Pairing: KrisTao(ofecial couple)
Genre: Romance/Supernatural
Rate: M
Warning: Typo, EYD hancur, BL/Yaoi, masih butuh bimbingan, pemula
Huang Zi Tao 95% vampire 5% werewolf
Vampire: Sehun, Lay, Chen, Xiumin, Changmin, Kyungsoo, Yunho, Yesung, Zelo.
Werewolf: Kris, Chanyeol, Siwon, Kai, Baekhyun, Suho, Ren, Minho, Taemin, Kyuhyun, Jaejoong.
.
.
Kau tidak akan pernah jatuh karena sebelum kau jatuh aku akan tetap merengkuhmu sampai kau tak bergetar lagi. Satu kata dua kata sampai kau tenang dalam lelapmu menunggu dimana kau bisa menampakan raut tajammu.
.
.
.
Black pearl ch_13_
.
.
"Luhan.. jaga Tao" Luhan menatap kebelakang untuk mendapati Kris tengah melangkah sedikit tertatih kearahnya sambil mendekap Tao menggunakan tangan kirinya yang masih utuh.
"Apa maksudmu? Apa kau sudah gila untuk memilih melawan Minho"Luhan tidak terlalu fokus dengan apa yang diucapkannya, otaknya masih berfungsi untuk membuat posisi kuda-kuda saat melihat Minho mulai menggerakan tangannya dari posisinya tanpa harus beranjak dari tempatnya. Kris tidak menanggapi ucapan Luhan langsung memposisikan tubuhnya yang cukup berbalut luka kesamping Luhan sambil menyerahkan tubuh Tao yang masih mencengkram pundaknya sejak tadi kepada Luhan.
"Apa kalian mulai berpikir jernih?" Minho menyeringai menatap Sehun yang berdiri dengan posisi tidak begitu jauh di depannya dengan Kris yang melangkah sedikit maju dari tempat awalnya seperti sengaja menunjukan mereka akan menghancurkan Minho bersama-sama. tak ada balasan atas ucapan Minho selain geraman seorang Kris yang langsung mengalihkan tatapan tajamnya kearah Kris yang kini merubah tubuhnya menjadi srigala berbulu hitam dengan mata bak predator. Tangannya yang putus secara cepat langsung tumbuh, menyembul dari daging bagian dalam dengan menyisahkan cucuran darah yang merembes mengotori tangan baru dari sana. Tapi bukan itu saja yang membuat seorang Minho tercengang melainkan sayap hitam bak rajawali menyeruak keluar dari punggung sang srigala baru ditambah dengan bagian ekor meruncing, membuat kita bisa kembali mengingat bagaimana tongkat sang dewa possaidon.
Sehun menatap datar, tanpa menoleh langsungpun dia dapat merasakan bagaimana tekanan yang sedikit terasa mendorong tubuhnya dan jangan lupakan bagaimana mata tajamnya mendapati momen minho dengan mata yang tercengang, menarik. Untuk kali ini dia tidak akan membiarkan sang patner bermain sendiri, sedikit menambah permainan Sehun mulai memejaman matanya dengan tangan sebelah kiriya membentuk posisi vertical membuat tekanan udara di ruang yang sudah porak poranda itu tiba-tiba sesak seperti udara tengah berkumpul melingkupi tubuh Sehun, terlihat bagaimana rambut hitam kepirangannya itu tertiup angin begitu cepat. Bagai merasaka kulitnya melupas, sehun mendapati sayap selebar viniks melingkupi tubuhnya ditambah dengan ruang lingkup mata sepenuhnya bewarna hitam menyisahkan biji permata bewarna putih, taring yang memanjang menambah kesan mengerikan untuk namja berperawakan tampan itu.
Desissan terdengar dari Minho saat pandangannya menatap kedua bocah berumur di bawahnya meningkatkan kekuatannya menjadi sempurna membuatnya mengepalkan tangannya sebelum merubah wujudnya menjadi sempurna. Srigala dengan bulu bewarna abu-abu dengan bulu di sisi-sisi leher memanjak bak sang penguasa hutan. Dua tanduk bewarna putih gading menyembul dari kepalanya di tambah dengan sepuluh tulang bak tanduk menyembul dari punggungnya seperti beberapa fosil kadal besar dari peradaban manusia purba.
Dengan gerakan cepat Kris melangkahkan kakinya menuju kearah Minho bersamaaan dengan Sehun yang mengayunkan tangannya kesamping untuk membuat tekanan udara terbelah pada bagian posisi Minho berusaha membuat namja berstatus sebagai raja itu sesak nafas kehilangan udara di sekitarnya.
Minho memposisikan tubuhnya mundur beberapa langkah untuk menghindari gerakan cepat Kris dan juga tekanan udara yang menipis di paru-parunya. Kris menyerang tubuh Minho bertubi-tubi tanpa membiarkan namja itu untuk bernafas walaupun pada kenyataannya namja itu kini tak bernafas akibat perbuatan Sehun.
