Contract with the Devil's Son

Chapter 33:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Terima kasih masih membaca sampai sejauh ini. Readers baru selamat datang. Dan chap 33 is up. Happy reading!

Saling Posesif

Setelah membuka mata pagi-pagi sekali, Kyuhyun bergeming di tempat tidur. Kibum memeluknya menjadikan tubuhnya hangat diudara pagi yang dingin. Kyuhyun berdiam melirik kesana kemari sambil membuat hipotesis tentang semua hal yang dilihatnya sekarang. Tentang kamarnya dan tentu saja tentang Kibum juga. Matahari mulai naik kemudian Kibum bangun. Dan seperti biasanya, Kyuhyun akan menyerobot saat manusia es itu hendak mandi

Kyuhyun menunggu di dapur dengan susu coklat panas di depannya. Kali ini dia tak mau meniupi susunya, pertimbangannya dari pada energinya habis untuk meniupi susu panas lebih baik digunakannya untuk bermain PSP. Kibum datang beberapa menit berikutnya, menggenakan pakaian rapi hendak pergi bekerja. Sebagai suami yang bertanggung jawab, sudah menjadi kewajibannya bekerja untuk menafkahi istrinya yang banyak tingkah, tapi dicintainya itu. Kibum menggeser kursi kemudian duduk di dekat Kyuhyun.

"Selamat pagi, Tuan!", sapa ahjumma yang baru datang. Pembantunya itu segera menyiapkan kopi dan sarapan, setelah mendapat jawaban dari Kibum. "Pancake? Omelet?", tanya ahjumma pada Kibum.

"Apa saja!", jawab Kibum tak pernah pilih-pilih makanan.

"Kau tidak menawariku?", protes Kyuhyun sambil meletakkan PSP-nya ke meja. Kyuhyun meraih susu-nya kemudian memulai proses meniup. "Kalau cuma minum susu tiap hari, aku mana bisa gemuk!"

"Kau bilang tak mau makan"

"Kau harus memaksaku makan, ahjumma!" Kibum melirik pada Kyuhyun, mengkodekan agar iblis itu tak merepotkan ahjumma. "Ya ya ya. Aku tak usah makan. Biar kurus terus. Biar orang-orang tahu kalian tak becus mengurusiku", katanya menjawab lirikan Kibum barusan.

Nyatanya ahjumma membuat dua piring sarapan untuk Kyuhyun dan Kibum. Kibum memakan sarapannya, meminum kopinya, tapi Kyuhyun tidak. Minum susu saja dia bilang sudah kenyang, dia tak mau makan lagi. Jadi percuma saja dia dibuatkan sarapan kalau pada akhirnya tak dimakan juga.

"Kibum!", panggil Kyuhyun saat manager TC itu meninggalkan dapur dan segera bersiap ke kantor.

"Hn"

"Mana handphonemu!" Kibum menyerahkan handphone-nya begitu saja kemudiam berjalan pergi diikuti Kyuhyun. "Katanya kau mau mengganti handphone-ku. Kapan?"

"Nanti saja, aku sibuk"

"Kau mana pernah tak sibuk!", celetuknya sambil mendial-dial nomor pada smartphone-nya.

Kibum ke kamarnya, mengambil berkas-berkas yang akan dibawa ke TC hari ini. Kyuhyunpun mengekornya ke kamar.

"Heechul hyung!", sapa Kyuhyun setelah panggilannya tersambung. Sayangnya setelah itu Kyuhyun diam saja, manyun sambil mengernyit-ngeryitkan dahi. Heechul sepertinya bicara panjang lebar dari sebrang kemudian berakhir telephone-nya ditutup. "Nenek sihir kurang ajar, aku belum bicara apapun dia sudah mengomel tak karuan!", rutuknya sambil mendial nomor lain.

Kibum masa bodoh saja melihat kelakuan Kyuhyun. Hari kerja, dan pagi-pagi begini iblis itu menelepon orang, jelas akan ditolak. Kibum mengemasi berkas yang akan dibawanya, kemudian berjalan ke arah tas kerjanya untuk dimasukkan dan ditata dalam tas. Kyuhyun mengekor lagi walau itu cuma perjalan dari satu sisi kamar ke sisi lainnya. Kemudian dia tersenyum sumringah saat terdengar jawaban dari ujung telponnya lagi.

"Siwon hyung, kau sibuk? Tidak kan?", tanyanya sambil memaksa. "Ha? Ini baru jam berapa, kau sudah berangkat ke TC? Kau harus santai sejenak Hyung, jangan bekerja terlalu ngotot begitu", tutur Kyuhyun yang kemudian meringis karena Kibum memelototinya. "Kibum? Aku yang meneponmu, kau malah menanyakan Kibum. Kau tidak asik, hyung. Ngomong-ngomong kau tak rindu padaku? Bagaimana kalau kau mentraktirku makan siang?"

"Tutup telponnya!", kata Kibum sedikit keras, yang jelas terdengar sampai ujung telpon.

"Eh, tidak jadi hyung. Nanti aku makan dirumah saja", katanya sambil menatap benci pada Kibum. "Kalau kau punya waktu, kapan-kapan mainlah kemari, Hyung". Kyuhyun munutup telpon setelah berpamitan pada Siwon.

Kibum sudah kembali pada kegiatannya. Memasukkan semuanya dan mengeceknya sejenak, setelah beres Kibum mejinjing tasnya dibawa ke luar kamar. Kyuhyun masih mengikuti juga, dan masih mendial nomor di handphone-nya.

"Yaaa Isa, aku bukan Kibum!", pekik Kyuhyun setelah telponnya tersambung. Ditanggapi dari sebrang, tapi yang menanggapi langsung nyerocos membicarakan soal bar, minuman dan segala macam tetek bengek pesta. "Aku Kyuhyun!", bentaknya pada Isa. "A O, A O apa? Memangnya kalau ada orang meneleponmu dengan nomor ini pasti Kibum begitu? Bisa saja aku, bisa ahjumma, bisa ahjussi!", omel Kyuhyun yang membuat Isa terdiam. Bule cantik itu jelas tak mengerti apa yang dimaksudkan Kyuhyun. "Bicara denganmu sungguk tak menyenangkan", katanya yang kemudian memencet kasar smartphone Kibum menutup panggilan.

"Jangan ganggu orang pagi-pagi begini!" Kyuhyun mengedikkan bahu saja, kemudian kembali fokus pada handphonenya. Kyuhyun mencari di contact name Kibum. Kyuhyun langsung ke nama berawalan huruf Y. Ada Yoochun dan Yunho. Kalau menelepon Yunho, dia mau membahas apa? Kan Kyuhyun tak begitu akrab dengan namja itu. Kalau menelepon Yoochun, nanti Chunnie baby-nya terganggu. Kasihan kalau pagi-nya Yoochun terganggu telpon dari Kyuhyun. "Kibum, Chunnie baby kalau pagi begini sedang apa ya? Aku meneleponnya mengganggu atau tidak?"

