Contract with the Devil's Son
Chapter 32:
Screenplay's fanfiction
Kim Kibum
Cho Kyuhyun
Kim Heechul
Choi Siwon
Dll
Enggak hiatus. Ini gue datang! Jawaban atas rasa sayang lo semua ke gue atau ff-nya, gue hadirkan chap 32.
Gue berusaha jawab pertanyaan lewat isi ff ya. Terimak kasih and Happy reading!
Perang Batin
Saat masih di Singapore, pagi-pagi sekali mereka dapat telepon dari resepsionis, Kangin dan Leeteuk menunggu mereka di Lobi untuk jalan-jalan katanya. Beruntung semalam acara bayar hutang tertunda, Kibum lebih memilih tidur saat Kyuhyun bercerita panjang lebar. Kyuhyun sebenarnya cuma mau membagi kisah hidupnya selama ini dengan Kibum, setelah diberi cincin, dia yakin suatu hari mereka akan benar-benar menikah, jadi Kibum harus tahu siapa orang tua Kyuhyun, saudaranya, teman-temannya dan bagaimana Kyuhyun hidup sebelum ini. Tapi saat Kyuhyun selesai bercerita, ternyata Kibum juga sudah tidur. Kyuhyun yakin Kibum tak mendengar satupun ceritanya.
Dan paginya mereka jalan-jalan sebentar dengan Kangin dan Leeteuk. Leeteuk bilang kalau mereka harus beli oleh-oleh sebelum pulang. Kalau Kangin dan Leeteuk sendiri masih akan bertahan beberapa hari di Singapore, beda dengan Kibum dan Kyuhyun yang pulang hari ini juga. Belanjanya sebentar saja, tapi hasilnya satu koper besar. Kangin membelikan banyak barang untuk Kyuhyun, Leeteuk juga memberikan barang tersendiri selain barang yang dibeli Kyuhyun dan diberikan Kangin. Lain dengan Kibum, manusia es itu terlihat tak berminat dengan semua barang di hadapannya, dan berakhir tak bawa apa-apa saat pulang.
Di kegiatan jalan-jalan mereka yang singkat itu, mereka menyempatkan diri membeli es krim dijalanan. 1 dolar saja, Kangin dan Leeteuk masing-masing satu. Kyuhyun ambil tiga, alasannya dia makan dua es krim dan satunya adalah bagian Kibum yang diambil alihnya. Kan Kibum tak suka es krim. Tapi bukan dibagian makan es krim itu yang hebat, melainkan saat Kyuhyun melihat betapa Leeteuk sangat mencintai Kangin. Saat Leeteuk merelakan tangannya kotor untuk mengusap es krim yang meleleh di sudut bibir Kangin dan juga dagunya. Saat Kangin menggandeng tangan Leeteuk ketika menyebrang jalan. Saat mereka saling tertawa dan memeluk satu sama lain. Kyuhyun baru sadar kalau selama ini mencemburui Leeteuk itu salah besar. Dan apa dia bisa seperti Leeteuk, mendapingi Kibum sampai sebegitunya?
Kyuhyun membiarkan Kibum dan ahjussi mengangkat barang yang dibawanya dari Singapore. Lumayan banyak, tambah satu koper besar saat mereka pulang tadi. Kyuhyun mengangkat tas berisi 2 wine yang dibelinya di Chang Ie airport, lalu dia mengekor Kibum masuk rumah. Saat Kibum meletakkan barangnya ke lantai kamar, dia juga meletakkan wine-nya ke lantai. Kibum keluar dan dia juga masih mengekor tepat dibelakang Kibum dan berakhir menubruk punggung Kibum saat manusia es itu berhenti.
"Tuan, tadi Nyonya Ceryl datang kemari", kata ahjumma saat Kibum mendatangi dapur dengan Kyuhyun di belakangnya. "Dia datang dengan anak asuh di sanggarnya. Donghae dengan Hyukjae!", tambah ahjumma yang mudah mengingat nama sekaligus muka orang.
"Untuk apa dia kemari?", tanya Kibum yang seraya bergerak mengambil gelas lalu membuka kulkas dan mengambil air dari sana.
"Mengantar foto", Kyuhyun langsung tanggap dengan kata foto barusan. "Sekalian mengundang kalian di acara fashion show nanti malam"
"Foto?", tanya Kyuhyun.
"Fashion show?", tanya Kibum dan ahjumma cuma mengangguki keduannya.
"Fotonya aku letakkan di dekat TV. Fashion shownya, Nyonya Ceryl bilang Donghae akan ikut membawakan busana karya Arman"
"Armani!"
"Ya mungkin itu"
"Iya, Ceryl waktu itu juga bercerita kalau first launhcing Armani tahun ini akan menggunakan beberapa modelnya", terang Kyuhyun yang sebenarnya juga dapat tawaran belajar dari Ceryl, tapi Kibum kan melarangnya waktu itu. "Kibum, nanti malam kita lihat ya!"
"Tidak!", jawab Kibum mantap kemudian beranjak dari dapur.
Selain Kibum tak suka hal-hal seperti modeling, Kyuhyun perlu istirahat. Dari malam kemarin dia belum tidur dan sampai sekarangpun iblis itu belum berhenti mengekornya. Dia tak mau Kyuhyun sakit lalu merepotkannya. Yang paling penting, Kibum juga tak bisa ketemu Donghae sekarang. Takut kalau hasrat-nya untuk mendua-mentiga itu kambuh.
Kibum berhenti, memperhatikan foto besar yang disandarkan di dekat TV. Tiga namja telanjang dada. Satu sangat kurus dan tersenyum iblis, satu lagi sama kurusnya tapi terlihat eksotis dan tersenyum manis sedangkan yang terakhir tepat seperti model. Gayanya luwes, badannya porsi model dan senyumnya sangat tampan. Ini foto istrinya dan dua mantan calon istrinya. Kibum melirik Kyuhyun yang sekarang juga memandangi foto itu, kemudian iblis itu tersenyum persis seperti dalam foto.
"Aku tidak jadi model. Itu cuma main-main", terangnya sambil tertawa garing. "AHJUSIIIIII!", teriaknya.
"Jangan teriak, ahjussi dibelakangmu"
Saat Kyuhyun menoleh ke belakang, memang iya ahjussi ada di situ. Kebetulan lewat sebenarnya, kebetulan juga Kyuhyun meneriakinya. Kyuhyun merengut melihat ahjussi di situ. Harusnya ahjussi ada di depan atau di belakang, yang jauh dari Kyuhyun sekarang biar Kyuhyun bisa berteriak saat memanggilnya. Kyuhyun merasa dia tak banyak berteriak akhir-akhir ini, tenggorokannya jadi gatal. Kibum sendiri sekarang tanpa diteriaki sudah mau menuruti kemauannya, kan tidak seru jadinya.
"Seharusnya kau jangan di belakangku, kan jadi sia-sia aku berteriak tadi!", katanya menegur ahjussi. Ahjussi sendiri cuma tersenyum maklum. Kemudian dia cuma mengangguki permintaan Kyuhyun barusan. "Nanti, buang foto ini. Bakar saja!"
"Kenapa? Ini bagus". Memang fotonya bagus, Kibum saja mengakuinya. Kekurangannya cuma ada di badan Kyuhyun, mungkin kalau Kyuhyun sedikit lebih gemuk foto itu akan jauh lebih bagus dari sekarang.