Srak
Brak
"ARGHHHHH!" Hilang sudah kosentrasi Sehun. Melepaskan kekangannya kepada Minho dan Langsung berlari kearah Tao dan juga Luhan yang kini terhempas menghantam tiang sebesar sepuluh kali lipat ukuran manusia. Pandangannya mendapati namja berwajah diatas rata-rata seorang model yeoja kini melepaskan rengkuhannya pada Tao akibat merasakan sakit di punggungnya dengan tiba-tiba. Terlihat Tao kini mencoba berdiri dari posisi terlungkupnya dengan suara dengungan yang menjadi ringisan akibat luka lebar di punggungnya, terlihat darah bercucur deras melalui luka ternganga seperti tergores kampak lebar.
"APA YANG KAU LAKUKAAAAN!"Sehun merengkuh tubuh Tao dengan tatapan nyalang terarah kepada Luhan yang masih meringis akibat lukanya. Membuat Luhan menjadi tersangka utama luka di tubuh Tao. Sehun tidak memperdulikan Luhan, tangan berbalut kuku tajam itu tampak berusaha menyembuhkan Tao dengan mempercepar regenerasi sel-sel ditubuh Tao.
Srak
"Arghh!"
"Seharusnya kau lebih konsentrasi dengan musuhmu, bocah"Sehun berdesis menatap tajam kearah seorang namja berperawakan tinggi yang cukup di kenalnya, Chanyeol.
Chanyeol menyeringai mendapati Sehun menatap dengan tajam kearahnya "Kelihatannya aku tidak bisa membiarkan kalian bermain sendiri"Chanyeol merenggangkan otot-otot lehernya sebelum memposisikan tubuhnya sedikit membungkuk, merubah tubuhnya menjadi werewolf seutuhnya dengan memperlihatkan bulu-bulu bewarna kecoklatan bercampur dengan kemerahan. Tampak warna hitam mengelilingi keempat pergelangan kaki sang srigala pendatang, sang dewa api.
Gerakan menghindar adalah hal pertama yang dilakukan Sehun saat mata setajam elangnya melihat bagaimana Chanyeol siap menubruknya dengan posisi cakar menyilang hendak mencakar sang mangsa. Cukup sulit dengan seseorang yang berada di gendongannya membuatnya sedikit limbung mempertahankan posisi luka orang itu tetap di di depan tanpa harus bergesekan dengan tangan berkulit putih itu merengkuh tubuh namja itu-Tao.
Berbeda dengan Sehun yang kini masih mencoa mengobati luka Tao, Kris masih terus menyerang kearah Minho dengan membabi buta. Dua mahluk yang masih saling bertempur satu sama lain. Entah berapa kali Kris harus meraup nafas sebanyak-banyaknya. Untuk sekarang memang tidak heran dengan perbandingan kekuatan mereka setelah dilihat bagaimana seorang Minho menempati tatahnya dengan sekali bicara. Kris cukup tahu bagaimana sekarang Sehun tengah bertarung dengan Chanyeol, namja yang cukup sulit mengingat bagaimana namja yang berkedudukan sebagai tangan kanan Minho walaupun pada dasarnya namja itu pernah hidup dalam kawanan terbuang sepertinya tapi kelihatannya namja yang sangat loyal akan sebuah pemimpin itu tidak akan pandang bulu siapa pemimpinya, seperti robot yang memiliki remot control berstatus pemimpin yang selalu mudah mengendalikannya. Jangan pernah mengataskan nama sahabat untuk namja itu karena walaupun namja itu disuruh untuk memenggal sahabatnya sendiri, namja itu akan senang hati bersedia melakukannya tanpa banyak pertanyaan yang keluar.
Bukan Cuma luka Tao sekarang tapi juga luka dalam yang sempat dirasakannya saat melawan Minho berjam-jam membuat tubuhnya sedikit melemah tapi. Dia tidak bisa leluasa bertarung dengan Tao di dalam pelukannya dan dia tidak akan menyerahkan Tao kepada namja yang sudah lengah membuat Tao terluka parah seperti ini.
"Sehun, biar aku yang akan menjaga Tao"Luhan berlari kearah Sehun berada. Berlari cukup cepat tapi bukan ucapan trimakasih ataupun kata 'ya' melainkan hempasan angin bak sabit membuatnya terpelanting menjauh, tidak mengijinkannya mendekati Tao sejengkalpun.
"Aku tidak membutuhkan seekor anjing brengsek untuk menjaganya"Sehun meraung menatap tajam kearah Luhan. Sungguh.. dia cukup tahu seberapa dia membenci para werewolf. Tidak ada kesan percaya sedikitpun walaupun dia kini bekerja sama dengan Kris untuk menyelamatkan Tao tapi bukan itu saja. Dia ingin segera menghancurkan kepemimpinan raja yang seharusnya sudah pensiun sejak lama itu. Dia muak dengan semuanya. Sakit yang selalu dirasakannya bukan hanya sekedar hiburan untuk para werewolf. Omong kosong dengan teman, bahkan seekor werewolf seperti Chanyeolpun bisa membunuh temannya begitu saja.
