Contract with the Devil's Son

Chapter 35:

Screenplay's fanfiction:

Kim Kibum cs

Cho Kyuhyun cs

Rate: T+++

DECEMBER CERIA KIHYUN

Last Chaps for all of my lovely readers

Aku Sangat Mencintamu!

Dua hari ini Kyuhyun tak mau makan. Minum susu, makan es krim, minum susu lagi, lalu makan es krim lagi, cuma itu. Kalau sedang luluh saja dia mau mencomot biskuit yang ditinggalkan Ryeowook waktu itu. Selebihnya tak menyentuh makanan apapun. Kyuhyun hamil? Tidak. Dia namja dan namja tak bisa hamil, itu faktanya. Lalu alasan kenapa calon Nyonya Kim yang sah itu tak mau makan sama sekali padahal impiannya adalah membesarkan badan agar bisa mengalahkan suaminya?

Dimalam kepulangan mereka dari rumah orang tua, Kyuhyun menuntut haknya agar Kibum mengucapkan cinta padanya, saat itu Kibum menjanjikan perjalanan ke Eropa. Tiga hari yang lalu Kibum mengulanginya. Manusia es itu bilang bisnisnya di Eropa awal minggu besok. Padahal Kibum tak pernah ada bisnis sampai sejauh itu. Memang Kibum orang kaya, pembisnis hebat, tapi untuk ukuran Eropa bisnis Kibum belum menjamah benua itu. Kibum hanya pembisnis kecil sekitaran asia saja. Jauh dari Kangin yang bisnisnya merambah lima negara. Dan alasan bisnis itu sebenarnya cuma kedok. Dulu waktu Kibum memaksa Kyuhyun pulang dari Thailand, dia ingat Kyuhyun minta ganti liburan ke Eropa. Anggap saja ke Eropa kali ini ganti liburan gagal Kyuhyun di Thailand.

Dan kenapa dikatakan bisnis? Sebenarnya ini simple, mereka sudah dapat restu orang tua, sudah punya status suami-istri, sebentar lagi menikah sah, lalu? Lalu bulan madu. Mereka butuh bulan madu yang lebih privat walau mungkin tak bisa dikatakan romantis. Sudah berapa lama mereka tak melakukannya? Lama sekali. Dan setiap ada kesempatan bagus selalu berujung pada kegagalan. Maksud Kibum membawa Kyuhyun ke Eropa itu untuk bulan madu. Menyelesaikan hal yang selalu tertunda akhir-akhir ini. Dan kalau soal bisnis jadi alasan, itu karena Kibum jelas tak mungkin bilang 'Kyu, ayo bulan madu ke Eropa!'. Ini bukan gaya Kibum sekali. Jadi tidak salah kalau Kibum mengajak Kyuhyun ke Eropa untuk urusan bisnis, yang penting kan niatannya berduaan dengan Kyuhyun tidak terganggu.

Kyuhyun senang minta ampun setelah Kibum mengatakannya. Dia segera merangkul Kibum, menciumi Kibum walau manusia es itu menolak. Kyuhyun lalu meraih jurnal milik Kibum. Dia membuka jurnal itu asal, mencari lembar kosong disana dan menulis semua tempat yang akan dikunjunginya nanti. Dia melengkapinya dengan hal-hal yang ingin dilakukannya di Eropa. Hampir seharian Kyuhyun sibuk dengan tulis menulis dalam jurnal itu hingga tiba-tiba dia teringat Changmin. Kyuhyun menelepon sahabatnya itu, mengabarkan berita gembira liburannya ke Eropa minggu depan dan menceritakan banyak hal yang akan dilakukannya bersama Kibum disana.

Keesokan paginya Kyuhyun dapat telpon balik dari Changmin. Changmin mengabarkan hal mirip pada Kyuhyun. Dia juga akan ke Eropa bersama Yunho. Yunho akan minta Kibum supaya mereka bisa berangkat bersamaan. Kemarin setelah Kyuhyun pamer ke Changmin, Changmin lalu cerita ke Yunho dengan wajah memelas hingga Yunho menawarkan liburan ke Eropa juga. Lalu dengan tanpa sengaja Hyemi mendengar percakapan Changmin dan Yunho yang tentu keinginan Changmin pergi dengan Yunho ke tempat jauh tak disetujui yeoja itu. Satu satunya cara agar Hyemi menyetujui liburan mereka adalah dengan bantuan Yoochun. Dan berakhir Hyemi akan ikut ke Eropa juga dengan Yoochun.

Mendengar rencanana bulan madunya berantakan sebelum mulai, Kibum sudah tak mood lagi pergi ke Eropa. Mana ada bulan madu tiga pasang? Kibum cuma mau berdua dengan Kyuhyun tanpa ada manusia-manusia lain walau itu sahabat sahabatnya sekalipun. Dan saat itu juga Kibum membatalkan perjalanan bulan madu ke Eropa berkedok bisnisnya. Dan begitulah awal Kyuhyun ngambek sampai sekarang.

"Kyu, kau kenapa? Kau lebih kurus dari terakhir kali kulihat?", tanya Siwon yang baru duduk di sofa ruang tamu. Siwon datang berkunjung bersama Heechul, lebih tepatnya Siwon mengantar Heechul ke sini. Menyampaikan undangan pernikahan katanya.

"Tidak apa-apa", jawabnya ketus.

Heechul menggeledah tasnya, mengeluarkan segepok undangan lalu memeriksa nama-nama disana. Heechul mengambil satu yang segera di sodorkan pada Kyuhyun. Dan dia memaksakan Kyuhyun mengambilnya saat ibis itu tak berniat menyambut undangan darinya.

SUNGMIN WEDS HANGKYUNG

"Ku kira kalian yang akan menikah", katanya masih dengan nada kesal.

"Doakan saja kita segera menyusul", kata Siwon tersenyum sebentar, kemudian kembali memasang wajah datar. Dia baru ingat dia itu orang lempeng, tapi kalau mendengar namanya dihubung hubungan dengam Heechul, lalu pernikahan, bawaannya ingin tersenyum terus. Seakan jadwal pernikahannya dengan namja cantik mempesona itu sudah di depan mata.

"Nanti. Kita masih punya banyak hal untuk diurus", kata Heechul sekenanya. Dan inilah masalah Siwon. Masih sedikit susah menahklukkan siluman mantan trinee-nya ini. Tapi Siwon yakin kalau Heechul memang mencintainya, cuma butuh waktu untuk mensinkronkan hati, pikiran dan perkataannya. Siwon akan sabar menunggu waktu itu tiba. "Ngomong-ngomong, Kibum kemana?"

