Contract with the Devil's Son

Chapter 26:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Hallo,

Sudah chap 26, banyak banget ya. Tapi gue seneng kalian masih setia ngebaca. Thanks buat semua readers, undah mau review and ikut melimpahkan emosi karena karakter di sini terkadang sangat menyebalkan. Selamat datang untuk reader baru.

Gue baca semua reviews lo semua, yang kirim single review ampek yang ngirim doble atau malah tiple. Gue seneng aja. Kadang gue ketawa tawa kalau baca reviews kalian. Terima kasih juga saran-sarannya. Ide kalian selalu masuk otak gue kok.

Eh, gue g sempat edit ya. Kalau ada salah, dibetulkan boleh. Tapi emang dari nulis pertama yang gue edit cuma chap awal awal saja. Hahahaha!

Ya, happy reading for this chap!

Love is never without Jealousy

Kyuhyun terbangun saat benda lembut sedikit kasar menyeruak masuk mulutnya. Basah dan hangat. Saat dia membuka mata, memicing karena sinar, dia mendapati Kibum nangkring di atas tubuhnya. Kyuhyun menutup matanya lagi, kemudian menyesap saliva yang meleleh di mulutnya. Kyuhyun menggerakkan tangannya, membawa kedua lengannya melingkari leher Kibum. Selain menggantungkannya, dia menyusupkan jemarinya ke helaian rambut hitam legam Kibum. Meremas sedikit kemudian menekan kepala itu, menjadikan bibirnya makin terhimpit oleh bibir Kibum.

"Buka matamu, ini sudah pagi. Kau mau ikut ke TC atau tidak?", tanya Kibum setelah menarik mukanya sedikit menjauh.

Di TC sudah tidak asyik lagi menurut Kyuhyun. Semua teman yang dikenalnya sudah dapat pekerjaan. Sungmin sudah mulai bekerja hampir seminggu yang lalu. Kwang? Entahlah, tak ada yang berharap dia berpartner dengan Sungmin. Bisa jadi duo gila sovenir itu menjadikan kantornya ajang gosip dan harap dapat oleh-oleh gratis. Tapi bagaimana juga Kwang sudah bekerja. Ryeowook sekarang masih di Thailand bersama Yesung. Mungkin Yesung akan merekrutnya jadi asisten pribadi plus-plus. Sedangkan duo Inyet, Ceryl menarik mereka di studionya. Lalu kalau Kyuhyun ke TC, jelas dia tak punya teman lagi. Semuanya trainee baru, dan Kyuhyun sampai saat ini belum punya pekerjaan.

"Kibum!"

"Hn"

"Kapan aku dapat pekerjaan? Kemarin itu sudah banyak tawaran kerja untukku, tapi saat aku tanya Siwon hyung dia bilang sudah tidak ada lagi. Aku harus bersabar katanya. Sampai kapan?"

Kibum mengerti itu. Dia yang melarang Siwon memberi pekerjaan pada Kyuhyun. Dia juga menyuruh namja kuda itu menarik CV Kyuhyun dari daftar tawaran pekerja. Kibum tak mau Kyuhyun bekerja terlalu jauh, dia sendiri yang akan mencarikannya pekerjaan nanti. Jadi Nyonya rumah dan istri yang baik untuk Kibum itu juga sebuah pekerjaan. Tapi tak mungkin sekali Iblis itu mau berdiam lama-lama di rumah. Nanti Kibum akan carikan kerja, yang mudah dan dekat agar Kibum terus bisa bertemu Kyuhyun setiap harinya.

"Ada. Bagaimana kalau kau jadi asistenku saja?", canda Kibum.

"Boleh. Berapa gajiku?", tanya Kyuhyun antusias. Drama dipagi hari bisa menghilangkan stres.

"Kau minta berapa?"

"Satu juta dolar perbulan"

Kibum mengernyit kemudian tersenyum. Namja es itu menyusupkan kepalanya di leher Kyuhyun, menghirup aroma Wisky dari situ. Kibum mencium sepanjang leher itu, dari atas ke bawah, ke atas lagi kebawah. Kemudian berpindah di bawah telinga Kyuhyun. Kyuhyun merasa gatal, geli atau apalah, rasa seperti itu susah dijelaskan. Setiap dia dapat sentuhan dari Kibum, tubuhnya merinding, meremang tak karuan.

"Satu juta dolar? Mahal sekali. Aku bisa bangkrut menggajimu sebegitu banyak", kata Kibum yang sudah kembali menarik kepalanya. "Boleh kutawar?"

"Berapa?"

"Kubayar dengan tubuhku, pemikiranku dan hatiku!", kata Kibum lebih mirip gombalan.

Kyuhyun tersenyum lega. Ini kali pertama Kibum menjadi sangat romantis. Kibum suka senyum Kyuhyun kali ini. Manusia es itu mencengkeram kedua pipi Kyuhyun membuat bibirnya terdesak mengerucut, berkerut lucu. Kibum mengecupnya sekali. Dua kali. Tiga kali. Empat kali. Lima kali. Enam ka... Kyuhyun menghalangi bibir Kibum dengan telapak tangannya.

"Tidak cukup, tambahkan!"

"Kau mau apa lagi?"

"Semua milikmu, juga milikku!", katanya mantap.

"Bukankah sudah?"

"O, iya. Deal, aku asistenmu sekarang. Ayo bersalaman!", ajak Kyuhyun tapi tak mengulurkan tangannya. Posisi mereka tak bisa melakukan salaman.

"Deal", jawab Kibum sama senangnya dengan Kyuhyun. "Bersalaman cara lain saja"

Kibum kembali menjatuhkan bibirnya di atas bibir Kyuhyun. Menggesek-gesek sebentar bak salaman tangan dengan tangan. Ini bibir dengan bibir. Kemudian Kibum mau salaman bibirnya lebih dalam. Memasukkan lagi lidahnya ke mulut Kyuhyun, mengajak bersalaman lidah. Menjumpai benda kenyal dan basah di dalam mulut iblis itu, mengajaknya bertaut dan bergoyang-goyang. Kibum sebut ini salaman lidah rasa wisky, candu sekali baginya.