"Cukup dengan basa basi kalian"Chanyeol yang sedari tadi berdiam diri memulai gerakannya. Sedikit bergerak salto untuk menciptakan putaran api besar yang terbentuk dari gerakannya. Api yang seperti menggelinding kearah Sehun sebelum terpecah menjadi dua dengan salah satunya mengarah kepada Luhan yang masih memutahkan darah akibat tekanan sabit Sehun yang bersamaan dengan udara yang terpaksa di ambil begitu saja membuatnya sesak nafas dalam sesaat.
Sedikit sulit tapi Sehun mencoba bergerak bersamaan dengan Tao di dekapannya. Melompat menjauhi putaran api di depannya kemudian membuat pusaran angin untuk melenyapkan api itu dari hadapannya. Mungkin jika ini bukan sebah pertarungan mempertaruhkan nyawa, mungkin semua orang akan bertepuk tangan melihat acrobat di depan mereka.
Menggerakan cakaran di tangannya, Kris berusaha mendominasi pertarungan. Tidak terlalu fokus dengan apa yang di depannya. Namja itu selalu mencuri lihat bagaimana keadaan Tao. Namja itu tampak bergetar dengan tambahan Chanyeol di dalam arena Sehun. Bagai konsentrasi yang memudar akibat luka yang ternganga di punggung Tao, sangat jelas untuk dilihat Kris. Dia tidak menyangka Chanyeol akan datang untuk membantu Minho yang seharusnya sudah tercincang sedari tadi.
Minho membuat kilatan kecil dari ekornya yang mengibas. Kilatan seperti bulan sabit itu mengarah kepada Kris yang terlihat sedikit lengah dengan pertarungannya. Namun meleset ah tidak tidak, serangan itu sama sekali tidak meleset melainkan kibasan sayap Kris membuatnya terpelanting menjauhinya dengan bercampur ongokan api berasal dari kibasan sayap Kris. Kris yang begitu sama dengan Chanyeol. Mereka memeliki elemen api, sepasang sahabat begitu sama walaupun jalan pemikiran mereka berbeda.
Minho mendesis, kekuatannya sudah mencapai puncaknya. tubuh ringkih yang sebenarnya tersembunyi di balik sifat antagonisnya. Mungkin jika tidak karena Sehun yang dulu sempat menyerang Taemin. Dia tidak akan selemah ini, bagai pendeskripsian setengah nyawanya telah di gunakan untuk memulihkan sang kekasih yang hampir di unjung tanduk. Mengedarkan pandangannya kesegala arah sebelum matanya memicing untuk mendapati namja bersayap lebar yang kini tubuh yang membelakangiya dengan berjongkok memposisikan untuk menyembuhkan namja panda yang kini sedang tengkuram di depannya. Walaupun masih bertarung melawan Chanyeol. Menggunakan tangan kirinya untuk mengeluarkan kekuatannya sedangkan tangan kanannya untuk menyembuhkan namja panda itu. Katakan dia licik sekarang karena meman itulah kenyataanya.
Kris mendapati dimana fokus Minho sekarang, membuat matanya terbelalak seketika. Seperkian detik tidak.. bukan Cuma Sehun yang akan hancur berkeping-keping jika benda itu mengenai punggungnya, Tao juga akan ikut terkena.. tidak akan sampai mati tapi itu cukup untuk membuat tubuhnya terbelah menjadi dua. Dan itu tidak akan di biarkannya Tao, Sehun.. mereka sama walaupun Kris akan berteriak untuk memeberitahu Tao jauh lebih penting tapi.. bukan berarti dia akan membiarkan Sehun mati begitu saja. Melangkah cepat.. sedikit membuat tikungan dengan kedua sayap berposisi tertumpuk membuat tameng..
"RRGHHHHHH!"Jeritan terdengar begitu jelas dari Kris saat namja itu merasakan bagaimana sayap lebar yang terbentang di punggungnya putus begitu saja kemudian jatuh tepat di bagian samping tubuhnya meninggalkan tetesan darah segar membanjiri lantai marmer yang sudah remuk akibat kilatan Minho.
Sehun merasakan cipratan darah segar mengenai bagian punggungnya sebelum tubuhnya terpelanting akibat tekanan kekuatan Minho. Membuatnya melepaskan tubuh Tao yang kini juga terpelanting berlawanan arah dengannya membuatnya terbelalak dengan posisi yang sama tidak.. jangan pernah katakana itu Kris. Dia cukup tahu bagaimana aliran darahnya berdesir secara tiba-tiba sebagai tanda serangan muncul tapi tidak menyangka serangan itu akan di halangi Kris dengan tubuhnya.
