Contract with the Devil's Son
Chapter 28:
Screenplay's fanfiction
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Heechul
Choi Siwon
Dll
Hi hi,
Thanks for kemarin dan kemarinnya lagi. Sudah membaca juga mereviews dan segala macam pokoknya. Emang agak susah di gue kalau harus nulis yang galau-galau. Maunya ceria terus. Yang penting sudah mencoba.
Ok, yang tanya apakah review kalian semuanya masuk and terbaca. Pasti. Kalian kirim, gue langsung baca. Coz gue bacanya langsung dari pemberitahuan e mail. Walau belum ada di kotak review ffn, gue sudah baca dari e-mail. Dan yang kirim review panjangnya sampai satu cerita, gue musti buka akun ffn dulu baru bisa baca lengkap. Huahhh. ...
Ada yang nanya arti kata-kata mandari kemarin apaan? Nanti gue coba list artinya dibawah.
Gitu dulu, semoga yang ini tak begitu mengecewakan. Selamat membaca!
Balas Dendam
Kyuhyun lagi-lagi terbangun di..., tidak dipelukan Kibum kali ini. Iblis itu memeluk gulingnya, lalu Kibun kemana? Namja es itu keluar dari kamar mandi ketika Kyuhyun mulai melonggok kesekitar. Kibum keluar dengan bathrobe birunya. Menggosok-gosok rambut basah dengan handuk kecil di lehernya. Ah, wangi sampo-nya sampai tercium oleh Kyuhyun.
Manusia es itu berjalan ke lemari, berjongkok sejenak mengambil satu celana dalam di drower bawah, kemudian memakainya. Kibum melepas bathrobe setelah itu, menyampirkan ke kursi terdekat kemudian membuka lemari. Dia akan memakai apa hari ini? Berdiri membelakangi Kyuhyun membuat tubuhnya terpantul dari kaca lemari. Kyuhyun bisa lihat badan Kibum yang menonjol-menonjol itu. Kotak-kotak seperti cetakan batu bata. Kemudian Kyuhyun meraba dadanya sendiri turun sampai perutnya. Lalu dia mendengus, kenapa badannya rata? Apa kurang banyak susu yang diminumnya selama ini.
"Apa?"
Ih, Kyuhyun ketahuan mengintip. Kibum melirik ke Kyuhyun lewat pantulan kaca. Kyuhyun cuma menggeleng sambil masih memandangi Kibum. Bagian belakang Kibum dari atas, rambutnya yang masih basah. Kemudian turun, bahunya yang kokoh. Turun lagi, punggungnya yang tegap tapi tebal. Turun lagi, pinggangnya. Apa Kibum pernah sakit pinggang seperti Kyuhyun ya? La nin waktu dia akan minta digendong Kibum, biar manusia es itu juga merasakan sakit pinggang. Nanti saja kalau badan Kyuhyun sudah lebih besar lagi dari ini. Biar Kibum merasakan berat saat menggedongnya, kemudian jadi sakit pinggang. Kyuhyun tersenyum sebentar membayangnya Kibum berteriak-teriak menyebut pinggangnya.
"Ada yang lucu?", Kyuhyun menggeleng lagi.
"Bokongmu bagus!", kata Kyuhyun yang kebetulan memang sudah memandangi bokong Kibum. Kemudian Kyuhyun melihat pantulan kaca lemari, sejajar dengan bokong Kibum tapi bagian depan. Tubuhnya Kibum memang menonjol-menonjol, sampai situpun masih ada toenjolan. Aih, Kyuhyun jadi membayangkan acara sakral tanda tangan kontrak ala Kibum. "Kibum!"
"Hn", sahutnya sambil buru-buru memakai celana kemudian meraih kaos putihnya. "Apa?"
"Kau tak kerja?", basa basi saja. Kyuhyun sendiri tahu kalau dari kemarin Kibum mencarinya.
Semalam setelah Kibum menangis, begitu kata Kyuhyun, kibum melarang nya untuk pergi lagi. Kalau memang harus keluar rumah setidaknya Kibum tahu kemana tujuan Kyuhyun. Dan kalau Kyuhyun marah, manusia es itu cuma mengijinkan Kyuhyun pergi ke rumah Yoochun. Karena mulai tadi malam dia lebih percaya Yoochun dari pada orang lain. Dan Kibumpun akan lebih mudah menemukannya bila Kyuhyun ada di sana.
"Kenapa, kau tak suka aku dirumah?" Kyuhyun buru-buru menggeleng. Tentu saja dia suka. Mana ada istri yang baru berbaikan dengan suami tak mau suaminya di rumah. Harusnya kan, waktu seperti ini digunakan untuk bermesraan.
"Kibum, kapan kita liburan ke luar negeri?"
Itu juga yang jadi perdebatan Kyuhyun dan Kibum setelah resmi berbaikan semalam. Kyuhyun minta liburan ke luar negeri dan Kibum menolak. Setelah itu Kyuhyun mengancam kabur lagi dan paling buruk dia mengejek Kibum yang menagis semalam. Kibum tiba-tiba melepaskan Kyuhyun dari pelukannya kemudian mulai beranjak yang membuat Kyuhyun langsung teriak-teriak tak mau ditinggalkan. Ahjumma dan ahjussi mendatangi mereka dan membantu membujuk Kibum agar tak meninggalkan Kyuhyun sendirian. Kibum tak jadi keluar, itu bukan karena kasihan dengan iblis itu, tapi karena dia menghormati permintaan ahjumma dan ahjussi.
