~KrisTao~

.

.

.

.

.

"Ung.. "Sehun menoleh kearah dengungan itu, menatap Tao yang tengah meremas kepalanya yang mungkin terasa sakit akibat benturan yang di akibatkan Luhan.

"Apa gege baik-baik saja?"Sehun menghampiri tempat tidur Tao. Mengusap rambutnya lembut.

Tao mengedipkan beberapa kali matanya sebelum mendengung lirih sambil tersenyum kecil. Sehun sedikit terpaku melihat senyum namja bermanik hitam murni itu namun tidak begitu kentara sebelum digantikan senyum tipis.

.

.

.

.

.

BUGH!

BRAAAK!

Terdengar suara detuman sebelum disusul dengan bantingan keras dari arah salah satu ruangan minimalis di rumah terbuat dari kayu tersebut.

Ditengah ruangan tamu, tampak seseorang tengah berdiri tegap dengan mengepalkan kedua tangannya di kedua sisi tubuhnya. Tatapan gelap akan kemarahan membuat namja yang tengah berada di pojokan ruangan itu lebih memundurkan tubuhnya kedinding dengan tubuh bergetar, mata jingga itu tampak menatap takut, seandainya kedua kakinya tidak terluka, mungkin dia akan berlari sejauh mungkin dari tempat itu, namja di depannya benar-benar berniat ingin membunuhnya di tempat itu.

"Kris.. hentikan ini semua" Kai memberanikan diri untuk berbicara dan hal yang didapatinya adalah cekikan kuat yang tiba-tiba terasa akibat Kris yang entah kenapa bisa berada di depannya, gerakannya begitu cepat.

"Diam... " Ucap Kris tajam.

"khau.. Khau.. Gila.. Hanya hahh hahh.. Idiot itu... Khau ingin membunuh.. bangsa kitahh "Kai masih berusaha berbicara. Dia tahu resiko berbicara dengan Kris yang dalam keadaan marah besar bisa saja mengancam nyawanya, tapi dia harus melakukannya. Setidaknya dia bisa mengingatkan jika namja sekarat itu masih satu mahluk dengannya.

"Ckk"Kris menghempaskan tubuh Kai kedinding dengan gerakan cukup keras hingga membuat dinding itu sedikit rusak.

"U.. uhuk hahh hahh brengsek" Kai mengusap bekas cekikan Kris sebelum memperhatikan Baekhyun yang tengah mencoba membantu Suho-namja itu berdiri, membawanya ketempat duduk yang masih bisa diduduki.

"Bertahanlah sebentar"Baekhyun berjalan kearah dapur untuk mengambil beberapa obat untuk menyembuhkan lukan bakar di kaki Suho akibat Kris.

Kai melangkah menuju kearah Suho yang masih mencoba mengatur nafasnya. Suho benar-benar tidak menyangka kalau hanya melukai satu vampire mampu membuat Kris berniat menghilangkan nyawanya.

Sekembalinya Baekhyun dari dapur, namja itu langsung mengobati luka Suho menggunakan beberapa daun obat yang sudah di haluskan.

"Kau benar-benar cari mati, hyung" Gerutu Kai sambil mendudukan diri kelantai. Ya.. Mana mungkin dia mau duduk di kursi kalau disana tidak ada kursi yang bisa dibilang normal lagi akibat amukan Kris. mungkin mereka harus mengeluarkan biaya untuk membeli kursi lagi.

"Aku tidak tahu kalau Kris masih memiliki perasaan dengan namja itu"Suho meremas rambutnya, sedikit kesal dengan kelakuan Kris tehadapnya. Tapi mau bagaimana lagi, sebagian memang salah dirinya.

.

.

.

.

Kris langsung berlari cepat malam itu, dia ingin cepat-cepat melihat keadaan Tao sekarang juga. Dia mendengar dari pembicaraan Baekhyun dan Suho kalau namja berotak gila itu membuat tikus percobaannya melukai Tao. Dari nada ucapan Suho, kemungkinan luka yang dialami Tao sangat berat.