Deg
Deg
Deg
Detakan halus terdengar tipis sebelum detakan itu berpacu lebih kencang membuat tubuh namja bak panda itu bergetar halus, tubuhnya sudah berada lagi dalam dekapan sang dongsaeng melainkan tubuh itu kini tengah terlungkup di lantai setelah sempat terlempar dengan jarak begitu jauh dari pelindungnya, Sehun. Lambat tapi pasti kedua bola mata yang sempat tertutup itu kini terbuka dengan warna buram bercampur merah darah yang mengalir dari kedua sudut mata pandanya, mungkin kalian berpikir air mata darah hanya sebuah kiasan semata tapi untuk seorang Tao itu bukanlah sebuah kiasan karena saat inilah dia sendiri yang merasakan bagaimana tetesan berbau anyir itu mengalir begitu saja dari matanya membuat genangan bewarna merah itu menutupi kedua bola matanya yang mengabur. Tidak.. dia tidak pernah tahu apa yang terjadi dengannya sekarang, pandangan yang setiap harinya menghitam kini berubah merah saat kedua kelopak matanya terbuka. Perasaan sakit di punggungnya tak membuatnya merintih tapi pada bagian lengannyalah dia dapat merasakan rasanya terbakar, sakit, perih dan dadanya terasa sesak begitu merasakan ruang kosong dengan bunyi debuman kencang bolak balik menghantam pendengarannya.
Tidak
Ini sakit
Perih
Menghilang
Pergi-
"ARGHHHHHHHHHH!" Raungan kencang kembali keluar dari salah satu penghuni ruangan-Tao yang sudah porak poranda itu membuat semua orang yang berada dalam ruang lingkup kastil menghentikan gerakan mereka. Menciptakan remahan-remahan kastil yang tengah mengudara itu berhenti seketika di tempatnya tanpa mengikuti gaya gravitasi yang seharusnya. Setiap ruang yang harusnya meneteskan dentuman kencang setiap bebatuan hancur yang mengenai sang herbivora kini berubah menjadi kesunyian seketika, membiarkan jam besar di atas kastil tetap menunjukkan arah pukul dua belas tepat dengan jarum menit bertubrukan dengan kedua jarum penunjuk.
Tidak ada deruan nafas, semua bak benda mati kecuali seorang Tao yang kini berdiri dari posisi terlungkupnya dengan pandangan nyalang tanpa arah yang dituju. Merasa muak dengan bunyian keras yang terdengan di dalam tidurnya. Muak dengan bebauan anyir yang terus merasuki indra penciumannya tanpa diminta. Entah apa yang membuatnya bergerak bak zombie yang selalu terlihat dibeberapa film di salah satu chanel televise. Menggerakan tangannya dengan gerakan sedikit limbung kearah atas, kemeja rusaknya tampak turun mengikuti arah seharusnya saat tangan itu mengarah keatas. Dengan gerakan lambat tangan itu bergerk kesamping melawan arah jarum jam. Ini terjadi, tidak adapun suara yang terdengar selain gerakan mundur seperti mengembalikan pada tempat semula dimana saat terjadi terdorongnya Sehun dengan punggung membentur dinding beton tebal disana. Kris masih memposisikan tubuhnya berdiri tak begitu jauh dari pintu bobrok di belakangnya, hanya satu yang berbeda disana, tidak adanya Tao yang seharusnya berada dalam dekapan sang namja bertubuh tinggi itu.
Tao menatap hasil seninya sebelum membiarkan tangannya bergerak bebas mengikuti gravitasi. Membiarkan segalanya kembali bergerak kembali untuk mengambil control tubuh mereka.
Luhan mungkin orang pertama yang kembali pada kesadarannya dengan mengedipkan beberapa kali kelopak matanya untuk memperhatikan lebih jelas apa yang terjadi di depannya. Tidak ada rasa sakit di tubuhnya, tidak ada Chanyeol di sana, Kris masih dengan tangannya yang tak terlihat disana, Sehun.. tidak.. tidak mungkin hal sebesar tadi kembali seperti semula seperti terkontrol dengan antenna jarak jauh seperti satelit. Apa ini hanya gurauan? Siapa yang melakukan ini semua? Luhan menelaah setiap sudut ruangan yang masih sama saat dirinya dating, tak ada kehancuran akibat Minho maupun yang lainnya menghancurkan ruangan dengan kualitas sebesar setngah dari lapangan sepak bola itu ya.. kecuali beberapa retakan yang tercipta dan juga jangan lupakan pintu yang sudah berlubang akibat ulah Minho.
Tidak mungkin, tinggal satu orang yang menggajal membuat Luhan langsung menoleh kearah namja panda yang berjarak lima meter dari posisinya berdiri. Jangan pernah mengatakan bahwa semua ini terjadi karena namja yang kini berdiri dengan aliran merah dari sudut matanya, apa itu darah?
