Contract with the Devil's Son

Chapter 27:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Maaf kalau kurang greget dan banyak typos

Terima kasih sudah membaca dan mereviews

Chap 27, semoga berkenan.

One more Chance

"Sudah ku bilang, aku bisa pulang sendiri.", teriak Yoochun setelah keluar dari mobil dan membanting pintunya. "Siapa yang menyuruhmu? Isa? Wanita sialan itu, mentang-mentang dia ketua seenaknya memperlakukan orang!", tambahnya sebelum limbung dan menubruk badan mobil.

Yoochun mabuk, kehilangan setengah kesadarannya setelah minum banyak di pesta Isa. Dia berpesan pada temannya sebelum ini semua terjadi, kalau Yoochun mabuk dia menyuruh temannya itu untuk mengantarkan pulang. Dan seperti perintahnya, temannya itu mengantarnya, tapi sekarang dia tolak mentah-mentah. Sepanjang jalan mengomelinya, sampai di depan pagar rumahpun Yoochun belum berhenti. Ya, namanya juga mabuk.

"Heh!", panggil Yoochun yang berusaha berdiri tegak. "Lain kali biarkan aku pulang sendiri!"

"Ya, kalau kau tak mabuk", jawab orang itu dari dalam mobilnya. "Kalau hari ini kubiarkan kau pulang sendiri, lalu besok aku harus melayat karena kau mati kecelakaan, terdengar tidak bagus", sindirnya pula.

"Kurang ajar sekali kau manusia tengik!", umpat Yoochun.

"Jangan banyak bicara, masuk rumahmu dan tidurlah sana!", usir teman Yoochun itu. "Dasar orang mabuk, membuang waktuku saja!"

"Aku tidak mabuk!"

"Tutup mulutmu dan masuklah!"

"Aku tidak mabuk!"

"Masuk, Chun!", usirnya lagi.

"Aku tidak mabuk. Ingat itu, aku tidak mabuk!", bela Yoochun sambil terseok seok menuju pagar rumah.

Yoochun menabrak pagar besi rumahnya, menimbulkan suara berisik pagar dan Yoochun yang terpental jatuh terduduk di pelataran depan pagar. Temannya tertawa sekeras-kerasnya melihat adegan barusan. Orang mabuk yang berdalih tak mabuk selalu terlihat lucu, mungkin dia sendiri juga bertingkah sedemikian konyol kalau sedang mabuk. Kejadian Yoochun menubruk pagar besi itu langka dan fenomenal. Kenapa Yoochun harus menabrak pagar besi saat masuk area rumah kalau sparuh lebih pagarnya telah terbuka? Karena Yoochun mabuk, dan orang mabuk selalu konyol.

"Pagar sialan!", umpatnya sambil tertatih berdiri. "Yaaak, manusia tengik, jangan tertawa atau ku sumpal mulutmu!", ancamnya sambil bergeser ke sisi lain pagar, ke celah besar akses masuk ke pelataran rumahnya.

Ini lebih dari tengah malam, udara lebih mendingin lagi dari jam-jam sebelumnya. Yoochun mabuk, tapi masih bisa merasakan dingin dan bisa bertindak menarik tepian mantel tebalnya untuk dieratkan. Hari ini sedikit buruk, dia menyelesaikan semua pekerjaannya hingga kepalanya sakit. Tubuhnya letih lalu undangan dari Isa memberinya kesempatan untuk berkelana di dunia fatamorgana. Minum sebanyak-banyaknya membawa pemikirannya terbang tinggi lalu lupa akan semua penat yang dirasakannya tadi.

Dua mobil terparkir di halaman rumahnya, yang setahu Yoochun itu bukan miliknya. Mobilnya ditinggalkan di bar milik Isa kan? Satu mobil berbody tinggi yang mirip punya Yunho. Oh ya, Yunho sepertinya tak datang ke bar tadi itu. Apa namja tampan itu sibuk dengan calon istrinya yang kelewat heboh? Yoochun terkekeh mengingat kejadian dimana dia membantu calon istri Yunho untuk diperbolehkan tinggal di rumah Yunho. Harus melewati drama adu heboh-hebohan argumen sebelum Yunho mendengus pasrah yang artinya setuju tapi amat terpaksa. Berbahagia sekali menjadi Yunho, bisa dicintai orang selucu calon istrinya itu.

Mata Yoochun memicing mengamati mobil sebelah, tipe sedan. Yang itu dia yakin milik Kibum. Apa dua temannya itu berniat reuni lalu menginap di rumahnya? Tadi Yoochun bertemu dengan Kibum di bar, tapi cuma sebentar karena ada hal yang ingin diselesaikan Yoochun malam itu. Minum sebanyak banyaknya, dan dia tak tahu dan tak peduli sahabatnya yang mengadaptasi sifat es kutub itu melakukan hal apapun.

"Chun, mana dia?", tanya mungkin Yunho atau Kibum karena Yoochun tak begitu peka pendengaran dan penglihatannya untuk sekarang ini.

Yunho terlihat sangat khawatir, dalam matanya memancarkan rasa bersalah dan menyesali sesuatu. Malam ini dingin, segalanya bisa terjadi di luaran rumah dengan cuaca seperti ini. Yunho melakukan kesalahn kecil yang berdampak besar di mulai dari tadi siang dan sampai sekarang dia belum mendapatkan cara memperbaiki kesalahnnya. Yunho emosi siang tadi dan ternyata bukan hanya Kibum yang khilaf pada pasangannya.

