Contract with the Devil's Son

Chapter 34:

Screenplay's fanfiction

Kim Kibum

Cho Kyuhyun

Kim Heechul

Choi Siwon

Dll

Triple Lamaran

Kyuhyun menusuk nusuk pipi Kibum saat ini, tapi Kibum tak bangun juga. Sejak pagi, Kyuhyun memaksa Kibum menemaninya main game. Kyuhyun yang main dan Kibum duduk di sofa sambil membaca buku. Lama-kelamaan Kibum tertidur disitu. Kyuhyun sendiri masih memekik mekik histeris serta berteriak dan mengumpat tak karuan saat bermain game. Hingga akhirnya dia bosan. Tak ada teman main, tak ada yang menyemangatinya, lalu Kyuhyun berinisiatif memaksa Kibum main game bersamanya. Saat hendak meminta, dia mendapati Kibum tertidur.

"Kibum!", panggilnya lirih sambil menusuk pipi Kibum dengan telunjuknya. "Kibum!", ulangnya sambil menusuk hidung Kibum hingga bengkok ke samping. Kyuhyun terkikik pelan, kemudian mengulanginya lagi. "Kibum!", katanya lagi sambil menotokkan dua jarinya ke dahi Kibum. Kyuhyun memutar mutar jarinya di jidat Kibum kemudian tangannya ditampik oleh Kibum.

"Jangan ganggu!", pinta Kibum sambil merubah posisi membelakangi Kyuhyun dan tidur lagi.

"Kibum, bosan. Ayo main game bersama!", ajak Kyuhyun tapi tak ditanggapi Kibum. "Jangan tidur!", larang Kyuhyun sambil menggulingkan badan Kibum telentang. "Ayo main!", ajak Kyuhyun sambil menarik lengan Kibum agar mau duduk.

Ditarik Kyuhyun, Kibum bergeming. Badannya Kibum berat dan dia memang tak berniat bangun. Kibum gantian menarik Kyuhyun, menjatuhkan iblis itu ke sofa bersamanya. Kibum menarik tubuh Kyuhyun agar menempel kemudian melingkari pinggang Kyuhyun dengan lengannya.

"Ayo main game!", ajak Kyuhyun lagi, tapi dia sendiri menyamankan diri di pelukan Kibum. Kyuhyun mengecup pipi Kibum berkali-kali lalu sembunyi hampir di ketiak Kibum. "Kibum, aku akan ketempat Changmin sore ini"

"Tidak usah!", larang Kibum cepat-cepat. Kalau sampai Kyuhyun bersama Changmin, Kibum sudah pasti dilupaknya. "Sore ini kita ada acara"

"Acaramu, bukan acaraku"

"Jadi menemui orang tuamu itu bukan termasuk acaramu?" Kyuhyun langsung melebarkan mata kemudian memekik senang. "Aku tak jadi pergi kalau begitu"

"Iya iya, itu acaraku juga", katanya sambil mengerat ke badan Kibum. "Nanti kau akan bilang apa pada appa dan eomma-ku?"

Kibum juga masih bingung soal itu. Ketemu mertua untuk pertama kali, apa yang akan dibicarakan nanti? Masak iya dia mau melamar Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun sudah jadi istrinya sejak lama? Kalau dia bilang mereka sudah menikah tanpa persetujuan orang tua sebelumnya, lalu orang tua Kyuhyun marah dan minta mereka bercerai, Kibum bisa gila mendadak. Status mereka memang suami-istri, bahkan bukti-buktinya kuat. Kalaupun harus diendus detektif, ranjang-ranjang yang pernah Kibum dan Kyuhyun tempati itu menyimpan banyak bukti. Tapi masalahnya hubungan mereka belum sah secara hukum dan agama. Status suami-istri itu mereka sendiri yang buat, jadi Kibum masih merawa was was kalau tak segera dipatenkan.

"Aku akan menikahimu ulang!"

Kyuhyun melirik sekitar, setelah merasa aman tak ada ahjumma dan ahjussi Kyuhyun mulai bicara.

"Kau kan belum pernah menikahiku", kata Kyuhyun pelan. Terdengar amat menyedihkan, punya status suami-istri, berhungan suami-istri dan hidup sebagai suami-istri juga, tapi belum sah.

"Status kita sudah menikah. Badan kita juga sudah. Lalu yang terpenting hati kita juga sudah menikah. Cuma butuh diakui orang tuamu, lalu diakui agama dan negara"

Kyuhyun mengangguk, tahu artian kalimat Kibum. Intinya mereka saling mencintai, itu lebih dari pada cukup untuk membina rumah tangga yang sah.

"Kau cuma perlu membantuku menahklukkan orang tuamu!"

Kyuhyun mengangguk lagi. Soal orang tuanya, mudah dihandle. Apa yang tak bisa diminta Kyuhyun dari appa dan eomma-nya? Kalau meminta restu untuk menikah itu hal kecil. Kalau Kyuhyun minta uang jutaan dolar, nah itu baru sulit.

"Kibum, aku mencintaimu!", ucap Kyuhyun sambil merangkak naik ke tubuh Kibum. Kibum membantunya, menarik tubuh Kyuhyun hingga sejajar tengkurap di atas tubuhnya. "Aku mencintaimu, sungguh!", ulangnya sambil bersiap merebahkan kepalanya di dada Kibum.

Kibum menahan kepala Kyuhyun agar tetap tegak di depan mukanya. Kibum bilang, dia mencintai Kyuhyun juga, tapi tidak lewat kata kata. Caranya memandang Kyuhyun, menyatukan arah sepasang netranya ke iblis itu. Berbicara dari mata ke mata lalu berakhir dari mulut ke mulut, eh maksudnya dari bibir ke bibir. Kibum tak mengeluarkan sepatah katapun, tapi bibirnya yang bicara. Menyapa bibir Kyuhyun dengan menekan tengkuk iblis itu dan menyatukan bibir mereka.

"Eh, kalian sedang apa?", Ryeowook memekik di samping sofa mereka.

Tampilannya yang memakai celemek, tangannya dibalut sarung tangan anti panas dan membawa nampan berisi kue-kue. Ryeowook baru saja selesai membuat cookies. Dia mau Kyuhyun mencoba hasil usahanya sedari tadi. Waktu di Thailand Ryeowook punya waktu senggang saat ditinggal sendirian oleh Yesung. Daripada bengong, dia membuat cookies di dapur rumah sewaannya itu. Resepnya seperti yang pernah diajarkan eomma dulu. Dan saat jadi, Yesung kebetulan juga pulang. Dia mencobanya lalu mengusulkan pada Ryeowook untuk membuat usaha cakes n cookies. Soal dana, Yesung juga menawarkan diri memberikan dananya. Maka dari itu, dimanapun ketemu dapur, Ryeowook selalu memyempatkan diri membuat satu dua jenis cookies.