.

.

Kris mengehentikan larinya saat penciumannya mendapatkan aroma vampire di sekitar tempatnya berpijak. Dia tahu dia sudah cukup jauh berpijak melewati perbatasan. Cukup nekat jika mengetahui vampire penjaga mendapatinya melewati batas itu. Kris tahu untuk kali ini, level vampire kuat yang dia rasakan. Kris dapat merasakan vampire itu tidak begitu jauh dari tempatnya berada.

"Lebih baik kau keluar sebelum aku mematahkan tulangmu"Geram Kris. Dia benar-benar ingin segera menemui Tao sekarang juga.

"Bukannya seharusnya aku yang mengatakan itu"Xiumin keluar dari persembunyiannya di salah satu pohon besar tak jauh dari tempat Kris berdiri. "Kau tentu tahu apa kesalahanmu"Lanjutnya.

"Apa kau tidak memasang telingamu saat itu?"Kris menaikan salah satu alisnya, sedikit mengejek.

"Apa maksudmu?"Xiumin mengepalkan tangan kanannya yang mulai berubah warna menjadi putih mayat sebelum munculnya sedikit udara berat menyerubungi tangan itu kemudian mengeras menempel ketangan itu seperti batu bening bersuhu sangat dingin, es.

"Saat melewati batas, vampire bisa menyerang werewolf.. Menyerang.. Bukan berarti werewolf tidak melawan, bukan?"Kris menampakan seringaiannya sebelum merubah tangan kanannya menjadi tangan srigala berkuku tajam kemudian berlari cepat menuju Xiumin, mencoba mencabik namja berpipi chubi itu. Kris harus segera pergi dari namja vampire di depannya sebelum ada vampire lain yang mengetahui keberadaanya.

Xiumin membuat tameng dari es yang melindungi hampir seluruh tubuhnya dari cakaran Kuku tajam Kris. Xiumin merasakan Kris mengeluarkan serangannya seperti terburu-buru. 'sebenarnya ada apa dengan namja ini?' Pikir Xiumin sambil terus mempertahankan diri dari serangan terus menerus Kris. Luhan merasa Kris menyerangnya seperti terburu-buru.

Xiumin menggerakkan tangannya memutar di udara kemudian tampaklah pusaran es di sana seperti pusaran puting beliung sedang. Pusaran itu bergerak turun seperti menelan Xiumin kedalamnya kemudian berjalan menuju kearah Kris.

Kris meraung keras menampakan kedua taringnya yang telah memanjang. berlari menuju kedalam pusaran itu.

beberapa menit kemudian pusaran itu nampak mulai menipis disusulnya keadaan Xiumin yang tengah tercekik tangan Kris. Namja itu terus berusaha melepaskan cengkraman kuat Kris. Nafasnya mulai menipis seiring dengan es yang membalut tangan kanannya itu meleleh.

"Kau beruntung kali ini"Kris melepaskan cengkramannya sebelum berlari menjauh meninggalkan namja yang tengah maraup nafas sebanyak-banyaknya.

"Ka.. Kau brengsek, apa maksudmu dengan melihatku saja, bodoh"Xiumin memandang sinis kearah salah satu pohon berjarak lima meter dari tempatnya berjongkok. Tampak kilatan dari balik pohon itu sebelum munculnya sesosok namja berpipi tirus menyandarkan tubuhnya di pohon itu, Tampak begitu tampan.

"Aku hanya di tugaskan sebagai pengiformasi" Ucap namja dengan tangan bersedekap.

"Ck"

Namja itu melangkah menuju kearah dimana Xiumin mencoba menyembuhkan memar di lehernya.

"Seharusnya kau biarkan saja namja itu"Ucap namja itu sambil membantu mengobati memar di leher Xiumin.

"Chen, seharusnya kau ingat peraturankan?"Ucap Xiumin sedikit geram.

