Pair:KrisTao
Rating:T-M
Genre:Romance
Warning:Typo, EYD hancur, Masih pemula dan bimbingan
.
.
.
.
Katakan aku bodoh.. Katakan aku sakit.. Katakan aku gila.. Katakan segalanya yng bisa kau ucapkan. Berbicaralah, katakan semuanya dn buatlah aku semakin menginginkanmu..
.
.
.
~KrisTao~
.
.
Black Pearl
ch_12_
.
.
.
cukup jelas melihat ikatan tipis yang tengah menjahit bibir namja itu seperti menahannya untuk mendengung keras. Kris menyeringai menatap kelakuan para bangsawan di sana, memalukan.
"Kris.. Cepat turun"Terdengar suara Chanyeol di balik pintu membuat Kris galihkan pandangannya dari grombolan werewolf bangsawan kemudian menatap kearah pintu yang masih tertutup.
"Mereka sudah datang"Ucap Chanyeol ketika melihat kris sudah berada di depannya. Kris tak menyahut hanya melangkah melewati Chanyeol begitu saja yang berasil membuat Chanyeol berdesis, cukup biasa melihat kelakuan Kris.
"Hei.. Apa kau baik-baik saja?"Ucap Kris sambil terus menggoyangkan tubuh Tao yang tampak tergeletak di sampingnya dengan cukup keras.
Kris tidak tahu apa yang terjadi selain tubuh Tao melemas dengan tiba-tiba setelah sesaat mendudukan diri di sampingnya.
"Kau jangan bermain-main denganku, idiot"Jujur, Kris sedikit merasa khawatir dengan namja di smpingnya yang tampak tambah melemas dengan terus memegangi lehernya dan deru nafas yang terus terdengar semakin cepat.
"Tidak mungkinkan.. "Dengan gerakan cepat Kris menoleh kearah langit untuk menatap tepat kearah dimana disana tampak bulan menampakan putaran penuhnya-bulan purnama yang seharusnya menambah kekuatanseorang werewolf dan bukan sebaliknya membuat tubuh seorang werewolf melemas seperti ini.
"Unghh.. hhh.. unghh.. Umm.. "
deg
deg
deg
'Jangan katakan ini sebagai keuntungan'Bagai seperti boneka Kris menggerakkan tubuhnya membungkuk tepat berhadapan dengan wajah Tao yang tengah mendengung halus disana. Jarak yang begitu kecil jika hanya untuk bertatap muka dan Kris cukup sadar tubuhnya bergerak tanpa perintahnya sedikitpun begitu juga tubuhnya yang merasakan rengkuhan halus dari tangan Tao yang memeluk pundaknya, memaksanya untuk lebih menunduk sebelum wajah namja panda itu sedikit miring untuk mengarahkan bibirnya tepat di perpotongan leher Kris.
'Dia werewolf.. Tidak.. Mana mungkin sekarang aroma werewolf itu lenyap begitu saja... Tidak.. '
SRAK
BRAK
"Akhhh... "Bagai tubuh yang kembali mendapatkan tuannya. Kris kembali mendapatkan pengendlian tubuhnya tapi digantikan dengan rasa sakit akibat benturan yang begitu tiba-tiba akibat terpaan angin yng datang tiba-tiba bak sengaja menyingkirkannya dari Tao.
"Menjauh darinya"Kris menoleh kearah asal suara itu dan mendapati seorang namja dengan balutan kemeja bewarna coklat gelap tengah berdiri tidak begitu jauh dari tempat Tao sebelum namja itu melngkah kearah Tao dan langsung merengkuh tubuh Tao dengan tangan kanannya tanpa melepaskan tatapan tajam kearahnya. Berbeda dengan namja itu, Tao malah merengkuh erat leher namja itu sambil terus menjilat perpotongan leher namja itu dengan begitu rakus seperti mencoba memberi tanda akan sesuatu di dalam perpotongan daging berkulit putih salju itu.
"Siapa Kau? Lepaskan namja itu"Geram Kris menatap tidak suka kearah namja itu.
"Bukan urusanmu"Hanya ucapan itu sebelum namja itu menghilang begitu saja dari penglihatan Kris dengan menyisakan pusaran angin yang tampak semakin lama semakin menghilang.
"Brengsek"
.
.