Walau tadi Kibum bilang sore ini mereka akan menemui orang tua Kyuhyun, tapi sebenarnya Kibum tak pernah siap untuk hal itu. Dia tak pernah membayangkan menemui mertua sampai detik ini. Kibum tak punya pengalaman beramah tamah dengan orang tua, kecuali dalam hal bisnis. Dia sanksi untuk bisa bercakap dengan lancar di depan orang tua Kyuhyun nanti.

Itu tadi alasan Kibum memulai bermesraan dengan Kyuhyun. Kalau instingnya tepat kali ini, Kibum dan Kyuhyun sudah lama tidak melakukannya. Terakhir beberapa hari yang lalu, mungkin minggu lalu atau bulan lalu, jadi insting Kibum bilang kalau Kyuhyun juga pasti membutuhkannya. Kalau Kibum berhasil menarik Kyuhyun ke suasana romantis, membawanya ke kamar, menidurinya seperti sebelum sebelumnya menghabiskan sore ini sampai besok, otomatis jadwal bertemu mertua akan mundur. Tapi gagal lagi. Ciuman saja baru tahap menempel lalu gagal karena mahkluk imut berlebihan hampir mirip jerapah menginterupsi ciumannya. Sepertinya ada kutukan di rumah ini, atau karena Kibum belum dapat restu dari orangtua Kyuhyun?

"Wookie, kenapa kau disini?", Kyuhyun memekik balik sedangkan Ryeowook celingukan bingung. Bukankah memang dari kemarin dia disini? Menginap disini bersama Sungmin, tapi Sungmin pulang pagi-pagi karena harus kembali bekerja dan kenapa Kyuhyun tak tahu?

"Aku membuat cookies, ayo coba!", katanya tanpa rasa bersalah meletakkan nampan penuh cookies di meja. "Ini chocochip cookies, vanilla dan susu", terangnya sambil menunjuk satu persatu deretan cookies beda warna itu. "Aku akan membuka toko kue dan cookies, jadi harus belajar membuat cookies dari sekarang!", katanya sambil tersenyum imut. "Kibumie, ahjumma bilang kau suka kopi. Aku sedang membuat cookies rasa kopi rendah lemak untukmu. Tunggu cookiesnya kering, nanti aku bawakan untukmu". Terdengar suara 'Cting' dari arah dapur, tandanya ovennya sudah mati. Cookies kopi sudah harus dicek. "Ha, sudah matang. Akan ku cek dulu. Kyu, kau coba yang ini dan aku akan ambilkan minum untuk kalian", katanya sambil terus tersenyum lalu melenggang ke dapur.

julie khoyul

"Yaboseo!", sapa Yoochun pada nomor asing yang menghubunginya. "Oh, Kibum. Kau tukar nomor telepon? Nomor siapa ini?" Yoochun mengangguk setelah dijelaskan.

Kibum memakai Hp Kyuhyun, sedangkan Hp-nya dipake Kyuhyun untuk main game. Kan Kyuhyun lupa bawa PSP, jadi main game lewat HP. Kalau main game boros batrei, makanya Kyuhyun pakai Hp-nya Kibum biar Hp-nya sendiri awet.

Sebelum berangkat ke rumah orang tua Kyuhyun, mereka pergi ke pusat perbelanjaan dulu, membeli oleh-oleh untuk mertua. Dan Kibum menelepon Yoochun sebentar, minta saran agar nantinya bisa menahklukkan hati mertuanya seperti dia menahklukkan hati anaknya. Tapi kalau Yoochun tak sibuk saat ini, Kibum berniat sekalian mengajaknya. Mengajak Yoochun sama artinya memecahkan masalah. Kibum yakin kalau Yoochun bisa membantunya meraih simpati orangtua Kyuhyun, meski resiko mengajak Yoochun sama dengan rahasianya terbongkar. Kibum menikahi Kyuhyun tapi belum minta restu orang tuanya, begitu isi penjelasan singkatnya pada Yoochun.

"Hahahahahahahaha!", tawa Yoochun yang mendapat decakan berkali kali dari Kibum. "Kau ini ada-ada saja. Apa alasanmu menikahi Kyuhyun waktu itu? Jangan bilang karena cinta, aku kenal siapa kau". Yoochun tertawa tawa lagi, mengabaikan Kibum yang menyangkal kesana kemari dari ujung telepon. "Kau apa tadi? Kau benar benar tak pandai berbohong. Biar kutebak. Kau menidurinya, lalu kau diminta bertanggung jawab, setelah itu kau menikahinya, hidup bersamanya dan mencintainya, begitu? Terlalu sederhana"

Yoochun sebenarnya sudah rapi sekali. Dia punya acara yang kurang lebih sama dengan permintaan Kibum tadi, dan ini permintaan temannya yang satunya, Yunho. Yunho sudah tak tahan berlama-lama jauh dari Changmin. Baru semalam dia bisa menemani Changmin tidur, paginya dia sudah mendapati Hyemi melotot di depan pintu rumah Yoochun. Yeoja itu menyeret Changmin pergi walau Changmin masih terkantuk-kantuk baru bangun tidur. Yunho harus gigit jari lagi sepanjang hari ini. Dan akhirnya, beberapa jam yang lalu namja tampan itu memutuskan datang ke rumah orangtua Changmin, melamar anaknya, menikahinya dan memboyong Changmin ke rumahnya. Bukankah kedudukan orang tua itu lebih tinggi dari pada seorang kakak, kalau Yunho bisa menahklukan hati orangtua Changmin, hadangan Hyemi tak ada artinya lagi. Tapi nyalinya Yunho hanya sebatas rencana, dan ujung-ujungnya dia meminta bantuan Yoochun juga. Dia memohon dengan sangat untuk bantuan Yoochun, bahkan dia rela membagi separuh hartanya kepada Yoochun kalau temannya itu mau membantunya.

"Ya sudah, tak perlu kau jelaskan lagi. Yang penting kalian saling mencintai itu sudah cukup. Terus terang saja pada orang tuanya, minta maaf dan melamarlah secara baik-baik. Oh ya, berusahalah tersenyum didepan mertua!", tutur Yoochun bak penasihat. "Aku? Aku tak bisa ikut denganmu, ada janji dengan Yunho!", katanya santai. "Tidak bisa juga. Masalahnya, Yunho juga akan melakukan perjuangan yang sama denganmu saat ini. Posisimu sudah bagus, mau tak mau kau sudah menikahi Kyuhyun, orang tua Kyuhyun pasti menerimamu. Kalau Yunho, dia belum ada status apapun dengan Changmin, dia harus memulai dari awal. Ini sedikit lebih sulit, jadi aku harus menemaninya dulu!"

