Contract with the Devil's Son
Chapter 31:
Screenplay's fanfiction
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Jung Yunho
Shim Changmin
Park Yoochun
Dll
Balik lagi. Terima kasih readers.. sudah membaca reviews dll. Ini tanda terima kasihku untuk kalian!
Typos akan selalu ada salah, tapi mohon maaf. Kadang gue g sempat edit atau emang sengaja g diedit.
Yang ini semoga berkenan!
Ring in Kyu's Finger
Teeet Teeet!
Changmin baru bangun tidur, baru keluar kamar saat bel depan berbunyi sama seperti pagi kemarin. Melihat ke sekeliling juga masih gelap, tapi kali ini karena ahjumma belum membuka korden besar di dekat ruang tamu. Kalau dilihat dari sinar yang menerobos celah korden, ini bukan lagi pagi, tapi karena penglihatan Changmin masih gelap, anggap saja masih pagi.
"Ahjummaaaaa!"
"Aku sibuk, buka pintunya!", teriak balik ahjumma dari arah dapur. "Oh ya, sekalian buka korden di ruang tamu!", tambahnya.
Hah, sekarang posisi Changmin sebagai tamu sudah merangkap jadi pembantu. Begitu kalau Yoochun tak ada di rumah, ahjumma semena-mena pada Changmin. Ngomong-ngomong soal Yoochun, seharusnya semalam dia pulang, tapi tak terdengar suaranyapun saat ini. Dan semalam Yunho bilang mau menginap, dia juga tak terlihat. Kemana dua orang itu?
Changmin berjalan ke ruang tamu, menyibakkan korden besar dekat situ dan dia memicing sejenak saat terkena sinar matahari. Silau. Setelah mampu melihat sempurna, dia melongok ke depan lewat kaca jendela situ. Tamu-nya tidak tampak dari situ. Apa tamu penting ya?
"Lama sekali kau membuka pintu!", teriak Hyemi setelah mendapati Changmin berhadapan dengannya.
"Noona, kenapa kau kemari lagi?"
"Kan aku sudah bilang akan kemari tiap pagi dan petang". Hyemi menyerahkan bungkusan-bungkusan di tasnya kepada Changmin. "Itu makananmu hari ini. Kubela-belakan bangun lebih pagi dari biasanya untuk memasak itu, supaya kau tahu aku ini menyayangimu."
Ada maksud, jelas Hyemi bicara begitu. Dari dulu yeoja cantik ini selalu begitu. Baik memang, tapi cerewetnya itu tak bisa dinalar. Dia memang menyayangi Kyuhyun dan Changmin, memberikan apa yang mereka butuhkan, tapi bonusnya diomeli tiap hari.
"Ngomong-ngomong Yoochun mana? Dia sudah pulang kan?" Tu Hyemi datang memberi makan untuk Changmin, ujung-ujungnya ada maksud. "Masak dia belum bangun?", tanyanya sambil melongok ke dalam rumah.
"Aku yang baru bangun, tak tahu Chunnie baby sudah pulang atau belum"
Hyemi membuka dompetnya segera, mengambil beberapa lembar uang dan menyumpalkannya ke saku baju Changmin.
"Uang jajanmu hari ini", kata Hyemi. "Coba kau cek ke dalam. Bilang pada Yoochun aku ada di sini!", tambahnya sambil memasang senyum.
"Maksudmu ketahuan. Kau datang bawa makanan dan memberiku uang, agar kau bertemu Chunnie baby kan?", selidik Changmin. Kalau begini adanya sayangnya Hyemi padanya cuma sebatas jalan biar bisa ketemu Yoochun.
"Sudah, cepat masuk sana!" Changmin bergeming atas perintah Hyemi. "Cepat masuk!", perintah Hyemi sekali lagi.
Disaat Changmin mau berbalik masuk, dua orang terdengar memasuki gerbang besi di depan. Yoochun dan Yunho baru saja joging. Mereka pulang dengan nafas terenggah dan badan berpeluh. Orang tampan seperti mereka, jadi terlihat makin tampan dengan keadaan seperti itu. Hyemi terkagum melihat Yoochun mendekat padanya, Changmin juga. Changmin juga terkagum melihat keduanya, Yoochun dan Yunho. Yoochun itu something spesial dimata banyak orang. Kalau Yunho something spesialnya di hati Changmin.
"Hyemi!", sapa Yoochun masih sedikit terengah.
"Chunnie baby, Noona mencarimu!"
"Benarkah?"
"Ah, perkataan Changmin jangan kau anggap", katanya sambil tertawa renyah. "Aku kemari menjenguknya. Aku takut dia merepotkanmu disini, makanya aku datang", tambahnya sambil berharap Yoochun memberikan respon baik padanya. Tapi Changmin yang menyahutinya dengan decihan.
"Oh Hyemi, ini temanku. Yunho!" Yoochun menunjuk Yunho agar dikenal Hyemi. "Hyemi ini Noona-nya Changmin, Yun"
"Hyemi!", katanya sambil menjabat tangan Yunho. Hyemi baru tahu, orang tampan seperti Yoochun, teman-temannya juga tampan. Kalau dia bisa berpacaran dengan Yoochun, martabatnya akan naik beberapa tingkat.
"Yunho!", balasnya sambil mencoba tersenyum. Noona-nya Changmin berarti calon kakak iparnya kan? "Aku calon suami adikmu, kau sudah tahu itu?"
Hyemi mengernyit. Selama ini Changmin tak pernah cerita punya calon suami. Yang Hyemi tahu, janda genit yang selalu ditipu Changmin itu sering minta dinikahinya. Lalu ada seorang yang kemarin lusa Changmin ceritakan padanya, kekasihnya yang telah mengusirnya hingga Hyemi bersumpah akan mencekiknya kalau ketemu. Hyemi juga melarang Changmin menemui namja itu lagi. Lalu Yunho ini?