"Tapi.. Bukannya pangeran memberikan pengecualian untuk Kris?"

"Bagiku, perintah raja Yunho lebih penting. Bahkan aku sama sekali tidak terima raja harus di gantikan bocah yang di besarkan oleh anjing"Ucapan Xiumin membuat Chen tersenyum kemudian mengusap rambut namja berpipi chubi itu.

"Kalau kau sudah merasakan hal itu, baru kau di ijinkan berkomentar" Ucap chen sambil tersenyum sambil menegakkan tubuhnya. "Baiklah, aku pergi dulu"Lanjutnya sambil memberikan pose hormat sebelum menghilang dengan menyisahkan kilatan listrik di tempatnya berdiri.

Xiumin sedikit memunculkan semburat merah di pipinya. Dia memang tahu dari para vampire akan sifat seorang Chen dalam deretan bangsawan yang bekerja untuk pangeran, seorang bangsawan yang terlahir dari keluarga yang terkenal akan keramahannya berbeda dengan sifat vampire pada umumnya yang memiliki sifat dingin ataupun membanggakan akan kekuatannya. Terlahir di salah satu keluarga penuh akan kehangatan membuat semua penerus keluarga itu menjadi penengah akan permasalahan. Banyak isu yang mengatakan bahwa kakek dari keluarga Chen pernah hidup bersama para manusia di daerah Calivornia sebelum pada akhirnya kembali ke pusat para mahluk sebangsanya berkumpul. Dia banyak mencontoh bagaimana kehidupan para manusia dan menjadikan tatakrama tersendiri di keluarganya.

Xiumin menyandarkan tubuhnya di salah satu pohon terdekat, memposisikan tubuhnya sedikit berjongkok.

Mungkin memang benar yang di katakan Chen. Dia tidak begitu mengerti masalah apa yang terjadi antara werewolf dan vampire terdahulu. Mungkin tidak semuanya berinti kepada masalah penculikan Sehun dulu dan dia cukup mengerti apa maksud ucapan Chen. Mengatakan secara langsung bahwa dia belum mengenal akan hal yang di rasakan sil silah keluarga kerajaan, cinta. Dia cukup dikenal dengan sifat cuek nya di dalam kekawanannya. Namja dengan wajah manis untuk ukuran vampire tapi sifat mudah marahnya membuatnya tidak terlalu memperdulikan hal berbau romansa dan dia tidak mengerti apa hubungan antara rasa cinta Kris yang seperti orang gila itu dengan peraturan yang sedikit diubah pangeran. Yang benar saja, merubah peraturan seenaknya padahal baru menjadi pangeran tinggi dalam hitungan puluhan tahun.

.

.

Kris sedikit mendongak menatap dinding besar terbuat dari beton di depannya. Satu tarikan nafas sebelum kakinya menapaki bagian atas dinding tersebut setelah melompat tinggi. Dari atas tebing dia dapat melihat dimana lokasi kamar Tao berada. Dengan cepat Kris melompati pohon-pohon yang memang tumbuh di dalam area kastil.

.

.

.

Tao memeluk kedua lututnya dengan erat sambil mendengung, disampingnya tampak Sehun tengah membaca buku tebal dengan serius.

Malam ini, Sehun tampak tampan dengan kaca mata bertengger manis di wajahnya ya.. Walaupun tanpa kaca matapun dia sudah terlihat tampan.

"Sudahku duga kau akan kesini"Ucap Sehun saat mendapati Kris tengah masuk ruangan kamar itu melalui cendela.

"Maka dari itu kau ada disini"Balas Kris, matanya menatap wajah Tao yang tengah menoleh kearahnya dengan dengungan kecilnya dan ah.. Jangan lupakan bagaimana penampilan namja berambut kelam itu, kemeja biru dengan tiga kancing terbuka dan celana hitam nyaman terpasang di kaki jenjangnya, tampak indah.