Kibum berhenti bicara, begitu juga Yoochun menunggu tanggapan Kibum. Hampir beberapa detik dan Kibum memulai lagi. Dari arah sana, suara Kibum sedikit mengecil, ada rasa khawatir saat membicarakan yang kali ini. Kibum sedikit takut membayangkannya, makanya dia utarakan pada Yoochun agar diberi solusi.

"Hahahahahahahahahahaha!" Kibum khawatir dan Yoochun tertawa terpingkal. "Aku tak mau tanya seberapa besar cintamu pada Kyuhyun, tapi aku mau tanya sejak kapan kau menjadi semelow ini? Kau takut kalau orangtua Kyuhyun menyuruh kalian bercerai? Ya ampun, kau Kibum yang ku kenal itu atau Kibum yang lain?" Yoochun terpingkal kembali. Pasal, ada manusie es yang khawatir ancaman perceraian dari mertua, padahal bertemu mertua saja belum. Kibum berfikir terlalu jauh ke arah negatif. Apa itu karena Kyuhyun? Apa karena cinta? "Kalau kalian saling mencintai, tidak akan tega orang tua Kyuhyun menyuruh kalian bercerai. Orang tua itu, selalu setuju apapun permintaan anak asal anaknya bahagia. Lagi pula orang tua mana yang akan menolakmu. Kau tampan, pintar dan kaya, apa kurangnya kau?"

Kibum mulai optimis atas motivasi Yoochun. Temannya satu itu selalu mampu membuat segala hal menjadi lurus. Seperti sekarang, pemikiran Kibum yang ciut dan kusut soal mertua diluruskan dengan mudah oleh Yoochun. Saat ini Kibum yakin pertemuan dengan mertuanya akan berjalan lancar.

"Eh, aku lupa kau punya kekurangan" Kibum hampir memaki Yoochun karena barusan sudah optimis, sekarang mentalnya down lagi. Apa kekurangan seorang Kim Kibum? Di mana letak kekurangan itu? "Kau itu manusia es, muka datar, tak mau tahu urusan orang dan tak pantai beramah tamah dengan sesama. Kalau kau salah pasang tampang pada mertua, salah bertutur kata dihadapan mereka, bisa jadi perceraian yang kau takutnya jadi kenyataan" Kibum langsung mengumpat keras dibalik telepon. Yoochun tertawa lagi sepanjang-panjangnya sampai perutnya sakit. Bisa saja, manusie es takut berpisah dengan anak setan.

Kibum tak mau tahu setelah itu. Yoochun harus ikut dengannya menemui mertuanya. Ini sifatnya memaksa. Kalau Yoochun tak mau membantunya berarti dia tak jadi menemui mertuanya, atau tak akan pernah pergi ke sana. Yoochun muram, berniat mengoda Kibum siapa sangka temannya itu benar-benar takut berpisah dengan istrinya. Manusia es itu benar-benar telah mendapatkan tambatan hatinya ternyata, tapi masalahnya Yoochun harus ikut siapa? Ikut Kibum lalu Yunho stres karena tak jadi melamar Changmin atau ikut Yunho tapi Kibum stres menghadapi ancaman perceraian?

"Kau tanya Kyuhyun, apa rumahnya dekat dengan rumah Changmin?" Yoochun segera mendapat jawaban, karena Kibum sepertinya terburu-buru juga. "Kebetulan sekali kalau rumah mereka dekat. Aku akan menemanimu nanti. Begini, kau berangkat dulu lalu aku dan Yunho akan menyusul". Terdengar protes lagi dari Kibum, tapi Yoochun mendengus saja. "Aku pasti datang, kau tak percaya sekali padaku. Kalau tak berani masuk rumah Kyuhyun, tunggu sampai aku datang baru kita masuk sama-sama"

Bel pintu rumah Yoochun berbunyi, itu sudah pasti Yunho. Dan kedatangan Yunho mengawali sorenya Yoochun sebagai wali kedua temannya yang akan melamar kekasihnya.

"Kibum, kututup telponnya. Aku akan bersiap dan berangkat sekarang juga!"

"Chun, apa ini cukup?", tanya Yunho yang sudah berdiri di depannya dengan muka cemas.

Baru saja Yoochun menutup telepon dari Kibum yang khawatir soal mertua. Sekarang Yunho sama juga. Namja tampan itu berdiri di depannya dengan tubuh sedikit gemetaran. Mukanya pucat dan berkeringat, seperti orang sakit. Suhu badannya normal tapi gerak badannya memprihatinkan. Yunho demam bertemu calon mertua.

"Kau sudah rapi, tampan seperti biasanya. Mungkin cuma perlu pakai bedak dan blush on, biar keringat dan muka pucatmu tertutupi"

"Chun, jangan bercanda. Aku serius!", bentak Yunho. "Aku grogi!", katanya lagi sambil mengambil nafas panjang-panjang dan menghembuskannya perlahan. "Jangan tertawa!"

"Aku tidak tertawa"

"Itu tadi kau mau tertawa!", tunjuk Yunho pada muka Yoochun.

Ya ampun, kedua teman Yoochun out of character cuma karena akan bertemu mertua.

"Aku cuma tersenyum!", sangkal Yoochun sambil berdiri dari sofanya. "Ayo berangkat sekarang saja. Lebih cepat diselesaikan akan lebih baik. Kau tak ingin segera memboyong Changmin ke rumahmu apa?", kata Yoochun sambil berjalan terlebih dahulu.

Yunho baru datang, setidaknya disuruh duduk sebentar, diberi minum dan diberi waktu untuk menata hati sebelum bertemu calon mertua. Yoochun main pergi saja, Yunho kan belum begitu siap.

"Chun!", panggilnya sambil mengekor dibelakang Yoochun. "Katakan yang jujur, apa yang perlu kutambahkan sebelum kita bertemu mereka?"

"Tambahkan saja uang ke rekeningku!", jawab Yoochun sambil mengindahkan Yunho yang menggerutu tapi terus menguntitnya.

julie khoyul

Kibum menunggu Yoochun di lima gang jauhnya dari area perumahan Kyuhyun tinggal. Kyuhyun memaksa Kibum segera sampai ke rumahnya, tapi Kibum bergeming. Dia tak bilang kalau sedang menunggu Yoochun dan Yunho. Kibum cuma bilang menunggu waktu yang tepat, dan waktu yang tepat itu ketika bala bantuannya datang. Kibum, sudah memikirkan keseluruhan hal yang akan diucapakannya di hadapan mertua nanti, tapi dia tidak menemukan cara kalau Kibum dan Kyuhyun benar-benar disuruh bercerai. Hanya Yoochun harapan Kibum, jadi kehadiran playboy yang selalu menolak dianggap demikian itu sangat penting.

