~KrisTao~
Pair:KrisTao
Rating M untuk jaga-jaga
Genre:romance/supernatural/?
Warning:IYD amburadul, pemula dan masih butuh bimbingan, Mpreg untuk sebagian chara.
Aku tidak tahu apa yang menggerakkan tubuhku. Menggerakan setiap sel-sel yang terus meneriakkan namamu walaupun langkahku ku jalankan menjauh. Apa ini sihir? Tidak.. Tidak.. Bahkan aku berpikir, tanpa sihirpun aku akan tetap mengejarmu sejauh apapun aku bisa.
.
.
.
.
.
"Kau jangan bermain-main denganku"Sehun menekan setiap kosakata di kalimatnya. Menatap tajam sang pangeran.. Ah tidak, Minho bukan pangeran, dia raja. Bahkan raja yang mungkin masuk dalam katagori daftar hitamnya sejak dulu.
Sehun mengepalkan kedua tangannya untuk mengalihkan emosinya mencoba untuk tidak lepas kontrol sekarang juga. Dia cukup melihat namja berwajah tampan itu menatapnya remeh. Memandang kearahnya dengan keangkuhhan atas segala kekuasaannya.
Minho adalah raja yang dapat disetarakan denga Yunho. Berbeda dengan Yunho yang memilih memberikan kekuasaannya kepada Sehun, Minho lebih memilih tetap memegang kekuasaannya seberapapun lama waktu yang dia inginkan.
Mungkin banyak yang berpikir hanya ada kemarahan dari para werewolf tingkat rendah yang masih menghantui setiap pelosok hutan. Aura ingin membunuh setiap vampire yang dilihat mereka tapi, tanpa diduga sang rajapun memiliki kesan yang sama. Mungkin aku bisa mengulang prediksi tetang werewolf atau bisa kita sebut dengan 'Anjing' ? Ya.. Seekor pemangsa yang memiliki aura pemangsa yang buas dengan setiap taring dan kemampuan evolusi mereka. Satu perbedaan dengan Vampire yang memiliki aura pembunuh tapi tetap bisa mengatur keegoisan dan lebih memilih jalan licik untuk memainkan setiap permainan spesial untuk boneka mereka, werewolf lebih memilih untuk meraung buas menunjukan kekuasaan mereka dengan emosi meluap walaupun segelintir para bangsawan werewolf memilih alur dengan membuat skema penghancuran yang sadis.
Vampire lebih memilih harga diri dan disisi lain werewolf lebih memilih pemanfaatan posisi. Minho yang memiliki darah murni seorang werewolf memiliki emosi besar. Mungkin kalian tidak melihat apapun diwajahnya selain wajah bijak sana dengan ketampanan sempurna bagi kaumnya tapi untuk Sehun ah.. Atau kita bisa menambah Kris dalam ketikan ini. Kedua namja yang memiliki ketidak suka an akan bagaimana Minho memimpin walaupun pada dasarnya mereka memiliki alasan utama berbeda.
Apa kalian pernah merasakan bagaimana rasanya melihat seekor kelelawar di potong menjadi beberapa potongan dengan setiap tetes darah segar membanjiri setiap tusukan daging kecil di batang kayu tajam? Ah.. itu jika kelelawar, seekor binatang, tapi bagaimana kalau yang berada didalam posisi kelelawar itu adalah Sehun? Apa telihat indah membayangkan namja tampan itu dipotong setiap bagian tubuhnya?
Ya.. Kejadian yang mungkin tidak pernah terlupakan dalam otak Sehun saat semua itu pernah terjadi dalam hidupnya. Mungkin itu awal dimana dia tahu dia berbeda dengan yang lain.. dia tidak begitu mengerti apa yang terjadi setelah dia merasakan nyawanya begitu saja di selesaikan hanya dengan ditusuk seperti seongok daging mati. Tapi.. hanya sesaat setelah dia tiba-tiba terbangun dengan berada didalam kamar kecil di kastil werewolf bersama Tao yang terduduk dilaintai pinggiran ranjang dengan tubuh belumuran darah yang Sehun sendiri tidak tahu kenapa, tapi dia mengetahui jika waktu terasa terulang kembali.
Minho memang raja, raja agung yang pada dasarnya memiliki kebencian melebihi werewolf lainnya. Walaupun Sehun dingakat langsung oleh pangeran kedua-Jaejoong Tetap saja dia werewolf, musuh baginya.