Yoochun mendekat dengan langkah yang sama dengan tadi. Menatap lekat ke wajah seorang yang diyakininya bertanya padanya tadi. Yoochun mengangguk ketika sudah mengidentifikasi si empunya wajah. Ini benar Yunho, dan sebelahnya berdiri mirip patung es itu sudah pasti Kibum.

"Aku mengusirnya!', kata Yunho sebelum Yoochun bertanya. "Dia berbohong padaku, pada kalian semua. Dia menipu kita dan aku mengusirnya!"

"Hahahahahahahaha!", Yoochun tertawa atas kebodohan Yunho. "Kau mengusirnya lalu mencarinya?", tanyanya lebih tak meminta jawaban. "Kau juga mengusir Kyuhyun?", tanyanya beralih pada Kibum.

"Dia pergi sendiri"

"Dan kau mencarinya?". Yoochun menepuk sebelah-sebelah pundak kedua temannya kemudian menerobos celah keduanya. Berjalan sempoyongan sebentar lalu duduk di lantai teras rumahnya. "Kalian ini sepurna di penampilan tapi idiot di tindakan! Yah, yah, yah kenapa aku harus berteman dengan dua mahkluk idiot yang tak bisa menghargai orang?", katanya tertawa-tawa tapi hatinya mulai menyesak.

Yoochun tak pernah lupa kehidupannya sebelum mengenal Kibum dan Yunho. Saat dia kecil, saat dia tak mengenal sebutan eomma, appa, saat dia cuma tahu punya seorang ibu dan banyak saudara. Tinggal di daerah terpencil dengam bangunan kuno tapi sangat luas bernama panti asuhan. Yoochun tak pernah menyerah dengan hidupnya. Dia sekolah, bekerja, begitu terus kesehariannya. Bukan dia tak pernah lelah, bukan dia tak jenuh tapi dia tak sempat untuk merasakan semua itu. Walau dalam nyatanya Yoochun pekerja keras yang tak pernah mempermasalahkan keadaannya, namun dalam lubuk hatinya dia sangat ingin menyebut seorang wanita dengan sebutan eomma, lalu seorang lelaki dengan sebutan appa. Entahlah, apa dia anak haram yang dibuang atau anak yang orang tuanya tak mampu membiayai hidupnya lalu membuangnnya atau orang tuanya mati, dia tak pernah ambil peduli. Yoochun cuma mendambakan orang yang bisa menyayanginya. Tapi saat keinginannya terus saja pupus dan hatinya merasa sakit ketika memikirkan itu, dia akan mengucapkan mantra pada dirinya sendiri.

'Aku Yoochun, seorang namja yang terlahir dari batu'

Dan dia akan yakin kalau tak butuh lagi yang namanya appa-eomma dalam hidupnya. Ibu dan saudara-saudaranya saja cukup. Lalu dia akan mengeras seperti batu, membawa dirinya bekerja keras. Belajar dan bekerja, seperti itu terus berulang tahun demi tahunnya. Yoochun, memang keras pada dirinya sendiri, tapi lembut terhadap orang lain. Berharap kalau dia menyayangi orang dengan tulus, suatu saat ada yang menyayanginya dengan tulus juga. Lalu ketika Yoochun mendambakan orang yang bisa menyayangi dan mencintainya, kedua temannya itu malah menyia-nyiakannya.

"Kau!", tunjuknya pada Yunho. "Kau Yun, punya wajah tampan tapi tak punya otak!", katanya kasar. "Kau tahu rasanya di usir itu seperti apa?"

Yoochun pernah diusir. Dulu sekali, ketika dia menolong seorang ahjussi tua yang terbatuk batuk karena tak bisa nafas. Asmanya kambuh, dan Yoochun menolong membawakan pada klinik terdekat. Menggedongnya sedikit menyeret-nyeret ahjussi yang hampir pingsan itu. Yoochun kecil tak kuat membawa ahjussi besar, tapi dia memaksa. Menjadikan punggungnya seakan patah karena ahjussi tua itu tak mampu berjalan sendiri dan harus digendong, tapi bahagianya ahjussi itu selamat. Kemudian kebahagian datang padanya. Ahjussi besar yang kaya raya datang dari kota itu mengangkatnya jadi anak, dan saat itu Yoochun punya appa.

Kehidupan Yoochun berubah saat itu, dia senang punya tambahan kata melekat di namanya. Park Yoochun, menjadikannya anak sah Tuan Park yang menduda tanpa dikaruniai anak kandung. Tuan Park jadi orang baru yang amat disayangi Yoochun, demikian sebaliknya. Hidup berdua, belajar dari Tuan Park membawa Yoochun lebih menghargai hidup dari yang sebelumnya, jadi tak ada seorang anakpun yang terlahir dari batu. Pemikiran kalau Yoochun terlahir dari batu itu muncul lagi ketika appanya pergi keluar kota, lalu keluarga almarhum istri appanya datang. Mereka menolak mentah-mentah kehadiran Yoochun dan berakhir dengan sebuah pengusiran. Mereka tak mau Yoochun jadi pewaris kekayaan Tuan Park.

"Sakit Yun. Sakit sekali!", katanya sambil menepuk-nepuk dada kirinya seakan dia masih Yoochun kecil yang terusir dulu. "Ingatlah kebaikannya, dan kau tak akan pernah bertindak gegabah bahkan sampai membenci orang!"