"Dia baik-baik saja dan kau sudah bisa pergi"Ucap Sehun tajam, dia masih merasa marah saat mengetahui bangsa werewolf lah yang menyerang Tao dan ditambah itu termasuk anak buah Kris, pemimpin tak bertanggung jawab.

"Aku tidak akan pergi"Ucap Kris.

"Setelah kau tidak bisa menjaga anak buahmu, sekarang kau berani menemui Tao, dasar muka tembok"Sehun melempar buku di tangannya ke lantai dengan kasar saat mendapati Kris melangkah menuju arah Tao yang tengah duduk di sampingnya.

"Pergi" Desis Sehun.

"Apa kau bermaksud memanggil anak buahmu kalau aku tidak pergi? , dasar bocah"Ucap Kris saat melihat gerak gerik Sehun menggerakan tangan kirinya.

"Jadi kau mau bilang aku le-

"hung ungg.. Unggg"Kedua namja rupawan itu langsung menolehkan pandangan mereka kearah Tao saat namja itu mendengung lebih keras dari yang sebelumnya.

Baru saja Sehun hendak berucap kembali, ucapannya berhenti saat melihat Kris sudah dalam posisi sangat dekat dengan Tao. Namja itu tengah mengusap poni Tao dengan senyum tipis terpampang di bibir Tao.

"Lebih baik kau pergi Kris ge" Ucap Sehun, entah kenapa ada rasa muak melihat senyum Tao yang di tujukan atas kenyamanan yang dia rasakan dari sentuhan Kris. Dia ingin Kris segera pergi dari tempat itu juga. Mungkin dia bisa saja memanggil para vampire untuk mengusir anjing itu dari hadapannya sekarang juga tapi dia juga tidak mau di cap sebagai pengencut atau lemah saat memanggil bantuan.

"Tidak" Ucap Kris tetap dalam pendiriannya, sudah beberapa hari dia tidak melihat Tao setelah kejadian di kamar itu.

Sehun menghela nafas menghadapi namja yang lebih tua darinya itu. Dari pada melihat adegan yang membuat matanya rusak itu, Sehun memilih untuk beranjak dari tempanya, ingin segera pergi.

Baru saja Sehun menggerakkan kakinya selangkah, Sehun dapat merasakan tarikan di ujung kaos putih polosnya. Sehun menoleh dan melihat tangan Tao menggenggam ujung kaosnya dengan tangan sedikit gemetar.

"humm humm ungg"Tao melepaskan genggamannya kemudian menepuk tempat bagian pinggiran kasur di sebelahnya, meminta Sehun kembali duduk.

Sehun menghela nafas kemudian mendudukan diri, ada rasa senang yang sangat saat Tao melakukan hal itu. 'apakah gege kembali ingat denganku" Itulah yang menjadi pikiran Sehun Sekarang. Walaupun dari wajahnya masih menampakan wajah datarnya, tetapi sebenarnya dia ingin segera memeluk namja kesayangannya itu.

.

.

.

.

"Kau masih disini"Ucap Baekhyun saat melihat Kai masih mendudukan dirinya di di teras belakang.

"Aku sedang malas berburu"Ucap Kai.

Baekhyun mendudukan diri di sebelah Kai, namja berwajah manis itu memeluk kedua lututnya sambil menatap wajah Kai.

"Ada apa?" Desis Kai sedikit jengah karena Baekhyun tidak mengalihkan pandangannya.

Baekhyun menghela nafas sebelum menoleh kearah depan, menatap rerumputan di depannya.