Kyuhyun melihat ke arah Kibum dulu sebelum menjawab ahjussi. Manusia es itu masih diam memandang ke arah foto, ke arah gambar Hyukjae tepatnya. Tapi Kyuhyun tahunya Kibum memandang fotonya.
"Cari tempat di bar dan gantung di sana!". Kibum bisa tertarik dengan orang lain seperti Hyukjae dan Donghae, tapi sekarang dia tak bisa mendua lagi. Dan kalau dia tak bisa mendapatkan orangnya, gambarnyapun sudah cukup. Untuk kenang-kenangan lah. Lagi pula Kyuhyun saja sudah cukup untuknya. "Itu fotomu, untuk apa dibuang?"
"Yang benar?", tanya Kyuhyun tak percaya. "Ahjussi, jangan buang. Pajang saja di bar!", perintahnya yang juga diangguki ahjussi.
Kyuhyun mengekor Kibum lagi saat manusia es itu beranjak ke kamar. Kibum berganti T-shirt sebentar, dan Kyuhyun juga menirunya. Dia berganti T-shirt cepat-cepat kemudian menunggui Kibum di dekatnya. Setelah selesai Kibum pergi ke pintu samping, ke mini bar-nya. Sedangkan Kyuhyun membuntuti juga ke sana. Saat Kibum mengambil gelas whisky, mengambil es batu dan juga tonic water, Kyuhyun melakukan hal yang sama. Dia mengambil gelas bergagang untuk wine, lalu mengambil wine yang sudah didinginkan. Kibum menuang whisky hingga separuh gelas, Kyuhyun juga menuang separuh gelasnya. Kibum duduk di sofa dan mulai membaca buku, Kyuhyun juga duduk di sofa dan memperhatikan Kibum membaca buku.
"Kenapa kau mengikutiku terus? Cari kegiatanmu sendiri!", perintah Kibum yang mulai risih diikuti terus.
"Kegiatanku hari ini mengikutimu!", jawab Kyuhyun sambil merebut buku Kibum. "Kibum, nanti kita ke fashion show-nya Ceryl ya!",
"Aku bilang tidak, ya tidak. Pergi tidur sana, kau belum tidur dari semalam!", usir Kibum terdengar kasar, tapi sebenarnya itu tulus. Memang Kyuhyun butuh istirahat menurutnya.
Kibum mengambil gelasnya dan menyesap whisky di dalamnya. Kyuhyun juga, dia menjatuhkan buku yang dipegangnya ke pangkuan Kibum, kemudian segera meraih gelasnya dan meniru Kibum meminum isinya. Kyuhyun meringis saat Kibum memandangnya sambil berkerut dahi. Acara Kyuhyun hari ini mengikuti semua yang dilakukan Kibum, dalam rangka apa?
"Aku tidak mengantuk", kata Kyuhyun sambil memurukkan kepala di bahu Kibum. "Nanti kalau aku tidur pasti kau tinggalkan lagi"
"Terserah kau!", kata Kibum sambil mengambil bukunya kembali.
"Jangan membaca lagi!", larang Kyuhyun kembali merebut buku Kibum. Kyuhyun melempar buku Kibum lebih jauh biar tak bisa dijangkau manusia es itu. Lalu dia menempel kuat pada Kibum, merangkulnya dan menyeruak ke badan Kibum. "Kibum, ayo tidur!"
"Kau bilang tidak mengantuk"
"Tidak mengantuk, tapi aku mau tidur. Ayo temani aku!" Kibum melepaskan tangan Kyuhyun dari lehernya, kemudian menjauhkan badan Kyuhyun darinya. "Kibummmmm", rengek Kyuhyun sambil kembali merangkul Kibum.
Saat Kibum masih berusaha menyingkirkan Kyuhyun, tapi Kyuhyun bergeming, ahjussi masuk. Pembantu Kibum itu membawa tangga pendek serta peralatan untuk memajang foto. Ahjussi berhenti sejenak melihat dua tuannya saling dorong. Kibum yang mendorong Kyuhyun menjauh, dan Kyuhyun tak mau bergerak pergi.
"AHJUSSIIIIII!", teriak Kyuhyun.
"Ya ada apa?", jawab ahjussi yang langsung mengagetkan Kyuhyun.
"Kan sudah ku bilang kau harus jauh dariku, biar kalau aku berteriak tidak sia-sia", protes Kyuhyun lagi. "Ahjussi, Kibum tak mau kupeluk!", adunya setelah selesai protes.
"Pergi ke kamar sana, jangan ganggu aku!', usir Kibum mengindahkan keberadaan ahjussi.
"Kan, kan, ahjussi. Kibum tak mau ku peluk!"
"Tuan, saya rasa memeluk Nyonya sebentar tak ada salahnya. Aku akan segera keluar setelah memasang foto!", kata ahjussi seraya bergegas meletakkan tangga dan mulai bekerja.
"Ahjussi saja tahu, memelukku tidak ada salahnya!" Kyuhyun segera melebarkan tangan Kibum, kemudian dia sendiri segera berhambur ke dalamnya. "Badanku itu enak dipeluk, Kibum!", katanya sangat percaya diri.
Kibum berdecak kecil. Tapi kemudian mengalah. Kalau ahjussi sedang tak di sini, dia sudah mengenyahkan Kyuhyun. Dia bukan tak mau memeluk Kyuhyun, cuma hari ini dia merasa risih diikuti iblis itu terus. Kibum menepuk-nepuk punggung Kyuhyun seperti biasanya, tapi matanya terus memperhatikan ahjussi bekerja. Ahjussi sedang memasang paku di tembok, tepat di depan Kibum dan Kyuhyun duduk. Pembantu laki-lakinya itu mencari posisi tengah-tengah agar foto yang akan dipajang disitu sejajar dengan lukisan yang ada di sebelahnya.
"Ahjussi!", ahjussi menoleh tampa menjawab. "Kau boleh buang lukisan itu, lalu letakkan fotoku di tengah-tengah!"
"Itu lukisan mahal!"
"Fotoku lebih bagus daripada lukisan mahalmu itu" Kyuhyun mengamati lukisan itu, cuma coretan warna warni saja dibeli Kibum. Harganya mahal pula. Pemborosan. "Ahjussi, turunkan lukisannya. Cuma fotoku yang boleh dipajang disitu!", perintahnya lagi.
"Kalau fotomu tak mau dipajang di samping lukisan itu, buang saja!", kata Kibum sambil mendorong Kyuhyun menjauh.
Ahjussi masih diam ditempat, dia jelas bingung harus menuruti Kibum atau Kyuhyun. Menuruti Kibum yang artinya Kyuhyun akan marah-marah dan mengomelinya terus atau menuruti Kyuhyun yang jelas lebih menakutkan reaksinya. Ahjussi masih di atas tangga saat Kyuhyun bangkit mengambil botol wine merah yang tadi di bukanya. Iblis itu menghampiri ahjussi, menyuruh pembatunya turun dan menyerahkan botol wine itu padanya.
"Kau mau apa?", tanya Kibum khawatir saat Kyuhyun memindahkan tangga disamping lukisannya. Kyuhyun naik ke tangga dan menurunkan sendiri lukisan itu. "Kau mau apakan lukisanku?", tanyanya lagi sambil waspada.