Kibum tak merespon sama sekali. Manusia es itu lebih memilih mengambil peralatan kerjanya, dia akan memeriksa hasil pertemuan bisnis beberapa hari yang lalu. Semenjak kejadian Kyuhyun pergi ke Thailand sampai sekarang proposal itu belum disentuhnya sama sekali. Dan kalau harus meladeni Kyuhyun, pasti dia akan dipaksa menyetujui keinginan iblis itu liburan ke luar negeri. Dan kalau menolak Kibum akan diolok-olok karena semalam dia menangis.
Soal menangis itu bukan kemauan Kibum. Dia mengakui cinta ke seorang iblis itu juga bukan kemauannya. Hatinya yang cinta, tapi bibirnya yang mengucap, matanya berair, padahal otak Kibum sudah punya rem untuk mencegah hal-hal seperti itu dilakukan secara sengaja atau tak sengaja oleh tubuh Kibum. Apa boleh buat, sudah terlanjur. Mungkin kemarin itu efek otaknya yang sedang lelah sampai hal seperti itu terjadi bukan atas kemauannya. Tapi seaindanya Kibum ditanya sekali lagi, cintakah dia dengan Kyuhyun? Dia akan spontan bilang tidak. Kibum itu berpikir dengan otak, bukan dengan hati.
"Kibum!"
"Hn"
"Ayo liburan!"
"Dari pada kau bicara terus, pergi mandi sana!" Kyuhyun mendengus sebentar. Kibum dari semalam terus menolak ajakan Kyuhyun untuk liburan ke luar negeri. Manusia itu punya banyak alasan masuk untuk menolak permintaan Kyuhyun, tapi Kyuhyun belum menyerah. Kalaupun belum berhasil itu karena dia belum menemukan cara jitu untuk membujuk Kibum liburan.
Kyuhyun mau bilang kalau dia akan segera cuci muka dan gosok gigi, sebelum handphone-nya berbunyi. Animals by Maroon 5, lagu yang di download Kyuhyun beberapa hari setelah dia membeli Hp itu. Hp-nya masih ada di tempat sama dengan terakhir kali dia meletakkan sebelum kabur dari rumah. Hp canggih batrei-nya tahan lama juga. Kyuhyun mengkodekan Kibum untuk mengambilkan hp-nya sedangkan dia sendiri masih rebah di ranjangnya.
Meski berdecak sebal, Kibum meletakkan laptonya dan beranjak mengambil hp Kyuhyun. Membaca nama peneleponnya sekilas sebelum benar-benar mengambilnya. Bukannya Kibum bermaksud mencurigai si penelepon, namja atau yeojasebagai sainganya, tapi sewajarnya saja kalau ada penelepon dilihat dulu siapa orangnya. King of gossip, Kibum tahu siapa orang itu. Tidak terlalu berbahaya untuknya, posisinya masih aman sebagai pawang, eh maksudnya.. Tak jadi! Kibum tak berpikiran untuk mencemburui orang. Untuk mengenyahkan pemikirannya dia segera menggeser simbol angkat lalu me-loudspeaker-nya. Kemudian dia melempar pelan hp itu ke arah ranjang.
"Kyu, jangan pergi ke TC lagi ya. Aku sudah bekerja. Kalau kau mau berbagi oleh-oleh telpon saja aku, aku akan datang mengambilnya". Padahal belum ada yang menyahuti. "Ngomong-ngomong, Heechul hyung tinggal di rumah Mr. Choi, bagaimana bisa?". Sungmin menggerutu sebentar dari arah sana. "Kau tinggal dengan Mr. Kim lalu Heechul hyung dengan Mr. Choi. Wookie dengan siapanya Mr. Kim itu, yang kepalanya besar?" King of gossip itu kelihatnnya lupa siapa Yesung. Dia berfikir sebentar, tapi tak menemukan jawaban. "Dia sudah pulang pula apa belum ya? Dia janji mau membawakanku oleh-oleh"
"Yah, kau meneleponku pagi-pagi cuma mau membicarakan itu? Mengganggu tidurku saja!"
"Bukan hanya itu. Aku...em... Ah tidak jadi. Lain kali saja!"
Sungmin sebenarnya mau bercerita soal Hangeng, namja Cina yang ditemui dan mengaku sebagai pacarnya itu. Dia mau minta Kyuhyun mengajarinya bahasa Cina untuk menolak Hangeng. Pasalnya, waktu Sungmin menolak pembisnis properti itu, Hangeng bilang tak akan berhenti mengejar Sungmin kalau Sungmin tak menolaknya dengan bahasa Cina. Namja tampan itu, mengucapkannya di depan seluruh karyawannya termasuk Heechul, jadi saat Heechul di mintai tolong oleh Sungmin jelas dia menolak. Mengajari Sungmin lalu dia dipecat, kiamat dunianya Heechul. Dia masih ingin bekerja di perusahaan itu.
"Tutup telponnya kalau kau tak punya hal penting untuk dibicarakan!"
Kyuhyun masih di posisinya sedari tadi. Kibum saja harus dua kali mendengus saat mendapati istri tercin-iblisnya itu sudahbkembali ke mode manja, malas dan mode-mode mengesalkan lainnya. Kibum lebih memilih mengambil kembali laptopnya, membuka file bisnis dan membaca ulang di bagian sana.
"Kyu, sebenarnya aku heran denganmu. Dulu kau bilang akan membantu Heechul hyung membalaskan dendam yang tak ada ujung pangkalnya itu untuk menahklukkan Mr. Kim, demi kepuasan tiada tara. Tapi kenapa sekarang kau jadi keterusan? Kasihan Mr. Kim, Kyu!"
Kenapa Sungmin harus membahas yang itu? Itu kan sudah lewat. Sekarang Kyuhyun benar-benar sudah cinta Kibum. Dan Kibum juga mencintainnya. Kalau dibahas lagi nanti Kibum salah paham. Kyuhyun tak bermasud hidup dengan kibum sebagai bahan taruhan. Itu dulu, sekarang bukan lagi. Sekarang Kyuhyun benar-benar cinta.
