Pair:KrisTao/ofecial couple

Rating:M buat jaga-jaga

Genre:Romance/supernatural

Huang Zi Tao 95% vampire 5% werewolf

Vampire: Sehun, Xiumin, Lay, Chen, Kyungsoo, Changmin, Yunho, Yesung, Zelo

Werewolf: Kris, Kai, Baekhyun, Chanyeol, Luhan, Suho, Minho, Ren, Kyuhyun, Siwon, Jaejoong

Sekarang aku melihatmu, tidak.. tidak hanya melihatmu lebih dari itu. Aku bisa merasakan kehangatanmu. Kehangatan yang belum pernah aku membalasnya tapi.. stelah ini, akulah yang akan memberimu kehangatan.

.

.

.

Black pearl ch 13

"Apa yang kalian lakukan?! Sebentar lagi Chanyeol akan datang, lanjutan kagum kalian nanti setelah semuanya selesai"Untuk kali ini Luhan berteriak, mencoba membangunkan dua namja yang seperti orang bodoh disana.

"Tenang saja, Chanyeol tidak akan datang untuk waktu lama"Semua matanya disana menatap lurus kearah suara itu berasal. Disana tampak dua orang namja ah.. tidak, tepatnya tiga orang namja yang tengah berdiri disana dengan salah satunya terkurung pada balokan es besar di tubuhnya.

"Xiumin"

Black pearl ch 14

"Apa kalian lama menunggu?"Ucapan itu berasal dari Lay.

Kris menatap kearah balokan es yang kini berisi seeorang yang tampak dikenalnya, Chanyeol. Namja yang tampak kuat itu terlihat tengah memejamkan matanya dengan tenang walaupun terlihat sedikit kerutan urat terlihat di pergelangan tangannya yang kemungkinan diikat oleh sesuatu. Kelihatannya namja berpipi gempal itu cukup kuat jika hanya seukuran para penjaga perbatasan.

"Jadi kalian membawa bala bantuan? Mengesankan, inikah cara bermain para vampire?"Minho berucap. Nafasnya terdengar tersengal seperti kehabisan tenaga. Tubuh yang awalnya berdiri gagah itu tampak sedikit sempoyongan walaupun tidak dipungkiri nada kesinisan dengan kesombongan sang pangkat pemimpin tak hilang darinya.

Luhan yang posisinya lebih dekat dengan Minho dan juga tepat membelakangi tubuh Tao yang masih meringkuk disana mulai memasang posisi siaga. Sekarang dia cukup tahu bagaimana cara kerja kemampuannya yang mungkin selalu dipikirkannya datang secara tiba-tiba ataupun saat mendesak selama ini.

"Lay.. ku harap kau tahu tugasmu"Sehun menatap tajam kearah Minho disana walaupun pada dasarnya otaknya masih mengambil alih kepada Tao dan juga keadaan Kris yang tipis kemungkinan namja itu masih memiliki tenaga penuh untuk menghadapi Minho. Bukan Cuma Kris, tubuhnya juga sudah cukup letih. Sudah berjam-jam dia mempertahankan posisi seri saat melawan Minho. Dia berharap para prajurit werewolf lainnya sedang tidur sekarang.

.

.

.

"Sudah lama tidak bertemu, Yesung hyung" Siwon berucap dengan nada tegas terselip di kalimatnya. Wajah berlesung pipit itu tampak menatap namaj bertubuh lebih pendek darinya itu sedikit sendu sebelum menajamkan pandangannya.

Yesung mengalihkan pandangannya dari arah tubuh tak terbentuk Ren kepada Siwon. Lumuran darah yang tampak di bibirnya itu seperti menambah nilai plusnya sebagai seorang vampire murni. Tidak ada suara bearti dari sang namja berambut hitam legam itu selain tatapan malas bersamaan dengan jilatan yang terus dilakukan untuk membersihkan ceceran darah di jemarinya.

"Masih belum berubah"Tambah Siwon.

"Kau memintaku harus bagaimana? Mengucapkan salam terus memelukmumu?"Yesung berucap sinis walaupun sedikit seringaian terpampang di bibirnya.

"Bukan suatu ide buruk" Yesung dapat melihat bagaimana Siwon masih memperhatikannya. Namja bertubuh besar itu tidak memasang posisi siaga seperti ingin bertarung yang pada seharusnya dilakukannya sekarang. Hanya melihat dengan posisi berdiri tak begitu jauh darinya.

"Kuharap kau member hiburan jauh menarik daripada berdiri disana"Yesung masih menegluarkan wajah bosannya.

"Walaupun tidak bertarung, tentunya kau tahu aku tidak akan menang darimu, sonsaengnim"

.

.

.

Serangan terus beradu dengan kesunyian hutan membuat ketiga namja berbeda kemampuan itu tampak membuat derapan burung-burung berkicau menjauh dari tempat itu, membiarkan debuman suara yang mampu membuat tanah berlubang itu seperti ayunan gelombang yang terus memburu sosok salahsatu namja dengan kulit tan eksotis yang masih berusaha melarikan dirinya lebih jauh menggunakan kecepat lebih tinggi. Bukan hal yang mudah melakukan teleport sekarang mengingat ikatan pengait di tangannya membuatnya melemah. Kedua tangannya terikat menjadi satu kebelakang akibat ulah namja bertubuh paling tinggi disana. Keadaan semakin buruk dengan gagalnya dia untuk berubah menjadi srigala. Akan fatal jika mereka mendapati srigala atau lebih rendahnya anjing berlari dengan kaki dan kedua tangan terikat seperti sirkus. Suara tawa akan terdengar pertamakali jika saat itu terjadi.