"Sebuah perjanjian akan semakin kuat kalau ada hitam diatas putih", kata Kibum setelah kembali menarik kepalanya. "Aku akan tanda tangani dan stempel surat kontraknya, baru kau sah jadi asistenku"

Kyuhyun melirik kesegala arah. Sepertinya akan ada yang tidak beres. Kibum menjauhi mukanya, bukan untuk beranjak pergi tapi untuk beranjak turun. Tangan Kibum mencekali pinggul Kyuhyun, tersenyum sebentar sebelum meraih celana piyama Kyuhyun. Ya benar, tidak beres. Mesumnya Kibum kambuh sewaktu-waktu. Kyuhyun berjaga juga di celananya. Tangannya menarik keatas dan Kibum menarik kebawah. Tarik-tarikan celana lagi.

"Kibum nanti celanaku robek"

"Robek, beli lagi"

"Kibum aku malu, nanti kalau ada ahjumma dan ahjussi dengar bagaimana?"

"Mereka juga pernah, Cho. Pasti maklum"

"Tidak mau. Lain kali saja!"

"Cho, lepaskan tanganmu!", bentak Kibum. "Aku perlu menanda tangani kontrakmu". Harusnya yang tanda tangan adalah calon pekerja, kenapa ini sebaliknya. Tanda tangan apa pula harus buka celana?

"Tidak usah. Aku tidak mau bekerja untukmu"

"Aku memaksa!"

"Tidak mau!"

"Baiklah. Kau tak mau menyingkirkan tanganmu, aku yang menyingkir" Kibum mengangkat kedua tangannya, tapi tak mengangkat badannya. Dia masih duduk di atas Kyuhyun, menunggu iblis itu lengah dan beraksi kembali. "Kau pernah dengar suami bisa selingkuh kalau istri tak memperlakukannya dengan baik?"

"Itu suami kurang ajar!"

"Tapi mungkin aku seperti itu, Cho"

"Jangan! Jangan selingkuh!". Kyuhyun bereaksi melepas tangannya dari celana. Memulurkan tanganya minta di peluk Kibum. "Kibum, jangan selingkuh!"

"Aku kan cuma bilang mungkin, bisa jadi iya, bisa jadi tidak", katanya sambil beradu cepat meraih celana Kyuhyun dan menariknya keluar. Kyuhyun kalah cepat, dia ditipu Kibum. Kibum benar-benar licik.

Kyuhyun meraih bantal dan menutupi bagian depannya. Dia menyilangkan kakinya, menghambat Kibum kalau-kalau namja es itu meneruskan aksinya.

"Jangan bertingkah konyol, Cho!", kata Kibum sambil memaksa melebarkan tautan kaki-kaki Kyuhyun. "Menurutlah. Cuma sekali!"

"Janjimu sekali itu tak bisa di pegang, Kibum"

"Itu aku lupa. Kali ini cuma sekali", bujuknya sambil mencoba menyingkirkan bantal itu. "Ck. Aku janji kali ini cuma sekali. Taken kontrak itu cuma sekali". Kyuhyun menggeleng. Kibum terlalu pintar berbohong dan Kyuhyun terlalu pintar untuk percaya kebohongan Kibum. "Ok, kalau itu maumu. Tak ada kan taken kontrak dengan acara pemanasan lebih dulu. Aku-pun juga. Aku langsung tanda tangan saja!"

Kibum bersiap membalik tubuh Kyuhyun sebelum iblis itu sadar. Iblis itu berteriak sekencang-kencangnya. Dia tadi lupa, kalau hubungan mereka jelas dari belakang, kenapa Kyuhyun harus menutupi yang depan? Bersamaan Kyuhyun sibuk bergeming tak mau di gulingkan Kibum tengkurap, itu juga Kibum berhasil merebut bantal dan melempar sesuka hatinya. Dan haaahhh, Kyuhyun tertipu lagi dan Kibum menang lagi. Coba kalau Kyuhyun bukan di posisi ini, dia tak perlu repot-repot jejeritan dan bertingkah kalang kabut saat berhadapan dengan Kibum.

Namja es itu menurunkan tubuhnya ke tubuh Kyuhyun. Menempel pada Kyuhyun dan mengerat dengan pelukannya. Kibum memejamkan mata sejenak, memejam erat kemudian mengungkung Kyuhyun lebih rapat dalam dua lengan besarnya. Kibum selesai dengan prosesinya, kemudian mengangkat wajahnya dan mengucapkan kata 'cuma sekali'. Kyuhyun tak percaya, tapi mau bagaimana lagi, kalau Kibum memaksa dia tak akan menolak. Kibum menggosok kepala Kyuhyun, menyisir rambut brunet itu dengan jarinya lalu melepaskan ciuman di dahi iblis itu. Detik berikutnya, Kibum menggesekkan pinggulnya ke Kyuhyun, tandanya dia siap tanda tangan kontrak. Tanda tangan kontrak fersi Kibum

Tok tok tok...

Kibum masih memulurkan tangannya ke bawah saat ada ketukan di pintu kamarnya. Dia ingin meraih yang di bawah sana, milik iblis itu. Memanjanya sebentar sebelum dia sendiri yang dimanja. Tapi ketika tangannya hampir sampai, suara ahjumma meneriakinya dari balik pintu.

"Tuan Kim, sudah pagi. Kalian sudah bangun?", teriak ahjumma dari luar.

"Shit!", Kibum mengumpat dan Kyuhyun tertawa terbahak-bahak. Begini kalau dirumah, jangankan mengoyak Kyuhyun, menyentuh saja belum sampai sudah dihadang anak buah setan. Sebenarnya ahjumma dan ahjussi itu siapa di rumah ini? Mereka itu pembantu Kibum, tugas mereka harusnya membantu Kibum bukan malah mengganggu seperti ini. Padahal semenjak ada Kyuhyun di rumah ini, Kibum menaikkan gaji mereka dua kali lipat untuk membantu Kibum, bukan menganggu dan menyelamatkan iblis ini terus. Lalu bagaimana nasib Kim kecil sekarang?

"Ya, masuk ahjumma!", teriak Kyuhyun balik yang membuat Kibum juga langsung meloncat ke samping iblis itu. Kyuhyun menarik selimutnya menutupi tubuh bawahnya yang bugil, sedangkan Kibum pura-pura tidak tahu apa-apa.