Changmin mendesah khawatir. Yoochun kemudian tersenyum ramah pada Hyemi, menepuk pundak Yunho dan sekali lagi memperkenalkan kalau Yunho itu temannya. Hyemi tidak suka orang yang telah mengusir Changmin, Yoochun tahu itu jadi Yunho tak boleh menyebutkan kata suami di depan yeoja itu, setidaknya untuk saat ini
"Teman Chunnie baby kan temanku juga", tambah Changmin agar Noona-nya tak mempermasalahkan omongan Yunho barusan.
"Tapi aku serius ingin menikahi adikmu", timpal Yunho tak tahu situasi. "Waktu itu aku memang salah, tapi aku sudah minta maaf pada Changmin", tambahnya makin membuat Hyemi mengernyit.
"Kau kekasihnya Changmin?" Yunho mengangguk sedangkam Changmin sudah memggeleng geleng dam dadah dadah menyangkal. Hyemi sekarang sedang dalam mode menyelidik, kalau ketahuan Yunho adalah orang sama yang telah mengusir adiknya, sudah pasti Hyemi akan mencekiknya. "Diam kau, Changmin!", perintah Hyemi mulai galak. "Kau yang mengusir adikku?"
"Iya, tapi aku menyesal dan kemari untuk membawanya kembali", kata Yunho tegas. Dia tak mudah berbohong memang. Dia juga teringat kata-kata Yoochun dulu kalau sebuah hubungan akan baik bila dimulai dari kejujuran.
Dilain Changmin yang muram khawatir akan nasib Yunho, dia juga khawatir kalau hari ini acara pindahan kembali ke rumah namja tampan itu gagal. Yoochun sendiri cuma bisa tersenyum sambil memeganggi lengan Yunho, bermaksud menghentikannya bicara.
"Sudahlah. Hyemi, kau bersedia makan siang denganku. Aku tak punya acara sama sekali hari ini!", tawar Yoochun. "Nanti aku akan jelaskan soal Yunho juga"
"Terima kasih, Chun. Aku sangat mau tapi tidak untuk hari ini", katanya kasar sambil memandang Yunho sengit. "Aku pernah bersumpah akan..."
"Noonaaa, jangannnn!", cegah Changmin tapi terhalang tas-tas yang dipegangnya.
Terlambat. Hyemi sudah memulurkan tangannya. Berjinjit mencekik Yunho sampai namja tampan itu terbatuk-batuk. Changmin heboh teriak-teriak tapi tak berbuat apa-apa. Dia lebih setia memegangi tas berisi makanannya dari pada membantu Yunho lepas dari Hyemi. Yoochun berusaha menenangkam Hyemi, tapi juga tak berusaha melepas tangan yeoja itu dari leher Yunho.
"Hah, jadi kau namja kurang ajar yang telah mengusir adikku!", bentak Hyemi sambil megencangkan cekikannya.
"Hyemi, aku bisa jelaskan soal ini"
"Aku tak butuh penjelasan, aku butuh mencekiknya", katanya penuh amarah.
"Nanti dia mati!"
"Bagus dia mati, jadi berkurang bajingan sepertinya yang hidup di Korea ini", katanya sambil terus menggerak gerakkan tangannya kasar. Yunho tercekik. Sakit sekali. Dia terbatuk batuk karena tak bisa nafas. Tangannya Hyemi keras, yang artinya cuma ada tulang dan kulit dengan sedikit daging, 11-12 dengan tangan Kyuhyun yang kerempeng. Yunho bisa melawan, tapi Hyemi itu kakak Changmin, calon kakak iparnya. Masa iya dia menyakiti calon kakak ipar?
"Noona, nanti dia mati!", pekik Changmin.
"Bagus, sekarang kau membelanya ya! Kau diusirnya, ingat?"
"Iya, tapi Yunho ahjussi sudah minta maaf. Aku sudah memaafkannya"
"Tapi aku tidak akan memaafkannya", bentak Hyemi ke Changmin.
"Nanti dia mati", pekik Changmin sekali lagi. "Kalau dia mati siapa yang akan menikahiku?"
"Masih banyak orang di dunia ini yang mau menikah denganmu!"
"Hyemi, Hyemi dengarkan aku. Tak ada gunanya membunuhnya sekarang. Kalau kau ingin menghukumnya jangan membunuhnya sekarang, penderitaannya akan segera berakhir", tutur Yoochun diikuti renggangnya cekikan Hyemi. "Biarkan dia hidup, kau bisa menyiksanya selama kau mau!"
Benar juga. Kalau Yunho dibunuh sekarang penderitaannya juga berakhir, kalau dibiarkan hidup lalu dia bisa membuatnya menderita kan bagus. Lagi pula Yunho tampan, tidak ada salahnya kalau harus menikah dengan Changmin. Bukankah hebat kalau Hyemi punya adik ipar tampan. Sepertinya Yunho itu kaya dan terpelajar, hidupnya Changmin pasti akan terjamin. Kemudian dia juga bisa pinjam uang untuk membesarkan usahanya.
"Kau benar, Chun", kata Hyemi tiba-tiba sambil melepaskan Yunho. "Aku juga tidak mau mengotori tanganku dengan membunuh namja bejat sepertinya"
"Aku tidak bejat!", bela Yunho sambil mencekali lehernya yang memerah.
"Bicara sekali lagi, tak akan pernah kurestui hubunganmu dengan Changmin!", bentak Hyemi menyurutkan niat Yunho membela diri. "Changmin, ayo pulang!", perintahnya.
Hyemi meraih seluruh tas berisi makanan itu, kemudian dipindahkan ke tangan Yoochun. Hyemi meraih tangan Changmin tapi Changmin bergeming. Hyemi melotot tapi, Changmin cuma menggeleng kemudian memandang Yoochun minta bantuan.
"Aku tidak keberatan kalai harus mengambil alih tugasmu menjaga Changmin. Biarkan dia tinggal disini, Hye!"
"Dan membiarkan namja jahat ini menemui Changmin seenak jidatnya?" Yoochun menggeleng. "Tidak, dia akan ikut aku pulang", katanya mantap sambil menyeret Changmin dan mengancamnya.
"Noona, aku mau tinggal disini", pintanya memelas.
"Kau ikut aku pulang atau selamanya tak kurestui hubunganmu dengan namja keparat ini" Yunho sudah mau membela diri lagi, tapi urung ketika Hyemi langsung menudingkan telunjutnya tepat di muka Yunho.