Kibum menghentikan kegiatannya, mendengarkan sejenak pembicaraan sepihak oleh king of gossip dari seberang telepon. Dia butuh tahu benarkah yang didengarnya tadi?
"Kyu, sebenarnya aku kasihan pada Mr. Kim, tapi aku salut padamu. Kau hebat bisa menjerat manusia sedingin dia. Aku cuma mau...", dan Kyuhyun menutup telepon itu.
"Kibum," Mata Kyuhyun disambut oleh Kibum. Mereka saling pandang, Kyuhyun memelas dengan wajah bangun tidurnya dan Kibum tak mau menanggapi itu. "Aku bisa jelaskan", tapi Kibum beranjak. Mengemasi laptop, tas dan beberapa dokumen yang tadi dibukanya. "Kibum!"
Meninggalkan iblis itu ke mini bar-nya, Kibum membuka dan menutup pintunya pelan setelah masuk mini bar. ApabKibum sakit hati? Semalam manusia es itu harus menangis mengatakan cintanpada Kyuhyun, memohon agar iblis itu tak pernah meninggalkannya lagi, tapi ini balasan yang dia dapat. Bukan dia yang memawangi iblis, tapi iblis itu yang memperdayanya.
Kyuhyun buru-buru bangkit menggejar Kibum, berhenti pada pintu tertutup yang memisahkan kamarnya dan mini bar. Kyuhyun mau memeluk Kibum, meyakinkan manusia es itu kalau semua yang di katakan Sungmin tidak benar. Walau benar, itu dulu, dulu sebelum Kyuhyun mengenal Kibum lebih dekat. Sekarang Kyuhyun berani bersumpah demi apapun dia cinta Kibum. Dia mau hidup dengan Kibum bukan untuk sementara, tapi untuk selamanya. Selama lamanya.
"Kibum!", teriaknya sambil menggedor pintu sekali. "Aku jelaskan! Keluar dari situ!", tambahnya masih sambil menggedor pintu. "Kibum!"
Kyuhyun takut kalau Kibum benar-benar salah paham soal ini. Kalau manusia es itu benci padanya, kalau manusia es itu tiba-tiba mengusirnya bagaimana? Dia baru kembali, baru semalam. Kyuhyun tak mau lagi tinggal di luar sana. Dia sudah sering kabur dari rumahnya dulu, rasanya menyenangkan. Tapi kabur yang kemarin itu menyakitkan. Dia tak mau berjalan lagi semalaman, seharian. Kakinya sakit, tubuhnya sakit, lebih enak sakit kalau Kibum yang membuatnya dari pada sakit karena berjalan tanpa henti.
"Kibum, keluar dari sana!", teriaknya kembali menggedor pintu. Lebih keras, lebih sering. "KIBUM!", teriaknya lebih keras. Kibum marah. Kibum-nya Kyuhyun marah, sakit hati karena dibohongi olehnya. "Dengarkan aku bicara. Aku mau jelaskan!"
Saat tahu kalau Kibum selingkuh, Kyuhyun merasa sakit hati. Cemburu. Dan sekarang posisinya adalah kyuhyun yang menyakiti Kibum. Kalau Kyuhyun harus kabur untuk menenangkan diri, dan bagaimana dengan Kibum. Apa manusia es itu akan berdiam diri, kemudian mengambil keputusan untuk mengusirnya. Kyuhyun tidak mau diusir. Dia tak mau pergi dari rumah ini. Kyuhyun cinta Kibum, itu kenyataannnya, bukan seperti yang Sungmin katakan tadi.
Handphone Kyuhyun berdering lagi, tapi dia tak peduli. Kyuhyun lebih fokus mengambil perhatian Kibum saat ini. Kalau Kibum salah paham terus, kisah cintanya akan berhenti di sini. Tidak ada acara Kibum dan Kyuhyun yang berpelukan saat mau tidur. Tidak ada manusia es yang suka mengabaikan permintaan Kyuhyun, tapi nantinya akan menurutinya setelah diancam. Lagi Hp-nya berdering setelah mati beberapa saat. Setelah ke empat kali berdering dan mati, si empunya merespon. Mencoba memeriksa secepatnya, tapi ketika Kyuhyun mendapati Sungmin menelepon lagi, dia jadi naik pitam. Gara-gara Sungmin berkata sedemikian sekarang Kibum marah padanya. Kyuhyun mengambil Hp itu, melemparnya ke arah lemari. Setelah membentur kayu keras itu Handphone jatuh ke lantai sekerasnya dan berhenti berdering bersamaan rusaknya. Entah terpelah atau pecah, Hp itu jadi tiga bagian.
Kyuhyun duduk di lantai menyandar pada ranjang persis di tempat Kibum duduk kemarin. Sekarang dia yang meratapi nasib-nya. Sekarang dia yang merasa bersalah. Kibum-nya, manusia es yang baru didapatkan hatinya semalam sekarang disakitinya. Kyuhyun menyesal, kenapa dulu dia harus melakukan perjanjian konyol itu. Kenaoa dia harus mengucapkan kalimatvmenahklukkan Kibum demi kepuasan tiada tara. Kyuhyun tidak matre pada Kibum, sedikit. Kyuhyun tidak jahat pada Kibum, sedikit juga. Kyuhyun tidak seenaknya sendiri pada siapapun, juma sedikit ke Kibum. Pokoknya semua cuma sedikit, yang banyak itu cintanya. Kyuhyun suka Kibum, sayang Kibum dan cinta Kibum banyak sekali. Kibum tak boleh marah padanya.