"Sudah lama kita bertunangan.. "Ucap Baekhyun, sedikit ada senyumanman memaksakan disana dan Kai.. Dapat melihat hal itu. Ya.. Dia cukup tahu apa yang dirasakan Baekhyun saat ini. Mereka berdua memang sudah di tunangkan sudah lama, tapi sama sekali tidak ada perkembangan kalau pertunangan itu akan menjadi hal yang lebih. Hanya sebagai status penyandang selama ini. Kai sendiri sama sekali tidak memikirkan hal itu, sebagai werewolf .. Memang cukup sering terjadi pertunangan yang di lakukan untuk memperkuat pertahanan akan kebangsawanan. Tapi Kai yang bisa di bilang terlahir dari kelas bawah sedikit di buat terkejut akan pertunangan itu. Mereka di tunangkan dengan alasan tali persahabatan antara kedua orang tua mereka. Kai tidak terlalu mementingkan akan pertunangan itu.. Bahkan jika ada pilihan antara pertunangan ataupun di buang dari keluarganya, Kai akan memilih di buang dari keluarganya. Mungkin ini sangat terlihat Kai sama sekali tidak menginginkan pertunangan itu. Terlebih ada hal yang ingin dia jaga.. Ah bukan di jaga.. lebih tepatnya sama sekali belum bisa dia buang sampai sekarang.

"Mianhe.. "Hanya itu.. Hal yang cukup sering di dengar oleh pendengaran Baekhyun.

"Bisakah kau mengucapkan hal selain maaf?"Baekhyun menatap Kai dengan senyuman terpampang di wajahnya. Matanya yang sedikit kehijauan sedikit menyimpit saat tersenyum.

"Aku butuh waktu" Ucap Kai langsung memalingkan pandangannya kearah lain.

"Ya.. Tidak apa-apa.. Aku mengerti, maaf memaksamu, aku cuma ingin kepastian"Ucap Baekhyun kemudian beranjak dari tempat duduknya, pergi dari tempat itu.

Kai mengusap wajahnya dengan kasar, terkadang dia ingin membenarkan pendapat para vampire kalau werewolf seperti binatang.

.

.

Baekhyun melangkahkan kakinya kearah kamar dimana Suho berada, kelihatannya namja itu masih merasakan rasa sakit di kedua kakinya yang terluka, hampir saja kedua kaki itu dipatahkan Kris kalau saja namja itu tidak menekan tenaganya.

"Hyung.. "Baekhyun membuka pintu kamar Suho dengan pelan, menyembulkan kepalanya kedalam ruangan itu, tidak ada siapapun. Sebenarnya dari tadi dia ingin kekamar Suho untuk melihat keadaannya.

"Akhh!"Baekhun sedikit terkejut saat mendengar suara teriakan dari arah kamar mandi di ruangan itu dan langsung berjalan cepat menuju kearah kamar mandi, membuka pintu kamar mandi itu dengan cepat dan mendapati hal yang membuat matanya terbelalak.

"KAIIIII CEPAAAAT KEMARIIIII KAIII"Teriak Baekhyun dengan keras.

"Ada apa hyung?"Kata Kai sesaat setelah tiba di dalam kamar, tapi matanya langsung terbelalak saat melihat apa yang terjadi pada Suho yang tengah berada dalam dekapan Baekhyun di dalam kamar mandi. Disana tampak kedua lutut Suho mengeluarkan darah segar begitu banyak dengan beberapa tulang lutut yang seperti patah menyembul dari daging yang sudah tampak sobek itu.

"Kris ge benar-benar.. Brengsek"

.

.

.

.

Tbc

Buat yang review, membaca, dan mampir ke ff shirooo gomawoo \^o^/ terima terimaa kasiiih banyaaaak!

Datekazukio, huanglee, kirei thelittlehieves, baby buby, baekhyunniewife, juniel is a vampire hybrird, zhe, fallforhaehyuk, aulchan12, raetaoris, shinjiwoo920202, eyiichan, NKTS, no name, huangzin, zaireen o zi o.

buat yang suka ff shiro, gomawo :3 dan untuk cinta segitiganya, akan shiro pikirkan dulu. Buat yang mau flashback akan muncul di chapter-chapter depan saat diperlukan/plak xD. Sekali lagi terimakasih sudah reviewww/lempar ff/plak.