"Seharusnya kau di tempat persembunyian saja, Tao"Ucap Sehun sambil meletakan tubuh Tao pada tumpukan dedaunan yang telah tertata rapi di dalam gubuk tua yang sudah lama di jadikan persembunyian kecil Tao dan Sehun. Mungkin tak aneh mereka selalu bersama karena mereka senasip.. Bukankah seperti itu?
"Kau lapar?"Ucap Sehun sambil mengusap bibir Tao menggunakan ibu jarinya yang langsung dikulum Tao dengan cepat, tampak sensual dan Sehun tidak ingin melihat itu semua segera menarik ibu jarinya dan digantikan dengan Sehun yang menundukan kepalanya dengan perpotongan miliknya tersaji tepat pada bibir Tao yang tengah terbaring "Makanlah"Ucap Sehun lemudian memejamkan matanya, bersamaan dengan rasa tusukan pada perpotongan lehernya akibat kedua taring Tao.
"Werewolf terbuangkah.. "Sehun menyeringai.. Seringaian yang bahkan pertama kalinya terlihat dari bibir namja itu.
.
.
"Kau sudah pulang Kris.. Kemana pakaianmu?"Chanyeol bersuara.
"Berhentilah berbicara.. Anjing"Desis Kris yang berhasil membuat Chanyeol mengernyitkan alisnya 'anjing?.. Yang benar saja' .
.
Kris langsung menghempaskan tubuhnya kearah ranjang sesaat setelah sampai kedalam kamar. Sedikit berbeda dengan kamar rumah kayu minimalis di keluarganya, rumah ini sedikit lebih kecil saat mengingat ini rumah yang dibuatnya sendiri untuk tempatnya menenangkan diri ataupun menjauh dari rumah keluarganya.
"Seharusnya kau cepat pulang, ajuma mencarimu"Terdengar suara Chanyeol dari balik pintu. Kris tak menjawab ucapan Chanyeol dan itu sudah cukup untuk Chanyeol mengartikan ketidak inginan sang namja.
.
.
Dengan sedikit kelembutan, Sehun masih terus mengusap rambut Tao yang tengah berada di pundaknya. kelihatannya namja panda itu masih betah menghisap darahnya dengan hisapan sedikit melambat dari pada di awal tadi yang begitu terlihat beringas.
"Darahku bisa habis kalau seperti ini"Ucap Sehun, walaupun berisi gerutuan tetap saja bibirnya menampakan senyuman tipis yang tampak menambah ketampanan wajahnya.
Dengan sedikit dengungan kecil di bibir namja panda itu Tao merenggangkan cengkramannya pada pundak Sehun kemudian melepaskan hisapannya, menatap sang dongsaeng seayah-nya yang juga tengah menatapnya.
"Sudah selesai?"Ucap Sehun sambil mengusap pipi Tao dengan pelan. Mungkin banyak yang akan bertanya.. Apa Sehun benar-benar hanya menganggap Tao sebagai kaka Atau.. Ada perasaan kecil disana? Tidak.. Tidak semudah itu untuk memiliki perasaan itu. Mungkin memang benar perasaan kepada namja panda itu bisa dikatakan khusus tapi masih ada akal sehat Sehun untuk mengekang perasaan itu saat ini sampai perasaan itu menghilang tanpa bekas. Mungkin orang lain memikirkan ini hal menjijikan mengingat bagaimana namja yang telah mengetahui dirinya vampire itu memperlakukan Tao bak orang terkasih.
"Lebih baik gege tidur"Ucap Sehun sambil mengusap punggung Tao kemudian menepuk tumpukan jerami yang kini menjadi pengganti ranjang berkasur empuk mereka. Tao mengedipkan matanya beberapa kali kemudian merebahkan tubuhnya seperti sudah terbiasa dengan jerami nyaman disana ya.. Setidaknya jerami lebih bagus daripada pukulan yang sering dia rasakan dari orang-orang yang membencinya.
.
.
"Bersikaplah yang baik untuk kali ini, Kris"Ucap seorang namja bertubuh tinggi dengan wajah tampan berlesung pipit yang menambah menambah kesan tersendiri untuk namja berperawakan gagah tersebut, Siwon.
"Tanpa kau beritahu, aku sudah tau.. "Kris menjawab datar perintah Siwon tanpa harus menatap namja berstatus pamannya itu.