Jika dikatakan sama mungkin iya. Sedikit menguntungkan Changmin saat ini kyungsoo memiliki kemampuan yang tak begitu jauh berbeda dengannya. Tanah-tanah yang terus melayang menghantam seorang Kim Jongin tampak membuat namja itu kewalahan dan juga ditambah ikatan yang membuatnya tak berkutik selain berlari. Batu granit yang mungkin hanya segelintir orang bisa melihatnya kini tampak terlihat di pergelangan tangan Kai. Batu yang mampu menekat sedikit aliran darah yang kebanyakan diperlukan para mahluk berkemampuan seperti Kai. Pasti namja itu tidak ingin tangannya tertinggal begitu saja saat berteleport. Semua kemampuan memiliki kelemahan, itulah yang Changmin tahu. Tidak perlu kumpulan batu bewarna hitam pekat jika seseorang sudah memiliki otak cukup jenius untuk menegetahui kemampuan apa yang dimiliki lawan dengan sedikit celah yang selalu di sembunyikan setipis mungkin agar orang lain tidak mengetahuinya.

Srak

Brak

"Akhh.. " Hanya seperkian detik sebelum namja bertubuh mungil itu mengarahkan tumpukan batu kepada Kai. Namja itu ampak menumpukan salah satu tangannya pada tanah dengan salah satu tangannya mengucek matanya berulangkali dengan kasar. Namja itu merasa kegelapan meringkuk pada kedua kelopak matanya.

"Baekhyun hyung"Pertama kalinya Kai yang mengucapkan nama sang tamu tanpa diundang yang mungkin akan masuk dalam katagori pahlawan untuk namja berkulit tan itu.

"Hahh.. hahh.. apha.. aku telathh.. ?"Baekhyun menjawab panggilan Kai dengan sebuah pertanyaan. Namja itu tidak bisa dikatakan baik jika melihat kondisinya yang tampak hancur dengan darah mengucur dari pip sebelah kanan yang kini terkoyak hingga memperlihatkan daging merah segar disana, mengerikan.

"Kau terlihat tidak baik"Ucap Kai masih dengan tangan terikat dia menghampiri Baekhyun yang tak begitu jauh dari posisinya berdiri.

"Kita bicarakan ini nanti, kita selesaikan masalahmu dulu.. efeknya tidak akan lama"Kai mengerti arah pembicaraan ini saat melihat Kyungsoo mulai menggelengkan kepalanya sedikit kasar, kelihatannya namja mungil itu sudah mendapatkan penglihatannya kembali.

Suara desiran membuat Kai melompat menjauhi tubrukan kasar dari batu berukuran sedang yang terbuat dari benda angkasa itu. Bukan Cuma dirinya yang menjauh, Baekhyun juga tampak menjauh dari sana karena posisi batu menghantap tepat ditengah posisi antara mereka. Hampir saja.

"Kelihatannya aku mengganggu romansa kalian"Tidak ada lagi kilatan lelucon dari tatapan Changmin sekarang. Hanya ada tatapan sinis dengan segelintir rasa marah yang tidak begitu dimengerti alasannya apa. Bahkan sang pemilik tatapanpun sama sekali tidak menyadari bagaimana tatapannya mengarah begitu jelas kepada sang tamu pendatang yang kini tengah berdiri dengan nafas terengah. Luka yang tampak ternganga itu kembali merobek membuat tetesan darah yang kembali beranak sungai di pipi sang namja.

Kai tidak begitu bisa mengandalkan seorang Baekhyun sekarang. Kondisinya juga tidak dapat mengimbangi terlalu lama pada kedua namja yang mungkin jauh memiliki stamina lebih darinya sekarang.

Baekhyun meremas dadanya kuat. Dadanya terasa sesak dengan luka yang bertambah perih dan juga panas secara bersamaan. Masih diingatnya bagaimana serangan Xiumin yang begitu membabibuta kepadanya. Dia cukup beruntung kedua namja itu membiarkannya yang tengah dalam keadaan sekarat dengan tubuh lemas tanpa tenaga setela menerima berbagai serangan darinya. Namja berpipi gempal itu berulangkali mematahkan kemampuannya dengan dibantu Lay yang hanya diam disana walaupun Baekhyun cukup tahu namja itu selalu membuat gemericik tanaman untuk memberikan lokasi dimana dia akan menyerang sang namja berpipi gempil-Xiumin disaat cahaya dimatanya dihilangkan oleh kemampuan Baekhyun. Kemampuan Lay yang begitu alami tidak mempersulitnya dalam keadaan kehilangan penglihatannya, bagai berbicara dengan tumbuhan di sekitarnya. Bukan hanya itu. Xiumin namja yang cukup dikenal pernah menjadi tangan kanan Yunho sang raja sebelum Sehun itu juga menyerang Chanyeol. Jika dilihat kemampuannya yang hanya mengendalikan tumpukan balok-balok air beku itu bisa dikatakan kemampuan yang lemah dan hanya tergantung dengan adanya air disekitarnya tapi namja itu begitu leluasa sampai seperti pemain balet yang lentur menggerakan tubuhnya untuk melakukan segala pergerakannya bahkan sempat terbesit pemikiran kenapa namja itu diposisikan sebagai penjaga perbatasan jika mengingat kejayaannya pada saat kedudukan Jung Yunho.

Kyungsoo menggelengkan kepalanya beberapakali dengan tangan menepuk-nepuk pelipisnya menggunakan tangan terkepal. Pengihatannya mulai kembali walaupun ada kabut yang masih menutupi penglihatannya. Sedikit mengedipkan penglihatannya, namja itu mulai melihat sekeliling dimana Changmin menggerakan batu dalam pengendaliannya berulangkali tak tentu arah. Bisa dipastikan Baekhyun membuat penglihatan namja itu menghilang. Kyungsoo berdecak sebelum berdiri dari posisinya yang sedikit berjongkok. Mata besarnya menatap kearah Kai yang masih bergulat dengan tangannya yang masih terikat dengan seutas tali terbuat dari batu ajaib sang Changmin.

.

.

.

Tubrukan dan kilatan api bercampur balokan es tampak terlihat bergulat dengan waktu saat keempat namja tengah mengeluarkan kemampuan mereka. Tidak memperdulikan seberapa hancurnya kastil mewah yang kini menjadi arena pertarungan mereka sedari awal.

