~KrisTao~
Bukannya kau ditakdirkan untukku? Apapun yang terjadi.. Kau akan tetap menjadi milikku. Saat ini kita berpisah.. Mungkin kita bisa tidak bertemu lagi tapi, aku tahu... Takdir tetaplah takdir... Dan aku percaya kita akan bersama walaupun memakan banyak waktu. Apa kau percaya kepadaku?
.
.
.
.
.
.
Malam menjelang. Tidak seperti biasanya ruang kastil berbahan kayu minimalis itu sesunyi ini. Tampak tak bersahabat dengan beberapa orang yang tengah mendudukan diri di kursi-kursi penuh ukiran indah di setiap sudutnya. tersedia cangkir berisikan air bewarna merah pekat di depan beberapa orang berposisi tamu di malam ini. Tak ada hidangan selain secangkir air di meja itu.. Bukan bukan berarti para werewolf itu tidak memiliki hidangan untuk tamu spesial mereka, melainkan hanya itulah yang diinginkan tamu mereka, tanpa perlu para pelayan ataupun koki handal diperlukan selain darah segar dari korban yang mereka dapatkan entah dari mana. Sedangkan sang tuan rumah-werewolf ? Mereka tak ingin memakan apapun ya.. Atau mungkin sedikit daging dari tamu mereka yang akan menjadi makanan pembuka mereka saat ini tapi mereka masih memilik etika untuk saat ini, ini acara penting.
Sehun menatap para vampire yang tengah menampakan kesopanan mereka. sedikit jengah dengan keadaan sepi namun mencekap ini, tak ada perasaan nyaman sedikitpun selain aura ingin saling mencabik yang dapat sehun rasakan. Apa ini cara mereka menyelesaikan masalah?
"Baiklah.. " Akhirnya dimulai juga.
"Ku fikir, tentu kalian sudah mengetahui maksud kedatangan kami ketempat ini" Ucap salah satu vampire.
"Dan ku fikir kalian tidak suka bertele-tele" Kai berucap.
"Kai... " Kai berdecak kesal sebelum memperbaiki posisi duduknya yang tadi sempat sedikit mencondong.
"Aku ingin peperangan kita diselesaikan saja" Seorang namja bertubuh tinggi berucap.
"Apa kalian mulai menyerah?" Kai kembali bersuara kembali. Suaana sedikit menegang.
"Aku tahu kalian masih memiliki etika berperilaku, aku harap kalian bisa melakukannya disini" xiumin mendesis, mencoba mempertahankan emosinya.
"Lebih baik kau keluar, Kai... " Chanyeol mencoba menarik tangan Kai, membawanya menjauh dari tempat pertemuan. Dia tahu anak itu tidak akan bisa manahan emosinya sedikit lagi jika berdiri di dekat para vampire di sekitarnya.
"Aku juga akan pergi, tidak perlu menyeretku" Kai menghempaskan tangan chanyeol kemudian melangkah pergi keluar dari ruang pertemuan dengan diikuti chanyeol di belakangnya.
"Maafkan ketidak sopanan keluargaku" Ucap namja lain disana.
"Tidak apa-apa, minho" Ucap namja tinggi itu lagi, Yunho.
"Lebih baik kita segera menyelesaikan masalah ini"Minho mencoba merenggangkan lehernya.
"Masalah telah di selesaikan, jadi.. Aku harap tidak ada lagi peperangan antara golongan kita" Yunho menatap para werewolf yang berada di ruangan itu. Para werewolf menampakan sidikit rasa terkejut mereka. Ini memang terlihat sangat mengejutkan. Walaupun kedua mahluk memiliki wilayah sendiri namun tetap saja terlihat ada beberapa peperangan yang sering terjadi antara mereka. peperangan yang dimulai dari perasaan terlarang antara vampire dan werewolf yang dulunya hidup secara berkelompok tanpa peperangan namun hal yang bernama perasaan merubah semuanya. perasaan lebih yang di sebut cinta antara pangeran vampire-Jung Yunho dengan sang pangeran kedua werewolf-Kim jaejoong kemudian disusulnya perjodohan Jung Yunho dengan namja lain membuat kemarahan tersendiri bagi para werewolf yang tidak terima dengan kelakuan para vampire yang seperti melecehkan bangsa werewolf. Namun rasa cinta itu tidak hanya berhenti disana, Jaejoong yang ternyata mengandung janin seorang dari Yunho membuat pangeran kedua itu terpuruk. Kemarahan yang membawa nama cinta itu membuat jaejoong mengambil keputusan untuk menculik anak Yunho yang di dapatkan dari perjodohan. Namun niatnya yang ingin memusnahkan bayi mungil itu sirna begitu saja saat matanya menatap bayi yang sama sekali tidak memiliki dosa itu, dia masih memiliki kewarasan. lambat laun berlalu dengan tumbuh besarnya bayi itu-Sehun. Tidak ada satupun para vampire mencari sang pangeran ketempat para werewolf dan membuat Sehun tidak di temukan.