Kibum bergegas menghampiri Kyuhyun, tapi Kyuhyun bergegas menghapiri ahjussi. Iblis itu segera menjatuhkan lukisannya ke lantai, meraih wine dari tangan ahjussi dan menuang ke atas kanfas dengan coret warna warni itu. Kyuhyun tersenyum lebar ke arah Kibum yang sudah melotot geram.
"Lukisanmu sudah kotor, waktunya dibuang!", ujar Kyuhyun santai sembari minum wine dari botolnya. "Noda wine merah susah dihilangkan", tambahnya sambil menggeleng geleng. "Fotoku saja yang dipajang disitu", katanya sambil menyerahkan botol wine-nya ke Kibum. Setelah itu dia melenggang masuk ke kamarnya.
Benar-benar sial punya istri seperti Kyuhyun. Kibum harus rela semua yang disukainya disamakan dengan iblis itu. Tapi mau bagaimana lagi, dia sudah terlanjur cinta. Kibum mendengus beberapa kali, lalu menyerahkan semuanya pada ahjussi kemudian menyusul Kyuhyun ke kamar.
julie khoyul
"EOMMAAAA!", teriak Sungmin dari depan pagar rumahnya.
Sungmin sudah memberitahukan kepada eomma dan appa-nya kalau hari ini dia berkunjung. Dia berniat datang dan membelikan sedikit oleh-oleh untuk kedua orang tuanya. Sungmin mendapat bonus dari kantornya, padahal dia sendiri kerja belum genap sebulan. Kalau kata teman-temannya itu karena pembisnis furnitures dari China itu mengucurkan dana untuk agensi majalah tempat Sungmin bekerja. Tapi hubungannya dengan Sungmin yang dapat bonus itu apa, karena cuma dia seorang yang dapat bonus?
"EOMMAAAA!", teriaknya lagi. Sungmin membawa banyak barang, tak bisa diangkatnya sendiri masuk rumah. Saat kesini saja dia harus naik taxi.
"Ya, ya, ya. Kenapa kau baru datang?", sahut eomma Sungmin sambil buru-buru menghampiri anaknya. "Kau benar-benar membeli yang eomma minta kan?", tanya sang eomma sambil memeriksa dalam tas-tas belanjaan. "Mana panci anti karat yang eomma pesan?"
"Ada di situ!", jawab Sungmin jengah. Eomma-nya itu lebih mementingkan panci dari pada anaknya sendiri. "Eomma, bawa masuk dulu!"
Sungmin mengangkat sebagian besar, lainnya eomma yang membawanya. Saat eomma membukakan pagar untuk Sungmin, Sungmin bisa melihat pintu rumahnya terbuka lebar. Banyak sepatu-sepatu di teras dan sepertinya banyak orang di dalam sana. Sungmin membalik pandangannya ke luar pagar, ada dua mobil mahal terparkir dekat situ. Tetangganya tak mungkin mampu membeli mobil sebagus itu, sudah pasti itu milik orang dalam rumahnya.
"Eomma, ada tamu?"
"Oh iya, eomma lupa. Ayo cepat masuk kedalam!", kata eomma sambil mendorong Sungmin. "Min, kenapa kau tak pernah bilang pada eomma kalau kau punya kekasih setampan dan sekaya itu?" Sungmin menghentikan langkahnya di pekarangan. Dia memandang eommanya sambil mengernyit. "Jangan khawatir, eomma dan appa merestuimu!", katanya sambil menepuk lengan Sungmin.
"Aku belum punya kekasih, eomma", sangkal Sungmin sambil kembali berjalan ke rumah. "Aku belum sukses. Nanti kalau benar-benar sudah sukses aku akan melamar Ms. Yoona!", katanya sambil terkekeh.
"Jangan bercanda, Min. Kekasihmu melamarmu hari ini dan kau membicaran orang lain. Kalau sampai dia dengar bisa kecewa. Hargai perasaannya!" Sungmin berhenti lagi kali ini. "Min, eomma dan appa sudah setuju kau menikah dengannya. Dia orangnnya baik, sopan, tampan dan kaya juga. Kau tak akan pernah kekurangam hidup dengannya", tutur eommanya membuat Sungmin melongo.
"Eomma," protes Sungmin.
Eomma Sungmin salah paham. Sungmin belum punya kekasih, dan belum berminat. Dia masih ingin mengumpulkan uang, menumpuk kekayaan agar masa tuanya terjamin. Ya kalau beruntung dia bisa melamar Yoona, itupun kalau yeoja baik hati itu belum menikah dengan kekasihnya dan mau dengan Sungmin.
"Kau tahu, Min. Dia membawa banyak seserahan!", kata eomma sambil memukul mukul lengan Sungmin saking girangnya. Dan memang dari eommanya itulah Sungmin mendapatkan sifat suka diberi oleh-oleh. "Eomma jadi tak kuasa menolak", tambahnya sambil menyengir lebar. "Karena kau datangnya lama sekali, eomma dan appa setuju saja saat dia melamarmu. Dan kita juga setuju saat dia minta kalian menikah bulan depan!"
"Eomma, kau salah orang. Dia pasti salah masuk rumah. Mau dia tampan, kaya atau baik, aku tidak peduli karena aku belum punya kekasih!", tegasnya.
"Ck!" Eomma berdecak keras kemudian menempeleng kepala Sungmin. "Mana ada orang salah masuk rumah kita, tapi dia menyebutkan namamu sebagai kekasihnya, menyebutkan namamu untuk dilamarnya? Lagi pula dia datang dengan temanmu"
"Temanku siapa?"
"Heechul"
Sungmin menurunkan belanjaan di tangan kanannya, kemudian terdiam sesaat. Dia mencoba berfikir soal siapa yang datang melamarnya? Heechul? Apa yang punya nama Heechul itu sama dengan Heechul yang dipikirkannya? Namja cantik mempesona yang galaknya kemana mana itu? Kalau benar, siapa yang dibawa Heechul kemari?
"Maksud eomma Heechul yang cantik mempesona tapi sadis itu?"
"Iya, Heechul si namja cantik itu. Tapi eomma rasa dia juga sangat baik. Sangat sopan dan tidak sadis seperti katamu". Ya Sungmin paham itu, Heechul itu siluman, walau aslinya sadis, galak dan kasar dia bisa berubah jadi apapun yang dia mau. Heechul itu licik. Sungmin jadi makin penasaran, namja tampan mana yang telah diseret Heechul sampai kemari?
Hangeng
Eh, jangan-jangan memang Hangeng yang kemari? Bukankah Hanggeng itu bos-nya Heechul? Dia juga yang mengakui Sungmin sebagai kekasih tempo hari mereka bertemu. Jangan bilang Heechul memanfaatkan kesempatan seperti ini? Heechul mengelabuhi Hangeng supaya mau datang kemari dan melamar Sungmin, lalu Heechul sendiri dapat bonus besar. Wah wah wah, ini tak bisa dibiarkan.
"Apa namja itu keturnan China?"
"Dia bilang begitu tadi"
Perasaan Sungmin mulai tak enak, tapi orang China yang tinggal di Korea kan banyak. Moga-moga itu orang China lain yang akan melamar pacarnya dengan nama Sungmin, dan kebetulan bertemu Heechul di jalan lalu diantarkan ke sini.