Kris menatap kearah luar cendela terbuat dari kamarnya, menatap segerombolan para werewolf bangsawan yang tengah berjalan menuju rumah minimalis terbuat dari kayu milik keluarganya. Tidak aneh menatap para segerombolan para bangsawa yang seperti menurunkan harga diri mereka dengan menawarkan hal menggiurkan bernama tahta untuk keluarganya yang telah terbuang, menjilat ludah sendiri.. Mungkin bisa dikatakan seperti itu.
Sedikit membelalakan matanya saat tak sengaja pandangannya bertemu dengan seorang namja dengan mata bak panda juga berada di tengah rombongan bangsawan. Tipis tapi Kris cukup tahu namja yang baru di temuinya beberapa hari yang lalu itu tangannya tengah diikat menggunakan tali tipis tak kasat mata tapi cukup dapat dilihat namja berperawakan tampan itu dan namaja itu
.
.
Kehangatan yang tampak begitu terasa di tengah ruangan besar-ruang tamu kediaman werewolf itu. Mungkin tak aneh melihat itu semuanya mengingat bagaimana sifat seorang werewolf ya.. Pengecualian untuk Kris yang tengah menatap setiap pasang mata yang berada disana, tampak mengawasi.
"Kelihatannya kalian akan cocok"Ucap Minho memulai mengarahkan pembicaraan utama.
"Tentu saja-
"Werewolf terbuang di nikahkan dengan werewolf terbuang juga.. sangat serasi"Kris memotong ucapan Siwon.
"Apa maksudmu Kris?"Kibum sang pendaping Siwon nampak bertanya.
"Bukankah dia namja setengah vampire dan werewolf itu?"Ucap Kris menatap setiap pasang mata para bangsawan werewolf yang kini memasang kilatan kesinisan, mungkin jika pertahanan mereka tidak di bobol para vampire, tak akan sudi mereka melakukan hal memalukan seperti ini.
"Kau mengetahuinya?"Ucap Minho mencoba menenangkan pikirannya untuk tidak mengoyak isi perut Kris sekarang juga.
"Cukup tahu jika hanya untuk melihat bagaimana namja khusus yang kau maksud itu di siksa kekawanannya sendiri"Ucap Kris dingin disertai tatapan mengintimidasi.
"Berhenti Kris"Siwon mencoba mengehentikan perbuatan Kris dan itu mampu membuat Kris menatap sinis kearah pamannya itu.
"Paman sudah tahu? Bagus sekali"Ucap Kris tajam.
Semua yang berada disana nampak menarik nafas mereka saat udara di dalam ruang minimalis itu terasa semakin sesak.
"Pangeran? Apa kau pikir pangeran akan disiksa? Apa sekarang aturan yang kalian agungkan itu sudah dibuang?"Kris menatap kearah Tao yang masih diam dengan kepala menunduk tampak tak bisa bebas "Kalian membuang kami.. Kemudian datang lagi? Apa ini lelucon bangsawan?" Tambah Kris menambah rasa panas di ruangan itu.
"Minho.. Ku harap kau..
"Tidak apa-apa.. Dia sudah tahu dan dia masih berada disini, bukankah itu berarti dia mensetujui hal ini, bukan"Minho berucap. Bak pemangsa pandangan tajam itu terarah pada Kris yang juga menatap tajam kearahnya.
"Apa kau pikir otakku seperti otakmu?"Ucap Kris kembali tak membiarkan keluarganya untuk menyela. Sudah cukup muak dengan kelakuan para bangsawa di depannya bahkan werewolf di depannya jauh lebih licik daripada para vampire yang selalu di ceritakan memiliki kelicikan di dalam otak mereka di setiap sejarah konyol.
"Jadi kau tidak menerimanya?"Ucap Minho
"Bukankah ini sangat terbaca, raja"Mungkin memang benar namja bermata panda itu sudah menarik perhatiannya tapi bukan berarti seorang Kris akan begitu mudah dirubah pendapatnya hanya karena hal konyol berbau rasa suka yang belum pasti apalagi ditambah limpahan derajat yang disuguhkan untuknya.
Minho menggeram mendengar ucapan Kris di depannya. Tidak pernah dia membayangkan akan mengemis seperti ini jika tidak untuk para kawanannya "Kau bisa memilih sendiri"Minho berucap.
"Benarkah? Bagaimana jika Temin kesayanganmu itu? ..