"Kalian sudah bangun?", Kyuhyun mengangguk dan Kibum diam saja tapi hatinya dongkol atas kehadiran ahjumma. "Aku sudah buat susu coklat panas, ku kira kalian sudah bersiap. Kalian terlambat bangun hari ini"

"Aku akan cuci muka dan gosok gigi dulu"

"Mandi, Cho!', perintah Kibum

"Ih, terserah aku"

Ahjumma sampai harus tersenyum kelewatan melihat interaksi mereka. Syukurlah, kejadian kemarin malam itu tak mengakibatkan apapun pada keduanya. Ya, walau pertengakaran demi pertengkaran selalu hadir di keluarga Kibum-Kyuhyun, ahjumma senang kalau itu cuma pemanis rumah tangga mereka. Kibum dan Kyuhyun itu saling mencintai, hanya lucu sekali cara mereka menyampaikan rasa cinta satu sama lain. Ahjumma sampai terheran, bisa ada pasangan se-aneh mereka.

"Baiklah, aku tunggu di dapur!", ahjumma pergi dan menutup pintunya kembali setelah dapat anggukan dari Kyuhyun.

"Ini belum selesai, Cho. Nanti kalau ada waktu kita sambung lagi"

"Kan sudah ku bilang lain kali saja"

"Nanti kita cari tempat yang jauh dari antek-antekmu!", kata Kibum kasar membuahkan tawa dari Kyuhyun. "Aku mau mandi!"

"Aku mandi duluan!" Kyuhyun bergegas bangun, berdiri lalu berlari menuju kamar mandi

"Cho!", panggil Kibum yang menghentikan Kyuhyun di depan pintu kamar mandi.

"Hn?"

"Jangan berlarian. Milikmu mau jatuh, tidak enak dipandang mata!", sindir Kibum sambil pura-pura mengurut pelipisnya. Kyuhyun menutupi miliknya dengan kedua tanganya. Geram, dia ingin memukul Kibum, tapi tidak sekarang. Nanti selesai mandi dan memakai celana lagi. "Cho, mandi bersama mau? Hemat waktu!"

"Tidak sudi!", teriak Kyuhyun sambil masuk dan membanting pintu kamar mandi.

julie khoyul

"Kau tahu, aku ini editor, pekerjaanku seharusnya ada si balik meja bukan menunggu diluaran seperti ini!", adu Sungmin pada seorang namja yang duduk di depannya.

Sungmin diterima jadi editor sebuah majalah, tapi bukan majalah gosip seperti yang diperkirakan Kyuhyun dan Ryeowook tempo hari. Sungmin jadi editor majalah bisnis. Itu bukan Sungmin sekali, tapi apa boleh buat cuma bekerja dengan baik satu satunya jalan bertahan di pekerjaannya. Sungmin itu cerdas, mudah menyesuaikan diri dengan pekerjaan secepatnya. Tapi dia selalu kesulitan mengerem mulutnya untuk tidak bergosip. Gosip adalah hidup Sungmin.

Tadi pagi Sungmin sudah duduk nyaman di meja kerjanya. Dia malahan sudah mengecek beberapa artikel yang akan di muat di majalahnya minggu ini. Sedang sial saja, saat bos-nya tergesa masuk kantor langsung memandang ke arah Sungmin. Si bos bercerita panjang lebar yang intinya hari ini pembisnis furniture dari China datang ke cabang Korea. Majalah mereka sudah buat janji temu wawancara, tapi reporter yang harus ditugaskan untuk wawancara sakit mendadak. Jadi bos Sungmin sedang pusing kepala ceritanya. Lalu meminta dengan paksaan pada Sungmin untuk menggantikan jadi reporter sementara. Cuma untuk wawancara yang pertanyaannya-pun sudah di susun jauh-jauh hari. Tinggal bertemu pembisnisnya, wawancara dan kembali ke kantor. Mudah kata Bos, gapi sulit untuk Sungmin.

Berakhirlah Sungmin di jalanan seperti sekarang. Tadi dia sudah diberi alamat kantor cabang pembisnis itu, tapi saat naik taxi, super taxi-nya baru dan Sungmin ke sasar sedemikian. Dia sudah mengaktifkan GPS di HP-nya, tapi dia sendiri bingung memandangi gambar dengan kelokan-kelokan di HP-nya. Lalu dia putuskan istirahat siang dulu. Dia membeli es krim, tapi naas dia di tabarak orang yang jalan terburu-buru hingga es krimnya tumpah ke celananya. Sungmin memaki-maki orang itu, apalagi orangnya cuma diam tanpa minta maaf. Seperti mendengarkan semua makian Sungmin saja. Tapi kemudian dia mengucapkan sesuatu dengan bahasa lain, dan Sungmin baru tahu dia bukan orang Korea. Sungmin pikir orang itu sama tersesatnya dengannya Sungmin kasihan, mengajaknya makan dan mentraktir es untuknya.

"Siapa namanu tadi?"

"Wo tek mince?", orang itu menunjuk dirinya sendiri.

"Iya. Han.. siapa?"

"Hangeng"

"Hangeng", Sungmin mengangguk angguk. "Kau tahu Han, aku takut sekali sekarang ini. Kalau aku tak bisa mewawancarai orang Cina itu, Bos ku mengancam memecatku"

"Yo renai!"

"Apa? Kau mengajakku renang?"

"Yo renai!", ulang Hangeng sambil menepuk pundak Sungmin. Mungkin maksudnya Sungmin harus sabar.

Sungmin paham sekarang. Tapi percakapan mereka terkesan sebelah pihak. Sungmin bicara panjang lebar sedari tadi sedangkan Hangeng mendengarkan saja sambil tersenyum sesekali. Kadang menyahuti tapi Sungmin tak tahu namja tampan, kelewat tampan itu bicara apa. Sungmin menanyakan banyak hal pada Hangeng, kalau-kalau dia bisa membantunya menemukan tempat tujuan, walau Sungmin sendiri juga tersesat, tapi bagaimana caranya?

"Kai bisa bahasa Inggris? English?", tanya Sungmin yang langsung di angguki Hangeng.

"Of course. Let's make confersation with English"

"Ya ya ya, sudah tidak jadi. Aku kan cuma tanya, bukanau mengajakmu berbahasa Inggris"

"Why?"

"I no English", kata Sungmin sambil dadah dadah di depan muka Hangeng. Sungmin tak bisa bahasa Inggris maksudnya. "Ngomong-ngomong kenapa kau bisa sampai disini?"

"I will see my commpany branches in Korea and I have appointment with XBS business magazine, too"

"Sudah-sudah jangan pake bahasa Inggris lagi. Aku tidak mengerti", larang Sungmin. "Karena kita sama-sama tersesat bagaimana kalau ku traktir kau satu cup es krim lagi?" Sungmin tak peduli reaksi Hangeng, dia langsung memanggil pelayan dan memesan 2 cup es krim strawberry untuk mereka berdua.

