~KrisTao~

.

.

.

.

"Hungg umm humm huungg" Tao kembali mendengung saat telapak tangannya merasakan rasa geli dari daun rerumputan di sekitar tempat duduknya. Karena kejadian pertemuan mereka dengan Kai, sehun langsung menyeret Tao kebagian belakang sekolah mungkin hari ini dia akan memilih bolos.

Sehun memperhatikan Tao yang ada di hadapannya, mereka duduk berhadapan dengan Tao yang menyandarkan punggungnya pada pohon sambil terus memeluk lututnya sedangkan Sehun menyandarkan punggungnya pada batang pohon yang ambruk di dekatnya. Bagian di belakang sekolah memang tak terawat sehingga banyak tumbuhan liar yang menjadi pemandangan biasa disana tapi untuk Sehun tempat itu cukup sepi dan cukup untuknya menjauhkan diri dari keramaian.

"Ung? Hum..umm" Tao memiringkan kepala bingung saat mendapati jemarinya menyentuh sesuatu yang dirasanya sedikit tidak asing. Benda seperti tangan, tangan seseorang.

"Gege.." Ucap sehun saat jemarinya digoyang-goyangkan Tao. Membuatnya sedikit mengeluarkan senyum tipisnya "Aku merindukan kita yang dulu,ge.. apa kau masih mengingatnya?"Lanjutnya sambil mengarakan tangan satunya kearah puncak kepala Tao, mengusapnya.

Tao memiringkan kepalanya. Bola mata sedikit berembun itu menatap kearah Sehun walaupun pada dasarnya tetap saja terlihat gelap.

tap

tap

tap

Sehun menoleh kesamping untuk mendapati namja bertubuh mungil berjalan kearah mereka.

"changmin hyung.." Ucap sehun.

"Apa aku mengganggumu?"Tanya changmin sambil mengeluarkan cengirannya. Sehun menggeleng membuat changmin langsung menempatkan diri duduk di antara Sehun dan Tao. "Hey Tao..kau baik-baik saja?" lanjutnya sambil mengacak rambut Tao yang membuat Tao langsung berusaha menyingkirkan tangan changmin dari kepalanya.

"Untuk apa hyung kesini?" Tanya sehun.

"Ada beberapa hal penting yang harus kita bicarakan dengan kepala sekolah, jadi dia memintaku untuk memanggilmu kesana.."Ucap changmin sambil mengangkat kedua bahunya acuh. Sehun mendengus.

"merepotkan" Sehun beranjak dari tempat duduknya, menepuk celananya yang kotor akibat serpihan debu disana.

"Bagaimana dengan Tao?"Tanya changmin sambil menunjuk Tao menggunakan jari jempolnya.

"Biarkan saja dia disini, dengan begitu tidak ada yang melihatnya"Kata Sehun kemudian berjalan meninggalkan Tao disana dengan Changmin yang bingung namun tetap mengikuti sang pangeran tanpa tahu sosok lain yang juga berada disana.

.

.

.

.

Tao masih terus memainkan tangannya di atas rerumputan sebelum pergerakannya terhenti saat pendengarannya mendengar suara langkah kaki berjalan menuju kearahnya dengan aura yang cukup membuatnya meringkuk lebih dalam kepada pohon sandarannya. Tangannya memeluk kedua lututnya. Terdengar lagi dengungan dengan suara gemetar disana namun tidak memuat langkah itu terhenti malah semakin menuju kearahnya.

"Hunnggg umm huuunngg nggg!" Tao semakin mendengung keras saat sosok itu menarik kasar dagunya dengan kuku-kuku tajam yang mungkin saja bisa membuat kepalanya terpenggal sekarang juga.

Tao dapat merasakan tubuhnya terangkat sebelum terbanting secara tiba-tiba di rerumputan yang mampu membuat punggungnya terasa sakit. Tao terus memberotak, menggerakkan tangannya terus berusaha membuat cekalan dikedua tangannya terlepas namun tetap saja tidak terlepas juga. Tubuhnya benar-benar sakit sekarang.

