~KrisTao~
.
.
.
.
.
.
"Kelihatannya makananmu cukup lezat" Terdengar suara dari arah belakang, membuat namja yang tengah menghisap darah Tao menghentikan pekerjaannya, mencabut taringnya sebelum menoleh kearah asal suara. Tepat di dekat pintu kamar tao, namja betubuh mungil tampak berdiri di sana dengan menatap remeh kearahnya.
"Aku tidak menyangka pangeran sepertimu cukup rendah memakan..hm..mahluk seperti itu" Lanjut suara itu lagi.
"Apa ini membuatmu terganggu?" Tanya Sehun, membiarkan darah menetes dari kedua sudut bibirnya.
"Tidak, jika kau melakukannya di tempat yang jauh lebih pribadi" Ucap suara itu. Sehun tidak membalas ucapan namja itu, matanya menoleh kearah Tao yang sedang tergeletak di lantai di dekat kakinya.
Sehun melangkahkan kakinya kearah Tao kemudian sedikit berjongkok, mengusap rambut namja berkulit tan itu sebentar kemudian melangkah pergi begitu saja.
Namja bertubuh mungil mendengus kesal. Matanya menatap kearah Tao yang di biarkan tergelak. Apa bocah itu tidak bisa bertanggung jawab sedikit saja. Namja itu kemudian berjongkok untuk menatap Tao lebih jelas. Yah..dia menciumnya.. bau manis dari aroma darah yang tampak telihat merembes keluar dari dua buah luka yang terlihat di perpotongan lehernya. Namja itu vampire..ya... mahluk yang menyenangi darah..dan aroma darah itu cukup mengganggu penciumannya. Namja itu menatap lekat luka itu sebelum bergerak menunduk untuk mendekatkan bibirnya kearah luka itu.
'Aroma yang manis'
"Wah wah...sedang apa vampire kecil berada disini"Terdengar suara changmin dari arah belakang namja itu. Senyuman tak terlepas dari namja tinggi itu.
"Aku tidak melakukan apapun" Elak namja itu, memalingkan wajahnya ke arah changmin dengan tatapan tajam yang sudah tersedia disana.
"Kyungsoo ku sayang...apa mencium aroma semanis ini adalah perbuatan yang hm..tidak ada artinya?" Ucap changmin. Kyungsoo menatap kesal changmin. Namja yang cukup membuat darahnya mendidih setiap saat.
Dengan cepat kyungsoo berdiri dari posisinya, menghadapkan tubuhnya kearah changmin dengan tatapan menantang.
"Pergi dari hadapanku" Ucapnya tajam
"Dan membiarkanmu menikmati darahnya..tidak" Kyungsoo langsung mehentakan salah satu kakinya kelantai membuat lantai bergetar seperti gelombang retak kearah Changmin.
Changmin melompat dari lantai menuju salah satu kursi ruang berkumpul. Menumpukan kaki kanannya di sana dengan gaya kekanakan.
"Kau...
"Taoooo" Kata-kata kyungsoo terhenti di saat pendengarannya mendengar suara lay yang tiba-tiba muncul di ruangan itu.
"Tao..Tao..bangun sayang..apa yang..astaga"Lay menutup mulutnya menggunakan tangan kirinya saat matanya melihat dua luka di leher Tao. langkahnya di percepat menuju tempat Tao tergeletak.
Lay langsung menggendong tubuh Tao di kedua tangannya. Membawanya menuju kamar Tao yang juga terletak di rungan itu. Kamar Tao memang terletak di ruangan dekat ruang pertemuan, tepat di lantai paling bawah kastil.
Kyungsoo menoleh kearah changmin "lain kali aku akan membuat perhitungan kepadamu" ucapnya kemudian pergi. Changmin cuma menanggapinya dengan senyuman meremehkannya.
.
.
.
.
Tao mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba merilekskan kelopak matanya. Tangannya mengusap bekas luka di lehernya, rasanya masih perih.
Dengan menggunakan tangannya, Tao merabah tempat tidurnya, kepalanya mendongak dengan sesekali miring dengan wajah bingung ataupun mengerjapkan matanya, kelihatannya dia mencari sesuatu.