"Apa dia bilang juga soal pekerjaannya?" 'Bukan bos perusahaan furniture', doa Sungmin dalam hati.
"Dia seorang bos, Min. Itu bos yang punya pabrik membuat barang-barang rumah". Itu mah namanya furnitures. Tapi Sungmin masih punya banyak kesempatan. Bos furnitures di Korea ini juga banyak. Itu pasti bukan Hangeng, bisa jadi orang lain.
"Namanya?", masih tanya Sungmin ingin membuktikan kalau orang yang melamarnya sekarang salah alamat.
"Hankyung!" Fiuhhhhh. Sungmin menggelus dadanya. Lega mendengar nama asing itu yang berarti si China yang datang ke rumahnya benar-benar salah alamat. "Ayolah, Min. Jangan berdiri di sini terus. Dia harus kembali ke kantor hari ini juga. Dia bertahan cuma untuk menemuimu sebentar saja"
"Baiklah-baiklah ayo temui dia!", ucap Sungmin sambil kembali meraih belanjaan yang tadi di letakkannya.
"Ngomong-ngomong, Min. Kau tak masalah kan kalau harus menikah bulan depan dengannya?"
"Tentu saja tidak, seminggu lagipun aku bersedia!", kata Sungmin yakin, seyakin tamu Chinanya akan bilang 'Aku salah masuk rumah dan salah orang. Bukan Sungmin ini kekasihku yang harus kulamar sekarang, tapi Sungmin yang lain'.
Sungmin terburu berjalan ke rumahnya sedangkan eommanya kesulitan menyejajarkan langkah dengannya. Sungmin cuma ingin segera menertawakan kesalah pahaman barusan, makanya dia sesegera mungkin melihat tamunya.
Makin dekat dengan pintu, Sungmin melihat appanya yang manggut-manggut menanggapi tamunya. Lebih dekat lagi, sebelah jauh ada Heechul yang terlihat sedang tersenyum ramah, tapi dimata Sungmin namja cantik mempesona itu sedang menyeringai kejam. Ih, ngeri melihatnya. Berjalan beberapa langkah lagi lalu Sungmin memelan. Ada namja keturunan China yang sedang merengut duduk disebelah Heechul. Namja yang pipinya seperti moci, putih dan hangat siap santap itu menunjukkan wajah tidak sukanya berada di situ. Dan sebelahnya, namja yang tampan dengan senyum hangat memeganggi tangan si pipi moci. Sepertinya si tampan itu sedang menjagai si pipi moci agar tak berbuat kejahatan. Dan yang membuat Sungmin berhenti berjalan adalah saat dia ingat pernah bertemu dengan keduanya.
"Nah, ini orangnya! Min, kemari!" Padahal Sungmin berhentinya masih sedikit jauh dari pintu, appa-nya sudah melihatnya dari dalam. "Kemari!", perintah appa-nya lagi.
Aduh, Sungmin ketar ketir hatinya. Dia sudah merasa tak enak badan saat ini. Melihat Heechul, si pipi moci dan namja tampan itu menciutkan nyalinya untuk melangkah lebih dekat. Sungmin langsung meletakkan belanjaannya di teras, rencananya dia ingin kabur. Mau lari secepatnya karena dia sudah tahu siapa orang yang duduk di deret terakhir yang belum dilihatnya. Tapi sayangnya nasib baik belum berpihak padanya. Eomma-nya Sungmin tiba-tiba ikut meletakkan belanjaan yang dibawanya dan menggandeng tangan Sungmin sebelum anaknya itu sempat melangkah kemanapun. Dan dengan senyum semangatnya sang eomma menarik Sungmin masuk ruang tamu.
"Hi, Chagiya!", sapa seseorang yang wajah, dan suaranya persis seperti Hangeng. Atau itu memang Hangeng.
Hangeng mengulurkan tangannya ingin disambut Sungmin, tapi Sungmin sudah keburu gemetaran. Jantungnya sudah berdetak tak karuan. Dan nafasnya sudah mulai memberat. Sungmin merutuki kata-katanya tadi, yang dimana dia mengatakan bersedia menikah entah sebulan atau seminggu lagi. Dia benar-benar habis akal, sekian banyak orang China yang tinggal di Korea, menjadi bos furnitures dan bernama Hangkyung, kenapa yang hadir di rumahnya adalah Hangeng? Melamarnya pula, diterima kedua orang tuanya dan bodohnya Sungmin sediri mengiyakan. Sungmin ingin sekali menarik tangannya dari eomma lalu memukul mulutnya sendiri. Karena mulut itulah yang tadi mengiyakan lamaran Hangkyung atau Hangeng itu. Aishhhhhh
"Sebenarnya kita sudah mau kembali ke kantor. Disinipun urusan juga sudah beres. Untuk masalah pernikahan kalian bisa mengurusnya berdua nanti!", tutur Heechul berdiri dari sofa diikuti yang lainnya.
"Hyung!", panggil Sungmin dengan suara bergetar hebat. Dia mau menolak intinya. "Heechul hyung!"
"Aku tahu, Min. Sebagai teman aku turut senang kalau kau akan segera menikah", kata Heechul yang pura-pura salah arti. Namja cantik mempesona itu menghampiri Sungmin kemudian menyalami Sungmin bak pengantin. Memeluknya sebentar kemudian tersenyum lebar, mirip siluman menyeringai karena mangsanya sudah masuk perangkap. "Eomma, appa, kita harus kembali ke kantor sekarang!", pamit Heechul setelahnya mengkode tiga lainnya untuk ikut berpamitan. "Kalau kau tadi datang lebih cepat, bisa berbincang lama dengannya. Ya sudah lain kali kau dan Han bisa kencan berdua kan"
Heechul keluar setelah memeluk eomma Sungmin. Kemudian Henry yang menatap sengit pada Sungmin lalu keluar rumah tanpa mau melihat siapapun. Dibelakang si pipi moci, Zhoumi meminta maaf atas kelakuan Henry. Menyalami pemilik rumah dan memberi selamat pada Sungmin kemudian berlalu menyusul Henry.
"Sebenarnya aku masih ingin lebih lama di sini, tapi harus menghadiri rapat setelah ini. Aku akan meneleponmu nanti malam", kata Hangeng setelah terlebih dahulu menyalami appanya Sungmin dan beralih di depan anaknya. "Chagiya, bulan depan kita menikah. Kau tak perlu khawatir, aku akan menemanimu mengurus pernikahan kita nanti"
Sungmin grogi masalah nafasnya yang makin susah. Dia tak bisa menjawab apapun, padahal ingin sekali dia marah-marah, menolak sambil membentak Hangeng. Tapi tenaganya sudah habis terhisap rasa malunya. Kalau saja kejadian ini bisa diulang, Sungmin tak akan mengiyakan tadi kemudian dia akan kabur. Lari sekencang-kencangnya dari rumahnya sendiri.
"Min, kau jangan diam saja!", bentak sang eomma sambil menyetak tangan anaknya. "Hehehehehe. Pasti dia sangat senang sekali, padahal barusan dia bilang menikah seminggu lagi denganmupun dia siap!", kata eomma yang langsung ditanggapi gelengan pelan oleh Sungmin.
"Benarkah?"