"Hye!", sela Yoochun ramah. Dia teman yang baik, memintakan belas kasihan Hyemi untuk Yunho, tapi gagal untuk kali ini.
"Chun!", balasnya.
"Baiklah, kalau begitu kapan kita bisa menemui Changmin lagi?"
"Kapanpun kau bisa menemuinya, tapi tidak dengannya!", tunjuknya pada Yunho. "Kau bisa menemui Changmin kalau aku sudah memaafkanmu!"
"Kapan kau memaafkanku?"
"Kalau suasana hatiku sudah membaik"
"Kapan suasana hatimu membaik?"
"Jangan tanya-tanya. Mau ku cekik lagi, ha?", bentak Hyemi sok kejam. "Changmin, ayo!"
Hyemi menyeret Changmin pergi dari rumah Yoochun. Jadi sekarang, rencana Yunho membawa pulang Changmin gagal? Gara-gara calon kakak iparnya? Changmin terbirit mengikuti langkah Hyemi, dia cuma mampu menatap sendu pada Yoochun dan Yunho. Changmin masih ingin tinggal dengan Yoochun, dengan Yonho, tapi kalau dia menolak perintah Hyemi, dia dosa. Bagaimanapun Hyemi itu kakak, dia harus patuh.
"Berhenti menoleh ke belakang, atau ku cekik juga kau!", ancam Hyemi sambil terus menyeret Changmin pergi.
Hyemi benar-benar membawa Changmin pulang. Yunho yang biasanya terlihat masa bodoh, sekarang jadi bodoh beneran. Sendu sekali tatapannya ke arah perginya Changmin. Hah, baru juga bertemu sekarang ada badai dihubungannya lagi. Badai berbentuk yeoja cantik calon kakak ipar sendiri.
"Chun!"
"Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Kau butuh bantuan kan?"
"Kapan aku bisa membawanya pulang?"
"Sudah, jangan bersikap seperti orang bodoh begini!", tegur Yoochun sambil menepuk pundak Yunho. Menyadarkan teman tampannya dari keterpurukan. "Bersabarlah, kalau Hyemi sudah luluh kau pasti bisa bertemu Changmin kembali"
"Bagaimana cara meluluhkannya? Dia galak sekali"
Yoochun menepuk pundah Yunho sekali lagi sambil tersenyum lebar.
"Kau lupa aku ini temanmu!", katanya sambil berjalan masuk rumah.
julie khoyul
Ini kali pertama Kyuhyun menginjakkan kaki di Singapura. Negeri bersimbol singa berbadan duyung ini panas. Dimana-mana mengunakan pendingin ruangan, berbanding terbalik dengan Korea yang mengunakan pemanas ruangan. Di Korea dingin, di pesawat dingin, di bandara dingin setelah keluar bandara untuk mencari taxi, baru terasa panasnya.
Kibum dan Kyuhyun menginap di Marina Bay Sands hotel. Karena di Ball room hotel itu diadakannya pertemuan bisnis nanti, jadi tak perlu jalan jauh jauh kesana. Karena sesampainya di kamar hotel mereka harus bergegas ke pertemuan, jadi mereka bersiap. Kyuhyun sudah mandi, dengan masih memakai bathrobe putih hotel dia mengacak isi kopernya. Mengeluarkan semua isinya, membukanya satu persatu kemudian melempar semua keluar, termasuk bajunya Kibum. Ada barang yang tak bisa dijumpainya di koper. Ahjumma pasti lupa memasukkannya atau sengaja biar Kyuhyun tak bisa pergi kemanapum? Ahjumma memang mulai jahat pada Kyuhyun, terhitung dari kemarin yang menggagalkan lovey-doveynya di sofa.
"Ck!", Kibum berdecak setelah keluar kamar mandi mendapati isi kopernya berantakan. "Apa yang kau lakukan? Kemasi!", perintah Kibum sambil menahan jengkel.
"Kibummmm. Celana dalamku mana?" Kibum mengernyit saja. "Ahjumma kenapa tak memasukkan celana dalamku"
Saat Kibum mengepak baju, Kyuhyun tak ikut. Iblis itu menyerahkan kertas berisi daftar panjang kepada ahjumma dan menyuruh ahjumma yang menyiapkannya. Dia bilang ke ahjumma untuk menyiapkan semua barang itu ditaruh satu koper dengan milik Kibum. Ahjumma tak boleh memasukkan barang selain yang ada di daftar atau mengurangi barang dari tulisan itu. Sepertinya ahjumma lupa, atau Kyuhyun yang terlewat menuliskan celana dalam di daftarnya.
"Kibummmmm", rengeknya. "Aku mau ikut kau. Masak aku pergi kepertemuan tanpa celana dalam" Kibum melirik kesana kemari kemudian pandangannya jatuh pada tas tempat pakaian dalamnya. "Aku tak mau pakai punyamu!", tolaknya seakan tahu apa yang akan dikatakan Kibum.
"Tak mau, ya sudah"
"Lalu?"
"Lalu apa? Kau duduk saja disini!"
"Tidak mau. Aku mau ikut kau!" Kyuhyun mengambil tas berisi pakaian dalam Kibum dan menyembunyikan dalam bathrobe-nya. "Aku mau ikut!"
"Kalau kau mau ikut, cepat pakai bajumu!", perintah Kibum. "Berikan pakaian dalamku?"
"Aku ke pesta tanpa celana dalam? Tidak mau!", tolaknya. "Aku juga tidak mau pakai celana dalammu!" Memangnya celana dalam yang dia pakai selama ini milik siapa? Milik Kibum juga. Cuma bedanya, dia mengambil yang baru. "Kibummmmm, belikan celana dalam!", pintanya, merengek, memelas dan manja.
"Aku buru-buru. Kau disini saja. Sebelum malam aku sudah kembali, baru kuantar kau beli celana dalam" Kyuhyun menggelem. Pokoknya dia mau ikut. Dia tak mungkin membiarkan Kibum pergi sendiri lalu bertemu orang-orang yang lebih keren diluar sana. "Malamnya kita ada dinner?"
