Contract with the Devil's Son

Chapter 29:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Hi, seminggu ya! Terima kasih sudah membaca, mereview dan menanti ff ini.

Efek kegagalan gue di beberapa chaps kemarin, gue jadi mindahin fokus ke acara lain. Siapa tahu pas gue balik nulis hasilnya bisa bagus. Karena pindahnya fokus ke novelnya sherlock holmes, ya jadi kelupaan nulis ff. Padahal gue sudah baca sampai puluhan kasus, tapi masih terus pengen baca sampai gue nerima PM yang bejibun, gue baru ingat. Dan ini gue sempetin nulis di sela kesibukan. Semoga berkenan!

Kembalinya Ritual Sebelum Tidur

Setelah tadi pura-pura tidur, Kyuhyun tertidur betulan. Pertamanya Kibum sudah pelan sesuai permintaan Kyuhyun, tapi karena sakit Kyuhyun lupa janjinya. Dia terpaksa teriak sekerasnya, memanggil ahjumma pula. Ahjumma atau mungkin sekalian ahjussi sampai datang dan mengetok pintu, tapi Kibum mengusirnya. Kibum meneriaki pembantunya itu dan memaki maki mereka. Sebenarnya bukan bermaksud benar-benar memaki, itu cuma refleks tanggapannya terhadap teriakan Kyuhyun. Selebihnya Kibum tak menggubris apapun, dia bekerja sesuai nalurinya. Kalau dia mau cepat, ya cepat. Dia tak ingin berhenti, ya tak berhenti. Kyuhyun sampai teriak-teriak memanggil ahjumma dan ahjussi terus. Memintai tolong pada sepasang pembantu itu, tapi tak dapat respon. Bukankah Kibum sudah mengusir mereka? Kyuhyun memberontakpun percuma, Kibum sudah gelap mata dan tak akan berhenti seperti yang dikatakannya diawal. Dia menutup telinganya mengabaikan permohonan Kyuhyun untuk pelan, mengabaikan permintaan istirahat sejenak. Dan satu-satunya jalan Kyuhyun pura-pura tidur.

Saat membuka mata, pandangan Kyuhyun sekilas tertuju pada jam di dinding ruangan. Dia tertidur sekitar dua jam. Tadi ketika dia pura-pura tidur, Kibum masih terus bergerak sampai Kyuhyun hampir membatalkan acara pura-puranya, tapi entah setelah itu dia lupa dan tertidur betulan. Tidak tahu kenapa tadi jadi seperti itu, dia kelepasan berteriak, tapi Kibum membalas sedemikian. Efek kabur dan menangis kemarin saja masih ada, sekarang ditambah Kibum yang kasar begini, makin lelah badan Kyuhyun.

Kyuhyun memandangi sekitar kamar tamunya. Sama bagusnya dengan kamarnya, tapi tak ada rak koleksi kaset game-nya, tak ada lemari pakaian besar seperti di kamar-nya dan tak ada rak koleksi buku milik Kibum. Kamar ini bagus, tapi lebih nyaman di kamarnya sendiri. Kyuhyun bergerak sebentar, mencoba memajukan bokongnya tapi gagal. Daerah pinggang, pinggul, bokong dan pahanya sakit. Kyuhyun mencoba memajukan bokongnya lagi, bukan bermaksud menabrakkan bagian depan mereka, tapi lebih menghindar. Kibum sekarang sedang memeluk ketat dibelakangnya, sampai semua tubuhnya menempel pada Kyuhyun.

"Kibum!"

Kyuhyun tak dapat sahutan, padahal dia mau minta bantuan Kibum. Menyorokkannya kedepan atau Kibum yang memundurkan bagian itunya kebelakang.

"Kibum!"

Dia memanggilnya pelan, takut Kibum terbangun karena kaget lalu balas dendam. Apa lagi sekarang belum pagi, pasti Kibum akan minta ronde-ronde berikutnya. Andai Raja setan memberikannya tiga permintaan yang akan dikabulkan pada Kyuhyun. Dia mau minta Kibum jadi orang kaya sedunia, atau paling tidak sekaya Kangin, biar Kyuhyun tak pernah kekurangan saat hidup dengan Kibum. Kedua dia mau Kibum mencintainya sampai mati, biar manusia es itu tak bisa sedetikpun berpisah darinya. Lalu permintaan terakhir, semoga sakit di bokongnya hilang seketika karena Kyuhyun yakin saat Kibum bangun, manusia es itu akan minta pengulangan tanda tangan. Atau boleh ditukar, tiba-tiba Kibum lupa ingatan dan melewatkan acara pengulangan tanda tangan.

"Kibum!", panggilnya lagi lebih lirih. Kyuhyun takut Kibum terbangun, tapi dia butuh bantuan manusia es itu. Bagaimana ya, itunya, atau entah apanya Kibum mengganjal bokong Kyuhyun. Pokoknya Kyuhyun mau benda itu disingkirkan dari bokongnya, paling tidak jangan menempel.

Kyuhyun menarik tangan Kibum yang melingkar di badannya. Digoyang-goyang supaya Kibum mau bangun. Sudahlah, dia terlalu risih ingin segera bergeser, mau Kibum bangun lalu marah, lalu balas dendam lalu minta ronde tambahan, mengulang tanda tangan, plus bonus, plus plus, tak masalah. Lagi pula Kyuhyun istrinya, dia wajib melayani Kibum walau sekujur tubuhnya masih sakit. Toh dia sudah berdoa supaya bokongnya disembuhkan saat mereka mulai lagi. Kalau Raja setan tak dengar doanya, Tuhan pasti dengan, siapa tahu dikabulkan.