"Tidak tahu", jawab Kyuhyun mulai kesal lagi.

"Kau bertengkar dengannya?" Kyuhyun diam saja yang jelas tandanya mengiyakan. "Terserah kau lah", kata Heechul akhirnya.

Ahjumma datang membawa nampan berisi minuman dan setoples biskuit buatan Ryeowook. Yeoja paruh baya itu cuma sebentar saja berada disitu, dia segera undur diri setelah proses hidang selesai.

"Aku yakin kau sedang malas bertemu Kibum".

Iya Kyuhyun malas bertemu Kibum. Pagi tadi dia mengutarakan kejengkelannya itu. Dia bilang malas bertatap muka dengan Kibum. Dia sedang merajuk hebat pada manusia es yang dengan seenaknya membatalkan liburannya ke Eropa. Tapi dari Kibum keluar rumah pagi tadi, hingga siang begini belum kembali, Kyuhyun jadi cemas. Jangan-jangan Kibum mau mencari istri lain? Kan tadi Kyuhyun sedang kesal saat bicara begitu. Dia tidak sungguh sungguh benci Kibum. Kyuhyun sayang Kibum, dia cinta setengah mati pada manusia es itu. Ditinggalkan setengah hari tanpa kabar saja, rindunya sampai ke ubun-ubun.

"Dari pada kau di rumah, tapi tak mau bertatap muka dengan Kibum, telpon aku besok lusa. Kau bisa kuantar ke tempat Sungmin. Bantu-bantu disana dari pada bengong di rumah", ucap Heechul sekalian menyindir. Pasalnya semenjak jadi istri Kibum, Kyuhyun tak ada pekerjaan sama sekali. Di rumah, ungkang ungkang tapi duitnya banyak.

"Lihat nanti saja!"

Siwon lama mengamati Kyuhyun, bukan tertarik seperti dulu. Dia prihatin saja. Dulu Kyuhyun kurus, kurus sekali. Awal dinikahi Kibum, hingga terakhir kali Siwon melihat Kyuhyun, badan iblis itu sudah lumayan berisi. Sekarang kembali kurus, ada apa dengannya?

"Kyu, kau benar-benar memprihatinkan!", kata Siwon dibalas dengusan oleh Kyuhyun. "Makanlah yang banyak. Minum vitamin. Istirahat cukup dan sekalian olah raga!", tutur Siwon sambil mengerutkan dahinya memandangi Kyuhyun.

Heechul dulu juga Kurus, tapi sekarang sudah gemukan. Wajah dan badan Heechul sekarang ini sudah pas menurut Siwon. Wajahnya cantik mempesona, dan tubuhnya seksi. Amat pas, pas direngkuhan Siwon maksudnya. Siwon sering memeluk Heechul, makanya dia bilang tubuh Heechul pas di rengkuhannya.

"Aku tidak nafsu makan, Hyung", katanya sok jujur. Dia bukan tidak nafsu makan, tapi sengaja tak makan. Itu caranya menunjukkan kekesalannya pada Kibum. "Aku sedang hamil". Siwon melebarkan mata amat tak percaya. "Ini dinamakan mood swing. Sebentar-sebentar aku benci Kibum, sebentar kemudian aku merindukannya. Ini menyiksa sekali, Hyung". Kyuhyun tak berbohong soal ini. Memang dia benci Kibum, tapi sekarang rindu berat.

Siwon mengedip ngedipkan matanya takjub. Percaya tak percaya, tak ada namja bisa hamil. Atau Kyuhyun memang bisa hamil? Kemudian Siwon menoleh pada Heechul mencari jawaban dari namja cantik mempesona itu. Heechul tak nampak terkejut atau apapun, bahkan dia tenang tenang saja memakan biskuit yang dibawakan ahjumma tadi. Berarti benar Kyuhyun hamil. Tapi kan namja tak bisa hamil, Siwon juga manusia terpelajar tidak mungkin harus mempercayai hal ini.

"Semenjak aku hamil, Hyung, libidoku naik dengan begitu cepat. Aku ingin sering-sering bercumbu dengan Kibum. Entahlah kenapa bisa demikian". Siwon mengangguk ragu. Dia sangat bingung mau percaya atau tidak? Heechul bahkan tak bereaksi apapun selain memakan biskuit sedari tadi. "Sekarang saja, aku sangat merindukan pelukannya".

Kalau Kyuhyun bisa hamil, apa Heechul juga ya? Siwon jadi takut, karena akhir-akhir ini dia sulit mengontrol diri. Melihat Heechul sehabis mandi mondar mandir dengan handuknya saja. Lalu berganti baju di depan Siwon tanpa malu-malu, membuat namja kuda itu tak kuasa ingin menerjang Heechul saat itu juga. Untungnya dengan bekal iman yang kuat, Siwon mampu berpaling muka disaat Heechul berlenggokan pamer badan secara tak sengaja.

"Kalian kan belum menikah, mulai sekarang kalau kalian berhubungan jangan lupa pakai pengaman". Demi Tuhan, Siwon belum pernah menyentuh Heechul sampai ke sana. "Tapi kalau kau ingin segera mengesahkan hubunga kalian, Hyung, tak masalah berhubungan tanpa pengaman. Lagi pula kalau Heechul Hyung hamil, kau bisa segera menikahinya. Semua beres!"

Benar begitu. Kalau Heechul hamil anak Siwon, maka dengan mudah Siwon bisa menikahinya. Siwon melirik kembali pada Heechul, namja cantik mempesona itu menyudahi makan biskuit, menutup toplesnya kuat kuat lalu menepukkan kedua tangannya agar sisa sisa biskuit tak melekat. Dia meminum airnya sejenak, kemudian membalas tatapan Siwon sambil mendelik lebar.

"Apa? Kau mau menghamiliku? Mimpi saja!", bentaknya yang langsung membuat nyali Siwon ciut. "Sudah cukup aku mendengar ocehanmu. Anak iblis kurang kerjaan!", kata Heechul sambil berdiri dari sofa. "Woonie, kita pulang sekarang!"

"Ha?", tanya Siwon gugup gugup tak paham tapi akhirnya menurut.

"Telpon aku kalau kau mau berbaik hati membantu persiapan pernikahan Sungmin!", kata Heechul sambil meraih toples biskuit dan memasukkan dalam tasnya. "Suruh Wookie buat yang banyak dan kirim padaku!", katanya lagi sambil menggandeng Siwon lalu keluar dari rumah Kyuhyun.