Orang itu tak henti-hentinya membenturkan kepala Tao di salah satu batang pohon terdekat, membuat rembesan darah terus mengalir dari namja yang kini terlihat tidak berdaya. Orang itu hanya tersenyum melihat tubuh Tao yang kini dibiarkan tergeletak di rerumputan, darah merembes keluar dari kepala namja panda itu, tubuh yang terlihat memar akibat pukulan yang dia berikan sebelumnya. Sekarangpun orang itu tidak berhenti-hentinya menggoreskan kuku tajamnya ke arah punggung, membuat beberapa robekan besar dari kemeja bewarna putih bercampur dengan darah terlihat disana.

BRAAAAAK

"ARGHHHHH" Baru saja orang itu ingin menancapkan kuku tajamnya kearah leher Tao, orang itu langsung terpelanting membentur pepohonan akibat dorongan angin kencang yang datang.

"Gege..Gege..bangun ge..kau tidak apa-apa kan ge..." Sehun langsung berlari kearah Tao, mendekap tubuh namja itu begitu erat. Tidak ada yang melihatnya seperti ini jadi... Sekali saja, tidak apa-apakan.

Sehun terus mendekap tubuh bersimbah darah dengan begitu erat tanpa meyadari sosok yang baru saja di usirnya berlari kearahnya dengan kuku-kuku tajam yang semakin panjang berisap untuk mencincang dua sosok di depannya.

Zraaaaatss

"Aww... " Sehun menoleh kearah samping, tepat dimana suara itu terdengar.

"Changmin hyung" Sehun sedikit membelalakan matanya saat mendapati Changmin disana dengan posisi sedikit membungkuk dengan lengan mengeluarkan cairan merah berbau amis dari luka cakaran cukup lebar disana-melindungi Sehun.

"Seharusnya kau lebih waspada, bocah hehh" Ucap changmin, mengibaskan tangannya dengan kuat untuk mengurangi rasa linu akibat cakaran itu. Matanya menoleh kearah dimana terdapat namja yang baru saja melukainya terengah-engah. "Kau tau... Ini sakit... " Gerutu Changmin sambil menatap tajam kearah namja itu.

Changmin melangkah kearah namja itu. Menggerakkan tangannya untuk mengambil batu kecil dari kantongnya kemudian melemparkan benda itu keatas sebelum tangan kirinya bergerak seperti gerakan berputar di atas dan saat itu juga batu itu berubah menjadi ukuran besar. Changmin mendiamkan tangannya keatas, begitu juga batu itu kemudian tangannya tiba-tiba di arahkan kebawah dengan cepat menjadikan batu besar itu menimpa namja itu. Beberapa kali Changmin membuat batu itu turun naik membuat namja itu penuh luka disana.

"Bundle... "Satu kata keluar dari bibir changmin membuat batu itu terpecah kemudian membelit namja itu dengan erat. Changmin membiarkan namja itu terikat sedangkan dirinya berjalan menuju kearah Sehun yang terlihat berusaha mengobati luka pada tubuh Tao.

"Lebih baik kau bawa dia ke ruang kesehatan" Ucap Changmin sambil berjongkok di hadapan Sehun.

"Baik, hyung" Sehun memeluk erat tubuh Tao sebelum memejamkan matanya kemudian secara tiba-tiba tubuh mereka menjadi pusaran angin kecil kemudian lama kelamaan menghilang begitu saja dari tempat itu.

Changmin menghela nafas "Baiklah, anjing kecil... Kau sekarang berurusan denganku".

.

.

.

.

.

Sehun meletakkan tubuh lemah Tao di atas ranjang kecil yang berada tepat ditengah ruang kesehatan sekolah saat mereka sampai disana dengan mengejutkan beberapa orang yang kebetulan berada di ruangan itu.

"Ada apa dengannya, pangeran?"Tanya seorang namja bertubuh tinggi dengan setelan jas putih disana.

"Aku mohon.. Cepat obati dia" Semua mata disana terbelalak persekian detik saat pendengaran mereka menangkap kata 'mohon' dari seorang bangsawa kelas atas seorang Sehun namun berbeda dengan namja bersetelan jas putih itu, namja itu tersenyum.

"Lebih baik untuk kalian yang sudah selesai dengan acara bolosnya, cepat keluar dari sini" Ucap namja tinggi itu kepada para siswa yang tengah berada di dalam ruangan itu juga. Para siswa saling menoleh kemudian segera melangkah pergi dari sana, kelihatannya ini berhubungan dengan sang pangeran.

"duduk lah di sofa, pangeran" Ucap namja itu.