Seperti kata appa-nya dulu, saat Yoochun ditemukan dan dia tak mau kembali ke rumah Tuan Park karena Yoochun terlalu benci dengan orang-orang itu. Yang mengatainya anak haram, anak miskin, bodoh dan terbuang, lalu dipunggut berharap mendapat warisan dari duda Park yang kaya raya. Appa-nya lalu tersenyum, memeluk Yoochun sambil berucap 'ingatlah kebaikannya dan kau tak akan membenci orang barang sekecil apapun' lalu tuan Park menambahkan 'menjadi baik memang susah, tapi tidak pernah ada salahnya'

Yoochun tertawa tawa lagi kemudian terdiam.

"Untuk apa kau mencarinya? Dia sudah membohongimu. Lagi pula siapa dia? Namja yang bertemu denganmu dijalanan dengan sifat hebohnya yang membuat pusing kepala!"

"Aku menyukainya", kata Yunho lirih.

"Dan kau baru sadar setelah dia pergi? Apa semua kisah cinta harus melewati fase ini dulu? Ditinggal pergi lalu baru sadar cintanya?", tanya Yoochun sedikit mengeraskan suaranya.

Kibum diam ditempatnya sama seperti Yunho. Dan memang iya, mereka baru sadar seseorang itu amat berharga ketika sudah ditinggalkan. Seperti yang dirasakan Kibum sekarang. Saat ada Kyuhyun semua berjalan normal, dia memang sayang iblis itu tapi merasa tak puas hingga harus melabuhkan hatinya ke tempat lain. Dia sudah punya Kyuhyun hingga merasa kalau dia bersama orang lain diluar sana tak akan jadi soal. Kyuhyun adalah ratu rumahnya, tapi dia punya selir lain di luar sana. Namun Kibum salah, yang harusnya jadi ratu rumahnya, raytu hatinya dan ratu segalanya, harusnya cuma satu. Sekarang, dia bisa apa? Harus cari kemana?

"Apapun bentuk kesalahannya, kalau kau mau mendengarkan semua masalah bisa teratasi". Itu karena calon instri Yunho yang salah, dan Yunho wajib mengerti. Tapi kalau posisinya dibalik seperti masalah Kibum sekarang, apakah Kyuhyun bisa mengerti? "Kibum!"

"Hn"

"Apalagi yang kau lakukan padanya?", tanya Yoochun yang dalam setengah mabuknya masih sanggup bersikap lunak. "Dengarkan aku, terkadang mengorbankan harga diri juga perlu kalau itu untuk mempertahankan orang yang kita cintai"

Tuan Park pernah berkorban untuk Yoochun. Saat keluarga almarhum istrinya terus datang diwaktu dia tak ada dan terus mengolok olok Yoochun. Hingga suatu saat mereka datang bersikap baik dan manis pada Yoochun, membujuk Yoochun kecil untuk bersahabat dengan mereka berharap suatu saat nanti setelah Tuan Park meninggal dan harta jatuh ke tangan Yoochun, lalu Yoochun mau menandatangani surat mengalihan hak warisan kepada mereka. Tuan Park jatuh sakit dan hampir mati saat itu, tapi sebagian besa hartanya yang diberikan pada Yoochun kecil telah berganti nama ke salah satu saudara almarhum istrinya. Mereka memang tidak jadi orang miskin, tapi bukan orang kaya lagi. Saat Tuan Park sembuh lalu mendapati Yoochun menangis disampingnya terus dan terus karena merasa bersalah, Tuan Park hanya tersenyum, merengkuhnya dalam dekapannya kemudian berteeima kasih. Berterima kasih karena Yoochun masih disampingnya walau dia tak kaya lagi, berterima kasih karena Yoochun mau menangis untuknya. Lalu Tuan Park mengucap kata 'tidak apa-apa' berulang-ulang. Karena uang bisa dicari, tapi untuk mencari kasih sayang yang sama akan sangat sulit.

"Aku memang tak tahu seperti apa rasanya dicintai pasangan, tapi kurasa kalian perlu menyingkirkan ego untuk membalas cinta mereka. Kalian akan menemukan yang lebih dari mereka, tapi tak akan pernah sama saat kalian benar-benar bersama."

Yoochun masih saja terdengar bijak walau keadaannya setengah sadar, dan dia benar. Walau Kibum bisa mencari orang yang lebih dari Kyuhyun. Seperti Donghae, tapi aroma Champagne ditubuhnya berasal dari parfum, tak seperti aroma whisky Kyuhyun yang nyata-nyata keluar daei iblis itu. Lalu Lee Hyukjae, namja mempesona, manis dan selalu disukai Kibum. Kibum suka dia, Kibum sayang dia, tapi tak pernah merasa sangat ingin bertemu dengannya saat mereka tak bersama. Beda dengan Kyuhyun, saat iblis itu terlambat saja Kibum merasa gusar, panik dan ingin terus menghubunginya. Apalagi terpisah jauh, seperti ini keadaannya. Separuh jiwanya menghilang, separuh otaknya tak berfungsi dan separuh hatinya lebur. Kyuhyun yang penyebabnya, iblis itu membawa serpihan separuh jiwa, otak dan hatinya. Kibum merindukan Kyuhyun jawabannya.

"Tak ada yang tak mungkin kalau kalian mau berusaha" Yoochun terkekeh lagi namun kemudian memeganggi kepalanya yang makin sakit. Dia masih mabuk, dan berusaha berpikir jeenih saat mabuk itu membuatnya makin sakit kepala. "Cari mereka!", tambahnya sebelum merebah di lantai terasnya.