"Shit!", umpat Kibum saat menggeliat sedikit tapi merasakan lututnya nyeri.

Mengingat yang semalam, tepatnya ronde ketiga yang Kyuhyun tertidur atau begitu yang diketahui Kibum, Kibum masih terus melaju. Manusia es itu bekerja keras memenuhi keinginannya sendiri, tapi memang walau bagaimanapun melawan orang tidur hampir sama dengan orang mati. Membayangkan berkelahi dengan orang mati, tak ada perlawanan, mana asyik? Dan akhirnya Kibum menyerah. Kebetulan lututnya juga sakit, gara-gara harus bekerja keras membalas Kyuhyun yang tak menepati janji, dia perlu istirahat.

"Kibum!"

"Hn"

"Kenapa?"

"Tidak apa-apa"

"Kau mengumpat. Kau marah padaku?"

"Tidak!"

"Kau marah padaku?", tanya Kyuhyun lagi. Tidak berteriak tapi ngeyel. Dia yakin tadi Kibum mengumpat padanya. Pasti karena Kyuhyun tertidur. "Kau marah?"

"Tidak!"

"Iya, kan?", tanyanya masih belum percaya.

"Diamlah!", tegas Kibum. "Ini masih gelap dan kau mau mengajak bertengkar"

"Aku tak mengajak bertengkar", rengeknya sambil mengibas-ngibaskan tangan Kibum. Pasti setelah ini akan teriak-teriak. "Aku cuma tanya, kenapa kau mengumpatiku?"

"Aku tidak mengumpatimu!"

"Kau mengumpatiku!". Kibum cuma berdecak bosan. Tingkahnya Kyuhyun mau sampai kapanpun tak bisa berubah. Selalu mau menang sendiri, tidak mungkin Kibum mau mengiyakan sesuatu yang tak dilakukannya.

"Lututku sakit", katanya menyerah juga.

Lututnya Kibum sakit? Kyuhyun ingat semalam memang dia berteriak teriak kesetanan, tapi tidak memberontak. Lutut Kibum sakit kenapa? Atau...

"Jangan dipikirkan!", potong Kibum tahu apa yang akan dikatakan iblis itu nantinya. Sekitaran, badan Kibum besar tapi tak pernah olah raga, makanya sakit. Kalau diposisi Kyuhyun memang wajar kalau harus sakit, kalau posisi Kibum? Ih, lemah. "Jangan dipikirkan!", tegasnya mengulang perintah. Kibum yang selama ini dielu elukan orang, di katai lemah oleh iblis, no way!

"Kalau tadi kau tak ngotot begitu, pelan-pelan asal senang, tak mungkin lututmu sakit" Tu kan, Cho iblis berkata seperti dugaan Kibum? "Sering sering olah raga, biar tak lemah!", tuturnya sambil menepuk-nepuk lengan Kibum.

Iblis ini kalau soal bertengkar, berteriak, mengejek dan merengek, memang jago. Dan bodohnya seberapa kuat Kibum menolak akhirnya menurut juga. Kibum menarik tangannya, bergerak menjauh dari Kyuhyun.

"Kibum!", rengek Kyuhyun. Kyuhyun kira Kibum marah diejek begitu lalu mau meninggalkannya. "Kibum, mau kemana?", dia takut ditinggalkan. Kyuhyun memaksa bergerak juga, bermaksud ingin menggelimpungkan badannya mengghadap Kibum. "Aduh, aduh!"

"Jangan bergerak!"

Kibum tak pergi kemana mana ternyata. Manusia es itu cuma ingin berpindah tempat. Merayap diatas tubuh Kyuhyun sampai Kyuhyun harus merintih sakit sambil memejam erat. Semoga dikabulkan, semoga dikabulkan, begitu sugestinya pada diri sendiri. Semoga dikabulkan permintaan ketiganya tadi, karena Kibum sudah mulai bergerak. Bergerak merayap dan melangkah lalu merebah di depannya. Yah, permohonan Kyuhyun dikabulkan, tapi kenapa Kibum dibuat lupa ingatan? Jadi tak ada ronde tambahan?

Kibum meraih tangan Kyuhyun, melingkarkan di pinggangnya sendiri kemudian dia balas memeluk tubuh Kyuhyun. Kibum bergerak juga, menggeser posisinya sampai menempel Kyuhyun lagi, menabrakkan seluruh bagian depan tubuhnya ke tubuh Kyuhyun. Yah, yah, yah, bagian bokong Kyuhyun tak menempel Kibum, tapi sekarang bagian depan mereka. Risih? Iya, tapi sedikit. Masih seperti kata Sungmin dan Kwang, Kyuhyun cuma butuh membiasakan diri.

"Lain kali jangan berteriak keras-keras". Biar Kibum tak kalap lagi. "Jangan tertidur juga!"

Kibum sebal soal itu. Geram jadinya. Belum tamat ronde ketiga dan dia harus ditinggal tidur. Sekarang mengulangpun percuma, iblis ini sudah terlalu kesakitan. Dari pada dikira hanya menginginkan tubuh Kyuhyun, lebih baik dia berhenti disini. Toh masih ada hari selanjutnya.

Kyuhyun mendusal ke dada Kibum, menempelkan mukanya, dahi, hidung dan bibirnya ke situ. Nah, begini baru nyama, nyaman sekali. Apalagi Kibum mengelus elus punggungnya, jadi ingin tidur lagi.

