Pair:KrisTao

Rating:M

Genre:Romance/supernatural

Warning:Typo, EYD masih hancur, Pemula, masih butuh bimbingan ._.

.

.

.

Bukannya kau sakit seperti ini? Berhentilah.. Setidaknya kau bisa berhenti kemudian pergi? Dengan begitu kau tidak akan merasakan sakit, apa aku begitu penting untukmu? Aku apa untukmu?

.

.

.

.

Flashback

Dengan berlumuran darah dan tubuh terseok, Sehun berusaha berjalan menuju aliran air terjun di dekat tempat itu. Masih terlihat jelas lumuran darah segar di sekitar tempat dimana Taemin tergeletak beberapa saat lalu. Dengan pandangan sedikit mengabur, Sehun menyeburkan diri kearah danau besar di depannya tanpa menghiraukan dirinya akan tenggelam atau tidak.

Tampak tubuh berbalut kemeja putih itu melayang-layang di dalam air danau berkedalaman lebih dua tiga meter. Namja bertubuh kecil itu masih menutup mata tajamnya dengan rambut terbawa gelombang aliran air terjun, tampak indah.

.

.

"Apapun yang terjadi kalian harus menyembuhkan Taemin"Minho berucap tajam kepada setiap bawahannya. Werewolf berkemampuan medis itu tampak mondar mandir mengambil berbagai alat aneh yang entah apa namanya untuk mencoba menyelamatkan ratu mereka.

"Aku sudah mengatakannya, lebih baik kita selesaikan, tidak sepantasnya vampire di ruang lingkup werewolf"Terdengar suara dari namja bertubuh tegap, Zhoumi.

"Ini perintah dari Jaejoong"Ucap Minho, suaranya terlihat tenang walaupun pada dasarnya masih terdengar suara cemas disana.

"Tapi coba apa yang kau lihat sekarang? Dia tetap vampire, vampire muda yang masih memiliki aura pembunuh sangat kuat, bukannya kau tahu sendiri bagaimana seorang jung yunho? Seorang yang pernah hampir membunuh lima puluh prajuritnya dalam satu malam hanya karena rasa hausnya yang membuatnya muak?"Jelas Zhoumi, namja berwajah orental chinese itu tampak menatap bagaimana cara werewolf lainnya mengobati Taemin "Bahkan ratu yang memiliki kecepatan terkuat disinipun semudah itu ditangkap?"Lanjutnya.

"Jika dia tidak Mengandung, aku menjaminnya dia akan lolos"Sahut Minho.

"Bagaimanapun, kita harus tetap menghukum pangeran kecil itu, Minho"Zhoumi menatap kearah Minho. Sebagaimanapun perintah seorang pengeran kedua, bukannya hukum harus tetap di tegakkan walaupun memang sudah sedari dulu hukum sudah di langgar semenjak penerimaan Sehun sebagai keluarga werewolf.

Minho menatap kearah dimana Taemin tengah berbaring dengan segala pengobatan dan sinar kehijauan yang masih terus menyelubunginya untuk tetap mempertahankan kehidupan namja yang tengah sekarat itu. Mata tajam bak pemangsa itu semakin menggelap seiring dengan pendengarannya yang masih berfungsi untuk mendengarkan ucapan Zhoumi yang masih terngiang di kepalanya.

"Lebih baik menyiksanya dari pada harus membunuhnya" Ucap Minho kemudian. Zhoumi menatap kearah Minho, namja berumur lebih muda darinya itu nampak terlihat lebih licik dari dirinya.

.

.

"Hahh hahhh hahh"Deru nafas Lay masih terus terdengar beberapa saat yang, namja bertubuh namja berumur lima belas tahunan itu tampak memposisikan tubuhnya berjongkok dengan tangan bertumpu pada tanah berumput tipis di bawahnya.

Namja berwajah tampan dengan kedewasaannya itu menatap kearah namja lain yang tengah terbaring di depannya dengan keadaan baju yang basah akibat air danau, Sehun.