Xiumin masih menggerakan tangannya dengan gerakan bak penari latar untuk merenggut aliran anak sungai dari luar kastil untuk merubahnya menjadi tumpukan balokan es yang menumbrukan diri kearah tubuh Minho di sana. Tarian sangn kekuatan aliran es tampak bermain gemulai bersama aliran api yang kini mengepakan sayap sang naga dari sang namja werewolf terbuang-Kris.

Tak berbeda jauh dengan keadaan Kris dan Xiumin, Sehun masih terus mengendalikan aliran angin di sekitarnya. Membuat pusaran besar yang menambah keindahan dari aliran balokan dingin dan juga sengatan sang api. Mempersatukan dua benda yang tak seharusnya bertolak belakang itu merajut dalam satu aliran angin yang kini mengarah kepada Minho di hadapan mereka tanpa memperdulikan tameng runtuhnya yang kini tampak hancur dengan lubang besar di tengahnya dan menghantam langsung kearah sang target.

JDUARRR..

"AKHHHH!"

Tatapan mata semua penonton kini tampak terpaku dengan satu titik disana. Tubuh Minho yang kini hancur dengan kepingan daging terlempar menjauh menemani detik-detik akhir teriakan sang raja werewolf. Bukan hanya keadaan sang raja, kastil yang awalnya terlihat indah kini tampak hancur dengan bagian atas menampakan langit-langit yang menggelap dengan sinar bulan sabit redup disana.

Kris mendongakan kepalanya untuk menatap hamparan langit diatasnya. Desiran angin membuat kesan tersendiri sang namja yang kii tampak mengembangkan senyumnya. Apa sudah selesai?

"SEMUANYAA CEPAT KESINII, KEADAAN TAO KRITIS!"

.

.

.

Kai menatap kedua tangannya yang kini tak terikat tampak belumuran darah. Matanya terbelalak dengan pandangan kosong dengan nafas tersengal. Hembusan nafas yang tampak berburu waktu seperti tidak dapat merubah apapun sekarang. Masih ingat dalam benaknya dengan apa yang dilakukannya beberapa saat lalu dimana dirinya dengan mudah menggerakan tangan kanannya untuk membuat cakaran cukup dalam pada seorang yang bermaksud menyelamatkannya. Bagaimana seorang Baekhyun yang menggerakan tangannya untuk mengarahkan cakaran panjang terhadap Kyungsoo yang hendak menumbrukan puluhan lipat tanah berbobot ton kepada Kai yang tengah lengah tapi insting yang seharusnya dipergunakan untuk menyelamatkan diri malah dengan mudah dipergunakan untuk memutar balik tubuhnya untuk berlari kearah Baekhyun yang berjarak lima meter darinya kemudian mencakarnya dengan cepat. Membuat luka fatal yang semakin memperparah keadaanBaekhyun.

Kyungsoo tak dapat mengindahkan tatapan kosong kedua matanya saat semuanya terlihat jelas di depan kedua matanya. Pandangan bagaimana Kai melakukannya dengan mudah dan tubuh Baekhyun yang terpelanting hingga rengkuhan hangat Changmin saat namja tinggi itu menangkap tubuh rapuh Baekhyun. Pikirannya terasa kosong sekarang. Cerita romansa rumit yang bahkan membuatnya muak. Sebenarnya ada apa? Bahkan bisa dipastikan seharusnya tubuhnyalah yang terkulai lemah sekarang, bukan Baekhyun.

"Bertahanlah.. bertahanlah ku mohon"Changmin dengan sigap mencoba untuk menyembuhkan tubuh terluka sang namja dalam rengkuhannya. Deru nafas masih terdengar dengan denyutan jantung mulai menipis. Changmin tak akan memperdulikan jika pada saat dirinya hanya fokus menyembuhkan Baekhyun akan diserang Kai. Dia sama sekali tidak memperdulikannya "Kaka ada disini.. bertahanlah.. ku
mohon"

Kaka? Jangan bercanda.. "Apa maksudmu Changmin hyung.. dia-

"Dia adikku"Ucapan Kyungsoo terputus oleh suara Changmin. Namja itu masih terus mengobati luka Baekhyun. "Jangan pernah berpikir semua golongan kalian adalah murni sebagai werewolf.. tidak ada.. "Mungkin sangat sulit mengerti dengan apa yang terucap dari kedua belah bibir Changmin. Tapi hanya satu hal yang kedua namja di depannya pahami 'tidak semua golongan adalah murni' benar.. bahkan mereka yang hidup ratusan tahun cukup mengerti dengan kalimat singkat itu. Perang dingin yang selalu terjadi antara kedua mahluk sama sekali tidak berakhir membaik. Perang tanpa senjata yang sengaja dilakukan untuk meruntuhkan kedua belah pihak dari dalam membuat keadaan memanas sebelum dilakukannya perundingan yang sengaja di buat untuk mempertahankan wilayah dan juga para prajurit tersisa akibat pertarungan yang mungkin dilakukan secara diam-diam oleh para pembangkang yang semakin memperkeruh kedua belah pihak. Tidak pernah menyangka masalah romansa antara kedua pangeran mengakibatkan kedua kubu yang diam dengan prisip masing-masing menjadi memanas. Bukan ejekan ataupun tatapan dingin tapi juga peperangan kecil yang merasa ingin saling menggeser untuk perluasan wilayah. Dan hal liciklah yang menjadi pilihan yaitu menularkan virus-virus yang tidak seharusnya dilakukan. Menciptakan pasukan baru dengan menggunakan musuhnya sebagai pasukan. Para werewolf yang selalu menciptakan prajurit baru dengan merubah para vampire yang mereka kalahkan menjadi sejenis mereka dan hal itu tidak berbeda dengan para vampire. Mereka seperti hewan buas yang telah gila. Jika dari cerita kalian mengerti semua ini aku menjamin kalian tahu berasal darimana seorang Baekhyun. Namja bertubuh kecil yang sempat direkrut menjadi werewolf secara paksa disaat kedua orang tuanya sudah tak bernyawa dan meninggalkan sang kaka yang hanya bersembunyi di balik batu dengan tubuh gemetar. Pencucian otak terus terjadi seiring namja mungil itu melawan para bangsawan werewolf hingga membuat beberapa sel otaknya rapuh. Oh ayolah siapa juga yang mau dipaksa melupakan asal usulnya dan juga bagaimana wajah sang kaka yang masih diingatnya begitu jelas. Berbeda dengan vampire yang bisa mencuci otak orang lain dengan segala bacaan mantra rumit, werewolf harus mencuci otak itu dengan cara kekerasan. Bahkan hal yang lebih sadis bisa mereka lakukan jika mangsa mereka adalah seseorang yang berpotensial memiliki kemampuan yang memperkuat kubu mereka.