Tap tap tap
Tao menghentikan gerakannya saat mendengar suara langkah menuju kearahnya. 'Apa itu Lay ge..tapi kenapa rasanya aneh' Tao mengarahkan kedua tangannya kedepan ,mencoba menggapai wajah orang itu. Tao memiringkan kepalanya bingung saat merasakan bentuk wajah yang kini dia sentuh, bukan struktur wajah lay yang biasa dia sentuh, yang ini lebih terasa tegas dengan rahang yang kuat..kulit yang terasa sangat hangat dan..ada satu anting di telinga orang itu, Lay tidak menggunakan anting, itu yang Tao ingat dan hal itupun membuat Tao langsung menjauhkan tangannya dari wajah orang itu begitupun posisi duduknya yang mundur sampai punggungnya menyentuh sandaran tempat tidur. Tao dapat merasakan tempat tidur yang di tempatinya bergoyang, membuat Tao semakin meringkuk di posisinya dengan memeluk lutut, tubuhnya bergetar hebat..takut.
"Ungggg hungg hmmmm!" Tao mendengung keras saat orang itu semakin mendekat, menggerakan tangannya keasal arah, mencoba untuk melawan siapapun orang itu, dia sangat takut sekarang.
Orang itu diam sesaat, bola mata bewarna emas itu tampak menatap wajah tao. tanganya memegang kedua tangan tao dengan erat, mencoba membuat tangan itu diam. Dengan menggunakan tangan satunya lagi, orang itu mengusap pipi Tao dengan lembut, cukup membuat getaran tubuh tao berhenti.
"Tenanglah.." Tao tediam seketika, matanya bergulir kekanan kekiri seeperti kegirangan akan mendengar suara itu sedangkan orang itu hanya tersenyum memperhatikan Tao yang mulai nyaman akan kehadirannya.
Tao merasakannya..kehangatan akibat rengkuhan di tubuhnya saat orang itu. Membuatnya sangat nyaman. Tao mengerjap bingung saat merasakan orang itu kini berada di atas tubuhnya yang tengah berbaring.
"Hum..hum?" Tao memiringkan kepalanya sambil mendengung bingung saat merasakan tak ada pergerakan. Tao mencoba menyentuh wajah orang itu menggunakan kedua tangannya, masih disana. Tao merasakan wajah itu mulai mendekat ke arah wajahnya, membuat tao memindahkan tangannya kearah dada Bidang orang itu.
Orang itu semakin menunduk memperkecil jarak di antara mereka berdua sebelum kedua bibir itu bersatu. Menciptakan getaran-getaran kecil di dadanya.
Bibir itu terus bersatu beberapa saat sampai terasa sedikit lumatan di sana, dengan jilatan yang membuat lenguhan berbeda keluar dari bibir Tao.
"Mmmhh...ungmmhh.." Lenguhan itu semakin terdengar saat Tao merasakan sentuhan di lehernya dari orang itu.
Orang itu melepaskan sentuhannya sebelum dirinya kehilangan kendali.
Tao merasakan tubuh orang itu menyingkir sampai Tao tidak mendengar suara apa-apa di ruangan itu selain merasakan hembusan angin yang dapat di perkirakan masuk melalui cendela yang terbuka lebar. Tao melangkah menuju cendela sambil meraba-raba dinding di dekatnya, dia ingin menutup cendela itu.
.
.
.
.
.
.
"Hey..dari mana kris ge?" Sapa kai saat Kris memasuki rumah minimalis terbuat dari kayu itu.
"Mencari makanan" Ucap kris sambil melempar mantel tebalnya kearah kursi terdekat kemudian melangkah menuju salah satu kamar di rumah itu. Kai mengangkat bahu tak begitu peduli, sudah terbiasa dengan sifat kris yang selalu padat saat berbicara.
.
.
.
Kris Langsung membaringkan tubuhnya keranjang setelah tiba kekamar. Tubuhnya cukup lelah.
Dia masih merasakannya, sentuhan bibir yang baru saja di rasakannya. Sangat menggairahlan. Masih hafal struktur kulit yang lembut dengan nafas lenguhan yang keluar dari bibir itu. Hampir saja dia lepas kendali tadi kalau saja dia tetap melanjutkannya.
"Aku benar-benar sudah gila" Dengusnya.
.
.
.
.
.
Tao mengusap-usap rambutnya saat Lay tengah mengancingkan kancing kemeja bewarna putih miliknya.
Tao yang tak berhenti tersenyum membuat Lay yang sedari tadi memperhatikannya dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan,
"Apa ada yang membuatmu senang, Taozi?'' Tanya Lay sambil membuat bentuk hati menggunakan telunjuknya di dada Tao, suatu hal yang sering Lay lakukan saat mencoba mengajak bicara Tao walaupun tidak semuanya dia tahu artinya.