"Apa dia baik-baik saja?"Lay menepuk-nepuk pipi Sehun cukup keras. Lay cukup tahu hal negatif yang mungkin akan terjadi setelah ini. Walaupun Sebenarnya cukup tahu sejak lama Sehun adalah pewaris vampire tidak bisa seenaknya dia menyelamatkan Sehun dengan membawanya kembali ke kastil vampire, apalagi dengan hal yang sudah diperintahkan untuknya untuk tetap menjaga pangeran dari kejauhan. Apa kalian bertanya-tanya? Ah.. Begini.. Mungkin kalian berpikir, kenapa Lay tidak membawa Sehun ke kastil vampire kalau dia memang mengetahui kalau Sehun adalah pangeran, tinggal memberitahu raja dan Sehun akan selamat dari murkaan seorang Minho setelah kejadian ini? Ah ayolah.. Seorang Lay yang masih remaja saja tahu dia pangeran, apa lagi para tetua vampire? Kalian tentu tahu bagaimana tingkat kecerdasan seorang bangsa vampire ya.. Jangan lupakan ketampanan mereka, bagaimana mungkin seorang vampire tidak mengenal sesamanya sendiri. Mereka cukup tahu Sehun seorang vampire dan ditambah dengan mata tajam dengan aura istimewa yang hanya dimiliki bangsa vampire bangsawan utama. hidup bertahun-tahun menjadi vampire cukup membuat mereka bisa membedakan kasta hanya sekali mencium aroma udara di sekitar mereka.

Satu hal lagi yang akan menjadi masalah sekarang, vampire berdarah bangsawan murni akan melemah setelah mereka melewati hari istimewanya, hari pertama mereka mengamuk sebrutal mungkin karena hormon pemangsa yang mulai tumbuh dengan dratis akibatnya tenaga mereka akan terkuras. Masih beruntung kalau hanya melemah, bisa saja Sehun akan tertidur selamanya dan hal seperti inilah yang akan menunjukan seberapa istimewanya seorang bangsawan utama. Jika mereka berasil melewatinya..bahkan tanpa berefek buruk dengan melemahnya tubuh mereka berbulan-bulan Tanpa berpikirpun para vampire akan menunjuknya sebagai raja.

And flashback

"Apa kau benar-benar tidak mau makan?"Yesung menatap Tao dengan pandangan bosan, tangannya masih memainkan secangkir darah hewan yang dia dapatkan dari penjaga yang datang beberapa menit yang lalu.

"hung...humm...umm"Tao menggerakan kepalanya menggeleng dengan tangan memeluk lututnya ah.. hal yang terlihat membosankan.

"Aku bingung, kalau kau adalah gambungan vampire dan werewolf, apa yang kau makan?''Yesung berucap lagi dengan salah satu alisnya naik, tampang bingung.

Tao menghentikan gerakannya dengan kelopak mata kembali berkedip, kelihatannya dia sendiripun bingung. Seingatnyapun dia sudah lama tidak makan kecuali benda aneh dengan bau amis yang sempat Lay berikan kepadanya beberapa hari yang lalu. Dia tidak tahu apa nama makanan itu selain itulah yang selalu Lay berikan kepadanya. Dia tidak pernah bosan memakannya walaupun jika dirasakan benda itu sama.

"Kau sendiri bingung? Aku juga"Kelihatannya Yesung mulai mengerti ucapan Tao ya.. Walaupun bermodal menebak.

Tap

Tap

Tap

Terdengar suara dari lorong sepi itu membuat Tao yang sedari tadi mendengun berhenti dan langsung berdiri dari posisi duduknya kemudian melangkah pelan menuju dinding deruji yang mengurungnya.

Yesung yang melihat bagaimana Tao bereaksi ikut berdiri dengan perasaan penasaran dengan apa yang dirasakan Tao sehingga membuat namja itu memperdulikan pergerakan itu.

"Apa kau yakin mereka mengurung Tao disini?"

"Aku yakin, aku melihat para pengawal membawanya kearah lorong ini"

Suara teriakan sahut menyahut dengan sebutan nama Tao terus terdengar sampai suara itu terasa terhenti dengan tapakan langkah kaki yang berhenti tepat di depan Tao.

"Tao.. "

deg

deg

deg

Air mata, itulah yang diperlihatkan Tao pertama kalinya saat suara bass itu terdengar kembali tepat di depannya dan membuat yesung yang berada disini menatap namja yang baru saja datang di tempat itu, Kris.