Sehun memburu udara sebanyak-banyaknya seperti tak ada lagi waktu untuk nanti. Pandangannya berburu dengan pikiran bingung yang masih mengurungnya saat ini, mengedarkan penglihatanya keseluruh ruang pembatas disana yang tampak berubah tidak, tidak semuanya berubah. Otaknya masih mengingat bagaimana dentuman yang sedari tadi bersahutan dengan iringan rintihan yang begitu jelas terekam dalam memori otaknya. Kejadian ini pernah dia rasakan sebelumnya dan mungkin tidak akan aneh jika dia melihat bagaimana Minho sekarang menatap nyalang kearah Tao yang berdiri jauh dari jangkauannya. Mungkin pemikirannya sedikit kacau saat memikirkan bagaimana seorang yang terkenal dengan keidiotannya bisa mengendalikan waktu, apa ini terdengar masuk akal? Ah aku tahu, tidak ada yang masuk akal semenjak terciptanya mahluk bertaring seperti mereka.
"Kau akan mati di tanganku, mahluk idiot" Dengan cepat Minho merubah wujudnya menjadi srigala sempurna. Berlari menuju kearah Tao yang meringkuk dengan posisi berjongkok. Sabetan siap diarahkan ya.. mungkin tubuh Tao akan tercabik jika sabetan kuku tajam itu menyentuh tubuhnya tapi hal itu tidak akan terjadi dengan kondisi Minho sekarang, tubuhnya diam kaku di udara bersamaan dengan tatapan Tao yang entah sadar atau tidak mengarah kepadanya dengan aliran darah mengalir lebih deras.
Luhan tercengang dengan apa yang di lihatnya. Seorang namja dengan kebisuannya bahkan bisa di pastian buta itu tampak bergerak dengan arah yang tepat saat Minho hendak menyerangnya.
.
.
Bersamaan dengan kejadian di dalam ruang kastil. Semua orang tampak menatap ganjil dengan hal yang baru saja di rasakan mereka. Detikan jam dengan tubuh yang terasa kaku dalam hitungan detik menghilangkan rasa sakit pertempuran yang sudah memakan waktu beberapa jam.
Changmin mendesis saat mendapati Kai berdiri dengan kedua kakinya yang sempat di tebasnya beberapa menit lalu dan kini kaki itu tampak masih bersambung dengan kedua belah tungkai dari sang pemilik. Mungkin untuk yang lain akan menjadi hal kesenangan merasakan bagaimana waktu membantu mereka pulih kembali tapi berbeda dengan Changmin yang sudah hampir membasmi satu serangga di depannya tampak merasa muak dengan gejala ganjil yang sepat terjadi, sangat merugikan.
" Kau tidak beruntung, orang tua"Kai menyeringai dengan begitu nyatanya di depan Changmin tanpa rasa sakut sama sekali walaupun nyawanya hampir saja tertebas kilatan batu granat aneh Changmin.
"Kau mengatakan aku tua disaat umurmu sendiri sudah ratusan tahun? Apa kau membuat lelucon?" Desis Changmin masih menahan dirinya untuk tidak mencabik mahluk sejenis srigala berkeluarga anjing di depannya oh ayolah Changmin, kata anjing terlalu sadis untuk mahluk setampan Kai di depanmu walaupun kata bagus werewolf jauh terdengar indah.
"Setidaknya aku belum katagori seribu ta- Arghhh" suara ejekan berubah menjadi teriakan saat setengah tubuh namja berkulit eksotis itu tertelan bebatuan bercampur tanah di bawah kakinya.
"Apa aku kita sudah menandatangi surat damai?"Tanpa menolehpun Changmin tahu siapa orang yang melakukan sema itu. Namja dengan tubuh mungil tampak menyembul dari dalam tanah tepat di sebelah Changmin.
"Kyungsoo"
"Waktunya bernolstagia, bocah"Changmin menyeringai mendapati raut wajah kai yang mulai mengeras. Setidaknya akan nada sedikit hiburan disini.
.
.
.
"Apa kau merasakannya?" Lay mengangguk untuk mengiyakan pertanyaan Xiumin yang kini berada di sebelahnya.
"Efeknya hanya bebrapa jengkal dari sini, apa kau tahu pemiliknya?"Tanya Lay, melangkahkan kakinya sedikit kedepan sebelum membungkuk untuk meremas dedaunan yang berada di bawahnya. Daun dengan warna coklat mencolok.
"Seingatku, tidak ada yang memiliki pengendalian waktu. Apa mahluk baru? Terlihat mengejutkan jika untuk ukuran ahli"Xiumin mengarahkan tangannya kedepan dengan telapak terbuka. Menciptakan kepingan kukusan putih yang keluar melalui titik tengah di telapak tangan kanannya. Sedikit demi sedikit kukusan itu mulai memadat dengan asap putih menyelebunginya, bentuk lempengan yang kini tampak melayang di depannya.