"Apa aku terlihat senang bermain hm?"Minho menatap tajam kearah Sehun dengan senyum meremehkan. Kaki jenjangnya nampak melangkah menuju kearah Sehun.
"Kuulangi lagi, dimana Tao ?"Ulang Sehun, dia benar-benar muak sekarang.
"Jonghyun"Sehun menoleh kearah namja yang dipanggil Minho yang tengah membopong karung besar yang entah seperti disi dengan beda seukuran tubuh manusia dewasa dan janga lupakan bagaimana cairan merah berbau amis menetes dari pori-pori karung besar itu.
"Itukan yang kau maksud Tao?"Minho tersenyum remeh kemudian melangkah kearah karung itu berada setelah karung itu digeletakan di lantai. Tanpa beban Minho menendang Karung itu hingga karung berlumuran darah itu menabrak dinding di samping Sehun. "Boneka itu sudah rusak, lebih baik kau mencari boneka baru"Ucap Minho.
WUSSSSS
BRAAAAK
Minho menyipitkan matanya saat mendapati apa yang telah dilakukan Sehun, namja itu telah memporak porandakan ruangan disana dengan menyingkirkan setiap perabotan yang berada disana tanpa memikirkan benda-benda yang terlihat mahal itu akan hancur atau tidak.
"Apa mulutmu tidak pernah diajarkan sopan santun?"Ucap Sehun. Jika kalian menyadarinya kalian akan melihat bagaimana mata bening itu lama kelamaan menggelap sempurna.
"Siapa yang tidak sopan disini?dengan menginjakkan kaki kewilayah musuh?"Minho mengepalkan tangannya dengan erat sebelum setiap kuku-kuku tajam bebentuk tipis pisau tajam keluar dari setiap celah jarinya.
"Setidaknya aku tidak memainkan kekuasaanku"Dengan sekali hentakan Minho berlari cepat kearah Sehun.
.
.
.
"Kau yakin dengan kondisimu? Apa kita tidak bisa menyembuhkan dulu lukamu itu"Luhan berusaha menyamakan langkahnya dengan Kris. Walaupun namja itu berjalan cepat, Luhan tahu Kris tengah menahan sakit dari setiap luka ditubuhnya. Selain luka pada tangannya pasti Minho melakukan penghancuran didalam tubuh Kris. Dia pernah melihat bagaimana Minho menghancurkan setiap tulang werewolf pembangkang hinga berkeping-keping dari dalam tanpa terlihat luka sedikitpun.
"BERHENTIIII"Luhan berteriak sekeras mungkin untuk membuat Kris mendengar suaranya "Apa kau ingin menyelamatkan Tao dengan kondisi seperti itu? Kau tak akan bisa, kau hanya akan membuang kesempatan setelah sampai disana dengan kondisi seperti itu, obati lukamu hahh hahh"Lanjut Luhan dengan diakhiri deru nafas kuat akibat suaranya yang terasa habis.
Kris berhenti, memikirkan apa yang diucapkan Luhan sebelum menyandarkan tubuhnya didinding didekatnya.
Luhan tersenyum melihat Kris akhirnya menurut. Dengan langkah cepat Luhan menghampiri Kris untuk menyembuhkan Luka Kris.
.
.
"Apa kau tidak lapar?"Baekhyun menatap tajam namja didepannya. Ya.. Bagaimana mungkin kau tidak marah jika disaat kau disaat kau dijadikan tahanan dan kau diberi makan dengan cara daging diikat seuntai tali kemudian disambung dengan kayu seperti pancing. Ayolah dia memang werewolf tapi bukan anjing aslipun tidak suka mainan seperti kucing.
"Aku tidak lapar perut karet"Gerutu Baekhyun kepada namja tinggi didepannya, Changmin. Ya.. Apa kalian aneh melihat Changmin seperti sehat sediakala? Ah.. Salahkan dia yang sudah sangat mengenal seorang pangeran Sehun yang memungkinkan dia sudah banyak memakan gula garam kehidupan yang membuatnya bisa membuat antisipasi disaat Sehun mengamuk.
"Tapi kau dari tadi belum makan"Ucap Changmin kembali memainkan daging didepan wajah Baekhyun.