"Lebih baik kita segera menyelamatkannya sebelum penjaga lain menyusul kita"Luhan berucap untuk mengingatkan namja tampan di depannya, tak memiliki banyak waktu untuk saling merindukan sekarang.

Kris mengangguk mengerti. Bagaimanapun kerinduannya harus ditahan sekarang. Kesempatan tidak akan datang dua kali dan dia harus segera menyelamatkan Tao.

Kris melangkah mundur untuk membiarkan Luhan untuk membuka dinding jeruji yang mengurung Tao. Mungkin bisa saja dia menghancurkannya sendiri tapi tanpa kalian sadari ada dinding kasat mata yang masih terus menghalangi setiap batang jeruji yang berdiri disana dan hanya bisa dihancurkan jika kau menggerakkan jerujinya dari dalam benda itu yang memiliki lapisan penghalang yang lebih tipis dari pada bagian depan.

"Akan ku mulai" Luhan mulai menggerakan kedua tangannya kesamping sebelum mengatupkan kedua tangannya kemudian dengan cepat membukannya membuat gelombang kasat mata yang membuat batang-batang besi itu melengkung berbalikkan arah, menciptakan lubang besar akibat lengkungan itu.

Yesung terpukau mendapati semua itu ya.. Dia cukup lama bergelut dengan para bangsa werewolf apa lagi menghitung seberapa lamanya dia sudah terkurung di dalam pejara pengap itu tapi dia tidak pernah bosan melihat berbagai pertunjukan memukau dari setiap werewolf yang memiliki kemampuan istimewa.

"Kita harus segera pergi"Ucap Kris.

"Kenapa harus cepat pergi? lebih baik kalian berlibur saja disini"Semua yang berada langsung menoleh kearah dimana asal suara itu muncul.

Di tempat yang sama, tepat berada dilorong itu terlihat seorang namja berwajah manis dengan tatapan tajam terarah kepada setiap orang disana, Ren.

"Jangan pernah berpikir untuk lari"Desis Ren.

"Aku yang akan menangani ini, kalian cepat bawa Tao keluar"Yesung berucap, melangkahkan kakinya selangkah lebih depan daripada yang lain.

"Kau yakin?"Kris memastikan.

"Ya.. hitung-hitung aku akan pemanasan, aku menjamin ini semua tidak akan berhenti disini saja"Ucap Yesung kemudian di anggukan Kris yang memerintahkan semuanya pergi disana dengan Kris yang menggendong Tao di punggungnya.

"Kita mulai.. "Ucap Yesung dengan seringaian yang terpampang di bibirnya.

.

.

Flashback

.

.

"Apa yang kalian pikirkan? Kita sudah dibuang dan kalian mau saja menerima tawaran itu?"

"Kris, mengertilah.. Bukankah kita seharusnya memang hidup dikalangan para bangsawan? Itulah tempat kita sebenarnya"

"Iya.. Kalian hanya akan menerima semuanya beres, tapi aku? Apa kalian pernah berpikir aku akan setuju begitu saja dengan perjodohan memuakan itu?"

"Yang mereka inginkan dirimu, mengertilah Kris, tidak buruk melakukan perjodohan ini, kau akan menyukai namja itu"

"kalian menyuruhku mengerti keinginan kalian, tapi apa kalian mengerti dengan keinginanku"

Brak

Apa kalian masih ingat dengan hal ini? Ah.. Ya.. apa kalian sempat berpikir perjodohan antara Tao dan Kris akan berjalan dengan mulus awalnya? Tidak.. Tidak seperti itu.. Banyak hal yang harus kalian ketahui tentang masa lalu ini, termasuk bagaimana perjalanan romansa yang mungkin begitu sulit untuk dimengerti.

.

.

