. Kibum tidak menyahuti apapun, hingga iblis itu lelah dan berhenti sendiri. Terus melaju tanpa tujuan, Kibum menepikan mobilnya sembarangan, kemudian dia turun. Membuka pintu disamping Kyuhyun dan mengkodekan agar iblis itu ikut turun. Kibum meraih tangan Kyuhyun lagi, awalnya masih disentakkan, tapi kemudian Kyuhyun tak kuasa menolak lagi. Kyuhyun sudah pasrah digandeng Kibum, dibawa Kibum menaiki mobilnya dan duduk di cab mobil depan.

"Kau tak akan membuangku kan?"

"Memangnya kau barang?

"Kau melupakanku di bandara!"

"Aku tidak bilang akan menjemputmu, ku kira kau pulang sendiri". Kibum sebenarnya memang ingin menjemput Kyuhyun, tapi dia lupa. Kebetulan juga kemarin dia tidak janji mau menjemput, syukur dia jadi punya alasan. "Aku sibuk hari ini", katanya sambil menarik Kyuhyun ke pelukannya. Kibum menjatuhkan ciuman kecil di kepala Kyuhyun.

"Kau tak selingkuh?", tanya Kyuhyun yang sudah luluh akan penjelasan Kibum.

Selingkuh? Tidak. Kibum cuma datang ke tempat Ceryl. Bertemu Donghae dan Hyukjae, mengajak mereka makan dan sedikit membelikan barang itu bukan selingkuh. Kibum cuma menjalin persahabatan dengan mantan trainee.

"Tidak!"

"Aku sudah pulang. Liburanku tertunda karena kau, nanti ganti liburanku ya!"

"Hm"

"Nanti kita pergi ke Eropa, ke Amerika, ke Australia juga!"

"Hm"

"Bilang 'iya', Kibum!", paksa Kyuhyun.

"Iya, terserah kau!"

"Kibum!"

"Hn"

"Peluk aku! Aku merindukanmu!"

"Aku sudah memelukmu sedari tadi, Cho!", jawabnya setelah membatin kalau dia juga merindukan iblis-nya itu.

Kyuhyun capek. Perjalanan jauh, harus menunggu Kibum, harus marah-marah dan berakhir mengantuk sejadi-jadinya. Sedari tadi dia sudah mengantuk, tapi kantuknya dikalahkan rasa kesal dan marah terhadap Kibum. Kalau belum memaki Kibum, belum lega hati Kyuhyun. Sekarang sudah memaki Kibum, namja es itu juga sudah berjanji tak akan membuangnya atau menyelingkuhinya, saatnya dia kembali mengantuk.

Iblis Cho itu mulai mencari tempat nyaman di dada Kibum. Mendusal-dusal dan bersembungi dilingkaran tangan Kibum.

"Kibum!"

"Hn"

"Aku mengantuk, mau tidur. Ayo cerita!"

"Cho, ku tinggalkan disini kalau sampai tertidur!", ancam Kibum tapi tak ditanggapi Kyuhyun. Iblis itu terus mengeratkan tangannya melingkari leher Kibum.

Kibum menegakkan kepala Kyuhyun, mengamati wajah dengan mata setengah terpejam itu. Yah, Kyuhyun memang mengantuk. Kebiasaan iblis itu, mengantuk kalau ada Kibum dimanapun tempatnya jelas dia bisa tidur. Kibum menempelkan bibirnya pada bibir Kyuhyun, dia tak perlu respon, cuma sekedar ciuman kilat saja. Kemudian dia kembali memurukkan kepala Kyuhyun ke dekat lehernya. Beberapa saat kemudian, Kibum beranjak, mengangkat Kyuhyun masuk mobil dan membawanya pulang. Mereka butuh ranjangnya sekarang. Kibum ingin memeluk Kyuhyun lagi sampai pagi. Ini mudah. Dia sudah hampir sukses jadi pawang ternyata.

To be continue

Hah, sorry pake telat. Bukan maksud, soalnya Hp gue sakit kepala. Baru saja tablet gue kena flu, sekarang hp sakit. Hahhh, semua hal jadi terbengkalai. Kerjaan gue juga jadi amburadul. Kayanya percuma gue beli Hp mahal tapi kwalitasnya kaya gini. Padahal Hp brand-nya bagus. Ya, moga g ngadat lagi biar gue pke buat apapun jadi lancar.

Gitu doang curhatan gue, see you soon!