Yunho beranjak lebih dulu, melangkah panjang-panjang ke mobilnya membuka kasar pintu mobil dan membanringnya pula. Serampangan dia mengendarai mobil, berharap dengan segera pergi dadi situ akan segera ditemukannya pula calon istrinya itu. Kemudian Kibum juga menyusul, bertingkah hampir sama dengan Yunho, memulai cepat agar segera bertemu Kyuhyun secepatnya pula.

"Aku masih menunggu ada orang yang mau mencintaiku, seperti mereka mencintai Yunho dan Kibum, atau lebih!". Karena sebelum appa-nya meninggal, Tuan Park pernah berkata kalau ada pertemuan pasti ada perpisahan. Yoochun tak boleh sedih saat appa-nya tiada nanti, karena akan ada orang lain lagi yang bisa mencintai Yoochun.

julie khoyul

Ceryl memadangi foto besar berfigura yang baru saja di pasang di ruangannya. Foto tiga namja bertelanjang dada, tersenyum manis ke arah kamera. Menantunya, Kyuhyun dan dua calon menantunya, Eunhyuk dan Donghae. Kemarin saat Kyuhyun datang, Ceryl membujuknya untuk mau jadi model. Jelas Kyuhyun tak mau, itu bukan karena badannya yang kerempeng walau tak sekerempeng dulu, tapi karena hari sebelumnya Kibum melarangnya untuk jadi model atau dancer. Dan kemudian Ceryl membujuknya lagi agar mau berfoto saja, untuk koleksi pribadi. Donghae dan Eunhyuk juga dapat bujukan darinya hingga jadilah foto ini.

"Ceryl, kau memanggilku!"

"Hi, dear!", sapa Ceryl sambil mendatangi Eunhyuk kemudian memeluknya dan menciumnya seperti biasa. Ceryl menarik Eunhyuk, mengajaknya mendekat ke sisi lain tembok ruangannya. "See, itu foto kalian! Three of you look so beautiful"

"Tapi kenapa dipajang di situ? Banyak orang keluar masuk ruanganmu. Kau punya banyak klient yang kapan saja melihat foto itu. Aku kan malu!"

"Kau tak perlu malu, darling. Dengan begini semua orang bisa tahu, kalau menantuku adalah orang-orang keren. Kyuhyun, kau dan juga Donghae"

Itu lebih memalukan lagi dari kata malu yang disebutkan Eunhyuk sebelumnya. Eunhyuk memang dancer, tapi tak punya tubuh sekeren Donghae yang memang berbakat jadi model, lalu dia harus berfoto bertelanjang dada dan di pajang di tembok ruangan Ceryl itu memalukan. Tapi lebih memalukan lagi, saat orang lain tahu Ceryl mengakuinya sebagai menantu. Apa ada di dunia ini orang yang mau di duakan? Apa ada orang di dunia ini yang mau berbagi suami dengan iklas? Dan pada kenyataannya, Eunhyuk maupun Donghae bukan calon menantu Ceryl. Eunhyuk tak pernah menyetujui hal itu, Donghae juga.

"Ceryl, aku bukan menantumu"

"Will be", kata Ceryl dengan senyuman hangatnya. "You will be my son in law, soon or faster!", tegasnya yang membuat Eunhyuk tak enak hati.

"Aku memang menyukai Mr. Kim, tapi tidak bermaksud ingin jadi istrinya. Aku suka padanya, sama seperti semua trainee suka padanya. Dia orang yang baik bagi kami"

"Dear!", Ceryl membawa Eunhyuk lagi, duduk di kursi tamunya. "You are so special. I like you, that's why I want you to be my son in law". Eunhyuk terdiam, dia tak terlalu pintar untuk bisa berperang kata dengan Ceryl. Sebanyak apapun dia bicara melawan Ceryl yang cerdas itu tetap tak ada hasil. "Jangan tunjukkan muka sedih seperti ini, Bryan akan mencintai kalian dan adil pada kalian bertiga"

"Ceryl!", protesnya lagi.

"Listen dear, everythings is gonna be ok in my hand. So be my son in law and I'll make you to be the best dancer"

Kemarin Amber datang ke asrama barunya membawa seorang namja muda yang katanya akan mengambil anak anjingnya. Namja itu ternyata pemilik asli Spancer. Eunhyuk sedih sekali, Donghae juga. Rasanya ingin menangis saja saat tahu mereka akan berpisah dengan anak anjing itu, tapi walau bagaimanapun namja itu pemilik aslinya. Dia lebih punya hak merawat Spancer dari pada Eunhyuk dan Donghae. Kemudian dengan berat hati mereka menyerahkan anak anjing pada namja muda itu. Tapi keadaannya berbalik seperti awal Amber dan namja itu datang, namja itu berniat sekali mengambil Spancer dari tangan Eunhyuk, saat Eunhyuk memberikannya namja itu tak mau menerimanya. Dia bilang kalau Eunhyuk dan Donghae benar sayang dengan anak anjingnya, mereka boleh memeliharanya, asal jangan diterlantarkan, jangan dibuang juga. Mereka haris berjanji merawat anak anjing itu dengan baik. Dan saat itu Eunhyuk senang, dia berjanji bersama-sama dengan Donghae akan merawat Spancer. Dia dengan Donghae.