"Sangat mengganggu. Tak usah telpon Yoochun, atau siapapun!", larang Kibum yang sebenarnya juga merasa masih saja kalah dari Yoochun. "Kau ikut ke TC atau tidak?"

"Tidak mau. Aku mau di rumah. Nanti aku akan menelepon Changmin saja, dia pasti tidak terganggu kalau aku yang meneleponnya!"

Tadinya Kibum tak masalah kalau handphone-nya dipegang Kyuhyun. Tapi setelah mendengar nama asing disebutkan Kyuhyun, Kibum jadi tak rela kalau handphone-nya digunakan untuk menelephone orang lain. Lagi pula siapa itu Changmin? Temannya Kyuhyun? Ah, teman atau bukan Kyuhyun tak boleh menelephone yang namanya Changmin itu.

"Berikan handphoneku!"

"Aku belum selesai"

"Berikan!" Kyuhyun mau menelepon Changmin, tapi Kibum merebut paksa handphone-nya lalu mengantonginya. "Kau ikut aku ke TC sekarang!", paksanya.

"Tidak mau"

"Ikut sekarang!", perintah Kibum sambil mencekal tangan Kyuhyun dan hendak menyeretnya.

"Tidak mau!", tolak Kyuhyun sambil menghempaskan tangan Kibum. "Aku malu kembali kesana. Harusnya kan aku sudah bekerja, tidak kembali kesana cuma mengikutimu!"

"Kau bantu aku bekerja di sana" Kalau Kyuhyun ikut kemanapun Kibum pergi, lebih mudah juga baginya untuk mengawasi iblis itu. Jangan sampai ada orang menyerobot Kyuhyun darinya. "Ikut!", paksanya sekali lagi.

"Tidak mau!", tolaknya juga.

"Baiklah, kau di rumah saja. Jangan kemana-mana sampai aku pulang nanti. Jangan menelepon siapapun tanpa sepengetahuanku!", larangnya. Biar saja terdengar posesif, nyatanya Kibum memang posesif.

"Aku mau menelepon Changmin"

"Tidak usah menelepon Changmin!"

"Aku mau menemui Changmin

"Jangan menemuinya!"

"Kenapa kau melarang-larang aku terus? Changmin itu temanku. Aku merindukannya, Kibum", protesnya sambil mengepal geram. "Sudah lama tak bertemu dengannya. Rinduuu sekali", terang Kyuhyun sambil mengela nafas lesu.

"Kalau kau tak mau ikut ke TC, jangan telpon siapapun, jangan pergi kemanapun!", perintah Kibum meninggikan suaranya. "Atau besok aku tak jadi menemui orang tuamu!"

Kyuhyun membelalak, kemudian tersenyum lebar. Dia ingin meloncat lalu memeluk Kibum, tapi sebelumnya dia menoleh kanan kiri, lalu kearah jauh. Setelah situasi aman Kyuhyun benar-benar melocat dan memeluk Kibum. Kyuhyun memonyong-monyongkan bibirnya, dia mau berterima kasih. Mencium Kibum dan mungkin mengantarkannya sampai pintu.

"Kau mau apa?", tanya Kibum sambil memundurkan kepalanya.

"Sssstt, Kibum jangan keras-keras nanti ahjumma dan ahjussi dengar", katanya sambil celingak celinguk lagi. "Aku mau menciummu!"

"Tidak usah. Aku sedang tak mood berciuman denganmu", tolak Kibum sambil melepaskan diri dari Kyuhyun. "Aku pergi!", pamitnya tanpa menoleh sedikitpun.

"YA YA, KIBUM CIUM AKU DULU!", teriak Kyuhyun sekerasnya. "AHJUMMAAAAAA!". Kibum tak peduli, manusia es itu melenggang saja. "AHJUSSIIIIIII!"

"JANGAN TERIAK!", bentak Kibum saat itu berhenti.

Pintu depan terbuka kasar, ahjussi muncul dari sana sambil kebingungan. Ada apa pagi-pagi begini Kyuhyun berteriak? Ahjumma juga. Dengan masih memakai apron yeoja paruh baya itu berlari menghampiri Kyuhyun dan Kibum.

"Ada apa, ada apa?", tanya ahjumma yang selalu gugup kalau dengar teriakan Kyuhyun.

"Kibum tak mau menciumku!", adunya sambil menyengir dihadapan dua pembantunya.

Kibum jelas malu pada pembantunya. Cuma masalah ciuman saja ahjumma dan ahjussi dibawa-bawa. Kibum berbalik, berjalan tergesa ke arah Kyuhyun yang masih meringis ditempatnya. Kibum mengecup singkat bibir Kyuhyun lalu buru-buru pergi. Ahjumma dan ahjussi melonggo saja melihat yang barusan. Bukan yang pertama kali mereka lihat memang, tapi seakan mereka dipanggil jadi saksi ciuman Kibum dan Kyuhyun di pagi hari. Majikan mereka memang agak erotis kalau soal itu.

"Apa lihat-lihat?", tanya Kyuhyun sewot. "Kembali bekerja!", usirnya sambil melenggang ke kamar.

julie khoyul

Kibum akan makan di luar istirahat siang kali ini. Tadinya dia mengajak Siwon, melihat namja kuda itu juga siap-siap keluar, tapi ternyata Siwon punya acara makan siang sendiri dengan kekasihnya. Heechul mungkin, atau orang lain. Kibum tak mau tahu, asal itu bukan trainee di TC-nya. Kemudian manager TC itu keluar sendiri. Sesaat membelokkan dan memarkir mobilnya di sebuah restoran, Kibum teringat Kyuhyun. Dulu pertama kali bertemu dengan iblis dan partner-nya itu, Kibum ditipu dan dibawa ke restoran ini. Siapa sangka setelah kejadian itu Kyuhyun benar-benar menipu hatinya. Sekarang Kibum terlanjur cinta Kyuhyun, lalu dia harus apa lagi selain memelihara iblis itu dirumahnya sebagai istri?

Ngomong-ngomong Kyuhyun sedang apa? Tadi pagi dia menelepon Siwon meminta ditraktir makan siang walau kemudian tak jadi. Sudahkah dia makan sekarang ini? Kibum mengambil handphone di sakunya, kemudian mencari nomor rumahnya dan menelepon ke sana.

"Yaboseo!", sapa ahjumma dari sana.

"Ahjumma, mana Kyuhyun?"

"Hah? Nyonya?", tanya ahjumma rada-rada gugup.