"Puyau ma!", tolak Hangeng mendengar kata strawberry dari mulut sungmin.

"Puyau? Baiklah!", Sungmin memanggil pelayan lagi dan memesan satu cup ekstra untuk Hangeng.

Sungmin merasa senasib dengan Hangeng. Nasib sama-sama tersesat. Karena dia orang Korea, dia yang punya uang, jadi untuk sementara dia dulu yang membayari makan. Siapa tahu setelah Hangeng bertemu apa yang dicarinya lalu suatu saat bertemu Sungmin kembali, dia bisa dapat oleh-oleh dari negaranya.

"Memakan es krim strawberry mengingatkanku pada teman-temanku. Eunhyuk suka susu strawberry. Kyuhyun suka es krim. Mereka sedang apa ya?"

Sungmin menerawang kemana-mana me gingat teman-temannya di asrama dulu. Heechul, Kyuhyun, Ryeowook dan yang lainnya. Juga Kwang yang akhir-akhir ini jadi partner jaga di dwpan TC menunggui Kyuhyun bawa oleh oleh. Sungmin mengakhiri terawangannya ke arah Hangeng yang terlihat takut dengan es krimnya. Sungmin kira, Hangeng tak pernah makan es krim strawberry, jadi dia harus yakinkan pada namja tampan iti kalau strawberry itu enak. Sungmin memgambil alih sendok dari tangan Hangeng kemudian, menyendokkan es krimnya dan menyuapkan padanya. Menjejalkan lebih tepatnya.

"Enak kan? Strawberry itu sehat!" Dan Hangeng mengangguk angguk sambil meringis. Ini bukan soal enak atau sehat, ini soal pria tampan yang alergi warna pink dan strawberry. "Bibirmu kotor!". Sungmin mengambil tissue dari dalam tas-nya mengelap sudut bibir Hangeng.

"Koko!", teriak seseorang lagi yang sudah berdiri disamping Sungmin dan menatap keduanya bengis. "Zhoumi koko Heechul cece, kolei!", teriaknya lagi pada dua orang yang masih berjalan dari kejauhan.

"Yo!"

"Kuai tien a!",

Zhoumi dan Heechul tergopoh datang kehadapan seseorang tadi. Hah, adik bos besar itu selalu saja beraikap seenaknya terhadap karyawan. Baru-baru ini saja bisa dikendalikan oleh Heechul, tapi untuk kali ini apa yang membuatnya jadi kekanakan lagi.

"Henry, sudah kubilang ubah kebiasaan teriak-teriakmu itu!", bentak Heechul. Dia capek berjalan mondar mandir mencari bos besarnya yang katanya datang dari Cina untuk melihat cabang perusahaannya di Korea. Mana bosnya menghilang setelah menerima kontak terakhir kalau bosnya berada tak jauh dari kantor. Ditunggu hampir dua jam, si bos tak sampai juga. Dan terpaksa Zhoumi dan Heechul di paksa Henry untuk menemaninya mencari koko tersayangnya itu.

"Cece!"

"Aku ini namja, jangan panggil cece. Nanti orang salah mengira aku transgender!". Zhoumi mengangguk angguk saja sambil tersenyum.

"Han koko!", sambil menunjuk Hangeng dan Sungmin yang duduk makan es krim berdua.

Heechul juga geram, sama seperti Henry. Masa si bos yang ditunggunya sedari tadi malah berkencan dengan Sungmin. Padahal di kantor sudah disiapkan penyambutan untuknya. By the way kenapa ada Sungmin disini, besama bos besarnya pula?

"Min, kau apakan bos-ku? Kau memerasnya?" Sungmin merinding. Siluman ini bertanya tapi nadanya menuduh.

"Sungmin", kata Hangeng sambil menepuk pelan tangan Sungmin. "Wo tek nan bengyo! Henry, say hi to Sungmin koko!"

Henry berdiam, bersungut. Inilah yang tidak di sukai Henry, kalau koko-nya punya kekasih jelas kasih sayang untuknya akan terbagi. Dia mau semua orang menyanyanginya saja. Tidak boleh orang lain. Henry mau Hangeng menyayanginya saja. Dia mau Zhoumi menyayanginya juga. Dia itu namja yang sulit untuk berbagi.

"Pugei!", tolaknya pada Sungmin.

"Henry, Sungmin koko..."

"Puyau puyau puyau!", teriaknya sambil melangkah berbalik meninggalkan geeombolan itu.

Heechul mengkode Zhoumi untuk mengambil alih Henry. Sekarang giliran Zhoumi menjinakkan Henry, sedangkan Heechul menghadap bos dan temannya itu.

"Hyung, kenapa anak itu menjerit-jerit begitu?", tanya Sungmin yang benar-benar tidak paham semua percakapan sedari tadi.

Heechul menunduk pada Hangeng, dibalas Hangeng juga menunduk.

"Ni hao ma?"

"Hao! Em..."

"Heechul, wo tek mince ciou, Kim Heechul!", kata Heechul memperkenalkan diri dengan ramah. Heechul harus membuat kesan baik dulu diawal, dia berhadapan dengan bos besarnya sekarang ini.

"Aduh, sudahlah kalian jangan berbicara bahasa aneh itu lagi" Heechul ingin menjitak Sungmin, tapi urung karena bosnya didepannya.

"Min, bagaimana bisa kau berpacaran dengan bos ku?", tanya Heechul beda perangai ke Hangeng dan Sungmin. Siluman ya beginilah.

"Aku tidak berpacaran dengan bosmu, Hyung. Tadi aku ditugaskan mewawancarai pengusaha furniture dari Cina tapi supir taxi salah menurunkanku ditempat ini. Dan aku bertemu Hangeng disini", terangnya membela diri. "Iya kan, Han?"

"Iya. Dan kita berpacaran!" Sungmin mengangguki Hangeng, tapi kemudian dia berteriak.

"Kapan aku berpacaran denganmu?"

"Tadi. Saat kuminta kau mengangguk dan bilang iya"

"Kapan? Aku tidak pernah mengiyakan apapun?", Sungmin masih ragu, tapi, "Eh, kenapa kau bisa bahasa Korea?"

"Bisa!"

"Lalu kenapa dari tadi kau bicara bahasa aneh begitu?"

"Kau tak tanya!", jawab Hangeng santai. "Kau kekasihku sekarang, kapan-kapan kau ikut aku kenegaraku, ku perkernalkan pada orang tuaku. Menikah disana sekalian!"