"Tapi eomma rasa lebih baik bulan depan saja. Menikah kalau bisa untuk selamanya, jadi jangan serampangan juga mempersiapkan pernikahannya"
"Eomma benar", kata Hangeng sambil ikut tertawa dengan kedua orang tua Sungmin. "Chagiya, aku pergi dulu!", pamitnya sambil memeluk dan mencium pipi Sungmin sedikit.
"Hati-hati di jalan, Han!", tutur eomma Sungmin sambil memeluk dan mencium calon menantunya. Siapa yang tak bangga, punya calon menantu baik, sopan, tampan, pintar dan kaya? Harus dijaga, jangan sampai ada orang lain merebut calon menantunya.
Hangeng dan rombongannya sudah pergi beberapa menit yang lalu. Tersisa sungmin dan kedua orang tuanya saja berdiri di depan pintu. Sebenarnya eomma menyuruh Sungmin mengatar Hangeng sampai depan pagar, tapi Sungmin bicara saja tak mampu apa lagi harus berjalan sampai ke pagar rumah.
"Eomma, Appa!", panggil Sungmin sedikit menyadar pada tubuh eommanya. "Kepalaku sakit ya!" Kemudian diikuti pandangannya yang mengabur lalu gelap. Sungmin pingsan.
"Yaaaa. Min!", teriak eomma kaget. "Anak ini, terlalu senang sampai pingsan begini!", katanya setelah berhasil menangkap putranya sebelum membentur lantai. "Yeobo, angkat dia!"
"Kau tahu aku ini sudah tua, encokku sering kambuh kalau mengangkat yang berat-berat!", tolak appa Sungmin cari-cari alasan.
"Kau ini. Lalu bagaimana cara memindahkannya, apa harus diseret ha?"
"Apa boleh buat", kata appa sambil menggedikkan bahu. "Ayo bantu aku menyeretnya!"
julie khoyul
Kyuhyun rapi sedari sore. Sudah mandi, memakai pakaian bagus dan siap berangkat menghadiri fashion show. Tapi setelah menunggu setengah jam di ruang tamu, Kibum tak segera menghampirinya. Kyuhyun dongkol saat itu, lalu bergegas mengecek apa yang di lakukan Kibum hingga tak segera keluar. Kyuhyun mencari manusia es itu di kamar, tapi tak ada. Di kamar mandipun tak ada. Lalu dia menengok ke mini bar dari pintunya yang terbuka. Tak ada gerakan apapun di sana, tapi Kyuhyun melihat botol whisky dan gelas di meja dekat sofa.
Kyuhyun menyeret kaki Kibum, hingga manusia es itu terjatuh dari sofa. Saat itu Kibum tertidur setelah minum segelas whisky. Dia terlalu lelah karena beberapa hari tak punya cukup waktu untuk istirahat, dan saat dia beru tertidur, Kyuhyun menjatuhkannya dari sofa. Kibum kesal, geram dan siap marah. Memamg seperti itu reaksi yang harus ditunjukkan pada tingkah seenaknya Kyuhyun, tapi Kyuhyun lebih dulu berteriak. Iblis itu memaki-maki Kibum, menendang meja disebelahnya dan mengomel tak karuan. Dia juga meraih dan membanting gelas di meja yang masih ada isinya saat mendapati reaksi Kibum yang ala kadarnya. Manusia es itu bangkit dan duduk kembali di sofa tanpa menanggapi Kyuhyun, itulah yang membuat Kyuhyun mengomel. Saat dia hendak melempar botol whisky barulah Kibum bereaksi untuk mencegahnya.
Kibum sudah bilang tidak untuk menghadiri fashion show itu, tapi Kyuhyun tetap ingin pergi. Kyuhyun akan pergi sendiri kalau Kibum tak mau mengantar. Dia juga bilang tak akan pulang, tidur di luar sana lebih nyaman dari pada tidur dengan Kibum yang notabene-nya dianggap Kyuhyun tak sayang padanya. Yah namanya juga Kyuhyun, kalau tak melakukan hal-hal seperti itu tak akan lega rasanya.
Yang berhasil menyeret Kibum mengikuti kemauan Kyuhyun adalah saat iblis itu menyebutkan nama Yoochun. Kyuhyun akan minta Yoochun mengantarnya, menemaninya melihat fashion show dan mungkin bermalam di Yoochun swkalian. Walau Kibum pernah bilang boleh pergi ke tempat Yoochun, bukan berarti dia iklas Kyuhyun jalan kesana kemari dengan playboy yang selalu menang itu. Di sinilah mereka sekarang, di depan gedung pameran, tempat diadakannya fashiom show karya Armani.
"Kibum, nanti kalau bajunya ada yang aku suka, belikan satu untukku ya!", pinta Kyuhyun sambil menggandeng lalu menyeret Kibum masuk aula.
Belikan satu? Kibum tak yakin kalau Kyuhyun cuma mau beli satu. Satu untuk setiap model baju mungkin? Mana pernah Kyuhyun meminta barang dan hanya membeli satu? Kalau dia suka barang segudang, ya diambilnya segudang itu. Dan Kyuhyun bilang satu itu ambigu.
"Breyyy!", teriak Ceryl dari kejauhan. Yeoja bule itu melambai-lambaikan tangannya. Mengkodekan Kyuhyun dan Kibum agar mendekat kearah mereka. "Hi, Dear!", sapa Ceryl setelah anak dan menantunya itu mendekatinya. "Kau tampak lebih berisi dari yang terakhir ku lihat!", katanya pula sambil memeluk dan menciumi Kyuhyun.
Kibum? Setelah mengacungkan telunjuknya ke arah Ceryl pertanda dia tak mau disentuh yeoja bule itu, dia terpaku saja di tempatnya. Ada Lee Hyukjae berdiri di sebelah Ceryl. Memang sudah terbiasa Hyukjae atau Donghae dibawa Ceryl ke mana-mana seperti sebelumnya, yang tak biasa itu Kibum sendiri. Makin dia menahan diri, emosinya makin menjadi jadi. Tentunya emosi untuk mendapatkan Lee Hyukjae. Padahal dia sudah bertekat menghapus rasa ingin memiliki orang lain. Cuma Kyuhun di hatinya, tapi entahlah rasa ingin memiliki itu sepertinya tak datang dari hati. Mungkin Yoochun menularkan hal-hal seperti itu padanya.
Hyukjae tersenyum saja pada Kibum. Senyum kecil, tapi sekecil itu langsung membangkitkan jiwa pengembara Kibum. Kibum ingin sekali menyentuh Hyukjae, sekedar salaman mungkin cukup. Tapi nasib Kibum yang mujur mengatakan lebih dari itu. Lee Hyukjae mengulurkan tangannya minta disambut Kibum untuk bersalaman. Setelah Kibum menjabat tangan namja manis itu, Hyukjae mendekatkan dirinya untuk merangkul Kibum sejenak. Tak ada semenit kemudian Hyukjae kembali ke posisi semula. Otak Kibum berteriak- teriak, tak cukul, tak cukup, tapi apa yang bisa dia perbuat? Keadaan sedang tak mendukung.
"Lucky, i'm not forget to bring your tickets!", Ceryl tertawa tawa sendiri kemudian merangkul Kyuhyun di kanan dan Hyukjae di kirinya. "Let's see where are our seats?" Ceryl membawa keduanya melangkah dan membiarkan Kibum terabaikan. Nah inilah yang Kibum sebut keadaan yang tak mendukung.