Tao menggerakkan tangannya mengikuti gerakan yang dirasakannya kemudian mengarahkan jari manisnya menuju bibir sambil tersenyum lebar. Lay tidak begitu tahu maksud gerakan Tao, tapi ada pikirannya yang mengaitkan tentang hal berbau romansa disana. Apa tao bermaksud mengatakan kalau bibirnya dicium seseorang?, mana mungkin..dia cukup tahu tak mungkin ada yang berani melakukannya.
"Tao..nanti gege tidak bisa menemanimu, tidak apa-apa kan?" Ucap lay sambil mengusap rambut tao sayang, Tao mengerutkan dahinya sambil memiringkan kepalanya, kelihatannya dia tidak suka dengan apa yang dikatakan Lay.
"Memangnya kau mau kemana, hyung?" Kata sehun saat memasuki kamar Tao. Lay menoleh.
"Hari ini aku mendapat giliran untuk mengecek para penjaga perbatasan wilayah" Ucap Lay sambil tersenyum.
Lay melangkahkan kakinya menuju sehun, kemudian menyentil dahi namja yang lebih tinggi darinya itu pelan.
"bisakah kau buang raut bangsawanmu saat bersamaku?" pinta Lay. Sehun menggelengkan kepalanya pelan.
"Hyung tahu..sulit mendapatkan raut wajah ini, jadi..jangan pinta aku membuangnya" Kata Sehun sambil berlalu adan menyempatkan diri menoleh sedikit kearah Tao yang tengah menoleh kearahnya.
Langkah sehun terhenti, dia memutar langkahnya menuju Lay yang masih berdiri di ambang pintu.
"Lebih baik dia ikut denganku, aku khawatir meninggalkannya di dalam kastil" Kata Sehun.
"Membawanya ke sekolah?, jangan macam-macam, oh sehun" Kata Lay tidak percaya. Bagaimana mungkin Sehun mengajak Tao untuk kesekolah. Tentu bocah itu tahu bagaimana kondisi Tao yang seperti itu. Mungkin bisa semakin banyak orang yang menyakitinya, sudah cukup orang-orang di dalam kastil, jangan sampai para bangsawan yang lain ikut menghina namja kecil itu. Sekolah yang di penuhi bangsawan vampire tidak cocok dengan Tao, apalagi besar resikonya kalau werewolf yang juga berada disana mengetahui siapa sebenarnya Tao, walaupun kecil kemungkinannya untuk hal itu.
"Tidak apa-apa, hyung" Ucap Sehun sambil melangkah kearah Tao, namja itu dapat melihat Tao yang mulai memeluk lututnya, mungkin karena aroma Sehun yang berbeda dari yang dulu itu membuat Tao tidak mengenali Sehun lagi.
Sampai di depan Tao, Sehun diam sebentar melihat reaksi Tao kepadanya. namja itu kelihatannya benar-benar takut berdekatan dengan Sehun, mungkin penyebabnya juga berasal dari hal yang dilakukan Sehun yang sering meminum darah Tao saat dia mengalami membutuhkannya, termasuk untuk memulihkan tangannya yang kemarin sempat terpotong akibat mengecoh para werewolf, sekarang tangan Sehun sudah kembali utuh.
"Gege..." Ucap sehun sambil mengarahkan tangannya ingin mengusap rambut Tao, hal yang biasa dilakukannya dulu, namun sekarang berbeda, lihat...Tao mungkin dulu akan tersenyum menerima sentuhannya, tidak seperti ini, Sehun tau namja di depannya itu menahan getaran takut yang sedari tadi ditahannya. "Apa kau begitu takutnya denganku?...aku Sehun, kau sudah lupa?" Ucapan Sehun membuat Lay terdiam, memperhatikan dua namja itu. Mungkin para vampire akan terkejut jika melihat tontonan seeprti ini, seorang pangeran vampire yang biasanya menampakan sisi dingin serta kebangsawanannya sekarang terlihat sangat takut..kedua bola mata itu terlihat menahan kristal yang hendak merembes keluar sekarang juga jika sang pangeran tak menahannya. Lay tahu hal itu, cukup tahu..karena dia jugalah saksi akan kejadian dulu.. Dimana semuanya berubah dalam sekejap saja...
.
.
.
.