"Aku baru tahu hyung bisa melakukannya dengan udara, kelihatannya Leteuk hyung tidak di butuhkan lagi"Lay tersenyum saat melihat Xiumin hanya diam sambil melompat keatas lempengan itu yang kini di jadikan tempat berpijaknya.
"Aku terlalu malas berurusan dengan namja murah senyum sepertinya"Xiumin memutar bola matanya bosan.
"Tapi kelihatannya kau tidak bosan denganku"
"Ya.. mengingat kau di atas ranjang, itu membuatmu pengecualian"Cepat, tapi hal itu masih bisa membuat seorang Xiumin menghindar dari pukulan Laybyang begitu tiba-tiba. Hampir saja wajahnya remuk.
"Kufikir, lain kali aku akan membungkam mulut frontalmu"Xiumin menyeringai saat mendapati ancaman Lay untuknya. Namja di depannya tampak menghilangkan senyum raamahnya dan itu selalu membuat Xiumin senang, jarang sekali bisa melihat wajah mengerikan seorang Lay.
"Ya.. silahkan saja membungkap mulutku, dan kau akan berakhir di ran- ohh.. baiklah kita harus cepat ke kastil para anjing sekarang"Oke, dia tidak ingin mati secepat itu sebelum menendang wajah Baekhyun nanti. Setidaknya dia mendapatkan sedikit hiburan. Lay mendesis saat kembali menari kaki jenjangnya yang hampir saja meremukkan tulang leher namja berwajah imut yang jauh dengan ucapan aslinya. Dia bingung, bagaimana mungkin namja yang terlihat kalem dengan terdiamnya di tempat umum bisa se frontal itu jika hanya berdua dengannya.
.
.
"Kastil sudah dalam keadaan stabil"Ucap namja bertubuh mungil itu. Pandangnnya yang awalnya mengarah kepada Changmin beralih kepada Kai yang kini berdesis menatap nyalang kearahnya. Tidak ada ekspresi yang begitu bearti sekarang. Hanya merperhatikan namja berkulit eksotis yang kini berdiri dengan jarak beberap meter dari tempatnya. "Sudah lama kita tidak bertemu, Jongin"Kyungsoo mulai berucap tak mengindahkan tatapan Changmin yang seperti ingin tertawa melihat bagaimana dirinya bertemu dengan Kai. Sudah menjadi rahasia umum dimana seorang Kyungsoo pernah menjadi sebagian dari seorang Kai. Dimana mereka pernah memiliki perasaan yang sering semua orang menamakan perasaan itu dengan cinta. Tapi tidak begitu lama sampai namja mungil yang terlahir dengan darah werewolf itu kini memilih ah.. ralat.. terpaksa menjadi vampire disaat kata cinta bak mengakar di kedua belah pihak-Kai dan Kyungsoo. Mungkin kalian akan bertanya.. kenapa namja itu menjadi vampire dan pertanyaan itu mungkin bisa kalian tanyakan kepada namja bertubuh tinggi yang kini tengah menahan tawa mengejeknya dengan menutup mulut menggunakan punggung tangannya. Sangat terekam di otaknya bagaimana seorang Changmin tengah memainkan sebuah game dan membuat beberapa perasaan seseorang hancur. Jika aku mengatakan mereka bertiga pernah menjadi sahabat, apa kalian percaya? Ah ayolah.. aku tidak main-main dan hal itulah sebenarnya terjadi. Persahabatan berujung dengan kebuasan sang Shim Changmin untuk merauk darah segar namja mungil di sebelahnya. Mungkin kata sahabat hanya berlaku untuk Kai dan juga Kyungsoo tapi untuk seorang Changmin sahabat hanya bearti permainan dimana kita mendapat keuntungan. Membiarkan tubuh namja mungil itu bergetar dengan suhu panas melingkupi setiap sendi-sendinya sebelum mata besar itu membola dengan taring memanjang, perubahan menjadi vampire dan berakibat fatal dengan pengusirannya dari kawanannya dan bukan Cuma itu yang membuat Kai menjadi berang, jika dia ingin.. bisa saja mereka akan tetap bersama walaupun berbeda ras tapi namja mungil itu menolaknya. Mengatakan semuanya selesai tanpa alas an khusus terkecusli ciuman hangat seorang Changmin menghiasi penglihatannya.
"Apa kalian sudah cukup bernolstagia?"Ucap Changmin tanpa menghilangkan senyum mengejeknya.
.
.
.
"Apa kau melihatnya.. anakmu, hyung.. " Ucap seorang namja. Kulit putih dengan pandangan redupnya, menoleh kearah gundukan tanah yang kini di tumbuhi rerumputan dengan hiasan mawar merah yang entah untuk keberapa kalinya merekah di sekitar gundukan itu mengingat bagaimana puluhan tahun terlewat semenjak gundukan bernama kuburan itu terbuat.