"Candlelight dinner denganku?"
"Ya!", Kyuhyun tersenyum catatannya waktu itu dibaca Kibum. Berarti Kibum memang sayang padanya. "Dengan tamu undangan yang lain juga!", tambah Kibum seketika menyurutkan senyum Kyuhyun.
"Tidak bisa, pokoknya kita dinner berdua saja. Aku mau dinner berdua saja!"
"Terserah kalau kau tak mau", Kibum mengambil setelan jasnya dan berjalan ke kamar mandi.
"Kibum!"
"Hn"
"Kau mau apa? Jangan pakai bajumu!"
Kyuhyun berlari mengejar Kibum lalu dia merebut baju Kibum. Kyuhyun membawa setelah jas itu menjauh dari Kibum. Kibum berjalan kearah Kyuhyun, berusaha meminta jasnya, tapi Kyuhyun menolak. Sampai terjadi kejar-kejaran. Kyuhyun yang selalu berlari menghindar saat Kibum menghampirinya.
"Berikan pakaianku!", bentak Kibum galak.
"Aku mau ikut kau!", bentak Kyuhyun balik. "Belikan aku celana dalam dulu!"
Kibum akhirnya benar-benar mengejar Kyuhyun, menangkap iblis itu, merebut pakaiannya dan membiarkan iblis itu manyun ditempatnya. Kyuhyun sedih sekali. Dia cuma minta dibelikan celana dalam dan Kibum tak bersedia memenuhinya. Kyuhyun tak akan berpakaian tanpa celana dalamnya.
Manager TC itu meletakkan stelan jasnya di ranjang dengan hati-hati. Mengecek sejenak, adakah yang kusut karena ulah Kyuhyun barusan kemudian meninggalkannya setelah dia yakin jas-nya masih baik. Kibum mengambil satu celana dalamnya memakainya di situ, dihadapan Kyuhyun. Mengambil t-shirt putih dalamnya juga dipakai di situ.
"Kibum!"
Kibum tak mau mendengar Kyuhyun lagi, dia bergegas memakai celananya kemudian akan mulai kembali dengan kemeja.
"Kalau kau tak mau belikan, aku beli sendiri saja!", katanya memelas yang seketika menghentikan Kibum dari kegiatannya memakai kemeja. "Berikan aku uang!"
Kyuhyun cuma dipandangi Kibum tanpa manusia es itu bicara apa-apa. Iblis itu kemudian mengambil dompet Kibum, menarik beberapa lembar dolar dari dalamnya kemudian berjalan ke pintu. Kyuhyun harus ikut ke pertemuan kali ini, setelah itu mereka harus dinner berdua nanti malam. Pokoknya dia harus selalu berada di dekat Kibum, agar Kibum tak melirik orang lain. Kyuhyun tak mau lagi diselingkuhi Kibum, jadi dia harus menjaga Kibum untuknya sendiri.
"Kau mau kemana?"
"Beli celana dalam", katanya sendu. "Kau tak mau belikan. Kau ingin aku tak punya celana dalam kan? Lalu aku tak bisa ikut denganmu ke pertemuan itu" Kibum cuma mendengus mendengar perkataan Konyol Kyuhyun. Apa lagi maksud iblis itu, kalau dia tak mau Kyuhyun ikut, buat apa Kyuhyun diajaknya ke sini? "Kalau tak ada aku, kau bebas bertemu dengan yeoja-yeoja cantik di luar sana kan? Nanti kau selingkuh lagi!", katanya sambil mengerutkan muka.
"Jangan buka pintu!", bentak Kibum yang melihat Kyuhyun sudah diambang pintu. "Berhenti di situ!", perintahnya pula.
Kibum mencari sepatunya, memakainya setelah ketemu. Kemudian dia mengenakan kemeja yang tadi ditinggalkannya. Kibum bergerak cepat-cepat saat memakai kemeja, setelahnya dia menghampiri Kyuhyum, menuntun iblis-nya duduk di ranjang. Kibum mengambil alih uang yang dibawa Kyuhyun, memasukkan kembali dalam dompetnya yang kemudian diselipkan dalam kantong celana belakangnya.
"Kau tunggu di sini!"
"Kau mau belikan aku celana dalam?"
"Jangan kemana-mana sebelum aku kembali!", Kyuhyun mengangguk saja walau pertanyaannya diabaikan. Dia segera memeluk Kibum erat-erat dan mengucapkan cinta berkali-kali. "Ingat, jangan kemana-mana!", perintah Kibum sekali lagi. Kyuhyun tak memakai celana dalam, walau memakai bathrobe atau baju, Kibum tak rela Kyuhyun keluyuran tanpa celana dalam kecuali dengannya saja.
"Kibum, aku mencintamu!", katanya sambil melepas Kibum. "Kalau kau tak keberatan boleh belikan aku es krim juga!" Kibum mendengus lagi kemudian buru-buru berpaling. "Kibummmmm!", pekik Kyuhyun sambil mengejar Kibum ke pintu. Kemudian dia memeluk Kibum lagi lebih erat. "Tidak usah beli es krim. Tidak usah. Tapi kau tak akan meninggalkanku di sini kan?"
"Aku beli celana dalammu!"
"Kau janji beli celana dalam? Tak pergi ke pertemuaan tanpaku kan? Kibum?"
"Kubilang kau tunggu di sini sebentar!"
"Kalau kau bohong, aku akan menyusulmu ke pertemuaan sambil telanjang!"
"Terserah kau!"
"Kibummmmm", rengeknya. "Aku menyayangimu!"
"Hn"
Kibum segera melepaskan diri dari Kyuhyun. Dia bergegas keluar dari kamar mereka, membeli celana dalam untuk iblis itu kemudian segera ke pertemuan. Dia tak mau terlambat, itu saja intinya.