Iblis itu mengambil gulingnya, memeluknya dan kemudian tepekur di situ. Kesakitan karena ulahnya sendiri. Kyuhyun sangat ingin memeluk Kibum, minta maaf padanya kemudian mengajaknya minum susu, tapi bagaimana caranya? Sekali lagi dan sejuta kalipun dia cinta Kibum, tapi bagaimana caranya? Dia ingin menangis, tapi terhalang oleh larangan Heechul yang mengatakan namja tak boleh menangis. Kyuhyun ingin menangis, sangat ingin. Apa tidak ada pengecualian untuk ini?
julie khoyul
Setelah memeluk Isa lama sekali, Kyuhyun melepaskannya. Hatinya sakit saat ini, sakit karena cemburu dan sakit karena rindu. Kyuhyun masih belum bisa menentukan harus bagaimana saat bersama Isa. Apakah akan menumpang tinggal dengan yeoja bule cantik itu atau kembali ketempat Changmin. Apa pulang saja? Dia rindu Kibum. Rindu bau keringat namja es itu, rindu tebalnya dada hangat Kibum dan rindu saat harus dipeluk dan dielus atau ditepuk-tepuk punggungnya saat hendak tidur.
"So?", tanya Isa memulai pembicaraan. "Can I know what the reason you called me here?" Kyuhyun masih terdiam di kursinya saat Isa sudah memulai melajukan mobilnya. "I told you to give him one more chance. Than what did you do? You ran from home, dear"
"Aku tahu. Tapi suasana hatiku buruk, Isa"
"Jealouse!"
"Tidak!", sangkalnya.
"Do you love him?"
Tentu saja. Tapi kalau dia bilang cinta, tentu Isa akan menyebutnya cemburu lagi. Kyuhyun tidak cemburu, dia cuma sakit hati dibohongi Kibum. Manusia es itu mencampakkannya di bandara dengan dalih sibuk, tapi ernyata berkencan dengan namja lain. Dua orang pula. Lalu yeoja waktu itu, bermesraan seperti tak tahu adat saja. Kibum sudah punya istri, harusnya dia ingat itu. Apa Kyuhyun tak bisa memuaskannya sampai harus lari ke orang lain? Biadap Kibum itu! Tapi Kyuhyun cinta. Mana janjinya untuk tidak selingkuh?
"Love is never without jealousy!" Kyuhyun masih berfikir kembali, seakan otak jeniusnya tak berlaku kalau yang harus dipikirkannya berkaitan dengan Kibum.
"Aku mencintainya!", dan akhirnya dia menjawab.
"I know him so well. About five years" Isa menikungkan mobilnya ke kanan, kemudian berjalan lurus ke arah situ. "I can remember all of my members, all of their jobs, their addreses and their status. But I've never heard that someone marry Bryan" Isa bicara apa ini, Kyuhyun merasa seperti diintrogasi. "When you marry him?"
Kapan ya? Tentu saja sudah lama sekali. Saat Kyuhyun mulai tinggal dengannya? Atau saat Yesung dan ahjumma serta ahjussi mengatakan dia istri Kibum? Atau saat Kibum membawanya ke Busan dulu? Atau saat... Kyuhyun jadi membayangkan saat dia di Busan. Di hotel itu, saat rasa sakit tiada tara mengalahkan segalanya untuk pertama kali dia rasakan. Atau saat di hotel dekat rumah Yoochun, saat kenikmatan tiada tara mengalahkan segalanya untuk pertama kalinya dia rasakan juga? Ahhh, Kyuhyun jadi makin rindu Kibum. Jadi dia harus jawab apa?
"Or you not marry him?" Isa benar. Dia belum menikah dengan Kibum. Kyuhyun tak bisa menjawab pertanyaan Isa karena dia memang belum menikah denga manusia es itu.
"Aku belum menikah dengannya", jawabnya melesu. Sakit hatinya sekarang berganti dengan kegalauan soal status. Dia jadi takut kalau Isa bilang, lalu kenapa kau harus cemburu? Kenapa kau harus kabur dari rumah? Dan pertanyaan-pertanyaan seperti itu jelas membuatnya lebih galau lagi. "Jangan tertawa!"
Isa benar-benar hampir kelepasan tertawa kalau Kyuhyun tak segera melarangnya tadi. Yeoja cantik bule cantik itu segera membungkam mulutnya sendiri.
"Aku mencintanya. Dia sudah janji tidak selingkuh" Isa menamgguk saja. Dia tahu Kyuhyun sedang dalam kebingungan, antara benci diselingkuhi dan rindu. "Apa orang-orangmu tak ada yang setia? Apa karena kalian penganut pergaulan bebas lalu setelah punya pasangan tak bisa setia?" Isa menggeleng soal pertanyaan itu. Tentu saja bisa. Gila party tidak selalu gila dengan pergaulan bebas. Ya memang party dan pergaulan bebas itu satu paket, tapi mungkin ada sebagian orang yang berbeda.
"If he cheated and lied to you, punish him!"
Kyuhyun berkedip saja. Menghukum Kibum dengan cara apa coba? Dia itu manusia dingin, pecahan es dari kutub utara, hukuman apapun tak mempan baginya.
"Make him fall in love with you!", kata Isa sambil menunjuk satu jarinya. "Make him only your!", tambahnya juga menambahkan satu jarinya. "Don't let him star another people except you!", tambahnya untuk tiga jarinya.
Benar juga. Dia Cho Kyuhyun. Dia dijuluki iblis bagaimana mungkin tak berpikir ke sana? Mungkin Kibum selingkuh sekarang, mungkin Kibum berbohong juga, tapi bukankah selama ini Kyuhyun selalu berhasil membuat Kibum menuruti semua keinginannya? Bukankah beberapa hari sebelum ini dia pernah berjanji akan membuat manusia es itu menyukainya? Kyuhyun bisa menghalalkan segala cara untuk memenuhi apa maunya, jadi sekarangpun dia bisa juga berbuat hal yang sama.