Sehun benar-benar membawa Tao kesekolah. Saat ini kedua namja itu sedang berada di dam mobil yang tengah terpakir di area sekolahan. Sehun tidak membutuhkan pengawal seperti para anak bangsawan yang lain untuk menjaganya, walaupun beberapa tetua vampire menyuruhnya untuk membawa pengawal kemana saja untuk menjaga sang pangeran yang memang memiliki pangkat jauh lebih tinggi daripada para anak-anak bangsawan lainnya, sehun itu istimewa, jika terjadi masalah terhadapnya, tentu akan membuat pertahanan bangsa vampire akanpanik. apa lagi masalah dengan 'sahabat' mereka, werewolf akan semakin parah karena, sebgaimanapun..walaupun kedua mahluk berbeda itu berdamai, masih saja ada beberapa dari mereka yang secara sembunyi-sembunyi menyerang akibat rasa benci mereka yang sudah berperas seperti insting permanen yang tumbuh di otak mereka. Tapi, untuk Sehun, dia tidak peduli akan hal itu. Dia memang pangeran tapi dia juga tidak mau disamakan dengan para anak bangsawan maja yang selalu membawa pengawal, memperlihatkan kelemahan mereka secara terang-terangan, dia pangeran, dan dialah yang terkuat.
Sehun keluar dari dalam mobil kemudian berputar kepintu satunya untuk membukakan pintu untuk Tao, dia tahu Tao tidak ingin keluar dari dalam mobil, di sekolah, tao merasakan aura yang berbeda dari tempat yang biasanya dia datangi disini jauh lebih ramai dengan para siswa yang bersebaran dimana-mana, mungkin kalau kau ada disana kau akan melihat semuanya nampak normal, siswa, bangunan sekolah yang terlihat seperti abad pertengahan dan juga beberapa cafe yang dibangun di ruang lingkup ..hal itu hanya dengan kasat matamu saja, disini berbeda, tentu saja.. Disini hanya ada vampire dan werewolf, mereka tampak akur walaupun di mereka tahu ada kebencian di balik semua senyum ramah yang sering mereka lontarkan satu sama lain, ya..seperti sekarang... Dihadapan sehun..berdiri namja berkulit tan yang selalu bersama dengan namja mungil di sampingnya.
"Kau.." Desis kai saat matanya melihat Sehun yang nampak berdiri di depannya, bukannya seharusnya dia sudah musnah?, padahal dia ingin sekali mendengar berita menyenangkan itu, tapi nyatanya dia mendapati orang itu berdiri di depannya,..ya..kalau Kai tidak mau berpikiran Sehun yang tengah berdiri di depannya adalah arwah bergentayangan.
"Kau pikir aku akan semudah itu mati?" Ucap sehun. Matanya menatap ke arah Kai dengan tajam. "Ya..jika kau cukup tidak memiliki otak" lanjutnya. Dan perkataan itupun mampu membuat aura di sekitar mereka menjadi jauh lebih menakutkan.
.
.
.
.
.
Tbc
.
.
.
Kirei thelittlethaieves
inu sudah lanjuuuut~ itu masih rahasia/ohok/ ahaha, gomawo sudah review :3
dewicloudsddangko
ahahaha, itu bukan jahattt, tapi kebutuhan/plak gomawo sudah review
zhe
kelihatannya shiro butuh belajar bahasa-bahasa asing .-./di tendang/ disini ada kristaonya~ gomawo sudah review
babypanda518
baiklah..akan shiro terangkan dibawah~/nunjuk bawah/plak/ gomawo sudah review~
ema kinoshita
ah,ya..shiro memang lemah dengan tanda tanda begituan T.T ajarin shiro lagi ya... Gomawo sudah review
princeshuang
ini sudaah lanjut~ gomawo sudah review
fallforhaehyuk
shiro jugaa,ayoo kitaa toss duluuuuu/tepar/ huehehe gomawo sudah review
raetaoris
rae serem/horror/..go..gomawo sudah review/kabur
itu akan menjadi misteri di ff ini..tunggu jawabannya di chapter'' depan/plak/ gomawo sudah review~
panda huang
ne..shiro akan berusaha panjangin/?/ gomawo sudah review~
2
gomawoooo~~ :3 gomawo sudah review
shinjiwoo920202
ah,ne..nanti itu apa tadi namanya/lola mode on/ ..huehehe akan shiro tulis di bawah gomawo sudah review~
thousand spring
om ncung -_- kenapa nama itu melekat di hari-hari ku /botakin ..itu,, kaisoonya sudah ku buatkan./ohok
NKTS
itu misteri di ff ini, akan terungkap di chapter'' selanjutnya~ gomawo sudah review~
cast vampire sementara ini
sehun/pangeran vampire/
tao
kyungsoo
changmin
xiumin
lay
cast werewolf sementara ini
kris
kai
baekhyun
untuk yang lain masih shiro simpen ._.v
terimakasih banyak untuk semua yang sudah review dan membaca ff shiro, semangaaaaaaaaaat/kibar bendera