"Apa alasanmu ingin melakukannya? Apa karena kami memegang pangeran?" Ucap Minho. Yunho menggeleng.
"Aku tidak perlu melakukan hal ini jika hanya untuk mengambil anakku"Yunho menoleh kearah Sehun"Aku cuma tidak ingin ada lagi korban di rakyatku, banyak korban yang mati sia-sia, dan aku tidak menginginkan itu" Lanjutnya.
Minho menoleh kearah namja manis yang duduk di sampingnya. Namja manis itu menganggukan kepalanya bertanda dia setujuh dengan usulan pemimpin werewolf.
"Apa kau yakin, Taemin?" Minho memastikan.
"Aku yakin, sudah cukup peperangan ini. Aku tahu ini sulit tapi... Kita bisa mencobanya" Ucap Taemin.
"Apa jaminan yang bisa memastikan bangsamu tidak melakukan penyerangan setelah Sehun ku berikan?" Ucap Minho.
"Aku akan berusaha membuat mereka tidak mengusik bangsamu, kecuali mereka melewati batas, itu janjiku" ucap Yunho.
Minho berpikir keras sebelum menganggukan kepalanya tanda mensetujui peraturan itu. Mungkin mulai sekarang Sehun akan berpikir dia selama ini menjadi tawanan.
.
pertemuan telah selesai walaupun masih ada ketegangan yang terlihat, untuk sekarang tampak terlihat sedikit lebih ringan.
"Baiklah.. Pertemuan, kita sudah sele-
"tunggu sebentar" Ucapan Yunho langsung dipotong Sehun.
"Aku akan membawa Tao" Kris langsung menggenggap erat tangan Tao yang berada di sampingnya dengan erat. Dia memang sudah tahu apa yang di lakukan Sehun ini akan benar-benar terjadi, tapi kalau boleh jujur, dia sama sekali belum siap.
"Dia werewolf, kita tidak bisa membawanya, Sehun" Ucap Yunho mencoba memberitahu.
"Aku akan tetap membawanya.. Bukan.. Bukannya dia kakaku?" Ucap Sehun sambil menatap tepat kemata Yunho, menunjukan dia benar-benar bersungguh-sungguh.
"Kaka tapi tetap saja dia werewolf, bukannya tadi kau mendengar peraturan yang sudah di tetapkan?" Ucap Yunho.
"Kalau begitu biarkan aku disini" Kata Sehun.
"Dia benar-benar sudah gila" Sehun mendengarnya, beberapa gerutuan yang mengatakan dia gila tapi, dia memang sudah gila. Cukup gila untuk mempertahankan seseorang yang sudah dianggapnya penting.
"Sehun.. Walaupun dia ikut bersamamu, itu bukan berarti dia akan aman. Vampire.. Kau masih mengingatnya bukan? dia bisa diserang kapanpun saat kau lengah. Vampire bisa melakukan apapun saat werewolf masuk kewilayah kita" Sehun membungkap mulutnya. Yang dikatakan appa nya memang benar dan itu pasti akan jauh jauh berbahaya tapi, dengan dia menjadi pangeran, dia bisa mengatur para vampire supaya tidak melukai Tao, jauh lebih baik dari pada harus hidup di tengah-tengah mahluk werewolf. Tinggal satu pilihan...
"Aku akan merubahnya menjadi vampire" Kris langsung berdiri dari posisi duduknya, mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. Dia sempat berpikir Sehun bisa memiliki jalan keluar lebih baik, bukan seperti ini. Bukannya dia sudah berjanji?
"Aku tidak akan membiarkannya!"Suara lantang Kris membuat semua mata tertuju kepadanya. Berbagai tatapan tertuju tepat kepada Krris yang sekarang tengah berdiri dengan menggenggap tangan Tao yang juga berdiri di sampingnya dengan dengungan kecil yang masih terdengar sedari tadi.
"Aku akan tetap melakukannya"Sehun berbalik arah, melangkah menuju kearah dimana Tao berada. Matanya menatap tepat kebola mata Kris. Tak ada rasa takut sedikitpun. Dia tahu dia menlanggar perjanjian tapi, demi Tao dia tidak akan memperdulikan hal itu.
"Brengsek!" Semua orang di dekat Kris langsung berhambur kepinggir ruangan, menjauh dari amukan Kris yang kini telah merubah tubuhnya menjadi srigala. Cakaran tajam terlihat mengkilap memperlihatkan betapa tajamnya kuku itu.