Mereka duduk di deret ke dua. Kibum ada di antara Kyuhyun dan Hyukjae, sedangkan Ceryl ada di sisi jauh Hyukjae. Memang untung mereka membawa undangan fashion show ini, karena Hyukjae yang mengantonginya. Dia sangat hati-hati dengan undangan itu, satu-satunya hal yang membuatnya demikian adalah saat Donghae meminta dengan sangat pada Eunhyuk agar bisa hadir di show perdananya. Ini karya Armani, desaigner terkenal itu. Jadi Donghae harus bisa tampil maksimal, dan Eunhyuk harus melihatnya. Eunhyuk antusias dengan pagelaran ini, ini pertama kalinya Donghae jadi model runaway, ini perta kalinya Eunhyuk datang ke acara seperti ini dan pertama kali bagi duo inyet saling membutuhkan dukungan satu sama lain melebihi sahabat.
Setelah sambutan dari pembawa acara dan tetek bengek pembukaan, show segera dimulai. Keluar pertama adalah jajaran yeoja model yang profesional dibidangnya. Berjalan berlenggokan di catwalk. Wajah mereka tak cantik, tak manis, tapi tubuh mereka sempurna. Memang model runaway aset utama adalah tubuh, bukan muka, tapi yang dibilang sempurna itu mereka menggunakan busana-busana tembus pandang bahkan sebagian cuma memakai pakaian dalam saja. Kibum mulai paham saat melihat logo Emporio Armani di salah satu celana dalam seorang model. Ini peragaan busana musim panas dan pakain dalam Emporio Armani. Lalu apakah model namja juga akan memeragakan busana dengan tema sama?
Hyukjae dan Kyuhyun sudah berwow ria sedari tadi. Bebarengan dengan tamu undangan lain, dua mahkluk beda alam itu ikut ber-koor. Ceryl sendiri sibuk mencatat hal-hal yang perlu dipelajari dari model. Dia perlu mengumpulkan banyak referensi untuk diajarkan ke calon-calon modelnya sendiri. Lain dari ketiga orang itu dan undangan yang lain, Kibum diam saja. Matanya fokus melihat model keluar dari ruang ganti, berjalan di catwalk lalu kembali masuk ruang ganti kemudian digantikan model lainnya. Raga Kibum tak sibuk, tapi pikirannya sibuk. Satu kalimat tanya, seperti apa Donghae kalau memakai celana dalam Emporio Armani? Sebelah sisi, Kibum ingin Donghae menggunakan celana pendek dan kemeja pantai agar pikiran Kibum tak sampai ke hal-hal negatif, tapi sisi lainnya mengingikan Donghae berlenggokan dengan celana dalam di matanya.
Satu per satu model namja keluar, dimulai dari yang menggenakan kemeja, kemudian yang menggenakan pakaian berbentuk aneh lalu ke pakaian dalam. Donghae tak termasuk pada dua deret pertama tadi, berarti namja tampan berjuluk ikan itu sudah hampir dipastikan memakai celana dalam juga. Sudah banyak model bercelana dalam lewat tapi Donghae belum juga muncul, Kibum hampir mengira kalau Donghae bagian model telanjang kalau tak ingat ini peragaan busana, bukan peragaan tubuh telanjang.
"HAH!", Eunhyuk melonjak lalu menegang melihat model-model tampan wara wiri di depannya. Tak sadar juga saat dia menepuk paha tapi terlewat satu langkah. Tangannya bukan jatuh di pahanya, tapi paha Kibum. Untung setelah terlewat selangkah, tidak terpeleset juga ke area lain. "Mereka hebat!", pujinya sedikit iri, ingin dan hampir frustasi.
Kibum diam saja, membiarkan tangan Hyukjae mengeras dan meremat hampir di pangkal pahanya. Kibum hanya menganggapnya hadiah, tapi semakin lama dia merasakan hadiah itu semakin tak nyaman juga keadaannya. Kibum sedikit menegang, walau sudah mengambil nafas panjang tubuhnya belum bisa relaks. Apa lagi saat dia mengalihkan pandang ke model yang berseliweran, matanya menangkap sosok Donghae berjalan dari ujung jauh catwalk ke arah mereka. Kibum tak mampu berkedip, bukan, tapi dia memang tak mau berkedip seakan kalau sekali saja dia berkedip pemandangan alam indah lenyap seketika.
Donghae orang baru di dunia modeling, walau belum bisa menyaingi model pro lainnya setidaknya dia sudah berusaha imbang. Wajahnya yang tampan terkesan tak mampu menahan diri agar tak tersenyum. Donghae diciptakan untuk bergaya sambil tersenyum, bukan untuk melangkah di catwalk dengan muka keras. Donghae itu cocoknya sebagai model iklan dengan senyumnya yang hangat. Disini namja ikan itu juga lumayan, amat sangat lumayan hingga mendekati sempurna di mata Kibum. Manusia es itu menyorot Donghae, hanya Donghae. Mulai dari ujung rambutnya hingga langkah kakinya, kemudian kembali ke tengah-tengah, pada perut rata dengan abs samar itu. Lalu turun sedikit pada celana dalam semacam short pan ketat bertuliskan EMPORIA lalu lambang mirip elang, kemudian tulisan ARMANI. Donghae salah satu model pakaian dalam, dan Kibum harus mengumpat dalam hati karena tak bisa beralih dari padangan itu. Otaknya berperang, batinnya bergejolak dan sesuatu di selangkangannya juga.
Kibum menggapai tangan Kyuhyun tanpa melihatnya. Menyatukan dan menautkan jemarinya lalu merematnya kuat. Satu hal yang ingin Kibum tunjukkan, bahwa sehebat apapun gejolak yang dialami Kibum, pada Kyuhyunlah dirinya akan berhenti. Pada Kyuhyunlah hatinya akan terpaut dan menemukan kenyamanan. Dan mungkin pada Kyuhyun pula Kibum akan melampiaskan masalah selangkangannya.
"Ceryl, berikan satu katalog produk Armani kali ini!"
"Hah, untuk apa?", tanya Ceryl ditengah-tengah mencatatnya. "Kau berniat ingin memesan?"
"Mungkin!", jawab Kibum yang kemudian berdiri dengan tangannya yang masih terpaut dengan Kyuhyun. Hyukjae menarik tangannya yang hampir terjatuh dari paha Kibum, namja manis itu hanya tersenyum malu menyadari dirinya salah meletakkan tangan. "Kita pulang!", ajak Kibum sambil menarik Kyuhyun bangkit dari kursi.
"Belum selesai, Kibum", protesnya.
"Dear, ini sudah selesai. Mereka tinggal keluar bersamaan dengan Mr. Armani dan ucapan penutup saja!", terang Ceryl yang semenjak kejadian Eunhyuk menolak jadi menantu dulu, dia telah berubah banyak.