"Apa dia akan baik-baik saja, yoochun hyung?" Kata sehun, pandangannya masih betah menatap kearah Tao. Yoochun tersenyum sebelum menarik pelan tubuh Sehun untuk duduk di sofa.

"Kakamu akan baik-baik saja" Kata yoochun kemudian berjalan menuju tempat Tao terbaring.

Sehun memperhatikan bagaimana cara Yoochun menyembuhkan luka-luka pada tubuh Tao menggunakan peralatan yang diambil sebelumnya dari lemari.

Tidak apa-apa kan... Hanya sekali, sekali ini saja...

.

.

.

.

.

Flashback

.

.

.

.

Clek..

"Kris ge.. " sehun menoleh kearah namja tinggi yang baru saja memasuki kamarnya, membiarkan namja itu mendudukan diri di sampingnya yang tengah duduk di pinggiran tempat tidur.

"Selamat.. "Ucap kris pelan. Matanya menatap lurus kearah lemari berkaca besar di pojok ruangan.

"Aku tidak menginginkannya, ge"

"Kenapa?"

"Bukannya gege tahu apa sebabnya?"

"Tidak salahnya mengetahui orang tuamu, bukannya itu yang kau inginkan?"

"Vampire.. Kau tahu itukan? Dia vampire" Sehun meremas rambutnya dengan kasar. Dia benar-benar frutasi sekarang.

Kris diam memperhatikan namja yang lebih muda darinya. Dia tahu apa yang menjadi beban namja itu sekarang, bukan, bukan karena dia yang menemukan ah.. Tidak.. Maksudnya di temukan orang tuanya, melainkan hal lain.

"Tidak apa-apa, bukannya itu bagus?" Ucap kris.

"Ge... Aku sudah terbiasa hidup dengan werewolf".

"Tapi itu bukan berarti kau werewolf, kau memiliki darah sempurna vampire"

Sehun terdiam. Ya.. Dia akui.. Dia bukanlah werewolf walaupun selama hidupnya dia di besarkan para werewolf yang sekarang dianggapnya keluarga sendiri tapi pada kenyataannya dia adalah vampire, bayi vampire yang entah kenapa bisa berada dalam gendongan seorang bangsa werewolf yang kemudian besar dengan seiring waktu sampai dia bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai ayahnya. Semuanya terungkap begitu saja. Bermula dari dirinya yang diculik seorang werewolf yang memiliki dendam dengan ayahnya, mereka memiliki hubungan tersendiri yang mungkin sangat sulit dijelaskan yang Sehun tahu pasti, Tao adalah kakanya dari ayah yang sama. Semua tidak jelas itu menurut pemikiran Sehun sekarang. Ini memang terdengar seperti drama yang memuakkan.

"Lalu bagaimana dengan Tao gege?" Tanya sehun. Matanya menatap kearah Kris.

"Biarkan Tao disini" Ucap Kris dingin.

"Dia kaka ku, kau tahu akan hal itu kan?"

"Dia Tunanganku"

"Itu cuma menurutmu"Sehun memandang tajam kearah Kris.

"Jangan bercanda" Kris berdiri dari tempat duduknya, memposisikan berhadapan dengan Sehun.

"Kau ingat, Tao bisu, buta... Jadi, apa dia pernah mengatakan iya saat perjodohan kalian dilakukan?" Kris terdiam di tempatnya.

Ya.. Sehun memang benar, Kris dan Tao dijodohkan karena memiliki alasan tersendiri. Mereka berdua yang memiliki darah bangsawan ah.. Bukan, bukan keduanya. Melainkan cuma Tao sedangkan Kris lahir di keluarga yang terkenal memiliki kekuatan terkuat di antara para werewolf, mereka para penjaga wilayah terkuat selama ini. Beberapa kali para vampire terdahulu lebih memilih untuk menjauhi pertempuran dengan mereka. Mereka dulu adalah keluarga terbuang ya.. Sebelum pada akhirnya mereka menjadi kuat dengan sendirinya. Pernikahan Tao dengan Kris memang disengaja dilakukan untuk memperkuat pertahanan para bangsawan, mungkin ini memang terdengar seperti memanfaatkan tapi, itulah kenyataan. Disisi lain keluarga Kris mensetujui usulan itu untuk mendapatkan kedudukan bangsawan mereka yang telah dimusnahkan para tertua terdahulu dan karena itu juga hal yang membuat Kris sekarang tidak bisa membalas ucapan Sehun. Dia tidak tahu bagaimana perasaan Tao terhadap dirinya.