Kyuhyun senang bukan kepalang saat tahu kalau Yoochun dan Yunho ikut kerumahnya. Kesannya, acara lamarannya ada saksi. Bahkan dia meminta menumpang mobil Yoochun sampai rumahnya, sayangnya Kibum menolak sampai harus membentak dan diakhiri tawa Yoochun pertanda mengejek. Yoochun tahu kalau manusia es itu sedang dalam mode sensitif, kalut dan takut menghadapi mertua. Padahal kalau menurut Yoochun, siapapun yang dihadapi asal tak berbuat jahat semua akan berjalan lancar. Tapi pemikiran Kibum dan Yunho jauh dari itu semua, khususnya saat ini.

Keluarga Kyuhyun tinggal di kalangan perumahan sederhana. Rumahnya minimalis tapi lumayan bagus. Kyuhyun sendiri dari kalangan keluarga menengah, jelas masalah harta mereka tak ada apa-apanya dengan Kibum cs yang kaya raya. Walau keluarga Kyuhyun tak kaya, tapi disini terdapat kekayaan lain yang tak didapat Kibum cs di kediaman mereka. Keluarga Kyuhyun kaya kebahagiaan. Saat Ke empatnya, Yoochun, Yunho, Kibum dan Kyuhyun sudah duduk di ruang tamu keluarga Cho, sampai sekarang nyonya rumah tak henti hentinya bercerita dan bertanya-tanya. Tersenyum dan tertawa sepanjang percakapan mereka.

"Appamu kenapa jam segini belum pulang ya, Kyu?", tanya eommanya pura-pura khawatir. Padahal tiap hari pulang telat juga tak pernah dibahas. Tapi kali ini kan lain. Kyuhyun pulang bawa teman-temannya. Begitu yang diketahui eomma-nya Kyuhyun. Yah, mereka belum sempat menyampaikan maksud. Pasalnya sedikit bicara ke arah sana, eomma Kyuhyun sudah nyerocos ke mana-mana. Pasrah lah, Kibus cs harus menunggu waktu. Demi dapat restu mertua, sementara jadi orang sabar tidak masalah.

"Eomma,", maunya Kyuhyun, dia saja bicara dulu pada eommanya. Nanti baru bicara lagi kalau appanya pulang. Tapi sebentar kemudian suara dua orang laki-laki mendekat ke arah mereka. Itu suara appa Kyuhyun dan tetangganya. "Itu, Appa!", seru Kyuhyun girang berbanding terbalik dengan Kibum yang mulai kehilangan nyali. Dan sepertinya, minta restu mertua lebih menegangkan dari pada minta persetujuan bisnis.

"Oh, ada tamu!", kata appa-nya Kyuhyun yang barusan masuk rumah dengan tetangganya itu.

"Appa, dari mana saja kau? Kita menunggumu hampir dua jam!", protes Kyuhyun yang hanya ditanggapi lambaian tangan oleh appa-nya.

"Oh, Mr. Park!'', sapa teman appa Kyuhyun itu sedikit terkejut.

"Eh, Tuan Shim. Kau tinggal di sekitar sini?", tanya Yoochun yang mengenali teman appa-nya Kyuhyun itu. Yoochun mengomandani teman-temannya berdiri dan memberi salam pada appa-nya Kyuhyun dan Tuan Shim.

Tuan Shim ini bekerja di kantor anak cabang perusahaan Yoochun. Jabatannya tidak terlalu tinggi. Dia seorang supervisor. Tapi karena kemarin Yoochun ada rapat di kantor cabang, kemudian secara tak sengaja bertemu dan berbincang sejenak makanya Yoochun mengenalinya. Tuan Cho sendiri juga bekerja di perusahaan yang sama. Posisinya bahkan lebih rendah dari Tuan Shim. Tuan Cho cuma pekerja biasa, yang bertemu bos besarnyapun baru kali ini.

"Mr. Park, Cho ini teman saya. Dia juga bekerja di perusahaan Anda"

"Benarkah? Wah maaf kalau aku tak bisa mengenali Tuan Cho. Tapi mulai sekarang bukannya kita saling kenal", kata Yoochun mulai berbasa basi. "Ini teman-temanku, Kim Kibum dan Jung Yunho!" Mereka menyapa satu sama lain kemudian perbincangan dilanjutkan setelah sama-sama duduk.

Semua berjalan lancar awalnya. Berbincang kesana kemari tentang pekerjaan dan segala macam bisnis. Tuan Cho dan Tuan Shim juga sangat senang bisa mengenal Kibum dan Yunho. Mendapat kesempatan berbincang dengan anak-anak muda hebat macam mereka adalah suatu kesempatan bagus, apalagi ketiga jutawan muda itu mengenal Kyuhyun. Bisa jadi suatu saat Kyuhyun ditarik kedunia bisnis mereka, kemudian jadi orang kaya juga. Atau mereka sendiri dapat promosi kenaikan jabatan di kantor.

Percakapan hampir sejam dan Kyuhyun mulai hilang kesabar. Niatannya datang untuk memberitahuan hubungannya dengan Kibum, bukan untuk membahas bisnis dan pekerjaan yang sebenarnya appa-nya dan Tuan Shim kebanyakan tak paham kalau Yoochun menjawab pertanyaan mereka. Appa-nya bukan orang jenius, Tuan Shim juga. Dua orang yang berteman hampir selama hidup mereka itu sok tahu sekali soal bisnis, padahal aji pumpung saja karena bos mereka ada disini. Cih, Kyuhyun malas mendengar mereka.

"Appa, kami kemari ada maksud. Jangan membicarakan hal yang kau sendiri tak tahu", protes Kyuhyun tak sopan. Yoochun tersenyum saja, sedangkan Kibum sudah mencekali tangan Kyuhyun. Kibum menyatukan jemari mereka, meremat tangan iblis itu agar paham kesopanan harus diutamakan kali ini. Tapi untungnya tak ada tanggapan apapun dari Appa, eomma dan Tuan Shim sendiri, seperti sudah terbiasa mendengar hal-hal berbau kurang ajar dari anaknya.

"Jadi apa gerangan yang membuat Mr. Park dan kawan-kawan datang kemari?" Tuan Cho berharap sekali kalau Yoochun dan teman-temannya benar benar mengajak Kyuhyun berbisnis atau apapun yang kiranya bisa menambah kemakmuran keluarga.