Sejak penolak Eunhyuk dan Donghae tempo hari, Ceryl mulai berfikir untuk mengesampingkan egonya. Eunhyuk benar kalau tak mungkin ada orang yang mau dipaksa, apa lagi dipaksa jadi menantu kedua dan ketiga. Ceryl memang harus belajar memahami perasaan orang lain, dan dari Eunhyuk serta Donghae, dia memulai. Ceryl berjanji tak akan menyebut duo Inyet sebagai calon menantu lagi, tapi berubah jadi anak angkat. Dan Ceryl memang berubah jauh lebih baik dari sebelumnya, tapi kalau sedang kambuh penyakit lupanya Eunhyuk dan Donghae masih disebut menantu. Yah, harus maklum soal yang satu itu.
"Kalian bisa pergi lebih dulu, besok aku kirimkan katalognya ke rumah kalian!", tambahnya sambil menggandeng tangan Eunhyuk. "By the way, kalian tidak membuang foto yang tadi ku antar kan?"
"Tidak!", jawab Kibum cepat, secepat kemauannya segera melangkah keluar dari tempat ini. Dia punya urusan yang jauh lebih mendesak dari pada membahas sebuah foto. "Ada urusan yang harus ku kerjakan!", kata Kibum yang langsung diiyai Ceryl.
Kibum segera menarik Kyuhyun cepat-cepat. Keluar dari acara fashion show itu sesegera mungkin. Mencari tempat yang aman, kemudian menagih hutang pada Kyuhyun. Ceryl yang ingin memeluk dan mencium Kyuhyun diabaikan Kibum, Kyuhyun memberontakpun tak ditanggapi. Kibum cuma titip kata selamat untuk Donghae, kemudian menyeret Kyuhyun bak tahanan yang kabur.
julie khoyul
Kibum sempat memelankan laju mobilnya di keramaian kota. Dia sedang memilih-milih tempat untuk memarkirkan mobil, tentunya di salah satu dari jajaran hotel berbintang di area situ. Saat mata Kibum menangkap hotel mewah berbintang lima, Kibum sudah hampir menikung masuk pelatarannya. Kibum menoleh sekali pada Kyuhyun yang duduk di sampingnya, dan dia mengurungkan niat untuk masuk area hotel. Kyuhyun tidur di tempat duduknya. Akan percuma juga membawanya masuk hotel. Kalau di rumah sering gagal, di hotelpun juga percuma kalau Kyuhyun-nya tidur. Kemudian Kibum lebih memilih pulang dan tidur dengan nyaman di rumahnya sendiri.
Sesampainya di rumah, Kyuhyun tak mau dibangunkan. Berakhir dengan Kibum menggendongnya ke kamar. Sesudah diletakkan di ranjang, Kyuhyun bangun. Iblis itu melepas sepatunya, melepas kaosnya lalu menarik keluar celana jins-nya juga. Dia kemudian masuk selimut dan mulai memejamkan mata kembali. Kyuhyun memang aneh, segala hal yang dilakukannya saat mengantuk selalu diluar kendali otaknya, termasuk semua igauannya kepada Kibum.
Kibum selesai mandi. Badannya sudah lebih ringan dari yang tadi. Dia bercelana dalam saja saat keluar dari kamar mandi. Dan dari situ Kyuhyun memandanginya lama sekali. Iblis itu juga sudah memakai piama biru motif bintang yang biasanya.
"Kenapa tidak tidur lagi?", tanya Kibum yang menghampiri Kyuhyun. Kibum ikut masuk dalam selimut kemudian merebah di sebelah Kyuhyun.
"Tidak bisa tidur", jawab Kyuhyun yang kemudian merebah juga menghadap Kibum. "Kibum!"
"Hn"
"Kau kenapa? Kau tampak tak bersemangat". Sepertinya Kyuhyun sudah mengetahui letak kesalahan pada Kibum walau manusia itu tak menunjukkan tanda apapun di mukanya. "Kau marah padaku ya?"
"Tidak"
"Iya kan?", paksa Kyuhyun sambil menoel Kibum
"Tidak", jawab Kibum datar sambil memejamkan mata. Kibum memang tidak marah, dia hanya berusaha menahan diri.
"Kau marah kan?"
"Ssttt!", kata Kibum sambil menempelkan telunjuknya di bibir. "Aku ingin kau bercerita sesuatu sebelum tidur"
"Kan biasanya aku yang minta!", protes Kyuhyun sekali lagi menoel Kibum.
"Ceritakan soal keluargamu"
"Sudah!"
"Aku tahu, tapi aku lupa"
"Kau tidak lupa, tapi kau tidur saat aku cerita!", protes Kyuhyun sambil menoel Kibum lebih keras.
"Kalau begitu ceritakan sekali lagi!", pinta Kibum dengan sabarnya menghadapi Kyuhyun.
"Tidak mau!"
"Dimana kau tinggal sebelum ini?"
"Jelas di asrama TC-mu, Mr. Kim!", jawab Kyuhyun sebal. Pertanyaan Kibum tidak lucu.
"Rumahmu maksudnya", terang Kibum.
"Sudah ku ceritakan kemarin saat di Singapura, salah sendiri kau tak dengar"
"Aku tertidur, seperti katamu tadi", terang Kibum masih saja tak berniat membalas ucapan sengit Kyuhyun. "Ceritakan sekali lagi!", pintanya. "Kalau aku tahu dimana rumahmu, orang tuamu dan kehidupanmu sebelum ini, kalau suatu saat aku datang menemui orang tuamu tak akan banyak kesulitan"
Kyuhyun membelalakan matanya, kemudian menyipit karena tersenyum. Apa Kibum berniat menemui orang tuanya untuk serius dengan Kyuhyun? Kyuhyun senang sekali, lalu dia mulai bercerita lagi, mengulang ceritanya kemarin dan sesekali melirik Kibum kalau-kalau manusia es itu tertidur lagi. Untungnya tidak. Kibum terus memandanginya, menyimak semua yang diucapkan Kyuhyun dan seolah mencatat semua dalam memori otaknya. Ya dan suatu saat nanti, Kibum akan datang ke rumahnya, menemui orang tuanya dan menikahi Kyuhyun dengan benar dan sah.
Kibum terus memandang Kyuhyun. Memperhatikan muka dan gerak bibir iblis itu. Soal ceritanya, Kibum lagi-lagi tak nyambung. Saat dia meminta Kyuhyun bercerita itu agar bayangan tangan Hyukjae yang ada di pahanya serta tubuh hampir telanjang Donghae yang mondar-mandir di otaknya lalu menaikkan libido-nya itu lenyap. Tadi seumpama Kibum benar-benar membelokkan mobilnya ke hotel, meniduri Kyuhyun disana, jelas bayangan Hyukjae dan Donghae bisa menyatu dalam hubungan badan mereka. Dan sekarang memandang Kyuhyun komat kamit entah melafalkan kalimat apa, itu lebih baik dari pada bercinta dengannya tapi pikirannya lari ke orang lain.
Kibum berhasil mengenyahkan Hyukjae dan Donghae. Dimatanya sekarang cuma ada Kyuhyun. Dengan gayanya yang khas, iblis itu meraih hati Kibum, menenggelamkan sosok manis Lee Hyukjae dan si tampan Donghae jauh ke dasar otak Kibum. Hanya Kyuhyun yang dengan mendengus-dengus saat bercerita membuat Kibum menarik sudut-sudut bibirnya. Hanya Kyuhyun yang dengan mamajukan bibirnya saat kesal mampu membuat Kibum bergerak lalu mengecup singkat bibir itu.
"Bagaimana menurutmu?"