"Nanti akan ku minta Bryan segera menikahimu!"

"Aku tidak mau menikah dengan Mr. Kim" Eunhyuk sudah berjanji akan merawat Spancer dengan Donghae, tinggal bersama dan menjalani hiduo berdua. "Mr. Kim sudah punya Kyuhyun Ceryl"

"Dear, Bryan sangat menyukaimu. Kyuhyun pasti bisa mengerti soal itu"

Eunhyuk menggeleng kemudian mengalihkan pandangnya ke foto di dinding tadi. Ini tidak benar, bukan dengan menjadi dancer hebat di tangan Ceryl lalu dia harus jadi menantu yeoja bule ini. Kyuhyun itu temannya, dia dan semua orang di TC tahu kalau iblis sangat mencintai Kibum. Dari sikapnya yang terus bermanja pada Kibum, dari kesehariannya yang terus mengekor Kibum dan dari caranya marah dan mulutnya terus menyebut nama Kibum. Semua orang tahu itu, Eunhyuk juga yakin kalau Ceryl tahu perasaan cinta Kyuhyun ke Kibum. Eunhyuk ataupun Donghae tak mungkin tega jadi merusak hati temannya, tapi kenapa Ceryl yang mertuanya malah sengaja melakukannya?

"Ceryl, kau tahu Kyuhyun cinta Kibum?"

"Of course!"

"Aku yakin Mr. Kim juga mencintai Kyuhyun. Tapi tidak kah kau paham, bagaimana perasaan Kyuhyun kalau Kibum mendua?"

"Dear, I said if..."

"Tidak ada satu orangpun yang mau dimadu", serobot Eunhyuk pada perkataan Ceryl. Dia tahu Ceryl tak akan mau kalah, tapi setidaknya Eunhyuk bisa mengatakan kalau dia tak mau menyakiti orang lain. "Tidak ada satu orangpun yang mau berbagi suami dengan orang lain. Mungkin Kyuhyun bisa mengerti seperti yang kau bilang tadi, tapi apa hatinya juga bisa mengerti?"

Ceryl memeluk Eunhyuk, mencium kecing namja manis itu agar hatinya tegang, agar calon menantunya tak lepas dari genggamannya.

"Kyuhyun itu menantumu, apa kau tega melihatnya tersenyum bibirnya tapi menangis hatinya?" Ceryl melepaskan pelukannya setelah mendengar ini. "Mr. Kim itu anakmu, atau anak yang kau akui adik, apa lau tega saat kau melihatnya menjadi superior memiliki tiga iastri tapi buruk dimana orang lain?" Ceryl mengambil jarak setelahnya. Berjalan kembali ke depan foto kebanggaannya dan memperhatikan tiga namja di situ.

Seperti kata Eunhyuk tadi, Ceryl jelas tak tega melihat menantinya bersedih. Dia juga tak tega kalau Kibum mendapat tanggapan buruk dari orang lain. Bagaimana hidupnya nanti dicemooh orang, bagaimana bisnisnya yang mungkin juga bisa gagal dan bagaimana rumah tangganya kalau benar itu terjadi. Ceryl sendiri juga tak bisa hidup di satu hati, dia tak sanggup bila hanya dengan satu cinta dan itu menurun pada Kibum. Tapi beruntung Yesung yang setia juga menurunkan sifatnya pada Kibum. Kibum punya cinta, tapi kesulitan menghalau cinta yang lain. Dan begitulah Yesung dan Ceryl tak pernah siap untuk menikah dan mengakui Kibum. Karena Ceryl tak bisa hidup dengan seorang saja, dan Yesung yang jelas tahu sifat Ceryl tak akan mau punya statua suami tanpa arti.

"Aku tahu kau orang Amerika yang bebas, tapi ini Asia yang segala adat, kebudayaan dan orang sekitar masih sangat berpengaruh dikehidupan orang", kata Eunhyuk yang menonjolkan Asia yang lebib manusiawi dari Amerika. "Aku rasa di negaramu juga tak ada yang mau dimadu, bahkan ku dengar cinta di Amerika tak memandang apapun. Kenapa kau beda?"

Karena Ceryl bukan termasuk salah satu orang yang memegang teguh kesetiaan cinta.

Eunhyuk berdiri setelah melihat Donghae dipintu masuk. Donghae berdiri di situ sedari tadi, mendengarkan serta menyetujui perkataan Eunhyuk. Mungkin perkataan Eunhyuk tak seintelek Kyuhyun, Heechil atau Sungmin, tapi paling tidak dia bisa mengatakan kalau tindakan Ceryl itu tak baik.

"Maaf, aku tak bisa jadi menantumu!', ucap Eunhyuk kemudian membungkuk ketika Ceryl sudah menghadapnya.

"Dear"

"Maaf!", katanya lalu berjalan menghampiri Donghae.

"Aku juga tak mau jadi menantumu!", tambah Donghae kemudian berjalan keluar bersama Eunhyuk.