"Baekhyun.. vampire?.. jangan bercanda"Kyungsoo mengarahkan sepasang matanya menuju kearah Baekhyun. Namja itu bertambah pucat. Sudah menjadi hal umum jika seorang yang dirubah tidak dapat lagi dirubah untuk kedua kalinya. Pencampuran racun didalam orang itu akan membuat tubuhnya tidak stabil dan kemungkinan menjadi mahluk bernamakan gila akan terjadi.

Sedikit mengalihkan pandangannya, Kyungsoo menatap kearah Kai yang kini tampak diam. Mungkin namja itu tengah berpikir dengan apa yang terjadi sekarang. Mendengar kalimat Changmin membuatnya semakin dipusingkan. Kenapa hidup memiliki masalah begitu rumit? Oh ayolah.. ini bukan serial drama yang hanya berisikan rengekan memuakan yang mengoleksi bertumpuk-tumpuk masalah dalam suatu kehidupan, merepotkan.

"Apa dia baik-baik saja?"Kalimat bernada kecemasan dan sedikit bumbu kecemasan tampak begitu terdengar dari sang namja berkulit tan itu. Changmin mendesis.

"Bahkan dia menolongmu, bocah"Changmin menatap nyalang kearah Kai. Bahkan dia tidak menyangka bualan orang tua palsu yang selalu di mainkan para werewolf untuk sang adik menunangkannya dengan sosok namja yang kini benar-benar ingin dihabisinya. Dia diam untuk segalanya dimana berita itu terus mengalir di telinganya. Membiarkan omong kosong yang terus dimainkan bak teater tarian latar yang sangat buruk. Bahkan dia sempat berpikir untuk mengambil kembali Baekhyun walaupun namja itu sudah menjadi werewolf sekalipun. Menjadikan Baekhyun menjadi salah satu bidak catur dalam permainan Minho. Menciptakan segala sekenario untuk membuat pemikiran dimana Baekhyun benar-benar dilahirkan sebagai werewolf. Bahkan Changmin sempat berpikir kenapa Minho susah payah menciptakan hal merepotkan jika pada akhirnya posisi Baekhyun hanya di letakan di medan perang, bukan singgah sana dimana sebagai rakyat biasa.

"Baekhyun.. bertahanlah.. aku tahu kau bisa"Sedikit Changmin tercengang dengan apa yang terjadi. Dengan cepat ditolehkan wajahnya kearah seseorang yang tengah berada disampingnya. Tepat berada disampingnya untuk menyalurkan tenaga tersisanya kepada Baekhyun, Kyungsoo.

"Kau.. –

"Tidak, jangan menganggapku melankolis, kau tahu.. aku bahkan bingung dengan semua ini, bukankah kita generasi yang baru.. kenapa kita larut begitu lama dengan masalah memuakan ini?"Kyuungsoo memulai. Tatapanya tampak sendu dengan tangan kanannya yang terus menampakan cahaya hangat yang meresap pada luka ternganga di dada sampai perut Baekhyun. "Kai.. satu hal yang ingin ku katakan padamu.. aku adalah mata-mata dari werewolf.. "Satu kalimat kembali kedua belah bibir Kyungsoo, menciptakan aliran kebekuan disaat Kai menatap sang namja dengan pandangan terbelalak. Mata-mata? Kyungsoo?

"Apa maksudmu? Kau mau menipuku heh?"Jujur, walaupun kalimat itu terdengar seperti nada cemooh, Kai tidak dapat menyembunyikan nada terkejutnya sebegitu baik.

"Minho sudah merencanakanya.. aku tidak bisa mengatakannya dengan siapapun jika dirinya belum mati.. "Kyungsoo memejamkan matanya beberapa saat sebelum terbuka kembali. Pandanganya terlihat menyakitkan. "mungkin tanpa aku jelaskanpun.. kau tahu maksudku.. "

"Ck.. walaupun kau jadi mata-mata, kelihatannya kau begitu menikmatinya, jika kau mata-mata seharusnya kau memihak kepada kami"

"Menikmati? Mungkin itu benar, aku selalu menganggap semua perintah adalah mutlak, aku hanya melakukannya sampai aku tahu disini Minholah yang bersalah. Kau terntu tahu hal itu"

Kai menundukan kepalanya. "Changmin hyung.. apa kau juga mengetahui semua ini?"

"Otakku lebih cerdas darimu, bocah"Changmin menghela nafas berat, merilekskan tubuhnya yang masih merasa terbakar ingin menghabisi namja yang bertanya kepadanya. Tapi pemikiran logika mulai memenuhi kepala sang namja. Dia tidak ingin memperburuk suasana penuh pertanyaan disaat sang adik sedang bertarung dengan namanya malaikat maut.

Changmin dapat dikatagorikan namja berotak cerdas bahkan ada sebagian werewolf yang sengaja membuatnya terpancing keluar untuk menjadikannya sebagai pengikut mereka. Bahkan kesialan sempat para werewolf alami saat pembantaian keluarga itu dimana anak tertua yang seharusnya menjadi sasaran utama berhasil menyelamatkan diri. Keluarga Changmin yang memiliki kemampuan tidak alami membuat para bangsawan cukup tertarik. Kecerdasan sang namja bernama Changmin itupun tidak bisa dipungkiri kehebatannya disaat sang namja secara terang-terangan mempertanyakan Kyuungso adalah mata-mata dari para petinggi werewolf. Pertemanan yang selalu dibanjiri serial drama itu membuat kedua orang berbeda kubu itu merasa muak bahkan termasuk menyembunyikan rahasia itu pada Kai. Cukup satu orang yang mengetahuinya walaupun pada dasarnya Kyuugso tidak membocorkannya sama sekali. Tidak akan aneh jika para kedua kubu tidak mengetahui keberadaan Kyungsoo sebagai kepercayaan para petinggi tertentu. Bahkan pengiriman Kyungsoo sebagai mata-matapun dilakukan secara mendadak saat sang raja mengetahui keakraban tiga sekawan itu. Dengan umur yang masih mudapun mereka bertiga-Changmin, Kyungsoo dan Kai tidak bisa dikatakan remeh. Tapi satu hal yang di lewatkan sang raja adalah terpengaruhnya seorang Kyungsoo saat berkumpul dengan para vampire.