Beberapa menit setelah Kibum berangkat, Kyuhyun menelepon Changmin. Mereka berbicara lama sekali, sampai tertawa tawa dan bercerita satu sama lain. Kemudian setelah menutup telepon, Kyuhyun bersiap pergi menemui Changmin. Kibum melarang Kyuhyun keluar rumah, tapi menurut Kyuhyun asalkan Kibum tak tahu semuanya akan baik- baik saja. Sebelum pergi dia pamitan pada ahjumma, dan janji akan pulang sebelum Kibum sampai rumah. Mana tahu walau tak pulang ternyata Kibum menelepon mengecek keberadaan Kyuhyun.

"Ada Kyuhyun lain di rumah kita?", tanya Kibum ditanggapi tawa gugup dari ahjumma. "Mana dia?"

"Dia bilang mau menemui temannya?", jawab ahjumma takut-takut. Ahjumma tak mungkin bisa berbohong pada Kibum.

"Siapa temannya?"

"Temannya dari kecil"

"Iya, siapa namanya?", tanya Kibum jadi tak sabaran.

"Changmin", jawab ahjumma ragu-ragu. Dia benar-benar takut Kibum marah. Kenapa Kyuhyun tak minta ijin dulu pada Kibum sebelum pergi. Kalau dilarang pergi sendiri, bisa menunggu Kibum pulang untuk mengantarnya. Kalau kejadiannya Kyuhyun pergi diam-diam begini, kan ahjumma yang takut dimarahi Kibum. "Nyonya bilang cuma sebentar", tambah ahjumma agar Kibum tak begitu marah.

Kibum menstarter mobilnya, menjadikan ahjumma makin takut saja. Sudah pasti tuannya itu akan menyusul Kyuhyun dan berakhir dengan pertengkaran lagi. Walau ahjumma tak peduli dengan pertengkaran sebelum sebelumnya, beda dengan masalah kali. Orang ketiga, mungkin begitu ahjumma menyebutnya. Bisa jadi bahaya dikeluarga Kibum dan Kyuhyun kalau ada orang ketiga.

"Dimana rumah Changmin itu?", tanya Kibum sambil melajukan mobilnya keluar dari pelataran restoran.

"Tidak tahu, Tuan"

"Telpon aku kalau dia sudah pulang duluan!', perintah Kibum yang lalu memutus sambungan tanpa menunggu jawaban ahjumma.

Kibum tak bisa percaya soal status Changmin dengan Kyuhyun. Teman masa kecil? Itu kan kata Kyuhyun. Dan selama yang Kibum paham, berteman dari kecil terkadang bisa berubah jadi cinta saat dewasa. Kibum hanya tak ingin itu terjadi. Kyuhyun istrinya, hanya miliknya.

Manusia es itu melajukan mobilnya ke jalanan. Entah dia mau pergi kemana, bahkan dia tak tahu kemana biasanya Kyuhyun pergi. Kalau iblis itu bilang menemui teman-nya, bisa jadi mereka ada dimana-mana tempat yang Kibum tak pernah tahu. Atau kalau Kyuhyun pergi ke rumah orang yang namanya Changmin itu, berarti Kyuhyun berada dekat rumah orang tuanya. Kibum menepi sebentar, kemudian mencoba menelepon kembali yang kali ini ke kantornya. Dia menghubungi bagian informasi, meminta data alamat trainee seangkatan Kyuhyun untuk di kirim ke emailnya. Yang dicarinya memang alamat orang tua Kyuhyun, tapi kalau Kibum tanya alamat itu takutnya bagian informasi curiga. Masak menantu tak tahu alamat rumah mertuanya? Atau lebih buruk lagi, Kibum menikahi Kyuhyun tanpa persetujuan orang tuanya.

Setelah disanggupi bagian informasi, beberapa menit kemudian Kibum sudah mendapatkan alamat rumah Kyuhyun. Tak jauh sebenarnya, tapi apa siap Kibum bertemu mertua sekarang? Bahkan tanpa tahu secuilpun informasi keluarga Kyuhyun? Saat Kibum mulai frustasi, bepikir maju mundur soal mertua, Hp-nya bergetar. Ada panggilan masuk dari Yoochun.

"Apa? Kau menelepon pada saat yang tidak tepat!", kata Kibum sesegera mungkin.

"Kau ini kenapa? Nada bicaramu seperti baru diacuhkan Kyuhyun saja". Kibum berdecak kemudian mendengus sebal. Dia bukan sedang diacuhka Kyuhyun, tapi ditinggalkan menemui lelaki lain di luar sana. Yoochun terkekeh saat Kibum membalasnya dengan dengusan. "Kibum, aku minta tolong padamu. Bisa kau ke kantorku setelah pulang kerja?"

"Tidak, aku sibuk!", jawab Kibum ketus. Dia memang sibuk. Sibuk memikirkan Kyuhyun yang sedang bersama Changmin lalu entah dimana dua orang itu berada sekarang.

"Aku sedang keluar sekarang. Ada meeting tiba-tiba di anak cabang perusahaanku. Mungkin aku baru bisa kembali setelah malam"

"Kalau kau kembali setelah malam, lalu untuk apa kau suruh aku datang ke kantormu?", protes Kibum keras. "Menggantikanmu bekerja?"

"Kau ini kenapa? Tidak biasanya kau menyerobot orang bicara. Kau sedang datang bulan atau sedang cemburu ha?"

"Ck. Lupakan!", jawab Kibum cepat.

"Kyuhyun dan teman-temannya ada di kantorku. Aku tak bisa mengatarkan mereka pulang, jadi ku minta kau menjemputnya sekaligus mengantarkan pulang teman-temannya!"

"Kenapa kau tak bilang dari tadi!", serobot Kibum lagi.

"Mau kubilang kau menyerobot kalimatku terus", bela Yoochun. "Ya sudahlah kalau kau tak bisa. Aku minta tolong Yunho saja!", kata Yoochun langsung meggeser tombol end di smartphonenya.

"Shit!", umpat Kibum setelah telepon diputus dari pihak Yoochun.

julie khoyul

"Selamat siang Mr. Kim!", sapa resepsionis di kantornya Yoochun.

"Istriku ada di dalam, suruh dia turun!", perintah Kibum seenak jidatnya. "Kenapa kau bengong?", tanyanya setelah perintahnya ditanggapi wajah bingung resepsionis itu.

"Istri anda yang mana?"

Oh iya. Yunho dan Yoochun tahu Kyuhyun istri Kibum, tapi bukan berarti resepsionisnya Yoochun juga tahu. Lagi pula baru pertama kali ini Kibum menanyakan istrinya ke orang lain.

"Tadi Yoochun kemari membawa seorang namja, itu istriku"

Resepsionis cantik itu menggeleng, kemudian menunjukkan empat jarinya ke depan Kibum.