"Kibum!"

"Hn"

"Besok kembalikan kartu kreditku ya!"

"Aku tak pernah mengabil kartu kreditmu". Memangnya dia punya kartu kredit?

"Kartu kredit yang kutinggalkan dimeja itu"

"Itu punyaku"

"Punyamu kan punyaku juga!"

"Tidur!", perintah Kibum.

"Berikan kartu kreditnya!"

"Besok!"

"Belikan handphone juga ya!", pintanya sambil memasamg gigi-giginya ke kulit dada Kibum. Kemudian Kyuhyun melingkarkan kedua lengannya lebih erat.

"Kau mau apa?"

"Mengigitmu kalau kau tak mengiyakan!"

Dada Kibum akan berlubang?

"Iya", katanya cepat. "Singkirkan gigimu!", Kyuhyun meringis lalu mengatupkan mulutnya lagi.

"Kau baik sekali!" Kibum memang baik, kan diancam. "Kibum, jangan selingkuh lagi ya!"

"Tutup mulutmu!"

"Aku tak bisa tidur. Aku mau cerita"

"Ck!"

julie khoyul

"Pagi Tuan!", sapa ahjussi yang hendak mengetok pintu tapi Kibum membukanya terlebih dulu.

"Ini sudah siang!". Kibum selalu tahu diri, tidak seperti Kyuhyun yang disapa selamat pagi dia balas pagi juga padahal sudah lewat tengah hari. Dan ini keterlambatan Kibum yang kesekian, hampir tak bisa dihitung. Dimulai pertemuan pertama dengan iblis itu sampai sekarang, hari-hari Kibum dihiasi dengan bangun terlambat. "Ahjussi, jangan masuk!"

Kibum sudah mandi. Saat dia bangun tadi, Kyuhyun sudah bangun duluan seperti biasananya, tapi tidak bergerak kemanapun. Ketika Kibum beranjak untuk mandi, Kyuhyun ingin menyerobot tapi bergerak sedikit saja sakit jadi dia urung untuk beranjak. Kyuhyun mau mandi lebih dulu dan dia melarang Kibum mandi sebelum dia. Kibum menawarkannya mandi bersama, Kyuhyun menolak. Katanya malu. Dan berakhir jadi perdebatan sebelah pihak diikuti teriakan Kyuhyun memanggil ahjussi. Makanya ahjussi ada di depan pintu kamar sekarang ini.

"Iblis itu sedang merajuk".

Kibum mau mandi, tapi Kyuhyun melarangnya. Kibum pamit mandi ke kamar sebelah juga tidak boleh. Maunya Kyuhyun, dia mandi dulu dan Kibum harus menungguinya disini. Mana mau Kibum menurutinya? Kibum lalu mengangkat Kyuhyun, membawa iblis yang terus merintih kesakitan itu ke kamar mandi lalu meletakkannya di bathtub. Kibum mengisi bathtub-nya dengan air hangat kemudian dia sendiri mandi di bawah shower.

"Ahjumma dimana?" Kyuhyun cuma mau ahjumma yang membantunya mandi. "Di dapur?"

"Di kamar Tuan, membereskan yang kemarin"

"Belum selesai?". Ahjussi tersenyum saja. Sebenarnya sudah selesai, cuma ada yang tak bisa dikembalikan ahjumma ke tempat semula. Itu, buku-buku Kibum yang tulisannya bahasa Inggris. Ahjumma bingung bagaimana menyusunnya, dia tak bisa membaca alfabet.

Kibum melangkah ke kamarnya, membawa tubuh basah telanjang dengan handuk melingkar di pinggangnya. Sebenarnya, kalau dibilang Kyuhyun tak tahu malu, Kibum juga sama. Kibum sering mondar mandir di rumahnya setelah mandi, berbalut handuk saja di bagian pinggang ke bawah. Tapi karena ahjumma dan ahjussi tak pernah komentar, dia anggap biasa saja. Beda dengan Kyuhyun yang kalau lagi sakit, mandi dibantu ahjumma, manja minta ampun.

"Ahjumma!"

"Eh, Tuan", sapa balik ahjumma yang terkaget mendapati Kibum berdiri di belakangnya. Kibum mengamati kamarnya yang sudah kembali rapi, kecuali tumpukan buku dengan tulisan Inggris disamping rak. "Maaf Tuan!", katanya sambil tersenyum.

"Biarkan saja. Nanti ku bereskan sendiri". Ahjumma mengangguk lega. Memang dari kemarin yang belum selesai cuma buku-buku itu, sampai sekarangpun masih belum bisa menyusunnya. Lega saja saat Kibum menyuruhnya berhenti. "Ahjumma, bantu iblis itu mandi di kamar sebelah"

"Eh?"

"Bantu Kyuhyun mandi", kata Kibum memperjelas kalimatnya.

Ahjumma menganggguk setelah paham. Kyuhyun itu iblis? Ahjumma baru tahu kalau Kibum punya julukan sayang tersendiri untuk Kyuhyum. Tapi kenapa iblis, tidak panggilan lain yang lebih romantis? Baby misalnya, honey atau sayang. Mungkin memang begitu cara Tuannya berbagi kasih dengan istrinya. Dan ahjumma melenggang saja menuruti perintah Kibum ke kamar sebelah.

julie khoyul

Cring!

Yoochun baru keluar kantor untuk makan siang bersama koleganya. Dia hendak kembali ke kantornya tapi mampir sebentar ke mini market untuk membeli air mineral.

