Ok....akhirnya chapter 3 selesai juga......terimakasih untuk Coppelia-220595, Dolphin chan Kurosawa dan sEeCret gIrl yang udah ngirimin aku puisi untuk membantu Shikamaru. Dan pemenangnya adalah......(*author nyewa pengamen lewat untuk memberikan efek tabuhan drum) Kirazu Haruka, puisi kamu 'keren' makanya kamu terpilih jadi pemenang, oh ya, puisimu aku ubah dan tambahin dikit gak apa-apa kan? Pokoknya, selamat!!!! Untuk yang udah ngirim dan yang menang gak dapet apa-apa *author dikerorok. Makasih banyak ya! ^^


Kankurou memandangi Temari dengan wajah cemberut, wajah kakaknya kini terlihat sangat senang. Ia menoleh ke Gaara yang sedang sibuk mengerjakan gunungan berkas-berkas.

"Temari kenapa?" tanya Kankurou meski ia sudah tahu jawabannya.

Gaara tidak menjawab dan ketika Kankurou perhatikan baik-baik, Gaara sama sekali tidak bergerak, hanya menatap lurus ke bawah.

"Gaara? Oi? Kau tak apa?" tanya Kankurou mulai cemas. Gaara menggeleng namun tubunya gemetaran sedikit, Kankurou jadi makin cemas.

"Uph," Gaara menutup mulutnya dengan tangan dan matanya sedikit berair sedangkan Kankurou yang melihat Gaara yang sedang berusaha menahan tawa seperti itu jadi kebingungan sendiri. 'Waduh, jangan-jangan si Gaara salah makan ya tadi pagi?' pikirnya khawatir.

"Sebaikanya kau jangan mengganggu Temari, biarkan saja," kata Gaara sembari menghapus air matanya.

Kankurou hanya bisa mengangguk bodoh. 'Kenapa Gaara tertawa ya? Rasanya, semenjak berumur 6 tahun, Gaara sudah tak pernah tertawa lagi. Wah.....ada apa sih sebenarnya?"


Konoha bulan x tanggal o

Untuk Temari
Dari Nara Shikamaru

Hai Temari, langsung potong saja basa-basinya. Kau tahu? Perempuan adalah makhluk paling merepotkan yang pernah kutahu. Aku tak mengerti kenapa kau ingin aku membuatkanmu sebuah....ya ampun.....sebuah.....sebuah PUISI!?

KENAPA HARUS PUISI, TEMARI!? APA NGGAK ADA YANG LAIN SELAIN ITU???? KENAPA HARUS PUISI? DARI SELURUH BENTUK HADIAH YANG ADA KENAPA HARUS PUISI!!!????

Ok, kalau tujuanmu meminta puisi padaku adalah untuk membuatku panik dan histeris seharian maka kau sangat sukses! Permintaanmu ini telah berhasil membuat Naruto dan kawan-kawan terkena penyakit asma karena tak bisa berhenti tertawa!!!! Ampun deh!!!

Dan, aku tak perlu memberitahumu kalau dulu setiap sekolah aku selalu tertidur saat jam pelajaran bahasa kan? (note: memangnya di Akademi Ninja ada pelajaran bahasa????? O.o) Aku sama sekali tidak bisa membuat puisi!!! Aku bahkan tak pernah membuat puisi seumur hidupku!!! Aku tak peduli! Meskipun orang bilang aku jenius, namun kalau sudah masuh urusan beromantis seperti membuat puisi aku angkat tangan!!!

Tapi.......tapi.......

Karena ini permintaan darimu akhirnya aku buat juga puisinya, ukh.....!!!

SILAHKAN TERTAWA!! ATAUPUN MUNTAH!!! ATAU APA SAJA!!! SILAHKAN TEMARI!!! YANG PENTING AKU SUDAH MEMENUHI PERMINTAANMU ITU!!!! Tapi aku tidak marah kok padamu.

Ini dia puisinya, silahkan dibaca.......

My First Love

Pertama kali ku melihatmu
Hatiku serasa melayang, apa ini namanya cinta?
Melihat rambut jabrik kuningmu, serta mata hijaumu
Membuat aku salah tingkah, dadaku panas membara

Walau kau keras kepala bagaikan batu
Dan juga cerewet seperti bebek
Namun justru sifatmu yang seperti itulah
Yang membuatku semakin menyukaimu

Waktu kudengar dulu kau akan datang waktu festival
Aku langsung gugup, bingung, dan jadi salah tingkah
Saking berubah drastisnya aku, hampir ku diseret ke rumah sakit jiwa
Dan bodohnya lagi, ku tak tahu mengapa ada apa dengan diriku ini

Ketika kau datang, aku malah hancur-hancuran
Aku jadi berbeda sekali dari aku yang biasa
Gugup, blushing, salah tingkah
(lagi)
Sampai aku dibilang palsu oleh Naruto bodoh itu