Kris terus melangkahkan kakinya lebih kedalam hutan. Suasana hati nya benar-benar tidak bisa diajak untuk berbicara. Masih terngiang di otaknya bagaimana para tetua itu memberikan penawaran menggiurkan kepada keluarganya untuk kembali hidup di kastil setelah bertahun-tahun lamanya mereka dibuang begitu saja. Dengan hal yang begitu diinginkan sejak lama tentu saja keluarganya tidak akan berpikir panjang dengan segalanya. Tanpa berpikir lamapun Kris cukup tahu keluarganya hanya dimanfaatkan untuk pertahanan kastil werewolf yang sudah lama mereka tinggalkan. Berita tentang terpojoknya bangsa werewolf saat penyerangan bangsa vampirepun sudah terdengar telinganya dan itu cukup menjadi bukti kelemahan bangsa werewolf. Perjodohan yang hanya dijadikan alasanpun mereka lakukan, konyol.

"Hum.. Hungg..ungg.."Kris menajamkan pendengarannya disaat telinganya menangkap suara aneh yang terdengar di sekitar tempatnya berdiri. Dia tahu pembuat suara itu bukan musuh karena penciumannya masih menangkap aroma werewolf disana.

Dengan langkah pelan Kris melangkah menuju keasal suara lirih itu. Tepat di semak-semak lebat dia dapat melihat gundukan bewarna hitam yang terus bergoyang aneh, menurut Kris.

Srak

Sungguh, Kris berharap apa yang dia lihat sekarang adalah hal yang jauh lebih menarik daripada seorang namja yang tengah memeluk kedua lututnya dengan dengungan aneh disana.

Tidak begitu peduli dengan namja itu, Kris lebih memilih pergi begitu saja tanpa tahu namja itu tengah menangis dengan tubuh bergetar tipis, Tao.

.

"Coba lihat bocah idiot ini, dia sembunyi disini"

"Apa ini, werewolf setengah vampire? Mahluk seperti ini pantasnya di buang saja, cuma mengotori bangsa kita"

Bukh

Srak

"HUNNGG UNGGG..HHH..HUMMHHH"Teriakan Tao terus terdengar disaat kedua namja yang sedari tadi mencarinya terus menghantamkan tubuhnya di bebatuan sungai deras disana.

Tao dapat merasakannya, bagaimana bebatuan itu sedikit retak dengan bagian tulang-tulang ditubuhnya yang mulai melemah. Banyak darah yang sudah keluar dari setiap luka itu. Jika dikatakan terbiasa, maka Tao akan mengatakan dia memang terbiasa dengan semua ini tapi bukan berarti tubuhnya kebal dengan segalanya mungkin untuk ukuran manusia mereka akan mati sedari tadi tanpa menunggu untuk mengatakan terbiasa dengan semuanya. Terkadang berpikir untuk menjadi mahluk yang mudah mati itu ada. Bahkan mungkin dengan begitu Tao tidak akan merasakan hal yang sama berulang kali tapi pada kenyataannya dia adalah mahluk istimewa walaupun sering dikatakan idiot.

Pukulan masih terus terasa ditubuhnya membuat Tao memilih untuk memejamkan matanya. berusaha membuat rasa sakit di tubuhnya berkurang.

Apa kalian sempat berpikir Kris berada disana dan menyelamatkan Tao? Ah.. tidak tidak.. Mungkin memang benar kata bersosialisasi bangsa werewolf lebih bagus daripada vampire tapi bukan berarti mereka akan langsung menolong orang itu tanpa berpikir sedikitpun.. Jika kalian ada disana, kalian akan melihat bagaimana Kris hanya melihat bagaimana Tao dianiaya para werewolf lain. Kris memang sudah lama berada disalah satu dahan pohon untuk memperhatikan bagaimana para werewolf itu menyiksa werewolf lain yang tampak terlihat lemah tapi Kris sama sekali tidak melakukan hal lain, hanya melihat, dia bukan seseorang yang akan mudah menolong orang lain tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya apalagi dengan masalah yang sempat membuat emosinya tidak stabil dan membuatnya malas melakukan perbuatan dermawan.

Cacian dan segala hinaan terus terdengar disana dengan begitu mudahnya sedikit membuat telinga Kris panas mendengarnya secara mudahnya dia sedikit lebih tahu kenapa namja itu dianiaya oleh bangsanya sendiri.

Kris mulai berdiri dari posisi duduknya, meloncat dari ketinggian sekitar sepuluh meter untuk menapakan kakinya di tanah rerumputan berlumpur dibawahnya.