"Cih, Nenek sihir!", cibir Kyuhyun yang rencananya mengerjai Siwon digagalkan Heechul. Kemudian dia merebah di sofa ruang tamunya.

Kyuhyun mencoba memejamkan mata, beristirahat sebentar tapi tidak bisa. Dia rindu Kibum. Merebah saja tak nyaman, miring sangat tak nyaman apa lagi tengkurap, lebih tak nyaman lagi. Coba kalau bisa tidur di dadanya Kibum pasti nyaman sekali. Masalahnya dia sedang marah dengan Kibum, Kyuhyun bahkan dua hari ini tak bicara dengan manusia es itu. Mereka memang masih duduk bersama, tidur bersama, dan kalau malam prosesi tidur sambil dipeluk Kibum masih dilakukan, tapi Kyuhyun tak mau bicara apapun. Dan kalau Kibum bicara dengannya, Kyuhyun akan menyampaikan jawabannya lewat ahjumma atau ahjussi. Sekarang bagaimana? Kyuhyun mau merebah di dada Kibum, tapi orangnya keluar dari pagi dan tak memberitahu pergi kemana. Masak harus meneleponnya? Gengsi dong!

Kyuhyun duduk setelah benar-benar merasa tak nyaman, kemudian dia meraih Hp di meja. Menelepon Kibum dan menyuruhnya pulang. Kyuhyun mendial angka 1 yang diotomatiskan pada nomor Kibum dan kemudian menempelkannya di telinga sambil menunggu jawaban.

"KIBUM, PULANG SEKARANG JUGA ATAU AKU PERGI DARI RUMAH!", teriaknya di telepon itu. Gengsi dibuang dulu, yang penting Kibum pulang.

"Aku ada disini!", jawab Kibum setelah membuka pintu dan masuk dari luar. Kibum mematikan panggilan begitu juga Kyuhyun. Dia menghampiri iblis itu dan duduk di sampingnya. "Ada apa?"

"Tidak ada apa-apa", jawabnya ketus. Kyuhyun terpaksa mengeluarkan suara karena tidak ada pembantunya disekitar situ untuk jadi perantara.

"Siapa yang datang?", tanya Kibum setelah melihat ada gelas-gelas belum dibereskan.

"Siwon hyung dan Heechul hyung" Kibum menyandarkan punggungnya di sofa dan Kyuhyun yang sudah tak mau berdiam terus, ikut menyadarkan punggung ke dada Kibum. Dan beginilah nyaman fersi Kyuhyun. "Mereka datang membagi undangan. Sungmin mau menikah". Kibum melingkarkan tangannya ke pinggang Kyuhyun, tapi kepalanya direbahkan di punggung sofa. "Kibum!"

"Hn"

"Kita menikahnya kapan?" Kyuhyun iri dengan Sungmin. Yang punya pasangan duluan itu Kyuhyu, tapi Sungmin yang menikah.

"Setelah Yoochun dan Noona-mu menikah"

"Itu kapan?"

Setelah Yoochun dan Hyemi menikah itu kapan? Pernikahan Yunho dan Changmin, Kibum dan Kyuhyun boleh dilaksanakan setelah Yoochun dan Hyemi menikah. Kesulitannya, Hyemi ikut apa kata Yoochun dan Yoochun sendiri belum berniat menikah dalam waktu dekat. Jadi ceritanya, Yunho dan Kibum harus menunggu sampai batas wantu yang tak ditentukan. Apa lagi Yoochun yang tak punya perasaan apapun pada Hyemi, menikahi yeoja itu tanpa perasaan apapun jelas semacam perjanjian saja. Dan sekarang ini dua orang itu setuju untuk mencoba mengenal dulu satu sama lain. Mencoba mencari kecocokan dan cinta. Istilahnya mereka pacaran dulu. Terus kalau mereka tidak segera jatuh cinta, nasib pernikahan Yunho dan Kibum bagaimana?

"Kibum, suruh Chunnie baby cepat-cepat menikahi Noona!"

"Ya", jawab Kibum seenaknya. Diiyakan saja, dari pada Kyuhyun tak mau bicara padanya lagi. "Kau sudah tak marah?"

"Masih", katanya sambil mengikuti alur tangan Kibum di perutnya. "Tapi kalau minggu depan kita jadi ke Eropa, aku tak jadi marah"

"Ke Eropa lain waktu saja. Kita tukar tempat, asal tak pergi dengan antek-antekmu itu"

"Katanya ke Eropa untuk berbisnis. Sekarang kau batalkan dan tukar tempat seenakmu. Memangmya bisnis apa yang bisa ditukar tempat?". Kibum tak menanggapi pertanyaan benar itu. "Kalau kau bilang sejak awal mau berduaan denganku, aku tak akan bilang siapa-siapa". Seharusnya memang begitu, tapi martabat Kibum terlalu tinggi kalau hanya untuk mengungkapkan kalimat demikian. "Ayo kita ke Amerika!"

"Terserah kau!", jawab Kibum sambil menarik kepala Kyuhyun merebah ke dadanya. "Asal kau tak marah lagi"

julie khoyul

"Iya, aku masih di bandara sekarang. Dua jam lagi berangkat dan aku pulang besok malam", kata Yoochun bicara dalam telepon. Sebagai kekasih yang baik, dia mengabarkan keadaan dirinya disetiap jengkal langkahnya pada Hyemi.

Yoochun dan Hyemi benar-benar berusaha saling jatuh cinta. Bukan cuma rasa kagum seperti yang dirasakan Hyemi pada Yoochun dan belas kasihannya sebagai kakak memberi jalan adik-adiknya agar bisa menikah secepatnya. Juga bukan karena sayangnya Yoochun pada Changmin dan Kyuhyun serta bentuk kesetiakawannya pada Yunho dan Kibum, tapi ini untuk mereka sendiri. Yoochun pernah berharap dicintai seseorang dengan tulus, dan dia harus memulai dari diri sendiri. Dia akan mencintai Hyemi dengan tulus dan Hyemi akan membalas dengan hal yang sama. Hyemi sebagai yeoja yang sering dicampakkan karena terlalu perhitungan dan cerewet, itu bukan serta merta. Dia punya alasan untuk berbuat demikian. Demi adik-adiknya yang susah diatur, demi menstabilkan keuangan keluarganya yang jelas bukan dari kalangan orang kaya. Serta demi menjaga diri agar tak terjebak pada cinta yang maya. Yoochun dan Hyemi bukan manusia egois dalam hal ini.