"Dia werewolf" Ucap Kris mencoba mempertahankan Tao.

"Aku bisa merubahnya"

deg

"Kenapa kau ingin sekali membawanya?"

"Dia kakaku, kau tahu... disini, dia seperti tidak diterima, aku akan membawanya ketempat yang lebih pantas" Jelas Sehun.

"Aku akan menjaganya"

"Kau fikir bisa?... Jangan membual, bahkan ibunya sendiri tidak menginginkannya, apalagi para mahluk busuk itu"

"Aku akan berusaha"

"Jangan berfikir berusaha sendirian itu akan membuahkan hasil"

"Kau bisa menjaganya"

"Ya.. Itu akan terjadi kalau peraturan itu tidak pernah ada"

Kris menundukan kepalanya, berfikir keras untuk merubah keinginan Sehun. Tidak, tidak mungkin dia membiarkan Tao pergi, dia sudah cukup memiliki perasaan terhadap namja panda itu. Tapi disisi lain apa yang dikatakan Sehun memang benar. Para werewolf tidak pernah menginginkan keberadaan Tao karena akibat kesalahan ibunya dimasa lalu. Tapi dia ingin yang terbaik, apa dengan bersama para vampire dia akan baik-baik saja.

"bawalah, tapi.. Jangan pernah menjadikannya vampire, aku akan menjemputnya suatu saat nanti" Ucap Kris yang langsung dihadiahi pelukan hangat dari seorang Oh Sehun.

"Trimakasih, ge.. " Ucap Sehun pelan. Kris cuma mengangguk mengerti.

.

.

.

"Hunghummm ummm"Tao terus menggoyangkan tangannya keatas seperti ingin menggapai dedaunan yang tengah berjatuhan dari pohon maple di dekatnya. sedikit.

Malam seperti biasa, Tao lebih menyukai duduk bersembunyi jauh dari orang-orang di sekitarnya. Lebih memilih untuk duduk diam di dekat beberapa pohon maple yang pernah dia temukan dulu saat mencoba lari dari amarah eomma nya yang tiba-tiba meledak begitu saja. Mungkin tempat ini akan menjadi tempat rahasia Tao sendiri ya.. kecuali untuk Kris ataupun Sehun, mereka berdualah yang selalu membuat Tao aman selama ini walaupun terkadang Tao hampir lupa mengingat mereka kemudian lari begitu mereka mendekat.

"Tao.. " Tao menghentikan pergerakannya saat pendengarannya menangkap suara Kris yang kini melangkah menuju kearah tempatnya duduk.

Kris mendudukan diri di dekat Tao kemudian secara tiba-tiba langsung memeluk namja itu erat.

"Tao... " Ucap Kris pelan "mungkin malam ini terakhir aku memelukmu.. "Lanjutnya. Kris terdiam merasakan kehangatan yang masih terasa dari tubuh namja di dalam pelukannya. Dia tahu besok Keluarga bangsawan vampire akan menjeput Sehun dan itu sama artinya dengan menjemput Tao juga. Dia berharap tetap ingin merasakan kehangatan ini sampai dia memiliki namja panda itu seutuhnya. Ya.. Sekarang Tao bukan miliknya, tapi suatau saat nanti dia akan menjemputnya dan itu pasti akan dia lakukan.

Tbc

.

.

Chapter selanjutnya masih flashback ya ._./

terimakasih banyak untuk yang sudah review, membaca dan juga yang sudah mampir di ff shiro ini :) terimakasih banyak.

Thousand spring, dewi prmtsri, babybuby, fallforhaehyuk, zhe, raetaoris, aulchan12, juniel is a vampire hybrid, dhiya yifantao, panda panda taoris, shinjiwoo920202, baekhyunniewife, peachpetals, kt, NKTS.

Untuk yang ingin flashbacknya, ini dia. dan..apa itu Tao sudah ketahuan di chapter ini dan sekaligus apa hubungan huntao. Dan yang ingin diperpanjang, shiro akan usahakan. :) gomawo dukungannya./tebar rambut Kris/plak