Sungmin kalang kabut, dia mau menikahi Yoona atau Siwon di TC's Kim, bukan namja tampan sekali tapi suka memaksa ini. Dia mau cari uang yang banyak dulu untuk modal melamar Yoona.

"Hyung, tolong aku Hyung! Dia tampan tapi otaknya oleng. Tidak sudi aku jadi kekasihnya, Hyung!"

"Dia itu bos-ku, Min. Aku tak bisa membantumu. Lagi pula kau ingin mewawancarai pengusaha furniture dari Cina kan? Dia orangnya!"

"Apa?", teriak Sungmin. Alamat pemecatannya sudah di depan mata ini. Mana Sungmin tahu kalau orang yang barusan di tolaknya itu orang yang akan diwawancarainya.

julie khoyul

Kyuhyun baru pulang dari studio Ceryl saat ahjumma menyodorkan sebuah surat. Surat amplop-nya warna pink dengan tulisan, untuk istriku tercinta. Tadinya Kyuhyun mengernyit, tapi ahjumma menjelaskan bahwa surat itu ditemukaanya dalam kantong jas Kibum beberapa hari yang lalu. Ahjumma bingung mau memberikan balik pada Kibum atau langsung diberikan pada Kyuhyun, hingga akhirnya dia lupa. Baru tadi dia teringat, setelah itu diberikannya pada Kyuhyun dari pada nanti dia terlupa lagi

Kyuhyun merebah di sofa baru ruang tamu. Memegang amplop suratnya, mencoba menerawang isinya lalu kemudian memeluknya. Walau warnanya pink, kalau dari Kibum tak jadi masalah. Tapi benar atau tidak kalau ini surat untuknya? Kibum menulis surat, padahal setiap hari dia sudah berada di dekat Kyuhyun. Kenapa tak mengatakannya langsung? Jangan-jangan Kibum mau mengungkapkan rasa cintanya pada Kyuhyun. Kan Kibum orang yang tak banyak bicara, bisa jadi dia kesulitan berkata-kata lalu memutuskan menulis surat. Kyuhyun penasaran dengan isinya.

Tapi,

Kalau surat itu untuk istrinya yang lain lagi bagaimana? Ah, tidak mungkin Kibum punya istri selain dirinya. Kalau untuk selingkuhannya seharusnya di amplop suratnya di tulis 'untuk selingkuhanku tercinta', ini kan untuk istrinya berarti untuk Kyuhyun. Kyuhyun jadi makin penasaran.

Kyuhyun membuka tepian amplop pelan-pelan. Dia tak mau amplop itu robek, karena dia akan mengoleksinya sebagai tanda cinta Kibum untuknya. Dia akan mencari tempat khusus untuk menyimpan barang-barang berharganya dari Kibum nanti. Kyuhyun mengambil isi suratnya, membuka kertas yang dalamnya pink juga itu pelan-pelan, masih dengan dalih takut robek.

Untukmu yang sangat ku cintai,

Kyuhyun sudah tersenyum selebar-lebarnya membaca kalimat pembukaannya. Kibum bisa romantis juga walau harus lewat surat

Ku tuliskan secarik puisi di selembar surat ini, bermaksud mengungkapkan isi hatiku padamu, walai cintaku.

Ku layangkan dalam kertas dan amplop pink, berharap kisah cinta kita merah muda untuk selamanya.

Dan Kyuhyun tersenyum lagi. Memeluk suratnya lagi dan menghela nafas sepanjang-panjangnya. Kibum keren sekali di surat ini.

Ahjumma yang datang membawakan es krim, buru-buru meletakkan es krimnya. Kemudian segera menyingkir, takut mengganggu Nyonya-nya yang sedang tersenyum kasmaran. Ahjussi yang akan ke dapur untuk minum-pun segera berbalik arah. Mengambil pintu samping agar Kyuhyun tenang dengan surat cinta dari tuannya.

Karena mencintaimu,

Setiap hela dan desah nafasku terkandung bau tubuhmu, dan aku tak lagi bernafas tanpa bau itu ada.

Karena mencintaimu,

Denyut nadi dan aliran darahku tertulis namamu, dan jantungku tak akan lagi berdetak tanpa mendengar nama itu terucap.

Karena mencintaimu,

Sela dan rongga otakku penuh dengan memori ulahmu, dan aku tak lagi bisa berfikir tanpa melihat tingkahmu.

Karena mencintaimu,

Gerak dan polah tubuhku ingin selalu merengkuhmu, dan aku akan vakum tanpa ada kau sekitarku.

Karena mencintamu, aku hidup.

Karena mencintaimu adalah anugrah tuhan yang harus kusyukuri.

Karena aku, mencintamu.

"Aku juga mencintamu, karena itu aku senang membaca suratmu!", kata Kyuhyun bicara pada lembaran kertas pink-nya

Kibum memang hebat. Kyuhyun jadi segembira ini, hatinya sangat lapang dan ingin diisi senyuman sebanyak banyaknya. Kyuhyun jadi rindu Kibum, sebentar lagi manusia es itu pulang. Kyuhyun akan berikan ciuman untuknya dan bersedia jadi asisten rumah tangganya Kibum. Nanti malam dia siap kalau harus ditanda tangani Kibum.

Kyuhyun tersenyum lagi, lalu kembali meneruskan bagian akhir.

Wahai cintaku, ijinkan aku meletakkan margaku di belakang namamu.

Sebelum aku datang bersama kedua orang tuaku untuk memintamu secara jujur.

Karena wahai cintaku, aku tak lagi bisa menunggu lama untuk memilikimu seutuhnya.

Apa maksudnya Kibum akan melamar Kyuhyun? Kan mereka sudah jadi suami istri, walau dengan kontrak kasat mata. Apa Kibum mau menikahi Kyuhyun secara sah? Wuahhh, Kyuhyun akan jadi Nyonya Kim betulan.

Wahai cintaku, ku akhiri surat ini disini bukan bermaksud mengakhiri cinta kita disini pula.

Karena aku mencintamu dulu, sekarang dan selamanya.

Kyuhyun ingin menangis karena terharu, tapi kata Heechul namja tak boleh menangis apapun alasannya. Tidak jadi ah.

Wahai cintaku, belahan jiwaku, yeojaku, calon istriku, calon ibu dari anak-anakku dan calon pendamping hidupku sampai ajal menjemput

Yoona

Kyuhyun ingin menangis lagi, berteriak, membanting dan segala macam mengungkapkan kekesalan. Kenapa itu surat untuk Yoona? Kenapa surat itu ada di tangan Kibum? Kenapa bukan untuknya?