"Empat orang namja Mr. Kim", jelasnya.

"Yang namanya Kyuhyun. Suruh dia turun sekarang!", perintahnya lagi.

Resepsionis mengangguk, kemudian meraih telpon di sampingnya dan mulai memencet-mencet angka. Yeoja itu berbicara sebentar dengan seseorang di atas saja, kemudian menutup telponnya sambil mendesah.

"Maaf Mr. Kim. Sekertaris Mr. Park bilang istri anda sibuk dan tak mau diganggu" Kibum mendelik ke arah resepsionis itu, menjadikan yeoja cantik itu gelagapan dan meraih telepon lalu menghubungi sekertaris Yoochun lagi. "Saya sudah bilang anda disini, tapi istri anda tak mau diganggu", katanya lagi sambil menunduk berulang ulang. Ada-ada saja si Kyuhyun itu, suaminya ingin menemuinya dia malah bilang tak mau diganggu. Siapa yang tidak stres kalau harus menghadapi Kibum untuk menyampaikan berita seperti itu?

"Dimana dia sekarang?"

"Mereka ada di atap gedung", jawab resepsionis itu sambil menunduk lagi. Dia baru bisa mengelus dada lega saat Kibum melenggang masuk lift.

julie khoyul

Kyuhyun berada di tepian tembok atap gedung. Posisinya seperti mau melompat bunuh diri. Berpegangan pada tali yang ditarik Changmin di tengah lantai atap dan talinya menjuntai kebawah gedung. Entah Kyuhyun benar-benar mau bunuh diri atau menirukan gaya tim SWAT turun dari gedung tinggi itu dengan tali, yang pasti ini adegan berbahaya.

"Sudah selesai belum? Ah kalian payah", omel Kyuhyun lebih kencang menarik talinya. "Kekiri lagi. Ke kiri. Yaaa, kalian tahu kiri tidak?", teriaknya. "Itu kanan bodoh! Geser ke kiri!"

Kibum masuk dan awal matanya memandang mendapati tubuh Kyuhyun yang condong ke luar tembok gedung. Mata Kibum membulat, dia mengeram kesal lalu berlari secepat mungkin meraih Kyuhyun. Kyuhyun sendiri lama berdiri disitu membuat kakinya pegal. Dia menghentakkan kaki kanannya sebentar, tapi malah kaki kirinya kesemutan dan tak mampu menopang tubuhnya lagi. Kyuhyun oleng dan akan terjatuh ke bagian luar tembok.

"KYUUUU!", teriak Changmin yang kemudian menutup mata karena tak sanggup melihat Kyuhyun jatuh.

"KAU MAU MATI HA?", bentak Kibum yang tadi dengan sigapnya menarik Kyuhyun sebelum jatuh. "KAU MAU MEMBUATKU JADI DUDA SECEPAT INI?"

Tadi pegangan Kyuhyun ke tali terlepas. Beban dibawahnya terlalu berat sampai membuatnya lama berdiri dan kesemutan. Kalau Kyuhyun berada di situ, itu bukan sengaja mau bunuh diri.

"KAU MAU BUNUH DIRI? MENINGGALKANKU SENDIRIAN? " Kyuhyun manyun dimarahi Kibum. Dia berada direngkuhan Kibum, tapi tak berani bergerak. Kibum salah paham, tapi kalau Kyuhyun membela diri, nanti Kibum tak selesai selesai marahnya. "KAU PAHAM AKU MENCINTAIMU?", Kyuhyun melongo saat itu. "AKU MENCINTAIMU, KAU DENGAR?", teriak Kibum di depan muka Kyuhyun. "TAK KUIJINKAN KAU PERGI APAPUN ALASANNYA!", bentaknya ke Kyuhyun.

Kyuhyun mengkerut bukan karena takut, tapi merasa Kibum lucu saja. Dia kemudian tersenyum, tertawa lalu menjerit-jerit kesenangan. Kyuhyun menelusup ke dada Kibum dan memeluk Kibum erat setelahnya.

"Aku juga mencintaimu!"

Kibum berusaha menjauhkan Kyuhyun dari dadanya. Dia masih ingin memarahi iblis itu atas tindakan yang membuat Kibum cemas barusan. Kibum hampir terkena serangan jantung saat Kyuhyun akan jatuh tadi. Sedetik saja dia terlambat menangkap Kyuhyun, dia kehilangan iblis itu selamanya. Dia mencintai Kyuhyun, dan ingin hidup jadi suami istri secepatnya. Setelah Kyuhyun selamat, Kibum benar-benar berjanji besok akan ke rumah orang tua Kyuhyun, meminta Kyuhyun dari orang tuanya lalu menikahinya secara sah.

"AKU BELUM SELESAI BICARA!", paksa Kibum agar Kyuhyun mau memandangnya dulu.

"Aku mencintimu, Kibum!", kata Kyuhyun kembali memuruk di dada Kibum.

Kibum meluluh. Dia membiarkan Kyuhyun berada di pelukannya, duduk di lantai atap yang panaspun tak apa asal mereka tetap bersama. Kibum mengelus punggung Kyuhyun, kemudian mengecupi rambut Kyuhyun berkali-kali seraya bersyukur diberi kesempatan untuk hidup dengan Kyuhyun.

"Jangan lakukan lagi!", perintah Kibum sudah mulai lembut.

Beberapa detik saling memeluk, ekor mata Kibum menangkap sesosok namja berdiri mematung memandangi mereka. Kibum menoleh dan didapatinya calon istri Yunho itu melotot ke arahnya.

"Sedang apa disini?", tanya Kibum datar, kembali ke Kibum yang biasanya. "Yunho mencarimu dari kemarin-kemarin"

"Aku tahu!", jawabnya masih tak lepas memandang adegan saling peluk Kibum dan Kyuhyun. "Ahjussi, ada hubungan apa antara kau dan Kyuhyun?"

"Dia suamiku", jawab Kyuhyun sambil meringis bangga.

"Aku tak tanya kau, Kyu!", balas Changmin sadis. Dia merasa teman masa kecilnya ini sudah membohonginya juga Kibum. Waktu itu, bukannya Kyuhyun punya pacar yeoja bule yang cantik yang punya mobil keren. Kalau Kibum suaminya, berarti Kyuhyun selingkuh.

"Dia istriku!", jawab Kibum datar.

"Yang benar saja? Kenapa kau tak beritahu aku, Kyu? Apa biar kau bisa selingkuh seenakmu tanpa ada orang yang menegurmu?"

"Tidak!"

"Kau sudah selingkuh. Itu tak baik!"

"Aku tidak selingkuh!", bela Kyuhyun.

"Kau selingkuh!"