Kyuhyun memandang Isa lagi. Yeoja bule itu, kenapa bisa menelurkan motivasi ke iblis yang sedang galau? Bahkan rasa sakit hati Kyuhyun sudah hilang sedari tadi berkat kata-kata tak bermutu itu. Walaupun terdengar jahat dengan menghalalkan segala cara, yang penting Kibum bisa dikuasai Kyuhyun. Yang penting Kibum bisa membalas semua perasaan Kyuhyun padanya. Persetan kalau ada setan lain menghalangi.
"Can I bring you home?"
"Kau mendukungku kan?"
"Of course!", kata Isa mengikuti senyum Kyuhyun. Iblis itu tersenyum sekarang. Mulai saat ini, dia akan mengganggu Kibum sampai manusia es sialan jelek dan jahat itu, sampai dia cinta pada Kyuhyun. "Selamat!", kata Isa sambil mengepalkan tangan menyemangati Kyuhyun. Tapi Kyuhyun malah berdecak.
"Kau salah!"
"Fire up, Fighting, in Korea language?", tanya Isa sambil tak punya malu tersenyum selebar-lebarnya. Sudah salah, dibunyikan keras pula.
"Semangat", kata Kyuhyun membetulkan.
"Semangat!" Isa menirukan sambil mengulang gayanya tadi.
julie khoyul
Kyuhyun baru saja menangis. Guling yang dipeluknya basah dan posisinya sudah terguling di lantai seperti gelandangan. Dia memang tak menemukan pengecualian biar namja diperbolehkan menangis, tapi begitu terus memikirkan kalau dirinya menyakiti Kibum, kalau dirinya bersalah pada manusia es itu, air matanya keluar sendiri. Sumpah demi apapun Kyuhyun tak mau menangis, tapi yang tadi saat tiba-tiba air matanya keluar dia tak kuasa mencegah lalu meringik dan meringkuk di lantai dekat ranjangnya.
Pembicaraan dengan Isa semalam saat Kyuhyun akhirnya disadarkan kalau dia memang belum sah memiliki Kibum, membuatnya berhenti meringik. Dia harus bisa minta maaf pada Kibum. Menguasai manusia es itu secara sah atau tidak, yang penting Kibum jadi miliknya seorang diri.
Kyuhyun bergegas lagi. Bangkit kemudian kembali menggedor pintu yang memiskan kamar dan mini bar. Dia tak menyerah kali ini. Sampai Kibum mau menghadapinya, sampai Kibum menerimanya kembali, sampai Kibum bisa dimonopolinya lagi.
"Kibum, aku mau jelaskan!", katanya sambil menggedor pintu sekali. "Keluar kau dari sana!"
Menunggu beberapa saat tapi Kyuhyun tak dapat balasan. Jangan-jangan Kibum tak mau lagi dengan Kyuhyun? Kemudian manusia es itu menunggu Kyuhyun pergi dari rumah ini.
"KIBUM!", teriaknya kembali merengek dan kembali menangis. "Ku hancurkan kamarmu kalau kau tak mau mendengarku!", ancamnya sambil menendang pintu.
Kyuhyun menendang pintu. Menendang lagi, kemudian menendang terus sampai kakinya lelah, tapi tak dapat balasan. Kyuhyun berhenti sejenak lalu berteriak-teriak dan menangis kesetanan. Kembali dia menendang nendang lagi hingga tendangan ke sekian meleset mengenai guci di samping pintu. Cuma terkena sedikit kaki Kyuhyun kemudian guci itu terguling dan pacah. Kyuhyun terpaku sejenak, kemudian dia ingat ahjumma pernah bilang guci itu dibeli Kibum dari situs lelang. Harganya tak mahal, tapi seribu dolar perbuah untuk guci sekecil itu bisa dikatakan mahal untuk Kyuhyun.
"AAAAAAAAAAAAAA!", Kyuhyun berteriak histeris menangis kalang kabut. "Kibum! Kibum! Kibum!", teriaknya terus terusan. "Aku bisa jelaskan lagi soal ini. Aku tak sengaja. Aku tak sengaja"
Dia tahu Kibum pasti dengar suara pecahan tadi. Kibum pasti lebih marah lagi. Tapi sumpah Kyuhyun tak sengaja. Kalaupun dia mengancam ingin merusak kamar, bukan berarti mau memecahkan guci. Dia butuh yang lebih mudah dibenahi seperti mengacak isi lemari pakaian atau melempar seluruh buku Kibum keluar dari rak-nya.
"Kibum. Dengarkan aku menjelaskan, manusia es sialan. Jahat! Dengarkan aku! Cepat kemari!", pintanya sambil memulai mondar mandir tak tahu harus berbuat apa. Dia masih menangis sambil sesenggukan seperti waktu kecil dulu menangis bersama Changmin. "Kibummmmmm!", teriaknya saat berhenti sejenak di depan pintu. Kemudian menendang pintunya lagi. "Kuhancurkan kamarmu kalau kau tak kemari. Keluar dari sana! Dengarkan aku, Kibum!"
Kyuhyun tak dapat respon lagi. Tak ada sedikitpun tanda-tanda manusia es itu akan datang padanya dan mendengarkannya menjelaskan. Kyuhyun kembali menangis menjerit-jerit, kemudian dia melaksanakan niatannya. Dia membuka paksa lemari pakaian mengeluarkan isinya, melemparkan semua yang bisa diraihnya. Menginjak injak sebentar kemudian beralih ke lemari lain. Melakukan hal yang sama pula hingga dia puas di situ. Kyuhyun beralih ke rak koleksi buku-buku Kibum, Kyuhyun juga mengobrak abrik buku-buku itu. Beralih ke rak satunya ada map-map. Pasti hasil kerjaan Kibum semua. Pasti penting semua. Kalau diobrak abrik, apa tidak apa-apa?