Dari Oppa yang akan menjadi awal dan akhir pelabuhan cintamu.

Ternyata Kibum memang tak bisa romantis. Impposible kalau manusia es itu bisa membuat ini. Betul, ternyata ini surat dari kekasihnya Yoona untuk Yeoja itu.

"KIBUM JAHAT!", teriak Kyuhyun membuat kedua pembantunya saling pandang. Baru saja tersenyum-senyum, kenapa sekarang teriak? Ya, mungkin cara mengungkapkan cinta Kyuhyun begitu pada Kibum.

julie khoyul

"Kau kenapa?", tanya Kibum yang baru datang melihat Kyuhyun menekuk muka.

"Tidak apa-apa", jawab Kyuhyun ketus.

"Aku akan keluar setelah ini. Akan pulang lambat, ku tunggu kau tidur dulu baru aku pergi", katanya sambil melepas kancing kancing kemejanya. Tadi banyak pekerjaan di TC, dia putuskan membereskan semuanya baru pulang, alhasil dia sampai rumah sudah malam.

"Pergilah mandi dan segera keluar sana. Memangnya aku tak bisa tidur kalau tak ada kau!", katanya masih ketus.

Tapi memang iya kan, Kyuhyun tak bisa tidur nyenyak kalau tak ada Kibum. Kibum heran saja, kenapa dengan iblis ini? Setahunya yang punya mood buruk paska menstruasi itu cuma yeoja, kenapa menular ke Kyuhyun? Atau jangan-jangan.. ah, Kibum tak mau berpikiran konyol.

Kibum melepas kemejanya, melemparnya di atas ranjang dekat Kyuhyun duduk. Kemudian dia melepas celana panjangnya, menarik keluar dan melemparnya di tempat yang sama dengan kemeja. Kyuhyun mengalihkan pandang pada Kibum, tapi detik kemudian menoleh ke arah lain. Kibum telanjang disitu, manusia es itu menarik keluar celana sekalian celana dalamnya. Milik siapa sekarang yang mau jatuh? Kibum menjijikan. Tapi, tadi Kyuhyun sudah mau ditanda tangani Kibum dengan penanya itu kalau saja surat yang tadi benar dari Kibum. Kyuhyun masih punya keinginan itu, tapi dia sedang marah, masa dalam keadaan marah dia minta tanda tangan kontrak dari Kibum? Kesannya jadi murahan.

Kibum sudah masuk kamar mandi saat Kyuhyun menggeledah handphone namja es itu. Dia cuma mau tahu kemana Kibum akan pergi. Dia menemukan pesan dari Isa lagi, berarti Kibum mau berkumpul dengan teman-temannya. Akan ada banyak minuman di sana, akan banyak aksi hebat bersama teman-teman Kibum. Kyuhyun ingin ikut saja. Tapi, Kibum pasti melarang. Kyuhyun harus cari cara lain agar bisa ikut Kibum. Dia kan ingin mengenal teman-teman Kibum yang lain, dia juga ingin minum wine di sana. Kyuhyun akan bersiap, menyelinap ke dalam mobil Kibun biar terbawa sampai tempat pesta.

Kibum tak mendapati Kyuhyun saat selesai mandi. Setelah berganti pakaian dan mencari kesekitar dia juga tak mendapati iblis itu. Dia mengecek handphone-nya dan mendapati pesan dari Kyuhyun. Iblis itu bilang jalan-jalan sebentar dengan ahjumma dan Kibum boleh pergi asal pulang harus membawa oleh-oleh. Yah dan Kibum-pun pergi juga. Dia sudah dapat ijin dari Kyuhyun. Kibum ingin mabuk malam ini bersama teman-temannya seperti sebelum-sebelumnya.

Perjalanan Kibum sedikit lama, berarti tempat pesta sedikit jauh. Kyuhyun turun sambil terenggah enggah. Hampir saja dia mati kehabisan oksigen kalau Kibum tak segera meninggalkan tempat. Kyuhyun keluar dengan kunci cadangan mobil yang dibawanya, beruntung sekali terpikir untuk membawa kunci cadangan karena Kibum mengunci mati mobilnya.

Kyuhyun melenggang santai ke arah bar. Bersiul kecil saat ada beberapa yeoja lewat dan mengedip genit padanya. Pesona seorang Cho Kyuhyun memang tak pernah lekang oleh waktu. Lupakan status sebagai istri sejenak saat seperti ini. Toh dia tak berniat selingkuh, hatinya sudah ada yang punya. Yang punya? Tadi jalan masuk bar, tak tahu lah pergi ke arah mana manusia es itu. Kyuhyun membaca papan besar di atas pintu masuk' ISA'S COLONIES. Jadi ini sarangnya manusia-manusia gila pesta itu? Kyuhyun makin tertarik.

Seorang pelayan menyodorkan nampan berisi jajaran minuman saat Kyuhyun mulai masuk bar. Mengambil satu gelas dengan isi wine merah, kemudian berterima kasih. Pelayan itu pergi dan Kyuhyun menjelajah kembali ke dalam bar. Ini indah sekali, semua orang yang datang terlihat sangat berkelas. Bukan penampilannya yang berkelas, tapi wajah-wajah mereka. Di sudut kiri bar ada yeoja yang wajahnya Kyuhyun kenal sebagai pemenang ratu kecantikan tahun lalu. Yeoja itu santai sekali berbincang dengan teman-temannya. Sebelahnya, tak jauh dari kumpulan itu ada namja tampan. Dia aktor yang baru saja memenangkan trible tropi penghargaan. Dan masih banyak lagi. Tempat ini memang hebat, Kyuhyun suka sekali.

"Hi, boy!", sapa yeoja asing. Bule cantik, lebih cantik dari Ceryl. Seksi dan eksotis. Sempurna.

"Hi!", sapa balik Kyuhyun.

"It's first time I meet you or..."

"Aku baru pertama kali datang. Apa tidak apa-apa?", tanya Kyuhyun berdialog dengan santun.

"I see. I let you in to my party because you look so nice", katanya sambil tersenyum cantik. "Isabela. Call me Isa"

Oh jadi ini Isa. Orang yang disegani dan dihormati. Ditakuti tapi dicintai semua member party. Dia tidak terlihat menakutkan, sangat friendly malahan.