Flash back
"Apa maksudmu dengan semua ini.. bagimanapun, bocah itu tetap anakmu.. tidak sepantasnya kau memperlakukannya seperti itu!"Teriakan menggema di dalam ruang kamar bernuansa merah itu. Tampak berbagai sudut tertanam kumpulan mawar merah di dalam pot berukuran besar seperti menunjukan bagaimana pemilik ruang an itu sangan menggemari akan tanaman itu. "Jaejoong hyung"Bentakan lain menyusul tapi sama sekali tidak membuat namja lain yang tengah mendudukan dirinya di balkon menoleh kearahnya. Pandangannya masih menatap sang bulan sabit yang kini terlihat begitu menawan.
"Kalau dia anakku.. kenapa?"Suara bak alunan biola akhirnya terdengar dari sang namja, Jaejoong.
"Kau tahu maksudku"Namja lain berdesis merasa muak dengan apa yang dilakukan namja di depannya. Dia memang tidak memiliki hak apapun untuk memerintah sang pangeran kedua. Kedudukan sebagai pengawal sang pangeran membuatnya merasa jatuh. Ingatannya masih begitu jelas melihat bagaimana seorang Jaejoong menyiksa dirinya. Meminum berbagai macam obat hanya karena ingin menggugurkan sang bayi dalam kandungannya tapi, hasilnya selalu nihil.. bukan sang bayi yang dalam keadaan sekarat melainkan 'ibu' nyalah yang selalu hampir merenggang nyawa akan perbuatannya. Dia cukup tahu seberapa hancurnya perasaan namja di depannya saat orang yang di sayanginya meninggalkannya.
"Sebagaimanapun aku merawat anak ini.. pada akhirnya anak ini akan mati juga.. kau tahu.. aku lebih baik membunuhnya dengan tanganku sendiri dari pada melihat orang lain melakukannya karena aku tahu.. tidak akan ada yang menerimanya"namja itu terperangah mendengar ucapan Jaejoong di depannya. Apakah itu mengartikan seorang Jaejoong menyayangi anaknya? "Aku sangat membenci orang itu, hanya dia"Lanjut Jaejoong.
"Aku bisa membantumu menjaga anak itu"Ucap namja itu meyakinkan.
"Kau tak perlu membantuku.. kau mungkin bisa membantunya nanti.. bukankah hidupku hanya tinggal hitungan tahun, Kyuhyun?"
Dan mulai saat itulah semua dimulai. Lahirnya sang bayi dengan dua darah berbeda muncul dalam ruang lingkup para werewolf, Tao. Bayi berwajah polos dengan kilatan menggemaskan yang lahir tanpa mengeluarkan suara sedikitpun dengan kilatan keinginan semua werewolf untuk melampiaskan kemarahan mereka tidak.. bukan Cuma seorang bayi dari sang pangeran kedua yang lahir malam itu.. hanya selisih beberapa menit juga terdengar tangisan bayi yang lain tapi begitu jauh dari tempat itu. Bayi yang terlahir dari tempat minimalis dengan kemewahan yang di temani dengan senyum bahagia dari setiap orang yang berada disana, bayi dengan kulit putih salju dan mata terpejamnya, Sehun.
.
.
"Hyung.. aku mohon, bertahanlah.. sebentar lagi penyembuh akan dating!"Berbeda dengan Kyuhyun yang terus berusaha menyembuhkan luka dalamnya, Jaejoong hanya bisa menatap kosong ruang kamar yang di tempatinya, tanpa kecuali kearah pintu yang memperlihatkan seorang anak-anak yang kini meringkuk di dekat pintu dengan dengungan yang terus terdengar. Dia tersenyum.. tersenyum untuk yang pertama kalinya setelah perasaan sakit di mulai dan juga senyuman terakhirnya di hari itu.
End flashback
.
.
"Tao.. "Ucapan pertama Kris tampak memperlihatkan akan kesadarannya yang telah terkumpul. Menoleh kearah Tao yang kini tengah mengarahkan tangannya kearah Minho. Jangan pernah katakan semua ini perbuatan Tao. Namja yang sedari tadi hanya terombang ambing mengikuti dimana tangan seseorang merengkuhnya tapi saat ini matanya dengan begitu jelas melihat seorang Tao mengendalikan permainan walaupun yang di lihatnya hanya keterdiaman seorang Minho.
Hanya sebentar, Kris dapat kagum dengan apa yang dilakukan Tao di depannya sebelum pandangannya melihat bagaimana Tao meremas kepalanya begitu kencang seperti merasakan sakit yang sangat menyerang kepalanya. Tangannya goyah dan itu membuat waktu kembali berputar di sekitar Minho. Namja itumulai bergerak kembali.
"BERHENTI!"