Iblis Cho itu kembali ke dekat pintu. Menggedor sekali kemudian mengancam lagi akan menghancurkan semua dokumen di rak tadi. Lama menunggupun Kyuhyun masih tak dapat tanggapan.
"Kibum, aku mencintamu. Sumpah, aku mencintaimu. Jangan usir aku!", katanya menyerah di hadapan pintu. "Jangan tinggalkan aku!", pintanya lagi. "Nanti kalau aku sudah punya uang, kutukar guci-nya. Nanti kalau aku sudah punya uang ku ganti semua-nya. Tapi jangan tinggalkan aku. Jangan usir aku!", katanya memelas sambil mengetuk pintu pelan. "Kibum, kau sayang padaku kan? Buka pintunya!"
"Tidak dikunci", sahut Kibum dari balik sana.
Kyuhyun hampir merosot ke lantai seperti adegan kisah sedih di TV, tapi tak jadi setelah mendengar sahutan Kibum barusan. Bukan dia tak bahagia manusia es itu mau menanggapinya lagi, tapi Kyuhyun baru sadar kalau pintu itu cuma bisa dikunci dari kamar. Kuncinya saja masih tergantung di situ. Kyuhyun juga bisa melewati jalan satunya. Keluar dari pintu sebelah dan masuk mini bar lewat luar, di sana malahan tak ada pintunya. Tuh akibat dia tak mengindahkan larangan Heechul, dia sudah terlanjur menangis dan hasilnya harus menanggung malu.
Iblis itu membuka pintunya pelan. Dalam mini bar dilihatnya Kibum sedang membaca buku, tapi dihentikan sebentar untuk melihat arah datangnya Kyuhyun. Kyuhyun berjalan tergesa ke sofa Kibum, mempertontonkan wajah bangun tidur lalu menangis.
"Kau kenapa?", tanya Kibum seolah tak tahu Kyuhyun baru menangis.
Jadi Kibum tak marah?
"Kenapa, katamu? Kau mempermalukanku!", teriaknya di depan muka Kibum. Kyuhyun merebut buku Kibum, memukulkan ke bahu namja es itu kemudian melemparkannya jauh. "Kau jahat. Kau balas dendam padaku kan?"
Kibum lebih memilih diam, menanggapi iblis yang sedang mengamuk tak ada gunanya. Diam saja lebih baik. Bukannya selama ini kalau Kibum diam Kyuhyun akan berhenti sendiri berteriak, berhenti sendiri mengomel. Dan beberapa saat kemudian pemikiran Kibum benar. Kyuhyun sudah diam, iblis itu cuma menjatuhkan diri di samping Kibum lalu memeluk erat suaminya. Sambil sedikit sesenggukan sisa setelah menangis, Kyuhyun menyembunyikan wajah malunya di dada Kibum.
"Kau bau, Kyu!" Kibum tak bermaksud balas dendam, tapi memang Kyuhyun bau sekarang ini. Belum mandi lalu menangis hampir sampai tengah hari.
Kyuhyun memukulkan kepalan tangannya ke arah muka Kibum, tapi tak kena. Kibum sudah mengelak sebelum tangan Kyuhyun mengenai wajahnya. Kyuhyun memberontak, memukul-mukul sekenanya ke arah Kibum, lalu manager TC itu segera mencekali kedua tangannya. Walaupun Kyuhyun kerempeng, dia tetap namja. Kalau kena pukulannya jelas sakit, apalagi yang ada di tangannya cuma tulang dan kulit serta sedikit daging, mengenai wajah Kibum bisa sakit sekali.
"Kibum, kau tak akan mengusirku kan?", tanyanya setelah berhasil dipawangi Kibum dan kembali tenang. "Kau masih cinta padaku, kan?", tambahnya sambil mengusapkan pipinya ke kaos Kibum. Biar air matanya hilang diserap kain itu. "Aku mencintamu, kau tahu? Aku mencintaimu. Sumpah!", tegasnya sambil mengusap kaos Kibum yang kena air mata dan ingusnya. Dia tak mau Kibum marah cuma gara-gara ingus Kyuhyun tak sengaja menempel kaosnya.
"Kalau kau mandi, aku tak akan mengusirmu"
"Aku tidak usah mengganti guci-nya ya? Aku tak punya uang". Kan dia sendiri tadi yang ingin mengganti. "Kibum, handphoneku rusak. Nanti belikan lagi, ya!" Ini memang resikonya Kibum mencintai dan memelihara iblis di hatinya. Dia harus siap rugi banyak hal. "Aku mencintaimu. Aku akan cuci muka dan gosok gigi setelah ini"
"Kalau kau tak mandi, ganti semua kerusakan yang kau buat!"
"Baiklah, aku mandi. Tapi jangan pergi!", Memangnya Kibum akan pergi ke mana?
Kyuhyun melepaskan pelukan eratnya. Dia bangkit kemudian menarik Kibum juga untuk bangkit. Kyuhyun harus bawa Kibum ke dekat kamar mandi, dia takut kalau Kibum pergi saat dia mandi nanti.
"Ayo!", teriak Kyuhyun saat Kibum tak merespon ajakannya.
"Kemana?"
"Ayo antar aku mandi!"
"Kau bisa mandi sendiri"
"Aku bilang ikut aku mandi, bukan untuk memandikanku, Kibum!", jawabnya geram. "Ayo!"