"Kenapa kau tidak mengatakannya denganku, setidaknya sihir itu tidak berpengaruh dengan Changmin hyung"Ucap Kai. Dia sedikit merasa terabaikan dalam deretan kasus ini.

"Kau pikir aku orang bodoh yang memberitahu semua ini dengan seseorang yang temperamental sepertimu?"Kai memutar bola matanya. Oke, dia memang masih kekanakan saat itu bahkan walaupun dia sudah mengerti kata suka yang dia miliki untuk Kyungsoo.

"Sudah cukup penjelasan ini, lebih baik kau bantu kami"Kyungsoo berucap. Sedikit ada pemikiran lega disaat bisa mengatakan semuanya bahkan dia merasa jauh lebih lega saat mengetahui Minho sudah tidak ada, mantra sudah lenyap.

.

.

.

"Aliran darah di matanya tidak bisa dihentikan"Suara getar nampak begitu jelas terdengar dari Lay. Dengan cekatan namja berlesung pipit itu mengarahkan kedua tangannya yang kini teraliri cahaya kehijauan kearah tubuh Tao. Tidak bisa dipungkiri namja itu sangat panik. Aliran darah yang hanya merembes sedikit awalnya semakin lama semakin bertambah dengan deras. Bahkan bukan disana saja, di bagian hidung dan bibir Taopun tampak aliran darah lain mengikuti.

Bukan cuma Lay, Kris juga ikut membantu untuk meredahkan aliran darah dalam tubuh Tao. Bahkan dapat dilihat tidak ada yang luka parah yang menyebabkan kerusakan fatal. Luka akibat Chanyeolpun sudah sembuh sedaritadi dan beberapa sarap sudah dipulihkan.

Luhan memperhatikan dengan teliti apa yang terjadi sekarang. Dia sadar dia memiliki kemampuan yang paling lemah, tidak.. bukan lemah dalam arti sebenarnya. Hanya saja namja yang dikenal tidak pernah menerima dirinya sebagai sebagian mahluk bertaring itu tidak pernah melatih kemampuannya secara khusus. Hanya melihat mungkin hanya itu yang bisa dia lakukan sebelum suara bas Kris menyebut namanya.

"Luhan"

"Y.. ya?"

"Bukankah kau bisa mengendalikan sesuatu dengan otakmu?"Mendengar ucapan Kris membuat Luhan menjadi tatapan utama semua sorot mata di ruangan itu. Sedikit bingung tapi Luhan mengangguk tidak begitu mengerti, yang dia tahu hanya menggerakan benda sesuai pemikirannya "Aku tidak tahu kenapa ingin mencoba ini, tapi bisakah kau menerobos alam bawah sadar Tao, bukan mengendalikan atau apa tapi hanya mengetahui isi dari pemikiran Tao sekarang"Lanjut Kris yang mampu membuat Luhan tercengang.

"Tunggu Kris, bukankah mengedalikan itu berbeda dengan membaca?"Lay menanyakan pendapatnya.

"Jika kemampuan bisa dikembangkan, hal yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin"Kris menatap kearah Luhan, sedikit pancaran memohon tersirat pada sepasang mata tajam itu.

"Ta.. tapi aku tidak pernah melatih-

"Aku akan melatihmu secara cepat"Belum sempat Luhan melawan saat kalimatnya terputus namja itu sudah kembali terkejut saat Sehun berada tepat di belakang tubuhnya yang tengah berjongkok. Menggenggam pergelangan tangan kanan Luhan dan mengarahkannya pada tubuh Tao yang tepat berada di depannya.

"Dari pada melatih, kupikir dia melakukan praktek langsung"Xiumin memperhatikan dengan sedikit mendumel. Kelihatannya untuk namja satu ini, penyalahgunaan kalimat adalah kesalahan sangat fatal.

"Pejamkan matamu, konsentrasi dan pikirkan dimana kau berada di dalam pikiran Tao"Sehun member sugesti dengan nada berbisik, meyakinkan hanya Luhan yang mendengar ucapannya.

Luhan menarik nafas sebentar, merilekskan otot-ototnya sebelum mengikuti sugesti Sehun. Memikirkan segalanya. Membayangkan pikirannya bahwa dia adalah ahli sekarang. Tanpa ragu sedikitpun.

….

Dingin adalah hal pertama yang dirasakan tubuh Luhan sekarang. Suhu yang mungkin bisa disamakan kutub utara jika dia memang pernah kesana. Tapi suhu itu tidak begitu lama sampai rasa panas menyergapi tubuhnya sebelum perasaan terpelanting aibat dorongan tiba-tiba membuatnya terjungkal dengan kelopak mata terbuka dan jangan lupakan tempat duduk empuk dibawahnya dengan sofa berlebel Sehun di pabriknya.

….

"Ada apa?"Ucap Sehun sambil memperbaiki posisinya setelah Luhan beranjak dari tubuhnya dan berdiri.

"Aku tidak tahu pasti, tapi aku merasa dingin setelah itu panas dan aku di dorong"Luhan menjelaskan. Terdengar dari kalimatnya, namja itu sedikit bingung mejelaskan apa yang dia rasakan.

"Tao tidak mengijinkannya masuk.. ck… aku berharap orang tuamu kesini untuk melakukannya, kau payah sekali"Sehun mendesis, bahkan secara tidak langsung dia mengatakan Luhan benar-benar buruk dalam memakai kemampuannya.