"Berapa kali ku bilang, kalau aku bertemu dengannya ku beritahu kau!". Yoochun berhenti sejenak di dekat pintu. Dia mengedarkan pandangannya ke sekitar, mencari tempat air mineral diletakkan. Setelah menemukannya, Yoochun melangkah ke sana. "Iya, pasti. Kau ini tak sabaran sekali", katanya sambil memindahkan handphone ke telinga sebelah kiri.

Sejak kejadian malam Yunho dan Kibum datang ke rumahnya waktu itu, Yunho dan Kibum tak henti-hentinya menelepon Yoochun. Pagi sebelum Yoochun bangun, siang saat Yoochun istirahat kerja, sore saat Yoochun sampai di rumahnya dan malam sebelum Yoochun berangkat tidur. Kegiatan menelepon Yoochun itu sudah berhenti di Kibum, tandanya manusia es itu sudah menemukan istrinya kembali. Tidak demikian Yunho, dia masih terus menelepon Yoochun, memastikan Yoochun bertemu calon istrinya atau tidak. Padahal Yoochun sendiri sudah bilang, kalau dia bertemu, Yunho akan langsung dikabarinya. Tapi Yunho sekarang beda dengan yang dulu, semenjak kehilangan calon istri, namja tampan itu jadi tak sabaran. Sebut saja karena cinta.

Yoochun membuka lemari pendingin, mengambil satu botol air miniral kemudian membawanya ke kasir. Setelah meletakkan botol di meja kasir, dia mengamati jajaran barang di situ. Deret di kanan ada rak, berisi pengaman dengan berbagai merek dan rasa. Dia punya banyak di rumahnya, lagi pula dia tak butuh itu dalam waktu dekat. Yoochun sedang malas berkencan dengan siapapun. Kerjaannya menumpuk dan butuh penyelesaian secepat mungkin. Masalah pasangan, siapa yang tak bisa didapatkan Park Yoochun? Tapi tidak untuk saat ini.

Di sebelah kiri rak, ada deretan coklat disusul permen lalu barang-barang kecil yang entah apa. Yoochun tak tertarik untuk membeli apapun, tapi dia meraih sekotak permen mint lalu di letakkan berdekatan dengan air mineralnya.

"Kau mau kemana?", tanyannya masih berbicara dengan Yunho di telepon. "Kerumah orang tuanya? Memang kau tahu rumahnya?" Yoochun terkekeh ketika mendengar gerutuan dari sebrang. "Yun, Yun. Kau ini! Kemana otakmu? Sudah kubilang dari dulu, kau, Kibum, lebih peka sedikit. Kalau kau tak bertindak gegabah, bukan cuma calon istrimu masih di rumahmu tapi sekarangpun mungkin kau sudah bisa melamarnya."

Ya, masih masalah yang sama. Tentang dua teman Yoochun yang susah diberi masukan. Selalu Yoochun yang membenahi kesalahan kedua temannya. Dia berulang kali menasehati Yunho dan Kibum agar sedikit lebih peka dengan keadaan sekitar, tapi sikap keduanya tak pernah berubah. Kibum, hampir tak pernah bersosialisasi dengan orang lain. Memang manusia es itu bukan anti sosial, tapi tindakannya yang tak mau tahu itu jadi terkesan menyepelekan. Lalu Yunho apalagi, dia bertindak keras. Sering jual mahal. Sekarang setelah benar benar jatuh cinta dan kehilangan, baru tahu gunanya perkataan Yoochun.

"Aku bukan mengejek", sangkalnya saat menerima makian dari Yunho. "Iya. Iya. Mulai sekarang jangan telpon aku lagi. Aku yang akan meneleponmu kalau dia ku temukan". Dan permintaam ini diucapkan setiap Yunho menepon, tapi namja tampan itu masih saja menelepon. Katanya dia tak tenang sebelum menelepon Yoochun dan menanyakan calon istrinya. "Kau kerja saja yang benar, jangan.."

"Chunnie baby?"

Semenjak tadi Yoochun diawasi si kasir, tapi Yoochun tak tahu. Dia sibuk dengan Yunho di telepon. Sekarang Yoochun tahu siapa si kasir itu, namja heboh yang yang hilang sejak beberapa hari yang lalu. Namja yang dicari temannya sampai sekarang. Dia calon istri Yunho. Namja itu tersenyum konyol di depan Yoochun, sepertinya dia bahagia sekali menemukan Yoochun berdiri di depannya.

"Chunnie baby!", panggilnya lagi sambil meloncat heboh.

"Kau ada di sini?", tanya Yoochun ikut bahagia. "Ya Yun, bukan. Ini temanku. Oh ya Yun, aku ada rapat. Nanti sore saja kau telpon lagi". Yunho merasa mengenal suara barusan, makanya dia bersikeras bertanya soal siapa yang bersama Yoochun sekarang, tapi belum saatnya Yunho tahu. "Bukan. Sudahlah, aku tutup dulu. Aku ada rapat dan klientku sudah ada di sini" Yoochun berdecak saat Yunho tak mau menyerah. "Nanti aku telpon kau. Sana kembali bekerja!" Dan Yoochun mematikan telponnnya.

"Chunnie baby!", teriak si namja sambil meloncat loncat heboh. Kemudian bergerak ingin memeluk Yoochun, tapi tak sampai. Terhalang meja kasir sebegitu besar yang membuatnya mengurungkan niat. "Chunnie baby, aku merindukannmu!"

"Kau bekerja disini?" Namja itu mengangguk. "Sekarang tinggal dimana? Kenapa tak meneponku?"