Semua orang disekitarku menganggapku aneh
Ibuku bilang aku berubah jadi orang autis atau idiot
Sai bilang aku sedang 'falling in love'
Dan Ayahku hanya memaklumiku saja

Aku berusaha keras agar tampak normal, tapi tak bisa
Ternyata, itu semua karena kau datang
Debaran di jantungku seperti takkan pernah berhenti
(ya, eyalah...kalau berhenti kan mati namanya)
Dan wajahku yang memerah bagaikan lobster juga hampir tak bisa kusembunyikan

Temariku, sayangku (*author muntah-muntah, huek LEBAY banget!)
Barulah kusadar kalau aku menyukaimu
Bukan, bahkan aku setengah hidup jatuh cinta padamu
Begitu menyadari itu, kepalaku seperti mau meledak bagaikan sebuah petasan

Dan ketika akhirnya aku bisa mengajakmu kencan
Sungguh, hati gembira tak terkira sampai rasanya aku akan melayang ke surga
Apalagi ketika kau menjadi pacarku
Hal itu bahkan lebih baik daripada aku diberi libur oleh Godaime selama sebulan penuh

Walaupun sekarang kau ada di Suna, dan aku di Konoha
Namun cinta kita takkan pernah bisa pisah
Aku akan selalu, selalu, selalu
Mencintai dan menyayangimu
Semoga saja kita bisa bertemu dalam waktu dekat ini

(Shikamaru: *cengo liat puisinya)
(Purinsha: *sedang terkena penyakit bengek dadakan karena gak bisa berhenti ketawa)
(Shikamaru: GUE GAK INGET PERNAH BUAT PUISI GAJE MACAM BEGINI!!!!! *akhirnya meledak juga)
(Purinsha: Emang bukan loe yang bikin, hebat!! Ini puisi keren banget!!!!! *masih ngakak)(Temari: *ikutan ngakak bareng author)
(Shikamaru: *menyiapkan tali tambang untuk bunuh diri)

Puas Temari? Aku tahu kau sedang tertawa sekarang. Karena ketika membaca puisiku saja, ayahku sampai jatuh dari kursi dan langsung sakit encok. Semua orang menertawakan puisi buatanku. Kata mereka, "oh, puisinya lucu banget?" atau "maaf mas, anda bersedia menjadi pelawak? Saya seorang pencari bakat," hehehehehe....lucu banget ya!?

Ya sudah, ukh....aku sampai ingin mati rasanya. Tapi biarlah, asal kau senang aku rela berkorban apa saja.......

Aku tak tahu harus berkata apa lagi, puisi itu sudah menguras habir tenagaku. Kurasa sekian dulu saja suratku. Jagalah kesehatanmu, aku tak ingin mendengar kabar kau terkena penyakit bengek setelah membaca puisi – nggak jelas – ku ini.

Salam manis dari Shikamaru


Temari tak bisa berhenti tertawa sesudah ia selesai membaca surat dari Shikamaru. Ia sekarang hanya berguling-guling di tempat tidur sambil tertawa terbahak-bahak. Temari memang tidak pernah mengharapkan puisi lebay yang menjijikkan namun ia tidak menyangka kalau Shikamaru akan mengirimkan puisi yang begitu......LUCU dan KONYOL seperti ini.

Temari berusaha berhenti tertawa dan menenangkan diri, bisa-bisa rahangnya geser jika ia terus-terusan tertawa ngakak.

Temari bangun dari tempat tidur dan menghapus matanya yang jadi berair, ia kini mengerti alasan mengapa Gaara menyerahkan surat Shikamaru itu dengan badan gemetar dan mata berair.

(Purinsha: Duh, Gaara sayang, masuk angin ya?)
(Gaara: *tidak berkata apa-apa namun cuma mengsabakukyuu author sampe koit)

Jelas alasan kenapa adiknya yang cool jadi seperti itu adalah karena Gaara sudah membaca surat ini dan sedang mati-matian menahan tawa.

Temari kembali melihat surat Shikamaru sekilas dan kembali tertawa kecil. Meski puisinya begitu lucu namun puisi itu adalah cermin dari perasaan Shikamaru (Pembaca: Oh....Shikamaru itu taunya tukang kaca ya?). Karena Shikamaru sudah mati-matian membuat sebuah puisi untuknya – meski hasilnya benar-benar diluar dugaan Temari – maka Temari harus membalasnya.

Tentunya dengan puisi terbaik Temari.


Udah ah segitu dulu, lebih panjang kan? Soalnya chapter kemarin pendek sih. Nah, sekarang author harus buat sendiri puisi buatan Temari. Kalau mau kirim lagi juga silahkan, tapi author akan berusaha untuk buat sendiri.

Review!!!!!!