"Cobalah lagi, kumohon"Ucap Kris. Dia terlihat sangat-sangat berharap.

"Akan ku coba lagi"Luhan menghela nafas panjang.

Gegagalan yang terjadi berulang-ulang setelahnya bahkan berasil membuat semua yang disana khawatir. Bukan hanya Luhan yang merasakan luka panas yang sedikit membuat goresan seperti lecet yang entah dari mana datangnya tumbuh di tubuhnya. Bahkan dia berpikir itu hanya suhu panas yang mungkin hanya halusinasi dan tidak menyangka lecet yang sempat terbayang di pikirannya saat mencoba masuk dalam alam bawah sadar Tao menjadi hal nyata di saat dia kembali membuka mata setelah tubuhnya didorong berulang-ulang.

"Bagaimana ini.. "Lay kembali menampakan raut wajah cemasnya. Bahkan tanpa sadar namja itu membuat aliran cahaya ditangannya meredup mengakibatkan getaran dari tubuh namja panda di sampingnya kembali muncul.

"Konsentrasi dengan pekerjaanmu Lay.. kau Kris, kau masih bisa menggunakan tanganmu itu?"Xiumin berucap, mengarahkan pandangannya kepada Kris yang masih mencoba memulihkan tubuh bergetar Tao.

"Bisa"Jawab Kris dengan gerakan mengangguk.

"Sehun, menyingkirlah.. biar aku dan Kris yang melakukannya"Xiumin beranjak dari tempat duduknya untuk mendekatkan diri kepada Luhan yang masih meringis kesakitan akibat luka bakar ditangannya.

Sehun menyingkir dari posisinya untuk membiarkan Kris dan juga Xiumin mendekat kearah Luhan. Dia tidak begitu mengerti dengan apa maksud Xiumin tapi kelihatannya namja berpipi gempil itu berpengalaman dengan masalah seperti ini.

"Kau harus mengarahkan tenagamu lebih besar karena sekarang kau harus memasuki tiga otak sekaligus"Xiumin menggenggam pergelangan tangan kiri Luhan. Begitu juga Kris yang menggenggam pergelangan tangan kanan Luhan. Kedua namja itu mengarahkan tangan Luhan kearah Tao secara bersamaan.

"Masuki alam bawah sadar kami dan disaat itu kami akan membantumu dialam bawah sadar Tao"Luhan mengangguk mendengar penjelasan dari Xiumin.

Luhan kembali memfokuskan pikirannya. Ini sulit bahkan lebih sulit dari pemikiran awalnya. Bagaimana mungkin dia bisa menggabungkan tiga otak jika satu otak namja panda saja dia tidak bisa.

"Sebelum memikirkan gagal, pikirkan saja kau bisa sekarang"Terdengar suara Sehun disana dan hal itu sedikit bisa membantu Luhan. Oke.. bahkan dia sempat berpikir Sehun seperti paranormal yang membaca apa yang dipikirkannya.

Tunggu, ini berbeda dengan apa yang dirasakannya.. rasanya begitu dingin bahkan sangat dingin, berkabut dan secara sadar Luhan berpikir alam bawah sada Xiumin dipenuhi dengan bebatuan terjal bersuhu sangat dingin saat tuuhnya tidak sengaja bersentuhan dengannya.

"Setelah ini kau harus ke alam bawah sadar Kris"Luhan tampak terkejut dengan apa didengarnya ah tidak, lebih tepatnya dengan apa yang dilihatnya. Dijarak yang tidak bisa dikatakan jauh itu dapat dilihatnya sesosok namja dengan wajah mirip dengan Xiumin tapi ada yang berbeda disana, namja itu hanya mengenakan kemeja putih belengan panjang yang membalut tubuhnya dan di sekitar namja itu berpijak tampak terlihat penghalang seperti kaca kokoh yang bahkan bisa menahannya dari benda setajam apapun. Kalau Luhan boleh jujur, Xiumin terlihat begitu indah sekarang, rambut merah yang sedikit memanjang itu berkibar tertiup angin bersuhu dingin disana. Helaian yang tampak menawan dengan kehitaman yang terlihat mempesona bahkan berbeda jauh dengan sosok aslinya yang terlihat dingin dan sadis.

"Jika kau sudah selesai dengan acara memangdangmu, ku harap kau segera lakukan tugasmu, Tao bisa mati"Luhan tersentak mendengar ucapan Xiumin dan hal itu cukup mengembalikannya dari lamunan sesaatnya.

"Baiklah"Luhan menganggukan kepalanya. Sebenarnya dia juga tidak mengerti dengan semuanya tapi dia akan melakukan apapun yang dia bisa. Dia tidak mengenal seorang Tao tapi dia tahu namja itu membutuhkan kebahagiaan sekarang. Bahkan dirinya juga membutuhkannya. Sudah cukup otaknya berpikir untuk menerima keadaannya bahkan mungkin dia akan sedikit menyukai semuanya saat kemampuannya mampu membuat seseorang bahagia. Apa ini sedikit berpuitis? Luhan berharap tidak.

Luhan memejamka matanya sesaat dengan fokus penuh. Dengan masih memfokuskan pikirannya kealam bawah sadar Xiumin, Luhan memfokuskan kembali pikirannya pada alam bawah sadar Kris. Ini sulit. Ini benar-benar terasa seperti otakmu terbagi dua sebelum dipecahkan menggunakan kapak atau semacamnya. Rasanya sakit.

Luhan membelalakan matanya untuk kesekian kalinya saat tubuhnya merasakan suhu yang berbeda melingkupi tubuhnya. Suhu yang terasa dingin itu secara hitungan detik langsung berubah menjadi sangat panas. Rasanya seperti terbakar. Sungguh.. Luhan berharap tubuhnya tidak akan menjadi arang sebelum menyelesaikan tugasnya.