Yoochun ada pekerjaan di Jepang besok pagi. Dia berangkat hari ini, menyelesaikan pekerjaan secepatnya dan sorenya bisa kembali ke Korea. Pesawat Yoochun berangkat dua jam lagi. Dia sudah check in, tapi karena gate tunggu penumpang siap satu jam lagi, Yoochun menunggu sambil duduk di depan gate pemberangkatannya.

"Kau punya korek?", tanya seseorang yang barusan duduk di samping Yoochun.

"Di bandara tak boleh merokok!", jawabnya setelah berpamitan dengan Hyemi dan berjanji menelepon lagi setelah sampai.

Seseorang itu seperti preman ingusan penampilannya. Celana jins hitamnya ketat dengan sepatu boot gunung yang terlihat berat dan lusuh. T-shit krem melekat di badannya, lalu jaket tebal diluarnya. Namja itu menggenakan topi dan menutupkan topi jaketnya juga. Dia memakai kaca mata hitam, sedangkan di lehernya tergantung headphone hitam. Kelihatannya namja ini penggila warna hitam.

"Kau tidak merokok?", tanyanya sambil menarik rokok yang tadi terselip diantara bibirnya. Namja itu mengantongi rokoknya kemudian membuka kaca mata sebelum menoleh pada Yoochun. "Kau tidak merokok?", ulangnya saat Yoochun juga memandangnnya.

Dia itu namja kan? Penampilannya namja, suaranya juga. Tapi wajahnya tampan sih, hanya saja Yoochun tak yakin semua orang akan setuju namja ini dibilang tampan. Si namja menautkan kedua alisnya, menjadikan lembaran tampan di wajah itu terlihat menggoda. Ah, Yoochun salah mengartikan ekspresi. Kalau tersenyum imut atau merengut lucu, itu baru menggoda. Nah namja ini bahkan cuma menggerakan alisnya, menggoda dari mananya?

"Hallo, kau melamun!", kata namja itu sambil mengibaskan tangannya di depan muka Yoochun. Namja itu menghela nafas panjang saat Yoochun bergeming menatapinya. "Apa ada yang aneh denganku?", tanya si namja sambil menunjuk dirinya sendiri.

Masih tak ada jawaban, lalu namja itu menurunkan topi jaketnya. Melepas topinya dan menata sedikit rambutnya. Dia kembali menatap Yoochun, meringis kecil di depannya dan barulah Yoochun tersadar telah terpesona sesaat.

Apa ya? Andai orang di sampingnya itu yeoja, Yoochun akan bilang dia cantik sekali. Tapi karena dia namja, dia sangat tampan. Yoochun tak mengatakan seperti inilah seleranya. Dia mau wanita cantik, anggun dan keibuan. Atau kalau namja, yang manis, lucu dan tidak cengeng. Dan namja sebelahnya ini tak masuk dalam kriteria manapun. Hanya saja walau tak masuk dalam kriteria yang diutarakan Yoochun, namja ini masuk dalam hatinya.

Yoochun berhasil mengalihkan perhatiannya sendiri. Mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan ke arah lain. Dia cuma berusaha meredam suara jantungnya yang berdetak kencang. Walau jelas namja di sebelahnya itu tak akan dengar, seakan gedebukan kencang dari dalam dadanya ingin menyeruak dan membisingkan bandara.

"Kau mau kemana? Bisnis?" Yoochun mengangguk saja. "Aku mau ke Vietnam!", katanya pula seakan tahu Yoochun memandanginya dari bawah keatas seakan menyelidik tentangnya. "Aku akan ikut berkemah di Son Dong Cave. Gua besar itu. Ini akan sangat menyenangkan!", katanya lagi sambil menekuk kepalanya ke kiri ke kanan seraya melemaskan otot otot lehernya yang tegang.

Gate keberangkatan pesawat Korea-Vietnam telah di buka dan namja itu segera membuang nafas lega. Dia kenakan atributnya seperti awal dia bertemu Yoochun, kemudian segera berdiri. Namja itu mengangkat backpack besar yang tadi diletakkan sedikit jauh darinya. Dan lengkaplah sekarang, backpacker segera berangkat.

"Ok, aku harus segera masuk!", pamitnya sambil lebih mendekat pada Yoochun. "Senang bertemu denganmu walau kau cuma mengucapkan dibaris kalimat. Semoga bisnismu sukses!", katanya sambil mengulurkan tangan.

Yoochun masih diam, diam-diam mengagumi namja ini. Hingga tangan Yoochun ditarik dan dijabat secara paksa, barulah dia sadar kalau mereka akan berpisah. Yoochun mengeratkan genggaman ke tangan namja itu, ketika si namja hendak menarik diri. Tangan namja itu sedikit kasar, tapi bagi Yoochun ini pertama kalinya dia bersalaman dengan orang yang punya tangan kasar. Pasti pribadinya seunik tangannya. Yoochun baru ingat, hal hal tak sinkron biasanya karena cinta. Yoochun jatuh cinta dengan namja ini sepertinya.

Detik berikutnya mereka saling melepaskan diri. Yoochun sudah punya seseorang, itulah yang membuatnya merelakan jabatan tangannya lepas. Yoochun bisa jatuh cinta sebegini mudah, itu hal yang luar biasa. Tapi bukan itu tujuan hidupnya, dia ingin mencintai dan dicintai secara pasti. Bukan pada namja ini tepatnya, yang segera pergi dan entah akan bertemu lagi atau tidak. Dan bila Yoochun memutuskan untuk mengejarnya, kebaikan apa yang akan didapat dadi ketidak pastian? Ada seorang yeoja yang sudah pasti sedang menunggu setelah dari Jepang. Yang pasti akan dicintainya, pasti akan mencintainya dan pasti ada untuknya. Cho Hyemi orangnya.

"Semoga acara kempingmu sukses juga!", katanya sambil melepas kepergian namja itu.

julie khoyul

Kyuhyun memukul dashboard mobil hingga akhirnya Kibum menikung dan menepikan mobilnya.

"Aku sudah curiga sedari tadi. Mana bisa pergi ke Amerika mendadak begini", omel Kyuhyun di depan muka Kibum. "Ya kau memang punya banyak uang, tapi tidak pergi ke luar negeri tanpa bawa apa-apa juga. Mana paspornya? Kapan kau mengurus visanya? Mana tiket pesawatnya?", omelnya lagi sambil menendangkan kakinya ke pintu mobil.