Namja yang barusan heboh itu jadi muram. Dia mengambil botol air Yoochun mendekatkan ke mesin pelacak barcode kemudian memasukkannya ke kantung plastik. Dia melakukannya lagi dengan permennya. Lalu dia mendengus sedih setelah menyerahkan belanjaan itu ke Yoochun.

"Dia mengusirku!" Yoochun tahu alasan Yunho mengusir calon istrinya. "Dia tahu aku berbohong, dia mengusirku tanpa mau mendengar penjelasan", katanya dengan muka sedih.

"Kenapa kau tak meneleponku?"

"Aku menelepon, tapi kau tak angkat telponnya. Aku juga ke rumahmu, tapi rumahmu sepi. Sepertinya ahjumma juga tak ada di rumah", sesalnya. "Aku menunggu lama sekali, sampai sore tapi kau atau siapapun tak ada yang datang"

Yoochun salah juga ternyata. Mungkin waktu itu dia sedang bekerja, sepulangnya langsung ke bar-nya Isa. Dan pembantunya kadang pergi ke rumah anaknya lalu pulang sedikit malam.

"Changmin!", teriak wanita dari pintu belakang.

"Ya, Noona"

"Sedang apa kau? Layani pembeli dengan baik", teriaknya lagi.

"Iya!", balasnya berteriak. "Nonna-ku cerewet sekali", adunya pada Yoochun. "Chunnie baby, Yunho ahjussi bagaimana kabarnya?"

"Kau merindukannya?" Changmin mengangguk. "Mau bertemu dengannya?"

"Aku tak bisa bertemu dengannya. Dia sudah mengusirku, dia tak suka padaku, dia tak mau aku didekatnya!", katanya pesimis. "Chunnie baby, aku lapar!", katanya kemudian.

Yoochun hampir tertawa sebelum muncul wanita cantik dari pintu belakang tadi. Cantik, seksi dan sangat menarik perhatian Yoochun. Paras seperti itu sepertinya Yoochun pernah lihat, tapi lupa. Apa memang mereka sudah pernah bertemu sebelumnya?

"Kau bilang lapar? Kau baru makan,", yeoja cantik itu melihat jam tangannya. "satu setengah jam yang lalu. Sekarang kau lapar lagi. Apa? Kau mau memeras pelanggan!", Changmin menggeleng-geleng. Dia tidak memeras pelanggan, ini Yoochun, satu-satunya orang yang berani dimintainya apapun. "Tuan, maaf ya. Adikku memang seperti ini. Perutnya terbuat dadi karet, jadi dia tak pernah merasa kenyang!". Changmin muram kembali. Bahkan Noona-nya sendiri sampai mengatainya demikian. Jahatnya!

"Tidak apa-apa", kata Yoochun sambil tersenyum sembari mengingat yeoja cantik itu. "Apa boleh aku bawa dia sebentar, ku traktir dia makan lalu ku kembalikan dia kesini lagi? Sekalian denganmu kalau kau tak keberatan"

"Tidak, tapi memangnya kau kenal dia?"

"Ini Chunnie baby, Noona!"

"Dia kekasihmu?", tanya si yeoja pada Changmin. "Kau kekasihnya Changmin? Kau yang mengusirnya ya?", tanyannya pula ke Yoochun. Sedikit merubah ekpresi, takutnya kalau Yoochun benar-benar kekasih Changmin yang telah mengusirnya.

"Tentu saja bukan. Aku Yoochun!", katanya sambil memperkenalkan diri. Yoochun menggapai tangan yeoja itu, menyalaminya secara paksa. "Aku temannya!"

"Benar-benar bukan pacarnya?", Yoochun menggeleng, Changmin-pun membetulkan. "Hyemin. Aku kakaknya" Yoochun mengangguk. "Jadi kau bukan kekasihnya. Kau kenal siapa kekasihnya tidak?"

"Aku bukan kekasihnya. Aku calon kakak iparnya!", yeoja itu gantian mengangguk. "Ya, aku kenal kekasihnya. Dia temanku"

"Bilang pada pada temanmu itu, jangan mendekati adikku lagi!", pesannya. "Kalau berani, kupenggal kepalanya!", ancamnnya sambil padang muka marah, tapi tak menakutkan bagi Yoochun.

"Jadi boleh aku membawa adikmu? Kalau kau ada waktu, sekalian kau bisa ikut!"

Yeoja cantik itu berfikir sejenak. Ikut atau tidak. Dia ada pekerjaan menyortir barang yang datang hari ini, tapi tawaran makan juga menggiurkan walau tadi dia juga sudah makan.

"Begini saja, hari ini kubawa Changmin dulu. Lain waktu kau yang akan ku traktir makan"

"Boleh. Boleh. Hari ini aku benar-benar sibuk. Mungkin memang lain kali!", katanya sambil memasang senyum lega. Dengan begini dia tak kehilangan tawaran makan gratis. "Kau siapa tadi?"

"Yoochun. Panggil saja begitu. Aku calon kakak ipar Changmin!"

"Ok. kau boleh membawa Changmin sekarang", katanya sambil menebar senyum. Ada namja tampan menjajikannya makan, alangkah senangnya. "Chang, cepat siap-siap!", perintahnya yang ditanggapi gerutuan Changmin. Pasalnya berbicara dengan Yoochun manis sekali, bicara dengannya kasar. "Cepat sana!", usirnya lebih keras

Changmin sudah melepas pakaian kerjanya. Diantarkan Noona cantiknya ke depan bersama Yoochun, mereka berpamitan kemudian pergi. Yeoja cantik itu menggeleng geleng saja. Ada namja tampan, dan sepertinya kaya, menawarinya makan. Mungkin ini bisa jadi awal baginya menarik perhatian namja itu, mengingat selama ini hubungannya dengan lelaki selalu gagal karena ditinggalkan. Alasan dia terlalu cerewetlah, terlalu perhitunganlah, terlalu iritlah, pelitlah. Mantan-mantannya yang dulu itu cuma tak tahu, pelit itu pangkal kaya.