"Aku tidak selingkuh!"

"Iya!"

"Tidak!"

"Iya!"

"Tidaaaakkkk!", pekik Kyuhyun. "Kibum, aku tidak selingkuh", rengeknya meminta bantuan.

"Ahjussi, dia selingkuh!"

"Kau ini temanku, kenapa tak percaya padaku?", protes Kyuhyun pada Changmin.

Kyuhyun memang temannya, teman dari kecil malahan. Teman dikala susah senang bersama. Tapi kalau Kyuhyun selingkuh, harus ditegur biar segera insaf. Tidak peduli Kyuhyun itu teman atau bukan, salah ya tetap salah. Lagi pula Kibum kan temannya Yunho, temannya Yunho teman Changmin juga. Kan suatu hari nanti Changmin akan menikah dengan Yunho.

"Diam kalian berdua!", lerai Kibum sambil melepaskan Kyuhyun dari pelukannya.

Kibum juga pernah melakukan hal yang sama, sering malahan. Hyukjae, Donghae dan yeoja-yeoja di luar sana pernah sekali dua kali keluar dengannya. Walau Kibum tak menyebutnya perselingkuhan, setidaknya tindakannya itu membuat Kyuhyun kabur waktu itu. Dia tahu Kyuhyun sakit hati, sama sepertinya saat Kyuhyun mengabaikan larangannya lalu pergi menemui Changmin. Tapi setelah kejadian Kyuhyun hampir jatuh barusan, Kibum tak mau marah. Kibum cuma mau Kyuhyun untuknya, jadi harus lupakan masalah yang sudah lewat. Saling memaafkan dan memulai babak baru.

"Selingkuh atau tidak, aku memaafkanmu. Tapi jangan lakukan lagi. Jangan dekat-dekat dengan orang manapun walau itu teman dekatmu. Termasuk Changmin itu!", tutur Kibum bijak sambil kembali memeluk Kyuhyun. "Kalau kau mau menemui orang, bilang padaku dulu"

"Aku?", tanya Changmin yang barusan mengernyit bersamaan dengan Kyuhyun. "Kenapa Kyuhyun tak boleh menemuiku, ahjussi? Kita kan teman"

"Kalau kalian berteman tentu boleh saling ketemu, tapi tidak untuk Changmin sebelum minta ijin padaku!". Changmin menepok jidatnya sendiri sedangkan Kyuhyun tersenyum selebar-lebarnya.

"Ahjussi, aku Changmin! Changmin itu aku!", terang Changmin sambil menunjuk dirinya sendiri. "Changmin. Changmin!", katanya lagi sambil meletakkan telunjuknya di hidung. "Aku Changmin ya Kyu?", tanyanya sambil minta persetujuan Kyuhyun.

"Kibum, Changmin itu dia", kata Kyuhyun sambil menunjuk Changmin.

Kibum melirik pada Changmin. Jadi calon istrinya Yunho itu namanya Changmin? Bagaimana bisa Kibum tak tahu? Kibum kemudian melirik Kyuhyun. Pantas saja tingkah mereka mirip. Sedari kecil mereka hidup dengan cara sama, mirip setan semua.

"Angin disini kencang, ayo kuantar pulang!", kata Kibum untuk menutupi malunya. Dia cuma berharap dua namja unik itu tak menduga kalau tadi Kibum sempat cemburu pada namja bernama Changmin. Lagi pula tadi Kibum belum tahu kalau Changmin itu calon istri Yunho, orang yang sama dihadapannya ini.

Kibum segera berdiri, kemudian menarik kasar Kyuhyun untuk berdiri juga. Kibum mengkodekan agar Changmin ikut bersamanya. Lebih baik dia membawa Kyuhyun dan Changmin turun dari atap secepatnya, dari pada nantinya dua mahkluk ini bertindak seperti tadi.

"Tunggu dulu, Kibum!". Kyuhyun melepaskan diri, berjalan cepat-cepat ke tepian tembok lagi. Kali ini bukan untuk melakukan hal tadi, tapi menengok kebawah saja. "Siapa yang melepas talinya tadi?", bentak Kyuhyun ke arah bawah tembok. "Kalau tadi aku jatuh, mati, siapa yang tanggung jawab? Mau kuhantui kalian semua kalau aku mati, ha?"

"Kyu, Sungmin hyung pingsan setelah menjawab telpon dari eomma-nya!", terang Ryeowook yang sekarang sedang memangku kepala Sungmin.

Ternyata, di bawah tembok itu ada gondola besar. Ada beberapa orang di situ, salah duanya Ryeowook dan Sungmin. Tadinya mereka akan membuat kejutan untuk Yoochun. Karena mereka kira hari ini hari ulang tahun Chunnie baby-nya itu. Mereka sempat melihat agenda Yoochun yang tertinggal di meja. Tertulis 'My Special Day', jadi mereka kira Yoochun ulang tahun hari ini. Mereka butuh membuat kejutan kan? Menempelkan tulisan 'Happy B-day Chunnie Baby' di kaca ruangan Yoochun sebelah luar.

Seperti biasanya, setiap pagi Yoochun akan mampir ke minimarket-nya Hyemi untuk menengok Changmin. Demi Yunho tentunya. Dan tadi itu dia bertemu dengan Kyuhyun juga. Yoochun baru tahu kalau Changmin dan Kyuhyun itu sahabat sedari kecil. Dan ternyata Hyemi kakak kandung Kyuhyun. Pantas saja pertama kali melihat Hyemi, Yoochun merasa pernah melihat yeoja itu sebelumnya. Mirip Kyuhyun sih, walau Hyemi jauh lebih cantik, tapi Kyuhyun yang lebih menarik.

Kyuhyun dan Changmin memaksa ikut Yoochun kekantornya. Mereka bilang ingin membantu Yoochun bekerja, alasan sebenarnya tak mau berlama-lama di dekat Hyemi saja. Yeoja itu kalau mengomel pada dua adiknya susah berhenti. Dan walau Yoochun tahu mereka tak mungkin bisa membantu pekerjaannya, Yoochun tetap membawa mereka. Saat perjalanan, mobil yang dikendarai Yoochun hampir menabrak Sungmin. Sungmin yang hari ini ijin tak masuk kerja, luntang lantung keluar dijalanan. Menenangkan diri katanya, menghadapi pernikahan bulan depan membuat jiwanya tergoncang. Berakhir Sungmin ikut rombongan mereka juga, dari pada dibiarkan dijalan lalu tertabrak kendaraan lain.