"Aku menjamin akan mencincangmu hidup-hidup saat aku bebas nanti"Ancam Baekhyun.
"Nantimu itu lama"Changmin mengangkat kedua bahunya tak begitu peduli.
.
"Hei"Baekhyun memulai yang ditanggapi deheman Changmin.
"Apa benar Sehun cuma menganggap Tao adalah kakanya?"
"Kenapa menanyakan itu?"
"Dia terlihat memiliki perasaan lebih dari itu"
"Hahaha.. benarkah?"
"Apa ada yang lucu?"
"Ya.. Banyak yang berpikiran seperti itu, tapi.. Banyak hal yang hanya Sehun mengetahuinya"Baekhyun menggerutu kembali sesaat setelah mendapatkan jawaban yang membuatnya semakin ingin tahu.
.
.
"Aku akan mencobanya.. Tapi, aku tidak menjamin akan bisa, aku belum pernah mencobanya selama ini"Tao mengangguk mengerti.
Sebenarnya sedari tadi Yesung sudah menolak permintaan Tao. Tapi sedikit berpikir untuk mencoba kemampuannya yesung kemudian mensetujui permintaan Tao untuk menyembuhkan kedua panca indranya.
Yesung mengusap kedua kelopak mata Tao menggunakan jari jempolnya dengan lembut, meminta namja panda itu memejamkan matanya kemudian Yesung ikut memejamkan matanya. Hembusan sunyi ruang tahanan itu menjadi suara tersendiri disaat sinar kebiruan menyelimuti tubuh kedua namja disana.
Yesung membuka matanya untuk memulai kemudia meminta Tao untuk ikut membuka matanya.
"Apa kau sudah melihatnya?"Yesung bertanya disaat Tao mengerjapkan beberapa kali matanya.
"Hung.. Humm ungg"Tidak, tidak ada yang berbeda. Suara dengungan dan pandangan gelap tampak masih sama tanpa ada perubahan sedikitpun.
Yesung mengehla nafas panjang kemudian merebahkan tubuhnya dilantai semen disana.
"Sudah kuduga, tidak akan berhasil"Tao meundukan kepalanya, matanya yang sempat terlihat berbinar seperkian detik lalu tampak memudar sedikit-demi sedikit. Apa namja itu benar-benar menginginkannya.
Tao diam dengan posisi terduduk di dekat ranjang lusuh dalam sel itu, tidak berminat untuk bergerak sejengkalpun dari sana. Jika dikatakan sangat menginginkannya maka Tao akan menjawab iya. Kebutaan dan kebisuaannya bukanlah hal yang dibuat tetapi memang sudah ada sejak dia lahir. mungkin sebagian orang beranggapan dia memiliki keterbelakangan metal yang cukup berat akibat sedikit ruang lingkup jangkau tempat yang dia tinggali dihidupnya dia kamar, kastil, gudang, hutan perbatasan, disaat dia hanya bisa mendengung berat ataupun menggerakan tubuh dengan brutal tak tentu apa tujuannya untuk bergerak tapi mungkin tanpa ada yang tahu ada sebagian kecil dari Tao yang mungkin hanya dirinya yang tahu, perasaan nyaman disaat seseorang ada didekatnya, perasaan ingin menggapainya walaupun pada dasarnya otaknya tidak memiliki fungsi untuk melakukan hal ang diperintahkan hatinya. disaat semua orang beranggapan dia memiliki keterbelakangan mental Tao akan berpikir dia memiliki hal yang mungkin hanya sebagian kecil seseorang memilikinya, hati.
"Maaf tidak bisa membantumu"Ucap Yesung, namja berwajah tampan dengan postur babyface itu tersenyum hambar. Dia tidak pernah melatih kemampuannya. Sempat berpikir kemampuan itu tidak akan diperlukan dalam dunia gelap seperti ini.
.
.
BRAAAAK
GRAAAAAAHH
BRUSSHHH
"Apa kau mendengarnya?"Ucap Luhan kepada Kris yang lebih dulu memposisikan tubuhnya berdiri dengan pandangan tajam menelaah setiap sudut ruangan.
"Itu Sehun"Ucap Kris. Luhan menganggukan kepalanya mengerti.
"Sekarang bagaimana? Sehun atau Tao?"Ucap Luhan ditunjukan kepada Kris.