"Hyehye!"

"Ha?"

"Namja keren, siapa? Pacarnya Changmin?", tanya seorang karyawannya.

"Bukan. Dia bilang calon kakak iparnya"

"Changmin akan menikah dengan adiknya? Bukankah Changmin bilang kekasihnya itu anak tunggal". Iya juga. Lalu kakak ipar dari mana? "Changmin juga anak tunggal"

Yoochun tadi bilang kalau dia calon kakak ipar Changmin. Berarti kalau Changmin tak menikahi adiknnya, Yoochun yang menikahi kakak Changmin. Sedangkan Changmin anak tuunggal, kekasihnya Changmin juga anak tunggal. Tadi Yoochun bilang dia teman kekasinya Changmin, lalu?

"Wah...", Hyemin terkaget antara iya atau tidak. Tadi dia mengaku kakaknya Changmin kan, jangan-jangan Yoochun memberi kode padanya. Menikah demgan orang keren seperti Yoochun? Perbaikan keturunan, perbaikan derajat dan status. "Dia mau menikahiku!", tuturnya sambil merangkul karyawannya. "Dia mau menikahiku!", ulangnya diikuti senyum janggal.

"Mimpi!", kata karyawannya sambil melepaskan diri rangkulan Hyemin kemudian berlalu secepatnya.

julie khoyul

"Kibummmmmmm!"

"Jangan berteriak!", bentak Kibum yang ternyata sudah berdiri di dekat kamar mandi.

"Aku tidak mau merepotkan ahjumma. Kalau aku bisa memanggilmu, ahjumma tak perlu repot berjalan kesana kemari untuk memanggilmu", katanya sambil pasang muka masa bodoh. "Pindahkan aku!", perintahnya sambil memulurkan tangan minta digendong.

Kyuhyun sudah dibantu mandi oleh ahjumma, dia mau pindah kekamarnya. Kakinya sakit, bokongnya sakit, jadi dia perlu digendong. Sebenarnya memang Kyuhyun malas berjalan saja, lalu berterik memanggil Kibum untuk memindahkannya ke kamarnya sendiri. Selesai mandi, ahjumma memasangkan bathrobe pada Kyuhyun tinggal menunggu Kibum memindahkannya.

"Kibummmm", rengeknya ketika uluran tangannya tak segera disambut.

"Kau bisa jalan, kenapa aku harus menggendongmu!"

"Karena kau yang membuat pantatku sakit!", teriaknya kesal. "Sakitnya menjalar ke kakiku!"

"Pelankan suaramu!" Kibum malu juga kalau ahjumma dan ahjussi dengar. Dua pembantunya itu sedang memereteli bed cover di kamar sekarang ini.

"Gendong aku!", teriak Kyuhyun lagi.

"Kubantu kau jalan", tawar Kibum menghindar dari acara gendong menggendong ala pengantin yang jelas memalukan baginya.

"Aku mau digendong!", teriaknya lagi. "Sekali saja kau menuruti mauku kenapa? Jangan kau memaksakan kehendakmu terus tapi kau tak pernah menurutiku"

"Tidak terbalik?"

Kyuhyun mengambil tempat sabun lalu melemparkannya pada Kibum. Tidak kena, beruntung Kibum lekas menghindar. Tapi naas, Kyuhyun melempar botol shampo lalu botol conditioner kemudian face wash dan tentunya seluruh yang ditemukannya di dekat situ. Kyuhyun kesal, Kibum tak pernah menuruti maunya tanpa berdebat dulu.

"Ya ya, berhenti melempar!", seru Kibum sambil melindungi wajahnya. Lemparan terakhir, sebotol shower gel ukuran 1 liter mengenai jidat Kibum. "Au, shit!", erang Kibum sambil memijat pelipisnya.

"Makanya jangan jahat padaku!", teriak Kyuhyun lagi. "Ha, rasakan. Sakitkan! Kau kira aku tak sakit juga. Kau pasakkan milikmu yang besar itu masuk... ya ya ya.. Kibummmm!", teriaknya lagi, karena Kibum keluar dari kamar mandi. "Kibum! Kibum! Kibum! Jangan pergi!"

"Kau berbuat anarkis padaku, untuk apa aku membantumu!"

"Tidak lagi. Kembali ke sini, Kibum!"

"Keluar sendiri!"

"Kibummmm! Ahjummmaaaa! Ahjussiiii!"

Kibum tadinya sudah berjalan sampai pintu kamar, tapi berbalik arah kembali ke kamar mandi. Mendengar teriakan Kyuhyun telinganya langsung pekak, apalagi ahjumma dan ahjussi didekat situ. Malu juga kalau sampai mereka berpikir Kibum memang orang yang suka memaksakan kehendak. Apa lagi tadi Kyuhyun sempat menyebut miliknya yang besar, untung tidak sampai merembet ke mana mana.

"Kibum, maaf", katanya setelah Kibum sudah nonggol lagi di kamar mandi. "Kau tahu, aku sayang padamu!", katanya sambil mengulurkan tangan. "Aku tidak berat!"