"Apa kalian tidak pernah berpikir, hanya untuk menyerang satu orang idiot kalian melakukannya berlima?"Kris mulai berucap dan membuat para werewolf lain yang berada disana langsung menoleh secara bersamaan kearahnya.

"K... kris.. "Salah satu namja disana terbata, ya.. Siapa yang tidak mengenal Kris dan bagaimana isu tentang keluarganya, mengerikan? Tentu.. Mungkin aturan menyerang sesama werewolf akan mendapat hukuman tapi, Kris ataupun keluarganya tidak pernah tekait dengan semua aturan karna mereka tidak memiliki kubu dan isu tentang bagaimana kemampuan para werewolf terbuang yang sangat dibutuhkan para bangsawan werewolf membuat mereka berpikir dua kali untuk menantang namja berperawakan tampan itu. Mereka memilih pergi dari tempat itu.

"Lemah"Desis Kris, dia berharap bisa memukul salah satu dari werewolf muda tadi, ternyata isu bisa membuat seseorang takut.

Kris melangkahkan kakinya menuju kearah Tao terbaring di pinggiran sungai dengan badan hampir tenggelam seutuhnya. Sedikit berjongkok untuk mengangkat Tao menggunakan tangannya. Mungkin jika Kris vampire, Tao sudah habis kering dihisapnya bagaimana tidak jika sekarang namja panda itu tengah berlumuran darah yang membuatnya begitu menggiurkan untuk disntap malam ini.

.

.

"Apa kau sudah baikkan?"Kris yang tengah menyalakan api unggun langsung menoleh disaat mendapati Tao mulai menggerakan tubuhnya untuk mencoba duduk, terlihat masih lemah.

Kris memutar bola matanya, dia melupakan penyebab namja yang ditolongnya itu disebut idiot. Percuma saja dia bertanya ataupun mengatakan sesuatu kalau namja itu tidak mengerti.

Tao masih berusaha mendudukan tubuhnya, dia tidak begitu suka berbaring. Kris yang akhirnya sedikit kasihan dengan Tao membantunya untuk mencoba duduk dengan berbagai tempelan tumbuhan obat yang masih tertempel di setiap luka di tubuhnya.

"Hungg humm!" Karena merasakan sentuhan tiba-tiba di tubuhnya membuat Tao langsung menggerakan tangannya kesegala arah untuk mengusir siapa saja yang menyentuhnya. Tubuhnya bergetar ketakutan dengan suara dengungan yang semakin keras.

"Diamlah"Desis Kris tepat di telinga Tao dan membuat namja panda itu seketika berhenti melakukan perlawanan, mengerti atau tidak apa yang diucapan Kris, Tao berhenti menggerakan tangannya dan mengeluarkan dengungan yang membuat Kris sedikit terpana melihat namja yang tengah dalam posisi di pelukannya dan jangan lupakan wajah Kris yang masih betah di dekat telinga Tao dengan pandangan yang memperhatikan wajah Tao yang tampak terlihat lebih menawan daripada namja itu terus berontak.

"Begini lebih baik"Ucap Kris dengan senyuman tipis yang berkembang dibibirnya tanpa pemiliknya sadari.

Kris tidak sama sekali melepaskan pelukannya kepada Tao, hanya menyamankan posisinya dengan Tao berada dipangkuannya karena namja panda itu sedikit sulit untuk duduk sendiri akibat luka yang masih belum sembuh sempurna. Jika ingin jujur Kris benar-benar merasa nyaman dengan hal ini.

Kris mencoba mempererat pelukannya disaat Tao mulai sedikit terlelap dengan dengungan halus yang semakin lama semakin menghilang seiring namja itu tertidur.

"Apa aku mulai menyukaimu?"Pertanyaan yang terucap untuk dirinya sendiri.

.

"Hungg... "Tao kembali mendengung disaat suara kecepak air sedikit mengganggunya. Namja bermata panda itu mengucek matanya berulang kali untuk membuat matanya tidak sedikit berat.

"Kau sudah bangun?"Kris bersuara dan hanya dijawab dengungan halus yang mungkin tidak memiliki arti sama sekali selain sahutan saat suara aneh terdengar di telinga namja panda itu. Kris memutar bola matanya mengingat kenyataan di depannya.