"Aku yakin Sehun bisa menahannya sedikit, kita akan mencari Tao"Kris langsung berlari cepat kearah dimana dia dapat mengingat dimana letak Ruang bawah tanah khusus untuk vampire dengan Luhan yang mengikutinya di belakang.
.
.
"Apa hanya ini kemampuan seorang pangeran Sehun hm? Lemah"Minho menggerakan tangannya untuk mencekik leher Sehun kemudian melemparnya pada pagar pembatas tangga besar hingga membuat pagar itu hancur sebagian.
"hahh hahh hahh"Sehun tahu yang dia hadapi adalah Minho, seorang raja utama bangsa werewolf. Mengetahui batas dimana derajat kemampuan mereka. Sehun tahu kemampuannya masih belum mencapai kemampuan Minho tapi, demi permatanya.. Dia akan berusaha semaksimal mungkin.
"Apa kau sudah menyerah, pangeran ?"Ejekan yang tidak begitu asing untuk Sehun. Sebenarnya apa alasan kuat Minho melakukan ini kepada bangsa vampire. Walaupun sebagian akibat dikarenakan bangsa vampire, bukannya perundingan antara werewolf dan vampire sedikit mengurangi emosional raja satu ini. Tapi pada dasarnya Sehun masih merasakan kemarahan yang sama sekali tidak berkurang sedikitpun. Apa Minho memiliki alasan lain dibalik sifat tenangnya saat perundingan itu?
"Kau itu cuma sampah kecil disini, sampah yang semestinya di hancurkan sejak lama"Taemin yang tengah berada tak jauh dari ruangan itu sedikit bergetar mendengar ucapan Minho untuk Sehun. Bagai kaset rusak yang ingin selalu dibuangnya kini kembali dengan cepat hanya karena kalimat yang begitu mudah keluar dari mulut Minho.
~flashback~
"Aku hanya sebentar"Terdengar suara Taemin dari dalam kamar kastil bernuansa coklat itu. Namja berwajah tampan dengan kesan manis itu nampak tersenyum disaat namja bertubuh lebih tinggi darinya tengah memeluknya dari belakang tampak tidak menginginkan dirinya untuk pergi dari perlihatannya. Ya.. Mungkin seorang 'suami' akan sangat posesif disaat melihat kekasihnya tengah membawa calon seorang putra istimewa di dalam perutnya. walaupun pada dasarnya Taemin tidak begitu nyaman disaat Minho terus melakukan hal-hal yang selama ini dia sukai seperti berburu sendiri ataupun berjalan ditengah hutan sendirian, dia tidak begitu suka berkelompok ataupun dikawal para prajurit dan kesukaannya itu cukup dilarang Minho karena namja tampan itu takut pergerakan sang 'istri' sulit melawan jika pengganggu menyerangnya disaat dirinya mengandung.
Untuk saat ini Taemin sangat menginginkan penyegaran setelah sekian lama dirinya hanya bisa berkeliling didalam kastil tapi Minho ya Minho, namja itu tetap melarangnya.
"Hanya sebentar, tidak lama"Taemin mengusap pergelangan tangan Minho yang tengah melingkar dipinggangnya.
"Apa kau yakin?"
"Ya.. Setidaknya biarkan anakmu melihat dunia, bukan kastil terus menerus"Minho sedikit menghela nafas sebelum mengangguk kemudian melepaskan pelukannya pada pinggang Taemin.
"Jika ada apa-apa, segera berikan kode, aku akan langsung datang"Ucap Minho sesaat setelah Taemin berlalu.
.
.
"hungg.. Humm ungg"Tao kecil terus mendengung disaat namja tampan lainnya tengah meremar lehernya kuat. Tak begitu mengerti dan memilih tidak menoleh sambil memeluk kedua lutut kecilnya dengan dengungan terus keluar dari bibir kecilnya.
"Hahh.. Hahh.. Hahhh"Namja kecil lainnya-Sehun masih terus meremas lehernya. ingin rasanya merobek leher itu sampai rasa panas itu menghilang dengan cepat. Dia tidak pernah merasakan hal seperti ini, rasa sakit bercampur panas yang membuatmu rela melakukan apapun hanya untuk menghilangkan perasaan sakit itu.
