~KrisTao~

.

.

.

.

.

.

Pagi ini mungkin akan menjadi tontonan menegangkan bagi para siswa di sekolah itu. Ya... bagaimana tidak, jika di tengah lapangan parkir sekolah itu terdapat dua siswa terpenting dikedua wilayah. Kai werewolf pemangsa-sebutan untuk penjaga perbatasan kini tengan menatap tajam sehun sang pangeran vampire. Mereka tak melangkahkan kaki mereka sejengkalpun dari posisi semula. terlihat dari tempat Kai berdiri disana, tangan kanannya telah mengeluarkan kuku-kuku tajam dari sela-sela jarinya. Matanya yang dark blue mengamati setiap gerak gerik sehun yang masih tidak melakukan reaksi apapun.

"Kenapa? Apa kau takut denganku?" Tantang Kai.

"Jangan macam-macam Kai" Baekhyun memegangi pundak Kai, namun langsung dihempaskan Kai dengan menggerakkan bahunya.

"Anggap saja ini permainan anak kecil" Ucap Kai sinis.

Sehun diam sesaat, matanya menoleh kearah kerumunan siswa yang mulai mengerubungi mereka. 'segera singkirkan.. dan pergi oh sehun' Sehun menggerakkan tangannya kedepan sebelum mengibaskan tangannya dengan bentuk horizontal dan itu membuat para siswa yang tengah mengerubung terpental akibat dorongan angin berbentuk tipis yang langsung mengenai tubuh mereka. Beberapa dari mereka terpental jauh dari lokasi, tapi ada juga yang tubuhnya membentur tiang penyanggah parkir. Mungkin mereka harus berfikir ulang jika ingin menonton acara live seperti itu. Mereka memang para anak bangsawan tapi, ukuran kemampuan mereka jauh jika dibandingkan dengan pemimpin golongan. Tidak ada namanya sebelas dua belas untuk ukuran mereka.

"Sayangnya aku tidak terlalu suka bermain" Ucap sehun, kemudian melangkah pergi sambil menarik tangan Tao yang tengah dia genggam.

Kai mengusap celananya saat terbangun dari posisinya duduk. Kelihatannya angin yang dibuat Sehun cukup kuat sampai membuat tubuhnya terpental.

Kai membalikkan badannya kearah dimana Sehun pergi. ingin membuat perhitungan sekarang juga, namun gerakannya terhenti disaat tangannya merasakan cengkraman kuat di pergelangan tangannya ditambah dengan rasa perih yang terasa disana.

"Berhenti Kai" Ucap Baekhyun. Kai mendengus sebelum menghempaskan tangan Baekhyun kemudian pergi dari tempat itu.

"Sebaiknya kalian semua juga pergi" Ucapnya lagi saat melihat siswa lain yang masih mengerubungi tempat itu.

.

.

.

"Kau hanya sendiri?" Ucap Lay saat sampai di wilayah perbatasan. Matanya menatap seseorang yang tengah mendudukan tubuhnya di salah satu dahan, membuatnya sedikit mendongak.

"ya.." Kris menyamankan posisi duduknya. " Aku tahu..ada yang ingin kau bicarakan denganku" Lanjutnya.

"Ternyata terlihat ya.. " Ucap Lay.

"Aku sudah cukup mengenalmu" Lay terdiam kemudian mulai menarik nafas, memulai pembicaraan.

"Aku tahu kau semalam kekamar Tao" Ucap Lay.

"Dan kau membiarkanku" Tambah Kris. Pandangannya sedikit kabur. Lay diam, namun otaknya masih mengingat dimana semalam dia membiarkan seekor werewolf memasuki wilayah mereka. Mungkin memang aneh, dimana para penjaga? Dan jawabannya... Apa kau pernah berfikir seberapa cerdasnya otak seekor anjing? Ups.. Atau srigala. Bahkan mungkin mereka memiliki kecerdasan di atas para vampire walaupun di dalam sebuah dongeng mereka selalu menceritakan bagaimana kecerdesan seorang vampire, tapi disini tidak. Mereka werewolf dan mereka mahluk aneh berotak pintar walaupun lebih mementingkan keegoisan mereka yang mampu menutupi kepintaran mereka. Banyak cara yang dapat di lakukan untuk menembus para penjaga berkekuatan seujung kuku. Tapi jika penjaganya para tangan kanan pangeran, mereka harus berpikir ulang kembali sebelum darah mereka mengering disana.