Kyuhyun merebah di ranjang setelah Kibum keluar. Kemudian mengedarkan pandamgannya ke segala arah. Hotel bagus pasti harga sewanya mahal. Kemudian dia tertawa terbahak bahak, setelah mengingat yang barusan. Sekarang menipu Kibum lebih mudah dari yang dulu. Tidak perlu jejeritan, Kibum sudah memenuhi permintaanya. Lagi pula beli celana dalam kan untuk kebaikannya juga. Coba kalau Kyuhyun tak pakai celana dalam ke pertemuan, geli, tak nyaman, lalu Kyuhyun harus berjalan selengokan gara-gara itunya takut terjepit. Siapa yang malu nantinya? Kibum juga kan?
Sudah setengah jam berlalu, tapi Kibum belum kembali. Kyuhyun jadi takut Kibum meninggalkannya ke pertemuan itu. Atau tokonya jauh ya? Kyuhyun berdiri di jendela kaca hotel menempekkan dahinya di situ dan memandang ke luar. Siapa tahu Kibum terlihat dari situ, tapi tak terlihat apapun. Semuanya kecil kalau dilihat dari atas sini. Kyuhyun memperhatikan hamparan hijau di bawah sana, ada jembatan penghubung dari Marina Bay Sands ke taman itu. Kalau tidak salah namanya garden by the bay. Itu taman yang bagus, ada pohon buatan juga di sana. Nanti malam setelah dinner Kyuhyun akan memaksa Kibum jalan-jalan kesana saja. Kalau manusia es itu menolak, Kyuhyun punya banyak cara untuk diiyakan permintaannya.
Setelah Kibum datang dengan beberapa pack celana dalam, Kyuhyun sudah bangkit dari mode kawatirnya. Segera menggunakan celana dalamnya dan jas persis seperti milik Kibum, yang dibeli di Busan waktu itu. Dan sekarang di Ballroom inilah mereka, berbaur dengan pembisnis-pembisnis hebat dari seluruh penjuru asia.
Tadinya Kyuhyun berjalan sendiri di samping Kibum. Menciptakan image kalau dirinya juga seorang pembisnis mapan di mata orang lain. Tapi kemudian dia segera mendekat dan menggandeng tangan Kibum kuat-kuat saat dari kejauhan Kangin dan Leeteuk berjalan ke arah mereka.
"Ahjussi!", pekik Kyuhyun tak tahu tempat. Kyuhyun segera melompat ke pelukan Kangin tapi tak melepaskan tangan Kibum dari gengamannya.
"Kalian datang terlambat!"
Leeteuk menyela ingin memeluk Kyuhyun juga. Kyuhyun terpaksa memeluk Leeteuk karena saat itu, namja yang pernah jadi yeoja bohongan itu memasang senyum ke Kibum. Dimata Kyuhyun, Leeteuk seperti hendak memeluk Kibum, itu tidak boleh terjadi hingga Kyuhyun mengorbankan dirinya sendiri untuk di peluk Leeteuk. Kibum sendiri cuma bisa bersalaman dengan keduanya. Bersalaman dengan Kangin dan mengobrol sebentar, sampai Kangin menepuk pundaknya kagum. Saat bersalaman dengan Leeteuk, Kyuhyun segera menginterupsi supaya tidak ada percakapan apapun di antara mereka.
"Ahjussi, kau lihat stand es krim?" Kibum meremat tangan Kyuhyun, mengisyaratkannya agar tidak macam-macam di pertemuan seperti ini. "Tadi Kibum tak mau membelikanku es krim!", katanya mengabaikan peringatan Kibum.
"Ah tentu. Kebetulan kita sudah berkeliling, aku ingat ada es krim di sebelah pojok kanan sana". Kangin sengaja menghafal letak stand es krim, karena dia tahu Kyuhyun akan datang kemari dan pasti akan senang kalau ditawari es krim olehnya. "Mau ku antar kesana?"
Kyuhyun menggeleng sejenak. Saat melirik ke Kibum ternyata manusia es itu meliriknya balik, Kyuhyun cuma bisa tersenyum. Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah lain, pokoknya tidak memandang Kibum. Mereka diajak Kangin menemui teman-teman bisnisnya. Kyuhyun diperkenalkan sebagai keponakannya, sedangkan Kibum sebagai pembisnis saja. Teman-teman Kangin bisa langsung akrab dengan Kyuhyun, mereka bahkan menggadang-gadang Kyuhyun sebagai calon pembisnis hebat. Kyuhyunnya iya-iya saja, apa kata mereka lah. Toh jadi pembisnis atau tidak yang penting dia bersama Kibum.
Saat melirik Kibum, manusia es itu diam saja. Keberadaannya makin tidak digubris kalau dia diam. Kyuhyun jadi tak enak pada Kibum, yang pembisnis kan Kibum bukan dirinya, tapi teman-teman Kangin lebih percaya Kyuhyun seorang pembisnis. Kyuhyun suka diakui keponakan oleh Kangin, tapi dia tak suka Kalau Kibum sedih. Entahlah, Kyuhun anggap Kibum sedang sedih sekarang ini walau mukanya tak memperlihatkan emosi apapun.
"Kibum, ayo makan es krim!", ajaknya bermaksud memberitahu Kibum kalau Kyuhyun peduli padanya. Kyuhyun memeluk lengan Kibum kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Kibum.
"Tidak ada pembisnis yang manja seperti ini. Sana pergi ke satnd es krimmu!", usirnya pelan tanpa didengar lainnya.
"Kau marah?"
"Tidak"
"Mau marah, Kibum?
"Terserah kau. Cepat makan es krim dan cepat kembali ke sini!"
"Kau tak marah ya? Tapi kau janji menungguku di sini kan?"
"Hn"
"Aku menyayangimu Kibum!", katanya kemudian berpindah pada Kangin saat tak dapat jawaban Kibum. "Ahjussi, kau akan mengantarku makan es krim?"
"Oh, sekarang? Baiklah, ayo!"
Kangin bahkan meninggalkan teman-teman bisnisnya demi mengantar Kyuhyun mengambil es krim. Setelah berpamitan pada teman-temannya juga istrinya, Kangin menggandeng Kyuhyun ke stand es krim. Di perjalanan ke meja itu seseorang mencegat Kangin mengajaknya bicara, lalu Kyuhyun memutuskan menghampiri stand es krim sendiri, toh tidak jauh dari tempat Kangin berbincang dengan koleganya.