Mata tajamnya nampak menelaah sekitar dengan hidungnya yang seeprti terfokus kepada Tao yang masih seperti tak terusik dengan raungan yang keluar dari mulutnya. Tidak, tidak akan.. Perasaan ingin menghancurkan seperti ini.
Sehun berdiri dengan cepat kemudian berlari meninggalkan Tao disana sendirian. Lebih baik dirinya cepat pergi sebelum dirinya merobek kulit Tao yang terus menjadi penglihatan utamanya.
.
.
Dengan gerakan tertatih Sehun terus menggerakan langkahnya sejauh mungkin. Matanya masih menatap tajam sekeliling bak predator buas yang tengah mengincar santapannya yang kabur.
Entah insting ataupun hanya keberuntungan, Sehun dapat melihat seorang namja tengah menyandarkan tubuhnya di batang pohon besar dengan tenang. Tak menampakan rasa terganggu atas suara berisik air terjun yang tidak begitu jauh dari namja itu.
Dengan berlahan bak pemangsa, Sehun mulai merangkak kearah namja itu dengan pelan. Berusaha tidak membuat namja itu terganggu sedikitpun.
.
Taemin masih dengan posisi yang sama, bersandar nyaman disalah satu pohon besar didekatnya. Tangannya yang berkulit putih itu tampak mengusap perutnya yang sedikit berbentuk berbeda dengan kasih sayang. Konsentrasinya hanya terfokus pada kehamilannya tanpa tahu tak jauh dari tempatnya ada Sehun yang tengah terus memperhatikan gerakannya dengan pandangan lapar.
Srak
srak
srak
srak
"Graaaaaaaaaaghttt"
.
" Beraninya.. Kau "Sehun menghentikan acara santapan siangnya sesaat setelah mendengar suara pengganggu dibelakangnya, Minho. Tak begitu lama sampai dia merasakan hantaman keras diperutnya dari kepalan tangan Minho.
Minho yang tadinya mendapat firasat tak nyaman langsung mencari taemin kehutan dan apa yang dilihatnya sekarang tak lebih dari cukup, taemin dengan keadaan mengenaskan dengan perut terkoyak hingga berbentuk cekung bak mangkuk tergenang saus tomat didalamnya dan jangan lupakan seongol gumpalan daging yang masih berada disana, bayinya.
Minho masih memiliki pemikiran untuk segera membawa Taemin pergi daripada mementingkan untuk Sehun yang bisa dia musanahkan kapanpun dia inginkan.
.
.
Semuanya terekam begitu saja, ya.. Begitu saja dibalik panda jernih namja yang tengah menyembunyikan tubuhnya dari balik pohon besar dari arah tempat kejadian, Lay. Namja dengan kedewasaan labil yang dia miliki melihat apa yang tengah terjadi di depannya. Hal yang mungkin lebih buruk dibandingkan mengetahui sang ratu vampire meninggal disaat hari itu juga.
.
.
.
.
.
Tbc
.
.
.
.
.
Trimakasih untuk yang sudah membaca, review ataupun yang mampir sebentar ke ff Shiro \^o^/ trimakasih banyaaaaak dan juga yang buat nungguin ff shiro ne ._./
Huang and Wu, Kirei thelittlethieves, Amalia1993,Hlyjs, Juniel is a Vampirehybrid, Aulchan12, Peachpetals, Raetaoris, Shinjiwoo920202, Saktii, Huang zin, Rivern222, Eyiichan
buat amalia1993 siapa dirimuuuuuuuuuuuuu?/plak
yang chapter ini lebih menceritakan masalah Sehun. dan kekuatan Tao hanya diceritakan sedikit/plak. Masih disimpen buat adegan tegang. Buat chapter depan mungkin akan menceritakan kristao dengan sedikit bumbu/? Masalalu penyiksaan Tao. Tao diceritakan menjadi werewolf karena darahnya lebih dominan ke Jaejoong yang terlahir werewolf. Dan untuk tangan Kris, akan dipikirkan/plak karena disini Shiro mau membuat perjuangan Kris lebih sensara :3 /digebukin. Buat yang sudah review trimakasih banyak dan juga buat yang sudah mampir neeeeeeeee, dan buat teman-teman Shiro ini, Shiro minta maaf kalau shiro ada salah dan juga minta do'a ne buat UN nanti ._./
sampai jumpa di chapter berikuuuutnyaaaaaaaaaaaa \o.o/
