Karena ternyata reviewnya banyak juga, akhirnya fanfic ini dilanjutkan deh ^^. Yei!!! Terima kasih banyak untuk reviewnya ya!!!
Oh ya, ada pengumuman di bawah, baca ya!
Suna, bulan x tanggal o
Untuk Nara Shikamaru
Dari Temari
Hai Shikamaru! Apa kabarmu? Aku baik-baik saja di Suna. Aku tahu, kau sudah menulis di suratmu – yang aneh itu – kalau aku tak perlu membalas suratmu. Tapi, akhirnya tetap saja kubalas, mungkin alasannya – sedikit – sama denganmu, banyak hal yang ingin kuceritakan padamu.
Sama seperti dirimu, setiap hari aku tak bisa berhenti memikirkanmu, hal itu membuatku kesal ditambah lagi dengan semua tugasku di Suna, ini benar-benar menyiksaku. Pada saat malam hari, terkadang aku berpikir, 'Shikamaru sedang apa ya? Apakah dia sedang memikirkanku juga?'. Pasti selalu begitu.
Kau menanyakan bagaimana misiku? Oh ya ampun! Misiku itu sudah banyak, susah, bikin pusing duh parah deh! Memang sih, tugas-tugasku ini sudah selayaknya di kerjakan oleh seorang jounin, sebut saja mendapat misi ranking S sendirian dan hal-hal lainnya. Tapi, kadang jumlahnya yang banyak membuatku kesal dan sampai sekarang aku bertanya-tanya kenapa aku belum juga mendapatkan misi untuk pergi ke Konoha.
Banyaknya tugas membuatku sering sakit kepala, aku berharap aku segera mendapatkan tugas ringan sebagai ambassador Suna secepatnya, aku ingin istirahat dan bertemu denganmu.
Kau tahu? Kadang sakit kepala ini membuatku berpikiran aneh. Seperti, kamu tahu kan, rambumu itu seperti nanas? Apa kau memang menyukai buah nanas? Atau kau malah membencinya? Lalu, aku sudah pernah bertemu dengan ayahmu, kenapa kau mirip sekali dengannya? Apa misalkan kau memiliki anak laki-laki maka anakmu itu juga akan mirip denganmu? Duh, semua pertanyaan itu benar-benar tidak penting sekali ya?
Tampaknya aku harus segera minum aspirin atau konsultasi ke dokter ahli otak, atau mungkin saja aku jadi begini karena ketularan darimu??
Oh ya, kau tahu? Meski suratmu itu sangat aneh, tapi membacanya membuatku senang. Sekarang aku sering membawa suratmu kemana-mana, selain untuk mnegingatkanku kalau ada seseorang yang selalu merindukan diriku di desa lain namun juga untuk melepas stressku karena suratmu itu benar-benar lucu.
Oh maaf, bukan maksudku untuk mengejek suratmu, tapi aku jujur, suratmu itu benar-benar lucu!!! Aku tak tahu kalau kau punya bakat melawak!!!
Uph, maaf, aku jadi hilang kontrol. Tapi aku senang, suratmu telah mencerahkan hariku, eh? Kok aku jadi puitis begini? Oh maaf ya, tampaknya kau sudah sukses menulariku dengan virus konyolmu itu. Tapi, aku senang, hari-hariku jadi lebih ceria.
Kau tahu? Tadinya, aku nyaris ingin menculik Takamaru, elang tercepat Suna untuk mengirim surat ini padamu, tapi tidak jadi. Aku bisa dimarahi Kankurou dan para tetua jika aku melakukannya, jadi aku mengirim surat ini menggunakan burung dara biasa. Aku tahu kemampuan burung dara Suna pasti bisa mengantarkan surat ini sampai ke tanganmu dengan selamat.
Oh ya, aku sedang dirundung banyak misi dan tugas yang benar-benar membuatku serasa ingin membantai banyak orang. Jadi, untuk pelepas lara, maukah kau kirimi aku surat balasan yang berisi puisi buatanmu?
Hm....aku bisa membayangkan kau kejang-kejang ketika membaca permitaanku barusan. Aku tidak meminta kau membuatkanku puisi lebay yang menjijikkan, hanya puisi saja, kalau bisa tentang cinta. Itu saja.
Kalau memang kau sudah mengirim puisimu padaku, aku akan mengirimimu puisi buatanku.
Dan ingat! Aku tidak menerima kata tidak! Jadi kau harus membuatkan satu puisi untukku! HARUS!!!
Oh ya, dan jangan selingkuh!!! Jika kau selingkuh tanpa segan-segan aku akan menghabisimu dengan jurus pamungkasku, Gaara dan Kankurou juga pasti dengan senang hati meminjamkan tenaga mereka untuk menghabisimu, kalau kami bertiga melawanmu, aku yakin, mayatmu pun wajahnya tak akan dikenali lagi.
Oh maaf, aku cuma bercanda kok. Mana mungkin aku bisa setega itu padamu.
Sudah, segitu saja dulu surat dariku.
Salam manis dari Temari
Wajah Shikamaru segera memucat begitu selesai membaca surat dari Temari. Ia segeraqa menjatuhkan dirinya di kasur dan berteriak kerasa-keras pada bantal.
"PUISI!!!??? WHAT THE HELL!!!???"
Ok, puisi macam apa yang akan ia kirim ke Temari? Untuk membuat selembar surat saja ia sudah bekerja ekstra keras dan tidak perlu diberi tahu lagi betapa hancur suratnya itu.
(Shikamaru: Yang bikin surat kan elu!!! Dasar author sinting!!! *nendang author sampe kontal)
(Purinsha: Yei!!! Biarin! Namanya juga cerita komedi!! *melet-meletin lidah ke arah Shikamaru)
(Shikamaru: Akh!!! Gw sama Temari kan udah jadian!!! Bikin yang romantis dikit napa sih!!!)
(Purinsha: Suka-suka gw, gw kan authornya *Shikamaru langsung mengkagekubushibari author sampe koit)
(Author gak jadi koit dan terus melanjutkan cerita) 'Kenapa harus puisi?' tanya Shikamaru dalam hati merasa sedih dan putus harapan (ya elah, kayak udah apaan aja). Ia tak pintar dalam berbahasa, berkata-kata manis, ngegombal atau apapun lah namanya. Sudah cukup dengan satu surat sinting dan aneh yang sudah membuatnya kena hukuman untuk membersihkan seluruh kantor Hokage – sampai ke WCnya juga – selama sebulan!!! Diulangi, SEBULAN JADI OFFICE BOY DI KANTOR HOKAGE!!!!
Dan sekarang, Shikamaru harus menulis surat balasan pada Temari yang berisikan PUISI!!!!???? DUNIA INI SUDAH GILA!!???
Wah, jauh lebih pendek dari yang kemarin ya? Apa boleh buat, suratnya Temari terbilang normal sih gak kayak Shikamaru *author kabur menghindari Shikamaru.
Ya udah, review aja ya!!!
Oh ya: Pengumuman!!! Telah dibuka sebuah kontes membuat puisi di fanfic ini untuk para pembaca!!! Bagi yang berminat membantu Shikamaru membuatkan puisi untuk Temari silahkan kirim lewat PM atau review!!! Boleh lebay, gokil, jayuz, romantis, humor pokoknya apa aja deh dan kalau bisa temanya cinta ya!! Ok? Untuk pemenangnya, puisinya akan ditampilkan di chapter selanjutnya.
Terima kasih!!!!