Kyuhyun hendak mengambil es krim ketika dia putuskan menengok ke arah Kibum. Kyuhyun berhenti, mematung saat melihat suaminya itu berbincang dengan beberapa orang. Masalahnya, salah satu orang itu adalah Leeteuk. Banyak orang di sekeliling mereka, tapi pandangan Kibum fokus pada wajah Leeteuk. Kibum memandanginya dengan mata berbinar, seolah menemukan apa yang dia cari. Kyuhyun menghentikan pelayang yang membawa minuman di atas nampan. Dia mengambil satu gelas wine, tapi tak memperbolehkan pelayannya pergi. Kyuhyun meneguknya sampai habis, tapi tak memindahkan pandangannya pada Kibum. Meletakkan gelas kosongnya ke nampan kemudian mengambil gelas kedua dan meneguknya sampai habis pula. Berpindah ke gelas ketiga baru dia memperbolehkan pelayan itu pergi.
Katanya Kibum cinta Kyuhyun, kenapa saat melihat Leeteuk manusia es itu seakan melupakannya? Kyuhyun meneguk isi gelas ketiga itu, meletakkan gelas kosongnya di meja hidangan es krim kemudian mencari-cari pelayang lain yang membawa gelas-gelas berisi wine lagi. Kyuhyun mau minum saja, mabuk, matipun dia iklas asal tak melihat Kibum selingkuh. Kibum hanya miliknya, kenapa manusia es itu tak sadar?
Kibum berjalan dikerumunan pembisnis pembisnis senior. Berbasi basi sejenak, meminta maaf dan segera menopang Kyuhyun yang sempoyongan di bahunya. Tadi Kibum, Kangin dan Leeteuk mencari Kyuhyun. Kyuhyun menghilang sesaat, dan saat ditemukan bersama kerumunan pembisnis senior, Kyuhyun sudah mabuk berat. Bahkan dua orang berusaha mnecekali Kyuhyun, takut-takut dia terjatuh. Beruntung Kibum segera datang, menghilangkan rasa cemas pembisn-pembisnis senior itu akan keadaan Kyuhyun.
Kibum undur diri setelahnya, membawa Kyuhyun kembali ke kamarnya. Awalnya Kyuhyun dituntun saja, tapi dia memberontak. Dibawa dengan cara apapun iblis itu menolak, dia masih mau minum di sana. Setelah sedikit jauh dari keramaian, Kibum mengangkat Kyuhyun bak karung beras lagi. Itu satu-satunya cara membawa iblis itu kembali ke kamar.
Setibanya di kamar Kibum menjatuhkan Kyuhyun di ranjang dengan kasar, tapi dia tak khawatir, kasur di sini empuk, Kyuhyun tak akan terluka. Dan sekarangpun Kyuhyun tertawa-tawa, kemudian menangis tanpa air mata, lalu merengek rengek.
"Kibum, jangam selingkuh!", katanya sambil menggeliat-liat di atas ranjang. "Jangan selingkuh!", ulangnya.
Kibum mengindahkan Kyuhyun. Dia segera melucuti sepatu Kyuhyun, melepas jas, kemeja, celana, menelanjanginya di pembaringan itu. Kibum beralih ke kopernya yang masih berantakan, mencari piama tapi dia cuma menemukan piama kembar waktu itu. Ah dia tak sudi menyentuh piama itu, kemudian membiarkan Kyuhyun dengan celana dalamnya saja di kasur. Kibum membuka AC, lalu menyelimuti Kyuhyun. Dia sendiri melepas jasnya, menyampirkan di kursi dengan rapi agar tak kusut. Melepas sepatunya, lalu naik ke ranjang menyusul Kyuhyun.
"Kibum!". Kyuhyun sudah berada di rengkuhan Kibum. Mengerang dikungkungan manusia es itu dan mengeluhkan banyak hal tak jelas.
"Hn"
"Jangan selingkuh! Jangan bicara dengan Leeteuk hyung! Bicara padaku saja", katanya sambil mengigit gigit kemeja depan Kibum. "Kibum!"
"Hn"
"Jangan selingkuh! Aku kan istrimu, lihat aku saja. Jangan lihat Leeteuk hyung!", katanya lagi sambil mendengus dengus tak karuan. "Kibum!"
"Hn"
"Jangan selingkuh, aku bisa lebih keren dari Leeteuk hyung!"
"Tutup mulutmu!", perintah Kibum sambil mengeratkan pelukannya. "Aku tak selingkuh. Dan kau jauh lebih keren dari Leeteuk hyung". Kibum menjatuhkan ciumannya di kepala Kyuhyun. "Setertarik apapun aku pada orang lain, aku cuma mau kau!"
Kibum tahu Kyuhyun paranoid soal perselingkuhan. Dari sejak bertemu Leeteuk dan mendapati perubahan namja itu, Kyuhyun sudah takut diselingkuhi Kibum. Lalu kejadian tempo hari, di bar-nya Isa hingga terbongkar kisah perselingkuhannya. Untung saja nama Hyukjae dan Donghae tak diketahui Kyuhyun. Tadi memang Kibum sedikit terpukau dengan wajah Leeteuk. Namja itu terlihat enak dilihat, wajahnya teduh dan senyumnya sangat manis, tapi Kibum cukup tahu diri. Tidak mungkin dia berselingkuh dengan istri Kangin. Lagi pula dia juga sudah punya istri yang walaupun tak ada keren-kerennya di matanya, Kibum terlanjur mencintai Kyuhyun.
"Kibum!"
"Tutup mulutmu!", perintahnya sambil membekap mulut Kyuhyun.
"Kibum!", katanya lagi sesaat Kibum mengalihkan tangannya.
Kibum menyejajarkan posisi muka mereka agar dapat memperhatikan wajah Kyuhyun saat mabuk begini. Kibum mengecup mata tertutup Kyuhyun, hingga mata itu perlahan terbuka walau berat. Kibum mengecup pucuk hidung Kyuhyun, dengan matanya yang nyalang memandang ke mata Kyuhyun. Kyuhyun memang mabuk, tapi dia bisa merasakan pipinya memanas, dia malu. Iblis itu beringsut, bermaksud ingin menyembunyikan mukanya, tapi Kibum memaku wajah Kyuhyun agar terus sejajar di situ.