Sebelum istirahat siang, Changmin mengeluh lapar. Sampai dia harus menggelendot manja pada Yoochun agar Yoochun segera membawanya ke restoran terdekat. Dan ternyata selain Kyuhyun, Changmin juga sama tak tahu malu. Berempat lagi, mereka makan siang sebelum waktunya, dan ketika masuk sebuah restoran, Sungmin melihat namja imut berlebihan duduk di salah satu meja sambil celingak celinguk. Ryeowook menunggu Yesung. Yesung menjanjikan makan siang dengan Ryeowook, namja imut berlebihan itu datang dua jam sebelum janjinya dengan Yesung. Mereka makan berlima setelahnya, lalu Ryeowook ikut rombongan Yoochun ke kantornya. Yesung bahkan belum datang saat mereka pergi.

"Kita tidak jadi buat kejutan untuk Chunnie baby. Ayo naik kita pulang saja!"

Ryeowook mengambil HP yang tadi ditinggalkan Sungmin sebelum pingsan, dia mendekatkan ditelingannya dan mendengar suara perempuan sedang bicara dari sebrang. Tampaknya eomma-nya Sungmin tak tahu kalau anaknya pingsan.

"Ahjumma, Sungmin hyung pingsan. Kau telpon nanti lagi ya kalau dia sudah sadar!" Suara eomma Sungmin terkejut di sana lalu kemudian terdengar yeoja itu bicara dengan suaminya. 'Yeobo, anakmu pingsan lagi begitu kuberitahu pernikahannya dimajukan seminggu lagi. Aduh Sungmin itu, kenapa pingsan dijadikan kebiasaan saat mendapat berita bahagia begini. Aku takut dia pingsan juga waktu mengucap janji didepan pendeta nanti. Ckckck!", kata eomma Sungmin kemudian menutup telponnya.

julie khoyul

Tagihan kartu kredit Kibun akan meledak lagi bulan ini. Saat membawa empat namja pulang, Kyuhyun menyuruh Kibum berhenti di toko elekteonik. Kemudian bercerita pada teman-temannya kalau dia punya kenangan tersendiri dengan toko ini. Tentang beli handphone yang sekarang sudah rusak. Jadi intinya Kyuhyun menyindir Kibum supaya janjinya untuk membelikan handphone tidak ditunda-tunda terus.

Ditarik masuk ke toko, Kibum pasrah saja. Lagi pula sekarang ini ada teman-teman Kyuhyun, biar terkesan suami yang baik dia harus berlaku baik juga pada istri. Tapi kenyataan berkata lain. Setelah Kyuhyun beramah tamah dengan penjaga tokonya. Dia ditawari handphone keluaran terbaru. Mulai dari iphone 6+, Samsung, Oppo, Nokia dan Sony. Model keluaran terbaru dengan kwalitas kamera yang super wah. Penjaga toko menjelaskan keunggulan masing-masing handphone dengan menggebu sampak akhirnya Kyuhyun memilih iphone 6+.

Kyuhyun punya handphone baru dan canggih membuat 3 lainnya iri. Changmin sampai ijin ke Kibum untuk dibelikan, dia bilang nanti kalau sudah menikah dengan Yunho, Yunho akan menggantikan uang Kibum. Ryeowook sendiri langsung tersenyum seimut-imutnya agar kebagian satu handphone juga. Lain dengan Sungmin, setelah sadar biang gosip itu terlihat lemas saja. Tak bergairah untuk melakukan apapun. Dia cuma ikut apa yang dilakukan teman-temannya. Saat Kibum dipaksa Kyuhyun membelikan satu handphone juga untuk Sungmin, Kibum tak merespon yang dianggap iya oleh Kyuhyun. Dengan baik hatinya Kyuhyun memilihkan satu smartphone yang seketika membuat muka Sungmin kembali cerah.

Kyuhyun memeluk Kibum sebagai ucapan terima kasih. Changmin, Ryeowook dan Sungmin juga ikut-ikutan memeluk Kibum bak teletabies berpelukan. Penjaga toko malah tertawa-tawa saat melihat kejadian itu, apalagi saat Kibum meneriaki mereka, mencoba mengenyahkan juga tapi gagal. Ketika Kyuhyun mencium pipi Kibum, hampir semua ikut mencium Kibum dan akhirnya membuat Kyuhyun marah. Iblis itu menjitaki ketiga temannya, memukul juga sambil membentak bentak. Kyuhyun mengijinkan mereka memeluk Kibum, bukan berarti mereka juga boleh menciumnya. Karena menurut Kyuhyun, cuma dia yang berhak mencium Kibum.

"Pantas tingkah mereka mirip!", ujar Yunho yang sekarang duduk di sofa depan tv bersama Kibum. Di tangan mereka masing-masing ada gelas berisi whisky.

Kyuhyun membawa teman-temannya ke rumah. Diajak main game bersama sore ini. Saat tiba di rumah, Yunho telah berada disana. Namja tampan itu datang ke kantor atas pemintaan Yoochun, lalu sekertarisnya Yoochun bilang Kyuhyun cs sudah dibawa Kibum. Makanya dia datang ke rumah Kibum. Sekarang mereka duduk di sofa depan tv sedangkan Kyuhyun cs main game di depan mereka.

"Aku juga baru tahu tadi", sambung Kibum sambil menyesap isi gelasnya. "Kapan kau akan menikahinya?", tanya Kibum tumben-tumbennya perhatian dengan urusan orang. Tapi sebenarnya, mulai dari pagi Kibum merasa diacuhkan Kyuhyun. Semenjak ada Changmin itu tentunya, ditambah Ryeowook dan Sungmin, Kibum jadi seperti tak dibutuhkan lagi. Dan kalau Changmin punya kesibukan tersendiri dengan Yunho, jelas perhatian Kyuhyun kembali pada Kibum.

"Noonanya jadi kendala bagiku. Yoochun masih berusaha menanganinya". Kalau masalah cinta, Yoochun beralih profesi jadi penasehat Yunho dan Kibum. Yah, demi teman.

Hampir malam saat bel rumah Kibum berbunyi. Ahjumma membukakan pintu dan setelah mempersilakan masuk, Yoochun melenggang menghampiri Kyuhyun cs bersama Kibum dan Yunho. Kedatangan Yoochun disambut sorakan Kyuhyun dan teman-temannya. Kibum dan Yunho makin muram saja ketika Yoochun mampu merebut perhatian Kyuhyun cs. Bahkan sebelum Yoochun bertegur sapa dengan Kibum dan Yunho, dia sudah diseret duduk kelantai bersama empat kawanan Kyuhyun.

"Chunnie baby, waktu pulang dari Thailand aku bawa banyak oleh-oleh tapi belum sempat membukannya. Dari Singapura kemarin aku juga bawa. Belum dibuka juga"

"Kenapa tidak kita buka sekarang?"