Ceryl masih ingat saat dulu dia pernah ditinggalkan seperti ini. Saat kibum masih sangat kecil sekali. Kira kira umur 4-5 tahun. Waktu itu orang tua Ceryl mengajak semuanya pindah dari Los Angels ke kota yang lebih kecil karena ayah Ceryl ditugaskan di sana. Ceryl tidak mau, dan kalaupun mereka pergi Ceryl akan tetap tinggal. Dia butuh mengembangkan bakatnya di kota besar itu. Dan ketika ibu Ceryl bertanya pada Kibum, apakah dia akan ikut pindah, Kibum bertanya balik. "Who is my real mommy?", ibu Ceryl bilang tentu Ceryl ibunya, tapi Ceryl bilang apapun itu dia adalah kakak di keluarga ini. "So I have no reason to stay. I follow you, Granny!", kata Kibum kecil kemudian berlalu dari hadapan orang-orang dewasa itu. Setelah itu Kibum ikut kakek-neneknya pindah, meninggalkan Ceryl dan juga meninggalkan kebiasaan dipeluk dan diciumi yeoja itu.

"Tidak apa-apa kalau aku tidak jadi dancer. Bagaimana demganmu, Hae?"

"Tidak apa-apa juga", jawab Donghae sambil tersenyum ke arah Eunhyuk. "Kalau aku tak jadi model dan kau tak jadi dancer, kita masuk TC's Kim lagi. Cari pekerjaan lewat sana. Jadi pekerja bergaji kecil lebih baik, dari pada jadi terkenal dan banyak uang tapi tak bahagia", kata Donghae sambil memulurkan tangannya minta disambut Eunhyuk.

Eunhyuk menyambut uluran Donghae, saling menggenggam kemudian diayun-ayun. Apapun status mereka, Donghae dan Eunhyuk akan selalu bersama. Merawat Bada di rumah kecil sewaan mereka, dan bekerja bersama dan menjalani semua hal berdua akan terdengar menyenangkan.

"Oh ya, Hae. Kemarin itu Mr. Kim membelikan banyak baju untukku. Terlalu banyak, ku kira kau bisa memakainya sebagian"

"Benarkah?" Eunhyuk mengangguk. "Mr. Kim memang baik. Dia juga membelikan makanan untuk Bada, cukup untuk sebulan kurasa!", terangnya sambil membawa Eunhyuk melangkah menjauh dari ruangan Ceryl.

Kalau tidak mau mengesampingkan egonya, Ceryl akan terus ditinggalkan. Dan yeoja bule itu memang perlu berubah.

julie khoyul

"Ku kira kau akan menikah dengan janda genit dekat rumahmu itu, Chang!"

"Ku kira kau akan menikah dengan namja tambun kaya raya itu, Kyu!"

Malam kemarin Kyuhyun terus berjalan tanpa tujuan. Dia tak tahu harus kemana. Tak mungkin ke rumah Yoochun, tak mungkin ke asrama TC dan tak mungkin pulang ke rumahnya. Lagi pula dia tak punya uang dan tak bawa alat komunikasi. Dia cuma bisa terus berjalan, yang penting jauh dari Kibum, jauh dari rumah Kibum. Hingga di pagi harinya die bertemu teman lama, Changmin. Teman yang selalu bersamanya di susah dan senangnya. Teman yang dirindukannya.

Changmin dan Kyuhyun saling menyapa, saling berpeluk tapi kemudian berjalan kembali. Perjanjian dalam persahabatan mereka, keduanya akan berbagi susah dan senang, tanpa harus tahu seperti apa senang itu dan seperti apa susah itu. Seperti tadi pagi, tanpa harus bentanya kenapa Kyuhyun terlihat begitu sedih, Changmin menemaninya berjalan. Berjalan saja tanpa tujuan. Hingga di hampir tengah hari Kyuhyun bilang dia lelah dan lapar. Lalu Changmin membawanya kemari.

Apartement kecil yang biasa mereka jadikan tujuan saat tak berniat pulang. Pemiliknya adalah yeoja cantik pemilik toko serba ada yang berada tiga blog dari apartement. Walaupun dekat yeoja itu jarang sekali pulang, dia cinta tokonya, cinta barang-barang disana dan cinta akan uang. Yeoja itu sangat perhitungan, tapi baik pada Kyuhyun dan Changmin.

Setelah makan yang masing-masing menghabiskan dua cup mie instant, mereka istirahat. Tertidur saling berpeluk satu sama lain. Changmin rindu Kyuhyun, begitu juga sebaliknya. Seperti dulu, mereka akan makan bersama, mandi bersama dan tidur bersama.

"Tidak jodoh!", jawab Kyuhyun sambil membayangkan namja tambun yang terus datang ke rumahnya bermaksud melamar. Demi apapun? Cho Kyuhyun yang tampan tak akan sudi menikah dengan namja tambun itu sekaya apapun dia. Bahkan Shindong, manager pemasaran di TC's Kim yang lebih tambun dari namja itu, jauh lebih keren. "Orang tampan sepertiku tidak jodoh dengan orang jelek sepertinya". Tampan harus dengan tampan, seperti dia dengan Kibum.

Kemudian Kyuhyun mengambil bantalnya, di peluk erat di tekan ke dadanya agar rasa sakit di situ sirna. Tapi percuma, dadanya masih nyeri, antara dia benci tapi dia rindu.

Kyuhyun akan kabur kalau namja tambun itu datang untuk menemuinya. Changmin akan menemani Kyuhyun kabur, berakhir di apartemenr ini. Sama halnya saat janda genit sebelah rumah meminta Changmin untuk menikahinya. Changmin selalu meminta bantuannya dengan imbalan akan menikahinya, tapi berakhir dengan dalih-dalih yang intinya Changmin tak sudi menikahi janda itu. Lalu Changmin akan diusir beberapa hari oleh oemma-nya dan Kyuhyun menemaninya menjalani masa pengusiran. Berakhir juga di apartement ini.