"Karena kita sudah berada disini sedari dua jam yang lalu, hampir tiga jam dengan percakapan barusan, kita langsung saja ke pokok masalah", kata Yoochun mewakili Kibum. "Begini Tuan Cho, teman saya akan menjelaskan..."

"Aku sudah menikah!", kata Kyuhyun menyerobot kalimat pembukaan dari Yoochun. "Aku sudah menikah, kita kemari minta restu kalian untuk melakukan pernikahan ulang", tambahnya ketika mendapati orang tuanya melongo.

Bukan mereka kaget karena berita yang dituturkan Kyuhyun begitu mendadak, tapi lebih kepada rasa heran. Siapa orang yang mau menikah dengan Kyuhyun? Semua orang di komplek perumahan ini sampai perumahan sebelah tahu sifat Kyuhyun serta Changmin. Dua namja hiperaktif yang sama sekali tak diminati orang untuk dinikahi. Pengecualian, janda genit dari gang sebelah yang begitu menggilai Changmin dan namja tambun terkaya di komplek ini yang selalu mengejar Kyuhyun.

"Menikah?", Yoochun membenarkan, tersenyum kemudian mengangguk dengan sopan. "Benarkah?" Kyuhyun membenarkan juga. Dia langsung merangkul lengan Kibum, menunjukkan siapa suaminya sekarang ini. "Shim, Kyuhyun sudah menikah. Aduh, aduh, bahagianya hatiku", katanya sambil bersalaman dan berpelukan dengam Tuan Shim. "Tentu saja, tentu aku setuju!"

"Eomma senang Kyu, akhirnya yang eomma khawatirkan selama ini tidak terjadi. Itu karena eomma sering berdoa agar kau bisa dapat jodoh yang baik. Mana menantuku, kemari aku mau memelukmu!", kata eomma-nya Kyuhyun sambil berdiri dengan suaminya.

Kyuhyum senang sekali pernikahannya direstui. Walau sebenarnya dengan siapapun Kyuhyun menikah tetap direstui orang tuanya, paling tidak untuk saat ini Kyuhyun bisa berbangga di depan kedua orang tuanya bahwa dia bisa membawa menantu yang jauh lebih keren dari namja tambun yang mengejarnya. Kibum juga merasa lega, karena tanpa banyak bicara orang tua Kyuhyun menerima hubungan mereka. Dan ternyata ketakutan soal perceraian itu tidak ada gunanya.

"Oh, selamat datang di keluarga kami, Mr. Park. Eh, bagaimana kalau kupanggil menantu saja!", kata Appa-nya Kyuhyun sambil menjabat tanga Yoochun.

Dan sepertinya ada yang tak beres.

Eomma Kyuhyun maju beberapa langkah, meski terhalang meja dia berusaha menarik Yoochun berdiri. Nyonya Cho merangkul haru sambil terus mengumamkan kata 'menantuku'. Dia terlihat bahagia, dikarenakan Kyuhyun yang diprediksi sulit dapat jodoh ternyata dinikahi namja setampan Yoochun. Pembisnis hebat dan kaya sekaligus bos di perusahaan suaminya bekerja. Apa lagi yang kurang?

Yoochun yang gantian melongo kali ini. Dia dikira yang menikahi Kyuhyun? Tuhan maha baik atau apa ya, sampai Yoochun selalu untung dibanyak hal? Tapi soal berhadapan dengan Kibum, rasanya sedikit ngeri. Kibum cuma mengerutkan dahi, selain itu tak tampak ekspresi apapun di wajahnya. Lain dengan hatinya, dia dongkol setengah mati. Yoochun lagi, Yoochun lagi. Bosan Kibum harus kalah terus soal urusan percintaan dengan temannya itu. Dalam pikirannya, Kibum mengumpat-umpat tak karuan dan memaki-maki Yoochun. Dia sebenarnya ingin teriak 'aku suaminya Kyuhyun, bukan dia', tapi apa boleh buat, itu bukan kebiasaan Kibum sama sekali.

Yang duduk berdempetan dengan Kyuhyun sedari tadi itu Kibum. Yang bergandengan tangan dari awal masuk rumah sampai saat inipun masih Kibum. Yang dirangkul dipeluk-peluk Kyuhyun beberapa saat lalu juga Kibum, tapi kenapa malah Yoochun yang diakui jadi menantu? Jengkel kan?

"Ya, Appa, Eomma, kaliam salah orang!", protes Kyuhyun lagi. "Aku tidak menikah dengan Chunnie baby!", bentak Kyuhyun pada orang tuanya. Dia kesal, appa dan eommanya salah mengenali orang.

"Bukan aku yang menikahi anak kalian", sangkal Yoochun. "Temanku ini. Kim Kibum!", katanya meluruskan kesalah pahaman ini. "Dia menantu kalian"

Eomma-nya seketika melepaskan Yoochun dari rangkulannya. Padahal kalau benar Yoochun menantunya jelas martabat keluarga naik beberapa tingkat. Mereka juga sangat setuju kalau Yoochun jadi menantunya, ternyata bukan. Tapi kalau Kibum temannya Yoochun, dia pembisnis juga, orang kaya juga. Kibum juga tampan, tak masalah siapapun menantunya asal Kyuhyun hidup bahagia. Mau tiga namja ini menikahi Kyuhyun, orang tua Kyuhyun tak akan melarang. Yang penting bahagia.

"Teman Mr. Park, kan? Selamat datang di keluarga kami!", kata Tuan Cho sambil menjabat tangan Kibum. Bersikap ramah persis seperti yang dilakukannya pada Yoochun tadi. Tapi sayangnya Kibum sudah tak tertarik. Dia terlanjur kesal pada keadaan sebelumnya hingga dia cuma membalas perkataan Tuan Cho seadanya saja.

Eomma Kyuhyun juga merangkul Kibum. Menyambut Kibum sebagai menantunya dengan sangat gembira. Kibum masih menanggapinya dengan ekspresi sama seperti pada Tuan Cho. Entah bagaimana bisa atau Eomma-nya Kyuhyun adalah wanita, seorang ibu yang selalu peka terhadap suasana hati anak-anaknya, eomma Kyuhyun tahu ada yang salah dengan Kibum. Wanita itu merangkul Kibum lebih lama, membisikkan kata maaf atas kesalahan tadi serta berterima kasih telah sudi menerima anaknya sebagai istri. Hingga Kibum luluh, mengangguk dan kemudian berterima kasih kembali atas restu yang mereka berikan.