"Kibummm", rengeknya.
"Aku tak akan selingkuh", katanya mantap. "Biarkan aku menciummu, lalu kau boleh tidur!"
Kibum tak mau berlama-lama, masih ada acara yang harus dihadirinya. Jadi biarkan Kyuhyun istirahat, lalu dia bisa kembali ke dinner pembisnis setelah ini. Kibum segera meraup bibir Kyuhyun dengan bibirnya, sampai rasa pait wine berpindah ke lidahnya. Kibum mau ciuman basah karena ciuman kecil tak berlaku sekarang. Manager TC itu melumat bibir Kyuhyun sampai si empunya meringik sesekali. Dia membawa lidah Kyuhyun untuk diikat, diliuk liukkan dan menari bersama di dalam mulut Kyuhyun. Kyuhyun mengerang dan merengek kembali saat Kibum dengan sengaja mengigit bibir bawah Kyuhyun sampai luka dan berdarah.
Manusia es itu berhenti. Dia membiarkan Kyuhyun mencari-cari bibir Kibum. Meraup raupkan mulutnya ke udara untuk menggapai bibir Kibum. Kibum tahu, Kyuhyun belum puas, tapi lucu sekali melihat Kyuhyun bak ikan koi megap-megap sambil terpejam. Kibum menarik selimut mereka, mengusap liur yang membanjir di mulut sampai ke dagu Kyuhyun. Dan mengusap pelan bagian bibir iblis itu yang luka. Setelah itu, Kibum memulai lagi. Menciptakan dunianya sendiri lewat ciuman, memenuhi hasratnya juga lewat situ. Untuk sekarang meminta lebih bukanlah waktu yang tepat, nanti saja untuk bagian itu. Yang terpenting dia terus menempelkan dan menggerakkan bibirnya sampai Kyuhyun jatuh tertidur, itu dulu.
julie khoyul
Kyuhyun membuka mata dan mendapati kepalanya sangat berat. Sakit sekali. Ini ulahnya karena minum terlalu banyak. Dia merintih kecil tapi bibirnya sakit hingga tak kuasa berteriak kencang. Beberapa saat tak ada yang datang di tempat gelap itu, Kyuhyun lalu membuka lampu meja dekat ranjangnya. Tak ada Kibum di sekitar situ, jadi dia ditinggalkan manusia es itu saat tidur? Kyuhyun cuma bisa menggerutu tanpa bergerak lagi. Dia masih merebah di ranjang sambil memeluk bantalnya.
Tak lama kemudian, ada suara pintu dibuka dari luar. Dan suara deheman Kibum sambil menyeret langkah mendekati ranjang.
"Kibum!"
Kibum cepat-cepat berjalan ke ranjangnya, menghampiri Kyuhyun yang terbangun di tengah malam begini. Kibum cuma melepas jasnya yang kemudian melemparnya ke kursi, kemudian dia melompat naik ke ranjang. Manusia es itu segera memeluk Kyuhyun dan menempelkan bibirnya ke kening iblis itu sekilas.
"Kau meninggalkanku!", teriak Kyuhyun dimuka Kibum. "Kau sengaja kan?" Dia memukul Kibum tepat di dada kanannya. "Kau jahat!"
"Tadi kau tidur"
"Kau kan bisa bangunkan aku!", pekiknya.
"Kau mabuk", bela Kibum
"Aku tak mabuk!", sangkal Kyuhyun sengit. "Kau jahat. Kau tak mau dinner sambil mengajakku kan? Kau tak mau candelight dinner denganku kan?", tanyanya dengan nada putus asa. "Kau lebih sayang pekerjaanmu dari pada aku"
"Besok kita pulang dan kita bisa candlelight dinner di rumah"
"Tidak mau. Aku mau disini!"
Kibum berusaha memeluk Kyuhyun, tapi tangannya disentakkan. Dan memang akhir-akhir ini Kibum berusaha sabar, tapi makin dia sabar, makin ada saja tingkahnya iblis itu.
"Kita bisa kesini lain waktu!"
"Aku mau sekarang. Ayo dinner!", pintanya sambil memukul wajah Kibum dan kena pelipianya.
"Dengar!", katanya sambil mencekali tangan Kyuhyun yang selalu bertindak anarkis itu. "Kita bisa makan malam dimanapun dan kapanpun, tapi tidak sekarang. Ini sudah lewat tengah malam!", tuturnya datar.
"Tapi aku lapar! Ayo dinner, Kibum!"
Kibum lupa, bahkan Kyuhyun belum makan sama sekali. Terakhir kali saat berangkat dari rumah pagi-pagi sekali. Itupun sedikit, dan dia cuma minum susu setelahnya.
"Baiklah, akan kupesankan makanan untukmu" Kibum tanpa beranjak meraih telepon di meja dekat lampu lalu mendial nomor hotel untuk memesan makanan.
"Aku mau candlelight dinner kita berdua atau biarkan aku mati tanpa makan hari ini!", teriak Kyuhyun sesaat telepon belum tersambung.
"Iya, iya!"
Kibum memesan satu set cadlelight dinner menu plus secangkir kopi, segelas susu dan satu cup es krim. Setelah selesai memesan dia menyuruh Kyuhyun pergi mandi, tapi Kyuhyun tak mau. Sampai Kibum memaksanya dan menemaninya ke kamar mandi hasilnya Kyuhyun cuma cuci muka dan gosok gigi saja. Kyuhyun kembali masuk selimutnya setelah itu tanpa mau memakai piamanya juga. Kyuhyun juga tak membantu apapun saat makanan datang dan Kibum sibuk menata meja. Sampai akhirnya Kibum menyuruh pelayann membirkan seluruh perlengkapan dinner ditinggalkan disitu bersama meja dorongnya. Kibum memberi tips ala kadarnya sebelum pelayan pergi, ucapan terima kasih karena telah mau mengatar makanan di tengah malam begini.