"Kyuhyun!", balasnya sambil menjabat tangan Isa. "Maaf aku lancang masuk pestamu tanpa undangan"

"I said ok, so never mind!"

Isa mengajak Kyuhyun berjalan berputar bar-nya. Bersapa dengan satu persatu member dan mengenalkan Kyuhyun sekalian basa basi. Terakhir dia menarik Kyuhyun duduk di meja bar. Isa ingin mengajak Kyuhyun minum banyak malam ini.

"So, what has brought you here, dear?", tanya Isa ditengah acara minum wine dengan Kyuhyun.

"Seseorang yang ku kenal dapat undanganmu dan aku mengikutinya kemari"

Isa memicing kemudian tersenyum maklum. Kyuhyun memandang ke sekitar mencari keberadaan Kibum yang ingin diketahuinya apa yang dilakukan manusia es itu sekarang? Isa mengikuti gerak mata Kyuhyun mencari sesuatu itu walau tak tahu apa.

"Can I know your friend's name?"

Kyuhyun menemukannya saat Isa bertanya itu. Kibum duduk dengan seorang yeoja dipangkuannya. Yeoja cantik, seksi, bertubuh sintal dan sangat menggiurkan. Mereka berpelukan mesra, kemudian berciuman membagi sesuatu yang ada si mulut mereka. Kibum berbagi minuman dengan yeoja itu lewag mulut.

"Her name is Rise. Typical of agresive girl". Kyuhyun mengangguk, tapi bukan yeojanya yang dipikirkannya. "He is Bryan Trevor. Young talent in business, smart, familiar and handsome. But he's little bit mysterious. Typicaly of introvert man". Kyuhyun mengangguk lagi, dia jelas tahu soal itu. "Need something help to get one of them?" Kyuhyun menggeleng.

"Isa, apa Bryan selalu seperti itu?"

"I'm not sure about that, dear. Everyone unpredictable in here!", katanya sedikit menyesal "Maybe yes, maybe no!", tambahnya. "But yesterday I saw Bryan with two different boys in two different places. Lunch and dinner". Kyuhyun sedikit kaget mendengarnya. Kemarin saat Kyuhyun pulang dari Thailand dan menungu Kibum di bandara, Kibum berada dengan dua pria berbeda di dua tempat berbeda untuk makan siang dan makan malam. Apa maksudnya? Kibum selingkuh?. "Maybe he is gay or bi, so I think you can get him because you look more handsome than two other boys from yesterday"

Ini bukan soal Kyuhyun lebih tampan dari siapapun. Ini soal Kibum yang keluar dengan laki-laki lain sedangkan Kyuhyun menunggunya di bandara. Ini tentang Kibum yang bilang sibuk, tapi kesibukannya adalah mengajak orang lain makan siang dan makan malam. Dan sekarang, manusia es itu bermesraan dengan yeoja antah brantah yang peduli cinta semalam lebih baik dari pada cinta seumur hidup. Kyuhyun ingin rasanya menghampiri mereka, menjambak yeoja itu dan menyeretnya ke tengah kerumunan. Lalu menampar mukanya dan memakinya 'jalang, penggoda suami orang', tapi Kyuhyun laki-laki sejati. Dia mau bertindak seperti laki-laki pula. Dia laki-laki dan ingin dicintai sebagai laki-laki. Kyuhyun benci Kibum saat ini, tapi dia cinta. Dia cuma tak bisa terima kalau yang bersama Kibum itu bukan dirinya. Kyuhyun sakit hati dan cemburu.

"Reaksi yang pantas kalau istrinya tahu apa?", tanya Kyuhyun entah pada siapa. Dia sendiri sudah kehilangan ekspresi sekarang ini. Swmua kekuatannya dicurahkan untuk membendung emosinya.

"Bryan? Married?" Isa meninggikan alis, dia tak yakin soal status Kibum. Lalu yeoja cantik itu melihat wajah datar Kyuhyun. Wajah datar tapi penuh kesakitan. "Don't say if you are Bryan's wife?", tebaknya tapi tak dapat jawaban. "Oh my Gosh!" Isa menyesal sekali telah mengatakan bagian perselingkuhan Kibum tadi. Dia tidak bermaksud.

Isabela, dia adalah Yoochun fersi wanita. Dia sangat peka dengan hal-hal seperti ini. Dicintai, dihargai, dipuja banyak orang tapi tak membuatnya sok tinggi. Isa adalah ratu, ratu dari segala ratu dunia malam. Dia bisa menguasai segala pesta, minuman dan dunia glamor. Tapi dia buka yeoja jalang, dia bukan perusuh, dia adalah Isa, penguasa yang berwibawa. Isa tahu rasa sakit seperti apa yang dialami Kyuhyun sekarang, sebagian orang telah jatuh cinta, bahagia, kemudian patah hati. Salah satunya dia sendiri. Dan Isa tahu saat ini Kyuhyun berada di fase sakit hati.

"I'm so sorry, dear!", sesalnya.

"Tidak apa-apa. Itu bukan salahmu"

Kyuhyun mencoba tersenyum, terlihat miris dan menyakitkan. Dia tak sanggup berlama-lama disini. Makin sakit saja saat Kibum dengan tanpa peduli sekitar merabai tubuh yeoja itu. Sakit, seperti ada ribuan jarum menusuk paru-parunya, melemahkan fungai pernafasannya hingga Kyuhyun kesulitan bernafas. Ulu hatinya ngilu, menjalar ke tulang dan sendi-sendinya. Lalu otaknya mulai nyeri, berdenyut pelan di belakang kepala dan kedua belah pelipisnya. Namja tak boleh menangis apapun alasannya, dia ingat Heechul bilang itu. Dan Kyuhyun tak sudi menangisi orang yang tak setia macam Kibum.

"Give him one more chance. I'll call him for you!", Kyuhyun menarik tangan yeoja cantik itu, melarangnya pergi hanya untuk memanggil Kibum. Isa tak perlu bersusah payah untuk Kyuhyun, apa lagi kalau hasilnya sudah seperti ini.

"Isa, tak perlu. Aku pulang saja!"

"Let me help you, dear. I can drop you home!", tawar Isa penuh simpati.

"Jangan membuatku makin terlihat lemah. Aku bisa sendiri. Semua akan baik-baik saja", Kyuhyun meraih gelas wine dan ingin meminum isinya untuk yang terakhir kali sebelum dia keluar dari bar ini, tapi Isa merebutnya. Yeoja itu meletakkan gelasnya kembali kemudian menggeleng mengisyaratkan tak setuju kalau Kyuhyun minum lagi. "Aku pulang!", pamitnya dengan nada lemah. "Terima kasih telah membuka mataku tentangnya", katanya lagi sambil memeluk Isa.