"Aku tak bilang kita mau ke Amerika!"

"Jangan membela diri kalau aku sedang memarahimu!", perintah Kyuhyun sambil sekali lagi menendang dalaman mobil Kibum.

Setelah Kibum menawarkan tukar tempat liburan, Kyuhyun sangat antusias. Dia tidak marah lagi pada Kibum. Sudah bermanja manja lagi. Sudah memulai menyusun rencana-rencana baru di Amerika. Dia mau ke New York, berkeliling di kota mahal itu dan nantinya berfoto bersama Kibum dekat patung Liberty. Kyuhyun mencatat semua barang yang akan dibutuhkannya di New York. Nanti setelah ahjumma selesai mengepak, dia akan cek ulang. Jangan sampai kejadian celana dalamnya tertinggal seperti waktu ke Singapura tempo hari terulang.

Malam selesainya mandi, Kibum menghampiri Kyuhyun. Manusia es itu mengajak Kyuhyun berangkat saat itu juga. Kyuhyun jelas bingung, ke Amerika tanpa membawa apapun. Tapi Kibum tak mau menjelaskan apa apa, hingga Kyuhyun percaya saja. Toh Kibum banyak uang, kalau ke Amerika tak bawa apapun, mereka bisa beli. Satu jam perjalanan, Kyuhyun masih ceria. Terkadang berpindah dari tempat duduknya cuma untuk mencium Kibum saking senangnya. Tapi sejam kemudian Kyuhyun baru sadar, kalau mereka pergi ke Amerika harusnya Kibum mengarahkan mobilnya ke bandara, nah ini makin menjauh. Bahkan berlawanan arah dari Incheon Airport. Kyuhyun bertanya bolak balik pada Kibum, kemana mereka akan pergi, tapi Kibum tak menjawab sama sekali. Berakhir dengan Kyuhyun yang marah-marah, teriak-teriak dan memaki maki Kibum tak karuan. Saat Kibum bilang, mereka akan ke Busan, Kyuhyun marah semakin parah. Dan disinilah mereka sekarang.

"Putar balik!", perintahnya. "PUTAR BALIK KATAKU!", teriak Kyuhyun makin menjadi. "KIBUM!", bentaknya saat namja es itu tak menyahut sama sekali.

Kyuhyun kesal, kemudian segera melepas seat beltnya hendak keluar mobil. Kyuhyun menarik pembuka pintu, tapi tak bisa. Kibum menguncinya otomatis yang hanya lewat kursi kemudi semua bisa diatur.

"BUKA PINTUNYA!", perintah Kyuhyun sambil menendang jauh ke kaki Kibum. Kemudian Kyuhyun menggebrak kaca pintu mobil dengan kedua tangannya. Meringis sebentar karena sakit dan tak berhasil dia memindahkan fokus keanarkisannya pada Kibum. "BUKA PUNTU!", perintahnya diikuti pukulan ke kepala Kibum.

"Dengar aku dulu!"

"TAK MAU, AKU MAU PULANG! AKU BENCI KAU KIBUM!"

Kyuhyun memukul Kibum lagi, tapi Kibum menghindar dengan cepat. Kyuhyun mengulang pukulannya, dan tangannya ditangkis lalu ditangkap Kibum. Kalau saja Kibum tak cinta, tak akan sudi dia punya istri seanarkis Kyuhyun. Di depan orang lain saja sikapnya dewasa, tapi di depan Kibum, aduh manjanya Kyuhyun sampai penghuni lain di rumah Kibum sakit kepala. Dan anarkisnya itu yang menakutkan lagi. Kibum harus antisipasi kalau-kalau suatu saat Kyuhyun melukai wajahnya. Citra buruk kalau sampai ada bekas cakaran di wajah tampan Kibum.

"Kau benar-benar mau pulang?", tanya Kibum tak minta jawaban. Kyuhyun berontak, tapi gagal lepas karena dipegangi erat oleh Kibum. "Seperti yang kau katakan tadi siang, aku cuma ingin berdua denganmu. Ke Eropa atau Amerika bisa lain waktu, tapi sekarang aku cuma ingin denganmu!", terang Kibum yang ditanggapi Kyuhyun dengan berhenti berontak dan berteriak. "Tapi sepertinya kau lebih suka ke Eropa dan ke Amerika dari pada bersamaku. Kau mau pulang, kan? Baiklah!", kata Kibum sambil melepaskan Kyuhyun. Manusia es itu juga membuka kunci otomatis mobilnya.

"Kibum!", panggil Kyuhyun sudah kembali memanja.

"Kau boleh pulang!"

"Jangan begitu. Masak kau tega membiarkan istrimu pulang sendirian malam-malam begini. Nanti kalau aku diculik bagaimana?

"Kau namja, siapa yang akan menculikmu?"

"Aku kan namja tampan. Manis begini. Aku ini pintar lo. Kau rugi kalau istrimu yang pintar ini sampai diculik orang". Penculiknya yang rugi kalau sampai menculik Kyuhyun. "Kunci lagi pintunya!", pinta Kyuhyun sambil meringis kecil. Dia kembali duduk manis di kursinya, lalu memasang seat beltnya dengan benar. "Ayo kunci pintunya, kita ke Busan sekarang! Ayo, ayo Kibum!"

Kibum mengalah, dia mengunci ulang pintu mobilnya lalu menghidupkan mesin dan kembali ke jalanan. Tak lama kemudian Kibum melambatkan laju mobilnya, dia hendak berhenti di sekitar situ. Kalau harus ke Busan perjalanan masih jauh. Kibum sudah tak ingin pergi ke sana lagi. Lagi pula dimanapun tempatnya asal bisa berdua dengan Kyuhyun itu cukup.

Kibum mengkode Kyuhyun untuk turun setelah Kibum memarkirkan mobilnya. Dia terus terang pada Kyuhyun, tak jadi ke Busan. Busan masih jauh dan waktu perjalanan mereka bisa digunakan untuk jalan-jalan disekitar sini. Tempat mereka berhenti sangat ramai, pasti ada hal-hal menarik disekitar sini. Cukuplah jalan-jalan berdua saja, mungkin memborong belanjaan untuk Kyuhyun atau menemaninya main game di game center. Lalu beli es krim, walau nantinya Kibum pasti tak ikut memakannya. Dan melakukan apapun yang diminta Kyuhyun.