Tadinya Yunho ingin tertawa selebar-lebarnya mendapati kesalah pahaman di depannya ini. Tapi dia segera mengenyahkan keinginan barusan. Posisi Kibum dan Kyuhyun bagus, sudah menikah, meski terjadi kesalah pahaman hasil akhirnya tetap Kibum suaminya Kyuhyun. Kalau setelah ini appa-nya Changmin salah paham juga padanya dan Yoochun, bisa-bisa dikira Yoochun yang melamar lalu dinikahkan dengan Changmin dan dia harus gigit jari untuk kesekian kalinya. Oh, mimpi buruk itu jangan sampai kejadian.

"Aku ikut merasa bahagia karena Kyuhyun ternyata sudah menikah. Jadi Mr. Park sendiri belum punya pasangan ternyata", tutur Tuan Shim menyambut kekeliruan tadi dengan tawa kecil. "Mr. Park, sebenarnya saya juga punya seorang putra. Dia tampan sekali dan pintar pula. Dia lulusan terbaik di Universitasnya tahun kemarin. Kalau mungkin Mr. Park berkenan untuk mengenalnya, hari ini dia akan pulang. Rumah saya depan situ saja kalau Mr. Park besedia mampir!", kata Tuan Shim mencari celah menjodohkan anaknya dengan Yoochun.

Yoochun tertawa kecil juga. Dia mengangguk saja sekedar basa basi.

"Mr. Park. Saya juga punya satu lagi anak. Putri saya, kakaknya Kyuhyun, dia yeoja yang sangat cantik, baik hati, keibuan dan sangat mandiri. Sore ini dia juga pulang. Saya bisa perkenalkan dia kalau Mr. Park tak terburu-buru"

Tuan Shim merenguti sahabatnya. Aksi saling jodoh menjodohkan dengan Yoochun berlangsung sedemikian ruwet. Selain Yoochun, semua orang yang ada disitu dilupakan oleh dua appa itu. Agaknya Yoochunlah yang paling berharga disini.

"Shim appa, Changmin sukanya dengan Jung Yunho. Jangan main jodohkan orang begitu!", celetuh Kyuhyun yang tahu benar sahabatnya itu tak mungkin mau dijodohkan meski itu dengan Yoochun sekalipun. Kyuhyun sayang Yoochun, begitu juga Changmin, tapi kalau soal cinta Kyuhyun memilih Kibum dan Kyuhyun rasa Changmin pilih Yunho.

"Kau ini sok tahu. Mana Changmin pernah dekat dengan orang lain selain kau? Lagi pula siapa itu Jung Yunho?"

Yunho memucat dan grogi di dudukannya. Barusan sekitar satu jam yang lalu mereka sudah berkenalan, tapi Tuan Shim lupa kalau Jung Yunho itu adalah namja yang sekarang duduk di depannya. Lagi pula kenapa bisa kebetulan sekali kalau Tuan Shim berada di sini, Tuan Shim itu appa-nya Changmin pula. Yunho bagaimana bisa tak tahu sedari tadi telah berhadapan dengan calon ayah mertua. Dan apa tadi? Changmin berusaha dijodohkan dengan Yoochun yang notabenenya adalah bos calon ayah mertua Yunho?

"Noona!", sebuah teriakan terdengar di luar rumah. Suaranya familiar, itu suara Changmin

"Apa? Pulang sana, temui orang tuamu dulu!", perintah seseorang yang jelasnya itu Hyemi. "Awas kau sampai kabur menemui kekasihmu itu diam-diam, ku cekik kau!", ancamnya pula.

"Tidak akan", balas Changmin. "Kau lihat itu. Itu mobil Chunnie baby. Yang satu lagi mobil Yunho ahjussi. Apa mereka disini ya?"

"Apa? Yang mana, yang mana mobil Yoochun? Wah rumahku tampak ramai, jangan-jangan Yoochun ke rumahku!", seru Hyemi girang.

Penghuni serta tamu yang duduk di ruang tamu keluarga Cho saling pandang. Tuan Cho tersenyum saja saat beradu pandang dengan Yoochun, dia sangat menyayangkan perkataan putrinya yang kasar pada Changmin. Padahal tadi Tuan Cho sudah bilang kalau putrinya baik dan keibuan.

Dilain sisi Yunho sudah mulai gerah. Changmin dan tentunya dengan Hyemi mendekat ke arah mereka. Melamar Changmin dihadapan Hyemi, sungguh kesempatan disetujuinya sangat kecil. Kemudian pundak Yunho ditepuk pelan oleh Yoochun. Yoochun tersenyum sebentar kemudian mengangguk bahwa semua akan lancar.

"Chunnie baby!", teriak Changmin setelah masuk ke ruang tamu. "Hah, benarkan kataku, ada Yunho ahjussi juga. Ada Kibum ahjussi dan Kyuhyun juga. Ada apa kalian berkumpul disini?" Changmin mengamati semua orang yang ada disitu, dan saat pandangannya jatuh pada Yunho dia bisa tersenyum lembut. Itu Yunho ahjussinya Changmin. Senang sekali bisa melihatnya, dan ingin sekali Changmin memeluknnya, tapi kan appanya ada disini. Hyemi juga berdiri di sebelahnya. Changmin jadi tak punya kesempatan berpelukan dengan Yunho.

Hyemi dan Changmin ikut bergabung. Tampang galak Hyemi sudah disingkirkan dari mukanya, tapi masih melotot tajam pada Changmin saat adiknya itu ingin mengambil tempat di sebelah Yunho. Hyemi menyeretnya ke tempat lain. Kemudian yeoja cantik itu memicing kearah adik satunya lagi. Kyuhyun menggelendot bermanja manja di lengan seorang namja yang tak dikenal Hyemi. Dia ingin memelototi Kyuhyun tapi urung ketika Yoochun mulai bicara.

"Karena aku kira semua sudah berkumpul, aku akan perjelas maksud kedatangan kami kemari. Kami bertiga telah mengenal anak-anak kalian. Kibum, teman saya ini telah menikahi Kyuhyun tanpa terlebih dahulu meminta restu dari kelurga Cho, kami mohon maaf soal itu"

Hyemi sudah mengeram dan melotot ke arah Kyuhyun dan Kibum, tapi Kibum tak melihat ke arah Hyemi. Kyuhyun sendiri cuma meringis kearah Noona-nya, kemudian kembali bermanja manja pada lengan Kibum.

"Kibum datang kemari untuk melamar secara sah dan mengadakan pernikahan ulang atas ijin kalian!"

Kibum menambahkan beberapa kalimat yang lebih terperinci soal keterpaksaan menikahi Kyuhyun sebelum ini tanpa meminta restu. Jelas semua hal dikarang oleh Kibum dan Kyuhyun sebelumnya, tapi tidak membawa bawa masalah ditiduri lalu bertanggung jawab. Kibum menjelaskan ada kesalah pahamam hingga mereka menikah lalu setelah tinggal bersama jadi saling cinta. Yah cuma begitu simple tak masuk akal, tapi tiga orang tua disitu mengangguk saja.