"Apa yang kau inginkan?"

"Bukannya kau sudah tahu"

"Kris... " Lay mengepalkan tangannya erat, mencoba menekan amarahnya sedikit lagi. "Seharusnya kau ingat mahluk apa kalian sekarang ini" Ucap Lay, matanya berkilat tajam kearah Kris.

Kris berdiri dari posisi duduknya. Meloncat dari tempatnya duduk langsung kehadapan Lay. "Lalu kenapa?.. tidak ada urusannya dengan hal itu semua" Ucap Kris dingin. Lay melirik sebentar kearah tangan kanan Kris yang kini tengah mengeluarkan api, bermula dari ujung jari tengahnya sampai merambat kepergelangan tangannya.

"Hal itu pantas kau ucapkan jika waktu berputar pada saat itu tapi, sekarang sudah berubah Kris, kau harus buang semua hal it-"

BRAAAAAAAAK

Belum sempat Lay menyelesaikan kalimatnya. tubuhnya lebih dulu terpental dari tempatnya berdiri, menabrak salah satu pohon berbatang besar yang tampak berumur ribuan tahun. Dengan posisi kepala yang terlebih dahulu jatuh, membuat kepalanya terbentur batu besar di bawahnya. Darah merembes dari luka yang terdapat di kepala Lay. Menggunakan tangannya untuk bertumpu, Lay mencoba berdiri dari posisinya. Tangan kanannya memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing.

"Sekali lagi kau ungkit hal itu, ku pastikan tempat ini akan menjadi kuburanmu"Desis Kris.

"Ka..kau harus menerima hal itu Kris..Tao bukan lagi tunanganmu!" Teriak Lay, mencoba menyakinkan Kris sebisa mungkin.

"Tidak.. TIDAK TIDAK DIAAAM" Teriak Kris lantang, mencengkram kepalanya menggunakan kedua tangannya. Kepalanya sedikit menunduk mencoba menulikan pendengarannya.

"Kris... " Lay melangkah mendekati Kris, namun namja itu langsung menatap tajam kearahnya.

"Pergi.. atau aku akan benar-benar membunuhmu" Ucap Kris. Tubuh lay bergetar sebentar sebelum berlari pergi dari tempat itu, meninggalkan Kris di tempat itu.

Kris terdiam, menyandarkan tubuhnya di batang pohon di belakangnya-mencoba bertumpu.

"Tao.. " Kris meremas kepalanya lagi yang mulai sakit lagi. Tubuhnya merosot terduduk di lantai tanah di bawahnya.

"Bisakah kau memutar waktu kembali?... "Ucapnya entah kepada siapa.

.

.

.

''ungmm hummm"

"Tao, apa kau disana?" kris melangkah menuju salah satu pohon di belakangnya disaat pendengarannya mendengar suara dengungan. Tidak terlalu jelas, namun dia tahu itu suara siapa.

Kris menengok kesebelah batang itu, mendapati namja bertubuh tegap-Tao tenganh meringkuk sambil memeluk kedua lututnya. Mata bak panda itu menoleh kearah Kris dengan pandangan bingung.

"Apa yang kau lakukan disini?" Ucap Kris saat memposisikan tingginya dengan Tao sambil berjongkok. tangannya diarahkan kebawah kemudian menepuk pelan tanah di dekat kaki Tao sampai namja itu memberi respon. Namja itu memiringkan kepalanya, sedikit bingung. Tao mendengar suara di dekat kakinya. Kebutaan membuatnya sedikit bingung ditunjukan untuk apa kata-kata yang sering di dengarnya, namun saat mendengar suara tepukan di tanah, membuatnya sedikit mengerti.

"Humm umm nggungg" Tao mengarahkan tangannya kearah atas seperti berusaha menutupi kepala bagian atasnya kemudian mengarahkan kedua tangannya seperti tanduk di kedua sisi kepalanya.

Kris tersenyum tipis " Jadi Sehun mengejarmu lagi?" Ucap Kris sambil meletakan kedua tangannya di kedua sisi kepala Tao dengan bentuk tanduk. Tao nyengir dengan hal itu.

Kris terdiam. mendiamkan kedua tangannya yang masih tak berpindah posisi, membuat Tao mengerjapkan matanya pelan tak menyadari di saat wajah Kris mulai mempertipis jarak diantara wajah mereka dan..