Kibum mendengus dan akhirnya menyambut Kyuhyun. Kibum mengangkat Kyuhyun sampai iblis itu bersorak sekalian menjerit, pasalnya Kyuhyun lagi-lagi diggendong bak karung beras. Diangkat kemudian disampirkan ke bahunya. Hah, Kibum tak bisa romantis. Jadi menyesal minta digendong Kibum, kalau akhirnya jadi mirip karung beras.

"Bekan begini cara menggondong istri", protes Kyuhyun yang dibawa Kibum berjalan kembali ke kamarnya. "Hi, ahjussi. Aku merindukannmu!", sapanya saat melihat ahjussi membantu ahjumma memasang bed cover baru. Ahjussi mengangguk saja dan kembali ke kegiatannya sambil tertawa bersama istrinya. "Kau lihat, ahjussi saja tertawa. Mereka menertaimu, Kibum"

"Kau mau kugendong, dan sekarang kau protes!"

"Iya, tapi bukan gendong kuli mengangkat karung. Ini tidak romantis!", katanya. "Jangan jatuhkan. Jangan jatuhkan!", teriak Kyuhyun heboh takut dijatuhkan keranjang. Tapi ternyata Kibum meletakkannya pelan-pelan. "Kibum!"

"Hn"

"Ayo pakai piama kembar!", ajaknya sambil tersenyum manis fersi Kyuhyun sendiri. Siapa tahu, tiba-tiba Kibum mau memakai piama kembaran dengannya. "Ya sudah, kalau tak mau, tak apa. Lain kali saja", katanya pula setelah mendapati Kibum melotot padanya. "Kibum!", panggilnya lagi saat Kibum menarikkan selimut untuk menutupi tubuh Kyuhyun.

"Hn"

"Aku lapar!", katanya sambil meringis. "Ayo order makanan!"

Mempawangi Kyuhyun dimulai dari hal-hal kecil. Kibum menuruti permintaan Kyuhyun asal tak berlebihan. Manusia es itu menggeledah isi tasnya, mengambil laptop kerjanya kemudian meletakkannya dipangkuan Kyuhyun. Membukanya dan menghidupkannya untuk Kyuhyun juga.

"Kau boleh memesan apapun, asal jangan mengotak atik dokumen disitu!" Kyuhyun mengangkat tangannya hormat ke Kibum. "Kau mau wine?". Eh, tumben sekali Kibum mau berbagi. "Aku mau minum sedikit"

"Nanti kalau makanannya sudah sampai" Kibum cuma berdehem mengiyakan. "Kau mau makan apa?"

"Terserah kau!", katanya lalu beranjak ke mini bar-nya.

Kyuhyun membuka web restoran cepat saji. Memesan makanan untuknya, Kibum dan dua pembantunya. Makan apa yang enak? Kibum suka makan apa? Nanti kalau Kyuhyun yang pesan, lalu Kibum tak mau makan bagaimanan? Tapi tadi Kibum bilang terserah, berarti dia mau makan apa saja. Kyuhyun memesan empat set makanan untuk diantar ke rumah. Lalu memasukkan nomor kartu kredit Kibum dan selesai. Begitu saja? Tidak asyik. Kyuhyun mengulang lagi, memesan dua set makanan ditujukan ke alamat Yoochun. Untuk Chunnie baby-nya itu dan ahjumma di sana. Kyuhyun itu orang baik, setia kawan dan suka berbagi, sekali lagi dia memesan dua set ditujukan ke apartemen Siwon. Untuk Siwon dan Heechul. Lalu memesan untuk Changmin dan Noona-nya. Yang itu pesan tiga set, takut Changmin tak kenyang nantinya. Setelah urusan membayar dengan kartu kredit beres dan baru dia puas.

Tadi iblis itu sempat meletakkan laptop ke sampingnya, tapi tiba-tiba dia ingin mengintip isi data Kibum. Cuma mengintip, tidak mengotak atik, pasti boleh. Kyuhyun membuka e-mail Kibum yang belum di log out. Nomor dua dari atas dia melihat email dikirim dari maskapai penerbangan. Saat dilihatnya itu sebuah e-ticket dengan nama Kibum dan namanya sendiri, Kyuhyun segera bersorak dan bertepuk tangan kecil. Kibum akan mengajaknya liburan ke Singapura.

Kyuhyun masih membayangkan liburannya ke Singapura dengan Kibum. Dia mau yang romantis romantis, jalan kesana kesini sambil bergandengan dengan Kibum, pasti asyik. Sekali lagi Kyuhyun membuka banyak dokumen milik Kibum, tapi semuanya tentang bisnis. Bisnis itu urusan Kibum, Kyuhyun sebagai istri harusnya duduk manis di rumah. Hingga file ke sekian, iblis itu menemukan form berjudul itinenary bisnis di Singapura. Isinya, bertemu kolega, rapat, makan siang, bisnis, bisnis dan bisnis. Lalu romantis romantisnya kapan? Kyuhyun mengedit tulisan itu, menjejalkan sebaris tulisan di itinerary itu.

Candlelight dinner dengan istriku tercinta, Kyuhyun.

"Kau tak merusak dokumen ku?" Kibum curiga dengan Kyuhyun yang terus tersenyum senyum. Iblis itu kan tidak bisa dipercaya.

Kibum membawa gelas berisi whisky kemudian naik ke ranjang. Dia mengintip apa yang dilakukan Kyuhyun, tapi saat itu dia mendapati halaman online shop penjualan kaset game.