Sehun tidak berhenti selangkahpun, tetap berjalan menuju kearah Kris walapun beberapa vampire mencekalnya dia langsung menghempaskan mereka menggunakan angin yang tiba-tiba muncul begitu kencangnnya, memporak porandakan ruangan yang tadinya tertata rapi kini menjadi berantakan dengan kursi-kursi patah dan juga lampu berhias indah kini pecah terjatuh kelantai.
Tak ada yang berani menghalangi pangeran vampire muda begitu sang raja memerintahkan para vampire dia. Sang raja tahu kalau ini hanya masalah pribadi dan dia tidak mau mengorbankan nyawa para vampire lain. Dia akan turun tangan begitu hal ini mengancam.
"serahkan Tao" Ucap Sehun.
"Grrrrr harghhhh" Kris langsung menerjang Sehun.
Sehun tak mencoba menghidar, namja itu malah menerima terjangan dari Kris kemudian membanting tubuh srigala itu dengan kuat kesamping. Hal itu mengakibatkan terlihatnya beberapa retakan. Mungkin kalian bisa mengukur seberapa kuat kemampuan mereka.
"Ngnn unngg"Terdengar suara dengunan lirih namun dengungan kecil itulah yang mampu membuat Sehun dan Kris berhenti, menoleh kearah asal suara itu. Disana tepat di tengah ruangan tampak Tao tengah berjongkok dengan tangan menutupi kepalanya. Tapi bukan hal itu yang membuat kedua namja bangsawan itu berhenti melainkan cairan bening yang kini keluar begitu saja tanpa penghalang dari kedua manik mata Tao. Mungkin mereka sudah cukup sering melihat Tao menangis tapi tidak sampai seperti ini. Namja itu terlihat begitu sakit. Bukan, bukan sakit melainkan rasa kecewa.. Rasa ingin marah yang tampak begitu jelas. Namun hal itu tak begitu lama sampai tubuh Tao mulai menampakan perubahan.
Semua mata langsung membelalakan mata mereka begitu tubuh sempurna srigala menutupi tubuh rupawan Tao. Bulu putih menutupi setiap jengkalnya kecuali warna hitam seperti kalung yang melingkar di bagian lehernya. sangat indah tapi mata hitam itu terlihat mengabut.
Kris melihatnya, ya.. Ini hal pertama dia melihat Tao dengan wujud Werewolfnya. Begitu indah tapi... Dia tahu sekarang Tao tengah marah, kecewa, dan mungkin jika namja itu tidak buta ataupun bisu. Dia menjamin Tao akan mencabik tubuhnya sekarang juga.
"Bawa dia" Kris berucap, melangkah jauh dari Sehun. Dia benar-benar tidak ingin melihat Tao seperti ini.
Kris melangkahkan kakinya kearah Tao dengan wujud yang masih sama. Sedikit mendekat kearah srigala baru disana.
Dengan tubuh srigalanya, Kris mengusap leher Tao dengan kepalanya. Sedikit menggoyangkannya seperti mencoba memberi salam selamat tinggal.
"Mianhe.. "Kris merubah kembali tubuhnya menjadi manusia. melangkah pergi dari ruangan itu karena.. Tanpa menunggupun dia tahu apa yang akan terjadi setelah ini.
Sehun menundukan kepalanya. Dia tidak menyukai hal ini.. dia merasa menjadi posisi yang bersalah. Benar-benar memuakan.
"Lakukan dengan cepat, Sehun" Ucap Yunho.
Sehun melangkah menuju kearah Tao. Menatap srigala muda itu dengan perasaan menyesal.
"Aku akan menjagamu.. Pasti"Sehun memegang leher Tao menggunakan kedua tangannya, sedikit mengusap mencoba memberikan rasa nyaman sebelum menancapkan kedua taringnnya tepat pada leher Tao.
"NGHHHHHHHHHH" seruan terakhir srigala muda.
.
.
.
"Kau takdirku, Tao.. Akan tetap seperti itu"
.
.
.
.
end flashback
.
.
.
"Jangan terlalu menyakiti peliharaanku, hyung" Changmin mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa pemilik suara itu.
"Suho.. "Changmin mendengus.