Mereka benar-benar melakukannya setelah itu. Berjalan kesana kemari berdua. Membeli semua hal yang diinginkan Kyuhyun. Bahkan Kyuhyun asal tunjukpun langsung dibelikan oleh Kibum. Main ke game center, Kyuhyun yang main dan Kibum menunggu di sampingnya. Masuk ke restoran mewah cuma untuk makan es krim yang seporsi kecil harganya sangat mahal dan Kibum mnurutinya juga. Terakhir Kyuhyun kelelahan dan berakhir di sebuah hotel.

"Capek sekali!", kata Kyuhyun sambil telentang memenuhi ranjang besar di kamar hotel.

"Aku akan mandi!"

"Kemari dulu!", perintah Kyuhyun sambil menggeser posisinya kemudian menepuk nepuk ruang kosong di ranjang. Kibum menurut, dia segera melepas sepatunya kemudian menepatkan diri disamping Kyuhyun. "Aku capek", kata Kyuhyun lagi sambil memeluk Kibum. "Kau boleh mandi setelah aku tidur".

Kyuhyun lelah dan amat mengantuk. Memeluk Kibum sebentar saja, kemudian dia sudah terlena ke alam mimpi. Kyuhyun memang butuh istirahat, akhir-akhir ini dia tak mau makan dan tenaganya habis untuk marah-marah. Besok, Kibum akan belikan makanan sebanyak-banyaknya untuk Kyuhyun. Biar badan Kyuhyun lebih besar dan lebih enak dipandang. Memang kalau Kyuhyun kurus, kesannya Kibum sebagai suami tak becus merawat istrinya.

Saat Kyuhyun terjaga, Kibum duduk di sampingnya tanpa melakukan apapun. Kibum memandangi Kyuhyun sedari tadi. Buktinya saat Kibum terbangun matanya langsung menangkap wajah Kibum kearahnya. Manusia es itu sepertinya sudah mandi. Badannya harum dari bau sabun hotel, dan rambutnya masih sedikit basah.

"Kau tadi meninggalkanku saat aku tidur?"

"Mandi"

"Kenapa kau terbiasa mandi dulu sebelum tidur? Nanti kau kena rematik. Aku tak mau kau sakit tulang dan tak mampu menggendongku lagi"

"Aku mandi air panas!"

"Kibum, jam berapa sekarang?", tanya Kyuhyun sambil mendekat ke arah Kibum.

"Setengah dua"

"Kenapa aku bisa bangun jam segini? Aku jadi tak mengantuk lagi"

Kibum membantu Kyuhyun duduk kemudian bersandar ditubuhnya. Kibum melingkarkan kedua tangannya ke perut Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun sendiri terpuruk di dada Kibum.

"Kibum!"

"Hn"

"Kita ke Eropa-nya kapan?"

"Nanti"

"Nanti setelah menikah ya?", pinta Kyuhyun yang dijawab deheman oleh Kibum. "Bulan madu!", kata Kyuhyun pelan tapi jelas terdengar oleh Kibum.

"Kau kira untuk apa aku ingin berdua denganmu?". Kibum mendekatkan mukanya pada kepala Kyuhyun lalu menggesekkannya ke rambut ikal istrinya. Tak ada bau apa-apa dari situ, apalagi Kyuhyun jarang mandi berarti juga jarang keramas. Tapi Kibum suka, suka saat kulit wajahnya tertusuk ujung ujung rambut Kyuhyun. Menimbulkan rasa geli yang seperti sengat sengat listrik kecil sampai ke seluruh tubuhnya. "Untuk bulan madu"

"Bulan madu jelas untuk orang yang sudah menikah" Kibum tak peduli. "Bilang saja kau mau tanda tangan kontrak atau menagih hutang padaku!"

"Kontrakmu berlaku seumur hidup dan utangmu sudah kuhapuskan", jawab Kibum saat itu menurunkan mukanya dan menjatuhkan bibirnya di tengkuk Kyuhyun. "Tak ada istilah tanda tangan atau bayar hutang dalam hubungan suami istri"

"Lalu apa?"

"Lalu yang ada soal hak dan kewajiban". Intinya tetap sama. Kibum ingin berhubungan badan dengan Kyuhyun. Berteman lama dengan Yoochun, bolehlah sekali kali Kibum mengadaptasi cara meromantiskan suasana dari temannya itu. Lagi pula ini dengan Kyuhyun, bertingkah seromantis mungkin pada istri itu pahalanya besar. "Kewajibanmu melayani suami, Kyu"

Kyuhyun melepaskan diri dari Kibum, menggeliat sebentar kemudian merosot dari dada Kibum. Dia kembali merebah ke posisi semula seakan siap melaksanakn kewajibannya. 'Aku siap Kibum. Ayo bercinta sekarang!', seperti itu tubuhnya Kyuhyun bilang saat ini.

Kibum meraih remot pemanas ruangam, mengecilkan suhunya agar ruangan tak bigitu panas. Setelah meletakkan kembali remot itu Kibum melepas kaosnya, kemudian menempatkan tubuhnya perlahan diatas Kyuhyun. Manusia es itu menopang tubuhnya sendiri sebelum mereka melekat satu sama lain. Kibum mulai memandangi wajah Kyuhyun. Wajah yang tak spesial itu menjadi sangat disukai Kibum saat ini. Alasannya, itu wajah Kyuhyun, Kyuhyun istrinya dan Kibum mencintainya.

"Ada peraturannya kali ini?"

"Jangan suruh aku berhenti!", jawab Kibum mantap.

"Tapi awalannya pelan-pelan ya!", pinta Kyuhyun takut kejadiannya sama seperti tempo hari. "Kibum!"

"Hn"

"Kenapa tak segera menciumku?" Tu kan, Kyuhyun sebenarnya juga butuh.

Kibum menggerakkan tangannya, menyisihkan anak rambut Kyuhyun yang menutupi wajah iblisnya. Setelah menatap Kyuhyun sebentar, beberapa detik, Kibum mulai merundukkan wajahnya. Manusia es ini ingin lekas, tak mau ada foreplay terlalu lama jadi dia langsung menjatuhkan bibirnya di bibir Kyuhyun. Mengecup lama disitu, kemudian menarik bibirnya lagi. Detik berikutnya Kibum menubrukkan bibirnya secara kasar. Meraup bibir Kyuhyun bak orang kelapan. Melumat lumat dan menyesap nyesap dari ujung ke ujung dan dari bawah ke atas, bawah keatas hingga menyisakan kecupan kecil berkali kali.