"Kenapa aku harus ikut?"
"Nanti kau pergi!"
"Tidak akan"
"Iya!"
"Tidak"
"Iyaaaaa! Aku tahu kau akan pergi saat aku sedang mandi kan?", alasan Kyuhyun tak masuk akal, tapi Kibum menurut juga. Demi membuktikan kalau dia tak pergi sampai Kyuhyun selesai mandi. Lagi pula, Kibum butuh bertukar kaos sekarang ini. Kaosnya ikutan bau ingus gara-gara Kyuhyun.
"Kibum!"
"Hn"
"Kau masih cinta padaku, kan?", tanya Kyuhyun sebelum masuk kamar mandi.
"Jangan banyak bicara, cepat masuk dan mandi atau aku tak akan cinta padamu lagi!", perintah Kibum yang habis kesabarannya.
"Aku juga cinta padamu!", balas Kyuhyun lalu benar-benar masuk, melaksanakan ritual mandinya tanpa menutup pintu. Dia takut Kibum pergi tanpa sepengetahuannya kalau pintunya ditutup.
julie khoyul
"Kibum!", selalu seperti inilah awalan pembicaraan mereka.
"Hn", dan seperti inilah jawabannya.
Setengah hari ini dihabiskan Kyuhyun bermain game. Sendirian saja pasalnya Kibum tak mau ikut bermain. Manusia es itu memang duduk di sofa belakang Kyuhyun, tapi sibuk dengan laptopnya. Bahkan saat Kyuhyun mengajaknya bicara, Kibum tak menyahut sama sekali. Ahjussi juga menolak diajak main, katanya banyak pekerjaan. Tapi Kyuhyun rasa ahjussi alasan saja, padahal dia tak bisa main. Kalau ahjussi jujur bilang tak bisa, Kyuhyun bisa mengajarinya. Kalau ahjumma memang sedang sibuk. Membereskan kamar yang diobrak abrik Kyuhyun tadi, sampai sebegini sore belum selesai membenahi kamar itu. Yah terlalu banyak barang yang dikacaukan Kyuhyun tadi.
Kibum menyuruh ahjumma berhenti membenahi saat hari sudah sore. Ahjumma harus istirahat juga, karena hari esok bisa dikerjakan lagi. Kyuhyun meminta Kibum mengorder makanan dari luar. Katanya menghemat tenaga ahjumma untuk memasak. Dan juga itu bukti sayang Kyuhyun pada ahjumma yang selama ini merawatnya saat tinggal dengan Kibum. Padahal Kibum juga yang membayar semua makanannya. Setelah dinner ber-empat dengan ahjumma dan ahjussi, diakhiri minum susu, sekarang Kibum dan Kyuhyun sudah siap tidur di kamar tamu.
"Kenapa masih empuk kasur kita ya?", tanya Kyuhyun sambil bergelimpung kekanan, kekiri. Kasurnya sama merek, sama ukuran, cuma beda bed cover saja Kyuhyun mengatakan lebih empuk kasur di kamarnya. "Lebih hangat kasur kita juga"
Kibum meletakkan bukunya setelah menghapal halaman terakhir yang dibacanya. Dia menggeser tubuhnya ke bawah, lalu merebah. Bagi Kibum, ini sama saja. Sama empuk dan sama hangat dengan kasurnya. Kalau soal kenyamanan, memang tidur di kamarnya sendiri lebih nyaman, mungkin karena sudah terbiasa.
Kyuhyun segera menyambut acara rebahannya Kibum. Dia segera mendekat lalu membaringkan kepalanya di dada Kibum. Hah, itu yang lebih nyaman dari apapun. Dadanya Kibum lebih empuk, lebih hangat lebih segala macam dari kasur manapun di dunia ini. Kyuhyun menumpangkan kakinya di atas kaki Kibum, ingin sekali lagi dia merasakan sensasi geli terkena rambut-rambut halus di kaki itu.
"Kibum!"
"Hn", sahutnya sambil menggelus punggung Kyuhyun.
"Waktu kau mencampakkanku di bandara", kata-katanya tidak enak didengar tapi memang benar Kyuhyun merasa dicampakkan saat itu. "Yang ternyata kau selingkuh itu,.."
"Jangan dibahas lagi!"
"Kau memang benar selingkuh kan!", protes Kyuhyun.
"Apa lagi maumu?", tanya Kibum yang sudah menghentikan elusan di punggung Kyuhyun. Dia jengah kalau hal yang sudah lewat harus dibahas kembali.
"Iya. Iya!", kata Kyuhyun takut kalau Kibum marah lagi. "Elus lagi!", pintanya sambil mengarahkan tangan Kibum ke belakang tubuhnya agar menggelus punggungnya. Bukan itu yang mau dibicarakan Kyuhyun tadi, dia mau cerita kalau Leeteuk pura-pura hamil. Itu lucu sekali. "Aku bertemu Kangin ahjussi dan Leeteuk hyung, mereka mau mengadopsi anak. Mereka hebat, kan?"
"Kau mau mengadopsi juga? Memangnya kau bisa urus? Mengurus diri sendiri saja tak bisa mana mungkin bisa mengurus anak". Kyuhyun mendengus kemudian menelusup lebih dalam ke dada dan tangan Kibum. Dia cuma mau memberi tahu, bukan mau meniru mengadopsi anak. "Aku tak mau ahjumma kerepotan mengurus dua bayi"
"Aku bukan bayi!", sangkalnya merasa dirinyalah yang dimaksud Kibum sebagai bayi. "Kalau aku bayi, tak akan mencintamu!"