"Ehem" Ada suara mengganggu kegiatannya.

Kris menoleh kearah belakang untuk memberikan tatapan tajam kearah seseorang yang sudah dia tahu pasti siapa orang itu.

"kalian lagi, lay, sehun.. pengganggu" desis Kris dan ditanggapi cengiran kedua namja yang baru datang di tempat itu.

"Jangan karena kau tunangan Tao, jadi kau seenaknya menciumnya di berbagai tempat, orang tua" Ucap sehun.

"panggil dia gege, sehun" Ucap Lay, langsung memukul kepala Sehun.

.

.

"JANGAN LAKUKAN HAL ITUUUU, MENJAUH DARINYAAA"

"Tidak pangeran, anda harus mengerti situasi seperti ini"

"OMONG KOSONG DENGAN HAL ITU, TAOO TAOO"

"ARGHHHHHHHH"

.

.

"Arghh" Kris langsung mencengkram kepalanya saat matanya terbuka.

"Kau akhirnya sudah bangun juga" Kris menoleh kearah namja di sampingnya, menerima sodoran segelas air putih dari namja itu. "Sudah lebih baik?" Tanyanya.

"Ya.." Ucap Kris sambil mengembalikan gelas di tangannya.

"Kalau kau ingin bertanya kenapa kau bisa disini, jawabanya..aku menemukanmu pingsan di daerah perbatasan" Ucap namja itu.

"pingsan?.. " Ulang Kris memastikan dan namja itu mengangguk.

"apa kau mengingat hal itu lagi?" Ucap namja itu. Kris terdiam, menanggapinya dengan hal itu untuk mengatakan 'iya'.

"Sudah ku duga... " Ucap orang itu. "Padahal itu sudah lama sekali, kenapa kau masih saja menginginkannya?" Lanjut orang itu, menuangkan air lagi di gelas um Kris kemudian menyerahkannya lagi kepada Kris. kelihatannya dia sangat kehausan, Terlihat dari bibir namja itu yang terlihat kering.

"Jangan tanyakan hal yang aku sendiri tidak tahu jawabannya, Chanyeol" Jawab Kris, menerima gelas berisikan air dari namja itu-Chanyeol.

"Kris.. Tentu kau tahu apa sekarang Tao, dia bukan anjing kecil werewolf lagi" Ucap Chanyeol sambil mendudukan diri di ranjang kayu tempat Kris terbaring sekarang.

"Dia tidak pantas menjadi vampire" Desis Kris, nafasnya mulai terasa berat dan chanyeol tahu akan hal itu.

"Kita tidak berhak menentukan pantas atau tidaknya hal itu, tapi.. Pada kenyataannya, dia vampire sekarang"

"Kau tidak akan mengerti"

.

.

.

Suara langkah kaki mengiringi kastil vampire membuat dua pasang mata menoleh kearah seseorang yang baru masuk di ruang santai itu.

"Lay...ada apa?" ucap namja berpipi tirus, berdiri dari tempat duduknya untuk menghampiri Lay yang berlari terengah-engah.

"Tidak ada apa-apa hahh hahh" Lay sedikit membukuk sambil bertumpu kepada lututnya menggunakan tangannya, mengatur nafas sebisa mungkin.

Namja berpipi tirus itu menoleh kearah asal Lay berlari. Ruang santai yang menghubungkan tempat belakang kasti yang jika diselusuri akan sampai pada perbatasan wilayah.

"Apa ada werewolf yang mengejarmu?" Namja itu bertanya. Lay menggeleng "Lalu?" Lanjutnya.

"Tidak ada apa-apa, chen.. Hanya sedang berolahraga" Ucap Lay sambil mengusap pelipisnya yang sedikit berkeringat. Dia ketakutan sampai lupa akan kemampuannya yang bisa membuatnya jauh lebih cepat kabur dari tempat Kris.

.

.

TBC

.

.

gomawo buat teman-teman yang sudah review :3 dan juga teman-teman yang sudah baca~ dan juga masukannnya~ gomawo gomawo~

fallforhaehyuk, dewicloudsddanggko, zhee, shinjiwoo920202, NKTS, Tototan, Kt, thousand spring, raetaoris,

terimakasiiih banyaaaaak :)