BRAAAAAAK
persekian detik sebelum kalimat bernada mengejek Kris berakhir, Minho langsung mengarahkan tangannya bak mencekik di udara kosong tapi bukan udara kosong yang di rasakan Kris melainkan cekikan dan benturan cukup keras di punggungnya akibat hantaman dinding yang terbuat dari kayu yang kini sudah berbentuk lubang besar disana dengan Kris yng kini tergeletak di tanah berlumut dibawahnya akibat dorongan kasat mata dari Minho.
"Mungkin kawananku tak sekuat kawananmu tapi.. Jangan lupa kau masih seumur jagung untukku, tuan muda"Desis Minho sambil mengeratkan cekikannya sampai urat-urat di pergelangan tangannya terlihat.
Tak ada yang bertindak untuk membantu Kris yang kini berusaha melepaskan diri dari kekangan Minho.
"Mungkin memang benar kau adalah seseorang yang di takdirkan terkuat di kawananmu.. Tapi hanya kawananmu.. Bukan untuk semua werewolf.. apa kau melupakan itu?"Ucap Minho. Mungkin banyak yang bertanya.. Kenapa harus Kris? Mengingat bagaimana banyak werewolf yang terbuang jika hanya ingin mengikat suatu kawanan dengan hal berbau pernikahan. Bagi seorang werewolf mengingat yang terkuat adalah suatu pilihan, mungkin kalian pernah mendengar kalimat 'yang kuat dialah yang berkuasa' bukankah begitu? Dan kris yang telah dipastikan memiliki kemampuan itu kelak membuat Minho menginginkannya. Mungkin tidak terlihat sekarang bagaimana kemampuan Kris.. Tapi nanti dan itu sudah cukup mengatur kawanan terbuang jika dari mereka melawan.
"Lihat.. Bahkan kawananmu tidak menolongmu"Minho kembali berucap dengan tarikan nafas cukup pelan.
Kris masih terus berusaha melepaskan diri dari cengkraman Minho sebelum dia dapat merasakan tubuhnya melemas seketika saat melihat Siwon membawa sebuah batu berukuran kecil di tangannya, kelemahannya.
'Brengsek'
Minho menyeringai saat melihat bagaimana Kris tergeletak dengan nafas terengah setelah cekikan pada lehernya terlepas.
"Maafkan atas ketidak nyamanan anda"Ucap Kibum saat melihat Minho kembali ketempat duduknya.
"Tidak apa-apa.. aku juga minta maaf atas perbuatanku yang merusak rumah kalian"Minho tersenyum kemudian melihat kearah Kris yang tengah menatap tajam kearahnya dengan nafas masih terengah akibat batu hitam pekat kelemahannya masih berada di sekitarnya.
.
.
"Aku tidak menyangka bertemu denganmu lagi"Ucap Kris dingin pada namja bak panda disampingnya dengan wajah yang masih tetap menunduk. Kris menghela nafas memperhatikan Tao yang tak bergerak seincipun dari posisi duduknya setelah mereka berada di teras belakang rumah minimalis keluarganya sedangkan semua werewolf tengah berbincang di ruang tamu seperti tak terjadi apapun beberapa saat lalu.
Dengan pelan Kris mengusapkan tangannya kearah pundak Tao kemudian menyentuhnya turun sampai kepergelangan tangan namja panda itu, melepaskan tali tipis yang sedari tadi mengikat sang namja panda. Setelah selesai Kris menggerakan tangannya kearah bibir sang namja dan melakukan hal yang sama.
Seperti terbebas, Tao kembali mengeluarkandengungannya dengan kepala bergerak kekanan dan kekiri seperti mengamati udara yang terasa berbeda dari kastil besar yang dia tempati.
"Jangan banyak mendengung.. Aku tidak tahu bahasamu"Ucap Kris dengan nada lelah yang sangat kentara sambil menyamankan tubuhnya kedidin rumah di belakangnya. Dapat Kris rasakan sakit di punggungnya masih terasa sakit mengingat seberapa kerasnya kayu pilihan keluarganya itu.
"Hungg.. Ungg.. Huuumm "Tao bergerak gelisah dengan kepala mendongak keatas, tangan namja itu mencakar-cakar lantai kayu di bawahnya.