"Oh iya, kalian akan kebagian oleh-oleh nanti!", kata Kyuhyun ke teman-temannya. Senyum Sungmin langsung merekah mendengar oleh-oleh. Jiwa bahagianya telah kembali melupakan jadwal pernikahannya yang seminggu lagi itu. "AHJUMMMAAAAA!"

"Jangan teriak begitu!", tutur Yoochun mendahului Kibum yang sudah membuka mulut tapi belum sempat mengucap. "Kalau kau bisa mengambilnya sendiri, jangan suruh orang lain", tambahnya. "Ayo kubantu!"

"Eh, tak boleh. Kau disini saja. Aku dan Changmin akan mengambilnya!"

Kyuhyun menarik Changmin. Bergegas mengambil koper di kamarnya yang belum sempat dibuka dari kemarin-kemarin. Kibum heran saja, yang dikatakan Yoochun tadi sama seperti yang biasa dikatakannya saat Kyuhyun berteriak memanggil dan menyuruh-nyuruh pembantunya. Tapi Yoochun dapat tanggapan baik, beda dengan Kibum yang tak pernah didengar Kyuhyun. Jangan-jangan memang benar kalau Yoochun punya ilmu tertentu. Percaya tak percaya saja, tapi selama ini Yoochun mudah sekali menahklukkan orang. Beruntung Yoochun dipihak baik, kalau jahat, bisa jadi Kyuhyun atau Changmin diembat juga.

"Chunnie baby, kau mau minum apa?", tanya Ryeowook sambil tersenyum imut. Sungmin juga tersenyum, entah imut atau tidak yang penting ikutan. "Aku akan ambilkan untukmu!"

"Aku akan tanya ahjumma, mungkin dia punya biskuit atau snack. Aku akan bawakan untukmu juga!", tawar Sungmin ikut-ikutan baik ke Yoochun.

"Apapun, asal kalian tidak merasa repot"

"Tentu saja tidak!", jawab Ryeowook dan Sungmin bersamaan.

Keduanya segera pergi juga, menyisakan Yunho dan Kibum yang cuma berkedip satu sama lain seolah bertanya jawab soal barusan. Ini tidak adil, Kibum dan Yunho duduk sedari tadi dengan Kyuhyun cs, tapi keberadaan mereka diabaikan. Nah Yoochun yang baru sampai rumah ditawari macam-macam. Kalau soal Yoochun yang selalu dapat perhatian dari orang, itu sudah biasa. Kibum dan Yunho tak iri lagi. Tapi kalau Yoochun dapat perhatian dari Kyuhyun dan Changmin, mereka jadi iri kembali.

Kyuhyun dan Changmin kembali dengan menyeret masing masing satu koper. Ryeowook datang dengan membawa nampan berisikan lima gelas susu coklat panas. Sedangkan Sungmin datang membawa dua toples biskuit. Lalu dia kembali lagi ke dapur dan datang membawa dua toples keripik. Dia masih kembali lagi ke dapaur dan datang dengan nampan besar berisi lima piring puding. Susu cuma lima, pudingpun juga lima, apa Yunho dan Kibum dianggap mahkluk kasat mata disini? Walau sebenarnya mereka tak suka susu ataupun puding, paling tidak mereka dibawakan juga. Tanda saja, kalau keberadaan mereka diakui.

"Tom Yum!", kata Kyuhyun membaca satu karton besar yang baru dikeluarkannya dari koper. "Yesung hyung untuk apa membelikanku mie instan sebegini banyak?", protes Kyuhyun kemudian melempar karton berisi mie instan ke arah jauh.

"Jangan dibuang, Kyu. Nanti aku bawa pulang saja". Tahu isi karton itu makanan, langsung saja Changmin menandai karton mie itu dengan namanya.

"Apa ini celana dalam?", tanya Sungmin yang membolak balik sebuah kotak. Depannya ada gambar badan lelaki dengan perut sixpack, coklat mengkilat dan menggunakan celana dalam saja.

Semuanya menoleh ke arah kotak yang pegang Sungmin. Itu memang celana dalam, tapi Kyuhyun, Changmin, Sungmin dan Ryeowook tak ada yang punya badan sebagus gambar di kotaknya. Jadi tak ada yang mau mengklaim benda itu, padahal Yesung membelikannya setengah lusin.

"Untukmu saja, Min!"

"Aku tak suka warnanya", ujar Sungmin. Alasan saja, padahal dia memang tak berminat dengan celana dalam itu. "Untuk Changmin saja!"

"Aku punya banyak celana dalam di rumah. Tidak usah lah", tolaknya juga. Alasan sebenarnya, karena Changmin berharap benda yang bisa dimakan, yang lainnya dia tak tertarik. "Wookie, itu bagianmu"

"Badanku kan kecil, mana pantas kalau memakai celana dalam itu". Nah ini jawaban paling jujur.

Kyuhyun mengambil alihnya kemudian. Menyerahkan dua kotak untuk Kibum, dua untuk Yunho dan dua lagi untuk Yoochun. Masalah celana dalam selesai. Menuju ke barang-barang berikutnya. Yesung membawakan barang yang hampir semuanya tak bermutu. Assesoris dari manik-manik untuk perempuan, tas-tas khas Thailand, mainan anak-anak dan masih banyak lagi barang yang berakhir jadi bahan lempar-lemparan oleh Kyuhyun. Yesung membelikan oleh-oleh tanpa berfikir dulu, si kepala besar itu pasti asal beli yang penting ada oleh-oleh dibawa pulang oleh Kyuhyun.

"Kadal Mesir". Kyuhyun memmbaca label disalah satu kotak yang baru diambilnya. Yoochun menghentikan menyuapkan puding kemulutnya lalu menoleh ke Kyuhyun. Yunho meletakkan gelasnya kemudian melongok juga pada Kyuhyun. Kibum pura-pura terbatuk, lalu berdehem sambil melirik ke arah Kyuhyun. "Hajar Jahanam". Kyuhyun membaca kotak lain di tangan kirinya. "Apa ini?"

"Yesung hyung kapan pergi ke Mesir?", tanya Ryeowook heran dengan asal muasal kadar dari mesir itu. "Siapa yang jahanam, Kyu?"

"Untuk apa kau diberi kadal jahanam, Kyu? Dari Mesir pula?", yang kali ini pertanyaan datang dari Sungmin.

"Apa itu kuliner khas Mesir? Aku mau coba, nanti biar ku bawa pulang!"

Yoochun mengambil alih dua kotak itu dari tangan Kyuhyun lalu memindahkannya ke sofa belakang ke tangan Kibum dan Yunho. Kibum dan Yunho kemudian menyembunyikannya diantara badan mereka.