"Kau benar, orang tampan harus dengan orang tampan. Seperti aku dan kau!", kata Changmin yang tersenyum lebar tapi kemudian memudar, sedikit demi sedikit senyumnya sirna.

Waktu janda genit itu bertanya pada Changmin, kenapa Changmin bohong dan tak jadi menikahinya? Dan Changmin menjawab, karena dia akan menikahi Kyuhyun. Begitu pula aaat Kyuhyun mendapatkan pertanyaan serupa, dia bilang akan menikah dengan Changmin. Dan bukannya mereka beraahabat sejak kecil? Mereka harua susah senang bersama.

"Aku merindukanmu!", kata Changmin memulai menerawang plafon diatas ranjang. "Maaf,", katanya lagi sambil mengantung kalimat.

"Aku juga merindukanmu, sangat!" Sangat rindu. Kyuhyun sangat rindu. Rindu Kibum, rindu pelukannya, rindu belaiannya, ciumannya, semuanya dari Kibum. Tapi tidak bagian dia berbohong lalu selingkuh.

"Aku sangat merindukan..."

"Aku sangat merindukannya!", potong Kyuhyun mulai membuka persoalannya.

"Lalu kenapa masih rebah di sini kalau kau merindukannya?" Kalau itu maunya Kyuhyun, seharusnya iblis itu segera menumui seorang yang dirindukannya itu. Walau cuma bertemu sebentar, Changmin tidak apa-apa kalau harus berpisah lagi, asal Kyuhyun bahagia.

Kyuhyun menyodorkan kartu nama pada Changmin. Isabela, nama asing di Korea. Pasti sangat keren, seperti Kyuhyun. Seorang manager party organizer, itu pekerjaan yang hebat. Kyuhyun beruntung sekali mendapatkan yeoja bule. Tapi bukannya orang tampan harus dapat orang tampan? Bukan harus dapat yeoja cantik. Jadi Kyuhyun bukan gay? Kalau begitu Kyuhyun memang harus pergi, agar tak tahu kalau sahabatnya seorang gay. Changmin tak mau Kyuhyun malu dengannya.

Changmin mengambil telepon, membawanya kedekat Kyuhyun. Dia me dialkan nomor Isa kemudian menyerahkan pada sahabatnya itu.

"Aku Kyuhyun!", kata Kyuhyun menyahuti pertanyaan dari sebrang. "Isa, aku merindukanmu!"

Dan setengah jam berikutnya mobil pajero warna hijau lumut menunggu di halaman apartement itu. Isa benar-bemar tahu apa yang dirasakan Kyuhyun saat ini. Waktu Kyuhyun bilang merindukanmu, Isa tahu apa maksudnya. Yeoja bule itu langsung meminta alamat dan sekarang telah ada di sini.

Changmin mengantar Kyuhyun ke lantai dasar, dia akan melepas sahabatnya itu bersama kekasihnya. Biar mereka berpisah lagi, karena kebahagiaan Kyuhyun juga penting bagi Changmin.

"Ini cepat sekali, Kyu"

"Aku akan menemuimu lain waktu!"

Kyuhyun ikut yeoja bernama Isa itu. Yeoja bule yang amat cantik, dan memang pantas kalau dengan Kyuhyun. Mereka saling berpeluk kemudian dengan perhatiannya yeoja itu menuntun Kyuhyun masuk mobilnya. Kyuhyun masih terlihat sedih saat itu, mungkin mereka harus menyelesaikan masalah mereka dulu biar Kyuhyun tak sedih lagi seperti permintaan Changmin.

julie khoyul

Kibum amat capek, dari tadi malam hingga malam lagi kali ini dia belum sanggup menemukan Kyuhyun. Badannya lelah, tapi hatinya lebih lelah. Ternyata hidup tanpa iblis itu sunguh menyakitkan. Otaknya tak berhenti berpikir semua tentang Kyuhyun, hingga pening, pusing dan berdenyut tak karuan. Hatinya terus merana, nyeri, bagai ada lubang tepat di dadanya. Sakitnya kemana mana, dan hanya Kyuhyun yang bisa menghentikan ini.

Kibum menjeduk jedukkan kepalanya di stir mobil. Berharap hilang pusingnya itu dan berharap dia menemukan tempat baru yang bisa di datangi untuk menemukan Kyuhyun. Ah, kepalanya masih sakit walau sudah lima menit dia memukul mukulkan pada stir mobil.

Kibum meraih handphone secepatnya saat benda itu bergetar. Ada telpon masuk dan siapa tahu itu dari Kyuhyun. Tapi setelah di amatinya, ternyata bukan. Kibum lupa kalau Kyuhyun meninggalkan handphone-nya di rumah. Ini telpon dari Isa. Kalau telpon itu undangan pesta, Kibum akan menolaknya. Menemukan Kyuhyun adalah prioritas utama sekarang ini.

"Bryan!", panggil Isa datar dari sebedang telpon.

"Hn"

"I brought him home. Pleass take care of him!". Kibum geragaban mendengar kalimat itu. Apa? Isa bicara soal apa? Soal siapa? "If you don't want to take care him for yourself, do that for me!", pinta Isa. Ini kalimat halusnya Isa saat memaksa. Isa punya kuasa untuk meminta segala hal pada member-nya, walau meminta Kibum menjaga Kyuhyun buka termasuk dalam perjanjian ketua dan member, ini tetap sebuah perintah.