Kibum menarik wajahnya menjauh, memandang wajah Kyuhyun lagi. Sekarang wajah yang tadinya tak spesial itu sungguh sangat dikaguminya. Terlepas dari tittle kejahatan yang disematkan padanya, anarkis, cerewet, suka memerintah, manja dan banyak hal buruk lainnya, Kibum senang bahwasana sekarang Kyuhyun mau menopang tubuhnya yang berat. Dan iblis ini menjelma jadi bidadari dari padangan Kibum kali ini. Kepala Kibum mulai berat, berdenyut tak karuan hingga pandangannya mulai merabun. Dan ini pertanda kalau tubuh manusia es itu mulai mencair.

Kembali Kibum menubrukkan bibirnya pada Kyuhyun setelah terlebih dulu menarik rahang bawah Kyuhyun. Mencoba menaikkan suhu badan melalui ciuman basah dan agar keinginan mereka segera menggelora. Berjabat lidah istilah mereka tempo hari, mereka lakukan lagi. Menari narikan lidah mereka di rongga panas dan basah milik Kyuhyun. Mengerat-erat, memelintir satu sama lain sampai Kyuhyun meloloskan pekikan hebat.

"Buka bajumu!", perintah Kibum yang sudah meloncat kesamping.

Kibum tergesa melonggarkan sabuknya, tergesa juga menurunkan resleting celananya kemudian menarik celananya keluar. Kibum mengumpat keras ketika jins ketatnya macet di pergelangan kaki. Kemudian dia memaksakan menariknya keluar. Persetan kalau celananya robek atau pergelangan kakinya sakit, karena ada yang lebih sakit kalau celana itu tak segera dikeluarkan. Kyuhyun duduk perlahan, melepas T-shirtnya lambat-lambat sambil memperhatikan Kibum yang gila dengan celananya. Setelah manusia es itu berhasil membuang celannya, dia bergerak pada celana Kyuhyun. Tak perlu menyempatkan diri bertatap muka, Kibum segera menarik celana Kyuhyun beserta dalamannya kemudian mendorong iblis itu merebah kembali.

"Kibum, kau baik-baik saja?", tanya Kyuhyun walau dia tahu Kibum kalah dengan nafsunya sendiri.

"Shit, jangan tanya lagi. Aku gila karena kau!", racau Kibum sembari menaiki tubuh Kyuhyun.

Sudah tak terhitung berapa kali dua bibir itu saling menyatu. Lalu Kibum berpindah ke leher dan ke pundak Kyuhyun. Kibum memasukkan lidahnya pada ceruk dalam di bahu itu. Membasahi rongga dekat tulang selangka dengan liurnya yang panas. Kenapa, kenapa ada ronnga sebegitu dalam di pundak Kyuhyun? Seakan cuma ada tulang dan kulit disitu. Setelah ini, Kibum janji akan merawat Kyuhyun dengan makan bernutrisi tinggi, vitamin dan apapun biar tubuh Kyuhyun lebih berisi. Agar hari-hari lain, saat Kibum mengecup pundak Kyuhyun dia tak menjumpai ceruk sebegitu dalam di bahu iblis ini. Bukankah kalau Kuhyun lebih gemuk, akan lebih empuk.

"Shit. Shit. Shit!", umpat Kibum saat otaknya tak mau berhenti berfikir jorok. Makin susah saja mengontrol birahinya. Semenjak ada Kyuhyun hampir setiap sepuluh menit sekali bayangan Kyuhyun bugil mondar mandir di otaknya. Dan sesekali juga Kibum kelepasan.

Kyuhyun tak mau melakukan apapun, dia pasrah saja. Dia juga mau, dia butuh tapi lebih baik tak usah banyak gerak. Hemat tenaga karena mungkin Kibum tak akan banyak memberinya waktu istirahat nantinya. Tak ada yang geli, tapi Kyuhyun terkikik sedemikian hebat. Cuma karena Kibum menempatkan mulut dan lidahnya di dada Kyuhyun. Tak sakit pula, tapi iblis itu meringik bak pesakitan saat Kibum menarik turun telapak tangannya dari leher, dada, abdominal hingga perut dan berhenti di pusarnya. Kyuhyun menjerit jerit walau masih tak bergerak sesaat Kibum menelusupkan gumpalan syaraf sensitif Kyuhyun dalam mulutnya yang hangat dan basah.

Berikutnya mereka mulai menyatu. Bergerak lambat keatas menjumpai surga dan turun mengunjungi neraka. Sentuhan sentuhan tangan Kibum bak bulu angsa di kulit Kyuhyun. Sebegitu ringan, halus dan menggelitik, menjadikan Kyuhyun menggelinjang bersama rintihan berat dan menggoda. Kibum dan Kyuhyun menyeiramakan nafas, membagi oksigen dan bertukar udara. Kemudian keduanya merasa ini terlalu bertele tele. Mereka butuh lebih cepat, lebih cepat, lebih cepat sampai semua suara terkalahkan oleh helaan dan desah nafas mereka. Saat pergerakan mereka tiba pada titik tercepat, dua badan bertaut itu menggigil, bukan karena dingin. Kemudian kaku dan mengeras sampai Kyuhyun harus berteriak dan Kibum mengeram diputaran akhir.

Kibum menghembuskan nafas begitu panjang lalu terpuruk di perpotongan leher Kyuhyun. Manusia es itu memeluk erat istrinya, sambil mengatur fungsi tubuhnya kembali normal. Setelah sekali berlayar dengan ombak besar, Kibum mengkodekan break sejenak untuk Kyuhyun. Biarlah iblisnya itu mengambil nafas, diantara riak riak kecil samudra yang akan mereka arungi sekali lagi. Sekali lagi dan terus sekali lagi sampai Kibum puas.

'Aku mencintaimu, Kibum'. Dan hubungan badan adalah jawaban dari Kibum? No. Sex is not his answer, but sex is way to show his answer.

"Ini hakmu untuk tahu. Dengarkan baik-baik karena mungkin aku tak akan mengulang", kata Kibum berbisik di telinga Kyuhyun. Sebari menjilat telinga Kyuhyun, Kibum memasukkan lidahnya pada lubang telinga itu. Kyuhyun menekuk nekuk kepalanya seakan menyembunyikan telinganya. Bergelubuk suara cairan yang diaduk aduk Kibum dalam telinganya. Geli, gatal dan nikmat, membuat Kyuhyun tak mampu bernafas normal, pendek pendek dan cepat. Kyuhyun mengerang sambil mendorong kepala Kibum menjauh, tapi tak ingin benar-benar dijauhi.