"Untuk saat ini kau saja sudah cukup bagiku. Tak perlu mengadopsi anak kalau belum sanggup merawatnya"
Kyuhyun tak jadi sedih. Dia tahu Kibum berbicara benar. Itu demi kebaikan hubungan mereka sekarang ini. Punya anak itu urusan nanti, tentu kalau mereka sudah siap semua hal. Kyuhyun bangga punya Kibum. Dia jadi makin cinta. Kyuhyun merambat lebih tinggi ke badan Kibum, menyejajarkan mukanya dengan Kibum. Dia tersenyum di depan muka Kibum, berbeda dari tadi siang harus menangis di depan namja es itu.
"Kau mau apa? Menciumku?", Kyuhyun menggeleng. Kyuhyun bukan hanya ingin mencium Kibum. Dia ingin ditandangani kontrak kerjanya sebagai asisten paling pribadi milik Kibum.
"Ayo tanda tangan kontrak!", ajak Kyuhyun dengan tak tahu malunya. Soal itu Kibum siap kapanpun, tapi mengingat dia sedang berada di rumah. Dia tak yakin bisa sukses. Kibum menggeleng. "Kenapa? Aku janji tak akan teriak keras-keras. Janji tak akan memanggil ahjumma dan ahjussi"
Kibum sebenarnya ingin tertawa karena biasanya Kibum yang harus membujuk Kyuhyun. Sekarang ini kenapa bisa berbalik. Kalau Kyuhyun memaksa, Kibum mau saja. Toh ini rumahnya, kalau ahjumma dan ahjussi dengar, memang mereka mau apa? Tidak mungkin kalau mereka mau protes. Kibum dan Kyuhyun wajar saja kalau membutuhkan hubungan badan, ahjumma dan ahjussi pasti tahu itu. Yang harus dilakukan Kibum cuma harus mengunci pintu supaya kalau Kyuhyun kelepasan teriak memanggil pembantunya, kejadian gagal seperti kemarin-kemarin bisa dihindari.
Kibum menyingkirkan Kyuhyun dari dadanya. Kemudian dia beranjak dari ranjang, menjadikan Kyuhyun protes dan hampir-hampir teriak kalau Kibum tak segera menyuruhnya diam. Setelah tahu Kibum beranjak cuma untuk mengunci pintu, Kyuhyun jadi lega, tapi kemudian jantungnya berdetak tak karuan saat Kibum berjalan kembali ke arahnya. Jadi, dia siap atau tidak?
"Jangan teriak keras-keras!" Kyuhyun mengangguk. "Jangan pernah memanggil ahjumma dan ahjussi!", Kyuhyun mengangguk lagi. "Jangan suruh aku berhenti seenak jidatmu", Kyuhyun mengangguk juga kali ini, tapi kemudian manyun.
"Kalau aku capek ya harus berhenti!", Kibum tak menanggapi itu. Dia cuma tak mau berhenti kalau dia belum puas.
Kyuhyun mulai menerima ciuman pertama setelah Kibum sampai kembali ke ranjang. Di keningnya. Ciuman keduanya setelah Kibum mebahkannya dan dinaiki oleh Kibum sendiri, di bibirnya kali ini. Awalnya sekilas, tapi kemudian sekilas dikalikan seribu menjadi seribu kilas. Lama sekali.
"Jangan suruh aku pelan-pelan!"
"Tapi ronde pertama pelan ya!" Kyuhyun sepertinya sudah bisa menebak kalau tak mungkin cuma ada single ronde untuk Kibum. "Kan sudah lama, nanti sakit kalau cepat-cepat!", pinta Kyuhyun seperti orang bodoh saja di hadapan Kibum
"Hn", jawab Kibum entah mengiyakan atau tak mau ambil pusing. "Satu lagi. Jangan tidur sebelum kita selesai. Paham!"
"Akan ku usahan", jawab Kyuhyun sambil meringis karena bersamaan itu Kibum menarik celana piama dan celana dalamnya.
"Ayo mulai!", ajak Kibum yang sudah kembali menapaki tubuh Kyuhyun dengan bibirnya.
Kyuhyun mengerang-erang saat merasakan kulit-kulit tubuhnya dihisap oleh Kibum. Kalau dulu Kibum pernah bilang, orang hebat bermain tanpa meninggalkan jejak, tapi sekarang beda. Kyuhyun itu miliknya, jadi terserah dia mau apa dengan tubuh itu. Kyuhyun mulai menggerutu tak karuan ketika tubuhnya sudah menegang hebat dan Kibum tak segera menolongnya. Kemudian dia melenguh lenguh bersamaan manusia es yang mendesis saat bibir mereka saling menancap. Memainkan pedang berwujud kenyal dalam mulut masing-masing untuk beradu.
Kyuhyun mengahlau Kibum sebentar sesaat sebelum tanda tangan mulai ke inti.
"Aku mencintaimu!", katanya sambil memandang ke lingkar hitam di bola mata Kibum.
"Hn", jawab Kibum yang artinya 'aku juga'. Walau tak diucapkan, Kyuhyun tahu Kibum juga mencintainya.
Dan tanda tangan kontak pertama dimulai dengan teriakan Kyuhyun yang memanggil ahjumma.
"Ahjumaaaaaa. Kibum jahaaaatttt!"
To be continue
Wo tek: milikku
Mince: nama
Bengyo: teman
Nan bengyo: pacar
Laukung: suami
Pugei: tidak boleh
Meo: tak ada
Puyau: tak mau
Apa lagi ya, lupa gue. Entah itu gue tulis di chap kemarin enggak ya? Gue tulisannya g tahu bener atau enggak, itu cuma yang biasa gue denger aja.
Untuk bahasa Inggris, mohon maaf kalau ada salah. Gue juga g begitu faseh bahasa Inggris. Yang penting kalian tahu maksudnya aja ya! Hehehe
See you soon!