"Dan Tuan Shim, lamaran berikutnya jatuh pada Changmin, putramu". Tuan Shim sudah tersenyum sumringah saat mendengar penuturan bosnya. Dia berharap bisa jadi mertua seorang bos macam Yoochun. "Memang tidak tepat melamar putramu di rumah orang lain, tapi mumpung semua berkumpul disini ku harap ini tak akan jadi soal. Seperti yang dikatakan Kyuhyun tadi, Changmin punya hubungan dengan Yunho". Ekspresi wajah Tuan Shim sama seperti ekspresi Tuan Cho saat tahu menantunya ternyata bukan Yoochun. "Ini temanku, Jung Yunho!"

Yunho tak begitu bagus bahasa melamarnya, yang penting inti lamarannya ditangkap oleh Tuan Shim. Untungnya Yunho juga seorang bos, pembisnis kaya dan sangat tampan hingga Tuan Shim tak kuasa menolak. Dia juga mempersilakan Yunho mampir kerumahnya nanti untuk mengenal eomma Changmin serta sanak keluarga lainnya.

Tiga orang tua sudah setuju saja, toh tak ada ruginya menerima lamaran mereka. Hyemi saja yang masih belum terima, seorang kakak bahkan tak diberitahu kalau adiknya menikah tanpa restu keluarga. Sekarang Changminpun dilamar Yunho sebelum dapat restu darinya. Keterlaluan kedua adiknya itu, sebagai kakak Hyemi merasa sangat tidak dihargai. Hyemi kesal sekali, sampai meremat tangan Changmin hingga Changmin meringis ringis kesakitan.

"Hye, keberatan kalau kau mendengarkanku sebentar?", tanya Yoochun yang langsung menyirnakan kemarahan Hyemi. Yeoja itu segera menggeleng dan tersenyum anggun. "Aku memang belum lama mengenal Hyemi, tapi kalau kalian perbolehkan aku melamarnya juga!"

"Ha?", teriak Kyuhyun dan Changmin bersamaan.

"Mau hidup denganku selamanya, Hye?". Hyemi tak bisa berkata-kata. Rejeki atau apa ini datangnya sangat tiba-tiba.

"Noona, kalau kau tak segera mengiyakan nanti Chunnie baby berubah pikiran. Kalau bukan Chunnie baby, tak akan ada namja mau denganmu. Kau akan jadi perawan tua kalau menolaknya!", Changmin ditempeleng Hyemi karena mengatainya. Mana Changmin berbicara dekat telinganya yang harusnya berbisik pelan tapi terdengar kesemua orang. Hyemi kan malu, tapi dia mau dengan Yoochun.

"Sepertinya akan sangat menyenangkan hidup denganmu, Chun", kata Hyemi sok puitis.

Yoochun selalu jadi penyeimbang diketidak stabilan Yunho dan Kibum. Dia layak dapat ucapan terima kasih setelah ini.

julie khoyul

"Seingatku kau punya vila tak jauh dari sini, Chun"

"Iya, tapi sedang direnovasi", jawab Yoochun tahu arti kata-kata Kibum barusan. Manusia itu sudah pasti mau mengapa-apakan Kyuhyun.

"Kau juga punya kan, Yun?"

"Sedang direnovasi juga", jawab Yunho tak ada alasan lain. Dia sedang iri dengan Kibum.

Setelah bahagia lamaran ketiganya diterima, cuma Kibum yang bisa merayakan keberhasilannya. Kibum sudah menikahi Kyuhyun seperti yang mereka tahu sebelumnya, ya kalau dua orang itu mau menghabiskan malam bersama jelas sudah sah. Tapi kan tidak adil untuk Yunho. Yunho belum bisa menyentuh Changmin sebelum dinikahinya. Dia terlanjur membuat sumpah konyol untuk tak menyentuh Changmin sebelum dinikahinya, sekarang dia menyesal telah bersumpah demikian. Kalau Yoochun sepertinya tak berminat kearah sana dengan Hyemi. Yoochun walau terkenal mudah kalau hanya mau meniduri orang, tapi dia sangat menjaga perasaan orang itu. Kelihatannya dia akan sangat menjaga Hyemi dengan baik.

"Apa ada hotel dekat sini?"

"Kibum, bisa kau tak membicarakan masalah isi celanamu untuk saat ini? Kalau bisa jangan tiduri Kyuhyun hari ini juga", kata Yunho yang mulai kesal dengan Kibum.

"Kenapa?", tanya Yoochun mewakili Kibum juga. "Kau iri?", Yunho menggeleng saja, tapi hatinya mengiyakan. "Kibum, hormati hati temanmu ini. Lakukan saja lain kali. Toh Kyuhyun sudah jadi milikmu"

"Aku cuma tanya vila dan hotel, bukan mau melakukan apa-apa. Aku cuma tidak mau menginap disini", terang Kibum jujur.

Yoochun tertawa melihat kesalah pahaman terjadi lagi. Mereka dipaksa menginap di rumah Kyuhyun dan Changmin, tapi mereka masih belum menjawab.

Mereka bertiga baru keluar dari rumah Tuan Shim. Yunho mengulang acara lamarannya di depan eomma-nya Changmin, semuanya lancar. Kemudian sekarang mereka ada di jalan dekat mobil-mobil mereka. Sedang rundingan, apa yang bisa mereka lakukan setelah ini.

"Kita pulang setelah ini, besok kita ada rapat penting?", ujar Yoochun sambil bersandar di body mobil Yunho.

"Rapat penting yang mana? Seingatku kita tidak ada kerja sama akhir-akhir ini!"

"Kita bekerja sama sekarang dan kita ada rapat besok. Terserah rapat yang mana asalkan penting"

Oh, cuma alasan untuk menolak ajakan menginap di rumah calon-calon mertua itu. Alasan masuk akal untuk tak bisa ditinggalkan.

"Setelah ini apa yang harus kita lakukan?", tanya Yunho sedikit tak rela kalau harus meninggalkan dunia pesta.

"Anggap saja kita seorang raja. Kita sudah memilih ratu, jadi lupakan saja selir-selir kita"

"Selirku adalah whisky, vodca dan sebangsanya. Aku tak bisa tinggalkan mereka!", ujar Kibum diangguki Yunho.

"Kalau tak bisa ditinggalkan ya dikurangi saja. Jangan terlalu sering bergumul dengan mereka"

"Akan ku coba!", kata Yunho.