Kris yang melihat itu mencoba menahan tangan Tao yang berusaha menolak sentuhannya kemudian memberontak sambil menggerakan kakinya untuk menendang-nendang Kris yng kini memposisikan tubuhnya di depannya.
"Diamlah idiot"Ucap Kris tajam yang malah semakin membuat Tao memberontak. Cukup sekali dia menghadapi raja konyol tadi dan sekarang dia harus menghadapi bocah idiot yang bahan mendengungkan bahasa yang tidak akan dia temukan di dalam kamus.
Dengan sigap Kris mendorong tubuh Tao kelantai, memposisikan kakinya untuk menindih kaki Tao yang sekarang tengah terbaring dengan tangan tercekal di kanan dan kirinya.
Sesaat Kris dapat merasakan tubuhnya terhenti sesaat melihat bagaimana namja dibawahnya menatapnya dengan pandangan bingung. Masih terdengar dengungan lirih dari Tao disana tapi namja itu sama sekali tidak berontak ataupun mencoba untuk melawan dengan apa yang dilakukan Kris kepadanya
Jujur Kris dapat merasakan bagaimana detak jantungnya berdetak sedikit di atas normal dan mungkin itu juga yang dirasakan Tao sekarang disaat namja itu terlihat sedang meraba dadanya menggunakan tangan kanannya seperti merasakan detak-detak lembut dari dadanya kemudian menoleh kearah Kris dengan senyuman kecil yang mampu membuat pandangan Kris tertuju pada namja panda itu, menikmati bagaimana Tao menatapnya dengan pandangan polos di samping senyumannya.
Lembut, hanya itu yang dapat Kris rasakan saat bibirnya tanpa sadar bersentuhan dengan bibir namja panda di bawahnya. Rasa lembut dengan pemanis yang entah terasa begitu saja dari kedua belah bibir itu.
"Hung.. umm.. hhh"Apa itu bisa terdengar dalam artian atau sebuah lenguhan, Kris tidak mengetahuiya. Di dalam otaknya hanya ada rasa manis dan dia menginginkan hal lebih dari sekedar menempelkan sepasang bibir itu walaupun dia berulangkali meminta ijin untuk memasukinya tetap saja namja bermata hitam pekat bak panda itu tak membuka kedua belah bibir itu tak membukanya.
"Apa aku mengganggu kalian?" Terdengar suara dari arah pintu membuat Kris menghentikan aktifitasnya kemudian menatap Chanyeol yang tengah menyilangkan kedua tangannya di dada dengan senyuman miring yang mungkin membuat Kris merasa jengkel sekarang juga.
"Ada apa?"Ucap Kris sambil memperbaiki posisi duduknya, membiarkan Tao dalam posisi terbaring sambil mendengung lirih dengan pandangan menatap keatas.
"Kalian dipanggil untuk membicarakan masalah ikatan itu"Chanyeol menoleh kearah Kris kemudian kearah Tao "Kelihatannya kau tidak akan menolak lagi"Lanjut Chanyeol sambil menyeringai. Kris mendengus kemudian beranjak dari tempat duduknya sambil menarik tangan Tao untuk ikut berdiri.
"Apa namja itu baru pertama kali berciuman? "Ucap Chanyeol sambil menatap kearah Tao dengan pandangan meneliti saat namja panda itu seperti terhipnotis.
"Tidak juga"
"Jadi kau sudah pernah menciumnya selain ini?"Kris menyeringai.
.
.
"Baiklah, aku setuju dengan pertunangan itu"
.
.
And flash back
.
.
Aku tidak tahu kapan perasaan itu dating karena yang ku tahu aku hanya ingin memilikimu, menjagamu walaupun akulah yang akan merasakan sakit.
"KRIIIIIIS!"
BRAK
JDWARRRR
Kris tidak bisa menapsirkannya, seberapa sayatan yang kini dirasakannya dan bagaimana dia mencoba mempertahankan Tao untuk tetap berada dalam gendongannya. Satu tangannya mencoba untuk mempertahankan pegangan pada punggung namja itu sedangkan tangannya yang tinggal tersisa lengan itu tampak mencoba menutupi wajahnya dari bebatuan yang hancur dari tembok kokoh yang sudah tampak hancur dan Kris cukup jeli untuk melihat seseorang yang tengah berada disana, namja berkulit putih dengan kemeja sudah berantakan, Sehun. Bukan, bukan hanya Sehun yang berada disana melainkan sang raja warewolf-Minho juga berada disana tapi tidak seperti Sehun, namja itu masih berdiri dengan tegak disana, seringaian dan juga pakaian berkebangsawaan dan juga dapat dilihat bagamana sebuah ekor panjang berbulu keabuan menggeliat di belakangnya.