"Kyu!", kata Kibum lagi lalu memberi jeda amat lama. "Aku sangat mencintamu!", bisiknya lembut tepat menempel bibirnya di permukaan daun telinga Kyuhyun.

Kyuhyun pantas segera bersiap memulai ronde berikutnya karena Kibum telah membuatnya tersenyum kali ini.

julie khoyul

Thanks sudah baca sampai segini jauh. Terima kasih atas reviews-nya. Tanpa kalian ff ini tak ada gunanya dan maaf kalau ada apapun kesalahan di ff ini.

Kalau ada yang menawarkan diri buat sequelnya, boleh kok. Ada yang mau kasih ide untuk ff baru juga boleh. Minta idepun boleh, kalau ada tapinya.

Untuk yang diatas barusan, abis baca trus pura pura lupa ingatan aja. Gue tahu lo semua masih kecil, so g gue tulis sedetail detailnya.

Sekali lagi thank you and bye bye!

julie khoyul

Kibum menutup bukunya lalu memandang kearah Kyuhyun. Iblis itu masih sibuk memaki maki PSP-nya sambil memonyong monyongkan bibir pertanda konsentrasinya terlalu penuh. Kibum mendengar tangisan, makin lama makin keras lalu terdengar barang jatuh juga walau sepertiya tak pecah.

"Kyu, anakmu menangis!"

"Dia anakmu juga, Kibum!", jawabnya tanpa menoleh.

"Belajarlah jadi Mommy yang baik!", tutur Kibum bicara lebih keras.

Kyuhyun mempause PSP-nya. Dia menoleh pada Kibum dan beradu pandang sejenak dengan manusia es itu.

"Kau juga, belajarlah jadi Daddy yang baik!", tuturnya balik. "Kau kira cuma seorang Mommy saja yang harus mengurus anak, Daddy juga!", kata Kyuhyun sambil menudingkan PSP-nya ke arah Kibum.

Sebulan lalu Leeteuk mengirimkan fotonya bersama Kangin dan bayi adopsian mereka. Dimata Kyuhyun foto itu memperlihatkan gambaran sebuah keluarga yang bahagia. Diapun meminta hal yang sama pada Kibum. Kyuhyun mau mengadopsi anak, tapi Kibum menolak. Bukan menolak saja, malahan tak merespon sama sekali. Lalu Kyuhyun merajuk dan pulang ke rumah orang tuanya tanpa pamit. Kibum jadi gila selama tiga hari Kyuhyun menghilang itu. Manusia es itu uring uringan, frustasi bahkan sampai melakukan hal-hal yang sering dilakukan Kyuhyun seperti membanting barang dan memaki-maki orang. Tak mau dia stres terlalu lama, dia memberitahu semua orang dan bersedia memberikan berapapun uang yang mereka minta asal bisa mengembalikan Kyuhyun ke rumahnya.

Kesalahan Kibum adalah dia lupa kenapa tak menelepon ke handphone Kyuhyun, padahal jelas-jelas iblis itu punya handphone yang nomernya tak pernah dimatikan. Saat dia ingat dan ingin segera menelephone, Kyuhyun sudah kembali ke rumah. Iblis itu dijumpai Kibum tengkurap dan memainkan PSP-nya di atas ranjang mereka. Syukur seribu syukur Kyuhyunnya kembali. Besoknya Kibum menuruti kemauan Kyuhyun. Mereka mengadopsi anak yang persis Kyuhyun. Cerewetnya, tingkahnya, dan wajahnyapun hampir sama. Awalnya Kibum senang saja punya dua Kyuhyun di rumahnya, tapi lama-kelamaan kepalanya jadi sering sakit mendengar kekompakan mereka. Sama-sama suka teriak, Kyuhyun besar suka mengomel tak ada habis lalu Kyuhyun kecil suka menangis tak mau berhenti. Kyuhyun dewasa suka membanting barang, Kyuhyun kecil juga. Dan mereka banyak merepotkan kedua pembantunya sampai sebagai permintaan maaf Kibum menaikkan gaji ahjumma dan ahjussi jadi tiga kali lipat.

"Berhentilah bermain, tengok anakmu dulu", kata Kibum menyabar nyabarkan diri.

"Kalau kau mau kenapa tak kau sendiri yang menengoknya!"

Kyuhyun makin kurang ajar saja, apakah dikarenakan dia sudah sah jadi Nyonya Kim? Belum, mereka belum menikah ulang. Yoochun dan Hyemi beberapa hari yang lalu sempat membahas pernikahan. Mereka sampai memesan gaun pengantin dan mendesain undangan lalu melakukan foto prewedding. Yunho sudah senang setengah mati, karena pernikahan Yoochun pertanda jalannya menikahi Changmin semakin dekat. Kibum juga senang karena statusnya tak lama lagi akan sah sebagai suami Kyuhyun. Setelah semua selesai keadaan kembali adem ayem, samapi Yunho dan Kibum bingung kenapa tak ada sebar undangan atau berita berita pernikahan Yoochun dan Hyemi?

'Siapa yang mau menikah? Kita cuma mempersiapkan saja. Nanti saat waktunya tiba, aku dan Hyemi tinggal cek ulang. Ya tunggu hati kita mantap lah. Sabarlah Yun. Kau juga, Kibum. Satu dua tahun lagi, tak akan lama', jawab Yoochun yang membuat Yunho dan Kibum menekuk muka seketika itu juga.

"Nanny yang kau pesan kenapa lama sekali datangnya!", protes Kyuhyun sambil men-start PSPnya lagi. "Kibum. Kupikir-pikir, baby cerewet sekali ya. Dia terlalu banyak menangis, menurun dari siapa sifatnya itu?" Kyuhyun tak sadar siapa yang cerewet disini. "Nanti kita adopsi baby lagi yang tak suka menangis ya, Kibum!", pintanya tanpa mengalihkan pandangan pada PSP-nya.

"Ck!", Kibum berdecak memperhatikan tingkah Kyuhyun. Anaknya menangis dan iblis itu dengan santai kembali main game. Sempat sempatnya pula membahas adopsi anak lagi. Satu anak saja tak bisa mengurus, mau mengadopsi satu lagi. "Kyu, anakmu menangis. Kau Mommy-nya, jadi urusi dia!", perintah Kibum galak.

Kyuhyun merengut kemudian mem-pause kembali PSP-nya.

"AHJUMMAAAAAAAA! BABY MENANGISSSSS!", itu kalimat andalan Kyuhyun sedari dulu.

The End