Deg

Deg

Deg

"GRHAAAAAAA"

Ini sangat diluar dugaan. Sempat terbesit dalam pikirannya bahwa apa yang ada dalam alam bawah sadar Kris sama dengan pewujudan dari Kris sendiri tapi ini sangat jauh bahkan sama sekali tidak bisa dipungkiri rasa takut mulai menjalar di tubuhnya saat pandangannya mendapati naga besar bak moster dengan kepakan sayap lebar melingkupi di sekitar naga itu. Bahkan bukan terbuat dari daging naga itu tergambar melainkan serpihan api besar yang mungkin mampu membakar seluruh hutan tempat bernaung para mahluk bertaring itu. Tidak ada soso Kris di sana. Ayolah.. bagaimana mungkin dia berbicara dengan seekor naga yang berkemungkinan bisa melahapnya bulat-bulat?

"Kau tidak perlu takut.. aku tidak bernapsu memakanmu"Jika ini serial komedi mungkin Luhan tidak akan sungkan untuk menganga sekarang dengan mata melotot ya.. bagaimana mungkin dia sekarang melihat moster naga itu berbicara menggunakan bahasa manusia dengannya ah.. tunggu, tidak ada manusia di hutan ini.

"Setelah ini kau harus cepat kealam bawah sadar Tao"Bukan, ini bukan suara naga itu, melainkan suara Xiumin yang sekarang berdiri tepat di belakang tubuh Luhan. Bagai pergantian musim. Xiumin yang berada dibelakangnya bukan hanya datang dengan membawa tubuhnya saja melainkan suhu dingin yang mengikuti langkah sang namja beripi gempil itu. Suhu ruang yang seharusnya diisi suhu panas membakar tubuh itu tampak terbelah menjadi dua antar dingin dari Xiumin dan panas dari sang naga pemilik ruang aslinya. Jujur, ini jauh lebih memukau daripada melihat film aksi di setiap movie di televise, menakjubkan.

Oke, mungkin sempat Luhan berpikir otaknya terbelah menjadi dua itu jauh lebih sakit tapi ini bahkan otaknya terbagi tiga. Apa seperti ini rasanya para pahlawan di film-film? Sangat menyakitkan bahkan sangat melelahkan. Mungkin pujian tidak seberapa dengan rasa sakit yang dirasakan setiap jengkal tulang persendiannya. Berpikir menjadi bocah kemudian meyelamatkan dunia? Konyol jika mereka berpikir menjadi pahlawan sebegitu menyenangkan jika sekarang saja kau bisa memeluk guling dengan selimut tebal senyaman mungkin tanpa harus mempertaruhkan nyawamu untuk mendapatkan guling empuk itu. Mungkin mulai saat ini Luhan akan jauh lebih menghormati para pendahulunya setelah merasakan semua ini dan bukan hanya mengeluh ataupun merengek seperti bayi.

Tak begitu lama Luhan merasakan kembali merasakan tubuhnya menjadi dingin seketika. Bukan hanya dingin tapi juga rasa sesak dengan persendian terasa lemas saat mencoba mempertahankan posisinya untuk berdiri. Berbeda dengan suasana tumpukan balokan dingin yang sama seperti di dalam Xiumin di tempat Tao bukan tumpukan balokan biru muda seperti pada dasarnya balokan es tapi balokan itu bewarna merah. Apa itu Kristal? Berlian? Ah tidak.. bahkan belum sempat Luhan meneliti lebih jauh namja itu merasakan kesadarannya smakin melemah seiring dengan nafas terasa sesak. Rasanya seperti paru-parumu dibekukan secara berkala.

Srak..

Wushh….

"Fokuslah"Luhan menolehkan pandangannya kesamping untuk mendapati sosok naga yang sama dalam tubuh Kris berada disana. Dengan ukuran yang sama.

Jika tadi Luhan merasa suhu dingin tapi sekarang suhu menjadi hangat ah.. sekarang Luhan tahu maksud dari semuanya. Memasukan Xiumin dan juga Kris dalam kondisi yang sama untuk masuk bersama dalam alam bawah sadar Tao.

Hal yang samapun terjadi saat Luhan memasukin suhu panas didalam tubuh Tao secara tiba-tiba dan saat itu juga Xiumin hadir untuk menetralkan suhu yang tak beraturan itu sebelum namja berpipi gempil itu menghilang secara tiba-tiba sama seperti Kria setelah Luhan memasuki ruang hampa dengan deru suara pusaran air yang begitu kacau. Tidak ada air disana, hanya ada ruang gelap.

Luhan mengedarkan pandangannya kesegala arah untuk bersiap mendapatkan kejutan selanjutnya. Tapi tidak ada.. tunggu, bukan tidak ada melainkan kejutan itu muncul sekarang . buakn naga ataupun sosok manusia yang berada disana melainkan germelap cahaya kecil yang tampak redup kemudian membesar dan memberikan cahaya pada tempat itu yang berawal gelap menjadi sangat terang dan begitu jelas. Ah.. Luhan menarik ucapan disana hanya ada ruang kosong tapi tepat dibawah tempatnya berpijak tampak disana aliran air yang sempat dilihatnya adalah aliran darah dengan merah pekat sebagai warna dasar disana.

Sakit

Pergi

Darah

Menjauh

"Tao.. apa itu kau?"Luhan bersuara untuk yang pertama kalinya setelah mendengar gumaman halus di pendengarannya. Entah apa yang dirasakan Tao sekarang tapi Luhan dapat merasakan kesakitan yang begitu terasa menjalar ditubuhnya. Sakit yang mungkin sudah lama terbendung dan getaran haluspun dapat Luhan rasakan saat tubuhnya merasa lemas dengan ketakutan yang sangat. Dia tidak melihat apapun untuk ditakutkan tapi bagai diperintah otaknya memikirkan rasa takut itu secara tiba-tiba. Seperti beberapa jarum yang selalu menusuk kulit dan hal itu takut untuk terulang lagi.

"Ta.. tao.. te.. hahh.. hahh.. tenanglahh.. "Luhan mencengkram dadanya erat. Rasanya tubuhnya kaku hanya untuk menoleh memperhatikan sekeliling untuk meminta bantuan. Apa ini yang dirasakan namja panda itu? Apa sebegitu sakitnya untuk namja yang bahkan tidak mengetahui segalanya?