"Aku mau beli kaset game baru!", katanya sambil memilih-milih game di situ. "Kibum!"

"Hn"

"Kita akan ke Singapura besok senin?"

"Mr. Kangin menawarkan bisnis di sana. Siapa tahu aku bisa mencari perusahaan baru untuk diajak bekerja sama". Kunci keberhasilan bisnis dengan Kangin itu adalah membawa Kyuhyun ikut serta.

"Leeteuk hyung ikut?"

"Mana kutahu"

"Kibum, kalau kau bertemu Leeteuk hyung yang keren, jangan meliriknya seperti waktu itu. Lihat aku saja ya!"

"Hm"

Kibum ingat Leeteuk yang tiba-tiba berubah keren itu. Dia tak berhenti memandanginya saat itu hingga Kyuhyun tahu dan selalu melarangnya selingkuh. Tapi itu dulu, atau kalaupun mata Kibum melirik kearah manapun, hatinya kan Kyuhyun yang punya.

Kibum menarik Kyuhyun, menyandarkan iblis itu ke dadanya. Kibum memperhatikan saja apa yang dilakukan Kyuhyun dengan laptopnya. Membuka segala macam online shop yang berhungan dengan game, lalu membeli barang-barang disitu. Kibum juga sempat menawarkan whisky-nya pada Kyuhyun, tapi ditolak. Kyuhyun tak suka whisky, dia suka-nya wine.

"Kibum!"

"Hn"

"Nanti di Singapura kita beli handphone baru ya?"

"Terserah kau!"

"Kibum, ayo pakai piama kembar!". Kibum seketika menyorokkan badan Kyuhyun ke depan. Sepertinya Kibum masih saja alergi barang kembar. "Iya, iya. Tidak usah. Tidak usah!", ralatnya sambil meraih tubuh Kibum dan melarang namja es itu beranjak.

"Jangan pernah menyuruhku memakai piama kembar lagi atau kubatalkan untuk mengajakmu ke Singapura!"

"Aku sayang padamu, tidak akan menyuruh lagi"

julie khoyul

Kibum meletakkan bukunya saat Kyuhyun menguap yang ketiga kalinya. Manusia es itu memperhatikan Kyuhyun, iblis yang tampak fokus pada layar laptop meski matanya sudah memerah. Matamya jelas lelah, tapi dipaksa terus memelototi layar.

"Matikan laptop-nya. Ayo tidur!", ajak Kibum yang sebenarnya tak tega. Pawang yang baik, tahu kebutuhan buruannya juga.

Kyuhyun memperhatikan jam di sudut bawah layarnya. Setengah satu malam. Cepat sekali, seperti baru setengah jam yang lalu dia mengutak atik laptop Kibum. Dari siang, sekarang sudah lewat tengah malam begini. Berarti Kyuhyun melewatkan mandi malam. Ah, lagi pula dia tak pergi kemanapun, dia tak bau. Tak apa kalau tak mandi, Kibum masih mencintainya, kan? Kemudian Kyuhyun melirik ke namja es di sampingnya. Mendapati Kibum memandangnya balik, Kyuhyun segera kembali pada laptopnya, mematikan laptop kemudian menutupnya.

"Kibum!"

"Hn"

"Aku mengantuk!", katanya sambil melempar laptop kepangkuan Kibum. Kibum pasti membentak Kyuhyun kalau laptop itu jatuh dan rusak. Ada banyak file penting dalam situ. "Kibum, ayo tidur!", renggek Kyuhyun sambil menggapai gapai badan Kibum agar merebah bersamanya.

Kibum meletakkan laptop dan bukunya di atas nakas, kemudian mengambil posisi rebah di samping Kyuhyun. Iblis itu berusaha menggeser tubuhnya lebih dekat ke Kibum, tapi kesulitan. Pantatnya yang sakit menghalanginya bergerak bebas. Dan akhirnya Kibum yang mendekat, kemudian mendekap Kyuhyun dengan kedua lengannya.

"Kibum!", panggilnya sambil menguap di sela pelukan Kibum.

"Hn"

"Aku mengantuk!", katanya sambil menggesek-gesek mukanya ke dada Kibum. "Ayo tidur!"

"Kau sudah mengatakan sejak tadi. Tutup matamu, mulutmu dan berhenti bergerak"

"Hemm!", jawabnya mulai kehilangan kesadaran. "Ayo cerita!". Kibum membiarkan Kyuhyun mengigau sambil menepuk-nepuk punggungnnya. Seperti anak kecil saja, tidur harus dinina bobokan. Kibum mengelus rambut Kyuhyun sejenak kemudian menjatuhkan ciuman disitu. Sebanarnya Kibum juga mau bilang 'jaljayo, Kyu!', tapi sepertinya tidak pantas, jadi dia urungkan. "Kibum, jangan pergi!"

"Tidak akan"

"Aku menyayangimu!", katanya seraya bergerak gerak tak nyaman. Kemudian bsrhenti sendiri.

"Aku tahu!", jawab Kibum dengan kembali menjatuhkan ciuman di rambut Kyuhyun. Kemudian dia ikut memejamkan mata. "Aku tahu!", tambahnya mengulang.

Kibum tahu Kyuhyu menyayanginya, dia juga tahu kalau dirinya juga menyayangi Kyuhyun. Kibum cuma butuh belajar untuk memiliki dan tak pernah melepaskan lagi. Dan secepatnya dia akan mematenkan kontrak kepemilikan iblis itu. Tinggal tunggu waktu yang tepat.

To be continue

Thanks and see you soon!