"Call me if you need some help!" Isa menjejalkan kartu namanya ke tangan Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun cuma mengangguk. Langsung menyimpan kartu nama Isa dan mulai keluar dari bar.

Kyuhyun masih sama utuhnya ketika masuk dan keluar bar, tapi beda dengan hatinya yang remuk.

julie khoyul

Kibum memarkir mobilnya serampangan di halaman rumah. Bergegas keluar mobil, membanting pintunya dan berlari bergedebuk ke dalam rumahnya. Sangat jelas kata-kata Isa tadi, istrinya datang dan melihatnya duduk dengan seorang yeoja, kemudian pergi lagi. Yeoja cantik itu tak cerita secara detail, tapi Kibum tahu hal yang terjadi selanjutnya. Kyuhyun akan marah, amat sangat marah. Kibum tak bisa bayangkan kalau Kyuhyun akan meninggalkannya. Soal yang tadi itu di luar skenario, entahlah, dia selalu khilaf di banyak hal. Tapi tak terbayang akan jadi apa dirinya tanpa Kyuhyun.

Manusia es itu mendobrak paksa pintu rumahnya. Berlari kecil masuk rumah dan mencari-cari istri iblisnya. 'Semoga ada, semoga ada', melafalkan matra itu dan berlari lebih cepat dalam kamarnya. Nihil, Kyuhyun tak ada dalam kamar. Mencoba mengecek kamar mandipun tak ada hasil. Kibum berbalik arah mengecek seluruh ruang dalam rumahnya. Ruang tamu, depan TV, mini bar, kamar tamu, dapur dan semuanya. Tapi masih tak ada.

Manager TC itu kembali kekamarnya, mengecek lemarinya dan menemukan sweeternya disitu. Dia merogoh sakunya, mengambil handphone hendak menghubungi Kyuhyun. Sambil mendial nomer yang akhir-akhir ini dihafalnya luar kepala, dia masih mengecek lemari sebelahnya. Di dapatinya piama kembar itu masih disana, tergantung rapi seperti sebelumnya. Waktu itu Kyuhyun berkata kalau suatu saat nanti akan mengenakan piama kembar itu bersama Kibum, lalu dia menggantungnya disitu. Kibum ingat saat Kyuhyun ribut soal piama itu, memaksanya kemudian mengancam menghancurkan koleksi wiskynya. Tapi Kibum tak ada waktu mengulas kejadian itu lebih lama saat panggilannya masuk. Panggilan ke handphone Kyuhyun masuk, tapi Kibum juga mendapati getaran lain disebrang ranjangnya. Di atas rak koleksi game milik Kyuhyun.

Kibum bergegas lagi untuk mengeceknya dan iya, dia temukan handphone itu lengkap dengan PSP dan surat pink tadi siang. Iblis itu meninggalkan handphone-nya. Kibum mengambil suratnya dan mendapati kalimat 'untuk istriku tercinta' dalam aplopnya. Kibum ingat lagi, tempo hari ada namja sopan yang datang ke TC, menyerahkan surat itu dan berharap Kibum sudi menyampaikannya pada Yoona. Kemudian namja itu membungkuk-bungkuk berterima kasih sebelum pergi. Tapi ada dua kalimat baru di bawah tulisan itu. Dua kalimat yang diawali kata maaf dan terima kasih.

'Maaf tak bisa mengembalikan apapun yang telah ku makan dan ku berikan pada teman-temanku, tapi aku bersumpah tak membawa apapun selain itu darimu'

Apa maksudnya? Kyuhyun berniat meninggalkannya tanpa mau dengar penjelasan Kibum? Apa maksudnya? Iblis itu bilang tak mengambil apapun, tapi telah merampas separuh jiwa Kibum. Lalu sekarang membawanya entah kemana.

'Terima kasih telah sudi menampung namja sepertiku, walau kau tahu aku cuma menghabiskan uangmu dan merusak harimu. Aku janji tak akan melakukannya lagi'

Dan apa itu berarti Kyuhyun tak mau lagi berada di rumah Kibum, bukankah ini rumanya juga? Apa Kyuhyun tak ingat soal Kibum yang tak pernah mengungkin berapa banyak uang dia keluarkan, seberapa menyebalkan iblis itu terhadapnya? Itu karena Kibum rela uangnya di habiskan oleh Kyuhyun. Itu karena Kibum rela hari indahnya dirusak oleh Kyuhyun.

Kibum membawa suratnya mendekati ranjang, memerosotkan tubuhnyabkebawah dan duduk dilantai. Menyandarkan punggungnya di ranjang lalu meletakkan kepalanya di kasur tebalnya. Kibum namja kuat, namja dingin, namja yang hampir tak punya emosi dan hanyabpunya satu ekspresi saja, datar. Tapi itu dulu, sebelum ada Kyuhyun, sebelum iblis itu jadi istrinya, sebelum tubuh, hati dan pikirannya dibaginya dengan Kyuhyun. Sekarang, dia tak punya kuasa. Dadanya bisa merasakan sakit, kepalanya bisa merakan berat, matanya bisa jadi sangat panas dan seluruh tubuhnya bisa mati rasa, karena Kyuhyun. Karena Kyuhyun meninggalkannya.

Kibum khilaf, dan terkadang sengaja khilaf. Kibum tahu perasaannya tapi tak pernah yakin. Dia bisa mengucapkannya, tapi tak mampu. Kibum menyukai Kyuhyun, menyayanginya dan cinta. Sekarang apa masih ada kesempatan untuk menemukan iblis itu, mengatakan cinta padanya lalu memintanya hidup bersama selamanya? Kalau boleh mengeluarkan kalimat tabu lagi di hidupnya, Kibum akan bilang dia menyesal. Kibum gagal jadi pawang, iblisnya berontak dan mengutuk balik, menimbulkan kesakitan yang luar biasa dalam pada Kibum.

"Aku mencintaimu, sungguh!", ucapnya lirih sambil terpejam.

To be continue

Oh, maaf kalau ada salah tulis di bahasa Mandarin dan Inggrisnya. Boleh dibetulkan. Gue bukan orang Cina atau Inggris, so sama-sama belajar ayo saling berbagi pengetahuan!

See you soon!