Beberapa lilin dinyalakan Kibum di atas meja itu. Setelahnya Kibum menikmati kopi dan Kyuhyun dengan susu coklat panasnya di ranjang. Mereka tak berniat makan. Tak berniat membuka dan minum Champagne selayaknya candlelight dinner sungguhan. Makanan mereka dibiarkan dingin, es krimnya juga meleleh. Kibum dan Kyuhyun setelah minum kopi dan susu, telah berpelukan di ranjang. Kibum menyandarkan punggungnya ke bedhead dan Kyuhyun menyandarkan tubuhnya ke dada Kibum bersama selimut tebal menggulung tubuh terlanjangnya.
"Tadi kau bertemu Leeteuk hyung?"
"Hm", jawab Kibum sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Kyuhyun. Dia mengecup ngecup dan menghisap-hisap kecil di bahu telanjang Kyuhyun.
"Kau tak macam-macam dengannya kan?"
"Dia istri Mr. Kangin!", jawabnya lagi sambil mengigit keras tulang sekitaran pundak situ. Terakhir kali dia melakukan ini pada Donghae tempo hari. Donghae punya bahu lebih kenyal dari milik Kyuhyun, lebih terlihat enak kalau harus digigit, tapi Kyuhyun punya hati Kibum yang walaupun enak tak enak Kibum akan suka semua dari Kyuhyun.
"Kibum, jangan digigit!" Kibum menggerakkan sebelah tangannya melingkari dada Kyuhyun kemudian memurukkan kepala di pundak iblis itu. "Kau tak macam-macam dengan orang lain juga kan?"
"Aku punya kau. Kalau mau macam-macam pastinya denganmu!", katanya santai. Kibum menelusupkan tangannya ke ketiak Kyuhyun, membuat iblis itu menggelinjang kegelian sambil merandek, merengek manja.
"Geli Kibum!", katanya sambil menyingkirkan tangan Kibum.
"Kau punya banyak hutang padaku" Kyuhyun tahu kemana arah larinya pembicaraan ini. Beberapa hari ini, dia sudah tidak keberatan kalau harus meladeni Kibum. Bisa dibilang dia menuju kata terbiasa. "Kau tak mau membayar sebagian disini?"
"Aku mabuk, aku mau tidur saja!", katanya sambil meringis berpura-pura.
"Kau membayarku dan aku akan membayarmu juga!", tawar Kibum sambil bergerak kembali.
Lidahnya sudah terjulur membasahi sepanjang leher dan berhenti di lengan atas Kyuhyun. Kibum memberikan gigitan besar disitu, dia gemas sekali dengan reaksi bergidik Kyuhyun. Tidak sakit, tapi geli. Gelinya ingin lagi. Kibum meraih tangan Kyuhyun, membawanya kebelakang di hadapannya. Dia mencium punggung tangan itu sebelum melahap jemari Kyuhyun, membasahi satu persatu jari tangan kiri iblis itu dengan liurnya yang berlebih. Kibum jorok, tapi itu erotis. Kemudian entah dari mana asalnya logam berwarna perak disematkan Kibum di jari manisnya. Kyuhyun menjerit senang kemudian segera berbalik untuk memeluk Kibum.
"Apa kau masih mabuk dan ingin tidur?", tanya Kibum yang langsung di tanggapi gelengan oleh Kyuhyun.
Kyuhyun seakan tak percaya, menaikkan tangannya ke depan wajah lalu merenggangkan jari jemarinya. Itu benar-benar cincin. Cincin perak sederhana bulat pipih dengan satu mata intan kecil di dalamnya. Kecil sekali, jadi terkesan cincin untuk namja. Eh, Kyuhyun namja kan? Aishhh! Bodoh dia.
"Ini mahal kan? Aku tak mau pakai barang murah!", katanya sambil berlonjakan di pangkuan Kibum.
"Cukup untuk membeli dua apartemen di Seol. Tapi jangan coba-coba kau jual!"
Kyuhyun menyengir saja. Masak iya, dia akan menjual cincinnya? Walau dalamnya ada sebiji kecil berlian seharga dua apartemen, dia tak berniat menjualnya, tak akan penah. Sebagai rasa terima kasih, Kyuhyun mengecup sudut bibir Kibum.
"Tak cukup!", kata Kibum sambil menyingkirkan Kyuhyun dari pelukannya. "Kau punya tugas lebih besar dari sebuah kecupan", katanya yang langsung diikuti cibiran oleh Kyuhyun.
Kibum beranjak memereteli pakaiannya sendiri dengan cepat dan menyisakan celana dalamnya sama seperti Kyuhyun. Kemudian dia kembali menempel pada iblis itu.
"Peraturannya..."
"Aku tak akan teriak!", potong Kyuhyun.
"Kau boleh teriak. Kamar ini didesaign kedap suara. Aku sudah membayar mahal untuk hotel ini, jadi jangan disia-siakan". Kyuhyun mengangguk saja. "Tapi kalau kau teriak, cuma boleh meneriakkan namaku!"
"Tidak mau!"
"Tidak mau atau kuambil kembali cincinnya?" Kyuhyun segera mengepalkan jemarinya, tak ingin cincinnya diambil Kibum kembali. "Ada sesuatu yang kau minta sebelum kita mulai?" Kyuhyun berfikir dulu, tapi tak ketemu jawabannya. Dia mau minta apa ya? "Kau lama, katakan setelah kita selesai besok siang!"
"Yaaaa, kenapa sampai besok siang?", protes Kyuhyun tapi Kibum tak peduli.
Kyuhyun dijatuhkan Kibum di ranjang, ditindih dan kemudian mereka mulai dengan ciuman. Ciuman kering ke basah, sentuhan ke kulit kering sampai basah berpeluh dan berbasah basahan lebih dalam di inti. Ini surga dunia mereka.
To be continue
Hyahahahah Hyahahahaha!
Padahal gue mau ngajak Kihyun couple jalan-jalan di Singapore, tapi ada hal lebih asyik dari jalan-jalan ternyata.
Ada yang pernah nginep di Marina Bay Sands Hotel? Gue juga belum. Cuma lewat depannya doang. Moga moga suatu hari bisa nginep disana!
Ok, thank n see you soon!