"What do you mean by 'him'?"

"Come back home, now!", perintah Isa yang kemudian mematikan saluran telepon.

Kibum mengerti sekarang, kalau Isa bilang soal dia berarti ini soal Kyuhyun. Iblisnya itu dibawakan kembali oleh Isa. Kibum berhutang besar pada bule cantik itu kali ini. Kibum segera menstarter mobilnya. Mengemudikan mobilnya cepat, tapi berhati-hati. Dia juga tak ingin sebelum menemui Kyuhyun lalu dia sendiri kecelakaan, maka dari itu butuh kehati-hatian. Kali ini Kibum sudah mulai lega, Kyuhyun-nya sudah kembali. Iblis itu ada di rumahnya lagi. Kibum belum bagaimana cara menjelaskan kesalahannya nanti, yang terpenting dia bertemu Kyuhyun.

Masih memarkir mobil dengan serampangan, tergesa masuk rumah. Mendorong pintu rumahnya dengan kasar dan berjalan cepat lebih seperti berlari kecil menuju kamarnya. Kibum berhenti sejenak di depan pintu itu, membuka pelan, masuk dan menutupnya pelan juga. Dipembaringannya, ada sosok yang dicarinya seharian ini. Memakai piyama biru motif bintang-bintang, rebah membelakangi Kibum. Kibum tersenyum sejenak, hampir mirip ucapan syukur yang tak bisa keluar lewat kata-kata.

Kibum kemudian mendatangi ranjang merangkak naik dan merebah juga di belakang Kyuhyun. Dia menelusupkan tangannya ke sela tangan dan pinggang iblis itu. Ini benar Kyuhyun-nya. Seperti ini rasanya memeluk pinggang iblis itu, tak pernah berubah. Kibum mendekat dan menempelkan badannya ke punggung Kyuhyun. Menyeruakkan mukanya ke belakang kepala iblis itu. Masih bau sama, whisky yang memabukkan tapi tak pernah di tolak oleh siapapun, demikian pula oleh Kibum. Kibum masih berdiam diposisinya meski tak dapat respon apapun sedari tadi. Lebih baik begini dulu karena Kibum belum menemukan kata apapun yang pantas untuk di lontarkan.

"Karena mencintaimu,

Setiap hela dan desah nafasku terkandung bau tubuhmu, dan aku tak lagi bernafas tanpa bau itu ada", kata Kibum entah bicara model apa. Nadanya datar, dia membacakan puisi tapi seperti membaca proposal bisnis.

"Karena mencintaimu,

Denyut nadi dan aliran darahku tertulis namamu, dan jantungku tak akan lagi berdetak tanpa mendengar nama itu terucap", tambahnya lagi sedikit membesar serak.

"Karena mencintaimu,

Sela dan rongga otakku penuh dengan memori ulahmu, dan aku tak lagi bisa berfikir tanpa melihat tingkahmu" Kibum memindahkan bibirnya hampir dekat dengan telinga Kyuhyun. Manusie es itu menempelkan mukanya pada pundak Kyuhyun sambil masih memegang kuat dibagian pinggangnya.

"Karena mencintaimu,

Gerak dan polah tubuhku ingin selalu merengkuhmu, dan aku akan vakum tanpa ada kau sekitarku"

Kyuhyun bergerak sedikit, menumpukkan tangannya ke tangan Kibum di pinggangnya. Menepuk-nepuk kecil karena di saat yang sama kain pundaknya sedikit basah dan terus basah. Tidak apa-apa kalau Kibum harus menangis, Kibum tak pernah mendengar larangan dari Heechul soal namja yang tak boleh menangis apapun alasannya. Dan dari sini Isa benar, Kibum juga mencintainya hanya saja dia tak kuasa menolak cinta lain yang hanya sesaat. Kyuhyunlah yang harus bisa memagari hari Kibum agar tak pernah pergi darinya, dia istri Kibum kan?

"Karena mencintamu, aku hidup."

Tidak apa-apa juga kalau Kibum tak bisa membuat puisi, dia bisa membacakannya.

"Karena aku, mencintamu" Kibum meminta maaf dengan caranya dan Kyuhyun harus paham cara itu. Kyuhyun memaafkan Kibum.

"Kyu, aku mencintamu. Sungguh!"

Kibum tak bicara lagi, dia tak punya kalimat lain lagi, dia tak punya suara normal lagi. Dia harus berhenti dan berusaha menghentikan aliran air yang keluar dari matanya. Kibum tak mau terlihat lemah di depan Kyuhyun, dia namja, dan namja tak ada yang menangis. Tapi kibum harap, dia dapat pengecualian. Dia begini karena bersalah dan ingin minta maaf. Dia begini karena bahagia dan ingin berterima kasih. Dia begini karena Kyuhyun. Karena dia mencintai Kyuhyun.

"Kibum!"

"Hn"

"Kau bau!", kata Kyuhyun sambil berbalik badan, menelusup masuk ke dada Kibum dan berdiam di sana. Ah, Kyuhyun bisa merasakan jantung Kibum berdetak hebat karena emosi cinta. Ya, begitu menurutnya.

Setelah mendapatkan pelukan erat dan ciuman di kepala mereka mulai prosesi malamnya. Biar saja Kibum bau. Biar saja manusia es itu tidur dengan baju yang kemarin yang penting itu Kibum. Dan kehidupan rumah tangga Kibum-Kyuhyun di mulai lagi.

To be continue

See you soon!