Tao yang mulai membaik mencoba menggerakan tubuhnya untuk berdiri sebelum melangkahkan kakinya pelan-pelan menuju kecipak air yang masih terus terdengar di telinganya.

Kris yang tengah mandi di dalam danau mendapati Tao terus berjalan menuju kearah danau langsung menghampiri namja panda itu dengan cepat setelah seperkian detik namja itu menceburkan diri kedanau.

Merengkuh tubuh Tao yang sudah basah setengah itu kedalam pelukannya itulah yang Kris lakukan sekarang. Meletakan salah satu tangannya pada pinggang Tao dengan pelukan erat seiring dengan Tao yang juga meletakan kedua tangannya untuk meremas pundak Kris dikala namja panda itu merasakan rasa dingin yang tiba-tiba menjalar di tubuhnya.

Jujur, Kris sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi dengan tubuhnya selain mendekatkan wajahnya pada wajah Tao yang tengah menatap kesegala arah dengan dengungan halusnya. Lebih dekat dan membuat bibirnya merasakan getaran halus dari bibir Tao yang tengah dirasakannya.

"Ummhh.. um"Mungkin biasanya Tao akan melawan jika ada sentuhan aneh ditubuhnya tapi, saat ini dia menyukainya, sangat. Sentuhan halus yang menjalar di bibirnya membuatnya menginginkan sentuhan itu tetap ada disana tanpa merubah posisinya ya.. mungkin memang benar bibir itu tetap disana tapi, rasa yang berbeda dapat Tao rasakan disaat bibir itu semakin menekan bibirnya dengan benda kenyal aneh yang terus mengusap bibirnya yang sedikit terbuka menciptakan getaran panas di tubuhnya memuncak membuat tubuhnya bereaksi dengan mengarahkan kedua tangannya yang memeluk erat leher Kris, mempererat tubuh mereka dengan getaran menakjubkan yang bahkan dia sendiri tidak tahu namanya.

"Hunghh.. hummhhh"Setelah beberapa saat Tao menggerakan Tangannya untuk mendorong tubuh Kris menjauh, dia benar-benar membutuhkan bernafas sekarang.

Kris melepaskan ciumannya, sedikit menjilat sudut bibir Tao untuk memberikan bekas disana.

"Masih pemula"Kris menatap kearah Tao, melihat bagaimana namja yang tengah berada didalam pelukannya meraup nafas sebanyak-banyaknya yang bahkan ciuman yang mereka lakukan di kelaskan sebagai ciuman pemula tapi cukup menggairahkan untuknya.

.

"Menyusahkan"Entah untuk keberapa kalinya Kris harus menggerutu hari ini bermula dari kekurangan Tao, Tao yang tiba-tiba lapar, Dari terpaksanya dia harus mengenakan celana basah saja pagi ini akibat semua baju Tao yang basah semua dan terpaksa dia meminjamkan kemeja hitamnya kepada Tao ya.. Walaupun ada hal menyenangkan disaat dipertontonkan dengan tontonan live dimana Tao hanya mengenakan kemeja hitamnya dan jangan lupakan Kris berkesempatan untuk melihat namja itu dalam keadaan tanpa sehelai benangpun ditubuhnya saat ingin memakaikan kemejanya. Apa ini keberuntungan?

.

.

.

.

Tbc

terimakasih untuk yang sudah review, baca ataupun yang sudah review ff shiro, terimakasih banyak ne .-./

amalia1993, zoldyk, raetaoris, aulchan12, shinjiwoo920202, peachpetals, huang zin, juniel is a vampire hybrid, eyiichan, sukiyj57, wulandari. Apple, chanwonderful.

Buat reader baru, salam kenal ne .-.)/ , dan juga yang sudah mendoakan shiro, terimakasih banyaaaak, a... Dan juga mianhe untuk yang meminta ff nya lebih panjang, shiro akan mencobanya dan juga, mianhe jika ada kekuarang di ff shiro ne ._. Shiro akan belajar lebih baik lagi, untuk chapter depan masih flashback dan masih menceritakan kristao ne.. Dan.. Apa lagi ya.. Sampai ketemu di chapteeeer depaaaaan, gomawoooo 'o'/\