"Apa sekarang ada pertemanan baru disini?"Minho berucap dengan pandangan menuju kearah Kris dan itu membuat Sehun ikut menoleh kearah yang sama dan dia dapat melihat Kris disana dengan Tao di gendongannya."Luhan, kemarilah.. bukannya kau berpihak kepadaku?" Lanjut Minho sambil mengulurkan tangannya kearah Luhan yang masih betah berdiri di depan Kris, menjadi tameng namja itu.
"Jangan bermimpi"Luhan menatap sinis kearah Minho, membuat namja berperawakan tampan itu menurunkan uluran tangannya. "Aku bukan lagi barang percobaanmu"Lanjutnya.
"Kau bukan barang percobaan, kau adalah bawahanku, bukankah seperti itu?"Minho menatap tajam kearah Luhan.
Sehun sama sekali tidak mengerti dengan pembicaraan kedua namja itu tapi pembicaraan itu mampu membuatnya mengambil waktu untuk memulihkan luka di tubuhnya walaupun tidak begitu sempurna.
Kris menatap kearah Sehun yang juga menatap kearahnya. Mungkin memang benar apa yang dikatakan setiap orang 'musuh bisa menjadi teman dan teman bisa menjadi musuh' dan hal itu mampu membuat Kris dan Sehun mencoba untu bekerja sama untuk hal ini karena mereka yakin tidak cukup hanya melawan dengan satu otak saja jika melawan Minho yang dapat di perkirakan memiliki banyak otak di kepalanya, lelucon.
Tbc
Terimakasih yang sudah review, yang baca, nungguin ff shiro, yang mampir jugaaaa trimakasih banyak neeeeeee 'o' .
Fallforhaeyuk ; trimakasih .-. /bingung shiro shiro bicara apa ehehe
ko chen teung; hubungan sehun sama tao itu bisa dibilang brother kompleks, tp sehun dulu sempat punya rasa ke tao
unique fire;itu mungkin jaman peretebgahan abad, seperti di vampire knight 'o'
amalia1993; ini sydah update, semoga gak bosen neee ^^
TKsit; nee.. salam kenal, ya.. mungkin nanti nee
Peachpetals; hahaha krisnya belum mesum-mesum amat kok
Kirei thelittlehieve; ini sudah lanjuut 'o'
aulchan12; ini sudah lanjuut, semoga gak bosenin nee ^^
baekhyunniewife; sebentar lagi juga bahagia kok, ditunggu nee
shinjiwoo920202; yaa nanti ne, sebentar lagiii, yang keren buat terakhir'' saja/ plak
huang zin; nee sudah lanjuuut, semoga gak bosenin neeee
KT in the house; sudah lanjuuuuuut 'o'
huangbabytao82; shiro jugaa sukaaaa/ plak
juniel is vampire hybrid; neee,dan yg ini jugaaa
luwinaa; ne, hunhan ada kok, ditunngu ne, semoga ga bosenin 'o'
wulandari. apple; woaaa buing buiiing *o* penderitaan tao sebentar lagi abiis koook
yamamura sayuri; salaam kenaaal jugaaaa, aaaa itu rahasiaaa/ plak , dituggu nee
baby tao lovers; sudaah lanjuuut 'o'
xyln; hahaha tidaak apa'' salam kenaal neeee
LVenge; jae tidak begitu menyiksa tao, jae begitu karna ingn melampiaskan marahnya sama yunho ne, minho raja vampire, si jae masih hidup tapi masih belum di keluarin/ plak, sebagaimanapun tao di lahirin di kawanan werewolf dan itu membuatnya tidak boleh mengutak atiknya walaupun tao memiliki darah vampire karna tao juga lebh memiliki banyak darah werewolf daripada vampire, sehun anak pertama dari istri prtamanya yang sesame werewolf, minho tidak menolak karena itu sebuah perjanjian antara kedua belaj pihak, ahahahah neeee ini sudah lanjuuut.
Trimakasiiih banyak untuk semuanyaaaa neeee dan selamat ketemu di chapter depaaaaaaan