Entahlah. Menurut Kibum, mungkin akan menyenangkan menghabiskan sisa malamnya dengan saling tumpang tindih. Berhangat-hangatan saat udara dingin seperti ini bagus untuk kesehatan. Atau Kibum salah arti tentang pertanyaan Kyuhyun barusan.
"Aku ikut pendapatmu saja!", jawab Kibum sambil mendekat dan merangkak naik ke tubuh Kyuhyun. "Aku akan meminta, mau berbagi sedikit denganku?", pintanya yang langsung ditanggapi helaan nafas oleh Kyuhyun.
Kibum menelusupkan wajahnya ke leher Kyuhyun. Merabai sepanjang leher putih itu dengan lidahnya. Setelah mengangkat wajahnya sejenak, tujuan berikutnya menancapkan bibir-bibir mereka. Kibum bergulat seru dengan Kyuhyun. Bibir dengan bibir, lidah dengan lidah kemudian emmm Kibum manarik diri lagi. Manusia es itu menggerakkan kedua tangannya ke bawah, memegangi pinggung Kyuhyun dan meraih tepian celana piamanya.
"Bagaimana menurutmu soal yang tadi?" Kibum berdiam sejenak. "Soal ceritaku?"
"Bagus", jawab Kibum seenaknya, kemudian berusaha memelorotkan celana Kyuhyun. Apanya coba yang bagus? Cerita sebuah keluarga cuma ditanggapi bagus oleh Kibum? Jawaban tidak masuk akal.
"Kau tak dengar ceritaku lagi kan?", tanya Kyuhyun geram sambil memukul kedua tangan Kibum yang masih berusaha melepas celananya.
"Dengar", jawab Kibum santai lagi. Dia tak fokus ke pertanyaan, dia fokus kecelana Kyuhyun. Ini cuma piama, susah sekali dilepaskan. Kyuhyun bergeming, diam bagai batu. Lalu tangannya adu tarik dengan Kibum. Kenapa, kenapa selalu seperti ini setiap Kibum meminta jatahnya?
"Ku tes dulu. Siapa nama orang tuaku, kalau kau dengar tadi?", tanya Kyuhyun sambil lebih menguatkan pegangannya pada celananya.
"Tuan dan Nyonya Cho"
Yah seluruh dunia juga tahu itu. Kalau Kyuhyun menyebutkan nama lengkapnya, jelas Tuan dan Nyonya Cho adalah orang tuannya, karena marganya Cho. Tapi apa Kibum paham, manusia bermarga Cho itu banyak. Di komplek rumah Kyuhyun saja ada 15 keluarga bermarga Cho, lalau berapa banyak kalau keluarga bermarga Cho di Korea dihitung?
"Kalau begitu, dimana aku tinggal?"
Kibum mati langkah. Dia tak dengar secuilpun cerita Kyuhyun tadi. Alamat yang pernah didatanginya saja Kibum bisa lupa, apa lagi yang tak pernah didengarnya. Kalau Kyuhyun mau memberi waktu sebentar, Kibum bisa membuka data trainee dk TC dan dia pasti menemukan alamat rumah Kyuhyun.
"Nanti kita kerumahmu bersama sama. Aku yang menyetir dan kau tunjukkan jalannya"
"Kau benar-benar tak niat mendengar ceritaku kan? Kau tak mau bertemu orang tuaku? Ya ya, Kim Kibum. Keluargaku tak penting bagimu", kata Kyuhyun sambil mendorong Kibum sampai terguling di sampingnya. Kibum mencoba meraih Kyuhyun, tapi tangannya ditepis. "Jangan sentuh aku!"
"Aku ada masalah serius soal daya ingat, kau juga tahu itu", kata Kibum mulai berdiplomasi. "Denganmu harusnya mampu menutupi kekuranganku ini", lanjutnya. Ini kutiban kalimat yang dicontohkan Yoochun dulu sekali. Dan untungnya Kibum ingat bagian itu. Yoochun juga bilang, minta maaf itu sebenarnya satu hal yang sangat dikagumi pasangan. Dan Kibum sedang mempraktekkannya. "Aku tidak biasa mengatakan ini, tidak tahu juga bagaimana memulainya, tapi aku minta maaf", kata Kibum datar kemudian berbalik badan. Tidur memunggungi Kyuhyun.
"Kibummmm!", rengek Kyuhyun yang entah baru saja terenyuh atau terabaikan oleh Kibum. "Hadap sini!", perintah Kyuhyun sambil menendang bokong Kibum. Kibum segera menghadap Kyuhyun, tapi masih diam saja. "Mendekat!', perintah Kyuhyun lagi. Kibum mendekat juga, terlalu dekat tapi tidak menyetuh Kyuhyun. Kibum mulai menutup matanya, dia memilih tidur dari pada memulai pertengkaran dengan iblis ini. "Jangan tidur!", perintah Kyuhyun lagi sambil memukul bahu Kibum. Ih, Kyuhyun suka melakukan kekerasan pada Kibum, tapi dia tahu batasan. Asal kekerasannya pada Kibum tak meninggalkan luka, itu sah baginya.
"Aku harus apa? Ini sudah malam, waktunya tidur". Iya, karena waktunya untuk bercinta sudah dihapus Kyuhyun sedari tadi.
Kyuhyun menempelkan tubuhnya sendiri ke badan Kibum. Dia mendusal-dusal ke dalam pelukan Kibum yang dibuatnya sendiri. Melingkarkan tangan Kibum ke tubuhnya, lalu dia sembunyi di dada Kibum.
"Katanya aku tak boleh menyentuhmu?"
"Iya, tapi sekarang aku yang sedang menyentuhmu", katanya sambil melingkarkan tangannya ke badan Kibum. "Kibum, nanti kalau mau menemui orang tuaku kau harus bawa oleh-oleh yang banyak biar mereka menerimamu"
"Akan ku lakukan"
"Lalu kapan kau mau kesana?"
"Setelah kau bayar hutangmu padaku!", kata Kibum datar, tapi membuat Kyuhyun kesal. Selama ini, berbicara dengan Kibum di atas ranjang selalu berakhir dengan urusan isi celana. Kibum benar-benar mesum. "Tentu saja setelah waktunya tepat", ralatnya.
"Waktu tang tepat itu kapan? Setelah aku membayar hutang?"
"Mungkin. Jadi kapan kau akan siap membayar hutangmu? Jangan lupa bungannya juga", tanya Kibum sambil menarik pinggang Kyuhyun.
"Secepatnya!"
"Semankin cepat kau bersiap, semakin cepat pula aku menemui orang tuamu!" Kyuhyun mengangguk di pelukan Kibum. Lalu karena Kyuhyun tidak mau diajak bercinta sekarang, setidaknya bisa berciuman sekarang.
"Kibum, aku mencintaimu!"
Kibum tak menjawab dengan kata-kata. Dia menunjukkan jawabannya lewat tindakan. Mengecup dahi Kyuhyun lalu mengeratkan pelukannya yang artinya 'Iya aku tahu. Aku juga mencintaimu'
"Kibum!"
"Untuk hari ini jangan mengigau. Tutup mata dan mulutmu!", bentak Kibum yang merasa Kyuhyun segera memulai aksi igau mengigau sebelum tidur.
To be continue
Sepertinya Kibum mulai serius sama Kyuhyun ya?