"Kadal Mesir itu dilindungi karena hampir punah. Kalau ada orang membawanya, menjadikannya makanan atau apapun, apa itu baik?" Kyuhyun cs menggeleng serempak. "Lagi pula, kalau kalian menggunakannya siapa yang bisa menebak reaksinya? Kalau terjadi alergi pada kalian, itu lebih bahaya lagi. Kita akan menyimpannya, dan kalau memang berbahaya akan kita buang nanti!", kata Yoochun di angguki Kyuhyun cs lagi.

Kyuhyun cs kembali mengobrak abrik oleh-oleh Kyuhyun. Yoochun bergabung dengan Kibum dan Yunho. Rundingan soal dua barang barusan. Sekedar memastikan isinya, Yunho membukannya dan menemukan catatan kecil di kertas. Ditujukan pada Kibum.

'Kibum, ini oleh-oleh untukmu. Kupikir Kyuhyun itu tipe namja enerjik dan banyak polah, jadi mungkin ini bisa membantu. Aku tak bilang kau tak mungkin menguasainya di atas ranjang, tapi setidaknya dengan obat ini kau bisa memuaskannya berkali-kali lipat. Gunakan seperlunya, jangan aji pumpung lalu Kyuhyun sekarat setelah kau tiduri sampai kelewat batas. Ya sudah itu saja, harap Kyuhyun jangan sampai baca ini'

"Dia kira aku tak sanggup sendiri apa!", kata Kibum kesal setelah membaca surat barusan. Isi sudahnya jelas, jelas melecehkan Kibum dengan diberikannya obat itu padanya.

"Kalau kau tak mau, untukku saja", pinta Yoochun sambil meringis lebar.

"Aku tak bilang tak mau"

"Bagi dua!", pinta Yunho

"No no no, bagi tiga!", timbal Yoochun.

Oke. Ini pembicaraan pakar obat. Yoochun, Kibum dan Yunho sebenarnya tahu fungsi benda yang barusan didapatkannya. Kadal mesir, Hajar jahanam, itu dua dari berjuta juta jenis obat yang membantu memenangkan perang di atas ranjang. Yesung tahu saja kalau Kibum tak akan menolak pemberiannya itu. Kibum bisa menggunakannya dengan Kyuhyun, dan semoga tak gagal lagi. Yunho, akan disimpan dulu. Dia bisa tidur dengan banyak yeoja sebelum ini, tapi tidak dengan Changmin. Sebelum mereka menikah, Yunho janji tak akan menyentuh Changmin. Nah kalau Yoochun yang paling mudah mendapat pasangan. Dia bisa menggunakannya kapanpun, dimanapun, dengan siapapun sesuka hatinya. Tapi untuk kali ini, hatinya tak sedang suka seseorang. Nantilah kalau butuh baru digunakan, yang penting sudah punya.

Selesai membongkar koper oleh-oleh, Kyuhyun cs kembali main game. Eh, Yoochun yang main game melawan server sedangkan Kyuhyun cs menyemangatinya. Mereka bersorak sorak bergembira untuk Yoochun, tentu melupakan kehadiran Yunho dan Kibum lagi. Sampai malam, sampai satu persatu dari mereka tumbang karena kantuk. Ryeowook tertidur paling awal. Lalu Changmin memyusul tidur menyandar ke pundak Yoochun. Kemudian Sungmin dan terakhir Kyuhyun. Ya ampun, ini sudah kejadian kesekian dalam kurun waktu belum genap semalam, Yunho dan Kibum dibuat iri berkali kali dengan Yoochun. Dengan Yoochun, Kyuhyun yang biasanya merengek dulu sebelum tidur kini tidur tanpa sepatah katapun. Demikian juga Changmin yang sebelum tidur biasanya akan ngemil, kali ini tidur lebih nyaman dari biasanya. Ini semua gara-gara ada Yoochun.

"Chunnnie baby, ayo pulang!", ajak Changmin yang tiba-tiba terbangun merasa asing di rumah Kibum lalu minta pulang.

Yunho hendak protes tapi urung ketika melihat Changmin kembali terpuruk dipundak Yoochun. Changmin merangkulkan tangannya melingkari leher Yoochun sambil terus bergumam ingin pulang.

"Kibum, berikan mereka tempat untuk tidur!", perintah Yoochun sambil menunjuk Sungmin dan Ryeowook. "Angkat mereka, Yun!". Yunho mau menolak, tapi tak jadi lagi saat melihat Changmin menempel ke Yoochun.

Setelah memindahkan Sungmin dan Ryeowook ke kamar tamu, Yunho diijinkan menggendong Changmin oleh Yoochun. Bahagia sekali Yunho saat ini, walau setelah itu Changmin harus menginap di rumah Yoochun seperti perintah Hyemi, tapi Yunho diperbolehkan menginap dan menjagainya juga. Sebanarnya memang Yoochun teman yang baik, Yunho saja yang kebanyakan iri padanya. Tapi setelah ini Yunho akan berterima kasih pada Yoochun.

Kibum sendiri sudah memindahkan Kyuhyun ke kamarnya. Pulas sekali iblis itu tidur, sampai saat kepala Kyuhyun terantuk tepian pintupun dia tak terbangun. Tapi sesaat setelah diletakkan si ranjang, Kyuhyun mulai gelisah tidurnya. Dia mulai merengek dan memanggil manggil Kibum dalam tidurnya. Apa efek keberadaan Yoochun sudah mulai menghilang semenjak Yoochun pulang ya?

"Kibum!"

"Hn", jawab Kibum sambil meraih Kyuhyun kedalam pelukannya.

"Kibum, aku mengantuk!", rengeknya sambil meringik angin menangis tapi kemudian terdiam dan mendusal ke dada Kibum.

"Ayo cerita!"

"Kenapa kau bisa tidur nyenyak kalau ada Yoochun? Harusnya kau lakukan itu kalau ada aku. Aku ini suamimu, paham tidak!", tutur Kibum bak orang gila dilanda iri dengki pada sahabatnya sendiri.

"Kibum!"

"Hn"

"Aku mau tidur. Ayo cerita!"

"Ck!", decak Kibum kemudian merengkuh Kyuhyun lebih erat. Kibum mengecup kepala Kyuhyun dan menumpangkan kakinya di atas kaki Kyuhyun, biar hangat.

Memang tak ada gunanya bicara pada Kyuhyun di saat kesadaraannya mulai hilang ke alam mimpi. Boleh saja Kyuhyun menurut pada Yoochun, tapi suami Kyuhyun kan tetap Kibum. Besok, Kibum akan mengajak Kyuhyun menemui orang tua iblis itu. Setelahnya hubungan mereka akan lebih jelas. Dan Kibum akan menikahi Kyuhyun secepatnya.

"Kibum!"

"Hn"

"Aku mencintaimu!" Dan Kibum membalasnya dengan kecupan sekali, bi bibir.

To be continue

Thank and see you soon!