Srak
Brak
Luhan mengerjapkan matanya berulang kali mengingat apa yang dilakukannya barusan. Tubuhnya bergerak sendiri saat melihat pergerakan aneh pada Tao. Menempatkan diri di depan namja panda itu dengan kedua tangan bersatu membuat gumpalan sebelum tangan itu bergerak berlawanan arah, menciptakan tekanan yang terpusat dari pikirannya. Gelombang yang mampu membuat tubuh Minho menjauh dari Tao.
"Apa yang kalian lakukan?! Sebentar lagi Chanyeol akan datang, lanjutan kagum kalian nanti setelah semuanya selesai"Untuk kali ini Luhan berteriak, mencoba membangunkan dua namja yang seperti orang bodoh disana.
"Tenang saja, Chanyeol tidak akan datang untuk waktu lama"Semua matanya disana menatap lurus kearah suara itu berasal. Disana tampak dua orang namja ah.. tidak, tepatnya tiga orang namja yang tengah berdiri disana dengan salah satunya terkurung pada balokan es besar di tubuhnya.
"Xiumin"
Tbc
Trimakasih buat yang sudah review, baca dan juga yang sudah mampir ke ff shiro, terimakasiiiih banyaaaak 'o'/
Aiiu d'freaky; aaaa.. maaf membuat ai bosan neee, disini memang sengaja di banyak castnya, neee. Trimakasih sudam nyempetin mampiir, shiro akan berlatih lagii neee, sekali lagi shirp minta maaf neee
Amalia1993; waaah apa benar sampai selama itu? Shiro kira baru satu bulan ne/plak, soal tao ngomong, nanti dipikirkan waktu yang tepat ne, trimakasih suah revie ama chaaan .o./
Unique fire; aaa.. ne, shiro padahl sudah cek , kelihatanya mata shiro kurang jeli ne ToT, beneran sudah semakin baguuuuuus? Gomawoooo, shiro akan coba lebih baik lagi neee
Aviael panda; waaa jangan guguup, nanti shiro ikutan gugup jugaaaa, gomawo sudah revieeew neee, aa ini sudah lanjuut.
Aulchan12; ahahaha seserem-seremnya sehun, dia akan tetep baik koook trimakasiih sudah review
Fallforhaehyuk; ya, makannya nanti saja, nunggu tao matang dulu/ikutkonslet . gomawoo sudah revieeew
Kirei thelittlehieves; inii sudaaah lanjuuuuuut ,o,
Babyminga; aaa neee, gomawo atas koreksinya, shiro memnag sering typo. Dan juga shiro gak terlalu bisa meletakan tanda bacaaa, toloong bimbing shiroo neeee, gomaoo sudah review.
Juniel is a vampire hybrid; yaaa sekali-kali minho jahat/plak . ini kekeuatan tao sudah keluar neeee
Shinjiwoo920202; ahaha, neee gomawoo, daripada dukung saja, bagaimana kalau kita ikut nyerbu jugaaaa/digebukin
Baekhyunniewife; itu tao di iket supaya diem, kan kalau dibiarin biasanya tao juga bisa berontak 'o'
Rinzitao; shiro juga suka 'o' jangan di cipook minhonyaa nanti di serbu taemin/sarapmodeon
Xyln; inii sudah lajuut ahahah ayoo kida dukuung bareeeng
Ryanforeveryaoi; ini sudaaah lanjuut, gomao sudah review 'o'
Junghyema; aaaayaaaa ToT yaampun, kelihatan banget yaaaaaa/pundung . aa ya hyema chan, maaf tidak menyapamu di chapter 12. Maaf yaaaa, jangan marah sama shiro TOT
Lvenge; itu yang tao leah saat darah vempirenya bangkit, bagaimanapun tao kan punya dua darah, dan bisa kapanpun darah itu bangkit, karena vampire bertolak belakang dengan werewolf mereka memiliki perbedaan. Ini sudaah lanjuuuut , gomawoo sudah review 'o'
Ko chen teung; tao ditunangin sama kris supaya bangsa werewolf memiliki prajurit terkuat karena pada dasarnya kawanan kris pernah dibuang oleh para para bangsawan werewolf. Gomawoo sudah revieeew neee
Vephoneix; waaaah benarkaaaah, shiro senaaang/plak. Ya ini tangan kris disambung. Tapi putus lagi/digebukin. Iya ofecial kapel, tapi semua butuh proses-proses sendiri neee. Ditunggu yaaa
Peachpetals; ahaha kenapa dengan taohuun? Iya krisnya ikut civok juga, itu reflek/plak.. fightiiiing 'o'
Wulandari. Apple; aaaa yaaang menang taoo sajaaaaaa/disatekrishun. Ditunggu neeeeeee
Trimakasih semuanyaaaa, krlihatannya di chapter ini khusus buat pertempuran ne, mianhe tidak ada romance nya ToT smoga gak bosenin. .-. sampai jumpa di chap berikutnya dadaaa