Mereka jatuh

Darah

Menjauh

Jangan menangis lagi

Luhan menajamkan pendengarannya lagi.' Bukan, ini bukan suara suara yang tadi berbisik.. bukan suara Tao ini suara… Kris'

Luhan memejamkan matanya sebelum menarik nafas kemudian menghembuskannya secara berlahan. Mencoba menguatkan pemikirannya. Disini, dia pengendalinya.. bukan dia yang dikendalikan. Bagai sugesti penguat, Luhan menekankan segala emosinya. Menajamkan pandangannya untuk menatap kesekeliling mencari celah sang pemilik pikiran.

"Tao.. aku tahu kau mendengarku.. jawablah.. kumohon.. kau tau, semuanya menunggumu disana Tao.. kau mendengarkukan?!"Luhan menaikan satu oktaf suaranya. Tidak, dia sama sekali bermaksud membetak, sama sekali tidak.

Oh ayolah Tao, aku menjamin kau mendengar setiap suara itu.. bukankah kau mengenal suara itu. Luhan, Sehun, Lay.. Kris.. mereka menginginkanmu.

"Kris"

Deg

Deg

Deg

Dengan cepat Luhan menoleh keasal suara. Suara asing yang mungkin tidak pernah didengarnya selama ini. suara yang begitu jernih dengan alunan melodi meyakinkan pemikirannya.

"Tao.. "Luhan berucap, menajamkan matanya untuk melihat lebih jelas kearah genangan aliran darah yang seperti mengalir surut. Menghadirkan sosok namja dengan tubuh berbalutan bercak darah di setiap luka ditubuhnya. Namja dengan rambut berambut hitam legam, mata bak panda hadi di hadapan sang namja pendatang.

Sedikit pelan Luhan melangkahkan kakinya kearah sang namja. Menimbulkan setitik pijakan yang mengantarkan langsung kearah Tao. Tanpa ada keraguan lagi Luhan merengkuh namja rapuh di hadapannya. Merengkuhnya dengan begitu erat.

"Kau akan melihat Kris.. "

.

.

Bruk

Dengan cepat Sehun langsung merengkuh tubuh Luhan yang hendak ambruk di sampingnya. Tubuh Luhan tampak dipenuhi peluh sekarang. Bukan hanya peluh biasa melainkan darah yang membanjiri tubuh sang namja.

"Kau baik-baik saja?"Ucap sehun. Pandangannya menatap kearah tubuh Luhan yang tampak basah.

"Tidak.. ini.. aku berhasil"Luhan tersenyum setelah matanya menangkap soso tubuh Tao yang tampak terbangun dari pingsannya. Sehun tersenyum sebelum mengucapkan terimakasih, menanggapi ucapan Luhan.

Tbc

Trimakasih untuk yang sudah membaca, review, mampir di ff shiro ne, trimakasih banyaaak..

Aaa, akhirnya sudah di detik detik menuju finish ne huehehe, semoga para pembaca gak bosen-bosen ne baca ff shiro. Ini chapter dengan words terpanjang pertama untuk shiro/plak , mudahan tidak terlihat aneh ne.. tapi jujur untuk chapter ini sedikit membingungkan huhehehe

Trimakasih banyaaak neeeeee

Babyminga: sebenarnya tao belum bisa lihat dan saat itu dia sedikit mengeluarkan suara emasnya/plak, ahahaha typo masih kesebar dimana-mana

Tksit: waaah gomawooo, jujur, shiro gak bisa deskripsiin pertarungan itu bagaimana, jadi bahasa sedikit amburadul

Ryanryabforeveryaoi: -..- jahat, yang chapter kemaren itu sampe mules-mules perut weh, banyak itu/plak. Mianhe yang ini lama update, semoga suka neeee 'o'

Junghyema: itu masih insting, umma.. aaa itu yang dikurung chanyeol ToT

Aviael panda: weee shiro dipanggil bebeb 'o' ,neee ini sudah update

Rinzitao: ahahahaha Tao itu belum bisa lihat, masih bisa ngomong, tapi suaranyanya dikiiiiiiiit

Xyln: bebeeb shiro jangan dikecuup/peluktao/plak

Itu masih insting.. tao malah bisa ngomong disana neee, tapi dikiiit

Kirei thelittlehieves: complicated itu apa? .o.

Shinjiwoo920202: eeee itu luhannya lupa keketik ToT

Lvenge: shiro juga bingung, susaaah buat cerita pertarungan ToT , yesung adem ayem saja/plak , yg nyulik sehun itu jaejoong. Kan pas jaejoong mati itukan si tao umurnya ya.. balitaan lah, tuh yang ngintp pintu. Dan sehunnya diculik pas bayi huehehe, neee sudah lanjuut

Baekhyunniewife: taooooo pastiii menaaaang 'o'p

Meyy-chaan: shiro juga/plak ToT

Peachpetals: fight itu maksudnya bagaimana? .o. aaa xiulay Cuma saling goda saja kooook

Ega exokpopers: gomawoooooo, jujur shiro gak bisa buat cerita pertarungan, masih belajar nee ToT

Juniel is vampire hybrid: aaaaa, untuk tao bisa lihat masih dipikirkaaaan neee/plak/ author jahatnya kambuh neee

Luwinaa: disini luhannya kelihatan .o. /plak gomawooo

Ree-panda68: neee semangaaaat .o. sebentar lagi sampai finish kok

Kristaopanda01: tao diinginkan kok, sama kriiis/pasti

Zaireen oksismi: salaam kenaaaal ahaha shiro juga hitu kok, huweee kelihatannya untuk chapter ini shiro kelamaan updatenya neee

Wulandari. Apple:waaaah benarkaah, gomawooo

Sycarp: bukaan,mereka Cuma saling menggoda kok, , waah gomawooo, selamaaat membaca neee

Gak ta lagi mau ngomong apa huehehe, sampai jumpa di chapter depaan neee, chapter depan akan happy happy neee, ada yang pesan couple moment? Tulis di review ne, semangaaaaat