"Hn!", dan ini Kibum.

"Chun, segera mantapkan hatimu dan nikahi Hyemi secepat mungkin. Kelangsungan hidupku dan Kibum ada ditanganmu!", pinta Yunho yang kali ini Kibum menganggukinya.

Perjanjiannya, Kibum boleh menikahi Kyuhyun ulang dan Yunho boleh menikahi Changmin setelah Yoochun dan Hyemi menikah. Ini sedikit sulit, jelas sekali Kibum dan Yunho tahu kalau Yoochun belum punya perasaan apapun pada yeoja itu. Mereka barusan berterima kasih soal bantuan Yoochun, kalau Yoochun tak melamar Hyemi juga kemungkinan lamaran Kibum dan Yunho akan ditangguhkan lebih lama lagi untuk menjaga perasaan yeoja itu. Yang lebih tua harus menikah lebih dulu menurut mereka.

"Tak perlu khawatir seperti itu. Ku usahakan secepatnya!", kata Yoochun sambil terkekeh.

"Kibum!", ketiganya menoleh pada Kyuhyun yang baru datang. "Kenapa kalian disini? Ayo masuk!"

"Kyu, kita pulang setelah ini", kata Kibum sambil mengandeng Kyuhyun masuk rumah dan diikuti kedua temannya.

"Kenapa tidak menginap?"

"Besok kita ada rapat besar sesama pembisnis. Rapat seperti ini menyimpan banyak kesempatan emas untuk berinterakai dengan pembisnis lain dan menjalin kerja sama". Kyuhyun mengangguk saja. Lagi pula, dimanapun Kibum tidur disitulah ada Kyuhyun. Jadi kalau Kibum tak bisa menginap, Kyuhyun juga tak menginap. "Kita berpamitan dulu lalu pulang!"

julie khoyul

"Kibum!"

"Hn"

Lebih dari tengah malam mereka sampai rumah. Mobil sudah masuk pelataran, tinggal turun dan masuk rumah tapi Kyuhyun menghentikan pergerakan Kibum.

"Ada apa?", tanya Kibum melihat Kyuhyun tak berkata apapun setelahnya.

"Terima kasih!", ucap Kyuhyun lirih. "Terima kasih mau menerimaku!", ulangnya sambil tersenyum sok manis. Tapi Kyuhyun tak pernah ada manis-manisnya dimata Kibum. Lalu kenapa Kibum mau menerima iblis sok manis itu?

"Ucapan terima kasih saja tak cukup! Kalau kau jadi Nyonya Kim sungguhan, penuhi kewajibanmu dan kau akan mendapat hakmu"

"Apa kewajibanku?"

"Tuan Kim ini punya nafsu yang besar, "

"Ya ya ya, aku tahu ujung permintaanmu. Aku lakukan tugasku dan kau lakukan tugasmu! Aku juga punya hak yang mau kutuntut darimu"

"Apa?"

"Kibum, katakan kau mencintaku!", perintah Kyuhyun kembali ke mode iblis suka memerintah.

"Kau sudah tahu, kenapa harus dikatakan lagi".

Kibum langsung beranjak dari mobilnya meninggalkan Kyuhyun yang berterik-teriak di dalam mobil. Tak ditanggapi, iblis itu menyusul keluar dan membuntuti Kibum masuk rumah.

"Aku punya hak mendengarnya. Kibum, katakan dulu!"

"Aku lelah, lain kali saja!"

"Kibummmmm!", rengeknya sambil mencekali lengan Kibum, melarang manusie es itu melangkah sebelum mengatakan cinta padanya. "AHJUMMAAAAAAA!"

"Jangan berteriak!", bentak Kibum. "Kebiasaanmu itu, hilangkan!"

"Katakan cinta dulu!", pinta Kyuhyun lagi, tapi Kibum cuma berdecak tanpa mau menuruti Kyuhyun. "AHJUSSIIIIIIII!"

Kibum membekap mulut Kyuhyun saat itu. Ahjumma dan ahjussi pasti terganggu tidurnya kalau Kyuhyun berteriak tengah malam begitu.

"Aku akan ada perjalanan bisnis ke Eropa sebentar lagi, kalau kau tak minta hal yang tidak-tidak, kau berhenti teriak-teriak, kupertimbangkan kau untuk ikut!"

Kyuhyun menyingkirkan tangan Kibum dari mulutnya. Tersenyum kegirangan membayangkan liburan ke Eropa seperti impiannya selama ini. Kyuhyun memeluk Kibum kemudian menyodorkan bibirnya minta di cium. Karena Kibum tak merespon, Kyuhyun sendiri yang memaju-majukan bibirnya ke bibir Kibum barulah manusie es itu tak menolak ajakan berciuman.

"Kibum, kau mencintaiku kan?"

"Hn", jawab Kibum disela-sela mengerayangi punggung Kyuhyun serta bibirnya mengecupi leher Kyuhyun.

Kibum kembali menempelkan bibir mereka. Seperti ciuman basah biasanya, melumat, mengigit, menyesap dan semua cara ciuman dipraktekkannya lagi. Lidah-lidah meraka saling memelintir, sampai keasyikan dan melupakan cara menahan air liur agar tidak menetes ke mana mana. Dagu Kyuhyun basah, sampai sederet saliva mengalir ke lehernya. Kibum menyesap dari ujung lelehan liur hingga kembali ke pangkalnya, ke bibir Kyuhyun lagi. Memulai lagi sampai tangan Kibum tiba-tiba gatal ingin merabai bagian bawah sana. Tangan Kibum kemudian berpindah ke pinggang Kyuhyun, bersiap menelusup dan mengerjai Mr. Cho kecil.

"HUAHHH!", teriak ahjussi terkaget, berjingkat, tersentak kemudian mengelus dada. Istrinya bersembunyi dibelakang ahjussi, karena sudah pasti Kyuhyun akan marah lagi pada mereka. Hah, lagi-lagi mereka diteriaki, dipanggil, kehadirannya hanya untuk menyaksikan kedua tuannya bercumbu.

"KALIAN MENGANGGU!", bentak Kyuhyun dongkol. "AKU BENCI KALIAN!", teriaknya marah persis seperti bayangan ahjumma barusan. Lagi, lagi dan lagi kejadian diinterupsi saat bermesraan dengan Kibum terulang. Kyuhyun menggerutu, memaki maki hal tak jelas dan kemudian berjalan cepat masuk kamarnya. Membanting pintu setelah berhasil masuk ke sana.

To be continue

Ini chap 34, dan ff ini end di chap 35

Akan ada ff baru lagi setelah ini.

Untuk momment DECEMBER CERIA KIHYUN.

Terima kasih