Tampak di salah satu dahan pohon seorang namja tengah berdiri dengan santainya, menampakan senyuman yang mungkin bisa mengartikannya senyum malaikat untuk orang yang pertama kali melihatnya ya.. hanya untuk yang pertama melihatnya tapi, untuk yang sudah cukup mengenal namja berwajah malaikat itu mungkin akan mencoba membuatnya menarik ucapan itu. Suho, namja dengan kecerdasan di atas rata-rata tapi licik, bukan, bukan licik dalam artian untuk menghancurkan ataupun hal hal berbau teroris, mungkin.. . Suho cuma licik dalam hal bereksperimen. mungkin jika kalian berfikir dia bereksperimen dengan barang-barang kimia.. Kalian salah besar, dia werewolf.. Dan dia tentunya memiliki keistimewaan jadi buat apa bahan tak berguna seperti cairan warna warni jika dia bisa melakukan hal yang mungkin tidak pernah ada di dalam pikiran logika Manusia. Suho mampu mengendalikan cairan di setiap organ-organ di depannya. Air, darah, dan mungkin cairan ya.. Berbagai zat dalam katagori cairan.
"Apa namja ini juga percobaanmu?" Changmin menolehkan pandangannya kepada namja yang masih terikat dengan batu androitnya.
"Ya.. Aku tidak menyangka bisa membuat hal sehebat itu" Suho mengangkat tangannya kedepan. Mengarahkan telunjuknya kearah namja yang terikat kemudian menggerakan telunjuk itu dengan lembut seperti aliran air yang kini terkumpul mengelilingi namja terikat itu kemudian membuat batu itu di resapi air sebelum meleleh mengikuti aliran air kecil yang berjatuhan ketanah rerumputan.
"Apa kau tidak memikirkan nasipnya setelah ini?"Ucap changmin.
"Luhan, namja berumur.. sembilan ratus sebelas tahun, namja yang terkenal akan kemanisannya di sekolah tapi... sayangnya dia depresi karena masih belum menerima dirinya adalah namja berumur panjang" Ucap Suho, tangannya mengusap pipi Luhan.
"Peliharaanmu sama gilanya dengan dirimu"Ejek changmin.
"Ya.. Kau bukan orang pertama yang mengatakan aku gila" Suho mengangkat bahunya tidak begitu peduli.
"Apa kau ingin bunuh diri dengan mengusik kesayangan pangeran?" Changmin mengusap bekas cakaran Luhan, mencoba menyembuhkan luka itu.
"Aku ingin sekali-kali mencoba kekuatan bocah itu" Suho meletakan telapak tangannya tepat di dada Luhan. Tampak cahaya kebiruan dari sana sebelum namja bernama Luhan itu jatuh pingsan.
"Kau benar-benar sudah gila"Suho tersenyum mendengar perkataan Changmin.
"Baiklah.. Aku titip salam pada namja panda itu" Ucap Suho kemudian menghilang bersama Luhan di pundaknya dan meninggalkan percikan air di sekitar tempanya berdiri.
"Cari mati"
.
.
.
.
"Hyung.. Apa dia sudah baikan?"Kata Sehun sambil mendekati Yoochun yang masih berdiri di dekat tempat berbaringnya Tao. Namja itu masih mengobati Tao.
"Sudah mulai baikan, kelihatannya sel werewolf yang sempat tersisa itu menyembuhkannya jauh lebih cepat" Kata Yoochun, Sehun mengangguk mengerti
Sehun memperhatikan Tao yang tengah terbaring, wajah Tao sudah tidak sepucat tadi. Kelihatannya keputusannya untuk meninggalkan sedikit darah werewolf sangat berguna untuk hal-hal seperti ini.
"Kau terlihat begitu menyayanginya" Ucap Yoochun.
"Ya"
"Apa kau yakin itu hanya perasaan sebagai seorang adik menyayangi kakanya?"
"Untuk apa hyung menanyakannya?"
"Aku sering meragukan kasih sayangmu untuk Tao"
"Jika hyung tahu.. Karena Tao lah aku bisa hidup sampai sekarang"Sehun mengusap pipi Tao
Yoochun menatap Sehun, namja yang tengah mengekuarkan sisi lain pangeran yang selama ini terlihat.
"Jika diperlukan, nyawapun.. Akan ku berikan.. Karena, nyawa ini ada karena ada dirinya"
.
.
.
.
tbc
trimakasih banyak untuk yang sudah review,membaca ataupun yang sudah mampir d ff shiroo, gomawooooo
+o+/
babybuby, raetaoris, juniel is a vampire hybrid, zhe, peachpetals, aulchan12, ranpenita, thousand spring, shijiwoo920202, NKTS, kt, noname, baekhyunniewife, datekazukio.
Trimakasih banyak ne ne ne.. tetep kristao sampe akhir kok :3 disini shiro ingin coba membuat ff dimana member exo menampakan kebuasannya/plak. untuk couple yang lain. Akan menyusul. Dan untuk para fans member exo, mianhe kalau ada biasnya yang dapat jatah antagonis ne.. ehehehe... Tapi tenang, itu hanya sementara. :)
